Transcript
MqcyHna6fxc • Mahasiswa Cerdas! Modal 100 Ribu, Bisa Untung Jutaan Rupiah - Kuliah Sambil Usaha
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0238_MqcyHna6fxc.txt
Kind: captions Language: id Oke awalnya dulu di tahun 2017 itu saya kerja di Bekasi kemudian saya memiliki keinginan untuk berwirausaha saya membangun kandang di belakang rumah saya nah kadang itu Sebenarnya saya ingin jadikan sebagai tempat untuk budidaya bebek petelur Tapi sayangnya pada tahun 2017 itu harga telur bebek Mengalami penurunan secara drastis dan juga pakan itu naik akhirnya di tahun 2017 bulan 9 Waktu itu saya habis kontrak kemudian saya langsung pulang ke Tulungagung kandang itu jadi terbengkalai karena saya nggak jadi usaha di bidang bebek petelur dan saya juga belum menyiapkan untuk mau ke arah mana kadang ini akan digunakan terus suatu ketika saya melihat acara televisi Inspirasi Usaha gitu loh habis itu menayangkan seputar jamur tiram yang saya lihat di situ adalah usaha tersebut menyerap banyak sekali karyawan saya tertariknya di situ ada usaha yang bisa membantu sesama artinya membuka lapangan pekerjaan baru bagi ya teman-teman ataupun lingkungan sekitar lalu saya tertarik untuk terjun lebih dalam mempelajari lebih dalam di jamur tiram ini [Musik] saya pertama cek cek pasar dulu cek pasar saya beli jamur tiram segar itu 100 ribu rupiah kemudian dijual secara eceran dapat laba sekitar 70.000 10 kilo itu modal pertama kemudian kalau untuk secara keseluruhan mungkin selain kadang ya Selain kandang Itu untuk satu siklus pertama mungkin butuh sekitar 2 juta 500-an untuk pengadaan background back kapasitas berapa itu 1000 backlog kalau jamur tiram ini dulu di Desa Bangun Jaya ini tepatnya dipasang rance merupakan komoditas baru belum banyak yang kenal sebenarnya di awal saya budidaya ini ada yang menjamur bilangnya jamur di badan aja dihilangin gitu loh ini malah kamu tanam gitu jadi masyarakat itu masih ngerasa takut nanti beracun nanti gimana gitu saya sendiri masih memperkenalkan pada tahun-tahun itu tahun-tahun pertama berdiri tapi Seiring berjalannya waktu jamur mulai diterima yang Awalnya kami kesusahan untuk menjual produk jamur itu hingga hari ini kami yang dikejar-kejar oleh pembeli enggak ada barang enggak ada barang gitu karena barangnya selalu habis sebenarnya campuran sebenarnya kalau dilihat dari pasarnya itu masih sangat prospek belum ada pemainnya di situ belum ada yang menjadi tokoh untuk menentukan harga jadi harga itu nggak fluktuatif tergantung dengan tengkulak tapi cenderung stabil kalau jamur itu beda sama misalnya komunitas bawang atau komunitas cabai mungkin [Musik] baik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan saya ibay Dayat owner dari nguber Welas mushroom mulai dari jamur tiram Putih Sampai jamur tiram coklat yang varian baru budidayanya itu ya Mulai dari proses pengadukan pengaduan bahan baku Itu ada Serbuk gergaji kemudian ada nutrisinya Cakra nutrisinya juga kemudian Nito diaduk dulu kemudian dimasukkan ke dalam plastik kemudian disterilisasi terlebih dahulu nah sterilisasi itu untuk mematikan seperti ada jamur-jamur yang dibawa oleh serbuk kayunya ataupun juga dari bakteri-bakteri yang ada atau disterilisasi dulu Biasanya kalau sterilisasi manual seperti yang ada di sini kita membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam sistemnya seperti presto Nah setelah disterilisasi itu kemudian dikeluarkan untuk kemudian didinginkan kalau sudah dingin nanti kita masuk proses pembibitan pembibitan ini kalau bahasanya di jamur biasanya disebut inokulasi jadi kita menanam bibit itu media nah proses setelah inokulasi ini adalah inkubasi kita Tata backlognya itu ke rak namanya inkubasi jadi disitu ditangguh sekitar 30 harian sebelum akhirnya dipindah ke punggung sekitar 30 hari nanti sampai putih semua di sini inkubasi namanya bahkan butuh sirkulasi udara untuk tubuhnya miselium ini ini namanya miselium yang putih-putih sampai nanti mentok ke bawah baru bisa dipindah ke Gombong untuk proses pembuahan maksudnya Ditunggu sampai berbuah gitu dari misal full terus dipindah ke punggung itu kurang lebih 2 minggu atau 10 harian lah jadi total dari awal pembibitan sampai nanti tumbuh pertama atau buah pertama itu sekitar 40 harian rasa panen biasanya itu 3 bulan 3 bulan itu dihitung dari panen pertama jadi setelah panen pertama baru hitung 3 bulan nah interval panennya kalau satu backlock ini sekitar 2 minggu JAdi misal back log itu keluar jamur hari ini terus kita petik dari backlog kita akan keluar lagi 2 minggu kemudian tapi yang bisa bikin setiap hari panen itu ya karena jumlahnya banyak jadi sekarang baclok a yang panen besoknya yang B yang [Musik] sekarang kapasitas itu 10.000 backlog tapi pernah nyentuh Penuh semua maksudnya seluruh semua itu di tahun 2020 sekitar bulan April Kalau nggak salah punggung penuh dengan back Cloud dan panenan itu bisa maksimal pada bulan-bulan itu tapi bisa sampai sehari itu 30 kiloan Kalau 30 kilo itu kita kan jualnya per ons perkilonya nanti dapat sekitar 480-an meskipun itu ya kotor belum dipotong dengan yang lain-lain 180.000 itu skala kecil dulu pernah ngitung skala berseribu aja kalau targetnya itu dapat modal 2.500.000 dapat 4 juta gitu kan target minimal setelah didapat setelah di bulan kedua nyampe titik itu titik 4 juta itu itu menjual di harga Rp10.000 masih di harga pengepul itu bahkan masih prospek terlebih Kalau sekarang di Tulungagung sendiri itu banyak sekali petani yang berhenti berhenti itu karena yang pertama mendapatkan bahan baku itu susah di bulan Oktober tahun kemarin kemudian bulan November itu bahan bagus sudah bisa didapat lagi tapi harganya naik banyak petani di Tulungagung itu berhenti bahan baku serbuk kayu ini dari suppliernya sana biasanya dari Trenggalek itu nggak ada barang katanya jadi sekarang di 2023 ini kondisi pasar kurang jamur maksudnya kurang barang [Musik] juga grafiknya gak naik-naik aja gitu nggak bahkan turun naik turun naik itu jadi saya tetap optimis untuk bangkit lagi bangkit lagi gitu Kenapa kok jamur itu keren menurut saya banyak teka-teki di sana banyak misteri yang ya yang belum ditemukan misteri itu beda-beda ditangkapnya oleh setiap petani mungkin saya mendapatkan jawaban A belum tentu jawaban A itu bisa diterapkan oleh petani B Jadi beda-beda tiap petani itu respon terhadap sebuah problem misal jamurnya kok gini terus aku ngasih solusi dikasih ini loh Itu juga belum tentu cocok meskipun di kita itu cocok jadi banyak sekali teka-tekinya itu membuat saya suka gitu loh kalau di jamur penutupan tangan bisa enggak ya jamur itu buat besar gitu bisa enggak ya gitulah aku masih bertanya-tanya karena saya juga punya beberapa teman masa kini juga berhenti juga Mas kalau untuk pembuktian saya juga sebenarnya ingin membuktikan Kayaknya juga saya masih berjuang kalau ditanya Apakah bisa besar Iya saya juga enggak berani untuk memastikan itu saya masih ingin membuktikan itu juga kalau saya sebenarnya di sisi produksi ya Mas kalau di penjualan dan manajemen keuangan itu emak saya emak yang megang kendalinya Dari hasil penjualan ntar berapa yang buat produksi itu dikelola sama mama kalau seringnya kalau ibu rumah tangga itu dibuat keripik karak krispi gitu Ada juga yang dibikin botok dan juga yang dioseng ditumis Jadi sebenarnya jamur itu mau diolah sebagaimanapun tetap bisa gitu mau dicampur ini campur itu [Musik] menurut saya jamur itu kalau dikatakan susah ya nggak susah banget kalau dikatakan mudah ya nggak mudah tapi yang dibutuhkan oleh orang yang mungkin ingin terjun ke dunia jamur adalah ketekunan telaten kalau kita berhasil sekarang belum tentu kita berhasil besoknya kalau kita gagal sekarang belum tentu kita biasanya juga gagal jadi jamur itu nggak selalu gitu loh ini dibutuhkan konsistensi konsistensi dari kita Iya kalaupun Sekarang gagal ya konsisten kita Bikin lagi Bikin lagi Bikin lagi belajar terus sabar karena ya kebanyakan proses dari budidaya jamur ini adalah menunggu dari proses pengadukan proses sterilisasi proses itu kan kebanyakan Menunggu Kalau orang nggak sabar kan ya susah nanti Saya pernah punya pengalaman saya produksi itu sekitar hampir 3000 backlog itu gagal semua saya bingung mencari penyebabnya apa dan ternyata penyebabnya itu gak jauh-jauh dari diri saya lokasi dari budidaya ini terlalu kotor maksudnya kotor adalah ketika ada back club yang nggak jadi atau kontan tetap dibiarkan di inkubasi yang kemudian itu menyebar ke backlog yang lain Jadi menyebabkan kontang semua jadi kunci ini adalah menjaga kebersihan dari lokasi pembudidayaan jamur terus ya itu tadi kesabaran ketekunan konsistensi Sebenarnya saya kuliah itu juga ada hal lain yang menurut saya untuk kuliah terus yang kedua saya kemudian di jurusan manajemen bisnis itu juga untuk memperdalam ilmu saya di bidang bisnis itu sudah jalan ya sudah jalan saya mulai jalan ini 2017 saya masuk kuliah mulai tahun 2019 [Musik] mengutip bukan mengutip apa ya ngambil kata-kata dari guru saya gitu kalau mau bisnis itu jangan lincah-lincah kalaupun sekarang belum dapat hasilnya Ya tunggu jangan pindah sini pindah sana Pindah sini gitu tekunin aja dulu kalau nggak sabar ya sabar ini aja dulu gitu loh karena untuk bisnis itu nggak sekarang bisnis besok langsung kayak nggak nggak gitu ada proses yang cukup panjang untuk kita belajar dulu menikmati kegagalan dulu baru kita nanti memetik hasilnya ada batasnya sampai apa gitu saya juga pernah bertanya itu kepada guru saya dan beliau nggak juga nggak menjawab secara pasti tapi dia kasih batas minimal untuk saya 3 tahun ada lah nanti apa buah yang bisa dipetik entah itu kita harus pergi atau kita harus tetap stay nanti kita akan mendapatkan pengalaman-pengalaman itu dan tidak bisa menyimpulkannya kalau saya selalu tekun saya sendiri sebenarnya enggak tekun Saya mau fokus ke jamur kuliah membutuhkan saya Saya mau fokus ke jamur yang lain butuhkan saya jadi masih belum bisa benar-benar fokus ke jamur itu ketika saya benar-benar fokus ke jamur mungkin saya sudah bisa menghidupi diri saya dari jamur Ini jadi yang salah ketika usaha saya belum besar ini bukan salah jamurnya atau salah budayanya eh salah saya sendiri gitu saya belum bisa menjaga konsistensi itu saya ibadah dari nguber Welas mushroom terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]