Kampung Tertua di Lombok NTB! 15 Generasi & Tetap Mempertahankan Tradisi Leluhurnya
bS1qPQ2QgXI • 2023-07-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
perkenalkan diri Nama saya ama Eva ya
jadi panggilan di sini nama anak pertama
yang dipergunakan karena ketika kita
sudah punya anak nama panggilan
sehari-hari itu yang dipergunakan nama
anak yang paling besar di sini dan saya
disini selaku madu lokal masyarakat yang
tinggal di kampung sade jadi saya
carinya selain dari ini bertani sih
karena kan pekerjaan untuk masyarakat
yang tinggal di kampung sade ini
semuanya bertani padi yang utamanya tapi
sekali setahun bertani karena kami di
sini kan enggak ada kayak pengairan
irigasi ya cuman hujan aja di sini Jadi
selain bertani ya Mandiri Sebagai
tambahan untuk sehari-hari lah seperti
itu saat ini berasal dari
Sansekerta kuno yang artinya obat dan
usia dari kampung kami sudah sekitar 15
generasi kami tinggal di kampung ini di
kampung kami juga ada terdapat
150 bangunan rumah dihuni oleh 150
kepala keluarga dan 700 lebih
penduduknya tapi kami tinggal di kampung
saat ini masih satu keluarga masih satu
garis keturunan karena sampai sekarang
di sini kami kalau untuk menikahnya
masih menikahnya dengan sepupu bisa di
sini karena sampai sekarang masih belum
ada di antara kami di sini yang
menikahnya dengan orang luar ya itu atas
saudara sendiri untuk mempertahankan
garis keturunan dan tradisi yang berlaku
di sini ketika menikah atau istilahnya
dalam bahasa kami di sini merari ya
bahasa Sasak tidak boleh kami melamar di
sini karena kalau misalkan melamar di
sini Tuh kurang sopan jadi lebih
sopannya dengan cara diculik atau
dilarikan anak gadisnya tapi beda kawin
lari dan kawin Juli ini karena dokter
tradisi ini masih tetap berlaku sampai
sekarang yakni kawin lari dan kawin
culik kalau untuk kawin lari cowok dan
ceweknya ini harus suka sama suka dulu
baru dibawa lari anak ceweknya tuh tanpa
sepengetahuan orang tua malam hari ini
dan sementara waktu perempuannya ini
disembunyikan dulu di rumah saudara yang
ada di luar Kampung ini biar kalau
misalkan dicari sama orang tuanya enggak
ketemu karena kalau misalkan sampai
ketahuan atau ketemu di malamnya kita
larikan itu barangkali bisa diambil lagi
anak sedangkan kalau untuk kawin culik
udah pacaran terlebih dahulu tapi pas
diajak menikah si perempuannya ini nolak
nggak mau misalkan bilangnya sebulan
lagi atau duku panen dulu itu kita paksa
caranya kita Gedong karena biasanya
kalau Juli itu nanti cintanya ini kan
datang setelah berumah tangga Mas karena
perempuannya betul-betul nggak mau sama
si cowok tapi kalau sudah bermalam anak
gadisnya di bawah lari atau diculik itu
akan tetap menjadi pasangan suami istri
baik itu nanti secara adat istiadat
maupun secara agama dan kalau untuk
kepercayaan kami juga di sini sudah
muslim semua di sini kami di sini 150
kepala keluarga dan 700 lebih
penduduknya tapi kalau untuk jumlah dari
bangunan rumah yang ada di sini agar
tetap 150 kepala keluarga Karena yang
mewarisi rumahnya nanti di sini anak
laki-laki yang paling kecil yang dapat
rumah sedangkan saudara yang tertua ya
buat rumah di luar dan sekarang sudah
ada beberapa ada 8 Kampung perluasan
perluasan dari kampung sade Ini jadi
yang kecil yang tinggal di sini saudara
tertua yang buat rumahnya di luar Jadi
harus ada laki-laki lah semua
[Musik]
mayoritas
sendiri pekerjaan mereka apa Mungkin
kalian bertanya jadi di sini ada yang
berternak juga Mas selain dari bertani
berternak ya Jadi kalau untuk yang guru
ada juga dua orang yang guru ngajar di
SMP barangkali cuman itu pekerjaan yang
ada di sini selain bertanian
pemuda-pemudahan ini yang madu dan yang
perempuannya ini yang menenun kerjanya
makanya syarat utama untuk anak
perempuan sebelum menikah wajib
pariwisata dulu kalau belum masih belum
bisa menenun Belum berani dulu menikah
orang tuanya ini akan merasa malu ketika
anaknya belum bisa teman-teman makanya
dari syariatnya ada 8 tahun untuk anak
perempuan itu sudah mulai diajarkannya
kalau untuk pendidikan di sini enggak
ada batasan Mas ya cuman kalau di sini
biasanya karena sampai sekarang kan
masih belum ada warga di sini yang pergi
keluar Merantau apalagi yang
perempuannya kan tidak boleh paling SMP
pendidikan yang perempuan udah selesai
karena di sini bukan karena dibatasi ya
cuman karena terlalu cepat menikah itu
batasnya itu menikah karena menikahnya
biasanya di bawah 20 tahun sudah menikah
paling satu kelas 2 SMP lah kelas 3 kan
udah menikah karena di sini biasanya
menikah muda soalnya di sini karena kan
jarang kerja keluar ya jadi menikah dulu
di sini baru pikir masa depan seperti
saya dulu begitu juga menikah dulu baru
kita pergi gimana untuk selanjutnya jadi
di NTB itu ada tiga suku yasambo ya
istilahnya sebadan Bojo yang ada di Bima
sedangkan kalau saya sakit itu sendiri
ya berasal dari kata sak ya sak itu kan
artinya satu jadi cuman ada satu suku
yang ada di pulau Lombok ini ya ini suku
Sasak yang ada di pulau lombok lombok
itu artinya lurus berasal dari kata
Lombok yang artinya Lurus di salah
satunya juga mempunyai banyak sekali
tempat-tempat berkunjungan soalnya
sekalipun saya juga belum pernah pergi
ke mana-mana ya mungkin di lain-lain
tempat wisatawan yang datang sendiri
bilangnya kalau di Sasak itu lebih
banyak tempat yang harus dikunjungi
katanya di sini ada beberapa jenis
bangunan yang ada di kampung kami ya
yang pertama ada namanya berugak ada
namanya berugak sage dan berubah
setempat dinamakan berugas keenam dulu
karena memiliki 6 tiang sedangkan yang
keempat itu karena memiliki empat tiang
dan fungsi dari brukat sekarang itu
sebagai Balai pertemuan untuk Kampung
ketika misalkan ada yang mau kami
musyawarahkan kami ngumpul sama-sama di
situ dipimpin oleh jeruk
4 fungsi dari brukat itu sendiri sebagai
tempat penerima tamu biasa tamu pribadi
seperti itu terus ada juga bangunan
rumah bangunan rumah kami di sini
namanya Bale Tani dinamakan balitani
Karena pekerjaannya itu yang bertani
Padi Semua tapi sekali setahun karena di
sini sekali lagi enggak ada pengadaan
imigrasi jadi kualitasnya rumah tadi ini
pekerjaannya yang di mana rumah kami di
sini kan biasanya seminggu sekali kami
membersihkan menggunakan kotoran sapi
ataupun kotoran kerbau terus ada
bangunan lumbung atau sebutannya kami di
sini alam itu sebagai tempat penyimpanan
hasil panen karena kami di sini untuk
bertanya sekali lagi sekali setahun
hasil panennya disimpan di alam tadi
atau di lumbung tadi untuk konsumsi
sendiri karena kan enggak ada yang
dijual dipakai untuk konsumsi sendiri
satu lomba biasanya dipergunakan untuk 6
ataupun 7 kepala keluarga Kalau ukuran
lubangnya lebih besar bisa menyimpan
lebih banyak orang ada juga namanya
Balai kodong Bali kodong ini rumah
tempat tinggal sementara waktu bagi
pasangan yang baru-baru menikah kembali
lagi ke perkawinan karena di sini Itu
kan menikah dulu ya baru fikir masa
depan jadi yang menikah ini tidak
mempunyai rumah jadi setelah menikah
orang tuanya akan ngebuatkan rumah kecil
tadi sebagai tempat untuk belajar
mandiri si anak yang menikahi ini jadi
di situlah kita kayak gimana untuk besok
untuk besok seperti itu balik kodong ini
rumahnya kecil tapi itu rumah tempat
tinggal sementara waktu ketika nanti
misalkan kita sudah bisa membuat rumah
yang besar baru kita buat rumah di luar
di sawah-sawah tapi kalau yang menikah
ini anak laki-laki yang paling kecil
Setelah orang tua merasa kita sudah
dewasa sudah Mandiri baru dipanggil
untuk tidur dengan orang tua karena
rumah itu dibuat dekat-dekat rumah orang
tua di depan rumah orang tua biasanya
Mas
[Musik]
suku Sasak itu sendiri apa sih
sebenarnya itu jadi Sasak itu kan
artinya satu Mas ya karena cuman ada
satu suku yang ada di pulau Lombok dan
di kampung kami inilah masyarakat asli
suku Sasak yang masih bertahan yang
masih menetap sampai sekarang
satu-satunya yang masih ada karena di
tempat lain kalian sudah bangunan sudah
modern Ya tapi kalau kami di sini
sekalipun kami masyarakat Sasak ini
sudah bukan masyarakat primitif tapi ada
tradisi yang ditinggalkan sama leluhur
itu masih tidak ada yang hilang sama
sekali peninggalan leluhur itu masih
tetap dipertahankan contoh dari bangunan
rumah terus di sini kami masih
menggunakan kotoran sapi kotoran kerbau
untuk membersihkan rumah seperti itu ya
dan acara-acara yang lain masih banyak
lagi yang masih harus tetap kami
luas Kampung kami sekitar 3 hektar
gunung sana dulu sebelum kami yang
tinggal di sini rekaman muslim yang
sekarang
ada namanya Islam
dinamakan Islam Karena antara Islam
Hindu dan animisme dicampur ketika
kepercayaan ini yang digabung dan kalau
itu di salat maupun puasa hanya
diwakilkan oleh kyainya saja tapi
setelah dari Pulau Jawa ya ke Sasak ini
sekitar tahun 1965 mas baru kami muslim
semua di sini dan sekarang harus
sendiri-sendiri salat tapi dari segi ada
tradisi peninggalan leluhur itu masih
tetap dilaksanakan sampai sekarang
termasuk penghormatan ritual-ritual adat
penghormatan terhadap leluhur tapi
ketika ada acara-acara ritual adat
tersebut Kyai dengan mahkota selalu
berdampingan karena sekalipun acara
menggunakan seserahan ataupun Sajen tapi
pembukaannya akan tetap didoakan secara
Islam jadi di sini masih seiring antara
agama dengan adat budaya inilah Kampung
tertua ya yang ada di Lombok dan tugas
Kamis lagu masyarakat di sini
mempertahankan ada tradisi peninggalan
leluhur Karena sekarang di sini sudah
kami sekalipun sudah masyarakat bukan
primitif lagi ya tapi kami tetap
menerima perubahan zaman yang penting
tidak bertentangan dengan ada tradisi
seperti itu dan kami juga di sini untuk
mempertahankannya itu sampai sekarang
kan masih menikahnya dengan semua di
sini karena itu untuk mempertahankan
kekerabatan dan juga supaya ada tradisi
yang ditinggalkan oleh orang tua itu
masih tetap kental karena kami ketika di
sini masih satu rumpun keluarga
kebersamaannya masih sangat kuat di sini
makanya ketika ada yang mau kami
kerjakan seperti misalnya pembuatan
rumah atau ada acara-acara Kami selalu
lakukan secara bersama-sama gotong
royong Kenapa kami harus bersihkan pakai
kotoran sapi ataupun kotoran kerbau
karena kan pondasinya ini dari tanah
liat jadi tujuannya itu untuk melindungi
rumah kami dari kertaskan dan supaya
tidak berdebu makanya rumah kami selalu
kami bersihkan pakai kotoran sapi karena
kalau ketika tidak dibersihkan nantinya
akan retak
Jadi kalau sebutan Sasak itu kalau akan
Biasanya jadi eee Mandalika jadi
Mandalika kalau Jawa kan biasanya dari
jauh seperti itu Jadi kalau nama yang
hasilnya akan Kute ya Pantai Kuta Mari
Kute kalau bahasanya di sini kalau
mandalikan itu diambil dari nama seorang
putri ya yang menyebabkan diri ke laut
sehingga berubah menjadi cacing laut ya
cacing selanjutnya itu namanya nyali itu
yang ditangkap sekali setahun bulan
Februari Biasanya tanggal 18 atau 19
Februari sekali setahun ada jadi mendali
itu nama seorang putri yang dulu konon
tidak memilih ketiga pangeran yang
menyukainya ya Sehingga daripada terjadi
pertumbuhan darah maka putrinya ini
berdebatkan diri ke laut sehingga
berubah wujud menjadi cacing laut atau
nyali itu tadi ketika misalkan sebelum
tradisinya itu berlangsung biasanya akan
ada acara-acara dulu sebelum tradisinya
tuh Ya ini acara peresean ini yang
dilakukan biasanya seminggu sebelum
acara bau nyalinya jadi semua kampung
yang ada di pulau Lombok ini pada
umumnya ya akan datang di Pantai Kuta
Bali untuk melakukan atraksi tersebut
untuk menyambutlah kedatangan nyali tadi
event lu nyali tadi
[Musik]
saya ucapkan matur tampiasih ya
Terima kasih Mas dan harapan saya
silahkan kalau misalnya datang ke sini
silahkan datang karena kampungnya ini
selalu terbuka lebar untuk siapa saja
karena di sini nggak pernah tutup ya
yang namanya kampus tempat tinggal kapan
saja ke sini kami selalu welcome
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:06 UTC
Categories
Manage