Kind: captions Language: id apa kunci sukses sukses [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] pertama saya ibu saya mas saya punya prinsip orang tua Jangan pernah sedikitpun disakiti hatinya Ibu saya sekarang sudah tua kita harus berbaktilah saat ini saya waktunya untuk menyenang-wenang [Musik] buat ngundang itu gimana caranya saya juga nggak tahu kok mau ngundang Mas sering beliau kalau ke sini itu nunggu pesawat intinya sambil ngopi di sini Mungkin di sana panas sama gimana ya nunggu pesawat Boed di warung di sini di ingkar janji langsung nanti setelah waktunya dikira oleh pengawalnya udah sampai sana pas baru beliau cabut dari sini [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya owner dari warung kopi ingkar janji yang beralamat di Rancah pendoworejo Girimulyo Kulon Progo dan nama saya Purnomo Hadi Prasetyo lahir juga di Kulon Progo asli penduduk sini juga saya itu dulu menikah itu belum punya pekerjaan bahkan sampai mempunyai anak pertama saya belum mempunyai penghasilan pada waktu pertama kali saya berpikir dan berpikir untuk mencari nafkah Ya intinya mungkin dari situ saya mulai bekerja menjadi supplier kelapa muda Mas ke kebun-kebon mencari kelapa muda untuk saya setoran ke kota Jogja dan itu Alhamdulillah Mas Waktu itu saya bisa mendapatkan hasil pertama dari keringat Saya dari kelapa muda itu berjalan kelapa muda sekitar 3 tahun nggak cari kerja udah mencoba tapi gagal terus mas bahkan mau bekerja di Jakarta saya itu pulang lagi mas kan Bapak saya di Jakarta pulang lagi tanpa pamit sama bapak saya yang membuat saya di sana nggak kerasa tiap di kamar mandi saya nangis Mas gilingan ibu saya ibu saya kan di Jogja secara langsung pulang Jogja ayah saya mencari-cari Saya udah sampai Cirebonan itu saya lagi ngabari bapak Pak saya pulang sudah seperti itu langsung pulang pulang langsung mempunyai istri punya anak sampai saat itu belum punya pekerjaan saya lihat anak saya istri saya di kamar tidur mules saya enggak bisa Tentu saya tangisi saya bagaimana bisa menghidupi anak saya itu beban paling sakit paling harus saya pecahkan kayak gitu Emang saya punya tekad harus ada penghasilan waktu itu enggak berpikir untuk seberapapun penghasilan yang saya hasilkan saya harus mempunyai pendapatan sendiri saya sampai malam sampai jam 09.00 jam 10.00 untuk hari-harinya sangat berat sekali Mas degan Itu kalau satu minggu sampai 10 hari nggak laku direktur Mas Jadi saya ngejoli yang baru tapi tetap poin sedikit-sedikit lah buat beli jajan anak yang pertama Ya tadi Kalau masalah degan itu ada memang ada nek wong Jawa get-getane get getan itu puncaknya itu puncaknya di puasa Mas puasa itu saya bisa menghabiskan per hari itu sekitar 1500 sampai 1700 butir Waktu itu saya minimal itu laba 1 juta tahun 2008 2007 per hari Mas tapi bulan-bulan selain itu banget Mas dari 12 bulan yang menghasilkan secara memuaskan satu bulan yang 11 bulan ke kayu jati itu juga mempunyai proses masak saya kapusan itu saya kirim di Jepara sampai di sana itu mempunyai hutan sekitar 56 juta lebih waktu 2010-an itu udah 2010 saya nagih ke sana nggak dikasih cuma dikasih ongkoslah sampai saat ini tinggal sekitar masih kisaran 30 sampai ya 30 kurang lebihnya itu memang belajar itu perlu pengorbanan itu pertama sekali dihapusi uang Mas tapi saya enggak apa-apa kayak ikhlas saya udah diajari lah saya juga enggak tahu masalah kayu enggak tahu masalah degan diniati ajalah semangat demi pelit tapi itu memang saya Itu waktu itu saya kerja itu hampir Mas 20 jam 18 jam per hari pulangnya pedang pagi met sore langsung saya ikut ke Jepara sampai sini lagi tebang lagi terus-terusan waktu itu payung masih banyak Mas kalau sekarang ya udah banyak tapi kecil-kecil permintaan mereka besar enggak ada yang gampang pasti ada permasalahan di situnya tapi dari kayu itu penghasilan sudah mulai tinggi ya Pak ya Dan saya di situ ada cita-cita untuk dari kecil mas cita-cita saya itu dari Driver Bus bus malam sopir saya dulu karena bapak di Karawang ibu di Jogja Maaf ya Mas ini agak sedikit keluarga bisa tapi nggak cerai Mas ayah saya di sana udah anak lagi karena mungkin dulu pindahnya bapak nggak bisa pindah Ibu bisa pindah mungkin seperti itulah tapi saya tetap menghormati Bapak saya menghormati Ibu saya tapi yang pertama Ibu saya Mas langsung saya ke bus tadi Mas sering bolak-balik Jogja Karawang saya nggak mau selain bus Naik kereta itu sampai saat ini saya sudah mempunyai unit Mas Alhamdulillah ya Pak witane Semangat kali Geni tadi ditabung buat ngangsor tiap hari nabung nabung nabung kuliner itu waktu Corona Mas di kota Kan tutup ya jadi kota mati waktu Corona nggak boleh keluar Saya mencoba untuk kuliner kecil-kecilan ya saya buka Alhamdulillah langsung dari kota itu malah ke desa karena konsep saya nggak tertutup Mas jadi angin Kan terbuka jadi ppkm kan nggak terlalu ketat di sini cuman ada jarak karena angin di sini juga agak kenceng ya jadi langsung naik Corona kan bablas itu mungkin meringankan untuk bisa buka di waktu PPKN ya ternyata kopi saya yang saya namai kopi ikan janji kopi ingkar janji itu mungkin hubungan ya suatu hubungan itu sangat diingkari lah entah itu guru sama murid entah itu orang tua sama anak entah itu suami sama istri ya jangan sampai mengingkari janji itu filosofi yang saya tanamkan tapi kan di sini kan banyak yang pasangan muda-mudi yang lagi pacaran tapi kita Alhamdulillah ya kita bisa mengenang ke semua kalangan Mas keluar instansi anak muda bahkan balita kita di sini bahkan beliau-beliau pak menteri Pak Mahfud Pak Sandi pernah datang ke sini beliau cuman ibu-ibu Yang Dulu sering disewa di hajat-hajatan desa di pernikahan di sunatan ibu-ibu itu yang masak saya Ambillah ke sini karena saya di basic kuliner 0% Mas cuma orang meraba aja dulu pas waktu ppkm Corona usaha mampet usaha enggak Jalan Buah ini namanya orang enggak punya basic mau yang dihidangkan apa enggak tahu Mas saya Ya udah yang paling sederhana Ya udah masakan Ndeso daun-daunan ternyata malah diterima masyarakat Alhamdulillah sampai saat ini masih dipercaya untuk dari kota-kota bahkan dari luar kota Mas tapi dengan harga yang di bawah standar Resto saya ngarani ini tuh angkringan Kok saya itu jangan itu kenapa kalau di Sabtu Minggu weekend itu Iya rame kalau hari-hari biasa ya standar Mas dan yang saya terapkan di warung sini Mas karena saya itu orangnya gimana kita yang jual itu minum sama makan ya karyawan semua orang sini semua bahkan ada yang masih saudara jadi saya menerapkan sistem karyawan itu makanya pure bebas Mas rasane wong Jowo saya itu enggak ada manajemen yang terlalu ketat enggak ada penting batik Saya tidak keluar dari koridor untuk bekerja tapi kalau masalah makan minum sayur saya bebaskan mau makan apa yang ada silahkan kadang-kadang sampai sini pagi saya belum buka ya kalian sudah datang bersih-bersih belum laku aja karyawan sudah ada yang minum susu minum kopi itu belum laku loh mas saya baru belum lagu Karena sudah mau minum susu ya dolengus alhamdulillah itu mungkin restoran Enggak seperti itu toh Mas saya setiap hari kalau ke sini pagi Mesti kalau memang udah yang boleh tanya sendiri biasa enggak takut saya enggak takut datang ke sini udah bikin susu enggak takut mereka mas masa itu enggak takut saya menerapkan manajemen itu bati payuh di rumah dirawat semua pelayanan harus maksimal tapi nggak boleh marah sama customer walaupun kita yang benar mereka yang salah nggak boleh marah nggak boleh tetap harus minta maaf itu aturan-aturan yang baku lah mungkin saya aturan tersebut aturan suatu pelayanan saya kurang paham Mas yang memang manajer saya lagi sakit ini langsung juga enggak diundang buat ngundang itu gimana caranya saya juga enggak tahu kalau mau ngundang Mas sering beliau kalau ke sini itu nunggu pesawat intinya sambil ngopi di sini Mungkin di sana panas sama gimana ya nunggu pesawat Boed di warung di sini di ingkar janji langsung nanti setelah waktunya dikira-kira oleh pengawalnya udah sampai sana pas baru beliau cabut dari sini [Musik] di sini juga kelebihannya sebenarnya pemandangan ya Pak ya mungkin sebetul pemandangannya mungkin adem lah Mas saya aja nggak bosen di sini kalau sore tentram pas ada pusing di masalah kayu tak tinggal saya langsung ke warung sore-sore langsung ngopi belum mandi mas saya ke sini langsung pernah Mas sekali ke sini Seringnya pakai celana pendek saya pakai celana pendek poloran sandal jepit Pas saya itu dilalah ke sini pakai baju yang foto-foto itu di dinding-dinding itu ada foto saya sama Pak Mahfud MD ada ibu-ibu gerombolan ibu-ibu saya pas duduk saya di dekat foto Itu foto saya Baju saya sama sama difoto lengan panjang sampai pakai celana pendek tapi ya soalnya cuma bajunya loh sama-sama Mas saya pakai baju sama sama foto itu saya enggak enggak nyadar Yang nyadar malah yang customer yang datang ke sini ini ownernya ini kan janji Peluk saya diajak CRV ya temannya ya 15 tadi semua ngerubung aduh saya ya Allah mungkin saya ini terkenal ya Mas tapi saya itu nggak merasa saya nggak merasa dikenal orang-orang saya yang ingin kenal saya banyak berarti terus seperti itu tapi saya malu masa itu Malu sama ibu-ibu yang sama beliau pejabat kepolisian itu pak menteri artis Saya malu Mas saya itu buat ketemu enggak bisa ngomong seperti itu iya pertama saya itu saya mas saya punya prinsip orang tua Jangan pernah sedikitpun disakiti hatinya Ibu saya sekarang udah tua kita harus berbakti lah nek wong Jowo Lek ngarane itu saat ini saya waktunya untuk menyenang-wenang kita pak saya ibu saya pertama itu yang saya harapkan Ibu saya sehat dan mendoakan tanpa Saya minta Ibu saya mendoakan saya mungkin siang malam tanpa nanti mungkin Bapak saya juga yang sudah di Karawang langsung motivasi saya Saya bekerja seperti ini saya untuk khusus warung saya mengambil karyawan Enggak dari luar Mas bahkan keluarga saya masukkan Kalau bisa yang kedua warga sekitar yang mau bekerja Monggo Padahal saya udah full enggak ada lowongan manajer saya bilang Mas Pur ini ada orang sini yatim piatu enggak bisa apa-apa tapi lulusan seperti ini mau masuk gimana daftar nggak ada gajinya gimana ya standar sama anak-anak aja motivasi saya warung ini semoga ramai lancar dan warga sekitar juga bisa merasakan dan jangan lupa saya itu shodaqoh nek wong ndeso oleh setitik ya dipipil setitik nggo kemanusiaan buat masjid nanti-nanti Aswan saya juga di kampung di desa di Dusun Saya baru bangun Masjid biasanya motivasi saya itu Bodon saya itu gini Mas wong Jowo juga besok saya semakin tua toh nek iso itu tua saya itu enggak ganggu anak saya punya penghasilan sendiri sitik-sitik usaha yang sudah berjalan Jadi motivasi ini bersangkutan dahulu bersenang-senang kemudian tadi karena saya bukan negeri yang enggak punya pensiunan saya harus benar-benar jauh ke sana toh Padahal saya tua saya merasakan kok Awak saya itu kadang-kadang saya itu gas terus gawe mikir saya juga sakit mas Masuk angin Oh 20 jam saya melek terus saya [Musik] ibu selalu ngomong mlaku Sing bener usaha aja tahu ngapusi uwong Jangan berbohong kepada siapapun masalah bisnis jujur itu nomor satu nanti kalau sudah jujur pasti Rezeki itu mampir Pur Ora mungkin di salah uwong terus mesti kembali rezeki jujur dan ojo lalisadaqoh Karo [Musik] Jangan lupa ya untuk pengunjung dari luar kota mampir di ingkar janji jangan lupa makan sehat selalu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]