Transcript
SaptDKDy6tU • Sehari Produksi 2.000 Lusin Celana Dalam "Wong Urip Kudu Iso Ngurip i"!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0216_SaptDKDy6tU.txt
Kind: captions Language: id [Musik] bagaimana saya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi saya karena pada waktu itu konveksi konveksi yang besar-besar di daerah Surabaya Solo Jakarta semuanya tutup karena pada waktu itu ada pada saat itu saya sampai sekitar 150 dosen per hari ya tahun 2000 lah 120 150 per hari sampai sekarang ya sekitar perhari produksi saya itu 2000 lusin kalau kualitasnya bagus otomatis konsumen itu yang menyari bukan saya yang mencari pelanggan justru pelanggan malah mencari produksi saya itu yang saya pegang pada prinsipnya untuk berdagang kualitas dan pelayanan jadi kita mengedepankan prestasi dulu jadi kalau kita prestasinya bagus Allah akan memberikan imbalan yang sesuai dengan prestasi Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Ahmad Baharudin pimpinan perusahaan konveksi Baharudin yang berada di Kabupaten Tulungagung dulu memang orang tua saya itu juga bekerja di konveksi di daerah sopontoro Akhirnya saya selalu ikut bekerja orang tua saya di konveksi itu dari kecil begitu saya SMP pulang dari sekolah saya bantu-bantu di tempat kerja ibu saya itu tadi setelah lulus SMA saya dulu sekolahnya di MAN 1 Tulungagung tahun 1991 saya lulus dari Man Akhirnya saya kursus tentang manajemen tentang pemasaran sekitar 1 tahun setelah itu tahun '93 Saya baru bekerja di praktek di perdagangan di konveksi awalnya saya ngambil dagangan terus tak bawa ke pasar-pasar itu saya Kenapa kok saya memilih tentang dikonversi karena Konveksi adalah pakaian pakaian adalah kebutuhan manusia kebutuhan orang banyak saya rasa itu pekerjaan yang selalu dibutuhkan banyak orang tertarik saya di situ setelah beberapa tahun tahun 96 saya mulai motong sendiri awal saya dulu ya berjualan baju perempuan ngambil dari botoran selang beberapa tahun saya memotong sendiri itu seragam dan topi seragam itu jadi seragam SD SMP SMA itu tahun '96 '97 itu ada perubahan seragam jadi SD yang dulunya topi itu merah putih pada waktu itu ada aturan merah-merah semua yang SMP juga begitu biru putih akhirnya ada aturan biru semua saya nyetok pada waktu itu ya merah putih biru putih kalau SMA ya abu-abu putih Setelah itu saya ndak bisa menerima pesanan karena waktu saya ndak ada karena berhenti di barang yang stok tadi Iya kalau kalau seragam kan musiman jadi musim seragam mesti kurang-kurang bareng tapi kalau ndak musim seragam ya kita nyetok setelah itu saya berpikir beralihlah di pakaian dalam anak-anak sampai dewasa Putra maupun Putri itu awalnya sampai sekarang tahun 98 pada waktu itu ada krisis krisis moneter ndak stabil tentang ekonominya ndak stabil tentang politiknya keadaan juga enggak stabil Akhirnya saya agak terganggu produksi banyak pengusaha-pengusaha konveksi konveksi yang berhenti tapi saya tetap jalan walaupun perubahan harga perubahan harga itu signifikan saya tetap bekerja prinsip saya saya tetap bekerja agar supaya kalau saya nanti berhenti malah ketinggalan nilainya rupiah itu saya semangat bekerja terus Nah itu berkahnya pada waktu 98 99 Akhirnya saya mendapatkan banyak keuntungan di tahun-tahun itu 98 99 sampai 20 pada waktu saya belanja kain itu harganya Rp10.000 per kilo begitu saya produksi kita jual pada saat saya jual harga kain sudah meningkat menjadi 15.000 otomatis saya jualkan mengikuti 15.000 itu begitu saya belanja Rp15.000 saya produksi lagi begitu saya jual harganya sudah naik lagi nah saya mengikuti harga itu kalau yang berhenti kan pada waktu itu bunga bank memang tinggi jadi yang punya uang uang itu dimasukkan bank karena bunganya tinggi dia enggak susah-susah bekerja menerima hubungan tinggi saya ndak seperti itu saya tetap kerja terus walaupun nilai barangnya saya itu tetap tapi rupiahnya naik Katakanlah 1 kilo Rp10.000 saya produksi kita jual pada waktu harga 1 kilonya Rp15.000 walaupun saya keuntungan Rp5.000 tapi kan tetap 1 kilo barangnya tetap rupiahnya meningkat nah gitu kalau kita masukkan Bang ke device itu Rp10.000 Katakanlah ada ada keuntungan kata karena bunga tinggi pada waktu itu ada 5% Ya tapi kan naiknya itu enggak seperti yang kenaikan harga barang pada waktu itu [Musik] Begini saya dulu komunikasi dengan orang-orang yang pengusaha yang sudah berhasil selain pengusaha juga saya konsultasi dengan guru-guru agama guru-guru ngaji Saya bekerja keras itu penting jangan mengutamakan keuntungan dulu jadi prestasi kita kejar nanti rezeki akan datang sendiri jadi kita mengedepankan prestasi dulu jadi kalau kita prestasinya bagus Allah akan memberikan imbalan yang sesuai dengan prestasi pada saat-saat itulah saya bangkit terus saya bisa semakin tambah mesin semakin tambah karyawan semakin tambah mesin tambah karyawan pada waktu itu bagaimana saya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi saya karena pada waktu itu konveksi konveksi yang besar-besar di daerah Surabaya Solo Jakarta semuanya tutup karena pada waktu itu ada keributan di kota-kota besar jadi ada pembakaran-pemba di tempat-tempat perdagangan atau tempat-tempat pabrik-pabrik yang miliknya orang asing itu kan akhirnya kan ndak berani produksi di awal-awal itu ya sekitar satu hari sekitar 30 dosen terus begitu ada keuntungan ada keuntungan Saya ndak nikmati keuntungan untuk membelikan kepentingan pribadi saya saya belikan mesin tiap bulan saya beli mesin satu setel satu setel akhirnya pada saat itu saya sampai sekitar 150 dosen per hari ya tahun 2000 lah 120 150 per hari dosen terus begitu saya membuat tempat akhirnya tempatnya luas saya tambahin mesin sampai sekarang ya sekitar perhari produksi saya itu 2000 lusin ya perhari celana dalam kaos dalam pokoknya pakaian dalam jadi celana dalam laki-laki perempuan anak-anak sampai dewasa kaos dalam juga karena saya sudah banyak pelanggan akhirnya kan permintaannya banyak saya ke depan kan itu mas kualitas kalau kualitasnya bagus otomatis konsumen itu yang langsung nyari bukan saya yang mencari pelanggan justru pelanggan malah mencari produksi saya itu yang saya pegang pada prinsipnya untuk berindustri ya berdagang kualitas dan pelayanan hubungan saya dengan pedagang bagaimana agar supaya pedagang ini juga ada hubungan baik dengan kita saya kan hanya produksi Mas yang menjualkan kan pedagang-pedagang itu bagaimana pedagang itu mau menjualkan Barang saya akhirnya saya kan komunikasi baik dengan pedagang-pedagang tersebut saya awalnya memang di Grosir Surabaya terus begitu saya pingin mengembangkan pemasaran saya juga ke daerah-daerah lain ke pasar-pasar grosir yang lain contohnya di Malang di Banyuwangi Jember Probolinggo Solo sampai ke Makassar Banjarmasin sampai ada yang di daerah Medan Palembang Kalimantan Sulawesi Bali Lombok setiap kota yang ada pasar grosirnya itu saya masukin kalau sekarang sudah lewat telepon aja saya tinggal merawat kualitasnya jam kerja saya itu kan sudah lebih dari 30 tahun awalnya memang susah mas awalnya Susah untuk mencari pemasaran kita bisa produksi tapi pemasarannya gini saya juga ikut dalam hal produksi mulai dari milih kain pemotongan terus pengerjaan packing pemasaran pemasaran dulu ya kita ke Surabaya ke grosir setelah ke grosir terus pengembangan ada kenal pedagang-pedagang yang di kabupaten lain kenalnya juga enggak butuh barengan gitu Mas ya satu persatu satu persatu ada tambah produksi saya yang bagian dalam itu namanya brontex Kenapa saya kasih nama prontek nama saya kan Baharudin jadi Baharudin tekstil gitu ya akhirnya dikenal di pasar pedagang-pedagang udah kenal baru mencari mana ini produksinya brontek jadi orang-orang pasar ini yang mencari barang saya Terus akhirnya ke Tulungagung saya di Tulungagung juga ada tempat untuk melayani grosir jadi ada di sobontoro sana Katakanlah toko untuk memasarkan produksi saya melayani bakul-bakul setiap hari jadi ada kan bakul yang setiap hari ke pasar malam itu ngambil barang pagi dibawa ke pasar nanti balik lagi malam setor sama apa besok yang dibawa gitu sesuai pesanan yang di pasar [Musik] masa-masa sulit konveksi itu sekitar tahun 2007 karena harga sudah stabil keamanan nasional juga sudah stabil akhirnya kan persaingan ketat untuk meningkatkan kapasitas saya itu juga susah karena tenaganya karena konveksi itu kan perlu kreatif perlu belajar dan mana anak pada waktu itu lulus sekolah itu banyak yang bekerja di luar negeri pada waktu itu akhirnya saya untuk menambah tenaga itu kan susah kalau konveksi bisa dilaksanakan atau bisa dikerjakan Nyonya saya kan jadi saya sendiri waktunya masih banyak longgar Akhirnya saya mencari Kegiatan apa yang bisa saya kembangkan usaha itu pernah bikin memproduksi rokok rokok Prabu namanya dulu sekitar tahun 2004 kalau enggak salah saya mulai tahun 2004 setelah itu peraturan-peraturan Menteri Keuangan selalu menyulitkan pabrik rokok kecil Akhirnya saya Tahun 2008 saya tutup pabrik rokok saya tidak Katakanlah ndak berhasil Akhirnya saya berhenti rodok nganggur sedikit mencari-cari pekerjaan setelah itu tahun 2009 Saya mencari peluang apa saya main-main ke Solo ya main ke pabrik kain main ke pabrik benang ada temen-temen sales ada temen-temen teknisi gitu tahun 2010 saya membeli lahan di daerah Solo 2010 akhir saya produksi kain usaha yang linier dengan konveksi tahun 2010 saya kain saya produksi sendiri jadi hasil produksi kain saya saya potong sendiri pada waktu itu ya pemikiran saya ya awal-awalnya ya Yang penting produksi kain dipotong dipotong langsung dimakan sendiri lah agar supaya kain juga kualitasnya stabil tahun waktu 10 akhir dimulai dengan dua mesin awalnya juga banyak permasalahan karena ya belum pengalaman di kain kan saya di benangnya di mesinnya akhirnya dengan seiring waktu ketemulah dengan pabrik benang yang kualitasnya standar kualitas ekspor dan bisa dipercaya Akhirnya terus terus terus sampai sekarang selain produksi kain saya itu saya potong sendiri sebagian saya jual ke teman-teman konveksi awalnya itu mesin 2 sekitar 2 kuintal lah 1 hari 2 kintal 200 kilo itu 210 saya potong sendiri kan masih kurang begitu ada uang saya belikan mesin juga ada uang saya belikan mesin sekarang mesin saya 17 17 dengan kapasitas produksi sekitar 2 ton per hari sekarang yang satu ton ini tak potong sendiri yang satu ton ini saya jual Itu hitungannya pabriknya ndak ada merk pt-nya PT Baharudin itu kainnya itu kan kain kaos Mas jadi kain kiloan bukan kain baju teman-teman konveksi juga sudah memakai produksi kain saya kualitasnya karena saya juga membantu untuk pemasaran-pemasaran pembantu untuk produksi konveksi konveksi yang ada di Tulungagung yang memakai kain saya Mas Jadi saya ndak hanya jual kain itu tidak jadi saya jual kain saya ajari Bagaimana produksinya agar supaya efisien Terus bagaimana pemasarannya selain saya jual kain pelayanan kedekatan dengan teman-teman konveksi itu ada akhirnya kan teman-teman konversikan tetap pakai kain saya setelah kain saya memproduksi karet kan kalau pakaian dalam kan mesti ada karetnya itu saya karet produksi sendiri juga Iya di tempat produksi karet Anda harus diwarna Kalau kain kan harus warna Jadi kenapa produksi saya di Solo karena faktor pendukungnya banyak SDM terus sparepart terus pewarnaan di Solo itu banyak kalau di Tulungagung kan belum ada akhirnya saya produksinya di Solo produksi kain bareng kain sudah jadi warna baru dibawa di Tulungagung penjualan semuanya dari Tulungagung Terus kalau karet karena ndak memerlukan warna saya produksi di Tulungagung jadi satu sama produksi pakaian itu bahannya Ya benang sama pentil benang karet benang polyester sama benang Karet Pentil itu pentil itu dibalut dengan benang Elastic sampai sekarang sama dengan kain sebagian tak pakai sendiri sebagian kita jual ke teman-teman konveksi Tulungagung [Musik] 2017 saya juga bangun usaha 2017 membangun usaha tempat wisata yang namanya Brown Waterpark yang ada di sobontoro Tulungagung tahun 2019 selesai akhir tahun 2019 dimulai dibuka Alhamdulillah tahun 2020 awal ada covid peraturan pemerintah tidak boleh buka padahal sudah saya mulai dibuka akhirnya yang ngikuti aturan pemerintah kita tutup 2 tahun 2020 sampai 2021 akhir kan 2022 kemarin ya sedikit-sedikit dimulai boleh dibuka sampai sekarang saya memang dari kecil itu suka banyak teman itu suka banyak teman jadi teman dari latar belakang apa saja saya temenin Saya juga suka olahraga juga demen berorganisasi memang orang hidup itu kan harus banyak komunikasi agar memudahkan mencapai cita-cita kegiatannya organisasi dari kecil dulu ya kalau di sekolahan ya OSIS gitu ya terus Kalau di kampung remas saya dulu kan di Madrasah ada masjid juga masjid ya punyanya mbah-mbah saya dulu kita selalu isi kegiatan di masjid pada waktu itu ada organisasi ipnu Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama setelah Ibnu ada organisasi Banser saya ikut di Banser tahun 1997 tahun '98 saya menikah orang tuanya juga konveksi ya kayaknya ingin mendukung tahun 2009 saya masuk ke organisasi ansor kalau di bidang olahraga begitu di umum pengurus asosiasi sepak bola saya punya klub sepak bola dulu bisa bentoro pssb 83 Setelah itu saya masuk di kepengurusan Kabupaten tahun 2014 Kalau enggak salah masuk ke Kabupaten sampai sekarang saya Ketua PSSI Kabupaten Tulungagung itu mas dasarnya itu saya senang berinteraksi banyak orang dalam ilmu ekonomi kan ini produksi bagaimana kita biaya produksi kita minimalkan terus bagaimana kita untuk memaksimalkan harga jual itu kalau produksi tapi untuk memenuhi perusahaan agar supaya usaha ini agar tetap jalan terus meningkat dalam hal produksinya itu juga perlu yaitu tadi kerja keras teliti jeli konsisten semuanya harus kita punyai untuk memimpin sebuah perusahaan agar supaya usahanya maju jadi ya disiplin jeli teliti semangat nanti kalau sudah punya itu otomatis berjalan sendiri bagaimana untuk memanage SDM manusia itu kan enggak sama karakternya kita harus bisa menjiwai Terus bagaimana untuk memprediksi apa ini yang menjadi booming di masyarakat Nah kita harus mengikuti perkembangan perkembangan kalau kita tidak mengikuti akan ketinggalan dengan sendirinya kita harus harus menjaga cashflow cash flow ini harus ada terus karena kita memperkerjakan banyak orang orang ini kan menaruh kehidupannya di perusahaan dia harus bisa menghidupi dirinya dari perusahaan ini jadi perusahaan juga memperhatikan karyawan agar supaya karyawannya juga tidak sanksi dalam bekerja setiap harinya pada waktu di Madrasah Aliyah Negeri saya itu dulu suka tidur di Pondok PETA karena mengikuti ceramah-ceramahnya Mbah Kyai Jalil pada waktu itu malam seninan jadi setiap malam Senin saya dulu mengikuti amalan di Pondok PETA jadi saya ada amalan di sana sampai subuh setelah itu Ah ini munculah Ati ini pimpinannya kan gusbaya nah saya tertarik yang mengikuti hati ini kan anak-anak muda jadi anak-anak muda ini diwadahi di hati itu di situ juga dikasih masukan-masukan tentang apa kehidupan asline wong Urip pelajarannya itu tidak heran sing syariat tapi pelajaran hakikat pelajaran hati kalau syariat itu kan salat itu setiap hari ada lima kali terus totalnya 17 rakaat itu yang syariat tapi yang hakikat ini bagaimana hubungan manusia dengan Allah ta'ala hati ini adalah pelajaran yang hakikat itu tadi wong Urip harus bisa nguripik sesama makhluk jadi jangan wong Urip itu harus bisa bekerja sama dengan manusia maupun makhluk yang makhluk Allah yang lain intinya gitu jangan menjadi sampah masyarakat lah gitu jadi wong Urip harus berguna bagi warga bagi bangsa dan negara itu bahasa indonesiane itu wong Urip itu harus iso nguripik opo sing Eneng dulu Ojo malah mengganggu Ojo malah mateni itu loh jangan menjadi sampah masyarakat Terima kasih saya Ahmad Baharudin pimpinan perusahaan konveksi Baharudin Tulungagung wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan]