Tak Kalah Saing Produk Lokal Mampu Saingi Produk Internasional!
ACr-CwuiU-0 • 2023-06-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] jadi yang lucu itu kita itu jualan sambil belajar jadi kita jualan itu yang jadi kuratornya itu customer Mbak ini kurang gini kurang gini ini enak tapi ini dari situ kita perbaiki Alhamdulillah jadi kayak kita bikin trial tapi sudah ada yang beli gitu ceritanya ya [Musik] customer awal kita itu ada dua macam orang yang dominan ya Mas yang mendominasi yang pertama orang yang penasaran yang kedua sama temen kami yang kasihan dengan saya [Musik] seperti itu yang membuat kita tetap eksis ya kita tetap berusaha menjaga rasa menjaga kualitas sama kita ini tetap menjaga surprise itu tidak ditarik sama yang asik Mas [Musik] perkenalkan saya Halim Hartono Saya tinggal di Tulungagung pekerjaan saya jualan pizza iya terus ini Mbakyu saya yang juga founder dari pekerjaan yang sekarang saya lakukan diperkenalkan ya perkenalkan saya Alina Hartono kakaknya Halim kami berdua adalah founder dari Pizza Hut Sekali lagi saya orang pizza sejarahnya agak lucu ya karena sebenarnya hard ini merupakan nama yang Begitu Berharga buat kami itu adalah nama keluarga nama dari almarhum Ayahanda kami yang ya sangat kami banggakan ya dan kebetulan semua anak-anaknya diberi nama belakang Hartono jadi Har itu sebenarnya adalah singkatan dari Hartono gitu tapi sepelingnya menjadi mirip dengan brand yang sudah besar jadinya dari iseng-iseng begitu sekarang besar loh kok spellingnya ternyata sama gitu ya Makanya selalu berusaha menekankan ini hard ya bukan yang satunya gitu yang brand besar itu gitu Haki ini sebenarnya kalau kita cek sih belum ada ya untuk pizza yang hard gitu nah cuman spellingnya aja sih spellingnya aja aman karena ini tidak bisa dipisah ya bisa jadi bukan pizza yang namanya hard tapi brand kita ini bisa jadi satu sepertinya Ya bisalah sepertinya mas karena ku sudah pernah kita cek enggak ada belum ada hanya spellingnya pada saat diucapkan seperti ini gitu berawal dari waktu saya masih bujang waktu itu kakak saya ini tiap pulang ke Tulungagung selalu buatin pizza buat keponakan-keponakan cuman wadah saat itu ya dengan alat yang seadanya dan rasa yang seadanya ya bahan juga seadanya apa-apa yang ketemu di rumah syukur di templok templokin gitu Yang penting dimakan jadi bulat bentuknya pizza gitu lalu kebetulan pas itu saya juga hobi foto Mas iseng lah saya foto-fotoin tidak niat dijual karena memang awalnya cuma difoto bagus ini difoto gitu ya pamer pamer aja Ternyata banyak temen-temen Facebook termasuk teman sekolah teman Kampung sini dulu itu tanya oh itu kuning ning ndi lho kami bingung lah menjawab iki karena waktu itu untuk kepikiran jualan pizza aja sama sekali wong kita bukan basi kuliner sekarang ada rasanya juga waktu itu masih rotinya masih keras awasnya pokoknya rasanya masih seadanya gitu Terus akhirnya dari banyaknya pertanyaan itu kita mencoba berpikir Wah ini jangan-jangan iso dijual bisa jadi penghasilan ini eee dilalah memang kondisi ekonomi sedang tidak terlalu aman ya pada saat itu biasanya kita berpikirlah mulai dari hitung-hitung HPP yang caranya kayak gimana juga belum tahu apa aja yang harus dimasukkan belum ngerti jadi salah harga juga pernah dijualnya terlalu murah seperti itu pasti yang lucu di hari kita berdoa upload tuh langsung ada yang minta dibuatin ingat enggak jadi bengkel kita dosennya aja kita enggak punya kan akhirnya kita pizza di badai sudah berkat itupun yang Die itu hari itu tuh jadi ngupload pagi siang ada yang minta dibuatin akhirnya juga manual kan apa nguleni pakai tangan gitu loh ini masih pakai tangan Mas Jadi selama hampir berbulan-bulan itu karena kita enggak punya mesin Ya semua pakai manual tangan pagi itu saya selalu dibangunin sama mbak ini sama ibu eh bangun waktunya yang bulat kita bilang manual capek kan langsung seperti itu kayak mau lepas sih Terus sehari kita pikir cukuplah sekali ngadon ternyata kadang siang itu sudah habis nanti gantian kalau enggak ada dia Ibu nanti habis itu dilanjutkan jadi satu adonan itu bisa diuplek tiga orang karena enggak kuat [Musik] jadi yang lucu itu kita itu jualan sambil belajar jadi kita jualan itu yang jadi kuratornya itu customer Mbak ini kurang gini Mas Halim ini kurang gini ini enak tapi ini dari situ kita perbaiki Alhamdulillah jadi kayak kita bikin trial tapi sudah ada yang beli gitu ceritanya gitu sama customer circle kita sendiri gitu kalau masalah rasa memang Kebetulan kami sekeluarga ini kan hobinya makan dan kita punya standar rasa itu harus gini gitu sehingga kalau belum segini itu kita terus kejar terus bahkan sampai sekarang pun kalau ada menu baru atau mungkin istilahnya kita terus Belajarlah Mas untuk mengembangkan Ini sebenarnya sudah benar belum kita selalu kayak gitu misalkan ada kayak jualan 2 tahun itu saya masih ikut kursus pizza begitu ada informasi ada kursus dari save ini itu masih biar kita selalu bisa upgrade lah gitu customer awal kita itu ada dua macam orang yang dominan ya Mas yang mendominasi yang pertama orang yang penasaran yang kedua sama teman kami yang kasihan dengan saya selain karena dari postingan teman-teman juga saya tawarin yang terkesan mokso turu karena belum punya karyawan Jadi kita kerjakan sendiri karena dia Sampai akhirnya kecelakaan karena saya waktu itu kecelakaan mas setelah ngirim pizza pada satu customer di Desa Ngantru itu sudah marah-marah sudah kok enggak datang-dateng ini sejak tadi Mohon maaf Bu kita masih di daerah selatan saya bilang gitu Gila lah motor saya itu bensinnya habis Mas motor delivery-nya itu saya Kepong keluar dari pom kecelakaan ya enggak sempat enggak sadar diri di jalan di gotong orang gitu terus habis itu ya enggak bisa nih kalau kayak gini terus kita harus mulai nambah tim mulai menata manajemen produksinya seperti itu mas di saat itu berarti mulai dipikir Serius gitu ya Sambil dengan banyaknya repeat order sebenarnya repeat order sih yang membuat kita merasa ini layak berarti ini ini pizza yang layak dikembangkan itu kita lihat dari repeat order yang sangat tinggi ada satu orang yang bisa pesan dalam seminggu itu bisa 5 kali pesan banyak sekali kayak gitu terus kita mendapatkan banyak testi yang membuat kita tuh kayak testing itu malah berterima kasih Aduh Terima kasih banyak Mbak Sekarang aku di Tulungagung bisa makan pizza yang membuat kita Oke ini yang membuat semangat membara akhirnya jadi gini terus Terangkan pizza ini bukan makanan yang mudah ya Mas saya kalau tidak ada yang memikirkan teknis itu ya nggak ngerti juga wong saya pernah beli oven ya mangkrak satu bulan karena saya nggak ngerti cara makainya yang menemukan cara memakainya Ya Adik saya jadi Ternyata semuanya itu ada ilmunya semuanya ada teorinya gitu ya enggak bisa kita sembarangan tuh Enggak bisa itu yang membuat proses ini juga enggak bisa instan gitu bertahap gitu karena untuk menyajikan sebuah pizza dengan kualitas yang terjaga Tapi cepat ya itu PR ya Sampai sekarang masih PR dan murah itu kalau bikin makanan enak bisa dijual mahal enggak perlu mikir masalah durasi waktu kan gampang tapi kita kan dengan membuat gerai seperti ini kan kita harus konsen ke kecepatan kualitas juga nah itu yang berat di situ dan dalam perjalanannya pun kita dibantu pasangan kita masing-masing yang kebetulan memang punya konsen dunia kuliner semua kayak sekarang ini managernya pizza kan istrinya Mas Halim itu zaman dulu waktu ini setup awal sudah ada gereja tapi kita mau buka bingung Gimana ya cara buka gerai itu kebetulan ada suami saya dia punya pengalaman di restoran ya jadi oh menunya yang kalau mau sederhananya ini service itu kayak gini caranya gitu jadi bener-bener proses bertahap yang melibatkan hampir semua anggota keluarga termasuk yang kecil-kecil bocil-bocil ponakan-ponakan ini mereka yang jualan semua ke teman-temannya jadi ini benar-benar Bisnis gotong royong gitu bahkan sampai hari ini Alhamdulillah istrinya Mas Halim ini yang megang operasional semuanya yes gitu pizza ini meskipun kita jualnya berani bilang murah ya Mas tapi pizza ini kan makanan yang terbilang mahal Mas dengan kualitas kita itu termasuk murah Jadi saya kok malu lama-lama orang ngambil ke rumah ke belakang ke dapur yang campur dengan urusan rumah tangga ya cuman di depan ada banner gitu Akhirnya gimana nih waktu itu kita mau sewa tempat Setelah survei tempat di beberapa lokasi Tulungagung kayaknya kok nggak mampu kita sewa dengan pertahunnya sekian itu sudah nyentuh angka ratusan Mas waktu itu akhirnya kita membangun gerai yang enggak selesai-selesai nekat ke soalnya bangun itu kan tiga kali budget ya Misalnya di budgetnya Taruhlah 100 juta itu nanti pasti jatuhnya tiga kalinya nah itu yang membuat kita ya pelan-pelan ya Mas Jadi kita terus nambah terus jadi begitu ada duit nambah ini pagarnya baru dipasang tangganya baru dipasang yang penting bisa buka dulu lah bahkan kita lama loh mas hampir berapa bulan kita buka dengan tanpa lampu di sini beneran customer itu ke sini gelap-gelapan Jadi ya wes bener-bener jualannya itu kita benar-benar mengandalkan kualitas rasa kita waktu yang dicari orang ya ya pizzanya gitu ini deh jangan makan di sini aku enggak bisa service sudah ada tempatnya tapi kita kan nggak mau sembarangan service sembarangan kita nggak Soalnya kan kita memperlakukan customer seperti diri kita Mas kalau kita di mana-mana kita maunya diapain sih yang gitu terus titik baliknya juga tahun baru ya tahun baru itu di dapur belakang itu kita sampai nggak bisa bangun besoknya karena terlalu banyak orderan dan kita merasa ini wah ini enggak bisa ini kayak gini terus gitu itupun sampai sekarang ternyata dengan tim kita yang sudah cukup ideallah untuk satu setiap tahun baru kita kewalahan ya jadi saya itu sampai mikir Mas dulu waktu itu di Tulungagung terutama belum banyak tempat nongkrong atau cafe yang tempatnya itu di bagusin pada tahun itu ya Mas ya setelah kita bikin ini tiba-tiba di kota itu bermunculan Mas mereka kalau kita kan bertahap ya untuk jadiin lantai dua saja kita butuh waktu 5 tahun Mas Jadi yang beroperasi sebenarnya cuma bawa ini baru Desember tahun kemarin ini Januari ini atas baru bisa dipakai sempet grogi sih Mas waktu kalau mereka masuk ya alhamdulillah ternyata kita sudah punya basis customer Yang lilitan banget bahkan customer-customer ini yang menyemangati enggak Aku udah nyoba enggak cocok aku tetap Pizza Hut gitu mungkin karena harga kami murah ya yang penting murah itu deh kayaknya kalau mahal kan udah habis banyak itu tiap hari anaknya minta kayak gitu kan sebenarnya gini murah mahal itu kan berbanding dengan kualitasnya ya Mas yang brand besar dia bisa ngeluarin pizza 15.000 tapi kualitasnya kan seperti itu gitu ibaratnya harga kami segitu dengan kualitas seperti itu itu sangat-sangat murah karena memang profitnya itu kita kita tekan supaya kita bisa ngeluarin produk dengan harga murah dan berkualitas mulai 30.000 sampai 100 ya tapi dalam perjalanannya kita juga heran jadi kita punya satu menu premium pizza dulunya itu sejarahnya dari teman saya yang dari Jakarta pulang ke sini dia order bisa reguler dia bilang aku enggak suka sosisnya bikinin pakai sosis merek ini saya bikin terus dia bilang wih enak banget Terus iseng saya upload ternyata itu sekarang jadi menu best seller kita padahal yang paling mahal pada harganya Rp100.000 Pizza Hut yang di sini kita bicara bisnis kuliner ya Mas Pizza Hut kunci utama ini dengan repeat order Mas repeat order yang tinggi terus ya tentu orderan kunci usaha itu bisa dibilang sistem dalam jangka waktu yang panjang itu harus tetap omsetnya tertarget kalau bisa selalu melebihi target ya alhamdulillah sama kita berjalan selalu sesuai target ya Mas bahkan ya sempat melebihi sampai kita kebingungan nih ini kalau kayak gini terus kayaknya Dapur Kita yang enggak mampu kayak gitu per hari kalau jumlah orderan pernah sampai hampir 500 orderan box besar loh ya kita itu kita udah udah impor pokoknya karena saya enggak sempat Makan produksi orang serumah ya ikut bantuin Sebenarnya waktu itu kami banyak terbuka itu sesaat masuk kurasinya food startup Indonesia dianggap bisnis UMKM yang omsetnya sudah mencapai selama satu tahun itu sudah harus dikembangkan gitu memang ini ini layak dikembangkan gitu nah dari situ ya Ambillah kita sudah mencapai itu dan itu membuat kami Oke berarti ini begini ini bisa begini ini gitu nggak menyangka juga sampai terminasi untuk ikut FSI nasional ya Mas ini dan banyak sekali input ilmu yang enggak pernah kita tahu sebelumnya di situ kita diajarkan di mentoring dibiayai pula di internasional dan internasional dan kita terbuka mulai terbuka Oalah Jadi ternyata selama ini tuh kami harusnya seperti ini kami harusnya seperti ini gitu hampir 8 tahun mas apa ini kuncinya Mas Rahasianya kita QC mas saya yang selalu sering bertengkar sama Kakak ini soal QC memang quality control kita harus terus menjaga kualitas produk kita menghindari komplain dari customer tapi kita itu malah seneng kalau ada customer yang komplain itu artinya mereka sayang kan sama kita mereka masih pengen pizza kita ini terus ada terus lebih baik kita harus terus menjaga seperti itu Jadi yang nomor satu ya jaga kualitas itu mas sama tetap mempertahankan USB kalau USB itu unit selling point Kalau Mas Apa sih yang membuat kita unik di sini ya yang paling pasti ya murah itu mas kita punya produk yang kayaknya visioner yaitu Menurut kami jadi pizza di dekor untuk tulisan-tulisan misal ulang tahun selamat hari ibu lah Valentine Delete Tapi semua tulisannya bisa dimakan Edible itu mas ada dan itu luar biasa kenceng banget jualnya banyak yang minta maaf sama pasangannya itu pakai bisa itu Maafin aku ya gitu di atas pizzanya ada tulisan itu dan itu dari adonan yang kami bikin gambar Doraemon Oh bahkan yang lucu ini yang lucu saya sampai setiap customer itu order setiap anaknya ulang tahun dan suaminya ulang tahun itu ordernya pizza dekor itu sudah tahun ketiga itu saya sampai Sudah tombok pesona yang lain masuk setiap tahun Tiup Lilinnya pakai pizza harus nggak papa mbak soalnya kalau kue nggak kemakan kalau periksa pasti kemakan gitu mau kita tujuh saat ini adalah skill up mas sebenarnya kita sudah membuktikan bahwa di Tulungagung di kota yang Cuman segini kapasitasnya juga cuman begini kita bisa lebih dari 5 tahun bahkan mendekati tahun ke-10 nih Sebentar lagi kalau begitu artinya produk kita itu diterima jadi Kami selalu bermimpi dan sekarang lagi mencari cara untuk bisa mencapai itu setidaknya kita buka cabang habis ini dan sekarang sudah mulai Rintisan di Bali masa depan kita sebenarnya di sana ada brand tambahan Rollin ini kita bikin brand lagi second brand kita Rolin Kami memang sangat hati-hati Mas Jadi kita untuk menjaga brand ini kita hati-hati kita mau menguatkan akarnya dulu nih sebelum kita cabangnya banyak itu kan akar yang harus kuat nah itu yang enggak enggak mudah enggak cukup bicara soal modalnya ada atau mungkin itu di kota itu marketnya mungkin ada atau sdm-nya banyak enggak sesederhana itu kita kita harus hati-hati lah Kita enggak mau bikin bisnis yang saat gebyaran hilang [Musik] berat itu terjadinya waktu awal sih Mas proses awal di mana kita tim juga belum ada semua dikerjakan sendiri ya memang dimana-mana namanya merintis itu kan berat ya Mas yang berat lagi itu adalah untuk berkembang Mas kita ini ibaratnya grafik sudah ada di titik maksimal mungkin ya kita karena selama beberapa waktu terakhir ini kita cuman stagnan seperti ini Jadi gimana caranya biar setirnya stabil atau kalau bisa naik gitu loh Itu ini yang menjadi berat sekarang itu mas Terus akhirnya saya menemukan Mas untuk mengerjakan suatu bisnis kuliner itu kuncinya tetap produknya kita harus rasanya harus enak produknya harus kuat dulu baru kita gebrakan yang lain itu bisa mengikuti kalau kita cuman gebrakan lalu ternyata produknya enggak diterima ya orang datang nyoba foto selesai seperti itu dan yang pasti juga usaha doa istilahnya apa ya kalau zaman sekarang untuk usaha langit ini yang awalnya dulu tuh sebenarnya buah dari doa ibu kami terutama jadi ibu itu nggak tahu gimana beliau itu kalau berdoa itu luas sekali ibu itu kalau udah pamit mau salat atau apa itu nggak keluar-keluar terus abis itu dari proses-proses itu kemudian kita muncul pizza ini menurut saya ini gift gitu loh gift dari yang di atas lah untuk kita semua karena kan kita enggak ada saya enggak bisa masak tiba-tiba kok bisa menemukan adonan pizza yang enak saus pizza yang enak itu menurut saya bukan karena saya yang atau kami semua di sini benar-benar hanya semata-mata mau belajar aja tapi kayak di gif gitu ya dijatuhkan dari langit surprise dari langit itu ya itu mas karena dia usianya kan sudah enggak muda lagi dia itu sadar satu-satunya cara aku mewangi anak-anakku berdoa Ibu tuh kalau berdoa mendoakan semua leluhur itu disebut namanya satu persatu itu yang sampai sekarang juga kami teruskan jadi kita harus tahu asal muasal kita dari mana Jadi leluhur bahkan sampai ia di atas kita berapa itu dari yang nggak tahu sampai kita jadi tahu dan disebut dalam setiap doa itu wajib tetap berusaha menjaga rasa menjaga kualitas sama kita ini tetap menjaga surprise itu tidak ditarik sama yang ngasih mas [Tertawa] saya itu lebih memilih daripada melakukan sesuatu yang manfaatnya cuman untuk saya pahalanya tak baik diri mending yang bermanfaat untuk orang-orang di sekitar saya minimal itu Mas biar yang ngasih surprise itu pokoknya [Tertawa] [Musik] Terima kasih akhirnya kami dari Pizza Hut Tulungagung ingin meminta doa restu dan dukungan doa dari teman-teman semua mudah-mudahan Pizza Hut akan menjadi brandpad saya yang bisa menasional bahkan bisa mendunia sesuai dengan tagline kami Pizza Hut in your heart Terima kasih channel pecah telur sudah selalu menginspirasi saya Saya sudah lama sekali melihat channel ini Semoga tetap bisa membagi manfaat untuk orang banyak ya Mas apa yang kita lakukan hari ini menjadi manfaat untuk selanjutnya untuk orang banyak terima kasih pecah belut Pizza Hut [Tepuk tangan] [Musik]
Resume
Categories