Transcript
JtDRG1Ui-kk • Kontraktor! Di Usaha Ini Antara Surga Dan Neraka Deket!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0161_JtDRG1Ui-kk.txt
Kind: captions Language: id Wah tukang bangunan syarat akan kontrak ya jadi syarat akan resiko bahkan saya pernah menyatakan antara surga dan neraka itu tipis banget dikontraktor itu kita bisa sedikit masuk surga bisa jadi menjadi wasilah kita masuk juga tapi ada banyak peluang kita masuk neraka banyak sekali walaupun itu tidak dari kita tapi mungkin dari orang yang kita Pimpin mungkin dari sistem yang kita buat sistem yang kita buat itu membiarkan orang lain dalam tanda kutip nyolong Nah itu kan kita ikut ikut terlibat di dalamnya Nah maka saya ingin nyerah waktu itu pengin nyerah Sudahlah ganti bisnis yang lebih simpel lebih pasti gitu [Musik] Perkenalkan nama saya Mujahid Kuni Abdullah saat ini kami usaha di tukang bangun yaitu perusahaan jasa rancang dan bangun rumah yang berlokasi di Sukoharjo tapi seringkali kita menyebutnya di Solo awal mula kita membangun tukang bangun tuh sebenarnya dari developer Perumahan properti tahun sekitar tahun 2012-2013 dimulai dari kegelisahan ternyata membangun Perumahan itu ketika mau pindah lokasi butuh modal yang lebih besar akhirnya kita berpikir kumpulin model dulu aja lah gitu cara cepat waktu itu bayangan kami untuk bisa ngumpulin modal yang masih rela dengan kegiatan Properti adalah faktornya akhirnya pada tahun 2015-2016 kita memutuskan untuk ikut kontraktoran di wilayah Lampung di Lampung itu kan harus Rantau tapi saya bukan anak luaran jadi anak rumahan karena anak rumahan nggak betah Merantau akhirnya berpikir untuk pulang ke Solo mulai bisnis kontraktor sendiri di Solo dengan dasar waktu itu teman-teman yang hari ini ngerjain bisnis kuliner ngerjain bisnis fashion bisa dikerjakan marketingnya mereka bisa bicara tentang Facebook Ads Instagram s dan website dan lain sebagainya tapi saya Belum ada gambaran contoh Bagaimana perusahaan kontraktor itu juga dilakukan sedemikian rupa maka menjadi tantangan tersendiri untuk pulang ke Solo Pasti bisa nih kontraktor kita iklan juga kontraktor kita branding juga kita sistemasi juga akhirnya 2017 setelah kami menikah dengan istri eee kita membuatlah tukang pohon.id dibantu beberapa mentor jadilah tukang bangun da sampai sekarang gitu karena saya lulusan teknik sipil di UMS waktu itu suka di bidang kewirausahaan jadi terlibat dengan wirausahaan apa sih yang pas dengan saya yaitu di bidang properti menjadi suka dan keilmuannya dapat Akhirnya saya dalamin lagi tentang fokus ke apa yang menjadi kelebihan saya kenapa kita memilih bangun rumah kalau membangun bangunan gedung kemudian bangunan jembatan itu kan bangunan higienis building yang di mana keilmuan Saya tidak menguasai dari bapak saya Kebetulan juga seorang tukang kalau membangun rumah konsep sederhananya Sebelum saya kuliah pun sudah dapat gitu loh Akhirnya saya fokus ke pembangunan rumah gitu kalau teman-teman kantor paling banyak bagian perencana perencana itu ada 4 arsitek ada dua empat lah empat engineering engineering itu teknisi pil dan ada bagian manajerial manajer sama supervisinya kalau dengan tukang ya memang tukang ini unik karena semi tetap dan tidak tetap itu kalau yang terdaftar di database kita itu ada 300-an tukang tukang ada yang tetap dan tidak tetap itu karena di proyek itu kadang jumlahnya kapasitasnya banyak kadang kapasitasnya sedikit kalau dalam jumlah kapasitas banyak kapasitas maksimal kita 300 tukang itu Tapi kalau waktu low season atau pengerjaan proyeknya itu sedikit eee biasanya ya kita liburkan berarti tukang yang ikut gabung tuh hari ini tuh mungkin tinggal 200-an orang gitu karena yang 100 enggak ada tempatnya atau enggak ada project-nya terpaksa kami rilis dulu nanti kalau mulai overload lagi Biasanya kita panggil lagi untuk bantu kita kayak gitu Iya kalau keunikan di kontraktor itu untuk masalah pertukangan itu memang hal kayak gitu wajar kalau di kita masih mending ada sistem memble Project jadi setelah project ini nanti kerjakan ini Ngerjakan ini seterusnya itu ada continuitasnya nah kalau dikontraktor-kontraktor lain biasanya selesai ngerjain ini timnya dibubarin gitu sebenarnya latar belakang tukang bangun juga atas kegelisahan itu kasihan juga para tukang tuh di awal dibentuk setelah rumah jadi dibubarin lagi maka tukang bangun hadir itu mencoba untuk tetap menjaga ritme Project supaya bapak-bapak yang ada di lapangan tuh dapat kepastian lapangan pekerjaan kerja kerja terus habis ini nanti ngerjain itu ngerjain itu tapi terkadang ada wilayah yang di luar kuasa kita kayak kondisi market hari ini terjadi penurunan Ya enggak mungkin kita pertahanin dengan mengada-ngadakan Project Jadi kalau terpaksa yang kita liburkan dulu ya kita liburkan dulu Iya kalau tukang cara filtrasi kita sampai hari ini tuh hanya berdasarkan referensi yang penting ada tim kita internal yang sudah gabung pertama sudah tahu kinerjanya si ACB nya baru boleh kita izinkan masuk tapi kalau tiba-tiba ada orang daftar untuk gabung ke tukang bangun tanpa ada referensinya kita juga tidak tidak berani menerima karena dengan jaminan referensi ini nanti menjamin kualitasnya tapi di masa mendatang kita lagi merancang nih supaya ada standarisasi untuk tukang baik itu nanti segi pelatihan pembekalan dan lain sebagainya jadi tidak tergantung referensi karena tergantung referensi itu nanti membatasi kalau circle-nya udah habis ya udah habis gitu kayak hari ini kita maksimal mentok di 300 kalau proyek kita membutuhkan lebih dari 300 Orang kita pasti memaksakan diri untuk ngambil dari luar ee Sedangkan ini beresiko sebenarnya tukang yang baik itu eee apa sih yang harus dimiliki kalau saya melihatnya sih yang penting kemauan Bekerja sih Mas kemauan bekerja sama belajar karena conditional tukang itu terkadang hari ini berbeda-beda tukang yang sama dengan Cuaca dan lokasi ataupun desain yang berbeda itu belum tentu menghasilkan kualitas pekerjaan yang sama ini menjadi tantangan juga di kita menurut saya komposisi yang paling kita utamakan adalah attitude-nya sama kemauan bekerjanya sama belajarnya jadi kalau mau bekerja sama belajar kemudian ayat itunya juga bagus yaitu yang kita lebih utamakan kita kita katakan kategori tukang Baiklah gitu karena tantangan tersendiri di kita itu mau tukangnya sebagus apapun terkadang kita menemukan dia dipindah di tempat lain dengan desain yang lain cuaca yang lain bahkan owner lain pun kualitas yang dihasilkan itu adalah beda-beda gitu ada yang bagus ada yang jelek kayak gitu baik kalau pas orderan sepi biasanya yang kita gendut itu memang di apa ya penelusuran database kebanyakan kegagalan tuh ketidak closingan itu dari apa maka kita kita telusuri kita full up ulang biasanya gitu sih atau kalau di Kita sebenarnya langkahnya Gampang sih ketika kita melipatgandakan budget iklan terutama di Facebook sama Instagram itu omset sebenarnya naik dua dua kali lipat itu juga tergantung momentum PlayStation atau fixion misal contoh di masa mendekati Romadhon sama Syawal itu mau Kita genjot Sebesar apapun di momentum itu enggak akan ada orang bangun rumah karena udah terlanjur Ramadan atau Syawal nanti habis lebaran mungkin di Syawal akhir-akhir itu baru orang memutuskan membangun rumah lagi gitu Jadi kita biasanya memetakan dulu kondisi sepinya ini di bulan apa kemudian nanti kalau memang ini harusnya fixion kok kita sepi lah itu ada kesalahan di marketing kita kurang follow up tapi kalau memang Kondisinya sudah lucion lah mau digenjot apapun juga nggak akan ada yang bangun gitu kita hampir data itu 80% dari Instagram baru sisanya ada yang dari Facebook ada yang dari Google penelusuran di Google dan ada juga sebagian dari YouTube dan terakhir di tiktok Malah kita yang referensi ibaratnya relasi yang kenal saya pribadi itu malah sedikit juga tapi kebanyakan orderan Kebanyakan orang baru dari Instagram cara untuk mendatangkan traffic di Instagram tuh kita lebih mengandalkan iklan berbayar di sisi lain memang ada goal-goal marketing sendiri supaya traffic itu muncul ya kayak ikhtiar posting setiap hari kemudian memodifikasi kontennya kayak gitu biasanya kita evaluasi setiap minggu dan setiap harian juga kita ada evaluasinya ya kalau dari Instagram memang sangat random jadi kadang ada yang dari Sulawesi dari Sumatera Kalimantan itu eh memang banyak memang kita Kalau keluar kota itu bisa mengerjakan kanan atas budget orderan atau nilai projectnya itu memenuhi standar kita standar minimnya tapi kalau hanya di bawahnya misal di daerah Jawa Barat itu Minimal kita Kontrak 1 M kalau di bawah 1m kita nggak bisa karena harus tim itu kita datangkan dari Solo juga gitu Nah yang sudah hari ini sudah kita kerjakan dari luar kota itu paling Jogja sama Semarang sama Bandung jadi project ini kan tidak kayak barang fashion atau kuliner yang bisa kita transfer antar daerah dengan mudah ya controlling tentang SDM controlling tentang material itu sangat ricis Ya kita harus benar-benar detail di situ beda lokasi beda daerah itu harganya pun sudah sangat berpengaruh hasilnya juga sangat berpengaruh maka keterbatasan itulah yang hari ini masih kita menjadi tantangan kita untuk mengembangkan tukang bangunan itu kita mulai dari Solo dulu yang penting bisa menguasai market Solo dulu baru kita sistemasi nanti kita copy ke daerah lain lainnya kan ada visi perusahaan yang memang kita publish ada misi yang tidak kita publish dan itupun juga sudah saya sampaikan kepada tim tukang bangunan itu visi kita itu sebenarnya bahwa perusahaan ini untuk dakwah sih untuk bagaimana kita menjadi bagian jadi sponsor dakwah jadi hasil yang akan kita raih nanti ya ujung-ujungnya untuk dakwah gitu banyak program-program kita untuk ke arah sana gitu karena kita ujung-ujungnya dakwah ya Ada nilai-nilai keislaman atau spiritual yang kita terapkan di sini walaupun kita mengakui belum seberapa bisa contoh tiap pagi itu memang Alhamdulillah sudah rutin ini lebih dari satu tahun itu ada kegiatan baca al-qur'an bareng kemudian juga kita sediakan eee infak pagi Kemudian juga kita mempersilahkan teman-teman ketika kafe brake itu untuk salat duha Ya pendekatan pendekatan seperti itu sama nanti ketika dalam kita berdiskusi itu ya Ada nilai-nilai keislaman yang kita sampaikan gitu ya memang di luaran sana mungkin kita tidak membandingkan diri sebagai perusahaan Syariah atau gimana Tapi kita memang berusaha menerapkan nilai-nilai Syariah di dalamnya gitu Kenapa kita menerapkan nilai-nilai sejarah ya karena ini tujuan utama saya membangun bisnis untuk dakwah tadi dimulai dari saya mengelola karyawan ini adalah jalur dakwah saya juga gitu Kenapa saya harus berdakwah karena sebagai seorang muslim ya dasar-dasar seorang muslim selain ingin masuk surga sendiri juga pengen ajak-ajak yang lain lah barangkali jalan ini yang nanti diridhoi dan menjadi alasan kita masuk surga gitu ya pengaruh ini mungkin orang tua juga mempengaruhi karena saya melihat bagaimana sosok orang tua kami itu juga mewakafkan waktunya mewakafkan hartanya itu juga untuk kegiatan walaupun standarnya kecil ya membangun gedung untuk TPA mensponsori masjid mesum Sorry kegiatan-kegiatan keislaman dan di sisi lain juga karena lingkungan mungkin ya mentor-mentor kami juga pergerakannya ya untuk kegiatan keislaman larinya ke sana ya Salah satu kegiatan dakwah yang mencoba kita bangun adalah Rebo naik jadi Rebo naik itu adalah bentuk pengabdian kami mencoba untuk mensedekahkan waktu kami mensedekan tempat dan segala bentuk fasilitas yang kami miliki sebisa kami untuk menghadirkan Rebo naik jadi itu sedekah kami untuk mengajak teman-teman UMKM Solo Raya bertolabul Ilmi mencari ilmu tentang bisnis lah walaupun nanti terkadang kita juga selipin di situ ilmu-ilmu tentang akhirat Kenapa kita harus berbisnis Kenapa dasar-dasar bisnis itu seperti apa itu kita biasanya memanggil orang-orang yang sudah sukses di bisnis untuk menceritakan success storynya di rebonex ya Ini juga ada kaitannya dengan keinginan kita untuk berdakwah itu kalau ke tukang memang menjadi tantangan tersendiri kita dulu di tukang itu sebelum pandemi ya itu setiap bulan kita adakan kajian rutin terhadap tukang-tukang untuk menumbuhkan kesadaran beribadah terutama salat gitu cuma karena setelah pandem ini sampai hari ini kegiatan itu paling 6 bulan sekali ya memang sampai hari ini jadi tantangan paling kita sudah menginformasikan kelonggaran untuk istirahat itu dimulai dari adzan bukan dari jam 12.00 termasuk ketika Ashar kita mempersilahkan teman-teman yang di lapangan itu juga untuk salat dulu baru kembali bekerja gitu ya Memang sesuatu yang tidak mudah untuk kita mendoktrin ataupun meminta ke sukarelaan mereka kesadaran mereka untuk melakukan salat itu karena dari dulu Memang brand image-nya mohon maaf tukang itu kan pekerja kasaran dan bahkan saya sering diskusi itu orang menjadi kuli bangunan itu adalah jalan terakhir sebelum jadi preman ataupun nganggur Ha ini menjadi tantangan saya sendiri kalau ada pekerjaan yang lebih dalam tentang efektif lebih layak dari segi sudut pandang itu Pak buruh pabrik lah itu mereka milih ke situ mungkin tapi karena nasib yang menentukan Ya udah tak kuli bangunan aja gitu daripada nanti ngamen ataupun preman mereka berisi nilai itu memang tidak bisa instan saya melihatnya kita harus pelan-pelan termasuk tadi saya berinisiasi untuk kedepan tuh kita ada standarisasi tukang itu termasuk untuk menstandarisasi ruh kejiwaan atau spiritual kita biar klop gitu cuma prosesnya nggak akan instan saya paham itu kalau saya melihat keberhasilan tukang bangun hari ini tuh yang sudah berhasil tuh sudah menghilangkan maksiatnya dulu identik dengan main Mendem judi kuli bangunan kayak gitu udah enggak asing lagi tapi hari ini Alhamdulillah sudah enggak ada tim kita itu yang Mabuk Judi dan lain sebagainya Itu sudah mulai hilang gitu sekarang kampanye ke masjid itu sudah mulai sering bahkan yang dulu ada mandor kita itu yang dulu pemabuk penjudi sekarang sudah Ee taat ke masjid itu ya memang itu tidak instan Butuh waktu yang lama masa-masa paling sulit kami itu mungkin di tahun 2021 di saat pertumbuhannya tuh terlalu eksponensial terlalu nanjak gitu disaat mungkin pandemi yang teman-teman lagi dalam ujian tidak ada kons customer kita malah terjadi overload di situ jadi kita mau ngerem marketing sudah terlanjur masuk semua klien-klien itu sebagai komitmen kita melayani pelanggan ya harus harus dikerjakan kan gitu harus dikerjakan maka harusnya kapasitas maksimal kita mengerjakan perbulan itu 30 titik lokasi apa ada waktu itu sampai 50 titik lokasi hampir dua kali lipat maka ketika kita bicara kapasitas mesin yang harusnya ngangkutnya 30 ton diajak 50 ton pasti ada yang trouble bermasalah di situ termasuk tim kita empat pilar bisnis kita itu ketika kapasitas produksinya maksimal 30 titik harus dipaksa mengerjakan 50 titik akhirnya bagian Keuangan mulai bermasalah bagian tradisional mulai bermasalah Nah itu akhirnya membuat kita di masa yang paling sulit sampai Project itu walaupun banyak akhirnya tidak menghasilkan rupiah malah menjadikan kita kerugian rugi kita sampai 1,8 m titik paling rendah pun saya pernah diskusi sama istri saya atau tukang bangun kita jual kita ganti bisnis lain sebagai pikiran seperti itu cuma Alhamdulillah waktu itu juga banyak keajaiban ketika saya berada di titik terendah itu berangkat umroh itu Berasa ada panggilan kita enggak posisi tidak punya uang nih tapi bisa berangkat di umroh itu ketemu banyak mentor ketemu banyak orang-orang hebat tanpa janjian itu dapat nasihat-nasihat di situ akhirnya Mas goni sudah panjang perjalanannya sudah berkorban waktu pikiran dan bahkan rupiah miliaran gitu masa Terus mau pindah bisnis gitu itu kayaknya eee tidak pas harusnya tetap diteruskan berjuang dan dihidupkan kembali tukang bangunan Ini akhirnya dengan ya kesepakatan dengan istri dengan semangat dari teman-teman juga dan termasuk saya melihat walaupun Rezeki itu tidak dari kita teman-teman di tukang bangun yang orang lapangan terutama 300 Orang itu yang menjadi semangat kita ini harus memang harus kita pertahankan dan bagaimanapun caranya kita harus hidup lagi kita perbaiki yang Alhamdulillah 2022 ini walaupun belum 100% membaik tapi kita sudah terjadi recovery maka sekarang kita harus sadar diri kalau kapasitas kita baru 30 ya kita fokus dulu 30 sebelum mesinnya itu dinaikkan kapasitasnya dulu baru marketingnya dinaikkan maka kita lebih banyak kadang di momen moonton tertentu kita lebih banyak ngerem marketing Happy problem ya happy problem gitu Kenapa Saya memutuskan waktu itu diskusi sama istri pengen berhenti dan menjual bisnis tukang bangunan ini karena saya merasakan waktu itu titik paling berat belum pernah punya hutang harus punya hutang di sisi lain ada beberapa klient tuh komplainnya ekstrim gitu loh jadi ada tekanan mental yang mungkin saya waktu itu belum menyiapkan diri untuk kalah gitu ekspektasinya tinggi Ternyata kita tidak bisa menghadirkan kualitas yang bagus Akhirnya sampai ya komplainnya itu sampai mau laporkan ke polisi lah dan lain sebagainya jadi dengan hutang yang kita miliki waktu itu kemudian kerugian dan kita sudah menjanjikan bonus enggak bisa memberikan bonus jadi beban gitu menurut saya ini beban gitu karena di awal saya mulai bisnis ini uang uang tidak tidak pernah kaitannya sama bank kan uang pribadi saya bangun mulai pelan-pelan sudah mengumpulkan harta dan Aset tiba-tiba harus jual beberapa aset untuk menutupi kerugian itu ee Mungkin orang lain melihatnya ini level belum seberapa mas gitu termasuk saya ketemu beberapa mentor ah cuma segitu kecil gitu Tapi bagi saya yang belum pernah menerima ujian seperti itu Ini udah udah besar sekali sampai mau menyerah bahkan Wah tukang bangun tuh memang syarat akan kontrak ya jadi syarat akan resiko bahkan saya pernah menyatakan antara surga dan neraka itu tipis banget dikontraktor itu kita bisa sedikit masuk surga bisa jadi menjadi wasilah kita masuk surga tapi ada banyak peluang kita masuk neraka banyak sekali walaupun itu tidak dari kita tapi mungkin dari orang yang kita Pimpin mungkin dari sistem yang kita buat sistem yang kita buat itu membiarkan orang lain dalam tanda kutip nyolong Nah itu kan kita ikut ikut terlibat di dalamnya Nah maka saya pengin nyerah waktu itu pengin nyerah Sudahlah ganti bisnis yang lebih simpel lebih pasti gitu ya recoverynya di Tahun 2022 akhirnya kita rombak beberapa tim merubah beberapa sistem ya memang terjadi trubulensi yang besar sih jadi kita bagian Keuangan mulai kita apa ya disiplinkan lebih disiplinkan kemudian kita mulai milih client kira-kira yang memang beresiko ini udah tahu ke kerugian kita kurangin contohnya itu seperti percik renovasi Pak jadi Project renovasi itu memang tidak bisa dilihat kasat mata pengetahuannya kalau bangun bauro kan Tanah kosong kita disentri di awal sudah kita perhitungan dengan baik mulai dari materialnya lama waktunya spesifikasinya semua bisa terhitung dengan baik tapi kalau renovasi itu kan ada bangunan lama yang kita tidak tahu dalamnya itu ada apa apakah strukturnya dulu Sudah diperuntukkan untuk lantai 2 atau belum ternyata di bawahnya ada sapi tank atau enggak kemudian kabelnya itu larinya ke mana pipanya Lari ke mana itu kan butuh keilmuan yang lebih detail dan teliti nah seringkali tim kita itu tidak detail mengamati ketika survei awal itu pekerjaan-pekerjaan apa yang harus di inclutkan dalam rencana anggaran biayanya atau era b-nya Jadi pas pengerjaan Mas ini ternyata belum masuk yang ini belum masuk belum masuk Nah itu kan yang beresiko ee rumah-rumah yang beresiko itu ada pekerjaan renovasi kalau belum masuk kan enggak mungkin kita pergi ke clien karena klien datang ke kita itu karena pasrah bongkoan Semua yang udah kamu survei sudah dihitung sendiri sama tukang bangun tiba-tiba nagih lagi klien karena klien datang ke sini sebagai solusi mau nggak mau perusahaan membackup itu yaitu memang kesalahan kita pas survei nggak teliti Nah itu kan beresiko untuk kita kita kalau bangun baru lebih senang semua resiko itu bisa digambarkan dari awal gitu Kalau menurut saya yang dari empat pilar ini yang paling susah bisnis tentang pengelolaan SDM sih jadi kekuatan kita memang di SDM kelemahan kita dscm kenapa kalau bicara tukang bangun tuh sebenarnya tidak hanya bicara teman-teman yang ada di kantor ini kalau di kantor ini dalam tanda kutip saya bukan meremehkan tapi nggoleki lebih gampang nyarinya lebih gampang dan membesarkannya lebih mudah kita mencari Talent Talent baru di luaran sana lulusan arsitek Teknik Sipil itu lebih banyak ketika tukang bangun besar di sini teman-teman bisa kita lipat gandakan lebih besar lagi tapi yang menjadi permasalahan besar menurut saya yang di lapangan itu tidak semudah kita rekrutmen arsitek tidak semudah rekrutmen teknisi pil karena di lapangan itu banyak sekali problematika dan tantangannya gitu jadi menurut saya pengelolaan SDM di lapangan ini yang paling menantang ngopeni tukang itu juga gampang Angel gitu kadang gajinya setiap tahun minta naik dikit tapi tuntutan yang lainnya banyak fasilitas sudah kita sediakan ternyata bagi mereka itu masih kurang bahkan Hari ini saya belajar ternyata setiap keputusan keuangan atau kenaikan bonus kenaikan gaji itu tidak tidak menjamin mereka itu akan akan loyal gitu ini menjadi PR untuk kita itulah wacana kita ke depan pengen ada standarisasi mengenai tukang Alhamdulillah dari kejadian 2021 itu saya punya banyak belajar termasuk masalah disiplin keuangan ada pilihan mau ownernya yang sehat atau perusahaan yang sehat Kalau ownernya yang sehat ya berarti dia sesukanya menggunakan uang perusahaan tapi kalau mau perusahaan yang sehat dalam pengaturan cash flow perusahaan pun owner jangan terlalu ikut masuk ke dalam Ya seperti cerita saya bahwa kita harus berserah diri atau pasrah diri dengan rezeki yang kita terima maka saya memutuskan Okelah kita menerima prive atau gaji bulanan aja Nah maka uang yang di bawah kendali Saya pribadi itu hanya gaji bulanan itu cash flow yang mengalir dalam perusahaan meskipun itu besar itu bukan milik kita itu miliknya perusahaan dan harus diputarkan untuk perusahaan dengan seperti itu maka opsi kita lebih mementingkan perusahaan sehat dulu kalau masalah owner ya namanya perjuangan ya kita apa adanya hidup dengan sesederhana mungkin hidup semurah Mungkin gitu karena ini mementingkan kemaslahatan yang lebih luas kalau perusahaan sehat maka kesejahteraan karyawan Kita juga bisa terjamin kemudian pelayanan terhadap klien juga tidak terganggu kalau masalah owner yang dalam tanda kutip menderita kan ya nanti bisa cari sampean lain lah gitu menurut saya gitu karena saya membangun bisnis di tukang pohon ini juga lebih mengutamakan company branding daripada personal branding jadi saya membangun sistem masih di tukang bangunan harapannya bisnis ini bisa diwariskan tanpa kehadiran saya jadi direkturnya ataupun ceo-nya siapapun bisa dijalankan tidak mengandalkan ownernya siapa tapi bagaimana sistem perusahaan itu sehat maka perusahaan sehat lebih saya utamakan daripada ownernya yang sehat gitu cara membangun kesadaran diri itu karena sudah mengalami pahitnya di 2021 Saya mengakui tidak kontrol Jadi bukan hanya kesalahan tim kami bukan hanya kesalahan sistem kami tapi juga ada kesalahan dari pribadi Kami yang tidak mengontrol masalah keputusan membelanjakan aset keputusan membelanjakan pengembangan untuk perusahaan ketika kita mengalokasikan dana untuk pengembangan perusahaan pengembangan ini belum diperlukan atau belum tepat jadi ketika tiba masa krisis kita kerepotan kerepotan terhadap cash flow maka harus jual aset lagi untuk memenuhi cash flow ini gitu kesadaran ini tumbuh gara-gara ibarat wong Jawa ketanggur gitu kalau orang ketanggur ya mungkin eee masih santai-santai aja gitu termasuk saya membangun tim Keuangan saya Kamu harus jaga mbak betul-betul kalau uang keluar itu dipersulit sesulit-sulit mungkin bahkan itu dari level owner pun jangan Permudah untuk keluarnya uang yang perlu berantem ya berantem aja gitu Tapi kalau uang masuk tanpa syarat lah Silakan masuk gitu jadi dalam bisnis ini memang tidak selalu manis ya Jadi ada beberapa Resiko yang besar termasuk Resiko yang kita alami di tahun 2021 itu kita mengalami kerugian 1,8 m itu adalah kerugian dimana kita jual asetnya senilai itu sebenarnya kalau dikatakan rugi bener itu lebih dari itu mungkin karena kita kehilangan potensi keuntungan masih harus ngeluarin aset lagi penyebabnya kita banyak menyadari masih kurangnya sistem kontrol sistem dalam manajemen walaupun di sisi lain memang ada beberapa kesalahan dari internal kita yaitu tim yang kita bangun itu misal contoh salah hitung terutama di project project renovasi nah renovasi itu kan banyak sekali resiko kerugiannya dari untuk menutup kerugian itu kemudian kita diskusi sama banyak mentor tetap harus melanjutkan bisnis ini selanjutnya kita mencoba bertahan dengan menjual aset-aset yang kita miliki kita Alhamdulillah kejual 3 mobil terus tiga tanah kavling dan 10 sepeda motor kita jual supaya untuk mempertahankan tukang bangun bisa hidup kembali karena dari para mentor sudut pandangnya kebermanfaatannya lebih layak diperjuangkan daripada harus ditutup hari ini setiap bulan kan biaya operasional kita sampai 170 juta itu untuk operasional kantor aja kalau ditambah lapangan itu per Minggunya itu hampir 150 juta itu yang gaji ya di luar material pokoknya transaksi perbulan itu 2 miliaran nah waktu itu nggak punya uang sama sekali untuk untuk kita jalan operasional maka kita dapat pinjaman itu Ya kita ambil 400 juta itu untuk yang penting hidup dulu [Musik] [Tertawa] [Musik] bicara tentang menjaga kepuasan pelanggan itu sebenarnya setiap pelanggan itu punya Menurut kami punya karakteristik yang unik-unik Bahkan kita tidak bisa menebaknya hoglient ini enak klient ini tidak enak dalam artian enak dan tidak enak itu yang ini mudah komplain yang ini tidak mudah komplain karena ternyata standarisasi yang kita bangun tuh belum sempurna sehingga perspektif pelanggan dengan apa yang kita hasilkan tuh berbeda misal contoh tetap hasil kuas dan tidaknya pelanggan itu dari kebanyakan dari hasil kerjaan kita finishing kita kemudian kerapian kita dan lain sebagainya tapi ternyata ada Beberapa pelanggan tuh uniknya gini yang menurut kita sudut pandang ini sudah pekerjaan terbaik dilakukan tukang terbaik menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik tepat waktu tepat mutu ternyata ada pelanggan yang masih ekspektasinya lebih tinggi daripada apa yang kita hasilkan kemudian di sisi lain ada memang beberapa kali saya menemukan rumah karena saya sering ketemu pelanggan itu ketika serah terima kunci itu biasanya kita ketemu Ketika kita melihat checklist terakhir laporan terakhir aja kita melihatnya ini kerjaan masih kurang sempurna ada beberapa ikhtiar yang bisa kita maksimalkan tapi di sudut pandang pelanggan menurut dia wah ini sudah sudah perfect Mas Terima kasih banyak sudah membantu membangunkan rumah impian kami karena ekspektasi mereka tidak semewah ini tidak sebagus ini bahkan beliaunya pernah bercerita Saya membayangkan memiliki rumah seperti ini tuh masih 10 tahun lagi 5 sampai 10 tahun lagi hari ini dibantu sama tukang bangun bisa terwujud itu tadi pelanggan yang senang kayak gitu Padahal kita sendiri sebenarnya sudah Setting waktu ketemu tuh Wah pasti kena komplain nih Pasti pasti bermasalah ini Ternyata enggak jadi dikomplain malah kita malah disanjung-sanjung di puji-puji pada kasus pertama kali berbeda kita sudah persiapan ini pasti keren nih pasti enggak ada komplain karena sudah perfect gitu ternyata malah dapat komplain Nah maka kalau di tim kami kami selalu menekankan istilah Jowo ini penting ono tumbunge entah bagus ataupun jelek yang GTR yang kita lakukan itu sudah maksimal masalah hasil itu ranahnya nanti udah ranah tawakal itu tergantung gusti Allah karena hasil dari standar bangunan tuh menurut saya sebuah karya seni di mana penilaian setiap orang itu berbeda-beda dan kita nggak bisa mengunci ranah hasil yang bisa kita kunci adalah ikhtiar kita yang penting setiap level jenjang apa yang kita lalui kita melakukan ikhtiar maksimalnya maka di tim kita tiap divisi Biasanya kita kasih Core penilaian kepuasan pelanggan setiap divisi itu kita memunculkan nilai semacam kuesioner kepada pelanggan yang setelah order dengan kita itu untuk menilai divisi-divisi Digital dari kuesioner yang telah dijawab ataupun diberikan oleh pelanggan ini kita jadikan bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kepuasan pelanggan Nah itu langkah yang kita lakukan dan kita jadikan target bulanan kepada semua divisi keuangan marketing Operation untuk memenuhi standar minimal 90% pelanggan kita itu puas dengan semua pelayanan yang dilakukan divisi [Musik] Baik terima kasih saya mujai Kurnia Abdullah dari tukang pohon.id Terima kasih banyak wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] sama-sama