Orang Desa! Produsen Opak Gadung Dari Skala Obrokan Sampai Level Internasional!
TWUcejOZZ7A • 2023-01-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Bagaimana kita tahu kemauan pasar Kita harus mengikuti trend kita lihat dari pameran-pameran gitu ya kemasan seperti apa yang laku kemasan seperti apa yang kurang diminati dari masyarakat itu tidak merasa Desa ini dan menyaingi Kok tidak takut tersaingi karena saya juga tidak ingin menyaingi siapapun kita punya Jalan sendiri-sendiri rezeki sudah ada yang atur rezeki tidak akan tertukar kalau niat menyanyi daerah sana enggak perlu walaupun duduk sama tidak perlu dianggap itu bersaing [Musik] saya sering ikut pameran yang taraf nasional bahkan internasional seperti di Surabaya bulan Juni kemarin yang namanya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya dukuhfur saya Budi busa Margomulyo saya bergerak di bidang makanan ringan yaitu keripik Gadung keripik pisang kripik singkong keripik tempe juga sambil pecel saya mulai usaha tahun 2010 usia 32 tahun dulunya Sebelum saya usaha ini saya di Jakarta saya jualan alat-alat barang-barang kelontong nyales juga akhirnya pulang kampung tahun 2012 itu 2010 kita usaha Gadung ini musiman cuman puasa 2012 Saya memutuskan untuk berhenti dari Jakarta saya menetap di rumah dan fokus ke bikin usaha keripik-kripik ini mas karena saya melihat ada peluang dan bahan di kampung kami melimpah dan waktu itu kurang nilai jualnya Jadi sebelumnya orang bikin keripik Gadung Itu cuman untuk makan sendiri nggak dijual yang beli pun juga ndak ada terus saya punya inisiatif membawa ke pasar Alhamdulillah respon konsumen positif jadi laku Alhamdulillah kripik Gadung gak cuman untuk dimakan sendiri akhirnya bisa kami jual diperkenalkan ke masyarakat luar waktu itu masih di pasar-pasar tradisional seperti [Musik] Pahing ke pasar yang lain saya melakukan aktivitas pemasaran dari 2010 itu sampai barang cuman kalau sekarang habis sakit ini dia langganan yang pesen kami kirim gitu Mas saya sakit tahun 2021 kemarin bulan Juli paru-paru sama lambung jadi itu karena pola makan yang kurang teratur juga sebelum Corona Karena jarang pakai masker dan kerja saya itu malam jadi kena udara dingin terus-menerus mungkin jadi akhirnya kena ini paru-paru teman-teman saya bawa dagangan itu mas produk saya itu keripik Gadung keripik pisang kripik singkong juga sambil pecel dibawa ke pasar bawa ke pasar malam hari jam 2 berangkat nanti jam 05.30 Udah pulang malam karena langganan saya itu kebanyakan tukang sayur keliling Mas Jadi mereka pun belanjanya juga malam sebelum subuh itu mereka udah pulang sudah mulai keliling kebanyakan di perumahan-peruman gitu mau ndak mau saya harus sebelum dia pulang ya udah sampai di pasar sampai sekarang pun begitu tapi kalau sekarang habis sakit kalau langganan saya mau saya kirim ke rumah gitu jadi sekali kirim ya untuk beberapa hari jadi enggak Setiap hari saya kirim itu ndak saya bisa sampai 3 hari terus hari Biasanya kita kirim 4 kilo 5 kilo gitu Habis kirim lagi gitu Saya keluar aktivitas malam tuh mulai itu 11 tahun mulai 2010 sampai 2021 akhirnya sakit [Musik] Kalau boleh Saya berpesan kepada teman-teman untuk menjaga kesehatan walaupun bekerja keras jangan mengabaikan pola makan karena kesehatan itu sangat mahal sangat penting kalau kita ndak sehat makan apapun nggak enak Selama saya sakit ya memang waktu itu dirawat kita pakai jamkesma gratis Waktu dirawatnya tapi setelah itu biaya besar apalagi saya udah sakit istri juga anak pas waktu itu ikut-ikutan sakit juga gitu Saya juga kena kadar gula juga tensi naik juga biayanya Ya lumayan bahkan tabungan juga sampai sudah habis Masih tambah ngutang lagi ke sana saudara sampai ngumpul sekian bisa hampir tapi sekarang udah bisa lunas telah Gadung ini saya ingin mengembangkan keripik pisang sama keripik singkong yang rasa-rasa kebetulan kita sudah punya desain ini juga hal-halnya sudah proses Nah kalau sudah jadi halalnya saya bikin kemasan yang sachet semacam jajanan di supermarket yang gembung gembung itu mah kan kalau sachet harganya relatif rendah jadi beda sama kemasan standingford harus menyebutkan kemasannya aja mahal otomatis kita enggak bisa jual murah kalau sachet kan kemasannya murah soalnya Jajanan itu yang diharapkan repeat ordernya kalau pemasaran kami selain bakul Adek atau tukang sayur keliling ada lagi kalau di Kediri di toko oleh-oleh juga Swalayan Swalayan kalau di Surabaya juga ada di beberapa toko oleh-oleh semacam kubur di Surabaya itu toko oleh-oleh yang terkenal di Jakarta juga di Bandung Bogor Bekasi dulu waktu pameran di Jakarta tahun tahun 2019 itu saya dapat reseller distributor di sana Alhamdulillah bisa sampai sekarang [Musik] saya sering ikut pameran yang taraf nasional bahkan internasional seperti di Surabaya bulan Juni kemarin yang namanya Indonesia food itu kan tarafnya udah internasional soalnya pengunjungnya sudah banyak dari Afrika juga dari Eropa bisa dari obrokan sampai ke taraf internasional karena saya bisa membedakan segmennya Mas Dan saya juga bisa menyesuaikan kemasannya kalau kemasan yang obrolan atau karena ke bawah itu kemasan Seperti apa karena ke atas atau bisa untuk ke luar negeri itu seperti apa saya Ada kemasan desainnya juga enggak sama Kalau yang untuk taraf internasional itu yang kemasan standing input itu ee di situ juga dua bahasa nah di kemasan itu jadi ada Bahasa Indonesia juga ada Bahasa Inggrisnya kalau yang premium tadi yang bikin beda dari yang lain adalah pertama kemasan yang kedua itu tekstur juga rasanya walaupun sama-sama keripik Gadung tapi kalau disandingkan dengan gedung produk orang lain mungkin berbeda masa menurut konsumen lebih empuk lebih tipis juga lebih renyah gitu ya untuk membuat bisa tipis bisa lebih empuk lebih renyah dan rasanya lebih merata itu perlu proses lebih panjang dari bisa 6 hari baru jadi [Musik] saya menemukan resep itu kita belajar dari tahun ke tahun ya jatuh bangun waktu belajar sering gagal ya enggak sekali dua kali gagal ya kita terus berinisiatif terus berusaha supaya lebih baik lebih baik gitu yang bikin lama kita belajar itu soalnya Gadung musiman kita prosesnya kan tahun sekali cuman pada bulan Mei sampai Agustus itu aja jadi setelah itu sudah berhenti prosesnya kan gedungnya Sudah tumbuh lagi gitu Jadi kalau sudah tumbuh lagi ndak diambil Kalau Gadung di sini banyak tapi enggak sebanyak dulu kalau dulu orang punya sedikit-sedikit soalnya mereka juga tahu kalau enggak ada yang beli kalau dulu sebelum saya membuat keripik Gadung itu dulu punya sedikit-sedikit paling cuman buat diproses dimakan sendiri kalau sekarang yang nanam dan bahkan senga menanam sudah banyak sekali Kalau tahun-tahun sebelum Corona itu saya kalau habis lebaran itu kan di sini udah habis bahan bakunya saya mendatangkan dari Madiun bahkan sampai sekitar 20 ton tapi kalau tahun ini Alhamdulillah dari warga sekitar udah lebih dari cukup manis sebelum kita ndak sampai mendatangkan dari Madiun kalau perkirim sekitar 2 ton 2 hari selesai diproses hari ini kalau ndak gitu rusak dengan kualitasnya jadi jelek Badung itu kalau enggak benar cara prosesnya bisa bikin mabuk juga keras juga kadang warnanya enggak bisa Bagus kadang hitam-hitam itu kemungkinan besar karena pencucian yang kurang bersih atau perendaman yang kurang lama dan mual-mual pengen muntah tapi kadang enggak muntah kalau Mabuk kena Gadung begitu Itu biasanya pencuciannya yang kurang bersih itu atau merendamnya kurang lama tapi kami caranya kita bikin merendamnya tuh dua hari dua malam dan setiap 2 jam atau 3 jam sekali dicuci jadi siang malam nyuci terus kayak nggak tidur kemarin kan lepas lagi proses gabung sampai dicuci sampai bersih ganti-ganti air gitu sampai bersih kan kalau direndam diemin gitu nanti 2 jam atau 3 jam dicuci airnya kan jadi putih kayak air beras gitu Mas itu harus sampai bersih itu kalau ndak sampai bersih bisa bikin mabuk [Musik] ndak sedikit juga orang yang punya gedung bahan dijual ke saya pengen makan keripik Gadung beli juga deh orang jual bahannya ke saya matangnya Dia yang beli seperti kita jual di pasar juga banyak tetangga-tetangga juga kalau ingin makan gadung atau mau pergi ke mana gitu Buat oleh-oleh saudara mungkin itu banyak yang beli [Musik] Saya pengen membawa Nggak cuma keluarga saya aja jadi saya pengen membawa masyarakat sekitar saya bisa merasakan manfaat dari Gadung itu tadi mereka juga bisa Raya pekerjakan kalau pesan-pesan untuk teman-teman pebisnis yang penting semangat positif thinking kita Jangan pernah merasa disaingi Jangan pernah menyaingi kita tetap semangat semangat berusaha jangan lupa berdoa tidak merasa disayangi dan menyanyi karena kita berdasarkan kita punya Jalan masing-masing mereka pasar-pasar mereka juga tidak mau pasar saya pasar Saya juga tidak mau dikasih mereka kan gitu rezeki sudah ada yang atur rezeki tidak akan tertukar kalau niat menyaingi Darah saya enggak mungkin enggak usah enggak perlu walaupun duduk sama tidak perlu dianggap itu pesai dan juga produk Gadung itu jalannya juga banyak tapi saya tidak berniat untuk menyaingi mereka bahkan harga saya lebih mahal dari mereka-mereka Mas tapi alhamdulillah laku juga mas saya tidak takut tersaingi karena saya juga tidak ingin menyaingi siapapun kita punya jalan sendiri-sendiri saya Abdul Ghofur owner dari Budi ibu sama Margomulyo yang beralamatkan di urut Parang banyakan Kediri ada kurang lebihnya ada salah kata dari kami mohon dimaafkan dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semuanya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories