Kind: captions Language: id [Musik] visi hidup kita itu tidak bernilai apapun dihadapan Allah kecuali kemudian akan dikaitkan dengan akhirat Jadi kalau keresahan hidup kita hanya urusan dunia Allah mengancam akan memporak-porandakan urusan kita diberikan kemiskinan di mata kita rasanya kurang Terus berapa yang kita dapat bahkan Allah mengibaratkan dikasih satu gunung emas pun akan kurangkan gitu kalau manusia dikasih itulah nafsu kita itu seperti itu levelnya manusia bisnis ini adalah kendaraan kita untuk mencari kehidupan di balik kematian tadi padahal di balik kematian kalau kita ndak punya kendaraan yang kita bawa terhadap apa yang kita tanam di dunia ini jangan-jangan nanti ending kita mau surga atau neraka Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan saya Nanang syaifurozi asal dari Banjarnegara tinggal di Jogjakarta saat ini profesi saya pengusaha dan Marbot Saya punya usaha namanya Rumah Warna baru sama istri saya usaha dari tahun 2002 sampai sekarang kurang lebih udah 20 tahun bidang produksi tas tas anak sekolah remaja putri saat ini juga mengurus yayasan yang mengelola masjid nanti ada amal pendidikannya ada amal sosialnya ada amal dijarahnya juga sebenarnya usaha rumah warna sendiri dimulai sejak kuliah kita Rintis gitu ya di tahun 2002 menikah kemudian kita serius sih lebih jauh tentang bisnis waktu itu yang ngalir saja karena istri saya waktu itu hanya bisnisnya keras saja kerajinan namun kemudian ngarahnya adalah apa yang memang dibutuhkan oleh remaja putri yang setiap orang memakai itu Apa oh tas gitu Nah dari situlah kami menginovasikan macam-macam model-model tas sampai akhirnya kita boardingnya adalah di warna makanya namanya rumah warna jadi berani memadukan warna-warna yang waktu itu jarang sekali orang berani memakai warna-warna yang terang yang bahasanya orang norak gitu tapi kita memakai itu kebetulan mulai budaya narsis itu muncul gitu kan orang udah ndak pakai malu lagi untuk berbeda dengan yang lain makanya Alhamdulillah bisa diterima oleh masyarakat waktu itu kan zaman tahun 2000-an 2002 itu kan warnanya lebih ke pastel ya gitu ya kertas-kertas daur ulang buminya waktu itu coklat hitam pol-polnya ya krem-krem yang soft soft lah kalau pun ijo itu kan waktu itu kita berani untuk tas itu dibikin warnanya ungu hijau ngejreng kan gitu ya Ya emang peminatnya Enggak banyak tapi itu jadi ciri khas walaupun kemudian yang laku banyak yang item merah soft Terus yang lain kita sediakan juga tapi itu juga tetap ada jadi menjadi pembedanya produk-produk yang lain adalah di warna tadi Kalau mungkin yang lain mau bikin warna itu wah nanti kalau nggak laku gimana tapi buat kita ini menjadi diferensiasi keunikannya di situ bicara bisnis kan sebenarnya kuncinya adalah inovasi ya mungkin sekarang jadi keunikan besok kalau udah banyak yang memakai kan ya jadi keunikan ya kalau dulu bicara riset sebenarnya kecil-kecilan ndak ada punya tim riset dan sebagainya ndak tapi seorang pengusaha itu harus berpikir keunikan apalagi yang harus ditambahkan karena kalau bicara hanya bikin produk itu semua orang bisa bikin produknya justru yang mahal dari value sebuah bisnis itu kan adalah brand nah brand itu image-nya apa sama masyarakat itu konsumen itu mengingatkan apa terhadap brand itu yang perlu kita survei artinya itu yang harus digenggam kita nih di rumah warna sendiri image terhadap rumah warna saat ini selain warna tadi adalah produknya punya kualitas karena produk kita bergaransi walaupun produk lokal harga lokal tapi kualitas internasional bahasanya begitu jadi orang pakai produk rumah warna jebol balikin lahan gitu kita lebih ke liat tambahnya Sebenarnya bukan perkara Ya sekedar warna atau produk itu tapi lebih ke brand nilai brand-nya itu tadi kalau kita berbagi peran waktu itu kalau di awal-awal istri saya adalah bagian ide karena yang tahu selera wanita kan wanita kemudian berjalan kita berdua saya ke marketingnya istri saya ke produksinya Terus sekarang malah yang lebih banyak bergelut di bisnis ini istri saya kita berbagi peran saja kan ditinggalkan semuanya kita istri saya juga bantu saya di Urusan ke masjid dan saya juga masih pantas di saya juga untuk urusan bisnis ya karena keluarga couple Ya udahlah semuanya dikerjakan bersama-sama gitu bisnis kalau sendiri bisa jadi terus enggak ada konflik gitu artinya konfliknya pun mungkin dengan bank atau dengan pihak ketiga nah ini couple ini memang perlu banyak bicara perlu saling mengerti satu sama yang lain ya biasalah apalagi dalam urusan rumah tangga untuk bicara perbedaan cara pikir cara pandang dari laki-laki dan perempuan ini kan berbeda semua harus punya itu masing-masing oh perempuan mungkin lebih detail ini karena melihatnya dari sisi ini harus saling ngerti Nah itulah yang perlu ilmu memahami untuk bisa kemudian melanggengkan hubungan perlu ilmu makanya perlu dicari tahu kalau di sisi usaha sih ndak ada konflik gitu ya konfliknya malah di hal-hal yang lain gitu loh jadi kalau usaha karena sebenarnya kita bangun dari 0 gitu visinya sama naturalis saja Kemudian ada muncul ujian-ujian di sana-sini ya kita hadapi berdua dengan visi tetap visi yang sama namanya usahakan kadang naik kadang turun kadang ada badai kadang masalah karyawan kemudian masalah supplier dan lain sebagainya ya kita ya sudah jalan bareng aja gitu jadi pengalaman kami waktu itu franchise di tahun 2012 Nah itu ternyata kapasitas tim kita belum bisa untuk mengarah ke Franchise yang profesional ya kan malah terlalu banyak konflik ada di situ kan Anda Kami memutuskan untuk Mitra saya walaupun konsepnya sebenarnya kayak franchise Tapi kalau bicara franchise kan harus ada Royal di harus ada franchi XV dan sebagainya sehingga menuntut kita lebih profesional secara tim banyak orang yang kemudian membeli franchise itu merasa beli mesin ATM gitu Pokoknya harus segera menghasilkan padahal bisnis kan harus dikasih paham dulu bahwasanya untung rugi itu ya sebuah biasa saja enggak harus memang kalau membeli sebuah franchise ya senar apapun saya buat apapun kalau waktunya belum Untung ya itu masalah gitu ya ini kadang-kadang kalau tidak dipahamkan orang yang kemudian berbisnis apalagi mereka basic-nya dari pekerja mungkin pensiunan yang dapat duit tahunya Beli franchise harus perbulan sudah menghasilkan nah ini kadang repot untuk ketemu dengan mitra-mitra yang seperti itu dulu kita pernah sampai 90 titik di seluruh Indonesia Sampai segitu Tapi sekarang apalagi pandemi ini kan banyak yang [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] sebenarnya ini fase kehidupan saja gitu ya Emang kalau berjalankan saya untuk lebih mengenal tentang agama ini di tahun 2016 karena saya mulai gelisah ini Selama perjalanan bisnis 14 tahun itu terasa kayaknya kok rutinitas selama 14 tahun itu kok itu-itu aja gitu sebenarnya apa sih hidup ini kan cari tahu kalau perjalanan untuk lebih mengenal agama Islam sehingga memahami untuk kemudian bahwa visi hidup kita itu ndak bernilai apapun di hadapan Allah kecuali kemudian akan dikaitkan dengan apa dengan akhirat Jadi kalau keresahan hidup kita hanya urusan dunia Allah mengancam akan memporak-porandakan urusan kita diberikan kemiskinan di mata kita rasanya kurang Terus berapa yang kita dapat bahkan Allah mengibaratkan dikasih satu gunung emas pun akan kurang kan gitu kalau manusia dikasih itu hawa nafsu kita itu seperti itu default-nya manusia dan itu terjadi saya merasa Kok kayak gini saya banget apa yang saya berikan adalah bagaimana nambah aset bagaimana setiap hari itu urusannya adalah strategi Bagaimana mikirin omset ini harus selalu tumbuh dan sebagainya setelah dapat aset itu Terus buat apa seakan-akan tuh saya itu hanya mencari kehidupan di balik sempitnya dunia gitu ndak pernah berpikir kehidupan di balik kematian Wah nanti surga neraka aku gimana ini ya bagaimana dengan hisab saya nanti kan tidak pernah terpikirkan waktu itu ya menjadi usaha yang penting dalam pikiran saya usaha yang penting jangan merugikan orang lain misalnya yang penting tidak zalim sama orang lain sudah selesai begitu saja Urusan Agama ini hanya sekedar itulah yang penting salat salat aja masih bolong seperti Jumatan ah apa sih urgensinya bisa baca Quran kan gitu ternyata Alhamdulillah kalau masih sayang sama saya untuk diperkenalkan terhadap agama Terus akhirnya yang berubah adalah visi sebenarnya yang dilakukan sama tapi visinya yang berubah Usaha tetap usaha bisnis tetap bisnis namun kemudian apa mengingatkan tujuannya ini dikaitkan dengan urusannya surga dan neraka alasannya dengan akhirat bisnis ini adalah kendaraan kita untuk mencari kehidupan di balik kematian tadi ternyata di balik kematian kalau kita ndak punya kendaraan yang kita bawa terhadap apa yang kita tanam di dunia ini jangan-jangan nanti ending kita mau surga atau neraka waktu tahun 2016 Saya pengen punya kontribusi dalam dakwah karena mengaitkan tadi dengan urusan akhirat saya pilih untuk mengaitkan bisnis saya dengan dakwah saya bikin event muslim United kajian-kajian untuk masyarakat untuk karyawan yang karyawan tadinya urusannya hanya kerja kemudian kita fasilitas untuk baca Quran kita fasilitasi untuk beribadah yang lain kasih kajian ilmu ilmu-ilmu tentang agama ilmu fikih dan lain sebagainya ee kalau secara fisiknya mengurangi jam kerja tapi ya saya kemudian ini memberikan hak terhadap apa akhirat gitu karena bagaimanapun juga karyawan ini akan bertanggung jawabkannya nanti akan menanyakan sama saya Kalau enggak sih kita enggak ngasih haknya kepada mereka karena notabe ini kehidupan mereka itu habis malah untuk perusahaan kan gitu 8 jam misalnya satu hari sementara mungkin di rumah lebih banyak tidur gitu ya Artinya kalau kemudian kita di sini tidak memikirkan membawa mereka terhadap hak-hak terhadap agama ini bisa jadi nanti dipertanyakan kamu ada punya karyawan kamu punya anak buah namun tidak kamu bawa tidak diajak untuk kebaikan tidak diajak untuk kebenaran ini nanti kita harapannya masuk surga malah ditarik-tarik sama karyawan loh kamu nggak ngasih tahu mengimani masalah dan mudharat itu datanya dari Allah ujian kan datanya dari awal ya Jadi hal yang kecil yang buat kita kayaknya enggak masalah Allah bisa kasihkan itu jadi masalah ya gitu istilahnya saya eee terancam dengan istilah terdakwah ya saya terancam dengan istilah Bagaimana kalau dikurung nanti dan sebagainya Itu kan jadi keris soal akhirnya ya biasa orang kalau kemudian terkena masalah hukum yang dilakukan adalah mencari solusi ya Gimana caranya bisa solusinya itu lepas dari jeratan yang seperti itu gitu namun selama 1 tahun dalam pencarian itu saya tidak nemu gitu loh kemudian apa yang saya lakukan Saya baru teringat Allah lah di situ saya sama istri udahlah kita umroh saja yuk ngadu sama Allah begitu pulang ke sini masalahnya selesai kalau selesaikan dengan caranya Allah tahu ya selesai saja polisi udah memutuskan untuk ini tidak berlanjut nah dari situ terus kemudian visi kita hidup terus berubah Iya sebenarnya masalah Allah yang datang kan berarti kan so Harusnya kan mendekati zat yang memperbolehkan masalah itu hadir ke kita kan yang bisa menyelesaikan kan bukan kita gitu sampai di situ sebenarnya meruntuhkan kesombongan kami gitu artinya yang selama ini ngerasa bahwa apa yang kita dapat itu adalah kerja keras kita kalau runtuhkan itu jadi hasil itu bukan perkara debatnya kita tapi suka-suka Allah gitu kan dipahamkanlah sama Allah bahwa Rezeki itu suka-suka Allah kita ikhtiar itu karena apa Karena diperintahkan sama Allah untuk mengupayakan sebagai tapi bukan karena sebab itu datangnya rezeki rezeki suka-suka Allah lah dari situ kami berubah visi bahwa bisnis ini bukan karena kehebatan kita ada zat yang kemudian memperbolehkan kami untuk di aliri tadi terus dialiri terus ke mana sih muaranya yang itu apakah muaranya untuk memperkaya diri atau muaranya untuk 7 turunan nih yang kamu persiapkan dalam hidup ini orang hidup itu ya Satu mempersiapkan untuk urusan akhiratnya jadi dari peristiwa tadi akhirnya kan saya ikut di sini ikut majelis ini yang saya temukan Saya bingung sebenarnya Islam tuh yang bener yang mana ngikut yang ke sini katanya jangan ke sana sana begitu ke sana jangan ke sana gitu loh sana itu tukang kafir-ngafirkan di sana itu habis sana tuh ini ya macam-macam lah banyak banget doktrin yang masuk ke saya kok kasih semakin bingung ini yang bener tuh yang mana sampai akhirnya saya mendapatkan ilmu bahwasanya sebenarnya itu Islam itu sebenarnya sama itu tuh hanya geng-geng motor saja gitu loh bukan tujuannya tetap sama hanya mungkin motornya Harley ada yang Yamaha ada yang Honda gitu loh Om rodanya tetap dua gitu Jadi dari situ terusnya keinginan Oh saya paham Berarti semua saudara Jangan sampai kita sebagai orang muslim apalagi yang berhijrah tadi ndak tahu apa-apa Baru tahu ilmu yang sangat sedikit terus kita mengkafirkan sesama Muslim kita menghujat sama muslim padahal itu cuman beda di urusan-urusan yang cabang saja itu hanya tetap sama Allah rasulnya tetap sama Muhammad kitabnya tetap sama Alquran tapi kita rela untuk apa Makan bangkainya saudara kita elek-elek gitulah Yang lainnya Saya pingin mengkampanyekan itu ya dari kefakiran Saya yang masih sedikit tentang ilmu agama Apa yang bisa saya lakukan harus bikin event saja lah event-nya hanya sekedar apa mendudukkan para ustad-ustaz yang berbeda-beda tadi dari berbagai harokat jadi berbagai kelompok yang berbeda mau bermajelis di satu majelis yang sama namanya muslim United sebenarnya muslim United itu adalah bahasa Inggrisnya dari Ukhuwah Islamiyah kalau bicara ukhuwah islamiyah kan Rasanya abot gitu loh kalau orang-orang Hijrah ya bahwasanya Arab apa sih Persatuan Islam nah ini bahasa yang saya Munculkan untuk memahamkan terhadap orang-orang yang baru hijrah seperti saya ndak usah khawatir gitu maksudnya beda-beda itu ndak apa-apa Kalau kita tetap satu lebih ke situ sih [Musik] setelah pandemi masuk ke ton pertama kita bikin event itu ya ijinkan selalu ndak keluar gitu karena urusannya terus Waduh ini gimana Terus kita mau berdakwah ini kan gitu karena bisa ngumpulin orang kita konsultasi dengan para ustad terus diarahkan udahlah bikin masjid Oh iya ya masuk akal juga kalau Masjid itu eventnya malah harian bukan tahunan bukan bulanan hanya terus disampaikan saya bahwa bikin masjid itu bukan bangun Masjid tapi apa yang kamu punya ya sudah fungsikan sebagai masjid Wah saya punyanya toko saya punya ada foodcourt ya sudah jadikan masjid saja sehingga Waktu itu ceritanya bikin masjid dalam tiga hari kita sulap apa yang ada di rumah korden lepasin gordennya buat tutup ndak ada kacanya dibikinlah pakai Mika gitu terus pokoknya dalam 3 hari kita bikin langsung untuk untuk sholat 5 waktu untuk Jum'atan jadi kita tidak berpikir izin dulu lah inilah dan sebagainya jamaahnya siapa Kan kita punya karyawan Ya sudah itu aja dulu ya untuk siapapun untuk masyarakat dan hanya memastikan keberadaan masjid ini berfungsi untuk masyarakat jangan sampai di sekitar masjid ada masyarakat yang kelaparan dan sampai di sekitar masjid ada masyarakat yang tidak bisa akses kesehatan jangan sampai di sekitar masjid ada yang enggak bisa akses pendidikan jadi kita pastikan masjid ini punya kontribusi kemasyarakat sebagai sumber solusi minimalnya di tiga hal tadi makan kesehatan sama pendidikan hanya di masjid ini ada Pesantren gratis jadi akses masyarakat makan gratis masyarakat enggak bisa makan inilah ke masjid mau ambil beras silahkan juga layanan kesehatan tapi setiap hari Jumat sama Ahad kita siapkan layanan kesehatan untuk masyarakat baik itu alternatif maupun medis dalam dakwah itu kan memang perlu tahu perlu memahami Eta dakwah harus hikmah dakwah harus paham situasi makanya diberi masjid ini saat ini yang tadinya masjid muslimin itu sekarang tahun kedua ganti nama menjadi reel masjid ya sebenarnya ndak ada masalah hanya masalahnya kita mau lebih menerilkan lagi yang tadinya banyak Orang bilang Masjid muslimin itu adalah Masjid virtual jadi jamaahnya banyak kan virtual karena zamannya hanya di Instagram kita pengin lebih ngelihatkan bahwa ini loh masjid Beneran kok kan gitu Jadi ini Real Masjid dan manfaatnya harus lebih real ya gitu jawabannya juga harus lebih real segmentasi yang dipilih oleh kami di masjid ini adalah anak muda Karena anak muda ini kalau di sebuah masjid pergerakan sosial atau apapun itu sosial impact itu anak muda adalah mesin Jadi kalau mesinnya tua ini ya cc-nya bisa jadi bermasalah gitu ya sudah rekondisi atau sudah ya sudah susah lah untuk digerakkan sudah terlalu banyak masalah dalam hidupnya orang-orang tua ini ya sudah serahkan sama anak muda anak-anak muda ini masih punya semangat Timah yang tinggi punya endurance yang lebih kuat dibandingkan orang-orang tua jadi anak muda ini ibarat mesin itu ya masih gres gitu ya Nah ini masjid mesinnya anak muda makanya targetnya adalah anak muda umur anak muda yang seperti apa ya Kalau cuman mesin doang enggak dikasih bahan bakar ya Enggak jalan juga gitu ya karena dikasih makan pagar bahan bakarnya anak-anak mudanya ini diinstal Dengan apa Dengan msq masjid su mereka salat berjamaahnya di masjid subuhnya harus hidup gitu kan mereka harus melatih subuh Karena anak muda paling berat ini untuk salat subuh bermajelis setelah subuh Kemudian yang Q nya adalah Quran jadi melazimi untuk membaca Quran minimal 1 juz dalam satu hari ya kita lakukan secara berjamaah banyak Kita pingin menarik sebanyak-banyaknya anak muda untuk memerlukan masjid berapa banyak sekarang masjid di Indonesia mungkin 1 juta Gitu ya tapi bicara anak muda mereka pasti ada anak mudanya gitu ya Nah ini jadi masalah makanya kita pengin menjadi masjid yang mencoba menginspirasi masjid-masjid yang lain dalam hal apa menarik anak-anak mudanya Makanya karena tadi dakwah harus dengan hikmah karena kita targetnya adalah anak muda makanya di sini di bioskop melihat aneh kok masjid punya fasilitas bioskopnya bukan di dalam masjid sih berbeda di lantai 2 saya kan gitu Kenapa kok mesjid ada panggung dan sebagainya ya ndak dalam masjid kan enggak apa-apa lingkungan masjid kan gitu kemudian warmindonya ada fasilitas-fasilitas yang lain no problem tendanya dan sebagainya ini adalah bagian apa memfasilitasi anak muda karena biar anak muda itu enjoy dengan masjid karena pertentangan kita dakwah kita saat ini kan Bagaimana bertarung dengan pemikiran-pemikiran yang di luar Islam saat ini kan gitu dengan menganggapnya kehidupan di masjid itu enggak keren menjadi Marbot itu enggak banget Padahal ini pekerjaan yang mulia orang yang memantulkan masjid anak-anak muda yang tumbuh di masjid tumbuh dalam ketaatan itu di mata Allah itu luar biasa disiapkan naungan di yaumul akhir nanti di saat hisab itu ya mereka disiapkan surga juga surga dengan Rasulullah itu anak-anak muda yang atau memperjuangkan Islam ini anak-anak muda yang tumbuh dalam ketaatan kayaknya boarding kita di Ring 3 ini anak-anak muda yang rata-rata riting garing banget itu kan di bawah kering satu kalau sudah ke masjid yang tadinya panggilannya karena makan panggilannya karena mau nonton bioskop keren gitu endingnya mereka punya panggilan Iman untuk datang ke masjid itu karena kebutuhan mereka ini yang step-step yang kita bawa anak-anak muda ini untuk mau hatinya terikat sama Masjid tapi untuk memasuki ke sana tentunya tidak harus melupakan yang tua-tua gitu loh yang tua-tua juga harus diayahi istilahnya difasilitasi juga kita juga memfasilitasi tiga pilar peradaban yaitu ibu guru dan tokoh masyarakat dari ibunya karena ibunya yang punya kekuasaan di rumah tangga yang bisa menggerakkan laki-lakinya bapaknya anaknya itu untuk bergerak di masjid yang bisa mencuci itu ibunya makanya kita bikin program buat ibunya ada pasar gratis ada holiday family gitu ya untuk ibunya biar ibunya suka sama masjid sehingga mereka menggerakkan anak muda anak-anaknya mereka untuk ke masjid yang kedua guru Karena Guru inilah yang maklumatnya itu didengar sama anak-anak muda gitu kan Makanya kita punya program untuk guru santunan untuk guru gitu ya gurunya kita kasih majelis biar dia memahamikan anak-anak mudanya untuk mencintai masjid kemudian yang ketiga tokoh masyarakat ya tapi di sini di masjid bekerja sama dengan tokoh masyarakat jadi RT Dukuh Lurah Kecamatan untuk apa ayo sama-sama apa sih yang jadi permasalahan umat karena masjid ini harus muncul sebagai sumber solusi masjid kalau zamannya Rasulullah bukan hanya untuk tempat ibadah mahdhah semata tapi apa bisa menyelesaikan permasalahan umat untuk kemudian memetakan Apa yang bisa dilakukan oleh masih sehingga yang menggerakkan warganya itu ya tokoh masyarakat karena kalau kemudian kita ndak kerja sama-sama toko masyarakat yang terjadi kita mau menggerakkan dari mana Kalau tokoh masyarakatnya bilang jangan ke sana Ndak boleh enggak usaha kan gitu karena tokoh masyarakat lah yang punya kekuasaan [Musik] konsepnya adalah semua under masjid jadi masjid ini holding yang paling tinggi sebagai bentuk penghambaan saya kepada Allah bahwa semua apa yang dititipkan ke rumah saya ini milik Allah jadi cuman titipan makanya yang dimuliakan adalah bagaimana kita menempatkan rumah Allah itu menjadi yang utama karena ini milik Allah semuanya didedikasikan adalah untuk kepentingannya Allah kepentingannya Kita juga harus diselaraskan dengan kepentingannya Allah kemudian kita berpikir hidup seperti apa yang kita mau bukan tapi hidup kita seperti apa yang Allah mau ya implementasinya buat saya adalah Masjid ini menjadi institusi yang tertinggi dan di bawahnya Masjid itu ada macam-macam gitu loh ada kalau ada sekolahan sekolah di bawahnya masjid ada usaha-usaha di bawahnya masjid ada sosial di bawahnya masjid jadi misalnya bukan yayasan yang punya masjid gitu loh tapi Yayasan itu yang bagian di bawahnya masjid ya Sehingga Ada apa dengan yayasan yang masjidnya tetap ada gitu misalnya saya enggak ada Ya maksudnya harus tetap ada ada permasalahan apapun masjid ini tidak bisa diganggu gugat ini karena ini punya Allah kan gitu makanya ada punya pendidikan tadi karena ini milik Allah Ya sudah digratiskan Masyaallah mau cari minta bayaran hehehe ada kasih makan gratis kan gitu masa orang ke masjid mau minta makan kok suruh bayar kan berarti itu bukan gitu pun terhadap bisnis karena bisnisnya banyak masjid ya kepentingan menghasilkan duit ini diamati jarah tadi ya untuk keperluan pelayanan yang dilakukan oleh masjid gitu ya makanya semua yang ada di sini tuh under-nya Masjid makanya saya lebih membranding diri saya ya bukan bicara apa pengusahanya ya bicara apa sih Marbot Marbot lebih komplit lagi tidak cuman ngurusin masalah bisnisnya Masjid tapi ada sosial kemasyarakat ada pendidikan dan sebagainya gitu di Real Masjid ini program yang kita bangun yang memang targetnya adalah menginspirasi masjid-masjid yang lain ada tiga sama adalah pasar gratis itu setiap hari Jumat pagi itu menyediakan sayur bahan pokok untuk masyarakat sekitar secara gratis ya syaratnya adalah mereka ngikut sama subuh dan mengikuti kajian nah kemudian program yang kedua namanya saya start the night anak-anak muda diajak untuk bermalam minggu di masjid Jadi bintang-bintangnya mereka idolanya idola mereka yang kita hadirkan ke masjid yang ketiga adalah real holiday liburan yang sesungguhnya itu bukan hanya sekedar mengobati urusan kepenatan capeknya badan tapi hati ini juga perlu dikasih holiday kan gitu ya Apa aja yang didapat satu anak-anaknya bisa mendapatkan permainan dongeng dan itu buat mereka Happy apalagi di mall-mal sekarang banyak juga warna-warna yang ditutup udah lama ke masjid aja ya kan gitu ya itu untuk anak-anaknya untuk untuk ibu-ibunya ada ngajarin ibu-ibunya biar baca Qurannya bisa benar dia mau konsultasi sama Ustaz atau Ustadzah bisa ada kasih pojok Ustaz yang itu mau konsultasi hukum ada mau pelayanan kesehatan itu untuk bapak-bapaknya ada ibu-ibunya juga boleh terus kita kasih makan kan gitu terus pokoknya liburan lah bisa gratis sih gratis makanya silakan dibayar dengan kupon real kupon ini yang dibagi setiap subuh Jadi mereka yang subuhan di masjid dapat kupon setiap hari itu dikumpulkan bisa ditukar di hari Ahad jadi liburan mereka gratis Sebenarnya ya kan gitu syaratnya apa subuhan di masjid itu [Musik] kita memahami bahwa masjid ini adalah punya Allah masih punya Allah Artinya kita bekerja sama Allah bekerja sama perusahaan saja harus profesional deh biar tidak dipecat jadi karyawannya kan gitu Maka bekerja sama Allah juga harus profesional kemakmuran ke dalam artinya profesional tadi dibangun dengan cara apa memberi bensin tadi ini anak muda ini sudah ada ya kan gitu tapi mereka mesinnya ini ndak bergerak kalau tidak dikasih premium atau Pertamax ini adalah tadi msq tadi jadi anak-anak muda di sini secara ke dalam mereka diprogramkan untuk apa untuk bangun tahajud bermajelis setelah Subuh ndak boleh tidur tilawahnya satu juz 1 hari mereka punya punya amalan sedekah subuh mereka punya amalan Tuhan atau apa itulah yang kita nilai sebagai GPI Jadi kalau GPS sebuah perusahaan lainnya misalnya kita di rumah warna itu kan Berapa hasil yang didapat ini udah dilakukan belum Ini nah sementara kalau di masjid ini gpi-nya itu adalah IPK amalan kedekatan kita dengan yang kita bangun dengan Allah ya kalau jangan-jangan nih kerjaannya ndak beres ini gimana nih jamaahnya nih lancar ndak tahajudnya dia bolong-bolong ini kayak gitu ya subuhnya dia tidur lagi atau enggak nah itu yang ips-nya dilihatin situ program ke dalam sebenarnya harapan saya mengerucutnya yang jelas harapan paling tinggi kan harapan menggapai surganya Allah kan di sini tapi kalau secara apa yang kita lakukan ikhtiar itu harapannya seperti juga harapan yang tertulis dalam visi masjid tentunya menjadikan masjid ini menjadi masjid yang berdaya punya Izza gitu loh bukan hanya masjid-masjid yang sekitar meminta-minta Ayo untuk pembangunan gini-gini tahu-tahun mereka ndak hadir ke masyarakat tidak punya kontribusi kemasyarakat yang kedua adalah masjid yang menginspirasi artinya program-program yang kita bikin Itu kalau semakin banyak yang merasa terinspirasi dan menduplikasi kita dengan senang hati Nah kita targetnya adalah bagaimana menginspirasi 10.000 masjid di Indonesia untuk melakukan hal yang sama hadir di tengah masyarakat berdaya menginspirasi terdepan dalam pelayanan umat jadi siapapun yang datang ke masjid harus dilayani karena Marbot harus punya mental melayani bukan dilayani ya enggak apapun orang yang datang ke masjid itu mau pagi mau siang mau malam harus dilayani standar kita adalah selanjutnya adalah makan lagi makan dulu makan terus ya jangan sampai orang keluar dari Masjid itu kelaparan yang terakhir adalah mencetak generasi pemimpin peradaban Islam yang terinstal Quran dan as-sunah artinya inilah target anak muda itu dulu dijadikan apa ke masjid untuk dijadikan calon-calon pemimpin bangsa calon-calon pemimpin umat yang kemudian apa mereka itu ya memang benar jadi pemimpin bukan mencari profesi tapi benar-benar melayani umat karena inilah pr-nya dibalik badai yang ada di luar ini gemburan-gemburan pemikiran non Islam dan aktivitas-aktivitas yang kemudian hanya virtual saja ini kita coba mewujudkan kehidupan untuk anak-anak muda itu kehidupan yang real kayaknya namanya real Mas ya Saya ingin menjadi hambanya Allah yang profesional gitu kehidupan ini adalah punya kontribusi terhadap Islam dan kontribusi terhadap itu bisa diberikan banyak orang memandang kalau kontribusi agama Islam harus jadi ustadz dan sebagainya tidak karena sebenarnya di balik istilah entrepreneur atau pengusaha ini ada beban yang diberikan sama seperti layaknya dulu Allah itu menurunkan Islam itu lewat kabilah Quraisy yang rata-rata adalah para pedagang dia pedagang ini kalau dimaksimalkan untuk kepentingan dakwah Islam untuk kepentingan Islam ini luar biasa saya memang dari awal itu kalau bisnis itu ya serius mungkin untuk kemudian apa punya kontribusi sebanyak mungkin terhadap Islam ya harusnya bisnisnya lebih hebat dari sekarang kan gitu ya harusnya Saya pengin bisa menjadi Bill Gates cuman kontribusinya 100% bisa untuk Islam misalnya itu akan bisa lebih menguatkan karena Allah itu lebih menyukai seorang Muslim yang kuat dibanding yang lemah dan sebaik-baik harta adalah harta yang dipegang oleh orang-orang yang Saleh inginnya menjadi seorang pengusaha yang hebat dan Soleh gitu terima kasih Saya anak syaifurozi Marbot Real Masjid Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]