Produksi 3-4 Ton Perhari! Jualan Jenang Dari Desa Bisa Kirim Ke Luar Negeri
Z_c-mqXWnJk • 2021-12-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id hai hai di [Musik] Indonesia dari kecil saya sudah terbiasa makan makanan sederhana sayur daun singkong tewel lompong makan ikan telur dada yang lain er tempe seperti itu ternyata ketika saya jauh dari rumah saya sekolah misalkan SMA terjadi rumah bahkan kuliah ketika saya indekos Ternyata saya tidak bisa mendapatkan itu semua di tempat yang baru apa yang saya konsumsi itu benar-benar berbeda rasanya dan disitu Saya benar benar merasakan bahkan ketika saya menikah pun istri saya juga harus belajar masa ke ibu biar saya bisa suka atau bisa makan dengan enak karena memang masakan itu ternyata paling enak [Musik] Halo [Musik] [Tepuk tangan] Assalamualaikum Ada berkat uh Nama saya hidup istiawan tapi biasa teman-teman menteri saya tuh dengan nama si new Saya punya usaha di gitar dengan nama brand ke Majenang usaha yang dirintis sejak tahun 1985 oleh almarhum Bapak saya dan saya teruskan untuk generasi berikutnya di 2003 Saya asli Trenggalek di watulimo jadi masa kecil saya ada di sana kemudian setelah itu saya lulus SMA matikan menjadikan di Malang dari kuliah selama empat tahun Dimarahin bapak saya seorang sopir jadi sopir bus yang tiap hari perjalanan dari Tulungagung Malang Blitar sampai ke Jakarta dan itu sudah dilakukan selama bertahun-tahun pernah gereja saya SD saya pernah mengalami kesulitan ekonomi yang untuk saya kesulitan yang luar biasa Jadi Bapak saya waktu itu saya kelas 6 SD itu dapat kabar bahwa Bapak mengalami kecelakaan waktu di Hai setelah proses penyidikan polisi bapak dinyatakan bersalah Bapak ditahan selama kurang lebih sembilan bulan Jadi selama sembilan bulan saya tidak pernah tahu kabar di mana bapak itu berada di tahan di mana Saya tidak dapat kabar memang waktu masih kecil cuma Ibu berpesan Yang penting kamu belajar karena waktu itu menghadapi ujian Ebtanas waktu itu masih panas dan sampai akhirnya pada titik berapa bulan Bapak ditahan sampai Ibu itu menjual pohon kelapa ada dua pohon kelapa yang dijual untuk menghidupi anak-anaknya juga untuk uang sekolah ternyata seperti ini juga pengorbanan seorang bapak juga Ibu karena kehidupan terus berlanjut sampai akhirnya Ibu waktu itu pernah kerja menjadi kondektur di perusahaan bus yang ada di Tulungagung kurang lebih selama empat tahun saya SD SMP sampai percaya awal masuk SMA waktu itu masih jarang seperti sekarang yang terang wanita bekerja di perusahaan travel atau dipesan best tadi saya lihat sendiri Saya sering ikut ketika ibu bekerja dari Tulungagung ke Surabaya waktu diajak episode 6 sekali waktu masih merasakan saya sebagai anak-anak senang dapur lihat kota naik bis seneng tapi ternyata Eke diluar itu kan ada sosok seorang ibu dan anak bapak yang bekerja untuk menghidupi anak-anaknya jadi saya diasuh oleh kliksaya selama kurang lebih empat tahun kasih sayang keluarga dari nenek dari Pakle Bude ternyata Sampai sekarang masih saya rasakan dan saya bener-bener ucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang pernah istilahnya ikut dalam perkembangan kehidupan saya bapak berpesan kuliah oleh aku mah isomerisme awakmu iku ilmu Daiso marisi Bondo Saya tidak punya harta saya hanya bisa mewariskan ilmu dan ilmu saya bisa warisannya hanya lewat sekolah dari situ saya akhirnya punya tekad Saya sekolah kuliah dengan sungguh-sungguh dengan segala keterbatasan teman-teman yang lain sudah punya misalkan kendaraan saya jalan kaki selama bertahun-tahun itu sudah biasa proses-proses itu lah yang membawa saya sekarang ini milik mungkin menjadi seorang yang tangguh tanpa gengsi juga bisa dikatakan lebih santai Makanya kalau saya melihat temen-temen kini yang dalam masih berkembang atau pengin memulai sesuatu itu memang harus bener melalui proses jadi jangan dilihat instannya Jangan dilihat sekarang atau dilihat berhasilnya saya boleh di Malang jurusan ekonomi waktu timong saya belajar pemimpin besar tentang ekonomi tahun 2002 Saya bingung atau deskripsi di mana Saya pingin skripsi.di usaha kecil menengah UKM yang waktu itu belum trend saya berburu kemana-mana di Malang di Tulungagung di militer sampai akhirnya saya ketemu di Blitar di desa Rejowinangun Kademangan ada sebuah usaha jenang dan di situ saya belajar tentang UKM Bagaimana suka dukanya menjadi UKM permasalahan apa yang dihadapi Saya belajar banyak dan ketika dosen saya itu bertanya kenapa kok memilih UGM sebagai bahan skripsi saya cuma bisa jawab saya berharap ilmu yang saya dapatkan dari baja rubah nanti berguna untuk UKM di kemudian hari Hai dari aktivitas saya melakukan penelitian skripsi saya banyak sekali berinteraksi dengan bapak waktu itu belum kepikiran nanti jadi mertua saya meskipun pada akhirnya ternyata menjadi mertua saya sebelum memulai usaha jenang sebenarnya bapak itu punya usaha waktu itu masih bikin tahu bikin minyak kelapa atau dalam bahasa Jawanya minyak kontek karena kalah persaingan dengan pabrik akhirnya Tutup juga terus dipilih jenang sempat saya tanya kenapa Pak goyang dipilih ke Cina dengan sederhana belum menjawab Saya ingin bikin sesuatu gimana sebenarnya seorang itu bisa bikin semua tapi karena kesibukan mereka malas untuk membuatnya dan dipilihlah jenang karena apa Jenang itu untuk proses bikin Jenang itu kurang lebih memakan waktu 8-10 jam ketika orang mau mengkonsumsi Jenang itu hanya ada di acara hajatan maupun di acara itu ini biasanya kalau masyarakat Jawa seperti itu dan sekarang bisa dikonsumsi beliau hari awal usaha Bapak juga mengalami cemoohan dari tenaga sekitar nada-nada pesimisme juga sering didengar karena apa bikin jeneng kok dijual jeneng kabeh iso nggawe bahkan masyarakat itu di Jawa itu rata-rata bisa bikin senang apalagi pasarannya dihajatan orang-orang yang diajarkan itu itu dalam bahasa Jawanya rewang itu kan rata-rata ngetik jenang awal Bapak menerima pesanan dalam jumlah banyak ketika mengantarkan jenang ditempat pesanan itu malah dicemooh orang yang di sana kalau bersenang-senang marah jelang away di resongo dekek taiwong kail berusaha ingin mikir wong opo lima tahun berselang ketika orang punya hajatan tidak pesen jenang malah dicemooh tetangganya ngene wae iso ngarit bisa rewang leaning uduk jenang karo ane disuruh Winangun gone pak Nyoto wes pesen senang enak sendiri awal halusnya seperti itu hai hai di pertengahan tahun 80-an tahun 85-95 bahkan di akhir tahun 90-an bapak masih sendiri disini bikin Cenah jadi belum banyak wirausaha yang lain yang sejenis karena memang usaha itu tidak mudah untuk ditiru waktu itu 11 sama bikin Jenang itu bisa tapi bagaimana cara menjualnya itu mereka yang masih bingung tapi ketika tahun 2000 keatas kedamaian banyak usaha jenazah yang bermunculan karena mungkin mereka belajar tentang pemasarannya kemana produksinya Bagaimana silakan bapak sendiri juga mengajari mereka bahkan ada juga yang mengasihi modal untuk mereka yang mau jalan senang karena usaha jenang disini ternyata ketika musim hajatan overload jadi sudah tidak mampu untuk menampung pesanan-pesanan Itu dan sejak bermunculan bisa dikatakan waktu itu sekitar 15-20 usaha sejenis di desa nih jadi desa di Rejowinangun juga terkenal sebagai Desa Senang perputaran uang untuk kegiatan UKM di desa Rejowinangun itu pernah dalam satu tahun itu 3-4 miliar Bahkan kita sendiri juga menambah kapasitas produksi untuk dikirim ke luar kota ada mulut di sitrun jenang madumongso wajib aneka kripik dan itu semua berasal dari Desa Rejowinangun kerja kita dari 04.00 sampai 04.00 lagi 24jam bahkan tanpa fibril juga pernah bahkan mudik sendiri juga pernah UKM itu emang harus tangguh harus kuat Siapa bilang UKM santai tahun 2004 Bapak meninggal dunia bagi saya inspirator meninggalkan saya begitu mendadak ya sakit seminggu setelah itu meninggal dari situ saya sempat bingung mau dibawa kemana usaha banyak selentingan di masyarakat usaha yang sudah dirintis bikin Jenang itu sudah tidak dilanjutkan Padahal anaknya sudah siap saya sudah siap untuk melanjutkan sampai saya beriklan di radio dengan berbayar waktu itu gitar Satu bulannya 3 juta kayak luar biasa Menurut saya kita tahun 2004 beriklan di situ saya pingin masyarakat yang ada di kawasan blitar-tulungagung sampai Malang itu tetep tahu bahwa Omah Jenang itu kepada jenang hajinya tetap eksis tidak tutup tidak berhenti dari situ saya mulai Bagaimana mengkonsep sebuah usaha perjuangkan Butuh waktu sekitar 3-4 tahun kita untuk UM Grinding lagi merinding ulang jadi jenang Ajinomoto itu persis dan disitulah penuh dengan perjuangan yang luar biasa [Musik] Ketika saya dengan istri punya cita-cita Bagaimana mengembangkan usaha ini lebih besar lagi salah satu terobosan yang kita tempuh adalah dengan pemasaran di luar Kabupaten gitar Waktu itu saya tempuh perjalanan ke Trenggalek agak Tulungagung ke Malang dengan istri saya untuk menawarkan produk saya kita kemas ulang kemasan kemasan yang awalnya cuma satu kemasan bikin lebih banyak lagi sampai akhirnya ada beberapa tokoh yang menolak karena kemasan kita itu sama muncullah ide produk saya itu dibungkus klobot jagung waktu saya pulang dari Trenggalek saya beli apa itu jagung bakar sama cekung kodok itu ternyata kebutnya saya coba untuk muchus madumongso ternyata bagus dan ketika Saya tawarkan lagi ini bisa diterima Saya mencari dimana produsen dari atau pengepul dari robot jagung itu dan ketemu di kawasan Nganjuk dan Kediri akhirnya kerjasama sampai sekarang untuk mengobrol atau jagung sebagai kemasan dari rumah Jena kurang lebih lima tahun belajar pemasaran bagaimana kita menawarkan di toko kerjasama dengan tokoh-tokoh memilih toko yang tepat dari kota satu ke kota yang lain tidak pulang berhari-hari itu sudah kita lakukan dari tahun 2008-2013 sekarang sudah bisa berjalan dengan baik itu sebenarnya sudah melalui seleksi yang luar biasa dari tahun 2008-2013 kapasitas produksi Jenang itu dalam satu kali produksi itu satu cd1 bagian besar itu satu kintal jadi dalam satu hari kalau memang pas musim hajatan itu bisa mencapai lima kintal satu ton itu bisa bahkan di bawah tahun 2010 sekitar tahun 2000-2010 itu pernah mengalami suatu hari itu tidak ton Pak ton perkembangan zaman kebutuhan jenang tuh hajatannya memang Mengalami penurunan tapi disisi lain ketika saya sudah menambah segmentasi pasar yang lain terutama di Pasar Wisata itu tidak berpengaruh Karena produksi yang awalnya untuk hajatan saya produksi untuk dipasarkan di kawasan-kawasan wisata dari seluruh Jawa Timur Jogja sampai Semarang itu kita kerjasama dan untuk pemasaran produk dari Um Majenang ada beberapa varian pedaggio Majenang itu dari jenang reda tiga jenang ketan jenang berat juga jenang istimewa istimewa itu ketan tanpa Campuran beras ada madumongso ada wajah ketik ada wajib wajah Itu ada wajiblah merah dan gula putih ke varian di Majenang meskipun di outlet Majenang itu banyak sekali produk-produk yang ada di sana karena menampung produk seluruh UKM di Jawa Timur [Musik] Salamualaikum dulu wajahku jerawatan kadang disamain juga sama penggorengan karena Minyaknya banyak banget tapi sekarang udah nggak dong Karena aku pakai feat skin facial wash bahan-bahan yang alami mampu menggemaskan minyak dan jerawat kamu harus coba virskin spesial was salamu alaykum warohmatullahi wabarokatuh di Indonesia [Musik] produk dari Young Majenang terutama ini Wa jenang ini itu yang senang ini senang biasa jenang ketan biasa ini atau bisa dikatakan juga jenang manten senang orang punya hajatan ini rata-rata daerahnya tujuh hari sampai 10 hari untuk wajib sekitar satu minggu nah untuk maksimum so ini yang tahan lama ini bisa sampai 5-6 bulan dengan proses produksi yang benar ini sudah ekspor ke Hong Kong ke Taiwan juga Jawa Timur Jawa Tengah Jogja dan pengiriman keseluruh wilayah Indonesia juga ini sudah kita lakukan akan kemasan-kemasan seperti ini menjadi best seller di beberapa pusat oleh-oleh yang ada di Jogja Semarang juga di kawasan Malang Raya varian pedang ini untuk menjawab semua dari kebutuhan yang ada di masyarakat sehat langsung ini menunjukkan segmen-segmen tadi pasar sesuatu yang lebih punya nilai unik atau Seni dengan kemasan yang mungkin lebih mahal ini jadi sesuatu itu tetap di tengah bukan inovasi tetap kita jalani sampai sekarang soal rasa kualitas tetap kita pertahankan kita perlu menjaga itu semua karena apa bisnis itu tidak melulu kita mengambil keuntungan tapi Bagaimana menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan konsumen itu yang paling utama fase terendah ketika saya menjalankan bisnis Majenang yaitu dimana waktu awal pandemi dimana waktu itu kita sudah mempersiapkan produksi secara besar-besaran untuk persiapan lebaran ternyata ada kebijakan pemerintah terkait dengan pandemi korona jadi kita waktu tebel bener-bener bingung karena kekasih sudah siap untuk mendistribusikan barang ke berbagai kota ternyata distop dan dilarang Saya bingung waktu itu bagaimana saya menjual produk ini dan temen-temen diri UKM waktu itu di kabupaten Blitar juga nggak pernah mengalami hal yang sama padahal waktu itu persiapan lebaran itu kita sudah berproduksi dengan nilai sekitar 500000000 mau diapakan modal ini mau dijual kemana sedangkan semua pemasaran wilayah pemasaran di baik di Jawa Timur tahun Jawa Tengah sudah menutup akses dengan kebijakan pemerintah akhirnya kita bisa menjual budak tersebut dan disalurkan untuk kejutan Bansos meskipun secara harga kita jual di harga dibawah standar kita untuk pemasaran keluar daerah jadi yang penting barang laku dan itu kita anggap sebagai disumbangkan kegiatan Bansos juga untuk masyarakat masyarakat yang ada di kawasan kabupaten kita dalam menjalani bisnis ini saya punya prinsip jadilah penikmat proses jangan menjadi tukang protes jadi kita harus ikuti semua proses yang ada dengan benar dengan telaten dengan sabar dan jangan terburu-buru protes kalau memang usaha yang kita lakukan sudah berhasil saya Indri Kristiawan honor Majenang wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Resume
Categories