Ibu Rumah Tangga, Dari Usaha Tambang Hingga Jualan Sari Nanas Laku Puluhan Ribu Kardus - Sub Indo
pADhKXG6B0A • 2021-08-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau orang bilang itu "Enak kamu, banyak uang"
Memang banyak uang, setiap hari setoran dari sopir dari tambang itu puluhan juta
Kita cari uang seratus sehari bisa
Kita itu pemain RIba banget
Pemilik toko saya tawarkan "Gak mau saya minum, setiap habis minum nanti pasti tenggorokanku gatal, bikin amandel."
Bikin merk itu yang mudah diingat, satu kata lalu mencerminkan produknya, saya itu gitu
Bagi saya, saya ini seorang perempuan
saya sukses ini karena ridho suami saya
kalau tidak dapat ridho suami saya
Tidak mungkin, usaha saya bisa sebesar ini.
Assalamu'alaikum, saya Samrotul Azizah, saya owner Minuman rasa Nanas merk SEGARR di Sidorejo Ponggok Blitar
Sebelum saya memproduksi minuman sari buah nanas ini
kami dari keluarga nanas, yaitu suami dan mertua itu kan berdagang buah nanas
Ide awal pembuatan minuman sari nanas ini sebenarnya dari mertua saya
mertua saya kan punya keluhan di kakinya, sakit asam urat sama kolesterol
Setiap kakinya kambuh itu, beliaunya pulang bawa nanas dari kebun itu, sampai di rumah
dikupas, direbus, diminum airnya
Terus suatu ketika kita ke acara kondangan
Biasanya kan ada minuman kemasan-kemasan yang rasa teh, rasa apel, merk macam-macam gitu
beliau bilang (ke saya) "Kamu sekolah tinggi-tinggi, apa tidak bisa bikin minuman
seperti ini yang rasanya nanas terbuat dari nanas asli
nanti kalau ibu kakinya kambuh
tidak perlu merebus nanas, jadi nanti langsung minum aja"
Nanti kalau bisa buat, saya belikan mesinnya."
Saya merasa tertantang, mertua saya itu kalau bilang sesuatu itu pasti tepat janji
kalau beliau bilang mau memberi modal,
nanti pasti diberi modal
Pertama saya dulu ke Dinas Perindustrian di kabupaten Blitar
disana saya bilang, Pak tadi tempat saya itu buah nanas melimpah
Saya ingin ikut olahan pembuatan
Jadi tiap Indag pelatihan-pelatihan itu saya diundang
bikin keripik nanas bikin selay bikin minuman
setiap pelatihan itu kan saya merasa ilmunya cuma ngambang enggak serius
Jadi setiap habis pelatihan saya menemui narasumbernya
suatu ketika itu pas narasumbernya dari Malang
"Pak saya ingin sekolah secara pribadi ke bapak,
tapi saya ingin minuman yang rasa nanas bukan apel
dan saat itulah saya ke Batu Malang sana
belajar sampai bisa dan beli mesinnya juga di Malang
Sebelum saya produksi minuman ini
usaha suami saya itu menambang (pasir)
itu kerjakan 24 jam
1 hari bagi saya sama suami kayak kurang
usaha nambang itu uang Memang luar biasa
kan saya dapat setoran dari yang ditambang itu checker
setoran-setoran sopir Sopir itu
1 hari saya bisa ngumpulin uang 50 juta
uang pulang tapi suami belum tentu pulang
uang melimpah tapi nggak menjamin kebahagiaan kita
Kalau orang bilang itu "Enak kamu, banyak uang"
Memang banyak uang, setiap hari setoran dari sopir dari tambang itu puluhan juta
Kita cari uang seratus sehari bisa
Uang pulang tapi kalau suami gak pulang gimana?
hidup ini apa ya yang kita cari kita cari
uang suamiku cari uang untuk saya sama anak-anakku
tapi begitu dikasih uang kok nggak ada kebahagiaan
kok jalan-jalan satu keluarga
ketemu sama anak sama istri suamiku ya itu tadi jam-jaman.
Gak bisa Duduk diam dulu kita satu meja ngobrol
makan bareng itu nggak bisa,
selama 4 tahun nambang itu kita nggak ada penambahan aset
tapi penambahan utang Iya,
terus di satu titik itu ya, kita duduk berdua
terus ngobrol "Hutang kita kok bertambah banyak,
asetnya juga tidak bertambah"
Di satu titik itu Ya kita menghentikan semua pinjaman Bank
terus Truck Dump sama Excavator kita jual
yang bisa dijual untuk membayar hutang dijual
pinjaman kita bank dihentikan kan bisa itu
kalau utang kan wajib kita bayar
tapi kan tidak dengan bunga
lalu denda dengan tambahan ongkos itu kan nggak wajib
jadi negosiasi ke Bank gimana
utang Kami mau dihentikan terus angsuran Bank
supaya tidak ada ribanya kita Jelaskan kalau kita itu hijrah dari riba,
terus Alhamdulillah Bank juga menerima
Jadi selama ini orang-orang yang ditsayatkan "Apa bisa apa bisa?"
"Bank apakah bisa dinego?" Jawabannya bisa,
kita kan ngobrol secara baik-baik kalau kita bukan nih mau kabur
Mau nggak bayar utang nggak
total dari semua pinjaman dari mulai sertifikat
angsuran truk pokoknya semua itu total 4 miliarlah
terus terang sampai saat ini ada yang belum selesai
tapi kita selesaikan secara baik-baik,
suami kembali ke usaha orang tua
jual beli buah nanas itu tadi Kalau saya di rumah,
suamiku nambang saya di belakang rumah ada ternak bebek itu,
tapi ya itu kita ternak bebek itu pinjaman,
akhirnya kesosor (dipatuk),
Mertusaya dulu pernah bilang
"Kerja kok memelihara bebek, biar dipatuk nanti"
soalnya kita dulu mengandalkan utang
saya sama suamiku pernah punya slogan,
usaha Semakin besar, utangnya juga semakin besar. Akhirnya beneran terjadi
kalau lihat temen atau saudara
yang punya hutang riba itu pengen saya menarik Ayo kita usaha yang halal,
kayak usaha saya yang minuman ini ya
kelihatannya penghasilan nggak sebesar waktu suamiku nambang
tapi kan di usaha Ini
yang 100% dari modal halal ya.
Rasanya itu kayak cukup Gitu loh
pengen beli ini bisa pengen beli apa itu juga bisa gitu loh
terus Bersyukur Ku lagi minuman ini nih saya jadi perantara rezeki orang-orang banyak,
seperti pekerja pabrik itu sales-sales itu juga ngomong sama saya
"Memasarkan minumannya ini enak lo Mbak,
kalau minuman baru atau produk baru itu harus menawarkan dulu, memberi sampel, memberi program,
kalau minuman Mbak ini tidak perlu saya tawarkan tokonya sudah duluan nyari,
jadi enak tidak usah bingung menawarkan,
mereka nyari sendiri".
Merk SEGARR ini ide dari saya sendiri,
dulu ya Musyawarah, saya, anak yang pertama sama suami kita musyawarah bertiga
minumannya dibuat merk apa ya, suami ada merk antara nama saya nama suami dijadikan satu,
dari anak saya juga bikin, lalu saya kok kurang sreg,
bikin merk mudah diingat satu kata terus mencerminkan produknya saya itu gitu
Apa yang kamu cari di produkmu, suami bilang gitu.
Jadi pokoknya minumannya itu rasanya seger
karena nanas yg saya olahkan nanas baru,
nanti kalau tidak segar, fikirnya orang-orang kalau sortirannya yang jelek-jelek, enggak,
jadi yg saya olah itu produksi hari ini petiknya kemaren, jadi Fresh, SEGARR,
sampai segar seperti orangnya, hehehe"
Idenya tadi kan dari mertua saya,
lalu saya belajar akhirnya jadi minuman ini
jadi minuman ya belum seenak ini, belum sepas ini,
jadi belum berani mengajukan ke mertua untuk membelikan mesin,
saya pakai mesin jegrekan,
saya sudah bisa bikin tapi belum dipasarkan nih.
Lalu kebetulan suami saya kan di kantor
nanti kalau ada rapat nanti pasti ada kotak jajan lalu minuman,
kotak jajan itu saya handle,
nanti waktu ada rapat jajannya biar saya, lalu minumannya juga minuman saya,
jadi saya pakai mesin jegrekan itu belum berani memperjualkan,
jadi misalkan tetangga saya ada acara Yasinan, hari Jumat Yasinan, minumannya saya bikinkan yaa,
free, tidak saya perjual belikan, saya niatkan,
setiap saya kasih ke orang, saya niat sedekah.
Fikir saya dengan sedekah itu,
saya mancing tadi lo, kita mancing kan butuh cacing, tidak hanya alat pancing dilemparkan ke air enggak,
kalau cacingnya besar kan nanti dapat ikannya juga besar.
Kalau sedekah ya mancingnya ke Gusti Allah.
Kalau bulan puasa itu suamiku kan bagi-bagi beras sama gula ke tetangga sekitar,
ya satu kampung pokoknya satu deret ini sama mertusaya dibagi sama kuli kuli sama tukang cari nanas,
lalu saya tawarkan "Buk, nanti kalau ketika puasa, gulanya saya ganti minumanku ya"
Jadi saya kardusin, jadi kardusnya itu ya masih kardus sablon biasa.
Harganya mahal, 5 ribu rupiah kardusnya saja.
Jadi misalkan dijual per dus gitu,
dulu harga produk itu seharusnya 35 ribu,
tapi saya jual ke Mertusaya 20 ribu,
nominalnya biasanya beras 5kg sama gula 2.5kg,
nominal yg dikeluarkan mertua saya itu maksud saya tetap gitu lo,
saya tidak apa-apa agak berkorban sedikit, tapi kan yang penting minumanku dikenal orang.
Selama ini tetangga kalau Yasinan, jadi mau
"Hari Jumat di rumahku ada Yasinan, minta tolong bikinkan minuman seperti di rumahnya dia ya!"
Kalau atas permintaan mereka ya saya jual,
tapi kalau saya yg menawarkan, gak saya jual, kadang gitu.
Best momentnya ketika Bulan Puasa itu minumanku tersebar.
Setelah bulan puasa, Syawal kan banyak orang punya Hajat,
kan biasanya ada teh, sari apel,
ada orderan yang masuk.
Tapi belum ada merknya, jadi kayak bikin stiker, jadi nempelin stikernya satu-satu gitu.
Orderan pertama itu 25 Dus,
per dusnya 32 biji,
nempelin stiker di gelas satu-satu sampai Ya Allah.
Itu saya, suami, pokoknya orang satu rumah, sama pembantuku yang kerja.
Itu aja sudah seneng.
Kalau stiker kan kertas,
dicoblos akhirnya susah.
Sedotannya bengkok. Ya Allah
Kalau orang kondangan kan langsung diminum,
produk saya itu setiap orang minum itu pasti nyari lagi.
Soalnya di pasaran itu gini lo ya.
banyak minuman yang seperti ini, tapi kan Rasanya mesti di tenggorokan gak nyaman
soalnya kan mereka mungkin ada pemanis buatan
perasa mereka mungkin essence,
Terus kebanyakan di pasaran minuman rasa teh,
apel atau jeruk, nanas kan masih jarang sekali.
Merk SEGARR ini pioneer di kelasnya.
Setelah SEGARR lahir ini di tahun kedua itu banyak minuman rasa nanas dengan merk-merk yang lain
tapi Insya Allah saya kualitasnya tetap nomor satu
soalnya minumanku pertama terbuat dari asli buah nanas
kenapa saya bisa bikin minuman nanas,
padahal nanas kan termasuk buah yang mahal lah di pasaran,
ya agak sulit tidak seperti buah-buah lain,
misalkan beli kan langsung ke petaninya, jadi harganya kan agak murah,
lalu yang saya olah itu boleh dibilang sortiran tapi bukan sortiran rusak.
Tapi sortiran ukuran,
nanas itu kan jualnya Grade A, B, C.
Yang A, B, dan C kan dijual ke luar kota, lalu Grade yg kecil-kecil itu
harganya murah. Yang saya olah itu ukuran kecil.
Nanas itu ukuran besar atau ukuran kecil kan rasanya sama.
Hanya ukurannya saja.
saya pakai gulanya gula asli,
airnya saya rebus. kan kebanyakan minuman lain itu airnya difilter pakai RO itu loh,
saya juga difilter tapi saya rebus.
Boleh dibilang Minuman saya ini tanpa pengawet.
awetnya ini mengandalkan kebersihan proses produksi.
Jadi air saya rebus sampai suhu di atas 100 Celcius,
di atas suhu itu kan nggak ada kuman sama bakteri yang hidup
dalam keadaan panas langsung di packing di tutup kedap udara
jadi awet secara otomatis.
Baru berani mengajukan proposal ke mertua,
"Usaha saya ini sepertinya bisa dibesarkan loh Bu,
katanya Ibu dulu mau memberi modal, hehe, saya gitu"
Akhirnya ya itu beli mesin, lalu bangun-bangun Ini.
bangunan yang bawah ini dulu sebenernya toko sparepart,
jadi saya sama suami itu usahanya sudah banyak.
Jadi jatuh bangun itu di banyak usaha.
kita awal produksi itu ya nggak langsung booming di pasaran
nggak langsung punya pegawai,
kalau mesin menyala kan juga butuh beberapa orang,
jadi yang kerja ya saya, suamiku bapakku anakku sama adikku,
nanti Bapak ku sama suamiku di mesin,
mereka berdua kan paham mesin,
jadi yang menjalankan mesin mereka berdua,
lalu anakku yang sulung ini sama adikku packing di kardus,
saya di atas merebus nanas dan merebus air,
jadi 5 orang itu kita satu rumah.
Produksinya juga tidak jam kerja,
suamiku kan juga punya pekerjaan di kantor,
bapakku kan juga punya rumah sendiri kan juga toko.
Jadi kita biasanya sore atau malam produksi,
satu minggu ini produksi sudah terkumpul lalu saya pasarkan,
saya pasarkan sendiri pakai mobil saya Xenia.
Makanya mobilku Xenia ini tidak saya jual karena ini saksi perjuanganku,
jadi mobil saya Xenia itu bangku yang paling belakang saya lepas,
saya full isi SEGARR lalu saya keliling,
jadi tiap keliling itu saya buka satu dus,
“Bu ini lo saya punya produk baru,
minuman rasa nanas,
saya cerisayaan kelebihannya produk saya begini,
ketika saya memasarkan produk itu kan ada 1 merek minuman dari Malang yang sudah terkenal
Pasaran itu harganya satu dus eceran cuma rp19.000,
saya sudah Rp25.000
soalnya Ya itu tadi airnya kan saya rebus butuh gas,
gulanya pakai gula asli enggak ada pemanis buatan
jadi biaya produksi ku sudah termasuk tinggi dibanding minuman lain,
selama ini kan nggak ada toh minuman yang nyaman di tenggorokan
Pemilik toko saya tawarkan
"Gak mau saya minum, setiap habis minum nanti pasti tenggorokanku gatal, nanti bikin amandel.",
lalu saya jelaskan aman Bu ini, lalu saya minum, jadi pulang keliling itu kekenyangan,
makanya badan saya jadi seger seperti ini, hehehe.
Saya setiap hari saya target,
saya hari ini harus masuk 5 toko 10 toko,
nanti yang menerima satu toko atau dua toko sudah alhamdulillah.
ada satu toko yang sampai saat ini saya ingat
saya pernah masuk toko ini dan keluar dari toko ini dengan menangis.
Di masyarakat itu ada beberapa orang menganggap mitos
kalau perempuan makan nanas nanti ada keputihan,
dan yang menunggu toko itu Bu Bosnya pas perempuan, bukan laki-laki
dan di pasaran belum ada minuman rasa nanas,
Lalu produk saya baru, mahal dan rasanya nanas.
Orang-orang kan pasti kalau makan nanas kan di tenggorokannya gatal.
“Buat minuman kok rasa nanas, makan nanas aja saya gak mau,
bikin perempuan jadi keputihan,
lha wong makan nanas di tenggorokan jadi gatal malah kamu bikin minuman,
udah mahal dan mintanya bayar cash” pokoknya macam-macam.
saya ingat saya tinggalin satu dus,
prinsipku itu gini loh, kalau saya berbuat baik sama kamu lalu kamu baik sama saya kan satu sama,
tapi kalau kamu jahat sama saya, lalu saya baikin, saya kan ada nilai lebih saya setiap anu kadang begitu
saya tinggali satu dus saya tinggali nomor WA saya
“Bawa aja, aku tidak mau minum” Akhirnya ada pegawainya,
Mbak ini saya tinggalin minuman nanti sampean minum ya,
Bosnya sampean gak mau kok, tapi tidak apa-apa
sampean minum aja enak-enak,
Nanti sampean simpan di kulkas, saya bilang gitu ke pegawainya.
Jadi saya tinggalin satu dus, saya niat sedekah berbuat baik ke orang yang sudah jahat ke saya,
saya dapat nilai lebih, tapi saya keluar dari toko itu menangis pokoknya.
Ya Allah seperti ini rasanya orang menawarkan produk baru.
Jadi sampai saat ini kalau ada sales menawarkan ke sini
pasti saya seperti DeJavu,
kan banyak Pak seperti sales Rokok atau alat kesehatan,
Sebenarnya saya nggak butuh tapi saya pernah ada di posisimu
jadi saya menerima mereka saya kasih minum kalau mau ya saya kasih makanan,
lalu saya bilang minta maaf saya belum butuh produkmu tapi
saya tahu perjuanganmu saya pernah ada di posisimu, saya itu gitu,
jadi kalau Ada orang datang menawarkan produk,
anak sama suami saya bilangi,
jangan jahat sama orang seperti itu. Soalnya Ibu pernah mengalami seperti itu.
Akhirnya, sudah lama, Entah berapa bulan,
itu ketika bulan puasa si suami Ibu toko tadi
ke tempat saya ke sini ke pabrik bawa Pick up,
“Anda bukannya toko Grosir itu kan Pak?”,
“Iya yang pernah kamu tinggalin minuman itu,
kata Istriku pernah kamu tawarin tapi istriku tidak mau ambil” Si Suaminya bilang gitu,
“Iya, pernah saya tawarkan,
tapi ibunya tidak mau mungkin karena minuman terkenal dulu,
jadi tidak mau menerima” Saya gitu.
ternyata kesini itu beli 500 dus dibawa sendiri
toko yang mau pertama deposit ya itu.
Jadi Allah memberikan rezeki besar itu perjuangannya sebanding dengan hasilnya.
Di toko itu perjuangan saya luar biasa tapi hasilnya juga luar biasa.
Lalu mereka pulang suami saya, saya cerisayaan
“Saya dulu pernah masuk toko itu, keluarnya nangis lo Mas”
Lha gitu tidak kamu cerisayaan, itu tadi kok kesini?”
“Saya juga tidak tahu, tiba-tiba kesini, padahal dulu juga saya tinggalin nomor WA,
langsung kesini” , ya seperti itu Allah memberikan rezeki
sesuai dengan usahanya,
Usahanya besar rezekinya juga besar
Tapi beliau ingat kok, ketika saya menawarkan deposit itu
“Sampean dulu pernah saya cibir tidak sakit Mbak?”
“Ya sakit hati, apa ada orang dicibir seperti itu tidak sakit hati?
Makanya dulu saya tinggalin satu dus”
Oh iyaa, upama dulu tidak sampean tinggali 1 dus mungkin saya juga tidak minum,
lalu saya minum akhirnya rasanya di tenggorokan tidak gatal,
dan tidak membuat batuk, dan jadi banyak yang menanyakan
lalu suamiku saya suruh kesana itu” Dia bilang begitu.
usaha yang barokah mungkin ini bagi saya
dan minuman ini bisa beli mesin sendiri karena keajaiban Allah
sampaikan ke toko sama sales sales
“Kamu kan bulan puasa kan pasti panen
pastinya nyetok banyak kalau mau dapat harga bagus
kamu mau deposit, deposit harganya segini,
tapi kalau ada barang ada uang harganya segini”
selama ini saya sistem penjualan minuman segarr ini Cash kan saya,
kan kebanyakan produk lain kan nitip dulu Nanti habis dibayar,
kalau saya kan enggak ada uang ada barang.
banyak memang toko itu yang order 100 dus tapi saya bayar 50 dulu, yang 50 dus saya bayar kalau sudah habis,
enggak usah beli 100 dus, 50 dus aja dulu Bu,
nanti kalau habis beli lagi.
Di tahun kedua saya lihat ini kok menjanjikan
bisa besar produk saya bisa diandalkan
itu saya awal produksi itu pakai mesin 2 Line harga 90 jutaan
tapi kan pabrik kerja kan nggak cuma mesin, ada instalasi ada tangki-tangki buat rebus itu
saya total 250 Juta
Udah pokoknya mesin juga bisa bergerak produksi gitu loh.
250 juta Itu di tahun kedua pabrik saya sudah ada mesin baru lagi yang lebih besar
mesin 4x2 Line, jadi boleh dibilang 8 Line
menjadi 4 kali lipat mesin yang pertama tadi
dan total harga mesin yang kedua itu 500 Juta
Itu saya tidak mengeluarkan uang pribadi ya sama sekali nggak mengeluarkan
jadi di tahun kedua itu saya bisa beli mesin senilai 500 juta itu yang beli merk Segarrr sendiri,
kalau dinalar ya “Apa ya mungkin beli mesin 500 juta tapi tidak mengeluarkan uang?”
Tapi ya bisa, di usaha ini saya merasa usaha yang di yang barokah ini mungkin ini bagi saya ya.
4 bulan sebelum bulan puasa ya
saya itu biasanya pabrik udah bekerja 24 jam
jadi 4 bulan sebelum bulan puasa toko besar yang punya modal besar dan punya gudang
pasti nyetok lebih awal soalnya mereka tahu bulan puasa produk Saya pasti dicari,
lalu harga dari saya akan tetap bulan puasa pun sebenarnya harganya tetap,
tapi harga pasaran harga naik luar biasa,
biasanya yang harga eceran 25 ribu Itu jadi 30ribu per dus.
Efek Corona ini saya terpengaruh setelah lebaran,
tahun kemarin kan Corona 2 lebaran ini ya
Saya tiap bulan puasa nggak ada mempengaruhi
soalnya kan saya ini kan masih di Blitar, Kediri Tulungagung nanti kan belum keluar kota
ada sih ke Malang atau Surabaya tapi kapasitasnya belum besar
Jadi Kalau bulan puasa ini kan, Kediri Blitar Tulungagung masih orang kampung ya, jadi kalau lebaran kan masih ramai
meskipun ada masa pandemi ini,
ini pas bulan puasa nggak mempengaruhi usaha saya
saya terpengaruhi yang kayak bulan ini bulan haji
dalam satu tahun ini ya kan biasanya panennya tiga kali panen pertama itu pas bulan puasa
lebaran haji ketika bulan Januari ini,
efek pandemi ini ya setelah bulan haji sama bulan Januari tahun baru itu tadi
ini nggak ada orang haji
Orang nikahan sama pemerintah dilarang,
ya luar biasa kalau pas gini.
Efek pandemi ini, saya memperkerjakan pegawai itu separuh separuh
kalau mesin 2 kerja itu kan butuh 10 anak
jadi saya biasanya Kalau bulan haji ini saya biasanya bekerja 24 jam lagi,
soalnya orderannya full.
Tapi karena enggak ada orang haji Indonesia nggak ada orang Haji,
lalu tidak ada orang hajatan,
penjualan menurun drastis saya kerja pakai mesin kecil lagi
kecil kan cuma 5 orang
jadi anak 10 tadi saya Bikin 2 grup, Grup A dan B,
jadi hari Senin Grup A dan hari Selasa grup B.
Mau meliburkan mereka itu ada beban mental tersendiri gitu loh,
beban mentalnya Ya Allah mereka selama ini mendapat rezeki lewat SEGARR,
kan mereka kerja ini kan borongan
nggak nggak kerja bulanan atau harian,
jadi kalau tidak kerja ya nggak dapat gaji. mereka kan nggak ada kerjaan sampingan lain
kalau saya nggak produksi kan ada usaha-usaha lain
ada pemasukanl ain,
tapi kalau para pekerja pabrik nggak manjing (bekerja) ya nggak dapat uang
nanti kalau mau libur ada beban berat itu loh,
akhirnya saya bikin itu tadi shift separuh-separuh.
Yaudah gajinya menurun drastis,
ya saya bilang ke mereka bersyukur kita masih bisa produksi
gajinya cuma turun nggak kehilangan gaji
berapapun yang kalian dapat dari gaji sekarang bersyukur,
saat ini masa-masa seperti ini kita nggak sendiri
di luaran sana masih banyak yang dirumahkan
jadi jangan sampai saya merumahkan kalian.
saya sama suami itu prinsip punya pegawai jangan sampai memecat
atau menghentikan tapi kalau bisa malah bertambah
pengen seperti Mertua saya.
Mertua saya punya kuli pocok itu (Pekerja) sampai Bapaknya anaknya menantunya,
sampai menurun, saya pengen juga seperti itu.
Begitu punya pabrik kan banyak orang lamar
syarat utamanya pekerja pabrik itu KTP wajib Sidorejo,
jadi satu kampung dengan saya
terus yang kedua akhlak jadi saya nggak mengutamakan mereka harus lulus SMP atau SMA nggak
ada ya SD tapi mereka pernah mondok di sana
Jadi yang saya utamakan itu akhlaknya mereka
mereka pegawai pabrik kebanyakan grup sholawatan
grup ngaji apa seumpama ada dua orang ngelamar satu lulusan SMA, satu lulusan SD
tapi pernah mondok, yang saya terima Yang lulusan Pondok itu,
saya utamakan akhlaknya.
bagiku mau setinggi apapun pendidikannya kalau akhlaknya tidak bagus saya tidak mau memperkerjakan.
Pas hari biasa jam kerja nih ya jam 7 sampai jam 4 sore ya
kita kerja kan itu bisa 25 kali produksi,
sekali produksi jadinya 50 dus,
berarti 2500 dus itu hari biasa.
Kalau 4 bulan sebelum bulan puasa kan kita sudah kerja 24 jam
bisa paling 40 kali produksi saya pasti bisa bikin 4000 dus sehari, sehari semalam
itu nanti kalau bulan puasa di pasaran tetap kurang,
satu toko itu toko yang saya bilangin tadi yang mau deposit itu ya.
Beliau itu nyetok 15.000.
15.000 itu loh saya ngirim dua bulan sebelum bulan puasa.
Itu itu puasa dapat seminggu sudah habis,
sudah minta lagi minta 10.000 Tapi kemarin cuma saya kirimi 5.000,
jadi beliau itu satu toko itu bisa habis 20.000
itu dalam 1 bulan, kalau mengeluarkan hanya 1 bulan, hanya bulan puasa saja.
Tapi kan beliaunya nyetoknya 3 bulan sebelum bulan puasa.
Selisihnya kalau deposit sebenarnya Rp1.000,
dari saya itu kan Rp. 22.500 lalu beliau jual pasaran di grosirnya Rp. 27.500,
sudah untung Rp. 5000. Rp. 5000 dikali 20.000 sudah berapa
dalam hitungan bulan saja, pokoknya banyak deh.
Kalau tidak banyak tidak mau langganan, hehehe.
Kalau bulan puasa itu, halamanku ini full mobil box,
jadi mobil sales itu datang jam 8 pagi hari ini ya
keluar besok jam 8 pagi,
jadi kalau orang nyebut itu “Pendak”. Satu mobil box itu mintanya mesti rata-rata minta 500 dus,
padahal saya isi cuma 250 dus, 200 dus, paling banyak 300 dus,
soalnya kan dibagi.
Kalau bulan puasa itu luar biasa seperti itu
pas tahun 2019 kan kita dapat undangan ke Disperindag provinsi ke Surabaya.
mulai tahun 2019 produk minuman wajib ber-BPOM,
kita awalnya produksi kan cuma PIRT,
coba kita ngurus-ngurus sendiri,
itu tadi kita ke kantor BPOM Surabaya, ternyata itu Alhamdulilah tahun 2019,
habis sosialisasi itu pihak BPOM provinsi membuka cabang di Kediri.
Lalu pihak BPOM Kediri mengunjungi Pabrik kita,
banyak banget syarat-syarat yang belum terpenuhi, akhirnya kami diberikan gambaran,
“Bu, nanti kalau ngurus BPOM, bangunannya harus ini-ini,
sepertinya Gotnya harus ditutup terus nambah ruang ganti,
pegawainya yang harus pakai masker.
Itu itu kan saya dulu kan bikin pabrik minuman lalu bisa menjalankan
belum pernah ikut pelatihan kalau di pabrik itu pegawainya gini belum pernah
jadi saya dapat ilmu ya Dari pihak BPOM tadi.
Saya mengajukan ke BPOM, saya sudah mempersiapkan diri,
pihak BPOM Kediri juga sangat ramah,
benar-benar Melayani gitu loh, kalau saya hanya dalam hitungan bulan terus terang,
biaya yang saya keluarkan hanya untuk Tes Lab minumanku dan air sumur, Air Sumur Lab Rp. 750.000,
terus minumanku ini kan harus ada tahu kandungannya apa-apa saja, kemaren 1.250 juta.
Jadi resminya cuma habis sekitar 2 jutaan,
lainnya hanya bensin buat wira-wiri.
Pihak BPOM kesini pun kita juga tidak bayar,
mereka kan pelayanan,
mungkin ya pulangnya saya kasih nanas gitu aja buat oleh-oleh.
Saya beri uang bensin itu tidak ada.
Merk pun juga gitu,
merk juga saya malah gratis
soalnya ikut Disperindag pas ada fasilitasi.
Akhirnya ngurusnya gratis.
Halal Pun juga begitu, kalau HALAL dari Kemenag, juga fasilitasi, ya gratis lagi,
cuma bayar Rp50.000 sebagai pengganti fotocopy persyaratan,
jadi saya cuma setor Merk saya ini, produk saya ini,
lainnya diuruskan sama Kemenag.
saya pengen kerja di sini kerja itu atas izin suami,
jadi tidak seenaknya sendiri.
Kalau suamiku mengijinkan saya juga berangkat,
kalau tidak mengijinkan saya juga tidak. Kelihatannya saya harus ini keluar dari rumah
atau mau tawarkan ini ke luar kota saya mesti ngajak Suamiku.
Bagi saya, saya ini seorang perempuan, saya sukses ini karena Ridho suamiku,
kalau tidak dapat Ridho suami, tidak mungkin usahaku bisa selancar ini.
Ini kan boleh dibilang SEGARR Ini kan saya sendiri yang megang,
suamiku kan megang usaha Nanas sama sekarang koi,
saya sukses ini karena sama suami saya ini diridhoi, diijinkan.
Kalau tidak diridhoi sama suamiku tidak mungkin saya bisa sebesar ini,
makanya saya kadang takut ya Allah jangan sampai dengan kesuksesan ini menjadikan saya jadi lupa diri,
jadi punya penghasilan sendiri sama suami jadi begini,
saya selalu berdoa Jangan sampai saya seperti itu
Prinsip hidup saya itu kuat,
saya percaya diri lah seperti yakin saya dengan produk ku
saya yakin produk saya is the best
nggak sama dengan produk di luaran,
SEGARRR itu beda dengan minuman yang lain
sebenarnya kalau mereka sadar ya dengan minuman saya ada manfaatnya untuk kesehatan.
kan awalnya SEGARRR lahir kan lahir tadi karena mertua saya punya asam urat sama kolesterol
saya sangat percaya diri dengan minuman saya dengan kualitas saya,
soalnya saya sendiri yang meracik minuman sampai saat ini ya Mas ya,
pabrik saya udah besar ini ya, sudah punya pegawai, racikan minuman ini masih di tangan saya,
jadi kalau di pasaran ada orang yang bilang ini “Sekarang SEGARR sudah laris rasanya jadi beda”
nggak sama sekali
jadi dari saya awal produksi sampai hari ini,
racikan tetap di tangan saya
jadi komposisinya tetap enggak ada yang saya rubah
meskipun harga gula naik turun harga produk saya tetap,
jadi sekali pakai gula 10kg, ya 10kg tidak saya kurangi,
kualitas benar-benar Saya jaga makanya Saya sangat percaya diri dengan produk saya ini
saya sendiri juga orang yang percaya diri,
ada chemistry dengan produk saya.
Saya Samratul Azizah owner dari minuman buah nanas merk SEGARRR
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:18 UTC
Categories
Manage