Transcript
5tsorB7nEjQ • Berhasil Temukan Resep Pakan Sapi Super, Hasil Maksimal Untung Melimpah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0007_5tsorB7nEjQ.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sunato. Saya tinggal di Tulungagung, Jawa Timur. Tahun 2016 akhir itu saya dapat lokasi ini untuk beternak. Kok saya lihat cocok sehingga saya menetapkan tempat ini sebagai peternak saya. Karena sebelum di sini saya juga sebetulnya sudah berternak tahun 2013 sampai 2016. Tapi gagal karena waktu itu saya juga masih aktif dan 2017 saya mulai bangun kandang pertama ini ee sampai selesai di bulan September yang kandang dua itu. Background saya sebetulnya saya enggak ada peternakan atau bidang berkaitan dengan yang saya tekuni sekarang. Saya 36 tahun di berkecipung di minyak. Alhamdulillah 2017 bulan Juni eh purna dengan kondisi yang sehat. Makanya saya meneruskan aktivitas yang lain mudah-mudahan masih memberi manfaat orang baik. Berawal dari waktu saya aktif di minyak dulu kan saya ikut sering ikut seminar berkaitan dengan kebutuhan daging nasional. Nah, saya terinspirasi kenapa sih kita mempunyai penduduk banyak lahan yang cukup subur untuk ee pakan ternak. Tapi kok selalu tiap tahun apalagi menjelang ee Ramadan ya, menjelang Ramadan Idul Fitri itu selalu ribut berkaitan dengan kebutuhan daging. Sehingga itulah yang menginspirasi waktu saya masih aktif. Makanya 3 tahun sebelum saya purna, saya sudah mempersiapkan ternak. Harapan saya begitu pensiun sudah go on gitu ya, ternyata perjalanannya enggak segitu, banyak kendala dan alhamdulillah setelah saya tangani sendiri di sini tahun 2017 dengan segala macam kekurangan saya karena memang bukan bidang saya sehingga saya mesti banyak belajar, saya mesti banyak ee menggali sebetulnya beternak itu bagaimana. Alhamdulillah ee Allah memberi jalan keluarlah apa yang kesulitan bagi peternak awal itu ketika kita berternak pasca panen jadi penjualannya. Kalau peternak apa? Karena apa? Belum dikenal dengan pedagang, belum dikenal dengan jagal. Sehingga kalau toh kita bisa berernak begini, waktunya panen kita bingung mau dijual ke mana ini. Saya 4 bulan pertama begitu sapi saya seharusnya keluar enggak bisa keluar. Ini gimana ini? Alhamdulillah dengan izin Allah, dengan kita selalu berdoa, mohon pertolongan Allah, akhirnya jalan keluar itu selalu ada. Tapi yang jelas bahwa apapun kita memproduksi, satu kita harus apa namanya? membangun pasar. Kedua, kita harus menjaga kualitas produk kita. Termasuk apa? Ya, kalau kita ee berternak penggemukan sapi ya sebaik mungkin dagingnya itu harus kita jaga supaya kalau dipotong kualitas dagingnya bagus sehingga ee jagal atau pedagang itu akan datang ke kita. Saya itu punya teman yang awal mula membeli sapi-sapi saya waktu di Trenggal itu. Nah, itu akhirnya saya hubungi dan alhamdulillah beliau itu terus berjalan sampai sekarang dalam kondisi sulit atau kondisi enak pun dia tetap bisa kita ajak kerja sama gitu. Artinya ketika seperti corona gini mungkin kebutuhan daging berkurang tapi beliau tetap bisa kita ajak kerja sama. Kalau demandnya berkurang, harganya agak turun. kayak gitu. Tapi intinya itulah solusi. Memang idealnya kalau kita punya ternak, kita punya outlet sendiri atau dari hulur sampai ilir kita punya ee pemasaran sendiri itu wah sangat bagus. Tapi kalau toh pun enggak punya ee outlet sendiri insyaallah kita ada jalan keluar. itu 56 awalnya. Terus kita kembangkan lagi sampai 75 ekor. Itu ada ya sepupu gitu loh. Karena saya lihat beliau itu kan punya background dokter hewan. Saya pikir oh ini cocok sekali kalau ngurusin hewan gitu. Tetapi ternyata berbisnis itu tidak terkorelasi secara linier. Woh ini dokter hewan nanti bagus kalau ngurusin hewan. Tapi namanya berbisnis apapun itu harus kita secara global menguasai. Jadi tidak hanya woh saya pintar ngurusin hewan, enggak bisa memanage kandang, enggak bisa menjual ternaknya, nol. Makanya semuanya dari apa yang menjadi produk kita dari mulai yang ee misalkan kayak sapi ini kita harus bisa merawat, memberi pakan yang optimal supaya ADG-nya tercapai. ADG itu apa? redeligent artinya kenaikan sapi per hari per ekor itu harus kita maintain dengan cara memberi makan yang optimal. Mungkin perlu saya sampaikan sama teman-teman peternak pakan itu tidak harus yang mahal-mahal. Contoh kecil misalkan polar. Polar itu harganya kan.000 sekian sampai 4.000. Tapi sebetulnya kita harus berpikir alternatif apa yang mempunyai nutrisi kurang lebih sama dengan ee polar. tetapi harganya lebih ringan. Itu yang perlu. Karena di ternak ini fokus utama kalau kita sudah mempunyai kandang, mempunyai sapi, fokus kedua adalah bagaimana kita memanage pakan itu seminim mungkin. Sehingga dengan makan seminim mungkin dengan nutrisi yang cukup untuk ternak itu baru dikatakan kita berhasil. [Musik] Tapi kita kalau punya ternak tetapi tidak bisa memanage masalah pakan hasilnya tidak akan optimal. Karena apa? 70 sampai 80% cost untuk perawatan sapi ini adalah dipakan. Makanya kalau teman-teman yang punya 2, 3 sampai 10 kadang-kadang banyak cerita, "Saya kok enggak pernah untung." Karena apa? Belinya beli pakannya sudah mahal. Dia salah-salan katakanlah, "Oh, sambilan gak bisa ke sawah." Ya, enggak apa-apa. Tetapi apapun kalau menurut saya itu harus diseriusi, ditekuni. Kunci pokoknya itu kita berenak, tekuni berenak apa yang menjadi kendala kita. Kita cari solusi apa yang menyebabkan cost-nya tinggi, kita cari solusi supaya cost dan sebagainya. Trial and error. Artinya kita coba dengan e komposisi ini makannya gimana, hasilnya gimana. Saya pernah di awal tahun 2019 kemarin karena saya cari pakannya murah, harapan saya ADG-nya tercapai. Tapi akhirnya ADG-nya itu 0,6. Padahal BP di dalam peternakan itu paling enggak 0,8. Dengan 0,6 itu selama 4 bulan berturut-turut saya hampir-hampir Oh, kok begini ya, ternyata berat bertenak itu. Ternyata saya salah ngaji makan gitu ya. Ya, ini jangan jangan ditiru jangan. Karena kalau sebanyak ini trail and error kalau errornya lebih besar bisa-bisa ambruk. Nah, makanya saya sangat senang kalau ada teman-teman kok bisa ee ADG-nya bisa segitu dengan harga segini. Itu banyak yang berdiskusi dan menerapkan. Dan sekarang pakan saya walaupun ngaduknya manual dan ya apa adanya segitu banyak teman-teman yang punya ternak 1 sampai 10 itu sekarang sudah mulai ke kandang sini karena memang ya dan alhamdulillah e dari feedback-nya ke saya dari teman-teman itu adik-nya bagus [Musik] pakan bagus itu kebetulan kita harus melihat sapi ini kebutuhannya apa aja. Kebetulannya supaya jadi daging kan proteinnya berapa itu semua ada ukurannya. Katakanlah protein untuk sapi itu tidak boleh kurang dari 12%. Serat kasarnya. Serat kasar itu kandungannya harus diange antara 12 sampai 17%. Kemudian lemak kasar, lemak kasarnya itu 6% maksimal. Terus TDN, TDN itu 64%. Artinya TDN-nya itu apa? Kemampuan pakan diserap oleh ternak. Kalau di bawah itu berarti pakan kita mungkin nanti dimakan terus keluar jadi kotoran. Makanya itu empat parameter itu. Kemudian satu lagi energi. Energi itu fungsinya apa? untuk membantu pakan kita dicernak secara optimal. Makanya lima poin ini harus kita perhatikan. Setelah kita mempunyai pakan itu kita hitung nanti ketemunya berapa. Semua pakan kan punya kandungan nutrisi masing-masing. Nah, nanti kita kita masukkan di dalam hitungan secara computerize. Nanti keluar setelah itu, setelah kita aduk, benar enggak apa yang kita hitung di komputer itu keluarnya benar gitu. Alhamdulillah selama ini ya paling beda-beda poin gitu sehingga mencampur itu tidak sembarangan karena kalau tidak memenuhi lima kriteria ini nanti sapinya mungkin ya gemuk-gemuk hasil dagingnya mungkin putih tidak disukai jagal dan sebagainya lah. Tapi kalau kita memperhatikan lima poin ini dengan kita terapkan secara optimal insyaallah hasil dagingnya bagus dan itu banyak jagal-jagal yang mencari kita. Nah, itulah untungnya kalau kita mempunyai apapun ternyata harus punya ilmu. Kalau kita oh ngaduk gini aja gampang. Kalau kita tidak memperhatikan ini, saya yakin enggak maksimal. Ya memang ee kita berusaha Allah yang menentukan tetapi kewajiban kita ini harus mengusahakan seoptimal mungkin. E makanya sekarang sangat dimudahkan dengan era teknologi. Sekarang tinggal masukkan aja. Misalkan saya kan ini sekarang pakai ilan macam bahan. Jadi tinggal masukkan semua bahan sudah ada kandungan nutrisinya masing-masing. Misalkan ini nutrisinya proteinnya berapa, lemak kasar berapa, serat kasarnya berapa, TDN-nya berapa, energinya pun berapa. Nah, nanti setelah kita masukkan semua nanti secara komputer sekarang kan gampang. Oh, keluar jet. Nah, kalau belum ada yang masuk berarti bisa kita tambah ee kualitas apa kuantitasnya supaya yang tadi saya bilang protein minimum 12, serat kasar 12 sampai 17, lemak kasar enggak boleh 6. TDN minim 64. Tinggal kita yang atur. Ee sembilan itu saya pakai slamper, kemudian bekatul, bekatul halus, terus kopra, terus tepung jagung, terus ada kulit kopi, terus ada FML, terus ada. Tadi saya bilang kan kalau polar mahal, saya pakai impurity harganya 2.000 sekian. Kalau polar kan. Sean kan bisa save berapa gitu. Iya kan? Ee terus ada lagi kacang. Tepuk kacang. Dan yang tidak kalah penting adalah kita pakai tetes. Tetes itu untuk menambah apa ya rasanya baunya pakan ini. Jadi anu kayak gini jadi apa ya segar gitu. Dan berternak itu tidak hanya cukup dikasih makan terus selesai enggak. Harus dikasih jamu juga. Terus saya juga pakai biriotik prebiotik juga. Karena apa? Itu sebetulnya tadi yang saya bilang TDN tadi untuk meningkatkan TDN dengan prebiotik ee apa namanya? Rumen sapi itu akan terbantu dengan ee mikroba-mikroba yang ada sehingga pakannya akan ternak secara optimal. Sekarang ini kalau dihitung jatuhnya sekitar 2.000, Pak. Tapi pas di pasaran yang sekarang ada itu dikejaran 3.000. [Musik] Saya sudah melewati masa purna tugas saya sampai usia 58. Sebetulnya saya sangat bersyukur dan saya bercita-cita kalau di masa purna Allah memberi saya kesehatan, kita ini hidup bisa memberi makna atau arti orang lain. Terus terang ya mungkin agak ekstrem. Saya tidak bercita-cita usaha ini terus untuk memperkaya diri seusia saya ini sudah enggak ada itu. Saya pengin usaha ini terus berkelanjutan supaya teman-teman yang kerja di sini juga berkelanjutan. Ada tujuh keluarga yang kerja di sini. Kalau saya tidak meminta baik, tidak memanage baik, terus akhirnya katakanlah ini makin surut, makin surut, apalagi habis. Di mana dia mau? Ya memang Allah akan memberi rezeki, tetapi kalau kita memberi jalan untuk mendapatkan rezeki, itulah kebahagiaan saya sebagai ee manusia biasa yang Allah ciptakan. rata-rata ya mungkin enggak semua ya anak-anak muda itu maunya kan enak gitu kan begitu mau bantu saya di sini terus ee saya enggak suka dengan karakter bagaimana ee nyuruh teman-teman atau minta tolong teman-teman hanya dengan kaki oh itu ee dipasang kayak gitu. Kalau saya lebih baik saya itu memberi contoh gitu loh. Ini loh misalkan jam 11.00 ini kan nanti harus bersih. Kalau enggak dikerjain saya target tiga kali akan saya kerjakan sendiri. Nah, kalau teman-teman enggak bisa ngikutin ya lebih baik jangan kerja di sini. K. Disiplin itu sangat perlu seperti makan ini. Ini disiplin. Pagi jam 0.00 bisa dimakan jam 0.00. Kadang-kadang kan memang saya untuk meyakinkan benar enggak anak-anak itu sebelum jam . Sampai ke sini kayak gitu. Karena apa? Ee kita tahu rumen sapi ini kan enzimnya kan keluarnya berdasarkan apa yang dimakan. Jadi kalau nanti makannya enggak teratur misalkan jam 0.00 besok jam 09.00 jam 08.00 dia akan terganggu anunya proses pengeluarkan enzimnya itu. [Musik] Satu pesan saya, apapun harus ditekuni. Apapun tekuni serius enggak boleh wah asal-asalan. Dan yang kedua bahwa usaha itu tidak begitu kita masuk terus tune in jarang sekali. Banyak rentang semuanya kan berdasarkan ee pengalaman pengalaman. Tetapi jangan kalau kita sudah tahu begitu diteruskan. Udah, udah ini salah. Jangan diteruskan cut sampai di situ. Dan yang lebih utama ternyata kita selalu minta sama Allah tapi tentunya melewati proses kayak gitu. Jadi satu tekun dan yang kedua adalah ilmu. Jadi apapun yang kita tekuni harus berilmu. Kita punya ilmu. Enggak bisa terus asal-asalan sambil jalan. Dan totalitas kita harus kalau kayak ternak oh kita pintar di ternak aja enggak enggak bisa masarkan, enggak bisa bikin pakan yang murah enggak akan beraj totalitan diturunkan kini ya nanti gini teknisnya jangan jangan semua tengah enggak usah fokus kok nanti di pinggir semeter. Oh, maaf ya. Udah.