Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala taufqihi wamtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu anna muhammadan abduhuasul ridwih allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas topik dengan judul jangan bosan untuk beramal saleh. Kenapa? Kalau kita bosan berarti ee kita berhenti beramal. Kalau kita berhenti beramal berarti panen kita di akhirat semakin sedikit. Dan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menganjurkan kita kalau bisa ee panjang umur tetapi dalam ketaatan. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Kirunasi man umruhu wahasuna amaluh." Sebaik-baik orang yaitu orang yang panjang umur dan baik apa? amalnya. Karena secara perhitungan kalau kita perhitungan, orang yang panjang umur dia melakukan ketaatan dan dia pasti terjerumus dalam maksiat namanya manusia. Tapi kalau dia melakukan satu ketaatan, minimal 10 kali lipat pahalanya bisa sampai 700 kali lipat bahkan lebih. Tapi kalau dia maksiat dihitung cuma sa satu. Saya bukan bilang kalau gitu maksiat banyak masih menang enggak ya. Tema saya taruhlah seorang berusaha bertakwa kepada Allah dan dia terjatuh dalam dosa. Dia tobat dosa bertobat terjatuh dalam dosa dia pun satu dosa dihitung satu satu maksiat satu dosa. Tapi kalau kebaikan satu kebaikan dihitung minimal berapa? 10 kali lipat. Sehingga bertambah umurnya, bertambah amalnya, maka semakin baik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dan kita jangan bosan untuk beramal saleh ya. Karena subhanallah kita kalau beramal sedikit di dunia maka ganjarannya sempurna dan abadi. Contoh Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda, "Rakat'at fajri khairum minad dunya wha." Dua rakaat sebelum salat subuh, yaitu dua rakaat salat sunah subuh, qobliah subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. kita salat dua rakaat paling 3 menit, 2 menit ternyata ganjarannya adalah kebaikan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya bahkan abadi, ganjaran yang abadi. Maka kita jangan sampai ee berhenti beramal, terus ee beramal. Oleh karena kita sadar bahwasanya setiap detik yang kita lewati ee adalah ladang pahala yang bisa kita optimalkan, kita tidak buang-buang sehingga kita bisa continue dalam beramal saleh. Dan jangan pernah kita meremehkan amal amal saleh apapun. Rasul sahu alaihi wasallam melarang. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La tahkiranna minal marufian walau analq akajhinq." Janganlah kalian meremehkan amal saleh apapun, kebaikan apapun meskipun hanya sekedar tersenyum ketika bertemu dengan saudara. Ternyata dalam contoh ini Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan amal saleh yang bukan dalam bentuk baca Quran salat, tetapi amal saleh muamalah yaitu senyum ketika bertemu dengan saudara yang mungkin dianggap sepele tapi kata Nabi, jangan pernah sepelehkan. Yang penting kamu senyum karena Allah subhanahu wa taala pasti ada perhitungannya. Allah tidak akan lupa hal tersebut. Dan pasti tercatat dan pasti ada ganjarannya. Siapa yang melakukan kebajikan meskipun seringan zarah dia pasti melihat hasilnya. Mungkin kita tidak peduli kata Nabi, "Jangan, jangan remehkan amal sekecil apapun, seringan apapun meskipun hanya sekedar tersenyum." Oleh karenanya sedekah pun jangan disepelekan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, tam jagalah diri kalian dari neraka jahanam meskipun hanya bersedekah sepenggal kurma. Maksud hadis ini bukan Rasulullah ngajarin kita untuk pelit, tidak. Tetapi Rasulullah mengajarin kalau kalian punya harta sedikit dan hanya punya satu penggal kurma, maka jangan merasa remeh untuk bersedekah meskipun hanya sepenggal kurma. Apapun yang bisa kita berikan kalau itu bermanfaat berikan. meskipun mungkin tidak bernilai besar di mata orang tapi bisa bernilai di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dalam satu hadis kata Rasul sahu wasallam, "Sabaqo dirhamun miata alfi dirhamin." Sungguh sekeping dirham bisa mengungguli 100.000 dirham. Kok bisa? Kata para sahabat satu keping dirham bisa mengungguli 100.000 dirham. Maka Rasul menjelaskan, "Ada seorang punya harta cuma 2 dirham. Kemudian faktaro ahsanahuma. Kemudian dia ambil dirham yang paling terbaik. Karena dulu dirham dalam bentuk keping, maka dia pun eh fatasadq ajwadahuma. Maka dia pun bersedekah dengan dirham yang terbaik. Maka dengan demikian dia telah bersedekah dengan setengah hartanya. Sementara yang satu dia punya dirham mungkin jutaan dirham. Jutaan dirham. Crazy rich. Super kaya. Ketika diambil 100.000 dirham tidak ada nilainya dengan apa yang ter tersisa. Maka yang pertama bisa jadi unggul. Kenapa? Dia bersedekah padahal dia lagi butuh dengan harta terbedekah bersedekah ternyata setengah hartanya dan dia pilih kepingan dirham yang terbaik. Berbeda dengan yang kedua, mungkin harta dia sangat banyak dan dia tidak butuh dengan 100.000 dirham dan dia bersedekah ee berbeda dengan hati dari orang yang pertama yang bersedekah dengan penuh perhatian. Maka bisa jadi satu keping dirham mengungguli 100.000 keping dirham. Makanya Ibnu Mubarak berkata, "Rubba amalin shirin tuzimuhunah." Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat. Warubba amalin kabirin tusir niat. Dan betapa banyak amal yang besar jadi kecil nilainya gara-gara niat yang salah. Maka seorang berusaha dalam hidup ini beramal saleh terus beramal. Karena kalau semakin banyak amalnya maka semakin tinggi levelnya di surga. Sebagaimana kita ketahui para ulama berkata, annajatu minanar bimagfirat minallah. Selamat dari neraka karena ampunan Allah. Dukul jannah birahmatim minallah. Adapun masuk surga dengan rahmat Allah bukan dengan amal. Masuk surga dengan rahmat Allah tetapi level di surga. Wtisamul manazil wadajat bilal. Tetapi level-level di surga tergantung dengan amal. Allah mengatakan masing-masing mendapatkan derajat berdasarkan amal mereka. Kata Allah janumalun masuklah kalian surga berdasarkan amal kalian. Allah berfirman, "Ya bima asumyamil khlah dan minumlah. Bersenang-senanglah di surga dengan sebab amal saleh yang kalian lakukan selama di dunia." Ya. Maka kata Ali bin Abi Thalib, "Alyyauma amalun bila hisab." Sekarang kita bisa beramal gak ada yang menghisab kita. Godan hisabun bila amal. Besok kita cuma bisa dihisab dan kita tidak bisa beramal saleh lagi. Nah, sekarang kita masih hidup, masih bisa beramal, maka semangat, semangat beramal. Orang-orang yang sudah meninggal, mereka sudah enggak bisa beramal beramal lagi. Ya, kalau kita tanya sama mereka mungkin mau pengin apa? Mereka pengin hidup untuk beramal. Ya, lihatlah bagaimana Allah kisahkan seorang yang akan meninggal dunia maka dia ingin bisa beramal. Kata Allah, wafiqu mim roqakum minqli ayati ahadakumul maut fqubi lajalin qibinq waakum minihin. Berinfaklah kalian sebelum datang kematian ajal kepada salah seorang dari kalian. Maka dia berkata, "Ya Rabbku, tundalah kematianku barang sebentar aja. Aku ingin ditunda. Jangan mati sekarang 10 menit, 15 menit. Buat apa? Faasdaqo. Aku ingin bersedekah. Waakum min shihin. Dan aku ingin menjadi orang yang saleh. W yuakhirallahu nafsan id jaajaluha. Dan Allah tidak akan menunda kematian jika telah datang ajal seseorang. Wallahu khabirum bima tammalun. Allah maha tahu tentang apa yang kalian kerjakan. Itu angan-angan orang yang menghadapi sakaratul maut. Angan-angannya apa? ingin ditunda kematiannya, ajalnya barang sebentar. Buat apa? Untuk bisa beramal beramal saleh. Untuk bisa beramal. Ada riwayat ada seorang salaf, dia menjenguk orang mati. Kemudian setelah itu dia salat dengan salat yang biasa-biasa, tidak begitu serius. Kemudian dia tidur. Dalam mimpinya orang mati tersebut bicara sama dia, "Kau tadi salat biasa-biasa saja, tidak serius. Saya ingin bisa salat seperti itu meskipun tidak serius yang penting bisa salat karena orang mati sudah tidak bisa beramal beramal lagi. Mumpung kita masih hidup maka bagaimana kita bisa menjadikan amal kita kontinue dan kita tidak bosan. Tib ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya ada makhluk namanya malaikat, ada makhluk namanya setan iblis dan ada makhluk namanya manusia. Malaikat diciptakan oleh Allah beribadah tidak pernah bosan. Allah mengatakan, "Yusabbihuna whar la yafturun." Bahwasanya para malaikat bertasbih kepada Allah siang dan malam. La yafturun. Tidak pernah letih, gak pernah capek, gak pernah lemas, gak pernah loyo. Kemudian dalam ayat yang lain, la yas'amun tidak pernah bosan. tidak pernah bosan itu malaikat bertasbih, berzikir tidak berhenti-rhenti. Ya, mereka terus bertasbih, berzikir dan tidak pernah bosan. Setiap diperintah oleh Allah pasti tunduk. Laun launallaha ma amarahuna yummarun. Mereka senantiasa tidak membangkang atas apa yang Allah perintahkan dan mereka senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. Ini malaikat tidak pernah letih, tidak pernah bosan untuk beribadah. Lawannya setan tidak pernah letih, tidak pernah bosan untuk godain kita. Gak pernah. Sampai datang dalam hadis, Qilu fainnya la yaqil. Tidur sianglah kalian. Karena setan tidak tidur siang. Kenapa setan tidak tidur siang? Supaya terus godain antum. Dia tidak mau istirahat karena semangat untuk menggoda manusia agar menemani dia di neraka jahanam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inana qni adam." "Sesungguhnya setan nongkrong di tempat jalannya anak Adam. Anak Adam mau ke mana saja dia tongkrongin. Mau sedekah dia halang-halangi. Ditakut-takutin nanti kau miskin, kebutuhan anak-anak masih banyak, perusahaan masih butuh ini, masih butuh anu." Dia mau haji, setan bisikin nanti aja tahun depan sekarang masih kondisi ekonomi tidak begini. Akhirnya ditunda amalan dia terus. Apapun kita mau ke mana ada setan nongkrong dan dia sudah bersumpah di hadapan Allah. Iblis berkata tumma laatiannahum min baini aidihim win khalfihim wa aimani wa syamailihim w tajidu akarum syakirin. Sungguh benar-benar ya Allah aku akan datangi anak-anak Adam. Aku goda dari depan, aku goda dari belakang, aku goda dari kanan, aku goda dari kiri. Dan engkau akan dapati kebanyakan mereka tidak bersyukur. Banyak dari hamba-hamba Allah tidak beramal saleh. Kata Allah Subhanahu wa taala, "I'malu ala Dauda syukro." Wahai keluarga Daud, wahai keluarga Sulaiman, beramallah sebagai bentuk syukur kepada Allah. Kalian diberi nikmat banyak beramal. Kata Allah, "Waqilun min ibadiakur." Hanya sedikit dari hambaku yang beramal. Bosan beramal, berhenti beramal. Banyak manusia seperti itu. Jadi malaikat tidak bosan beribadah kepada Allah. Setan juga tidak bosan menggoda manusia. Setan mana capek godain antum? Dia enggak capek. Dia senang bahagia kalau antum bisa nemani dia di neraka jahanam. Itu cita-citanya. Tidak pernah bosan. Kita manusia miliki sifat letih, kita miliki sifat kebosanan. Kita semua menyadari akan hal tersebut. Makanya kita harus bisa mem-manage amal kita agar kita tidak bosan. Agar semakin bertambah usia, semakin bertambah umur atau gampangannya semakin bertambah usia umur semakin habis. Semakin waktu kita bertemu dengan Rabbul Alamin semakin dekat. Ya, kita ingin bertambah usia juga bertambah amal saleh. Apa kata Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu? ajaliamali. Kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, "Aku tidak pernah menyesal seperti penyesalanku terhadap hari di mana mataharinya terbenam." Suatu hari di mana mataharinya terbenam. Ajalku semakin berkurang, semakin dekat bertemu dengan Allah, sementara amalku tidak bertambah. Itu hari yang paling disesarkan oleh Ibnu Mas'ud. Ini renungan bagi kita semua. Kita sekarang bertambah usia, rambut semakin putih, pandangan semakin lemah, pendengaran semakin budek, mulai muncul asam urat, kolesterol semakin nampak, penyakit mulai sinyal-sinyal mulai bunyi, salah gerak encok. Terus amal kita bagaimana? Tanda-tanda kematian semakin dekat. Kata Allah, "Waakumun nadir." Telah datang peringatan. uban sudah kelihatan. Semakin beruban berarti semakin menuju kematian. Terus yang menjadi pertanyaan mana amal kita? Semakin bertambah atau tidak? Atau kita sudah bosan beramal, kita berhenti semakin berkurang amalnya. Amal semau kita aja. Kalau enggak ya sudah enggak mau kita enggak bikin jadwal amal kita. Maka kita perlu memanage diri kita. Karena kita ini makhluk yang disifati dengan kebosanan. Kita bukan malaikat. Malaikat enggak bakalan bosan. La yafturun wala yasamun. Tidak pernah letih. Tidak pernah bosan. Nah, kita sedikit-sedikit bosan. Sedikit-sedikit bosan. Nah, ini yang kita bahas pada kesempatan kali ini. Ini nasihat buat saya pribadi dan juga pada ikhwan dan akhwat. Mengingat usia kita yang semakin habis, umur kita yang semakin pendek, maka kita harus memanage diri kita agar kita tidak bosan. Tib. Di antara trik-trik atau tips-tips agar kita tidak bosan beramal. Yang pertama dan ini adalah wasiat Nabi sallallahu alaihi wasallam yaitu beramal meskipun sedikit tapi kontinue. Beramal meskipun sedikit tapi kontinue. Lebih Allah sukai daripada banyak-banyak tetapi kemudian terputus. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadisnya saddidu waqorbu. Tepatlah dan mendekatilah ketepatan. Seorang beramal saleh berusaha cuma dua kemungkinan. Pertama, tepat. Kalau bisa tepat, itu yang kita sukai. Benar-benar ikhlas sesuai dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau tidak bisa tepat, qorbu dekatilah ketepatan. Mungkin kita gak bisa ikhlas 100% tapi gak apa-apa kita berusaha mendekati keikhlasan. Mungkin kita enggak bisa sesuai sunah Nabi 100% gak apa-apa. Yang penting mendekati sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berusaha saddidu tepatlah auqorbu. Ibaratnya kalau kita panah anak panah kalau sadat ya itu benar-benar terkena di tengah ee apa namanya target benar-benar kena tengah. Tapi kalau qorbu yaitu muqarabah itu mendekati mendekati tapi tidak meleset. Tidak meleset mengenai meskipun tidak tepat tapi mendekati ketepatan. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waamu annahu lan yudkhila ahadakum amaluhul jannah." Ketahuilah bahwasanya tidak seorang pun dari kalian masuk surga dengan amalnya. Itu amalnya. Amal tidak bisa untuk membeli surga. Amal tidak bisa jadi tiket untuk beli surga. Bagaimana bisa mau bayar surga? Surga kenikmatan sempurna, abadi. Coba bayangkan salat dua rakaat sebelum subuh ternyata pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Jadi amal kita enggak ada apa-apanya dibandingkan dengan pemberian Allah Subhanahu wa taala berupa kenikmatan-kenikmatan di surga. Maka Nabi ingatkan amal kalian tidak bisa memasukkan kalian dalam surga. Kemudian kata Nabi, wa anna ahabbal a'mali ilallah adwamuha wa inqal. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinue meskipun sedi sedikit. Yang paling kontinu meskipun sedikit. Ini kaidah sedikit tapi kontinue. Baik. Seorang lebih baik dia salat witir tiap malam satu rakaat daripada sekali-sekali salat witir 11 rakaat kemudian cuma seminggu sekali. Lebih baik sedikit tapi apa? Kontinue meskipun satu rakaat. Saya punya kawan saya kenal setiap saya ketemu dia kalau lagi salat Isya dia pasti habis salat Isya salat dua rakaat bakd isya kemudian satu rakaat tidak pernah berubah. Tapi dia tidak pernah meninggalkan salat witir. Saya bilang gak apa-apa. Mungkin dia tahu kesibukan dia. Mungkin dia ada penyakit sehingga dia enggak bisa bangun malam. Tapi dia tidak pernah meninggalkan salat witir meskipun satu rakaat tapi konine. Ini lebih Allah sukai daripada kita salat banyak-banyak tapi kemudian terputus. Yang yang yang lebih tahu mana yang Allah cintai atau tidak adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi kabarkan sekarang bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah meskipun sedikit tapi kon kontinue. Tib. Kemudian dalam Sahih Muslim dari Alqamah Qal umal mukminin Aisyata kata Alqamah seorang tabiin. Aku bertanya kepada ibunda ibunda kaum mukminin itu Aisyah radhiallahu anhalu ya umal mukminin amalu rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Aku bertanya wahai ibunda, bagaimana sih dahulu amal salehnya Nabi sallallahu alaihi wasallam? Halana yakusuan minal ayyam. Apakah ada hari-hari Rasulullah khususkan untuk beribadah dalam sebulan? Mungkin Rasulullah khususkan ibadah hari tertentu dalam sebulan. Kata Aisyah, "Tidak ada. Tidak ada Rasulullah khususkan hari-hari. Rasulullah selalu beramal." Ya, dalam sebulan Rasulullah beramal. Qolat la kana amaluhu dimah. Amalnya Nabi adalah dimah. Dimah dalam sebagian penjelasan dimah itu bahasa Arab artinya hujan rintik-rintik yang awet. Awet namanya apa? Dimah. Apa kalau bahasa kita? Hujan rintik tapi awet. Dia enggak enggak enggak berhenti-berhenti dari pagi sampai ma malam. Awet sedikit. Bukan hujan deras yang kemudian selesai. Enggak. Dimah itu bahasa Arab artinya hujan rintik-rintik tapi a awet. Maka Aisyah memberi gambaran amalan Nabi sallallahu alaihi wasallam itu dima. Rasul sahu alaihi wasallam mengerjakan amal kontinue. Wa ayyukum yastatiu maana rasul sahu alaihi wasallam yastatiu. Siapa di antara kalian yang mampu seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam? Siapa yang bisa komitmen continue seperti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Jarang. Wanat Aisyat radhiallahu anha id amilatil amal lazimathu. Dan adalah Aisyah radhiallahu anha kalau sudah mulai suatu amal maka dia continue. Ini pelajaran bagi kita untuk planning sebelum kita beramal. Kapan kita mulai beramal kita pikirkan dulu saya bisa continue enggak? Kalau ada amal insidental sesekali atau amal yang kontinue kita pilih yang bisa koninue meskipun sedikit. Tarlah misalnya ada orang nih ee Pak ini ada anak yatim butuh sekian sekian sekian ee per bulan sekian-sekian. Ini ada anak ketim 10 satu orang R juta. Jadi 1 bulan berapa? 10 juta. Ibunya juga janda-janda satu orang R juta. 10 orang berarti R juta. Mampu enggak 1 bulan Rp0 juta? Dia pikir saya mampu enggak? Saya kayaknya enggak mampu penghasilan saya sekian. Saya berpikir planning. Ah, saya pilih anak yatim 3, janda satu. Berarti berapa? Matematika enggak beres. Antum anak yatim 3 berarti berapa? 3 juta. Janda satu berapa? 5 juta. M UMR kan? Jadi berapa? 8 juta. Oh, saya mampu R juta. Sudah saya pilih ini karena menurut saya saya bisa konti kontinue. Ini dalil. Makanya Rasul Sallahu Alaih Wasallam Aisyah juga demikian. Istri-istri Nabi diajarin kalau sudah beramal continue. Watat Aisyatu radhiallahu anha amilatil amala lazimathu. Adalah kebiasaan Aisyah kalau sudah mulai melakukan suatu amal maka dia konine. Nah, ini menunjukkan kita harus planning. Saya mulai misalnya ee salat malam, saya sudah lama enggak salat malam. Pengin mulai salat malam, tapi saya mau coba bisakah saya salat malam setiap hari 5 rakaat? Kayaknya bisa. Oke, laksanakan dulu 5 rakaat. Jangan langsung banyak-banyak. khawatir kalau banyak-banyak kemudian terjungkal tumbang. Coba sedikit yang menurut saya bisa koninue nanti kalau sudah bisa kontinue, bisa komitmen, bisa konsisten, tambah levelnya, tambah kualitasnya tapi jangan langsung banyak-banyak. Sehingga kita dalam bersedekah kita bilang, "Saya bisa continue." Enggak. Daripada kita kasih seseorang banyak-banyak tapi kita enggak bisa continue, lebih baik kita sedikit-sedikit bisa continue. Saya pengin kasih uang sedekah sama bibi-bibik saya. Bibi saya ada berapa? Oh, ada sekian-sekian. bisa setiap sebulan saya bisa kasih berapa? Oh, saya bisa kasih atau 3 bulan sekali saya kasih berapa? Ah, ini bisa uang ini kena. Sudah tiap 3 bulan kita kirim atau tiap bulan kita kirim. Saya bisa kasih kakak saya kasih adik saya tiap bulan berapa? Kakak adik saya miskin. Saya hitung saya mampu. Saya cuma mampunya kalau tiap bulan R juta. Sudah jangan maksakan diri 1 bulan R juta. Tapi kemudian besok sudah tidak kasih lagi. Ini menunjukkan kita harus planning agar kita bisa menjalankan amal saleh meskipun sedikit tapi apa? Continue seperti itu. Saya pengin beri berbuat baik kepada tetangga. Apa yang saya bisa lakukan sama tetangga? Apa kasih sedekah atau kasih makanan? Saya bisa continue enggak? Ada kebutuhan sedekah kadang-kadang kita kasih besar sesekali tapi kita cari sedekah yang kontinue, amal yang kontinue. Saya sekarang ingin baca Quran lagi semangat nih dengar kajian tentang keutamaan Quran. Ah, saya pengin hari ini 7 juz. Ti besok sudah enggak. Besoknya lagi enggak. Bulan depan enggak. sampai hari Ramadan baru mulai baca Quran lagi. Capek ternyata 7 juz 1 hari ko berarti enggak mampu. Baca coba sedikit satu halaman, dua halaman. Tapi kita berusaha untuk bisa continue. Itu lebih disukai oleh Allah. Matematikanya siapa yang ngajarin? Matematikanya yang ngajarin Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bukan matematika kita. Yang lebih tahu apa yang dicintai oleh Allah siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. yang dia ajarkan bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah meskipun sedikit tapi konine. Maka ini salah satu cara agar kita tidak bosan mengenali kemampuan kita. Baik amal saleh, baik baca Quran, salat malam, sedekah, silaturahmi. Kalau kita bisa kontinue bagus bukan berarti menghalangi sesekali kita banyak gak. Tetapi yang bisa kontinue kita jaga. Kita jaga. Saya bisa continue jenguk orang tua setahun sekali. Tinya apa setahun sekali? Saya enggak bisa maksa. Setahun dua kali ternyata saya enggak mampu. Mending setahun sekali tapi rutin. Sehingga dari awal sudah siapkan dana setahun sekali saya jenguk orang orang tua ya silaturahmi menyenangkan hati mereka. Maka ini perlu kita planningkan. Ini menunjukkan bahwasanya amal saleh harus kita planningkan agar kita sukses, agar kita meraih kecintaan Allah sebanyak-banyaknya. Tib. Ini yang pertama sedikit tapi kontinue. Yang kedua, agar kita tidak bosan, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, lakukan yang kita mampu. Jangan maksakan diri. Jangan maksakan diri. Sebagian kita mungkin membaca tentang sirah perjalanan hidup para salaf, bagaimana ibadah mereka luar biasa. Tapi kita perlu ingat, mereka mencapai level tersebut dengan perjuangan panjang. Dengan perjuangan panjang. Tidak langsung otomatis serta-merta menjadi demikian. mereka perjuangan panjang sehingga mereka terbiasa mereka naikkan level mereka sedikit demi sedikit sampai akhirnya mereka seperti itu ya. Nah, kita kalau mau tiru mereka langsung gak bisa ya. Maksakan diri di luar kemampuan kemampuan kita. Maka agar ibadah ini tidak membosankan maka jangan melakukan ibadah yang berat di luar kemampuan kita. Allah berfirman, "Fattaqulaha matastat'tum." Bertakwalah semampu kalian. Jangan maksakan diri. Dalam hadis kana rasul sahu al wasallam hasirun. Rasulullah punya semacam tikar. Hasir itu tikar biasanya dibuat dari anyaman daun kurma. Wana yuhajiruhu minalil fayusolli fii. Kalau malam hari Rasulull sahu alaihi wasallam bikin tikar tersebut seperti kamar yaitu ada pembatas sehingga Rasulullah fokus untuk ibadah di balik tikar tersebut. Mungkin beliau berdirikan atau beliau atur sedemikian rupa sehingga beliau bisa salat di malam hari dihalangi oleh tikar tersebut. Faja'alasu yusuna bisati. Ternyata orang-orang pada lihat kemudian mereka di balik tikar tersebut mereka salat bermakmum kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau di siang hari wabsuhu binhar. Adapun siang hari Rasulullah sahu alaihi wasallam menggelar tikarnya. Kemudian mungkin beliau beribadah atau duduk untuk ketemu orang di malam hari. Tikar tersebut didirikan untuk seperti jadikan kamar untuk beliau beribadah. Fabuata lailah. Ternyata suatu malam orang ramai ikut salat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi kalau salat lama. Nabi kalau salat lama. Ya. Faqala ya ayyuhannas. Maka Rasulullah ingatkan alaikum minal a'mali mautiquun. Itu kalian jangan langsung ikut saya seperti ini. Ya. Karena Rasulullah salat lama. Kadang salat malam satu rakaat tiga surat. Rasulullah pernah salat malam satu rakaat surah Albaqarah, kemudian surah An-Nisa, kemudian surah Ali Imran. Berapa juz itu coba? Albaqarah 2,5 juz. Belum surah An-Nisa belum surah Alr. Satu rakaat. Satu rakaat Rasulullah kalau ya dia bahagia dengan salat malamnya. Bahkan Rasulull sahu alaihi wasallam kalau salat malam sendiri terkadang Rasulull sahu alaihi wasallam sekali jalan langsung rakaat. Rakaat pertama, rakaat kedua, rakaat ketiga, rakaat ke-elapan tasyahud awal. rakaat 9 baru tasyahud akhir. Tapi Rasulullah tidak pernah praktikkan itu ketika menjadi imam. Ini untuk amal dia pribadi. Ya, dia sudah mencapai level yang tentu sangat luar biasa. Ketika ada sahabat ingin ikut-ikutan ibadah pribadi Nabi, Rasulullah ingatkan, "Alaikum minal amali mautiquun." Lakukanlah amal yang kalian mampui. Maksudnya jangan langsung seperti begini ya. Faallaha la yamallu hatta tamallu. Kenapa? Karena Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri yang bosan. Allah tidak akan bosan berikan pahala kepada kalian sampai kalian sendiri bosan beramal saleh. Kemudian kata rasul sahu al wasam in aalallah mawi alaihi. Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang kontinue. Itu Rasulullah ingin jelaskan cara kalian salat malam panjang-panjang seperti ini. Kalian tidak bakalan kontinue. Tidak seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waqla amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinue. Meskipun sedikit. Wakana alu Muhammadin sallallahu alaihi wasallam amilu amalanu. Adapun dan adalah istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau sudah melakukan satu amalan mereka continue. Saya katakan tadi ini sunah Nabi dan diikuti oleh istri-istrinya. Ini dalil bahwasanya mereka kalau ingin melakukan amal mereka planning mampu enggak continue atau tidak. Dan di antara amal yang buat kita tumbang adalah terlalu berat. terlalu berat sehingga kita mencoba sebulan ternyata enggak kuat, akhirnya kita tum tumbang. Dan itu suatu perkara yang kurang baik ya. Makanya Rasulullah pernah mengatakan, "La takun mla fulan yusil farakahu." Jangan kalian seperti si fulan dulu dia salat malam kemudian dia tinggalkan. Ee tercela orang sudah kontinue kemudian dia berhenti ya. Kecuali ada halangan seperti sakit atau yang lainnya. Sudah biasa sedekah kemudian berhenti itu kurang bagus. Maka seorang planning dia berusaha melaksanakan amal yang dia berusaha menjaga amal tersebut semaksimal mungkin sampai benar-benar dia tidak mampu ada halang atau dia meninggal dunia. Oleh karenanya wakana alu Muhammadin adalah istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Amilu amalan. Kalau sudah melakukan satu amalan asbatuh, maka mereka komitmen konsisten. Kita dapati guru-guru kita seperti itu. Seperti guru kita Syekh Abdur Razak hafidahullahu taala. Kalau sudah buka kajian kitab, dia pasti kaji sampai selesai. Gak ada putus tengah jalan. Dia sudah tahu ini kitab ini bisa selesai atau tidak dan dia sudah perkirakan ya ini pantas diikuti oleh orang-orang atau tidak. Bahkan pernah beliau mensyarah al-adabul mufrad sampai entah berapa, 5 tahun, 6 tahun. bertahun-tahun beliau syarat 8 tahun saya lupa baru selesai tapi beliau tidak berhenti karena kalau sudah mulai suatu amalan beliau continue beliau apa continue. Ini contoh yang kita lihat dalam dakwah kalau sudah mulai satu kajian rutin beliau tidak berhenti sampai se kecuali sampai selesai. Ini contoh ya. Maka begitulah tradisi di keluarga Nabi, tradisi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan tradisi istri-istri beliau. Kalau sudah melakukan satu amalan, maka continue. Maka saya katakan tadi kalau kita mulai berpikir untuk berbuat baik kepada tetangga, mulai kita pikir amal apa yang saya bisa continue. Ada namanya ide spontanitas, ada itu gak apa-apa kita lakukan. Tetapi ada yang kita pikir agar ini amal yang lebih dicintai oleh Allah. Bukan yang spontanitas spontanitas dicintai Allah, tapi lebih dicintai. Bagaimana bisa continue? Saya mau silaturahmi, saya mulai pikir gimana cara saya silaturahmi yang bisa continue. Ya, ada kebutuhan dadakan, spontanitas oke. Tetapi yang kontinue lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Tayib. Oleh karenanya jangan melakukan amalan yang kita merasa terpaksa. Antum perhatikan salat Nabi. Kalau kita belajar sunah Nabi tentang salat, semua gerakan Nabi menunjukkan semangat. Rasulullah kalau takbir tangannya di telinga, Allahu Akbar semangat jarinya jelas ya tegas seperti ini. Kalau rukuk dengan benar-benar lurus sampai dikatakan kalau diletakkan air tidak bakalan tumpah karena punggung Nabi lurus. Rasulullah salat gak ada kepala miring sebelah kanan, kepala miring sebelah kiri, kaki kanan lebih tinggi kali gak ada. Allahu akbar. Gini enggak ada Rasulullah angkat. Allahu Akbar. Menunjukkan beliau semangat ketika beribadah. Dan beliau berkata, "Ya Bilal, arihna bisat." Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat. Jadi ibadah dengan semangat. Kita sedang berhadapan dengan Allah, bermunajat dengan Allah. Bukan acuh tak acuh, tapi serius kita sedang beribadah kepada Allah. Jangan kita terpaksa sehingga merasa ini ibadah kok kayak gini ya? Ini kok berat sekali. Jangan. Sebagian orang ngajak anaknya misalnya langsung melakukan ibadah yang susah sekali. Dia ajak kesusahan apalagi anaknya. Besok anaknya sudah tobat, saya enggak mau lagi ibadah seperti ini, Pak Ayah. Saya enggak menyangka ternyata seberat ini. Tobat. Gak mau lagi iktikaf lagi di Makkah. Tobat. Karena sudah tahan pipis enggak bisa ini, enggak bisa ini, enggak bisa ini. Makan gak bisa. Kasihan anak-anak. Artinya kita ada tahapan dia mereka bisa ke situ, tapi tidak langsung kita paksa. Jangan sampai mereka merasa beban. Ibadah itu merasa beban. Memang namanya ibadah namanya taklif. Ada beban tapi bisa di dijalankan. Adapun rasa berat sekali maka ini jangan. Maka ini ja jangan. Makanya Rasulull sahu alaihi wasallam dalam satu hadis dakala Rasulullah sahu alaihi wasallam al masjida wa hablun mamdud baina sariataini. Suatu hari Rasulull sahu alaihi wasallam masuk di Masjid Nabawi, tiba-tiba Rasulullah melihat ada dua ada tali yang terikat di antara dua tiang seperti ini. Rasulullah heran kok ada di masjid ada tali. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Ma hadza?" "Apa ini tali?" "Apa ini?" "Quinab." "Ini talinya Zainab." Istri Nabi. Zainab binti Jahsyin. Saking semangat ibadahnya. Kalau kita punya istri begini, masyaallah semangat sampai salat malam pegang-pegang. Apa katanya? Tusoli. Faid kasilat fatarat amsakat bihi. Zainab binti Jahsin kalau salat malam sudah capek, dia bergantung dengan tali tersebut saking semangatnya. Bukan sebagian saking semangatnya sampai lihat WhatsApp sampai ngantuk-ngantuk masih lihat sopi. Sopi sudah ngantuk-ngantuk masih saking semangatnya. Dahulu sahabat saking semangat sehingga direm oleh Nabi. Kita hidup di zaman tidak ada semangat. Itu masalahnya. Sebenarnya hadis-hadis ini cocok buat siapa? Buat orang-orang yang terlalu semangat sehingga direm. Kita sekarang hidup di zaman nih, kita ini yang tidak semangat, yang perlu disemangatin. Sampai Rasulullah, istri Nabi Zainab bin Jahsyin, kalau capek beliau berpegang kepada tali untuk salat malam. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Hulluh, lepas itu tali." Smaqal. Kemudian Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Liyusol ahadukum nasahu faid kasila fatar falyaqud." Seorang salatlah sesuai dengan semangatnya. Kalau dia capek maka dia duduk. Jangan paksa. Salat malam boleh duduk. Boleh atau tidak boleh? Zaman kita sakit kemudian kita paksa berdiri, aduh yang penting pahalanya banyak. Allah juga tidak begitu-begitu banget. Maksudnya pengin kau tersiksa untuk beribadah kepada Allah. Enggak juga. Enggak juga. Jangan kau pikir saya semakin mampus semakin enggak. Rasulullah bilang, "Kalau kau capek duduk kau istirahat nanti semangat lanjut lagi." Sama Rasulullah mengat kalau seorang salat dalam keadaan ngantuk, kata Rasulullah, "Falyarqu tidur. Jangan sampai dia salat ngantuk-ngantuk kemudian dia ingin mendoakan kebaikan. Ternyata dia mendoakan keburukan untuk apa dirinya? Ya, salah doa. Istirahat, pasang alarm, bangun lagi, segar lagi, salat. Jadi ini di antara cara agar kita bisa kontinu dalam beribadah. Jangan maksakan diri melakukan ibadah yang ee yang berat-berat ya. Jangan lakukan ibadah yang berat-berat tapi kita beribadah dengan semangat yang kita mohon maaf ada happy ketika beribadah. Ketika itu kita bantu anak yatim, ada happy, ah lanjutin. Lagi senang nih bantu anak yatim. Kita ikut kajian, kita semangat, ada bahagia Allah berikan. Nah, itu lanjutin. Itu yang bisa berkesinambungan. Kita baca Quran bakda subuh tiga halaman semangat senang. Tapi kalau paksa kamu cuma sedikit tambah lagi 2 juz. Besok sudah enggak ngaji lagi. Sehingga kita baca Quran kok enggak habis-habis. Panjang kali firman Allah ini. Enggak habis-habis. Tapi kalau kita baca dengan semangat nanti kalau kita sudah sudah bisa komitmen continue semangat kita bertambah, tambah levelnya enggak apa-apa. Jangan langsung baca seorang salaf ibadahnya luar biasa kemudian kita tiru. Kita enggak mampu. Lihatlah bagaimana Mansur bin Zadan dalam biografinya disebutkan oleh Azzahabi lahu anna malakal maut bil bab. Kalau dikatakan kepada Mansur bin Zadan, malaikat maut sudah ada di pintu ingin cabut nyawamu, dia tidak mampu tambah amalan karena sudah padat. Mau suruh tambah zikir lagi sudah enggak bisa karena amal dia tidak ada yang terbuang satu detik pun. J kita pengin seperti dia ya gak bisa langsunglah. Kita masih ada refreshing lihat berita, masih ada refreshing ngobrol sama istri, masih ada. Kita enggak bisa. Oleh karenanya berusaha kita lakukan amal yang kita happy. Contoh kita ngaji benar kita bukan milih-milih yang kita senang. Ada kajian yang kita oh kalau sama ustaz ini kita kok bisa nyaman, kita bisa ngerti. Ya udah continue berarti kita bisa continue. Tapi kalau ikut satunya pening terus. Akhirnya ustaz ngomong kita tidur ya. ee cari ibadah yang bisa kita semangati. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, liya liyusoli ahadukum nasyathu. Ini meskipun terkait dengan salat, beribadahlah salat dengan sesuai dengan ee semangatnya. Namun kita bisa ee kiaskan kepada ibadah-ibadah yang yang lain. Ketika ibadah kita mampu lakukan, maka kita bisa continue. Tib. Di antara tips berikutnya agar ibadah kita bisa kontinue dan tidak bosan harus ada waktu istirahat. Harus ada waktu isti istirahat. Memang ada hari-hari spesial yang di mana kita habis-habisan seperti 10 terakhir bulan Ramadan ya. Kita mungkin agak lebih semangat daripada sebelumnya seperti 10 hari pertama ee bulan Zulhijah. Amalan pahalanya luar biasa. Ada hari-hari seperti itu. Tapi tidak semua hari seperti itu. Ada refreshing, ada istirahat. Dalilnya dari Abdullah bin Mas'ud. Kana Abdullah bin Mas'ud perawi mengatakan kana Abdullah bin Mas'ud yudakiruna yaumin khamis. Yaumi khamis adalah Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu memberi kami wejangan setiap hari Kamis. Faqala lahu rulun. Ada seorang berkata, "Ya Aba Abdurrahman wahai Abu Abdurrahman itu Ibnu Mas'ud inna nuhibbu haditaka wasastahi. Kami senang dengan ceramahmu dan kami ingin ditambah wadnaaka hadast yaum. Kami ingin kau bikin kajian tiap hari. Kajian tiap hari. Kami senang pembicaraan bagus, menarik. Pengin tiap hari. Jangan cuma sepekan sekali hari Kamis. Faqala. Apa kata Ibnu Mas'ud? Dia juga ingin pahala tapi ada hal yang dia perhatikan maslahat. Kata dia, "Ma yamnauni uhaditakumatu umakum." Saya tidak terhalangi untuk menyampaikan kajian tiap hari kepada kalian kecuali saya khawatir saya membosankan kalian. Saya membosankan kalian. Inna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yatakaluna bil maid ayyam adalah Rasulullah sahu alaihi wasallam memilih hari-hari perhatian sama kami memilih hari-hari untuk menyampaikan wejangan. Tidak setiap hari. Adapun ee nasihat Nabi setiap hari, tapi berupa kajian khusus untuk menyampaikan bujangan tentang ee apa namanya ee targib w tarhib, maka Rasulullah tidak tiap hari. Adapun dalam kondisi lagi perjalanan ada momen-momen tertentu, Rasulullah kasih nasihat tapi khusus kajian untuk pujangan. Maka Rasulullah tidak tiap hari. Apa kata Ibnu Mas'ud? Karohi asaamati alaina. Rasulullah khawatir kami bosan. Rasul sahu al wasallam khawatir kami kami bosan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam adalah mualim yang terbaik, murabbi yang terbaik. Dia tahu kondisi manusia. Bahwasanya kita bukan seperti malaikat. Kita juga ditimpa dengan kebosanan. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam memilih waktu-waktu yang pas agar bisa orang mendengar kajian dengan terus apa? Semangat ya. Dengan terus semangat ya. Sampai sebagian umahat protes, Abi kajian terus. Pagi kajian, siang kajian, ajak sore kajian, besok lagi ngajak kajian, besok lagi bikin kajian di rumah, besok kapan istirahatnya? Jangan semangat-semangat mumpung masih ada umur. Iya, tapi semangat-semangat, kesemangatan akhirnya terjung terjungkal sehingga maslahat tidak kita dapatkan. Kita tahu kondisi keluarga kita, kondisi anak-anak kita gak bisa kita paksakan sehingga mereka akhirnya tumbang sehingga mereka ngaji dengan jengkel. Jangan pelan-pelan, pelan-pelan. Jangan kita paksa melebihi kemampuan mereka. Melebihi kemampuan mereka. Maka sampai Ibnu Mas'ud pun kasih kajian dengan ada jedanya sepekan sekali, ada waktu istirahatnya sehingga seorang tidak bosan dan bisa kontinue dalam beramal saleh. Dalam beramal saleh ya. Alhamdulillah kita ada banyak hal. Kita bisa ada waktu hiburan misalnya dengan olahraga sambil niatkan karena Allah subhanahu wa taala. Kita ada waktu hiburan misalnya kuliner untuk niat karena Allah supaya tidak tidak bosan. Ada waktunya kita seperti itu ya. Ada waktunya kita refreshing jalan-jalan, ada liburnya. Tidak terus-menerus. Sebagian anak-anak di pondok sudah di pondok ketika pulang liburan dikasih PR murajaah tiap hari setoran sama orang tuanya. Anak-anak bilang, "Kapan liburnya? Enggak ada libur. Di pondok setengah mati, di rumah juga setengah mati." Sampai sebagian anak-anak jengkel, dia bilang, "Pondok itu adalah penjara suci. Dianggap penjara, sudah masuk penjara. Jangan kita mereka kasih refreshing agar mereka semangat lagi ke ke pondok. Ya harus lihat psikologi anak-anak ya. Maksa kalau harus harus hafal, harus hafal, harus hafal. Kalau anaknya cerdas dia bilang, "Abi memang hafal juga enggak sih?" Makanya Abi pengin kamu hafal. Loh, kok saya yang jadi korban, Bi? Saya yang harus hafal. Abi dulu enggak hafal. Abi hafal juga dong. Abi sudah terlanjur tua ya. Alasan Abi banyak alasan. Gimana anak kita, kita suruh apa? Berkorban habis-habisan, kita malas-malasan. Kalau kita enggak hafal Quran, jangan anak kita jadi korban. Ya, maksudnya jangan korbankan. Mereka juga butuh istirahat, mereka juga butuh refreshing sehingga mereka tidak bosan. Dan banyak sekarang fenomena orang BTI keluar dari pondok rusak. Banyak kejadian tadi keluar dari penjara, begitu keluar sudah, wah happy-happy. Sudah jilbab dilepas, ada yang sudah tidak salat. kasihan karena kejemuan yang selama ini mereka dapatkan. Maksud saya kita ada sedikit memaksa tapi jangan sampai memaksa berlebihan sehingga mereka merasa bosan dan jengkel dengan ibadah yang mereka lakukan. Tib. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Inna hadaddina yusrun." Sesungguhnya agama itu mudah. Ya kata Allah, "Wama jaala alaikum fiddini min haraj." Allah tidak menjadikan agama kalian susah. Ya Allah mengatakan, "Yullahumus." Allah tidak ingin kesulitan bagi kalian. Allah ingin kemudahan bagi kalian. Kata Nabi, "Inna hadina yusrun, agama ini mudah. Wusadina ahadun gabah." Tidak ada seorang terlalu semangat ekstrem dalam beribadah kecuali akan dikalahkan oleh agama. Maksudnya dia akan tumbang. Dia akan tum tumbang. Wasadidu waqoribu. Maka berusahalah tepat. Kalau tidak bisa tepat, muqarabah, mendekati ketepatan. Siapa yang terlalu semangat, ekstrem, dia akan tumbang. Dan banyak ya teman-teman kita yang dulu kita lihat sangat ekstrem, begitu semangat, berlebihan sekarang tumbang. Sudah tidak kelihatan lagi di pengajian, sudah entah ke mana kegiatannya, sudah berubah status-statusnya, berubah karena terlalu ekstrem, berlebihan. Maka hati-hati ee jangan terlalu smart harus ada namanya istirahat Tib. Di antara tips agar seorang bisa tidak bosan dalam beramal, variasi dalam beramal ada variasi. manusia ini bosan ya. Maka dia ada waktu baca Quran ya, ada waktu misalnya ee untuk ikut pengajian, ada waktu dia baca tafsir, ada waktu dia silaturahmi, ada tak waktu dia ketemu dengan kawan-kawan untuk menyambung tali persaudaraan meskipun di rumah makan. Ada waktu kita dia bercanda sama istri, dia niatkan karena Allah subhanahu wa taala. Ada waktu dia telepon orang tuanya, dia kunjungi orang tuanya, variasi dalam ibadah. Ada waktu dia puasa Senin Kamis atau puasa 3 hari dalam sebulan. Ada waktu dia bersedekah. Ada waktu dia lagi pengin umrah, dia umrah. Jadi variasi dalam ibadah membuat kita bisa kontinue. Bisa buat kita kontinue. Beda kalau satu terus kita tekuni terkadang kita bosan. Di sini punya sifat sifat bosan. Tapi kalau kita ada variasi maka insyaallah kita kita mampu ya. Kemudian di antara tips agar kita bisa ee kontinue dalam beramal atur waktu. Atur waktu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Fasaddidu waqoribu." Tepatlah dalam beramal atau mendekati ketepatan. Wa absyiru dan bergembiralah. Wassiru dan mudahkanlah. Wastainu bilwati waruhatiin minaduljah. Dan jadikanlah penolong kalian adalah beramal di pagi hari dan juga di sore hari dan sebagian dari malam hari. Ini Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam menganalogikan seorang sedang beramal seperti seorang musafir agar dia bisa sampai kepada tujuannya. Dia harus atur waktu. Ada waktu pagi hari dia berjalan kemudian dia istirahat. Ada waktu di sore hari dia berjalan kemudian dia istirahat. Ada waktu di malam hari dia berjalan. Bukan jalan terus kemudian tumbang. Nah, kalau kita bisa memanage waktu ini penting dalam dalam continue amal saleh kita. Maka seorang mukmin saya sering sampaikan harus menghargai umurnya. Cara menghargai umurnya adalah dengan menghargai waktunya. Dan cara menghargai waktunya dia manage waktunya sehingga ada waktu untuk ini, ada waktu kalau kita bisa bikin jadwal, bikin jadwal. Saya punya jadwal silaturahmi atau jenguk rumah ayah dan ibu sebulan sekali. Misalnya saya punya jadwal untuk telepon kakak adik sebulan sekali. Ada jadwal. Saya punya jadwal untuk membaca buku ini, saya punya jadwal untuk kajian ini. Bikin jadwal sehingga kita mengatur waktu kalau ada ada reminder bagus sehingga kita tidak lalai. Ya, kalau kita tidak bikin jadwal kita akan tersibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat sehingga waktu kita tidak jelas. Hidup gak jelas. Dan saya sering bilang, hidup ini ada target. Kalau enggak ada target, kita bakalan buang umur kita. Enggak tahu ngobrol sama orang sampai ngobrol dari asar sampai magrib ngapain lagi? Udah ngobrol lanjut lagi sampai isya. Ngapain lagi? Sudah ngobrol lagi sampai subuh. Istri di dalam rumah ngomel-ngomel ini pacarnya kali ngobrol enggak berhenti-berhenti. Kenapa? Karena kita enggak ada target. Kalau ada target saya besok mau ini, mau ini, saya sehingga saya atur waktu saya. Jadi atur waktu. Rasulullah mengibaratkan kita seperti musafir. Kalau mau sampai ada waktu istirahat, ada waktu giat berjalan. Berjalan di pagi hari sampai letih. Istirahat siang hari, berjalan sore hari semangat sampai letih. Istirahat malam hari, tengah malam jalan lagi. Dengan cara mengatur waktu kau akan sampai pada tujuan. Dan kita hakikatnya adalah musafir menuju hari akhirat menuju Allah subhanahu wa taala. Maka perhatikan waktu kita, kita sedang diuji dengan buang-buang waktu, buang-buang umur. Saya sering sampaikan kita ini berobat supaya panjang umur. Kita olahraga supaya panjang umur. Kita bayar mahal supaya kita makan ini pilih-pilih supaya kita sehat. Ketika Allah kasih kita umur panjang, umur kita, kita buang-buang. Kita buang-buang umur tersebut untuk nonton ini, nonton anu, ngobrol ini, ngobrol ini, komentar enggak ada manfaatnya. Maka atur waktu agar kita bisa continue dalam beramal saleh. Berikutnya, tips agar kita bisa kontinue dalam beramal saleh ini sangat penting adalah menciptakan nuansa di rumah tangga. Nuansa orientasi akhirat. Akhirat oriented. Gimana caranya kita nuansa kita sama istri, sama anak-anak. Kalau kita bisa ciptakan nuansa ini, maka kita akan mudah istikamah. Tetapi kalau istri kita duniawi, kita ukhrawi, agak susah. Agak susah. Oleh karenanya ketika kerja sama antara suami istri kerja sama yang baik, kalau kita lagi malas, istri ingatkan, istri lagi malas, suami akan ingatkan. Maka ciptakan kita ingatkan sayang kita ini hidup cuma sebentar kita punya anak banyak ini tujuannya apa? Kita ajak mereka ke surga. Bukan semakin buat kita tenggelam dalam neraka jahanam. Harus orientasi akhirat. Ada satu bilang, "Sayang, kau belum baca Quran hari ini. Saya yang belum zikir pagi petang. Mau keluar rumah, Abi sudah baca doa keluar rumah enggak?" Saya kadang ditelepon istri diajarin, "Sudah baca doa keluar rumah enggak?" Eh, kayak anak SD aja. Tapi ternyata memang saya kadang lupa ustaz lupa ya. Wajar ustaz juga manusia lupa ya. Sudah sudah zikir pagi petangga kita diingatkan gak masalah ya apalagi istri ya yang ingatin. Maka perlu kita ciptakan nuansa ukhrawi antara kita dengan istri. Kalau kita sudah klop, sudah sinkron antara kita dan istri, kita bisa istikamah dan kita bisa continue dalam beramal saleh. Karena kita dan istri saling me mengingatkan dan kita tularkan pada anak-anak. Ayo anak-anak, hidup cuma ini. Jangan berfoya-foya, jangan ini, jangan ini, jangan ini. Ayo semangat ini, tolong ini bantu keluargamu. Ajarin anak untuk silaturahmi. Ajarin anak untuk membantu sepupunya. Ajarin anak untuk membantu tetangga. Ajarin anak untuk bersedekah. Ajarin anak. ajarin anak-anak mulai kita tularkan pikiran akhirat oriented. Dengan kita begitu kita bisa continue. Makanya kerja sama suami istri sangat bernilai dalam di sisi Allah Subhanahu wa taala. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Rahimullah umroan q minallail. Semoga Allah merahmati seorang suami bangun di malam hari fasalla kemudian dia salat. Wa aq ahluahu. Kemudian dia bangunkan istrinya untuk salat malam. Fasallat istrinya pun salat malam. Wa abad. Kalau istrinya tidak mau salat malam, nadha fi wajihil ma. Maka dia percikan air di wajah istrinya. Sayang bangun, sayang bangun. Jangan. Ini enggak boleh kayak gini. Apalagi gayung, sayang. Percikan rasa cinta, sayang. Bangun. Kata para ulama gak apa-apa sedikit paksakan agar dia terbiasa. Warahimallahuatan. Dan semoga Allah merahmati seorang istri. Qat minil fasalat. Dia bangun malam salat. Istrinya masih suaminya masih bobok. Dia salat setelah itu dia ada waktu faqad ahlahu dia bangunkan suaminya fain aba kalau suaminya enggak mau nadhat fi wajihil ma maka dia perciikkan air di wajah suaminya ayo sayang bangun sayang bangun sayang bangun sayang kata nabi fain shaya jamian kalau mereka berdua salat apakah sendiri atau salat berjamaah kutiba minadzakirinallahirakirat maka keduanya dicatat oleh Allah termasuk laki-laki yang banyak ingat Allah dan termasuk Wanita yang banyak ingat Allah yang Allah mengatakan Allah siapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar. Meskipun mereka salat cuma sebentar tetap dicatat yang banyak mengingat Allah. Karena ketika mereka bisa beribadah bersama ini kualitas yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Rumah tangga kalau dibangun di atas ketakwaan, di atas ibadah kepada Allah. Ini rumah tangga yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala yang diharapkan di rumah tangga seperti ini akan muncul generasi-generasi yang bermanfaat bagi umat, bukan bikin masalah bagi umat. Maka ciptakan orientasi akhirat di dalam rumah tangga. Apalagi sudah tua-tua rambut sudah putih, masih pikir barang-barang branded melulu. Sampai kapan kau mikir barang branded? Sampai kapan? Sampai kapan? Ya sudah, sudah masa muda sudah lewat sudah pada rambut pada tua sudah pada uban tuh uban depan belakang kanan kiri uban semua sampai kapan oleh knya kalau bisa ciptakan nuansa akhirat antara kita dengan istri maka ini di antara faktor utama yang buat kita bisa kontinue dalam beramal saleh. Jadi masalah ketika seorang suami beribadah istrinya ngelarang-larang. Suaminya mau bersilaturahmi mau kasih hadiah sama ibunya. Istrinya larang ngapain kasih mama uang segitu? Ngapain mama sudah mau mati dikasih uang seperti itu? Akhirnya enggak jalan. ribut lagi sehingga akhirnya terputus suami jengkel dia bisa terputus dari amalnya. Kemudian mungkin tips yang terakhir agar seorang bisa kontinue dalam beramal saleh ya tidak berhenti dari sisi apa? Dari sisi kapan dia bertemu dengan siapapun. dia berusaha berpikir apa yang saya bisa beri manfaat pada orang ini. Mungkin sebagian kita selama ini kalau ketemu orang apa yang bisa saya ambil dari orang ini? Apa maslahat duniawi yang saya bisa ambil dari orang ini? Itu mungkin kita banyak yang seperti itu. Sekarang kita mulai berpikir kalau Allah sudah kita beri kita kelebihan, apa yang bisa saya manfaatkan kepada orang ini? Apa saya berisi faedah kepada orang ini? Makanya Nabi ketika mengambil ee baiat kepada Jarir bin Abdillah Albajali di antaranya wushul likulli muslim. Hendaknya engkau wahai Jarir melakukan yang terbaik bagi setiap muslim yang kau temui kau berusaha melakukan yang terbaik. Maka kita di rumah siapa orang yang kita temui? Kita temui anak-anak. Apa yang bisa saya lakukan terbaik buat anak-anak saya di saat ini? Kita pikir dapat pahala. Kita ketemu pembantu, apa yang bisa saya sumbangsingkan buat pembantu saya selain dia bekerja? Mungkin saya nasihati, mungkin saya suruh dia salat, saya bisa kita mungkin saya benarin jilbabnya, mungkin saya nak coba kamu enggak kirim uang ke orang tuamu, enggak. Kita pikirin apa yang saya bisa kasih manfaat buat pembantu kita ini. Kalau kita bos, apa yang bisa saya beri manfaat bagi pegawai saya? Karena kalau kita kasih manfaat kepada dia, kita dapat manfaat di akhirat. Jangan terus gimana saya bisa ngabisin uang dia, gimana saya bisa peras dia sampai dia setengah mampus. Sekarang kita rubah pola berpikir. Bagaimana kita ketemu tetangga, kita bisa dapat pahala apa interaksi dengan tetangga? Senyum kek, sapa kek, ngajak ke masjid kek. Sehingga setiap kita berinteraksi kita ingin dapat pahala. Kita dalam grup, dalam komunitas. Apa yang bisa saya lakukan di grup ini supaya ada pahala saya dapatkan? Bukan sekedar masuk di grup tanpa ada kegiatan apa-apa. Saya pengin cari pahala. Entah nasihati kek, entah apa kek, entah ngerem sesuatu kek, entah apa kek, kita pikirkan. Sehingga dengan demikian amal kita tidak pernah berhenti dan kita tidak bosan insyaallahu taala karena kita terbiasa beramal karena Allah subhanahu wa taala. Mungkin demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Saya sampaikan semoga Allah menganugerahkan kepada kita amal saleh sampai kita bertemu dengan Allah subhanahu wa taala. Dan jangan lupa doa yang paling penting dalam hal ini dua doa. Ya muqallibalubbitbi alik. Maknanya ya Allah pembolak-balik hati manusia kokokkanlah aku dalam agamamu. Ini minta istiqamah. Ya muqallibal qulub. Wahai pembolak-balik hati manusia kokokkanlah aku di atas agamamu. Hati ini sangat lemah. Dia mudah futur kapan saja. Gara-gara sesuatu yang dia lihat, gara-gara suatu yang didengar. maka dia mudah berubah. Hati ini sangat mudah berubah. Yang ngatur hati kita Allah Subhanahu wa taala. Jadi ya muqalib wahai pembala balik hati manusia tegarkan hatiku di atas agamamu itu agar istiqamah. Yang kedua doa mirip ya musifalubbi wahai pembolak-balik hati manusia. Wahai pemaling. Kalau sarif itu pemaling. Pemaling hati manusia. Palingkan hatiku di atas ketaatan kepadamu. Sebagian ulama menafsirkan, yaitu ya Allah palingkanlah hatiku dari satu ketaatan untuk berpindah ketaatan berikutnya. Berpindah ketaatan berikutnya. Tadinya kita sudah silaturahmi pengin tiba-tiba jadi hobi pengin baca Quran, rindu baca Quran. Setelah baca Quran kok rindu ingin ee dengar kajian. Setelah dengar kajian kok rindu ingin untuk salat ee dha misalnya. Jadi hati kita berpindah dari satu ketakwaan ke ketakwaan yang lain, satu ketaatan-ketaatan yang lain. Jadi doa yang kedua secara spesifik. Ya musiflubbi alat. Wahai pemaling hati manusia palingkanlah hatiku dari satu ketaatan-ketaatan berikutnya. Karena yang membuat kita cinta kepada ibadah ada Allah. Waklahaikumulahubikumfal. Akan tetapi Allah Subhanahu wa taala ya yang membuat kalian cinta dengan keimanan. Wayahu fiubikum. Dan Allah telah menghiasi keimanan dalam hati kalian dan Allah yang telah membuat kalian benci kepada kekufuran, kepada kefasikan dan kepada kemaksiatan. Hati kita ini yang Allah Subhanahu wa taala. Tib demikian saja. Subhanakallah wabihamdika asaduai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.