Isra Mi'raj (Sejarah dan Ibroh) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
nb5eer5MvMA • 2026-01-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pada kesempatan siang hari ini kita akan menyampaikan secara singkat tentang ee kisah Al-Isra wal Mikraj. yang dialami oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini salah satu dari rangkaian sirah Nabi yang sangat terkenal kisahnya dan hendaknya kita berusaha untuk mempelajari rangkaian kisah-kisah tentang sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama di antaranya Ibnu Hazm rahimahullahu taala bahwasanya sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah mukjizat tersendiri. Ini sudah pernah saya bahas dalam kajian khusus. bahwasanya sirah Nabi adalah mukjizat tersendiri. Di antara mukjizat sirah Nabi yaitu Allah menyiapkan cerita atau skenario tentang perjalanan hidup Nabi secara lengkap sehingga siapa yang pelajari sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam dia akan bisa menjadikan sirah tersebut sebagai kaidah dalam kehidupan. Ya Allah siapkan prototipe bagi sejarah Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk bisa diambil faedah untuk kehidupan sampai hari kiamat. Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengalami berbagai macam kejadian dan dalam berbagai macam kondisi, berbagai macam status ya dari sebagai ee seorang suami, sebagai ayah ya, sebagai orang yang tertindas, sebagai kepala negara, sebagai panglima perang dan berbagai macam kondisi. Bahkan dalam peperangan juga Nabi mengalami berbagai kondisi. Kadang berperang, kadang berdamai, kadang menyerang, kadang diserang. ya dan berbagai macam kondisi, kadang menang, kadang kalah. Sehingga kalau kita merenungkan tentang sirah Nabi, kita akan tahu memang ini ee ceritanya sudah diatur oleh Allah sehingga bisa dijadikan sebagai ee sumber hukum untuk kehidupan manusia sampai hari kiamat. Siapa yang ingin mencari contoh teladan ada dalam sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam. ya, apakah ee dari Nabi sallallahu alaihi wasallam atau orang yang ditakrir oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tetapi intinya sirah Nabi adalah mukjizat tersendiri. Dia siapa yang baca sirah Nabi dia akan tahu akan kebenaran perkataan Ibnu Hazm rahimahullahu taala bahwasanya sirah Nabi adalah mukjizat tersendiri. Tayib. Di antara sekian banyak peristiwa yang dialami oleh Rasulullah adalah peristiwa al-Isra wal Mikraj. Peristiwa ini dialami oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah Nabi mengalami cobaan-cobaan yang sangat berat. Karena ada khilaf di kalangan para ulama tentang kapan terjadi peristiwa Al-Isra wal Mikraj. Ada yang mengatakan setahun sebelum hijrah, ada yang mengatakan 3 tahun sebelum hijrah. Bahkan ada pendapat setelah hijrah. Namun pendapat mayoritas bahwasanya kejadian Isra Mikraj sebelum hijrah. Dan banyak berpendapat kejadian tersebut 3 tahun sebelum hijrah. 3 tahun sebelum hijrah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, terjadinya Isra Mikraj disebut oleh para ulama sebagai tasliah hiburan dari Allah kepada Nabi untuk mengangkat maknawiat, mengangkat ee apa namanya ee mental Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ketika itu Nabi benar-benar diuji dengan ujian yang sangat berat. Di antara ujian yang berturut-turut yang beliau alami sebelum Isra Mikraj adalah istrinya dan pamannya meninggal dunia. Ya, itu tahun 10 kenabian. Tahun 10 kenabian. Kita tahu namanya sirah Nabi ada 13 tahun kenabian baru kemudian 10 tahun hijriah. Rasulullah di Makkah disebut dengan apa? Tahun kenabian. Tahun pertama, tahun kedua, sampai tahun 13 baru Nabi berhijrah. Setelah berhijrah baru tahun pertama hijriah, tahun kedua hijriah. Jadi dibagi dua. Nah, kalau saya bilang tahun 10 kenabian berarti 3 tahun sebelum apa? Hijrah. Itu menjelang Isra Mikraj. Maka ada kesedihan yang dialami oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, yaitu wafatnya istrinya dan pamannya dalam 1 tahun dalam waktu yang berdekatan. Sehingga banyak ulama menamakan dengan amul huzni. Ini tidak datang dalam sunah, tapi dinamakan oleh para ulama untuk membuat kita merasakan pilunya hati Nabi di hari di tahun tersebut. Sehingga mereka namakan dengan Amul Husni. Kenapa? Karena istri yang sangat beliau cintai yang menjadi pelipur lara selalu memberi dukungan kepada Nabi ketika Nabi di rumah. yang telah mengorbankan seluruh hartanya, waktunya untuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang rela untuk diboikot bersama Nabi selama 3 tahun ketika terjadi pemboikotan oleh orang-orang Quraisy. Padahal dia bukan dari Bani Hasyim, tapi dia rela menemani suaminya kemudian akhirnya meninggal. Ya, kita bisa bayangkan seorang suami yang sangat cinta kepada istrinya kemudian istrinya meninggal. Bahkan Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Inni qod rzuqtu hubbaha." Aku telah diberi anugerah cinta kepada siapa? Khadijah. Cinta kepada Khadijah adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. Maka tatkala itu Nabi di puncak kesedihan. Demikian juga di waktu yang berdekatan pamannya Abu Thalib yang selama ini membela Nabi kalau Nabi lagi dakwah di luar yang tidak seorang pun yang berani menyentuh Nabi sallallahu alaihi wasallam menyakiti Nabi kalau pamannya masih hidup dia pasang badannya rela mati untuk membela ponakannya. Ya. Ya. Ee kata dia, "Wallahi la yasiluna ilaika bidorbatin hatta uwada fit turabi dafina." Kata Abu Thalib, "Demi Allah mereka tidak bakalan bisa menghantam engkau wahai ponakanku sampai aku di kubur dalam tanah baru mereka bisa." Jadi pamannya pasang badan padahal dia kafir ya. Tapi karena cinta kepada ponakannya sehingga ketika dua-duanya meninggal, yang memberi pelipur lara dalam rumah meninggal, yang menjadi pelipur lara di luar rumah juga meninggal. Maka ini tahun kesidian luar biasa kepada Nabi. Terus berlanjut ketika Abu Thalib meninggal dunia, maka orang-orang berani mulai mengganggu Nabi secara fisik. Sebelumnya mereka gak berani karena ada ada siapa? Abu Abu Thalib. Ketika Abu Thalib meninggal dunia, maka orang-orang mulai berani mengganggu Nabi secara fisik. Di antaranya kisah ketika Nabi sedang sujud di depan Ka'bah, tahu-tahu orang-orang Quraisy lagi kumpul-kumpul. Kemudian ada yang kasih ide, siapa yang berani ngambil isi perut unta dari si fulan kemudian tuangkan ke Muhammad ketika dia sedang menggosokkan wajahnya di tanah sedang sujud. Maka berdirilah Uqba bin Abi Muaid. Kemudian dia pun pergi mengambil salajur fulan, yaitu isi perut unta. Kemudian dia tuangkan ke pundak Nabi ketika Nabi sedang bersujud dan Nabi tidak angkat. tidak bangun dari sujudnya. Sampai ada yang lapor kepada Fatimah. Baru kemudian Fatimah yang masih muda kemudian datang membersihkan itu semua dari ayahnya. Kemudian balik menghadap orang Quraisy. Wanita masih kecil, masih remaja, kemudian maki-maki mereka. Dan itu sangat menyedihkan Nabi. Bagaimana kalau kita berdakwah bukan cuma kita yang diganggu, tapi yang diganggu adalah keluarga keluarga kita. Dan Nabi yang diganggu bukan cuma dia diganggu keluarganya. Sampai ketika anak-anaknya disuruh diceraikan, orang-orang Quraisy bilang, "Ceraikan putri-putri Muhammad agar Muhammad sibuk ngurusin putri-putri yang jadi janda. Siapa yang ceraikan putri Muhammad, kami kasihkan wanita yang dia kehendaki kami. Harta akhirnya benar ee Ummu Kultsum dicerai, Ruqayyah di eh dicerai." Ketika Zainab mau dicerai oleh Abul As, Abul Asu karena Abul Asonakannya Khadijah. Tapi intinya Rasulullah diganggu. Di antaranya putrinya yang sangat dia cintai harus berhadapan langsung dengan orang-orang Quraisy. Maki-maki mereka. Mereka tertawa terbahak-bahak ketika lihat ayahnya sedang diganggu, ditaruh kotoran sehingga Nabi tidak bergeming. Sampai akhirnya setelah dibersihkan baru kemudian Nabi angkat kepalanya. Kemudian Rasulullah berdoa di depan Ka'bah. Kata Rasulull sahu alaihi wasallam, "Allahumma alaika bi Quraisy." Ya Allah binasakanlah Quraisy. Allahumma alaika bi Abi Jahal. Maka sebut satu-satu. Allah binasakan si Abu Jahal. Uqbah bin Abi Umaid, Muaid, si fulan, si fulan, si fulan, si fulan. Ee Allah, maka Allah Subhanahu wa taala kemudian mengabulkan doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan tidak biasa Nabi sallallahu alaihi wasallam mendoakan keburukan kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu. Tapi intinya saya ingin beri gambaran bagaimana pilunya Nabi. Setelah Nabi mulai diganggu secara fisik, dakwah semakin tertutup. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mencari lahan dakwah di tempat lain. Maka pergilah Nabi ke Thaif. Ke Thaif sampai beliau berjalan bersama Zaid bin Haritah ee sekitar 90 kilo dari Mekah ke Thaif. Diam-diam jangan sampai diketahui oleh musuh, orang-orang Quraisy. Karena kalau mereka tahu Muhammad pergi ke Thaif, mereka akan ngejeklah Muhammad sudah putus asa sehingga keluar dari Makkah cari lahan dakwah lain. Maka Nabi diam-diam. Maka Nabi di kemudian pergi ke Thaif berharap bahwasanya suku lain bisa menerima dakwah Nabi. Itu kabilah Sakif atau kabilah Hawazin itu ada Bani Tsqif, ada Bani Saad, ada Bani Nasr. Maka ternyata justru Nabi sallallahu alaihi wasallam dihina di sana yajek oleh pembesar-pembesar Thaif. Ada yang mengatakan, "Ama wajadallah rasulan ghairat." Tidakkah Allah menemukan rasul lain? Kok kamu yang jadi rasul? Kok kamu yang jadi rasul? Jadi hinaan luar biasa ya. Ada yang mengatakan kalau kau rasul saya tidak bisa membantah. Tapi kalau kau pendusta juga percuma saya membantah ditolak. Kalau memang kau rasul saya akan robek kiswah Ka'bah. Jadi akhirnya Nabi diusir dan Nabi sempat mengatakan akhfu anni. Kalau kalian tidak menerima dakwahku tolong sembunyikan beritaku. Tapi rupanya para pembesar-besar ini kemudian memprovokasi anak-anak dan orang gila menyambut Nabi ketika Nabi jalan bersama Zaid bin Haritah. Kemudian mereka dilempari. Yang melempari bukan jagoan-jagoan, orang gila sama anak-anak. Ini maksudnya untuk menghina Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makanya Rasulullah merasakan yang paling berat adalah kasus di Thaif ketika dia diusir. Lebih berat daripada ketika di Uhud ketika dia terluka. Kemudian ee suja Nabi sallallahu alaihi wasallam wajahnya terluka. Waqusiratuhu. Kemudian giginya patah. Kemudian Rasulullah dihantam di sini. Rasulullah jatuh di lubang. Itu menurut penilaian kita mungkin itulah kondisi paling berat yang pernah Nabi alami. Tapi ketika Aisyah tanya, "Ya Rasulullah, adakah hari yang lebih berat daripada ketika engkau terluka di Uhud?" Kata Nabi, "Ada ketika diusir dari Thaif." Karena hinaan. Hinaan, hinaan. Kemudian perlakuan yang dalam rangka menghina Nabi sallallahu alaihi wasallam. Intinya ee sampai Nabi akhirnya meninggalkan Thaif. Kemudian dia berdoa dengan doa yang masyhur. Allahumma inni asqu ilaika quwati waqillahilati wa hawani alanas. Ya Allah, aku mengeluhkan kepadaMu tentang lemahnya diriku, tidak kuasanya kekuatanku dan hinaku di hadapan manusia. Ya, kepada siapa engkau serahkan diriku? Apakah kepada orang dekat yang musuhiku? Apakah orang jauh yang begini? Kemudian sampai Rasulullah berdoa waam kemudian kata Nabi, "Aam yakun laka alba fala ubali afiataka ahbu." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tapi ya Allah, selama kau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli dengan itu semua. Yang penting engkau tidak murka kepadaku. Hanya saja aku minta afiah darimu." Ini doa yang masyhur ya. Sampai akhirnya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengalami kesidian luar biasa dan terkadang hinaan lebih sakit daripada hantaman. Seperti perkataan seorang penyair, "Jarohat lisani, jaro sinani lisanu." Luka pedang, sayatan pedang masih bisa diobati. Tetapi luka akibat sayatan lisan terkadang sulit untuk diobati. Itu yang dialami oleh Nabi. Seorang yang syarif, seorang yang mulia, kakeknya mulia, bapaknya mulia, dianya mulia, kemudian dihina sedemikian rupa oleh orang-orang Thaif. Ini semua terakumulasi bagi Nabi. Ini kita bayangkan tahun ke-10 kenabian. Jadi Khadijah meninggal, Abu Thalib meninggal, dihina di Thaif. Kemudian di puncak-puncak kesulitan Nabi sallallahu alaihi wasallam maka Allah ingin memuliakan Nabi. Maka terjadilah peristiwa Al-Isra wal Mikraj. Ini ee latar belakang Al-Isra wal Mikraj terdiri atas dua kata. Yang pertama adalah Al-Isra. Al-isra adalahir bail, yaitu perjalanan di malam hari. Namanya Al-Isra. Dan Almik'raj maknanya adalah naik, ya. Naik ke atas. Jadi si Isra Mikraj ini dua peristiwa. Pertama peristiwa perjalan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjid apa? Aqsa. Mikraj dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Ke Sidratul Muntaha. Itulah dua peristiwa. Allah Subhanahu wa taala ya ee menyebutkan tentang isra dalam surah Al-Isra. Kata Allah subhanalladzi asra biabdihi lailan minal masjidil haram masjid aqsalladzi barokna haulahu linuriahu min ayatina. Innahu bir. Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya di malam hari dari Masjidil Haram menuju ke Masjid Aqsa yang kami berkahi di sekelilingnya agar kami menampakkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami. Innahu hua samiul basir. Sesungguhnya Dialah Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. Ee itu adalah Al-Isra. Adapun Almikraj maka Allah sebutkan dalam surah An-Najm ya kata Allah tentang Mikraj bahwasanya Rasulullah pernah ke Sidratul Muntaha. Walaq roahu nazlatan ukhra sidratil muntaha jannatul mawa id yaks sidr ma yaksya wq laq minatihil kubra. Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril dalam rupanya yang asli di waktu yang lain, yaitu kapan? Ke Sid di Sidratul Muntaha. Jadi kita tahu Allah sebutkan wqahu nazlatan ukhra sidratil muntaha. Rasulullah melihat Jibril dalam bentuk aslinya di kesempatan yang lain. Berarti sebelumnya sudah pernah. Iya. Rasulullah pernah lihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya. Ketika wahyu terputus setelah turun iqra bismi rabbikalladzi khalaq. Wahyu terputus. Kemudian Rasulullah pengin lagi mendapat wahyu. Tiba-tiba dia melihat Jibril Alaih Salam. ee berada di antara langit dan bumi kemudian mengepakkan sayap atau membentangkan sayapnya ada 600 sayap. Satu sayap kalau dibuka menutup cakrawala. Menutup apa? Cakrawala. Nabi tidak pernah melihat menurut pendapat yang kuat Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya kedua kali kecuali dua kali. Yang pertama ketika itu, yang kedua kali ketika di Sidratul Muntaha. Ini yang Allah mengatakan walaqahu nazlatan ukhra sidratil muntaha. Sungguh Muhammad sallallahu alaihi wasallam telah melihat Jibril dalam bentuk aslinya di kesempatan yang lain ketika di Sidratul Muntaha indaha jannatul mawa di Sidratul Muntaha ada surga tempat tinggal idaks sidrata ma yaksya ketika sidr pohon tersebut diliputi dengan keindahan yang luar biasa maagal basar seterusnya dalam surah An-Najm jadi dua peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur'an ya Isra maupun apa Mikraj. Adapun dalil, maka dalil sangat banyak dari sunah-sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi kita sebutkan cerita secara singkat tentang Al-Isra kemudian Al-Mraj. Maka datang dalam sebagian lafal hadis ya dalam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Ini lafal dari Bukhari. Bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan kepada mereka lailata usriya bihi ketika beliau di perjalankan oleh Allah di malam hari. Jadi Allah yang perjalankan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Baina ana fil hatim." Ketika aku sedang di akhtim ada yang mengatakan hatim maksudnya adalah ee apa namanya? Hijr. Apa namanya? Hijr. Rasulullah sedang dihijarr yaitu sedang di Masjidil Haram. Ya. Adapun hijr disebut hijr. Ismail ini penamaan yang salah. Hijr itu artinya batasan. Karena Ka'bah dahulu sampai ke situ disebut hijr pembatasan. Adapun penamaan hijr Ismail disebut karena Ismail dikubur di situ semua riwayat tidak benar. Tib ketika Rasul sahu alaih wasallam sedang di Ka'bah warubama qala fil hijr dalam sebagian riwayat dikatakan fil hijr mutjian sedang dalam kondisi berbaring kata Nabi id atani atin tiba-tiba datang orang yang datang kepada Nabi. Kemudian fasyaqqo ma baina hadhi. Kemudian orang tersebut atau malaikat tersebut membelah dari sini sampai ke sininya, yaitu dada Nabi sallallahu alaihi wasallam disebut minsugroti nahrihi ila sya'ratihi. Yaitu dari sini sampai ke bawah. Jadi ke bawah sampai ke arah pusar dibelah oleh malaikat. Kemudian fastakbi. Kemudian malaikat tersebut mengeluarkan jantungku dikeluarin husya. Kemudian didatangkanlah tempayan yang terbuat dari emas yang berisi dengan iman, penuh dengan iman. Wallahuam seperti apa. Tapi tempat tersebut isinya iman. Kemudian dibersihkanlah jantungku. Kemudian dimasukin lagi ya uida kemudian dikembalikan dijahit lagi ya Rasulullah alaihi wasallam dibelah dadanya dua kali dalam riwayat yang sah ada beberapa pendapat tiga kali ada yang bilang empat kali tapi yang benar yang sahih dua kali yang pertama ketika beliau berusia 4 tahun ketika beliau sedang di kampung Bani Saad beliau sedang bermain-main sama saudara-saudara susuannya tiba-tiba datang malaikat Jibril datang membelah membersihkan, masukin lagi. sampai Rasulull sahu alaii wasallam dalam kondisi pucat. Ini pembelahan pertama adalah dalam rangka untuk persiapan Nabi menjadi seorang nabi. Sehingga di antara bukti Nabi adalah seorang nabi meskipun Nabi belum jadi nabi, dia tidak pernah melakukan dosa-dosa. Dia enggak pernah menyembah berhala, dia tidak pernah berzina, dia tidak pernah minum khamar, dia tidak pernah membuka auratnya. Bahkan ketika dia berhaji, ketika masih musyrik, ketika itu haji bercampur dengan bidah dan kesyirikan. Rasul sahu alaii wasallam tidak pernah mengusap ee apa namanya ee apa namanya isaf dan nailah dan Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah ketika haji wukuf di Muzdalifah. Adapun kaum Quraisy mereka wukuf di Muzdalifah karena kata mereka tidak boleh kita haji ke tanah halal. Arafah tanah halal. Kita tetap wukuf di tanah haram yaitu di Muzdalifah. Antum enggak paham kan? Karena enggak pernah haji. Kalau haji jangan pakai visa sembarangan ya. Harus visa yang resmi. Ingat. Jadi Rasulullah dijaga sampai dalam ibadah pun Rasulullah tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Sehingga Rasulullah sahu alaihi wasallam di antara sebab agar beliau terjaga dibelah dadanya dibersihkan. H had setan minka. Inilah bagian yang setan menggoda di situ sehingga Rasul sahu alaihi wasallam bersih. Ini pertama karena dipersiapkan jadi seorang nabi. Di belah kedua ketika mau Isra Mikraj. Ketika mau Mikraj karena Rasul Sallahu Alaihi Wasallam akan bertemu dengan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Dia akan naik ke tempat tertinggi, tempat yang paling mulia untuk mendengar langsung firman Allah Subhanahu wa taala. Maka perlu persiapan kedua, maka hatinya dibelah lagi, dibersihkan lagi. Tib. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, tma utitu bidatin dunal bagal wauqal himar abad. Kemudian aku didatangkan hewan yang di bawah begal dan di bawah di atas himar. Himar tahu kan? Kedele apa? Keledai. Keledai. Keledai. Dongki. Kalau bahasa himar. Kalau bahasa Indonesia apa? Keledai ya. Kuda. Tahu kuda enggak? Kuda. Persilangan antara kawinan antara himar dan kuda menghasilkan suatu makhluk baru namanya begol. Namanya apa? Begol. Begol itu sampai ada teka-teki. Hewan apa yang bisa dilahirkan tapi tidak melahirkan? Begol. Jadi begol tuh tidak ada pernikahan keluar begol lagi. Enggak. Begol tuh himar sama kuda keluar apa? Begol. Wallahuam. Tiib. Begol lebih besar daripada himar tapi dia di bawah kuda. Nah, Buraq ini lebih besar daripada himar tapi di bawah apa? Begol. Jadi menunjukkan Buraq ini tidak terlalu besar. J hewan biasa ya. hewan biasa. Ee dan burok inilah yang disebutkan oleh para ulama ketika Nabi Ibrahim Alaih Salam meletakkan putranya Ismail di ee di Makkah sementara Nabi Ibrahim tinggal di Palestina, maka dia sering nengok anaknya. Dalam sebagian riwayat disebut oleh Ibnu Hajar yaitu Ibrahim naik buraq. Naik Buraq karena Buraq cepat sekali. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam ya eh mengatakaniunftaha. Maka aku pun naik di atas Buraq dan Buraq itu kalau dia melangkah sejauh matanya memandang. Sejauh matanya memandang. Seb mengatakan disebut buraq karena diambil dari albarq. Barq itu maksudnya kilatan karena saking cepatnya dia melangkah. Sekali dia melangkah sejauh mata memandang. Kita pandangan kita berapa kilo? Jauh. Sekali loncat cepat jadikan cepat sekali. Itu hewan. Hewan. Ini kisah permulaan Isra di tengah perjalanan Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Makkah menuju Masjidil Aqsa. Sebenarnya tujuan utamanya bukan ke Masjidil Aqsa. Mampir itu ada sebab Allah siapkan. Tujuan utamanya adalah ketemu siapa? Allah. Nabi lagi dihina, lagi direndahkan. Ingin ketemu Allah agar Allah kasih bertemu dengan Allah. Tentunya bertemu dengan Allah ada kebahagiaan yang luar biasa. Makanya ketika Nabi Musa Alaih Salam berbicara dengan Allah, dia sangat bahagia. Makanya ketika dipanggil oleh Allah, dia datang sebelum waktunya. Maka Allah mengatakan, "Wjalaka ya Musa qumai alari wa ajilbiard." Kenapa kau datang sebelum jadwalnya? Mana kaummu? Kata Nabi Musa, ilaikard. Aku bersegera agar engkau rida kepadaku. Nabi Musa bahagia bicara dengan Allah kalimullah. Sampai ketika dia merasakan kebahagiaan, dia ingin melihat Allah. Setelah dia merasakan kebahagiaan, berbicara dengan Allah karena firman Allah mendatangkan kebahagiaan. Kita baca Al-Qur'an saja bahagia, apalagi dengar langsung firman Allah. Baca Quran saja bahagia, apalagi dengar langsung firman Allah Subhanahu wa taala. Maka Nabi Musa ketika itu meminta kepada Allah, RBI arini ilaik. Ya Allah perlihatkanlah dirimu. Aku ingin lihat. Maka Allah bilang, "Tidak bisa. Kau tidak mampu untuk melihatku." Sebagaimana dalam surat jabali makan dan seterusnya. Intinya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam tujuannya adalah bertemu dengan Allah, berbicara dengan Allah, mendengar perintah langsung tentang salat dari Allah. Tetapi Allah takdirkan Nabi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pergi dulu ke mana? Masjidil Aqsa. Di tengah perjalanan banyak kejadian-kejadian disebut dalam riwayat-riwayat yang yang lain ya. Dalam riwayat kata Nabi, Usri biasulillah kata Yahya bin Said usri Rasul wasallam far minal jin b rasul wasam roahu ketika Rasul sahu al wasallam sedang diisrakan dari isra tadi dari mana ke mana Makkah ke Masjidil Aqsa maka Rasulullah melihat jin ifrit jin ifrit ini jin paling bos ya jin ifrid jin bejat ya. Jin ini mengejar Nabi dengan nyala api. Setiap Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berpaling dia melihat jin ifrit. Ya. Maka Rasul sahu alaihi wasallam ditegur oleh Jibril. Jibril berkata, "Ya, afala uallimuka kalimatin takluhunna." Maukah aku ajarkan kepada engkau doa-doa yang kau ucapkan? Qultahunna thatuhu whi. Kalau kau baca doa tersebut, maka api nyala apinya akan padam dan dia akan tersungkur ke jatuh di mulutnya. Rasulullah menjawab, "Tentu." Maka Jibril pun mengajarkan doa biwa wajhil karim wabikalimatillahi tamatillati la yujawizuhunna barrun wala fajur dan seterusnya doa. Jadi Rasulullah baca doa tersebut. Kemudian juga dalam sebagian riwayat dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam melihat dajal waradat dajal fi suratihi ruky ain laisa rukya manamin. Kata Ibnu Abbas, Rasulullah melihat Dajjal ketika itu dalam perjalanan bukan sedang tidur tapi Rasulull sahu alaihi wasallam melihat langsung. Ini di antara kejadian-kejadian sehingga Nabi bertanya bagaimana bentuk Dajjalnya. Ini hadis dinyatakan sahih oleh Al-Arnaud. Kemudian di antara kejadian Rasulullah sahu alaihi wasallam ketika sedang berjalan dari Makkah menuju Baitul Maqdis atat alay roihatun thayibah. Tiba-tiba aku mencium aroma yang sangat wangi. Hadis Ibnu Abbas. Kata Nabi, "Aku mencium aroma yang sangat wangi." Aku berkata, "Ya Jibril, bawa apa wangi?" Aroma wangi ini? Maka Jibril berkata, "Hadi rihatu masyitati bnati Firaun." Ini adalah aroma wangi dari Masyitah, yaitu penyisir rambut putri Firaun dan penyisir rambut anak-anak Firaun wa auladiha dan e dan anak-anak dari Masyitah. Anak-anak dari Masyitah. Jadi, aroma Masyitah dan anak-anaknya. Dan Masit ini kerjanya tukang sisir putrinya siapa? Firaun. Aku bertanya, "Apa gerangan dirinya?" Ya, kata Jibril, "Tatkala dia sedang menyisir rambut putri Firaun, tiba-tiba sisir tersebut jatuh dari tangannya. Maka dia berkata, "Bismillah." Maka putrinya bertanya, "Firaun, Abi itu Abi, bismillah Allah itu ayahku yang tadi pas jatuh kau sebut bismillah dengan nama Allah." Allah itu maksudnya ayahku Firaun. Kata Masyitah, "Tidak, tetapi Rabbku dan Rabb bapakmu yaitu Allah." Maka putrinya berkata, "Aku akan kabarkan ayahku tentang hal ini." Kata Masitah, "Silakan." Maka putrinya pun mengabarkan kepada Firaun. Akhirnya Firaun panggil Masyitah. Kemudian dia bertanya, "Ya Fulana, Masitah itu bukan nama ya. Masyitah itu maksudnya tukang sisir apa? Putri." Fans Indonesia. Ada yang anaknya dikasih nama siapa? Masyit. Maksud itu artinya tukang sisir ya, penyisir ya. Jadi jangan jangan jangan dikira namanya siapa? Masyaitan. Maka Firaun berkata, "Ya Fulanah, wahai Fulanah, gak tahu siapa namanya. Apakah kau punya Tuhan selain?" Kata Masyitah, kata si tukang sisir tadi, "Iya, rabku dan Rabb engkau adalah Allah. Faamar bibaqaratin min nuhasin fauhmiat tumma amar bihi. Maka akhirnya Firaun memerintahkan ee sebuah wadah yang terbuat dari tembaga kemudian dipanaskan, diisi minyak. Kemudian Firaun memerintahkan agar wanita ini dan anak-anaknya dilemparkan ke dalam minyak tersebut yang sangat panas. Maka wanita ini ya Masitah tadi dia berkata, "Inna liika haja." Saya punya keperluan wahai Firaun. Kata Firaun, "Apa keperluanmu?" Kata Masitah, "Aku ingin antajma idami waidama waladi fiin wahid." Aku ingin kau kumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang putra putra-putraku dalam satu kain kemudian kau kuburkan. Maka kata Firaun, "Saya akan lakukan." Maka Firaun menyuruh anak-anaknya dulu dibu dibunuh. ya agar siapa tahu Masitah mundur ya anak-anaknya satu-satu dilempar di minyak panas akhirnya ya namanya di minyak panas maka akhirnya kemudian meleleh tinggal tulang belulang satu demi satu sampai akhirnya tinggal anaknya yang masih kecil sedang menyusu sedang menyusu maka kaanaha taqoasat min ajlihi maka ibu tadi masyit ini tadi dia jadi seakan-akan agak mundur gara-gara kasihan sama anaknya masih kecil yang lain yang mungkin gede-gede, sudah gede-gede dibunuh enggak ada masalah. Mereka juga tegar-tegar dan itu menakjubkan. Bagaimana dia bisa mendidik anaknya luar biasa. Anaknya tadi sudah gede-gede tapi tear. Ya, sekarang ketika dihadapkan anak yang kecil harus dibuang, ditaruh di minyak yang panas, maka dia agak mundur. Tiba-tiba anak ini bercara, berbicara, "Ya ummah iktahimi wahai ibuku loncat." Subhanallah. dunya ahwu minabil akhirah. Sesungguhnya azab dunia itu lebih ringan daripada azab akhirat. Fakta maka dia pun masuk dalam minyak tersebut. Ibnu Abbas berkata, takamaar. Ada empat anak kecil bisa bicara. Pertama Isa bin Maryam. Kedua, Sahib Juraij dalam ee kisah yang panjang. Kemudian syahid Yusuf. Yang satunya adalah Masyitah, putrinya, putranya Masyitah yang masih disusui. Inilah yang menimbulkan aroma yang harum dicium oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika beliau sedang berisra. Banyak kejadian ya. Di antara kejadian yang lain ya, Rasulullah melihat ada orang yang kepalanya dihimpit dengan batu besar. Rasulullah bertanya, "Siapa mereka wahai Jibril?" Jibril berkata, "Itu orang-orang yang kepalanya berat untuk mengerjakan salat." Rasulullah juga melihat orang-orang yang makan dengan zakum. Maka Rasulullah bertanya, "Siapa mereka ya Jibril?" Kata Jibril, "Haulaadzina la yuaduna shodqati amwali." Mereka yang tidak bayar zakat. Kemudian di antara kejadian Rasulullah melihat ini penting. Rasulullah sahu alaihi wasallam melihat seorang mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak. Dia pikul tapi tidak mampu karena kayu bakarnya terlalu banyak. Namun dia tetap saja ingin pikul kayu bakar. Dia sudah enggak kuat. Dia masih nampung lagi nampung lagi. Maka Rasulullah bertanya, "Siapa ini?" Jibril. Kata Jibril, "H rajulun min ummatika alaihi amanah la yastatiu adaah wahua yazidu alaiha. Ini umatmu, salah seorang dari umatmu yang dia memikul amanah, dia sudah tidak mampu. Dia masih tamak ingin mikul amanah-amanah yang lain. Mengerikan ini. Tugasnya saja dia tidak bisa kerjakan, dia masih mau dikasih tugas-tugas yang yang lain. Mungkin karena dunia, karena apa? Karena kemasyhuran, karena popularitas. Ini juga bahaya. Yang kejadian berikutnya Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam melihat ada orang yang suatu kaum yang digunting lidah-lidah dan bibir-bi gunting besirnya di neraka. Setiap kali digunting maka mereka berteriak kesakitan. Setelah itu bibir mereka, lidah mereka kembali sedia kalah kemudian gunting lagi. Maka Rasulullah bertanya, "Man ha ula ya Jibril?" Siapa mereka ini? Kata Jibril alaihi salam, haul umatika mereka adalah khatib-khatib, ahli-ahli khotbah dari umatmu. Mereka menyeru orang untuk berbuat kebaikan. Sementara mereka sendiri tidak mereka tinggalkan diri mereka itu. Mereka tidak mengerjakan. Wahum yatlunal kitab. Padahal mereka baca Al-Qur'an. Afala yaqilun. Tidakkah mereka berpikir gimana nyuruh orang dia tahu ilmunya, dia baca Quran, tapi dia sendiri tidak melakukan apa yang dia kerjakan, maka mereka ini menggunting-gunting bibir mereka dengan mulut mereka dengan ee gunting besi. Kemudian juga Rasulullah melihat ada seorang yang berenang di sungai darah, berenang sungai darah sambil dilempar dengan batu neraka. Dia mau berenang ketepian dilempar dengan batu. Rasulullah bertanya, "Siapa ini Jibril?" Kata Jibril, "Ini orang yang gemar makan harta riba." Gemar makan harta apa? Riba. Hati-hati para owner-owner pinjol-pinjol makan riba. Ya, hati-hati yang kerja di instansi apa? Riba. Hati-hati, dosa besar. Kemudian di antara kejadian menarik Rasulullah mengatakan, "Maru al Musail ahmar wahim." Aku melewati Musa pada malam aku diisrakkan di samping bukit merah itu di kuburan Nabi Musa dan beliau sedang salat dalam kuburnya. Nabi Musa sedang apa? Salat. Dia berlezat-lezat dengan salat dalam kuburnya. Ini kejadian dalam kejadian apa? Isra. Ada peristiwa-peristiwa tapi hadisnya difis-hadis yang sahih tadi yang saya sebutkan. Kemudian setelah itu sampai di Baitul Maqdis baru Rasulull sahu alaihi wasallam kemudian naik ke Sidratul Muntaha yang Allah sebutkan tadi dalam ayat dalam surah Annajm. Maka Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam masuk di Baitul Maqdis. Rasul wasallam mengikatkan buraknya. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam masuk di Baitul Maqdis. Rasul mendapati para nabi dan para rasul. Rasul sallallahu alaihi wasallam mengimami mereka. Mengimami mereka. Setelah itu baru Rasulullah na naik. Ya. Jadi Allah menghadirkan para nabi-nabi tersebut. Apakah cuma roh-rohnya, apakah dengan jasadnya Allah yang lebih tahu. Setelah itu kemudian Nabi naik ke langit. Situlah kemudian Nabi bertemu dengan para penjaga langitnya. Kita lanjutkan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Ali aku pun ditunggangkan di atas buraq Jibrilu. Jibril membawa aku hatta atasama dunya sampai aku tiba di langit pertama, langit yang paling rendah." Fastaftaha. Maka Jibril minta untuk dibukakan pintu langit. Faqila man had. Maka ditanya malaikat tanya, "Siapa ini?" Jibril berkata, "Ya Jibril saya Jibril maaka." Siapa yang bersama engkau wahai Jibril? Qala Muhammad. Ini Muhammad. Qila waqad ursila ilaihi. Apakah Muhammad sudah diutus? Jadi malaikat-malaikat sudah tahu kabar Muhammad bakalan diutus. Cuma mereka enggak tahu. Ternyata orangnya sekarang sudah hadir minta untuk dibukakan pintu langit. Maka dia bertanya. Mereka bertanya kepada malaikat Jibril, waqad ursila ilaihi? Apakah dia sudah diutus? Qala naam. Qila marhaban bihi fanmal majiu. Selamat datang wahai Muhammad. Ini kedatangan yang indah. Jadi memang dia sudah ditunggu-tunggu. Fafataha maka dibukakanlah pintu langit. Falamma khalastu fa fiha Adam. Ketika masuk di langit pertama langit dunia tiba-tiba ada Nabi Adam. Maka dikatakan kepadaku, "H abuka Adam fasallim alaih. Ini nenek moyangmu Adam ayahmu. Ucapkanlah salam kepadanya." Maka aku pun mengucapkan salam. Maka dia belas jawab salamku dan dia berkata, "Marhaban bil ibni saleh. Selamat datang kepada anakku yang saleh w nabii saleh dan nabi yang saleh. Kemudian aku dibawa naik sampai aku datang ke langit yang kedua." Maka Jibril minta dibukakan oleh pintu langit. Nabi Jibril minta penjaga langit, malaikat penjaga langit untuk membukakan pintu langit. Maka ditanyakan, "Siapa ini?" Kata Jibril, "Saya Jibril." Terus siapa yang bersama engkau? Jibril mengatakan, "Muhammad." Maka penjaga langit kedua berkata, "Apakah sudah diutus?" Kata Jibril, "Sudah." Maka penjaga langit berkata, "Selamat datang. Sungguh baik kedatanganmu." Maka dia buka pun pintu langit kedua dia buka. Ketika aku sampai kepada langit kedua, aku masuk idza Yahya wa Isa wahuma ibnal khalah. Tiba-tiba aku mendapati dua nabi bersamaan, yaitu Yahya dan Isa. Dan keduanya adalah sepupuan. Ini ada khilaf dengan para ulama. Apakah ee Isa dan Yahya sepupuan atau ee ponakan dan Om, derajat penakan dan om tentu ada pembahasan. Tapi intinya eh qala h Yahya wa Isa fasallim alaihima. Kata Jibril, "Salamlah kepada mereka berdua maka aku pun mengucapkan salam kepada mereka berdua dan mereka berdua menjawab salamku. Kemudian mereka berdua berkata, "Marhaban bil akhi saleh w nabi saleh. Selamat datang kepada saudara kami yang saleh dan nabi yang saleh. Beda ketika Adam. Adam berkata, "Selamat datang kepada putraku yang saleh." Karena Muhammad keturunan siapa? Adam alaihi salam. Kemudian aku naik ke langit ketiga sama Jibril minta dibukakan pintu langit kemudian ditanya, akhirnya dibukakan. Ketika aku masuk pintu ketiga, tiba-tiba ada Nabi Yusuf Alaih Salam. Ya, dalam riwayat Rasulullah berkata, "Laqad satral jamal." Yusuf telah diberikan setengah ketam ketampanan. Ya, Ibnu Qayyim mengatakan maknanya yaitu ketampanan manusia setengahnya buat siapa? Yusuf. Sisanya kita bagi-bagi ya, kita sharing ya entah satu peratu triliun persatu. [tertawa] Yusuf alaihi salam sangat ganteng, sangat tampan. Kemudian ee naik ke langit berikutnya. Langit ke berapa sekarang? Keempat. apa kelima? Keempat ya. Ketika naik ke langit keempat kemudian Rasulullah masuk ya tiba-tiba aku melihat Idris. Maka ditanya ini dikatakan ini adalah Idris. Salamlah kepadanya. Aku pun mengucap salam kepada Idris. Kemudian Iblis berkata, "Marhaban bil akhi saleh. Selamat datang kepada saudaraku yang saleh dan nabi yang saleh." Kemudian aku dinaikkan ke langit yang kelima. Tiba-tiba di sana ya aku bertemu dengan Harun. Aku pun mengucapkan salam kepada Harun. Kemudian dia pun membalas salamku. Dia berkata, "Selamat datang saudara yang saleh dan nabi yang saleh." Kemudian aku diangkat lagi naik ke langit yang keenam. Kemudian dibuka pintu langit keenam. Kemudian aku bertemu dengan Musa. Faidza Musa. Tiba-tiba ada Nabi Musa. Jibril berkata, "H Musa fasalim alai." Ini Musa. Ucapkan salam kepadanya. Fasalamtu alaih. Aku menucap salam kepadanya. Kemudian Musa berkata, "Marhaban bil akhi nabi sh." Selamat datang saudara yang saleh dan nabi yang saleh. Ketika falam tajawaztu baka ketika aku melewati Musa menuju langit berikutnya, langit ke berapa? Ketujuh Nabi Musa menangis. Apa yang buat kau menangis wahai Musa? Q abna gulaman bua ba'di. Karena ada seorang pemuda yang diutus setelahku. Yadulul jann min umatihi aksaru mimman yadkhulu min umtihi. Ternyata pengikutnya lebih banyak masuk surga daripada pengikutku. Tib Musa alaihi salam menangis. Kenapa? Bukan dia hasad, enggak. Tetapi ada keistimewaan yang tidak bisa dia dapat seperti yang didapati oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita tahu bahwasanya orang saleh mereka saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan karena hasad, tapi gibth, tapi karena gibt. Ternyata dia tidak bisa ada kebahagiaan atau ada kedudukan yang tidak bisa dia raih. Bisa diraih oleh siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Makanya Nabi Musa alaihi salam setelah Nabi mendapatkan perintah 50 waktu, Nabi Musa yang kasih nasihat. Minta keringan. Minta keringanan, minta keringanan dari 50 sampai menjadi 5. Dan dia yang menasihati, "Umatmu tidak bakalan mampu untuk salat 50 waktu." Mintalah keringanan. Nanti akan kita sampaikan. Tib. Kemudian ee aku pun naik lagi ke langit yang ketujuh. Maka dibuatkan tiba-tiba di sana aku mendapati Ibrahim. Maka Jibril berkata, "Hadza abuka. Ini adalah ayahmu." Sama seperti Adam. Jadi Rasul sahu alaihi wasallam keturunan Ibrahim sekaligus keturunan siapa? A Adam. Fasalim alaih. Ucapkan salam kepada bapakmu. Qala fasalamtu alaih. Aku ucapkan salam dan Ibrahim balas salamku. Kemudian dia berkata, "Marhaban bi saleh." Selamat datang anakku yang saleh. Itu cucuku yang saleh. W nabi saleh, anak yang saleh. Tma rufi rufiat ilai sidratul muntaha. Tiba-tiba diperlihatkanlah bagiku sidratul muntaha. Tiba-tiba aku melihat bagaimana besarnya daunnya ya, bagaimana besarnya ee kelopak-kelopaknya. Intinya kemudian diperlihatkan macam-macam Sidratul Muntaha ya. Ee id yaksya sidrata ma yaksya. Ketika Sidratul Muntah diliputi dengan perkara-perkara yang sangat sangat indah dan seterusnya sampai ee kata Rasul sahu alaihi wasallam tma furid al shawatu khamsina shatan kita langsung pada intinya kemudian aku diwajibkan untuk salat 50 waktu kulla yaumin setiap hari farajatu Rasulullah terima Allah kasih 50 waktu Rasulullah terima Rasulullah turun Turun Musa lewat Ibrahim, lewat Musa. Ketika lewat Musa alaih salam maka Musa bertanya, "Bima umirta?" Apa yang kau diperintahkan oleh Allah? Kata Nabi, "Aku diperintahkan salat 50 waktu setiap hari." Kata Musa menasihati, "Inna ummatakau khina shatan yaum. Umatmu enggak mampu. Wa inni wallahi qabunas qblaka. Aku sudah mencoba orang-orang sebelum engkau. Nya Bani Israil dulu suruh salat ya malas-malas. Gimana umatmu? 50 berat. Waaju Bani Israil asadal mualaj farji. Saya sudah setengah mati suruh Bani Israil untuk salat. Berarti Bani Israil dulu salat atau tidak salat? Dulu salat mereka ada ruku, ada sujud, cuma sekarang berubah. Kata Allah, "Fakalafa ba'dih khfunat watabus syahwat." Maka setelah itu muncul generasi yang menyia-nyiakan salat dan mengikuti hawa nafsu. Padahal dulu Bani Israil, Nasra, Yahudi semuanya salat ada rukuk dan sujudnya. Tapi kemudian hilang. Kata kata Musa, "Saya sudah coba umatku gak bisa. Setengah mati saya suruh mereka salat. Farji ilabik." Kembalilah kepada Rabbmu. Kembalilah kepada Rabbmu. Yaitu dari langit keenam naik lagi ke langit keetujuh ke Sidratul Muntaha. Ya fasaluf takf. Mintalah keringanan untuk umatmu. Aku pun balik. Maka Allah pun meringankan 10. Jadi tinggal berapa? 40. Aku balik lagi ketemu Musa. Musa tanya lagi, "40? Enggak mampu. Kembali lagi. Aku balik lagi kurangkan jadi 10 lagi." Jadi berapa sekarang? 30. Balik lagi Musa tanya lagi, "Berapa?" "30." "Umatmu tidak mampu. Irjiik fasal minhu fasal minhuf." Kembalilah kepada Tuhanmu. Minta keringanan. Aku kembali lagi. Aku kembali lagi. Akhirnya tinggal 10. ketemu Musa berapa? 10. Enggak mampu. Minta keringanan balik lagi. Akhirnya tinggal li lima. Ketika sudah lima, aku turun ke Musa. Musa bertanya, "Berapa?" Kata Nabi Muhammad, "Lima." Kata Nabi Musa dengan penuh kasih sayang, "Inna ummat laatiu khamsawat. Umatmu tidak mampu salat lima waktu sehari semalam." Aku sudah pernah coba orang-orang sebelum umatmu. Waaju bani israil asad mualajah. Saya sudah kalau nyuruh Bani Israil salat susahnya kayak apa? Kembalilah kepada Tuhanmu untuk minta keringanan untuk umatmu. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Saalubbi hattahyaitu. Saya sudah minta terus sampai saya malu. Walakinni ard wa usallim. Tapi saya pasrah dan saya rida. Ketika aku melewati Musa nada munadin, maka ada suara berteriak, yaitu Allah ada suara Allah berkata, "Amditu faridatifu ibadi." Maka aku telah menetapkan kewajiban kewajibanku itu salat 50 waktu dan aku telah meringankan bagi hamba-hambaku. Dalam sebagian riwayat, hiya khams wahiya khamsun. Dia 5 waktu tapi pahalanya seperti 50 waktu. Subhanallah. Kemudian Nabi pun setelah itu turun dari langit kemudian pulang menuju ke mana? Ke Makkah. Rasulullah sampai sebelum subuh. Datang dalam sebagian riwayat ya. Maka Nabi ketemu Abu Jahal. Nabi ketemu Abu Jahal pagi harinya. Nabi ketemu Abu Jahal. Abu Jahal bertanya, "Apa yang telah terjadi?" Nabi cerita, "Saya tadi malam pergi ke Baitul Maqdis kemudian langit tujuh balik lagi." Abu Jahal tidak langsung bilang bohong-bohong. Enggak. Abu Jahal punya rencana buruk. Dia bilang, "Bagaimana kalau kau di sini saja aku panggil dulu kaummu supaya kau kabarkan langsung kepada kaumu tentang apa yang kau rasakan, apa yang kau alami." Kata Nabi, "Silakan." Maka Abu Jahal semangat manggil orang supaya ngejek siapa? Muhammad. Akhirnya ketika Abu Jahal panggil orang semua sudah kumpul. Coba cerita Muhammad. Rasulullah cerita saya tadi malam naik ini ke sini kemudian ke sini naik ke atas. Antum bayangkan itu 1400 tahun yang lalu belum ditemukan motor. Kalau jalan dari Makkah menuju Baitul Maqdis 1250 kilo. Berapa hari ya? Berbulan-bulan mungkin ya. Jauh ya. Jauh. Ini tidak sampai 12 jam sudah pulang. tidak sampai 10 jam sudah ba sudah balik. Maka ini suatu yang aneh di zaman itu. Kalau sekarang mungkin zaman itu aneh. Maka orang-orang pun ketika Nabi cerita ada yang tepuk tangan, ada yang begini, ada yang bengong. Ini Muhammad sinting ini sintingnya. Kemarin masih mending, sekarang lebih parah sintingnya. Intinya mereka yang ngejek-ngejek Nabi sampai ada yang murtad sebagian orang ketika itu karena dengar berita yang sudah sangat tidak logis bagaimana Muhammad bisa pergi kurang dari satu malam ke Baitul Maqdis kemudian balik. Ya. Maka akhirnya ada yang tes. Ya Muhammad, kalau memang kau ke Baitul Maqdis coba cerita tentang Baitul Maqdis. Wah ini gimana ini? Nabi ke Baitul Maqdis. Iya tapi kan Nabi tidak tidak sedang selfie-selfie. Makanya Nabi enggak perhatian berapa pintunya, berapa ininya. Oh, Nabi benar-benar cuma dia enggak perhatian tentang apa e pintu-pintu jumlah ini utara, selatan, timur. Ketika coba sifatkan Baitul Maqdis maka Rasulullah itu bingung juga. Akhirnya Allah tampakkan Baitul Maqdis di hadapan Nabi. Maka Nabi bilang, "Baitul Maqdis itu begini begini." Karena Rasulullah diperlihatkan sama Allah visualnya begini begini begini. Lengkap, detail kata orang ini. Adapun cerita Muhammad tentang Baitul Maqdis benar 100% tapi yang lainnya bohong 100%. Subhanallah. Akhirnya orang-orang datang ke Abu Bakar ngejek, "Abu Bakar, Muhammad ini bagaimana dia bilang begini begini begini." Kata Abu Bakar, "Apakah dia telah menyampaikan demikian?" Iya. Dia bilang, "Pergi ke Baitul Maqdis sebelum satu malam sudah balik." Kata Abu Bakar, "Dia benar. Dia telah mengabarkan lebih dahsyat daripada itu. Dia mengabarkan bikabarisama. Dia telah mengatakan ada kabar dari langit sampai kepada dia kapan saja mau siang malam. Dan itu lebih dahsyat daripada sekedar pulang pergi dari Baitul Maqdis. Kalau itu saja saya benarkan, apalagi ini. Maka Abu Bakar semenjak itu diberi gelar dengan apa? Assiddiq yang tidak pernah ragu-ragu membenarkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Tib. Ini cerita secara singkat tentang Al-Isra wal Mikraj. Adapun faedah yang bisa kita ambil, ibrah yang bisa kita ambil dari kisah ini tentunya ee banyak. Di antara yang pertama, adapun terkait kapan Isra Mikraj maka tidak ada ijmak, tidak ada kesepakatan. Tahun saja khilaf, ada yang mengatakan setahun sebelum ee hijrah, ada yang mengatakan 3 tahun sebelum hijrah. Ada yang mengatakan setelah hijrah. Ada khilaf. Bulannya pun khilaf apalagi tang tanggalnya. di dan khilaf ini menunjukkan bahwasanya tidak terlalu perhatian terhadap kapannya karena tidak ada ibadah di ibadah dibangun di balik tanggal ini. Seandainya ada ibadah dibangun di balik tanggal ini, tentu para sahabat akan memperhatikan kapan tanggalnya untuk diulang-ulang setiap tahun. karena tidak ada ibadah dibangun di balik hari Isra Mikraj, maka mereka pun khilaf tentang kapan Isra Mikraj terjadi. Ini yang pertama. Ee pendapat perkara yang kedua bahwasanya Allah Subhanahu wa taala memperjalankan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dengan fisik dan rohnya. Bukan seperti pendapat sebagian orang yang mengatakan yang diperjalankan hanya rohnya. Seandainya diperjelakan oleh rohnya, maka tidak ada pengingkaran dahsyat oleh orang-orang Quraisy. Tetapi dalil-dalil dalam Al-Qur'an maupun sunah menunjukkan zahirnya Rasulullah dengan jasadnya. Itu Rasulullah tidur, dibangun kemudian berangkat naik Buraq benar-benar dengan fisik jasadnya. Dan Allah mengatakan subhanalladzi asra biabdihi maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dan hamba itu mencakup ruh dan jasad. Jadi yang benar adalah roh dan jasadnya. Kemudian di antara faedah Allah dalam beberapa ayat memuji Nabi dari sisi ubudiahnya. Rasul sahu alaihi wasallam terpuji dari dua sisi. Sisi pertama sebagai rasul karena dia terpilih. Wantiquil hawa in hua illa wahyu yuha. Tidaklah Muhammad bericara hawa nafsu tapi wahyu diwahyukan kepadanya. Ya. Dan ciri kedua, pujian kedua adalah sebagai seorang hamba. Karena tidak ada orang yang bisa hebat beribadah menunjukkan bukti penghambaan seperti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sampai Rasulull sahu alaihi wasallam salat, kakinya bengkak-bengkak. Beliau berkata, "Afala akunu abdan syakura? Kenapa aku tidak menjadi hamba yang pandai bersyukur? Tidak ada yang bisa beribadah seperti Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada." Makanya ketika sebagian ulama membahas tentang mukjizat Nabi secara logis, di antara mukjizat Nabi, Nabi tidak pernah futur dalam berdakwah. Sejak awal sampai akhir enggak pernah futur, terus semangat, tidak pernah turun semangatnya. Dalam ibadahnya, dalam dakwahnya, dalam kesabarannya semangat terus. Tidak pernah futur. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada yang bisa kuat ibadah seperti Nabi dari ibadahnya, daripada sedekahnya. Kalau sedekah tidak pernah takut miskin. Luar biasa. Sampai ketika Nabi bagi-bagi ehun fasal Nabi sallallahu alaihi wasallam jabal. Ada seorang Arab Badui minta kambing satu lembah di antara dua gunung. Rasulullah kasih ratusan kambing. Maka orang Arab Badwi ini pun pulang ke kampungnya. Dia mengatakan, "Ya aslimu fa Muhammadan a manam yaksyal faqah. Kalau kalian pengin dapat kambing, masuk Islam. Karena Muhammad itu kalau sudah bagi-bagi tidak pernah takut miskin. Rasulullah ibadah luar biasa. Oleh karena saya sering sampaikan jika seorang memuji Nabi seperti ada sifat-sifat ketuhanan maka menghilangkan pujian sisi ini. Justru Nabi itu terpuji karena dia manusia dan dia beribadah luar biasa. Tapi kalau dia Tuhan ya dia bisa begini sudah tidak terpuji lagi. Dia ada sisi ibadahnya. Dan dan dalam kondisi-kondisi genting justru Allah menunjukkan tentang ibadahnya. Kata Allah seperti dalam surat ini. Subhanalladzi asra biabdihi. Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambanya. Nabi tidak berkata, Allah tidak berkata, "Maha suci Allah yang perjalankan rasul-Nya." Enggak, tapi hambanya. Karena ini kondisi genting, di situlah kemuliaan Nabi. Demikian juga ketika ayat tantangan ya, wainkuntum fi rbin mimma nazzalna ala abdina. Jika kalian ragu tentang apa yang kami turunkan kepada hambaku itu Al-Qur'an. Tabarakalladzi nazal furqana ala abdihi liyakuna lilamina nadir. Allah membanggakan Nabi sebagai seorang hamba. Ya, oleh karenanya ketika Allah memuji ibadurrahman, Allah mengatakan wa ibadurahina yamsyuna alal ardhi hauna. Jadi tidak ada yang bisa beribadah dengan ubudiyah yang sempurna seperti siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka jangan kita angkat derajat Nabi seperti derajat Tuhan. Justru itu merendahkan Nabi. Nabi terpuji dua sisi. Sebagai rasul, sebagai hamba. Dia diuji-uji oleh Allah, namun dia lolos. Makanya Allah mengatakan, "Innama abtalika wa abtali bika." Sesungguhnya aku menguji engkau wahai Muhammad dan aku menjadikan engkau sebagai bahan ujian. Tib. Berikutnya ee di antara faedah yang bisa kita ambil, Allah mempersiapkan Nabi untuk mikraj maka Allah membelah dadanya dibersihkan. Sebagian orang mengatakan tidak masuk akal gimana jantung dikeluarin kemudian dirobek masukin lagi pasti matilah. Ya namanya juga mukjizat. Namanya juga apa? Mu mukjizat. di masjid itu yang keluar yang yang tidak yang tidak biasanya namanya mukjizat khawariqul adah sebagaimana Nabi Isa lahir tanpa bapak juga mukjizat secara kebiasaan tidak mungkin tetapi sekarang ternyata ada orang sakit jantung jantungnya dikeluarin pasang jantung palsu pompa sendiri jantungnya diperbaiki. Sekarang ada seperti itu. Kalau dulu tidak masuk akal sekarang bisa orang di black jantungnya dilepas ganti jantung lain jantungnya diperbaiki. Mungkin dipasang baterainya sekarang jantung bisa pasang baterai. Enggak tahu ngecasnya di mana. [tertawa] Ada kawan kita, dia ee pilot kemudian dia enggak jadi pilot lagi. Kenapa? Jantungnya lemah. Kalau mau jadi pilot lagi harus pasang baterai. Akhirnya dia pilih untuk pensiun. Gak jadi jantung bisa pasang baterai. Bukan HP antum aja pasang baterai. Saya maksudnya jantung bisa dilepas itu zaman dulu mungkin aneh, sekarang mungkin. Kemudian di antara faedah yang bisa kita ee dapatkan yaitu bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah nabi yang paling mulia. Di antara buktinya Rasulull sahu alaihi wasallam pergi ke Baitul Maqdis beliau jadi iam. Ini isyarat. Kemudian ketika beliau naik, Allah hadirkan beberapa nabi tapi Nabi melampaui mereka semua. Dan ini isyarat tentang tingginya kedudukan siapa? Nabi Ibra Ibrahim karena dia langit ketujuh. Kemudian kedudukan Nabi Musa karena langitlangit yang berapa? keenam. Terus kemudian di antara faedah yang bisa kita ambil yaitu tentang keutamaan salat. Keutamaan salat bahwasanya ketika Allah mewajibkan salat Allah tidak melalui malaikat Jibril tapi langsung Allah perintahkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah perintahkan kalau ini menunjukkan salat sangat agung. Tidak ada suatu amalan yang diwajibkan langsung tanpa perantara kecuali apa? Salat. Menunjukkan agungnya salat. Maka dia merupakan rukun kedua setelah syahadatain. Ya. Dan dia amal yang menur
Resume
Requeue
Categories