Isra Mi'raj (Sejarah dan Ibroh) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
nb5eer5MvMA • 2026-01-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Insyaallah pada
kesempatan siang hari ini kita akan
menyampaikan secara singkat tentang
ee kisah Al-Isra wal Mikraj.
yang dialami oleh Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ini salah satu dari
rangkaian sirah Nabi yang sangat
terkenal kisahnya
dan hendaknya kita berusaha untuk
mempelajari rangkaian
kisah-kisah tentang sirah Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Karena sebagaimana dikatakan oleh
sebagian ulama di antaranya Ibnu Hazm
rahimahullahu taala bahwasanya
sirah Nabi sallallahu alaihi wasallam
adalah mukjizat tersendiri. Ini sudah
pernah saya bahas dalam kajian khusus.
bahwasanya sirah Nabi adalah mukjizat
tersendiri. Di antara mukjizat sirah
Nabi yaitu Allah menyiapkan
cerita atau skenario tentang perjalanan
hidup Nabi secara lengkap sehingga siapa
yang pelajari sirah Nabi sallallahu
alaihi wasallam dia akan bisa menjadikan
sirah tersebut sebagai kaidah dalam
kehidupan. Ya Allah siapkan prototipe
bagi sejarah Nabi sallallahu alaihi
wasallam untuk bisa diambil faedah untuk
kehidupan sampai hari kiamat. Oleh
karenanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengalami berbagai macam
kejadian dan dalam berbagai macam
kondisi, berbagai macam status ya dari
sebagai ee seorang suami, sebagai ayah
ya, sebagai
orang yang tertindas, sebagai kepala
negara, sebagai panglima perang dan
berbagai macam kondisi. Bahkan dalam
peperangan juga Nabi mengalami berbagai
kondisi. Kadang berperang, kadang
berdamai,
kadang menyerang, kadang diserang. ya
dan berbagai macam kondisi, kadang
menang, kadang kalah. Sehingga kalau
kita merenungkan tentang sirah Nabi,
kita akan tahu memang ini ee ceritanya
sudah diatur oleh Allah sehingga bisa
dijadikan sebagai ee sumber hukum
untuk kehidupan manusia sampai hari
kiamat. Siapa yang ingin mencari contoh
teladan ada dalam sirah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. ya, apakah ee dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam atau orang
yang ditakrir oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Tetapi intinya sirah
Nabi adalah mukjizat tersendiri. Dia
siapa yang baca sirah Nabi dia akan tahu
akan kebenaran perkataan Ibnu Hazm
rahimahullahu taala bahwasanya sirah
Nabi adalah mukjizat tersendiri. Tayib.
Di antara sekian banyak peristiwa yang
dialami oleh Rasulullah adalah peristiwa
al-Isra wal Mikraj. Peristiwa ini
dialami oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam setelah Nabi mengalami
cobaan-cobaan yang sangat berat. Karena
ada khilaf di kalangan para ulama
tentang kapan terjadi peristiwa Al-Isra
wal Mikraj. Ada yang mengatakan setahun
sebelum hijrah, ada yang mengatakan 3
tahun sebelum hijrah. Bahkan ada
pendapat setelah hijrah. Namun pendapat
mayoritas bahwasanya kejadian Isra
Mikraj sebelum hijrah. Dan banyak
berpendapat kejadian tersebut 3 tahun
sebelum hijrah. 3 tahun sebelum hijrah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya,
terjadinya Isra Mikraj
disebut oleh para ulama sebagai tasliah
hiburan dari Allah kepada Nabi untuk
mengangkat maknawiat, mengangkat ee apa
namanya
ee mental Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang ketika itu Nabi
benar-benar diuji dengan ujian yang
sangat berat. Di antara ujian yang
berturut-turut yang beliau alami sebelum
Isra Mikraj adalah
istrinya dan pamannya meninggal dunia.
Ya, itu tahun 10 kenabian. Tahun 10
kenabian. Kita tahu namanya sirah Nabi
ada 13 tahun kenabian baru kemudian 10
tahun hijriah. Rasulullah di Makkah
disebut dengan apa? Tahun kenabian.
Tahun pertama, tahun kedua, sampai tahun
13 baru Nabi berhijrah. Setelah
berhijrah baru tahun pertama hijriah,
tahun kedua hijriah. Jadi dibagi dua.
Nah, kalau saya bilang tahun 10 kenabian
berarti 3 tahun sebelum apa? Hijrah. Itu
menjelang Isra Mikraj. Maka ada
kesedihan yang dialami oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam, yaitu
wafatnya istrinya dan pamannya dalam 1
tahun dalam waktu yang berdekatan.
Sehingga banyak ulama menamakan dengan
amul huzni. Ini tidak datang dalam
sunah, tapi dinamakan oleh para ulama
untuk membuat kita merasakan
pilunya hati Nabi di hari di tahun
tersebut. Sehingga mereka namakan dengan
Amul Husni. Kenapa? Karena istri yang
sangat beliau cintai yang menjadi
pelipur lara selalu memberi dukungan
kepada Nabi ketika Nabi di rumah. yang
telah mengorbankan seluruh hartanya,
waktunya untuk Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang rela untuk diboikot
bersama Nabi selama 3 tahun ketika
terjadi pemboikotan oleh orang-orang
Quraisy. Padahal dia bukan dari Bani
Hasyim, tapi dia rela menemani suaminya
kemudian akhirnya meninggal.
Ya, kita bisa bayangkan seorang suami
yang sangat cinta kepada istrinya
kemudian istrinya meninggal. Bahkan
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan,
"Inni qod rzuqtu hubbaha." Aku telah
diberi anugerah cinta kepada siapa?
Khadijah. Cinta kepada Khadijah adalah
anugerah dari Allah Subhanahu wa taala.
Maka tatkala itu Nabi di puncak
kesedihan. Demikian juga di waktu yang
berdekatan pamannya Abu Thalib yang
selama ini membela Nabi kalau Nabi lagi
dakwah di luar yang tidak seorang pun
yang berani menyentuh Nabi sallallahu
alaihi wasallam menyakiti Nabi kalau
pamannya masih hidup dia pasang badannya
rela mati untuk membela ponakannya. Ya.
Ya. Ee
kata dia, "Wallahi la yasiluna ilaika
bidorbatin hatta uwada fit turabi
dafina." Kata Abu Thalib, "Demi Allah
mereka tidak bakalan bisa menghantam
engkau wahai ponakanku sampai aku di
kubur dalam tanah baru mereka bisa."
Jadi pamannya pasang badan padahal dia
kafir ya. Tapi karena cinta kepada
ponakannya sehingga ketika dua-duanya
meninggal, yang memberi pelipur lara
dalam rumah meninggal, yang menjadi
pelipur lara di luar rumah juga
meninggal. Maka ini tahun kesidian luar
biasa kepada Nabi. Terus berlanjut
ketika Abu Thalib meninggal dunia, maka
orang-orang berani mulai mengganggu Nabi
secara fisik. Sebelumnya mereka gak
berani karena ada ada siapa? Abu Abu
Thalib. Ketika Abu Thalib meninggal
dunia, maka orang-orang mulai berani
mengganggu Nabi secara fisik. Di
antaranya kisah ketika Nabi sedang sujud
di depan Ka'bah, tahu-tahu orang-orang
Quraisy lagi kumpul-kumpul. Kemudian ada
yang kasih ide, siapa yang berani
ngambil isi perut unta dari si fulan
kemudian tuangkan ke Muhammad ketika dia
sedang menggosokkan wajahnya di tanah
sedang sujud. Maka berdirilah Uqba bin
Abi Muaid. Kemudian dia pun pergi
mengambil salajur fulan, yaitu isi perut
unta. Kemudian dia tuangkan ke pundak
Nabi ketika Nabi sedang bersujud dan
Nabi tidak angkat.
tidak bangun dari sujudnya. Sampai ada
yang lapor kepada Fatimah. Baru kemudian
Fatimah yang masih muda kemudian datang
membersihkan itu semua dari ayahnya.
Kemudian balik menghadap orang Quraisy.
Wanita masih kecil, masih remaja,
kemudian maki-maki mereka. Dan itu
sangat menyedihkan Nabi. Bagaimana kalau
kita berdakwah bukan cuma kita yang
diganggu, tapi yang diganggu adalah
keluarga keluarga kita. Dan Nabi yang
diganggu bukan cuma dia diganggu
keluarganya. Sampai ketika anak-anaknya
disuruh diceraikan, orang-orang Quraisy
bilang, "Ceraikan putri-putri Muhammad
agar Muhammad sibuk ngurusin putri-putri
yang jadi janda. Siapa yang ceraikan
putri Muhammad, kami kasihkan wanita
yang dia kehendaki kami. Harta akhirnya
benar ee Ummu Kultsum dicerai, Ruqayyah
di eh dicerai." Ketika Zainab mau
dicerai oleh Abul As, Abul Asu karena
Abul Asonakannya Khadijah. Tapi intinya
Rasulullah diganggu. Di antaranya
putrinya yang sangat dia cintai harus
berhadapan langsung dengan orang-orang
Quraisy. Maki-maki mereka. Mereka
tertawa terbahak-bahak ketika lihat
ayahnya sedang diganggu, ditaruh kotoran
sehingga Nabi tidak bergeming. Sampai
akhirnya setelah dibersihkan baru
kemudian Nabi angkat kepalanya. Kemudian
Rasulullah berdoa di depan Ka'bah. Kata
Rasulull sahu alaihi wasallam,
"Allahumma alaika bi Quraisy." Ya Allah
binasakanlah Quraisy. Allahumma alaika
bi Abi Jahal. Maka sebut satu-satu.
Allah binasakan si Abu Jahal. Uqbah bin
Abi Umaid, Muaid, si fulan, si fulan, si
fulan, si fulan. Ee
Allah, maka Allah Subhanahu wa taala
kemudian mengabulkan doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan tidak biasa Nabi
sallallahu alaihi wasallam mendoakan
keburukan kecuali dalam kondisi-kondisi
tertentu. Tapi intinya saya ingin beri
gambaran bagaimana pilunya Nabi. Setelah
Nabi mulai diganggu secara fisik, dakwah
semakin tertutup. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam mencari
lahan dakwah di tempat lain. Maka
pergilah Nabi ke Thaif. Ke Thaif sampai
beliau berjalan bersama Zaid bin Haritah
ee sekitar 90 kilo dari Mekah ke Thaif.
Diam-diam jangan sampai diketahui oleh
musuh, orang-orang Quraisy. Karena kalau
mereka tahu Muhammad pergi ke Thaif,
mereka akan ngejeklah Muhammad sudah
putus asa sehingga keluar dari Makkah
cari lahan dakwah lain. Maka Nabi
diam-diam. Maka Nabi di kemudian pergi
ke Thaif berharap bahwasanya suku lain
bisa menerima dakwah Nabi. Itu kabilah
Sakif atau kabilah Hawazin itu ada Bani
Tsqif, ada Bani Saad, ada Bani Nasr.
Maka ternyata justru Nabi sallallahu
alaihi wasallam dihina di sana yajek
oleh pembesar-pembesar Thaif. Ada yang
mengatakan, "Ama wajadallah rasulan
ghairat." Tidakkah Allah menemukan rasul
lain? Kok kamu yang jadi rasul? Kok kamu
yang jadi rasul? Jadi hinaan luar biasa
ya. Ada yang mengatakan kalau kau rasul
saya tidak bisa membantah. Tapi kalau
kau pendusta juga percuma saya membantah
ditolak. Kalau memang kau rasul saya
akan robek kiswah Ka'bah. Jadi akhirnya
Nabi diusir
dan Nabi sempat mengatakan akhfu anni.
Kalau kalian tidak menerima dakwahku
tolong sembunyikan beritaku. Tapi
rupanya para pembesar-besar ini kemudian
memprovokasi anak-anak dan orang gila
menyambut Nabi ketika Nabi jalan bersama
Zaid bin Haritah. Kemudian mereka
dilempari. Yang melempari bukan
jagoan-jagoan, orang gila sama
anak-anak. Ini maksudnya untuk menghina
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makanya Rasulullah merasakan yang paling
berat adalah kasus di Thaif ketika dia
diusir. Lebih berat daripada ketika di
Uhud ketika dia terluka. Kemudian ee
suja Nabi sallallahu alaihi wasallam
wajahnya terluka. Waqusiratuhu. Kemudian
giginya patah. Kemudian Rasulullah
dihantam di sini. Rasulullah jatuh di
lubang. Itu menurut penilaian kita
mungkin itulah kondisi paling berat yang
pernah Nabi alami. Tapi ketika Aisyah
tanya, "Ya Rasulullah, adakah hari yang
lebih berat daripada ketika engkau
terluka di Uhud?" Kata Nabi, "Ada ketika
diusir dari Thaif." Karena hinaan.
Hinaan, hinaan. Kemudian perlakuan yang
dalam rangka menghina Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Intinya ee sampai Nabi
akhirnya meninggalkan Thaif. Kemudian
dia berdoa dengan doa yang masyhur.
Allahumma inni asqu ilaika quwati
waqillahilati wa hawani alanas. Ya
Allah, aku mengeluhkan kepadaMu tentang
lemahnya diriku, tidak kuasanya
kekuatanku dan hinaku di hadapan
manusia.
Ya, kepada siapa engkau serahkan diriku?
Apakah kepada orang dekat yang musuhiku?
Apakah orang jauh yang begini? Kemudian
sampai Rasulullah berdoa
waam kemudian kata Nabi, "Aam yakun laka
alba fala ubali
afiataka ahbu." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Tapi ya Allah, selama
kau tidak murka kepadaku, aku tidak
peduli dengan itu semua. Yang penting
engkau tidak murka kepadaku. Hanya saja
aku minta afiah darimu." Ini doa yang
masyhur ya. Sampai akhirnya Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam mengalami
kesidian luar biasa dan terkadang hinaan
lebih sakit daripada hantaman. Seperti
perkataan seorang penyair, "Jarohat
lisani, jaro sinani
lisanu." Luka pedang, sayatan pedang
masih bisa diobati. Tetapi luka akibat
sayatan lisan terkadang sulit untuk
diobati. Itu yang dialami oleh Nabi.
Seorang yang syarif, seorang yang mulia,
kakeknya mulia, bapaknya mulia, dianya
mulia, kemudian dihina sedemikian rupa
oleh orang-orang Thaif. Ini semua
terakumulasi bagi Nabi. Ini kita
bayangkan tahun ke-10 kenabian. Jadi
Khadijah meninggal, Abu Thalib
meninggal, dihina di Thaif.
Kemudian di puncak-puncak kesulitan Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka Allah
ingin memuliakan Nabi. Maka terjadilah
peristiwa Al-Isra wal Mikraj. Ini ee
latar belakang Al-Isra wal Mikraj
terdiri atas dua kata.
Yang pertama adalah Al-Isra. Al-isra
adalahir
bail, yaitu perjalanan di malam hari.
Namanya Al-Isra. Dan Almik'raj maknanya
adalah naik, ya. Naik ke atas. Jadi si
Isra Mikraj ini dua peristiwa. Pertama
peristiwa perjalan malam hari dari
Masjidil Haram ke Masjid apa? Aqsa.
Mikraj dari Masjidil Aqsa ke Sidratul
Muntaha. Ke Sidratul Muntaha. Itulah dua
peristiwa.
Allah Subhanahu wa taala ya ee
menyebutkan tentang isra dalam surah
Al-Isra. Kata Allah subhanalladzi asra
biabdihi lailan minal masjidil haram
masjid aqsalladzi barokna haulahu
linuriahu min ayatina. Innahu bir. Maha
suci Allah yang telah memperjalankan
hamba-Nya di malam hari dari Masjidil
Haram menuju ke Masjid Aqsa yang kami
berkahi di sekelilingnya agar kami
menampakkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda kebesaran kami. Innahu hua
samiul basir. Sesungguhnya Dialah Allah
yang maha mendengar lagi maha
mengetahui.
Ee
itu adalah Al-Isra.
Adapun Almikraj maka Allah sebutkan
dalam surah An-Najm ya kata Allah
tentang Mikraj bahwasanya Rasulullah
pernah ke Sidratul Muntaha. Walaq roahu
nazlatan ukhra sidratil muntaha jannatul
mawa id yaks sidr ma yaksya wq laq
minatihil kubra. Dan sesungguhnya
Muhammad telah melihat Jibril dalam
rupanya yang asli di waktu yang lain,
yaitu kapan? Ke Sid di Sidratul Muntaha.
Jadi kita tahu Allah sebutkan wqahu
nazlatan ukhra sidratil muntaha.
Rasulullah melihat Jibril dalam bentuk
aslinya di kesempatan yang lain. Berarti
sebelumnya sudah pernah. Iya. Rasulullah
pernah lihat malaikat Jibril dalam
bentuk aslinya. Ketika wahyu terputus
setelah turun iqra bismi rabbikalladzi
khalaq. Wahyu terputus. Kemudian
Rasulullah pengin lagi mendapat wahyu.
Tiba-tiba dia melihat Jibril Alaih
Salam. ee berada di antara langit dan
bumi kemudian mengepakkan sayap atau
membentangkan sayapnya ada 600 sayap.
Satu sayap kalau dibuka menutup
cakrawala. Menutup apa? Cakrawala. Nabi
tidak pernah melihat menurut pendapat
yang kuat Rasul sahu alaihi wasallam
tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk
aslinya kedua kali kecuali dua kali.
Yang pertama ketika itu, yang kedua kali
ketika di Sidratul Muntaha. Ini yang
Allah mengatakan walaqahu nazlatan ukhra
sidratil muntaha. Sungguh Muhammad
sallallahu alaihi wasallam telah melihat
Jibril dalam bentuk aslinya di
kesempatan yang lain ketika di Sidratul
Muntaha indaha jannatul mawa di Sidratul
Muntaha ada surga tempat tinggal idaks
sidrata ma yaksya ketika sidr pohon
tersebut diliputi dengan keindahan yang
luar biasa maagal basar seterusnya dalam
surah An-Najm jadi dua peristiwa ini
disebutkan dalam Al-Qur'an ya Isra
maupun apa Mikraj.
Adapun dalil, maka dalil sangat banyak
dari sunah-sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tapi kita sebutkan cerita
secara singkat tentang
Al-Isra kemudian Al-Mraj.
Maka datang dalam sebagian lafal hadis
ya dalam Bukhari dan Muslim dari Anas
bin Malik. Ini lafal dari Bukhari.
Bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyampaikan kepada mereka
lailata usriya bihi ketika beliau di
perjalankan oleh Allah di malam hari.
Jadi Allah yang perjalankan. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Baina ana
fil hatim." Ketika aku sedang di akhtim
ada yang mengatakan hatim maksudnya
adalah ee
apa namanya? Hijr. Apa namanya? Hijr.
Rasulullah sedang dihijarr yaitu sedang
di Masjidil Haram. Ya. Adapun hijr
disebut hijr. Ismail ini penamaan yang
salah. Hijr itu artinya batasan. Karena
Ka'bah dahulu sampai ke situ disebut
hijr pembatasan. Adapun penamaan hijr
Ismail disebut karena Ismail dikubur di
situ semua riwayat tidak benar. Tib
ketika Rasul sahu alaih wasallam sedang
di Ka'bah
warubama qala fil hijr dalam sebagian
riwayat dikatakan fil hijr mutjian
sedang dalam kondisi berbaring kata Nabi
id atani atin
tiba-tiba datang orang yang datang
kepada Nabi. Kemudian fasyaqqo ma baina
hadhi. Kemudian orang tersebut atau
malaikat tersebut
membelah dari sini sampai ke sininya,
yaitu dada Nabi sallallahu alaihi
wasallam
disebut minsugroti nahrihi ila
sya'ratihi. Yaitu dari sini sampai ke
bawah. Jadi ke bawah sampai ke arah
pusar dibelah
oleh malaikat.
Kemudian fastakbi.
Kemudian malaikat tersebut mengeluarkan
jantungku dikeluarin
husya. Kemudian didatangkanlah tempayan
yang terbuat dari
emas yang berisi dengan iman, penuh
dengan iman. Wallahuam seperti apa. Tapi
tempat tersebut isinya iman. Kemudian
dibersihkanlah jantungku. Kemudian
dimasukin lagi ya
uida kemudian dikembalikan dijahit lagi
ya Rasulullah alaihi wasallam dibelah
dadanya dua kali dalam riwayat yang sah
ada beberapa pendapat tiga kali ada yang
bilang empat kali tapi yang benar yang
sahih dua kali yang pertama ketika
beliau berusia 4 tahun ketika beliau
sedang di kampung Bani Saad beliau
sedang bermain-main sama saudara-saudara
susuannya tiba-tiba datang malaikat
Jibril datang membelah membersihkan,
masukin lagi. sampai Rasulull sahu alaii
wasallam dalam kondisi pucat. Ini
pembelahan pertama adalah dalam rangka
untuk persiapan Nabi menjadi seorang
nabi. Sehingga di antara bukti Nabi
adalah seorang nabi meskipun Nabi belum
jadi nabi, dia tidak pernah melakukan
dosa-dosa. Dia enggak pernah menyembah
berhala, dia tidak pernah berzina, dia
tidak pernah minum khamar, dia tidak
pernah membuka auratnya. Bahkan ketika
dia berhaji, ketika masih musyrik,
ketika itu haji bercampur dengan bidah
dan kesyirikan. Rasul sahu alaii
wasallam tidak pernah mengusap ee apa
namanya ee apa namanya isaf dan nailah
dan Rasul sahu alaihi wasallam tidak
pernah ketika haji wukuf di Muzdalifah.
Adapun kaum Quraisy mereka wukuf di
Muzdalifah karena kata mereka tidak
boleh kita haji ke tanah halal. Arafah
tanah halal. Kita tetap wukuf di tanah
haram yaitu di Muzdalifah. Antum enggak
paham kan? Karena enggak pernah haji.
Kalau haji jangan pakai visa sembarangan
ya. Harus visa yang resmi. Ingat.
Jadi Rasulullah dijaga sampai dalam
ibadah pun Rasulullah tidak melakukan
hal yang aneh-aneh.
Sehingga Rasulullah sahu alaihi wasallam
di antara sebab agar beliau terjaga
dibelah dadanya dibersihkan.
H had setan minka. Inilah bagian yang
setan menggoda di situ sehingga Rasul
sahu alaihi wasallam bersih. Ini pertama
karena dipersiapkan jadi seorang nabi.
Di belah kedua ketika mau Isra Mikraj.
Ketika mau Mikraj karena Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam akan bertemu dengan
siapa? Allah Subhanahu wa taala. Dia
akan naik ke tempat tertinggi, tempat
yang paling mulia untuk mendengar
langsung firman Allah Subhanahu wa
taala. Maka perlu persiapan kedua, maka
hatinya dibelah lagi, dibersihkan lagi.
Tib.
Kemudian
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
tma utitu bidatin dunal bagal wauqal
himar abad. Kemudian aku didatangkan
hewan yang di bawah begal dan di bawah
di atas himar.
Himar tahu kan? Kedele apa? Keledai.
Keledai. Keledai. Dongki. Kalau bahasa
himar. Kalau bahasa Indonesia apa?
Keledai ya.
Kuda. Tahu kuda enggak? Kuda.
Persilangan antara kawinan antara himar
dan kuda menghasilkan suatu makhluk baru
namanya begol. Namanya apa? Begol. Begol
itu sampai ada teka-teki. Hewan apa yang
bisa dilahirkan tapi tidak melahirkan?
Begol. Jadi begol tuh tidak ada
pernikahan keluar begol lagi. Enggak.
Begol tuh himar sama kuda keluar apa?
Begol. Wallahuam. Tiib. Begol lebih
besar daripada himar tapi dia di bawah
kuda. Nah, Buraq ini lebih besar
daripada himar tapi di bawah apa? Begol.
Jadi menunjukkan Buraq ini tidak terlalu
besar. J hewan biasa ya. hewan biasa.
Ee
dan burok inilah yang disebutkan oleh
para ulama ketika Nabi Ibrahim Alaih
Salam meletakkan putranya Ismail di ee
di Makkah sementara Nabi Ibrahim tinggal
di Palestina, maka dia sering nengok
anaknya. Dalam sebagian riwayat disebut
oleh Ibnu Hajar yaitu Ibrahim naik
buraq. Naik Buraq karena Buraq cepat
sekali. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya
eh mengatakaniunftaha.
Maka aku pun naik di atas Buraq dan
Buraq itu kalau dia melangkah sejauh
matanya memandang. Sejauh matanya
memandang. Seb mengatakan disebut buraq
karena diambil dari albarq. Barq itu
maksudnya kilatan karena saking cepatnya
dia melangkah. Sekali dia melangkah
sejauh mata memandang. Kita pandangan
kita berapa kilo? Jauh. Sekali loncat
cepat jadikan cepat sekali. Itu hewan.
Hewan.
Ini kisah permulaan Isra di tengah
perjalanan Nabi sallallahu alaihi
wasallam dari Makkah menuju Masjidil
Aqsa. Sebenarnya tujuan utamanya bukan
ke Masjidil Aqsa. Mampir itu ada sebab
Allah siapkan. Tujuan utamanya adalah
ketemu siapa? Allah. Nabi lagi dihina,
lagi direndahkan. Ingin ketemu Allah
agar Allah kasih bertemu dengan Allah.
Tentunya bertemu dengan Allah ada
kebahagiaan yang luar biasa. Makanya
ketika Nabi Musa Alaih Salam berbicara
dengan Allah, dia sangat bahagia.
Makanya ketika dipanggil oleh Allah, dia
datang sebelum waktunya. Maka Allah
mengatakan, "Wjalaka
ya Musa qumai alari wa ajilbiard."
Kenapa kau datang sebelum jadwalnya?
Mana kaummu? Kata Nabi Musa, ilaikard.
Aku bersegera agar engkau rida kepadaku.
Nabi Musa bahagia bicara dengan Allah
kalimullah. Sampai ketika dia merasakan
kebahagiaan, dia ingin melihat Allah.
Setelah dia merasakan kebahagiaan,
berbicara dengan Allah karena firman
Allah mendatangkan kebahagiaan. Kita
baca Al-Qur'an saja bahagia, apalagi
dengar langsung firman Allah. Baca Quran
saja bahagia, apalagi dengar langsung
firman Allah Subhanahu wa taala. Maka
Nabi Musa ketika itu meminta kepada
Allah, RBI arini ilaik. Ya Allah
perlihatkanlah dirimu. Aku ingin lihat.
Maka Allah bilang, "Tidak bisa. Kau
tidak mampu untuk melihatku."
Sebagaimana dalam surat
jabali makan dan seterusnya. Intinya
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
tujuannya adalah bertemu dengan Allah,
berbicara dengan Allah, mendengar
perintah langsung tentang salat dari
Allah. Tetapi Allah takdirkan Nabi Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
pergi dulu ke mana? Masjidil Aqsa.
Di tengah perjalanan banyak
kejadian-kejadian
disebut dalam riwayat-riwayat yang yang
lain ya.
Dalam riwayat kata Nabi, Usri
biasulillah kata Yahya bin Said usri
Rasul wasallam far minal jin b
rasul wasam roahu ketika Rasul sahu al
wasallam sedang diisrakan dari isra tadi
dari mana ke mana Makkah ke Masjidil
Aqsa maka Rasulullah melihat jin ifrit
jin ifrit ini jin paling bos ya
jin ifrid jin bejat ya.
Jin ini mengejar Nabi dengan nyala api.
Setiap Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
berpaling dia melihat jin ifrit. Ya.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam ditegur
oleh Jibril. Jibril berkata, "Ya,
afala uallimuka kalimatin takluhunna."
Maukah aku ajarkan kepada engkau doa-doa
yang kau ucapkan? Qultahunna thatuhu
whi.
Kalau kau baca doa tersebut, maka api
nyala apinya akan padam dan dia akan
tersungkur ke jatuh di mulutnya.
Rasulullah menjawab, "Tentu." Maka
Jibril pun mengajarkan doa biwa wajhil
karim wabikalimatillahi tamatillati
la yujawizuhunna barrun wala fajur dan
seterusnya doa. Jadi Rasulullah baca doa
tersebut.
Kemudian juga dalam sebagian riwayat
dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan juga
Nabi sallallahu alaihi wasallam melihat
dajal waradat dajal fi suratihi ruky ain
laisa rukya manamin. Kata Ibnu Abbas,
Rasulullah melihat Dajjal ketika itu
dalam perjalanan bukan sedang tidur tapi
Rasulull sahu alaihi wasallam melihat
langsung. Ini di antara
kejadian-kejadian sehingga Nabi bertanya
bagaimana bentuk Dajjalnya.
Ini hadis dinyatakan sahih oleh
Al-Arnaud.
Kemudian di antara kejadian Rasulullah
sahu alaihi wasallam ketika sedang
berjalan dari Makkah menuju Baitul
Maqdis atat alay roihatun thayibah.
Tiba-tiba aku mencium aroma yang sangat
wangi. Hadis Ibnu Abbas. Kata Nabi, "Aku
mencium aroma yang sangat wangi." Aku
berkata, "Ya Jibril, bawa apa wangi?"
Aroma wangi ini? Maka Jibril berkata,
"Hadi rihatu masyitati bnati Firaun."
Ini adalah aroma wangi dari Masyitah,
yaitu penyisir rambut putri Firaun dan
penyisir rambut anak-anak Firaun wa
auladiha dan e dan anak-anak dari
Masyitah. Anak-anak dari Masyitah. Jadi,
aroma Masyitah dan anak-anaknya. Dan
Masit ini kerjanya tukang sisir putrinya
siapa? Firaun. Aku bertanya, "Apa
gerangan dirinya?" Ya, kata Jibril,
"Tatkala dia sedang menyisir rambut
putri Firaun, tiba-tiba sisir tersebut
jatuh dari tangannya. Maka dia berkata,
"Bismillah."
Maka putrinya bertanya,
"Firaun, Abi itu Abi, bismillah Allah
itu ayahku yang tadi pas jatuh kau sebut
bismillah dengan nama Allah." Allah itu
maksudnya ayahku Firaun. Kata Masyitah,
"Tidak, tetapi Rabbku dan Rabb bapakmu
yaitu Allah."
Maka putrinya berkata, "Aku akan
kabarkan ayahku tentang hal ini." Kata
Masitah, "Silakan."
Maka putrinya pun mengabarkan kepada
Firaun. Akhirnya Firaun panggil
Masyitah. Kemudian dia bertanya, "Ya
Fulana, Masitah itu bukan nama ya.
Masyitah itu maksudnya tukang sisir apa?
Putri." Fans Indonesia. Ada yang anaknya
dikasih nama siapa? Masyit. Maksud itu
artinya tukang sisir ya, penyisir ya.
Jadi jangan jangan jangan dikira namanya
siapa? Masyaitan.
Maka Firaun berkata, "Ya Fulanah, wahai
Fulanah, gak tahu siapa namanya.
Apakah kau punya Tuhan selain?" Kata
Masyitah, kata si tukang sisir tadi,
"Iya, rabku dan Rabb engkau adalah
Allah. Faamar bibaqaratin min nuhasin
fauhmiat tumma amar bihi.
Maka akhirnya Firaun memerintahkan
ee
sebuah wadah yang terbuat dari tembaga
kemudian dipanaskan, diisi minyak.
Kemudian Firaun memerintahkan agar
wanita ini dan anak-anaknya dilemparkan
ke dalam minyak tersebut yang sangat
panas.
Maka wanita ini ya Masitah tadi dia
berkata, "Inna liika haja." Saya punya
keperluan wahai Firaun. Kata Firaun,
"Apa keperluanmu?"
Kata Masitah, "Aku ingin antajma idami
waidama waladi fiin wahid." Aku ingin
kau kumpulkan tulang-tulangku dan
tulang-tulang putra putra-putraku dalam
satu kain kemudian kau kuburkan.
Maka kata Firaun, "Saya akan lakukan."
Maka
Firaun menyuruh anak-anaknya dulu dibu
dibunuh. ya agar siapa tahu Masitah
mundur ya anak-anaknya satu-satu
dilempar di minyak panas akhirnya ya
namanya di minyak panas maka akhirnya
kemudian meleleh tinggal tulang belulang
satu demi satu sampai akhirnya tinggal
anaknya yang masih kecil
sedang menyusu sedang menyusu
maka kaanaha taqoasat min ajlihi maka
ibu tadi masyit ini tadi dia jadi
seakan-akan agak mundur gara-gara
kasihan sama anaknya masih kecil yang
lain yang mungkin gede-gede, sudah
gede-gede dibunuh enggak ada masalah.
Mereka juga tegar-tegar dan itu
menakjubkan. Bagaimana dia bisa mendidik
anaknya luar biasa. Anaknya tadi sudah
gede-gede tapi tear. Ya, sekarang ketika
dihadapkan anak yang kecil harus
dibuang,
ditaruh di minyak yang panas, maka dia
agak mundur.
Tiba-tiba anak ini bercara, berbicara,
"Ya ummah iktahimi wahai ibuku loncat."
Subhanallah.
dunya ahwu minabil akhirah. Sesungguhnya
azab dunia itu lebih ringan daripada
azab akhirat. Fakta maka dia pun masuk
dalam minyak tersebut.
Ibnu Abbas berkata, takamaar.
Ada empat anak kecil bisa bicara.
Pertama Isa bin Maryam. Kedua, Sahib
Juraij dalam ee kisah yang panjang.
Kemudian syahid Yusuf. Yang satunya
adalah Masyitah, putrinya, putranya
Masyitah yang masih disusui.
Inilah yang menimbulkan aroma yang harum
dicium oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika beliau sedang berisra.
Banyak kejadian ya. Di antara kejadian
yang lain ya,
Rasulullah melihat ada orang yang
kepalanya dihimpit dengan batu besar.
Rasulullah bertanya, "Siapa mereka wahai
Jibril?" Jibril berkata,
"Itu orang-orang yang kepalanya berat
untuk mengerjakan salat."
Rasulullah juga melihat orang-orang yang
makan dengan zakum.
Maka Rasulullah bertanya, "Siapa mereka
ya Jibril?" Kata Jibril, "Haulaadzina la
yuaduna shodqati amwali." Mereka yang
tidak bayar zakat.
Kemudian di antara kejadian
Rasulullah melihat ini penting.
Rasulullah sahu alaihi wasallam melihat
seorang mengumpulkan kayu bakar yang
sangat banyak. Dia pikul tapi tidak
mampu karena kayu bakarnya terlalu
banyak. Namun dia tetap saja ingin pikul
kayu bakar. Dia sudah enggak kuat. Dia
masih nampung lagi nampung lagi.
Maka Rasulullah bertanya, "Siapa ini?"
Jibril. Kata Jibril, "H rajulun min
ummatika alaihi amanah la yastatiu adaah
wahua yazidu alaiha. Ini umatmu, salah
seorang dari umatmu yang dia memikul
amanah, dia sudah tidak mampu. Dia masih
tamak ingin mikul amanah-amanah yang
lain. Mengerikan ini. Tugasnya saja dia
tidak bisa kerjakan, dia masih mau
dikasih tugas-tugas yang yang lain.
Mungkin karena dunia, karena apa? Karena
kemasyhuran, karena popularitas.
Ini juga bahaya. Yang kejadian
berikutnya Rasulullah Sallahu Alaihi
Wasallam melihat ada orang
yang suatu kaum yang digunting
lidah-lidah dan bibir-bi gunting
besirnya di neraka. Setiap kali
digunting maka mereka berteriak
kesakitan. Setelah itu bibir mereka,
lidah mereka kembali sedia kalah
kemudian gunting lagi.
Maka Rasulullah bertanya, "Man ha ula ya
Jibril?" Siapa mereka ini? Kata
Jibril alaihi salam, haul umatika mereka
adalah khatib-khatib, ahli-ahli khotbah
dari umatmu.
Mereka menyeru orang untuk berbuat
kebaikan. Sementara mereka sendiri tidak
mereka tinggalkan diri mereka itu.
Mereka tidak mengerjakan. Wahum yatlunal
kitab. Padahal mereka baca Al-Qur'an.
Afala yaqilun. Tidakkah mereka berpikir
gimana nyuruh orang dia tahu ilmunya,
dia baca Quran, tapi dia sendiri tidak
melakukan apa yang dia kerjakan, maka
mereka ini menggunting-gunting bibir
mereka dengan mulut mereka dengan ee
gunting besi.
Kemudian juga Rasulullah melihat ada
seorang yang berenang di sungai darah,
berenang sungai darah sambil dilempar
dengan batu neraka. Dia mau berenang
ketepian dilempar dengan batu.
Rasulullah bertanya, "Siapa ini Jibril?"
Kata Jibril, "Ini orang yang gemar makan
harta riba." Gemar makan harta apa?
Riba. Hati-hati para owner-owner
pinjol-pinjol
makan riba. Ya, hati-hati yang kerja di
instansi apa? Riba.
Hati-hati, dosa besar.
Kemudian di antara kejadian menarik
Rasulullah mengatakan, "Maru al Musail
ahmar wahim."
Aku melewati Musa pada malam aku
diisrakkan di samping bukit merah itu di
kuburan Nabi Musa dan beliau sedang
salat dalam kuburnya. Nabi Musa sedang
apa? Salat. Dia berlezat-lezat dengan
salat dalam kuburnya.
Ini kejadian dalam kejadian apa? Isra.
Ada peristiwa-peristiwa tapi hadisnya
difis-hadis yang sahih tadi yang saya
sebutkan. Kemudian setelah itu sampai di
Baitul Maqdis baru Rasulull sahu alaihi
wasallam kemudian naik ke Sidratul
Muntaha yang Allah sebutkan tadi dalam
ayat dalam surah Annajm.
Maka Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam
masuk di Baitul Maqdis. Rasul wasallam
mengikatkan buraknya. Kemudian Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam masuk di Baitul
Maqdis. Rasul mendapati para nabi dan
para rasul. Rasul sallallahu alaihi
wasallam mengimami mereka. Mengimami
mereka. Setelah itu baru Rasulullah na
naik. Ya. Jadi Allah menghadirkan para
nabi-nabi tersebut. Apakah cuma
roh-rohnya, apakah dengan jasadnya Allah
yang lebih tahu. Setelah itu kemudian
Nabi naik ke langit. Situlah kemudian
Nabi bertemu dengan para penjaga
langitnya. Kita lanjutkan. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Ali aku pun ditunggangkan di atas buraq
Jibrilu. Jibril membawa aku hatta
atasama dunya sampai aku tiba di langit
pertama, langit yang paling rendah."
Fastaftaha. Maka Jibril minta untuk
dibukakan pintu langit. Faqila man had.
Maka ditanya malaikat tanya, "Siapa
ini?"
Jibril berkata, "Ya Jibril saya Jibril
maaka." Siapa yang bersama engkau wahai
Jibril? Qala Muhammad. Ini Muhammad.
Qila waqad ursila ilaihi. Apakah
Muhammad sudah diutus? Jadi
malaikat-malaikat sudah tahu kabar
Muhammad bakalan diutus. Cuma mereka
enggak tahu. Ternyata orangnya sekarang
sudah hadir minta untuk dibukakan pintu
langit. Maka dia bertanya. Mereka
bertanya kepada malaikat Jibril, waqad
ursila ilaihi? Apakah dia sudah diutus?
Qala naam. Qila marhaban bihi fanmal
majiu. Selamat datang wahai Muhammad.
Ini kedatangan yang indah. Jadi memang
dia sudah ditunggu-tunggu. Fafataha maka
dibukakanlah pintu langit. Falamma
khalastu fa fiha Adam. Ketika masuk di
langit pertama langit dunia tiba-tiba
ada Nabi Adam. Maka dikatakan kepadaku,
"H abuka Adam fasallim alaih. Ini nenek
moyangmu Adam ayahmu. Ucapkanlah salam
kepadanya." Maka aku pun mengucapkan
salam. Maka dia belas jawab salamku dan
dia berkata, "Marhaban bil ibni saleh.
Selamat datang kepada anakku yang saleh
w nabii saleh dan nabi yang saleh.
Kemudian aku dibawa naik sampai aku
datang ke langit yang kedua." Maka
Jibril minta dibukakan oleh pintu
langit. Nabi Jibril minta penjaga
langit, malaikat penjaga langit untuk
membukakan pintu langit. Maka
ditanyakan, "Siapa ini?" Kata Jibril,
"Saya Jibril." Terus siapa yang bersama
engkau? Jibril mengatakan, "Muhammad."
Maka penjaga langit kedua berkata,
"Apakah sudah diutus?" Kata Jibril,
"Sudah." Maka penjaga langit berkata,
"Selamat datang. Sungguh baik
kedatanganmu." Maka dia buka pun pintu
langit kedua dia buka. Ketika aku sampai
kepada langit kedua, aku masuk idza
Yahya wa Isa wahuma ibnal khalah.
Tiba-tiba aku mendapati dua nabi
bersamaan, yaitu Yahya dan Isa. Dan
keduanya adalah sepupuan. Ini ada khilaf
dengan para ulama. Apakah ee Isa dan
Yahya sepupuan atau ee ponakan dan Om,
derajat penakan dan om tentu ada
pembahasan.
Tapi intinya eh qala h Yahya wa Isa
fasallim alaihima. Kata Jibril,
"Salamlah kepada mereka berdua maka aku
pun mengucapkan salam kepada mereka
berdua dan mereka berdua menjawab
salamku. Kemudian mereka berdua berkata,
"Marhaban bil akhi saleh w nabi saleh.
Selamat datang kepada saudara kami yang
saleh dan nabi yang saleh. Beda ketika
Adam. Adam berkata, "Selamat datang
kepada putraku yang saleh." Karena
Muhammad keturunan siapa? Adam alaihi
salam.
Kemudian aku naik ke langit ketiga sama
Jibril minta dibukakan pintu langit
kemudian ditanya, akhirnya dibukakan.
Ketika aku masuk pintu ketiga,
tiba-tiba ada Nabi Yusuf Alaih Salam.
Ya,
dalam riwayat Rasulullah berkata, "Laqad
satral jamal."
Yusuf telah diberikan setengah ketam
ketampanan. Ya, Ibnu Qayyim mengatakan
maknanya yaitu ketampanan manusia
setengahnya buat siapa? Yusuf. Sisanya
kita bagi-bagi ya, kita sharing ya entah
satu peratu triliun persatu. [tertawa]
Yusuf alaihi salam sangat ganteng,
sangat tampan.
Kemudian ee naik ke langit berikutnya.
Langit ke berapa sekarang?
Keempat. apa kelima?
Keempat ya. Ketika naik ke langit
keempat kemudian Rasulullah masuk ya
tiba-tiba aku melihat Idris. Maka
ditanya ini dikatakan ini adalah Idris.
Salamlah kepadanya. Aku pun mengucap
salam kepada Idris. Kemudian Iblis
berkata, "Marhaban bil akhi saleh.
Selamat datang kepada saudaraku yang
saleh dan nabi yang saleh." Kemudian aku
dinaikkan ke langit yang kelima.
Tiba-tiba di sana ya aku bertemu dengan
Harun.
Aku pun mengucapkan salam kepada Harun.
Kemudian dia pun membalas salamku. Dia
berkata, "Selamat datang saudara yang
saleh dan nabi yang saleh." Kemudian aku
diangkat lagi naik ke langit yang
keenam. Kemudian dibuka pintu langit
keenam. Kemudian aku bertemu dengan
Musa. Faidza Musa. Tiba-tiba ada Nabi
Musa. Jibril berkata, "H Musa fasalim
alai." Ini Musa. Ucapkan salam
kepadanya. Fasalamtu alaih. Aku menucap
salam kepadanya. Kemudian Musa berkata,
"Marhaban bil akhi nabi sh." Selamat
datang saudara yang saleh dan nabi yang
saleh. Ketika falam tajawaztu baka
ketika aku melewati Musa menuju langit
berikutnya, langit ke berapa? Ketujuh
Nabi Musa menangis.
Apa yang buat kau menangis wahai Musa? Q
abna gulaman bua ba'di. Karena ada
seorang pemuda yang diutus setelahku.
Yadulul jann min umatihi aksaru mimman
yadkhulu min umtihi. Ternyata
pengikutnya lebih banyak masuk surga
daripada pengikutku. Tib Musa alaihi
salam menangis. Kenapa? Bukan dia hasad,
enggak. Tetapi ada keistimewaan yang
tidak bisa dia dapat seperti yang
didapati oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan kita tahu bahwasanya orang
saleh mereka saling berlomba-lomba dalam
kebaikan. Bukan karena hasad, tapi
gibth, tapi karena gibt. Ternyata dia
tidak bisa ada kebahagiaan atau ada
kedudukan yang tidak bisa dia raih. Bisa
diraih oleh siapa? Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Makanya Nabi
Musa alaihi salam setelah Nabi
mendapatkan perintah 50 waktu, Nabi Musa
yang kasih nasihat. Minta keringan.
Minta keringanan, minta keringanan dari
50 sampai menjadi 5. Dan dia yang
menasihati, "Umatmu tidak bakalan mampu
untuk salat 50 waktu." Mintalah
keringanan. Nanti akan kita sampaikan.
Tib. Kemudian
ee
aku pun naik lagi ke langit yang
ketujuh. Maka dibuatkan tiba-tiba di
sana aku mendapati Ibrahim. Maka Jibril
berkata, "Hadza abuka. Ini adalah
ayahmu." Sama seperti Adam. Jadi Rasul
sahu alaihi wasallam keturunan Ibrahim
sekaligus keturunan siapa? A Adam.
Fasalim alaih. Ucapkan salam kepada
bapakmu. Qala fasalamtu alaih. Aku
ucapkan salam dan Ibrahim balas salamku.
Kemudian dia berkata, "Marhaban bi
saleh." Selamat datang anakku yang
saleh. Itu cucuku yang saleh. W nabi
saleh, anak yang saleh. Tma rufi rufiat
ilai sidratul muntaha. Tiba-tiba
diperlihatkanlah bagiku sidratul
muntaha. Tiba-tiba aku melihat bagaimana
besarnya daunnya ya, bagaimana besarnya
ee kelopak-kelopaknya.
Intinya kemudian diperlihatkan
macam-macam Sidratul Muntaha ya. Ee id
yaksya sidrata ma yaksya. Ketika
Sidratul Muntah diliputi dengan
perkara-perkara yang sangat sangat indah
dan seterusnya sampai ee
kata Rasul sahu alaihi wasallam tma
furid al shawatu khamsina shatan kita
langsung pada intinya kemudian aku
diwajibkan untuk salat 50 waktu
kulla yaumin setiap hari farajatu
Rasulullah terima Allah kasih 50 waktu
Rasulullah terima Rasulullah turun Turun
Musa lewat Ibrahim, lewat Musa. Ketika
lewat Musa alaih salam maka Musa
bertanya, "Bima umirta?" Apa yang kau
diperintahkan oleh Allah? Kata Nabi,
"Aku diperintahkan salat 50 waktu setiap
hari." Kata Musa menasihati, "Inna
ummatakau khina shatan yaum. Umatmu
enggak mampu.
Wa inni wallahi qabunas qblaka. Aku
sudah mencoba orang-orang sebelum
engkau. Nya Bani Israil dulu suruh salat
ya malas-malas. Gimana umatmu? 50 berat.
Waaju Bani Israil asadal mualaj farji.
Saya sudah setengah mati suruh Bani
Israil untuk salat. Berarti Bani Israil
dulu salat atau tidak salat? Dulu salat
mereka ada ruku, ada sujud, cuma
sekarang berubah. Kata Allah, "Fakalafa
ba'dih khfunat
watabus syahwat." Maka setelah itu
muncul generasi yang menyia-nyiakan
salat dan mengikuti hawa nafsu. Padahal
dulu Bani Israil, Nasra, Yahudi semuanya
salat ada rukuk dan sujudnya. Tapi
kemudian hilang. Kata kata Musa, "Saya
sudah coba umatku gak bisa. Setengah
mati saya suruh mereka salat.
Farji ilabik." Kembalilah kepada Rabbmu.
Kembalilah kepada Rabbmu. Yaitu dari
langit keenam naik lagi ke langit
keetujuh ke Sidratul Muntaha.
Ya fasaluf takf. Mintalah keringanan
untuk umatmu. Aku pun balik. Maka Allah
pun meringankan 10. Jadi tinggal berapa?
40. Aku balik lagi ketemu Musa. Musa
tanya lagi, "40? Enggak mampu. Kembali
lagi. Aku balik lagi kurangkan jadi 10
lagi." Jadi berapa sekarang? 30.
Balik lagi Musa tanya lagi, "Berapa?"
"30." "Umatmu tidak mampu. Irjiik fasal
minhu fasal minhuf." Kembalilah kepada
Tuhanmu. Minta keringanan. Aku kembali
lagi. Aku kembali lagi. Akhirnya tinggal
10.
ketemu Musa berapa? 10. Enggak mampu.
Minta keringanan balik lagi. Akhirnya
tinggal li lima.
Ketika sudah lima, aku turun ke Musa.
Musa bertanya, "Berapa?" Kata Nabi
Muhammad, "Lima." Kata Nabi Musa dengan
penuh kasih sayang, "Inna ummat laatiu
khamsawat. Umatmu tidak mampu salat lima
waktu sehari semalam."
Aku sudah pernah coba orang-orang
sebelum umatmu. Waaju bani israil asad
mualajah. Saya sudah kalau nyuruh Bani
Israil salat susahnya kayak apa?
Kembalilah kepada Tuhanmu untuk minta
keringanan untuk umatmu. Apa kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Saalubbi
hattahyaitu. Saya sudah minta terus
sampai saya malu. Walakinni ard wa
usallim. Tapi saya pasrah dan saya rida.
Ketika aku melewati Musa nada munadin,
maka ada suara berteriak, yaitu Allah
ada suara Allah berkata, "Amditu
faridatifu
ibadi." Maka aku telah menetapkan
kewajiban
kewajibanku itu salat 50 waktu dan aku
telah meringankan bagi hamba-hambaku.
Dalam sebagian riwayat, hiya khams
wahiya khamsun. Dia 5 waktu tapi
pahalanya seperti 50 waktu. Subhanallah.
Kemudian Nabi pun setelah itu turun dari
langit kemudian pulang menuju ke mana?
Ke Makkah. Rasulullah sampai sebelum
subuh.
Datang dalam sebagian riwayat ya. Maka
Nabi ketemu Abu Jahal.
Nabi ketemu Abu Jahal pagi harinya. Nabi
ketemu Abu Jahal. Abu Jahal bertanya,
"Apa yang telah terjadi?"
Nabi cerita, "Saya tadi malam pergi ke
Baitul Maqdis kemudian langit tujuh
balik lagi."
Abu Jahal tidak langsung bilang
bohong-bohong. Enggak. Abu Jahal punya
rencana buruk.
Dia bilang, "Bagaimana kalau kau di sini
saja aku panggil dulu kaummu supaya kau
kabarkan langsung kepada kaumu tentang
apa yang kau rasakan, apa yang kau
alami." Kata Nabi, "Silakan." Maka Abu
Jahal semangat manggil orang supaya
ngejek siapa? Muhammad. Akhirnya ketika
Abu Jahal panggil orang semua sudah
kumpul. Coba cerita Muhammad. Rasulullah
cerita saya tadi malam naik ini ke sini
kemudian ke sini naik ke atas. Antum
bayangkan itu 1400 tahun yang lalu belum
ditemukan motor.
Kalau jalan dari Makkah menuju Baitul
Maqdis 1250 kilo.
Berapa hari ya? Berbulan-bulan mungkin
ya. Jauh ya. Jauh. Ini tidak sampai 12
jam sudah pulang. tidak sampai 10 jam
sudah ba sudah balik. Maka ini suatu
yang aneh di zaman itu. Kalau sekarang
mungkin zaman itu aneh.
Maka orang-orang pun ketika Nabi cerita
ada yang tepuk tangan, ada yang begini,
ada yang bengong. Ini Muhammad sinting
ini sintingnya. Kemarin masih mending,
sekarang lebih parah sintingnya. Intinya
mereka yang ngejek-ngejek Nabi sampai
ada yang murtad sebagian orang ketika
itu karena dengar berita yang sudah
sangat tidak logis bagaimana Muhammad
bisa pergi kurang dari satu malam ke
Baitul Maqdis kemudian balik.
Ya. Maka
akhirnya ada yang tes. Ya Muhammad,
kalau memang kau ke Baitul Maqdis coba
cerita tentang Baitul Maqdis. Wah ini
gimana ini? Nabi ke Baitul Maqdis. Iya
tapi kan Nabi tidak tidak sedang
selfie-selfie.
Makanya Nabi enggak perhatian berapa
pintunya, berapa ininya. Oh, Nabi
benar-benar cuma dia enggak perhatian
tentang apa e pintu-pintu jumlah ini
utara, selatan, timur. Ketika coba
sifatkan Baitul Maqdis maka Rasulullah
itu bingung juga. Akhirnya Allah
tampakkan Baitul Maqdis di hadapan Nabi.
Maka Nabi bilang, "Baitul Maqdis itu
begini begini." Karena Rasulullah
diperlihatkan sama Allah visualnya
begini begini begini. Lengkap, detail
kata orang ini. Adapun cerita Muhammad
tentang Baitul Maqdis benar 100% tapi
yang lainnya bohong 100%.
Subhanallah.
Akhirnya orang-orang datang ke Abu Bakar
ngejek, "Abu Bakar, Muhammad ini
bagaimana dia bilang begini begini
begini." Kata Abu Bakar, "Apakah dia
telah menyampaikan demikian?" Iya. Dia
bilang, "Pergi ke Baitul Maqdis sebelum
satu malam sudah balik." Kata Abu Bakar,
"Dia benar. Dia telah mengabarkan lebih
dahsyat daripada itu. Dia mengabarkan
bikabarisama. Dia telah mengatakan ada
kabar dari langit sampai kepada dia
kapan saja mau siang malam. Dan itu
lebih dahsyat daripada sekedar pulang
pergi dari Baitul Maqdis. Kalau itu saja
saya benarkan, apalagi ini. Maka Abu
Bakar semenjak itu diberi gelar dengan
apa? Assiddiq yang tidak pernah
ragu-ragu membenarkan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Ya. Tib. Ini
cerita secara singkat tentang Al-Isra
wal Mikraj. Adapun faedah yang bisa kita
ambil,
ibrah yang bisa kita ambil dari kisah
ini tentunya ee banyak. Di antara yang
pertama, adapun terkait kapan Isra
Mikraj maka tidak ada ijmak, tidak ada
kesepakatan.
Tahun saja khilaf, ada yang mengatakan
setahun sebelum ee hijrah, ada yang
mengatakan 3 tahun sebelum hijrah. Ada
yang mengatakan setelah hijrah. Ada
khilaf. Bulannya pun khilaf apalagi tang
tanggalnya.
di dan khilaf ini menunjukkan bahwasanya
tidak terlalu perhatian terhadap
kapannya karena tidak ada ibadah di
ibadah dibangun di balik tanggal ini.
Seandainya ada ibadah dibangun di balik
tanggal ini, tentu para sahabat akan
memperhatikan kapan tanggalnya untuk
diulang-ulang setiap tahun. karena tidak
ada ibadah dibangun di balik
hari Isra Mikraj, maka
mereka pun khilaf tentang kapan Isra
Mikraj terjadi.
Ini yang pertama.
Ee pendapat perkara yang kedua
bahwasanya Allah Subhanahu wa taala
memperjalankan Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam dengan fisik dan rohnya. Bukan
seperti pendapat sebagian orang yang
mengatakan yang diperjalankan hanya
rohnya. Seandainya diperjelakan oleh
rohnya, maka tidak ada pengingkaran
dahsyat oleh orang-orang Quraisy. Tetapi
dalil-dalil dalam Al-Qur'an maupun sunah
menunjukkan zahirnya Rasulullah dengan
jasadnya. Itu Rasulullah tidur, dibangun
kemudian berangkat naik Buraq
benar-benar dengan fisik jasadnya. Dan
Allah mengatakan subhanalladzi asra
biabdihi maha suci Allah yang telah
memperjalankan hamba-Nya dan hamba itu
mencakup ruh dan jasad. Jadi yang benar
adalah roh dan jasadnya.
Kemudian di antara faedah Allah dalam
beberapa ayat memuji Nabi dari sisi
ubudiahnya. Rasul sahu alaihi wasallam
terpuji dari dua sisi. Sisi pertama
sebagai rasul karena dia terpilih.
Wantiquil hawa in hua illa wahyu yuha.
Tidaklah Muhammad bericara hawa nafsu
tapi wahyu diwahyukan kepadanya. Ya. Dan
ciri kedua, pujian kedua adalah sebagai
seorang hamba. Karena tidak ada orang
yang bisa hebat beribadah menunjukkan
bukti penghambaan seperti Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Sampai
Rasulull sahu alaihi wasallam salat,
kakinya bengkak-bengkak. Beliau berkata,
"Afala akunu abdan syakura? Kenapa aku
tidak menjadi hamba yang pandai
bersyukur? Tidak ada yang bisa beribadah
seperti Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Tidak ada."
Makanya ketika
sebagian ulama membahas tentang mukjizat
Nabi secara logis, di antara mukjizat
Nabi, Nabi tidak pernah futur dalam
berdakwah. Sejak awal sampai akhir
enggak pernah futur,
terus semangat, tidak pernah turun
semangatnya.
Dalam ibadahnya, dalam dakwahnya, dalam
kesabarannya semangat terus. Tidak
pernah futur. Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Tidak ada yang bisa
kuat ibadah seperti Nabi dari ibadahnya,
daripada sedekahnya.
Kalau sedekah tidak pernah takut miskin.
Luar biasa.
Sampai ketika Nabi bagi-bagi ehun
fasal Nabi sallallahu alaihi wasallam
jabal. Ada seorang Arab Badui minta
kambing satu lembah di antara dua
gunung. Rasulullah kasih ratusan
kambing.
Maka orang Arab Badwi ini pun pulang ke
kampungnya. Dia mengatakan, "Ya aslimu
fa Muhammadan a manam yaksyal faqah.
Kalau kalian pengin dapat kambing, masuk
Islam. Karena Muhammad itu kalau sudah
bagi-bagi tidak pernah takut miskin.
Rasulullah ibadah luar biasa.
Oleh karena saya sering sampaikan jika
seorang memuji Nabi seperti ada
sifat-sifat ketuhanan maka menghilangkan
pujian sisi ini. Justru Nabi itu terpuji
karena dia manusia dan dia beribadah
luar biasa. Tapi kalau dia Tuhan ya dia
bisa begini sudah tidak terpuji lagi.
Dia ada sisi ibadahnya. Dan dan dalam
kondisi-kondisi genting justru Allah
menunjukkan tentang ibadahnya. Kata
Allah seperti dalam surat ini.
Subhanalladzi asra biabdihi. Maha suci
Allah yang telah memperjalankan
hambanya. Nabi tidak berkata, Allah
tidak berkata, "Maha suci Allah yang
perjalankan rasul-Nya." Enggak, tapi
hambanya. Karena ini kondisi genting, di
situlah kemuliaan Nabi. Demikian juga
ketika ayat tantangan ya, wainkuntum fi
rbin mimma nazzalna ala abdina. Jika
kalian ragu tentang apa yang kami
turunkan kepada hambaku itu Al-Qur'an.
Tabarakalladzi nazal furqana ala abdihi
liyakuna lilamina nadir. Allah
membanggakan Nabi sebagai seorang hamba.
Ya, oleh karenanya ketika Allah memuji
ibadurrahman, Allah mengatakan wa
ibadurahina yamsyuna alal ardhi hauna.
Jadi tidak ada yang bisa beribadah
dengan ubudiyah yang sempurna seperti
siapa? Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Maka jangan kita angkat
derajat Nabi seperti derajat Tuhan.
Justru itu merendahkan Nabi. Nabi
terpuji dua sisi. Sebagai rasul, sebagai
hamba. Dia diuji-uji oleh Allah, namun
dia lolos. Makanya Allah mengatakan,
"Innama abtalika wa abtali bika."
Sesungguhnya aku menguji engkau wahai
Muhammad dan aku menjadikan engkau
sebagai bahan ujian. Tib. Berikutnya
ee di antara faedah yang bisa kita
ambil, Allah mempersiapkan Nabi untuk
mikraj maka Allah membelah dadanya
dibersihkan. Sebagian orang mengatakan
tidak masuk akal gimana jantung
dikeluarin kemudian dirobek masukin lagi
pasti matilah. Ya namanya juga mukjizat.
Namanya juga apa? Mu mukjizat. di masjid
itu yang keluar yang yang tidak yang
tidak biasanya namanya mukjizat
khawariqul adah sebagaimana Nabi Isa
lahir tanpa bapak juga mukjizat secara
kebiasaan tidak mungkin tetapi sekarang
ternyata ada orang sakit jantung
jantungnya dikeluarin pasang jantung
palsu pompa sendiri jantungnya
diperbaiki. Sekarang ada seperti itu.
Kalau dulu tidak masuk akal sekarang
bisa orang di black jantungnya dilepas
ganti jantung lain jantungnya
diperbaiki. Mungkin dipasang baterainya
sekarang jantung bisa pasang baterai.
Enggak tahu ngecasnya di mana. [tertawa]
Ada kawan kita, dia ee pilot kemudian
dia enggak jadi pilot lagi. Kenapa?
Jantungnya lemah. Kalau mau jadi pilot
lagi harus pasang baterai. Akhirnya dia
pilih untuk pensiun. Gak jadi jantung
bisa pasang baterai. Bukan HP antum aja
pasang baterai. Saya maksudnya jantung
bisa dilepas itu zaman dulu mungkin
aneh, sekarang mungkin.
Kemudian di antara faedah yang bisa kita
ee dapatkan yaitu bagaimana
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah nabi yang paling mulia. Di antara
buktinya Rasulull sahu alaihi wasallam
pergi ke Baitul Maqdis beliau jadi iam.
Ini isyarat. Kemudian ketika beliau
naik, Allah hadirkan beberapa nabi tapi
Nabi melampaui mereka semua. Dan ini
isyarat tentang tingginya kedudukan
siapa? Nabi Ibra Ibrahim karena dia
langit ketujuh. Kemudian kedudukan Nabi
Musa karena langitlangit yang berapa?
keenam.
Terus kemudian di antara
faedah yang bisa kita ambil yaitu
tentang keutamaan salat. Keutamaan salat
bahwasanya ketika Allah mewajibkan salat
Allah tidak melalui malaikat Jibril tapi
langsung Allah perintahkan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Allah perintahkan kalau ini menunjukkan
salat sangat agung. Tidak ada suatu
amalan yang diwajibkan langsung tanpa
perantara kecuali apa? Salat.
Menunjukkan agungnya salat. Maka dia
merupakan rukun kedua setelah
syahadatain.
Ya. Dan dia amal yang menur
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:52 UTC
Categories
Manage