Transcript
Dhu3pBuiORU • Kebodohanku, Kamu dan Dia - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2682_Dhu3pBuiORU.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruhu watubu ilaih wa naudubillahi minuri anfusinaatialina yahdihillahu fala mudillalah fala hadalah Uahaillallah wahdahuikalah wa asadu anna muhammadan abduhuasulubu nabi baah ya ayyuhalladina amanutqulaha haqq tuqatih w tamutunna illa wa antum muslimunqal hadisi kitabullah wiral huda huda Muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhdaha wa muhda bidah wa bidatinalah wain finar maas muslimin Sesungguhnya siapa yang melakukan maksiat dan melakukan dosa, dia adalah orang yang jahil, orang yang bodoh. Allah Subhanahu wa taala berfirman, innama alallahiilladina yalunhalatin tumma yatubuna min qib faulaika yatubullahu alaihim wallahu aliman hakima. Sesungguhnya Allah hanya menerima tobat dari orang-orang yang melakukan maksiat dengan kebodohan. Bijahalah adalah wasfun kasyif atau wasfun lazim. Yaitu orang yang melakukan maksiat meskipun dia pintar, meskipun dia ngerti tentang hukum-hukum, dia adalah orang yang bodoh. Dalam ayat yang lain kata Allah subhanahu wa taala, "Tumma inna rbaka lilladzina amilus bijahalatin tummau min ba'dialik." Kemudian Allah Subhanahu wa taala mengampuni orang-orang yang melakukan dosa karena kebodohan dengan kebodohan. Maka Qatadah berkata, "Kullu man asallah fahua jahil." Siapa yang bermaksiat kepada Allah maka dia adalah orang yang jahil. Karenanya Nabi Yusuf Alaih Salam berlindung dari sifat kejahilan ini. Ketika Nabi Yusuf Alaih Salam digoda oleh para wanita, maka beliau berdoa rbiju ahabbu ilai mimma yadunani ilaih. Ya Allah penjara lebih aku sukai daripada memenuhi rayuan para wanita tersebut. minal jahilin. Seandainya kau tidak memalingkan aku dari rayuan mereka, aku akan condong kepada mereka dan aku akan termasuk orang-orang jahil. Yaitu aku akan terjerumus dalam maksiat. Karena pelaku maksiat adalah orang jahil. MaaSyiral muslimin. Maka kita harus sadar ketika kita sedang bermaksiat sesungguhnya kita adalah orang yang bodoh. Kenapa kita bodoh? Para ulama menjelaskan di antaranya karena kita bodoh, karena kita mendahulukan kesenangan yang fana dan meninggalkan kehidupan yang abadi. Kebodohan berikutnya. Kenapa? Karena kita mendahulukan kenikmatan yang sedikit dengan mengorbankan kenikmatan yang sempurna dan abadi. Allah berfirman, "Balirunal hayatad dunya wal akhiratuir abq." Tetapi kalian lebih mendahulukan kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal. Maka bagaimana seorang tidak bodoh? Dia hanya ingin merasakan kenikmatan yang sesaat, yang sebentar. Yang kenikmatan tersebut kemudian disusuli dengan kesengsaraan hati. Tidak ada orang bermaksiat kecuali hatinya sengsara. Kemudian gara-gara nikmat yang sedikit ini, lantas dia pun mengorbankan kenikmatan yang sempurna dan abadi. Fama mataulid dunya fil akhirati illa qil. Tidaklah kesenangan dunia seluruhnya dibandingkan dengan akhirat kecuali sangat sedikit. Maka ketika kita ingin bermaksiat, renungkan kebodohan yang akan kita lakukan. Maukah kita mengorbankan kenikmatan yang sempurna dan abadi hanya karena kenikmatan yang sedikit. Dan di antara kebodohan orang yang bermaksiat bahwasanya dia bodoh dengan keagungan Allah Subhanahu wa taala. Seandainya dia tahu akan keagungan Allah Subhanahu wa taala tentunya dia tidak akan nekad untuk bermaksiat. Ketahuilah ketika kita sedang bermaksiat maka pengagungan kita kepada Allah sedang luntur. Oleh karenanya orang yang paling bertakwa kepada Allah yang paling berilmu. Yang benar-benar ilmu yang meresap dalam hatinya. Sungguhnya yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hambanya adalah para ulama. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inni laamukum billah wa aksyaakum." Aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah daripada kalian. Maka aku yang paling takut kepada Allah subhanahu wa taala. Dikatakan oleh para salaf, "Manana billahi a'lamanail maksiati ab'ad." Siapa yang lebih tahu tentang Allah, maka dia lebih jauh dari maksiat. Ketahuilah, terkadang pengetahuan kita tentang Allah hanyalah wacana, tidak meresap dalam hati kita. Sehingga ketika kita sedang bermaksiat, kita sedang bodoh akan keagungan Allah Subhanahu wa taala. Di antara kebodohan orang yang bermaksiat, dia tidak tahu ketika dia bermaksiat maka pasti ada dampaknya. Dan saat itu pula banyak orang menyangka bahwasanya dampak maksiat adalah terkait dengan fisik, terkait dengan harta. Dampak pertama yang diserang oleh maksiat adalah hati. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innal abdaamban nuqitbihiatun sauda." Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan maksiat maka dibuatlah noda hitam dalam hatinya. Maka jadilah dia malas untuk beribadah. Jadilah dia futur, jadilah dia tidak khusyuk ketika beribadah. Kenapa? Dampak maksiat yang dia lakukan. Meskipun dia hidup dalam kondisi sehat secara fisik, meskipun ekonominya lancar, tetapi sesungguhnya maksiat telah memberi dampak langsung tanpa menunda. Oleh karenanya, siapa yang bermaksiat, coba perhatikan hatinya, setelah dia bermaksiat pasti hatinya terasa gelap, pasti hatinya terasa keras. Saat itu juga kemudian racun tersebut masuk demi sedikit, sedikit demi sedikit sehingga berakumulasi. Ada saatnya dia akan meledak ketika seorang tidak segera bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Di antara kebodohan orang yang bermaksiat, dia tidak tahu bahwasanya dia tidak bakalan mampu untuk menghadapi siksaan Allah Subhanahu wa taala. Api neraka sangatlahsyat. Faanzartukum naron talad. Aku ingatkan kepada kalian tentang api neraka yang menyala-nyalaidah yang api neraka kalau membakar langsung membakar luar dan dalam. Berbeda dengan api dunia yang membakar luar dulu baru kemudian masuk bagian dalam. Adapun api neraka kata Allah allatiu alalidah ketika membakar tubuh manusia langsung masuk ke dalam jantungnya. Seandainya kita terbuat dari besi kita pun akan kita pun akan luluh dalam neraka jahanam. Bagaimana kita hanyalah darah daging kulit yang sangat lemah ini. Api lilin tidak mampu kita hadapi. Bagaimana dengan api neraka jahanam? Orang ketika bermaksiat dia bodoh akan hal ini. Seorang bermaksiat dia bodoh. Kenapa? Karena ketika dia bermaksiat kebahagiaan Allah cabut darinya. Betapa banyak orang sengsara merasakan kesengsaraan ketika dia bermaksiat. Contoh seorang yang tidak menjaga pandangannya. Dia memandang hal-hal yang haram, maka kelezatan yang halal yang Allah berikan padanya hilang darinya. Maka dia hambar ketika memandang istrinya, kebahagiaan yang ada di rumahnya hilang dan sirna karena dia suka bermaksiat. Sementara kelezatan yang halal dicabut oleh Allah subhanahu wa taala. Dan demikian, setiap kita bermaksiat ada kebahagiaan yang Allah cabut dari kita. Maasyiral muslimin. Oleh karenanya, bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita semua janganlah menjadi orang-orang yang bodoh. Sesungguhnya ujung dari orang-orang bodoh hanyalah penyesalan. Penyesalan. Jika penyesalan tersebut di akhirat maka tiada guna. Hza astagfirullah wakum musliminu innahu gururahim. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu asadu anna muhammadan abduhuasul ridw allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani masyiral muslimin. Ketika jiwa tergerak untuk melakukan maksiat, ketika bisikan-bisikan setan mulai merasuk dalam jiwa, maka berusahalah untuk tidak menjadi orang yang bodoh. Allah Subhanahu wa taala memuji hamba-hambanya yang ketika dia mulai dijangkiti kebodohan maka dia lawan. Di antaranya firman Allah Subhanahu wa taala, "Waliman khoa maqabbihi jannatan fabiayyibikuma tukadziban. Dan bagi orang-orang yang takut dengan keagungan Rabbnya akan mendapatkan dua surga. Sebagian ulama mengatakan yaitu hamma bil maksih. Dia ingin maksiat. Tiba-tiba dia ingat Allah. Dia ingat bahwasanya dia akan dihisab. Dia ingat bahwasanya betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya. Dia mulai mengembalikan ilmu yang sedang hilang dari dirinya. Kejahilan menerpanya. Tapi dia lawan. Dia mulai ingat, mulai ingat, mulai ingat. Lantas dia pun meninggalkan maksiat tersebut. Allah berikan baginya dua surga. Demikian juga Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surat Ala'raf. Innalladinaq idahum thum minitakaru faid humirun. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa minan ketika datang bisikan-bisikan setan, ada yang menafsirkan setan sudah memutarmutarinya, sudah membisik-bisikkannya, menghasut-hasutnya, menghasung-hasungnya. Tadakaru. Maka dia lawan kebodohan tersebut. Dia mulai ingat-ingat. Apa yang dia ingat? Kata para ulama, dia ingat akan keagungan Allah Subhanahu wa taala. Dia ingat betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya. Sungguh bodoh kalau Allah berikan nikmat kemudian dia malah membangkang kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia ingat akan api neraka. Dia ingat, dia ingat. Maka dia lawan kejahilannya dengan ilmu. Kata Allah, "Faidza hum mubsirun." Sebagian ahli tafsir mengatakan, "Faidza hum alal basirah." Kemudian mereka pun di atas ilmu. Akhirnya mereka pun meninggalkan kemaksiatan tersebut. Betapa sering kita jadi orang bodoh. Tapi jangan terus-terusan bodoh. Lawan kebodohan tersebut. Hidup hanya sebentar. Di antara kebodohan yang dikatakan oleh para ulama ketika seorang bermaksiat dia menunda-nunda tobat. Dia menyangka hidupnya akan lama. Sementara dia bodoh, kematian bisa datang kapan saja. Semoga Allah Subhanahu wa taala menganugerahkan kepada kita ilmu. Ilmu yang bermanfaat. Terutama ketika tatkala bisikan-bisikan setan menghasung kita untuk membangkang kepada Allah Subhanahu wa taala. Inallah aman alaihi wasallim.