Tafsir Surat Ali Imran #18 Ayat 106-112 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
0c4z_GqcjA0 • 2025-09-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
ridwani. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita
dari surah Ali Imran. Kita masuk pada
ayat 106. Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Ya tabyadu wujuhunaswaddu
wujuh.
Allah Subhanahu wa taala, "Hari di mana
ada
muka yang putih berseri
dan ada pula muka yang hitam muram.
Faamalladzinawadat wujuhum."
Adapun orang yang hitam wajahnya,
akafartum ba'da imanikum. Maka dikatakan
kepadanya, "Apakah kalian kufur setelah
kalian beriman? Fzuqulaba bima kuntum
takfurun.
Maka rasakanlah azab atas kekafiran yang
kalian lakukan. Ayat selanjutnya,
waadzina biadot wujuhum. Adapun
orang-orang yang wajahnya
bersiri-siri putih fafi rahmatillah.
Maka mereka dalam rahmat Allah hum fiha
kholidun. Sesungguhnya mereka ee kekal
dalam rahmat Allah tersebut.
Tilka ayatullahi natluha alaika bilhaq.
Ayat selanjutnya, itulah ayat-ayat Allah
yang kami bacakan kepada engkau dengan
benar. Wamallahu yuridu dululmal lil
alamin. Dan Allah tidaklah berkehendak
untuk berbuat zalim kepada
hamba-hambnya.
Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Ya, ayat ini
ee Allah bawakan ya setelah sebelumnya
Allah ee menyeru kepada orang-orang
beriman untuk
berdakwah. Wal takum minkum ummatun
yaduna ilal khairimuruna bil marufhaunil
munkar waika humul muflihun. Hendaknya
di antara kalian ada yang menyeru kepada
kebajikan beramal makruf nahi mungkar
dan mereka adalah orang-orang yang
beruntung.
Setelah itu Allah ingatkan jangan
seperti orang-orang ahlul kitab. Wala
takunuina tafarqu wtalafu. Janganlah
kalian seperti orang-orang yang
bercerai-berai dan berselisih min ba'di
ma ba'di ma jaahumul bayyinat. Padahal
telah datang keterangan bagi mereka. Wa
ulaika lahum adzabun adim. Mereka ini
ahlul kitab yang bercerai-berai
berselisih setelah datang penjelasan
bagi mereka azab yang berat. Setelah itu
baru Allah ceritakan pada ayat 106
tentang bagaimana kondisi manusia pada
hari kiamat kelak. Maka Allah bagi
manusia pada hari kiamat kelak ada yang
berwajah
hitam dan ada yang berwajah putih. Yang
berwajah putih tentunya orang-orang yang
bahagia yang mendapatkan surga. Adapun
yang berwajah hitam adalah orang-orang
yang masuk dalam neraka jahanam. Allah
berfirman, "Ya tabyadu wujuhuaswadu
wujuh." Hari ketika wajah-wajah memutih
dan wajah-wajah menghitam. Memutih
maksudnya berseri-seri, gembira dan
hitam yaitu dengan penuh dengan
kehinaan.
Kemudian Allah berfirman tentang yang
berwajah hitam. Faamalladinawadat
wujuhum. Adapun orang-orang yang wajah
mereka hitam maka dikatakan kepada
merekaum baikum. Apa kalian kafir
setelah kalian beriman?
Maka rasakan azab akibat kekafiran
kalian.
Allah Subhanahu wa taala ya ee
menyebutkan
sebab-sebab wajah menjadi hitam pada
hari kiamat kelak
yang semuanya kembali kepada kekufuran.
Ya, dalam ayat ini Allah menyebutkan,
"Akafartum ba'da imanikum." Apa kalian
kufur setelah beriman? Jadi orang kalau
kufur setelah beriman itu murtad ya.
tadinya beriman kemudian kufur, maka
menyebabkan wajahnya menjadi hitam.
Dalam ayat yang lain Allah sebutkan di
antara sebab wajah menjadi ee hitam
adalah karena berdusta
kepada Allah subhanahu wa taala atau
mendustakan Allah subhanahu wa taala.
Dalam surat Azzumar ayat 60 kata Allah,
"Waumalqiamati
kadabu alallahi wujuhum muswaddah." Pada
hari kiamat engkau akan melihat
orang-orang yang mendustakan Allah.
Wajah mereka hitam. Wajah mereka hitam.
Ini sebab yang lain, mendustakan Allah
Subhanahu wa taala. Sebab yang lain pula
karena melakukan kemaksiatan yang parah.
Ya Allah berfirman dalam surat Yunus
ayat 27. Walladina kasabus sayiati jaza
sayiatin bimliha watarhaquumillah. Dan
orang-orang melakukan dosa-dosa maka
balasan dosa seperti setimpal dengan
perbuatannya.
Dan mereka diliputi dengan kehinaan.
Maahum minallah minim. Tidak ada yang
bisa menyelamatkan mereka dari siksa
Allah. Kaama wujuhum.
Maka wajah mereka seakan-akan ditutupi
oleh potongan-potongan gelap malam yang
gulita. Sini ee pelaku-pelaku maksiat
ya. Maka wajahnya diliputi oleh
potongan-potongan gelap gulita yang
menunjukkan wajah mereka hitam.
Demikian juga dalam ayat yang lain dalam
surat Abasa
di akhir surat Abasa Allah menyebutkan
bahwasanya sebab wajah hitam pada hari
kiamat kelak adalah kekufuran dan
kefajiran yaitu perbuatan kemaksiatan.
Allah berfirman, "Ya wujuhu yaumaidin
alaiha garah tarhaquha qotarah." Maka
pada hari-hari tersebut ada wajah-wajah
yang diliputi dengan debu. Tarhaquha
qotarah, diliputi dengan kegelapan. Kata
Allah, "Siapa yang wajahnya gelap
tersebut?" Ulaika humul kafaratul
fajarah. Mereka adalah orang-orang yang
kafir dan orang-orang fajir. Ya. Maka
ini semua disebutkan dalam Al-Qur'an ada
empat ya ee tempat ya
yang menunjukkan sebab wajah menghitam
pada hari kiamat kelak. Tempat pertama
adalah murtad, kufur setelah iman. Pada
ayat yang lain Allah sebutkan karena
mendustakan Allah subhanahu wa taala.
Yang ketiga karena banyak melakukan
kemaksiatan. Yang keempat karena
kefajiran. Kekufuran-kefajiran.
Dan kalau kita perhatikan ini semua
kembali kepada kekufuran. Ini semua
kembali kepada kekufuran. Dan bukan cuma
wajah yang hitam, ternyata Allah juga
akan bangkitkan mereka selain wajah
hitam, mata juga biru. Dalam surah Thaha
ayat 102 kata Allah, "Wahsyurul
mujrimina yaumaidin zurqo." Ya,
wahsyurul mujrimina yaumaidin zurqo.
Maka pada hari tersebut kami akan
kumpulkan orang-orang mujrim, yaitu para
pendosa. Maksudnya orang-orang kafir
zurqo, yaitu mata mereka menjadi biru.
Ya, menjadi biru. Maka inilah bentuk
yang parah ketika wajah hitam.
Kemudian matanya membiru yang
menunjukkan bentuk yang sangat tidak
enak untuk dipandang. Menunjukkan
kehinaan. Menunjukkan apa? Kehinaan.
Demikian juga tadi eh alaiha goarah
wujuh wujuhu yaumaidin alaiha garah. Dan
ada wajah-wajah yang diliputi dengan
debu. Sudah debu kemudian hitam kemudian
bermata biru menunjukkan kondisi yang
sangat mengenaskan. Semoga kita
dilindungi dari hal-hal ini ya. Kemudian
Allah sebutkan dalam ayat ini 106 ya.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Akafartum ba'da imanikum?"
Apa kalian kufur setelah kalian beriman?
Maksudnya ada yang mengatakan ayat ini
dan ini jumhur mufassirin, mayoritas
mufassirin menyatakan ayat ini terkait
dengan ahlul kitab yang sebelumnya
mereka beriman kepada Taurat. Ya, orang
Yahudi atau Nasra yang sebelumnya
beriman kepada Injil dan Taurat ketika
datang Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam mereka kufur kepada Allah.
Padahal dalam Taurat dan Injil sudah
dikabarkan akan datang seorang nabi
terakhir. Ya, hanya saja karena
mereka hasad tidak sesuai tidak sesuai
dengan ekspektasi. Mereka berharap nabi
terakhir juga dari golongan Bani Israil
ternyata dari bangsa Arab. Sehingga
mereka pun karena hasad hasadan mini
anfusihim. Mereka hasad, mereka tidak
beriman sehingga mereka kufur. Tadinya
mereka beriman. Maka Allah berkata,
"Akafartum ba'da imanikum." Kalian kufur
setelah beriman. Bukankah selama ini
kalian beriman? Datang Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, kalian malah
kafir.
Kata Allah, "Fadzuqul adzaba bima kuntum
takfurun." Maka rasakanlah azab akibat
kekufuran kalian. Akibat kekufuran
kalian. Ini sebagian ulama berpendapat
demikian. Ayat ini terkait dengan ahlul
kitab yang tadinya beriman kemudian
kufur. Dan ini banyak ya.
Seperti sudah saya pernah ceramah khusus
tentang Heroklius ya, bagaimana dia
beriman, bagaimana dia menantikan
kedatangan nabi terakhir. Dia sudah
nanti-nantikan ternyata tadi tidak
sesuai dengan ekspektasi ternyata nabi
tersebut dari bangsa Arab. Bahkan Nabi
tulis surat kepadanya. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Aslim
taslam." Ya, kalau kau masuk Islam kau
akan selamat. Ee kemudian kata Nabi,
"Yutikallahu ajraka marratain." Allah
akan berikan engkau pahala dua double.
dua kali pahala waktu kau masih ahlul
kitab dan pahala kau beriman denganku.
Kemudian kata Nabi mengancam, "Waillam
ee ee kalau kau ee tidak beriman ya
faalaika
wain tawallaitum kalau kau kalian
berpaling atau fain tawallait kalau kau
berpaling fainnama alaikaul arisin maka
kau akan menanggung dosa rakyatmu. Kau
akan menanggung dosa rakyatmu." Tapi
Heroklis memilih kufur. Memilih kufur
ya.
Padahal dia beriman sebelumnya. Bahkan
orang yang taat, bahkan orang yang alim,
bahkan menanti-nanti kedatangan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Maka orang seperti ini yang tadinya
beriman kemudian telah datang penjelasan
akan datang nabi terakhir kemudian
mereka tetap ngeyel, tetap bertahan
kepada kekufuran atau mereka berubah
jadi murtad. Tadinya beriman jadi
murtad, maka wajah mereka akan menghitam
pada hari kiamat kelak. Dan dikatakan
kepada mereka, akafartum ba'da imanikum.
Apa kalian kufur setelah kalian beriman?
Yang mengucapkan ini, akafartum ba'da
imanikum." Maka kalian kufur setelah
kalian beriman. Ada yang mengatakan
Allah Subhanahu wa taala, ada yang
mengatakan malaikat, ada yang mengatakan
orang beriman yang melihat mereka.
Kenapa kalian begini? Apa kalian kafir
setelah kalian beriman? Bukankah kalian
dulu beriman? Kenapa wajah kalian
menghitam? Apa kalian kafir setelah
beriman? Ya,
ini pendapat pendapat yang lain. Ini
disebut juga oleh Thair bin Asyur
pendapat sebagian salaf bahwasanya ada
yang mengatakan ayat ini terkait dengan
ahlul bidah. Ahlul bidah yang kebidahan
mereka sampai pada derajat kekufuran.
Ya, seperti sebagian rafidah yang ee
sampai pada derajat kekufuran. Seperti
disebutkan oleh bin Asur seperti
ghurabiyah yang mengatakan bahwasanya
kenabian harusnya kepada Ali, Ali bin
Abi Thalib. Tapi salah Jibril salah
kasih ke Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. ini kekufuran
atau orang Syiah yang kemudian
mengkafirkan seluruh sahabat atau
mengatakan Al-Qur'an itu kurang, tidak
lengkap ya dan macam-macam. Maka ini
terkait ahlul bidah yang tadinya beriman
kemudian yang asalnya mereka Islam
kemudian mereka jadi kafir karena ee
terjerumus dalam bidah-bidah sampai pada
derajat kekufuran. seperti gulat
qadariah, gulatul qadariyah Ma'bad
Aljuhani yang di yang dibuat oleh Jumat
Ma'badul Juhani mengatakan bahwasanya
Allah ee alamru unuf bahwa segala
perkara tanpa ada takdir sebelumnya.
Allah tidak merencanakan sebelumnya.
Allah baru tahu kalau sudah terjadi.
Allah baru tahu kalau sudah terjadi. Ini
tentu kekufuran karena menolak takdir
dan menolak banyak ayat ya.
Dan banyak ya ahlul bidah yang mereka
terjerumus dalam bidah-bidah yang bidah
mereka bukan hanya sekedar
kemaksiatan, tapi sampai kepada tingkat
keku kekufuran. Maka inilah cocok pada
mereka ayat ini. Akafartum ba'da
imanikum. Apa kalian kufur setelah
kalian beriman?
Setelah itu fuqul adzaba bima kuntum
takfurun. Maka dikatakan kepada mereka,
"Silakan rasakanlah azab akibat
kekufuran kalian."
Dou itu adalah merasakan dengan lidah.
Namanya zuk itu silakan rasakan. Ini
bentuk penghinaan. Makanya datang dalam
bentuk perintah. Rasakan tuh akibat
kekufuran kalian. Yaitu yang di mana
seakan-akan siksaan tersebut merasuk
dalam sekujur tubuh mereka seakan-akan
sedang mereka mencicipi. Kalau zuk itu
bahasa Arabnya cicipi.
Fadzuquu. Yaitu cicipilah.
neraka akibat kekufuran kalian ini
adalah perintah kepada mereka dalam
rangka untuk menghina mereka karena
siksaan mereka yang menimpa mereka
benar-benar merasuk dalam sekujur tubuh
mereka seperti mereka sedang merasakan
mencicipi suatu makanan maka dikatakan
fadzuqul adzaba bima kuntum takfurun
silakan cicipi azab neraka akibat
kekufuran kalian
bab. Maka ayat ini eh
menyebutkan di awal tentang bagaimana
nasib orang-orang yang berwajah hitam.
Ya,
setelah itu Allah Subhanahu wa taala
menyebutkan golongan yang lain yang
wajah mereka bersiri-siri. Ya Allah
mengatakan, "Amalladina biadot wujuhum."
Adapun orang-orang yang wajah mereka
putih berseri-seri.
Fafi rahmatillah. Maka mereka dalam
rahmat Allah hum fiha kholidun. Maka
mereka kekal di dalam rahmat Allah
tersebut ya selama-lamanya ya
selama-lamanya.
Tayib ee
di akhirat
dua wajah, wajah hitam sama wajah pu
putih ya. Seperti Allah sebutkan di
akhir surat
Abasa ya, Allah mengatakan wujuh
yaumaidzin musfirah dahahikatun
mustabsyirah. Pada hari tersebut ada
wajah-wajah yang bergembira, musfirah,
berseri-seri.
Ya, berseri-seri bergembira.
Dahikatun mustabsiyirah, tertawa
bergembira. Yaitu pada hari kiamat.
Setelah itu Allah sebutkan wujuhun
yaumaidin alaiha garajah-wajah yang
hitam terkena debu wajahnya itu
orang-orang kafir. Jadi ada dua wajah.
Wajah putih berseri dan wajah hitam yang
merana. Ya.
Adapun yang berwajah putih berseri yaitu
orang-orang yang gembira, orang yang
beriman yang bertakwa.
Maka kata Allah fafi rahmatillah. Maka
mereka dalam rahmat Allah. Jadi mereka
ini ee
ketika dibangkitkan pada hari kiamat
kelak ya maka mereka berseri-siri.
Berarti ada kebahagiaan yang mereka
rasakan.
Ada kebahagiaan yang mereka rasakan.
Benar. Hari kiamat adalah hari yang
dahsyat menakut menakutkan
ee menakutkan dan semua orang akan
merasakan kedahsyatan tersebut. Namun
orang beriman pada akhirnya akan
berseri-seri wajahnya.
Makanya Allah berfirman dalam surat
Al-Anbiya, "La yahzunuhumul fazaul
akbar."
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan
yang besar pada hari kiamat kelak. Yaitu
memang hari sangat mengerikan tetapi
tetap ada kebahagiaan yang Allah berikan
kepada mereka. Makanya meskipun matahari
diturunkan dalam jar
seb mengatakan datang sebagang riwayat
maka dirasakan cepat oleh orang beriman.
dirasakan cepat oleh orang beriman yang
harusnya 50.000 tahun sehari seperti 50
tahun namun dirasakan cepat oleh orang
beriman. Jadi mereka mungkin ada
kekhawatiran, tetapi mereka akhirnya
berseri-seri.
Kalau di surga tentunya semua senang.
Ini kita bicara ketika di Padang Mahsyar
karena Allah mengatakan ee apa namanya?
Wujuh ya musfirah. Ada wajah yang
bersinar berseri-siri.
Bagaimana nasib mereka di akhirat
setelah melewati padang mahsyar? Kata
Allah, "Fafi rahmatillah." Mereka dalam
rahmat Allah subhanahu wa taala. Fafi
rahmatillah. Rahmat Allah di sini
maksudnya adalah surga. Ya. Di dan
rahmat Allah ada dua. Ada rahmat yang
merupakan sifat Allah dan ada rahmat
yang makhluk Allah yaitu Allah ciptakan
makhluk yang Allah namakan dengan
rahmat. Ya. Ya. Seperti Allah sebutkan
ee Allah memiliki 100 rahmat ya. Ada
yang satu Allah bagi di atas muka bumi
dengan rahmat tersebut seorang ibu
sayang kepada anaknya. Dengan rahmat
tersebut seekor hewan buas tidak
menginjak anaknya. Ya, itu satu rahmat.
Allah sisakan 99 untuk di akhirat kelak.
Yang satu rahmat ini sudah cukup untuk
dibagi
bagi penghuni dunia, baik manusia maupun
hewan.
Dan bagaimana lagi dengan 99 rahmat yang
tersisakan ya yang Allah ciptakan Allah
sisakan untuk di akhirat kelak?
Oleh karenanya ee Syekh S'di dalam satu
tafsirnya
benar-benar mengharap kita untuk
husnudan kepada Allah. Satu rahmat saja
yang Allah bagi luar biasa
dampaknya. Bagaimana dengan 99 rahmat
yang Allah sisakan? Ya, itu Allah
menciptakan 100 rahmat. Satu Allah
bagi-bagi dunia, 99 Allah sisakan di
akhirat. Dan ini namanya rahmat yang
Allah ciptakan.
Seperti Allah Subhanahu wa taala
menamakan
hujan dengan rahmat. Wahualladzi arsalar
riyaha baina yadai rahmatih.
Dan dialah Allah yang telah mengirimkan
angin sebelum
rahmatnya. Itu sebelum hujan. Allah
menamakan
ee hujan dengan apa? Rahmat Allah
Subhanahu wa taala itu maksudnya rahmat
yang diciptakan karena hujan ciptaan
Allah subhanahu wa taala.
Dalam ayat yang lain wahua yunazzilul
ghaita Allah turunkan hujan
kepada hamba-hambanya ba'di maqonatu
setelah mereka tadinya putus asa.
Kemudian kata Allah wayansyuru rahmatah.
Dan Allah menebarkan rahmatnya maksudnya
menebarkan hujannya. Jadi ada rahmat
yang diciptakan di antaranya kasih
sayang seorang ibu kepada anak ya. Di
antaranya hujan adalah rahmat Allah
Subhanahu wa taala. Dan di antaranya
misalnya surga dalam hadis riwayat
Bukhari Allah berkata kepada surga,
"Anti rahmati
arhamu biki man asya." Kata Nabi, kata
Allah subhanahu wa taala, "Wahai surga,
engkau adalah rahmatku.
Ya, maka
dengan engkau aku rahmati siapa saja
yang aku sukai." Ya. Jadi
fi rahmatillah maksudnya dalam rahmat
Allah maksudnya adalah surga Allah
Subhanahu wa taala. Allah menamakan
surga dengan rah rahmatnya bukan sifat
ya. Karena sifat bukan makhluk ya tapi
inalah rahmat yang diciptakan oleh Allah
subhanahu wa taala. Surga ciptaan Allah
atau bukan? Ciptaan Allah subhanahu wa
taala. Oleh karenanya di sini Allah
menggunakan fi dalam ya. Karena kalau
sifat gak mungkin manusia nempel pada
sifat Allah. Oleh karenanya rahmat sini
maksudnya rahmat makhlukah yaitu surga.
Dan juga isyarat bahwasanya
surga adalah dampak dari rahmat Allah.
Yaitu rahmat Allah yang yang Allah
ciptakan yang dampak dari sifat rahmat
Allah.
Ilaari rahmatillah. Ya. Hujan adalah
dampak dari sifat rahmat Allah subhanahu
wa taala. Ya. Sehingga Allah namakan
hujan dengan rahmat. Karena hujan itu
sendiri adalah dampak dari sifat rahmat
Allah. Maha kasih sayang Allah. Surga
pun demikian ya.
ee Allah menamakan
surga dengan rahmat Allah.
Ee
seperti dalam surat Ar-Rum ayat 50,
Allah berfirman, "Di antara rahmat Allah
yaitu hujan. Allah menghidupkan bumi
yang sudah tandus jadi hidup kembali."
Kata Allah, "Fanzur ilaari rahmatillahi
kaifa yuhillah kaifa yuhyil ard ba'da
mautiha."
Lihatlah bagaimana
dampak dari rahmat Allah. Rahmat Allah
maksudnya sifat Allah, sifat kasih
sayang Allah. Karena sifat Allah ada
dampaknya. Di antara dampak kasih sayang
Allah, kaifa yuhyil ard ba'da mautiha.
Yaitu Allah menghidupkan bumi yang sudah
tandus yang tadinya mati. Caranya
gimana? Allah turunkan hu hujan kemudian
tumbuh kembali tetumbuhan dari bumi yang
sudah tandus. Makanya karena hujan
adalah dampak dari sifat rahmat Allah,
maka hujan juga Allah namakan dengan rah
rahmat. Tapi rahmat yang merupakan
makhluk. Sebagaimana juga surga adalah
dampak dari sifat rahmat Allah, maka
Allah namakan surga dengan rahmat Allah
Subhanahu wa taala. Anti rahmati ya
arhamu biki man asya. Kata kata Allah
kepada surga, "Engkau adalah rahmatku.
Aku merahmati siapa yang aku sukai
denganmu.
Karena itu ketika kita baca firman Allah
ini, fafi rahmatillah. Orang-orang
wajahnya berseri-seri dalam rahmat
Allah. Kita tahu bahwasanya tidaklah
seorang masuk surga kecuali dengan
rahmat Allah. Ya, seorang beribadah
sebanyak apapun, berinfak sebanyak
apapun,
seleti apapun dia beribadah kepada
Allah, tidak akan mampu untuk membayar
surga Allah Subhanahu wa taala.
Ya, karenanya dalam hadis kata Rasul
sahu alaihi wasallam, lanadkala
ahadukumul jannah biamalihi. Tidak
seorang pun dari kalian akan masuk surga
dengan amalnya. Sahabat berkata wala
anta ya Rasulullah, engkau juga tidak
masuk surga dengan membayar amalmu. Kata
Rasulullah, wala ana illaagamadaniallahu
birahmatih. Tetapi saya masuk surga
karena Allah meliputiku dengan
rahmatnya. Sehingga sini tahu bahwasanya
surga itu tidak bisa dibayar dengan amal
saleh kita. Gak bisa. Gak bisa. Kita
beramal saleh cuma sedikit. Cuma waktu
mungkin enggak sampai 60 tahun. Itu pun
dengan banyak kekurangan. Terus dibalas
dengan ganjaran yang sempurna, yang
abadi. Maka tidak ada bandingannya
dengan apa? Dengan amal kita.
Sebagaimana Rasulullah bersabda,
"Rakatal fajri khairum minad dunya wha
rakaat sebelum salat subuh lebih baik
dunia dan seisinya." Bagaimana seorang
kalau kita anggap sebagai pekerjaan
kerja beramal cuma dua rakaat yang
ringan mungkin 2 menit, 3 menit. Lantas
diberi ganjaran dengan ganjaran
kenikmatan yang lebih baik daripada
dunia dan seisinya. Maka tidak
sebanding. Oleh karenanya amal kita
tidak bisa untuk tiket bayar surga.
Enggak bisa.
Tetapi semua masuk surga adalah dengan
rahmat Al Allah Subhanahu wa taala.
Dengan rahmat Allah. Hanya saja amal
adalah sebab rahmat Allah.
Agar engkau mendapatkan rahmat Allah,
maka kau harus beramal saleh. Benar,
amal bukan tiket bayar surga. Karena
enggak ada bandingannya, ya.
Belum lagi maksiat-maksiat yang kita
lakukan. Tetapi masuk surga dengan
rahmat Allah. Dan sebab rahmat Allah
adalah apa? Adalah beramal saleh.
Seperti Allah berfirman, "Inna
rahmatallahi qoribun minal muhsinin."
Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
dengan orang yang berbuat ihsan. itu
berbuat baik sama orang, Allah akan
merahmatimu. Jadi masuk surga dengan
rahmat Allah bukan dengan amal saleh.
Selamat dari neraka karena ampunan Allah
akan tetapi iqtisamul wad darajat
tingkatan level di surga dengan amal.
Allah tentukan dengan amal. Semakin
banyak amal saleh maka tingkatan di
surga semakin tinggi.
Ini adalah maha adilnya Allah Subhanahu
wa taala. Tapi di sini Allah menjelaskan
wa ammalladina wujuhum. Adapun
orang-orang wajahnya putih, bersih,
berseri-si fafi rahmatillah, maka mereka
dalam rahmat Allah dalam surga Allah.
Isyarat bahwasanya mereka masuk surga
karena rahmat Allah subhanahu wa taala.
Allah berfirman, "Hum fiha kholidun."
Dan mereka dalam rahmat Allah tersebut,
itu dalam surga Allah tersebut kekal.
Kekal selama-lamanya. Ya. Tib. Apakah
orang-orang kafir yang tadi disebutkan
yang wajah mereka hitam kekal di neraka?
kekal juga atau tidak kekal. Tetapi
Allah tidak sebutkan. Allah hanya
menyebutkan kekal terkait dengan surga.
Agar Allah ingin menunjukkan bahwasanya
ee in rahmati sabaqat gadabi. Kata
Allah, "Sesungguhnya kasih sayangku
mendahului kemurkaanku."
bahnya Allah lebih
lebih mementingkan sisi rahmat Allah
Subhanahu wa taala agar orang berharap
kepada Allah dan kembali kepada Allah
subhanahu wa taala.
Kemudian Allah berfirman,
"Tilka ayatullahi natluha alaika
bilhaq." Dan itulah ayat-ayat Allah yang
kami bacakan kepada engkau dengan
kebenaran.
Itu ayatullah firman Allah. Ayitullah
menunjukkan Al-Qur'an itu firman Allah
karena di dinisbahkan kepada Allah
Subhanahu wa taala ya. Dan ayat-ayat
pembicaraan atau suatu kalam, suatu
pembicaraan dinisbahkan kepada yang
berbicara. Iya atau tidak?
Dinisbahkan kepada yang berbicara. Kalau
saya yang berbicara ya pembicaraan saya.
Kalau si fulan, ya pembicaraan si fulan.
Kapan sifat tersebut menempel pada
sesuatu, maka sifat tersebut disandarkan
kepada sesuatu tersebut. Ya, rahmat
Allah berarti ya Allah yang merahmati.
Kalamullah berarti yang berbicara Allah
atau yang lain Allah Subhanahu wa taala.
Kenapa sifat itu menempel pada Allah
subhanahu wa taala? Makanya Allah
mengatakan, "Tilka ayatullah." Itulah
firman-firman Allah. Itulah
firman-firman Allah Subhanahu wa taala.
Allah bicarakan yang didengar oleh
Jibril. Kemudian Jibril menyampaikan
ulang kepada Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Jadi adalah firman Allah
bukan seperti perkataan orang
Muktazilah. Mereka mengatakan Allah
ciptakan kalam di pohon kemudian pohon
itu yang berbicara atau Allah ciptakan
kalamullah Al-Qur'an di udara. Kemudian
udara tersebut yang ee kalam tadi apa
namanya? disandang oleh udara tadi atau
kalamullah atau kalam tadi, pembicaraan
disandang oleh pohon tersebut sehingga
didengar oleh Nabi Musa. Ini semua tidak
benar. Kalau kalau kalam itu disandang
oleh pohon maka pohon yang berbicara
bukan Allah. Kalau sandang tersebut,
kalau kalam tersebut disandang atau
berada pada udara harusnya udara yang
berbicara bukan Allah Subhanahu wa
taala. Karena setiap sifat siapa yang
menyandangnya maka itulah yang bersifat
ilmu. Ilmu. Ketika ilmu ada pada saya,
ilmu siapa? berarti ilmu saya. Ilmu
ketika disandang oleh kamu berarti ilmu
kamu. Paham? Itu namanya sifat. Karena
ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Dia
harus disandang karena dia abstrak dan
dia a'ad. Nah, kapan suatu yang abstrak
disandang oleh sesuatu? Maka sesuat
itulah yang bersifat dengan sifat
tersebut. Contoh ilmu. Ilmu kan abstrak.
Kalau ilmu itu pada diri saya, berarti
yang milik ilmu saya. Kalau itu pada
diri kamu, berarti yang berilmu adalah
kamu. Nah, kalamullah yang berbicara
siapa? Allah. disandang oleh siapa?
Allah. Allah berbicara, didengar oleh
Jibril. Kalau mereka mengingkari, mereka
mengatakan Allah menciptakan kalamullah
di udara, berarti yang berbicara bukan
Allah, tapi udara tersebut. Karena yang
menyenangnya udara atau pohon. Berarti
yang menyenang adalah pohon. Terus
bagaimana ketika Nabi Musa
mendengar firman Allah?
Kemudian Allah berkata, "Fastami lima
yuha." Dengarlah engkau wahai Musa apa
yang akan disampaikan kepadamu. Inani
anallah. Sesungguhnya aku adalah Allah.
Lailahailla ana. Tidak ada yang
berkembah kecuali aku. Apakah pohon
berani ngomong begitu? Innani anallah.
Kalau memang itu pohon yang berbicara,
enggak mungkin pohon bilang saya adalah
Allah. Padahal dia adalah pohon. Ya.
Jadi yang benar itu suara didengar Musa
bukan pohon yang berbicara, bukan udara
yang berbicara, tapi Allah yang langsung
ber berbicara. Paham tidak?
Sebagaimana Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam ketika Isra Mikraj, Nabi
sallallahu alaihi wasallam berbicara
langsung dengan Allah tanpa ada
perantara, tanpa ada Jibril. Rasulullah
dengar langsung Allah berbicara dengan
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Sebagaimana ketika Allah
berbicara Nabi Adam, "Ya Adam, ya Adam
di surga tanpa malaikat." Allah bercaya
Adam, "Ya Adam, wahai Adam, wahai Adam."
Dan dalam Al-Qur'an banyak Allah cerita,
Allah berbicara dengan Nabi Adam Alaih
Salam.
Allah berfirman, "Natluha alaika
bilhaq." Ayat-ayat kami itu dibacakan
ulang oleh malaikat Jibril kepada
engkau.
Namun Allah menggunakan lafal kami.
Lafal kami dan ini dalam bahasa Arab ee
sama dengan bahasa Indonesia. Misalnya
ada
misalnya ada seorang gubernur dia
bilang, "Kami yang bangun masjid ini."
Padahal bukan dia yang bangun, tukang
ya. Tetapi tukang itu membangun masjid
atas perintah siapa? gubernur maka dia
bilang kami. Ya, demikian juga karena
malaikat Jibril membacakan ayat-ayat
Allah karena perintah Allah, maka Allah
mengatakan kami natluha alaika kami
bacakan kepada engkau. Padahal yang baca
siapa? Malaikat Ji Jibril kepada siapa?
Kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Seperti Allah berfirman juga
ketika malaikat Jibril mendiktan
Al-Qur'an kepada Nabi. Kata Allah,
"Faidza qornahu fattabi qurana." Kalau
kami bacakan kepada engkau, ikutilah
bacaannya. Siapa yang bacakan kepada
Nabi Muhammad? Malaikat Jibril. Tapi
Allah menggunakan kami karena malaikat
Jibril adalah suruhan Allah Subhanahu wa
taala. Ini datang ada dalam bahasa Arab
ya. Oleh karenanya kalimat kami dalam
bahasa Arab bisa dua makna. Makna
pertama untuk pengagungan. Makna kedua
adalah bentuk ee karena ada perwakilan
maka Allah mengatakan kami ya seperti
tadi yang membangun masjid adalah banyak
tukang. Kemudian Gubernur mengatakan
kami yang bangun ya. Kami yang yang
bangun ya. Padahal yang bangun bukan
gubernur tapi atas perintah. Yang kedua
tadi untuk menunjukkan keagungan ya kami
tidak mesti menunjukkan banyak tapi satu
tapi dalam rangka menunjukkan apa? penga
pengagungan. Dan ini adalah uslub dalam
bahasa Arab. Sebagaimana kalau kita
ngomong sama orang,
kita enggak bilang anta, kita bilang
antum. Padahal dia satu orang. Kalau
bahasa Arab satu orang tuh anta. Tapi
kita gunakan lafal jamak. Kita bilang an
antum antum ya. Ya. Untuk menghormati
dia antum ya. Ini ini boleh dalam bahasa
Arab ini. Dalam bahasa Indonesia juga ee
ada kami padahal cuma satu orang
misalnya ya.
Tayib.
Eh
kata Allah, tilka ayatullahi natlika
bilhaq. Kami bacakan dengan kebenaran.
Maksudnya malaikat J bacakan kepada
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Wamallahuidulman lil ibad. Dan
kami tidak menginginkan kezaliman bagi
lil alamin. Bagi ee alam semesta, yaitu
kepada hamba-hamba Allah. Yaitu ketika
Allah mengazab mereka
tidak ada kezaliman sama sekali. Tidak
ada kezaliman.
Man amila sayiatan fala yujiza illa
mlaha. Kata Allah, "Siapa yang berbuat
dosa maka dia akan dibalas dengan
setimpal." Dia akan dibalas dengan apa?
Se setimpal. Ya, karena mereka berdosa.
Ya sudah, Allah tidak zalim. Makanya
neraka pun bertingkat-tingkat. Tidak
semua satu tingkatan.
Kalau surga darajat ke atas, kalau
neraka darakat seakan semakin ke bawah.
Semakin ke bawah semakin parah. Makanya
Allah mengatakan, "Innal munafiqina
fidqil asfali minanar." Sesungguhnya
orang munafik di neraka yang paling
bawah. Kenapa? Karena kekufuran mereka
parah. Selain kufur, mereka berdusta
menunjukkan KTP Islam. Tapi ternyata
mereka kufur. Makanya nerakanya paling
bawah. Beda dengan Yahudi dan Nasrani.
Mereka jelas-jelas menunjukkan mereka
kufur. Orang munafik lebih parah karena
menggabungkan kekufuran dan kedustaan
dan bahaya mereka lebih parah karena
musuh dalam selimut. Kata Allah, "Humul
aduu fahdarhum." Mereka adalah musuh
yang sungguhnya waspadalah. Adapun
Yahudi Nasrani jelas ketahuan musuh.
Orang munafik seakan-akan bukan musuh,
seakan-akan sahib, kawan ternyata musuh
dalam selimut. Oleh karena neraka mereka
paling paling bawah. Jadi Allah
mengatakan wamallahu yuridu dululma lil
alamin. Allah tidak berbuat zalim kepada
hamba-hambanya. Maka Allah mengazab
sesuai dengan level maksiat yang mereka
lakukan. Ya fala yujza w man amiliiatan
faluj illa mlaha. Tidak ada yang berbuat
maksiat kecuali keburukan kecuali
dibalas setimpal.
Kemudian Allah berfirman pada ayat 109,
"Walillahi ma fis samawati wa fil ardhi
waallahi turjaul umur." Dan kepunyaanlah
kepunyaan Allahlah segala yang ada di
langit dan di bumi. Dan kepada Allah
dikembalikan segala urusan. Semua ini
milik Allah. Langit, bumi, seluruh
hamba-hamba milik Allah. Ya, semua
aturan milik Allah subhanahu wa taala.
Bukan cuma langit dan bumi, dia akhirat
juga. Semuanya milik siapa? Allah
Subhanahu wa taala. Allah yang mengatur
di bumi dan Allah yang mengatur di
akhirat. Semuanya yang mengatur Allah.
Waillallah turjaul umur. Dan segala
perkara dikembalikan kepada Allah
subhanahu wa taala. Aturannya harus ikut
aturan Allah subhanahu wa taala.
Maka Allah Subhanahu wa taala eh saya
bacakan perkataan Syekh Si. Hual malik
lima fis samawati ma fil ard. Dialah
pemilik semua di langit dan di bumi.
Alladzi khalaqahum warzaqahum. Allah
yang menciptakan mereka yang memberi
rezeki kepada mereka watasarfu fihim dan
mengatur mereka biqodarihi waqi dengan
takdirnya wafi syarihi wa amrihi dengan
syariatnya dan perintahnya wa ilaihi
yurjaun dan karena itu semua Allah yang
ciptakan mereka beri rezeki mereka atur
mereka maka mereka semua akan kembali
kepada Allah yaumalqiamah pada hari
kiamat kelakujih
biali maka Allah akan balas mereka
berdasarkan amal mereka hasaniha wasiha
Apakah balasan kebaikan maupun kebalasan
keburukan. Maka Allah mengatakan seakan
berkata, "Ingat, karena semua ini milik
Allah maka perkara akan kembali kepada
siapa?" Allah. Kalian pun akan kembali
pada hari kiamat kepada Allah untuk
dihisab dan diberi balasan. Ini
maksudnya wailallahi turjaul umur.
Segala perkara akan kembali. Dan se
Allah mengatakan alumur adalah lafal
jamak. Lafal jamak. Kalau kita bilang
perkara-perkara dan dalam bahas dalam
ilmu ushul fikih lafal jamak memberikan
keumuman yaitu segala perkara yang besar
maupun yang kecil baik maupun buruk yang
kelihatan maupun enggak kelihatan semua
akan kembali kepada siapa? Allah. Jadi
waspadalah.
Waspadalah. Allah akan membalas dengan
sedetail-detailnya.
Mau berwajah putih silakan, berwajah
hitam sila, silakan. Semua akan dibalas
dengan detail. Karena kalian semua pun
milik Allah yang ciptakan kalian juga
Allah dan kalian akan mati dengan
perintah Allah. Kalian akan hidup
kembali dengan perintah Allah. Kalian
dibalas juga dengan perintah Allah
subhanahu wa taala dengan sangat detail.
Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
menyebutkan memuji
kaum muslimin secara umum dan para
sahabat secara khusus bahwasanya mereka
berbeda dengan ahlul kitab. Ahlul kitab
mereka tidak beramar makruf nahi
mungkar. Bahkan mereka beramar ber apa?
Melakukan kemungkaran. Bahkan mereka
menyeru kepada kemungkaran. Ya.
Kanu la la yatanahauna munkarin fa'alu.
Kata Allah, mereka ahlul kitab tidak
saling mencegah kemungkaran yang mereka
lakukan. Mereka tidak mencegah. Bahkan
mereka melakukan kemungkaran.
Bukannya mereka beramar makruf, makan
bahkan mereka menyeru kepada kemungkaran
ya. Dan kemungkaran mereka sangat sangat
banyak ya. Di antaranya mereka membunuh
para nabi
ya waqalimul anbiya. Di antaranya
akaluna
ee
mereka makan
riba, mereka makan riswah, pajak. Ya.
Yar biayatillahiamanan qil. Mereka
menjual ayat-ayat Allah Subhanahu wa
taala. Mereka fatwa sesuai dengan
pesanan ya. Ada pejabat pesan begini,
mereka fatwa dapat duit, dapat jabatan
ya. Kemungkaran mereka sangat banyak ya.
Waakihur riba. Mereka praktik riba waqad
nuhuan. Padahal mereka sudah dilarang.
Mereka melakukan hilah ya banyak mereka
rubah ayat-ayat Allah ya trik-trik agar
yang haram jadi apa? Halal. Sehingga
Allah rubah mereka jadi monyet-monyet.
Karena mereka merubah yang haram menjadi
halal dengan hilah dengan trik-trik ya.
Dan monyet adalah hewan yang sangat
mirip manusia tapi bukan manu manusia
sama mereka melakukan perubahan suatu
yang haram jadi halal seakan-akan halal
tapi ternyata haram. Maka jazak amal
beras dengan perbuatan karena mereka
menjadikan suatu yang haram sangat peris
dengan halal padahal bukan halal. Maka
Allah pun rubah mereka jadi monyet mirip
dengan manusia padahal bukan manu
manusia. Jadi mereka rusak. Di antaranya
mereka tidak bernahi mungkar, tidak
beramar makruf dan tidak bernahi
mungkar. Semuanya karena duniawi. Maka
Allah puji umat ini. Kata Allah, "Kuntum
khair umatin ukhrijat linas."
Kara adalah umat terbaik yang Allah
keluarkan bagi manusia. Yang dikeluarkan
bagi manusia. Maksudnya yang dikeluarkan
itu Allah yang mengeluarkan memunculkan
kalian di tengah-tengah manusia. Apa
sifat kalian? Tmuruna bil marrufi
watanhaunil munkar. Kalian menyeruh
kepada yang baik dan mencegah dari
kemungkaran.
billah dan kalian beriman kepada Allah.
Walau anna walau amana ahlul kitabi
lakana khair lahum. Seandainya orang
beriman, seandainya ahlul kitab mereka
beriman, tentu lebih baik bagi mereka.
Minhul mukminuna wa aksar humul
fasiquun.
Di antara mereka ada yang beriman, namun
kebanyakan mereka orang-orang fasik.
Di sini pujian kepada kaum muslimin
secara umum dan khusus kepada para
sahabat. Sekarang secara umum Allah
berfirman, "Kalian umat yang terbaik
yang dikeluarkan bagi manusia itu Allah
keluarkan."
Dan kita tahu di antara ee keterbaikan
adalah memberi manfaat kepada manusia,
kepada orang lain. Seorang tidak
membatasi manfaat pada dirinya, tapi dia
juga menularkan manfaat kepada orang
lain. Ya, seperti kata Rasulull sahu
alaihi wasallam, khairukum anfaukum
linas. Sebaik-baik kalian adalah yang
bermanfaat bagi orangor lain. Ya Allah
berfirman,
muslim. Dan amal yang paling dicintai
oleh Allah adalah kebahagiaan yang kau
berikan kepada orangor lain. Maka
seorang kalau ingin menjadi terbaik, dia
berusaha
bermanfaat bagi orang lain setelah dia
memperbaiki dirinya. Setelah dia
memperbaiki dirinya, ya itulah
menjadikan seorang terbaik. Nah, umat
Islam menjadi terbaik bagi manusia yang
lain karena tammuruna bil ma'ruf
watanhauna anil munkar. Karena kalian
menyeru kepada kemaufan
dan mencegah kemungkaran. Maka ini harus
selalu hadir amar makruf nahi mungkar.
Sampaikan ya sampaikan dan itu
menjadikan seorang menjadi terbaik di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Baru
Allah berfirman, "Watminuna billah dan
kalian beriman kepada Allah." Ada yang
bertanya, "Ustaz, kenapa tidak
didahulukan tminuna billah?" Kenapa
Allah tidak mengatakan kuntum khair
umatin ukrijat linas? Kalian umat
terbaik Allah keluarkan bagi manusia.
Tminuna billah. Kalian beriman kepada
Allah. Watun bil maruf watanuil munkar.
Beriman amar makruf nahi mungkar.
Ternyata yang iman Allah akhirkan. Allah
menyebutkan sifat
umat terbaik adalah beramar makruf nahi
mungkar baru sai Allah sebut iman.
Kenapa bisa demikian? Karena inilah
sifat istimewa yang dimiliki oleh umat
Islam. tidak dimiliki oleh umat-umat
sebelumnya. Umat-umat sebelumnya amar
maruf nahi mungkar tidak seperti umat
Islam. Umat Islam continue. Mereka
selalu amar makruf nahi mungkar amar
makrif nahi mungkar dan itu kebiasaan
mereka. Umat terdahulu bisa jadi amar
makruf nahi mungkar tidak wajib. Bisa
jadi nahi mungkar tidak wajib. Ya,
makanya Nabi Harun ketika ditegur oleh
Nabi Musa ya kata Nabi Harun, "Wadu
yaqtulunani, mereka bunuh saya. Kalau
saya melarang mereka nyembah sapi,
mereka akan bunuh saya sehingga dia
tidak mencegah mereka. Karena kalau dia
mau mencegah, dia akan dibunuh.
Atau mungkin tidak wajib bagi mereka ya.
Atau mereka tidak kontinue seperti umat
Islam. Umat Islam kontinue. Amar maaf
nahi nahi mungkar ya.
Apalagi umat terdahulu seperti Yahudi
mereka tinggalkan. Ya kata Allah,
walquum minkum ummatun yadunhair
munkar. Jadilah kalian sebagai umat yang
menyeru kepada kebaikan, beramar makruf
nahi mungkar. Kemudian kata Allah,
"Selah itu, wala takunuina
tafarqualafu." "Jangan seperti
orang-orang yang berselisih menunjukkan
mereka tidak beramaruf nahi mungkar."
Apalagi Allah mengatakan, "Kanu laathaun
munkarin fa'alu." Mereka tidak saling
mencegah kemungkaran yang mereka
lakukan.
Maka umat Islam menjadi umat terbaik
karena mereka beramal nahi mungkar. Maka
jangan pekaiwo kalau ada yang melakukan
kemungkaran kita tegur dengan cara yang
yang baik. Jadi masalah pakai enggak
enak, pakai enggak enak, akhirnya tidak
ada nasihat, tidak ada kemungkaran,
tidak ada pencegahan terhadap
kemungkaran.
Ini problem ya. Gara-gara enggak enak,
enggak enak, enggak enak, akhirnya
kemungkaran ber berjalan. Berjalan.
Ketika sudah tidak ada yang menegur,
semua orang menyangka itu kebaikan.
Semua orang menyangka itu apa? Ke
kebaikan. Terlalu ada seorang dai
melakukan kesalahan, enggak ada yang
tegur. Apa apa persangkaan manusia?
Persangkaan manusia semuanya baik.
Masyarakat menyangka itu baik. Kenapa?
Karena da ini melakukan satu hal tidak
ada yang mengingkari. Tidak ada yang
mengingkari. Berbeda kalau ada yang
mengingkari, "Oh, ternyata ada yang
mengingkari. Berarti mungkin salah."
Tapi kalau semuanya diam, enggak enak,
enggak enak, enggak enak, enggak enak,
akhirnya
tidak ada yang tegur. Takut ribut, takut
ini, takut anu, bukan takut kepada
Allah. Takut dimusuhi sama ustaz
tersebut. Enggak enak. Takut diblokir
sama ustaz tersebut. Misal akhirnya apa?
Akhirnya disangga sebagai apa? Kebaikan.
Mendahulukan keridaan manusia daripada
keridaan Allah Subhanahu wa taala. Umat
Islam tidak demikian. J umat Islam
mengingkari kemung kemungkaran.
Mengingkari kemungkaran ya.
Dan menyeru kepada perkara yang makruf.
Makanya didahulukan daripada watumminuna
billah. Beriman kepada Allah.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
"Walau amana ahlul kitabi lakana khair
lahum." Seandainya orang-orang ahlul
kitab beriman, tentu lebih baik. Kalau
mereka beriman kepada Muhammad
sallallahu alaihi wasallam, lebih baik
bagi mereka. Maka mereka akan
mendapatkan pahala dua kali lipat
yang tidak didapatkan oleh umat yang
lain. Karena mereka sudah beriman kepada
Taurat kemudian beriman kepada
Al-Qur'an. Kalau nas mereka sudah
beriman kepada Injil kemudian mereka
beriman kepada Al-Qur'an.
Tapi kata Allah minhumul mukminuna. Di
antara mereka ada yang beriman.
Wa aksaruhumul fasikun. Namun kebanyakan
mereka fasik. Kebanyakan ahlul kitab
tidak mau beriman.
Kebanyakan ahlul kitab tidak mau
beriman. Bahkan Allah mengatakan
alfasikun pakai alif lam. Kata Allah.
Dan kebanyakan mereka benar-benar fasik
adalah fasik yang sesungguhnya. Kenapa
fasik yang sesungguhnya? Karena mereka
sudah tahu ada nabi terakhir, tapi
mereka tinggalkan. Jadi kefasikan mereka
di atas ilmu, bukan di atas kejahlian
dan kebodohan. Ahlul kitab kalau sudah
fasik meninggalkan tidak beriman kepada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
atas ilmu makanya Allah mengatakan
mereka adalah fasik yang sesungguhnya.
Ayat ini juga adalah pujian kepada para
sahabat. Kuntum khairu umatin ukhrijat
linas. Adalah sah adalah kelompok
manusia yang terbaik.
Karena ayat ini turun ketika itu
khitabnya, pembicaraan dituj.
Ayat ini turun kepada para sahabat.
Allah mengatakan, "Kalian umat yang
terbaik." Dan bagaimana para sahabat
tidak menjadi umat yang terbaik? Mereka
yang bimbing adalah rasul terbaik Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan
mereka Allah turunkan kepada mereka
kitab suci terbaik yaitu Al-Qur'anul
Karim yang Allah mengatakan inna hadal
qurana yahdi lillatihi awam. Al-Qur'an
memberi petunjuk kepada petunjuk yang
terbaik.
Dan mereka ketika mereka ketika
menjalankan perintah-perintah Allah,
Allah langsung bimbing. Kalau mereka
salah langsung tegur. Kalau mereka
kurang melakukan ee amal, maka Allah
perintahkan amal yang semuanya akan
menjadikan mereka menjadi sangat baik.
Dan mereka dibimbing oleh Nabi hampir 23
tahun. Hampir 23 tahun. Dan Nabi bersama
mereka berjihad bersama mereka puluhan
jihad, puluhan perang Rasulullah
menemani mereka dalam safar, dalam
salat, dalam ibadah-ibadah, dalam
ceramah. Rasulullah mengayumi mereka
luar biasa. Rasulullah mengayumi mereka
luar luar biasa dengan berbagai macam
ujian yang luar biasa yang tidak dialami
oleh umat-umat sebelumnya. Mereka
dimusuhi oleh seluruh umat yang ada.
Kabilah-kabilah Arab, Quraisy, Romawi,
Persia,
semua memusuhi Yahudi, Nasra, semuanya
memusuhi kaum kaum muslimin. Oleh
karenanya mereka adalah generasi
terbaik. Sisi lain kenapa mereka
generasi terbaik? Selain Nabinya
terbaik, Al-Qur'annya terbaik, kondisi
mereka sebelum Rasulullah diutus, mereka
dalam kondisi terburuk.
Mereka musyrik dengan kesyirikan
berbagai macam modelnya. Ya, patung
mereka sembah, jimat mereka percayai,
dukun mereka percayai, sihir mereka
percayai. Semua model syirik yang ada
sekarang dulu ada juga. Semua mereka
lakukan. Kemudian kemungkaran yang
mereka lakukan banyak. Ada yang zina,
minum khamar, perang, bunuh-bunuhan,
berbuat buruk sama tetangga, bunuh anak,
hidup-hidup luar biasa. Minum khamar,
judi, semua lengkap. Apalagi dosa yang
tidak dilakukan di zaman jahiliyah.
Sehingga Ibnu Qayyim mengatakan mereka
ini umat terbaik. Kenapa? Karena mereka
para sahabat sempat pernah mendapati
kerusakan secara detail yang luar biasa.
Bahkan sebagian mereka menjalani
kerusakan-kerusakan tersebut setelah itu
mereka mendapati jadi mereka mendapati
kemungkaran secara terperinci. Setelah
itu mereka mendapati cahaya secara
terperinci.
Orang seperti ini terbaik karena mereka
tahu keburukan secara detail untuk
mereka tinggalkan dan mereka tahu
kebaikan secara de detail dan tidak ada
yang bisa menyamai sahabat dalam hal
ini.
Makanya penyar berkata syarakhi
aku mengenal keburukan bukan untuk
melakukannya tapi untuk menghindarinya.
Siapa yang hanya tahu kebaikan tidak
tahu keburukan secara detail dia akan
terjerumus dalam keburukan tersebut.
Inilah keistimewaan para sahabat.
Menjadikan mereka terbaik. Tidak ada
generasi yang bisa mengungguli mereka
karena mereka pernah mengalami kegelapan
yang sangat gelap, kerusakan yang sangat
detail, baik sisi akidah maupun moral.
Setelah itu mereka mendapatkan cahaya
kebenaran secara de detail ya.
Maka mereka menjadi umat yang terbaik
ya. Jadi umat yang terbaik. Oleh
karenanya, Thaahir bin Asyur berkata,
"Di antara generasi terbaik setelah
ditinggal oleh nabinya adalah para
sahabat." Ketika Rasulullah sahu alaihi
wasallam meninggal dunia, maka mereka
berjuang luar biasa lihat bagaimana Abu
Bakar, bagaimana zaman pemerintahan ee
Umar, bagaimana Utsman, bagaimana Ali.
Mereka luar biasa. Mereka luar luar
biasa memperjuangkan Islam karena mereka
adalah murid-murid terbaik. Makanya
jangan heran kalau kita lihat para
sahabat amalnya luar biasa ya. Ada orang
infak harta seluruhnya ya. Abu Bakar
berinfak harta seluruhnya berulang-ulang
jangan heran karena gurunya Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada
orang-orang yang hebat nekad berjalan
ratusan kilo untuk perang. Kenapa?
Jangan heran. Karena guru mereka Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di
antara mereka yang salat malam sampai
kena panah. Abbad bin Bisyir di panah
lanjut salat malam. Panah kedua, lanjut
salat malam. Panah ketiga lanjut salat
malam. Baru dia selesai. Ketika tanya,
"Kenapa kok tidak lepas panah?" Saya
lagi baca surat Alkahfi tidak pengin
berhenti di tengah jalan. Kita baca
qulhuallad ber panas berhenti enggak
baca qul selesai. Ini Alkahfi. Bayangkan
dia baca sampai selesai meskipun dipanas
sampai tiga tiga kali.
Lihat bagaimana seorang sahabat yang
pernah me si Muawid atau Muad saya lupa
yang dia potong kaki Abu Jahal kemudian
tangannya dihantam oleh Ikrimah sehingga
tangannya patah tapi masih nyantol di
kulitnya dan dia tetap berperang dengan
membawa tangannya tersebut. Ketika dia
sakit, dia injak tangannya supaya lepas.
Ini jagoan benar, kata Azzahabi. Inilah
jagoan yang sesungguhnya. Siapa yang
bisa begitu? Sahabat.
Ya, mana Khalid bin Walid yang maju
pertempuran tanpa takut sama sekali.
Khalid bin Walid yang berkata, "Aku
telah mengikuti peperangan sekian-sekian
peperangan. Tidak ada di tubuhku satu
sejengkal kecuali ada bekas tombak,
bekas panah, bekas pedang, semua jenis
senjata sudah saya kena."
Ya. Dan malam yang paling saya cintai,
yang paling saya sukai, bukan malam
ketika didatangkan istri baruku, bukan.
Bukan juga malam ketika saya dikabarkan
saya punya anak baru lahir. Tapi malam
yang paling saya cintai adalah malam
saya bersama kaum Muhajin, kaum Ansar
menunggu di malam hari untuk besok
perang melawan orang-orang musyrikin.
Itu malam yang paling saya cintai.
Ini sahabat ketika Khalid bin Walid
dinegoisasi oleh orang musyrikin. Sudah
pulang aja kami bagi-bagi linar sama
kamu. Kata Khalid, "Saya telah datang
dengan suatu kaum yang mereka mencintai
kematian mati syahid sebagaimana kalian
cinta dengan khamar." Sama gimana saya
mau sogok dengan dinar-dinar? Enggak
bisa.
Maksudnya siapa mereka? Mereka sahabat
rasul Rasulullah. Jadi mereka
benar-benar umat terbaik. Kalau kita
baca sejarah mereka seperti dongeng.
Tapi itulah sahabat-sahabat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka
adalah umat yang terbaik. Umat yang
terbaik. Ya. Siapa yang mengin terbaik
maka tiru mereka. Tiru mereka.
Rasulullah bersabda,
sebaik-baik generasi adalah generasiku.
Kemudian setelahnya itu tabiin. Kemudian
setelahnya tabi tabiin.
Allah berfirman,
minalhar.
Orang-orang masuk Islam pertama kali
dari kalangan muhajirin, kaum Anshar.
Allah rida kepada mereka dan mereka
dijamin surga.
Siapa lagi? Wallah yang mengikuti
mereka, yaitu mengikuti Muhajirin Ansar
dengan pengikut yang baik. Maka kalau
kita menjadi terbaik, kita harus ikut
ikut mereka. Kata Imam Malik, lan
yasluhu hadil ummah illa bima sh bihi
aaluha. Umat ini tidak akan pernah baik
kecuali dengan yang pernah memperbaiki
umat yang generasi awal. Kalau ingin
baik ikut generasi awal. Karena generasi
awal pernah baik dan pernah jaya. Kita
tinggal niru mereka.
Dan ini menunjukkan buruknya orang Syiah
ya. Orang Syiah kalau ditanya siapa umat
Nabi Musa yang terbaik? Siapa siapa ee
siapa umat Nabi Musa yang terbaik? Kata
orang Syiah, umat Nabi Musa terbaik
adalah sahabat Nabi Musa.
Karena yang diajar langsung Nabi Musa.
Kalau ditanya lagi, "Siapa umat terbaik
Nabi Isa?" Kata mereka, "Umat terbaik
Nabi Isa adalah para sahabatnya Nabi
Isa, murid-muridnya. Tapi kalau ditanya
siapa umat Muhammad terburuk? Kata
mereka murid-murid Muhammad langsung itu
terburuk. Sahabat Muhammad
ini menunjukkan buruknya orang-orang
apa? Syiah. Kalau mereka mengatakan
sahabat adalah orang-orang terburuk
berarti gurunya buruk dong. Wajar.
Logik. Sangat logis ya. Kalau muridnya
buruk, gurunya buruk enggak? Gurunya
buruk. Apalagi kata mereka setelah
Rasulullah wafat semua sahabat murtad.
Kecuali tinggal 8 orang, 19 orang. Ada
yang bilang tinggal empat orang semuanya
murtad. Berarti Rasulullah gagal dalam
mendidik para sahabat. Buat apa Allah
puji-puji para sahabat dalam Al-Qur'an?
Banyak sekali. Kata mereka, Allah tidak
tahu apa yang terjadi di kemudian hari.
J kalau Allah tidak tahu,
kita tanya, bukankah Allah tahu
bahwasanya mereka ee apa namanya? Kalau
kita s apakah Allah tahu mereka akan
murtad? Kalau mereka bilang Allah tidak
tahu? Repot. Kalau mereka bilang Allah
tahu mereka bakalan murtad. Nah, kalau
Allah tahu mereka bakalan murtad, kenapa
Allah puji-puji dalam Al-Qur'an? Padahal
Al-Qur'an akan dibaca sampai hari
kiamat. Pujian saf-sahabat banyak sekali
dalam Al-Qur'an.
Jadi, inilah hanyalah khayalan orang
Syiah yang mereka mengkafar-kafirkan
para sahabat ya. Mereka menutup mata
dari ayat-ayat yang memuji sahabat. Di
antaranya ayat ini, kuntum khair ummatin
ukhrijat linas. Kalian umat yang
terbaik.
Ayat selanjutnya ayat 111 kata Allahum
mereka orang Yahudi tidak akan bisa
memberi mudarat kepada kalian. Ini di
zaman Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Mereka hanya bisa beri gangguan-gangguan
seperti mereka bilang Nabi, "Assalamu
alaikum. Semoga aku cepat mampus wahai
Muhammad." Mereka mencaci maki dan
mereka tidak bisa mengganggu. Makanya
Bani Qainuqa, Bani Nadir, eh Bani
Quraidah, orang-orang kampung Khaibar
semua dikalahkan. Semuanya dikalahkan.
Kata Allah, "Mereka tidak bisa
mengganggu kalian kecuali yang sekedar
gangguan lisan. Wauqtilukum." Kalaupun
mereka menyerang kalian, yallukumulun,
maka mereka pasti balik melarikan diri.
Kemudian mereka tidak ditolong. Ini
benar terjadi. Terjadi peperangan mereka
kabur. Ya, terjadi peperangan, mereka
kabur. Dalam waktu serangan terhadap
Khaibar mereka kabur.
Set Allah berfirman tentang orang
Yahudi. Alaihillatu aqifu bihabl
minallah habl minanas. Mereka diliputi
kehinaan di mana saja mereka berada.
Kecuali jika mereka berpegang teguh
kepada tali Allah dan tali manusia. Wad
minallah. Dan mereka mendapatkan
kemurkaan dari Allah. Mereka kembali
dapat kemurkaan Allah.
Dan mereka telah ditetapkan kehinaan
bagi merekaah.
Hal ini karena mereka kufur kepada
ayat-ayat Allah.
Dan mereka membunuh nabi-nabi Allahika
bimau yadun. Ini semua karena durhaka
yang karena maksiat yang mereka lakukan
dan mereka melampaui batas. Ini tentang
orang Yahudi.
Orang Yahudi dihina oleh Allah Subhanahu
wa taala. Jadi sejarah menunjukkan
mereka dihina. sekarang aja mereka baru
punya punya ee negara yang belum jelas.
Dahulu mereka terhina. Mereka terhina
dalam jangka sangat panjang karena
mereka adalah suku yang buruk akhlaknya,
suka menipu. Karena menganggap seluruh
manusia selain mereka hanyalah
hewan-hewan yang diciptakan Allah dalam
bentuk manusia untuk melayani mereka.
Sehingga mereka tidak punya pri
kemanusiaan. Mereka hanya peri
kehewanan. Karena kita dianggap sebagai
apa? Hewan. Dan itu disebutkan dalam
buku-buku mereka ya, bahwasanya manusia
itu dicipta
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:15:49 UTC
Categories
Manage