Kind: captions Language: id ridwani. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita dari surah Ali Imran. Kita masuk pada ayat 106. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ya tabyadu wujuhunaswaddu wujuh. Allah Subhanahu wa taala, "Hari di mana ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram. Faamalladzinawadat wujuhum." Adapun orang yang hitam wajahnya, akafartum ba'da imanikum. Maka dikatakan kepadanya, "Apakah kalian kufur setelah kalian beriman? Fzuqulaba bima kuntum takfurun. Maka rasakanlah azab atas kekafiran yang kalian lakukan. Ayat selanjutnya, waadzina biadot wujuhum. Adapun orang-orang yang wajahnya bersiri-siri putih fafi rahmatillah. Maka mereka dalam rahmat Allah hum fiha kholidun. Sesungguhnya mereka ee kekal dalam rahmat Allah tersebut. Tilka ayatullahi natluha alaika bilhaq. Ayat selanjutnya, itulah ayat-ayat Allah yang kami bacakan kepada engkau dengan benar. Wamallahu yuridu dululmal lil alamin. Dan Allah tidaklah berkehendak untuk berbuat zalim kepada hamba-hambnya. Bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ya, ayat ini ee Allah bawakan ya setelah sebelumnya Allah ee menyeru kepada orang-orang beriman untuk berdakwah. Wal takum minkum ummatun yaduna ilal khairimuruna bil marufhaunil munkar waika humul muflihun. Hendaknya di antara kalian ada yang menyeru kepada kebajikan beramal makruf nahi mungkar dan mereka adalah orang-orang yang beruntung. Setelah itu Allah ingatkan jangan seperti orang-orang ahlul kitab. Wala takunuina tafarqu wtalafu. Janganlah kalian seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih min ba'di ma ba'di ma jaahumul bayyinat. Padahal telah datang keterangan bagi mereka. Wa ulaika lahum adzabun adim. Mereka ini ahlul kitab yang bercerai-berai berselisih setelah datang penjelasan bagi mereka azab yang berat. Setelah itu baru Allah ceritakan pada ayat 106 tentang bagaimana kondisi manusia pada hari kiamat kelak. Maka Allah bagi manusia pada hari kiamat kelak ada yang berwajah hitam dan ada yang berwajah putih. Yang berwajah putih tentunya orang-orang yang bahagia yang mendapatkan surga. Adapun yang berwajah hitam adalah orang-orang yang masuk dalam neraka jahanam. Allah berfirman, "Ya tabyadu wujuhuaswadu wujuh." Hari ketika wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam. Memutih maksudnya berseri-seri, gembira dan hitam yaitu dengan penuh dengan kehinaan. Kemudian Allah berfirman tentang yang berwajah hitam. Faamalladinawadat wujuhum. Adapun orang-orang yang wajah mereka hitam maka dikatakan kepada merekaum baikum. Apa kalian kafir setelah kalian beriman? Maka rasakan azab akibat kekafiran kalian. Allah Subhanahu wa taala ya ee menyebutkan sebab-sebab wajah menjadi hitam pada hari kiamat kelak yang semuanya kembali kepada kekufuran. Ya, dalam ayat ini Allah menyebutkan, "Akafartum ba'da imanikum." Apa kalian kufur setelah beriman? Jadi orang kalau kufur setelah beriman itu murtad ya. tadinya beriman kemudian kufur, maka menyebabkan wajahnya menjadi hitam. Dalam ayat yang lain Allah sebutkan di antara sebab wajah menjadi ee hitam adalah karena berdusta kepada Allah subhanahu wa taala atau mendustakan Allah subhanahu wa taala. Dalam surat Azzumar ayat 60 kata Allah, "Waumalqiamati kadabu alallahi wujuhum muswaddah." Pada hari kiamat engkau akan melihat orang-orang yang mendustakan Allah. Wajah mereka hitam. Wajah mereka hitam. Ini sebab yang lain, mendustakan Allah Subhanahu wa taala. Sebab yang lain pula karena melakukan kemaksiatan yang parah. Ya Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 27. Walladina kasabus sayiati jaza sayiatin bimliha watarhaquumillah. Dan orang-orang melakukan dosa-dosa maka balasan dosa seperti setimpal dengan perbuatannya. Dan mereka diliputi dengan kehinaan. Maahum minallah minim. Tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah. Kaama wujuhum. Maka wajah mereka seakan-akan ditutupi oleh potongan-potongan gelap malam yang gulita. Sini ee pelaku-pelaku maksiat ya. Maka wajahnya diliputi oleh potongan-potongan gelap gulita yang menunjukkan wajah mereka hitam. Demikian juga dalam ayat yang lain dalam surat Abasa di akhir surat Abasa Allah menyebutkan bahwasanya sebab wajah hitam pada hari kiamat kelak adalah kekufuran dan kefajiran yaitu perbuatan kemaksiatan. Allah berfirman, "Ya wujuhu yaumaidin alaiha garah tarhaquha qotarah." Maka pada hari-hari tersebut ada wajah-wajah yang diliputi dengan debu. Tarhaquha qotarah, diliputi dengan kegelapan. Kata Allah, "Siapa yang wajahnya gelap tersebut?" Ulaika humul kafaratul fajarah. Mereka adalah orang-orang yang kafir dan orang-orang fajir. Ya. Maka ini semua disebutkan dalam Al-Qur'an ada empat ya ee tempat ya yang menunjukkan sebab wajah menghitam pada hari kiamat kelak. Tempat pertama adalah murtad, kufur setelah iman. Pada ayat yang lain Allah sebutkan karena mendustakan Allah subhanahu wa taala. Yang ketiga karena banyak melakukan kemaksiatan. Yang keempat karena kefajiran. Kekufuran-kefajiran. Dan kalau kita perhatikan ini semua kembali kepada kekufuran. Ini semua kembali kepada kekufuran. Dan bukan cuma wajah yang hitam, ternyata Allah juga akan bangkitkan mereka selain wajah hitam, mata juga biru. Dalam surah Thaha ayat 102 kata Allah, "Wahsyurul mujrimina yaumaidin zurqo." Ya, wahsyurul mujrimina yaumaidin zurqo. Maka pada hari tersebut kami akan kumpulkan orang-orang mujrim, yaitu para pendosa. Maksudnya orang-orang kafir zurqo, yaitu mata mereka menjadi biru. Ya, menjadi biru. Maka inilah bentuk yang parah ketika wajah hitam. Kemudian matanya membiru yang menunjukkan bentuk yang sangat tidak enak untuk dipandang. Menunjukkan kehinaan. Menunjukkan apa? Kehinaan. Demikian juga tadi eh alaiha goarah wujuh wujuhu yaumaidin alaiha garah. Dan ada wajah-wajah yang diliputi dengan debu. Sudah debu kemudian hitam kemudian bermata biru menunjukkan kondisi yang sangat mengenaskan. Semoga kita dilindungi dari hal-hal ini ya. Kemudian Allah sebutkan dalam ayat ini 106 ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Akafartum ba'da imanikum?" Apa kalian kufur setelah kalian beriman? Maksudnya ada yang mengatakan ayat ini dan ini jumhur mufassirin, mayoritas mufassirin menyatakan ayat ini terkait dengan ahlul kitab yang sebelumnya mereka beriman kepada Taurat. Ya, orang Yahudi atau Nasra yang sebelumnya beriman kepada Injil dan Taurat ketika datang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mereka kufur kepada Allah. Padahal dalam Taurat dan Injil sudah dikabarkan akan datang seorang nabi terakhir. Ya, hanya saja karena mereka hasad tidak sesuai tidak sesuai dengan ekspektasi. Mereka berharap nabi terakhir juga dari golongan Bani Israil ternyata dari bangsa Arab. Sehingga mereka pun karena hasad hasadan mini anfusihim. Mereka hasad, mereka tidak beriman sehingga mereka kufur. Tadinya mereka beriman. Maka Allah berkata, "Akafartum ba'da imanikum." Kalian kufur setelah beriman. Bukankah selama ini kalian beriman? Datang Muhammad sallallahu alaihi wasallam, kalian malah kafir. Kata Allah, "Fadzuqul adzaba bima kuntum takfurun." Maka rasakanlah azab akibat kekufuran kalian. Akibat kekufuran kalian. Ini sebagian ulama berpendapat demikian. Ayat ini terkait dengan ahlul kitab yang tadinya beriman kemudian kufur. Dan ini banyak ya. Seperti sudah saya pernah ceramah khusus tentang Heroklius ya, bagaimana dia beriman, bagaimana dia menantikan kedatangan nabi terakhir. Dia sudah nanti-nantikan ternyata tadi tidak sesuai dengan ekspektasi ternyata nabi tersebut dari bangsa Arab. Bahkan Nabi tulis surat kepadanya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Aslim taslam." Ya, kalau kau masuk Islam kau akan selamat. Ee kemudian kata Nabi, "Yutikallahu ajraka marratain." Allah akan berikan engkau pahala dua double. dua kali pahala waktu kau masih ahlul kitab dan pahala kau beriman denganku. Kemudian kata Nabi mengancam, "Waillam ee ee kalau kau ee tidak beriman ya faalaika wain tawallaitum kalau kau kalian berpaling atau fain tawallait kalau kau berpaling fainnama alaikaul arisin maka kau akan menanggung dosa rakyatmu. Kau akan menanggung dosa rakyatmu." Tapi Heroklis memilih kufur. Memilih kufur ya. Padahal dia beriman sebelumnya. Bahkan orang yang taat, bahkan orang yang alim, bahkan menanti-nanti kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka orang seperti ini yang tadinya beriman kemudian telah datang penjelasan akan datang nabi terakhir kemudian mereka tetap ngeyel, tetap bertahan kepada kekufuran atau mereka berubah jadi murtad. Tadinya beriman jadi murtad, maka wajah mereka akan menghitam pada hari kiamat kelak. Dan dikatakan kepada mereka, akafartum ba'da imanikum. Apa kalian kufur setelah kalian beriman? Yang mengucapkan ini, akafartum ba'da imanikum." Maka kalian kufur setelah kalian beriman. Ada yang mengatakan Allah Subhanahu wa taala, ada yang mengatakan malaikat, ada yang mengatakan orang beriman yang melihat mereka. Kenapa kalian begini? Apa kalian kafir setelah kalian beriman? Bukankah kalian dulu beriman? Kenapa wajah kalian menghitam? Apa kalian kafir setelah beriman? Ya, ini pendapat pendapat yang lain. Ini disebut juga oleh Thair bin Asyur pendapat sebagian salaf bahwasanya ada yang mengatakan ayat ini terkait dengan ahlul bidah. Ahlul bidah yang kebidahan mereka sampai pada derajat kekufuran. Ya, seperti sebagian rafidah yang ee sampai pada derajat kekufuran. Seperti disebutkan oleh bin Asur seperti ghurabiyah yang mengatakan bahwasanya kenabian harusnya kepada Ali, Ali bin Abi Thalib. Tapi salah Jibril salah kasih ke Muhammad sallallahu alaihi wasallam. ini kekufuran atau orang Syiah yang kemudian mengkafirkan seluruh sahabat atau mengatakan Al-Qur'an itu kurang, tidak lengkap ya dan macam-macam. Maka ini terkait ahlul bidah yang tadinya beriman kemudian yang asalnya mereka Islam kemudian mereka jadi kafir karena ee terjerumus dalam bidah-bidah sampai pada derajat kekufuran. seperti gulat qadariah, gulatul qadariyah Ma'bad Aljuhani yang di yang dibuat oleh Jumat Ma'badul Juhani mengatakan bahwasanya Allah ee alamru unuf bahwa segala perkara tanpa ada takdir sebelumnya. Allah tidak merencanakan sebelumnya. Allah baru tahu kalau sudah terjadi. Allah baru tahu kalau sudah terjadi. Ini tentu kekufuran karena menolak takdir dan menolak banyak ayat ya. Dan banyak ya ahlul bidah yang mereka terjerumus dalam bidah-bidah yang bidah mereka bukan hanya sekedar kemaksiatan, tapi sampai kepada tingkat keku kekufuran. Maka inilah cocok pada mereka ayat ini. Akafartum ba'da imanikum. Apa kalian kufur setelah kalian beriman? Setelah itu fuqul adzaba bima kuntum takfurun. Maka dikatakan kepada mereka, "Silakan rasakanlah azab akibat kekufuran kalian." Dou itu adalah merasakan dengan lidah. Namanya zuk itu silakan rasakan. Ini bentuk penghinaan. Makanya datang dalam bentuk perintah. Rasakan tuh akibat kekufuran kalian. Yaitu yang di mana seakan-akan siksaan tersebut merasuk dalam sekujur tubuh mereka seakan-akan sedang mereka mencicipi. Kalau zuk itu bahasa Arabnya cicipi. Fadzuquu. Yaitu cicipilah. neraka akibat kekufuran kalian ini adalah perintah kepada mereka dalam rangka untuk menghina mereka karena siksaan mereka yang menimpa mereka benar-benar merasuk dalam sekujur tubuh mereka seperti mereka sedang merasakan mencicipi suatu makanan maka dikatakan fadzuqul adzaba bima kuntum takfurun silakan cicipi azab neraka akibat kekufuran kalian bab. Maka ayat ini eh menyebutkan di awal tentang bagaimana nasib orang-orang yang berwajah hitam. Ya, setelah itu Allah Subhanahu wa taala menyebutkan golongan yang lain yang wajah mereka bersiri-siri. Ya Allah mengatakan, "Amalladina biadot wujuhum." Adapun orang-orang yang wajah mereka putih berseri-seri. Fafi rahmatillah. Maka mereka dalam rahmat Allah hum fiha kholidun. Maka mereka kekal di dalam rahmat Allah tersebut ya selama-lamanya ya selama-lamanya. Tayib ee di akhirat dua wajah, wajah hitam sama wajah pu putih ya. Seperti Allah sebutkan di akhir surat Abasa ya, Allah mengatakan wujuh yaumaidzin musfirah dahahikatun mustabsyirah. Pada hari tersebut ada wajah-wajah yang bergembira, musfirah, berseri-seri. Ya, berseri-seri bergembira. Dahikatun mustabsiyirah, tertawa bergembira. Yaitu pada hari kiamat. Setelah itu Allah sebutkan wujuhun yaumaidin alaiha garajah-wajah yang hitam terkena debu wajahnya itu orang-orang kafir. Jadi ada dua wajah. Wajah putih berseri dan wajah hitam yang merana. Ya. Adapun yang berwajah putih berseri yaitu orang-orang yang gembira, orang yang beriman yang bertakwa. Maka kata Allah fafi rahmatillah. Maka mereka dalam rahmat Allah. Jadi mereka ini ee ketika dibangkitkan pada hari kiamat kelak ya maka mereka berseri-siri. Berarti ada kebahagiaan yang mereka rasakan. Ada kebahagiaan yang mereka rasakan. Benar. Hari kiamat adalah hari yang dahsyat menakut menakutkan ee menakutkan dan semua orang akan merasakan kedahsyatan tersebut. Namun orang beriman pada akhirnya akan berseri-seri wajahnya. Makanya Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya, "La yahzunuhumul fazaul akbar." Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar pada hari kiamat kelak. Yaitu memang hari sangat mengerikan tetapi tetap ada kebahagiaan yang Allah berikan kepada mereka. Makanya meskipun matahari diturunkan dalam jar seb mengatakan datang sebagang riwayat maka dirasakan cepat oleh orang beriman. dirasakan cepat oleh orang beriman yang harusnya 50.000 tahun sehari seperti 50 tahun namun dirasakan cepat oleh orang beriman. Jadi mereka mungkin ada kekhawatiran, tetapi mereka akhirnya berseri-seri. Kalau di surga tentunya semua senang. Ini kita bicara ketika di Padang Mahsyar karena Allah mengatakan ee apa namanya? Wujuh ya musfirah. Ada wajah yang bersinar berseri-siri. Bagaimana nasib mereka di akhirat setelah melewati padang mahsyar? Kata Allah, "Fafi rahmatillah." Mereka dalam rahmat Allah subhanahu wa taala. Fafi rahmatillah. Rahmat Allah di sini maksudnya adalah surga. Ya. Di dan rahmat Allah ada dua. Ada rahmat yang merupakan sifat Allah dan ada rahmat yang makhluk Allah yaitu Allah ciptakan makhluk yang Allah namakan dengan rahmat. Ya. Ya. Seperti Allah sebutkan ee Allah memiliki 100 rahmat ya. Ada yang satu Allah bagi di atas muka bumi dengan rahmat tersebut seorang ibu sayang kepada anaknya. Dengan rahmat tersebut seekor hewan buas tidak menginjak anaknya. Ya, itu satu rahmat. Allah sisakan 99 untuk di akhirat kelak. Yang satu rahmat ini sudah cukup untuk dibagi bagi penghuni dunia, baik manusia maupun hewan. Dan bagaimana lagi dengan 99 rahmat yang tersisakan ya yang Allah ciptakan Allah sisakan untuk di akhirat kelak? Oleh karenanya ee Syekh S'di dalam satu tafsirnya benar-benar mengharap kita untuk husnudan kepada Allah. Satu rahmat saja yang Allah bagi luar biasa dampaknya. Bagaimana dengan 99 rahmat yang Allah sisakan? Ya, itu Allah menciptakan 100 rahmat. Satu Allah bagi-bagi dunia, 99 Allah sisakan di akhirat. Dan ini namanya rahmat yang Allah ciptakan. Seperti Allah Subhanahu wa taala menamakan hujan dengan rahmat. Wahualladzi arsalar riyaha baina yadai rahmatih. Dan dialah Allah yang telah mengirimkan angin sebelum rahmatnya. Itu sebelum hujan. Allah menamakan ee hujan dengan apa? Rahmat Allah Subhanahu wa taala itu maksudnya rahmat yang diciptakan karena hujan ciptaan Allah subhanahu wa taala. Dalam ayat yang lain wahua yunazzilul ghaita Allah turunkan hujan kepada hamba-hambanya ba'di maqonatu setelah mereka tadinya putus asa. Kemudian kata Allah wayansyuru rahmatah. Dan Allah menebarkan rahmatnya maksudnya menebarkan hujannya. Jadi ada rahmat yang diciptakan di antaranya kasih sayang seorang ibu kepada anak ya. Di antaranya hujan adalah rahmat Allah Subhanahu wa taala. Dan di antaranya misalnya surga dalam hadis riwayat Bukhari Allah berkata kepada surga, "Anti rahmati arhamu biki man asya." Kata Nabi, kata Allah subhanahu wa taala, "Wahai surga, engkau adalah rahmatku. Ya, maka dengan engkau aku rahmati siapa saja yang aku sukai." Ya. Jadi fi rahmatillah maksudnya dalam rahmat Allah maksudnya adalah surga Allah Subhanahu wa taala. Allah menamakan surga dengan rah rahmatnya bukan sifat ya. Karena sifat bukan makhluk ya tapi inalah rahmat yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala. Surga ciptaan Allah atau bukan? Ciptaan Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya di sini Allah menggunakan fi dalam ya. Karena kalau sifat gak mungkin manusia nempel pada sifat Allah. Oleh karenanya rahmat sini maksudnya rahmat makhlukah yaitu surga. Dan juga isyarat bahwasanya surga adalah dampak dari rahmat Allah. Yaitu rahmat Allah yang yang Allah ciptakan yang dampak dari sifat rahmat Allah. Ilaari rahmatillah. Ya. Hujan adalah dampak dari sifat rahmat Allah subhanahu wa taala. Ya. Sehingga Allah namakan hujan dengan rahmat. Karena hujan itu sendiri adalah dampak dari sifat rahmat Allah. Maha kasih sayang Allah. Surga pun demikian ya. ee Allah menamakan surga dengan rahmat Allah. Ee seperti dalam surat Ar-Rum ayat 50, Allah berfirman, "Di antara rahmat Allah yaitu hujan. Allah menghidupkan bumi yang sudah tandus jadi hidup kembali." Kata Allah, "Fanzur ilaari rahmatillahi kaifa yuhillah kaifa yuhyil ard ba'da mautiha." Lihatlah bagaimana dampak dari rahmat Allah. Rahmat Allah maksudnya sifat Allah, sifat kasih sayang Allah. Karena sifat Allah ada dampaknya. Di antara dampak kasih sayang Allah, kaifa yuhyil ard ba'da mautiha. Yaitu Allah menghidupkan bumi yang sudah tandus yang tadinya mati. Caranya gimana? Allah turunkan hu hujan kemudian tumbuh kembali tetumbuhan dari bumi yang sudah tandus. Makanya karena hujan adalah dampak dari sifat rahmat Allah, maka hujan juga Allah namakan dengan rah rahmat. Tapi rahmat yang merupakan makhluk. Sebagaimana juga surga adalah dampak dari sifat rahmat Allah, maka Allah namakan surga dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Anti rahmati ya arhamu biki man asya. Kata kata Allah kepada surga, "Engkau adalah rahmatku. Aku merahmati siapa yang aku sukai denganmu. Karena itu ketika kita baca firman Allah ini, fafi rahmatillah. Orang-orang wajahnya berseri-seri dalam rahmat Allah. Kita tahu bahwasanya tidaklah seorang masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Ya, seorang beribadah sebanyak apapun, berinfak sebanyak apapun, seleti apapun dia beribadah kepada Allah, tidak akan mampu untuk membayar surga Allah Subhanahu wa taala. Ya, karenanya dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, lanadkala ahadukumul jannah biamalihi. Tidak seorang pun dari kalian akan masuk surga dengan amalnya. Sahabat berkata wala anta ya Rasulullah, engkau juga tidak masuk surga dengan membayar amalmu. Kata Rasulullah, wala ana illaagamadaniallahu birahmatih. Tetapi saya masuk surga karena Allah meliputiku dengan rahmatnya. Sehingga sini tahu bahwasanya surga itu tidak bisa dibayar dengan amal saleh kita. Gak bisa. Gak bisa. Kita beramal saleh cuma sedikit. Cuma waktu mungkin enggak sampai 60 tahun. Itu pun dengan banyak kekurangan. Terus dibalas dengan ganjaran yang sempurna, yang abadi. Maka tidak ada bandingannya dengan apa? Dengan amal kita. Sebagaimana Rasulullah bersabda, "Rakatal fajri khairum minad dunya wha rakaat sebelum salat subuh lebih baik dunia dan seisinya." Bagaimana seorang kalau kita anggap sebagai pekerjaan kerja beramal cuma dua rakaat yang ringan mungkin 2 menit, 3 menit. Lantas diberi ganjaran dengan ganjaran kenikmatan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Maka tidak sebanding. Oleh karenanya amal kita tidak bisa untuk tiket bayar surga. Enggak bisa. Tetapi semua masuk surga adalah dengan rahmat Al Allah Subhanahu wa taala. Dengan rahmat Allah. Hanya saja amal adalah sebab rahmat Allah. Agar engkau mendapatkan rahmat Allah, maka kau harus beramal saleh. Benar, amal bukan tiket bayar surga. Karena enggak ada bandingannya, ya. Belum lagi maksiat-maksiat yang kita lakukan. Tetapi masuk surga dengan rahmat Allah. Dan sebab rahmat Allah adalah apa? Adalah beramal saleh. Seperti Allah berfirman, "Inna rahmatallahi qoribun minal muhsinin." Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang yang berbuat ihsan. itu berbuat baik sama orang, Allah akan merahmatimu. Jadi masuk surga dengan rahmat Allah bukan dengan amal saleh. Selamat dari neraka karena ampunan Allah akan tetapi iqtisamul wad darajat tingkatan level di surga dengan amal. Allah tentukan dengan amal. Semakin banyak amal saleh maka tingkatan di surga semakin tinggi. Ini adalah maha adilnya Allah Subhanahu wa taala. Tapi di sini Allah menjelaskan wa ammalladina wujuhum. Adapun orang-orang wajahnya putih, bersih, berseri-si fafi rahmatillah, maka mereka dalam rahmat Allah dalam surga Allah. Isyarat bahwasanya mereka masuk surga karena rahmat Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman, "Hum fiha kholidun." Dan mereka dalam rahmat Allah tersebut, itu dalam surga Allah tersebut kekal. Kekal selama-lamanya. Ya. Tib. Apakah orang-orang kafir yang tadi disebutkan yang wajah mereka hitam kekal di neraka? kekal juga atau tidak kekal. Tetapi Allah tidak sebutkan. Allah hanya menyebutkan kekal terkait dengan surga. Agar Allah ingin menunjukkan bahwasanya ee in rahmati sabaqat gadabi. Kata Allah, "Sesungguhnya kasih sayangku mendahului kemurkaanku." bahnya Allah lebih lebih mementingkan sisi rahmat Allah Subhanahu wa taala agar orang berharap kepada Allah dan kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian Allah berfirman, "Tilka ayatullahi natluha alaika bilhaq." Dan itulah ayat-ayat Allah yang kami bacakan kepada engkau dengan kebenaran. Itu ayatullah firman Allah. Ayitullah menunjukkan Al-Qur'an itu firman Allah karena di dinisbahkan kepada Allah Subhanahu wa taala ya. Dan ayat-ayat pembicaraan atau suatu kalam, suatu pembicaraan dinisbahkan kepada yang berbicara. Iya atau tidak? Dinisbahkan kepada yang berbicara. Kalau saya yang berbicara ya pembicaraan saya. Kalau si fulan, ya pembicaraan si fulan. Kapan sifat tersebut menempel pada sesuatu, maka sifat tersebut disandarkan kepada sesuatu tersebut. Ya, rahmat Allah berarti ya Allah yang merahmati. Kalamullah berarti yang berbicara Allah atau yang lain Allah Subhanahu wa taala. Kenapa sifat itu menempel pada Allah subhanahu wa taala? Makanya Allah mengatakan, "Tilka ayatullah." Itulah firman-firman Allah. Itulah firman-firman Allah Subhanahu wa taala. Allah bicarakan yang didengar oleh Jibril. Kemudian Jibril menyampaikan ulang kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi adalah firman Allah bukan seperti perkataan orang Muktazilah. Mereka mengatakan Allah ciptakan kalam di pohon kemudian pohon itu yang berbicara atau Allah ciptakan kalamullah Al-Qur'an di udara. Kemudian udara tersebut yang ee kalam tadi apa namanya? disandang oleh udara tadi atau kalamullah atau kalam tadi, pembicaraan disandang oleh pohon tersebut sehingga didengar oleh Nabi Musa. Ini semua tidak benar. Kalau kalau kalam itu disandang oleh pohon maka pohon yang berbicara bukan Allah. Kalau sandang tersebut, kalau kalam tersebut disandang atau berada pada udara harusnya udara yang berbicara bukan Allah Subhanahu wa taala. Karena setiap sifat siapa yang menyandangnya maka itulah yang bersifat ilmu. Ilmu. Ketika ilmu ada pada saya, ilmu siapa? berarti ilmu saya. Ilmu ketika disandang oleh kamu berarti ilmu kamu. Paham? Itu namanya sifat. Karena ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Dia harus disandang karena dia abstrak dan dia a'ad. Nah, kapan suatu yang abstrak disandang oleh sesuatu? Maka sesuat itulah yang bersifat dengan sifat tersebut. Contoh ilmu. Ilmu kan abstrak. Kalau ilmu itu pada diri saya, berarti yang milik ilmu saya. Kalau itu pada diri kamu, berarti yang berilmu adalah kamu. Nah, kalamullah yang berbicara siapa? Allah. disandang oleh siapa? Allah. Allah berbicara, didengar oleh Jibril. Kalau mereka mengingkari, mereka mengatakan Allah menciptakan kalamullah di udara, berarti yang berbicara bukan Allah, tapi udara tersebut. Karena yang menyenangnya udara atau pohon. Berarti yang menyenang adalah pohon. Terus bagaimana ketika Nabi Musa mendengar firman Allah? Kemudian Allah berkata, "Fastami lima yuha." Dengarlah engkau wahai Musa apa yang akan disampaikan kepadamu. Inani anallah. Sesungguhnya aku adalah Allah. Lailahailla ana. Tidak ada yang berkembah kecuali aku. Apakah pohon berani ngomong begitu? Innani anallah. Kalau memang itu pohon yang berbicara, enggak mungkin pohon bilang saya adalah Allah. Padahal dia adalah pohon. Ya. Jadi yang benar itu suara didengar Musa bukan pohon yang berbicara, bukan udara yang berbicara, tapi Allah yang langsung ber berbicara. Paham tidak? Sebagaimana Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika Isra Mikraj, Nabi sallallahu alaihi wasallam berbicara langsung dengan Allah tanpa ada perantara, tanpa ada Jibril. Rasulullah dengar langsung Allah berbicara dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana ketika Allah berbicara Nabi Adam, "Ya Adam, ya Adam di surga tanpa malaikat." Allah bercaya Adam, "Ya Adam, wahai Adam, wahai Adam." Dan dalam Al-Qur'an banyak Allah cerita, Allah berbicara dengan Nabi Adam Alaih Salam. Allah berfirman, "Natluha alaika bilhaq." Ayat-ayat kami itu dibacakan ulang oleh malaikat Jibril kepada engkau. Namun Allah menggunakan lafal kami. Lafal kami dan ini dalam bahasa Arab ee sama dengan bahasa Indonesia. Misalnya ada misalnya ada seorang gubernur dia bilang, "Kami yang bangun masjid ini." Padahal bukan dia yang bangun, tukang ya. Tetapi tukang itu membangun masjid atas perintah siapa? gubernur maka dia bilang kami. Ya, demikian juga karena malaikat Jibril membacakan ayat-ayat Allah karena perintah Allah, maka Allah mengatakan kami natluha alaika kami bacakan kepada engkau. Padahal yang baca siapa? Malaikat Ji Jibril kepada siapa? Kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Seperti Allah berfirman juga ketika malaikat Jibril mendiktan Al-Qur'an kepada Nabi. Kata Allah, "Faidza qornahu fattabi qurana." Kalau kami bacakan kepada engkau, ikutilah bacaannya. Siapa yang bacakan kepada Nabi Muhammad? Malaikat Jibril. Tapi Allah menggunakan kami karena malaikat Jibril adalah suruhan Allah Subhanahu wa taala. Ini datang ada dalam bahasa Arab ya. Oleh karenanya kalimat kami dalam bahasa Arab bisa dua makna. Makna pertama untuk pengagungan. Makna kedua adalah bentuk ee karena ada perwakilan maka Allah mengatakan kami ya seperti tadi yang membangun masjid adalah banyak tukang. Kemudian Gubernur mengatakan kami yang bangun ya. Kami yang yang bangun ya. Padahal yang bangun bukan gubernur tapi atas perintah. Yang kedua tadi untuk menunjukkan keagungan ya kami tidak mesti menunjukkan banyak tapi satu tapi dalam rangka menunjukkan apa? penga pengagungan. Dan ini adalah uslub dalam bahasa Arab. Sebagaimana kalau kita ngomong sama orang, kita enggak bilang anta, kita bilang antum. Padahal dia satu orang. Kalau bahasa Arab satu orang tuh anta. Tapi kita gunakan lafal jamak. Kita bilang an antum antum ya. Ya. Untuk menghormati dia antum ya. Ini ini boleh dalam bahasa Arab ini. Dalam bahasa Indonesia juga ee ada kami padahal cuma satu orang misalnya ya. Tayib. Eh kata Allah, tilka ayatullahi natlika bilhaq. Kami bacakan dengan kebenaran. Maksudnya malaikat J bacakan kepada kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Wamallahuidulman lil ibad. Dan kami tidak menginginkan kezaliman bagi lil alamin. Bagi ee alam semesta, yaitu kepada hamba-hamba Allah. Yaitu ketika Allah mengazab mereka tidak ada kezaliman sama sekali. Tidak ada kezaliman. Man amila sayiatan fala yujiza illa mlaha. Kata Allah, "Siapa yang berbuat dosa maka dia akan dibalas dengan setimpal." Dia akan dibalas dengan apa? Se setimpal. Ya, karena mereka berdosa. Ya sudah, Allah tidak zalim. Makanya neraka pun bertingkat-tingkat. Tidak semua satu tingkatan. Kalau surga darajat ke atas, kalau neraka darakat seakan semakin ke bawah. Semakin ke bawah semakin parah. Makanya Allah mengatakan, "Innal munafiqina fidqil asfali minanar." Sesungguhnya orang munafik di neraka yang paling bawah. Kenapa? Karena kekufuran mereka parah. Selain kufur, mereka berdusta menunjukkan KTP Islam. Tapi ternyata mereka kufur. Makanya nerakanya paling bawah. Beda dengan Yahudi dan Nasrani. Mereka jelas-jelas menunjukkan mereka kufur. Orang munafik lebih parah karena menggabungkan kekufuran dan kedustaan dan bahaya mereka lebih parah karena musuh dalam selimut. Kata Allah, "Humul aduu fahdarhum." Mereka adalah musuh yang sungguhnya waspadalah. Adapun Yahudi Nasrani jelas ketahuan musuh. Orang munafik seakan-akan bukan musuh, seakan-akan sahib, kawan ternyata musuh dalam selimut. Oleh karena neraka mereka paling paling bawah. Jadi Allah mengatakan wamallahu yuridu dululma lil alamin. Allah tidak berbuat zalim kepada hamba-hambanya. Maka Allah mengazab sesuai dengan level maksiat yang mereka lakukan. Ya fala yujza w man amiliiatan faluj illa mlaha. Tidak ada yang berbuat maksiat kecuali keburukan kecuali dibalas setimpal. Kemudian Allah berfirman pada ayat 109, "Walillahi ma fis samawati wa fil ardhi waallahi turjaul umur." Dan kepunyaanlah kepunyaan Allahlah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan kepada Allah dikembalikan segala urusan. Semua ini milik Allah. Langit, bumi, seluruh hamba-hamba milik Allah. Ya, semua aturan milik Allah subhanahu wa taala. Bukan cuma langit dan bumi, dia akhirat juga. Semuanya milik siapa? Allah Subhanahu wa taala. Allah yang mengatur di bumi dan Allah yang mengatur di akhirat. Semuanya yang mengatur Allah. Waillallah turjaul umur. Dan segala perkara dikembalikan kepada Allah subhanahu wa taala. Aturannya harus ikut aturan Allah subhanahu wa taala. Maka Allah Subhanahu wa taala eh saya bacakan perkataan Syekh Si. Hual malik lima fis samawati ma fil ard. Dialah pemilik semua di langit dan di bumi. Alladzi khalaqahum warzaqahum. Allah yang menciptakan mereka yang memberi rezeki kepada mereka watasarfu fihim dan mengatur mereka biqodarihi waqi dengan takdirnya wafi syarihi wa amrihi dengan syariatnya dan perintahnya wa ilaihi yurjaun dan karena itu semua Allah yang ciptakan mereka beri rezeki mereka atur mereka maka mereka semua akan kembali kepada Allah yaumalqiamah pada hari kiamat kelakujih biali maka Allah akan balas mereka berdasarkan amal mereka hasaniha wasiha Apakah balasan kebaikan maupun kebalasan keburukan. Maka Allah mengatakan seakan berkata, "Ingat, karena semua ini milik Allah maka perkara akan kembali kepada siapa?" Allah. Kalian pun akan kembali pada hari kiamat kepada Allah untuk dihisab dan diberi balasan. Ini maksudnya wailallahi turjaul umur. Segala perkara akan kembali. Dan se Allah mengatakan alumur adalah lafal jamak. Lafal jamak. Kalau kita bilang perkara-perkara dan dalam bahas dalam ilmu ushul fikih lafal jamak memberikan keumuman yaitu segala perkara yang besar maupun yang kecil baik maupun buruk yang kelihatan maupun enggak kelihatan semua akan kembali kepada siapa? Allah. Jadi waspadalah. Waspadalah. Allah akan membalas dengan sedetail-detailnya. Mau berwajah putih silakan, berwajah hitam sila, silakan. Semua akan dibalas dengan detail. Karena kalian semua pun milik Allah yang ciptakan kalian juga Allah dan kalian akan mati dengan perintah Allah. Kalian akan hidup kembali dengan perintah Allah. Kalian dibalas juga dengan perintah Allah subhanahu wa taala dengan sangat detail. Setelah itu Allah Subhanahu wa taala menyebutkan memuji kaum muslimin secara umum dan para sahabat secara khusus bahwasanya mereka berbeda dengan ahlul kitab. Ahlul kitab mereka tidak beramar makruf nahi mungkar. Bahkan mereka beramar ber apa? Melakukan kemungkaran. Bahkan mereka menyeru kepada kemungkaran. Ya. Kanu la la yatanahauna munkarin fa'alu. Kata Allah, mereka ahlul kitab tidak saling mencegah kemungkaran yang mereka lakukan. Mereka tidak mencegah. Bahkan mereka melakukan kemungkaran. Bukannya mereka beramar makruf, makan bahkan mereka menyeru kepada kemungkaran ya. Dan kemungkaran mereka sangat sangat banyak ya. Di antaranya mereka membunuh para nabi ya waqalimul anbiya. Di antaranya akaluna ee mereka makan riba, mereka makan riswah, pajak. Ya. Yar biayatillahiamanan qil. Mereka menjual ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Mereka fatwa sesuai dengan pesanan ya. Ada pejabat pesan begini, mereka fatwa dapat duit, dapat jabatan ya. Kemungkaran mereka sangat banyak ya. Waakihur riba. Mereka praktik riba waqad nuhuan. Padahal mereka sudah dilarang. Mereka melakukan hilah ya banyak mereka rubah ayat-ayat Allah ya trik-trik agar yang haram jadi apa? Halal. Sehingga Allah rubah mereka jadi monyet-monyet. Karena mereka merubah yang haram menjadi halal dengan hilah dengan trik-trik ya. Dan monyet adalah hewan yang sangat mirip manusia tapi bukan manu manusia sama mereka melakukan perubahan suatu yang haram jadi halal seakan-akan halal tapi ternyata haram. Maka jazak amal beras dengan perbuatan karena mereka menjadikan suatu yang haram sangat peris dengan halal padahal bukan halal. Maka Allah pun rubah mereka jadi monyet mirip dengan manusia padahal bukan manu manusia. Jadi mereka rusak. Di antaranya mereka tidak bernahi mungkar, tidak beramar makruf dan tidak bernahi mungkar. Semuanya karena duniawi. Maka Allah puji umat ini. Kata Allah, "Kuntum khair umatin ukhrijat linas." Kara adalah umat terbaik yang Allah keluarkan bagi manusia. Yang dikeluarkan bagi manusia. Maksudnya yang dikeluarkan itu Allah yang mengeluarkan memunculkan kalian di tengah-tengah manusia. Apa sifat kalian? Tmuruna bil marrufi watanhaunil munkar. Kalian menyeruh kepada yang baik dan mencegah dari kemungkaran. billah dan kalian beriman kepada Allah. Walau anna walau amana ahlul kitabi lakana khair lahum. Seandainya orang beriman, seandainya ahlul kitab mereka beriman, tentu lebih baik bagi mereka. Minhul mukminuna wa aksar humul fasiquun. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka orang-orang fasik. Di sini pujian kepada kaum muslimin secara umum dan khusus kepada para sahabat. Sekarang secara umum Allah berfirman, "Kalian umat yang terbaik yang dikeluarkan bagi manusia itu Allah keluarkan." Dan kita tahu di antara ee keterbaikan adalah memberi manfaat kepada manusia, kepada orang lain. Seorang tidak membatasi manfaat pada dirinya, tapi dia juga menularkan manfaat kepada orang lain. Ya, seperti kata Rasulull sahu alaihi wasallam, khairukum anfaukum linas. Sebaik-baik kalian adalah yang bermanfaat bagi orangor lain. Ya Allah berfirman, muslim. Dan amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang kau berikan kepada orangor lain. Maka seorang kalau ingin menjadi terbaik, dia berusaha bermanfaat bagi orang lain setelah dia memperbaiki dirinya. Setelah dia memperbaiki dirinya, ya itulah menjadikan seorang terbaik. Nah, umat Islam menjadi terbaik bagi manusia yang lain karena tammuruna bil ma'ruf watanhauna anil munkar. Karena kalian menyeru kepada kemaufan dan mencegah kemungkaran. Maka ini harus selalu hadir amar makruf nahi mungkar. Sampaikan ya sampaikan dan itu menjadikan seorang menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Baru Allah berfirman, "Watminuna billah dan kalian beriman kepada Allah." Ada yang bertanya, "Ustaz, kenapa tidak didahulukan tminuna billah?" Kenapa Allah tidak mengatakan kuntum khair umatin ukrijat linas? Kalian umat terbaik Allah keluarkan bagi manusia. Tminuna billah. Kalian beriman kepada Allah. Watun bil maruf watanuil munkar. Beriman amar makruf nahi mungkar. Ternyata yang iman Allah akhirkan. Allah menyebutkan sifat umat terbaik adalah beramar makruf nahi mungkar baru sai Allah sebut iman. Kenapa bisa demikian? Karena inilah sifat istimewa yang dimiliki oleh umat Islam. tidak dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Umat-umat sebelumnya amar maruf nahi mungkar tidak seperti umat Islam. Umat Islam continue. Mereka selalu amar makruf nahi mungkar amar makrif nahi mungkar dan itu kebiasaan mereka. Umat terdahulu bisa jadi amar makruf nahi mungkar tidak wajib. Bisa jadi nahi mungkar tidak wajib. Ya, makanya Nabi Harun ketika ditegur oleh Nabi Musa ya kata Nabi Harun, "Wadu yaqtulunani, mereka bunuh saya. Kalau saya melarang mereka nyembah sapi, mereka akan bunuh saya sehingga dia tidak mencegah mereka. Karena kalau dia mau mencegah, dia akan dibunuh. Atau mungkin tidak wajib bagi mereka ya. Atau mereka tidak kontinue seperti umat Islam. Umat Islam kontinue. Amar maaf nahi nahi mungkar ya. Apalagi umat terdahulu seperti Yahudi mereka tinggalkan. Ya kata Allah, walquum minkum ummatun yadunhair munkar. Jadilah kalian sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan, beramar makruf nahi mungkar. Kemudian kata Allah, "Selah itu, wala takunuina tafarqualafu." "Jangan seperti orang-orang yang berselisih menunjukkan mereka tidak beramaruf nahi mungkar." Apalagi Allah mengatakan, "Kanu laathaun munkarin fa'alu." Mereka tidak saling mencegah kemungkaran yang mereka lakukan. Maka umat Islam menjadi umat terbaik karena mereka beramal nahi mungkar. Maka jangan pekaiwo kalau ada yang melakukan kemungkaran kita tegur dengan cara yang yang baik. Jadi masalah pakai enggak enak, pakai enggak enak, akhirnya tidak ada nasihat, tidak ada kemungkaran, tidak ada pencegahan terhadap kemungkaran. Ini problem ya. Gara-gara enggak enak, enggak enak, enggak enak, akhirnya kemungkaran ber berjalan. Berjalan. Ketika sudah tidak ada yang menegur, semua orang menyangka itu kebaikan. Semua orang menyangka itu apa? Ke kebaikan. Terlalu ada seorang dai melakukan kesalahan, enggak ada yang tegur. Apa apa persangkaan manusia? Persangkaan manusia semuanya baik. Masyarakat menyangka itu baik. Kenapa? Karena da ini melakukan satu hal tidak ada yang mengingkari. Tidak ada yang mengingkari. Berbeda kalau ada yang mengingkari, "Oh, ternyata ada yang mengingkari. Berarti mungkin salah." Tapi kalau semuanya diam, enggak enak, enggak enak, enggak enak, enggak enak, akhirnya tidak ada yang tegur. Takut ribut, takut ini, takut anu, bukan takut kepada Allah. Takut dimusuhi sama ustaz tersebut. Enggak enak. Takut diblokir sama ustaz tersebut. Misal akhirnya apa? Akhirnya disangga sebagai apa? Kebaikan. Mendahulukan keridaan manusia daripada keridaan Allah Subhanahu wa taala. Umat Islam tidak demikian. J umat Islam mengingkari kemung kemungkaran. Mengingkari kemungkaran ya. Dan menyeru kepada perkara yang makruf. Makanya didahulukan daripada watumminuna billah. Beriman kepada Allah. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Walau amana ahlul kitabi lakana khair lahum." Seandainya orang-orang ahlul kitab beriman, tentu lebih baik. Kalau mereka beriman kepada Muhammad sallallahu alaihi wasallam, lebih baik bagi mereka. Maka mereka akan mendapatkan pahala dua kali lipat yang tidak didapatkan oleh umat yang lain. Karena mereka sudah beriman kepada Taurat kemudian beriman kepada Al-Qur'an. Kalau nas mereka sudah beriman kepada Injil kemudian mereka beriman kepada Al-Qur'an. Tapi kata Allah minhumul mukminuna. Di antara mereka ada yang beriman. Wa aksaruhumul fasikun. Namun kebanyakan mereka fasik. Kebanyakan ahlul kitab tidak mau beriman. Kebanyakan ahlul kitab tidak mau beriman. Bahkan Allah mengatakan alfasikun pakai alif lam. Kata Allah. Dan kebanyakan mereka benar-benar fasik adalah fasik yang sesungguhnya. Kenapa fasik yang sesungguhnya? Karena mereka sudah tahu ada nabi terakhir, tapi mereka tinggalkan. Jadi kefasikan mereka di atas ilmu, bukan di atas kejahlian dan kebodohan. Ahlul kitab kalau sudah fasik meninggalkan tidak beriman kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di atas ilmu makanya Allah mengatakan mereka adalah fasik yang sesungguhnya. Ayat ini juga adalah pujian kepada para sahabat. Kuntum khairu umatin ukhrijat linas. Adalah sah adalah kelompok manusia yang terbaik. Karena ayat ini turun ketika itu khitabnya, pembicaraan dituj. Ayat ini turun kepada para sahabat. Allah mengatakan, "Kalian umat yang terbaik." Dan bagaimana para sahabat tidak menjadi umat yang terbaik? Mereka yang bimbing adalah rasul terbaik Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka Allah turunkan kepada mereka kitab suci terbaik yaitu Al-Qur'anul Karim yang Allah mengatakan inna hadal qurana yahdi lillatihi awam. Al-Qur'an memberi petunjuk kepada petunjuk yang terbaik. Dan mereka ketika mereka ketika menjalankan perintah-perintah Allah, Allah langsung bimbing. Kalau mereka salah langsung tegur. Kalau mereka kurang melakukan ee amal, maka Allah perintahkan amal yang semuanya akan menjadikan mereka menjadi sangat baik. Dan mereka dibimbing oleh Nabi hampir 23 tahun. Hampir 23 tahun. Dan Nabi bersama mereka berjihad bersama mereka puluhan jihad, puluhan perang Rasulullah menemani mereka dalam safar, dalam salat, dalam ibadah-ibadah, dalam ceramah. Rasulullah mengayumi mereka luar biasa. Rasulullah mengayumi mereka luar luar biasa dengan berbagai macam ujian yang luar biasa yang tidak dialami oleh umat-umat sebelumnya. Mereka dimusuhi oleh seluruh umat yang ada. Kabilah-kabilah Arab, Quraisy, Romawi, Persia, semua memusuhi Yahudi, Nasra, semuanya memusuhi kaum kaum muslimin. Oleh karenanya mereka adalah generasi terbaik. Sisi lain kenapa mereka generasi terbaik? Selain Nabinya terbaik, Al-Qur'annya terbaik, kondisi mereka sebelum Rasulullah diutus, mereka dalam kondisi terburuk. Mereka musyrik dengan kesyirikan berbagai macam modelnya. Ya, patung mereka sembah, jimat mereka percayai, dukun mereka percayai, sihir mereka percayai. Semua model syirik yang ada sekarang dulu ada juga. Semua mereka lakukan. Kemudian kemungkaran yang mereka lakukan banyak. Ada yang zina, minum khamar, perang, bunuh-bunuhan, berbuat buruk sama tetangga, bunuh anak, hidup-hidup luar biasa. Minum khamar, judi, semua lengkap. Apalagi dosa yang tidak dilakukan di zaman jahiliyah. Sehingga Ibnu Qayyim mengatakan mereka ini umat terbaik. Kenapa? Karena mereka para sahabat sempat pernah mendapati kerusakan secara detail yang luar biasa. Bahkan sebagian mereka menjalani kerusakan-kerusakan tersebut setelah itu mereka mendapati jadi mereka mendapati kemungkaran secara terperinci. Setelah itu mereka mendapati cahaya secara terperinci. Orang seperti ini terbaik karena mereka tahu keburukan secara detail untuk mereka tinggalkan dan mereka tahu kebaikan secara de detail dan tidak ada yang bisa menyamai sahabat dalam hal ini. Makanya penyar berkata syarakhi aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tapi untuk menghindarinya. Siapa yang hanya tahu kebaikan tidak tahu keburukan secara detail dia akan terjerumus dalam keburukan tersebut. Inilah keistimewaan para sahabat. Menjadikan mereka terbaik. Tidak ada generasi yang bisa mengungguli mereka karena mereka pernah mengalami kegelapan yang sangat gelap, kerusakan yang sangat detail, baik sisi akidah maupun moral. Setelah itu mereka mendapatkan cahaya kebenaran secara de detail ya. Maka mereka menjadi umat yang terbaik ya. Jadi umat yang terbaik. Oleh karenanya, Thaahir bin Asyur berkata, "Di antara generasi terbaik setelah ditinggal oleh nabinya adalah para sahabat." Ketika Rasulullah sahu alaihi wasallam meninggal dunia, maka mereka berjuang luar biasa lihat bagaimana Abu Bakar, bagaimana zaman pemerintahan ee Umar, bagaimana Utsman, bagaimana Ali. Mereka luar biasa. Mereka luar luar biasa memperjuangkan Islam karena mereka adalah murid-murid terbaik. Makanya jangan heran kalau kita lihat para sahabat amalnya luar biasa ya. Ada orang infak harta seluruhnya ya. Abu Bakar berinfak harta seluruhnya berulang-ulang jangan heran karena gurunya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada orang-orang yang hebat nekad berjalan ratusan kilo untuk perang. Kenapa? Jangan heran. Karena guru mereka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Di antara mereka yang salat malam sampai kena panah. Abbad bin Bisyir di panah lanjut salat malam. Panah kedua, lanjut salat malam. Panah ketiga lanjut salat malam. Baru dia selesai. Ketika tanya, "Kenapa kok tidak lepas panah?" Saya lagi baca surat Alkahfi tidak pengin berhenti di tengah jalan. Kita baca qulhuallad ber panas berhenti enggak baca qul selesai. Ini Alkahfi. Bayangkan dia baca sampai selesai meskipun dipanas sampai tiga tiga kali. Lihat bagaimana seorang sahabat yang pernah me si Muawid atau Muad saya lupa yang dia potong kaki Abu Jahal kemudian tangannya dihantam oleh Ikrimah sehingga tangannya patah tapi masih nyantol di kulitnya dan dia tetap berperang dengan membawa tangannya tersebut. Ketika dia sakit, dia injak tangannya supaya lepas. Ini jagoan benar, kata Azzahabi. Inilah jagoan yang sesungguhnya. Siapa yang bisa begitu? Sahabat. Ya, mana Khalid bin Walid yang maju pertempuran tanpa takut sama sekali. Khalid bin Walid yang berkata, "Aku telah mengikuti peperangan sekian-sekian peperangan. Tidak ada di tubuhku satu sejengkal kecuali ada bekas tombak, bekas panah, bekas pedang, semua jenis senjata sudah saya kena." Ya. Dan malam yang paling saya cintai, yang paling saya sukai, bukan malam ketika didatangkan istri baruku, bukan. Bukan juga malam ketika saya dikabarkan saya punya anak baru lahir. Tapi malam yang paling saya cintai adalah malam saya bersama kaum Muhajin, kaum Ansar menunggu di malam hari untuk besok perang melawan orang-orang musyrikin. Itu malam yang paling saya cintai. Ini sahabat ketika Khalid bin Walid dinegoisasi oleh orang musyrikin. Sudah pulang aja kami bagi-bagi linar sama kamu. Kata Khalid, "Saya telah datang dengan suatu kaum yang mereka mencintai kematian mati syahid sebagaimana kalian cinta dengan khamar." Sama gimana saya mau sogok dengan dinar-dinar? Enggak bisa. Maksudnya siapa mereka? Mereka sahabat rasul Rasulullah. Jadi mereka benar-benar umat terbaik. Kalau kita baca sejarah mereka seperti dongeng. Tapi itulah sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka adalah umat yang terbaik. Umat yang terbaik. Ya. Siapa yang mengin terbaik maka tiru mereka. Tiru mereka. Rasulullah bersabda, sebaik-baik generasi adalah generasiku. Kemudian setelahnya itu tabiin. Kemudian setelahnya tabi tabiin. Allah berfirman, minalhar. Orang-orang masuk Islam pertama kali dari kalangan muhajirin, kaum Anshar. Allah rida kepada mereka dan mereka dijamin surga. Siapa lagi? Wallah yang mengikuti mereka, yaitu mengikuti Muhajirin Ansar dengan pengikut yang baik. Maka kalau kita menjadi terbaik, kita harus ikut ikut mereka. Kata Imam Malik, lan yasluhu hadil ummah illa bima sh bihi aaluha. Umat ini tidak akan pernah baik kecuali dengan yang pernah memperbaiki umat yang generasi awal. Kalau ingin baik ikut generasi awal. Karena generasi awal pernah baik dan pernah jaya. Kita tinggal niru mereka. Dan ini menunjukkan buruknya orang Syiah ya. Orang Syiah kalau ditanya siapa umat Nabi Musa yang terbaik? Siapa siapa ee siapa umat Nabi Musa yang terbaik? Kata orang Syiah, umat Nabi Musa terbaik adalah sahabat Nabi Musa. Karena yang diajar langsung Nabi Musa. Kalau ditanya lagi, "Siapa umat terbaik Nabi Isa?" Kata mereka, "Umat terbaik Nabi Isa adalah para sahabatnya Nabi Isa, murid-muridnya. Tapi kalau ditanya siapa umat Muhammad terburuk? Kata mereka murid-murid Muhammad langsung itu terburuk. Sahabat Muhammad ini menunjukkan buruknya orang-orang apa? Syiah. Kalau mereka mengatakan sahabat adalah orang-orang terburuk berarti gurunya buruk dong. Wajar. Logik. Sangat logis ya. Kalau muridnya buruk, gurunya buruk enggak? Gurunya buruk. Apalagi kata mereka setelah Rasulullah wafat semua sahabat murtad. Kecuali tinggal 8 orang, 19 orang. Ada yang bilang tinggal empat orang semuanya murtad. Berarti Rasulullah gagal dalam mendidik para sahabat. Buat apa Allah puji-puji para sahabat dalam Al-Qur'an? Banyak sekali. Kata mereka, Allah tidak tahu apa yang terjadi di kemudian hari. J kalau Allah tidak tahu, kita tanya, bukankah Allah tahu bahwasanya mereka ee apa namanya? Kalau kita s apakah Allah tahu mereka akan murtad? Kalau mereka bilang Allah tidak tahu? Repot. Kalau mereka bilang Allah tahu mereka bakalan murtad. Nah, kalau Allah tahu mereka bakalan murtad, kenapa Allah puji-puji dalam Al-Qur'an? Padahal Al-Qur'an akan dibaca sampai hari kiamat. Pujian saf-sahabat banyak sekali dalam Al-Qur'an. Jadi, inilah hanyalah khayalan orang Syiah yang mereka mengkafar-kafirkan para sahabat ya. Mereka menutup mata dari ayat-ayat yang memuji sahabat. Di antaranya ayat ini, kuntum khair ummatin ukhrijat linas. Kalian umat yang terbaik. Ayat selanjutnya ayat 111 kata Allahum mereka orang Yahudi tidak akan bisa memberi mudarat kepada kalian. Ini di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mereka hanya bisa beri gangguan-gangguan seperti mereka bilang Nabi, "Assalamu alaikum. Semoga aku cepat mampus wahai Muhammad." Mereka mencaci maki dan mereka tidak bisa mengganggu. Makanya Bani Qainuqa, Bani Nadir, eh Bani Quraidah, orang-orang kampung Khaibar semua dikalahkan. Semuanya dikalahkan. Kata Allah, "Mereka tidak bisa mengganggu kalian kecuali yang sekedar gangguan lisan. Wauqtilukum." Kalaupun mereka menyerang kalian, yallukumulun, maka mereka pasti balik melarikan diri. Kemudian mereka tidak ditolong. Ini benar terjadi. Terjadi peperangan mereka kabur. Ya, terjadi peperangan, mereka kabur. Dalam waktu serangan terhadap Khaibar mereka kabur. Set Allah berfirman tentang orang Yahudi. Alaihillatu aqifu bihabl minallah habl minanas. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. Kecuali jika mereka berpegang teguh kepada tali Allah dan tali manusia. Wad minallah. Dan mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah. Mereka kembali dapat kemurkaan Allah. Dan mereka telah ditetapkan kehinaan bagi merekaah. Hal ini karena mereka kufur kepada ayat-ayat Allah. Dan mereka membunuh nabi-nabi Allahika bimau yadun. Ini semua karena durhaka yang karena maksiat yang mereka lakukan dan mereka melampaui batas. Ini tentang orang Yahudi. Orang Yahudi dihina oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi sejarah menunjukkan mereka dihina. sekarang aja mereka baru punya punya ee negara yang belum jelas. Dahulu mereka terhina. Mereka terhina dalam jangka sangat panjang karena mereka adalah suku yang buruk akhlaknya, suka menipu. Karena menganggap seluruh manusia selain mereka hanyalah hewan-hewan yang diciptakan Allah dalam bentuk manusia untuk melayani mereka. Sehingga mereka tidak punya pri kemanusiaan. Mereka hanya peri kehewanan. Karena kita dianggap sebagai apa? Hewan. Dan itu disebutkan dalam buku-buku mereka ya, bahwasanya manusia itu diciptakan dalam bentuk manusia selain kalian adalah untuk berkhidmat kepada kalian. Hanya saja dibentuk dalam bentuk manusia supaya bisa melayani. Ya kalau dalam bentuk hewan susah disuruh-suruh ya susu dikerjain. Sehingga mereka dan di antara hib mereka membunuh para nabi. Ada nabi yang tidak cocok mereka bunuh. Kalau ada la tahu anfusukumakbartum. Kalau ada tidak cocok mereka sombong mereka. Ada yang mereka bunuh ya. Mereka bunuh ya tidak sesuai dengan keinginan mereka ya. Makanya mereka ingin bunuh Nabi Isa karena tidak sesuai dengan keinginan apa mereka. Mereka maunya nabi dari bangsa Yahudi. Nabi yang kuat seperti Nabi Daud. Ternyata Nabi Isa yang lemah lembut, yang miskin. Ke sana ke sini kok ceramah. Ini Nabi enggak bisa kayak gini. Mereka membunuh Nabi Isa. Belum lagi orang-orang pendeta-pendeta mereka hasad kepada Nabi Isa. alaihi salam. Mereka ingin bunuh Nabi Nabi Isa. Kemudian mereka juga ingin bunuh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mereka sudah tahu Nabi Muhammad. Tapi karena ini tidak sesuai dengan selera, tidak su ekspektasi, ternyata Arab maka mereka ingin bunuh. Ketika datang Quyayb Akhtab bersama saudaranya, maka mereka ketika Nabi berhijrah dari Makkah Madinah, kata Sofiah, dia cerita, "Bapak saya dan paman saya pagi-pagi buta, masih gelap, golas, masih remang-remang. Mereka sudah pergi menuju kota Madinah ingin menunggu datangnya Nabi tersebut. Mereka ikut nunggu ketika Nabi datang. Ketika Nabi datang, mereka lihat dan mereka balik di salehah. Hari dalam tadi perginya semangat ketika pulang saleh dalam kondisi lemas. Maka mereka saling ngobrol. Bapaknya Sofiah Huya bin Akhtab dengan pamannya. Ah hua hua. Pamannya tanya itu nabi yang kita tunggu-tunggu. Kata bapaknya, "Iya benar." Iya. Sesuai dengan semua kriteria. Kemudian bagaimana sikapmu terhadap dia? Adawatuhu wallahi ma baqiadahr. Kata bapaknya Sofiah, aku akan memusuhi dia selama seumur hidup. Akan musuhnya seumur hidup. Padahal dia tahu itu nabi. Makanya mereka ingin bunuh nabi karena mereka sudah punya pengalaman Nabi dibunuh. Sudah kan bukankah sudah banyak nabi mereka berhasil bunuh? Kenapa mereka berani kepada Nabi Muhammad? Padahal mereka tahu Muhammad adalah seorang nabi. Karena mereka sudah punya pengalaman bunuh apa? Nabi. Lagi pula mereka punya syubhat. Larud. Kami tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari aja. Tarlah bunuh Nabi dosa besar. Toh kita masuk neraka cuma beberapa hari kemudian libur panjang. Jadi itu membuat mereka berani karena mereka yakin masuk surga. Kalaupun masuk neraka cuma seben sebentar. Maka mereka tahu Nabi Muhammad mereka nekat. Berbeda dengan Herlius. Herlius Nasrani. Dia takut sama Nabi. Makanya ketika Nabi datang perang Tabuk, dia enggak muncul. enggak berani lawan Nabi. Dia bukan Yahudi. Kalau Yahudi berani, Yahudi berani karena mereka telah berhasil membunuh nabi-nabi sebelumnya. Ya, kata Allah mereka ainamaqifu mereka dihinakan di mana pun mereka berada. Illa bihabl minallah. Ada yang menafsikan kecuali dengan perjanjian dengan Allah. Misalnya mereka tinggal di tengah kaum muslimin, mereka bayar jiziah, maka mereka tidak terhina karena mereka diberi kebebasan. Selamat bayar jiziah. W minas. atau mereka punya hubungan dengan manusia, yaitu mereka punya perjanjian dengan manusia atau dibantu oleh orang lain. Oleh karenanya kalau tidak salah Tha bin Asur menyebutkan hal ini bahwasanya Yahudi selalu hina kecuali ada suku lain membantunya. Mereka tidak akan bisa mendirikan negara Israel kecuali dibantu oleh orang-orang kafir yang yang lain. Secara mereka sini enggak bisa mereka enggak bisa. Mereka dibantu sama yang lain maka berilah negara Israel raya. Ya, sekarang pun mereka ingin membunuh Gaza atau menghancur membunuh kaum muslimin di Gaza juga dibantu oleh negara-negara lain. Kalau enggak, enggak, enggak. Adapun kalau mereka sendiri mereka tidak bakalan tidak bakalan bisa. Tapi kehinaan kehinaan akan terus ee mereka rasakan. Dan berdasarkan histori mereka, sejarah mereka, mereka diusir oleh Eropa, diusir oleh beberapa negara dari Eropa. Mereka dibantai di Rusia dan mereka dihabisi oleh Hitler. Sampai ada yang mengatakan 6 juta orang mereka dibunuh. Mengerikan. Kenapa? Karena akhlak mereka yang sangat sangat buruk. Ya, membuat jengkel suku yang lain. Gimana tidak jengkel kalau suku lain dianggap seperti hewan? Ya, sehingga tidak perlu ee tidak menghormati suku yang lain sama sama sekali. Kata mereka, "Kami Sybullahil Mukhtar, kami adalah pilihan Allah. Kami adalah suku yang terpilih, kami adalah kekasih-kasih Allah." Itu propaganda mereka. Sampai sini saja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Wabillah taufik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.