Kitab Riyaduh Shalihin #2.87: Bersikap Santun Sabar dan Lemah Lembut
MrWROsZKsFY • 2025-09-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam war alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwih. Allahumma shi alaihi wa alihi wa ikhwi. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih bab alhilm wal anat warif tentang sikap lemah lembut ya. Dan masih ada dua hadis. Hadis berikutnya, waan Aisyata radhiallahu taala anha qalat Aisyah ummul mukminin berkata radhiallahu taala anha ma khuyira Rasulullah sallallahu alaihi wasallam baina amraini qod illa akisarahuma maam yakunman adalah rasul sahu alaihi wasallam tidak diberi pilihan dua perkara apapun kecuali beliau mengambil yang paling ringan daripada keduanya selama bukan merupakan dosa fain kana kalau itu ternyata dosa kana abadan Maka Rasulullah paling jauh dari ee sikap tersebut. Wamanq Rasulullah sallallahu alaihi wasallam nafsiq. Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah eh balas dendam untuk dirinya sedikit pun. Illa anuntahaka hormatullah. Kecuali ada kehormatan Allah yang dilanggar. Fantaqimillah. Maka beliau pun marah atau beliau membalas karena Allah subhanahu wa taala. Ya, muttafaqun alaih hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Di sini Aisyah menjelaskan tentang bagaimana ee sifat lembut Nabi sallallahu alaihi wasallam dan rifq ya. Di mana kalau ada dua perkara diberi pilihan kepada Nabi, Nabi pasti pilih yang paling ringan. Dan zahir hadis menunjukkan keumuman perkara ibadah, perkara muamalah, perkara apapun. Selama masih ada dua pilihan dan satu lebih ringan, maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pilih yang lebih ringan. Ya, ibarat kalau kita kasih contoh, kalau kita mau jalan ke suatu kota ada dua jalan. Satu jalannya susah, satu jalannya mudah. Kita pilih jalan mana? Jalan mudah. Kalau kita pilih jalan mudah karena mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam, karena Nabi demikian selalu memilih yang mu mudah, maka kita dapat pahala. kita dapat pahala karena kita mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Maka kita pilih yang mudah. Sebagian orang suka yang yang susah-susah ya. Suka yang susah. Ini jalan gampang cari jalan yang susah ya. Hobi ya apa namanya ee menempuh tantangan ya. Maka seorang berusaha cari yang mudah. Dalam ibadah pun demikian. Selama itu adalah mudah ada yang susah pilih aja yang mudah. Makanya kalau jadi imam Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ingatkan kalau imam jangan panjang-panjang ya karena ee memudahkan bagi para makmum. Memudahkan bagi para para makmum. Jangan merepotkan para makmum. Demikian juga kalau kita lihat hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam ya ee ketika salat malam kita dapati Rasulull sallahu alaihi wasallam beliau salat malam terlebih dahulu. Nanti ketika menjelang witir baru beliau bangunkan siapa? Aisyah. Sepertinya beliau tidak ingin merepotkan istri-istri beliau karena beliau kalau salat malam sangat kuat ya. Dan beliau bernikmat-nikmat dengan salat malam tersebut yaitu tidak maksa istrinya untuk harus ikut beliau dari awal sampai akhir. Itu menunjukkan bagaimana Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pilih yang mudah. Ee demikian juga kalau Rasulullah khawatir bahwasanya suatu perkara bisa jadi wajib, maka beliau sengaja tidak melakukannya agar tidak wajib. seperti salat tarawih. Rasulullah sahu alaihi wasallam salat tarawih berjamaah tiga kali bersama para sahabat. Ketika hari yang keempat para para sahabat sudah kumpul maka Rasul sahu alaihi wasallam ternyata tidak terarawih bersama mereka. Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan saya khawatir diwajibkan. Saya khawatir diwajibkan. Rasul sahu alaihi wasallam tidak ingin memberatkan umatnya. Rasul sahu alaih wasallam juga mengatakan lauqa al umatiu mahat. Kalau tidak memberatkan umatku, tentu aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali salat. Tapi Rasulullah tidak ingin memberatkan umatnya. Intinya kalau ada dua perkara yang mudah, selama itu tidak haram, maka Rasul sahu alaihi wasallam pilih yang yang mudah. Maka dalam agama ini kita tidak disuruh cari susah. W jaala alikum fiddini fiddini min haraj. Ya Allah tidak menjadikan agama ini susah. Allah ingin yang mudah, Allah tidak ingin yang yang susah. Ya, Tib. Ee oleh karenanya sebagian ulama berdalil dan ini pendapat jumhur ulama tentang misalnya melempar jamarat ketika hari-hari tasyrik tanggal 11, tanggal 12, tanggal 13 ya. Eh, ketika tanggal 10 Rasul sahu alaihi wasallam lempar di pagi hari. Tanggal 10 Zulhijah Rasulull sallahu alaihi wasallam lempar di di pagi hari lempar Jamratul Aqabah. Tapi ketika tanggal 11, tanggal 12, 13 ternyata Rasulull sahu alaihi wasallam menunggu sampai waktu zuhur sampai kata Ibnu Umar, "Kunnaah nathayanuz zawal faidza zalatiams ramaina." Kami dulu menanti-nanti sampai ee matahari tergelincir di tengah langit, yaitu masuk waktu zuhur. Jika matahari sudah tergelincir, maka kami pun melempar. Maka banyak ulama, jumur ulama berpendapat bahwasanya melempar jamarat pada tanggal 11, 12, 13 dimulai sejak zawal, yaitu sejak waktu zuhur. Kenapa bisa demikian? Kata mereka, karena Nabi menanti-nanti waktu tersebut. Bahkan Nabi lempar dulu baru salat zuhur. Nabi lempar dulu baru salat zuhur. Terus mereka berdalil dengan hadis ini. Kata mereka, "Seandainya boleh melempar di pagi hari, Rasulullah tidak akan menyulitkan umatnya. Apalagi yang berhaji bersama Nabi, ada anak kecil, ada perempuan, ada orang tua. Ketika Nabi sengaja merepotkan mereka untuk melempar bakda zuhur, berarti memang awal waktu lempar jamarat adalah waktu zu zuhur. Tentunya ada khilaf masalah ini. Ada yang mengatakan Rasulullah sengaja memilih waktu yang paling afdal. Bukan berarti tidak boleh melempar sebelum zuhur. Tetapi sebagian ulama berpendapat kalau memang boleh di pagi hari Rasulullah akan variasi. Beliau mungkin lempar setelah zuhur, ada waktu lain sehari mungkin lempar sebelum zuhur atau menyuruh sebagian orang kalian lempar sebelum zuhur. Saya nanti pas zuhur kalau memang boleh. Tetapi ketiga 3 hari berturut-turut Rasulull sahu alaihi wasallam tidak melempar kecuali setelah zuhur. Maka ini dalil yang kuat dan ini pendapat mayoritas ulama dari para ulama mazhab bahwasanya lempar jamarat waktunya baru sah tanggal 11, 12, 13 setelah azan zu zuhur. Setelah azan zuhur ya. Mereka beralil dengan hadis ini. Kalau memang boleh, maka Rasulullah akan melempar sehari saja di pagi hari atau Rasulullah membolehkan orang-orang untuk melempar di pagi hari. Sebagaimana ketika mabit di Muzdalifah, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam membolehkan orang-orang untuk meninggalkan Muzdalifah sebelum subuh. Wanita-wanita diizinkan, daafah, orang-orang lemah, orang-orang tua diizinkan. di antaranya ee ee Saudah bintu Zam'ah juga minta izin untuk meninggalkan Muzdalifah menuju Mina sebelum sebelum ee terbit fajar ya. Sebelum terbit fajar Rasulullah izinkan Rasulullah sendiri enggak Rasulullah sampai pagi sampai salat subuh di Muzdalifah. Ah, ini dalil bahwasanya Rasulullah mudah silakan yang yang ya karena meskipun yang sempurna sampai salat subuh tapi ketika boleh untuk meninggalkan muzdalifah bagi orang yang susah, orang yang lemah, orang yang sakit, orang tua, maka Rasulullah izinkan. Maka Aisyah ketika menyampaikan hadis ini dia dia menyesal. Dia meng seandainya saya dulu minta izin seperti saudah ya, seperti saudah. Karena wanita ee sampai subuh repot ya. Tapi kalau mereka berjalan ee sebelum waktu subuh tidak di tidak dalam keramaian. Jadi lebih lebih mudah tayib. Jadi ini dalil bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam lembut dan lembut bagi terhadap dirinya dan bagi kaum muslimin tidak ingin cari susah. Kalau selama bisa mudah ngapain cari su susah? Ya. Ya. Kalau pengajian ada naik mobil ngapain jalan kaki? Naik mobil aja. Naik mobil aja ya. Selama mudah jangan cari suah. Tib. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda ee Aisyah bersabda bercerita waman taqama rasul sahu alaih wasallam nafsi faiin qad Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah marah atau balas endam atau marah untuk membela dirinya sendiri sama sekali enggak pernah. Illa anuntahaka hormatullah. Kecuali ada larangan Allah yang dilanggar. Fantantaqim lillah. Maka Rasulullah pun marah karena Allah, bukan karena dirinya muttafaqun alaih. Oleh karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahkan ketika ee diracun oleh wanita Yahudiah dan itu terkait dengan dirinya ya, maka beliau tidak menyuruh untuk membunuh wanita Yahudiyah tersebut. Beliau maafin. Beliau tidak membela dirinya sendiri karena itu terkait dengan apa? dirinya. Demikian juga ketika beliau disihir oleh lelaki Yahudi Labidul Aam alyahudi. Menyihir Nabi sampai Rasul sahu alaihi wasallam tersihir sampai rasul wasam terkhayalkan bagi dirinya dia mendatangi istrinya padahal dia tidak mendatangi apa istrinya. Sampai akhirnya Allah kirim ee malaikat untuk merukyah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka rasulam pun sembuh. Ya Rasulullah pun memaafkan Yahudi tadi. Rasul sahu alaihi wasallam tidak suruh tangkap dia kemudian bunuh dia. Padahal kita tahu sihir hukumnya ha haram. Dan Rasulullah penguasa di kota Madinah ketika itu. Tapi karena terkait dengan dirinya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mama memaafkan. Rasulullah memaafkan ya. Tapi kalau sudah pelanggaran syariat terkait dengan kezaliman kepada orang lain maka Rasulull sallahu alaihi wasallam marah karena Allah subhanahu wa taala. Rasulullah marah karena Allah subhanahu wa taala. Contohnya ketika ada wanita dari Bani Makhzum mencuri. Dan kita tahu kabilah terkenal di antara kabilah Quraisy adalah Bani Hasyim dan Bani Makhzum. Bani Hasyim kabilahnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bani Makhzum kabilahnya Abu Jahal, Khalid bin Walid, Walid bin Bughirah. Ya, banyak. Ummu Salamah juga dari Bani Makhzum. Ini dua kabilah yang selalu bersaing dalam kemuliaan dua kabil besar. Ternyata ada seorang wanita Bani Makhzum yang mencuri. Maka mereka gelisah. Akhirnya mereka bilang, "Coba, siapa yang bisa ngomong ke Nabi sallallahu alaihi wasallam agar tidak ditegakkan hukum had?" Akhirnya mereka bilang, "Kita ngomongin Usamah. Usama adalah seorang yang sangat dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia yang bisa menjadi perantara antara kita dengan dengan Nabi." Maka Usama pun sampaikan hal ini. Memberi syafaat agar wanita tersebut tidak jadi dihukum H. Maka Rasulull sallahu alaihi wasallam pun marah. Kata Rasul wasam, "Waimullahim Muhammadinqadaha." Demi Allah, seandainya Fatimah bintu Muhammad, putrinya, putriku mencuri, saya akan potong tangannya. Saya akan potong tangannya karena melanggar apa? Melanggar syariat Allah Subhanahu wa taala. Kalau putriku yang mencuri, saya akan potong potong tangannya. Kemudian dia mengatakan, "Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kalian kana adalah jika saraqa eh fihim diif aqomu alaihil had." Kalau ada yang mencuri dari orang-orang miskin maka ditegakkan hukum Had. Tapi kalau yang melakukan pelanggaran orang kaya maka tidak ditegakkan hukum hukum H. Inilah yang membinasakan umat-umat terdahulu. Di sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam marah karena ada ee pelanggaran terkait dengan terkait dengan syariat, terkait dengan orang lain. Sama kalau kita lihat juga dalam kehidupan keluarga kalau mungkin ada kesalahan istrinya kepada Nabi, Nabi Nabi tidak marah. Nabi tidak tidak marah. Tetapi ketika kesalahan tersebut terkait dengan menzalimi atau menjatuhkan hak istri yang lain, baru Rasulull sahu alaihi wasallam pun marah. Ya, seperti ketika Aisyah memecahkan piringnya ee siapa ee Ummu Salamah atau piringnya Safiah. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun ganti piring tersebut dengan piring Aisyah radhiallahu taala anha. Ketika Aisyah mengatakan Sofiah innaha qasirah sngguhnya dia adalah pendek. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun marah. Kenapa? Ini adalah gibah. Rasulull sahu alai wasallam mengatakan ini adalah gibah dan terkait dengan kehormatan madunya istri yang yang lain ya. Adapun jika terkait dengan dirinya maka beliau memaafkan. Itulah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ini sulit ya. Sulit ya. Bisakah kita belajar untuk tidak marah jika terkait dengan diri kita? Susah. Kita kalau syariat makan enggak marah. Kalau diri kita, kita yang marah. Orang mau melanggar silakan tapi jangan melanggar saya. Tapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam sebaliknya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kalau terkait dengan dirinya dia tidak marah. Dia tidak marah. Dia memaafkan. Kalau sudah terkait syariat baru beliau beliau marah. Baru beliau beliau marah. Ya. Dan itu adalah akhlak yang sangat berat. Namun itulah akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya Tib kita lanjutkan ya. Hadis terakhir dari bab ini. Waan Ibni Mas'udin radhiallahu anhu. Dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu qala. Beliau berkata, "Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ala ukbirukum biman yahumu alanar." Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang haram atas api neraka biman tahrumu alaihinar atau orang yang neraka haram atasnya. Tahrumu ala kulli qoribin hayinin layinin sahlin. Neraka itu haram atas semua orang yang dekat yang hayin yang yang lembut yang ringan dan mudah. Rawahu Tirmidzi. Hadis riwayat Tirmidzi waqala haditun hasanun. Beliau berkata, "Hadis yang hasan." Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan sikap lembut kepada sesama muslim. Ya. Dan ternyata ini merupakan sebab seorang diharamkan masuk neraka. Rasulullah buka hadis ini dengan pertanyaan, "Ala ukhbirukum?" "Maukah aku kabarkan kepada kalian?" Dan ini di antara metode Nabi untuk menarik perhatian para pendengar audiens dengan bertanya. Dengan bertanya. Metode Nabi banyak ya. dengan bertanya ee dengan membuat hitungan tiga perkara, lima perkara, tujuh perkara sehingga mereka fokus ya. Di antaranya dengan bertanya kalian Rasul sahu alaihi wasallam kali kasih teka-teki, tahukah kalian tentang suatu yang begini begini begini ya. Sehingga ee audiens jadi fokus. Itu di antara metode Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Maukah kabarkan kepada kalian biman yahrumu alanar tentang orang yang haram kena neraka." Yaitu dia haram. untuk masuk neraka atau sebaliknya alar atau neraka yang haram mengenainya. Ini ada yang mengatakan maknanya sama. Dia diharamkan masuk neraka sama saja neraka haramkan ee neraka diharamkan untuk kemasukan kemasukan dia. Ya, ini sekedar penguat ya. Ada yang mengatakan dia diharamkan dekat dengan neraka. Yang kedua neraka diharamkan dekat dengan dia. Artinya dia jauh dari neraka jahanam. Jadi ee biman yahrumu alanar. Siapa yang haram atas neraka itu haram bagi dia untuk dekat neraka. Aimantanahumu alaiar atau orang yang neraka haram atasnya itu haram neraka untuk dekat kepadanya sehingga artinya dia akan jauh dari neraka jahanam. Siapa orang tersebut? Rasul sahu alaihi wasallam menyebutkan empat sifat. Yang empat sifat ini sebenarnya maknanya mirip tentang akhlak mulia. Qarib itu dekat. Hayin yaitu tidak sombong. Ya. Tidak sombong. Tawadu. Layin itu lemah lembut. Sahal mudah. Sahal mudah. Jadi dekat, tawadu, lemah lembut, sahal, mudah. Empat sifat yang maknanya berdekatan yang menunjukkan akhlak mulia pada diri seorang. Yang pertama qarib dekat yaitu dekat, tidak susah ya. Tidak susah dengan dia, tidak susah ketemu dia ya. Bukan orang yang jauh ya ya dekat ya. Hain tawadu tidak sombong ya. Tidak, tidak tidak apa namanya arogan. Tidak lain. Itu mudah, mudah lembut sama orang. Berkat dengan lembut, bersikap dengan lembut, sahal, mudah, mudah memaafkan tidak empurus sulit orang karena ada orang yang susah mau ditemui susah ya. Mau ditemui susah ya ee harus lewat ring 1, ring 2, ring 3 sampai ring 7. Susah. Susah ma ketemu. Susah. Terkadang dia mempersulit dirinya untuk ditemui ya supaya supaya menjadi suatu yang wow ya agar agar menjadi suatu yang hebat susah ditemui metode salah satu metode sehingga seakan-akan orang penting orang tinggi orang sangat diperlukan oleh masyarakat diperlukan oleh umat sehingga sulit untuk ditemui ya sulit ditemui. Kalau ketemu harus berjarak gak bisa langsung ketemu. Kalau mau ketemu harus nunggu sehari dua hari. Kadang duduk kadang enggak jadi ketemu. Ya subhanallah ya. Ini gimana masuk dalam hadis ini? Susah. Susah ya. Orang jangan begitu ya. Biasanya kalau itu biasanya kalau pejabat ya mungkinlah ya pejabat atau artis kayak tapi kalau kita-kita ini enggak usahlah gituah. Kita ini siapa sih ya? Kecuali dia mau ketemu, mau pinjam uang mulu, ya jangan ring tu bilang. Tapi kalau enggak ada apa ada keperluan, ada curhat, ada sesuatu ya kita juga ada waktu. Gak usah sok sibuk, gak usah sok penting, enggak usah ya. Jangan posisikan diri kita seperti itu. Rasul sahu alaihi wasallam tidak demikian, ya. Rasulullah tidak demikian. Lebih afdal. Siapa yang lebih afdal daripada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Siapa yang lebih sibuk daripada Nabi? Nabi tidak ada yang lebih sibuk dari dia. Rasulullah istrinya sembilan. Kita satu sok sibuk ya. Rasulullah istrinya sembilan ya. yang banyak mau dipikir pikir umat, pikir musuh, pikir negara, pikir banyak semua dipikir oleh Nabi. Tapi Nabi tidak susah. Nabi tidak jauh. Nabi tidak tidak jauh. Ya, orang semua masalah datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kullu qoribin hayyin. Hayinnya tawadu, tidak sombong, tidak angkuh ya. Ee memandang orang dengan merendahkan enggak lah yin lemah lembut ya. Kata-katanya lembut, sikapnya lembut. Kalau jabat tangan lembut tidak keras begini. Lembut, semuanya lembut ya. Kalau orang sapa juga lembut, kalau berkata-kata di WhatsApp juga lembut. Ya, tidak ada arogan, tidak angkat suara, tidak mentang-mentang, tidak menunjukkan keangkuhan dan kesombongan. Orang yang arogan biasanya orang yang sombong. Karena dia punya backingan yang hebat atau dia merasa dirinya hebat, maka dia ngomongnya kasar. Tidak memandang orang depan dia, merendahkan orang depan dia. Tapi kalau lemah lembut ini pertanda dia tidak sombong dan akhlaknya mulia. Sahl yaitu mudah. kita ada masalah sama dia, mudah dia. Saya minta maaf, dia mudah maafkan ya. Dia mudah mudah maafkan ya. Ee tidak tidak repot ya. Tidak repot. Kita mau belanja sama dia, kita bilang korting dong. Mudah dia kortingkan. Orangnya mudah tidak apa tidak susah. Orang mau mau ketemu bertamu. Saya bertamu rumah kamu. Iya bisa bertamu rumah bisa. Masak apa kamu? Tempe apa kambing? Tempe saya enggak mau datang. Harus kambing. Ini susah ini merepotkan orang. sehingga orang muj-mujia deg-degan ini gimana ya gimana ya deg-degan merepotkan orang harus gini harus gini harus begini harus SOP-nya terlalu berat ya kalau presiden okelah cuma kalau kita kita ini siapa ya harus pasang bodyguard kayak ada yang mau cari kita jadi jangan jangan merepotkan ya semua-semuanya repot kalau sudah sama dia ya semua repot mau ketemu repot mau Mau ngundang repot, mau jamu repot, mau ngobrol repot, mau semuanya repot. Tapi kalau urusan duit tambah repot lagi. Ya, oleh karenanya seorang berusaha mudah-mudah sama istri juga mudah, sama anak-anak juga mudah, sama kawan mudah. Jangan persulit ya. Selama kita mampu untuk mudah, ngapain kita persulit? Kita sengaja memudahkan karena Allah. Bukan mudah-mudahkan sehingga terjerumus dalam maksiat atau perendahan. Tidak. kita selama kita bisa memudahkan urusan ya, maka kenapa harus dipersulit ya. Kita berharap pahala dari Allah Subhanahu wa taala. Karena orang yang seperti ini mudah ya. Karena ada orang seperti ah kamu dia susah susah susah ketemu aja susah ngobrol aja susah ya susah sama dia. Ah begini repot kita dihukumi susah sama orang ya. Jangan jangan apa memper mempersulit ya. Seperti orang minta jadwal. Jadwal ada jadwal enggak? Enggak ada. Qadarullah enggak ada. Bukannya orang penting tapi jadwal sudah penuh ya. Tib mungkin coba cari-cari kalau ada jadwal. Jangan oh enggak. Kalau sama saya harus pesan 2 tahun sebelumnya. [Tertawa] Ini kayak mempersulit. Kita bukannya enggak karena sudah ada jadwal rutin yang membuat kita repot. Karena ada jadwal apa? rutin sehingga rutin ke luar kota sehingga untuk mencari celah-celah agak agak sulit ya. Tapi gak usah kita bilang ee 2 tahun 2 tahun enggak bisa sekarang saya sudah padat. Jadi seakan-akan orang hebat orang apa harus tunggu 2 tahun ya sampai ada dulu ada kawan yang megang jadwal saya juga enggak tahu ada yang datang ke saya. Ustaz ustaz tahu ada dulu ada kawan pernah minta jadul ustaz ya 2 tahun lalu. Oh belum dapat belum. Dia sudah meninggal ustaz. Aduh, sudah meninggal ya. Terus satu lagi, ada lagi yang minta jadwal dari waktu dari Palu. Dari Palu minta jadwal, wah sudah enggak bisa dihubungi mungkin sudah kena bencana, sudah meninggal. Ya, artinya bukan disengaja, tapi qadarullah karena kesibukan. Sehingga artinya kita jangan nyusah-nyusahin. Kalau memang kita enggak bisa, ya sudah kita bilang enggak bisa. Jangan juga janji manis bisa ternyata enggak enggak bisa. Tapi jangan mengesankan pada orang bahwasanya kita ini orang yang sulit. ngundang saya seorang ngundang pengajian iya syaratnya harus pesawat bisnis kelas subhanallah terus saya bawa istri harus su apa suwe ya suwe room ya ngapain seperti ini saya ditanya sama orang ustaz ada orang begini enggak usah undang saya bilang enggak usah undang terus apa nasihati di enggak berani ustaz nasihati Enggak masa enggak berani nasihati aja. Kenapa susah-susah pengajian harus bawa tim 10? Ngapain tim 10 buat apa? Buat makan-makan. Yakhi. Jangan repotkan orang-orang jauh-jauh ngundang dia juga butuh biaya untuk biaya pesawat, biaya ini. Gini. Kenapa ngerepotin masyarakat? Kayak kita orang penting aja. Apa yang ilmu apa yang mau kita kasih sama dia? Emang ilmu kita orang alim alamah? Terus kita mau mempersulit mereka. Kenapa harus begitu? Ja, kalau pejabat okelah kita ini siapa sih? Kenapa harus mempersulit orang? Kalau bisa mudah-mudahkan. Kecuali kalau sakit saya kegemukan enggak bisa ikhlas ekonomi. Oke kan alasan benar. Gemuk ekonomi enggak cukup ininya enggak cukup ya. Oke. Saya pernah pergi ke suatu kota, saya minta pesawat paling pagi dan itu pesawat Lion dan tidak ada semuanya semuanya kelas enggak ada ekonominya. Lion kan semuanya kelas ya semuanya bisnis ya. Enggak semua ekonomi enggak ada bisnisnya. Ya, akhirnya ee saya pergi salat paling pagi dibelikan kursi dua. Baru pertama saya Viranda. Viranda lah ngapain kursi dua? Siap. A mungkin dia perhatian ustaz gemuk akhirnya. Kursinya dua. Baru seumur hidup saya naik pesawat kursinya tiketnya dua. Tiketnya dua, bukan satu. Tiket sama viranda. Ternyata memang ada prosedurnya bisa seperti itu. Jaga-jaga, Ustaz. Jaga-jaga apa cukup? Saya sudah agak kurusan. Saya bilang maksudnya ya kita ini manusia kadang-kadang merasa sok penting, merasa sok hebat ya. Kita kita semua menimpa. Makanya kita harus lawan. Kalau kita enggak lawan, kita terbuai ke bawah. Akhirnya ternina bobokan. Akhirnya kita yang mau begitu-gitu enggak mau. Harus begini, harus begini, harus begini. Ada kawan dia bilang, "Saya enggak mau naut naik kecuali Garuda." Kenapa? Karena pesawat lain eh pesawat yang lain ya, pesawat yang lain terkadang delay dan benar, terkadang delay 4 jam, 5 jam ya sudahlah itu alasan masuk akal ya, logis ya. Ya, selama tidak merepotkan, jangan kita repotkan sesama saudara saudara kita ya. Sampai ada yang mau ngisi pengajian seksana siapa ini ya? Yang saya Alpartim harus pakai palis. Subhanallah. Yang bilang bukan ustaznya, tapi timnya. Jadi ustaznya harus Alpart. Timnya pakai apa? Poliset yang ada Avanza mau diapain ya mau apa? Subhanallah. Ya sudah saadahnya aja seadahnya aja. Kenapa mempersulit apalagi dakwah? Kenapa persulit kita sarat-saratin orang harus bayar ini, bayar ini. Emang kita punya ilmu apa mau kasih mereka? Mau jualan ilmu? Ilmu apa mau kita jual sama mereka? Suruh bayar mahal. Emang kita punya ilmu apa ya, Aki? Malu. Malu. Malu kita jualan ilmu. Bayar mahal ilmu juga. Cetek hafalan enggak ada, suka lupa-lupa ya. Bicara juga sering salah. Allahumtaan. Jadi maksud saya ya sudahlah jangan jangan persulit ya. Antum juga kalau diundang orang harus kambing. Kalau enggak kambing saya enggak mau datang. Ente siapa? Tempe goreng ente sini. Jadi enggak usah enggak usah merepotkan orang ya. Santai aja. Apa yang orang kasih itulah kita terima. Ya sudah. Tidak semua orang punya kemampuan. Tidak semua orang tidak semua orang dermawan. Banyak yang pelit. Ya sudah sabar ya sabar. Tayib. Kita lanjutkan ya. Bab berikutnya bab alafu walrad anil jahilin. Bab memaafkan dan berpaling dari orang-orang jahil. Sama ini salah satu dari akhlak mulia yang pahalanya sangat besar memaafkan dan berpaling dari orang-orang jahil. Kemudian al Imam Nawai rahimahullah membawakan beberapa ayat sebagai mukadimah sebelum beliau membawakan hadis-hadis seperti kebiasaan beliau. Q Allahu Taala Allah berfirman, "Khudil afwa bil urfi waidil jahilin." Khudil afwa yaitu khuz matayasar min aklaqinas. Yaitu khudil afwa maksudnya maafkan orang-orang. Jangan terlalu ekspektasi tinggi kepada mereka. Apa yang mereka bisa lakukan terima. Sisanya yang mereka tidak lakukan maafkan. sisanya mereka dilakukan maafkan, terima aja mereka bisya segitu ya sudah jangan paksa semua orang harus dermawan kau terima ya sudah karena Allah subhanahu wa taala ya kalau kita merasa tidak dihormati ingat kisah Nabi Musa sama Nabi Khadir Allah sebutkan fantalaqa hatta ataya ahla qat ah faabahifuma ketika berjalan Nabi Khadir Nabi Musa ke sebuah kampung kemudian Dan mereka minta makan faabu ayudifuma, maka mereka seluruhnya enggan untuk kasih makan mereka berdua. Bayangkan yang ketuk rumah nabi dua orang, bukan satu nabi. Berapa orang? Dua. Dua orang. Ini Musa pernah berbicara langsung sama Allah Subhanahu wa taala, bukan sembarang orang. Ketuk pintu minta dijamu, enggak dikasih jamuan. Ya sudah, sebagian ulama mengatakan, "Kalau kau tidak dihormati, ingat Nabi Musa." "Siapa yang mulia?" Kau Nabi Musa kau pernah bicara sama siapa? sama malaikat aja enggak pernah. Sama setan mungkin pernah. Ini Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah sampai diberi gelar kalimullah. Terus dia minta jamuan tidak dikasih. Ya kita kadang-kadang ada perasaan apa ni? Huzun nafs merasa kok begitu jengkel manusiawi. Tapi ketika timbul kejengkelan seperti itu, kita ingat Nabi Musa, Nabi Khadir mereka sabar ya. Sabar. Mereka tidak ngamuk-ngamuk, tidak bilang, "Kau tahu siapa ini?" ini Khadir siapa? Musa ee Khadir siapa? Saya jelasin enggak kan juga enggak juga ya bisa aja ya sudah semampunya orang ya kita manusia macam-macam. Ada yang kita dermawan, ada yang pelit, ada yang macam-macam. Kita tidak bisa makan semua orang dalam satu satu perangai. Itulah maksudnya khuzil afwa yaitu khuz ma tayar min aklaqinas. Ambillah yang manusia bisa lakukan. Ini akhlak yang sangat baik sehingga kita nyaman. Kita nyaman. Kita punya tetangga berharap dalam hadis-hadis, tetangga baik, tetangga kita kaya, kita pikir tiap pekan dia kirim nasi kebully. Ternyata enggak pernah. Padahal kaya raya. Setahun penuh enggak pernah kirim nasi kebulik. Ya sudah, terus gimana? Gak usah bilang, "Eh, saya tetanggamu loh." Enggak perlu ketemu salam di masjid sudah selesai. Dia enggak diaak. Ya sudah, yang penting alhamdulillah dia sudah salami saya. Alhamdulillah dia sudah kenal saya. Ya sudah, yang dia lakukan kita terima. Demikianlah manusia tidak ada yang sempurna. semua di luar dari tidak sesuai dengan ekspektasi yang kita harapkan. Kawan pun demikian ya. Tidak semua kawan harus selalu di samping kita ke kita memerlukannya. Terkadang dia juga meninggalkan kita, terkadang dia juga sibuk sehingga kita kasih uzur. Selama ini dia sudah tolong kita, satu kali dia tidak tolong. Jangan kita bilang, "Kau tidak setia." Oh, cuma sekali dia salah. mungkin dia ada uzur tertentu sehingga dia tidak bisa berpihak di sisimu. Ya, istri pun demikian namanya istri ya punya punya banyak apa kekurangan. Maka seorang mengerti kalau nasihatnasihat tapi tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak ada sempurna di dunia ini. Ya, ustaz pun tidak sempurna, audiens pun tidak sempurna, kawan dekat pun tidak sempurna. Kita kecewa jangan. Yang dia bisa lakukan kita terima, yang tidak bisa dilakukan kita maafkan. Dengan demikian kau akan tentram hidup ini karena kau tahu kesempurnaan hanya di surga. Kesempurnaan hanya di surga. Kawan tidak sempurnaiban laba fi ingin teman tidak ada kekurangannya. Apakah ada kayu gaharu mengeluarkan aroma wangi tanpa ada asapnya? Pasti ada asapnya. Pasti ada kekurangannya. Masih ada kekurangannya. Wa arid anil jahil. Waur bil marruf. Waur bil ma'ruf bil urfi. Waur bil urfi. Dan serulah kepada kebajikan. Waitanil jahilin. Dan berpaling orang jahil. Ketika kau beramar makruf nahi mungkar pasti ada orang jahil yang menghalangi yang mengganggu. Itu suatu suatu kelaziman dalam dakwah. Suatu kelaziman dalam dakwah. Tapi jangan kau gubris. Wait anil jahilin. Berpaling dari orang-orang jahil. Dan ini sama seperti sifat yang Allah sebutkan tentang ibadurahman wa ibadahmanina yamsuna alil ardhi hauna waahumul jahiluna salama dan hamba-hamba arrahman alladina yamsyuna yang mereka berjalan di atas muka bumi hauna dengan tawadu dengan tawadu mereka sudah tawadu begitu masih ada yang ganggu wa khumul jahilun kalau orang jahil berbicara dengan mereka tentunya dengan gangguan dengan penghinaan dengan ejekan qolu salama yaitu mereka mengatakan keselamatan buat kalian yaitu mereka tidak gubris. Mereka tidak tidak gubris. Mereka biarkan begitu saja tidak ditanggapi. Maka ini di antara akhlak mulia waid anil jahilin. Jangan digubris. Ada orang jahil menghina merendahkan. Kapan kita gubris kita rendahkan diri kita ya. Ada orang gila ganggu kita. Jangan ikut-ikutan gila. Biarin dia gila saja. Selamat gila saya jalan terus. Ya jangan digubris. Kapan kita gubris? kita menyalahi ayat ini. Akhlak yang mulia mengkonsekuensi kita enggak usah kita gubris. Sesudahlah namanya orang jahil jangan diikuti. Kemudian ayat berikutnya waqala taala. Makanya ayat ini disebut oleh para ulama adalah ee ajmaul ayat fil akhlak. Yaitu ayat yang paling mengumpulkan akhlak mulia. Ayat ini surah Ala'raf ayat 199. Siapa yang menjalani menjalankan isi dar ayat ini dia akan bahagia. Dia akan apa? Bahagia. Dia akan bahagia. Dia tidak banyak nuntut, tidak terlalu ekspektasi tinggi. Dia menjalani. Dia tahu hidup ini cuma ee sementara dan tidak sempurna. Kesempurnaan semuanya di surga. Semuanya di surga. Waqala taala, "Fasfah jamil." Fasfah jamil. Lapangkanlah dadamu. Safhal jamil. Maafkan dengan pemaafan yang indah. Kata para ulama yang dimaksud dengan memaafkan yang indah yaitu memaafkan ee dengan tidak mencela. Tidak mencela. Maafkan dengan tidak mencela. Nasihati boleh, tapi tidak boleh mencela. Sebagian kita kalau maafkan ya kau branksek, kau kurang ajar tapi saya maafkan. Dia maki-maki dulu baru apa meang kurang ajar. Meang brengsek. Saya baru tahu kau branksek. Tapi ya sudahlah saya maafkan. Itu namanya maafkan. Tapi bukan pemaafan yang indah. Bukan maaf yang indah. Adapun ini wa inna saata laatiyatun kata Allah wa inna saata laatiyatun fasfah jamil. Sngguhnya hari kiamat akan tiba maka maafkanlah dengan pemaafan yang indah. Ngapain kita dendam-dendam ribut-ribut? Sebentar lagi hari kiamat. Kalau bukan hari kiamat besar, hari kiamat kecil kita mati. Faman mata faqadqat qiamatu. Siapa yang mati sudah tegak hari kiamatnya. Terus kita ngapain dendam? Hidup ini tidak semuanya indah. Kita kemudian rusak keindahan tersebut dengan dendam, dengan marah. Ah, ya sudahlah ini sudah takdir mungkin dosa-dosa kita sehingga dia zalimi kita. Sudah maaf-maafin aja. Masih cocok lanjut-lanjut. Enggak cocok enggak harus bersama. Yang penting maafin sudah selesai. Hati pun tentram tenang. Gak usah maki-maki dia. Sudah selesai. Wasfah jamil. Namun ini susah. Namun ini su susah memaafkan dan tidak pernah ngungkit-ngungkit lagi. Kalau ngungkit lagi itu namanya memaafkan tapi masih mengungkit. Itu belum lapang dada. Belum lapang dada. Adapun orang yang memaafkan dengan pemaafan yang indah, dia tidak ungkit-ungkit. Ini contohnya siapa? Nabi Yusuf Alaih Salam. Ketika kakak-kakaknya mengatakan ee ee apa namanya? A innakaant Yusuf. H akhi. Eh kemudian eh kemudian apa? Innahu qu laqarakallahu ala wa kunnain. Ya sungguh Allah telah memuliakan engkau wahai Yusuf daripada kami dan kami sungguh telah bersalah. Wa kunnain. Mereka ngaku salah di depan Yusuf. Kata Yusuf alaihi salam laba alikumul yauma. Tidak ada celaan kepada kalian sejak hari ini. Yagfirullahu lakum. Semoga Allah ampuni kalian. Yusuf bilang dia janji sama kakaknya. Saya tidak akan mengungkit sama sekali. Saya tidak akan mencela kalian sama sekali sejak hari ini. Dan dia benar-benar buktikan janjinya tersebut. Bahkan ketika dia bertemu dengan ayahnya, akhirnya dia cerita tentang apa yang dia alami. Dia skip masalah ini. Makanya dia mengatakan, "Eh, laq ahsanabi." "Wahai ayahanda, Allah telah berbuat baik kepadaku. Akani minjin ketika Allah keluarkan aku dari penjara." Ikum minal badwi baini wa ikhwati. Setelah Allah mengedom antara aku dengan saudara-saudaraku, dia enggak cerita. Allah telah berbuat baik kepadaku ketika aku Allah selamatkan aku dari sumur di mana kakak-kakakku memasukkan aku dalam apa? sumur. Itu dikip oleh Nabi Yusuf. Nabi Yusuf tidak cerita kepada ayahnya. Karena Nabi Yusuf kan diselamatkan banyak. Di antara bentuk penyelamatan Allah yaitu Nabi Yusuf tidak dibiarkan di sumur kemudian mungkin sakit mungkin apa, tapi dijual kemudian jadi budak dan Allah akhirnya selamatkan dia dan dia tidak singgung masalah ini. Kalau karena kalau karena kejadian ini bapaknya enggak tahu. Nabi Yakub enggak tahu apa yang dilakukan oleh kakak-kakaknya kepada Nabi Yusuf. Adapun kakak-kakaknya cemburu kepada Yusuf, bapaknya tahu. Nabi Yakub tahu. Makanya perkara yang bapaknya tidak ketahui Nabi Yusuf skip. Dia tidak sebutin. Dia mengatakan ah sungguh Allah telah berbuat baik kepadaku. Ak min dia langsung cerita tentang penjara. Padahal sebab dia di penjara gara-gara kakaknya jual di apa? Budak dan seterusnya sampai di penjara. Ketika Allah keluarkan aku dari penjara kemudian waja bikum. Dan Allah mendatangkan kalian minal badwi dari kampung kepada kota Mesir. M ba'di anazan baini wa ikhwati. Setelah setan ada domba antara aku dengan kakak aku. Ini antara nikmat. Adapun kakak-kakaknya cemburu pada Yusuf, tidak perlu Yusuf sembunyikan karena bapaknya juga tahu. Tapi bagaimana cara Yusuf mengungkapkan? Dia bilang, "Setan yang jadi masalah, bukan kita." Sehingga dia melimpahkan kesalahan kepada setan. Dia mengatakan, "Min ba'di annazaganu baini waina ikhwati." Setelah setan mengal domba antara aku dengan kakak-kakakku. Sehingga Yusuf tetap berpegang dengan komitmen tidak mencela kakak-kakaknya sama sekali. Bab, demikian saja e kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories