Kitab Riyaduh Shalihin #2.87: Bersikap Santun Sabar dan Lemah Lembut
MrWROsZKsFY • 2025-09-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam war
alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwih. Allahumma shi alaihi wa alihi wa
ikhwi. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita
masih bab alhilm wal anat warif tentang
sikap lemah lembut ya.
Dan masih ada dua hadis. Hadis
berikutnya, waan Aisyata radhiallahu
taala anha qalat Aisyah ummul mukminin
berkata
radhiallahu taala anha ma khuyira
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
baina amraini qod illa akisarahuma
maam yakunman
adalah rasul sahu alaihi wasallam tidak
diberi pilihan dua perkara apapun
kecuali beliau mengambil yang paling
ringan daripada keduanya selama bukan
merupakan dosa fain kana kalau itu
ternyata dosa kana abadan
Maka Rasulullah paling jauh dari ee
sikap tersebut.
Wamanq Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam nafsiq. Rasul sahu alaihi
wasallam tidak pernah eh balas dendam
untuk dirinya sedikit pun. Illa
anuntahaka hormatullah. Kecuali ada
kehormatan Allah yang dilanggar.
Fantaqimillah. Maka beliau pun marah
atau beliau membalas karena Allah
subhanahu wa taala. Ya,
muttafaqun alaih hadis riwayat Imam
Bukhari dan Imam Muslim. Di sini Aisyah
menjelaskan tentang bagaimana ee sifat
lembut Nabi sallallahu alaihi wasallam
dan rifq ya.
Di mana kalau ada dua perkara diberi
pilihan kepada Nabi, Nabi pasti pilih
yang paling ringan. Dan zahir hadis
menunjukkan keumuman perkara ibadah,
perkara muamalah, perkara apapun. Selama
masih ada dua pilihan dan satu lebih
ringan, maka Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam pilih yang lebih ringan. Ya,
ibarat kalau kita kasih contoh, kalau
kita mau jalan ke suatu kota ada dua
jalan. Satu jalannya susah, satu
jalannya mudah. Kita pilih jalan mana?
Jalan mudah. Kalau kita pilih jalan
mudah karena mengikuti sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam, karena Nabi
demikian selalu memilih yang mu mudah,
maka kita dapat pahala. kita dapat
pahala karena kita mengikuti sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Maka kita
pilih yang mudah. Sebagian orang suka
yang yang susah-susah ya. Suka yang
susah. Ini jalan gampang cari jalan yang
susah ya. Hobi ya apa namanya ee
menempuh tantangan ya. Maka seorang
berusaha cari yang mudah. Dalam ibadah
pun demikian. Selama itu adalah mudah
ada yang susah pilih aja yang mudah.
Makanya kalau jadi imam Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam ingatkan kalau imam
jangan panjang-panjang ya karena ee
memudahkan bagi para makmum. Memudahkan
bagi para para makmum. Jangan merepotkan
para makmum.
Demikian juga kalau kita lihat
hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya ee ketika salat malam kita
dapati Rasulull sallahu alaihi wasallam
beliau salat malam terlebih dahulu.
Nanti ketika menjelang witir baru beliau
bangunkan siapa? Aisyah. Sepertinya
beliau tidak ingin merepotkan
istri-istri beliau karena beliau kalau
salat malam sangat kuat ya. Dan beliau
bernikmat-nikmat dengan salat malam
tersebut yaitu tidak maksa istrinya
untuk harus ikut beliau dari awal sampai
akhir. Itu menunjukkan bagaimana Rasul
Sallallahu Alaihi Wasallam pilih yang
mudah.
Ee demikian juga kalau Rasulullah
khawatir bahwasanya suatu perkara bisa
jadi wajib, maka beliau sengaja tidak
melakukannya agar tidak wajib. seperti
salat tarawih. Rasulullah sahu alaihi
wasallam salat tarawih berjamaah tiga
kali bersama para sahabat. Ketika hari
yang keempat para para sahabat sudah
kumpul maka Rasul sahu alaihi wasallam
ternyata tidak terarawih bersama mereka.
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan
saya khawatir diwajibkan. Saya khawatir
diwajibkan. Rasul sahu alaihi wasallam
tidak ingin memberatkan umatnya. Rasul
sahu alaih wasallam juga mengatakan
lauqa al umatiu
mahat.
Kalau tidak memberatkan umatku, tentu
aku suruh mereka untuk bersiwak setiap
kali salat. Tapi Rasulullah tidak ingin
memberatkan umatnya. Intinya kalau ada
dua perkara yang mudah, selama itu tidak
haram, maka Rasul sahu alaihi wasallam
pilih yang yang mudah. Maka dalam agama
ini kita tidak disuruh cari susah. W
jaala alikum fiddini fiddini min haraj.
Ya Allah tidak menjadikan agama ini
susah.
Allah ingin yang mudah, Allah tidak
ingin yang yang susah. Ya,
Tib. Ee oleh karenanya sebagian ulama
berdalil dan ini pendapat jumhur ulama
tentang misalnya melempar jamarat ketika
hari-hari tasyrik tanggal 11, tanggal
12, tanggal 13 ya.
Eh, ketika tanggal 10 Rasul sahu alaihi
wasallam lempar di pagi hari. Tanggal 10
Zulhijah Rasulull sallahu alaihi
wasallam lempar di di pagi hari lempar
Jamratul Aqabah. Tapi ketika tanggal 11,
tanggal 12, 13 ternyata Rasulull sahu
alaihi wasallam menunggu sampai waktu
zuhur sampai kata Ibnu Umar, "Kunnaah
nathayanuz zawal faidza zalatiams
ramaina."
Kami dulu menanti-nanti sampai ee
matahari tergelincir di tengah langit,
yaitu masuk waktu zuhur. Jika matahari
sudah tergelincir, maka kami pun
melempar. Maka banyak ulama, jumur ulama
berpendapat bahwasanya melempar jamarat
pada tanggal 11, 12, 13 dimulai sejak
zawal, yaitu sejak waktu zuhur. Kenapa
bisa demikian? Kata mereka, karena Nabi
menanti-nanti waktu tersebut. Bahkan
Nabi lempar dulu baru salat zuhur. Nabi
lempar dulu baru salat zuhur. Terus
mereka berdalil dengan hadis ini. Kata
mereka, "Seandainya boleh melempar di
pagi hari, Rasulullah tidak akan
menyulitkan umatnya. Apalagi yang
berhaji bersama Nabi, ada anak kecil,
ada perempuan, ada orang tua. Ketika
Nabi sengaja merepotkan mereka untuk
melempar bakda zuhur, berarti memang
awal waktu lempar jamarat adalah waktu
zu zuhur. Tentunya ada khilaf masalah
ini. Ada yang mengatakan Rasulullah
sengaja memilih waktu yang paling afdal.
Bukan berarti tidak boleh melempar
sebelum zuhur. Tetapi sebagian ulama
berpendapat kalau memang boleh di pagi
hari Rasulullah akan variasi. Beliau
mungkin lempar setelah zuhur, ada waktu
lain sehari mungkin lempar sebelum zuhur
atau menyuruh sebagian orang kalian
lempar sebelum zuhur. Saya nanti pas
zuhur kalau memang boleh. Tetapi ketiga
3 hari berturut-turut Rasulull sahu
alaihi wasallam tidak melempar kecuali
setelah zuhur. Maka ini dalil yang kuat
dan ini pendapat mayoritas ulama dari
para ulama mazhab bahwasanya lempar
jamarat waktunya baru sah tanggal 11,
12, 13 setelah
azan zu zuhur. Setelah azan zuhur ya.
Mereka beralil dengan hadis ini. Kalau
memang boleh, maka Rasulullah akan
melempar sehari saja di pagi hari atau
Rasulullah membolehkan orang-orang untuk
melempar di pagi hari. Sebagaimana
ketika mabit di Muzdalifah, Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam membolehkan
orang-orang untuk meninggalkan
Muzdalifah sebelum subuh. Wanita-wanita
diizinkan, daafah, orang-orang lemah,
orang-orang tua diizinkan. di antaranya
ee
ee Saudah bintu Zam'ah juga minta izin
untuk meninggalkan
Muzdalifah menuju Mina sebelum sebelum
ee terbit fajar ya. Sebelum terbit fajar
Rasulullah izinkan Rasulullah sendiri
enggak Rasulullah sampai pagi sampai
salat subuh di Muzdalifah. Ah, ini dalil
bahwasanya Rasulullah mudah silakan yang
yang ya karena meskipun yang sempurna
sampai salat subuh tapi ketika boleh
untuk meninggalkan muzdalifah bagi orang
yang susah, orang yang lemah, orang yang
sakit, orang tua, maka Rasulullah
izinkan. Maka Aisyah ketika menyampaikan
hadis ini dia dia menyesal. Dia meng
seandainya saya dulu minta izin seperti
saudah ya, seperti saudah. Karena wanita
ee sampai subuh repot ya. Tapi kalau
mereka berjalan ee sebelum waktu subuh
tidak di tidak dalam keramaian. Jadi
lebih lebih mudah
tayib. Jadi ini dalil bahwasanya
Rasulull sahu alaihi wasallam lembut dan
lembut bagi terhadap dirinya dan bagi
kaum muslimin tidak ingin cari susah.
Kalau selama bisa mudah ngapain cari su
susah? Ya. Ya. Kalau pengajian ada naik
mobil ngapain jalan kaki? Naik mobil
aja. Naik mobil aja ya. Selama mudah
jangan cari suah. Tib. Kemudian Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam bersabda ee
Aisyah bersabda bercerita waman taqama
rasul sahu alaih wasallam nafsi faiin
qad Rasul sahu alaihi wasallam tidak
pernah marah atau balas endam atau marah
untuk membela dirinya sendiri sama
sekali enggak pernah. Illa anuntahaka
hormatullah. Kecuali ada larangan Allah
yang dilanggar. Fantantaqim lillah. Maka
Rasulullah pun marah karena Allah, bukan
karena dirinya muttafaqun alaih. Oleh
karena Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
bahkan ketika
ee diracun oleh wanita Yahudiah dan itu
terkait dengan dirinya ya, maka beliau
tidak menyuruh untuk membunuh wanita
Yahudiyah tersebut. Beliau maafin.
Beliau tidak membela dirinya sendiri
karena itu terkait dengan apa? dirinya.
Demikian juga ketika beliau disihir oleh
lelaki Yahudi Labidul Aam alyahudi.
Menyihir Nabi sampai Rasul sahu alaihi
wasallam tersihir sampai rasul wasam
terkhayalkan bagi dirinya dia mendatangi
istrinya padahal dia tidak mendatangi
apa istrinya. Sampai akhirnya Allah
kirim ee malaikat untuk merukyah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka rasulam
pun sembuh. Ya Rasulullah pun memaafkan
Yahudi tadi. Rasul sahu alaihi wasallam
tidak suruh tangkap dia kemudian bunuh
dia. Padahal kita tahu sihir hukumnya ha
haram. Dan Rasulullah penguasa di kota
Madinah ketika itu. Tapi karena terkait
dengan dirinya Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam mama memaafkan. Rasulullah
memaafkan ya. Tapi kalau sudah
pelanggaran syariat
terkait dengan kezaliman kepada orang
lain maka Rasulull sallahu alaihi
wasallam marah karena Allah subhanahu wa
taala. Rasulullah marah karena Allah
subhanahu wa taala. Contohnya ketika ada
wanita dari Bani Makhzum mencuri. Dan
kita tahu kabilah terkenal di antara
kabilah Quraisy adalah Bani Hasyim dan
Bani Makhzum. Bani Hasyim kabilahnya
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bani
Makhzum kabilahnya Abu Jahal, Khalid bin
Walid, Walid bin Bughirah. Ya, banyak.
Ummu Salamah juga dari Bani Makhzum. Ini
dua kabilah yang selalu bersaing dalam
kemuliaan dua kabil besar. Ternyata ada
seorang wanita Bani Makhzum yang
mencuri. Maka mereka gelisah. Akhirnya
mereka bilang, "Coba, siapa yang bisa
ngomong ke Nabi sallallahu alaihi
wasallam agar tidak ditegakkan hukum
had?" Akhirnya mereka bilang, "Kita
ngomongin Usamah. Usama adalah seorang
yang sangat dicintai oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dia yang
bisa menjadi perantara antara kita
dengan dengan Nabi." Maka Usama pun
sampaikan hal ini. Memberi syafaat agar
wanita tersebut tidak jadi dihukum H.
Maka Rasulull sallahu alaihi wasallam
pun marah. Kata Rasul wasam,
"Waimullahim
Muhammadinqadaha."
Demi Allah, seandainya Fatimah bintu
Muhammad, putrinya, putriku mencuri,
saya akan potong tangannya. Saya akan
potong tangannya karena melanggar apa?
Melanggar syariat Allah Subhanahu wa
taala. Kalau putriku yang mencuri, saya
akan potong potong tangannya. Kemudian
dia mengatakan, "Sesungguhnya yang
membinasakan umat-umat sebelum kalian
kana
adalah jika saraqa eh fihim diif aqomu
alaihil had." Kalau ada yang mencuri
dari orang-orang miskin maka ditegakkan
hukum Had. Tapi kalau yang melakukan
pelanggaran orang kaya maka tidak
ditegakkan hukum hukum H. Inilah yang
membinasakan umat-umat terdahulu. Di
sini Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam marah karena ada ee pelanggaran
terkait dengan terkait dengan syariat,
terkait dengan orang lain. Sama kalau
kita lihat juga dalam kehidupan keluarga
kalau mungkin ada kesalahan istrinya
kepada Nabi, Nabi Nabi tidak marah. Nabi
tidak tidak marah. Tetapi ketika
kesalahan tersebut terkait dengan
menzalimi atau menjatuhkan hak istri
yang lain, baru Rasulull sahu alaihi
wasallam pun marah. Ya, seperti ketika
Aisyah memecahkan piringnya ee siapa ee
Ummu Salamah atau piringnya Safiah. Maka
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun ganti
piring tersebut dengan piring Aisyah
radhiallahu taala anha. Ketika Aisyah
mengatakan Sofiah innaha qasirah
sngguhnya dia adalah pendek. Maka Rasul
sahu alaihi wasallam pun marah. Kenapa?
Ini adalah gibah. Rasulull sahu alai
wasallam mengatakan ini adalah gibah dan
terkait dengan kehormatan madunya istri
yang yang lain ya. Adapun jika terkait
dengan dirinya maka beliau memaafkan.
Itulah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ini sulit ya. Sulit ya.
Bisakah kita belajar untuk tidak marah
jika terkait dengan diri kita? Susah.
Kita kalau syariat makan enggak marah.
Kalau diri kita, kita yang marah. Orang
mau melanggar silakan tapi jangan
melanggar saya.
Tapi Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
sebaliknya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
kalau terkait dengan dirinya dia tidak
marah. Dia tidak marah. Dia memaafkan.
Kalau sudah terkait syariat baru beliau
beliau marah. Baru beliau beliau marah.
Ya.
Dan itu adalah akhlak yang sangat berat.
Namun itulah akhlak Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Ya
Tib kita lanjutkan ya.
Hadis terakhir dari bab ini.
Waan Ibni Mas'udin radhiallahu anhu.
Dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu
anhu qala. Beliau berkata, "Qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam."
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Ala ukbirukum biman yahumu alanar."
Maukah aku kabarkan kepada kalian
tentang orang yang haram atas api neraka
biman tahrumu alaihinar atau orang yang
neraka haram atasnya.
Tahrumu ala kulli qoribin hayinin
layinin sahlin. Neraka itu haram atas
semua orang yang dekat
yang hayin yang yang lembut yang ringan
dan mudah.
Rawahu Tirmidzi. Hadis riwayat Tirmidzi
waqala haditun hasanun. Beliau berkata,
"Hadis yang hasan."
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan
sikap lembut kepada sesama muslim. Ya.
Dan ternyata ini merupakan sebab seorang
diharamkan masuk neraka. Rasulullah buka
hadis ini dengan pertanyaan, "Ala
ukhbirukum?" "Maukah aku kabarkan kepada
kalian?" Dan ini di antara metode Nabi
untuk menarik perhatian para pendengar
audiens dengan bertanya. Dengan
bertanya. Metode Nabi banyak ya. dengan
bertanya ee dengan membuat hitungan tiga
perkara, lima perkara, tujuh perkara
sehingga mereka fokus ya. Di antaranya
dengan bertanya kalian Rasul sahu alaihi
wasallam kali kasih teka-teki, tahukah
kalian tentang suatu yang begini begini
begini ya. Sehingga ee audiens jadi
fokus. Itu di antara metode Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Maukah
kabarkan kepada kalian biman yahrumu
alanar tentang orang yang haram kena
neraka." Yaitu dia haram.
untuk masuk neraka atau sebaliknya alar
atau neraka yang haram mengenainya. Ini
ada yang mengatakan maknanya sama. Dia
diharamkan masuk neraka sama saja neraka
haramkan
ee neraka diharamkan untuk kemasukan
kemasukan dia. Ya, ini sekedar penguat
ya. Ada yang mengatakan dia diharamkan
dekat dengan neraka. Yang kedua neraka
diharamkan dekat dengan dia. Artinya dia
jauh dari neraka jahanam. Jadi ee biman
yahrumu alanar. Siapa yang haram atas
neraka itu haram bagi dia untuk dekat
neraka. Aimantanahumu alaiar atau orang
yang neraka haram atasnya itu haram
neraka untuk dekat kepadanya sehingga
artinya dia akan jauh dari neraka
jahanam. Siapa orang tersebut? Rasul
sahu alaihi wasallam menyebutkan empat
sifat. Yang empat sifat ini sebenarnya
maknanya mirip tentang akhlak mulia.
Qarib itu dekat.
Hayin yaitu tidak sombong. Ya. Tidak
sombong. Tawadu. Layin itu lemah lembut.
Sahal mudah. Sahal mudah. Jadi dekat,
tawadu, lemah lembut,
sahal, mudah.
Empat sifat yang maknanya berdekatan
yang menunjukkan akhlak mulia pada diri
seorang. Yang pertama qarib dekat yaitu
dekat, tidak susah ya. Tidak susah
dengan dia, tidak susah ketemu dia ya.
Bukan orang yang jauh ya ya dekat ya.
Hain tawadu tidak sombong ya. Tidak,
tidak tidak apa namanya arogan. Tidak
lain. Itu mudah, mudah lembut sama
orang. Berkat dengan lembut, bersikap
dengan lembut, sahal, mudah, mudah
memaafkan tidak empurus sulit orang
karena ada orang yang susah mau ditemui
susah ya. Mau ditemui susah ya
ee harus lewat ring 1, ring 2, ring 3
sampai ring 7. Susah. Susah ma ketemu.
Susah.
Terkadang dia mempersulit dirinya untuk
ditemui ya supaya supaya menjadi suatu
yang wow ya agar agar menjadi suatu yang
hebat susah ditemui metode salah satu
metode sehingga seakan-akan orang
penting orang tinggi orang sangat
diperlukan oleh masyarakat diperlukan
oleh umat sehingga sulit untuk ditemui
ya sulit ditemui. Kalau ketemu harus
berjarak gak bisa langsung ketemu. Kalau
mau ketemu harus nunggu sehari dua hari.
Kadang duduk kadang enggak jadi ketemu.
Ya subhanallah ya.
Ini gimana masuk dalam hadis ini? Susah.
Susah
ya. Orang jangan begitu ya. Biasanya
kalau itu biasanya kalau pejabat ya
mungkinlah ya pejabat atau
artis kayak tapi kalau kita-kita ini
enggak usahlah gituah. Kita ini siapa
sih ya? Kecuali dia mau ketemu, mau
pinjam uang mulu, ya jangan ring tu
bilang.
Tapi kalau enggak ada apa ada keperluan,
ada curhat, ada sesuatu ya kita juga ada
waktu. Gak usah sok sibuk, gak usah sok
penting, enggak usah ya. Jangan
posisikan diri kita seperti itu. Rasul
sahu alaihi wasallam tidak demikian, ya.
Rasulullah tidak demikian. Lebih afdal.
Siapa yang lebih afdal daripada
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?
Siapa yang lebih sibuk daripada Nabi?
Nabi tidak ada yang lebih sibuk dari
dia. Rasulullah istrinya sembilan. Kita
satu sok sibuk ya. Rasulullah istrinya
sembilan ya.
yang banyak mau dipikir pikir umat,
pikir musuh, pikir negara, pikir banyak
semua dipikir oleh Nabi. Tapi Nabi tidak
susah. Nabi tidak jauh. Nabi tidak tidak
jauh. Ya,
orang semua masalah datang kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kullu
qoribin hayyin. Hayinnya tawadu, tidak
sombong, tidak angkuh ya. Ee memandang
orang dengan merendahkan enggak lah yin
lemah lembut ya. Kata-katanya lembut,
sikapnya lembut. Kalau jabat tangan
lembut tidak keras begini. Lembut,
semuanya lembut ya. Kalau orang sapa
juga lembut, kalau berkata-kata di
WhatsApp juga lembut. Ya, tidak ada
arogan, tidak angkat suara, tidak
mentang-mentang, tidak menunjukkan
keangkuhan dan kesombongan. Orang yang
arogan biasanya orang yang sombong.
Karena dia punya backingan yang hebat
atau dia merasa dirinya hebat, maka dia
ngomongnya kasar. Tidak memandang orang
depan dia, merendahkan orang depan dia.
Tapi kalau lemah lembut ini pertanda dia
tidak sombong dan akhlaknya mulia. Sahl
yaitu mudah.
kita ada masalah sama dia, mudah dia.
Saya minta maaf, dia mudah maafkan ya.
Dia mudah mudah maafkan ya. Ee tidak
tidak repot ya. Tidak repot. Kita mau
belanja sama dia, kita bilang korting
dong. Mudah dia kortingkan.
Orangnya mudah tidak apa tidak susah.
Orang mau mau ketemu bertamu. Saya
bertamu rumah kamu. Iya bisa bertamu
rumah bisa. Masak apa kamu? Tempe apa
kambing? Tempe saya enggak mau datang.
Harus kambing. Ini susah ini merepotkan
orang. sehingga orang muj-mujia
deg-degan ini gimana ya gimana ya
deg-degan merepotkan orang harus gini
harus gini harus begini harus SOP-nya
terlalu berat ya kalau presiden okelah
cuma kalau kita kita ini siapa ya harus
pasang bodyguard kayak ada yang mau cari
kita
jadi jangan jangan merepotkan ya
semua-semuanya repot kalau sudah sama
dia ya semua repot mau ketemu repot mau
Mau ngundang repot, mau jamu repot, mau
ngobrol repot, mau semuanya repot. Tapi
kalau urusan duit tambah repot lagi. Ya,
oleh karenanya seorang berusaha
mudah-mudah sama istri juga mudah, sama
anak-anak juga mudah, sama kawan mudah.
Jangan persulit ya. Selama kita mampu
untuk mudah, ngapain kita persulit? Kita
sengaja memudahkan karena Allah. Bukan
mudah-mudahkan sehingga terjerumus dalam
maksiat atau perendahan. Tidak. kita
selama kita bisa memudahkan urusan ya,
maka kenapa harus dipersulit ya. Kita
berharap pahala dari Allah Subhanahu wa
taala. Karena orang yang seperti ini
mudah ya. Karena ada orang seperti ah
kamu dia susah susah susah ketemu aja
susah ngobrol aja susah ya susah sama
dia. Ah begini repot kita dihukumi susah
sama orang ya.
Jangan jangan apa memper mempersulit ya.
Seperti orang minta jadwal. Jadwal
ada jadwal enggak? Enggak ada.
Qadarullah enggak ada. Bukannya orang
penting tapi jadwal sudah penuh ya. Tib
mungkin coba cari-cari kalau ada jadwal.
Jangan oh enggak. Kalau sama saya harus
pesan 2 tahun sebelumnya.
[Tertawa]
Ini kayak mempersulit. Kita bukannya
enggak karena sudah ada jadwal rutin
yang membuat kita repot. Karena ada
jadwal apa? rutin sehingga rutin ke luar
kota sehingga untuk mencari celah-celah
agak agak sulit ya. Tapi gak usah kita
bilang ee 2 tahun 2 tahun enggak bisa
sekarang saya sudah padat. Jadi
seakan-akan orang hebat orang apa harus
tunggu 2 tahun ya sampai ada dulu ada
kawan yang megang jadwal saya juga
enggak tahu
ada yang datang ke saya. Ustaz ustaz
tahu ada dulu ada kawan pernah minta
jadul ustaz ya 2 tahun lalu. Oh belum
dapat belum. Dia sudah meninggal ustaz.
Aduh, sudah meninggal ya.
Terus satu lagi, ada lagi yang minta
jadwal dari waktu dari Palu. Dari Palu
minta jadwal, wah sudah enggak bisa
dihubungi mungkin sudah kena bencana,
sudah meninggal. Ya, artinya bukan
disengaja, tapi qadarullah karena
kesibukan. Sehingga artinya kita jangan
nyusah-nyusahin. Kalau memang kita
enggak bisa, ya sudah kita bilang enggak
bisa. Jangan juga janji manis bisa
ternyata enggak enggak bisa. Tapi jangan
mengesankan pada orang bahwasanya kita
ini orang yang sulit. ngundang saya
seorang ngundang pengajian iya syaratnya
harus pesawat bisnis kelas subhanallah
terus saya bawa istri harus su apa suwe
ya suwe room ya
ngapain seperti ini
saya ditanya sama orang ustaz ada orang
begini enggak usah undang saya bilang
enggak usah undang terus apa nasihati di
enggak berani ustaz nasihati Enggak masa
enggak berani nasihati aja. Kenapa
susah-susah
pengajian harus bawa tim 10? Ngapain tim
10 buat apa? Buat makan-makan. Yakhi.
Jangan repotkan orang-orang jauh-jauh
ngundang dia juga butuh biaya untuk
biaya pesawat, biaya ini. Gini. Kenapa
ngerepotin masyarakat? Kayak kita orang
penting aja. Apa yang ilmu apa yang mau
kita kasih sama dia? Emang ilmu kita
orang alim alamah? Terus kita mau
mempersulit mereka.
Kenapa harus begitu?
Ja, kalau pejabat okelah kita ini siapa
sih? Kenapa harus mempersulit orang?
Kalau bisa mudah-mudahkan. Kecuali kalau
sakit saya kegemukan enggak bisa ikhlas
ekonomi. Oke kan alasan benar. Gemuk
ekonomi enggak cukup ininya enggak cukup
ya. Oke.
Saya pernah pergi ke suatu kota, saya
minta pesawat paling pagi dan itu
pesawat Lion dan tidak ada semuanya
semuanya kelas enggak ada ekonominya.
Lion kan semuanya kelas ya semuanya
bisnis ya. Enggak semua ekonomi enggak
ada bisnisnya. Ya,
akhirnya
ee saya pergi salat paling pagi
dibelikan
kursi dua. Baru pertama saya Viranda.
Viranda lah ngapain kursi dua? Siap. A
mungkin dia perhatian ustaz gemuk
akhirnya. Kursinya dua.
Baru seumur hidup saya naik pesawat
kursinya tiketnya dua. Tiketnya dua,
bukan satu. Tiket sama viranda.
Ternyata memang ada prosedurnya bisa
seperti itu. Jaga-jaga, Ustaz. Jaga-jaga
apa cukup? Saya sudah agak kurusan. Saya
bilang
maksudnya ya kita ini manusia
kadang-kadang merasa sok penting, merasa
sok hebat ya. Kita kita semua menimpa.
Makanya kita harus lawan. Kalau kita
enggak lawan, kita terbuai ke bawah.
Akhirnya ternina bobokan. Akhirnya kita
yang mau begitu-gitu enggak mau. Harus
begini, harus begini, harus begini.
Ada kawan dia bilang, "Saya enggak mau
naut naik kecuali Garuda." Kenapa?
Karena pesawat lain eh pesawat yang lain
ya, pesawat yang lain terkadang delay
dan benar, terkadang delay 4 jam, 5 jam
ya sudahlah itu alasan masuk akal ya,
logis ya. Ya, selama tidak merepotkan,
jangan kita repotkan sesama saudara
saudara kita ya.
Sampai ada yang mau ngisi pengajian
seksana siapa ini ya? Yang saya Alpartim
harus pakai palis. Subhanallah.
Yang bilang bukan ustaznya, tapi timnya.
Jadi ustaznya harus Alpart. Timnya pakai
apa? Poliset yang ada Avanza mau diapain
ya mau apa? Subhanallah. Ya sudah
saadahnya aja
seadahnya aja.
Kenapa mempersulit apalagi dakwah?
Kenapa persulit
kita sarat-saratin orang harus bayar
ini, bayar ini. Emang kita punya ilmu
apa mau kasih mereka? Mau jualan ilmu?
Ilmu apa mau kita jual sama mereka?
Suruh bayar mahal. Emang kita punya ilmu
apa ya, Aki? Malu. Malu.
Malu kita jualan ilmu. Bayar mahal ilmu
juga. Cetek hafalan enggak ada, suka
lupa-lupa ya.
Bicara juga sering salah.
Allahumtaan. Jadi maksud saya ya
sudahlah jangan jangan persulit ya.
Antum juga kalau diundang orang harus
kambing. Kalau enggak kambing saya
enggak mau datang. Ente siapa? Tempe
goreng ente sini.
Jadi enggak usah enggak usah merepotkan
orang ya. Santai aja. Apa yang orang
kasih itulah kita terima. Ya sudah.
Tidak semua orang punya kemampuan. Tidak
semua orang tidak semua orang dermawan.
Banyak yang pelit. Ya sudah sabar ya
sabar.
Tayib.
Kita lanjutkan ya.
Bab berikutnya bab alafu walrad anil
jahilin. Bab memaafkan dan berpaling
dari orang-orang jahil. Sama ini salah
satu dari akhlak mulia yang pahalanya
sangat besar memaafkan dan berpaling
dari orang-orang jahil.
Kemudian al Imam Nawai rahimahullah
membawakan beberapa ayat sebagai
mukadimah sebelum beliau membawakan
hadis-hadis seperti kebiasaan beliau. Q
Allahu Taala Allah berfirman, "Khudil
afwa bil urfi waidil jahilin." Khudil
afwa yaitu khuz matayasar min aklaqinas.
Yaitu khudil afwa maksudnya maafkan
orang-orang. Jangan terlalu ekspektasi
tinggi kepada mereka. Apa yang mereka
bisa lakukan terima. Sisanya yang mereka
tidak lakukan maafkan. sisanya mereka
dilakukan maafkan, terima aja mereka
bisya segitu ya sudah jangan paksa semua
orang harus dermawan kau terima ya sudah
karena Allah subhanahu wa taala ya kalau
kita merasa tidak dihormati ingat kisah
Nabi Musa sama Nabi Khadir Allah
sebutkan fantalaqa
hatta ataya ahla qat ah faabahifuma
ketika berjalan Nabi Khadir Nabi Musa ke
sebuah kampung kemudian Dan mereka minta
makan faabu ayudifuma, maka mereka
seluruhnya enggan untuk kasih makan
mereka berdua. Bayangkan yang ketuk
rumah nabi dua orang, bukan satu nabi.
Berapa orang? Dua. Dua orang. Ini Musa
pernah berbicara langsung sama Allah
Subhanahu wa taala, bukan sembarang
orang. Ketuk pintu minta dijamu, enggak
dikasih jamuan.
Ya sudah, sebagian ulama mengatakan,
"Kalau kau tidak dihormati, ingat Nabi
Musa." "Siapa yang mulia?" Kau Nabi Musa
kau pernah bicara sama siapa? sama
malaikat aja enggak pernah. Sama setan
mungkin pernah.
Ini Nabi Musa berbicara langsung dengan
Allah
sampai diberi gelar kalimullah. Terus
dia minta jamuan tidak dikasih. Ya kita
kadang-kadang ada perasaan apa ni? Huzun
nafs merasa kok begitu jengkel
manusiawi. Tapi ketika timbul
kejengkelan seperti itu, kita ingat Nabi
Musa, Nabi Khadir mereka sabar ya.
Sabar. Mereka tidak ngamuk-ngamuk, tidak
bilang, "Kau tahu siapa ini?" ini Khadir
siapa? Musa ee Khadir siapa? Saya
jelasin enggak kan juga enggak juga ya
bisa aja ya sudah semampunya orang ya
kita manusia macam-macam. Ada yang kita
dermawan, ada yang pelit, ada yang
macam-macam. Kita tidak bisa makan semua
orang dalam satu satu perangai. Itulah
maksudnya khuzil afwa yaitu khuz ma
tayar min aklaqinas. Ambillah yang
manusia bisa lakukan. Ini akhlak yang
sangat baik sehingga kita nyaman. Kita
nyaman. Kita punya tetangga berharap
dalam hadis-hadis, tetangga baik,
tetangga kita kaya, kita pikir tiap
pekan dia kirim nasi kebully. Ternyata
enggak pernah. Padahal kaya raya.
Setahun penuh enggak pernah kirim nasi
kebulik.
Ya sudah, terus gimana? Gak usah bilang,
"Eh, saya tetanggamu loh." Enggak perlu
ketemu salam di masjid sudah selesai.
Dia enggak diaak. Ya sudah, yang penting
alhamdulillah dia sudah salami saya.
Alhamdulillah dia sudah kenal saya. Ya
sudah, yang dia lakukan kita terima.
Demikianlah manusia tidak ada yang
sempurna. semua di luar dari tidak
sesuai dengan ekspektasi yang kita
harapkan. Kawan pun demikian ya. Tidak
semua kawan harus selalu di samping kita
ke kita memerlukannya. Terkadang dia
juga meninggalkan kita, terkadang dia
juga sibuk sehingga kita kasih uzur.
Selama ini dia sudah tolong kita, satu
kali dia tidak tolong. Jangan kita
bilang, "Kau tidak setia." Oh, cuma
sekali dia salah. mungkin dia ada uzur
tertentu sehingga dia tidak bisa
berpihak di sisimu. Ya,
istri pun demikian namanya istri ya
punya punya banyak apa kekurangan. Maka
seorang mengerti kalau nasihatnasihat
tapi tidak ada yang sempurna di dunia
ini. Tidak ada sempurna di dunia ini.
Ya, ustaz pun tidak sempurna, audiens
pun tidak sempurna, kawan dekat pun
tidak sempurna. Kita kecewa jangan. Yang
dia bisa lakukan kita terima, yang tidak
bisa dilakukan kita maafkan. Dengan
demikian kau akan tentram hidup ini
karena kau tahu kesempurnaan hanya di
surga. Kesempurnaan hanya di surga.
Kawan tidak sempurnaiban
laba fi
ingin teman tidak ada kekurangannya.
Apakah ada kayu gaharu mengeluarkan
aroma wangi tanpa ada asapnya? Pasti ada
asapnya. Pasti ada kekurangannya. Masih
ada kekurangannya.
Wa arid anil jahil. Waur bil marruf.
Waur bil ma'ruf bil urfi. Waur bil urfi.
Dan serulah kepada kebajikan.
Waitanil jahilin. Dan berpaling orang
jahil. Ketika kau beramar makruf nahi
mungkar pasti ada orang jahil yang
menghalangi yang mengganggu. Itu suatu
suatu kelaziman dalam dakwah. Suatu
kelaziman dalam dakwah. Tapi jangan kau
gubris. Wait anil jahilin. Berpaling
dari orang-orang jahil. Dan ini sama
seperti sifat yang Allah sebutkan
tentang ibadurahman wa ibadahmanina
yamsuna alil ardhi hauna waahumul
jahiluna salama dan hamba-hamba arrahman
alladina yamsyuna yang mereka berjalan
di atas muka bumi hauna dengan tawadu
dengan tawadu mereka sudah tawadu begitu
masih ada yang ganggu wa khumul jahilun
kalau orang jahil berbicara dengan
mereka tentunya dengan gangguan dengan
penghinaan dengan ejekan qolu salama
yaitu mereka mengatakan keselamatan buat
kalian yaitu mereka tidak gubris. Mereka
tidak tidak gubris. Mereka biarkan
begitu saja tidak ditanggapi. Maka ini
di antara akhlak mulia waid anil
jahilin. Jangan digubris. Ada orang
jahil menghina merendahkan. Kapan kita
gubris kita rendahkan diri kita ya. Ada
orang gila ganggu kita. Jangan
ikut-ikutan gila. Biarin dia gila saja.
Selamat gila saya jalan terus. Ya jangan
digubris. Kapan kita gubris? kita
menyalahi ayat ini. Akhlak yang mulia
mengkonsekuensi kita enggak usah kita
gubris. Sesudahlah namanya orang jahil
jangan diikuti.
Kemudian ayat berikutnya waqala taala.
Makanya ayat ini disebut oleh para ulama
adalah ee ajmaul ayat fil akhlak. Yaitu
ayat yang paling mengumpulkan akhlak
mulia. Ayat ini surah Ala'raf ayat 199.
Siapa yang menjalani menjalankan isi dar
ayat ini dia akan bahagia. Dia akan apa?
Bahagia. Dia akan bahagia. Dia tidak
banyak nuntut, tidak terlalu ekspektasi
tinggi. Dia menjalani. Dia tahu hidup
ini cuma ee sementara dan tidak
sempurna. Kesempurnaan semuanya di
surga. Semuanya di surga.
Waqala taala, "Fasfah jamil." Fasfah
jamil. Lapangkanlah dadamu. Safhal
jamil. Maafkan dengan pemaafan yang
indah. Kata para ulama yang dimaksud
dengan memaafkan yang indah yaitu
memaafkan
ee dengan tidak mencela. Tidak mencela.
Maafkan dengan tidak mencela. Nasihati
boleh, tapi tidak boleh mencela.
Sebagian kita kalau maafkan ya kau
branksek, kau kurang ajar tapi saya
maafkan. Dia maki-maki dulu baru apa
meang kurang ajar. Meang brengsek. Saya
baru tahu kau branksek. Tapi ya sudahlah
saya maafkan. Itu namanya maafkan. Tapi
bukan pemaafan yang indah. Bukan maaf
yang indah. Adapun ini wa inna saata
laatiyatun kata Allah wa inna saata
laatiyatun fasfah jamil. Sngguhnya hari
kiamat akan tiba maka maafkanlah dengan
pemaafan yang indah. Ngapain kita
dendam-dendam ribut-ribut? Sebentar lagi
hari kiamat. Kalau bukan hari kiamat
besar, hari kiamat kecil kita mati.
Faman mata faqadqat qiamatu. Siapa yang
mati sudah tegak hari kiamatnya. Terus
kita ngapain dendam? Hidup ini tidak
semuanya indah. Kita kemudian rusak
keindahan tersebut dengan dendam, dengan
marah. Ah, ya sudahlah ini sudah takdir
mungkin dosa-dosa kita sehingga dia
zalimi kita. Sudah maaf-maafin aja.
Masih cocok lanjut-lanjut. Enggak cocok
enggak harus bersama. Yang penting
maafin sudah selesai. Hati pun tentram
tenang. Gak usah maki-maki dia. Sudah
selesai. Wasfah jamil. Namun ini susah.
Namun ini su susah memaafkan dan tidak
pernah ngungkit-ngungkit lagi. Kalau
ngungkit lagi itu namanya memaafkan tapi
masih mengungkit. Itu belum lapang dada.
Belum lapang dada. Adapun orang yang
memaafkan dengan pemaafan yang indah,
dia tidak ungkit-ungkit. Ini contohnya
siapa? Nabi Yusuf Alaih Salam. Ketika
kakak-kakaknya mengatakan ee ee apa
namanya? A innakaant Yusuf.
H akhi. Eh kemudian
eh kemudian apa? Innahu
qu laqarakallahu ala wa kunnain.
Ya sungguh Allah telah memuliakan engkau
wahai Yusuf daripada kami dan kami
sungguh telah bersalah. Wa kunnain.
Mereka ngaku salah di depan Yusuf. Kata
Yusuf alaihi salam laba alikumul yauma.
Tidak ada celaan kepada kalian sejak
hari ini. Yagfirullahu lakum. Semoga
Allah ampuni kalian. Yusuf bilang dia
janji sama kakaknya. Saya tidak akan
mengungkit sama sekali. Saya tidak akan
mencela kalian sama sekali sejak hari
ini. Dan dia benar-benar buktikan
janjinya tersebut. Bahkan ketika dia
bertemu dengan ayahnya, akhirnya dia
cerita tentang apa yang dia alami. Dia
skip masalah ini. Makanya dia
mengatakan, "Eh, laq ahsanabi." "Wahai
ayahanda, Allah telah berbuat baik
kepadaku. Akani minjin ketika Allah
keluarkan aku dari penjara."
Ikum minal badwi baini
wa ikhwati. Setelah Allah mengedom
antara aku dengan saudara-saudaraku, dia
enggak cerita. Allah telah berbuat baik
kepadaku ketika aku Allah selamatkan aku
dari sumur
di mana kakak-kakakku memasukkan aku
dalam apa? sumur. Itu dikip oleh Nabi
Yusuf. Nabi Yusuf tidak cerita kepada
ayahnya. Karena Nabi Yusuf kan
diselamatkan banyak. Di antara bentuk
penyelamatan Allah yaitu Nabi Yusuf
tidak dibiarkan di sumur kemudian
mungkin sakit mungkin apa, tapi dijual
kemudian jadi budak dan Allah akhirnya
selamatkan dia dan dia tidak singgung
masalah ini. Kalau karena kalau karena
kejadian ini bapaknya enggak tahu. Nabi
Yakub enggak tahu apa yang dilakukan
oleh kakak-kakaknya kepada Nabi Yusuf.
Adapun kakak-kakaknya cemburu kepada
Yusuf, bapaknya tahu. Nabi Yakub tahu.
Makanya perkara yang bapaknya tidak
ketahui Nabi Yusuf skip. Dia tidak
sebutin. Dia mengatakan
ah sungguh Allah telah berbuat baik
kepadaku. Ak min dia langsung cerita
tentang penjara.
Padahal sebab dia di penjara gara-gara
kakaknya jual di apa? Budak dan
seterusnya sampai di penjara. Ketika
Allah keluarkan aku dari penjara
kemudian waja bikum. Dan Allah
mendatangkan kalian minal badwi dari
kampung kepada kota Mesir. M ba'di
anazan baini wa ikhwati. Setelah setan
ada domba antara aku dengan kakak aku.
Ini antara nikmat. Adapun kakak-kakaknya
cemburu pada Yusuf, tidak perlu Yusuf
sembunyikan karena bapaknya juga tahu.
Tapi bagaimana cara Yusuf mengungkapkan?
Dia bilang, "Setan yang jadi masalah,
bukan kita."
Sehingga dia melimpahkan kesalahan
kepada setan. Dia mengatakan, "Min ba'di
annazaganu
baini waina ikhwati." Setelah setan
mengal domba antara aku dengan
kakak-kakakku. Sehingga Yusuf tetap
berpegang dengan komitmen tidak mencela
kakak-kakaknya sama sekali. Bab,
demikian saja e kajian kita. Insyaallah
kita lanjutkan kesempatan yang lain.
Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:19:04 UTC
Categories
Manage