Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lyni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas topik dengan judul mulia dengan tauhid ya. mulia dengan tauhid. Ya, tentunya Islam adalah ee satu-satunya agama tauhid yang masih ada ya yang mengajarkan hanya berikibadah kepada Tuhan yang esa dengan makna yang sesungguhnya. benar-benar esa. Ya, tidak berbilang ya. Namun benar-benar esa baik secara zatnya, secara nama-namanya dan secara sifat-sifatnya. Dialah Allah Subhanahu wa taala. Sementara agama-agama yang lain ya tidak mengajarkan peribadatan kepada Tuhan yang esa. Bahkan juga sebagian dari agama mengajarkan peribadatan kepada makhluk. Kepada makhluk baik kepada hewan, kepada tumbuhan atau kepada malaikat atau kepada para orang-orang saleh atau bahkan kepada mayat-mayat yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karenanya Islam adalah agama tauhid. Agama tauhid. Maka seorang hendaknya merasa bahagia dan merasa mulia serta merasa bangga ketika bisa berada di atas agama atauhid, agama Islam. Dan seorang berusaha mencari kemuliaan di atas tauhid. Sungguh indah perkataan Umar ibn Khattab radhiallahu taala anhu. Beliau berkata, "Nahnuun azanallah bil islamahma alizirihiallanahullah." Kami atau kita adalah kaum yang Allah muliakan kita dengan Islam itu dengan tauhid. Dengan tauhid. Maka kapan kita mencari kemuliaan pada selain Islam, maka Allah akan hinakan kita. Maka Allah akan hinakan hinakan kita. Maka dengan Islam, dengan tauhid, maka Allah akan muliakan ee suatu kaum. Bahkan kalau dalam level ee sampai suatu kenegaraan, maka Allah akan muliakan negara tersebut dengan tauhid. Oleh karena sebagaimana kita ketahui agama satu-satunya yang diterima oleh Allah hanyalah agama tauhid, agama Islam. Allah berfirman, "Innaddinaallahil Islam." Innaddina Islam. Sesungguhnya agama yang diridai oleh Allah hanyalah Islam. Allah juga ee berfirman ya ee bahwasanya atau Rasulullah wasallam menegaskan dalam hadisnya la yasma bi ahadun min hadil ummah yahudiyun wala nasraniyun tumma yamutu walam ymin billadzi ursiltu bihi illa kana min ahlinar. Ya, tidaklah seorang pun dari umat ini, Yahudi atau Nasrani kemudian mendengar tentang aku itu tentang Islam kemudian meninggal dalam kondisi tidak beriman kepada yang aku bawa kecuali dia penghuni neraka jahanam. Kecuali dia penghuni neraka jahanam. Karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam di antara dakwahnya adalah menyurati para raja-raja yang nonmuslim agar mereka masuk Islam. Nabi kirim surat kepada raja Heroklius, Kaisar Heroklius. Nabi kirim surat kepada Raja Persia. Nabi kirim surat kepada Najasyi. Nabi kirim surat kepada Almuqauqis. Nabi kirim surat semuanya menyeru mereka untuk masuk Islam dan meninggalkan agama kesyirikan baik Nasra ya maupun majusi. Demikian juga Nabi dakwahi orang-orang Yahudi yang tinggal bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam di Kota Madinah agar mereka masuk Islam. Agar mereka masuk Islam. Ya. Dan surat yang dikirimkan oleh Nabi kepada Heraklius ila Herel adimir Rom. Ya. Kepada Heroklius penguasa Romawi. Salamun ala manitaba alhuda. Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk. Kemudian Rasulullah berkata, "Aslim taslam. Masuklah Islam maka kau akan selamat." Yaitu kalau enggak masuk Islam selamat atau tidak? Tidak selamat. Aslim taslam masuk Islam kau akan selamat. Ya. Kemudian kata Nabi, "Yutikallahu ajratain." Allah akan berikan engkau pahala dua kali. Karena selama kau Nasrani ya kau mencari kebenaran, beramal saleh dapat pahala dan ketika kau masuk Islam juga dapat pahala. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fa tawallait, kalau kau berpaling tidak mau masuk Islam, fnama alikaul arisin, maka kau akan menanggung dosa rakyatmu." Alarisiin maksudnya adalah para pekebun, para petani, yaitu rakyat dari Heroklius. Dan ini ancaman keras dari Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwasanya Herlius harus masuk Islam. Jika tidak, karena dia seorang pemimpin rakyatnya yang masih musyrik, akan dia tanggung seluruh dosa rakyatnya. Qul taalau atlum qul taalau, qul ya ahlal kitabi taala ila kalimatin sawain bainana wainakum alla na'buda illallah wala nusrika bihi wattakhid ba'duna ba'dan arbab min dunillah. Kemudian Nabi sebutkan firman Allah, "Wahai ahlul kitab, kemarilah menuju satu kalimat yang sama yang kita sepakati, yaitu kalimat tauhid. Alla na'buda illallah." Kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. Wala nusyrika bihi. Dan kita tidak berbuat syirik sama sekali, tidak menyekutukan Allah. Watthid ba'duna ba'dan arbab minunillah. Dan jangan sebagian kita menjadikan sebagian lain sebagai sembahan-sembahan selain Allah. Itulah surat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kepada Heroklius dan surat-surat yang lain yang diberikan kepada raja-raja yang lain. Mirip-mirip dengan isi surat tersebut. Namun datang dalam riwayat-riwayat yang lemah. Datang dalam riwayat yang sahih ketika Rasulullah kirim kepada Heroklius. Maka ini mengingatkan kepada kita bahwasanya agama yang tauhid cuma agama-agama Islam. Islamianq min wahua akirati minal khirin. Siapa yang mencari agama selain Islam maka Allah tidak akan terima darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi yaitu masuk neraka jahanam. Dari sini saya ingatkan kembali bahwasanya di antara ajaran yang sesat dan bahkan merupakan kekufuran adalah ajaran-ajaran orang liberal yang mengatakan bahwasanya semua agama adalah sama. Ya, semua adalah sama dan semua penganut agama masuk surga. Semua penganut agama masuk surga. Ini adalah kesalahan fatal ya. Kesalahan fatal karena melazimkan menyamakan antara agama tauhid dengan agama syirik. Melazimkan menyamakan agama Islam yang menyeru kepada tauhid dengan agama yang menyeru kepada trinitas, kepada penyembahan terhadap Tuhan yang berbilang, yang ganda, menyamakan agama Islam tauhid. dengan penyembahan terhadap berhala ya, terhadap batu, terhadap pohon, terhadap hewan ya, terhadap orang mati, terhadap orang saleh. Maka ini adalah penyamaan yang tidak benar. Adalah penyamaan yang tidak tidak benar. Bagaimana tauhid mau disamakan dengan kesyirikan? Bagaimana Tuhan yang esa mau disamakan dengan makhluk untuk di disembah? Maka ini adalah suatu kenekatan yang luar biasa. Ingin menyamakan semua agama. Ingin menyamakan semua agama. Inilah kekufuran. Rasulullah sendiri telah mengatakan, "La yasma bi ahadun minil ummah." Tidak seorang pun dari umat ini mendengar tentang aku. Yamutuam yad ursil bihi. Kemudian dia meninggal dan dia tidak beriman dengan apa yang aku bawa. Min ahlinar. Kecuali menjadi penghuni neraka jahanam. Ya, karenanya ee Nabi sallallahu alaihi wasallam mendakwahi Yahudi, mendakwahi Nasra, mengirim surat kepada para raja, mengingatkan mereka akan bahaya, kalau tidak masuk Islam akan tanggung dosa-dosa rakyat. Ini semua adalah dakwah kepada tauhid. Dakwah kepada tauhid. Rabi bin Amir ketika berperang kemudian diundang oleh pemimpin orang Romawi. Maka dia mengatakan, "Kenapa kalian kemari?" Kata Rib bin Amir, dia berkata, "Linukhrijanas linjal linukhrijal ibad min ibadatil ibad ibadatibil ibad." Agar kami mengeluarkan para makhluk dari peribadatan kepada makhluk kepada peribadatan pencipta makhluk. Ya, itu dari syirik menuju kepada tauhid. Itulah tujuan kami datang untuk menghadapi kalian. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya seorang berusaha hidup di atas tauhid, menjalankan tauhid dan meninggal di atas tauhid. berusaha merasa mulia di atas tauhid. Bagaimana tidak mulia, dia bangga beriman kepada pencipta alam semesta. Kalau orang-orang lain bangga beribadah kepada hewan, ada yang bangga beribadah kepada nabi, ada yang bangga beribadah kepada jin, ya. Maka kita bangga beribadah hanya kepada penguasa alam semesta, pencipta alam semesta. Allah Subhanahu wa taala. Tib. Ee kita akan bahas tentang kemuliaan yang diraih oleh ahli tauhid. Banyak keutamaan fadil, kemuliaan-kemuliaan, keutamaan-keutamaan diraih oleh orang yang menjalankan tauhid. Di antaranya yaitu baik di dunia maupun di akhirat. Baik di dunia maupun di di akhirat. Saya akan sebutkan beberapa kemuliaan. Tentu kemuliaan sangat banyak tapi ini ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan. Seorang yang bertauhid mulia di dunia dan mulia di akhirat. Adapun kemuliaan di dunia, pertama, orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa taala, berarti dia telah menjalankan tugas utamanya diciptakan di dunia ini. Kita ini diciptakan ada tujuannya. Allah tidak menciptakan kita hanya sekedar bergurau, hanya sekedar main-main. Ya. Ya. Apa hasibtum annama khalaqnakum abata? Ya. Apakah kalian menyangka kami menciptakan kalian hanya sekedar main-main, tidak ada tujuan? Ya. Kata Allah ayah sabul insanu ayyutroka suda. Apakah manusia menyangka dia dibiarkan begitu saja tanpa di tanpa ada tujuan, tidak diperintah, tidak dilarang? Kita diciptakan ada tujuannya. Lihatlah bagaimana seluruh alam, benda-benda di alam ini semua diciptakan ada tujuannya. Ya, oleh karenanya ketika Allah memuji orang-orang beriman, Allah berfirman, "Inna fi khalqis samawati wal ardhi wtilafil laili wa nahari laayat liulil albab alladinaunallaha qiama waud waa junubihim wafakaruna fi khqamawati wal ard rbana ma khalaqta had baila subhanaka faqinazabanar." Sungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam ada tanda-tanda akan kekuasaan Allah, akan rububiyah Allah, akan wahdaniah keesaan Allah subhanahu wa taala. Tapi Allah muji orang-orang yang merenungkan akan hal ini. Alladzinaunallaha qiaman yaitu ini diketahui oleh orang-orang yang cerdas, pemilik ulil albab, yaitu orang-orang yang cerdas yang menggunakan akal mereka. Siapa mereka? Allunallahaqiam yang senantiasa mengingat Allah tatkala sedang berdiri maupun duduk. Waunubihim bahkan ketika mereka berbaring. Kemudian kemudian mereka merenungkan tentang penciptaan langit dan bumi. Mereka renungkan semua. Kemudian mereka mengambil kesimpulan. Ya Rabb kami sungguhnya Kau tidak menciptakan ini semua dengan tanpa tujuan. Batil itu tanpa tujuan. Kau pasti menciptakan semua, pasti ada tujuannya. Lihatlah alam semesta ini. Allah ciptakan matahari, ada tujuannya. Allah ciptakan rembulan. Ada tujuannya. Allah biarkan rembulan di atas orbitnya. Ada tujuannya Allah biarkan matahari di orbitnya ada tujuannya. Lalamuadina wal hisab. Di antaranya agar kalian bisa menghitung tahun bulan. Ya, kalau matahari terbit enggak ada aturan, rembulan terbit enggak ada aturan, kita tidak bakalan tahu hari dan rembulan. hari dan bulan dan tahun. Tapi Allah ciptakan semua dengan tujuannya. Tujuan matahari dengan jarak tertentu, dengan kekuatan panas tertentu. Ini semua Allah ciptakan dengan ada tujuan. Ya Allah ciptakan bintang. Walaqamaunya bimobih walnah rujumin. Kami ciptakan bintang-bintang untuk apa? Untuk menghiasi langit sehingga terlihat indah dan juga untuk melempar setan. Ya, wabinajimi hum yahtadun. Dalam ayat yang lain, agar mereka bisa dapat petunjuk bagi pelayan bisa melihat arah bintang. Bintang ini berarti arahnya ke mana? Semua yang diciptakan ada tujuan. Manusia diciptakan kata Allah, "Fi anfusikum afala tubsirun." Ya, pada diri kalian tidaklah kalian melihat bagaimana organ-organ tubuh kita masing-masing organ ada fungsinya. Semua diciptakan. Alam semesta diciptakan ada tujuannya. Bahkan iblis Allah ciptakan ada tujuannya enggak? Ada untuk menggoda manusia. Karena memang Allah ciptakan alam semesta ini, manusia di bumi ini untuk diuji. Bahkan Allah menciptakan keindahan di antara bentuk ujian. Kata Allah, "Inna jaalna ma alal ardinataha linabluahum ayuhum ahsanu amala." "Kami menciptakan apa yang di atas muka bumi sebagai hiasan bagi tersebut." Buat apa? Untuk menguji kalianahum. Untuk menguji mereka. Mana di antara mereka amal yang terbaik? Nah, kalau semua benda ada tujuannya, matahari, rembulan, bintang, terus kita apa tujuan kita diciptakan? Kita manusia ini diciptakan buat apa? Ternyata ada tujuannya. Harus renungkan. Kita diciptakan bukan cuma sia-sia. Allah iseng-iseng main-main. Ya, ciptakan kemudian ditinggal. Seperti pernyataan sebagian orang-orang ateis. Orang ateis ada dua. Ada model ateis strong ateis yang kencang yang bilang Tuhan tidak ada. Ada yang ateis malu-malu. Dia bilang Tuhan ada, tapi dia bilang Tuhan cipta terus Tuhan sudah. Setelah itu Tuhan libur, enggak ada ngurusin lagi. Setelah cipta-cipta dibiarin. Ini namanya ateis malu-malu. Intinya sama saja. Tuhan tidak punya fungsi. Tuhan hanya bikin tanpa tujuan. Dan ini suatu celaan dan hinaan kepada Tuhan. Melakukan sesuatu aktivitas tanpa ada tujuan sama sekali. Nah, apa sih tujuan kita diciptakan? Karena kita adalah makhluk Allah ciptakan pasti ada tujuan. Sementara matahari, rembulan, bintang-bintang ada tujuan. Apalagi kita manusia. Allah mengatakan, "Wama khalaqtul jinna wal insa illa liyab'budun. A illa liyuahidun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku semata." Itulah tujuan kita diciptakan. Nah, barang siapa yang mentauhidkan Allah berarti dia telah menjalankan tujuan dia hidup di atas muka bumi ini. Sejauh mana dia semakin bertauhid, dia semakin merealisasikan tujuan dia diciptakan di alam semesta ini. Yaitu semata-mata untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah sangat murka ketika ada orang keluar dari tujuan tersebut. Karena itu tujuan utama dia hidup adalah untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Dari sini kita bisa mendapatkan gambaran kenapa syirik adalah dosa yang sangat besar. Dosa yang sangat besar. Karena syirik memalingkan seorang dari tujuan dia diciptakan. Syirik memalingkan bertentangan, kontradiksi dengan tujuan seorang diciptakan di alam semesta. Harusnya dia mentauhidkan Allah, ternyata dia beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa taala. Makanya ketika Nabi ditanya, "Ayudzambi a'zom?" Ya Rasulullah, dosa apa yang paling besar? Nabi mengatakan dosa yang pertama adalah anajala lillahi niddan wahua khalaq. Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, yaitu kau ibadahi tandingan tersebut sebagaimana kau beribadah kepada Allah. Wahua khalaqok. Padahal yang ciptakan kamu hanyalah Allah semata. Hanyalah Allah semata. Saya sering sampaikan seandainya ya yang ciptakan kita adalah Allah dan zat yang lain, Allah kerja sama dengan zat yang lain, maka zat yang lain tersebut berhak dan wajib untuk kita ibadahi juga. Tetapi yang menciptakan kita hanyalah Allah semata. Maka yang diibadahi cuma siapa? Cuma Allah semata. Ketika ada yang beribadah kepada Allah dan juga beribadah kepada makhluk selain Allah, maka dia telah bertentangan dengan tujuan dia diciptakan di alam semesta. sehingga itulah menjadikan dosanya dosa terbesar. Menjadikan dosa terbesar. Ya. Maka di antara kemuliaan seorang yang bertauhid, dia bersyukur kepada Allah, dia telah menjalankan tugasnya. Tugas utamanya dia diciptakan di alam semesta. Tujuan utama yaitu untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa taala. Ini di antara syaraf kemuliaan orang yang bertauhid. Pertama, dia buktikan dia sebagai makhluk. Saya tanya sama antum, apa bukti paling utama kita adalah makhluk? Apa bukti utama kita adalah makhluk? Bukti paling utama adalah kita menyembah yang mencipta k kita. Iya enggak? Itulah bukti utama bahwasanya kau adalah makhluk. Saya makhluk maka saya menyembah penciptaku. Saya buktikan saya ini makhluk. Makanya yang saya sembah cuma penciptaku. Dan itulah tujuan saya diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala membuktikan dirimu adalah hamba. Dirimu adalah hamba. Hanya beribadah kepada Rabbul ibad sang pencipta hamba. Kemuliaan yang kedua, jadi yang pertama tadi kita orang yang bertauhid menjalankan hikmah dia diciptakan, tugas dia diciptakan. Yang kedua, orang yang bertauhid adalah orang yang paling ikhlas, yang paling bahagia. Orang yang paling bahagia, orang yang bertauhid adalah orang yang paling bahagia. bahwasanya hati ini yang menciptakan adalah Allah Subhanahu wa taala dan kebahagiaannya adalah ketergantungannya kepada sang pencipta hati tersebut. Kapan seorang menggantungkan hatinya hanya kepada Allah, maka dia akan bahagia. Dia akan bahagia. Dan orang paling bahagia adalah orang yang paling ikhlas yang dia murni melakukan segala aktivitasnya. hanya mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala yang dia tidak mengharapkan sanjungan manusia, dia tidak mengharapkan pengakuan manusia, dia tidak mengharapkan tidak mengharapkan diketahui oleh manusia yang dia harapkan yang penting Allah tahu, yang penting Allah r rida. Maka orang seperti ini adalah orang yang paling bahagia. Maka saya katakan sebaliknya, orang yang paling sengsara adalah orang yang menggantungkan pengakuan di ee yang mengantukkan dirinya kepada pengakuan manusia. Dia ingin diakui oleh manusia sehingga dia ri, sehingga dia pamer, sehingga dia sumah'ah. Orang seperti ini susah untuk bahagia karena dia hanya bahagia kalau semua orang memuji. Kebahagiaan dia dia gantungkan kepada netizen. Kalau netizen memuji maka dia bahagia. Kalau netizen mencela maka dia s sengsara. Ya. Maka setiap kegiatan yang dia lakukan dia ingin diketahui oleh orang lain, ingin dipuji oleh orangor lain. Orang seperti ini sengsara sebelum melakukan aktivitas. tatkala sedang melakukan aktivitas dan setelah melakukan aktivitas. Kok bisa? Sebelum melakukan aktivitas dia pengin dipuji, maka dia sibuk. Bagaimana cara bisa meraih pujian manusia? Sibuk. Sudah menderita. Yang kedua, ketika dia beraktivitas, dia menyiapkan menyetting segala sarana agar bisa terlihat indah tanpa cela sama sekali agar dipuji oleh manu manusia. sehingga dia berusaha menyiapkan dengan sebaik mungkin ya tim-timnya semuanya ya agar dipuji oleh manu manusia. Setelah dia melakukan dia tersiksa menanti kapan dipuji. Kalau enggak ada yang puji tersiksa enggak? Tersiksa menderita. Kalau enggak ada yang puji dia tersiksa. Dia posting ulang kok belum ada yang like. Dia posting ulang kok belum ada yang puji. Kenapa dia menanti pujian tersebut? Kalaupun dia dipuji, maka dia bahagia sesaat saja. Karena setelah itu dia kecanduan untuk dipuji berikutnya. Sudah terbiasa kalau dipuji. Sekali tidak dipuji, dia merana dan dia menderita. Maka dia sibuk lagi supaya bisa dipuji lagi. Kalau dia dipuji tidak sesuai dengan harapan, maka dia menderita. Saya sudah persiapan matang, sudah pengorbanan cuma dibilang jazakallah khairan saja. Padahal saya mau dia bilang, "Masyaallah antum, masyaallah luar biasa tidak ada yang seperti antum. Maunya demikian ternyata cuma dipuji apa? Jazakallahu khairan." Maka dia pun menderita. Orang seperti ini menderita. Kalau ternyata ketika dia sudah setting ada kekurangan, dia marah-marah. Nanti gimana kalau orang lihat bagaimana? Bagaimana, dia cari selalu perhatian manusia. Orang seperti ini hatinya, kebahagiaannya dia gantungkan kepada manusia. Dan kalaupun satu dunia memuji dia, belum tentu dia mu mulia. Ya. Adapun orang yang bertauhid bau melakukan kegiatan yang penting Allah tahu. Dia melakukan ada kekurangan dia tinggal istigfar. Dia tahu Allah maha baik, Allah maha pengertian. Ya kekurangan ya sudah mulus penuh dengan keku kekurangan. Hamba Allah penuh dengan kekurangan. Sehingga dia tenang aja. Tidak ada yang puji dia malah bahagia. Yang penting Allah maha maha tahu. Wama taf'alu min khairin yalamhullah. Apapun yang kau lakukan dari kebaikan Allah tahu. Fainnallaha bihi alim. Sesungguhnya Allah mengetahui. Selesai urusan ya. Selesai urusan. Maka orang seperti ini paling bahagia karena dia ikhlas kepada Allah subhanahu wa taala. Dia tidak hina untuk menanti pujian netizen. Enggak dipuji. Enggak ada masalah. Kalau Allah sudah puji selesai urusan, tidak butuh dengan pujian manusia. Oleh karenanya, suatu riwayat yang indah ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam didatangi oleh orang Arab Badui. Kemudian Nabi istirahat, Nabi masuk di rumahnya. Datang sebagian orang Arab Badui kemudian berteriak, "Ya Muhammad, ukhruj ilaina." Wahai Muhammad keluarlah temui kami. Temui kami. Saya sudah singgung pada pertemuan sebelumnya. Sehingga Allah turunkan firmannya menegur mereka. Innalladina yunaduna waril hujarati aksarahum la yaqilun walau annahumaru hatta takuja ilaihim lakana khair lahum. Wallahu gfurur rahim. Sesungguhnya orang-orang yang menyuruh manggil-manggil engkau di luar rumah agar kau keluar temui mereka. Kebanyakan mereka tidak berakal. Seandainya mereka bersabar sampai kau keluar tidak perlu dipanggil-panggil tentu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ketika ada yang memanggil Rasulullah, "Ya Muhammad ukhroj ilaina fainna madhanana madhana zain ya wammana syain." Kata dia, "Ya Rasulullah, ya Muhammad, keluarlah. Kami ingin puji engkau. Sesungguhnya kami ini kalau sudah muji pasti bagus. Kalau kami mencela pasti buruk. Kalau kami sudah mencela pasti buruk. Jadi orang-orang ini kalau sudah muji pasti diikuti oleh orang. Kalau sudah mencela pasti diikuti oleh orang dijadikan patokan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam ketika mendengar pernyataan Arab Badwi tadi fainna madhana zain waammana sin. Sesungguhnya pujian kami adalah baik, hinaan kami adalah buruk. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Zakallahu azza wa jalla. Yang seperti itu hanya Allah subhanahu wa taala. Yang kalau muji pasti bagus, kalau mencela pasti buruk. Cuma siapa? Allah. Adapun manusia sering memuji yang tidak baik. Iya enggak? Dan sering mencela yang buruk. Iya enggak? Manusia mencela dan memuji dengan hawa nafsu. Manusia mencela dan puji karena ada kepentingan duniawi. Banyak ya. Artinya ketika kita mencari pujian manusia, yakinlah pujian manusia tidak akan beri manfaat kepada kita kalau ternyata kita buruk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tidak akan mengangkat derajat kita sedikit pun meskipun satu dunia memuji kalau ternyata kita buruk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dan kalau satu dunia mencela dan kita ternyata mulia di sisi Allah tidak akan menjatuhkan kedudukan kita di sisi Allah Subhanahu wa taala. tidak akan. Oleh karenanya jangan terpancing, jangan mengikatkan kebahagiaan kita dengan komentar netizen. Netizen buat apa kita menetizen? Biarin aja ngomong apa. Ya, biarin aja. Yang penting yang kita lakukan sudah benar diridai oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka orang yang menggantungkan kebahagiaannya kepada netizen, kepada makhluk, tidak ikhlas kepada Allah, maka dia adalah orang yang menderita. Adapun orang yang ikhlas hanya karena Allah, maka dia orang yang paling bahagia. Orang yang paling bahagia. Memang dia mulia. Orang bilang apa? Cuek bebek. Yang penting sudah benar. sesuai dengan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Enggak tahu kata cuek bebek ini masih ada enggak zaman sekarang? Masih ada. Masih ada. Gensi sudah cuek mungkin enggak cuek bebek lagi. Mungkin cuek apa ya? Kalau kita zaman dulu kita bilang apa? Cuek bebek ya. Malas tahu. Yang penting Allah sudah tahu. Selesai urusan bahagia. Kita bantu orang ternyata tidak dibilang terima kasih ya biarin aja. Dia bantu keluarga bukannya dihormati malah dicela. Ya biarin aja. Yang penting Allah sudah tahu. Saya bantu mereka bukan minta terima kasih mereka. Saya bantu mereka karena saya ingin sambung silaturahmi karena Allah subhanahu wa taala. Makanya ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang alwasil kata Nabi, "Laisal wasil bil mukafi. Walakinal wasil man idza. Eh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi, "Bukanlah penyambung silaturahmi sejati yang kalau keluarganya baik dia baikin. Tetapi penyambung silaturahmi sejati adalah jika dia diputusin sama keluarganya dia tetap menyambung." Kenapa? Karena dia meskipun dimaki, direndahkan, dia tetap nyambung. Karena dia melakukannya karena siapa? Karena Allah Subhanahu wa taala. Dia tidak peduli. Dia tidak peduli. Apa kata orang-orang beriman? Inimukumajillah. Sesungguhnya kami beri makan kepada kalian karena Allah. Laidu minkum ja wukur. Kami tidak butuh kata terima kasih dari kalian dan kami tidak butuh balas budi dari kalian. Kami hanya mencari rida siapa? Allah subhanahu wa taala. Orang seperti paling bahagia. Dia selalu merasa diawasi oleh Allah. Apapun komentar netizen cuek bebek. Malas tahu. Bahagia enggak orang seperti ini? Bahagia. Tapi kalau sedikit-sedikit netizen bilang apa? Netis bilang apa? Repot. Yang like cuma sedikit. Sedih. Sedih. Orang ini orang tidak mulia. Yang mulia hanya mengharap pujian Allah Subhanahu wa taala. Kemudian sampai para ulama membahas di antaranya Ibnu Taimiyyah rahimahullahu taala mencintai semua yang mencintai karena Allah itulah yang mendatangkan kebahagiaan dan kemuliaan. Semua yang mencintai bukan karena Allah maka itu akan mendatangkan penderitaan di dunia maupun di akhirat. Kita kalau mencintai karena Allah kita semakin bahagia, semakin mulia. Tapi kalau kita mencintai sesuatu bukan karena Allah, akan ada penderitaan. Akan ada penderitaan. Ya, cinta apa saja. Cinta apa saja. Dan betapa banyak orang-orang tersiksa di dunia karena salah mencintai. Dia terlalu cinta kepada hartanya maka dia sendiri menderita. Menderita. Saking cinta kepada hartanya, dia menderita. Berlebihan. Dia tidak mencintai hartanya karena Allah, maka dia menerita. Hartanya terlalu banyak, dia takut hartanya hilang. gelisah, saham turun sedikit nilainya mau pingsan menderita. Makanya Allah sebutkan fala tujibka amwaluhum wala auladuhum innama yuridullah liyuadibahum biha fil hayatid dunya. Jangan kau kagum dengan anak-anak mereka, dengan harta-harta mereka. Sesungguhnya Allah ingin menyiksa mereka dengan harta-harta dan anak-anak mereka. Mereka teloc sama harta. Ternyata harta tersebut yang mereka sudah miliki, yang sangat mereka cintai, namun bukan karena Allah, ternyati ternyata menjadi bahan siksaan mereka. Kok bisa tersiksa, Ustaz? Iya, tersiksa. Capek cari harta tersebut. Kalau karena Allah enggak capek. Punya harta sedekah, punya harta ini, punya harta tidak capek. Karena Allah dia punya tekad. Kalau semua karena Allah pasti bahagia, pasti mudah, pasti ringan. Tapi kalau dia menjadikan harta tujuan utama bukan karena Allah dia menderita kata Allah. Innama yuridullahuahum biha fil hayatid dunya. Allah ingin menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dengan harta tersebut. Bagaimana bentuk siksaan? Capek cari harta. Orang sudah pada tidur jam .00 dia masih rapat. Baru rapat pasang strategi. Kalau bukan karena Allah capek. Ada orang sedikit yang kaya selain dia, dia gelisah. Waduh, jangan-jangan kita tersaingi. Jangan-jangan gini karena harta. Kata Allah, kata Nabi, Tais Abdud dinar, Tais Abdul Dirham. Celaka budak harta, budak dinar, budak emas, budak perak. Itu cinta kepada harta berlebihan ya. Sengsara. Meskipun kelihatannya duitnya banyak, tapi dia sengsara. Simpan uang terlalu banyak juga gelisah. Aduh, hati-hati khawatir khawatir. Jangan-jangan uangnya ini, jangan-jangan ini. Jangan terus khawatir. Harus jaga uangnya. Ya, uangnya kurang dikit, gelisah. Kenapa untungnya kurang? Biasanya untungnya banyak. Padahal masih untung gelisah, sengsara. Sengsara. Apalagi takut dikejar pajak. Waduh. Mau ngelihatkan uang sedikit, banyak-banyak, takut dikejar pajak. Sembunyikan uang. sampai gemes. Dia bisa beli mobil mewah enggak bisa beli karena takut kena pa pajak. Gemes atau tidak? Gemes. Duit banyak tapi enggak bisa dipakai. Simpan uang luar negerilah di sana. Buat apa hidup seperti itu? Pikiran ke mana-mana. Pikir perusahaan ini, perusahaan ini, perusahaan ini, perusahaan ini, 10 perusahaan, 20 perusahaan, 30 perusahaan. Dia pikir masing-masing perusahaan dengan problemnya yang begitu banyak. Kalau sudah musim lebaran pusing mau siapkan THR buat pegawai pening. Jadi tersiksa karena hartanya. Yang enggak punya harta enggak mikirin. Tahu-tahu sakit, tahu-tahu mati. Selesai mati masuk surga aman. Kalau bertauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi Allah bilang, Allah siksa. Siksa mencintai apapun, mencintai istri kekasih kalau bukan karena Allah pasti menderita. Pasti menderita tapi kalau karena Allah tenang. Semuanya karena Allah te tenang. Cinta sama mobil bukan karena Allah juga susah. Tergores sedikit hati sakit. Pokoknya semuanya yang bukan karena Allah hanya mendatangkan penderi penderitaan. dengan penderitaan di dunia sebelum di akhirat. Maka seorang berusaha ikhlas karena Allah, mencintai karena karena Allah agar dia mulia ya dan dia ee bahagia di dunia. Tib. Di antara kemuliaan orang yang bertauhid, orang yang bertauhid maka dia merdeka dari pengekangan manusia. Dia merdeka dari ikatan manusia. Kata Syekh S'di rahimahullahu taala, tauhid. Kemudian beliau berkata, "Min a'zami fadilihi." Di antara keutamaan yang paling agung dari tauhidahuilin. Dia memerdekakan seorang hamba dari perbudakan para makhluk yaitu dia tidak terbudak, tidak diperbudak sama sekali. Sehingga dia terlepas, tidak ada ketergantungan kepada manusia manapun. Tidak ada kekhawatiran, pengharapan yang berlebihan kepada manusia manapun. Wal amaljim. dan juga tidak bekerja beraktivitas karena mereka. Wah hual izzul hakiki wasyaroful ali. Inilah kemuliaan yang yang sesungguhnya ini adalah kemuliaan yang tinggi. Ini di antara kemuliaan yang paling hebat. Seorang tidak tergantung kepada siapapun ketika dia benar-benar mewujudkan tauhidnya. Dia bekerja, dia tidak bilang rezeki saya pada buah saya. Tidak. Dia bekerja sebagai pekerja karena mencari rezeki. Dia tahu rezekinya di sisi Allah. Tidak tergantung sama makhluk sama sama sekali. Dia tidak menjilat-jilat manusia, dia tidak ngemis-ngemis kepada manusia. Tidak. Makanya Nabi mengajarkan para sahabat untuk mulia. Sampai Nabi mengajarkan kepada mereka alla yasalunanasa saian kalian. Mereka berbaiat kepada Nabi untuk tidak meminta suatuun kepada manu manusia. Dan itu Nabi mentarbiah para sahabat. agar senantiasa menggantungkan hati mereka kepada Allah Subhanahu wa taala. Sehingga mereka benar-benar merdeka tidak bergantung kepada manusia manapun. Ada orang berbuat baik kepada mereka, mereka doakan, mereka balas sebisa mungkin. Tapi mereka tahu yang menggerakkan orang itu untuk berbuat baik kepada dia adalah siapa? Allah subhanahu wa taala. Adapun kalau orang tidak bertauhid, maka hatinya bergantung kepada wasilah dan sarana tersebut. Ya, Tib. Saya tanya sama antum. Kalau antum di rumah terus tiba-tiba ada sopir datang membawa hadiah dari bosnya, kasih uang misalnya R miliar kasih sama antum, antum terima kasih sama suir? Enggak terima kasihlah sufi yang kalau dia enggak ngantar enggak sampai. Tetapi yang perlu antum terima kasih suungguhnya siapa? Bosnya apa suir? Bosnya. Karena dia cuma disuruh doang, dia cuma sarana. Orang bodoh adalah yang menggantungkan hatinya kepada supir tersebut. Makasih, Pak supir. Makasih. Makasih. Kalau kau tidak ada kau mungkin uang gak sampai. Memang benar kalau tidak ada di uang enggak sampai. Tapi yang kasih uang siapa? Bos. Harusnya dia berterima kasih secukupnya dia mengakui kebaikan sufir karena dia sarana. Tetapi yang sesungguhnya harus diakui kebaikannya adalah siapa? Bosnya. Ini kira-kira sederhana contoh antara kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Kita dapat banyak kenikmatan, kemudahan. Dimudahkan pekerjaan, dimudahkan bisnis. Mungkin ada pembeli, kita jualan, ada yang beli. Ternyata kita yang terima, yang kita syukuri siapa? Yang utama adalah Allah Subhanahu wa taala. Kepada manusia tersebut kita disuruh berterima kasih. Tetapi sesungguhnya yang membawa kebaikan sungguhnya adalah siapa? Allah. Adalah kekonyolan. Ketika kita menggantungkan hati kita kepada sopir tadi ada bos kasih kita, kita kerja, eh kamu kerja sama saya. Dia kasih gaji besar terus kita yang kita pikirkan dia terus kita gantumkan hati kita kepada dia. Seakan-akan kalau tanpa dia kita enggak bisa dapat rezeki. Ini kesalahan besar. Yang menggerakkan bos untuk berbuat baik kepada kita. Siapa? Allah Subhanahu wa taala. Itulah bedanya ahli tauhid dengan yang bukan ahli tauhid. Sehingga orang kalau tidak bertauhid dia cenderung untuk diperbudak oleh orang lain. Diperbudak oleh orangor lain. Maka di antara keutamaan tauhid orang meraih kejayaan yang hakiki alizzu alhaqiki wasaraful ali. Dan meraih kemuliaan yang sesungguhnya adalah ketika dia bisa memerdekakan dirinya dari segala bentuk ketergantungan kepada manu manusia. Sudah. Semua orang ketemu enggak mau ya sudah apa-apa cari yang lain. Rezeki bukan di tangan engkau ya. Ya. Rezeki bukan di tangan engkau. Maka saya ketemu dengan kawan kemarin ada dari Aljazair. Dia cerita, "Kami kami Firanda di Jazair kami bermula dengan orang dengan memuliakan. Kalau ada tukang misalnya tukang cat atau tukang perbaiki rumah, kami muliakan dia. Dia datang, kami kasih makanan, kami sapa dengan baik. Gak ada. Kami eh kerja sana, kerja sana, kerja sana. Itu orang digitukan enggak mau dia pergi, dia enggak mau. Dia enggak mau dihinakan. Saya datang kerja, jangan hinakan saya. Dan itu sifat kami secara umum orang-orang Jazair. Kata kata kata kata dia, "Saya juga belum coba ya." Tapi dia bilang begitu. Dan ini diketahui oleh orang-orang Arab yang lain. Makanya terkadang kami ribut, sebagian kami ribut sama, mohon maaf misalnya sama askar di Masjidil Haram. Kalau kami ditegur terkadang seorang orang tua kami marah, "Kamu kenapa larang-larang saya?" "Ini masjid bapakmu," katanya. "Ini masjid Allah." Kadang-kadang mereka maksudnya tidak mau dihinakan sifat mereka tidak mau dihinakan. Dan saya lihat memang tidak ada pekerja di orang Jazair di maksudnya di Arab yang kemudian ngemis-ngemis enggak ada. Kalau enggak mau dia pergi, dia punya izzatun nafs. Dia bilang, "Kami kalau di di Jazair di Algeria kalau ada orang kerja kami sikapi seperti itu. Kami muliakan dia. Yang penting dia kerja baik. Tapi kami tidak ada sedikit menghina sama sekali." Dan mereka kalau merasa dihina sedikit mereka pergi. Engak mau. Rezeki saya bukan di tanganmu. Pekerjaan saya bukan di tanganmu. Enggak. Jadi tidak ada menjilat-menjilat. Ini secara umum tentunya namanya manusia ada yang tidak baik. Tapi secara umum demikian. Enggak mau ya sudah. Enggak mau ya sudah mesti banyak orang lain ya. Aduh ngemis-ngemis menjilat-jilat ngemis-ngemis. Maka menjadikan seorang diperbudak oleh manusia yang yang lain. Seorang jangan pernah menggantungkan dirinya kepada makhluk. Siapa yang berharap kepada makhluk, dia pasti kece kecewa. Kalau dia berharap kepada Allah, dia tidak akan pernah kecewa. Dia meminta meminta. Kalau Allah tidak kasih, dia tahu itu yang terbaik. Memang bukan rezeki saya. Allah tahu lebih baik buat buat saya. Ya. Jadi ini di antara kemuliaan seorang ee yang ahli tauhid, dia merdeka. tidak menggantungkan dirinya kepada makhluk manaun bahkan kepada bosnya pun dia tidak menggantungkan dirinya. Dia bekerja sebagaimana layaknya orang yang terbaik, pegawai terbaik, tapi semuanya karena Allah subhanahu wa taala. Dia bekerja dengan baik karena dia tang tahu tanggung jawab dia. Dia tahu Allah akan bertanya kepada dia tentang tanggung jawab kerjaannya. Dia amanah bukan karena bos, tapi dia amanah karena Allah subhanahu wa taala. Sehingga ketika dia dimuliakan, dia tahu yang membuat dia mulia adalah Allah Subhanahu wa taala. Tib yang ke berapa sekarang? Di antara kemuliaan orang yang bertauhid. Orang bertauhid adalah orang yang paling sabar menghadapi ee problematika kehidupan dunia, pujian-ujian kehidupan dunia. Yang paling sabar orang bertauhid. Karena dia tahu semua yang menimpakan ini semua adalah siapa? Allah Subhanahu wa taala. Sesuai dengan takdirnya ya, dengan hikmah Allah Subhanahu wa taala. Ma as musibatin ard w anfusikum fi kitab minq. Tidak ada yang musibah menimpa di atas muka bumi ini atau menimpa diri kalian kecuali telah tercatat di lauhil mahfud sebelum Allah mengeksekusinya. Inalika alallahi yasir. Ini semua mudah bagi Allah subhanahu wa taala. Ya kata Allah, "Ma as musibatin illa biidnillah." Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala. Ada hikmah Allah menimpakan musibah. Entah mengurangi dosa-dosa, entah menambah derajat atau sekaligus dua-duanya. Dan orang yang bertauhid ya dia akan tegar menghadapi ujian-ujian tersebut. Dan subhanallah sunatullah berlaku. Semakin tinggi tauhid seseorang semakin tinggi ujiannya. Ini sunatullah berlaku. Orang semakin matang, matang tauhidnya semakin besar ujiannya. Dan ujian tidak mesti ujian fisik aja, terkadang ujian mental, ujian hati, ujian banyak. Oleh karenanya ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ditanya, "Man asyadunasi balaan?" Siapa orang yang paling berat ujiannya? Maka rasul mengatakan, "Albiya para nabi shihun, kemudian orang-orang saleh." Tumal amsal fal amsal. Kemudian selanjutnya dan selanjutnya yubtalarjulu ala qadri imanihi. Seorang diuji berdasarkan tingkat keimanannya. Namun orang yang bertauhid dia tahu yang mengatur alam semesta semuanya hanya Allah. Yang menurunkan musibah, yang mengangkat musibah hanya siapa? Allah. Maka dia paling sabar. Dia paling sabar. Paling sabar. Makanya dia tidak terhina. Tapi kalau orang tidak bertauhid, kena musibah sedikit, teriak-teriak, ribut-ribut, kemudian curhat di sana sini, rubah-rubah status, hina atau tidak hinalah. Ada masalah keluarga sedikit, bikin status, gambar profile-nya dia ganti. Tahu-tahu gambar ada love terbelah dua. Orang-orang bertanya, "Om, ada apa, Om, kok love-nya terbelah dua? Gimana ya? Saya tidak mau cerita, tapi gimana ya? Akhirnya menghinakan dirinya. Cerita ginilah, ginilah, nangislah. Pengin semua orang tahu tentang keluh kesahnya. Orang bertahu tidak, dia sabar. Dia tahu semua adalah ujian. Dia semua adalah ujian. Dia tidak mengeluh kecuali hanya kepada Allah. Innama asku bi huzniallah waamu minallahi ma la tamun. Kata Nabi Ayub, kata Nabi Yakub alaihi salam, "Sesungguhnya aku hanya mengeluhkan kesedihanku, penderitaanku hanya kepada Allah dan aku tahu apa yang kalian tidak ketahui." Orang bertauhid demikian. Nabi pernah ketika diusir dari dengan dihina luar biasa diusir dari Thaif dilemparin oleh anak kecil dia tetap tegar. Dia berjalan saking beratnya ujian tersebut dia mengeluh kepada Allah. Dia mengatakan, "Allahumma inni asku ilaika dofa quwati." Ya Allah, aku keluhkan kepadaku lemahnya kekuatankuati dan ketidakmampuanku. Dia keluh kepada siapa? Allah. Karena hanya Allah yang bisa menghilangkan itu semua. Bukan menghinakan diri dengan cerita sana, cerita sini. Bikin status ini, status sana. Khu bikin status jengkel sama suaminya. Ciri-ciri suami saleh. Oh, bagus ya. Suami anti begitu diaam aja terus dia ganti ciri-ciri suami bajingan sampai ada suami istri perang-perangan satu ciri-ciri suami brengsek istrinya bikin suaminya bikin ciri-ciri istri brengsek perang-perang yang wasitnya netizen sehingga sedikit-sedikit ngeluh di medsos akhi jadi bah-orang lihat orang menghina ih kayak gitu saya kira Ternyata orang hina orang hina kalau tauhid enggak paling sabar dalam menghadapi ujian paling sabar sakit dia tenang sakit dia sabar makanya sempat saya baca orang-orang non heran sama orang muslim. Orang muslim kalau sakit sabar. Orang muslim kalau sakit sa sabar. Orang non sakit sedikit bunuh diri. Orang bertauhid harusnya sabar. Kalau dia tidak sabar berarti tauhidnya minim. Tauhidnya mi minim. Hanya cuma teori tapi tidak masuk dalam ha hati. Oleh karenanya di antara kemuliaan meskipun dia menghadapi berbagai macam ujian, dia masih bisa tersenyum dan dia tidak perlu cerita kepada orang lain. Ngapain dia mengeluhkan Allah kepada orang lain. Makanya dikatakan siapa yang berkeluh kesah kepada manusia, dia sedang mengeluhkan Allah kepada manusia. Seakan-akan dia bilang, "Kenapa sih Allah ginikan saya? Kenapa sih Allah ginikan saya?" Dia lapor kepada manusia. Ketika dia begitu, hina atau tidak hina? Yang benar kita mengeluhkan manusia kepada Allah. Ya Allah, aku diginikan oleh si fulan. Ya Allah, aku dihinakan oleh si fulan. Ya Allah, angkatlah penderitaanku. Itu yang benar, mulia, dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka orang bertauhid orang yang paling sabar dalam menghadapi ujian hidup. Dan orang bertauhid sunatullah berlaku. Semakin dia bertauhid semakin banyak ujian hidup. Tib. Yang ke berapa? Lima. Di antara mazhar atau hal yang terlihat yang sangat jelas bahwasanya seorang bert orang yang paling mulia adalah dia hanya beribadah kepada Allah subhanahu wa taala. Dan ini sangat menunjukkan bagaimana kehinaan orang-orang yang menyembah kepada makhluk. Sangat sangat terhina. Bayangkan orang datang kemudian pergi menuju sapi nunggu sapinya kencing. Setelah nabinya sapinya kencing dia ambil kemudian dia cari keberkahan. Hina atau tidak hina? Yak khurafat. Orang bertauhid adalah orang yang pikirannya paling logis dan sangat jauh dari khurafat. Dan orang yang tidak bertauhid pikirannya paling khura khurafat. Bayangkan dia pahat batu kemudian dia sembah batu itu sendiri. Makanya Nabi Ibrahim tegur kaumnyauduna tanhitun wallahu khalaqokum w tamalun. Bagaimana kalian menyembah yang kalian pahat sendiri? Padahal yang ciptakan kalian adalah Allah. Yang ciptakan perbuatan kalian juga adalah Allah Subhanahu wa taala. Harusnya yang kalian sembah yang mencipta. Ini kalian bikin patung sendiri, kalian nyembah patung itu sen sendiri. Gimana? Sangat tidak logis. Tapi kalau setan datang dibikin-bikin logis karena begini, karena begini, karena begini. Sapi bagaimana mau disembah? Sapi, akhi, hewan Allah ciptakan untuk kita, untuk kita nikmati, untuk kita manfaatkan. Hualladzi khalaq lakum fil ardhi jamian tumastawa ilasama. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Dialah yang telah menciptakan bagi kalian seluruh di atas muka bumi ini. Semua semuka bumi ini Allah ciptakan untuk kita agar kita bisa manfaatkan, agar kita bisa bertauhid kepada Allah. Bukan malah untuk kita ibadahi. Tahu-tahu ada yang kasih logika kita kenapa nyembah sapi? Karena sapi lebih tulus, lebih ikhlas daripada ibu kita. Karena ibu kita kalau nyusui masih berharap kalau kita besar berbakti kepadanya. Tapi kalau sapi nyusuin kita, dia enggak pernah berharap. Dia ikhlas tanpa pamrih. Sehingga dengan demikian sapi lebih afdal daripada ibu kita. Bukan lebih afdal, lebih bahlul. Coba bikin logika begini. Oh iya benar ya. Tapi lebih af afdal. Gimana k sembah sapi? Nanti monyet lebih afdal. Nanti anjing lebih afdal. Tulus. Kalau sudah enggak bertauhid, akal enggak jalan. Akal enggak enggak jalan. Bagaimana kemudian orang-orang ditipu oleh setan kemudian menyembah matahari? Menyembah matahari. Dikesankan mataharilah yang memberi kebaikan di alam semesta. Dengan matahari maka tumbuh-tumbuhan bisa tumbuh. Dengan matahari ada cahaya sehingga kita beraktivitas. Karena dia melihat manfaat yang besar kepada matahari, matahari disembah. Padahal dia sangat jelas. Lihat matahari bukan Tuhan. Dia tidak bisa pindah-pindah kalau dia tidak punya kehendak. Kalau matahari punya kehendakan, kadang-kadang dia ngambek, dia tidak terbit. Kadang-kadang dia terlambat, kadang-kadang dia cepat. Tapi dia selalu pada orbitnya menunjukkan ada yang mengaturnya. Harusnya berpikir, "Siapa sih yang ciptakan matahari ini? Itulah yang berhak untuk disembah." Bukan mataharinya. Kalau ada istri kita cantik, salehah, baik, terus kita sembah istri kita, enggak. Kita bilang, "Subhanallah, maha suci Tuhan yang mendatangkan saya istri seperti kamu." Yang kita sembah istri kita atau Tuhannya? Tuhannya lah. Tapi memang ada istri kayak gitu? Maksud saya matahari dia tidak bisa berpindah-pindah. Dia tidak punya kehendak berjalan pada orbitnya. Malam dia hilang. Di mana kita sembah? Tapi setan datang. Itulah sumber kebaikan. Oleh karenanya banyak yang nyembah matahari. Banyak nyembah matahari. Termasuk kalau kita baca sejarah farainah, Firaun-Firaun yang ada di Mesir, kaitan mereka dengan matahari. Ya, kaitan mereka dengan matahari. sampai kata mereka dalam ada segmen ketemu orang Mesir yang pada bahasa hieroglif yaitu bahasa Mesir kuno dia bilang Musa Musa secara ee secara bahasa hieroglif bahasa Kipti bahasa Mesir kuno mu itu artinya sungai sa artinya anak jadi Musa itu anak sungai itu anak yang ditemukan di sungai Ramses. Ra adalah dewa matahari. Ses maksudnya manusia, anak. Sehingga Ramses artinya itu Firaun di di diduga adalah Ramses 2. Atau di antara nama-nama raja Firaun ada yang namanya Ramses. Ramses 1, Ramses 2, Ramses 3 dan seterusnya. Ra dewa matahari. Ses maksudnya anak. Jadi anak matahari. Sehingga raja-raja Firaun dulu merasa bahwasanya dirinya ada keturunan dewa. Keturunan apa? De dewa. Sehingga maksud saya Firaun kuno pun mereka nyembah matahari. Jadi banyak orang nyembah matahari. Demikian juga mereka di antara filosofi mereka ketika bikin piramid harus puncak sehingga benar-benar kena cahaya matahari seakan-akan menyatu dengan matahari sehingga dibuatlah bentuk seperti puncak demikian. Ini banyak filosofi mereka. Intinya mereka menyembah mata matahari. Subhanallah. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang kita untuk salat ketika matahari terbit dan ketika terbenam. Karena saat itulah para penyembah matahari sembah matahari. Sebelum matahari terbit mereka zikir pagi. Wazwa wasz. Begitu matahari terbit mereka sujud. Materi mau terbenam juga mereka zikir petang zikir syirik. Begitu terbenam mereka sujud. Islam tidak. Islam zikir pagi petang karena Allah subhanahu wa taala. La tasjudu lisyamsi wala lilqamar wasjudu lilladzi khalaqohunna. Janganlah kalian sujud kepada matahari, sujud kepada rembulan, tapi cipta sujudlah kepada yang menciptakan matahari dan dan bulan. Jadi orang yang bertauhid mulia tidak mau sujud kepada makhluk. Ibrahim ketika ingin menghancurkan patung-patung dia datang. Dia lihat patung-patung tersebut banyak sajan. Apa kata Ibrahim? Ala takulun. Eh, patung-patung. K tidak makan itu makanan. Ternyata kebiasaan kasih sajen kepada berhala bukan hal baru. Sejak zaman Ibrahim sudah ada juga patung-patung dikasih apa? Kasih sajan. Gimana kau menyembah Tuhan yang kau bilang rezekimu bersumber dari Tuhan, ternyata kau kasih makan Tuhan. Gimana coba? Ini Tuhan malah kita butuh makan dari kita. Kalau enggak kasih makan dia marah. Gimana? Apakah pantas kita sembah Tuhan seperti ini? Makanya ketika Nabi ketika Allah membantah disembahnya Nabi Isa dan ibunya disembah kata Allah kana ya thaam. Keduanya makan makanan. Tidak pantas Tuhan makan. Dia butuh kepada makanan. Kehidupan dia tergantung dengan makanan dari pihak luar. Gimana kau menyembah berhala yang kau juga kasih makanan? Tidak berhak disembah zat yang butuh makan dari kamu. Pantas kah disembah? Mulia kita mulia. Gimana kita nyembah seperti ini? Gimana kau menyembah patung yang kau pahat sendiri? Sampai saya pernah ketemu ada orang masuk Islam. Dia cerita gara-gara apa? Gara-gara dia cerita tentang kawannya. Dia masuk Islam karena sebab lain. Dia cerita kawannya. Kawannya masuk Islam. Gara-gara kawannya sedang nunggu bis atau mobil, di depan ada tempat pembuatan Tuhan. Terus mobil enggak datang-datang, dia lihat sambil lihat tempat pembuatan Tuhan, ada orang lagi pahat-pahat dan ada Tuhan setengah jadi. Tukang pahat ini kurang ajar. Dia taruh kakinya di Tuhan setengah jadi. Baru dia sambil pahat. Maka dia jengkel. Kata dia, "Jangan gitu dong. Meskipun belum jadi, jangan dihina dong. tetap harus dihormati meskipun masih setengah setengah jadi. Terus dia pikir-pikir, "Kenapa saya sembah mereka itu?" Jadi di injak injak dipahat. Kalau hidungnya kurang pas, diperbaiki hidungnya. Akhirnya dia masuk is Islam. Ata'buduna ma tanhitun. Kalian menyembah patung yang kalian pahat sendiri. Enggak logis. Orang bertauhid mulia gak, enggak akan sembah berhala. akan sembah pohon. Pohon dia datang, dia bersih-bersihin, taruh sajen bertapa di situ. Gak gimana mau mulia datang ke kuburan nangis-nangis minta-minta kuburan. Kuburan enggak bisa apa-apa. Gimana otak kalian? Minta-minta kepada penghuni kubur. Wahai penghuni kubur, sembuhkanlah aku. Tolonglah anakku. Wahai Mbah, saya sudah nikah 10 tahun belum punya anak. Kalau mbahnya bisa ngomong, dia bilang, "Saya juga dulu mandul." Jadi, Subhanallah. Nanti bikin logika-logika, minta kepada mayat-mayat. Subhanallah. Orang yang bertauhid mulia tidak akan menyembah kepada makhluk yang sepertinya apalagi makhluk lebih rendah daripada daripadanya. Orang bertauhid mana ada nunggu ada keboomah, kebau barokah tunggu beolnya. Kalau ada beolnya diambil karena beolnya berkah. Ya akhir di mana beol kerbau ber berkah. Bayangkan saya pernah nonton video ada orang nunggu kencingnya sapi ditungguin begitu kyak diaambil langsung dia minum. Bagaimana kelihat orang wajahnya bengkak, hidungnya gede. Oh, ini keturunan dewa gajah katanya. Didatangi sambil di akhi orang lagi sakit, wajah lagi bengkak-bengkak dibilang keturunan dewa ga gajah. Datang-datang diusap-usap nanti kalau ada orang mukanya mirip monyet, keturunan Dewa Monyet. Pergi ke Charles Darwin sana itu keturunan Dewa Monyet. Jadi subhanallah orang Islam tidak demikian. Mulia tidak akan menyembah kepada makhluk. Dia merasa yang perlu yang hanya boleh untuk kita hinakan diri kita hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Di antara kemuliaan orang yang bertauhid ya, di antaranya jika ternyata dia dalam skala nasional maka Allah akan mendirikan negara untuknya dengan negara yang hebat. Kata Allah dalam surat Annur, waallahina amanuumnaudunani lausrikuna. Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan beramal saleh. Allah akan menjadikan mereka menguasai di atas berkuasa di atas muka bumi. Sebagaimana Allah telah menjadikan umat-umat sebelumnya juga berkuasa. Dan Allah akan menegahkan mengkokohkan agama yang Allah rida bagi mereka, agama Islam. Dan Allah akan menggantikan rasa takut mereka menjadi rasa keamanan dan ketentraman dengan syarat ya'budunani la yusrikuna bisai. Hanya beribadah kepadaku dan tidak berbuat syirik sama sama sekali. Ini jaminan dan sudah diwujudkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dari tadinya terhina di Makkah dikejar-kejar, dibunuh-bunuh. Sahabat dibunuh, disiksa. Rasulullah tidak bisa berbuat apa-apa. Keluarga Ammar bin Yasir, ayahnya Yasir dibunuh, ibunya semuanya ditikam kemaluannya oleh Abu Jahal. Rasulullahnya mengatakan, "Sobron ala Yasir faidakumul jannah." Sabarlah wahai keluarga Yasir. Allah janjikan surga bagi kalian. Sampai akhirnya tauhid tetap ditegakkan. Akhirnya tegaklah negara Islam dari kelompok kecil akhirnya menguasai dunia ketika itu. Luar biasa secara logika enggak mungkin tapi luar biasa menegakkan ya tauhid maka Allah tegakkan bagi mereka negeri. Tib ini adalah kemuliaan-kemuliaan orang ahli tauhid di dunia. Tentu masih banyak ya. Sekarang kita masuk pada kemuliaan ahli tauhid di akhirat. Ahli tauhid tentu adalah orang yang paling mulia di di akhirat. Di antaranya orang yang ahli tauhid, maka dia adalah orang yang paling merasa aman di akhirat. Merasa aman karena dia saking bertauhid. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Alladzina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun." Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kesyirikan, maka mereka itulah yang mendapatkan keamanan. Semakin sempurna tauhid mereka, semakin sempurna keamanan yang dia dapatkan ketika di hari akhirat. Ketika kondisi orang sangat takut di Padang Mahsyar menantikan adanya sidang dari Allah, menantikan adanya hisab, mizan, sirat. Maka jika dia semakin bertauhid, dia semakin merasa aman. Dan para ulama mengatakan rasa aman ini bukan cuma di akhirat, di dunia pun demikian. Orang yang semakin bertauhid dia pasti merasa lebih aman. Makanya Allah berfirman, "Alladzina ala inna auliyaallahi la khaufun alaihim w hum yahzanun alladzina amanu wau yattaquun." Ketahuilah wali-wali Allah adalah orang-orang yang tidak ee tidak rasa takut bagi mereka dan tidak sedih. Mereka tidak bersedih. Siapa mereka itu? Orang yang beriman dan bertakwa. Benar. Orang kalau bertauhid meskipun apapun yang terjadi memang ada rasa takut tapi tetap rasa amannya lebih kuat. Dia tidak terlalu khawatir tentang masa depan dan apa yang telah berlalu tidak terlalu dia sedihkan karena dia berta bertauhid. Dia tahu masa depan yang pegang adalah Allah. Masa lalu semua takdir Allah subhanahu wa taala. Dia fokus semaksimal mungkin dengan tawakal berikhtiar. Tapi dia tidak terlalu khawatir tentang masa depan sehingga dia merasa aman. Adapun orang yang kurang bertahida, "Gimana nanti? Gimana nanti?" Mikir terus padahal masa depan bukan di tangannya. Atau dia terlalu mikir masa lalu kesedihan yang berlalu. Dia mikir terus padahal masa lalu sudah ber berlalu sehingga hidup dia tidak tentram. Tapi orang bertauhid dia fokus dengan apa yang di depan dia. Masa depan dia berusaha tapi dia tidak terlalu khawatir karena urusan masa depan. Urusan siapa? Allah. Mau dia usahakan semaksimal pun bukan di tangannya. Yang di depan dia adalah itu yang dia bisa garap masa depan bukan garapan dia. Masa lalu tidak mungkin bisa kembali maka dia akan merasakan ketenangan. Dan ini lebih dampaknya lagi ketika di akhirat orang bertauhid pasti orang yang tenang. Makanya para ulama mengatakan meskipun di padang mahsyar 50.000 tahun ya fi yauminqedaruhu khamsina alfasana. Di hari yang di mana rasanya 50.000 tahun. Benar-benar 50.000 tahun satu hari tapi rasanya 50.000 tahun yaitu di Padang Mahsyar. Dan dalam hadis-hadis ketika Rasulullah sebutkan tentang siksaan kepada orang yang menunggak bayar zakat tidak mau bayar zakat, nyimpan-nyimpan hewan kemudian tidak bayar zakat, nyimpan-nyimpan harta tidak dibayarkan zakatnya, maka hewan tersebut akan menyiksa dia di padang mahsyar. Orang tidak bayar zakat, dia dikasih azab mukadimah di Padang Mahsyar sebelum di neraka. Diinjak-injak oleh hewan-hewan tersebut. Dan kata Nabi disiksa di hari yang satu hari seperti 50.000 tahun. Jadi di Padang Mahsyar itu 50.000 tahun. Tetapi bagi orang beriman cepat. Cepat tidak lama. Tapi ada yang mengatakan seperti hanya waktu asar cepat sehingga tidak merasakan kekhawatiran, penderitaan sebagaimana dirasakan oleh orang-orang yang tidak bertauhid. Jadi ada rasa aman yang Allah berikan ya. Tentu hari kiamat dahsyat. Meskipun demikian ada rasa aman. La yahzunuhumul fazaul akbar. Faz rasa kekal yang yang yang sangat dahsyat pada hari kiamat tidak menjadikan mereka bersedih. Artinya mereka lebih tenang karena mereka bertauhid. Bab ini yang pertama. Yang kedua, di akhirat mereka adalah orang yang paling banyak diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. yang paling banyak diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan hadis-hadis tentang ampunan Allah bagi orang bertauhid sangat banyak ya. Seperti contohnya hadis kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yuftahu ini di dunia yuftahu abwabul jannah fiumilnain walamisfaru likulli abdin la yusriku billahi dibukakan pintu surga setiap senin dan kamis pintu surga dibuka lalu Allah berikan bonus ampunan kepada setiap hamba yang tidak berbuat syirik sama sekali kepada Allah subhanahu wa taala Allah ampuni mereka di Dunia sudah dapat bonus ampunan. Di akhirat lebih lagi bonus. Di dunia kalau kita bertauhid, kita bertauhid saja, kita tidak istigfar saja, kita diampuni setiap Senin dan Kamis kalau kita bertauhid. Bagaimana tidak sampai Nabi mengatakan kalau orang meninggal ada 40 orang bertauhid, salatkan orang meninggal maka beri syafaat bagi mereka dengan syarat bertauhid. Makanya kalau ada ikhwan yang meninggal, cari orang-orang yang bersih dari syirik suruh salatin. Karena syafaat mereka akan diterima. Karena mereka bertauhid, tidak pakai jimat, tidak ke dukun, tidak pergi ke tukang sihir, tidak percaya ramalan bintang. Ya, apalagi yang ikhlas cari 40 orang salatin ibu kita, adik kita. Syafaat mereka diterima oleh Allah Subhanahu wa taala dengan syarat bertauhid. Kalau dia minta, "Ya Allah ampunilah mayat ini." Inin diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Mala orang bertauhid dapat bonus ampunan setiap Senin Kamis. Karena kita manusia tidak mungkin luput dari dosa. Kita pasti berdosa. Tapi kalau bertauhid semakin kuat tauhidnya dapat ampunan. Apalagi di hari kiamat kelak. Makanya Allah berfirman ee apa namanya? Innaka ma daani warutani gofartu laka ala makana minka w ubali. Ya. Kata Allah, "Wahai hambaku, ya, jika selama engkau berharap kepadaku dan selalu berdoa kepadaku, aku akan mengampuni dosa-dosamu dan aku tidak peduli." Mada autani jangan doa sama yang lain. Doa kepadaku. Marojautani, berharap kepadaku, jangan berharap kepada yang lain. Gofartu laka. Aku akan ampuni engkau alama kana minka. Meskipun dosamu seperti apa, wala ubalin aku tidak peduli dosamu seperti apa. Syaratnya berdoa kepadaku, berharap kepadaku. Tauhid tidak menjadikan harapan kepada manusia. Kita kalau kerja ya kita kerja pengin dapat gaji. Tapi harapan kepada siapa? Allah. Jangan gantungan harapan kepada manusia. Diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya bna Adam, wahai anak Adam inakaniaka minka wali. Selama kau berdoa hanya kepadaku, selama kau berharap hanya kepadaku, aku akan ampil dosa-dosamu dan aku tidak peduli. Dan ini yang kita harapkan diampuni dosa. Karena kalau dosa kita tidak diampuni, kita binasa. Makanya ketika dalam mustad al Imam Ahmad dari hadis Abu Hurairah, ada seorang wanita meninggal, maka dikatakan kepada Nabi, "Inna inna fulan matat wasarohat." Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulanah meninggal dan sudah istirahat. Faqba Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi marah ketika dibilang wanita ini meninggal dan istirahat. Nabi mengatakan apa? Innama yastarihu manufir lahu. Yang istirahat kalau sudah mati itu yang diampuni. Dari mana kau tahu dia diampuni? Maka jangan memastikan seorang istirahat setelah meninggal dunia. Jangan bilang dia telah berpindah kepada tempat peristirahatan selanjutnya. Belum tentu dia istirahat. Mungkin awal azab disiksa. Yang istirahat cuma yang di diampuni. Innama yastarihu man gufir lahu. Kata Nabi, "Yang istirahat itu yang diampuni. Siapa yang diampuni oleh Allah, dia akan istirahat di alam barzakh. Siapa yang diampuni oleh Allah dia akan mulia istirahat di alam akhirat." Caranya bertauhid. Ya Adam, wahai anak Adam, selama kau berdoa kepadaku tidak berdoa kepada selain aku, selama kau berharap kepadaku tidak berharap kepada makhluk wali. Aku akan ampui dosa-dosamu, apapun dosamu dan aku tidak peduli. Kemudian di akhir hadis, kemudian berikutnya ya bna adam ya laagunubuka. Wahai anak Adam, kalau kau punya dosa setinggi awan, kemudian kau beristigfar kepadaku, aku akan ampuni." Kemudian Allah berkata lagi, "Ya Adam, wahai anak Adam, kalau kau datang bertemu denganku itu kau mati dalam membawa dosa sepenuh bumi ini." Qurabul ard. Ada yang mengatakan sepenuh bumi, ada yang mengatakan hampir sepenuh bumi. Dosamu sebanyak itu bukan bukan hanya sebanyak buih di lautan, bukan hanya seberat gunung-gunung, sepenuh bumi dosamu. Tumma la tusyriku bisai. Kemudian kau tidak berbuat syirik sama sekali kepadaku. Tidak ada syirik kecil, tidak ada syirik besar. Hanya murni beribadah, tidak mengharap pujian manusia, tidak mengharap sanjungan manusia, tidak berharap like-lik manusia. Laituka babiha magfirah. Maka aku akan mendatangimu dengan ampunan sebesar bumi pula. Jadi orang yang bertauhid diampuni dosa ketika Muad ditanya oleh Nabi, "Maqula ibadallah, tahukah engkau wahai Muad apa hak Allah terhadap hamba dan apa hak hamba terhadap Allah?" Muad mengatakan, "Allah rasul alam." Allah rasul lebih mengetahui kata rasul sahu al wasallam haqqul alal ibadudu w hak Allah kepada para hamba-para hamba wajib hanya beribadah kepada Allah dan tidak berbuat syirik sama sekali tauhid tugas dia diciptakan hamba untuk bertauhid wahaqul ibad alallah dan hak hamba terhadap Allah yadba yusriku bai Allah tidak akan mengazab orang yang tidak berbuat syirik sama sama sekali mulia mulia ya paling dapat banyak mendapatkan ampunan pada hari kiamat kelak dan kalau dia paling banyak mendapatkan ampunan, dia paling istirahat, paling tentram yang bikin menakutkan kalau tidak diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wa taala. Ini kemuliaan pada hari kiamat kelak. Di antara kemuliaan di akhirat adalah orang yang bertauhid. Semakin tinggi tauhidnya semakin banyak mendapatkan syafaat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Abu Hurairah bertanya, "Ya Rasulullah, man asadunasi byafaatika yaumalqiamah?" Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling banyak mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat kelak? Yang paling bahagia dengan syafaatmu, yang paling banyak mendapatkan bagian syafaat dari Nabi. Syafaat Nabi banyak. Nabi bagi-bagi. Namun sebagian cuma dapat sedikit, sebagian dapat banyak. Bagaimana cara kita mendapatkan bagian paling besar dari syafaat Nabi dengan paling bertauhid? Ketika Abu Hurairah bertanya, "Man asadunasi bisyafaatika yaumalqiamah?" Siapa orang paling bahagia mendapatkan syafaatmu? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Manqala lailahaillallah khison min qolbihi." Yaitu yang mengucapkan lailahaillallah ikhlas dari hatinya. Yang paling ikhlas, yang paling bertauhid, yang paling banyak mendapatkan syafaat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Susah kalau orang pergi ke dukun pakai jimat, bergantung kepada makhluk. tawakalnya kepada bosnya susah. Susah tay. Kemuliaan berikutnya yang dirasakan oleh yang bertauhid. Orang yang paling bertauhid adalah orang yang paling ringan hisabnya. Semakin sempurna tauhid semakin tidak dihisab. Kenapa? Karena orang yang paling bertauhid dia senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah. Dia selalu mempasrahkan urusannya kepada Allah. Seperti berkata mukmin ahli Firaun. Dan aku serahkan urusanku kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya ketika Rasulullah bercerita tentang 70.000 orang masuk surga tanpa azab tanpa hisab, Nabi mengatakan mereka orang yang bertawakal. Humadina la yastarquun w yakun yatarun waim yatawakalun. Mereka tidak pernah minta dirukiah suruh orang lain rukiah. Mereka enggak pernah tawakal sama Allah. Mereka tidak pernah berobat dengan besi yang dipanaskan karena mereka bertawakal kepada Allah. Mereka tidak percaya sama tatayyur, tidak kaitkan nasib dengan burung, dengan suara, tapi mereka kaitkan nasib mereka dengan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Waim yatawakalun. Dan mereka dalam segala urusan mereka bertawakal kepada Allah seperti ini tidak dihisab. Kenapa tidak dihisab? Rahasianya karena dia sudah serahkan urusan sama Allah. Ya Allah, kau yang urus. Kalau Allah yang ngurus, ngapain saya dihisab? Wong yang ngurus siapa? Allah. Saya dihisab. Kalau saya ngurus, ketika seorang sudah murni menyerahkan urusannya kepada Allah, maka Allah tidak menghisab dia lagi. Kalau mau dihisab, ya Allah hisab dirinya sendiri. Logikanya demikian. Maka semakin dia sering menyerahkan urusan kepada Allah, dia semakin tidak dihisab. Kalau totalitas dia bertawakal, dia tidak dihisab. Kenapa? Karena dia sudah serahkan urusan kepada Allah. Ya Allah, ini hanya kemampuanku. Aku hanya berusaha. Aku serahkan urusanku kepadamu. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling kuat tawakalnya. Selalu berdoa kepada Allah. Makanya, Ikhwan, saya nasihati diri saya, ke mana-mana sering berdoa itu menunjukkan tawakal. Naik kendaraan berdoa, mau safar berdoa, pulang dari safar berdoa, mau masuk suatu negeri berdoa. Sehingga kita selalu berdoa. Dan doa adalah bentuk tawakal kita kepada siapa? Allah. Serahkan urusan sama Allah. Semakin orang bertauhid, semakin bertawakal, maka semakin ringan hisabnya. Kalau tawakalnya totalitas, dia tidak dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala. Emang hisab gampang? Hisab tu ngeri. Akan ditanya oleh Allah, "Kenapa begini? Kenapa begitu? Dari mana?" Tanya duit. "Dari mana duitmu?" E, "erus ke mana duitmu?" Bingung jawabnya. Gak usah kita tanya dagang. Tanya kita haji saja dari mana visamu? Bisa jawab. Kalau visanya enggak benar bingung. Zalim sama orang enggak pakai visa begituan. Kalau ditanya sama Allah bingung. Itu ibadah. Padahal hisab tuh enggak enak, susah. Maka kalau semakin bertawakal sama Allah semakin sedikit hisab. Dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Orang masih ngantri-ngantri. Asalamualaikum di luar ya. Harus sering bertauhid, bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antara kemuliaan yang Allah berikan kepada ahli tauhid, maka mereka juga diberi kesempatan untuk memberi syafaat kepada orang lain dengan izin Allah subhanahu wa taala. Manalladzi yasfaahu illa biidnih. Siapa yang bisa memberi syafaat di sisi Allah kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa taala? Ya, yang berhak untuk beri syafaat hanyalah ahli atauhid. Ya, kalau tidak ahli tauhid gimana? Bisa beri syafaat. Beri syafaat. Dia berhak mendapatkan syafaat dan dia juga mungkin bisa beri syafaat dengan izin Allah. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Syafaati liahlil kabair min umati." Rasulullah syafaat mencakup orang-orang pelaku dosa besar. Dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Likulli nabiin dakwatun mustajabah." Setiap nabi punya doa pasti dikabulkan. Wa inni dakwati. Adapun saya punya doa pasti dikabulkan. Saya tidak minta di dunia, saya pengin dikabulkan di akhirat. Ya syafaatan diumati ya fahya nailatun insyaallah man umrillah saya tunda doa saya supaya dikabulkan di akhirat sebagai apa? Sebagai syafaat bagi umatku. Syafaatku ini akan mengenai kata Nabi nailatun insyaallah akan mengenai insyaallah siapa saja siapa yang meninggal dari umatku tidak berbuat syirik sama sekali. Jadi semakin orang bertauhid semakin dapat syafaat yang banyak. Dan dia juga kalau minta, "Ya Allah, izinkan saya beri syafaat kepada kawan, kepada keluarga." Dia bisa minta sama Allah. Kalau dia bertauhid, mungkin Allah kasih izin dia untuk beri syafaat kepada orang lain. Untuk meninggikan derajat atau untuk mengeluarkan dari neraka atau supaya tidak masuk neraka. Ini syafaat yang mungkin terjadi pada hari kiamat kelak. Dan ini bentuk pemuliaan Allah kepada ahli tauhid. Tapi demikian saja kajian kita. Wabillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya pamit sekalian insyaallah hari ini balik ke Jakarta. Mudah-mudahan kita ketemu lagi di dunia atau di surga. Insyaallah semoga Allah pertemui kita di surganya. Amin ya rabbal alamin. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.