MEIKARTA! FUTURE CITY PLAN ENDS UP AS SUBSIDIZED FLAT HOUSINGS?
08TGApTudVc • 2026-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Terus 2 tahun kemudian, geng, tepatnya
di tanggal 5 Desember 2022, anggota
Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen
Meakarta atau PKPKM yang beranggotakan
lebih dari 100 orang pembeli apartemen,
akhirnya mereka mengadu ke DPR. Mereka
sempat mengadukan persoalan adanya
kegagalan serah terima unit ya ke pihak
DPR atas masing-masing anggota
perkumpulan pada tanggal 23 Juni 2022
dan juga mereka mengadukan ke Presiden
pada tanggal 27 Juni 2022. Dan komunitas
tersebut menganggap PTMSU selaku pemilik
Mayikarta seperti enggak punya itikat
baik katanya untuk membangun
apartemennya atau mengembalikan dana
dari para pembeli atau justru membayar
kompensasi atas kerugian yang dialami
oleh para pembeli. Enggak ada sama
sekali. Kalian bayangin aja ya para
pembeli ini udah ambil kredit ya me
kartanya atau unitnya enggak ada, tapi
mereka harus cicil terus tuh sampai unit
mereka lunas tapi unitnya enggak ada.
Geng, ada yang ingat enggak dengan iklan
ini? Nah, itu adalah iklan Mayakarta.
Cara mudah untuk menggapai cita. Kita
lupa [musik]
semua ini dapat menjadi milik kita.
Jadi kemarin gua sempat membuat polling
yang gua post di YouTube community yang
mana banyak dari kalian memilih ingin
mendengarkan pembahasan tentang skandal
mearta. Nah, gua mau infoin juga nih ke
kalian ya. Nantinya ke depan gua bakal
sering nih bikin polling pilihan
pembahasan di community channel Kamar
Jerry. Jadi, kalian bisa pilih apa yang
ingin kalian dengar di channel ini. Dan
topik yang menjadi pilihan paling
banyak, nah itu yang bakal kita bahas.
Tadi gua udah sempat mention ya, kita
hari ini bakal membahas mekarta, yaitu
sebuah proyek yang sempat eksis di tahun
2010 dan digembar-gemborkan ini akan
menjadi sebagai proyek kota modern atau
kota masa depan yang berlokasi di
Cikarang. Dan bahkan dikatakan Meikarta
ini adalah Jakarta versi masa depannya.
Kota Mikarta akan menjadi pusat
perekonomian baru di koridor Jakarta
Bandung.
Keberadaan Meikarta diharapkan dapat
menarik minat banyak investor dan
menimbulkan efek berganda pada
perekonomian nasional.
Pada tahap pertama, pembangunan Mearta
bisa menyerap 65.000 hingga 80.000
pekerja. Proyek ini juga melibatkan
banyak pengusaha atau supplier yang
memasuk barang-barang produksi dalam
negeri.
Dengan banyaknya fasilitas mewah, pusat
bisnis sampai dengan sistem transportasi
yang terintegrasi yang sudah dijanjikan
oleh pengembangnya. Ya, di saat itu
banyak investor dan pembeli unit
tertarik untuk berinvestasi dan membeli
unit di sana. Nah, karena memang pada
saat itu iklan dan promosi mekarta ini
masif banget. Dulu pasti kalian sering
banget lihat iklannya di TV. Nah, tapi
seiring berjalannya waktu mulai
kelihatan nih kalau apa yang dijanjikan
itu enggak pernah terwujud. Mulai dari
pembangunan Mearta yang enggak jelas
berjalannya seperti apa, enggak sesuai
dengan rencana dan sampai saat ini ya
sebagian besar kawasannya malah ya belum
terealisasikan atau belum selesai.
Aktivitas konstruksinya terlihat
terhenti di banyak titik. Sementara
kejelasan mengenai kelanjutan proyeknya
enggak pernah benar-benar disampaikan
secara transparan. Nah, akibatnya, Geng,
muncul berbagai keluhan dari pembeli dan
investor yang merasa rugi. Nah, banyak
dari mereka yang kecewa ya. Duitnya
enggak balik, unitnya juga enggak dapat,
bahkan setelah bertahun-tahun lamanya.
Nah, hal ini menimbulkan pertanyaan
besar. Apa yang sebenarnya terjadi
dengan proyek Mearta? Dan bahkan
baru-baru ini kabarnya Meikarta ini
bakal dijadikan rusun subsidi. Jadi,
apartemennya itu bakal dijadikan rusun
subsidi oleh pemerintah. Kok bisa gitu
ya? Dan juga mungkin di antara kalian
yang waktu itu masih kecil-kecil ya
belum paham apa itu Mearta ya bisa gua
katakan Mearta ini ibaratnya itu ya kota
impian yang lebih dulu dibangun sebelum
pick tapi gagal justru pick lah yang
berhasil. Nah hari ini gua pengen ngajak
kalian untuk membahas tentang mearta
ini. Bagaimana awal mulanya sampai
dengan perkembangannya di tahun 2026.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry,
Genggeng. Beli iPhone baru yang
kapasitasnya paling kecil dan murah
enggak masalah. Tinggal tambahin SSD
supaya kapasitasnya jadi lebih besar.
Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang
tadinya cuma 256 gig, sekarang malah
jadi 756
gig. bikin video cinematik ataupun foto
udah gak khawatir lagi memori bakal
penuh. Udah gitu proses pemindahan
datanya juga cepat banget. Nih, kita
bandingin pemindahan data pakai SSD
dengan pemindahan data pakai airdrop.
Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini
harganya juga murah banget terjangkau
daripada kalian beli iPhone versi
terbaru dengan harga yang mahal. Hanya
karena perbedaan kapasitas memori yang
mendingan beli yang paling murah
ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone
kalian jadi berkapasitas [musik] besar.
Udah gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa
ke mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau
langsung aja check out linknya udah ada
di bawah. Untuk pembahasan yang pertama
gua pengen ngajak kalian untuk mengerti
dulu apa itu proyek kota Meikarta.
Oke, sebelumnya gua mohon maaf ya, Geng,
kalau suara gua agak sedikit bindeng dan
kondisinya agak sedikit berbeda ya.
Karena sekarang cuaca lagi enggak jelas
ya, pancaroba dan kayaknya gua terserang
flu nih. Jadi, beberapa hari ini tuh
kayak aduh, badan enggak enak, kepa
pusing gitu. Tapi kita tetap berbagi
informasi di sini. Oke, Meikarta ini
adalah sebuah proyek atau mega proyek
yang resmi diluncurkan pada tanggal 17
Agustus 2017 yang bertepatan dengan hari
kemerdekaan Indonesia. Proyek tersebut
berlokasi di kawasan Cikarang, Kabupaten
Bekasi yang dekat banget dengan jalan
tol Jakarta, Cikampek. Mungkin ada yang
dari kalian yang merupakan warga sana,
boleh nih bagi-bagi informasi di kolom
komentar. Pihak developer atau
pengembang dari Mearta itu adalah PT
Mahkota Sentosa Utama atau MSU yang
merupakan anak perusahaan dari PT
[musik] Lipo Cikarang atau LPCK dari
Lipo Grup. Di saat itu sang pemilik
yaitu James Riadi yang menjabat sebagai
Presiden Lipo Grup memberikan nama
Meikarta dari dua kata yaitu Mei dan
Karta. Mei diambil nama dari ibunya
sedangkan Karta berarti ya sesuai dengan
kota Jakarta gitu. Jadi ini adalah kota
ibunya dia gitu geng. Dengan kata lain,
Mearta ini dipersembahkan oleh Pak James
Riadi untuk sang ibu untuk mengenang
sang ibu. Dan arti dari Mearta ini
sejalan dengan tujuan dari dibangunnya
kota Mearta geng. yaitu untuk mengurangi
kebadatan penduduk yang sudah terlalu
banyak di Jakarta.
Semoga semua datang ya. Yang mau tinggal
semalam sebelumnya cepat daftar supaya
malam-malam menikmati kota di sana. Kita
ada ee Sahit Lipo Hotel, kita ada hotel
juga Aksia yang sama Toyota. kita ada
beberapa tempat bisa tinggal silakan
kalau memang bisa ee spend the weekend
nih.
Di saat itu ya dengan dibangunnya Mearta
di lokasi yang sangat strategis diapit
oleh dua kota yaitu Jakarta dan Bandung
ya diharapkan ini bisa mengurangi
kepadatan penduduk. Jadi banyak orang
tuh yang pindah ke daerah Myikarta sana.
Dan selain itu lokasi Meikarta juga
berada di sekitar perusahaan-perusahaan
multiasional yang tentunya memiliki
jumlah karyawan mencapai ratusan ribu
atau bahkan ya jutaan orang. Jadi
diharapkan mereka-mereka yang bekerja di
sana tuh bisa tinggal di Mekarta, enggak
perlu bolak-balik ke Jakarta lagi. Nah,
Mearta menjadi sebuah proyek kota dengan
menjanjikan kenyamanan, keamanan,
ketentraman, terus kota modern ya yang
mana disebut-sebut bisa mengatasi
berbagai masalah yang ada di Jakarta,
termasuk masalah tempat layak huni ya.
Kita tahu ya di Jakarta itu padat banget
penduduknya dan banyak ya rumah-rumah
yang tidak layak huni. Kalian bisalah ke
Jakarta Utara sana, ke daerah Periuk
sana. Kalian bisa lihat bagaimana
masyarakat kita masih ada yang tinggal
dempet-dempetan. Bahkan ada yang satu
rumah tuh 13 orang yang hidup di sana
dan bahkan berganti-gantian mereka
tidur. Nah, jadi solusinya dengan adanya
mearta ini diharapkan semuanya bisa
teratasi gitu, Geng. Mearta ini memang
dibangun untuk kelas menengah, Geng.
Menengah ke bawah gitu ya. Sehingga
harga yang ditawarkan itu untuk satu
unit apartemen dan tanah itu terjangkau
banget. Jadi walaupun ee dikatakan kota
masa depan, bukan berarti yang tinggal
di sana bakal orang-orang kaya.
Contohnya kayak dipik. Enggak. Dan
ditambah juga dengan sistem kredit yang
ringan tentunya bakal menjadikan semua
orang bisa memiliki hunian layak ya
secara pribadi. Dan pada saat itu Mearta
yakin banget mereka bisa menarik ratusan
bahkan ribuan penghuni karena kebanyakan
ya orang Indonesia khususnya di Bekasi,
Jakarta dan sekitarnya udah mulai
kesulitan memiliki rumah pribadi ya.
solusinya mearta dan setiap tahun harga
tanah juga selalu meningkat sehingga
banyak orang yang berpikir ee dua kali
gitu untuk punya rumah pribadi di
Jakarta. Fasilitas yang dijanjikan juga
enggak main-main, Geng. Karena di Mearta
ini ditawarkan segala fasilitas seperti
pendidikan, sarana hiburan seperti mall,
kemudian ada rumah sakit, dan berbagai
fasilitas lain. Dikatakan juga nantinya
Mekarta bakal ada ratusan gedung
pencakar langit yang akan memenuhi
segala kebutuhan bagi para penghuninya.
Nah, tata kotanya juga rapi. Mungkin
seperti kota-kota besar yang ada di luar
negeri gitulah, Geng. Meskipun ya proyek
Mekarta ini diresmikan tahun 2017, tapi
Pak James Riadi bilang kalau Mearta itu
sebenarnya udah dirancang dari jauh-jauh
hari, yaitu sejak tahun 2014 dan
pembangunannya sudah dimulai sejak bulan
Januari 2016. Rencana awalnya itu adalah
membangun 100 gedung apartemen
bertingkat yang awalnya itu sebanyak
400.000 unit yang bakal berjalan hingga
bulan Desember 2018. Dan terus ada 10
rumah sakit internasional mall dan juga
pusat bisnis seluas 1,5 hektar. Terus
ada Silikon Valley khas Indonesia juga.
Nah, Silikon Valley ini adalah sebuah
tempat di bagian selatan San Fransisco
yang ada di California, Amerika sana
gitu ya. Nah, ini bakal dibikin juga
versi e replikanya di Mearta tadinya.
Dan area di Mekarta ini diberikan
julukan sebagai Silicon Valley karena di
sana ada banyak perusahaan yang bergerak
di dalam bidang komputer dan
semikonduktor. Jadi mirip-mirip gitu,
Geng. Nah, terus ada pusat riset juga
pusat industri lebih dari 150 sekolah
mulai dari SD sampai SMA, perpustakaan,
gedung opera, dan berbagai fasilitas
lain di lahan seluas 1,5 juta m².
Gede banget, Geng. Benar-benar wah gila
deh. Kalau emang jadi tuh jadi kota
impian sih. Pak James Sriadi juga
mengklaim kalau Mearta ini nantinya bisa
menyerap sekitar 65.000 pekerja dan
menyediakan tempat tinggal bagi 2 juta
penghuninya. Nah, jadi cukup menjanjikan
gitu, Geng, ya. Terus, Geng, tadi kan
gua sempat bilang ya, kalau di tahun
2017-an iklan Marta itu bersileweran
terus di TV. Di iklannya itu isinya
tentang janji manis terkait apa saja
yang nantinya bakal disediakan oleh
Meakarta kepada penghuninya atau calon
penghuninya. Nah, kalimat yang paling
terkenal itu yang mungkin memorable
banget ya untuk banyak orang adalah aku
ingin pindah ke Mearta. Ya, ada yang
ingat enggak nih? Mungkin yang
milenial-milenial nih apa ya tahu gitu.
Kalau Gen kayaknya udah kejauhan ya di
milik kita.
Aku ingin pindah ke Mikarta.
Dan menurut informasi dari media tempo
ya, sebuah lembaga pemasaran yang
bernama Nilsen E itu bilang kalau
sepanjang tahun 2017 belanja iklan
Indonesia itu mendongkrak, Geng. Nah,
hal tersebut bisa terjadi karena salah
satunya ya karena kontribusi Mearta yang
mencapai lebih dari 1,5 triliun cuma
untuk promosi proyek itu. Jadi iklannya
aja udah mahal banget. 1,5 triliun biaya
iklannya biar bisa tampil di TV. Kalau
itu adanya zaman sekarang gua rasa
influencer-influencer atau
youtuber-youtuber kayak gua udah
mempromosikan juga kali ya kan. Nah,
bayangin aja, Geng, untuk iklan sebegitu
ee mahalnya, sebegitu besarnya biaya,
apalagi untuk pembangunan proyeknya.
Makanya enggak heran kalau mekakarta ya
disebut sebagai proyek ambisius. Banyak
orang yang pada akhirnya setelah
terus-menerus terpapar oleh iklan
mekarta, mereka memutuskan untuk membeli
unit di Meakarta dengan harapan apa yang
dijanjikan itu adalah sesuatu yang bisa
mereka dapatkan nanti setelah mereka
pindah ke Meakarta. Nah, tapi geng di
dalam perjalanannya mulai banyak masalah
nih yang muncul dari pengembang Mearta
ini. Seperti apa? Sekarang kita bakal
bahas permasalahan proyek mekarta ini.
Jadi meskipun tadi gua sempat bilang
kalau Mecarta itu diresmikan di tanggal
17 Agustus 2017, ternyata sebelum
diresmikan sebenarnya masalah dari
Meakarta ini udah muncul, Geng. Jadi di
saat itu Pak Dedi Miswar yang kebetulan
saat itu dia menjabat sebagai wakil
gubernur Jawa Barat udah bilang kalau
status pembangunan dan pemasaran Mearta
itu dihentikan hingga ada rekomendasi
dari izin legal. Nah, ternyata
permasalahan izin nih, Geng. Dan Pak
Dedi Misuar mengungkapkan bahwa
pembangunan Mearta itu melanggar
peraturan daerah nomor 12 tahun 2014
tentang pengelolaan pembangunan dan
pengembangan metropolitan dan juga
pertumbuhan Jawa Barat. Nah, Pak Dedi
itu sempat periksa terkait perizinan
Mearta, tapi ternyata belum ada
permohonan izin ya, malah belum ada
izinnya malah dipasarkan gitu. Pak De
Miswar juga bilang bahwa Pemprov Jawa
Barat pada saat itu sedang merencanakan
pembangunan tiga kota metropolitan yaitu
Bandung Raya, Cirebon Raya, dan ee Bode
Bekapur namanya yaitu singkatan dari
Bogor, Depok, Bekasi, Karawang,
Purwakarta yang bakal menjadi
kembarannya Jakarta. Jadi kesannya kayak
antara pemerintah dengan pengembang
swasta lagi bersaing gitu, Geng. Ya,
dikatakan juga ya pembangunan Mearta
yang ada di Cikarang, Kabupaten Bekasi
justru belum mencantumkan izin dari
Pemprov padahal masuk ke dalam salah
satu wilayah metropolitan yang dirancang
oleh Pemprov Jaber. Dan Pak Dedi itu
khawatir kalau nantinya pembangunan dan
pemasaran tanpa izin yang dilakukan oleh
Meakarta bisa berpotensi terjadinya
tindak kriminal. Beliau juga bilang,
beliau khawatir pembangunan kawasan itu
berdampak buruk pada wilayah sekitar
karena perizinan, termasuk analisis
mengenai dampak lingkungan atau AMDAL
yang belum dilakukan. Nah, jika memiliki
niat baik, Pak Dedi menyarankan agar
pengembang melakukan pembangunan sesuai
dengan prosedur yang ada disertai dengan
kewenangan dan substansinya. Nah, di
dalam informasi lain nih, Geng, PMPR
Jaber itu cuma memberikan rekomendasi
izin itu cuma sekitar ee apa ya, 84,6
hektar doang. gak sampai ribuan dan
jutaan hektar kayak tadi. Tapi sementara
itu keterangan dari Pak Ketut Budi
Wijaya selaku CEO Meekarta, awalnya
Mearta ini mendapatkan izin untuk 350
hektar termasuk untuk proyek Orange
County dan izin perluasan hingga 500
hektar. Nah, jadi ada perbedaan paham
nih antara pemerintah dengan
pengembangnya, Geng. Nah, jadi ketentuan
terkait perda tersebut pernah
disampaikan oleh Pak Dedi ya sewaktu
beliau bertemu dengan eh presiden Lipo
Grup yaitu Theo Lambuaga.
Jadi pernah disampaikan tuh dan saat itu
Pak Teo El Sambuaga ini bilang kalau dia
menemui Pak Dedi Miswar untuk melaporkan
perkembangan proyek Mearta dan dikatakan
pada saat itu pihak Lipo mendapatkan
arahan terkait pengkoordinasian dengan
perencanaan PEMPR Jabar yang sesuai
dengan Perda dan Pak Teo bilang pihak
mereka bersedia menyesuaikan proyek itu
agar terintegrasi ya sesuai dengan
rencana metropolitan yang dirancang oleh
pemerintah provinsi geng di tahun 2018
nih Geng Meakarta itu sempat tertimpa
isu berkali-kali Yang pertama itu
terjadi di sekitar bulan Mei 2018 yang
mana pada saat itu PT MSU pengembang
dari Mega Proyek Mearta sekaligus anak
perusahaan dari PT Lipo Cikarang itu
digugat pilot oleh dua vendornya yaitu
PT Relis Trans Logistik dan PT Imperia
Cipta Kreasi. Kedua perusahaan tersebut
adalah perusahaan event organizer ya
tapi PT Imperia Cipta Kreasi juga
bergerak di bidang advertising dan
periklanan. Nah, jadi jangan heran ya
kenapa iklan backarttered tuh masif
banget dan banyak banget. Nah,
pendaftaran gugatan tersebut dilakukan
pada tanggal 24 Mei 2018 ke Pengadilan
Niaga Jakarta Pusat dan mulai menjalani
sidang perdana pada tanggal 5 Juni tahun
2018. Geng, ada sembilan pokok gugatan
yang diajukan kepada PTMSU ini. Inti
dari gugatannya itu yaitu menetapkan
PTMSU dalam keadaan penundaan kewajiban
pembayaran hutang sementara atau PKP
dengan segala akibat hukumnya. Terus
selain itu, para penggugat juga meminta
majelis hakim untuk menetapkan sebanyak
en orang pengurus dan kurator di dalam
proses PKPU PTMSU. Nah, ketika itu
direktur komunikasi Lipo Grup yang
bernama Pak Danang Kemayan Jati dia
bilang setiap tagihan yang sah selalu
diselesaikan oleh pihak Lipo Grup ya
sesuai hukum yang berlaku gitu. Tapi
menurut Pak Danang selalu ada kasus
terkait vendor yang mengajukan tagihan
enggak jelas dan enggak melampirkan
bukti. Nah, jadi dari pihak PTMSU-nya
justru bilang kalau kedua vendor
tersebut yang menuntut tadi ya itu
melakukan penipuan dengan menuduh PTMSU
yang tidak membayar kewajiban mereka.
Nah, cuma geng singkat ceritanya
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu
akhirnya mengeluarkan pernyataan yang
menyatakan menolak permohonan PKPU yang
dilayangkan oleh kedua perusahaan tadi
kepada Mearta. Dengan kata lain, Mearta
pun lolos dari jeratan hukum. Nah, jadi
di saat itu tuh ya bisa dikatakan kuat
bangetlah Mearta ini karena permasalahan
terkait gugatan pilit terhadap PTMSU ya
dikatakan ini membuat investor asal Cina
jadi mundur dari proyek Mearta adanya
pelepasan saham hingga perusahaan yaitu
PT Total Bangun Persada selaku
kontraktor pelaksana itu akhirnya
menghentikan pekerjaan mereka. Ada
sekitar 15 subkontraktor yang menggarap
proyek ini tadinya geng. yaitu ada PT
Rajawali Karya Gemilang, ada CV Indah
Jaya, CV Agung Putra, CV Putra MARP,
terus ada CV Suryajaya Gemilang, terus
ada PT Bumi Graha Perkasa dan PT Satria
Gesit Perkasa. Kemudian ada lagi PT
Karya Logam dan PT Jaya Abadi Alumindo
Abadi, PT Lancar Jaya dan masih banyak
lagi. Ini gua tampilin aja ya.
Dan yang paling gongnya ya, Mearta
tersandung isu suap nih, Geng. di
tanggal 18 Oktober 2018 yang mana pada
saat itu ya KPK sempat menggeledah dua
lokasi yang terkait dengan kasus
tersebut yaitu kantor Lipo Cikarang dan
Antero Hotel. Nah, pihak KPK juga
menetapkan Billy Sindoro selaku eh
direktur operasional DIPO Group sebagai
tersangkanya. Nah, Pak Billy ini dituduh
menyuap Bupati Bekasi yang bernama
Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah kepala
dinas di Kabupaten Bekasi. Dan Neneng
serta kepala dinas diduga dijanjikan
uang 1 miliar oleh pengembang Lipo Grup.
Dan selain Pak Billy tadi, KPK juga
menetapkan tiga orang lain sebagai
tersangka pemberi suap di dalam kasus
ini. Yaitu ada yang namanya Tarudi,
terus ada yang namanya Fitra Jaya
Purnama yang mana merupakan konsultan
Lipo Grup. Nah, terus ada satu tersangka
yang merupakan pemberi suap lain yaitu
adalah Henry Jasman yang merupakan
pegawai dari Lipo Grup. Total ada 9
orang geng yang dijadikan tersangka oleh
KPK di dalam kasus ini.
KPK meningkatkan status penanganan
perkara di kepenyelidik kepenyidikan
dengan semilan orang sebagai tersangka.
Terus geng di dalam persidangan terkait
kasus ini, Fitra Jaya Purnama
mengungkapkan kalau uang suap ini enggak
cuma mengalir ke pejabat Pemkap Bekasi
melainkan juga ada ke pejabat Pempr Jawa
Barat. Nah, pejabat yang disebutkan oleh
Fitra menerima suap ini adalah Kepala
Seksi Pemanfaatan Ruang pada bidang
penataan ruang Dinas Bina Marga dan
penataan ruang atau BMPR Provinsi Jawa
Barat yang bernama Yani Firman. Nah,
fitra ini bilang kalau Yani ini menerima
Rp1 miliar untuk mempercepat penerbitan
rekomendasi dengan catatan atau RDC dari
Pemprov Jawa Barat. Nah, RDC ini
penting, Geng, untuk mengurus ee izin
proyek Mearta di Pemkap Bekasi. Dan di
dalam persidangannya, fitra ini juga
bercerita kalau dia diajak mengurus izin
proyek Mearta oleh Henry Jasm. Dia pun
secara khusus diminta oleh Billy Sindoro
juga untuk mengawal perizinan Mearta
yang sempat mandek. Agenda pertamanya
adalah menghadiri rapat di Direktorat
Jenderal Otonomi Daerah Kementerian
Dalam Negeri atau Dirjen Odda Kemendagri
yang mana ini juga dihadiri oleh
perwakilan dari Lipo Cikarang yang
bernama Pak Edi Dwi Susianto.
Nah, di dalam rapat tersebut ya ada tiga
hal yang harus dituntaskan, Geng. Yang
pertama itu pihak Lipo ini harus
melengkapi permohonan. Kedua, pihak
Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah
atau BKPRD Provinsi Jabar harus
memberikan RDC atau RDC. Terus yang
ketiga, Pemkap Bekasi harus melakukan
percepatan perizinan. Hal ini harus
dilakukan agar rekomendasi Gubernur Jawa
Barat pada saat itu bisa turun dan semua
hasil dari pertemuan itu disampaikan
kepada si Pak Billy. Nah, di dalam
pertemuan selanjutnya di BKPRD Jaber,
Pak Fitra itu menjadi perwakilan dari
Lipo Cikarang. Di dalam rapat tersebut,
Pak Fitra ini menuntut agar Pempr Jawa
Barat menerbitkan RDC sehingga proyek
Mekarta bisa kembali berjalan. Udah
mulai goyang-goyang tuh, Geng. Udah
mulai enggak ada kejelasan tuh soal
nasib dari Mearta di saat itu. Dan usaha
Pak Fitra ini ternyata berhasil karena
RDC-nya akhirnya keluar. Nah, namun
untuk bisa mendapatkan RDC, Pak Fitra
ini harus memberikan uang kepada Yan
sejumlah yang sudah gua jelaskan
sebelumnya. Apa yang diucapkan oleh Pak
Fitra tersebut mengkonfirmasi salah satu
dakwaan untuk Pak Billy bahwa dalam
rangka mempercepat proses penerbitan RDC
Pemprov Jawa Barat, Pak Fitra Henri dan
Taryudi memberikan uang dalam amplop
sejumlah 90.000 Singapura kepada Pak
Yani. 90.000 itu mungkin di masa itu
kali 10.000 aja, Geng. Dikatakan kalau
total suap yang diberikan itu sekitar
Rp16 miliar dan ada lagi 270.000
Singapura. atau sekitar Rp2 miliar. Nah,
khusus untuk Neneng dia disebutkan
menerima suap sebesar Rp10,8 miliar.
Gila enggak tuh angka korupsinya, angka
suapnya enggak main-main. Nah, di tahun
2018 ya sempat ada isu terkait masalah
yang datang bertubi-tubi terhadap Mearta
ini yang membuat pihak dari para
marketing Mearta terancam enggak gajian
adanya penjualan unit palsu di Mearta
yang merupakan paksaan pembelian yang
dilakukan oleh Mearta juga. Nah, tapi
isu ini ditepis oleh pihak Mearta dan
enggak bisa dibuktikan juga.
Nah, terus geng di tahun 2020 salah satu
pengurus PKPU MSU yang bernama Muhammad
Arifudin itu bilang kalau total tagihan
yang masuk dalam piutang sementara PTMSU
udah mencapai 7,015
triliun. Gila enggak? Yang berasal dari
total 15.72
kreditur. Nah, jumlah tagihan tersebut
disampaikan kreditur yang terdiri atas
kreditur perorangan maupun vendor dan
perusahaan sampai dengan batas akhir
pengajuan tagihan pada hari Kamis
tanggal 26 November 2020. Sementara itu
ya tercatat ada total ee tagihan sebesar
kurang lebih 3,5 triliun yang berasal
dari empat perusahaan yang masuk dalam
kategori tagihan yang dibantah oleh
pengurus. Nah, ada juga tagihan yang
masuk di luar periode batas waktu
pelaporan yang tercatat lebih dari R0
miliar yang berasal dari 112 kreditur.
Dan pada saat itu ya, Mearta secara
resmi ditetapkan dalam keadaan penundaan
kewajiban pembayaran hutang sementara
atau PKPU.
Terus 2 tahun kemudian, geng, tepatnya
di tanggal 5 Desember 2022, anggota
Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen
Mearta atau PKPKM yang beranggotakan
lebih dari 100 orang pembeli apartemen,
akhirnya mereka mengadu ke DPR. Mereka
sempat mengadukan persoalan adanya
kegagalan serah terima unit ya ke pihak
DPR atas masing-masing anggota
perkumpulan pada tanggal 23 Juni 2022
dan juga mereka mengadukan ke Presiden
pada tanggal 27 Juni 2022. Dan komunitas
tersebut menganggap PTMSU selaku pemilik
Mayikarta seperti enggak punya itikat
baik katanya untuk membangun
apartemennya atau mengembalikan dana
dari para pembeli atau justru membayar
kompensasi atas kerugian yang dialami
oleh para pembeli. Enggak ada sama
sekali. Kalian bayangin aja ya para
pembeli ini udah ambil kredit ya
kartanya atau unitnya enggak ada, tapi
mereka harus cicil terus tuh sampai unit
mereka lunas tapi unitnya enggak ada.
Nah, di saat itu ketua dari PKPKM yang
bernama Aib Muliana itu menjelaskan
kalau surat mereka ke DPR yang berisi
permintaan atau permohonan agar para
anggota dewan bisa membantu para korban
dari Meikarta ini untuk memperoleh
hak-haknya sebagai konsumen yang selama
ini terabaikan dan seolah-olah
dipermainkan oleh PT MSU. Nah, dia juga
mengklaim bahwa semua pembeli yang
tergabung di dalam PKPKM tersebut belum
ada satuun yang melakukan serah terima
atau ya udah punya unit sama sekali itu
enggak ada. Nah, tapi di saat itu ya
PTMSU ini bukannya memenuhi keluhan dari
PKPKM ini. Mereka malah menggugat 18
orang anggota PKPKM secara perdata ke
Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada
tanggal 23 Desember 2022. Udah orang
dirugikan, orang juga dilaporkan. Dan di
saat itu Pak A Mana itu bilang kalau
pihak mereka kurang paham juga kenapa
mereka bisa dituntut. Padahal kan mereka
cuma minta hak mereka. Dan Pak Ay
menduga gugatan tersebut disebabkan
karena isi spanduk-spanduk termasuk
kata-kata oligarki yang ada pada spanduk
saat para pembeli melakukan demo atau
orasi di depan gedung DPR tepat pada
bulan Desember 2022. Nah, kata-kata
itulah atau kalimat-kalimat itu yang
dilaporkan sebagai pencemaran nama baik
gitu loh, Geng.
Tapi pada akhirnya di tahun 2023 PT MSU
mencabut gugatan tersebut. Jadi gugatan
terhadap 18 anggota PKPKM ini dicabut
gitu. Enggak jadi digugat gitu. Padahal
gugatannya gede banget yaitu sebesar
Rp56 miliar. Gila. Aduh kan masyarakat
kurang mampu ya. Dimintah R6 miliar
ambil dari mana. Nah dan itu dia geng ya
benang kusut yang dialami oleh Mearta.
masalah yang datang bertubi-tubi dan
sampai saat ini Mearta itu masih
berdiri, masih ada. Ya, bagaimana
kabarnya? Nah, gua pengin ajak kalian
untuk bahas kondisi terkini meikarta
yang kabarnya sih udah berubah total.
Kita bahas.
Di saat ini memang sudah ada beberapa
bangunan yang berdiri di Meikarta, namun
ada yang tidak berpenghuni juga, Geng.
Meskipun begitu, pihak dari Lipo sempat
menyebutkan kalau pembangunan Mearta itu
terus berlanjut, cuma tidak terlihat
adanya kemajuan yang signifikan. Jadi
kayak pelan banget gitu. Di tahun 2025
cuma ada 18.000 unit yang akhirnya
terjual dengan 4.800 unit yang sudah
diserah terimakan sampai tahun 2022.
Jadi dari 18.000 unit itu cuma ada 4.800
yang udah ada penghuninya gitu.
Rencananya nih, Geng. Pembangunan ini
bakal berlanjut sampai tahun 2027 nanti
dengan target serah terima unit secara
bertahap. Ada rambu jalan yang
bertuliskan Anda memasuki kawasan
Mekarta dan rambu itu berdiri di atas
jalan raya yang bersebelahan dengan
lahan kosong dan beberapa gedung yang
masih dalam tahap pembangunan. Nah, dari
jarak dekat ya pengunjung bisa melihat
sekitar 16 tower apartemen yang
menjulang tinggi yang berada di area
yang dikenal sebagai Distrik One.
Mayoritas tower apartemen dan tinggi ini
memiliki lebih dari 15 lantai dengan
lantai dasar diisi oleh berbagai
toko-toko dan kios yang menawarkan
makanan dan minuman lah. Jadi selayaknya
apartemen gitu. Nah, suasana di area
ruang publiknya juga cukup ramai gitu
ya. Berbanding terbalik dengan kondisi
di bagian tower-tower apartemen lain
yang terlihat cukup sepi dari ratusan
unit di setiap tower. Banyak di
antaranya yang tidak terisi penghuni
alias kosong. Meskipun begitu, ada
beberapa unit yang sudah dihuni.
Sementara itu, ada tower yang masih
dalam proses pembangunan. Dan dari
informasi yang gua dapatkan di media
Tribun News nih ya, ada salah satu
penyewa apartemen Meikarta yang bilang
kalau dia menyewa unit tersebut sebagai
tempat tinggal selama dia kuliah dan dia
berasal dari Kelapa Gading. Nah, dia
mengaku, geng, kalau tower-tower
apartemen Meekarta saat ini masih sepi
banget. Tower apartemen Mearta lebih
banyak dihuni oleh penyewa dari kalangan
mahasiswa yang kuliah di sekitar sana.
Banyak mahasiswa yang menyewa apartemen
di sana karena Mearta dekat dengan
beberapa kampus. Ada Universitas
Paramadina yang lokasinya di distrik 2,
terus ada Universitas Pelita Harapan
atau UPH di distrik 1. Dan di distrik 2
ada beberapa tower apartemen dengan unit
yang masih kosong melompong. Di sekitar
sana terdapat tiga bangunan lain di mana
dua di antaranya itu masih dalam proses
pembangunan dan satu gedung Universitas
Param Madinah yang sudah beroperasi.
Nah, di sana juga udah ada satpamnya ya
kan berjaga dan satpamnya ini
mengkonfirmasi kalau kawasan Meikarta
itu udah terbagi di dalam tiga distrik
yaitu distrik 1, 2, dan 3 dengan distrik
3 yang masih berupa lahan kosong, Geng.
Jadi belum ada bangunan. Nah, satpam ini
bilang kalau tidak ada perumahan kluster
di kawasan Mikarta. Perumahan klusternya
cuma di kawasan Lipo, Cikarang yang
letaknya ya enggak begitu jauh lah dari
Mearta. Jadi intinya Mearta itu isinya
adalah apartemen-apartemen.
Di sisi lain, keluhan dari konsumen yang
sudah membeli unit di Mearta itu masih
terus berlangsung. Banyak di antara
mereka yang menuntut pengembalian dana.
Sejumlah konsumen itu ada yang
mengajukan keluhan ke Kementerian
Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau
PKP. Dan berdasarkan laporan terbaru,
ada 118 konsumen yang melaporkan
pengajuan klaim mengenai kerugian e
mereka dengan nilai total itu mencapai
Rp26 miliar, Geng. Salah satu konsumen
marta ada yang namanya Tri. Nah, dia ini
ngaku merasa sangat terjepit oleh
cicilan apartemen Mearta yang dia beli
sejak tahun 2017. Kebayang tuh selama 8
tahun dia terus bayar cicilan tapi
unitnya enggak ada. meskipun dia
dijanjikan sejak tahun 2019 dan dia
enggak bisa menghentikan cicilan
tersebut karena beresiko mendapatkan
skor BI checking yang buruk akibat
ketidaklancaran pembayaran. Tri ini
mengungkapkan kalau dia membayar bunga
cicilan sekitar Rp2,5 juta per bulan.
Jumlah yang bahkan sudah melebihi total
nilai apartemennya, Geng. Dan hal yang
sama ternyata enggak cuma dialami oleh
Tri, banyak konsumen lain. Salah satunya
adalah Krishna. Nah, Krishna ini cerita
kalau dalam beberapa tahun dia enggak
pernah mendapatkan kabar terkait unit
apartemennya. Bahkan ketika customer
service datang, enggak ada penjelasan
yang diberikan. Krishna ini yang enggak
diperbolehkan melihat unit tanpa adanya
alasan yang jelas. Jadi benar-benar
digantung. menanggapi keluhan tersebut
ya, Menteri KKP yaitu Maruarar Sirait
itu melaporkan permasalahan terkait
Mearta ini kepada Presiden Prabowo. Jadi
sekarang tuh mulai diangkat lagi dan
beliau merespon dengan memerintahkan
agar hak-hak rakyat harus dibela dan
dikembalikan. Dan pasca menyampaikan itu
ke Presiden Prabowo. Nah, menteri KKP
yaitu Maruarar Sirait juga memanggil Pak
James Riadi selaku pemilik Lipo Grup
serta anaknya yang bernama John Riadi
selaku CEO Lipo [musik] Karawaci dan
direktur Lipo Grup untuk datang ke
kantor KKP tepat pada tanggal 21 April
2025. Di dalam pertemuan itu ya geng,
Pak James Sri Riadi ini menjelaskan
kalau ada banyak masalah yang harus
dihadapi oleh Lipo Grup dalam
menyelesaikan persoalan Mearta ini,
Geng. pertama itu ketersediaan lahan,
terus infrastruktur menjadi tantangan
terbesar juga. Tapi mereka optimis gitu,
Geng, kalau e cukup banyak unit hunian
yang terbangun Mearta bisa menjadi
kenyataan. Jadi mereka masih yakin gitu.
Dan saat itu Pak James mengklaim kalau
sudah menyelesaikan hampir 16.000 1000
unit hunian di Meakarta dan terus
melakukan proses serah terima kepada
konsumen. Nah, Pak Maruwar Sirait itu
menegaskan kalau Lipo Grup ini diberi
waktu selama 3 bulan untuk bisa
menyelesaikan pengembalian dana kepada
konsumen yang belum mendapatkan unit
mereka dengan tenggat waktu hingga bulan
Juli 2025. Pak Maruar juga memberikan
target kepada Direktur Jenderal Kawasan
Pemukiman Kementerian PKP yaitu Fitrah
Nur untuk menyelesaikan urusan dokumen
pelaporan para konsumen Mearta ini,
Geng. Dan pada bulan Juli 2025, Pak
James Riadi mengatakan ketika itu kalau
total unit Mekarta yang sudah terjual
adalah 19.000 unit. Bahkan Pak James ini
menegaskan kalau pembangunan Mearta
masih berlanjut dan bukan merupakan
proyek mangkak. Dan ada 19.000 unit yang
terjual tadi. Di antaranya sebanyak
16.500 unit yang sudah terbangun dan
14.000 yang bahkan sudah ditempati oleh
konsumen. Dia masih optimis. Dia enggak
mau balikin duit. Dia optimis kalau
proyek ini bakal tetap berjalan dengan
sisa unit yang belum terbangun. ini bisa
diselesaikan di tahun ini dan bisa
diserah terimakan ke konsumen.
[musik]
Dan ada kabar terbaru nih, Geng, terkait
Mearta. Kabarnya nih, ya, lahan Mearta
bakal dijadikan rusun loh, Geng. Kok
bisa? Kok bisa ya tadinya kota masa
depan tapi malah direncanakan menjadi
rusun subsidi milik pemerintah dan bakal
di-handle oleh PKP untuk masyarakat
berpenghasilan rendah. Nah, nantinya
bakal dibangun setidaknya ada 18 tower
rusun subsidi di kawasan itu. Dan
langkah ini merupakan bagian dari upaya
percepatan penyediaan hunian layak di
wilayah perkotaan dan penyangga
industri. Dan rencana pembangunan ini
bakal berada di dua titik, yaitu Desa
Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan dan
Desa Jayamukti di Kecamatan Cikarang
Pusat. Masing-masing lokasi memiliki
luas lahan sekitar 10 hektar, Geng.
Nah, Pak Maruar Sirait itu menilai kalau
pemilihan lokasi di Meikarta sangat
strategis bagi para pekerja karena
letaknya yang berdekatan dengan kawasan
industri atau kawasan-kawasan pabrik,
Geng. Makanya ini yang menjadi alasan
utama kenapa Mearta malah dipilih atau
dijadikan lokasi untuk rusun subsidi.
Jadi, bukan lagi kota masa depan. Nah,
berdasarkan perkiraan jarak hunian ke
pusat industri hanya berkisar antara 2
km sampai dengan 2,5 km. Meskipun status
huniannya bersubsidi, Pak Maruwar
menekankan kalau ya kualitas lingkungan
di sana tetap menjadi prioritas. Untuk
memastikan keberlanjutan ekosistem
hunian. Kementerian PKP saat ini sedang
melakukan pemetaan terkait akses
terhadap fasilitas publik. Beliau juga
sudah menginstruksikan jajaran dari
Direktorat Jenderal terkait untuk
memetakan jarak hunian terhadap empat
fasilitas utama yang mana di antaranya
ada tempat ibadah, sekolah, pasar, atau
pusat pembelanjaan, dan juga rumah
sakit. Nah, Pak Maruwar ini ya sudah
memastikan bakal bekerja sama dengan
Lipo Grup di dalam waktu dekat agar bisa
menghadirkan rusun subsidi ini.
Dikarenakan waktu itu Mearta sempat
bermasalah terkait kasus korupsi ya, Pak
Maruwar ini menegaskan bahwa tidak ada
masalah hukum di lahan Meikarta. Dan hal
tersebut dikarenakan beliau ini sudah
bertemu nih dengan pimpinan KPK pada
tanggal 21 Januari 2026. Dan Pak Maruar
bilang kepastian hukum atas lahan
Meikarta ini sangat ditunggu-tunggu oleh
tiga pihak, yaitu masyarakat,
pengembang, dan juga pihak perbankan.
Menurut dia, pengembang itu membutuhkan
kepastian hukum agar bisa bergerak cepat
melakukan pembangunan. Nah, beliau
bilang juga Kementerian PKP tetap
meminta pendampingan KPK dalam
pelaksanaan program rusun subsidi
tersebut agar enggak ada lagi pihak yang
melanggar aturan. Nah, apakah setelah
Mearta dikelola oleh pemerintah
pembangunannya di sana tetap berlanjut?
Dan bagaimana kelanjutan nasib dari para
pembeli yang sudah menunggu unit mereka
selama bertahun-tahun? Ya, sampai
sekarang masih belum ada kejelasan. Kita
tunggu aja nanti ya apakah semuanya
bakal terwujud gitu. Nah, jadi untuk
sekarang itulah kondisi Meikarta.
Sebagian unitnya sudah selesai dan
sebagiannya lagi akan direncanakan untuk
dibangun rusun alias rumah susun subsidi
dari pemerintah.
Itu dia, Geng. Ya, pembahasan kita kali
ini mengenai skandal yang terjadi di
Meikarta. Mulai dari bagaimana awal mula
permasalahannya muncul sampai sekarang
ya dijadikan lokasi rusun subsidi.
Gimana, Geng, komentar kalian tentang
hal ini? Coba tinggalkan komentar di
bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:57 UTC
Categories
Manage