Transcript
H2bekdev38c • MISSING ON MOUNT SLAMET! SYAFIQ ALI FOUND DEAD
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1650_H2bekdev38c.txt
Kind: captions Language: id Pada saat itu TimStar juga belum menemukan adanya tanda-tanda penemuan dari posisi SFIQ. Saking bingungnya mencari keberadaan SFIQ ini dan tidak ada titik terang juga tim SAR sampai menerjunkan anak indigo. Proses pencarian Syafiq sempat melibatkan seorang anak indigo yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini diambil karena Syafiq tidak ditemukan meski seluruh area pencarian telah disisir tim SAR dan relawan. Oke, Geng. Hari ini kita kembali lagi bakal membahas kejadian-kejadian dari seluruh dunia. Tapi untuk hari ini terkhusus kita akan membahas sebuah kasus yang berasal dari negara kita Indonesia. Fenomena yang menurut gua ini sangat menyedihkan yaitu terkait penemuan seorang pendaki yang hilang di Gunung Selamat sejak akhir bulan Desember lalu yang bernama Syafiq Ali. Pendaki Gunung Selamat yang sempat dikabarkan hilang, Syafik Ridan Ali Rezan ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang selama 17 hari di Gunung Selamat, Jawa Tengah. Mungkin kasusnya tidak terlalu terdengar karena ya sepanjang bulan atau sepanjang dari akhir tahun 2025 menuju 2026 orang-orang disibukkan dengan berbagai pemberitaan yang skalanya lebih besar. Seperti di dalam negeri aja di saat itu kan lagi heboh soal Timothy Ronald yang diserang oleh akun Sky Holic. Terus yang terbaru soal buku Broken Strings dan ditambah lagi berita terkait isu internasional yang menggemparkan dunia yaitu tentang Presiden Venezuela, Nicholas Maduro yang ditangkap oleh Amerika dan juga kerusuhan di Iran. Perhatian netizen benar-benar tertuju kepada pemberitaan itu dan baru saat ini semuanya sadar bahwa ada kasus yang cukup menyayat hati yaitu tentang hilangnya Syafiq Ali tadi dan semuanya bisa terblow up atau viral setelah Syafiq Ali ditemukan pada tanggal 14 Januari kemarin. Namun sedihnya dia ditemukan dalam kondisi yang udah enggak bernyawa, Geng. Nah, pada saat Syafik ini hilang, proses pencarian sudah dilakukan selama berhari-hari oleh tim SAR, relawan, serta pihak-pihak terkait. Tapi ramainya kasus Syafik ini bukan cuma karena lamanya dia ditemukan. Perhatian netizen juga tertuju pada sejumlah fakta dan informasi yang muncul nih, Geng. Setelah proses pencarian berlangsung selama berhari-hari yang mana orang-orang merasa curiga dengan keterangan atau kesaksian yang diberikan oleh salah seorang rekan Syafiq yang ikut mendaki bersama dia di saat itu. Di media sosial muncul spekulasi kecurigaan dari netizen-netizen kita yang menilai bahwa si rekannya ini seolah berbohong kepada tim SAR ketika proses pencarian Syafik berlangsung. Nah, tapi ingat ya, Geng, gua disclaimer dulu kepada kalian ketika gua memberitakan ini, gua memberitakan apa yang ada saat ini yang ibaratnya ya berita sementaranya kayak gini. Jadi tentang tuduhan netizen soal temannya Syafiq ini berbohong, ini masih spekulasi. Gua perlu menyampaikan ke kalian karena pemberitaan ini ada. Bukan berarti gua mengajak kalian untuk percaya dengan hal itu. Jadi, gua cuma menginformasikan bahwa kejadiannya seperti ini loh, Geng. Nah, jadi jangan buru-buru nge-judge ya. Kalian bisa membuat opini sendiri, menilai sendiri setelah mendengar cerita yang bakal gua jelaskan ini. Terus, Geng ya, dari tuduhan netizen soal temannya Syafik ini membuat netizen memiliki asumsi liar kalau jangan-jangan si temannya Syafiq ini turut andil dalam hilangnya Syafiik di Gunung Selamat. Yang mana ya secara enggak langsung mereka menuduh meninggalnya Syafiik apa jangan-jangan karena el, Bro. Gitu. Dan selain itu kita juga bakal membahas nanti beberapa fakta lain terkait hilangnya Syafik ini sampai akhirnya dia ditemukan tidak bernyawa. Jadi tonton video ini sampai selesai. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to kamar Jerry Ging gua mau ngenalin kalian salah satu alat yang gua punya dan sangat fungsional ini namanya Wian WSX80 Selfie Screen. Ini adalah layar eksternal untuk kalian yang mau jadi content creator agar lebih mudah menggunakan kamera belakang. Dengan WA ini memungkinkan kalian untuk bisa tek selfie menggunakan kamera terbaik di handphone kalian. Ukurannya poket banget, portable, bisa dibawa ke mana-mana. Udah gitu bisa nempel di belakang handphone kalian. Kualitas produknya juga enggak main-main. Bodinya kuat banget dan anti lecet. Connect ke handphone-nya juga gampang banget. Kalian tinggal nyalain layar eksternal ini, lalu cek screen mirroring di handphone kalian dan langsung keekin aja. Layar ini udah real time. Apa yang terjadi di layar handphone kalian? Begitu juga yang terjadi di layar Wean WS X80 secara langsung tanpa delay sama sekali. Buat kalian yang mau beli alat ini, kalian langsung aja cek link yang ada di bawah atau kalau kalian nonton pakai TV, udah ada barcode-nya nih di samping. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu kronologi hilangnya Syafiq Ali di Gunung Selamat ini. Jadi, Syafik Ali ini adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Dia merupakan seorang siswa kelas 12 di SMA Negeri 5 Magelang. sebelum insiden ini terjadi ya, Geng. Dia ini dikenal oleh banyak orang memang punya minat dalam kegiatan mendaki gunung. Ya, ada ya orang-orang yang emang hobi banget healing, nyari-nyari ketenangan, ya kan di puncak gunung. Dan walaupun gunung yang dia pernah daki belum terlalu banyak atau pengalamannya dia masih sedikit, tapi ya lumayanlah. Dia sempat mendaki Gunung Andong yang memiliki ketinggian 1726 mdpl. Ketinggian yang jauh lebih rendah dibandingkan Gunung Selamat tempat kejadian ini terjadi. Nah, dari keterangan teman sekolahnya yang bernama Franz Nista, Syafik ini memang belum pernah eh pengalaman mendaki gunung yang lebih tinggi dari andong ini. Dan menurut France, Syafik ini masih dikategorikan sebagai pemula. Dan setelah dia mendaki Gunung Anda, Syafik ini nekad dia berencana ingin mendaki Gunung Selamat. Mungkin menurut dia ya, dia pengin apa ya, kayak next level lah gitu. Sedikit informasi nih, Geng. Kalau kalian tahu gunung selamat ini ya adalah gunung kedua tertinggi di Pulau Jawa loh, Geng. Setelah Gunung Semeru yang mana ketinggiannya mencapai 3.428 sampai dengan 3.432 mdpl. Jadi hampir dua kali lipatnya ketinggian Gunung Andong yang pernah dinaiki oleh Syafi. Dan bagi orang-orang terdekat, Syafik ini adalah sosok yang tertutup tapi tetap santun. Di saat itu ya gurunya Syafiq itu yang namanya Henny Trihartati. Beliau ini pernah bilang Syafiq ini adalah anak yang tekun dan rajin beribadah. Jadi enggak neko-neko dan dia selalu terlihat mengikuti salat zuhur berjamaah di sekolah. Dan pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2025, Syafiq ini memutuskan untuk mendaki Gunung Selamet bersama dengan temannya yang bernama Himawan Koidar Bahran. Nah, nanti di sini nih ya kalian ingat namanya ya, Himawan Koidar Bahran. Ini yang menjadi tertuduh nih oleh netizen di saat itu ya, Geng. Sepertinya Syafik ini enggak jujur sama keluarganya kalau dia mau mendaki Gunung Selamet. Sebab dari keterangan kakaknya Syafiq yang bernama Naufal Hisyam, Syafiq ini sempat berpamitan kepada keluarga dengan bilang kalau dia ingin mendaki Gunung Sumbing, bukan Gunung Selamet. Jadi, kalau seandainya dia ee izin kepada keluarganya dia mau ke Gunung Selamet, mungkin enggak diizinin gitu. tu kurang lebih tuh. Nah, ini jadi pelajaran juga buat kita ya. Hati-hati banget dengan restu orang tua dan restu keluarga, Geng. Karena ya kualat takutnya ya, takutnya kualat gitu. Nih jadi pelajaran aja buat kita. Tapi bukan berarti kita ngjudas juga kalau Syafik ini kualat gara-gara itu. Enggak. Ya, setidaknya ini jadi pembelajaran aja buat kita. Di dalam kesempatan itu ya geng, Syafiik juga menyampaikan kepada keluarganya kalau pendakian yang dia lakukan secara TikTok. Jadi kayak pulang pergi PP, dia bakal turun pada Minggu sore ya. Karena Syafiq sebelumnya udah pernah mendaki Gunung Andong dan keluarga di saat itu gak khawatir. Mereka percaya kalau Syafiq bakal mendaki Gunung Sumbing dengan aman-aman aja tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya yang didaki oleh Syafiq ini adalah Gunung Selamet yang jauh lebih besar. Mungkin di saat itu keluarganya cuma berpesan supaya Syafiq hati-hati aja selama pendakian. dan keluarga baru tahu nih soal ternyata Syafiq berada di Gunung Slamet, bukan Gunung Sumbing seperti yang dia katakan saat minta izin. Dan semua itu diketahui oleh keluarga setelah menerima fotonya Syafiq yang berada di baseecamp Gunung Samat. Di situlah keluarga tuh agak khawatir ya dibilang kecewa. Iya ya kan karena ya mereka enggak tahu gitu kalau ternyata yang didaki gunung yang lebih besar. Di saat itu Syafik dan si himawan temannya melakukan pendakian melalui jalur Dipa Jaya Desa Clekatakan, Kecamatan Pulauari, Kabupaten Pemalang. Ada teman-teman dari Pemalang di sini mungkin bisa sedikit berbagi informasi juga dengan kondisi di jalur tersebut ya. Boleh di kolom komentar. Nah, terus geng biasanya sebelum melakukan pendakian pastikan diharuskan menulis identitas gitu ya dan sampai berapa hari si pendaki ini akan berada di sana itu harus tercatat dan catatan tersebut berguna untuk data di baseecamp. Jadi ketika orang yang mendaki ini enggak sampai di baseecamp sesuai dengan catatan kapan mereka harusnya turun dari gunung, maka proses pencarian harus segera dilakukan karena dapat dipastikan itu orang hilang atau nyasar. Nah, Syafik dan Himawan itu mencatat nama mereka di baseecamp dengan keterangan kalau mereka bakal melakukan pendakian tektok nyampai pulang gitu. Nah, Gunung Selamat sendiri memiliki pos pendakian di lima kabupaten, yaitu Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga. Terus seharusnya nih ya si Syafik dan Himawan ini udah turun di Minggu sore sesuai dengan keterangan mereka yang mereka tulis di baseecamp. Tapi anehnya sampai jam 09.00 dan malam mereka belum kelihatan, belum kembali ke baseecamp dan orang-orang di baseecamp menunggu kedatangan mereka sesuai dengan catatan tersebut. Mulailah di saat itu pihak keluarga Syafiik khawatir karena mereka belum menerima kabar apapun dari Syafiq yang katanya tektok naik ke gunung. Dari sinilah kekhawatiran ini mulai membuat pihak keluarga maupun pengelola jalur pendakian jadi panik. Akhirnya karena sudah lewat dari jadwal yang seharusnya Syafiq dan himawan turun, pengelola jalur pendakian kemudian melakukan pengecekan awal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal adanya orang hilang ini. Laporan soal orang hilang ini selanjutnya diteruskan kepada timsar gabungan untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan di kawasan Gunung Selamat. Ya, sampai pada akhirnya Timsar mau tidak mau harus turun tangan karena ini memang kewajiban mereka dan tugas mereka. Nah, di saat itu TimSAR dibagi ke dalam empat search and rescue unit atau SRU. SRU pertama di area poselawangan hingga jalur Gunung Malang. SRU kedua di area pos 6 sampai dengan pos 5. SRU ketiga di pos 6 ke arah baseecamp Cemoro Sakti. dan SRU keempat melakukan penyisiran dari pos 4 menuju ke pos 3. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata KTP ya dan sepeda motor Syaficah masih berada di baseecamp Dipa Jaya tapi posisi mereka belum diketahui. Pencarian pun dilakukan selama berjam-jam tanpa henti karena waktu sangat berharga di situ. Semakin lama ditemukan, kesempatan selamatnya orang yang hilang itu ya semakin kecil. Karena gunung itu ya buat manusia-manusia bakal rentan terjadi hipotermia. Dan sampai pada akhirnya titik terang pun muncul keesokan harinya yaitu pada hari Senin tanggal 29 Desember 2025 sekitar jam 09.00 pagi. Di saat itu ya himawan akhirnya ditemukan pertama kali oleh pendaki lain di sekitar pos 9 jalur Dipa Jaya dalam kondisi yang lemas dikarenakan mengalami kram pada kakinya. Kemudian dia dievakuasi oleh petugas. Nah, cuma Himawan ketika itu ditemukan sendirian berdasarkan keterangannya dia ya dia dan Syafiq sempat terpisah di saat perjalanan turun gunung. Dan hal ini dikarenakan kakinya mengalami cedera dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Karena itu Syafiq memutuskan untuk turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Nah, dari keterangan Himawan inilah ya TimSAR memiliki asumsi kalau titik terakhir Syafik itu berada di antara pos 3 sampai pos 4 ya kan. karena dia turun duluan. Kemudian pada saat Himbauan ditemukan, timar menemukan ada sebuah papan bertuliskan, "Hai mantan." Dapat salam dari Gunung Slamet 3428 MDPL. Papan tersebut ditemukan di dalam jaket Himawan. Nah, tapi ini bukanlah papan punya Himawan, Geng. Melainkan ternyata itu punya Syafik. Jadi, Syafik itu kayak lagi pengen bikin sign-sain gitu loh. Dan diketahui Syafik ini ternyata memang punya hubungan dengan seseorang, tapi hubungannya itu sering putus nyambung. Dan sebelum mendaki Syafik ini memesan papan tersebut di online shop untuk dia bawa saat mendaki. Nah, jadi dia pengen foto itu di sana. Mungkin buat bikin surprise buat mantannya atau pacarnya lagi putus gitu. Dan di saat itu dikonfirmasi oleh Himawan kalau memang benar Syafiq yang memesan e papan tersebut. Tapi himmauan yang bawa dan dia masukkan ke dalam jaket. Dan saat sampai di atas ya, Syafiq foto-foto dengan memegang papan tersebut. Katanya ya untuk ramai-ramai aja gitu. Dan saat ini papan itu disimpan di baseecamp Dipa Jaya sebagai salah satu alat bukti. Tim SAR juga mengungkapkan kalau adanya informasi dari pendaki lain yang mana mereka ternyata sempat bertemu dengan Syafik di sekitar pos 3. Ada dua pendaki perempuan yang mengaku sempat mengikuti Syafik turun melalui jalur kanan karena dianggap lebih aman saat hujan. Tapi di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba jejak Syafiq itu hilang. Sementara itu, jalur yang dilalui oleh Syafiq diketahui bukan jalur resmi. Ternyata itu merupakan jalur yang salah. Cuma dianggap aman aja di saat hujan. Sejak itulah Syafik dinyatakan hilang, enggak ada kabar lagi. Dan setelah laporan hilangnya diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan langsung melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lintasannya Syafik. ketika dia ee turun menuju ke jalur resmi dan area sekitar pegunungan. Pencariannya juga dilakukan di jalur Dipajaya ke arah puncak Gunung Slamet, Geng, sampai di kawasan Gunung Malang ke arah Purbalingga. Nah, disebut-sebut ya ada sekitar 150 orang yang terlibat di dalam pencarian ini. Dan salah satu kendala yang dialami oleh Tim SAR itu adalah karena Syafic ini ternyata enggak bawa apa-apa sehingga kesulitan untuk mencari jejaknya. Ya, minimal kalau misalkan ada handphone mungkin signalnya bisa dilacaklah atau gimana gitu. Sebab berdasarkan pengakuan Himawan, Syafik berangkat ke baseecamp karena ingin mencari bantuan, katanya. Jadi, kemungkinan Syafik ini turun dengan tergesa-gesa mencari pertolongan. Kendala lainnya adalah tim Star bertemu dengan macan kumbang juga di saat itu pada saat pencarian. Nah, ini kan bahaya banget ya, bisa menyebabkan korban baru gitu kan. Nah, mereka bertemu dengan macan kumbang sebanyak dua kali di sekitar sungai yang mengarah ke Gunung Malang. Dan ya kekhawatirannya bukan cuma soal keselamatan para tim. Mereka juga khawatir ada apa-apa dengan Syafik karena ada macan kumbang. Ya, macan kumbang ngelihat manusia pasti bakal nyerang. Nah, kemudian di samping itu cuaca buruk juga menjadi faktor lamanya pencarian kabut, hujan, badai yang membuat Timsar jadi terbatas jarak pandangnya dan takutnya malah beresiko terhadap Timsar-nya sendiri. Tapi meskipun begitu, pencarian juga masih terus diupayakan oleh timsar. Timsar ya enggak ketinggalan menyisir pos-pos pendakian lain seperti daerah Bambangan, Gunung Malang, dan pos Jurang Mangu. Dan singkat ceritanya sampai pada hari Rabu tanggal 7 Januari 2026 10 hari setelah Syafiq tidak kunjung kembali dari Gunung Selamet atau 2 minggu pencarian gitu ya, operasi pencariannya resmi ditutup meskipun Syafiq masih belum ditemukan dan operasi pencarian kemudian dialihkan menjadi pemantauan. Karena di saat itu ya udah lama, udah kelamaan. Kalaupun ditemukan takutnya ya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Terus geng tim SAR tidak menutup kemungkinan ya kalau ada orang atau relawan yang masih ingin mencari keberadaan Syafik. Nah, mereka membuka koordinasi dengan Posco Dipa Jaya maupun Basarnas. Selama pencarian itu ya, keluarga Syafiq terus memantau perkembangan pencarian sampai mereka stay di kawasan basecamp Dipa Jaya dan mereka tuh memilih untuk menginap di rumah warga sembari menunggu perkembangan tentang hilangnya anak mereka. Wah, sedih banget ya di posisi ini, Geng. Tidak menyerah, dua hari setelah pencarian resmi yang dilakukan oleh tim Star ini dinyatakan ditutup, pencarian Syafik ini baru dilanjutkan lagi oleh relawan secara mandiri yang dimulai pada hari Jumat tanggal 9 Januari 2026 melalui jalur Bambangan, Purbalingga dan daerah Batur Raden Banyumas. Di saat itu ada koordinator baseecamp Bambangan namanya itu Saiful Amri Geng. Dia bilang pencarian yang dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral. Sempat beredar nih sebuah kabar yang menyebutkan kalau ada informasi ada bau yang tidak sedap yang tercium di area pos 7 yang dicurigai jangan-jangan itu Syafik gitu ya. Karena mohon maaf ya karena udah berhari-hari kalaupun dia ditemukan dalam kondisi yang enggak bernyawa udah pasti sudah mengalami pembusukan. Tapi di saat itu ya ditepis nih kabar tersebut oleh Saiful. Dia menyebutkan memang ada tercium bau seperti bau bangkai, tapi itu bukan di pos 7. Dan setelah dicek, bau tersebut bukanlah berasal dari jasad manusia, melainkan dari daging ayam yang dibuang oleh pendaki yang tidak bertanggung jawab. Pada saat itu, Timsar juga belum menemukan adanya tanda-tanda penemuan dari posisi SFIQ. Saking bingungnya mencari keberadaan Syafik ini dan tidak ada titik terang juga tim SAR sampai menerjunkan anak indigo. Proses pencarian Syafiq sempat melibatkan seorang anak indiko yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini diambil karena Syafiq tidak ditemukan meski seluruh area pencarian telah disisir tim SAR dan relawan. Ya, di negara kita hal-hal kayak gini dipercaya gitu ya. Dan hal ini dikonfirmasi oleh pengakuan dari Amrul, salah satu pendaki yang membantu pencarian. Dia bilang kalau tim pencarian itu sampai dibantu oleh anak indigo yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah. Dan di saat itu anak indigo ini diterjunkan bersama dengan tim untuk mencari di pos 9. Cuma hasilnya tetap nihil. Amrul sendiri mengatakan proses pencarian juga dipenuhi oleh kejanggalan-kejanggalan. Di hari kedua sampai hari ke-17, tim sar tidak menemukan Syafiq di manapun. Meskipun seluruh area sudah pernah dilalui oleh tim pencarian. Dari pengakuan si anak indigo itu dikatakan oleh dia Syafiq sebenarnya tertutup oleh alam gaib yang tidak terlihat. Dan dia juga menjelaskan kalau Syafiq ini sebenarnya berada di balik bebatuan. Jadi enggak bisa terlihat oleh mata biasa. Dari keterangan ini ya memang percaya enggak percaya ya. Hal-hal kayak gini terkadang di negara kita itu lumrah terjadi gitu. Dan di saat itu keluarga Syafiq juga ggak tinggal diam. Ayahnya Syafiq yang bernama Dani Rusman itu ikut turun ke lokasi untuk mencari sang anak. Beliau dengan berani menyusuri jalan pegunungan yang dipenuhi oleh semak Bulukar dan dia melewati jalan yang dekat dengan jurang. Hanya bermodalkan tongkat demi bisa mencari anaknya. Bahkan dikatakan dia hampir terperosok ke dalam jurang. Nah, Pak Dani ini ikut mencari anaknya pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2026. Dia naik ke Gunung Slamet didampingi oleh tim relawan. Dan tanpa perlengkapan yang memadai, Pak Dani ini ikut menuruni lembah dan menyusuri berbagai medan ekstrem di Gunung Selamet dengan harapan Syafiq bisa cepat ditemukan. Nah, beliau juga bilang di saat itu dia menerima informasi kalau anaknya diduga sudah keluar dari jalur pendakian. Lokasi antara pos 4 dan pos 5 kurang lebih kayak gitulah. Nah, posisinya bukan di jalur melainkan sudah turun ke pinggir jurang dekat dengan sungai yang ada di semak-semak. Pulang pulang Al. Inilah teriakan Dani Rusman, ayah pendaki muda asal Magelang, Syafiq Ridan Ali Razan yang hilang saat mendaki Gunung Selamet. Pada awalnya ya, Pak Dani ini berniat ingin mendaki hingga pos 7, tapi karena mendapatkan informasi tadi, beliau memutuskan untuk merubah haluannya. Pak Dani cuma naik sampai pos 3. Dalam perjalanan itu, Pak Dani berusaha menyingkirkan semak berduri dengan tongkat dan tanah yang begitu licin serta jurang menganga tepat di bawah tempat dia berpijak. Dia udah enggak pikir panjang lagi, udah enggak takut lagi. Yang penting anaknya bisa ditemukan jejaknya. Walaupun cuacanya benar-benar mendukung pada saat itu ya, tapi lokasinya kan sulit diakses ya. Cuacanya enggak ekstrem, enggak hujan gitu. Cukup mendukung, cukup aman untuk pencarian ya. Tapi yang enggak amannya adalah lokasi. Nah, beliau harus mempertimbangkan keselamatan dia juga. Jangan sampai anaknya hilang, dia pun nanti ikut menjadi korban. Dan selama menyusuri Gunung Selamat, Pak Dani ini terus memanggil-manggil nama Syafiq. Nah, setelah beberapa jam pencarian tanpa hasil di sekitar jam .00 siang, Pak Dani udah mulai kelelahan nih. Timsar ya di saat itu menyarankan agar Pak Dani ini menghentikan pencariannya dan di saat dia beristirahat, dia sempat berpapasan dengan warga sekitar yang di saat itu juga relawan yang ikut mencari Syafik. Jadi kurang lebih begitulah geng. Bagaimana kronologi pada saat Syafik ini hilang dan bagaimana aksi atau usaha pencarian yang dilakukan oleh tim SAR dan juga relawan ketika itu. Dan saat ini ya Saficnya sudah ditemukan, cuma dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. Nah, di pembahasan selanjutnya ini kita bakal membahas lebih dalam nih bagaimana Syafiq Ali bisa ditemukan. kita bahas. Jadi meskipun operasi pencarian sempat dihentikan, pencarian Syafik ini masih terus dilakukan secara mandiri. Ya, sembari tim SAR mengumpulkan informasi untuk bisa mencari keberadaan Syafi, ketua operasi Sarwan yang bernama Ari Afandi menjelaskan relawan memutuskan untuk mengubah jalur pencarian tahap 2 pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026. dari yang sebelumnya tahap satu fokus pencarian dilakukan di jalur Dipa Jaya dan Bambangan. Nah, tim kemudian melakukan evaluasi dan analisis kronologi perjalanan Syafik dan Himawan yang mana hasilnya tim memutuskan untuk menggeser pencarian ke Gunung Malang. Karena berdasarkan evaluasi dan analisis kronologi mereka berpisah di area pegunungan itu. Dan setelah memutuskan menggeser jalur pencarian, petunjuk demi petunjuk pun mulai bermunculan. Afandi bilang di dalam proses pencarian, relawan menemukan sejumlah barang milik Syafic yang tercecer. Mulai dari dompet, center, tracking pol ya, jas hujan warna hijau sampai emergency blanket. Barang-barang tersebut ditemukan di titik koordinat yang enggak jauh dari lokasi terakhir Syafic berpisah dengan Himawan. Ini gimana nih ceritanya Himawan, benar atau enggak? Nah, jejak tersebut kemudian mengarahkan tim SAR yang berjumlah 24 orang ke jalur Sungai Lembarang. Mereka menyusuri jalur yang didominasi oleh bebatuan besar dan medan terjal. Hingga akhirnya Syafiq berhasil ditemukan di balik bebatuan dan dekat ruang terbuka di pinggir jurang tepat di hari Rabu tanggal 14 Januari 2026 di antara jalur Gunung Malang dan Batu Raden kira-kira berjarak 5 km dari pos 9. Wah gila banget ya. kayak enggak sesuai dengan keterangan Himawan, tapi sesuai dengan penerawangan anak indigo di balik batu. Ditemukannya di balik batu. Tapi Himawan bilang Syafiq turun ke bawah yang otomatis harusnya dia tidak sampai di pos 9. Pos 9 kan di atas. Jadi siapa yang berbohong? Nah, posisi tubuhnya Syafiik itu meringkuk dengan lutut dan wajah menyatu dan tangan mengikat ke betis. Jadi kayak aduh gimana ya gua pokoknya ya kayak gitulah dia lagi meluk betis gitu kedinginan. Afandi menegaskan Syafik itu enggak ditemukan dalam kondisi tertimun pasir atau terkubur. Berdasarkan hasil pengamatan dokumentasi di lapangan, Syafiq ini diduga baru meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan. Perkiraannya sekitar 4 sampai 5 hari sebelum ditemukan. Sebab kondisi tubuh Syafiq masih cukup baik. Belum ditemukan adanya dekomposisi atau proses pembusukan. Dan Afandi juga menambahkan kalau Syafiq diduga meninggal dunia akibat hipotermia kedinginan. Duan awal bahwa korban ini meninggal karena hipotermia sekitar 5 hari begitu ya sebelum ditemukan, Mas Ari. Betul begitu ya, Mbak? Jadi memang kami konfirmasi bahwa surpipor sendiri sudah kami analisis dia hipotermia itu sudah melepaskan celana setengah sampai sedengkul. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaiannya dia yang enggak lengkap seperti melepaskan celana hingga e sebatas lutut. Dia juga melepas sepatu e dan kaos kaki dan ceceran perlengkapan ditemukan di sekitar lokasi. Proses evakuasi diperkirakan memerlukan waktu cukup lama mengingat medan yang sulit. Avandi memberikan estimasi perjalanan naik menuju lokasi itu membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Sementara proses evakuasi keseluruhannya itu bisa memakan waktu sekitar 10 sampai 12 jam. Nah, sampai jam 3 sore, jenazah Safik pun akhirnya berhasil dinaikkan ke sekitar 100 m dari titik penemuan karena di jurang gitu ya. Dan evakuasi pun sudah mulai rapi, sudah terbungkus jenazahnya tinggal menunggu proses pengantaran ke titik tujuan. Proses evakuasi jasafik ini ya dilakukan pada malam hari dan itu sempat tertunda, Geng, akibat cuaca buruk. Kondisi cuaca di puncak Gunung Slamet dilaporkan masih buruk dengan jarak pandang terbatas. Nah, di saat itu ada yang namanya Andika Henki selaku tim Basarnas Unit SAR Pemalang yang mana dia menyatakan bahwa evakuasi jasad Syafik yang ditemukan oleh tim SAR dan relawan berjalan lambat karena kondisi medan yang sulit. Nah, kendala cuaca buruk termasuk kabut tebal, hujan lebat, dan angin kencang memaksa tim evakuasi menghentikan proses menuju jalur aman. Yoga selaku tim BPBD Kota Magelang mengatakan jenazah Syafik bakal menjalani proses visum terlebih dahulu di Rumah Sakit Islam Moga sebelum akhirnya nanti dibawa ke rumah duka di Kota Magelang. Sejak kabar mengenai jenazah Safik ini e ditemukan dan sampai kepada pihak keluarga ya, pihak keluarga masih dalam masa berduka sekaligus ya juga merasa lega gitu, Geng. Karena pada akhirnya mereka menemukan jawaban atas apa yang mereka cari selama ini. Sedih karena Syafiq ditemukan, tidak bernyawa ya leganya karena jasadnya sudah ditemukan dan setidaknya ya enggak hilang ditelan gunung. Pasnya mendengar kabar tersebut, keluarga sudah bersiap-siap menerima kepulangan jenazah Safiq. termasuk dengan mendirikan tenda disertai kursi di depan rumah mereka yang berlokasi di Kelurahan Keramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Di dalam rumah, sejumlah anggota keluarga duduk menunggu. Sesekali mereka memeriksa handphone berharap ada kabar terbaru mengenai proses evakuasi dari Gunung Selamet. Terlihat juga ada beberapa ASN yang datang ke rumah keluarga Syafiq. Hal ini dikarenakan memang ayahnya Syafiq Pak Dani merupakan ASN yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau diserusip yang ada di Kota Magelang. Pihak keluarga di saat itu menantikan kepulangan jenazah Syafik bersama-sama. Namun karena tim evakuasi mengalami kendala sehingga jenazah Safik telat untuk bisa sampai ke rumah duka. Dan menurut keterangan dari Tri Winarno selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan atau Prokompim Setda Kota Magelang, dia mengatakan kalau keluarga memutuskan untuk mengalihkan lokasi pemakaman Syafi. Awalnya Syafiq itu direncanakan bakal dimakamkan di pemakaman Sambung Lor, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, geng. Tapi rencana itu berubah. Lokasi pemakamannya akhirnya dipindahkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara. Alasannya karena keluarga itu mempertimbangkan kedekatan dengan rumah keluarganya Syafiq dan makam keluarga yang lain sehingga pemakamannya dipindahkan ke TPU Sidotopo itu. Pak Tri ini menambahkan, seluruh persiapan pemakaman sudah dijalankan oleh warga setempat sesuai tradisi dan adat istiadat yang berlaku di kampung itu. Meskipun persiapannya sudah matang ya, tapi waktu kedatangan jenazah Syafik yang belum bisa dipastikan jadinya agak terundur. Nah, semuanya bergantung pada kondisi cuaca di kawasan Gunung Selamet yang dikenal ekstrem dan sangat cepat berubah. Kalau kondisi di puncaknya tidak hujan dan terang, kemungkinan jenazahnya masih bisa tiba di Magelang menjelang subuh. Tapi kalau hujan dan berkabut bisa aja mengalami keterlambatan. Dan ketidakpastian ini membuat keluarga hanya bisa menunggu sembari berharap agar Syafiik bisa segera dipulangkan ke keluarganya. Nah, terus Geng seperti yang sempat kita singgung di awal tadi kalau kasus ini tidak hanya ramai karena proses pencarian dari Syafik yang lama hingga dia ditemukan, tapi juga banyak kejanggalan dari kasus hilangnya Syafik ini. Kita bahas sekarang. Oke. Nah, di tengah-tengah sorotan atas keberhasilan para relawan menemukan jenazah Syafik ya yang sudah hilang selama berhari-hari, ada cerita mengenai proses pencariannya yang dianggap oleh relawan semacam ada yang janggal. Hal ini ya dimaksudkan soal lokasi ditemukannya Syafiq yang sudah berulang kali disisir oleh tim SAR dan relawan. Tapi entah kenapa kok kayak gak kelihatan. Tapi ya setelah itu jasadnya tiba-tiba muncul di sana yang lokasinya sekitar 5 km dari pos 9 jalur pendakian Gunung Selamet. Padahal mereka udah lalu- lalang di situ. Amrul yang tadinya sempat gua ceritakan sebelumnya itu merasa sangat heran kenapa Syafiik baru ditemukan pada hari ke-17 yang artinya udah lewat setengah bulan. Padahal lokasi itu udah berkali-kali mereka lewati. Kalau dihubungkan ke hal-hal supranatural, hal-hal gaib, ya bisa aja kita berasumsi kalau jasadnya itu kayak yang dikatakan oleh anak indigo semacam diumpetin atau disembunyikan oleh entitas gaib. Makanya selama pencariannya Syafiq tidak bisa terlihat sebelum akhirnya makhluk gaib ini melepaskan dia. Tapi kalau mau agak lebih masuk akal nih secara logik gitu ya, bisa aja selama dia hilang hingga pada akhirnya dia ditemukan, Syafik ini mungkin tidak diam di satu titik karena pasti dia merasa lapar atau dia merasa haus dan dia mencari apapun yang bisa dimakan di saat itu. Dan mungkin waktu timsar sedang mencari di lokasi tersebut, kebetulan Syafiq sedang tidak berada di sana karena sedang mencari makan. Atau bisa jadi dia mencari tempat berteduh dari hujan atau kabut. Hal ini didukung dari estimasi kapan Syafiq meninggal dunia. Dari 17 hari selama proses pencarian dan dibandingkan dengan kondisi jenazahnya ya dia itu baru meninggal selama 4 hingga 5 hari sebelum akhirnya ditemukan. Nah, jadi ibaratnya selama 12 sampai 13 hari dia itu masih hidup. Jadi di dalam rantang waktu tersebut ya, Saf masih bisa mencari makan, mencari tempat berlindung. Tapi akhirnya ya di hari ke-12 atau 13 dia meninggal dunia. 4 sampai 5 hari kemudian barulah ditemukan. Kira-kira menurut kalian masuk akal enggak, Geng? Apakah ini benar-benar ada gaibnya atau justru logiknya kayak tadi? Dia mencari makan dan kebetulan saat timsar atau relawan yang lewat ke sana di lokasi di mana dia berteduh ya Syafiknya sedang tidak berada di sana karena mencari makan. Menurut kalian yang mana yang lebih masuk akal? Nah, tapi nih geng, kecurigaan yang paling besar itu justru mengarah ke himmauan nih. Kalian dengar enggak? Dengan kesaksiannya si Himawan yang bilang kalau kakinya sempat keram dan Syafik ini turun ke bawah mencari pertolongan. Yang mana seharusnya jika benar Syafik menghilang di bawah karena turun mencari pertolongan, udah pasti harusnya jenazahnya itu ditemukan di bawah di sekitar pos 3 atau pos 4. Tapi kenapa malah Syafiq ditemukan justru 5 km dari pos 9? yang posisinya justru berada di atas bukan di bawah seperti yang diinformasikan oleh Himawan. Gua menemukan salah satu pendapat dari netizen yang mengatakan kalau Himawan itu berbohong sama timsar bukan hanya terkait posisi Syafik yang sebenarnya, melainkan juga terkait kondisinya sendiri. Yang mana dikatakan kalau di saat itu Himawan tidak mengalami kram kaki. Sebenarnya kondisinya masih baik-baik aja ketika masih bersama dengan Syafik. Jadi netizen menduga apa mungkin Himawan ini sengaja memberikan keterangan palsu untuk memperlama tim SAR mencari Syafik. Nah, tapi di sini jujur ya, Geng, ini adalah klaim atau tuduhan dari netizen. Kalian enggak bisa langsung mengambil kesimpulan. Tapi kalau untuk kalian menebak-nebak, punya opini sendiri, yaitu hak kalian. Gua di sini hanya menyampaikan apa yang terjadi di media saat ini. Kemudian geng dikatakan juga kalau Syafiq dan Himawan ini sempat bertukar barang yaitu sepatu dan jaket. Maka dari itu, tim SAR jadi sulit melacak keberadaan dari Shafic karena tidak menemukan jaket dan sepatu yang digunakan sebelum hilang yang mana itu ternyata sudah tukaran terlebih dahulu dengan si Himawan. Meskipun narasi itu enggak bisa dikonfirmasi kebenarannya, tapi banyak yang percaya kalau Syafik dan Himawan memang bertukar jaket dan sepatu. Tapi ada juga yang justru menilai penemuan Syafiik di sekitar pos 9 itu ya sebenarnya masuk akal aja, enggak melulu harus merasa curiga lah gitu. Karena menurut orang-orang yang percaya ya dilihat dari dia yang terkena hipotermia biasanya orang yang mengalami hipotermia itu enggak akan bisa diam. Hal itu dikarenakan mereka berpikir semakin mereka bergerak maka tubuh mereka bakal hangat dan mereka bakal terus bergerak. Nah, inilah kemungkinan hal yang membuat SIC ini yang tadinya sudah berada di bawah karena nyasar dan hipotermia jadinya dia naik ke atas agar bisa menghangatkan tubuh sampai akhirnya tersesat. Nah, kabarnya juga, Geng, orang yang nyasar ketika mendaki gunung itu kemungkinan besar terjadi ketika turun, bukan pas naik. Karena memang turun gunung itu jauh lebih sulit daripada naik, katanya. Kalau orang yang enggak punya dasar naik gunung dan navigasi cenderung bakal mencari sungai karena mereka berpikir sungai pasti bakal mengarah ke desa. Padahal di sungai itu pasti ada lembahan. Dan dari punggungan, tempat pendaki biasa jalan untuk menuju ke lembahan tersebut biasanya harus melewati lereng. Oleh karena itu, sangat mungkin untuk menemukan orang yang nyasar di kawasan lereng atau jurang. Jadi singkatnya itu ya mungkin aja, sangat mungkin nih ketika Syafik itu berjalan di bawah sebenarnya udah mengalami hipotermia dan di sana dia berusaha bergerak dan mencari jalan mungkin untuk kembali ke atas menemui himmauan tapi malah tersasar. Nah, tapi geng ada satu fakta yang kemudian dibeberkan oleh bakat setia yang sering dipanggil dengan nama Bara. Dia bilang kalau sebelum Syafik ini hilang, ternyata Syafik dan Himawan ini sempat terlibat pertengkaran. Interogasi Mas Himawan dalam wawancara Mas Himawan. Mas Himawan menyampaikan bahwa kami sempat cekcok. Gimana tuh? Masuk akal enggak? Pertengkaran naik gunung bareng-bareng berantem tiba-tiba salah satu hilang. Nah, informasi ini berasal dari himmauannya sendiri, Geng. Dia sendiri yang bilang. Dia sempat bertengkar dengan si Syafiq, tapi dia enggak menjelaskan eh apa penyebab mereka cekcok, apa yang dipertengkarkan, enggak tahu detailnya. Namun, cekcok yang seperti apa tidak dijelaskan dengan rinci di situ. Tapi adegan itu ada. Nah, informasi yang disampaikan oleh seseorang yang bernama Bang Lahar ini ya jadi spekulasi liar nih, Geng, di internet yang mana ya kemungkinan ada yang menduga kalau ada motif personal kenapa Syafiq ini bisa hilang di Gunung Selamat. Kalau memang yang salahnya itu adalah himmawan ya ini adalah motif sakit hati. Bisa aja dia didorong atau sengaja ditinggalkan di atas gunung hingga tersesat. Dan ini masih asumsi sebenarnya, belum fakta yang sebenarnya. Tapi kalau menurut kalian nih, gimana, Geng asumsi tersebut? Nah, sampai detik ini misteri-misterinya belum terpecahkan. Mungkin nanti kita bisa menunggu update selanjutnya bagaimana akhir dari kasus ini. Oke, buat kalian yang mungkin punya pemikiran tersendiri, kalian boleh tinggalkan di kolom komentar.