Transcript
kniAdF09Ojc • AMERICA USES INDONESIAN AIRCRAFT TO ATTACK VENEZUELA!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1641_kniAdF09Ojc.txt
Kind: captions
Language: id
Jadi, di dalam penyerangan Amerika ke
Venezuela, negara tersebut ggak cuma
menggunakan pesawat milik atau buatan
mereka sendiri, melainkan mereka juga
pakai pesawat yang berasal dari
Indonesia loh, Geng. Nama pesawatnya
adalah CN235.
Di dalam operasi Absolute Resolve, ada
sekitar 32 pesawat CN235 yang
dikerahkan. Pesawat ini bukan simbol
dari kekuatan militer yang agresif. Dia
enggak merawung seperti jatur atau
memamerkan teknologi siluman. Tampak
pesawatnya justru biasa aja. Di dalam
operasi tersebut si N235 ini
dioperasikan dengan identitas minimal.
Hari ini kita bakal membahas tentang
perkembangan kasus Venezuela lagi.
Karena sepertinya ini bakal menjadi
topik yang hangat berkepanjangan
beberapa waktu ke depan. Ya, gimana
enggak ya, Geng? Bisa-bisanya negara
lain menangkap seorang presiden dari
sebuah negara yang berdaulat. Presiden
Donald Trump menyatakan Amerika Serikat
akan mengambil alih pengelolaan
Venezuela hingga terbentuk pemerintahan
baru menyusul intervensi militer AS di
Karakas dan menangkap Presiden
Venezuela, Nicholas Maduro.
Ada yang bilang Amerika tidak seharusnya
mencampuri urusan negara lain sekalipun
presidennya dianggap tidak mampu
mengurus negara tersebut ya kecuali jika
ada desakan dari pihak internasional
seperti PBB. Tapi sepertinya yang gua
sempat sebutkan di video sebelumnya
bukannya mengecam tindakan Amerika, tapi
banyak warga Venezuela yang justru saat
ini tersebar di berbagai negara, mereka
malah menyambut dengan senang tindakan
Amerika yang menculik presiden mereka
sendiri yaitu Ncolas Maduro.
Nah, dari video tersebut ya kita bisa
lihat betapa gembiranya mereka. Tapi
perlu gua jelaskan, mereka ini adalah
orang-orang Venezuela yang tidak lagi
tinggal di Venezuela, Geng. Rata-rata
mereka sudah keluar dari negaranya dan
angka dari rakyat Venezuela yang angkat
kaki dari negara mereka ini itu banyak
banget, tinggi banget angkanya. Gua
bakal menyampaikan nih beberapa update
atau fakta-fakta lain terkait insiden
penculikan atau penangkapan Nicholas
Maduro yang dilakukan oleh pihak Amerika
atas perintah Donald Trump ini. Di video
sebelumnya kita sempat membahas mengenai
lemahnya militer Venezuela sehingga
mereka tidak sanggup melawan serangan
mendadak dari Amerika. Tapi ternyata ada
beberapa pihak yang menganggap itu
enggak masuk akal. Sebab, Venezuela
adalah negara yang pertahanannya cukup
kuat di wilayah Amerika Latin.
Keberhasilan Amerika dalam menangkap
Ncolas Maduro ini tidak lain dan tidak
bukan ternyata gara-gara adanya sebuah
deal-dealan alias kong Kalikong antara
petinggi dari Venezuela sendiri untuk
meloloskan Amerika demi bisa menangkap
Maduro. Jadi di internalnya sendiri itu
mereka udah enggak senang dengan
presiden mereka ini. Nah, terus juga ada
konspirasi lain yang menyebutkan kalau
aset Venezuela itu tidak hanya minyak
doang, tapi ternyata mereka juga
menyimpan
Bitcoin yang cukup besar. Nah, benarkah
demikian? Untuk jawabannya, kalian wajib
nih, Geng, nonton video ini karena
kalian bakal mengerti betapa
mengerikannya Amerika dalam mengambil
keputusan dan kedaulatan negara lain.
Dan ada satu fakta nih, Geng, yang cukup
mengagetkan sebenarnya. Ternyata, Geng
ya, di dalam operasi yang dilakukan oleh
Amerika untuk menyerang Venezuela dan
menangkap Ncolas Maduro, mereka
menggunakan salah satu pesawat ciptaan
Indonesia, ciptaan insinyur-insinyur
Bandung di bawah PT Dirgantara Indonesia
yang bekerja sama dengan perusahaan
Spanyol yang bernama Kasa. Pesawat ini
bernama CN235 yang digunakan oleh
Amerika sebagai pesawat penyisir untuk
bisa membaca alat komunikasi lawan,
radar lawan, dan juga segala yang
berhubungan dengan elektronik pihak
lawan. Nah, ini fakta menariknya nih.
Kalian harus banget tahu tentang hal
ini. Kita juga bakal membahas beberapa
fakta terbaru yang berkaitan dengan
situasi dunia saat ini pasca Maduro
ditahan oleh Amerika. Langsung aja kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
Gengging. Beli iPhone baru yang
kapasitasnya paling kecil dan murah
enggak masalah. Tinggal tambahin SSD
supaya kapasitasnya jadi lebih besar.
Karena dengan tambahan SSD, HP gua yang
tadinya cuma 256 gig, sekarang malah
jadi 756
gig. bikin video cinematik ataupun foto
udah gak khawatir lagi memori bakal
penuh. Udah gitu proses pemindahan
datanya juga cepat banget. Nih, kita
bandingin pemindahan data pakai SSD
dengan pemindahan data pakai airdrop.
Cepat banget kan? SSD yang gua pakai ini
harganya juga murah banget terjangkau
daripada kalian beli iPhone versi
terbaru dengan harga yang mahal. Hanya
karena perbedaan kapasitas memori yang
mendingan beli yang paling murah
ditambah dengan SSD ini. Tapi iPhone
kalian jadi berkapasitas besar. Udah
gitu SSD-nya kecil dan bisa dibawa ke
mana-mana. Simpel kan? Buat yang mau
langsung aja check out linknya udah ada
di bawah. Untuk pembahasan yang pertama,
kita akan bahas dulu ketika mulusnya
aksi Amerika dalam melakukan penangkapan
terhadap Presiden Maduro.
Di video sebelumnya kita udah membahas
ya, Geng, kalau penangkapan Presiden
Maduro ini terlihat sangat mudah bagi
Amerika. Nah, mengapa hal ini terlihat
mudah bagi Amerika? Ya, itu bukan hanya
dikarenakan kekuatan militer Amerika
yang kuat melebihi Venezuela, melainkan
karena memang kalau kita lihat dari
sejarahnya militer Venezuela ini
dijadikan alat oleh rezim alias oleh ee
pemerintah mereka untuk menjaga
stabilitas politik pemimpinnya sendiri.
Jadi untuk kepentingan pribadi si
pemimpinnya, bukan demi kepentingan
negara dan rakyat. Nah, jadi rata-rata
para pemimpin militer mereka kayak
jenderal-jenderal mereka itu rata-rata
diberikan jabatan lain, diberikan
jabatan nonmiliter oleh rezim
pemerintahnya. Sehingga mereka itu
diberikan anggaran pertahanan yang
sangat besar di saat kondisi negaranya
yang sedang mengalami inflasi alias
ekonomi yang ambruk. ya. Dengan gambaran
nih ketika rakyatnya itu lagi kelaparan
ya, orang-orang yang bersenjata jenderal
dan pasukan-pasukan tentaranya itu
justru disuap duit tuh sama si
pemerintahnya, sama rezim pemerintah di
saat itu supaya apa? Supaya mereka hidup
happy, senang, dan bisa melindungi para
rezim tadi untuk mengangkat senjata demi
menekan masyarakat. Tuh, kurang lebih
kayak gitu, Geng. Jadi kalau kalian
pikir kenapa rakyat Venezuela itu senang
banget e Nicolas Maduro ditangkap, ya
ini salah satu alasannya. Karena Ncolas
Maduro adalah salah satu orang yang
sangat melindungi stabilitas politik
mereka ya dengan mengandalkan para
angkatan militer tadi dimanjain tuh para
jenderal-jenderalnya. Nah, hal inilah
yang menjadikan pertahanan militer di
Venezuela itu jadi lemah ya. Anggota
militernya udah main politik. Jadi
mereka udah enggak fokus berperang
latihan atau ya membeli alusista yang
canggih. Dan semenjak itu militer mereka
tidak lagi diisi oleh para prajurit yang
kompeten, melainkan orang-orang yang
justru menjadi penjilat rezim alias
loyalis presiden. Makanya kita bisa
lihat ya, betapa rapuhnya militer
Venezuela ini. Bisa-bisanya mereka
kecolongan ketika Amerika melumpuhkan
sistem pertahanan udara mereka. Jadi
mereka ini dilatih untuk melindungi
pemimpin mereka dari rakyat mereka
sendiri. Tidak terlatih untuk melindungi
pemimpin mereka dari serangan negara
lain apalagi kekuatannya sebesar
Amerika.
Dan faktor tersebut memang nyata adanya,
Geng. Dan memang masuk akal. Nah, tapi
Geng banyak yang menduga alasan lainnya
mengapa Venezuela terlihat seperti
enggak bertindak apapun saat Amerika
memasuki negara mereka. ya katanya nih
ya karena Amerika itu punya 1001 cara
untuk bisa membuat negara lain takluk
terhadap mereka. Salah satu hal yang
biasanya mereka lakukan adalah mengirim
para een-agen mereka untuk mempengaruhi
negara tersebut dari internalnya. Ya,
biasanya itu adalah CIA. Nah, terus apa
alasan lain kalau dikatakan ternyata
enggak cuma karena militernya yang
lemah? Apa nih faktor di balik itu lagi?
Nah, jawabannya adalah ternyata sudah
ada deal-dealan yang dilakukan oleh
Amerika kepada para petinggi-petinggi
Venezuela agar mereka bisa meloloskan
rencana Amerika untuk menangkap Maduro.
Nah, inilah nih. Ini ibarat memelihara
anak harimau, Geng. Nah, Maduro selama
ini memelihara anggota-anggota di
rezimnya menjadi para pemerintah yang
korup. Pemerintah yang korup itu ibarat
pisau bermata dua, berdiri di dua kaki,
ya kan? Ketika Maduro menguntungkan
mereka, mereka akan membela Maduro.
Tetapi ketika ada Amerika yang
menawarkan jumlah yang lebih daripada
Maduro, ya mereka akan berpihak kepada
Amerika. Dan semua ini adalah awal dari
ya memelihara korupsi itu sendiri. Jadi
Maduro ini senjata makan tuan lah ya
kan. Dia sudah memupuk ketidaksetiaan di
dalam rezimnya yang akhirnya itu memakan
dia sendiri. Masuknya Amerika ke
Venezuela ini, Geng yang dianggap bukan
sebagai invasi penuh, melainkan sebuah
operasi politik yang sudah
dinegosiasikan dengan para elit
Venezuela. Makanya kayak operasinya
kecil-kecilan aja, tapi bisa ngangkut
itu presidennya. Enggak gede-gede
banget. Ngebomnya juga enggak segila
Rusia lawan Ukraina kan. Lu bisa lihat
enggak? Rusia udah ngebom Ukraina hampir
hancur lebur tuh Ukraina sebagian
negaranya. Tapi apakah Zelenski
ketangkap? Kagak. Venezuela dibom dikit
aja dengan ya alusista yang sedikit,
pesawat yang sedikit, presidennya
langsung ketangkap. Nah, lagi-lagi geng
kejanggalannya bisa dilihat dari betapa
tidak berkutiknya militer Venezuela pada
saat penyerangan terjadi.
Dan ketika ledakan terjadi di Karas
biasanya ya militer itu bakal
mengaktifkan pertahanan udara mereka dan
mengarahkan seluruh pasukannya. Ya,
negara-negara seperti Venezuela ini kan
punya pertahanan udara tuh. Kalau ada
pesawat asing yang masuk ke dalam
wilayah udara mereka biasanya bakal ada
pertahanan udara yang langsung
menghalang pesawat asing atau
benda-benda asing tersebut. Namun di
dalam hal ini, Venezuela tidak melakukan
itu. Tidak ada satuun pasukan militer
yang dikirim untuk mengamankan lokasi
baik itu di darat maupun di udara.
Memang ya di pemberitaan disebutkan
kalau Amerika sudah melumpuhkan sistem
pertahanan udara Venezuela. Tapi yang
anehnya kenapa Venezuela tidak mencoba
untuk mempertahankan sistem udaranya
atau mungkin menyerang balik gitu.
Padahal sistem pertahanan udara mereka
itu cukup canggih. Mereka itu banyak
membeli alusista dari Rusia dan juga
Cina. Terus juga, Geng, yang jadi
perhatian ya, biasanya kalau ada situasi
memanas atau kondisi darurat di mana
sebuah negara sedang diserang oleh
negara lain, pasti ada sebuah protokol
pengamanan presiden di mana presiden
bakal dibawa ke tempat yang aman,
penjagaan yang berlapis, dan hanya
orang-orang tertentu aja yang bisa
bertemu dengan presiden seperti
keluarganya atau orang-orang
kepercayaan. Jadi, benar-benar ketat
gitu. Tapi kalau kita berbicara mengenai
penangkapan Maduro kemarin, benar-benar
kayak enggak ada yang menjalankan
protokol itu. Jadi kayak lost aja gitu,
Geng. Dan hal tersebut bisa kita lihat
dari mudahnya Maduro ditangkap diangkut
oleh Amerika dan aksinya terlalu cepat
dan tidak ada perlawanan sedikit pun
dari militer Venezuela. Ya, terkesan
kayak dibiarin kayak gitu aja. Terus,
Geng, konspirasi ini semakin menguat.
Sebab Donald Trump itu kayak ngasih
isyarat kalau wakil presiden Venezuela
yaitu Delsehi Rodriguez akan bersiap
buat bekerja sama dengan Amerika di
dalam proses transisi kekuasaan. Jadi
maksudnya tuh kayak Donald Trump itu
udah tahu apa yang bakal terjadi kepada
Venezuela dan dia udah bilang tuh wakil
presiden dari Venezuela ya Delci
Rodriguez bakal menggantikan Ncolas
Maduro. Nah, di dalam keterangannya itu
Donald Trump mengungkap kalau Marco
Rubio selaku Menteri Luar Negeri Amerika
itu sudah melakukan pembicaraan dengan
eh si Delsei ini secara langsung. Dia
bilang kalau Delsei adalah sosok yang
pada dasarnya bersedia melakukan apapun
yang Amerika anggap perlu untuk membuat
Venezuela kembali bangkit. Jadi
ibaratnya nih ya wakil presidennya ini
berpihak kepada Amerika. Cuma, Geng,
pernyataan tersebut berseberangan dengan
sikap publik yang ditunjukkan oleh
Delsea ini. Gak tahu ya apakah Delsea
ini memang eh apa ya cuma difitnah doang
sama Donald Trump atau memang dia ini
sebenarnya ya pengin akting juga di
depan ee masyarakatnya, di depan
rakyatnya. Ya, aslinya sebenarnya di
belakang itu dia memang berpihak kepada
Amerika. Ini kita enggak tahu nih. Yang
jelas di dalam konferensi perspah ya,
Delsehi ini justru mengecam penahanan
Maduro atau penangkapan Maduro sebagai
penculikan dan menegaskan kalau
Venezuela tidak akan pernah menjadi
antek-antk negara manapun termasuk
Amerika. Itu kata dia. Tapi menurut
Donald Trump dia justru berpihak sama
Amerika. Ini entah mana yang benar nih.
Nah, tapi karena pernyataan Donald Trump
sebelumnya, publik terlanjur memiliki
asumsi sendiri. Ya, mereka percaya apa
jangan-jangan DLC ini dan beberapa elit
politik lainnya yang ada di Venezuela
sudah terlebih dahulu membuat
kesepakatan dengan Amerika untuk
melengserkan Maduro dengan imbalan
Delsei yang bakal naik jabatan menjadi
presiden. Nah, tetapi syaratnya segala
kepentingan Amerika harus di-support
oleh Delsea untuk dijalankan di
Venezuela. Termasuk minyak Venezuela
harus dikuasai oleh Amerika. Ya, kita
lihat sendiri sekarang ya, Donald Trump
sudah menyatakan bahwa ya minyak
Venezuela itu mereka yang jual. Nah,
makanya ini kelihatan masuk akal banget,
Geng. Kira-kira ya menurut kalian kalian
sepakat enggak, Geng, dengan asumsi
kalau ya itu tadi Delsea ini memang
sengaja pengin naik jabatan jadi
presiden dan dia bekerja sama dengan
Amerika. Gimana tuh menurut kalian?
Estos.
Nah, jadi itu dia ya, Geng. Kurang lebih
penjelasan tentang konspirasi mengapa
Amerika bisa begitu mudah dan cepat
menyerang Venezuela dan menangkap
presidennya Ncolas Maduro. Sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan lain
yaitu mengenai aset lain yang dimiliki
oleh Venezuela yaitu Bitcoin. Wah, gila
ya. Venezuela punya Bitcoin dan kabarnya
Venezuela punya banyak Bitcoin dan itu
juga menjadi salah satu alasan mengapa
Amerika ingin menguasai Venezuela.
Rumornya nih dan selain karena minyak ya
Bitcoin ini adalah hal yang menggiurkan
sekarang dan ya itu memancing Amerika
untuk menyerang Venezuela. Terus
kabarnya juga Venezuela ini punya
cadangan atau simpanan emas yang sangat
banyak. Benarkah begitu? Dan kalau
memang benar, apakah Amerika ingin
menguasai emasnya juga? Nah, sekarang
kita akan bahas.
Selama ini kita tahu ya, Geng, kalau
Venezuela itu punya cadangan minyak
terbesar di dunia mengalahkan Arab
Saudi. Kemarin gua udah jelasin memang
agak terasa aneh gitu ya. Kok negara
dengan cadangan minyak yang lebih
daripada Arab kelihatannya kismin banget
rakyatnya sampai harus keluar dari
negara mereka. Nah, ini gua jelaskan
pendek nih. Sedikit gua jelaskan. Jadi,
kenapa mereka lebih miskin daripada
Arab? Padahal cadangan minyaknya lebih
banyak. Yaitu tadi rezim pemerintahan
mereka itu terlalu mempolitisasi semua
hal. Gua contohin aja contoh misalkan
kayak gini di bidang olahraga. Orang
yang enggak bisa olahraga dijadiin
menteri olahraga. Nah, itu udah
mempolitisasi tuh. Terus di bidang
militer orang yang maaf nih ini mungkin
agak konyol gitu ya, orang yang enggak
pernah perang, enggak pernah latihan
militer dijadikan Menteri Pertahanan.
Misalkan di bagian yang paling krusial
dari penghasilan satu-satunya negara
mereka. Karena negara mereka ini
tergantung banget sama minyak, Geng.
Jadi sampai-sampai itu kayak kebutuhan
pokok, makanan tuh impor semua dari
negara lain. Boro-boro mereka punya
petani, enggak ada tuh. Ya mungkin ada
di sebagian kecil, tapi udah hampir
semuanya tuh impor. Makanan semua impor.
Makanya tuh kayak inflasi terjadi
besar-besaran. Ya, gimana lu harus beli
makanan dari luar negeri dimasukin ke
negara lu? Ya kan? Di saat itu ya,
karena penghasilan terbesar mereka atau
utama mereka hanya mengandalkan minyak
bumi, seharusnya mereka harus fokus
dengan hal itu dengan ya menempatkan
orang-orang yang kompeten, orang-orang
yang memang pada ahlinya ya di bidang
tersebut. Kita contohin Arab. Arab itu
ya dia tahu penghasilan utama mereka
adalah minyak bumi. Mereka membuat
perjanjian yang begitu ketat. Walaupun
bukan sepenuhnya mereka yang mengerjakan
tambang minyak mereka ya. Walaupun
banyak dari pekerja asing dari Cina,
dari Jerman, dari yang mana-mana gitu
ya, tapi mereka menaruh para pekerja
yang kompeten, yang benar-benar paham.
Jadinya semuanya berjalan dengan
semestinya. Beda dengan Venezuela.
Venezuela malah ya yang enggak tahu cara
nambang minyak ditaruh di sono. Jadi
benar-benar politisasi ya pemimpinnya
itu pengin yang kaya, yang tajir, yang
makan itu cuma teman-temannya doang,
keluarga-keluarganya doang yang bahkan
tidak paham dengan apa yang dikerjakan.
Nah, itulah yang terjadi dengan
Venezuela. Ditambah lagi ya sanksi yang
diberikan oleh Amerika yang membuat
negara ini tidak bisa menjual minyak
mereka, Geng. Hasil bumi mereka enggak
bisa dijual. Itu yang membuat Venezuela
ini miskin walaupun cadangan minyaknya
lebih besar daripada Arab.
Tapi kalian tahu enggak, Geng? Ya, di
luar kekayaan itu ternyata baru-baru ini
ditemukan sebuah bukti yang gua gak tahu
bukti ini sebatas rumor atau memang
fakta gitu ya. Jadi dikatakan Venezuela
ini punya aset Bitcoin selama
bertahun-tahun spekulasi mengenai
cadangan Bitcoin negara tersebut itu
beredar terus. Jadi bikin orang-orang
tuh kayak mustahil kalau enggak
dipercaya gitu ya. Soalnya berita dan
bukti-buktinya tuh muncul terus gitu.
Laporan intelijen terbaru saat ini
menduga kalau Venezuela sudah
mengumpulkan cadangan sebesar 60.000
hingga 660.000
BTC alias Bitcoin. Besarnya kepemilikan
tersebut menempatkan Venezuela sebagai
salah satu pemegang Bitcoin terbesar di
dunia. bahkan bisa bersaing dengan
perusahaan raksasa seperti Black Rock
dan Micro Strategi. Berdasarkan data
yang didapatkan dari berbagai sumber
intelijen keuangan, banyaknya Bitcoin
yang dimiliki oleh Venezuela itu bukan
baru dilakukan saat ini, melainkan sudah
dimulai sejak tahun 2018 lewat strategi
yang sudah sangat rencana agar Venezuela
bisa menghindari sanksi internasional.
Setelah kegagalan aset crypto Petro yang
didukung oleh pemerintah, ketergantungan
rezim dari Venezuela terhadap aset
digital justru semakin meningkat. Jadi
di saat itu ya, perusahaan minyak
Venezuela yang bernama PDVSA
itu mulai diinstruksikan untuk menerima
pembayaran ekspor minyak mentah dalam
bentuk USDT.
Jadi udah bukan lagi dibayar pakai emas,
udah bukan lagi dibayar pakai e dolar
ya, tapi USDT udah bentuk mata uang
digital untuk memitigasi resiko
pembukaan rekening bank tradisional oleh
otoritas Amerika. Keuntungan dari
transaksi tersebut kemudian dialihkan ke
Bitcoin untuk menghilangkan jejak dan
mengurangi pengaruh terhadap dolar
Amerika tadi. Jadi mereka itu enggak mau
kebaca gitu sama Amerika kalau mereka
tuh baru jual minyak, ada keuntungan
berapa dan enggak mau bayar
pajak-pajaknya lah gitu tuh. Jadi
jejaknya dihilangkan melalui uangnya itu
ditabung jadi Bitcoin.
Nah, selain itu tindakan tegas
pemerintah terhadap operasi penambangan
Bitcoin ilegal di dalam negara Venezuela
itu ikut menambah cadangan negara hingga
mencapai estimasi 3% dari total pasokan
Bitcoin yang beredar di seluruh dunia.
Jadi, bisa dikatakan simpanan Bitcoin
mereka itu cukup banyak. Nah, antara
tahun 2018 sampai 2020, Venezuela udah
dilaporkan mengekspor puluhan ton emas
dari Orinoko Mining Arch. Di dalam
laporan tersebut dikatakan Venezuela
mengkonversi sekitar 2 miliar dolar
Amerika atau sebesar 33,49
triliun hasil emas mereka itu ditukar
menjadi Bitcoin dengan harga rata-rata
5.000 Amerika atau yang setara dengan
Rp83,2 juta per Bitcoin. Dan transfer
ini aja, Geng, yang saat ini bernilai
sekitar 36 miliar dolar Amerika atau
setara Rp60,2 triliun, itu menjadikan
dasar cadangan kripto rahasia negara ini
yang mana besar banget jumlahnya. Dan
skala cadangan Venezuela yang diduga
jauh lebih besar daripada likuidasi
pemerintah sebelumnya. Pada tahun 2024
ya, negara bagian Sasoni di Jerman itu
sampai menjual 50.000 1000 BTC atau
sekitar 3 miliar dolar Amerika yang pada
saat itu yang mana ini berdampak pada
koreksi pasar sebesar 15 sampai 20%.
Terus sebaliknya nih, Geng. 600.000 BTC
milik Venezuela kalau disita atau
dibekukan itu bisa memicu goncangan
pasokan yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Terus mengurangi likuiditas
yang tersedia dan mendukung harga yang
lebih tinggi. Ya, gimana enggak yang
megang BTC-nya bukan perorangan. Kalau
di negara kita yang megang kita tahu ya
nama-namanya ya, Timoti, Siis Suuli dan
lain-lain gitu. Nah, ini yang megang
negara coy. Ibarat kalau misalkan di
negara kita yang megang Pak Jokowi, Pak
Prabowo atau Pak Gibran gitu ya,
jumlahnya enggak enggak terhitunglah,
banyak banget duitnya.
Di akhir tahun 2025 sampai 10%
pembayaran belanjaan dan hampir 40%
transaksi antar individu itu dilakukan
dengan kripto. Sementara itu, pengiriman
uang melalui stable coin itu menyumbang
hampir 10% dari arus masuk. Venezuela
itu berada di peringkat sekitar ke-17
secara global dalam adopsi kripto
menurut Kainalisis, Geng. Nah, inilah
yang menjadi kecurigaan. Karena gini,
Venezuela di peringkat ke-17 secara
global dalam adopsi kripto. Sementara di
negaranya sendiri orang-orangnya ya lagi
krisis ekonomi kan enggak apa ya kayak
kontradiktif gitu. Orang krisis ekonomi
tapi pasokan kripto, arus kriptonya
lancar. Nah, di situ timbul pertanyaan,
ini yang main siapa? Hant? Ya, siapa
lagi kalau bukan orang atas-atasnya?
Nah, ternyata yang memainkan itu adalah
pemerintahnya dengan uang negara mereka.
Jadi, bukan rakyatnya yang bermain atau
mengadopsi kripto tersebut. Sehingga
posisi mereka secara global itu cukup
tinggi, yaitu di peringkat 17. Terus,
Geng, kebijakan-kebijakan yang dibuat
oleh pemerintah Venezuela itu juga ee
semakin memudahkan warga mereka untuk
melakukan transaksi kripto sebenarnya.
Salah satunya dengan menetapkan tarif
listrik yang murah. Hal ini tentu
menguntungkan bagi para penambang crypto
karena untuk mining dan menambang mereka
kan harus menyalakan PC sepanjang hari
dan pastinya kan ini membutuhkan listrik
yang boros banget. Nah, contohnya yang
dilakukan oleh perusahaan yang bernama
Dr. Miner yang berlokasi di Karakas
Timur. Di sana ada sebanyak 80 PC yang
diklaim menghasilkan sekitar 10.000
Amerika dalam bentuk Bitcoin setiap
bulan. pemerintahnya itu men-support tuh
kalau ada perusahaan-perusahaan lokal ya
masyarakatnya yang membuka perusahaan
mining ya silakan listriknya di subsidi.
Dan di saat itu ya perusahaan yang gua
sebutkan tadi setiap komputer yang
mereka bangun dengan modal sekitar 400
Amerika atau cuma sekitar 5 sampai Rp6
juta gitu ya, masing-masing seukuran
kotak sepatu tapi hasilnya bisa 10.000
Amerika 10.000 000 itu kayak sekitar 1,6
m per bulan. Tentunya proses ini
membutuhkan daya listrik yang sangat
besar. Di luar kebutuhan listrik yang
tinggi, beruntungnya akses internet di
Venezuela cukup mendukung untuk proses
mining crypto khususnya di Karakas. Jadi
pemerintahnya sebenarnya men-support
gitu listrik dimurahin, internet
dicepetin. Nah, padahal dengan tekanan
ekonomi yang ada di sana, akses atas
internet itu ya relatif tidak merata di
negara itu. Tapi warganya bisa menambang
kripto. Nah, usaha penambangan kripto
ini menjadi salah satu yang populer,
geng, di Venezuela. Nilai tukar kripto
seperti Bitcoin juga semakin diterima di
negara tersebut ketika mata uang
Venezuela yaitu Bolivar semakin melemah.
Nah, menurut perusahaan konsultan OLMOS
yaitu Olmos Group Venezuela, transaksi
dengan mata uang kripto di Venezuela
pada tahun 2019 bisa mencapai 303 juta
Do Amerika.
Nah, lalu geng ya yang mungkin belum
banyak orang tahu adalah Venezuela itu
ternyata memiliki cadangan emas yang
besar. Nah, ini kan tadi gua udah sempat
nyinggung ya, cadangan emas mereka itu
sudah banyak mereka alihkan ke kripto.
Nah, tapi saking banyaknya emas mereka
ini dianggap atau ada rumor yang
mengatakan kalau salah satu hal yang
diincar oleh Donald Trump adalah stok
emas milik Venezuela ini yang
pelan-pelan sudah mulai mereka konversi
menjadi Bitcoin ini. Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan seberapa
banyak emas yang dimiliki oleh
Venezuela. Sampai-sampai muncul rumor
yang mengatakan kalau Donald Trump
menginginkan emas itu. Kita bahas.
Jadi, geng negara tersebut memiliki
sumber daya emas lebih dari 8.000 ton
yang menjadikan Venezuela menjadi negara
dengan sumber daya emas terbesar di
Amerika Latin. Nah, Venezuela
diperkirakan memiliki cadangan sebesar
161 ton metrik emas dengan nilai sekitar
22, miliar Do Amerika. Setiap kenaikan
100 Amerika pada harga emas spot itu
akan menambah sekitar 518 juta Amerika
ke neraca Venezuela. Jadi cukup
berpengaruh untuk kekayaan mereka nih,
Geng. Wilayah Orinoko Mining Arch itu
punya lebih besar lagi dengan simpanan
emas sekitar 10.000 ton emas yang belum
ditambang dengan harga 4.360
Amerika per ons-nya ya ini nilainya bisa
mencapai 1,4 triliun dolar Amerika di
dalam tanah. Jadi pada tahun 2016 ya,
Ncolas Maduro menandatangani dekret
pembentukan Orinoko Mining Arch yaitu
sebuah kawasan seluas sekitar 112.000
km² yang terletak di selatan Sungai
Orinoko. Dan kawasan tersebut dinyatakan
sangat strategis untuk eksploitasi emas
sebagai komunitas utama. Serta berlian
juga ada Coltan juga ada nikel juga dan
unsur tanah jarang lainnya. Dan
pemerintah mengklaim kalau Orinoko
Mining Arch itu menyimpan lebih dari
8.000 ton emas yang akan menempatkan
Venezuela di jajaran negara dengan
cadangan emas terbesar di dunia.
Pemerintah mereka juga menyebutkan
potensi eksploitasi sampai 1 juta karat
berlian, 12.000 ton nikel, dan 35.000
ton kotan. Ya, dan cadangan tembaga yang
sangat-sangat signifikan. Venezuela juga
memiliki cadangan emas liquid, Geng.
yang mana cadangan emas ini tidak
sepenuhnya berada di dalam negeri. Jadi
sebagian justru mereka simpan ribuan
kilometer dari Venezuela dan sampai saat
ini enggak bisa disentuh oleh pemerintah
ee Nicolas Maduro. Jadi ada sekitar 31
ton emas Venezuela disimpan di brangkas
bengko The Inglet Tera yang ada di
London. Sedangkan emas ini udah ada di
Inggris sejak sebelum krisis politik dan
ekonomi Venezuela memburuk. Nah,
masalahnya muncul sejak tahun 2018
ketika pemerintah Inggris memutuskan
membekukan akses emas tersebut setelah
mengakui tokoh oposisi yaitu Juan Guido
sebagai presiden sah Venezuela
menggantikan Maduro. Nah, jadi ceritanya
tuh pemerintahan Venezuela ini menyimpan
emas di brangkas London sana yang
seharusnya kapan aja mereka bisa ambil.
Tapi dikarenakan adanya konflik politik
yang mana pemerintah Inggris lebih
mengakui Juan Guido ketimbang Ncolas
Maduro, akhirnya cadangan emas itu tidak
bisa disentuh oleh pemerintah Venezuela
yang saat ini yaitu Ncolas Maduro. Jadi
dibekukan kecuali ya Maduro digantikan
oleh Huan Guido yang diakui oleh
pemerintah Inggris. Itu syaratnya. Nah,
akibat keputusan politik tersebut, e
emas Venezuela yang ada di London ini
tidak bisa diserahkan kepada rezim
Maduro sama sekali, enggak boleh
disentuh. Hingga saat ini ya, Geng, aset
tersebut masih terkunci di Bank of
England. meskipun pemerintah Venezuela
sudah berulang kali menggugat melalui
jalur hukum internasional dengan harga
emas global yang saat ini ya nilai
cadangan tersebut mungkin diperkirakan
sampai 1,8 hingga 2 miliar dolar Amerika
yang menjadikan emas ini adalah salah
satu aset likuiditas paling bernilai,
paling mahal, paling berharga yang
akhirnya hilang dari tangan negara
Venezuela gara-gara ya presidennya
Nicholas Maduro.
Nah, dari fakta ini kita jadi tahu ya,
Geng, kalau ternyata penangkapan Maduro
ini enggak cuma membuat Amerika
menguasai minyak aja, tapi sekaligus
cadangan Bitcoin milik Venezuela serta
cadangan emas Venezuela yang ada di Bank
Inggris. Dan ya mungkin sumber daya
lainnya seperti Berlian, nikel, Coltan,
dan lain sebagainya juga akan dikuasai
oleh Amerika. Bisa menang banyak Amerika
dengan menguasai Venezuela. Sekarang
kita bakal membahas sebuah fakta terkait
penyerangan Venezuela yang ternyata ada
hubungannya dengan negara kita, yaitu
ternyata pesawat yang digunakan untuk
menyerang Venezuela itu adalah pesawat
Indonesia. Emang benar, Geng? Kita
bahas.
Nah, ini menarik nih, Geng, ya. Ada
negara kita namanya dicatut di dalam
kasus ini. Jadi di dalam penyerangan
Amerika ke Venezuela, negara tersebut
ggak cuma menggunakan pesawat milik atau
buatan mereka sendiri, melainkan mereka
juga pakai pesawat yang berasal dari
Indonesia loh, Geng. Nama pesawatnya
adalah CN235.
Di dalam operasi Absolute Resolve, ada
sekitar 32 pesawat CN235 yang
dikerahkan. Pesawat ini bukan simbol
dari kekuatan militer yang agresif. dia
enggak meraung seperti jatur atau
memamerkan teknologi siluman. Tampak
pesawatnya justru biasa aja. Di dalam
operasi tersebut si N235 ini
dioperasikan dengan identitas minimal.
Jadi enggak ada logo kesatuan dan enggak
ada e bendera nasional. Jadi benar-benar
kayak lowy gitu istilahnya. Nah di dalam
radar pesawat ini terbaca sebagai
pesawat kargo sipil. Jadi enggak
mencurigakan. Hal inilah yang
memungkinkan CN N235 mendekat ke wilayah
sasaran tanpa memicu alarm pertahanan
udara Venezuela. Nah, peran utama dari
CN235 ini dalam Absolute Resolve adalah
sebagai platform signal intelijen atau
disingkat dengan SIG intijin.
Pesawat ini berfungsi sebagai mata dan
telinga operasi memetakan komunikasi
radar dan juga aktivitas elektronik
lawan. Nah, misalkan kayak radio, radar,
sensor dari pihak Venezuela, semuanya
dipetakan. di dalam ee perang modern ya.
Informasi semacam inilah yang sering
sekali menentukan ya ee dibandingkan
kekuatan senjata itu sendiri. Jadi kayak
membaca kekuatan lawan melalui
sinyal-sinyal komunikasi radar dan
aktivitas elektronik tadi itu adalah
sebuah senjata yang mutakir. Sekarang
ibaratnya gini, Geng. Gua jago berantem,
misalkan, lu juga jago berantem. Nah,
gua belum tentu bisa menang lawan lu
kalau gua enggak baca kelemahan lu di
mana. Karena sama-sama aja gua berantem.
Nah, salah satu kuncinya agar gua bisa
menang menghadapi orang yang sama
kekuatannya sama gua atau sama-sama bisa
berantem adalah mencari kelemahannya.
Dan ternyata cara Amerika untuk bisa
membaca kelemahan dari Venezuela
menggunakan salah satu peralatan yang
berasal dari Indonesia. Nah, bagi pihak
internasional, keterlibatan CN235 ini
menegaskan perubahan wajah peperangan
modern. Dominasi militer enggak selalu
dibentuk atau ditentukan oleh teknologi
paling canggih, melainkan lewat platform
yang paling sesuai dengan misi yang
dijalankan. Maksudnya tuh gini, Geng.
Kalau misinya itu diselesaikan oleh
Amerika dengan peralatan canggih mereka,
bisa aja, tapi terkesan kayak jomplang
gitu loh, Geng. Kekuatannya pasti dunia
internasional bakal bilang kayak, "Lah,
mau lawan Venezuela aja sampai
repot-repot ngeluarin alat tercanggih
kalian, gitu kan. Nah, ternyata mereka
gak perlu alat yang super canggih,
melainkan mereka menggunakan salah satu
alat yang bisa dikatakan ya apa ya
enggak enggak lebih canggih dari
alat-alat mereka, tapi bisa
mengkamuflase justru ibaratnya gini,
karena saking biasanya mungkin ya,
karena saking ee pesawat dari negara
kita ini tidak mencurigakan, tapi justru
itulah yang mematikan karena dianggap
spele sama radarnya dikira pesawat
sipil. CN235 ini dikembangkan melalui
kolaborasi antara PT Dirgantara
Indonesia dengan perusahaan Spanyol yang
bernama Kasa. Nah, meskipun sebagian
unit produksinya itu dibuat di daerah
Sevilla sana, tapi pondasi desainnya itu
lahir dari kerja keras para insinyur
Indonesia yang ada di Bandung. Dan
CN235220
yaitu varian angkut ringan menengahnya
dirancang dengan fleksibilitas tinggi,
mampu terbang rendah, efisien bahan
bakar, dan mudah dimodifikasi untuk
berbagai misi khusus. Karakternya
tersebut menjadikan pesawat ini jadi
ideal untuk peran intelijen yang
menuntut ketahanan dan keandalan jangka
panjang. Nah, keputusan militer Amerika
untuk mengoperasikan atau menggunakan
pesawat buatan Indonesia ini atau CN235
ini di dalam operasi paling sensitif ini
adalah pengakuan strategis, Geng. Ini
adalah validasi global bahwa desain yang
lahir dari negara berkembang kayak
negara kita ini ternyata bisa ikut
bersaing dan dipercaya di dalam arena
pertahanan kelas dunia. Dan kabarnya
nih, Geng, ya, C N235 ini tercatat sudah
diincar oleh sejumlah negara loh, Geng.
beberapa negara yang pernah memesan
pesawat ini e mulai dari Brunei,
Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab,
Korea Selatan, Burkina Faso, Afrika
sampai Seninegal.
Dan selain itu, Timur Tengah, Amerika
Latin dan beberapa negara Asia serta
Eropa mereka sudah mengungkapkan mereka
minat terhadap pesawat CN235 ini.
Produksi pesawat CN235 saat ini sedang
didorong untuk ditingkatkan jumlahnya
dalam skala per tahun, Geng. Dan enggak
cuma produksi bagi Indonesia, rencana
peningkatan produksinya juga dilakukan
dikarenakan permintaan dari beberapa
negara dan juga agar industri pertahanan
Indonesia bisa mulai merintis kerja sama
dengan berbagai pihak. Wah, gila ya,
Geng ya. Ternyata secara tidak langsung
ya bukan terlibat sih ya Indonesia di
sini. Lebih tepatnya adalah eh peralatan
canggih karya anak bangsa ternyata
digunakan di dalam operasi yang
dilancarkan oleh Amerika untuk menangkap
Presiden Venezuela. Bisa kebayang tuh ya
ya bukan overproud seperti bocil-bocil
Facebook bilang atau bocil-bocil TikTok
bilang. Tetapi di dalam hal ini kita
bisa melihat bahwa ternyata karya anak
bangsa kita itu bisa berguna, itu bisa
sangat membantu apabila di tangan yang
tepat. Jadi selama ini tuh kepintaran
rakyat kita itu cuma enggak
dimaksimalkan aja. Ya, kalau ditanya
kenapa, gua enggak mau jawab lagi karena
sekarang sudah ada undang-undangnya kan.
Mengkritik pemerintah itu bisa
dipenjara. Jadi kalian bisa memikirkan
sendiri dengan track record soal
penemuan-penemuan yang dilakukan oleh
anak bangsa Indonesia yang pada akhirnya
pupus harapannya, luntur semua
impiannya, berhenti semua produksinya
karena terhalang yaitu tadi izin
pemerintah, dukungan pemerintah, dan ya
bahkan ee apa ya persaingan dengan
produk luar ya. Kalian bisa cari
sendirilah di internet banyak kot track
record-nya. Oke, sekarang gua pengen
masuk ke dalam sebuah pembahasan nih,
Geng ya. Yaitu sebuah landasan yang
digunakan oleh Donald Trump untuk
menyerang Venezuela yang mana ini
berhubungan dengan doktrin Monro. Apa
itu doktrin Monro? Ini harus banget
kalian dengar. Kita bahas
apa itu doktrin Monro? Nah, di sini di
dalam menjelaskan aksi militer Amerika
yang berujung pada penangkapan Maduro,
Donald Trump itu mengaitkan langkah
tersebut dengan yang namanya doktrine
Monro. Sebuah kebijakan luar negeri
Amerika yang dibuat lebih dari 2 abad
lalu, lebih dari 200 tahun yang lalu.
Jadi itu ceritanya ya di tanggal 3
Januari kemarin, Donald Trump itu secara
terbuka merujuk kepada doktrin Monroe
ini ketika dia menjelaskan kebijakan
pemerintahannya dia terhadap Venezuela.
Dia bahkan bilang kalau sebagian orang
menyebut dia sebagai doktrin Donro,
Donald Trump Monro. Nah, Donald Trump
menyatakan kalau Venezuela di bawah
pemerintahan Maduro sudah semakin sering
menjadi tuan rumah bagi musuh-musuh
asing di kawasan Amerika dan mendapatkan
senjata yang bisa mengancam kepentingan
Amerika. Ya, ini sebenarnya agak dilema
sih, Geng. Ya, ini mirip kayak kasusnya
Rusia sama Ukraina. Ketika Rusia marah
ke Ukraina itu gara-gara Ukraina itu
terlalu NATO, Ukraina terlalu dekat
dengan Amerika. Sementara Ukraina itu
kan serambinya serambi alias apa ya
halaman depannya Rusia ya. Rusia enggak
terima. Nah, sama halnya yang terjadi
dengan Venezuela. Venezuela ini terlalu
berteman dengan Rusia dan Cina, musuh
Amerika. Sementara mereka itu berada di
terasnya Amerika. Mereka kan kawasan
Amerika Latin. Nah, jadi ini sama-sama
aja sebenarnya. Dan Donald Trump
menyebutkan kondisi itu sebagai
pelanggaran berat terhadap
prinsip-prinsip dari inti kebijakan luar
negeri Amerika yang sudah ada lebih dari
200 tahun lamanya. Menurut dia, kondisi
ini menjadi dasar bagi arah baru
kebijakan pemerintahannya dia. Dia
bilang melalui strategi keamanan
nasional yang baru, Amerika bakal
menegaskan kembali posisi mereka di
kawasan belahan bumi barat yang sejalan
dengan prinsip America first. Yang jadi
pertanyaannya, apa sih sebenarnya
doktrin Monroe ini? Jadi, Geng doktrin
Monro ini pada dasarnya menyerukan
pembagian dunia ke dalam wilayah-wilayah
pengaruh yang diawasi oleh kekuatan
besar masing-masing. Presiden James
Monroe pertama kali mengemukakan gagasan
ini pada tanggal 2 Desember 1823 dalam
pidato tahunan ketujuh-nya dia tentang
keadaan negara di hadapan Kongres
Amerika. Di dalam pidatonya itu, Monro
memperingatkan agar negara-negara Eropa
itu tidak mencampuri urusan di kawasan
Amerika. Dia menegaskan bahwa setiap
bentuk intervensi Eropa di benua Amerika
akan dipandang sebagai serangan terhadap
Amerika Serikat. Monro juga mengatakan
kalau urusan belahan barat dan Eropa
harus tetap terpisah dan tidak saling
mempengaruhi. Sebagai imbalannya, Monro
berjanji bahwa Amerika bakal mengakui
dan tidak akan mencampuri koloni Eropa
yang sudah ada maupun urusan dalam
negeri, negara-negara Eropa. Tapi dia
menegaskan lagi kalau Amerika Utara dan
selatan itu enggak lagi terbuka untuk
kolonisasi baru oleh kekuatan Eropa
manapun. Di dalam banyak aspek, Geng,
doktrin Monro itu bertujuan
mempertahankan status quo di kawasan
Amerika sekaligus menuntut agar Eropa
melepaskan keterlibatan lebih lanjut di
wilayah tersebut. Lalu singkat ceritanya
nih, Geng ya. Pada tahun 1904, Presiden
Theodor Roosfeld itu menambahkan apa
yang dikenal sebagai Roosfeld Coroleri
ke dalam doktrin Monroe ini. Nah, jadi
tambahan ini menegaskan hak Amerika
untuk melakukan intervensi di
negara-negara Amerika Latin untuk
mencegah campur tangan Eropa, terutama
dalam persoalan uang atau
ketidakstabilan demi menjaga stabilitas
dan melindungi kepentingan Amerika di
belahan barat. Pernyataan tersebut
muncul ketika para kreditur Eropa
mengancam sejumlah negara Amerika Latin.
Nah, Roosfeld ini menyatakan bahwa
Amerika memiliki hak sekaligus tanggung
jawab untuk terlibat sesuai dengan
doktrin tersebut. Coroleri dirumuskan
setelah krisis Venezuela pada tahun 1902
sampai 1903 ketika negara itu menolak
membayar hutang luar negeri mereka.
Kelihatannya nih ya Amerika seperti
melindungi negara Amerika Latin karena
doktrin tersebut. Kesannya kayak gitu.
Tapi faktanya Roosevelt itu bukannya
melindungi negara-negara Amerika Latin
dari campur tangan Eropa, dia malah
menggunakan hal itu untuk mengawasi dan
mengendalikan negara-negara tersebut
supaya pemerintahannya bertindak sesuai
dengan kepentingan komersial dan
strategi Amerika. Jadi kayak dikontrol
gitu. Seolah-olah tuh mereka bilang
kayak, "Udah, Amerika Latin tenang,
Cuba, Mexico, apalagi tuh eh Venezuela
dan yang lain-lain. Amanlah kalian ya.
Kita lindungi kalian dari serangan
Eropa. Nah, padahal aslinya mereka
enggak melindungi. Mereka sedang menaruh
pengaruh mereka supaya negara-negara
Amerika Latin itu bergerak sesuai dengan
maunya Amerika. Di dalam dekade-dekade
berikutnya, doktrine Monro yang sudah
berkembang sering digunakan sebagai
pembenaran bagi intervensi Amerika
Serikat di Republik Dominika, Haiti dan
Nikaragua. Pada tahun 1980-an, Presiden
Ronald Reagan itu mengambil pendekatan
keras terhadap kawasan tersebut. yang
oleh para pengkritiknya dicap sebagai
imperialis namanya. Di Nikaragua, region
ini mendukung kelompok sayap kanan yang
namanya Kontras yang mana mereka ini
melawan pemerintahan kiri yang namanya
Sandinista. Sebuah kebijakan yang
kemudian menyeret Amerika ke dalam
skandal perdagangan senjata Iran kontra.
Nah, Regen juga memberikan dukungan
kepada pemerintahan sayap kanan yang
dituduh melakukan pelanggaran HAM berat
di Elsa Salsavador dan Guatemala. Kuba
juga sudah lama berada di bawah tekanan
Amerika sejak revolusi Fidel Castro,
baik melalui ancaman militer maupun
sanksi ekonomi keras yang masih berlaku
sampai saat sekarang ini. Selain itu,
Geng, terdapat laporan mengenai upaya
untuk memicu kudeta terhadap Hugo
Shaves, pendahulu Maduro, sebelum dia
meninggal dunia pada tahun 2013. Nah,
doktrin Monro ini nyatanya masih terus
dijalankan oleh Amerika dan saat ini
dilakukan oleh Donald Trump terhadap
Venezuela. Jadi jangan heran ya kenapa
mereka tega gitu terhadap Venezuela
karena ternyata paham ini udah
turun-temurun nih dari pendahulu mereka
di Amerika ini. Nah, jadi itu dia geng
pembahasan kita kali ini mengenai
informasi terbaru terkait Venezuela.
Gimana geng menurut kalian pembahasan
kita kali ini? Apakah cukup membuka mata
kalian terhadap apa yang terjadi hari
ini Venezuela? Mungkin nanti akan ada
negara lain yang bernasib sama. Coba
tinggalkan komentar di bawah.