Transcript
_Ym44YHXsMk • 2 KERANGKA PENDEMO DI GEDUNG ACC KWITANG ! FAKTA MENGERIKAN & MISTERI BELUM TERUNGKAP
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1593__Ym44YHXsMk.txt
Kind: captions Language: id Pada saat pihak vendor sedang memeriksa seisi gedung pada hari Kamis tanggal 30 Oktober 2025, mereka di sana menemukan jenazah pada salah satu bagian gedung. Temuan ini disebabkan karena pihak vendor mencium bau menyengat dari sana, Geng. Pihak vendor kemudian memberitahu pihak manajemen ACC mengenai penemuan tersebut. Segera setelah mereka mendapatkan informasi dari pihak vendor, perusahaan menginformasikan kejadian itu kepada Polres Jakarta Pusat dan laporan itu diterima di hari yang sama ketika vendor melakukan pengecekan gedung. Beberapa hari yang lalu, Geng, ya. Ada sebuah berita yang benar-benar menggemparkan, yaitu tentang ditemukannya dua kerangka yang ada di dalam sebuah gedung yang dibakar pada saat aksi demonstrasi di Kutang. Nah, berita ini sontak membawa kekhawatiran sebab ya sejak demo di saat itu kan demonya besar banget tuh ya di bulan Agustus ada beberapa ee orang yang menjadi korban meninggal dunia yang salah satunya adalah yang bernama Afan Kurniawan. Memang ya di daerah Kitang ini pada saat itu masuk ke dalam zona merah, daerah yang sangat keos. Banyak aksi kerusuhan di sana dan juga banyak memakan korban di sana. Pasca 2 bulan sejak demo besar tersebut, ternyata masih ada dua nama yang keberadaannya menghilang entah ke mana, enggak ada yang mengetahui, yaitu yang bernama Muhammad Farhan Hamid dan Reno Saputra Dewo. Terhadap dua orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Untuk itu kami memohon doa. Ketika berita penemuan dua kerangka di sebuah gedung bekas kebakaran yang ada di Kuitang ini jadi viral gitu ya. Publik di saat itu langsung menduga kalau dua kerangka itu adalah Farhan dan Reno yang sempat hilang. Dan ketika dites ternyata benar aja Geng. Setelah ditemukan dan dilakukan tes DNA, dua kerangka tersebut ternyata cocok dengan DNA Farhan dan Reeno yang mana itu artinya dua orang yang selama ini hilang di dalam demo tersebut pada akhirnya bisa ditemukan. Nah, tapi meskipun begitu, berita ini atau penemuan ini tidak langsung menghapus adanya kejanggalan yang masih tersisa di hati banyak orang, di kepala banyak orang yang mana mereka bertanya-tanya apakah penemuan dua kerangka ini tidak mencurigakan gitu. Bagaimana bisa Reno dan Farhan selama ini berada di sana di gedung yang dibakar? Apakah ketika proses pemadaman api tidak ada petugas yang berwenang yang melakukan penyisiran di TKP? Padahal secara logika ya, kalau memang ada orang yang terbakar di sana, baunya itu udah pasti bisa tercium, menyengat. Ibaratnya aja nih, seperti kita sedang membakar sate, bau dagingnya udah pasti menyengat banget. Nah, masa iya ya tidak ada satuun yang mencium ketika itu kalau ada dua orang yang terpanggang di sana. Nah, di video kali ini gua bakal merangkum ya tentang kasus ini yang mana diawali bagaimana bisa Farhan dan Reno ini hilang sampai akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi berbentuk kerangka. Nah, nanti kita juga bakal bahas nih beberapa kejanggalan-kejanggalan yang menyelimuti kasus ini, Geng. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. Ging Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bakal bahas dulu kronologi hilangnya Farhan dan Reno ketika demo berlangsung. Dari informasi yang gua dapat nih, Geng, ya. Di salah satu media, keluarga Reno ini mengungkap komunikasi terakhir antara Reno dengan orang tuanya sebelum dia dinyatakan hilang di dalam demonstrasi besar di DPR waktu itu. Keluarganya ini bilang mereka itu tinggal di Surabaya. Reno sempat mengirim pesan melalui WhatsApp kepada ayahnya yang bernama Muhammad Yasin. Dia sempat minta uang sebesar Rp50.000 untuk beli makan. Lalu setelah itu, Geng, enggak ada komunikasi lanjutan. Reno enggak pernah lagi memberikan kabar apapun dan sehari kemudian tiba-tiba dia dinyatakan hilang. Menurut paman Reno yang bernama Jimmy Yunianto, Reno sudah merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik perakitan motor yang ada di Cikarang. Nah, dia ini tinggal bersama dengan kerabatnya yang berada di kawasan Jakarta Timur. Tapi ada informasi lain yang menyebutkan kalau sehari-harinya Reno ini berjualan ikan hias bersama dengan kerabatnya yang bernama Zidan. Nah, mereka berdua ini tinggal di rumah seseorang yang bernama Amelia, yaitu kakak sepupunya Reno. Nah, Reno ini sebenarnya dikenal sebagai pribadi yang kurang suka untuk berpergian. Dia tuh mageran lah gitu. Nah, tapi entah gimana ceritanya Reno ini tiba-tiba diduga ikut di dalam demonstrasi besar. Jimmy menduga keponakannya tertarik karena penasaran dengan keramaian massa. Jadi, pengen ikut-ikutan aja. Nah, Jimmy meyakini Reno ikut aksi cuma karena dia pengin lihat langsung suasana demonstrasi besar yang jarang terjadi di Surabaya. Soalnya Reno ini enggak pernah lihat demo sebesar itu di Surabaya. Dia sendiri itu enggak aktif di dalam kegiatan sosial ataupun politik yang manapun gitu. Nah, jadi kurang lebih seperti itulah ya. Bagaimana awalnya Reno ini bisa terlibat di dalam demo. Sekarang Farhan. Farhan itu ya menurut keterangan dari kakaknya yang bernama Muhammad Irfan Zidni, Farhan ini pamit pada tanggal 29 Agustus ingin menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal. Dan setelah itu dia berencana untuk berziarah ke makam Afan Kurniawan, yaitu pengemudi ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi satu hari sebelumnya. Cuma, Geng ya, sejak hari itu Farhan ini tidak pernah pulang lagi ke rumah. Di dalam informasi lain disebutkan kalau Farhan ternyata pamit untuk menonton demonstrasi di depan Makrimop di Kutang pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2025 sekitar jam 12.00. Nah, dari rumah keluarganya di Jakarta Utara dia ini pergi berboncengan menggunakan sepeda motor bersama sepupunya dan juga e ada satu temannya lah. Sekitar jam . malam, dua teman Farhan ini pulang. Tapi Farhan enggak ada. Dia enggak ikut. Nah, ternyata mereka itu terpisah di tengah kepanikan saat aparat menembakkan gas air mata di Kutang pada sore harinya. Nah, 4 jam kemudian setelah kejadian itu ya, dua temannya tadi akhirnya memilih untuk pulang karena Farhan udah enggak ditemukan. Terus, Geng, baik Reno dan juga Farhan yang sama-sama menghilang di hari tersebut diduga mereka ini sama-sama pergi ke Kuitang saat demonstrasi tanggal 29 Agustus. Nah, di dalam sebuah foto setengah badan yang beredar, Farhan terbukti ada di Kuitang pada tanggal tersebut, Geng. Jadi, di saat itu ada sebuah foto yang memperlihatkan kalau si Farhan ini berada di depan Makobrim mob dengan mengenakan kemeja lengan panjang hitam dan helm tanpa penutup wajah. Kalau dari tampilannya, dia itu bukan cuma nonton, udah kayak orang yang benar-benar ikutan demo. Jadi, di wajahnya itu ada olesan pasta gigi yang mana ini diperuntukkan untuk menghindari perihnya gas air mata yang terkena ke mata. Nah, sementara Reno itu diketahui pergi pada siang hari. Menurut kakak sepupu Reno yang bernama Amelia, dia mengantarkan kunci sepeda motor kepada Zidan, rekan kerja di lapak penjualan ikan hias. Nah, Zidan lantas melihat Reno naik angkot ke arah Kuitang dan dia nanya, "Eh, mau ke mana lu?" Dan Reno bilang, "Mau ke Kitang." Jelas banget, Amelia ini sempat mengirimkan pesan WhatsApp ke Reno pada tanggal 29 Agustus. Pesan ini dikirim ee di jam 1856. Namun Renault di saat itu tidak merespon chat itu lagi. Nah, pesan selanjutnya dikirim oleh Amelia di jam 2036. Nah, cuma pesannya itu sudah tidak bisa terkirim lagi yang ditandai dengan centang satu doang. Berarti handphone-nya udah off. Dari jajak terakhir Farhan dan Reno diketahui sejumlah ciri-ciri nih, Geng. Berdasarkan keterangan dari saksi mata, Farhan itu mengenakan celana panjang hitam dan sepatu putih. Di dalam foto setengah badan yang beredar, ya, warna celana dan sepatunya enggak terlihat. Nah, terus kakak Farhan yang bernama Imroni itu cuma sebatas ingat gitu ya. Farhan ini mengenakan celana panjang tapi enggak begitu ingat soal sepatu yang dikenakan oleh adiknya itu. Nah, tapi ketika Imroni ini memeriksa rak sepatu, ternyata sepatu Farhan yang berwarna putih itu enggak ada di sana yang artinya Farhan memakai sepatu itu, Geng. Nah, sementara Reno dia itu mengenakan baju yang dilapisi oleh jaket hitam, celana pendek coklat, dan cuma menggunakan sandal. Nah, dia membawa handphone tapi meninggalkan KTP di jok motor yang dia titipkan ke Zidan. Nah, jadi kurang lebih ciri-ciri Renault sebelum akhirnya menghilang dia menggunakan semua barang-barang itu. Nah, terus kemudian ada kronologi lain yang dibeberkan oleh pihak polisi nih, Geng. Jauh sebelum adanya laporan soal kerangka manusia yang ditemukan di salah satu gedung di Kuitang yang terbakar, pihak polisi terlebih dahulu menerima laporan dari pihak kontras mengenai daftar orang hilang pada tanggal 1 September. Jadi orang hilang yang dimaksud yaitu mereka yang belum berkomunikasi dengan keluarga sejak aksi di akhir bulan Agustus tahun ini. Berdasarkan laporan kontras, setidaknya ada 44 orang yang dinyatakan hilang. Namun setelah ditelusuri, polisi cuma bisa mengkonfirmasi cuma ada 40 nama dari 44 daftar dari kontras. Nah, dari 40 nama itu klaim dari polisi ada yang sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing. Namun hanya tersisa empat nama yang gak jelas keberadaannya, yaitu yang namanya Eko Bima, termasuk Farhan, dan juga Reno tadi. Nah, di tanggal 12 September ya, Kapolda Metro Jaya memutuskan untuk membuat dan mengaktifkan posco orang hilang dan mencari empat orang yang dinyatakan hilang tersebut. 5 hari kemudian, polisi menemukan keberadaan Eko yang mana Eko ternyata berada di Kalimantan Tengah dan Bima yang satu lagi ternyata sudah berada di Jawa Timur. Nah, mereka itu baik-baik aja ya. Mereka cuma enggak terdata aja. Sementara Eko ditemukan di wilayah Kuala Jelai, Kalimantan Tengah. Di sana Eko bekerja sebagai penangkap ikan. Nah, terus masih menyisakan keberadaan dua nama nih yang hilang, yaitu Farhan dan Reno yang masih penuh dengan tanda-tanya besar terkait bagaimana nasib mereka, ke mana mereka pergi. Terus, Geng, di tanggal 23 sampai dengan 29 September, pihak polisi mulai menganalisa hasil komunikasi dan jejak digital dari Farhan sejak tanggal 3 sampai 23 September yang mana hasilnya Farhan ternyata sudah menggadaikan handphone-nya di daerah Jakarta Utara sebelum terjadi kerusuhan. Jadi ketika diracking ternyata handphone-nya udah di orang lain gitu. Nah, polisi kemudian kembali mengumpulkan dan melakukan penelusuran ke pihak keluarga, pihak teman, dan saksi mengenai jejak digital Farhan maupun Renao. Nah, berdasarkan penelusuran polisi, polisi memiliki kesimpulan jika mereka terakhir kali terlihat pada tanggal 29 Agustus 2025 di sekitar daerah Kuintang. Dan selanjutnya pada tanggal 1 Oktober, Kontras dan tim Posco orang hilang PMJ itu bertemu untuk bertukar informasi dan berkomitmen untuk saling memberikan data. Sekitar 2 minggu kemudian, tepatnya di tanggal 13 Oktober, pihak kontras dan tim Posco Orang hilang PMJ itu kembali bertemu untuk membahas perkembangan pencarian dan pengusutan kerusuhan. Dari situ kedua belah pihak sepakat dan bakal terus melakukan pertemuan lanjutan. Di tanggal 20 Oktober, kontras mengirimkan sejumlah informasi terkait penelusuran mereka di beberapa lokasi yang merujuk dari pengumpulan keterangan polisi. Dan 4 hari kemudian pada tanggal 24 Oktober nih, Geng, tim dari kepolisian menyampaikan apa saja yang sudah mereka lakukan kepada Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, dan Om Butsman serta LPSK. Nah, jadi dibeberkan tuh semuanya. Nah, jadi kurang lebih begitu ya, Geng. bagaimana beberapa keterangan yang kita dapatkan dari berbagai sumber mengenai awal mula dari Farhan dan Reno yang ikut di dalam aksi demonstrasi hingga akhirnya mereka dinyatakan hilang. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya nih, yaitu mengenai penemuan dua kerangka yang ada di salah satu gedung di Kuitang yang mana kemudian kerangka-kerangka tersebut diketahui adalah kerangka dari Reno dan juga Farhan. Oke, sebelumnya eh kita bahas dulu terkait gedung yang menjadi tempat penemuan dua kerangka ini ya, Geng. Jadi, gedung ini adalah milik dari perusahaan yang bernama Astra Credit Companies yaitu eh disingkat dengan ACC yang mana gedung ini dibakar oleh massa pada tanggal 29 Agustus. Jadi, sejak itu ya gedung ACC Kuitang ini dalam keadaan kosong dan tidak dipergunakan lagi mengingat gedungnya dalam kondisi rusak parah, sudah terbakar sehingga tidak ada aktivitas baik dari dalam maupun luar gedung. Seluruh kegiatan operasional ACC Kuitang itu sudah dipindahkan ke lokasi lain bahkan sebelum terjadinya demonstrasi. Dan berdasarkan keterangan dari Riadi Prasojo selaku executive Vice President Corporate Communication perusahaan tersebut, dia menjelaskan jika yang pertama kali menemukan dua kerangka itu adalah pihak Vendor yang kebetulan mereka mau merenovasi gedung Asis Kitang. Pada saat pihak vendor sedang memeriksa seisi gedung pada hari Kamis tanggal 30 Oktober 2025, mereka di sana menemukan jenazah pada salah satu bagian gedung. Temuan ini disebabkan karena pihak vendor mencium bau menyengat dari sana, Geng. Pihak vendor kemudian memberitahu pihak manajemen ACC mengenai penemuan tersebut. Segera setelah mereka mendapatkan informasi dari pihak vendor, perusahaan menginformasikan kejadian itu kepada Polres Jakarta Pusat dan laporan itu diterima di hari yang sama ketika Vendor melakukan pengecekan gedung. Nah, tim pun diterjunkan untuk secara langsung memeriksa lokasi. Dan benar aja, Geng, ada kerangka manusia yang ditemukan di lantai du gedung ACC yang mana ini tertimbun oleh plafon gedung yang sudah terbakar. Nah, pihak polisi langsung membawa dua jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati untuk kemudian dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut termasuk dengan pengambilan sampel DNA. Dokter forensik, rumah sakit Poli itu mencoba untuk mencocokkan DNA kedua jenazah dengan dua orang yang masih dinyatakan hilang di dalam demo, yaitu Farhan dan juga Reno. Nah, di saat itu ya pihak kontras yang sedang mendampingi keluarga Farhan dan Reno menyebutkan kalau mereka sudah menerima informasi terkait penemuan dua kerangka tersebut. Dari tanggal 1 sampai tanggal 4 November, Polda Metro Jaya itu melakukan permintaan tambahan keterangan saksi dan Polda Metro Jaya menerima Kompolnas dan Komnas HAM serta menerima hasil tes DNA juga. Nah, pada tanggal 5 dan 6 November 2025, Polda Metro Jaya itu membahas hasil pemeriksaan DNA tersebut dengan pihak Kontras dan juga tim forensik. Nah, pada hari Jumat tanggal 7 November dilakukanlah konferensi pers di Rumah Sakit PORI Keramat Jati untuk membeberkan hasil dari tes DNA. Dan RS PORI ya di saat itu menyimpulkan dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung ACC Kuitang itu sangat identik dengan Reno serta Farhan. Hal tersebut didasarkan dari hasil identifikasi primer pada gigi dan tulang. Kemudian cocok juga dengan antemortem atau data kesehatan sebelum kematian. Nah, Kepala Rumah Sakit PORI Keramat Jati yaitu Brickjen Paul Prima Heru Yuli Hartono itu bilang dua kerangka manusia itu tiba di rumah sakit untuk diperiksa pada tanggal 30 Oktober. Nah, waktu kematian dari saat pemeriksaan sudah lebih dari 1 bulan ya kan. Nah, gemparlah semua orang Reno dan Farhan yang selama ini dicari-cari kabarnya ternyata sudah tersisa tulang belulang. Pihak keluarga pun tidak menyangka kalau Reno dan Farhan yang menghilang sejak bulan Agustus kemarin ternyata ya ditemukan dengan kondisi seperti itu, Geng. Mereka pikir ya anak mereka ini mungkin hilang diculik di penjara tapi ternyata udah hangus dan habis terbakar. Di dalam konferensi persil-detail lain yang diungkapkan oleh pihak kepolisian. Salah satunya nih, Geng, yaitu penyebab kematian dari Farhan dan Reno. Apakah karena ikut terbakar di gedung tersebut atau karena hal lain? Nah, dari keterangan polisi, dokter menyebutkan jika pada tulang tengkorak dan tulang panjang serta tulang punggul serta tulang gigi milik Reno itu tidak ada indikasi terjadinya kekerasan karena enggak ada luka yang disebabkan karena benturan benda tumpul gitu. Jadi, aman-aman aja. Nah, dokter juga memeriksa sisa organ yang ada di dalam jenazah Reno dan tidak ditemukan adanya indikasi dia meninggal. dengan cara keracunan atau hal lain. Nah, karena itulah dokter memiliki kesimpulan kalau Reno memang meninggal akibat terbakar di dalam gedung itu. Sedangkan Farhan tidak ditemukan secara lengkap nih. Jasadnya itu enggak lengkap. Cuma ada sisa beberapa organ yang sudah terbakar. Dan hal ini membuat dokter tidak bisa menentukan sebab dari ee meninggalnya Farhan karena kondisi tubuhnya yang enggak lengkap tersebut. Dan selain itu polisi menyebutkan kalau di TKP ada kalung serta kepala ikat pinggang ya yang ditemukan yang mana ini merupakan milik dari Farhan. Terus di saat itu geng sepupunya Farhan yang bernama Adin itu menjelaskan betapa beratnya proses yang mereka lalui selama 2 bulan tanpa adanya kepastian. Sekalinya Farhan ditemukan sudah dalam bentuk kerangka dan enggak lengkap tubuhnya. Dan Adin mengaku keluarga tetap berusaha ya meskipun ternyata yang diterima ya pahit banget gitu. Nah, sementara keluarga Reno mengklaim kalau mereka menerima dengan lapang dada kabar kematian dari Reno. Nah, di saat itu ya Jimmy Yunianto itu menegaskan kalau keluarga tidak menemukan adanya hal mencurigakan terkait meninggalnya keponakannya tersebut. Dalam proses pencarian dan identifikasi, keluarga sepenuhnya mempercayakan kepada pihak Polri untuk melakukan pemeriksaan, termasuk uji DNA yang memastikan identitas jenazah Reno. Nah, Jimmy menambahkan, pihak keluarga tidak berencana memperpanjang perkara atau mengambil langkah hukum yang lebih lanjut. Jenazah Reno tiba di rumah duka sekitar jam 0.30 malam setelah menempuh perjalanan deret selama sekitar 15 jam dari Jakarta. Pengantaran jenazah didampingi oleh petugas kepolisian dan perwakilan dari kontras. Nah, jenazahnya juga sudah dimakamkan pada hari Minggu tanggal 9 November 2025 di jam 10. pagi di TPU Put Gede Surabaya. Ini berdampingan dengan makam neneknya, Geng. Nah, untuk Farhan jenazahnya sudah dimakamkan di TPU Budidarma, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara. Atas peristiwa tragis ini, Geng, kontrasnya memastikan bakal mendampingi keluarga korban. Dan terkait dengan konferensi pers yang digelar oleh kepolisian bersama dengan jajaran seperti kepala biro, Labdokes hingga Kompolnas. Ya, kontras bakal mengawal sampai keluarga korban mendapatkan hak-hak mereka. Nah, pihak Kontras menilai bahwa pernyataan kepolisian yang menyebutkan kalau Farhan dan Reno sebagai korban pembakaran gedung itu harus ditindaklanjuti dengan pengungkapan secara menyeluruh hingga adanya penuntutan yang berkeadilan. Dan koordinator kontras yaitu Dimas Bagus Arya Putra itu menyebutkan kalau kepolisian tidak boleh berhenti hanya pada kesimpulan identifikasi korban, tetapi wajib memastikan adanya proses penyelidikan dan penegakan hukum yang transparan. akuntable dan juga e berpihak kepada keluarga korban. Nah, terus kemudian ya Dimas juga melanjutkan tanpa adanya proses evaluasi menyeluruh terhadap cara aparat negara menangani aksi atau unjuk rasa, peristiwa ini berpotensi akan berulang lagi, bakal ada korban lagi, katanya. Nah, Dimas ini juga bilang saat ini keluarga sedang berduka atas adanya hasil temuan yang pasti kepolisian seharusnya tidak ee hanya berhenti pada tahap identifikasi. di samping itu ya segera mengusut tuntas gitu ya siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Dan kontrak sendiri bakal terus mengawal proses ini dan memastikan agar hak-hak keluarga korban bisa dipenuhi. Nah, enggak cuma itu, kontras juga menekan negara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tindakan aparat dalam penanganan aksi hingga jaminan kebebasan berekspresi serta jaminan rasa aman di kemudian hari, Geng. Berita tersebut di satu sisi membawa kelegaanlah ya. Kedua keluarga lega karena pada akhirnya pihak keluarga bisa tahu kondisi dari Reno dan Farhan walaupun ditemukan dengan kondisi yang menggenaskan. Meskipun keluarga Reno menyebutkan jika tidak ada kejanggalan dari kematian tersebut, tapi banyak pihak yang percaya kalau Reno dan Farhan yang hilang selama 2 bulan dan tahu-tahu ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam gedung ACC yang sempat dibakar oleh massa. Ya, ini dirasa sangat janggal. Nah, janggalnya di mana? Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai kejanggalan dari kasus hilangnya dan meninggalnya Reno serta Farhan. kita bahas. Jadi, Geng, pada saat Farhan sudah dinyatakan hilang, dia terdeteksi meninggalkan jejak digital yang aneh nih. Jadi, dikatakan ya akun WhatsApp-nya sempat aktif lalu berinteraksi dengan sejumlah teman yang percakapannya terkesan melantur. Akun Facebooknya juga sempat mengirimkan unggahan percakapan WhatsApp. Nah, cerita teman-temannya yang katanya sempat dichat oleh Farhan ini cukup menggemparkan keluarga. Sebab ketika itu tidak ada satuun di antara mereka yang punya akses ke media sosialnya Farhan. Jadi, enggak ada tuh keluarga yang bisa mengakses atau membuka Instagramnya, WhatsApp-nya. Enggak ada. Tapi kok bisa ada komunikasi dari handphone Farhan ke teman-temannya yang lain? Nah, ini kan jadi pertanyaan kayak antara ini hal mistis atau ini ada yang mengakses atau ya seseorang yang secara ilegal lah mengakses akun tersebut ya kan. Apalagi diketahui kalau Farhan ini sudah menggadaikan handphone-nya tapi kabarnya juga sim card-nya tidak dibuang tapi justru disimpan oleh Farhan. Nah, pada salah satu potongan percakapan di WhatsApp yang bertanggal 4 September gitu ya, Farhan memang terlihat merespon pesan, Geng. Nah, jadi di saat itu isi pesannya kayak gini. Kalian bisa baca sendiri. Nah, Imroni mengirim pesan, "Lu siapa yang mainin WA adik gua?" Dibalas tuh, "Eh, asal mau tahu ya, adik lu kasus tuh." Nah, nomor itu juga mengirimkan foto yang tidak dikenal dalam keadaan luka-luka. Imroni heran karena foto yang dikirimkan itu bukan foto Farhan. Dan si orang yang memegang nomornya Farhan itu bilang, "Adik lu udah bacok ponakan gua." Nah, Imroni merespon pesan itu tidak percaya dan memblokir nomor tersebut. Dan Imroni juga bilang kalau ada temannya Farhan yang mencoba video call ke nomor tersebut dan teleponnya diangkat tapi videonya dimatikan jadi kayak ditutup gitu. Jadi temannya ini juga enggak bisa memastikan apakah itu beneran Farhan atau bukan. Nah, Media Kompas mencoba untuk melacak riwayat keaktifan digital Farhan dan juga Renault tentunya melalui nomor kontak yang mereka punya dan keaktifan bisa dilihat dari seberapa banyak nomor kontak itu ditautkan untuk keperluan verifikasi platform digital seperti Google atau media sosial lah gitu ya. Pada saat melacak nomor kontaknya Farhan dan Reno dengan layanan Osin Industries, kedua nomor tersebut tidak ditawarkan pada akun Google atau media sosial lain. Hal ini berbeda dengan kebanyakan pengguna secara umum yang menautkan kontaknya pada akun Google hingga media sosial seperti Facebook dan Instagram. Nah, Kompas juga terlebih dahulu ya menelusuri nomor kontaknya Farhan dari layanan Get Contact dan terdapat satu nama kontak yang ditandai dalam aplikasi yaitu Eda Bakara 1. Nah, saat dikonfirmasi ke Imroni dia memastikan nomor itu memang yang biasanya digunakan oleh Farhan. Namun dia sama sekali enggak kenal siapa Eda Bakara. Dan selain melacak nomor, Kompas juga mencoba melacak akun Instagram yang bernama FR HNDD ya, yang mana dipakai atas nama Farhan. Saat dilacak, akun tersebut justru diketahui terverifikasi dengan nomor yang berbeda yang artinya, Geng, ada nomor lain yang dipakai untuk akun Instagram tersebut. Nah, tapi belum diketahui apakah orang itu adalah Farhan atau bukan. Nah, akun yang dibuat sejak bulan Februari 2022 itu terdeteksi sudah dua kali berganti nama pengguna Instagram. Meskipun begitu belum diketahui kapan saja pergantian nama akun itu dilakukan. Hal ini menjadi salah satu pertanyaan besar nih bagi Kontras ya, yang mana kontras melihat belum adanya pernyataan dari kepolisian apakah sudah ada identifikasi soal peretasan akun media sosial milik Farhan atau belum. Sebab kontras menduga ada seseorang yang mencoba meretas atau nge-hack akunnya Farhan. Terus yang kedua, Kontras menilai polisi terkesan terlalu cepat menyimpulkan identitas dua kerangka manusia di gedung Asis Kuitang. Menurut Kontras, sejak awal polisi berkoordinasi dengan keluarga dan kontras mengenai temuan ini, polisi sudah memberikan kesan bahwa kedua tersangka adalah Farhan dan Reno. Tuh, jadi kayak terlalu buru-buru gitu. Padahal dari awal belum diketahui dan belum ada hasil DNA yang keluar. Nah, kenapa bisa langsung mengatakan kalau itu adalah Farhan dan Reno? Dan yang ketiga, kontras sampai saat ini masih mempertanyakan apakah benar kedua kerangka tersebut sudah berada di posisi yang sama yaitu di lantai 2 gedung asesang. Karena sejak gedung dibakar pada tanggal 29 Agustus 2025, sebab polisi sudah melepas garis polisi dari tempat kejadian setelah cek TKP oleh polisi pada tanggal 19 September kemarin. Jadi besar kemungkinan ya jika ada orang yang menaruh kerangka di sana, curiganya pihak kontras. Jadi kayak apa ya ini semua udah di-setting gitu. Dan seperti yang dijelaskan oleh pihak kontras kalau sebenarnya polisi sudah pernah melakukan oleh TKP di gedung tersebut, tapi kenapa enggak ada yang menemukan dua kerangka tersebut sejak awal? Apakah dua kerangka itu muncul begitu aja entah dari mana dan kenapa baru ditemukan oleh pihak vendor gitu kan. Kombes polisi Budi Hermanto selaku Kabit Humas Polda Metro Jakarta Pusat itu membenarkan bahwa gedung tersebut sempat diberikan garis polisi pasca insiden pembakaran dan penjarahan pada bulan Agustus 2025. Tapi menurut keterangan Pak Budi, di tanggal 19 September pemilik gedung meminta izin untuk melakukan inspeksi titik api. Nah, sehari kemudian garis polisi akhirnya dibuka nih. Dibukanya untuk sementara demi keperluan penyelidikan dan proses perbaikan gedung. Oleh karena itu, penyidik Polres Jakarta Pusat mengizinkan untuk melepaskan garis polisi demi penyelidikan. Setelah itu pemilik melakukan perbaikan dengan vendor. AKBP Robi Harry Saputra Kasat Res Krim Polres Metro Jakarta Timur yang ikut menangani kasus awal kebakaran itu mengaku kalau timnya tidak menemukan tanda adanya korban jiwa saat diperiksa pertama kali gedung tersebut. Karena di lokasi itu udah tercampur oleh puing-puing sisa kebakaran. Jadi ibaratnya menurut polisi nih ya secara kasat mata enggak kelihatan ada jasad di sana atau ada jenazah di sana. Nah, tapi ee ya itu tadi yang dipertanyakan tuh apa enggak ada baunya. Ya, mungkin wajar juga sih, Geng, ya. Kalau 1 hari 2 hari baru kejadian mungkin belum ada bau yang menyengat. Nah, ini kan setelah 1 bulan lebih ee berada di sana, jasadnya, kerangkanya barulah tercium bau busuk yang menyengat. Nah, ini terasa masuk akal tapi ya kita gak tahu juga ya karena netizen banyak yang merasa janggal dengan hal ini. Nah, kemudian geng AKBP Robi juga menjawab mengapa baru ditemukan setelah 2 bulan, 1 sampai 2 bulan gitu ya. Nah, beliau mengatakan karena sejak kebakaran sampai waktu penemuan tidak ada kegiatan pembersihan atau pembongkaran di area yang tertimbun puing. Nah, jadi enggak ada yang tahu kan? Enggak ada yang meriksa. Dan Pak Robi ini juga memastikan rentang waktu hampir 2 bulan antara kebakaran gedung dan penemuan kerangka bukan disebabkan karena kelalaian, melainkan kondisi lokasi yang cukup sulit untuk diakses dan tertutup oleh puing sisa kebakaran itu. Nah, ketika olah TKP dilakukan pertama kali nih, Geng, kondisi bangunan itu udah hancur lebur. Hampir seluruh bagian gedung hangus terbakar dan di area reruntuhan tidak ada indikasi keberadaan adanya jasad manusia. Selain itu ya, karakteristik bau di lokasi kebakaran juga menyamarkan menyamarkan bau mayit, menyamarkan bau e bangkai, bau apapun tersamarkan oleh bau hangus gitu. Yang mana hal ini mempersulit petugas untuk bisa mendeteksi sisa-sisa ee apa ya kayak tubuh manusia yang terbakar dan lain-lain lah. Nah, menurut Pak Robi ini juga kebakaran yang menyeluruh ya daging yang terbakar itu aromanya sama seperti kayu yang terbakar sehingga sulit untuk dibedakan. Selain itu, Pak Robi ini mengatakan pemeriksaan lanjutan sempat dilakukan oleh tim laboratorium forensik PORI pada tanggal 19 September. Tapi sampai saat itu pun enggak ditemukan tanda-tanda adanya korban jiwa. Nah, lalu geng petugas keamanan dari pihak gedung juga rutin berpatroli di sana hampir setiap hari naik ke atas untuk memeriksa kondisi bangunan. Namun karena puingnya yang menumpuk dan kondisi yang tidak terlihat, jadinya enggak ada yang menyadari adanya sesuatu di bawah runertuhan itu. Barulah pada tanggal 30 Oktober atau hampir 2 bulan setelah kejadian kerangka tersebut ditemukan. Nah, selanjutnya karo Labdokespori yang bernama Brigjen Sumi Hastri Purwanti. Beliau menjelaskan kondisi dua jenazah yang ditemukan itu sepenuhnya sudah berupa kerangka dengan sebagian kecil sisa jaringan tubuh yang terbakar. Dalam kondisi lingkungan yang terbakar seperti yang terjadi di gedung Asia Sikuang, bau yang bakal muncul di bulan pertama memang menyerupai bau kayu terbakar atau material lain lah. Tapi geng, setelah memasuki bulan kedua sampai ketiga barulah muncul aroma khas pembusukan yang menandakan di sana tuh ada ee apa ya? Sisa tubuh, sisa tubuh manusia, sisa tubuh hewan. Nah, oleh karena itu secara ilmiah ya penemuan kerangka ini sesuai dengan proses ini alami perubahan tubuh pasca kebakaran dan mungkin saat dibersihkan dan dibongkar baru muncul bau yang berbeda. Lalu diketahui ternyata itu berasal dari tubuh manusia. Terus kemudian geng ada isu nih di media sosial yang menyebutkan kalau pihak keluarga tidak bisa melihat kondisi dari jenazah Farhan dan Reno. Jadi tidak diizinkan sebab peti matinya sudah dibor ketika diserahkan ke pihak keluarga. Salah satu netizen di X yang menyebutkan kalau dari story perwakilan keluarga Farhan itu menerangkan kalau orang tua Farhan sempat lihat kerangka yang diduga adalah milik Farhan itu. Tapi orang tuanya enggak merasakan apapun katanya. Jadi secara feeling, secara perasaan tuh kayak dia merasa itu bukan anaknya. Dia tidak merasa ada ikatan batin dengan jenazah itu. Nah, insting sebagai orang tua geng yang mengenali anaknya meskipun sudah ditinggal tulang belulang itu enggak ada sama sekali. Dan karena itu perwakilan keluarga Farhan juga masih yakin kalau jenazah yang dikatakan adalah Farhan itu sebenarnya bukan Farhan. Dari sinilah, geng, muncul spekulasi liar di media sosial yang menyebutkan kalau itu bukanlah kerangka ataupun Farhan. E, tapi ya semacam sengaja dikatakan kalau itu adalah mereka. Ada juga yang berpendapat jika mereka ini dieksekusi di tempat lain kemudian kerangkanya sengaja diletakkan di situ agar terlihat mereka memang berakhir di sana. Nah, ini rumor-rumor yang beredar atau konspirasi-konspirasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat nih, kita juga gak bisa memastikan dan gak bisa menuduh ya kan karena buktinya enggak kuat. Terus dikatakan juga pembakaran di gedung tersebut dilakukan oleh massa. Jadi polisi tidak bisa disalahkan atas hilangnya nyawa mereka. Tapi gua kembalikan lagi kepada kalian nih geng ya. Apakah kalian percaya kalau ini adalah jasad Reno dan Farhan dan meninggal karena terjebak di dalam gedung ACC yang terbakar atau justru mereka e enggak meninggal di sana tapi direkayasa seolah-olah mereka meninggal di tempat itu? Coba deh menurut opini kalian. Atau justru kalian percaya kalau itu bukanlah Farhan dan Reno tapi melainkan entah jenazah siapa. Nah, jadi ini masih menjadi misteri saat sekarang ini, Geng. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai viralnya penemuan dua kerangka di gedung ACC Kitang yang ternyata adalah Farhan dan Reno yang sudah hilang selama 2 bulan. Ya, di sini yang gua lihat ya enggak cuma soal penemuan dua jenazah. Kita akan menantikan setahun 2 tahun ke depan itu gedung bakal ada cerita horornya. Percaya enggak? Tunggu aja.