Transcript
_Ym44YHXsMk • 2 KERANGKA PENDEMO DI GEDUNG ACC KWITANG ! FAKTA MENGERIKAN & MISTERI BELUM TERUNGKAP
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1593__Ym44YHXsMk.txt
Kind: captions
Language: id
Pada saat pihak vendor sedang memeriksa
seisi gedung pada hari Kamis tanggal 30
Oktober 2025, mereka di sana menemukan
jenazah pada salah satu bagian gedung.
Temuan ini disebabkan karena pihak
vendor mencium bau menyengat dari sana,
Geng. Pihak vendor kemudian memberitahu
pihak manajemen ACC mengenai penemuan
tersebut. Segera setelah mereka
mendapatkan informasi dari pihak vendor,
perusahaan menginformasikan kejadian itu
kepada Polres Jakarta Pusat dan laporan
itu diterima di hari yang sama ketika
vendor melakukan pengecekan gedung.
Beberapa hari yang lalu, Geng, ya. Ada
sebuah berita yang benar-benar
menggemparkan, yaitu tentang
ditemukannya dua kerangka yang ada di
dalam sebuah gedung yang dibakar pada
saat aksi demonstrasi di Kutang. Nah,
berita ini sontak membawa kekhawatiran
sebab ya sejak demo di saat itu kan
demonya besar banget tuh ya di bulan
Agustus ada beberapa ee orang yang
menjadi korban meninggal dunia yang
salah satunya adalah yang bernama Afan
Kurniawan. Memang ya di daerah Kitang
ini pada saat itu masuk ke dalam zona
merah, daerah yang sangat keos. Banyak
aksi kerusuhan di sana dan juga banyak
memakan korban di sana. Pasca 2 bulan
sejak demo besar tersebut, ternyata
masih ada dua nama yang keberadaannya
menghilang entah ke mana, enggak ada
yang mengetahui, yaitu yang bernama
Muhammad Farhan Hamid dan Reno Saputra
Dewo.
Terhadap dua orang lainnya yang hingga
kini belum ditemukan. Untuk itu kami
memohon doa.
Ketika berita penemuan dua kerangka di
sebuah gedung bekas kebakaran yang ada
di Kuitang ini jadi viral gitu ya.
Publik di saat itu langsung menduga
kalau dua kerangka itu adalah Farhan dan
Reno yang sempat hilang. Dan ketika
dites ternyata benar aja Geng. Setelah
ditemukan dan dilakukan tes DNA, dua
kerangka tersebut ternyata cocok dengan
DNA Farhan dan Reeno yang mana itu
artinya dua orang yang selama ini hilang
di dalam demo tersebut pada akhirnya
bisa ditemukan. Nah, tapi meskipun
begitu, berita ini atau penemuan ini
tidak langsung menghapus adanya
kejanggalan yang masih tersisa di hati
banyak orang, di kepala banyak orang
yang mana mereka bertanya-tanya apakah
penemuan dua kerangka ini tidak
mencurigakan gitu. Bagaimana bisa Reno
dan Farhan selama ini berada di sana di
gedung yang dibakar? Apakah ketika
proses pemadaman api tidak ada petugas
yang berwenang yang melakukan penyisiran
di TKP? Padahal secara logika ya, kalau
memang ada orang yang terbakar di sana,
baunya itu udah pasti bisa tercium,
menyengat. Ibaratnya aja nih, seperti
kita sedang membakar sate, bau dagingnya
udah pasti menyengat banget. Nah, masa
iya ya tidak ada satuun yang mencium
ketika itu kalau ada dua orang yang
terpanggang di sana. Nah, di video kali
ini gua bakal merangkum ya tentang kasus
ini yang mana diawali bagaimana bisa
Farhan dan Reno ini hilang sampai
akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi
berbentuk kerangka. Nah, nanti kita juga
bakal bahas nih beberapa
kejanggalan-kejanggalan yang menyelimuti
kasus ini, Geng. Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
Ging Oke, untuk pembahasan yang pertama
kita bakal bahas dulu kronologi
hilangnya Farhan dan Reno ketika demo
berlangsung.
Dari informasi yang gua dapat nih, Geng,
ya. Di salah satu media, keluarga Reno
ini mengungkap komunikasi terakhir
antara Reno dengan orang tuanya sebelum
dia dinyatakan hilang di dalam
demonstrasi besar di DPR waktu itu.
Keluarganya ini bilang mereka itu
tinggal di Surabaya. Reno sempat
mengirim pesan melalui WhatsApp kepada
ayahnya yang bernama Muhammad Yasin. Dia
sempat minta uang sebesar Rp50.000 untuk
beli makan. Lalu setelah itu, Geng,
enggak ada komunikasi lanjutan. Reno
enggak pernah lagi memberikan kabar
apapun dan sehari kemudian tiba-tiba dia
dinyatakan hilang. Menurut paman Reno
yang bernama Jimmy Yunianto, Reno sudah
merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai
karyawan di sebuah pabrik perakitan
motor yang ada di Cikarang. Nah, dia ini
tinggal bersama dengan kerabatnya yang
berada di kawasan Jakarta Timur. Tapi
ada informasi lain yang menyebutkan
kalau sehari-harinya Reno ini berjualan
ikan hias bersama dengan kerabatnya yang
bernama Zidan. Nah, mereka berdua ini
tinggal di rumah seseorang yang bernama
Amelia, yaitu kakak sepupunya Reno. Nah,
Reno ini sebenarnya dikenal sebagai
pribadi yang kurang suka untuk
berpergian. Dia tuh mageran lah gitu.
Nah, tapi entah gimana ceritanya Reno
ini tiba-tiba diduga ikut di dalam
demonstrasi besar. Jimmy menduga
keponakannya tertarik karena penasaran
dengan keramaian massa. Jadi, pengen
ikut-ikutan aja. Nah, Jimmy meyakini
Reno ikut aksi cuma karena dia pengin
lihat langsung suasana demonstrasi besar
yang jarang terjadi di Surabaya. Soalnya
Reno ini enggak pernah lihat demo
sebesar itu di Surabaya. Dia sendiri itu
enggak aktif di dalam kegiatan sosial
ataupun politik yang manapun gitu. Nah,
jadi kurang lebih seperti itulah ya.
Bagaimana awalnya Reno ini bisa terlibat
di dalam demo.
Sekarang Farhan. Farhan itu ya menurut
keterangan dari kakaknya yang bernama
Muhammad Irfan Zidni, Farhan ini pamit
pada tanggal 29 Agustus ingin menunaikan
salat Jumat di Masjid Istiqlal. Dan
setelah itu dia berencana untuk
berziarah ke makam Afan Kurniawan, yaitu
pengemudi ojek online yang tewas dalam
aksi demonstrasi satu hari sebelumnya.
Cuma, Geng ya, sejak hari itu Farhan ini
tidak pernah pulang lagi ke rumah. Di
dalam informasi lain disebutkan kalau
Farhan ternyata pamit untuk menonton
demonstrasi di depan Makrimop di Kutang
pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2025
sekitar jam 12.00. Nah, dari rumah
keluarganya di Jakarta Utara dia ini
pergi berboncengan menggunakan sepeda
motor bersama sepupunya dan juga e ada
satu temannya lah. Sekitar jam . malam,
dua teman Farhan ini pulang. Tapi Farhan
enggak ada. Dia enggak ikut. Nah,
ternyata mereka itu terpisah di tengah
kepanikan saat aparat menembakkan gas
air mata di Kutang pada sore harinya.
Nah, 4 jam kemudian setelah kejadian itu
ya, dua temannya tadi akhirnya memilih
untuk pulang karena Farhan udah enggak
ditemukan. Terus, Geng, baik Reno dan
juga Farhan yang sama-sama menghilang di
hari tersebut diduga mereka ini
sama-sama pergi ke Kuitang saat
demonstrasi tanggal 29 Agustus. Nah, di
dalam sebuah foto setengah badan yang
beredar, Farhan terbukti ada di Kuitang
pada tanggal tersebut, Geng. Jadi, di
saat itu ada sebuah foto yang
memperlihatkan kalau si Farhan ini
berada di depan Makobrim mob dengan
mengenakan kemeja lengan panjang hitam
dan helm tanpa penutup wajah. Kalau dari
tampilannya, dia itu bukan cuma nonton,
udah kayak orang yang benar-benar ikutan
demo. Jadi, di wajahnya itu ada olesan
pasta gigi yang mana ini diperuntukkan
untuk menghindari perihnya gas air mata
yang terkena ke mata. Nah, sementara
Reno itu diketahui pergi pada siang
hari. Menurut kakak sepupu Reno yang
bernama Amelia, dia mengantarkan kunci
sepeda motor kepada Zidan, rekan kerja
di lapak penjualan ikan hias. Nah, Zidan
lantas melihat Reno naik angkot ke arah
Kuitang dan dia nanya, "Eh, mau ke mana
lu?" Dan Reno bilang, "Mau ke Kitang."
Jelas banget, Amelia ini sempat
mengirimkan pesan WhatsApp ke Reno pada
tanggal 29 Agustus. Pesan ini dikirim ee
di jam 1856. Namun Renault di saat itu
tidak merespon chat itu lagi. Nah, pesan
selanjutnya dikirim oleh Amelia di jam
2036.
Nah, cuma pesannya itu sudah tidak bisa
terkirim lagi yang ditandai dengan
centang satu doang. Berarti
handphone-nya udah off. Dari jajak
terakhir Farhan dan Reno diketahui
sejumlah ciri-ciri nih, Geng.
Berdasarkan keterangan dari saksi mata,
Farhan itu mengenakan celana panjang
hitam dan sepatu putih. Di dalam foto
setengah badan yang beredar, ya, warna
celana dan sepatunya enggak terlihat.
Nah, terus kakak Farhan yang bernama
Imroni itu cuma sebatas ingat gitu ya.
Farhan ini mengenakan celana panjang
tapi enggak begitu ingat soal sepatu
yang dikenakan oleh adiknya itu. Nah,
tapi ketika Imroni ini memeriksa rak
sepatu, ternyata sepatu Farhan yang
berwarna putih itu enggak ada di sana
yang artinya Farhan memakai sepatu itu,
Geng. Nah, sementara Reno dia itu
mengenakan baju yang dilapisi oleh jaket
hitam, celana pendek coklat, dan cuma
menggunakan sandal. Nah, dia membawa
handphone tapi meninggalkan KTP di jok
motor yang dia titipkan ke Zidan. Nah,
jadi kurang lebih ciri-ciri Renault
sebelum akhirnya menghilang dia
menggunakan semua barang-barang itu.
Nah, terus kemudian ada kronologi lain
yang dibeberkan oleh pihak polisi nih,
Geng. Jauh sebelum adanya laporan soal
kerangka manusia yang ditemukan di salah
satu gedung di Kuitang yang terbakar,
pihak polisi terlebih dahulu menerima
laporan dari pihak kontras mengenai
daftar orang hilang pada tanggal 1
September. Jadi orang hilang yang
dimaksud yaitu mereka yang belum
berkomunikasi dengan keluarga sejak aksi
di akhir bulan Agustus tahun ini.
Berdasarkan laporan kontras, setidaknya
ada 44 orang yang dinyatakan hilang.
Namun setelah ditelusuri, polisi cuma
bisa mengkonfirmasi cuma ada 40 nama
dari 44 daftar dari kontras. Nah, dari
40 nama itu klaim dari polisi ada yang
sudah dikembalikan ke keluarga
masing-masing. Namun hanya tersisa empat
nama yang gak jelas keberadaannya, yaitu
yang namanya Eko Bima, termasuk Farhan,
dan juga Reno tadi. Nah, di tanggal 12
September ya, Kapolda Metro Jaya
memutuskan untuk membuat dan
mengaktifkan posco orang hilang dan
mencari empat orang yang dinyatakan
hilang tersebut. 5 hari kemudian, polisi
menemukan keberadaan Eko yang mana Eko
ternyata berada di Kalimantan Tengah dan
Bima yang satu lagi ternyata sudah
berada di Jawa Timur. Nah, mereka itu
baik-baik aja ya. Mereka cuma enggak
terdata aja.
Sementara Eko ditemukan di wilayah Kuala
Jelai, Kalimantan Tengah. Di sana Eko
bekerja sebagai penangkap ikan. Nah,
terus masih menyisakan keberadaan dua
nama nih yang hilang, yaitu Farhan dan
Reno yang masih penuh dengan tanda-tanya
besar terkait bagaimana nasib mereka, ke
mana mereka pergi. Terus, Geng, di
tanggal 23 sampai dengan 29 September,
pihak polisi mulai menganalisa hasil
komunikasi dan jejak digital dari Farhan
sejak tanggal 3 sampai 23 September yang
mana hasilnya Farhan ternyata sudah
menggadaikan handphone-nya di daerah
Jakarta Utara sebelum terjadi kerusuhan.
Jadi ketika diracking ternyata
handphone-nya udah di orang lain gitu.
Nah, polisi kemudian kembali
mengumpulkan dan melakukan penelusuran
ke pihak keluarga, pihak teman, dan
saksi mengenai jejak digital Farhan
maupun Renao. Nah, berdasarkan
penelusuran polisi, polisi memiliki
kesimpulan jika mereka terakhir kali
terlihat pada tanggal 29 Agustus 2025 di
sekitar daerah Kuintang. Dan selanjutnya
pada tanggal 1 Oktober, Kontras dan tim
Posco orang hilang PMJ itu bertemu untuk
bertukar informasi dan berkomitmen untuk
saling memberikan data. Sekitar 2 minggu
kemudian, tepatnya di tanggal 13
Oktober, pihak kontras dan tim Posco
Orang hilang PMJ itu kembali bertemu
untuk membahas perkembangan pencarian
dan pengusutan kerusuhan. Dari situ
kedua belah pihak sepakat dan bakal
terus melakukan pertemuan lanjutan. Di
tanggal 20 Oktober, kontras mengirimkan
sejumlah informasi terkait penelusuran
mereka di beberapa lokasi yang merujuk
dari pengumpulan keterangan polisi. Dan
4 hari kemudian pada tanggal 24 Oktober
nih, Geng, tim dari kepolisian
menyampaikan apa saja yang sudah mereka
lakukan kepada Komnas HAM, Komnas
Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, dan
Om Butsman serta LPSK. Nah, jadi
dibeberkan tuh semuanya.
Nah, jadi kurang lebih begitu ya, Geng.
bagaimana beberapa keterangan yang kita
dapatkan dari berbagai sumber mengenai
awal mula dari Farhan dan Reno yang ikut
di dalam aksi demonstrasi hingga
akhirnya mereka dinyatakan hilang. Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya nih, yaitu
mengenai penemuan dua kerangka yang ada
di salah satu gedung di Kuitang yang
mana kemudian kerangka-kerangka tersebut
diketahui adalah kerangka dari Reno dan
juga Farhan.
Oke, sebelumnya eh kita bahas dulu
terkait gedung yang menjadi tempat
penemuan dua kerangka ini ya, Geng.
Jadi, gedung ini adalah milik dari
perusahaan yang bernama Astra Credit
Companies yaitu eh disingkat dengan ACC
yang mana gedung ini dibakar oleh massa
pada tanggal 29 Agustus. Jadi, sejak itu
ya gedung ACC Kuitang ini dalam keadaan
kosong dan tidak dipergunakan lagi
mengingat gedungnya dalam kondisi rusak
parah, sudah terbakar sehingga tidak ada
aktivitas baik dari dalam maupun luar
gedung. Seluruh kegiatan operasional ACC
Kuitang itu sudah dipindahkan ke lokasi
lain bahkan sebelum terjadinya
demonstrasi. Dan berdasarkan keterangan
dari Riadi Prasojo selaku executive Vice
President Corporate Communication
perusahaan tersebut, dia menjelaskan
jika yang pertama kali menemukan dua
kerangka itu adalah pihak Vendor yang
kebetulan mereka mau merenovasi gedung
Asis Kitang. Pada saat pihak vendor
sedang memeriksa seisi gedung pada hari
Kamis tanggal 30 Oktober 2025, mereka di
sana menemukan jenazah pada salah satu
bagian gedung. Temuan ini disebabkan
karena pihak vendor mencium bau
menyengat dari sana, Geng. Pihak vendor
kemudian memberitahu pihak manajemen ACC
mengenai penemuan tersebut. Segera
setelah mereka mendapatkan informasi
dari pihak vendor, perusahaan
menginformasikan kejadian itu kepada
Polres Jakarta Pusat dan laporan itu
diterima di hari yang sama ketika Vendor
melakukan pengecekan gedung. Nah, tim
pun diterjunkan untuk secara langsung
memeriksa lokasi. Dan benar aja, Geng,
ada kerangka manusia yang ditemukan di
lantai du gedung ACC yang mana ini
tertimbun oleh plafon gedung yang sudah
terbakar. Nah, pihak polisi langsung
membawa dua jenazah tersebut ke Rumah
Sakit Polri Keramat Jati untuk kemudian
dilakukan pemeriksaan forensik lebih
lanjut termasuk dengan pengambilan
sampel DNA. Dokter forensik, rumah sakit
Poli itu mencoba untuk mencocokkan DNA
kedua jenazah dengan dua orang yang
masih dinyatakan hilang di dalam demo,
yaitu Farhan dan juga Reno. Nah, di saat
itu ya pihak kontras yang sedang
mendampingi keluarga Farhan dan Reno
menyebutkan kalau mereka sudah menerima
informasi terkait penemuan dua kerangka
tersebut. Dari tanggal 1 sampai tanggal
4 November, Polda Metro Jaya itu
melakukan permintaan tambahan keterangan
saksi dan Polda Metro Jaya menerima
Kompolnas dan Komnas HAM serta menerima
hasil tes DNA juga. Nah, pada tanggal 5
dan 6 November 2025, Polda Metro Jaya
itu membahas hasil pemeriksaan DNA
tersebut dengan pihak Kontras dan juga
tim forensik. Nah, pada hari Jumat
tanggal 7 November dilakukanlah
konferensi pers di Rumah Sakit PORI
Keramat Jati untuk membeberkan hasil
dari tes DNA. Dan RS PORI ya di saat itu
menyimpulkan dua kerangka manusia yang
ditemukan di gedung ACC Kuitang itu
sangat identik dengan Reno serta Farhan.
Hal tersebut didasarkan dari hasil
identifikasi primer pada gigi dan
tulang. Kemudian cocok juga dengan
antemortem atau data kesehatan sebelum
kematian. Nah, Kepala Rumah Sakit PORI
Keramat Jati yaitu Brickjen Paul Prima
Heru Yuli Hartono itu bilang dua
kerangka manusia itu tiba di rumah sakit
untuk diperiksa pada tanggal 30 Oktober.
Nah, waktu kematian dari saat
pemeriksaan sudah lebih dari 1 bulan ya
kan. Nah, gemparlah semua orang Reno dan
Farhan yang selama ini dicari-cari
kabarnya ternyata sudah tersisa tulang
belulang. Pihak keluarga pun tidak
menyangka kalau Reno dan Farhan yang
menghilang sejak bulan Agustus kemarin
ternyata ya ditemukan dengan kondisi
seperti itu, Geng. Mereka pikir ya anak
mereka ini mungkin hilang diculik di
penjara tapi ternyata udah hangus dan
habis terbakar.
Di dalam konferensi persil-detail
lain yang diungkapkan oleh pihak
kepolisian. Salah satunya nih, Geng,
yaitu penyebab kematian dari Farhan dan
Reno. Apakah karena ikut terbakar di
gedung tersebut atau karena hal lain?
Nah, dari keterangan polisi, dokter
menyebutkan jika pada tulang tengkorak
dan tulang panjang serta tulang punggul
serta tulang gigi milik Reno itu tidak
ada indikasi terjadinya kekerasan karena
enggak ada luka yang disebabkan karena
benturan benda tumpul gitu. Jadi,
aman-aman aja. Nah, dokter juga
memeriksa sisa organ yang ada di dalam
jenazah Reno dan tidak ditemukan adanya
indikasi dia meninggal. dengan cara
keracunan atau hal lain. Nah, karena
itulah dokter memiliki kesimpulan kalau
Reno memang meninggal akibat terbakar di
dalam gedung itu. Sedangkan Farhan tidak
ditemukan secara lengkap nih. Jasadnya
itu enggak lengkap. Cuma ada sisa
beberapa organ yang sudah terbakar. Dan
hal ini membuat dokter tidak bisa
menentukan sebab dari ee meninggalnya
Farhan karena kondisi tubuhnya yang
enggak lengkap tersebut. Dan selain itu
polisi menyebutkan kalau di TKP ada
kalung serta kepala ikat pinggang ya
yang ditemukan yang mana ini merupakan
milik dari Farhan. Terus di saat itu
geng sepupunya Farhan yang bernama Adin
itu menjelaskan betapa beratnya proses
yang mereka lalui selama 2 bulan tanpa
adanya kepastian. Sekalinya Farhan
ditemukan sudah dalam bentuk kerangka
dan enggak lengkap tubuhnya. Dan Adin
mengaku keluarga tetap berusaha ya
meskipun ternyata yang diterima ya pahit
banget gitu. Nah, sementara keluarga
Reno mengklaim kalau mereka menerima
dengan lapang dada kabar kematian dari
Reno. Nah, di saat itu ya Jimmy Yunianto
itu menegaskan kalau keluarga tidak
menemukan adanya hal mencurigakan
terkait meninggalnya keponakannya
tersebut. Dalam proses pencarian dan
identifikasi, keluarga sepenuhnya
mempercayakan kepada pihak Polri untuk
melakukan pemeriksaan, termasuk uji DNA
yang memastikan identitas jenazah Reno.
Nah, Jimmy menambahkan, pihak keluarga
tidak berencana memperpanjang perkara
atau mengambil langkah hukum yang lebih
lanjut. Jenazah Reno tiba di rumah duka
sekitar jam 0.30 malam setelah menempuh
perjalanan deret selama sekitar 15 jam
dari Jakarta. Pengantaran jenazah
didampingi oleh petugas kepolisian dan
perwakilan dari kontras. Nah, jenazahnya
juga sudah dimakamkan pada hari Minggu
tanggal 9 November 2025 di jam 10. pagi
di TPU Put Gede Surabaya. Ini
berdampingan dengan makam neneknya,
Geng. Nah, untuk Farhan jenazahnya sudah
dimakamkan di TPU Budidarma, Semper
Timur, Cilincing, Jakarta Utara. Atas
peristiwa tragis ini, Geng, kontrasnya
memastikan bakal mendampingi keluarga
korban. Dan terkait dengan konferensi
pers yang digelar oleh kepolisian
bersama dengan jajaran seperti kepala
biro, Labdokes hingga Kompolnas. Ya,
kontras bakal mengawal sampai keluarga
korban mendapatkan hak-hak mereka. Nah,
pihak Kontras menilai bahwa pernyataan
kepolisian yang menyebutkan kalau Farhan
dan Reno sebagai korban pembakaran
gedung itu harus ditindaklanjuti dengan
pengungkapan secara menyeluruh hingga
adanya penuntutan yang berkeadilan. Dan
koordinator kontras yaitu Dimas Bagus
Arya Putra itu menyebutkan kalau
kepolisian tidak boleh berhenti hanya
pada kesimpulan identifikasi korban,
tetapi wajib memastikan adanya proses
penyelidikan dan penegakan hukum yang
transparan. akuntable dan juga e
berpihak kepada keluarga korban. Nah,
terus kemudian ya Dimas juga melanjutkan
tanpa adanya proses evaluasi menyeluruh
terhadap cara aparat negara menangani
aksi atau unjuk rasa, peristiwa ini
berpotensi akan berulang lagi, bakal ada
korban lagi, katanya. Nah, Dimas ini
juga bilang saat ini keluarga sedang
berduka atas adanya hasil temuan yang
pasti kepolisian seharusnya tidak ee
hanya berhenti pada tahap identifikasi.
di samping itu ya segera mengusut tuntas
gitu ya siapa yang bertanggung jawab
atas kejadian ini. Dan kontrak sendiri
bakal terus mengawal proses ini dan
memastikan agar hak-hak keluarga korban
bisa dipenuhi. Nah, enggak cuma itu,
kontras juga menekan negara untuk
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
tindakan aparat dalam penanganan aksi
hingga jaminan kebebasan berekspresi
serta jaminan rasa aman di kemudian
hari, Geng. Berita tersebut di satu sisi
membawa kelegaanlah ya. Kedua keluarga
lega karena pada akhirnya pihak keluarga
bisa tahu kondisi dari Reno dan Farhan
walaupun ditemukan dengan kondisi yang
menggenaskan. Meskipun keluarga Reno
menyebutkan jika tidak ada kejanggalan
dari kematian tersebut, tapi banyak
pihak yang percaya kalau Reno dan Farhan
yang hilang selama 2 bulan dan tahu-tahu
ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam
gedung ACC yang sempat dibakar oleh
massa. Ya, ini dirasa sangat janggal.
Nah, janggalnya di mana? Sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai
kejanggalan dari kasus hilangnya dan
meninggalnya Reno serta Farhan. kita
bahas.
Jadi, Geng, pada saat Farhan sudah
dinyatakan hilang, dia terdeteksi
meninggalkan jejak digital yang aneh
nih. Jadi, dikatakan ya akun
WhatsApp-nya sempat aktif lalu
berinteraksi dengan sejumlah teman yang
percakapannya terkesan melantur. Akun
Facebooknya juga sempat mengirimkan
unggahan percakapan WhatsApp. Nah,
cerita teman-temannya yang katanya
sempat dichat oleh Farhan ini cukup
menggemparkan keluarga. Sebab ketika itu
tidak ada satuun di antara mereka yang
punya akses ke media sosialnya Farhan.
Jadi, enggak ada tuh keluarga yang bisa
mengakses atau membuka Instagramnya,
WhatsApp-nya. Enggak ada. Tapi kok bisa
ada komunikasi dari handphone Farhan ke
teman-temannya yang lain? Nah, ini kan
jadi pertanyaan kayak antara ini hal
mistis atau ini ada yang mengakses atau
ya seseorang yang secara ilegal lah
mengakses akun tersebut ya kan. Apalagi
diketahui kalau Farhan ini sudah
menggadaikan handphone-nya tapi kabarnya
juga sim card-nya tidak dibuang tapi
justru disimpan oleh Farhan. Nah, pada
salah satu potongan percakapan di
WhatsApp yang bertanggal 4 September
gitu ya, Farhan memang terlihat merespon
pesan, Geng. Nah, jadi di saat itu isi
pesannya kayak gini. Kalian bisa baca
sendiri. Nah, Imroni mengirim pesan, "Lu
siapa yang mainin WA adik gua?" Dibalas
tuh, "Eh, asal mau tahu ya, adik lu
kasus tuh." Nah, nomor itu juga
mengirimkan foto yang tidak dikenal
dalam keadaan luka-luka. Imroni heran
karena foto yang dikirimkan itu bukan
foto Farhan. Dan si orang yang memegang
nomornya Farhan itu bilang, "Adik lu
udah bacok ponakan gua." Nah, Imroni
merespon pesan itu tidak percaya dan
memblokir nomor tersebut. Dan Imroni
juga bilang kalau ada temannya Farhan
yang mencoba video call ke nomor
tersebut dan teleponnya diangkat tapi
videonya dimatikan jadi kayak ditutup
gitu. Jadi temannya ini juga enggak bisa
memastikan apakah itu beneran Farhan
atau bukan. Nah, Media Kompas mencoba
untuk melacak riwayat keaktifan digital
Farhan dan juga Renault tentunya melalui
nomor kontak yang mereka punya dan
keaktifan bisa dilihat dari seberapa
banyak nomor kontak itu ditautkan untuk
keperluan verifikasi platform digital
seperti Google atau media sosial lah
gitu ya. Pada saat melacak nomor
kontaknya Farhan dan Reno dengan layanan
Osin Industries, kedua nomor tersebut
tidak ditawarkan pada akun Google atau
media sosial lain. Hal ini berbeda
dengan kebanyakan pengguna secara umum
yang menautkan kontaknya pada akun
Google hingga media sosial seperti
Facebook dan Instagram. Nah, Kompas juga
terlebih dahulu ya menelusuri nomor
kontaknya Farhan dari layanan Get
Contact dan terdapat satu nama kontak
yang ditandai dalam aplikasi yaitu Eda
Bakara 1. Nah, saat dikonfirmasi ke
Imroni dia memastikan nomor itu memang
yang biasanya digunakan oleh Farhan.
Namun dia sama sekali enggak kenal siapa
Eda Bakara. Dan selain melacak nomor,
Kompas juga mencoba melacak akun
Instagram yang bernama FR HNDD
ya, yang mana dipakai atas nama Farhan.
Saat dilacak, akun tersebut justru
diketahui terverifikasi dengan nomor
yang berbeda yang artinya, Geng, ada
nomor lain yang dipakai untuk akun
Instagram tersebut. Nah, tapi belum
diketahui apakah orang itu adalah Farhan
atau bukan. Nah, akun yang dibuat sejak
bulan Februari 2022 itu terdeteksi sudah
dua kali berganti nama pengguna
Instagram. Meskipun begitu belum
diketahui kapan saja pergantian nama
akun itu dilakukan. Hal ini menjadi
salah satu pertanyaan besar nih bagi
Kontras ya, yang mana kontras melihat
belum adanya pernyataan dari kepolisian
apakah sudah ada identifikasi soal
peretasan akun media sosial milik Farhan
atau belum. Sebab kontras menduga ada
seseorang yang mencoba meretas atau
nge-hack akunnya Farhan. Terus yang
kedua, Kontras menilai polisi terkesan
terlalu cepat menyimpulkan identitas dua
kerangka manusia di gedung Asis Kuitang.
Menurut Kontras, sejak awal polisi
berkoordinasi dengan keluarga dan
kontras mengenai temuan ini, polisi
sudah memberikan kesan bahwa kedua
tersangka adalah Farhan dan Reno. Tuh,
jadi kayak terlalu buru-buru gitu.
Padahal dari awal belum diketahui dan
belum ada hasil DNA yang keluar. Nah,
kenapa bisa langsung mengatakan kalau
itu adalah Farhan dan Reno? Dan yang
ketiga, kontras sampai saat ini masih
mempertanyakan apakah benar kedua
kerangka tersebut sudah berada di posisi
yang sama yaitu di lantai 2 gedung
asesang. Karena sejak gedung dibakar
pada tanggal 29 Agustus 2025, sebab
polisi sudah melepas garis polisi dari
tempat kejadian setelah cek TKP oleh
polisi pada tanggal 19 September
kemarin. Jadi besar kemungkinan ya jika
ada orang yang menaruh kerangka di sana,
curiganya pihak kontras. Jadi kayak apa
ya ini semua udah di-setting gitu. Dan
seperti yang dijelaskan oleh pihak
kontras kalau sebenarnya polisi sudah
pernah melakukan oleh TKP di gedung
tersebut, tapi kenapa enggak ada yang
menemukan dua kerangka tersebut sejak
awal? Apakah dua kerangka itu muncul
begitu aja entah dari mana dan kenapa
baru ditemukan oleh pihak vendor gitu
kan. Kombes polisi Budi Hermanto selaku
Kabit Humas Polda Metro Jakarta Pusat
itu membenarkan bahwa gedung tersebut
sempat diberikan garis polisi pasca
insiden pembakaran dan penjarahan pada
bulan Agustus 2025. Tapi menurut
keterangan Pak Budi, di tanggal 19
September pemilik gedung meminta izin
untuk melakukan inspeksi titik api. Nah,
sehari kemudian garis polisi akhirnya
dibuka nih. Dibukanya untuk sementara
demi keperluan penyelidikan dan proses
perbaikan gedung. Oleh karena itu,
penyidik Polres Jakarta Pusat
mengizinkan untuk melepaskan garis
polisi demi penyelidikan. Setelah itu
pemilik melakukan perbaikan dengan
vendor. AKBP Robi Harry Saputra Kasat
Res Krim Polres Metro Jakarta Timur yang
ikut menangani kasus awal kebakaran itu
mengaku kalau timnya tidak menemukan
tanda adanya korban jiwa saat diperiksa
pertama kali gedung tersebut. Karena di
lokasi itu udah tercampur oleh
puing-puing sisa kebakaran. Jadi
ibaratnya menurut polisi nih ya secara
kasat mata enggak kelihatan ada jasad di
sana atau ada jenazah di sana. Nah, tapi
ee ya itu tadi yang dipertanyakan tuh
apa enggak ada baunya. Ya, mungkin wajar
juga sih, Geng, ya. Kalau 1 hari 2 hari
baru kejadian mungkin belum ada bau yang
menyengat. Nah, ini kan setelah 1 bulan
lebih ee berada di sana, jasadnya,
kerangkanya barulah tercium bau busuk
yang menyengat. Nah, ini terasa masuk
akal tapi ya kita gak tahu juga ya
karena netizen banyak yang merasa
janggal dengan hal ini. Nah, kemudian
geng AKBP Robi juga menjawab mengapa
baru ditemukan setelah 2 bulan, 1 sampai
2 bulan gitu ya. Nah, beliau mengatakan
karena sejak kebakaran sampai waktu
penemuan tidak ada kegiatan pembersihan
atau pembongkaran di area yang tertimbun
puing. Nah, jadi enggak ada yang tahu
kan? Enggak ada yang meriksa. Dan Pak
Robi ini juga memastikan rentang waktu
hampir 2 bulan antara kebakaran gedung
dan penemuan kerangka bukan disebabkan
karena kelalaian, melainkan kondisi
lokasi yang cukup sulit untuk diakses
dan tertutup oleh puing sisa kebakaran
itu. Nah, ketika olah TKP dilakukan
pertama kali nih, Geng, kondisi bangunan
itu udah hancur lebur. Hampir seluruh
bagian gedung hangus terbakar dan di
area reruntuhan tidak ada indikasi
keberadaan adanya jasad manusia. Selain
itu ya, karakteristik bau di lokasi
kebakaran juga menyamarkan menyamarkan
bau mayit, menyamarkan bau e bangkai,
bau apapun tersamarkan oleh bau hangus
gitu. Yang mana hal ini mempersulit
petugas untuk bisa mendeteksi sisa-sisa
ee apa ya kayak tubuh manusia yang
terbakar dan lain-lain lah. Nah, menurut
Pak Robi ini juga kebakaran yang
menyeluruh ya daging yang terbakar itu
aromanya sama seperti kayu yang terbakar
sehingga sulit untuk dibedakan. Selain
itu, Pak Robi ini mengatakan pemeriksaan
lanjutan sempat dilakukan oleh tim
laboratorium forensik PORI pada tanggal
19 September. Tapi sampai saat itu pun
enggak ditemukan tanda-tanda adanya
korban jiwa. Nah, lalu geng petugas
keamanan dari pihak gedung juga rutin
berpatroli di sana hampir setiap hari
naik ke atas untuk memeriksa kondisi
bangunan. Namun karena puingnya yang
menumpuk dan kondisi yang tidak
terlihat, jadinya enggak ada yang
menyadari adanya sesuatu di bawah
runertuhan itu. Barulah pada tanggal 30
Oktober atau hampir 2 bulan setelah
kejadian kerangka tersebut ditemukan.
Nah, selanjutnya karo Labdokespori yang
bernama Brigjen Sumi Hastri Purwanti.
Beliau menjelaskan kondisi dua jenazah
yang ditemukan itu sepenuhnya sudah
berupa kerangka dengan sebagian kecil
sisa jaringan tubuh yang terbakar. Dalam
kondisi lingkungan yang terbakar seperti
yang terjadi di gedung Asia Sikuang, bau
yang bakal muncul di bulan pertama
memang menyerupai bau kayu terbakar atau
material lain lah. Tapi geng, setelah
memasuki bulan kedua sampai ketiga
barulah muncul aroma khas pembusukan
yang menandakan di sana tuh ada ee apa
ya? Sisa tubuh, sisa tubuh manusia, sisa
tubuh hewan. Nah, oleh karena itu secara
ilmiah ya penemuan kerangka ini sesuai
dengan proses ini alami perubahan tubuh
pasca kebakaran dan mungkin saat
dibersihkan dan dibongkar baru muncul
bau yang berbeda. Lalu diketahui
ternyata itu berasal dari tubuh manusia.
Terus kemudian geng ada isu nih di media
sosial yang menyebutkan kalau pihak
keluarga tidak bisa melihat kondisi dari
jenazah Farhan dan Reno. Jadi tidak
diizinkan sebab peti matinya sudah dibor
ketika diserahkan ke pihak keluarga.
Salah satu netizen di X yang menyebutkan
kalau dari story perwakilan keluarga
Farhan itu menerangkan kalau orang tua
Farhan sempat lihat kerangka yang diduga
adalah milik Farhan itu. Tapi orang
tuanya enggak merasakan apapun katanya.
Jadi secara feeling, secara perasaan tuh
kayak dia merasa itu bukan anaknya. Dia
tidak merasa ada ikatan batin dengan
jenazah itu. Nah, insting sebagai orang
tua geng yang mengenali anaknya meskipun
sudah ditinggal tulang belulang itu
enggak ada sama sekali. Dan karena itu
perwakilan keluarga Farhan juga masih
yakin kalau jenazah yang dikatakan
adalah Farhan itu sebenarnya bukan
Farhan. Dari sinilah, geng, muncul
spekulasi liar di media sosial yang
menyebutkan kalau itu bukanlah kerangka
ataupun Farhan. E, tapi ya semacam
sengaja dikatakan kalau itu adalah
mereka. Ada juga yang berpendapat jika
mereka ini dieksekusi di tempat lain
kemudian kerangkanya sengaja diletakkan
di situ agar terlihat mereka memang
berakhir di sana. Nah, ini rumor-rumor
yang beredar atau konspirasi-konspirasi
yang beredar di tengah-tengah masyarakat
nih, kita juga gak bisa memastikan dan
gak bisa menuduh ya kan karena buktinya
enggak kuat. Terus dikatakan juga
pembakaran di gedung tersebut dilakukan
oleh massa. Jadi polisi tidak bisa
disalahkan atas hilangnya nyawa mereka.
Tapi gua kembalikan lagi kepada kalian
nih geng ya. Apakah kalian percaya kalau
ini adalah jasad Reno dan Farhan dan
meninggal karena terjebak di dalam
gedung ACC yang terbakar atau justru
mereka e enggak meninggal di sana tapi
direkayasa seolah-olah mereka meninggal
di tempat itu? Coba deh menurut opini
kalian. Atau justru kalian percaya kalau
itu bukanlah Farhan dan Reno tapi
melainkan entah jenazah siapa. Nah, jadi
ini masih menjadi misteri saat sekarang
ini, Geng.
Oke, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai viralnya penemuan dua
kerangka di gedung ACC Kitang yang
ternyata adalah Farhan dan Reno yang
sudah hilang selama 2 bulan. Ya, di sini
yang gua lihat ya enggak cuma soal
penemuan dua jenazah. Kita akan
menantikan setahun 2 tahun ke depan itu
gedung bakal ada cerita horornya.
Percaya enggak? Tunggu aja.