Transcript
0uCX5_PgqbA • FRANCE'S LOUVRE MUSEUM ROBBERY! ROYAL GOLD AND DIAMOND CROWN STOLEN IN DAYLIGHT
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1572_0uCX5_PgqbA.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kalian pernah enggak nonton film
atau serial yang alur ceritanya tentang
sebuah eh perampokan? Mungkin seperti
film No You See Me, terus Eden of
Thieve, terus juga serial fenomenal
buatan Netflix yaitu Money He. Ya, di
dalam cerita-cerita film tersebut ya
biasanya itu bakal menceritakan ketika
para perampok mencuri uang atau
barang-barang bersejarah. Nah, kita
sebagai penonton pastinya takjub dengan
cara mereka melakukan aksi perampokan
yang begitu cerdas membobol sistem
keamanan di mana barang-barang tersebut
tersimpan. Tapi gimana ya kalau misalkan
fenomena seperti ini ternyata enggak
cuma terjadi di dalam film, tapi justru
terjadi di dunia nyata.
[Musik]
Nah, kemarin geng ada salah satu museum
bersejarah di Prancis, tempat di mana
banyak benda-benda bersejarah dan
berharga yang mana ini enggak bisa
dibeli pakai uang karena eh nilainya itu
benar-benar tidak bisa dinilai dengan
uang. Tempat tersebut menjadi incaran
dari para perampok dan di dalam
menjalankan aksinya, para perampok ini
tidak melakukan di malam hari bahkan
ketika penjagaannya itu lemah melainkan
semuanya dilakukan pada pagi hari.
Hingga saat ini pemirsa, polisi masih
melakukan penyelidikan pencurian di
Museum Lovre Paris. Pihak Peruenang
telah mengamankan beberapa bukti seperti
rekaman CCTV dan jejak digital lainnya.
Ini entah karena memang perampoknya jago
membobol keamanan museum atau karena
penjagaan museum yang terhitung lemah
sehingga perampok bisa dengan mudah
masuk dan merampok di sana. Masalahnya
nih, Geng, yang dirampok oleh mereka itu
adalah barang-barang yang tidak ternilai
harganya. Yang jadi pertanyaannya,
apakah para pencuri ini merupakan bagian
dari sindikat kriminal yang memang
mereka ini spesialis mencuri
barang-barang bersejarah untuk dijual ke
pasar gelap? Dan barang apa aja nih yang
dicuri? Bagaimana tindak lanjut dari
pemerintah Prancis atas insiden ini?
Karena ini viral banget dan heboh
banget, Geng. Dan yang juga jadi
pertanyaan banyak orang, bagaimana
sistem keamanan dari sebuah museum yang
benar-benar dijaga ketat kok bisa dengan
mudahnya dibobol? Nah, di video kali ini
kita bakal membahas tentang aksi
perampokan yang lagi viral banget ini.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Geng, untuk pembahasan yang
pertama kita bakal masuk ke dalam
kronologi dari kasus pencurian yang
terjadi di museum Low Free ini.
Oke, untuk pembahasan awal kita bakal
membahas kronologi pencurian yang
terjadi di museum yang tulisannya itu
lowre. Tapi kalau gua cek gitu ya di
internet bacanya itu adalah museum lou
ya. kita e sesuaikan aja ucapannya
dengan e pengucapan bahasa Prancis biar
lebih gampang. Oke. Nah, jadi geng
insiden perampokan ini terjadi di salah
satu museum bersejarah dan sering
dijadikan destinasi wisata bagi turis
lokal maupun mancanegara yang ingin
mengetahui bagaimana sejarah dari negara
Prancis yaitu Museum Lova atau sering
juga disebut dengan Museum LO. Ya
pemirsa, aksi perampokan terjadi di
Museum Lovre Paris Prancis pada Minggu
pagi saat sejumlah pelaku menggunakan
lift keranjang untuk masuk ke dalam
gedung dan melarikan diri dengan
perhiasan dengan nilai tak terhitung.
Pada hari Minggu tanggal 19 Oktober
2025, kejadian ini terjadi yang mana itu
hari di mana sedang banyak-banyaknya
orang yang datang ke museum tersebut.
Media lokal Prancis yang bernama Le
Parizang itu melaporkan perampokan yang
terjadi pada jam 0930 pagi waktu
setempat. yang mana ini setengah jam
setelah museum baru saja dibuka. Dari
investigasi awal ya diketahui ada empat
orang pelaku yang mengenakan penutup
kepala lengkap dengan topeng. Mereka
menuju ke area dekat museum menggunakan
dua sepeda motor yaitu jenis Tmaex. Nah,
mereka ini berhasil masuk ke dalam
gedung musei lewat sisi yang berada di
dekat dengan sungai Saint di mana ketika
itu, Geng, ya, sedang ada pengerjaan
konstruksi yang sedang berlangsung di
sana. Nah, para pencuri ini memanfaatkan
alat bantu yang ada di sana untuk
mengakses sebuah ruangan. yaitu Galeri
Apollo yang berada di lantai 1. Nah,
mereka sempat menghancurkan kotak
pajangan kaca dan melarikan diri dengan
membawa benda-benda berharga dari dalam
kotak kaca tersebut. Ketika mereka sudah
berada tepat di depan jendela, mereka
ini memecahkan jendela itu, Geng,
menggunakan gerinda. Setelah berhasil
memecahkan jendela, dua dari mereka
memasuki gedung dan langsung menuju ke
dua galeri, yaitu Galeri Napoleon dan
galeri para penguasa Prancis. Lokasi
tersebut hanya berjarak kurang lebih 300
yard atau sekitar 274 m dari lukisan
Monalisa. Ada seorang tourgate atau
pemandu wisata yang bernama Ryan L.
Mandari itu dia memberikan kesaksian
terkait perampokan tersebut. Nah, di
dalam ceritanya dia bilang pada saat dia
sedang melewati Galeri Apollo, dia itu
sempat dengar adanya suara seperti
hentakan kaki di jendela. Awalnya dia
pikir mungkin itu cuma suara angin
kencang yang menghantam kaca jendela.
Walaupun di saat yang bersamaan, Ryan
ini juga ragu kalau itu adalah suara
angin biasa. Dia mau cari tahu suara apa
yang dia dengar itu. Sampai pada
akhirnya dia melihat staff museum yang
berteriak ke arah jendela tersebut. Dan
lalu staf museum itu berbalik secepat
mungkin dan mulai berlari sambil
berteriak, "Keluar, keluar, keluar,
evakuasi," katanya. Dan dari sinilah
Ryan ini mulai sadar bahwa ada yang
tidak beres yang sedang terjadi di dalam
museum. Dia yang juga pada saat itu
sedang membawa rombongan. Dia berusaha
menenangkan para rombongannya ini saat
meninggalkan gedung dan mengikuti
instruksi yang diberikan oleh staf
museum. Para rombongannya ternyata juga
mendengar suara yang sama. Suara yang
terdengar seperti suara hentakan kaki di
jendela. Nah, namun tidak ada yang
mengira kalau itu adalah suara dari para
perampok. Setelah perampokan tersebut
terjadi, rombongan dari pengunjung lain
juga dievakuasi ke luar gedung museum
dan staf museum mengumumkan jika museum
love ini ya bakal ditutup sementara.
Ada kesaksian dari turis asal Amerika
yang namanya itu Jim dan juga Joan
Carpenter. Nah, mereka ini berada di
dalam museum LOF di saat kejadian.
Mereka bilang mereka ini baru mau masuk
untuk melihat lukisan Monalisa ketika
staf museum menyuruh mereka keluar dari
sana secara mendadak. Nah, mereka
diarahkan dan diantar untuk menuruni
tangga melewati Galeri Apollo yang
menjadi target dari perampokan. Mereka
kemudian keluar melalui pintu darurat
yang sepertinya jarang digunakan. Nah,
Jim ini bilang ketika terjadi perampokan
itu, dia sempat kebingungan ya dan
turis-turis lain juga kebingungan. Jim
dan Joan sempat bertanya terkait situasi
yang terjadi pada saat itu. Namun, staf
museum cuma bilang kalau ee terjadi
masalah teknis. Jadi, mereka enggak
langsung jujur kalau sudah terjadi
perampokan di saat itu. Dan dari video
yang diambil pasca pencurian terjadi,
kita bisa lihat kebingungan yang
dirasakan oleh para pengunjung saat
mereka diarahkan menuju ke pintu masuk
museum.
Ada saksi mata lain yang bernama Samir
yang sedang bersepeda di dekat museum
itu bilang kalau dia melihat ada dua
orang pria yang naik ke kerekan dan
memecahkan jendela lalu masuk. Nah, itu
semua dilakukan hanya dalam waktu 30
detik doang, Geng. secepat itu dan
setelah itu ya dia juga lihat ada empat
orang yang pergi dengan terburu-buru
dari sana dan Samir ini segera menelepon
polisi. Problem ini benar-benar viral
dan heboh banget di Prancis yang mana di
saat itu Menteri Kebudayaan Prancis yang
bernama Rashida Dati itu merespon
kejadian ini dengan memberikan laporan
jika tidak ada yang terluka di dalam
insiden ini. Jadi ini murni cuma
pencurian aja, enggak ada yang disandra
atau dilukai lah. Dia juga bilang eh dia
sudah berada di lokasi kejadian tidak
lama setelah perampokan terjadi dan
investigasi saat ini sedang berlangsung.
Dan kemudian ada juga pernyataan dari
Christopher Marinelo yang merupakan
pendiri dari Art Recovery International
yang mengatakan jika pencuri cuma mau
mendapatkan uang tunai secepat mungkin
ya mereka mungkin akan melebur logam
mulia seperti emas, perak, dan
sebagainya atau justru memotong ulang
batu permata tanpa peduli pada keaslian
atau nilai sejarah karya tersebut. Jujur
ya, gua merinding banget, Geng. Kalau
sampai si pencurinya ini ngelakuin hal
itu. Karena ya yang mereka tahu kan yang
penting mereka pun dapat emas terus
mereka jual. Mereka tuh enggak peduli
bentuknya itu dicetak dari zaman kapan.
Sejarah dari mahkota-mahkota dan
perhiasan tersebut itu nilai jualnya.
Kalau cuma emasnya doang mah sama aja
kayak nilai emas sekarang. Enggak ada
bedanya. Tapi sejarah dari benda-benda
tersebut, Geng. Kalau sampai dilebur,
udahlah fix. kita enggak akan pernah
bisa melihat ya barang bersejarah itu
lagi.
Di saat itu ya Christopher Marinelo
memperingatkan jika para geng-geng
pencuri ini tidak segera dibongkar dan
ditangani dengan baik, maka akan ada
banyak benda seni dan permata berharga
yang hilang selamanya dan tidak bisa
lagi dilihat oleh orang-orang di muka
bumi ini. Dan terkait penutupan museum
ya, Kementerian Dalam Negeri mengatakan
jika penutupan itu merupakan tindakan
keamanan untuk menjaga bukti bagi
penyelidikan yang sedang berlangsung.
Dan sejumlah pejabat serta sumber itu
bilang saat mengambil barang-barang
berharga di museum tersebut, para
pencuri ini cuma butuh waktu sekitar 7
menit doang. Namun pernyataan tersebut
dianulir karena ternyata para pencuri
bukan beraksi selama 7 menit, melainkan
lebih singkat dari itu. Yaitu cuma 4
menit. Satset hilang semuanya. Nah,
singkatnya waktu yang mereka lakukan
untuk beraksi menimbulkan pertanyaan
besar bagi banyak orang. Gimana bisa
museum seterkenal dan bersejarah kayak
museum Love ini bisa dengan mudah
dibobol dan lengah oleh pencuri?
Bayangin ada lukisan Monalisa di
dalamnya. Karena ya seharusnya nih, Geng
ya, dengan banyaknya barang-barang
berharga milik Prancis yang ada di sana,
sistem keamanannya tuh harus super ketat
seharusnya. Apalagi museum tersebut
menjadi salah satu museum dengan begitu
banyak pengunjung yang berasal dari
seluruh dunia. Ya, tahun lalu aja, Geng.
Museum Love ini ya dikunjungi oleh 8,7
juta pengunjung. Bayangin tuh dengan
wisatawan asal Amerika Serikat sebesar
13% dari seluruh pengunjungnya.
Wisatawan dari Amerika ini menempati
posisi kedua terbanyak setelah Prancis.
Jika para perampok bisa membobol secepat
itu, itu artinya mereka udah ya udah
hafal, udah merencanakan aksinya begitu
matang. Pokoknya udah kayak di film-film
aja. Kalau kalian pernah nonton film
Italian Joke, nah ini kayak gitu tuh.
Sematang itu, secepat itu mereka
melakukan aksi perampokan tersebut. Nah,
jadi itu dia, Geng ya, kronologi singkat
bagaimana para perampok ini bisa masuk
ke dalam museum dan melancarkan aksi
mereka. Nah, sekarang kita bakal masuk
ke dalam pembahasan mengenai
barang-barang apa aja yang dicuri oleh
perampok tersebut. Kenapa ini bisa jadi
heboh dan viral banget? Ya, mungkin buat
kalian yang bukan pecinta sejarah atau
yang enggak mau tahu banget dengan
benda-benda sejarah, mungkin akan merasa
ya bodo amat. Tapi jujur aja, Geng,
kalau kalian tahu ya seberapa
berharganya barang-barang ini enggak
cuma bagi Perancis tapi bagi umat dunia
juga. karena sejarahnya yang begitu
kental gitu ya. Kalian bakal paham
kenapa ya kasus ini sangat heboh.
Sekarang kita bahas barang-barang yang
dicuri oleh para perampok.
Jadi, Geng, setelah berhasil mengambil
barang curian, para perampok langsung
kabur dan menghilang tanpa jejak. Diduga
karena mereka melarikan diri menggunakan
sepeda motor yang sama yang mereka
gunakan ketika datang ke museum.
Barang-barang apa aja yang diambil? Ya,
jadi di saat itu Kementerian Kebudayaan
Prancis menyebutkan benda yang dicuri di
antara lain adalah Tiara dari set Ratu
Marie Emily dan Ratu Hortens. Kalung
dari set safir Ratu Mary Emily dan Ratu
Hortens. Serta anting yang merupakan
bagian dari sepasang anting-anting safir
Ratu Mary Emily dan juga Ratu Hortens.
Ratu Mary Emily ini adalah istri dari
Raja Le Philips yang pertama yang
kemudian menjadi raja Prancis pada tahun
1830 sampai dengan 1848. Sementara Ratu
Hortens itu adalah istri dari Luis
Bonaparte, adik dari Napoleon Bonaparte
yang kemudian menjadi raja Belanda. Nah,
gila enggak tuh sejarahnya? Nah, selain
itu ada kalung zamrud dari set
permaisuri Mary Leis. Sepasang
anting-anting zamrud dari set
permaisuri, Mary Lewis dan juga Bros ya
yang dikenakan sebagai Bros Reliqui.
Tiara permaisuri Yujin. Terus ada Bros
Pita Corsase besar permaisuri Yujin.
Nah, permaisuri Yujin ini adalah istri
dari Napoleon 3 keponakan dari Napoleon
Bonaparte yang menjadi Kaisar Prancis
kedua dari tahun 1852 sampai 1870.
Tuh barang-barangnya gila enggak tuh?
Berharga banget. Dan menurut laporan
media lokal Prancis, para pencuri ini
sebenarnya mengambil sembilan barang.
Namun ada satu di antara barang curian
tersebut yang ditemukan di dekat museum.
Sepertinya benda itu enggak sengaja
terjatuh saat mereka terburu-buru kabur,
Geng. Ya. Dan beberapa media Prancis
melaporkan bahwa barang tersebut adalah
mahkota abad ke-19 milik permaisuri
Yugjin dan ditemukan di dalam keadaan
yang sudah rusak. Waduh, sedih banget
ya. Dan menurut situs web Museum Love
ya, mahkota tersebut menampilkan elang
emas dan ditutupi oleh 1354 berlian
serta 56 zamrud. Nah, gua jelaskan
sedikit soal siapa permaisuri Yujin ini
geng ya biar kalian paham. Jadi dia ini
lahir di Granada Spanyol pada tahun
1826. Dia ini menikah dengan Napoleon 3
yang awalnya menjadi presiden Prancis
pada tahun 1848 sampai dengan 1852 lalu
kemudian naik menjadi kaisar. Kekuasaan
Napoleon 3 berakhir setelah dikalahkan
dan ditawan di dalam perang Prancis,
Rusia pada tahun 1870. Nah, kemudian dia
diasingkan ke Inggris bersama dengan
Yugin dan putra mereka yang bernama
Napoleon Eugin. Napoleon Yugujin ini
meninggal dunia secara tragis pada tahun
1879 di Afrika Selatan saat perang Zulu.
Dan untuk mengenang suami serta anaknya,
permaisuri Yujin membangun bihara dan
mausoleum kekaisaran di daerah Vanburo,
Inggris. Nah, singkat cerita setelah
meninggal di tahun 1920, permaisuri
Yujin dimakamkan di krip kekaisaran di
Michaels Aby berdampingan dengan suami
serta anaknya di sana. Jadi, ya
sejarahnya sedalam itu, Geng. Jadi,
enggak main-main itu benda yang dicuri.
Kebayang tuh ya, yang jatuh aja sampai
rusak. Yang lain gimana? Kayaknya udah
dilebur kali sama si para pencurinya ya.
Saat ini polisi Prancis sudah menutup
akses ke Museum Loof dan termasuk satu
jalan utama di sepanjang tepi sungai
yang ada di depannya. Penyelidikan
difokuskan di sudut tenggara bangunan
yang menghadap ke sungai Sein. Ada
tangga besar yang bisa dipanjangkan di
sana. Ya, jenis tangga yang mungkin bisa
kita lihat di mobil pemadam kebakaran
atau kendaraan yang bertugas untuk
membersihkan atap. Nah, tangga tersebut
dipasang pada lift mekanis jenis yang
digunakan di seluruh kota Paris untuk
mengirimkan perabotan ke apartemen yang
berada di lantai atas. Nah, puncak dari
tangga tersebut menyentuh ke balkon
museum yang sepertinya inilah yang
menjadi jalan bagi para pencuri untuk
bisa mengakses museum. Cuma, Geng,
otoritas setempat belum bisa memastikan
apakah tangga itu memang sudah ada di
sana untuk keperluan pemeliharaan atau
konstruksi atau justru tangga itu
digunakan oleh para pencuri sebagai alat
mereka untuk masuk ke dalam museum yang
mereka bawa sendiri gitu. ini belum
ketahuan nih. Nah, jadi kalau memang itu
tangga ternyata udah ada di sana ya
sebagai apa ya keperluan pemeliharaan,
bersih-bersih, konstruksi, nah ini habis
nih para petugasnya nih karena udah
lengah atau ya teledor lah di dalam
menjalankan tugas. Terus, geng di antara
banyaknya benda-benda berharga yang ada
di museum tersebut ya, kenapa yang
dicuri cuma benda-benda yang tadi gua
sebutkan? Nah, kenapa enggak ada benda
lain seperti lukisan dan sebagainya? Dan
ternyata memang para pencuri ini lebih
suka untuk mencuri permata karena
permata bisa dipecah, dijual untuk bisa
mendapatkan uang tunai. Karena mereka
enggak bakal menjual kayak misalkan nih
datangin orang kaya di pasar gelap terus
jual eh ini nih punya Napoleon Bonaparte
eh ini punya permaisuri Yujin. Enggak.
Mereka tuh bakal ngeleburin yang mereka
jual itu bukan sejarahnya, emasnya,
permatanya. That's it. Udah, yang
penting duit gitu. Salah satu profesor
sejarah seni di Universitas Sydney yang
bernama Dona Brade itu bilang, "Mungkin
ada kemungkinan alasan lainnya mengapa
benda tersebut yang dicuri." Di dalam
skenario seperti ini, barang yang dicuri
juga bisa digunakan sebagai jaminan
untuk transaksi narkoboy dan berbagai
tujuan kriminal lintas negara lainnya.
Sementara itu ya, ada seorang dosen yang
mempelajari kejahatan terorganisir
internasional dari Universitas Griffid.
Namanya itu adalah Margo Vanvellius. Dia
bilang, "Kemungkinan besar perhiasan itu
dicuri untuk seorang kolektor pribadi
yang memesan ini secara underground.
Jadi, misalkan nih, gua orang kaya,
mafia gitu ya, tiba-tiba gua pengen
banget koleksi itu. Gua bilang pada para
pencuri, "Ya, gua tugasin, lu curi itu
barang, kasih ke gua, gua kasih lu
sekian miliar misalkan." Nah, jadi ini
udah bukan lagi jual beli, tapi justru
project ee apa ya? Kayak e para pencuri
bayaran lah. Jadi, si para pencurinya
juga enggak mau repot. enggak mau repot
ngelebur, enggak mau repot ngejual itu
barang, yang mending dia ditugaskan
terus dia dibayar, barang itu dia kasih
ke si penadah tadi. Sesimpel itu. Dan
mungkin juga ya di dalam aksi mereka ini
kemungkinan mereka cuma disuruh untuk
mencuri satu barang aja, tapi mereka
justru memanfaatkan kesempatan ini untuk
mengambil barang lain untuk kepentingan
mereka pribadi. Nah, nah setelah mereka
mencuri semua itu, ada beberapa
pandangan nih mengenai apa yang akan
dilakukan oleh para pencuri ini.
Beberapa orang yakin para pencuri ini
bakal mencoba memecahkan permata
terlebih dahulu untuk menjualnya secara
terpisah ya demi menghindari deteksi. Di
saat itu ya ada seorang detektif seni
asal Belanda yang bernama Arthur
Branden. Dia ini mengatakan kecil
kemungkinan permata itu bakal ditemukan
lagi. Sudah pasti dipretelin. Jika di
dalam perhiasan tersebut mengandung emas
atau perak, para pencuri bisa dengan
cepat melelehkan benda-benda itu
sehingga bentuk aslinya akan hilang
secara total. Karena itulah menurut
Brand, upaya menemukan perhiasan itu
adalah perlombaan melawan waktu. Semakin
lama dicari maka semakin kecil peluang
untuk mendapatkan itu kembali dalam
kondisi utuh. Jika polisi menangkap
mereka dalam waktu seminggu, barang
curiannya ya mungkin masih ada. Tapi
jika lebih lama lagi, mungkin mereka
sudah membongkar perhiasan tersebut satu
persatu, menjualnya ya diperetelin
terpisah secara eceran. Hal yang sama
juga dikatakan oleh Tobias Cormain ya
selaku direktur pelaksana 77 Diamonds
yang mana dia mengatakan kemungkinan
besar permata tersebut tidak akan pernah
terlihat lagi. Seorang pencuri yang
profesional biasanya bakal membongkar
memotong ulang batu-batu besar tersebut
agar tidak mudah dikenali dan tidak
mudah terdeteksi sehingga menghilangkan
asal-usulnya. Kebanyakan ahli sependapat
bahwa mereka tidak akan pernah menjual
dalam keadaan utuh karena akan membuat
mereka bisa tertangkap. Mengingat
barang-barang yang mereka curi sudah
sangat terkenal di seluruh dunia, Geng.
Terus kemudian, Geng, ada lagi
pernyataan dari Alexandre Gelo selaku
presiden Balai Lelang Dro yang
menjelaskan bahkan saat pencuri
membongkar perhiasan hasil curian tetap
aja itu memiliki resiko yang sangat
tinggi baik bagi si pencuri maupun si
calon pembelinya. Menurut dia ya, jalan
terbaik bagi si pencuri adalah menyadari
betapa seriusnya aksi yang mereka
lakukan dan mengembalikan perhiasan
tersebut segera karena perhiasan itu
tidak bisa dijual secara legal di
manapun juga. Geekelo ini menambahkan,
kalaupun perhiasan itu dibongkar
misalnya dengan memisahkan logam
mulianya batu permatanya atau
mutiaranya, semua pihak yang terlibat di
rantai tersebut mulai dari yang
membongkar, yang memotong ulang batu
permata, sampai yang mencoba menjual
akan terancam hukuman yang sangat berat.
Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya
adalah jika perihasan itu memang
dihancurkan, apakah akan menurunkan
nilainya? Jawabannya iya. Nilai permata
juga terletak pada sejarah di balik batu
permata itu sendiri, Geng. Jika ada yang
berusaha memecah dan tidak bisa
menjelaskan asal-usulnya, maka permata
itu bakal kehilangan nilainya secara
signifikan. Nah, jujur aja ya ini
lumayan dilema, Geng. Ini gua kasih tahu
kalian, ya. Ee sering banget kan orang
yang membangga-banggakan atau
mengagung-agungkan berlian. Contoh kayak
Bang Honan Paris. Wei 15 miliar nih
berliannya. Bla bla bla bla. Coba deh
kalian beli tuh e berlian. Belilah
misalkan yang harga R miliar misalkan.
Terus kalian jual kembali seperti kalian
membeli emas terus kalian jual kembali.
Pasti ya pasti 1000% itu berlian susah
banget lakunya. Kalaupun laku harganya
sangat-sangat murah. Nah jadi secara
nilai berlian itu setelah dibeli tuh
dijual kembali itu enggak ada nilainya.
Nah apalagi hasil curian kayak gini.
yang dijual harusnya tuh nilai
sejarahnya. Misalkan ini berlian bekas
dipakai sama raja apa atau mungkin ini
berlian dulunya dipakai Hotman Paris.
Oh, harganya mahal gitu. Nah, beda sama
emas. Kalau emas itu mau lu potong jadi
serpihan sekecil
serangga, sekecil semut juga dia tetap
ada harganya gitu.
Terus, Geng, dikatakan juga ya
memotong-motong permata itu enggak mudah
ya. ada resiko di mana ketika memecahkan
batu permata tersebut ya itu bakal bisa
merusak permata itu sendiri. Nah, jadi
enggak mudah, enggak gampang dan yang
jadi pertanyaan lagi, berapa sih angka
atau harga yang pasti dari
permata-permata tersebut? Nah,
sebenarnya sejauh ini belum ada pihak
yang bisa memperkirakan harga dari
permata yang dicuri. Semua pejabat
Prancis hanya menjelaskan jika perhiasan
itu adalah nilai sejarah yang tidak bisa
dibayar pakai uang. Lorang Nuny ya
selaku Menteri Dalam Negeri Prancis itu
menekankan bahwa perhiasan yang dicuri
tersebut mewakili warisan Prancis dan
memiliki makna universal sehingga
mustahil diukur dengan uang. Di dalam
Museum Loof sebenarnya ada berlian yang
begitu terkenal. Berlian tersebut
bernama Berlian Regin. Dan anehnya
mengapa mereka enggak mengambil berlian
tersebut? Karena diperkirakan Berlian
region ini bernilai 92 juta Do sekitar
Rp1,4
triliun harganya. Nah, jadi itu jauh
lebih mahal. Tapi mereka ggak ngincar
itu. Dan saat ini, Geng, Kantor
Kejaksaan Umum Paris mengkonfirmasi
bahwa saat ini mereka sudah membuka ee
penyelidikan terhadap dugaan pencurian
terorganisasi dan konspirasi kriminal
untuk melakukan kejahatan ini, Geng. Dan
kerusakan yang juga sedang ditaksir
sehingga otoritas ee yang berwenang bisa
mengetahui berapa besar kerusakan yang
ditimbulkan akibat perampokan tersebut.
Dan para penyidik terus membuka semua
petunjuk. Namun pihak berwenang meyakini
kemungkinan besar para perampok itu ya
ini adalah suruhan dari seorang kolektor
yang mana dalam kasus ini ada peluang
untuk mendapatkan kembali barang-barang
tersebut dalam keadaan utuh dan baik.
Atau mungkin ini dilakukan oleh pencuri
yang cuma tertarik pada perhiasan dan
logam mulia yang berharga. Dan sampai
sejauh ini pihak penyidik meyakini jika
tidak ada campur tangan pihak asing di
dalam pencurian ini. Kemungkinan ini
adalah orang lokal. Nah, dari kasus
pencurian ini timbul pertanyaan yang
tidak hanya diungkapkan oleh orang
Prancis saja, tapi oleh masyarakat di
seluruh dunia terkait keamanan dari
museum. Karena orang-orang tuh pada
kecewa dengan keamanan Museum Love ini.
Museum Love sendiri ya sebenarnya jarang
terjadi pencurian di sana karena memang
di sana keamanannya super ketat. Namun
lorang itu mengatakan ya kalau
sebenarnya sudah jadi rahasia umum bahwa
museum-museum di Prancis pada umumnya
rentan secara keamanan. Hal ini bisa
dilihat dari kasus sebelumnya sekitar
bulan September kemarin, Geng. Dikatakan
tuh ada pencuri yang membobol Museum
Sejarah Alam di Paris pada malam hari
dan berhasil mencuri 6 kg bongkahan
emas. Enggak tanggung-tanggung, 6 kg.
Dan masih di bulan yang sama, tiga karya
Porselin yang ee bernilai jutaan euro
yang dikategorikan sebagai harta
nasional itu dicuri dari museum nasional
Adriang Dubush di Limogish. Nah, pihak
museum menyebutkan para perampok itu
membobol museum dan menyebabkan alarm
sampai berbunyi sekitar jam 15 pagi
waktu setempat dengan cara memecahkan
kaca jendela untuk bisa masuk ke dalam
bangunan tersebut. Tiga karya porselin
yang dicuri itu berasal dari China kuno,
yaitu dua piring porselin dari abad
ke-14 dan ke-15 serta sebuah fase dari
abad ke-18. Nah, perkiraan awal nilai
karya porselin yang hilang itu sekitar
9,5 jutao atau setara dengan eh 182,2
miliar. Nah, pencurian ini juga terjadi
pada bulan November tahun 2024 di museum
eh konyak J yang ada di Paris. Ya,
museum tersebut menjadi sasaran
pencurian ketika empat orang
menghancurkan etalase di Siang Bolong
dan melarikan diri dengan artefak antik
di sana. Dan sehari setelahnya terjadi
lagi pencurian terhadap perhiasan
senilai jutaan euro di museum Yirong
yang ada di Prancis Timur. Menurut data
dari pemerintah Prancis, pencurian
museum mencapai puncaknya dengan 31
kasus di tahun 2015. Ada 9 kasus yang
tercatat pada tahun 2023 dan 21 kasus
pada tahun 2024, Geng. Nah, jadi apa ya?
Inggris, Prancis itu kan memang negara
Eropa yang terkenal banget dengan
benda-benda sejarahnya ya, Geng. Karena
memang mereka kan sudah lebih maju dari
negara-negara lain dari dulu. Nah, jadi
benda-benda sejarahnya itu banyak
banget. Tapi entah kenapa sekarang
dinilai penjagaan terhadap museum-museum
untuk menyimpan benda sejarah ini ya
dianggap kurang ketat. Dan sampai saat
ini para pelaku dari pencuri-pencuri ini
masih belum diketahui. Namun sudah ada
arahan dari Presiden Emmanuel Macron
untuk memulihkan perhiasan tersebut dan
menangkap para pelakunya untuk kemudian
diadili. Nah, jadi kita tunggu aja nih,
Geng, update selanjutnya. Apakah
pemerintah Prancis berhasil menangkap
para pencuri dan mendapatkan kembali
perhiasan bersejarah milik Prancis ini
atau justru mereka lolos begitu aja
seperti yang terjadi di film-film ya.
Kita tunggu aja nanti update
selanjutnya. Nah, itu dia geng
pembahasan kita kali ini mengenai aksi
perampokan di museum Love. Tulisannya
itu Lovre dan perhiasan-perhiasan
berharga yang ada di sana diambil oleh
para pencuri ini. Gimana, Geng? Menurut
kalian tentang pembahasan kita kali ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.