Kind: captions Language: id Oke, Geng. Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu, ya, kalau pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube atau membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Ini murni adalah sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua agar lebih berhati-hati lagi terhadap semua orang, termasuk orang yang baik banget terhadap kita atau yang kita percaya banget karena belum tentu dia benar-benar baik. Siapa tahu ada maunya. Oke, seperti kasus ini, Geng. Kita pasti punya teman yang dijadikan sebagai tempat untuk meluapkan berbagai keluh kesah. Kebanyakan keluh kesah terhadap kehidupan. Mulai itu pekerjaan, masalah keluarga, bahkan ada yang sampai ke masalah percintaan ya. Baik yang masih pacaran maupun yang sudah berumah tangga. Nah, tapi gimana jadinya nih, Geng? Ya, kalau orang yang kita percaya, orang yang selalu kita jadikan tempat untuk curhat tiba-tiba justru menjadi orang yang suatu hari nanti akan melakukan tindakan yang mengerikan terhadap nyawa kita, gitu ya. Kayak misalkan ya, lu udah percaya banget nih sama teman lu gitu ya. Menjadikan dia tempat sandaran, menjadikan dia tempat pelarian untuk bercerita, tapi tiba-tiba ternyata suatu hari dialah orang yang akan menjadi alasan lu bertemu dengan ajal. Hari ini kita bakal membahas nih sebuah kisah yang serupa yaitu eh kasus yang lagi menggemparkan di jagat media sosial di Indonesia tentang aksi penghilangan nyawa dari seorang perempuan yang bekerja di salah satu minimarket besar di Indonesia. Namanya adalah Dina Octaviani. Korban ternyata seorang wanita bernama Dina Oktaviani, 21 tahun yang merupakan warga Dusun Kiara. Pihak keluarga korban sudah memastikan jenazah Dina adalah anggota keluarganya. Nah, mengapa kasus ini bisa viral di media sosial? Ya, karena biasanya kasus-kasus di mana seorang perempuan dieksekusi itu enggak jauh-jauh pelakunya pasti laki-laki atau biasanya pasangannya sendiri, mau itu pacar ataupun suaminya. Tapi di kasus ini agak berbeda karena yang mengeksekusi atau menghabisi Dina adalah bos di tempat dia bekerja atau ya apa ya atasannya lah. Enggak cukup sampai di situ yang membuat banyak orang bersimpati dengan kejadian ini. Karena Dina ini ditemukan dalam kondisi yang sudah ee benar-benar mengenaskan tepat di hari ulang tahunnya dia. Sedih banget ya. Dan kabarnya kasus ini berawal dari curhatan Dina kepada si pelaku. Namun tiba-tiba ya entah bagaimana ceritanya tiba-tiba pelaku ini justru mm apa ya? Berujung pada tindakan yang mengerikan. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Apa ini berkaitan dengan permasalahan di tempat kerja atau urusan asmara? Nah, di pembahasan kali ini kita akan coba membahas secara lengkap tentang kasus ini mulai dari kronologinya sampai dengan fakta-fakta terkait kasusnya. Langsung aja kita masuk ke dalam pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back to kamar Jerry [Musik] Genging. Oke, sebelum kita bahas kronologinya, kita bahas dulu profile dari korban dan juga si tersangkanya. Jadi, geng, korban di dalam kasus ini bernama Dina Oktaviani. Seorang perempuan yang lahir pada tanggal 7 Oktober 2004. Berasal dari Desa Talunjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Nah, dia ini lahir dan tubuh besar di daerah pedesaan yang mana hal ini menuntut Dina untuk bisa mencari kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk itu, dia memilih untuk bekerja sebagai kasir dari minimarket besar di Indonesia yaitu Alfamart yang berlokasi di rest area KM 75 tol Cikampek Padalarang atau Cipularang. Nah, Kabupaten Purwakarta. Nah, dia ini menekuni pekerjaannya tersebut dengan giat dan tidak pernah bermasalah di tempat kerjanya, Geng. Dan semua orang bisa dikatakan menyukai dia karena sosoknya yang baik dan tidak neko-neko. Nah, meskipun dia memilih untuk bekerja, tapi dia tidak meninggalkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Dia tahu kalau membagi waktu antara bekerja dan kuliah bukanlah hal yang mudah, tapi ini tidak menjadi alasan buat Dina untuk memilih salah satu di antara pekerjaan atau pendidikan. Sebab buat dia pekerjaan dan pendidikan sama-sama merupakan prioritas. dan dia enggak pernah mengeluh di dalam menjalankan perannya sebagai karyawan dan mahasiswi sekaligus dia yang sangat pekerja keras dan tidak pernah menyerah membuat orang tuanya sangat bangga terhadap sosok Dina ini. Untuk itu, bagi orang tua dan keluarganya tentu Dina menjadi seorang anak yang membawa harapan bagi keluarga. Dia ingin agar Dina bisa sukses di masa depan sebagai hasil dari kerja kerasnya selama ini. Dina juga sepertinya aktif membuat konten di TikTok dengan username Anyun. nya itu empat kali. Nah, di mana Dina ini sering membagikan kesehariannya mulai dari saat dia bekerja, nge-gymkan ya dan lain-lain. Dan di tempat kerjanya, Dina ini memiliki seorang bos atau atasan yang jabatannya sebagai kepala toko. Dia bernama Heryanto. Usianya tidak terpaut jauh dari Dina. Ya, Heryanto ini masih berumur 27 tahun. Dia berasal dari Kampung Pasir Oa, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Purwakarta. Diketahui jika Heryanto sudah menikah dan saat ini ya ee dia sudah memiliki seorang anak yang masih kecil. Ayahnya Heryanto itu bernama Karsa. Dia mengklaim kalau anaknya ini dikenal sebagai sosok yang memiliki kepribadian yang baik. Enggak terlihat ada yang aneh dari sifat maupun dari bagaimana ketika Heryanto berhubungan dengan orang-orang sekitar. Bahkan setelah Heryanto menikah pun ya ayahnya Karsa juga tidak pernah melihat e kalau Heryanto ini memiliki masalah yang menimpa dia. Dan memang Heryanto ini sendiri juga tidak pernah berkeluh kesah kepada Karsa terkait kehidupannya. Dan oleh karena itu, wajar kalau ayahnya Karsa merasa bahwa kehidupan anaknya itu baik-baik aja. Entah sebenarnya Herianto menutupi hal ini atau karena memang benar tidak ada masalah di dalam kehidupan anaknya. Ya, cuma di saat itu ya di suatu waktu Karsa mengaku sempat mendengar keinginan Herianto untuk meminjam uang ke bank. Nah, jadi dia ada permasalahan ekonomi nih. Nah, mendengar keinginan anaknya ini ya, Karsa pernah memberikan nasehat. Kurang lebih dia itu berpesan. Kalau cicilannya terjangkau dengan gajinya Herianto, maka silakan aja meminjam ke bank. Dan kalau enggak ya lebih baik jangan. Karsa sebagai seorang ayah memberikan nasihat seperti itu karena dia takut. Kalau Heranto tidak bisa bayar hutang tersebut. Sebagai seorang ayah tentunya Karsa siap membantu Herianto jika sedang berada di dalam situasi yang sulit. Nah, cuma setelah Karsa memberikan nasihat, dia sendiri tidak tahu pasti apakah Heryanto ini jadi meminjam atau enggak ke bank tersebut. Dan Karsa sendiri juga mengaku tidak mengetahui mengenai rekan-rekan kerjanya Herianto, termasuk dengan Dina. Jadi, enggak pernah diceritakan oleh Herianto. Nah, sementara itu di mata para tetangganya, Herianto ini dikenal sebagai seorang pria yang pendiam. Dia jarang ngumpul dengan warga sekitar alias jarang bergaul lah, jarang sosialisasi. Dan mungkin dalam seminggu itu cuma beberapa kali aja, Geng, dia ngumpul-ngumpul atau bersosialisasi. Bahkan ketika ngumpul itu juga Herianto tidak banyak ngomong alias diam-diam aja dia. Ya, kemungkinan ya apa ya, kayak bukan Anso sih, lebih tepatnya tuh kayak ee ya udah orangnya penyendiri gitu, Geng. Dan kemungkinan juga mengapa Haryanto ini gak pernah kumpul di lingkungan rumahnya atau jarang banget ngumpul gitu ya dikarenakan dia yang bekerja di minimarket yang sistem kerjanya harus shif-sifan. Nah, Wawan Hermawan selaku kepala dusun Pasir Oa itu mengaku jarang melihat Heryanto bergaul dengan masyarakat sekitar. [Musik] Dan keberadaan dia di rumah pun ya itu apa ya? Kayak cuma pulang kerja bentar di tengah malam terus saat libur gitu ya. selebihnya benar-benar dihabiskan untuk bekerja dan rumahnya yang berada di perbukitan yang jauh dari keramaian juga dan tampak rumahnya itu sederhana gitu ya dengan cat kuning. Nah, jarak rumahnya dengan rumah tetangga juga cukup jauh, tidak berdempetan seperti kebanyakan rumah yang ada di kota-kota besar. Nah, di tempat kerja nyatanya ya Dina dan Heryanto ini bukan hanya sebatas atasan dan bawahan, tapi mereka memiliki kedekatan yang ee berlebih gitu. Tapi bukan spesial ya, tapi kayak dekat bangetlah. Nah, mungkin di sini konteksnya bukan mengarah kepada dugaan perselingkuhan juga. Bisa jadi karena Dina ini merasa Herianto ini adalah orang yang bisa memberikan dia nasehat ya, orang yang dia tuakan, orang yang dia percaya gitu ya. Terlebih lagi perannya dia kan atasan nih ya kan si Herianto ini atasan ditambah dengan umurnya yang memang lebih tua dibandingkan Dina. Mungkin hal inilah yang membuat Dina merasa bahwa Herianto cukup dewasa dalam memberikan nasehat atau saran untuk setiap permasalahannya. Namun Geng, siapa sangka ya, Geng, dari curhatan itulah ya. Dari kedekatan, sering curhat, sering cerita gitu ya, di antara mereka berdua menjadi awal dari sebuah malapetaka yang akan merenggut nyawa Dina. Orang yang dia percaya, yang menjadi sosok nyaman untuk dia untuk bisa memberikan ee cerita-ceritanya agar mendapatkan solusi atas masalah yang menimpa dia. Nah, justru orang inilah yang nantinya akan menjadi pelaku atas tindakan mengerikan terhadap Dina. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai kronologi dari aksi penghilangan nyawa Dina Octaviani ini. Jadi, geng eh Dina ini ketika itu sedang diliputi kesedihan sebab dia mengalami eh problem seputar percintaan. Jadi, dia baru putus dan enggak jelas sebenarnya kapan pastinya hubungan antara Dina dan mantan pacarnya ini putus. Tapi di saat itu ya berakhirnya hubungan mereka ternyata membuat si Dina ini jadi susah move on. Jadi dia galau terus. Nah, alasan berpisahnya juga dikarenakan mantannya itu kayak udah enggak ada rasa ke dia. Kayak udah apa ya? Udah flat lah, udah hambar yang membuat hubungan mereka terpaksa kandas di tengah jalan. Nah, di saat itu Dina ini terus mencoba untuk melupakan mantan pacarnya ini. Namun semakin dia nyoba, Dina justru semakin teringat. Dan hal ini tentu membuat dia jadi resah sampai mengganggu aktivitasnya sehari-hari ketika dia bekerja. Nah, oleh karena itu dia mencoba untuk meluapkan perasaannya dia kepada Heryanto. Jadi dia ceritalah curhat kepada si Heranto. Atasan di tempat dia bekerja. Dia berharap kalau Herianto ini bisa memberikan dia solusi atas apa yang sedang dia alami. Nah, di hari Minggu tanggal 5 Oktober 2025 sekitar jam 5.00 sore, Dina sempat menghubungi Heryanto dengan maksud ingin mencurahkan isi hati, mau curhat. Nah, di informasi lain ya disebutkan kalau Dina ini memang sering geng curhat ke si Harianto ini terkait permasalahan asmaranya dia. Terutama ya tentang si mantannya ini. Karena mungkin terlalu sering atau selalu bertemu dengan Herianto di tempat bekerja ya Dina ini berpikir kalau Herianto adalah orang yang tepat untuk menjadi ee tempat curhat mencurahkan semua isi hati. Nah, di tengah-tengah pembicaraannya dengan Heranto melalui chat, ya ternyata Heranto ini bukan menasehati Dina agar menerima keadaan dan berdamai dengan keadaan tersebut. Herianto justru malah mengatakan kalau dia ya mengenal seorang dukun ya, mengenal seseorang yang bisa ee memberikan ilmu hitam gitu. Nah, orang yang dimaksud ini adalah seorang paranormal dan mendengar hal itu Dina ini justru tertarik dan mungkin dia posisinya udah putus asa gitu ya. dia pengin ee segera hidup tenang melupakan mantan pacarnya. Cuma di saat itu Dina juga bilang ke Serianto kalau dulu dia juga pernah pakai jasa orang pintar di kampungnya. Namun kayak ee enggak mempan gitu. Nah, akhirnya terbesitlah niat Dina untuk meminta bantuan kepada orang pintar yang dikenalkan oleh si Herianto ini. Dan oleh karena itu, mereka pun membuat janji untuk bertemu di rumahnya Herianto. Nah, rumah Herianto ini ada di Purwakarta yang mana mereka akan bertemu keesokan harinya yaitu di hari Senin sore tanggal 6 Oktober 2025 dengan perasaan yang lega ya karena dia berpikir sudah saatnya dia melupakan si mantan pacarnya udah menemukan solusi. Akhirnya Dina pun berangkat nih menuju ke rumah Herianto menggunakan sepeda motor. Singkat cerita dia sampai di rumah Herianto. Namun ketika itu mereka enggak langsung pergi untuk menemui si dukun yang dikenalkan oleh Heryanto ini. Ya, tapi mereka sempat ngobrol-ngobrol dulu. Nah, tapi ini geng sedikit e disclaimer ya. Ada informasi lain mengenai bagaimana Dina ini bisa bertemu dengan Herianto di rumahnya. Kalau tadi kan gua bilang dia datang ke rumah Herianto menggunakan sepeda motor. Nah, tapi ada informasi lain yang mengatakan kalau sebenarnya mereka itu sempat bertemu dulu di depan sebuah minimarket di dekat Rumah Sakit Amira Purwakarta. Nah, ini mungkin teman-teman yang dari Purwakarta tahu tempat itu. Nah, terus setelah bertemu di sana barulah Herianto mengajak Dina untuk datang ke rumahnya. Jadi, ada dua keterangan. Kita ambil keterangan yang pertama aja. Oke, jadi kan akhirnya Dina ini sampailah di rumah Herianto dan pasti kalian bertanya, "Ke mana istri dan anaknya Herianto?" Nah, ternyata di saat itu ketika Dina datang ke sana, istri dan anaknya Herianto sedang tidak ada di rumah. Informasi mengatakan kalau istrinya sedang menginap di rumah sang ibu atau ibu mertuanya Herianto atau di rumah saudara mereka yang lain. Entah berapa lama di saat itu ya, Herianto dan Dina sempat ngobrol di sana dan topik apa yang mereka bicarakan. Tapi selama mereka ngobrol ya di saat itu Herianto tidak sepenuhnya fokus dengan isi obrolan melainkan matanya dikatakan jelalatan ke mana-mana tertuju kepada tubuh Dina tertuju kepada perhiasan dan barang berharga yang dibawa oleh Dina di saat itu. Tiba-tiba terbesitlah pikiran jahat di hati dan kepala Haryanto. Dia ingin menguasai barang-barang tersebut. Nah, munculnya niat itu kemungkinan disebabkan karena Herianto yang memang tidak jadi meminjam uang di bank atau mungkin dia e punya hutang lain yang harus dia bayar. Dan itu masih dugaan aja, Geng, ya, masih rumor. Dan ada informasi lain yang menyebutkan ketika Dina berada di rumah Herianto, Herianto ini sempat meminjam uang kepada Dina sebesar Rp1,5 juta. Dina memberikan mentransfer uang tersebut ya, karena mungkin posisinya di saat itu Dina itu ya berterima kasihlah sama Herianto ya, dimintai pinjam uang sebesar Rp1,5 juta, dia langsung iya-iya aja. Posisinya di saat itu setelah Dina memberikan uang R,5 juta ternyata jumlah tersebut belum cukup untuk Herianto. Dia menginginkan lebih. Nah, di situlah dia mulai berpikir untuk menguasai harta benda milik Dina. Dan setelah memantapkan diri ingin mengambil barang-barang tersebut, Herianto menunggu momen yang tepat untuk melancarkan aksinya. Sampai pada akhirnya mereka selesai bercerita, Herianto tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia langsung mendekati Dina. Tangannya langsung diarahkan menuju ke leher dan Dina langsung eh dicengkeram kuat-kuat lehernya. Dan gak cukup sampai di situ aja, dia juga membekap mulut dan hidung Dina agar kesulitan bernafas. Dan Dina berusaha melawan dengan melepaskan jeratan tangan Herianto. Namun tenaganya Heranto ternyata lebih kuat dari Dina. Dan sampai pada akhirnya Dina kehabisan nafas lalu meninggal dunia. Di saat itu meninggalnya Dina ternyata enggak cukup membuat Haryanto puas. Dia melihat Dina yang sudah tidak bernafas ditambah dengan kondisi rumah yang sepi membuat Herianto justru tiba-tiba muncul nafsu untuk melampiaskan hasrat bejatnya terhadap Dina yang sudah tidak bernyawa. Dia merasa tidak tahan melihat tubuh Dina dan melakukan hal yang tidak senonoh. Di dalam kondisi ini, ya sangat-sangat menyedihkan. Dina yang justru 100% mempercayai atasannya yang bernama Heryanto ini bisa menolong keputusasaan dia. Tapi justru ini orang yang justru ya menjadi alasan Dina bertemu dengan ajalnya. Terus, Geng, singkat cerita, sudah puas dengan apa yang dia lakukan terhadap Dina, Herianto kemudian mengambil barang-barang milik Dina, termasuk perhiasan, dua handphone, dan juga sepeda motor. Cuma di saat itu rencananya tersebut ternyata tidak bisa apa ya lancar-lancar atau mulus-mulus aja. Dia berpikir kalau sampai ada orang yang menyadari bahwa ada jasad di dalam rumahnya, nah dia bisa berurusan dengan hukum. Dan oleh karena itu, tindakan yang dia ambil selanjutnya adalah menghilangkan jejak dengan membuang jasad Dina. Dia mengambil kardus bekas untuk meletakkan jasad dina. Lalu kardus itu kemudian dililit dengan lakban dan kemudian dia langsung membawa jasad dina menuju ke kawasan Jembatan Merah Kabupaten Purwakarta untuk kemudian membuang jasad itu ke aliran Sungai Citarum. Nah, masih ingin menghilangkan jejak, Haryanto ini sempat membakar beberapa barang-barang milik Dina seperti sandal yang digunakan ketika berkunjung ke rumahnya dia dan beberapa barang lain. Jadi, di saat itu dia benar-benar berusaha serapi mungkin agar tidak ketahuan. Itu dia, Geng. Ya, kurang lebih bagaimana kronologi dari aksi penghilangan nyawa yang dilakukan oleh Herianto terhadap Dina. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai penemuan jasad dari Dina Octaviani dan penangkapan si pelaku yang bernama Herianto ini. Jadi, Geng, keesokan harinya tepat di hari Selasa tanggal 7 Oktober 2025 sekitar jam .00 pagi. Ada seorang warga di dekat aliran Sungai Citarum, Desa Munjul Kaler RT 030 RW005 Desa Curuk, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. dia itu sempat menemukan eh semacam tubuh yang mengapung di permukaan air. Pada awalnya warga ini mengira itu adalah boneka atau manekin lah yang dibuang ke sungai. Tapi kalau memang itu boneka, bonekanya kok kayak mirip banget dengan manusia asli ya. Kulitnya itu kelihatan kayak manusia asli. Nah, karena penasaran dan curiga kalau jangan-jangan itu bukan boneka, warga ini mencoba untuk memastikan dia mendekat. Dan ketika dia mendekat, benar aja saat dilihat lebih teliti, itu bukan boneka, melainkan jasad manusia yang kondisinya tidak mengenakan sehelai benang pun. Warga yang menemukan jasad ini pun langsung melaporkan temuannya itu kepada kepala desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian, tempat di mana ya jasad yang ini ditemukan berada sejauh 20 km dari titik pertama kali dibuang oleh Herianto. Nah, polisi dan tim Minais bergerak cepat menuju lokasi dan langsung melakukan oleh TKP dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi di mana jasad ini ditemukan. Selanjutnya jasad ini dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang untuk kemudian divisum. Sementara ya di sisi lain nih, Geng ya, ketika Dina ini hilang, Dina enggak kunjung pulang ke rumah, ternyata keluarganya khawatir banget karena tidak biasanya Dina tidak pulang ke rumah. Biasanya meskipun Dina ini kerja shift terakhir, shift malam, dia selalu pasti bakal pulang ke rumah. Terlebih lagi ini adalah hari ulang tahunnya dia. Keluarga ingin merayakan bersama-sama dengan Dina. Karena keluarga di saat itu merasa cemas, keluarganya pun melaporkan kehilangan Dina. Namun pihak keluarga tiba-tiba mendapatkan kabar nih. Mereka mendengar adanya penemuan jasad seorang perempuan. Di situlah mereka mulai merinding. Mereka mulai membayangkan hal-hal yang enggakenggak yang kayak aduh apa jangan-jangan itu Dina atau aduh gimana ya? Gitu. Nah, tanpa berpikir panjang, keluarga langsung menuju ke rumah sakit untuk memastikan identitas dari jasa tersebut. Dan betapa kagetnya mereka ketika mereka mengetahui jasa tersebut ternyata benar adalah Dina, anak yang menjadi harapan orang tua serta keluarga yang sudah terbujur kaku tidak bernyawa. Yang membuat keluarga tambah miris lagi. Seharusnya di hari itu adalah hari bahagia bagi Dina dan keluarga karena itu adalah hari lahirnya Dina atau hari ulang tahunnya. Namun justru berubah dengan ya hari yang penuh duka. Dari hasil otopsi awal, Dina diduga mengalami penganiayaan berat yang menyebabkan dia meninggal dunia dan ada tanda-tanda kekerasan ya pada bagian-bagian vital yang artinya dia diruda paksa. Namun di saat itu polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap siapa pelakunya. Di dalam waktu yang kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap Haryanto. Pada saat itu Herianto sedang bekerja, Geng. Dan betapa kagetnya dia ya dan para karyawan lain serta pengunjung di minimarket yang mana ketika polisi datang memasuki toko langsung mencari keberadaan dari si Herianto. Mengetahui sudah ada polisi di sana yang datang mencari dia, Herianto enggak berkutik. Tanpa perlawanan dia pun diam saat ya polisi memegang dia dan mempergol tangannya. Herianto dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dan ketika diinterogasi oleh pihak kepolisian, Heranto mengakui semua perbuatannya. Dia mengakui sudah menghabisi nyawa Dina karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi awalnya gitu. Tapi pada saat Dina mendatangi rumah Herianto, dia jadi gelap mata ketika melihat barang-barang milik Dina. Setelah menghabisi Dina, ya Herianto kembali tiba-tiba tergoda dengan tubuh Dina. Namun di saat itu dia bilang dari awal dia enggak berencana untuk e meruda paksa. Tapi karena udah terlanjur ngelihat dia meruda paksa, Dina dalam kondisi yang sudah enggak bernyawa. Kalau dari keterangan Herianto tidak ada indikasi kalau ini adalah motif asmara di antara mereka. Namun ya pernyataan Herianto juga gak bisa dipercaya Geng. Soalnya ya korban kan enggak bisa ngasih keterangan. Cuma Herianto doang yang bisa ngasih keterangan. Nah, netizen pun juga tidak percaya dengan motif tersebut karena barang-barang yang diambil oleh Herianto ini tidak lebih besar dari gajinya dia di minimarket. Jadi banyak yang memperkirakan jangan-jangan memang niat Heryanto ini karena nafsu ya, karena pengin ee ya gitulah meruda paksa. Nah, kemungkinan dia suka sama Dina. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti yaitu satu sepeda motor, satu mobil, dan dua handphone. Olah TKP juga dilakukan di rumah Heranto yang menjadi TKP dari aksi penghilangan nyawa terhadap Dina. Di rumahnya, polisi menemukan barang bukti baru, yaitu lakban, tali, gunting, dan sebilah golok. Sebagai bentuk pengembangan penyelidikan, kabarnya polisi bahkan sudah mengamankan dua orang lain yang berinisial O dan R. Nah, mereka ini adalah warga dari Desa Manawali. O dan R ini ditangkap di rumah mereka masing-masing dan sudah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Tapi terkait peran mereka, polisi masih mendalami. Jadi, belum ada keputusan apakah mereka ini benar-benar terlibat atau mereka ini cuma dimintai tolong oleh Herianto tanpa mereka tahu apa yang mereka tolong gitu. Soalnya polisi mendapatkan informasi kalau O dan R sempat dimintai tolong oleh Herianto untuk mengantarkan dia pergi setelah aksi penghilangan nyawa itu terjadi. Cuma O dan R ini mengaku enggak tahu apa-apa yang dilakukan oleh Haranto di saat itu. Nah, semuanya masih didalami. Jadi, O dan R ini masih sebatas saksi, Geng. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali ini mengenai kasus penghilangan nyawa dari Dina Octaviani, seorang kasir minimarket yang dihabisi oleh bosnya atau atasannya sendiri. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.