VIRAL ! UDANG CIKANDE BISA RUBAH MANUSIA SEPERTI ALIEN KARENA TERPAPAR RADIO AKTIF !
bP91aDBABus • 2025-10-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita bakal ngebahas sesuatu
yang benar-benar bikin bulu kuduk
merinding. Kasus ini enggak main-main
karena ini menyangkut soal penemuan
bahan radioaktif yang berjenis calcium.
Nih bacanya gimana nih? Casium kalsium.
Yang jelas tulisannya tuh pakai C Cesium
ya 137 atau disingkat dengan CS137 di
kawasan industri Cikande, Serang,
Banten. Badan Pengawas Teknologi Nuklir
atau BAPETEN menemukan paparan zat
radioaktif Cesium 137 di kawasan
industri modern Cikande, Serang, Banten.
Temuan ini bentuk tindak lanjut adanya
kontaminasi zat radioaktif dalam produk
udang beku dari perusahaan asal
Indonesia yang diekspor ke Amerika
Serikat. Wah, enggak terlalu jauh nih
dari studionya kamar Jerry. Buat kalian
yang mungkin baru pertama kali mendengar
istilah ini, ya, ini gua jelaskan
sedikit. Bahan ini tuh enggak bisa
dianggap remeh sama sekali. CS137 ini
bukan logam biasa seperti besi atau
tembaga. Dia punya karakter khusus yang
super berbahaya bagi manusia. Bahkan
bisa menyerang tubuh manusia tanpa
ketahuan karena sifatnya yang enggak
kasat mata. Nah, bisa kebayang tuh,
Geng, ya, yang kasat mata aja susah buat
ditangani. Gimana kalau yang tidak kasat
mata? otomatis lebih sulit lagi. Dan
biasanya CS137 cuma ada di tempat-tempat
yang memang punya izin dan fasilitas
super ketat. Misalkan di laboratorium
riset, rumah sakit yang punya alat
radioterapi untuk terapi kanker, terus
pabrik-pabrik besar yang pakai alat ukur
berbasis nuklir. Kebayang tuh berbasis
nuklir. Nah, ini tiba-tiba ada di negara
kita terkontaminasi kepada sesuatu yang
dekat banget sama kita di daerah Cikande
lagi. Nah, sementara di daerah lain
dijaga ketat. Ada aturan
internasionalnya, ada standar keamanan,
dan orang-orang yang memegang pun harus
punya lisensi. Jadi, ketika muncul kabar
kalau logam radioaktif ini malah
ditemukan di lahan kosong, publik
langsung heboh. Semua orang jadi
garu-garu kepala, kok bisa barang
seberbahaya ini nyasar ke tanah lapang?
Buat gambaran ya, CS137 itu seperti
musuh diam-diam yang bisa menyerang
siapa saja tanpa disadari. radiasinya
tidak berbentuk, tidak ada bau, dan
tidak bisa dirasakan. Jadi, kita gak
bakal tahu kalau sudah terkena
paparannya. Dan efeknya pun gila-gilaan
mulai dari pusing, mual, sampai kanker
dan kerusakan organ. Makanya ketika
berita ini pecah, ramai warga sekitar
Cikande langsung parno, langsung
ketakutan. Bayangin aja kalau ada anak
kecil yang tidak sengaja main di dekat
situ dan pemulung atau rayap besi deh
yang mengira itu besi rongsokan biasa
yang mahal terus dibawa pulang.
dampaknya bisa sangat fatal. Dan kasus
ini menunjukkan betapa pentingnya
pengawasan bahan nuklir di Indonesia.
Dan ya se aduh maaf ya setol itulah ya
akhirnya SDM negara kita benar-benar
kayak tertinggal banget gitu dan kita
tuh jadi bahan tertawaan internasional
saat ini geng ya. Gimana enggak barang
seberbahaya ini bisa nyasar di ruang
publik yang artinya ada celah besar di
dalam sistem pengendaliannya. Bisa jadi
ini akibat kelalaian industri dan bisa
juga ada pihak yang sengaja membuang
sembarangan agar tidak ketahuan. Nah,
kalau dugaan ini benar berarti kita
sedang menghadapi masalah serius yang
enggak cuma menyangkut soal kesehatan
warga, tapi juga menyentuh ranaah hukum.
Keamanan nasional bahkan bisa menyeret
nama Indonesia di mata internasional.
Dan yang lebih gilanya ya dari kasus ini
adalah eh kasus ini membuat ekspor
seafood, ekspor udang dari negara kita
tuh ditolak di luar negeri sana. Dan
bahkan ada pihak luar negeri ya eh
pemerintahnya atau pejabatnya yang
mengatakan apabila memakan produk
seafood dari Indonesia yang terutama
dari Cikande ini itu bisa merubah
seseorang menjadi alien dan itu bukan
candaan. Ngomongnya benar-benar di ruang
publik yang serius gitu loh Geng. Dan
kalian bisa simak pemberitaan ini sampai
selesai. Nanti kalian paham betapa
mengerikannya negara kita. Betapa kita
rakyat tuh kayak wah gila kayak
keselamatan kita tuh enggak ada
apa-apanya, enggak ada harganya gitu di
negara sendiri. Nah, sekarang kita bahas
secara lengkap fenomena ini. Halo geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Kita masuk ke dalam pembahasan
kronologi awal ketika ditemukan adanya
radio aktif di Cikande ini.
Jadi geng kisah ini berawal dari luar
negeri sebenarnya, tepatnya dari Amerika
Serikat. US Customs and Border
Protection atau disingkat dengan CBP
yang mana mereka menemukan jejak
radioaktif CS 137 ini di dalam produk
udang beku dari PT Bahari Makmur Sejati
atau BMS Foods, sebuah perusahaan
pengolah udang asal Indonesia. Produk
itu rencananya bakal masuk pasar Amerika
atau masuk pasar ekspor gitu. Nah, tapi
dicegat karena terdeteksi zat berbahaya.
Nah, ini hebatnya nih ya negara orang ya
mengimpor sesuatu bukan sembarang
langsung masuk aja. Mereka pemerintahnya
benar-benar mikirin rakyatnya kalau
makan ini meninggoy apa enggak ya. Kalau
di negara kita bensin BBM aja mengandung
etanol. Tuh si hebat banget lah. Ya
udahlah. Terus Geng ya kabar ini juga
bikin heboh di sana. Apalagi ketika
seorang senator AS yaitu John Kennedy
tiba-tiba nyeletuk pedas terkait udang
asal Indonesia ini. Dia menjelaskan di
akhir bulan Agustus yang mana Food and
Drug Administration atau FDA menemukan
adanya udang beku mentah asal Indonesia
yang dijual di Walmart khususnya di
toko-toko Walmart yang ada di Alabama,
Arkanses, Florida, terus Georgia,
Kentucky, Louisiana, dan masih banyak
daerah lain lagi yang mana udangnya itu
ya dijual dengan label Walmart yang
kemudian disebut dengan label grid
value. Pihak FDA ini menemukan bahwa di
dalam udang tersebutlah yang terkandung
zat radioaktif CS137 ini. Terus beberapa
hari kemudian pihak FDA dan pihak NOE
itu menemukan adanya 26.460
paket koktail udang dan 18.000
kantong udang matang beku yang dijual di
Walmart dan Kroger ya di seluruh Amerika
Serikat yang mana di udang tersebut
mengandung jenis radioaktif yang sama
yaitu CS137 dan rata-rata itu udang
berasal dari negara kita Indonesia. Kok
bisa hal ini terjadi? Menurut Kennedy
ini ya itu semua dikarenakan tempat
budidayanya. Tempat budidaya atau
penangkaran udang tersebut yang memiliki
kondisi yang tidak baik. airnya kotor
dan pemilik tambak udangnya menyemprot
udang tersebut dengan antibiotik. Dan
memang Kennedy ini enggak bisa
membuktikan klaim kalau pemilik dan
pengelola tambak sudah menyemprotkan zat
radioaktif ke udang tersebut. Namun,
antibiotik yang mungkin biasanya
digunakan oleh pemilik tambak udang itu
mengandung zat yang berbahaya. Jadi
ketika dipelihara udang itu tuh udah
dipakaiin kimia-kimia berbahaya gitu
loh, Geng. Dan itu tidak baik bagi tubuh
manusia jika dikonsumsi. Dan secara
terang-terangan ya, Kennedy menyebutkan
jika ada yang memakan udang yang berasal
dari Indonesia maka akan berubah menjadi
alien karena yang dimakan adalah udang
yang mengandung radioaktif.
itu celetukan memang tapi kayak
dibicarakan secara serius banget, Geng.
Dan hal ini tentunya gak bisa diterima
dan gak seharusnya terjadi di Amerika.
Dan dia percaya lebih baik mereka
mengkonsumsi udang lokal dari Amerika
sendiri, yaitu dari Louisiana. Dan itu
merupakan produk laut yang segar di
Amerika yang diambil dari teluk sehingga
tidak ada kandungan radioaktif di
dalamnya seperti produk Indonesia ini.
Nah, tapi Kennedy juga memahami memang
ada beberapa toko yang lebih suka
membeli udang dari pihak asing karena
harganya yang jauh lebih murah. Nah,
namun enggak bisa dipungkiri bahwa udang
yang dibeli dari Indonesia sudah
tercemar oleh kandungan radioaktif.
Sehingga National Oceanic and
Atmospheric Administration atau NOE
perlu melakukan pemeriksaan yang lebih
baik terhadap udang yang dijual dari
negara lain yang tidak memenuhi standar
yang sama seperti yang pemerintah
terapkan kepada konsumen di Amerika
Serikat. Pasca insiden tersebut, FDA
mengeluarkan himbauan kepada masyarakat
Amerika agar tidak lagi mengkonsumsi
produk udang beku dari Indonesia. dan
FDA kemudian memulai investigasi
lanjutan dan menemukan indikasi bahwa
produk tersebut melanggar Federal Food
Drug and Cosmetic atau FDNC
karena dianggap diproses lalu dikemas
dan disimpan di dalam kondisi yang tidak
bersih sehingga berpotensi
terkontaminasi CS137 dan menimbulkan
resiko kesehatan terhadap konsumen. Oleh
karena itu ya pihak FDA ini
memerintahkan untuk menarik semua produk
udang yang berasal dari Indonesia.
Mendapatkan informasi tersebut, pihak
Indonesia tentu ya pontang-pantinglah ya
kan panik, tidak tinggal diam dan
berusaha mencari tahu dari manakah awal
mula kontaminasi ini dan apa yang
menjadi penyebabnya. Apakah seperti yang
dikatakan oleh Kennedy kalau ini semua
dari tambaknya atau justru ada perihal
lain? Karena di saat itu pihak Indonesia
enggak yakin masa iya udang ditambak
sudah terkontaminasi radioaktif.
Otomatis tuh udang udah mati duluan
dong. Nah, makanya dicari tahu nih.
Investigasi awal ternyata menemukan
fakta yang mengejutkan. Karena ya usut
punya usut. Penyebab udang tersebut
terkena radioaktif bukanlah dari tambak
seperti apa yang dikatakan oleh Kennedy.
Tapi benar ada radioaktifnya. Tapi
perkiraan soal kenanya di mana itu
Kennedy-nya salah. Di saat itu,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup KLH BPLH
mendapatkan adanya besi bekas seberat
700 kg di pabrik milik PT PMT yang
menjadi biang keladi kontaminasi.
Setelah ditelusuri, ternyata besi itu
diimpor dari Filipina. Jadi jelas sumber
radiasi itu bukanlah dari laut atau dari
udang itu sendiri atau dari tambang,
tetapi melainkan dari aktivitas industri
darat khususnya di fasilitas pengemasan
PTBMS. Jadi ketika di apa ya, dikemas
atau dibungkus gitu, Geng. Pemeriksaan
lebih lanjut oleh tim gabungan badan
pengawas tenaga nuklir atau disingkat
dengan BPETEN serta Badan Riset dan
Inovasi Nasional atau Brin dan juga KLH
BPLH serta satuan kimia, biologi
radioaktif dan nuklir atau KBRN yang ada
di Brimop itu mengarah kepada keberadaan
logam bekas atau scrap metal yang
mengandung CS137 di lokasi pengumpulan
besi tua serta fasilitas di PT Peter
Metal Teknologi atau PMT yang kemudian
ditetapkan sebagai lokasi penyimpanan
sementara material terkontaminasi. Jadi,
gara-gara ada tumpukan barang bekas,
Geng. Nah, kebiasaan nyimpan-nyimpan
barang-barang bekas tuh enggak tahunya
itu barang paling berbahaya akhirnya
mengkontaminasi benda-benda lain di
sekitarnya. Di tanggal 18 September
2025, Bapeten itu langsung melakukan
tahapan awal penanganan dengan mengukur
volume dari material yang sudah
terkontaminasi dan tingkat paparan
radiasi serta memetakan zona panas di
area SCRAP dan juga PTPMT. Yang
krusialnya itu terjadi pada tanggal 23
September 2025, Geng. Saat tim satuan
tanggap darurat dari Bapeten itu bersama
dengan KLH, Brin, dan juga Brimop itu
melakukan pemindahan fisik sumber
radioaktif CS13 dari titik yang
terkontaminasi ke tempat penyimpanan
yang lebih aman. Nah, saat proses
tersebut sejumlah material logam
teridentifikasi sudah digunakan oleh
warga untuk keperluan bangunan. Seram
enggak tuh, Geng? Jadi apa ya?
Warga-warga sekitar tuh udah
ngambil-ngambil besi-besi bekas di situ
untuk bangunan mereka. Padahal besi-besi
bekas mereka itu udah terkontaminasi
oleh CS137 tadi. Tanpa mereka sadari
akan adanya potensi bahaya yang
ditimbulkan dari besi yang sudah
terkontaminasi itu. Ya, mungkin aja ya
warga berpikir kan besi-besi yang ada di
sana cuma besi tua yang udah enggak
kepakai lagi. Mereka enggak pernah tahu
kandungan kimianya seram banget dan
enggak pernah ada yang mengira justru
dari besi tersebutlah zat radioaktif
berbahaya berhasal. Nah, pemerintah
kemudian memasang batas keamanan untuk
membatasi akses warga dan mencegah
terjadinya penyebaran lebih lanjut di
area tersebut. Menteri Lingkungan Hidup
Hanif Faisol Nurofik itu langsung turun
ke lokasi dan menyatakan kawasan
industri modern Cikandi dalam status ee
kejadian khusus cemaran radiasi pada
tanggal 30 September 2025. Dan dari
situlah publik baru sadar kalau ini
bukan masalah kecil, bisa saja mengancam
kesehatan dari warga sekitar. Apalagi
setelah Kennedy mengatakan dengan
kalimat yang begitu hyperbola ya kan dia
bilang akan mengubah orang-orang menjadi
alien jika terpapar oleh zat radioaktif
tersebut. Nah, sementara itu warga
sekitar Cikande sudah terlanjur parno
ketakutan. Banyak yang cerita di medsos
gimana mereka melihat polisi Brimop dan
tim Hasmat Hilir Mudik pakai baju
pelindung seperti di film-film zombie
yang artinya ya berarti ini
penanganannya sudah sangat-sangat
serius. Jadi begitu kurang lebih ya,
Geng. Awal mula diketahui adanya udang
yang mengandung zat radioaktif di dalam
udang ekspor milik Indonesia yang
diekspor ke Amerika. Nah, sekarang kita
bakal membahas untuk mengetahui lebih
jauh terkait apa sih sebenarnya CS137
ini. Seberapa berbahaya kandungan ini
dan resiko terkena CS137 di dalam jumlah
besar itu apa? Apa benar bisa mengubah
manusia jadi alien? Sekarang kita bahas.
Jadi, Geng yang masih belum tahu nih
tentang apa itu Csium atau tulisannya
Cesium 137. Nah, jadi Cesium ini adalah
zat kimia dengan simbol CS. Dia adalah
logam lunak fleksibel berwarna putih
keperakan yang mencair mendekati suhu
ruangan, tetapi mudah berikatan dengan
klorida membentuk bubuk kristal. Nah,
bentuk radioaktif cesium yang paling
umum adalah CS137. Ada juga pendapat
dari ilmuwan Jerman yang bernama Robert
Bunsen dan juga Gustav Kirkov yang
mengatakan kalau kesium ini adalah unsur
kimia golongan logam alkali yang pertama
kali ditemukan pada tahun 1860. Jadi
kalau ditanya seberapa berbahaya
kandungan CS ini ya jawabannya adalah
sangat-sangat super berbahaya karena CS
ini adalah hasil dari visi nuklir yang
sering ditemukan sebagai produk
sampingan reaktor atau bisa dikatakan
ledakan senjata nuklir.
Dan bayangin aja kalau amit-amit ya ini
terjadi kepada kalian yang gue harap ya
enggak bakal terjadilah ya amin gitu ya.
Dan CS ini ya bisa memancarkan radiasi
gamer yang mampu menembus tubuh dan
merusak jaringan di dalam tubuh. Jadi
itu yang menyebabkan tubuh kita bisa
kanker. Dengan paru waktu sekitar 30
tahun, keberadaan CS137 ini di
lingkungan kalian dapat menimbulkan
ancaman jangka panjang bagi kesehatan
manusia dan ekosistem. Kalau kehirup
ataupun tertelan, CS137 dapat menyerang
ke seluruh tubuh, terutama pada otot dan
gangguan saraf. Yang lebih parahnya lagi
nih, Geng. Radiasi Gam bisa turuntemurun
ke generasi selanjutnya. Jadi, lu punya
anak, anak lu terkontaminasi. Punya anak
lagi atau cucu terkontaminasi juga. Dan
aduh amit-amit banget, Geng, kalau
sampai terjadi ke generasi selanjutnya.
Nah, makanya, Geng, penting banget ya.
Perlu diawasi dengan ketat. Kalau udah
kayak gini, siapa yang mau disalahkan?
Bukan cuma manusia aja, Geng, yang bisa
terkena CS137, tapi lingkungan alam pun
mudah tercemar. Kandungan ini dapat
menyerap ke tanah, terbawa air, masuk
pada rantai makanan. Sementara menurut
Pusat Pengendalian dan Pencegahan
Penyakit di Amerika Serikat, manusia
terpapar sejumlah e CS137 setiap hari.
Karena isotop radioaktif Cesium ini
terdapat di lingkungan dari uji coba
senjata pada tahun 1950-an dan 1960-an.
Nah, itu dulu. Dulu tuh orang kayak apa
ya? Kayak ya udah sih santai aja gitu.
Terpapar juga enggak kelihatan. Nah,
tapi efeknya setelah itu wah meningoinya
parah-parah banget. Nah, kebayang tuh ya
di negara orang dari tahun 1950 sampai
1960-an tuh udah ketahuan, udah dicegah,
di negara kita ya 2025 aja belum sadar,
baru tahu sekarang kalau CS137 ini ada
dan itu udah aduh kebayang warga Cikande
gimana sekarang kondisinya. Mungkin
teman-teman, saudara-saudara kita di
Cikande boleh cek kesehatan deh ya.
Boleh cek kesehatan, medical check up,
kalian ke dokter ya takutnya kenapa-napa
gitu apalagi yang tinggalnya dekat
banget dengan daerah tersebut. Tapi nih
geng ya, CS137 ini berbahaya dalam
jumlah besar dan terkonsentrasi seperti
yang ditemukan di unit terapi radiasi
dan alat ukur industri. Sumber radiasi
di dalam perangkat ini dirancang agar
tetap tertutup rapat dan mencegah
paparannya kepada manusia. Jika
tabung-tabung ini dibuka secara sengaja,
ya misalkan dia sudah dibungkus gitu
dibuka sengaja gitu atau enggak sengaja
lah gitu ya, CS137 ini di dalamnya dapat
tersebar. Nah, buat kalian yang masih
bertanya-tanya, benar enggak sih kalau
terkena CS137 bisa merubah diri kita e
jadi alien seperti yang dikatakan oleh
Kennedy tadi? Nah, jawabannya sebenarnya
bukan spesifik menjadi alien, tapi kayak
menjadikan tubuh kita itu ya abnormal,
udah enggak seperti manusia biasa. Bukan
berarti kalian menjadi manusia super,
enggak, tapi kayak udah enggak normal
lagi. Dan ini bisa terjadi apabila
kalian memakan atau menelan zat
tersebut. Seperti contohnya kayak
membeli udang tadi ya, terus kalian
makan, kalian telan dan itu bisa merubah
tubuh kalian menjadi tidak normal. Yang
dikatakan Kennedy, jika Anda memakannya,
bagaimana mungkin Anda akan terlihat
seperti alien di dalam film alien ya,
karena udang itu ya mengandung
radioaktif. Dan Kennedy juga bilang dia
enggak bercanda udang itu mengandung
isotop radioaktif yang disebut dengan
Cesium 137 di itu akan membunuhmu,
katanya. Nah, meskipun tidak mengubah
Anda menjadi alien dalam bentuk
sebenarnya jika dimakan ya, tapi Kennedy
bilang, "Saya jamin telinga Anda akan
tumbuh lebih besar." Nah, yang dimaksud
merubah menjadi alien ini bukan kitanya
yang berubah total menjadi alien, tapi
itu supaya kita ee apa ya? Itu kalimat
kiasan lah untuk orang-orang di sana
stop atau tidak mengkonsumsi udang asal
Indonesia ini. Untuk pencegahannya nih,
Geng, ya. Gimana caranya? Nah, jadi di
sini kita coba bahas nih, langkah yang
pertama ya itu adalah memperketat
regulasi dan pengawasan atas penggunaan
zat radioaktif di industri nonlir.
Bapeten itu menegaskan pentingnya izin,
laporan, dan pengelolaan ketat pada
setiap penggunaan CS137. Tanpa
pengawasan menyeluruh, peluang limbah
radioaktif beredar di pasar besi tua
akan selalu terbuka. Langkah yang kedua
nih, Geng, perlu sistem inventarisasi
dan pelacakan sumber radioaktif secara
nasional. Setiap alat ukur industri
berbasis isotop radioaktif harus
dicatat, dimonitor, dan dimusnahkan
sesuai dengan prosedur ketika sudah
tidak digunakan lagi. Dan sistem ini
bakal mencegah penyalahgunaan dan
mempersempit kemungkinan sumber
berbahaya terbuang sembarangan. Dan yang
terakhir nih ya memberikan edukasi
kepada masyarakat dan pelaku industri
yang eh apa ya yang berhubungan dengan
hal ini. Pemahaman tentang bahaya CS137
ini bukan hanya untuk regulator, tapi
harus dipahami oleh para pekerja
industri juga. Karena kan orang-orang
kerja tuh kadang enggak paham juga,
Geng. Terus para pengusaha besi tua,
jangan semua besi dianggap cuan. Ada
yang berbahaya sampai dengan masyarakat
luas. Masyarakat luas juga harus tahu
mana ya hal-hal yang gak bisa dekat
dengan lingkungan kalian, mana yang
boleh gitu. Seperti contoh pembelajaran
dari kasus Cikandia ini yang menjadi
alarm nasional bahwa Indonesia perlu
lebih siap menghadapi potensi insiden
radioaktif dan memastikan perlindungan
kesehatan serta lingkungan. Jadi kalau
kalian nanya nih ya, kok negara lain tuh
udah ada nuklir? Kok negara lain
senjatanya hebat-hebat ya kan? Pakistan
aja bisa,
Korea Utara yang bisa dikatakan sumber
daya alamnya apa gitu, kok bisa punya
nuklir. Nah, jawabannya adalah negara
kita bahkan belum siap. Negara kita tuh
gua enggak tahu apa kita terbodohi apa
kita memang bodoh ya. Tapi yang jelas ya
masih banyak di negara kita ini yang
malas untuk belajar perihal ya hal-hal
kayak gini tentang simbol-simbol unsur
kimia ya kan. Jujur aja gua pribadi dulu
belajar karena gua IPA. Gua belajar nih
unsur-unsur kimia gini. Dulu kan ada
kertasnya tuh CA, CO2 bla bla bla bla
semua ada. Tapi sekarang apa ya? Lupa.
Kita disibukkan dengan ya sistem, kita
disibukkan dengan kehidupan kita yang
yah bangun tidur ngopi siang ngapain
pokoknya untuk akademis
hah kurang banget ya kan di negara kita.
Nah, jadi kurang lebih begitulah geng
penjelasan mengenai CS137 ini. Seberapa
berbahayanya dan langkah pencegahannya.
Namun ternyata insiden di Cikande ini
bukan pertama kalinya terjadi. Sempat
terjadi di daerah Tangerang Selatan.
Sekarang kita bakal bahas juga, Geng,
mengenai insiden yang sama yang sempat
terjadi di Tangerang Selatan. Wah, gila
ini lebih dekat lagi jaraknya dengan
studio Kamar Jerry. Jadi, geng, kalau
tadi kita membahas tentang apa itu
CS137, nah di sini kita akan membahas
insiden radioaktif lain selain udang.
Jadi kabar yang gua dapatkan nih, Geng,
ya. Ini di Perumahan Batan Indah,
Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Hasil
limbahnya yang mengandung radioaktif
CS137.
Tim gabungan dari Badan Pengawas Tenaga
Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional dan
Gegana Porri terus membersihkan zat
radioaktif yang mencemari lahan kosong
di perumahan BATAN Indah, Tangerang
Selatan, Banten.
Nah, di saat itu bermula ketika Bapeten
melakukan pengujian rutin fungsi alat
pemantau radioaktivitas lingkungan
bergerak atau mobile RDMS strip Mona.
BPTEN di saat itu sudah memiliki alat
ini sejak tahun 2013 dan selalu
dilakukan uji fungsi alat. Pada tanggal
30 sampai 31 Januari 2020, Bapeten
melakukan uji fungsi dengan meliputi
target area Pamulang, perumahan Dinas
Puspitek, Daerah Muncul, dan kampus ITI,
perumahan Batan Indah dan Stasiun Kereta
api Serpong. Saat itu ya Bapeten sudah
melakukan penelitian lebih lanjut
tentang serpihan limbah radioaktif.
Sebab pemanfaatan tenaga nuklir di
Indonesia terbilang banyak dan ada di
beberapa bidang. Nilai paparan radiasi
lingkungan di daerah tersebut normal,
namun terjadi peningkatan atau kenaikan
nilai paparan radiasi di lingkungan area
tanah kosong di perumahan Ban Indah.
Nah, Bapeten di saat itu mempunyai
dugaan bahwa ada pihak yang sepertinya
sengaja membuang limbah radioaktif di
perumahan tersebut. Perkataan dari Biro
Hukum dan Komunikasi Publik Bapeten
Indra Gunawan. Jadi intinya gini, dia
bilang gini, intinya begini. perlu
ditegaskan bahwa ini bukan kebocoran
atau kejatuhan atau fall out.
Semata-mata mungkin ini memang ada yang
meletakkan, menaruh atau membuang atau
apapun lah ya. Intinya disengaja gitu,
geng. Dia bilang lagi, "Kita akan
menginvestigasi lebih lanjut." Nah, jadi
kalau menurut dugaan gue nih, Geng ya
bisa jadi ini ulah karyawan BATAN yang
tidak puas lalu sengaja membuang hal
tersebut karena dia tahu itu berbahaya.
Insiden di perumahan Batan Indah ini
memang bikin geleng-geleng kepala, Geng.
Karena lokasinya dekat banget sama
fasilitas nuklir nasional. Batan Indah
itu perumahan dinas untuk karyawan
BATAN. Sekarang itu jadi brand, Badan
Riset dan Inovasi Nasional yang
lokasinya di kawasan Puspitek, Serpong,
Tangerang Selatan. Bayangin aja, Geng.
Area yang seharusnya aman dan terkontrol
malah jadi tempat pembuangan limbah
CS137. Dari laporan BPETEN di saat itu,
peningkatan radiasi yang terdeteksi itu
sekitar 0,2 sampai 0,5 mikro sefer per
jam di tanah kosong tersebut. yang
meskipun tidak langsung berbahaya secara
akut tapi kalau dibiarkan bisa menumpuk
dan menyebar lewat air hujan atau angin.
Alat mobile RDMS Mona yang dipakai itu
canggih banget. Dia bisa scan real time
pakai sensor NAL atau sodium IOD buat
mendeteksi gamma dari isotop seperti
CS137 dan hasilnya langsung dikirim ke
pusat data bapeten. Nah, uji fungsi
rutin sejak 2013 ini memang penting
banget karena Indonesia punya lebih dari
100 sumber radioaktif terdaftar terutama
di bidang medis, industri, dan riset.
Nah, sekarang coba nih kita dalamin
dugaan penyebabnya. Jadi BPT ini bilang
ini bukan fall out alami atau kebocoran
reaktor, tapi kemungkinan ini sengaja
dibuang. CS137 ini sering dipakai di
alat gauging industri kayak pengukur
ketebalan pipa atau level cairan di
pabrik kimia dan juga di terapi radiasi
kanker di rumah sakit. Di Indonesia,
BATAN sendiri punya fasilitas riset yang
produksi isotop radioaktif termasuk
CS137 untuk keperluan medis. Dugaan
kalau kemungkinan yang melakukan
kecurangan ini adalah karyawan di sana,
ini bisa jadi, Geng. Tapi investigasi
resmi BPPTN waktu itu menunjukkan
kemungkinan lebih kepada pembuangan
ilegal dari pihak luar atau bahkan
limbah medis yang enggak dikelola dengan
benar. Jadi kayak enggak pengin
mengeluarkan biaya lebih, malas gitu,
dibuanglah asal-asalan. Mereka menemukan
serpihan kecil mungkin dari tabung yang
rusak atau residu yang dicampur dengan
tanah. Nah, sampai sekarang investigasi
lanjutannya melibatkan polisi dan
Kementerian Lingkungan Hidup untuk
memeriksa CCTV dan wawancara saksi. Nah,
kalau benar ini ulah internal ini bisa
jadi kasus pidana berdasarkan
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997
tentang nuklir yang ancamannya sampai 10
tahun penjara, Geng. Dan dampaknya ke
lingkungan sekitar ya dan juga penduduk
di sekitar Batan Indah juga enggak boleh
diremehin. Perumahan itu dihuni oleh
ratusan keluarga karyawan Batan,
termasuk anak-anak yang suka main di
tanah kosong. Meskipun levelnya rendah,
C137 ini bisa menyerap ke tanah, yaitu
tanah liat dan juga tanaman di sana.
Terus masuk ke rantai makanan. Bayangin
kalau air tanah tercemar bisa nyebar ke
sumur warga atau sungai Ciliwung dekat
sana. Babeten langsung melakukan
sampling tanah dan air dan hasilnya
menunjukkan kontaminasi lokal aja,
enggak menyebar luas untungnya. Nah,
namun ini menjadi pengingat bahwa
paparan kronis bisa memicu masalah
kesehatan jangka panjang. Seperti yang
gua jelaskan sebelumnya, gangguan
tiroid, kanker, atau mutasi genetik.
Nah, mutasi genetik ini yang menyebabkan
nanti kita bisa kayak alien nih. Nah,
untungnya nih, Geng, enggak ada laporan
gejala langsung, tapi Bapeten memberikan
edukasi ke warga untuk menghindari area
sana sampai dibersihkan dengan teknik
bioremediasi
dan penggalian tanah tercemar.
Insiden ini itu benar-benar mirip dengan
kasus Cikande yang kita bahas
sebelumnya. Di Cikande, CS137 itu bocor
dari kontainer besi tua menyebar ke
pekerja las. Di Batan Indah ini lebih ke
pembuangan ilegal di area tempat
tinggal. Kedua kasus ini menunjukkan
kelemahan pengawasan limbah radioaktif
di Indonesia. Menurut data International
Atomic Energy Agency atau IAEA,
Indonesia punya sekitar 1500 sumber
radioaktif kategori 1 sampai 3, termasuk
dengan CS137. Namun, inventarisasi
nasional masih belum 100% akurat. Banyak
limbah dari rumah sakit atau pabrik yang
akhirnya dibuang sembarangan karena
mereka tidak mau ngeluarin biaya
pengelolaan yang dianggap mahal. Ancaman
utama di sini adalah limbah domestik
yang tidak dikelola dengan baik. Ini
jadi ingatin gua ke ini ya kasusnya
suaminya siapa tuh? Ee suaminya Sandra
Dewi, Geng, yang ee korupsi ribuan
triliun. Nah, sebenarnya tuh dia tuh
enggak benar-benar ngambil uang ribuan
triliun itu, tapi lebih kepada limbah ee
terus juga penghijauan kembali tambang
timahnya itu enggak dikerjakan sama dia
nih. Kayak gini nih. Malas ngeluarin
dana berlebih untuk mengelola limbahnya
dan penghijauan kembali daerah tersebut.
Akhirnya dianggap sebagai korupsi. Nah,
ini sama nih. Karena enggak mau mengolah
limbah, karena enggak mau ngeluarin
budget lagi. Akhirnya dibuang
sembarangan. Untuk pencegahan insiden
seperti ini, Geng. Bapeten sudah
meningkatkan langkah-langkah pasca 2020.
Mereka membuat program zero Open Source.
Mirip seperti inisiatif global IAEA
untuk mencari dan mengumpulkan sumber
radioaktif yang hilang. Di level
nasional ada rencana database
terintegrasi pakai blockchain biar
tracking limbah lebih aman dan
kolaborasi dengan TNI Polri untuk
berpatroli di area sensitif seperti di
Puspittech. Puspitch itu eh tangsel
sini, Geng. dekat Pamulang. Nah, edukasi
juga ditingkatkan yaitu dengan
meningkatkan workshop untuk warga
perumahan dinas dan pelatihan untuk
pengelola limbah. Nah, gua menyarankan
nih, Geng, kalau lu semua dekat dengan
fasilitas industri, instal app deteksi
radiasi sederhana atau ikut program
monitoring komunitas supaya kalian tahu,
pemerintah juga harus alokasikan
anggaran lebih untuk fasilitas
pembuangan limbah nuklir seperti yang
sedang dibangun di Bangka Belitung untuk
simpan residu aman. Nah, lebih luas
lagi, Geng. Insiden Batan Indah ini
adalah bagian dari tren global di mana
limbah radioaktif sering hilang karena
perdagangan gelap atau kelalaian. Nah,
kita berharap ya, Geng, dengan
kasus-kasus ini kita semua lebih aware.
CS137 dan radioaktif lain bukan cuma
ancaman dari luar, tapi bisa dari dalam
negeri sendiri kalau enggak hati-hati.
Pihak Bapeten sedang menginvestigasi
lanjutan dan semoga pelaku dari
kasus-kasus kayak gini bisa tertangkap
agar tidak keulang. Kalau kalian punya
informasi atau pengalaman soal hal
seperti ini, boleh share di komentar.
Oke, Geng. Stay safe dan dukung
kebijakan nuklir yang aman. Jaga diri
kalian.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:47 UTC
Categories
Manage