YAI MIM vs SAHARA ! FITNAH TERKEJAM ABAD INI
V0sRaZQsl6g • 2025-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kalian sempat lihat video ini enggak? [Musik] Lihat suamimu gila dulu. Nah, beberapa potongan video tersebut sempat ramai beberapa waktu lalu di TikTok memperlihatkan seorang bapak-bapak yang semacam sengaja menjatuhkan diri, berguling-guling di tanah, dan banyak sekali komentar-komentar yang membully beliau. Pada saat itu, Geng, narasi yang ada di video tersebut kabarnya bapak-bapak itu sedang ribut dengan tetangganya. Dan entah apa alasannya ketika ribut sama tetangganya ini, si bapak-bapak ini malah berguling-guling di tanah seperti sedang aking, seperti sedang playing victim. Nah, terus juga, Geng, ya, pada awalnya ketika video itu beredar, diketahui kalau Bapak-bapak ini adalah seorang dosen dari salah satu universitas yaitu UIN Malang. Dan narasi yang beredar katanya karena si dosen ini iri dengan usaha rental milik seorang tetangganya dan si bapak malah pernah mengajak mahasiswanya untuk meramaikan lokasi rental tetangganya itu untuk mengganggu usaha si tetangganya ini. Nah, itu narasi yang tersebar yang dibuat oleh tetangganya. Di saat itu, netizen pun mulai menghujat si bapak-bapak ini dengan bilang, "Kok seorang dosen kelakuannya kayak anak kecil? Kok kayak kurang waras? kok bisa masih dijadikan seorang pengajar, dosen dengan mental yang seperti itu. Dan terlihat bapak-bapak itu semacam orang yang suka playingk victim. Di video itu emang kelihatannya kayak dia sengaja jatuh supaya netizen mengira kalau dia terjatuh karena dipukul oleh tetangganya. Jujur aja gua sendiri pertama kali melihat video itu agak lucu, tapi gua enggak apa ya, enggak tertarik untuk nghujat sih ya. Malah gua tuh merasa kasihan ini orang tua siapa, bapaknya siapa, gimana kalau itu ternyata orang tua gue, gimana kalau itu ternyata ayah kalian yang memang misalkan nih ya kalau video itu ternyata benar sesuai narasi ya dia berakting seperti itu, itu artinya kan ada sesuatu yang sudah tidak apa ya sesuatu yang udah enggak baik di dalam pikirannya, di dalam otaknya ya kan berarti ada yang kurang dan itu adalah hal yang bisa dikatakan sedikit lumrah karena orang tua beberapa berapa orang tua di luar sana ada yang ee terkena skizo, ada yang sudah mulai ee menuju ke tahap menjadi anak kecil lagi. Nah, itu kan yang ada di dalam pikiran kita ketika pertama kali melihat si bapak itu. Nah, makanya kalau gue tuh enggak enggak apa ya, enggak enggak tega buat nghujat walaupun dia akting atau apalah sesuai dengan narasi itu. Intinya ya, di saat itu netizen membela si pembuat video yang merupakan tetangga dari si bapak ini dan menghujat si bapak yang merupakan dosen ini. Tapi ternyata kasusnya enggak berhenti sampai di situ aja, Geng. Karena ya yang namanya bangkai mau dikubur sedalam apapun busuknya bakal tercium juga. Nah, insiden ini yang awalnya membuat netizen jadi menghujat si bapak ternyata justru sekarang berbanding terbalik. Nah, berbanding terbalik seperti apa? nanti kita akan bahas. Nah, tapi ada part yang cukup menyedihkan ee di awal pemberitaan ini, yaitu dikatakan si Bapak yang tadinya dosen malah dikeluarkan atau dipecat dari kampus tempatnya mengajar yaitu UIN Malang. Tapi belakangan ada info juga yang mengatakan kalau dia itu enggak dipecat melainkan dia mengundurkan diri. Nah, mana yang benar? Nanti kita akan bahas. Tapi ada hal yang paling bikin gua jengkel di dalam pembahasan ini, yaitu sebuah fakta yang benar-benar enggak adil. Ternyata si bapak ini malah diusir dari tempat tinggalnya oleh warga sekitar bahkan melibatkan perangkat desa. Padahal rumahnya rumah sendiri. Konflik berkepanjangan itu akhirnya memuncak pada keputusan tegas. Imam Muslimin dan keluarganya diusir dari lingkungan tersebut melalui rapat warga pada 7 September 2025. Bahkan ada tanah dia yang dipakai untuk fasilitas umum warga. Namun, Geng ya sesuai dengan yang gua katakan tadi, kondisinya sekarang sudah berbalik. netizen justru sudah mengetahui fakta sebenarnya dan justru berbalik membela si dosen karena terungkaplah fakta-fakta yang mana benar mana salah. Nah, jadi bisa dikatakan Pak Dosen ini diframing menjadi korban framing menjadi korban viral di era digital kayak gini yang mana orang-orang bakal percaya dengan hoa-hoa buatan orang-orang yang mungkin lebih melag dengan digital. Ya, kalau kita bandingkan si pembuat video dengan si Pak Dosen, si pembuat video kan bisa dikatakan mungkin dia itu antara eh milenial atau justru Genzi gitu ya yang lebih melag dengan dunia digital. Jadi dia bisa merangkai semua narasi untuk membalik-balikkan fakta dan itulah yang terjadi. Di dalam kejadian ini, gua mau ngajak kalian untuk menyimak secara lengkap karena ini merupakan sebuah pembelajaran juga buat kita, buat ee semua masyarakat apalagi yang aktif di media sosial, kalian harus berhati-hati banget. Inilah dampak dari perkembangan dunia digital. Bahkan ini belum ke tahap AI loh, Geng. baru tahap membolak-balikkan narasi, mem-framing orang lain, membuat sebuah video dengan caption-caption fitnah sampai akhirnya masalahnya jadi sebesar ini. Nah, jadi ini bisa menjadi pedoman kita agar lebih berhati-hati lagi. Nah, sebelumnya gua disclaimer ya untuk kalian semua jika ada salah di dalam penyampaian video ini. Karena kan pembahasan ini sebenarnya udah banyak nih di YouTube, udah banyak dibahas dan bahkan si Bapak itu udah hadir ke podcast ee yang ada di YouTube gitu ya. Nah, mungkin kalau gua ada kesalahan, kesilapan, kalian boleh luruskan di kolom komentar. Tapi jangan pakai kata-kata kasar ya, Geng. Kalau kata-kata kasar gua balas, gua balas pakai kata-kata kasar juga. Oke, kita diskusi. Nah, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. Untuk pembahasan pertama, gua mau ngajak kalian untuk membahas awal mula mencuatnya konflik antara dosen UIN Malang ini dengan tetangganya yang membuat fitnah terhadap dia. Jadi, geng, semuanya itu berawal dari sebuah akun TikTok dengan username Sahara Vibes. S-nya itu banyak banget, ada 5S Vibes gitu, ya. Video-video di akunnya tersebut kebanyakan berisikan konfliknya dia dengan tetangganya yang bernama Muhammad Imam Muslimin atau yang akrab disapa dengan Yaim. Kita bahas sedikit profile dari Yaim ini ya. Jadi di video pertama yang ada di akun TikTok-nya Sahara memperlihatkan adanya anak-anak muda yang mungkin seumuran mahasiswa yang ada di depan rumahnya Yaimim. Di dalam videonya tersebut si Sahara ini menyebutkan bahwa anak-anak muda itu adalah para mahasiswa dari UIN Malang. Pada saat itu, Sahara ini bertanya kepada para mahasiswa yang ada di sana. mengenai kenapa mereka semua tiba-tiba berada di sekitar rumahnya dia. Sahara curiga bahwa keberadaan dari para mahasiswa ini karena disuruh oleh YAAIim ya secara yaim adalah seorang dosen. Di video tersebut Sahara juga menyebutkan bahwa Yaim ini ternyata merupakan dosen UIN Malang dan Sahara menyebut kalau Yaimim sengaja mendatangkan mereka ya para mahasiswa tadi ke depan rumah Yaimim. Yang lebih mengagetkannya adalah Sahara ini secara jelas mengatakan kepada para mahasiswa tersebut kalau ya Mimim dosen mereka sudah mencabuli dia. Berani banget. Berani banget ngaku kayak aku dicabuli gitu. Ayo ini mahasiswa WIN semua. Sini kalian. Woi jangan pergi woi. Kenapa ini dosen kalian yang dia cabut saya? Nah namun geng enggak ada satuun dari mahasiswa yang ada di sana menanggapi Sahara. Di akhir videonya, Yaimim sempat bertanya ke Sahara terkait kapan dia mencabuli Sahara. Kok berani banget membuat klaim seperti itu? Nah, namun karena durasi video ya kita enggak tahu apakah Sahara ini menjawab pertanyaan tersebut atau enggak karena ya paham ya di sini tuh si Sahara ini memang tujuannya pengin mem-framing pengin memframing Yaim. Jadi ya kuasa itu ada di tangan dia karena dia yang ngerekam, dia yang pegang HP. Jadi part-part yang mungkin bisa menyelamatkan image-nya dia, dia potong, dia buang yang ee apa ya, yang enggak enggak penting atau enggak perlu menurut dia supaya terlihat kalau di situ dialah victimnya, dialah korbannya. Netizen di saat itu ya belum mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Yaimim sampai Sahara berani bilang kalau Yaimim sudah mencabuli dia. Apa alasannya seorang perempuan berani banget ngomong kayak gitu? Karena itu kan klaim yang enggak enggak sembarangan ya, karena udah jatuhnya kriminal. Di video selanjutnya ya, Sahara ini mengunggah sebuah rekaman video yang kemungkinan diambil dari CCTV yang ada di depan rumahnya yang mana di CCTV itu memperlihatkan sekumpulan mahasiswa yang berada di dekat rumahnya bersama dengan Yaim yang entah ingin melakukan apa di sana. Mereka ramai-ramai. Di video itu juga tertulis kalau mahasiswa UIN Malang diprovokasi oleh oknum dosen untuk menyerbu garasi rental mobil milik Sahara. Nah, itu narasi yang dibuat oleh si Sahara ini. Terus, Geng, video lainnya yang Sahara unggah itu memperlihatkan ketika dia berusaha untuk mengikuti mahasiswanya Yaim dan meminta para mahasiswa itu untuk berhenti dan menjelaskan ke Sahara terkait apa alasan mereka mendatangi garasi rental mobil miliknya. Nah, ada salah seorang mahasiswa yang akhirnya ditarik oleh Sahara untuk ditanyakan perihal kedatangan mereka ke sana. Mahasiswa ini menjawab kalau mereka datang ke sana karena ada jadwal kuliah di rumah Yahimim. Jadi bukan karena pengin ngerecokin rentalnya Sahara, tapi Sahara di saat itu mempertanyakan kalau memang ada jadwal kuliah, kenapa mereka ramai-ramai di depan garasi rental mobilnya? Dan mahasiswa tersebut menjawab, "Dia enggak tahu karena ya mungkin apa ya karena rumah Yaim dekat dengan rumah Sahara, jadi wajar aja ya namanya orang sebelum masuk ke rumah kan ngumpul dulu di depan gitu." Di saat itu Sahara terus menyecar mahasiswa itu untuk mencari tahu apa maksud kedatangan para mahasiswa di depan garasinya. Lalu ada mahasiswa lainnya yang mendatangi Sahara dan dia kembali menanyakan maksud kedatangan mahasiswa tersebut. Nah, si mahasiswa ini bilang kalau mereka lewat di depan garasinya Sahara dan disuruh joget sama Yaimim. Nah, ini agak lucu nih, tapi nanti kalian akan menemukan jawabannya. Intinya nih, Geng, ya. Di video-video yang diunggah oleh Sahara ini semuanya rata-rata tuh menunjukkan eh framing terhadap Yaim. Seolah-olah perlakuan Yaim ini dianggap sudah mengganggu Sahara serta usahanya dia. Nah, kemudian narasi yang beredar mengapa Yaimim ini jadi berkonflik dengan Sahara itu dikarenakan beliau menutup akses jalan umum dan parkiran umum di lingkungan rumahnya. Hal ini juga dijelaskan di dalam videonya Sahara yang lain ketika Sahara serta suaminya yang diketahui bernama Sopian itu berbicara kepada para mahasiswa yang tadi dengan menceritakan kalau Sahara dan Yaimim sedang berkonflik sehingga jangan mudah diprovokasi oleh Yaimim ketika beliau meminta para mahasiswa ini untuk datang ke garasi mobil rental milik Sahara. Nah, itu kata Sahara tuh. Dan Sahara juga mengunggah beberapa screenshot dari story WhatsApp yang dibuat oleh Yaimim yang menurut Sahara sudah merupakan bentuk fitnah terhadap dia. Tapi geng, di antara video-videonya Sahara yang mengenai Yaim ini, ada satu video memperlihatkan ketika YaIM itu terlihat sedang cekcok dengan seorang pria berbaju batik dan kemudian Yaimim ini sampai terjatuh. Nah, namun Yaim ini menyebut kalau dia itu jatuh karena ditendang oleh pria berbaju batik tersebut. Enggak lama dari itu, Ya Imim ini bangun kemudian berlari menuju tanah kosong di depan rumahnya dan menjatuhkan diri lalu berguling-guling. Nah, video inilah yang kemudian viral nih dan kasusnya mendapatkan sorotan netizen. Di komentar videonya banyak yang menghujat yaim karena kelakuannya yang seperti itu tidak menunjukkan seperti orang yang berpendidikan, enggak kayak dosen. Nah, netizen juga menilai acting Yaimim yang menjatuhkan diri agar terlihat kalau dia seperti ditendang. Itu adalah cara Yaimim untuk plank victim ke Sahara. Orang-orang tuh udah percaya tuh dengan e konsep itu. Dan hujatan semakin menjadi-jadi ketika Sahara mengunggah video yaim yang lain yang katanya melaporkan Sahara ke polsek dengan tuduhan penganiayaan dan pemukulan sehingga menyebabkan badan beliau jadi sakit. Terus padahal ya di video sebelumnya kita bisa lihat sendiri kalau Yaimim lah yang menjatuhkan diri sendiri bukan karena dipukul atau ditendang. Nah, ini masih framing-nya Sahara nih yang bikin netizen jadi makin geram di saat itu. Di videonya Sahara itu yaimim terlihat seperti orang kena stroke yang di kalian sempat lihatlah video yang tersebar. Mulutnya miring-miring, khas seperti orang stroke dan jalannya pincang. Namun sesaat kemudian mulutnya kembali normal. Nah, cara bicaranya pun seperti orang sehat. Menurut Sahara serta netizen yang menonton video tersebut, Yaimini melakukan acting agar terlihat kalau beliau memang habis mengalami penganiayaan dan agar orang-orang jadi menyalahkan Sahara. Itu narasi yang tersebar di awalnya. Akting dia pura-pura stroke, pura-pura jalan bincang. Dan dari situlah netizen jadi menguliti sosok yaim. Siapakah yaim ini? Nah, memang benar yaim ini adalah seorang dosen dari UIN Malang, Geng. Sejak dia masih kecil, Yaimim ini sudah menempuh pendidikan agama dimulai dari bersekolah di ee MI Alqadiriyah, kemudian melanjutkan ke MTs Maarif Bakung. Selama masa remajanya, Geng, ya. Mimim ini menimba ilmu agama secara mendalam di pesantren terpadu Alkamar Kunir Wonodadi di bawah bimbingan K. H. Ahmad Thahir Wijaya. Di pesantren tersebut ya Mim ini mendalami ilmu fikih, tafsir, tasawuf, dan juga bahasa Arab. Setelah lulus dari MA, beliau melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan lulus pada tahun 1991 dengan jurusan bahasa Arab. Nah, karir akademiknya itu dimulai sebagai dosen luar biasa di IAIN Malang sampai tahun 1998. dan Yaimim diangkat sebagai dosen tetap di Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Yaimim kemudian menempuh pendidikan S2 di Universitas Muhammadiyah Malang dan lulus pada tahun 2000. Lalu Yaimim ya melanjutkan pendidikan S3-nya dan lulus di UIN Sunan Ampel dan UIN Malang pada tahun 2012. Lalu Yaimiim menjadi seorang dosen filsafat dan tasawuf di pendidikan pasca sarjana UIN Malang. di luar kampus. Yaimim ini adalah seorang pengasuh eh dua pondok pesantren yang dia dirikan, yaitu Pondok Pesantren Al-Azqiyah Nurus Syafah pada tahun 2007 dan Pondok Pesantren Bait Al-Qur'an Nurus Syafah pada tahun 2021. Saat mengetahui Yim ini memiliki background pendidikan agama, apalagi dia yang menjadi dosen filsafat, banyak netizen yang mempertanyakan apakah Ya Mimim ini harus bertingkah seperti anak kecil dengan berpura-pura ditendang dan berguling-guling di tanah seperti yang terlihat di video. Nah, jadi netizen di saat itu benar-benar merasa aneh, merasa lucu, dan mempertanyakan hal ini. Lalu setelah videonya yang terjatuh dan berguling-guling di tanah karena cekcok dengan Sahara itu ramai di sosial media, ada kabar kalau ternyata Yaimim ini dipecat dari pekerjaannya sebagai dosen. Nah, namun Yaimi memberikan klarifikasi nih tentang hal itu. Bahwa dia bukan dipecat, namun dia sendiri yang memilih untuk mundur sebagai dosen untuk sementara waktu. Ya, mungkin sampai permasalahan ini selesai gitu ya. Nah, jujur aja, Geng. Gua ngelihat orang tua diginiin. Orang tua harus apa ya, mengalami tekanan ee menjalani permasalahan yang konyol kayak gini tuh jadi sedih gitu. Gua pengen nanya gitu ya, Imim enggak punya anak apa mungkin kalau misalkan gua yang jadi anaknya gua hantem tuh orang bodo amat gua gak enggak terima bapak gua diginiin gitu ya. Gimana geng kalau kalian? Nah, terus geng lanjut nih ya. Alasan beliau mengundurkan diri dikarenakani Mimin ini tidak mau jika pihak kampus jadi terseret kasus yang sedang beliau hadapi dengan tetangganya yang bernama Sahara ini. Di salah satu podcast ya, ini eh podcastnya Bang Densu, Yaimim ini menceritakan setelah kasus dia dan Sahara jadi sorotan netizen, mahasiswanya enggak ada yang mau masuk kelas. Yaimin berpikir kalau apa yang terjadi sebagai dampak dari masalahnya dengan Sahara. Dan oleh karena itu, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai dosen. Dan enggak cukup sampai di situ aja. Masalah ini menjadi membuat Yaim serta istrinya yang bernama Rosida jadi diusir tiba-tiba dari rumahnya oleh warga sekitar tempat tinggalnya. Diketahui kalau Yaimim ini tinggal di sebuah perumahan yang bernama perumahan Joyo Grand Cavling Depark. Nah, dikatakan warga perumahan tersebut mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk mengusir Yaimim dari sana. Dikatakan kalau salah satu alasan pengusiran Yaimim ini dari rumahnya sendiri dikarenakan beliau memperlihatkan bagian tubuhnya yang seharusnya merupakan aurat. Dan ini terlihat di sebuah video yang diunggah oleh Sahara. Nah, jadi ada musyawarah warga nih yang membicarakan soal Yaim ini fokusnya adalah sebuah video yang enggak senonoh. Dan ternyata lagi-lagi video enggak senonoh ini berasal dari Sahara tapi yang diframing adalah yaiman wesak itu burungnya enggak malu. Mana burungnya aku pakai simpang, Mbak Ermes ini. Maaf ya airnya kayak gini, Mbak. Pak ini, Mbak mereknya, Mbak. Lah kelihatan toh? Ya sudah, ya. Enggak nampak dalamnya tuh. Kamu yang minta loh, Yo. Nah, meskipun harus diusir dari rumahnya sendiri, Yaimim dan Rosida ya, istrinya e memilih mengalah dan menerima keputusan itu, mereka berencana akan pindah dan menjual rumahnya yang ada di perumahan tersebut. Nah, tapi kalian jangan buru-buru dulu nge-judge ya, Geng. permasalahan soal yaim yang katanya terlihat auratnya dan videonya disebarkan oleh Sahara dan nanti ada penjelasannya kenapa video itu ada dan kenapa terjadi hal itu. Nanti gua jelaskan. Nah, sementara kurang lebih begitulah bagaimana kasus ini terjadi pada awalnya dan akhirnya viral di TikTok. Memang, Geng, pada awalnya netizen berpihak ke Sahara karena dia jago banget nge-framing, dia jago banget bikin fitnah sampai ada yang menghujat ya Mim habis-habisan. Tapi saat ini kondisinya sudah berbalik. plot twist-nya justru ternyata di dalam kasus ini yaim tidak seperti yang dibayangkan oleh netizen dan semua kejelekan yaim yang selama ini dipercaya oleh netizen adalah sebuah framing yang dibuat oleh Sahara karena dia pintar memainkan eh emosional netizen melalui editan-editan dan narasi dia di dunia digital atau sosmet agar netizen berpihak kepada dia dan menghujat si orang tua yang merupakan dosen ini. Sebenarnya apa sih permasalahan yang terjadi? Sekarang kita akan masuk ke dalam fakta kebenaran dari kasus ini. Jadi, Geng, setelah kasus ini viral di sosial media dan netizen juga jadi menghujat ya Mim ya, mulai ada fakta terbaru dari kasus yang membuat netizen jadi kaget dan malah berbalik membela yaim. Jadi, karena memang sedari awal bukan yaim yang salah kalau dari fakta sebenarnya. Semuanya diungkap di akun TikTok milik Yaimim sendiri dan juga istrinya Rosida dengan username Rose enjoy Herife. Jadi, Yaimin dan Rosida mengungkapkan bahwa permasalahan antara mereka dengan Sahara disebabkan karena masalah tanah. Jadi, sebagai pemilik rental mobil, ternyata Sahara dan Sofian suaminya itu sering memarkirkan mobil milik mereka persis di depan rumahnya Yaimim sehingga sering menyulitkan beliau jika ingin mengeluarkan mobilnya. Hal ini dikarenakan karena tempat rentalnya Sahara tidak cukup untuk menampung semua mobil rental miliknya yang diklaim oleh Yaimim berjumlah ratusan mobilnya. Oleh karena itu, mobil-mobil rental milik Sahara diparkir di depan rumahnya Yaim dan di tanah kosong yang terletak persis di depan rumahnya Yaimim. Nah, dari sini aja udah salah nih ya. Bukan punya pribadi itu merupakan fasilitas umum tapi malah dipakai untuk numpang usaha sendiri. Itu satu yang udah salah dari cerita yaimim. Tanah kosong yang digunakan sebagai tempat parkir mobil rental Sahara bukan miliknya, melainkan milik seseorang yang berasal dari Bali. Jadi, tanah kosong itu ya ada pemiliknya ditinggalkan di situ. Jadinya dimanfaatkan oleh si Sahara dan suaminya. Ini si pemilik tanah yang merupakan orang Bali ini membeli tanah tersebut dari seorang pria yang bernama Edi Bekti. Nah, Edi Bekti ini menawarkan tanah tersebut kepada Yaimin agar dibeli oleh Yaimin karena orang Bali itu mau menjual tanah tersebut. Namun pada saat itu Yaimim enggak mau langsung membeli tanahnya karena memikirkan kalau tanah tersebut masih digunakan oleh Sahara dan Sofian sebagai tempat parkir mobil-mobil rentalnya dan itu secara ilegal jatuhnya. Bukan numpang, tapi ya justru apa ya dibilang nyerobot juga bukan nyerobot tapi kayak semena-mena lah dipakai suka-suka. Terus geng sekitar 3 hari kemudian Yaimim ini berbicara dengan Sofian ya dengan suaminya si Sahara. Dia mengungkapkan kalau Sopian resah karena harus mengosongkan tanah milik orang tersebut. Nah, Yaimi memberikan usul beliau akan berbicara dengan sekretaris RT untuk membersihkan semak bulukar di tanah kosong di depan rumahnya. Dan singkat cerita, Yaimim pun membersihkan tanah kosong tersebut. Nah, untuk membersihkan itu, Yaimim juga membakar pohon besar dan semak-semak yang ada di tanah kosong tersebut sehingga menyebabkan warga sekitar merasa terganggu dan marah terhadap Yaimim. Dan menurut Yaimim, beliau membakarnya itu menggunakan ban mobil milik Sopian ya, kayak ban-ban bekas gitulah, Geng. Dan Yaimim di saat itu meminta bantuan kepada dua orang untuk membersihkan tempat tersebut dengan upah sebesar R3 juta per orang. Karena memang semak buluknya banyak banget. Belum lagi biaya lain yang harus dikeluarkan oleh YAAIim untuk membersihkan tanah kosong itu. Yaimim juga mengatakan kalau ada pagar yang dibangun di tanah tersebut agar terlihat lebih rapi, Yaimim harus mengeluarkan uang dengan total Rp12 juta. Nah, setelah selesai yaimim pun memberitahu kepada Sopian kalau tanah tersebut sudah beliau rapikan sehingga Sopian bisa menggunakannya untuk memarkirkan mobil-mobil. Dan Yaimim meminta bantuan ke Sopian untuk membantunya berupa uang. Ya, bantu uang upah lah. Bantu uang upah karena Yimim kan udah effort, udah berusaha buat membersihin itu. Setidaknya bantu-bantu sedikit lah ya. Sekiranya sekitar Rp1 juta untuk meringankan yaim yang udah keluar sebesar e Rp12 juta. Nah, namun Sopian tidak menyanggupi karena dia menganggap itu terlalu mahal dan Sopian hanya sanggup memberikan Rp400.000. Dan meskipun begitu, Yimim enggak masalah. Dia menerima saja apa yang diberikan oleh si Sofian. Terus, Geng, Yaimim kemudian juga memberitahukan ke Sopian terkait batas rumahnya dia yang mana Yaimim ini minta agar mobil-mobil rental milik Sopian jangan parkir di depan rumahnya Yaimim lagi. Karena kan udah dipersilakan nih di tanah kosong itu. Nah, tapi Sofian dan istrinya Sahara masih aja terus parkir di depan rumahnya Yaimim, Geng. Sampai pada suatu waktu ada mobil yang diparkir di depan rumahnya Yaimim dan tidak kunjung dipindahkan sampai dini hari. Di saat itu istrinya Yaimim yaitu Rosida sudah mencoba menghubungi Sahara. Namun Sahara meminta Rosida untuk membangunkan supir rentalnya aja untuk mindahin mobil itu. Spir-supir rental ini memang tidur di bangunan semi permanen yang ada di sebelah rumahnya Sahara, Geng. Nah, dicobalah sebanyak tiga kali oleh Rosida untuk membangunkan mereka. Cuma di saat itu enggak ada yang kunjung bangun. Ya, kita pahamlah ya dunia suir. Mereka capek mungkin semalaman, seharian bekerja biasanya jarang bangun pagi. Sampai pada akhirnya yaimin pun berinisiatif untuk memindahkan mobil itu sendiri dengan mengambil kunci mobil di rentalnya Sahara. Nah, dikarenakan suara mesin mobil ini terlalu keras, entah mungkin karena enggak tepat e masukin giginya atau kepencet gasnya gitu ya, tiba-tiba terdengarlah oleh Sahara dan membuat Sahara serta salah satu supirental yang bernama Agil tiba-tiba terbangun. Sahara pun di saat itu marah-marah karena ada suara mobil rentalnya dia yang kayak keinjak rem gitu loh. Sahara bersama dengan Agil langsung keluar rumah untuk melihat siapa yang lagi nyetir, siapa yang lagi mindahin mobil dan apa yang terjadi. Di saat itulah, Geng. Ya, dari penjelasan Yaimim dikatakan ketika Sahara bangun, dia masih mengenakan pakaian tidur yang minim. Dan entah kenapa kalau dari cerita Yaimim, Agil justru terlihat lebih marah dibandingkan dengan Sahara yang merupakan pemilik rental. Padahal Agil ini cuma stafnya, bawahannya. Yaimim cerita kalau Sahara sempat bilang sampai saya terbangun pakai baju kayak gini loh. Nah, namun Yaimim sendiri bilang beliau enggak melihat secara langsung bagaimana penampilan Sahara ketika itu. Karena beliau langsung menunduk saat Sahara keluar dari rumahnya dan Sahara langsung menelepon Sopian e suaminya yang menurut Yaimim sedang tidak berada di rumah untuk memberitahu apa yang sedang terjadi. Dan enggak lama dari itu, Sopian langsung bertemu dengan Yaimim. Namun ketika itu, Yaimim ini mengaku bahwa permasalahannya itu udah selesai. dia udah minta maaf satu sama lain. Di dalam hal ini ya kita bisa lihat sendiri ya, mungkin kejadian gas mobil itu kepencet enggak akan terjadi kalau si pemilik rental, Sahara dan suaminya ini enggak markir di depan rumah orang kan gitu ya konsepnya kan gitu. Dan ketika mereka sudah saling meminta maaf yaim menyampaikan juga jangan parkir lagi di depan rumah toh sudah dibersihkan tanah di depan rumahnya yaim tanah kosong itu silakan dipakai sementara gitu ya. Nah, sampai pada akhirnya di saat itulah mobil rental milik Sahara dan Sofian itu sudah tidak lagi diparkir di depan rumahnya Yaimim. Mereka lebih memilih ya daripada mengganggu Yaimim, mereka pun parkir di lahan kosong itu. Tapi permasalahan enggak cukup sampai di situ aja. Timbul lagi permasalahan lain ya. Yang mana ini timbul ketika Yaim malah dituduh melakukan perbuatan yang enggak senonoh kepada Sahara. Nah, ini entah kenapa tiba-tiba bisa jadi melebar ke mana-mana. Hal ini terjadi ketika Sahara mengantarkan makanan ke rumah Yaimim. Jadi ceritanya di saat itu ya, istri Yaimim Rosida sedang menunaikan ibadah haji, Geng. Nah, anak Sahara yang bernama Sepim kebetulan juga sedang bermain di rumahnya Yaimim. Nah, menurut cerita dari Yaimim, Sahara ini sempat datang ke rumah Yaim. Terus dia tiba-tiba mengunci pintu rumah tersebut. Padahal itu rumah Yaimim gitu ya. Tujuannya agar anaknya yang bernama Sepim itu tidak keluar dari rumah. Padahal Yaimim tuh udah bilang dan dia minta ke Sahara untuk tidak mengunci pintu. Karena kondisinya di saat itu kan istrinya Yaimim enggak ada di rumah. Nah, jika pintu tertutup nantinya akan timbul fitnah yang enggak-enggak oleh tetangga. Namun pintu tetap dikunci oleh Sahara. Oleh karena itu, Yaimim memilih naik ke lantai 3. Nah, di saat itu Yaimim e memilih untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lah, kayak mencuci pakaian gitu. Dan tiba-tiba di saat beliau sedang mencuci pakaian, Yaimim ini hanya mengenakan celana pendek kan namanya di rumah sendiri. Nah, tiba-tiba ada tetangga yang anaknya lagi mainma main di rumahnya ya kan di rumah Yaimim. Yaimim udah santai aja gitu. Tapi tiba-tiba Sahara ini malah naik ke lantai 3. Udah tahu rumah orang tapi sembrono aja gitu naik ke lantai 3. Ketika Sahara ini naik ke lantai tiba-tiba Sahara ini berteriak ketika melihat Yaimim menggunakan celana pendek. Dia meneriaki Yaimim dengan kata cabul. Nah, teriakan itu membuat Yaimim jadi ketakutan dan beliau lari ke belok supaya tidak terjadi fitnah. Nah, bagi Yaimim pemahaman cabul antara Sahara dengan dirinya itu berbeda. Sahara menilai laki-laki yang mengumbar aurat disebut cabul. Padahal dia memang terbiasa menggunakan celana pendek. Namanya juga di rumah sendiri. Lagian Sahara ngapain datang ke rumah orang? Dan di dalam keadaan itu dikatakan suami dari Sahara yaitu Sofian itu sedang ada di depan rumah. Dan Yaimim khawatir Sopian malah mengira sudah terjadi hal yang tidak kepada Sahara. Padahal disentuh juga enggak. Tapi beruntungnya ya Sahara di saat itu langsung turun dari lantai 3 dan memilih untuk keluar dari rumah Yaim. Jadi tidak terjadi permasalahan yang terlalu serius. Nah, jadi ee tuduhan Sahara tentang Yaimim yang dikatakan sudah mencabuli dia ternyata itu adalah sebuah kesalahpahaman yang dikarang dan ditambah-tambah oleh Sahara. Nah, terus yang di sisi lain ya istri dari Yaimim yaitu Rosida itu mengklarifikasi terkait tuduhan yang dikatakan oleh Sahara kalau Yaimim ini sempat membawa mahasiswa UIN Malang untuk datang ke garasi rental milik Sahara. yang mana di saat itu kan awalnya diakui oleh para mahasiswa itu mereka datang ke lokasi tersebut adalah karena ada kelas bersama Yaimim ya kan pengin kuliah di rumah Yaimim. Jadi istrinya Yaimim Rosida mengatakan perkuliahan yang diadakan di rumah Yaimim atas usulan dari mahasiswa sendiri supaya mungkin ya enggak perlu jauh-jauh sekalian berkunjung ya kan sekalian main bertamu gitu. Nah, malah ketika perkuliahan sedang berlangsung dari rumah Sahara tiba-tiba memutar musik dangdut yang begitu besar suaranya. Bahkan Sopian dikatakan sampai berkaraoke. Nah, ini kan jadi mengganggu mahasiswa yang sedang belajar mengajar ya. Walaupun konsepnya ya ngapain kuliah di rumah ya emang benar. Tapi kan walaupun mereka enggak sedang berkuliah lah di rumah Yaimim berkara memutar musik dandut besar-besar itu juga mengganggu tetangga kan. Jadi bisa dikatakan ya memutar suara musik terlalu besar itu termasuk salah ya mengganggu orang lain. Namun di saat itu yaim tidak mengambil pusing. Itu bukan masalah bagi dia dan mahasiswanya. Perihal mahasiswa yang berjoget-joget di depan generasi Sahara menurut istrinya Yaimim Rosida dan juga Yaimim itu adalah sebagai bentuk spontanitas ya karena mereka mendengar musik dandut. Jadi ketimbang mereka marah-marah karena berisik, mereka jogetin gitu. Nah, itulah yang terjadi. Nah, tapi ya ternyata diframing oleh Sahara ini yang mana Sahara ini malah memfitnah Yaimin yang menganggap para mahasiswa yang berjoget itu ya sebagai provokasi dan itu disuruh oleh Yaimim. Dan bahkan ketika dia merekam para mahasiswa ini, dia yang membuat narasi seolah-olah yaim mengajak para mahasiswa untuk berdemo ke garasi rental milik Sahara. Padahal enggak ada tuh demo-demo kayak gitu atau menggerebek garasi rental Sahara tuh enggak ada. Saharanya sendiri yang bikin cerita itu dengan merekam para mahasiswa tadi. Dan para mahasiswa itu jadi ramai di depan rumah itu karena mendengar musik dandut tadi setelah mereka kuliah. Terus, geng, karena emosi, Sahara ini kemudian keluar rumah dan sempat merekam seperti yang udah gua ceritakan di awal. Nah, pasca kejadian itu mobil-mobil milik Sofian dan Sahara kembali diparkirkan di depan rumah Yaim lagi. Jadi, mereka ini karena udah bermasalah sama Yaimim, ya udah mereka ngerecokin lagi. Padahal udah aman, udah tentram mereka parkir di tanah kosong. Dan Yaimim sempat mengeluhkan masalah ini lagi ke Sopian. Namun pada saat itu Sofian bilang kalau dia disuruh oleh Pak RT katanya. Nah, malah dibikin enggak nyaman sekalian yaim di saat itu. Kemudian Sofian ini mengaku kalau yang memerintahkan itu adalah Pak Mujani selaku sekretaris RT. Dan selanjutnya YAIM dan Sopian mendatangi Pak Mujani ini untuk mendapatkan penjelasan apakah benar Pak Mujani yang memerintahkan agar Sopian memarkirkan mobil di depan rumah Yaimim atau bukan. Nah, hanya saja di saat itu Pak Mujani tidak menjelaskan dengan jelas, Geng, dan justru mempermasalahkan terkait patok tanah tiba-tiba yang menurut Yaimim, beliau malah tiba-tiba dituduh mengambil ee tanah yang patoknya itu ee dipindahkan ketika membersihkan tanah kosong di depan rumahnya. Padahal pembatas atau patok tanah itu tidak boleh atau tidak pernah dipindahkan. Beliau yaimin di saat itu dituduh memindahkan patok itu dan dia tidak mengakui itu karena memang tidak dia lakukan. Menurut keterangan Yaimim nih, Geng ya, tanah tersebut adalah milik Pak Rudi, pengembang atau developer perumahan itu. Tanah tersebut diwakafkan untuk para pembeli rumah di sana, yaitu Yayi Mimim sendiri, terus ada seorang pria bernama Pak Yono, serta orang Bali tadi yang pemilik tanah kosong dan beberapa lainnya. Tanah yang diwakafkan untuk Yaimim ini kemudian dijadikan sebagai jalan umum oleh Yaimim. Nah, namun tanah wakaf yang seharusnya dijadikan untuk jalan umum tersebut justru disalahgunakan oleh Sopian dan juga Sahara. disalahgunakannya untuk apa? Apakah untuk rentalnya juga? Enggak. Ini orang benar-benar mafia. Mafia tanah klasteri deh kayaknya ya. Jadi tanah tersebut dijadikan sebagai kandang kambing nih oleh pasangan dua orang ini. Ini tak tak langkokkan takumkan. Anda boleh lewat tapi pakai aturan. I to mosok ini barusan basah mod sahakituan. Tah tersebut juga kemudian dipagar menggunakan bambu. Kalau dari cerita Yaimim nih ya, rumah dari seseorang yang bernama Pak Yono itu dikontrak oleh Sahara namun diberikan secara cuma-cuma. Nah, ini agak aneh nih. Dikontrak tapi diberikan secara cuma-cuma. Maksudnya itu apa enggak bayar atau gimana tuh? Yaimim dan istrinya Rosida juga mengunggah banyak video di akun TikTok-nya untuk mengcounter narasi yang enggak benar terkait dia yang sudah terlanjur disebar oleh Sahara. Ini ada video yang memperlihatkan ketika Sopian itu berteriak-teriak marah kepada Yaimim. Sampai katanya nih, Geng, Yaimim dan Rosida dipersekusi oleh Sahara dan Sofian ini dengan mempengaruhi para pekerja yang sedang mengerjakan rumahnya Yaimim agar berhenti bekerja. Ada juga laporan kalau Yaimim ini diintimidasi oleh pihak lain. Rumahnya dimasuki secara paksa dan fasilitas di rumahnya dirusak. Beliau juga menjelaskan mengapa dia harus berpura-pura terjatuh dan berguling-guling di tanah. Nah, ini mungkin yang menjadi pertanyaan kalian kan. Kalau memang cerita Yaimim ini benar sesuai dengan apa yang dia katakan, terus kenapa dia acting jatuh sampai guling-guling di tanah? Nah, jadi Yaimim ini menjelaskan bahwa itu adalah taktik psikologis untuk melawan serangan lawannya termasuk ancaman santet kata dia. Beliau bilang dia sempat diancam kalau dia akan disantet yang menyebabkan dia terkena stroke katanya. Nah, menurut dia apa yang dia lakukan di video-video yang viral yang sampai diframing oleh Sahara ini itu adalah cara dia untuk memecah konsentrasi lawannya ini dengan melakukan apa yang justru mereka harapkan terjadi kepada yaimim. Jadi yaimim ini kayak apa ya? Mungkin dia udah pasrah gitu loh. Diancam A ya udah dia lakuin A. Diancam B ya udah iya dilakuin B. Kayak misalkan nih gua ancam lu nih eh gua bikin kepa lu pecah ya ya udah akhirnya lu ya udah deh pecah kepa gue nih. Gitu. Kurang lebih tuh kayak udah pasrah, capek gitu menghadapi dua suami istri ini. Jadi, Yaim ini ingin menunjukkan kalau beliau terjatuh dan juga stroke yang berarti ancaman santai terhadap dia itu benar dilakukan oleh Sahara. Begitulah kurang lebih, Geng, dari penjelasan Yaimim. Dan setelah mengetahui hal itu, netizen tahu faktanya kalau ternyata Sahara dan Sofian ini menyalahgunakan fasilitas umum di sana. Yaitu tanah yang seharusnya dijadikan sebagai jalan umum, depan rumah orang yang enggak boleh diparkir mobil malah diparkir. Terus ada tanah kosong itu punya orang malah dijadiin tempat markirin usaha dia. Nah, berbaliklah ke berpihakan netizen yang tadinya menyalahkan yaimim semuanya sekarang malah menyalahkan Sahara dan Sofian. Sekarang semuanya jadi mendukung Yaimim, geng. Dan setelah Yai Mimini speak up, banyak orang yang justru mempertanyakan mengapa pada saat Yaimini ingin memindahkan mobil Sahara, Sahara justru keluar bersama dengan Agil, salah satu stafnya. Dan kenapa Agil yang terlihat lebih marah dibandingkan Sahara si pemilik rental? Netizen di saat itu juga bingung terkait rumah milik Pak Yono yang diberikan secara cuma-cuma kepada Sahara dan Sopian. Mengapa bisa orang memberikan rumah kontrakan kepada orang lain terlebih lagi di kondisi ekonomi seperti ini? Dan itu cuma-cuma. Nah, jadi banyak spekulasi-spekulasi kotor nih dari netizen. Nah, tapi di sini gua jelaskan ya, Geng. Semua spekulasi dan opini bukan berasal dari gua. Tapi apa yang ada di media sosial ini gua limpahkan ke kalian, gua ceritakan ke kalian. Oke. Jadi, geng dikatakan terkait klaim Yaimim bahwa dia menyalahgunakan tanah yang seharusnya diwakafkan untuk jalanan, Sahara ini dengan tegas menolak klaim tersebut. Dia bantah, dia bilang, "Enggak ada itu. Enggak ada. Saya tidak menyalahgunakan fasilitas umum seperti yang dituduhkan Yaimim." katanya. Dia bilang kalau dia lebih dulu menempati lokasi tersebut dan memiliki bukti kepemilikan sah atas tanah yang disengketakan. Menurut Sahara, tanah itu bukan bagian dari wakaf yang diakui oleh Yaimim sehingga dia merasa berhak membangun apa saja yang dia mau dan dia butuhkan di sana. Nah, camat Lawok Waru yang bernama Rudi Cahyo juga mengatakan bahwa tanah tersebut bukanlah tanah wakaf seperti apa yang diakui oleh Yaimim. Sebab memang sejak lama tanah itu digunakan untuk jalan dan jalan tersebut sudah ada sebelum Yaimim tinggal di sana. Walaupun Pak Rudi ini membantah soal klaim tanah wakaf yang disebutkan oleh Yaimim, tapi Pak Rudi ini gak bisa menunjukkan bukti hukumnya karena apa yang dia katakan itu hanya berdasarkan dari keterangan warga sekitar. Dan kemudian Parudi ini juga mengatakan bahwa BPN datang ke sana terkait permasalahan patok tanah yang dipindahkan oleh Yaimim dan hasilnya menurut BPM memang patoknya sengaja dipindahkan. Nah, namun sampai detik ini belum ada bukti-bukti tersebut. Tetapi dari pihak Yim sendiri, dia berani memperlihatkan ee sertifikat tanah beserta dengan batas patok tersebut. Dan dia yakin banget itu adalah tanah dia dan tanah wakaf. Nah, dari keterangan si Bapak Rudi tadi ya, terkait tanah wakaf itu yang dia bantah itu bukan tanah wakaf, banyak netizen yang meragukan kredibilitas Pak Rudi ini. Jadi netizen di saat itu mengatakan, "Apa jangan-jangan Pak Rudi ini takut kepada suaminya Sahara, kepada Sofian yang mana Sofian ini adalah seorang ketua ormas. dari salah satu daerah berinisial M. Gua enggak perlu sebut deh. Gua malas ngait-ngaitin daerah. Nanti takutnya yang kita ceritain si Sofian yang lain malah tersinggung. Nah, jadi ada satu daerah ee berinisial M ya. Nah, si Sofian ini adalah ketua ormasnya. Nah, dikatakan si Pak Camat tadi takut terhadap ormas tersebut. Itu menurut netizen. Menurut kalian gimana, Geng? Dan sampai saat sekarang ini permasalahan ini terus berlanjut, Geng. dan sudah ada mediasi yang digelar di kantor Kelurahan Merjosari pada hari Senin tanggal 29 September kemarin. Cuma mediasi itu ditunda dikarenakan YAIimim enggak hadir dan oleh karena itu mediasi akan dijadwal ulang di dalam waktu dekat. Di sisi lain YAIMI meminta agar Rektor Universitas Brawijaya ya meninjau ulang status akademik Sahara karena ternyata Sahara ini diketahui sedang menempuh S3 di kampus tersebut. Nah, terus geng ada beberapa fakta lain nih geng. Yang pertama itu adalah bagaimana netizen mencurigai Sahara ini yang macam-macam. Soal dia bersama Pak Yono lah, soal dia bersama Agil lah. Nah, banyak yang mulai mengarah ke sana dan bahkan sudah banyak yang membuat memes-memesnya. Ini bisa kalian lihat sendiri memes-nya. But Nah, terus geng ada lagi nih fakta yang lain ini yang gua dapat juga dari netizen. Ternyata dikatakan kenapa yaim ini sebagai pemilik rumah ya, rumah pribadi, tanah pribadi. Sementara Sahara dan suaminya Sofian itu cuma ngontrak di sana. Walaupun dikatakan diberikan cuma-cuma, tapi justru Yaimim yang diusir oleh RT, RW, dan warga. Nah, ternyata setelah ditelusuri, banyak yang meyakini kalau RT RW di sana ternyata sama-sama berasal dari daerah M juga. Suami dari Sahara dikatakan merupakan ketua ormas dari daerah M. RTRW-nya dari daerah M juga. Ya, otomatis mereka bersatu padu untuk mengusir Yaiim. Dan itulah rumor yang beredar. Menurut kalian itu benar atau enggak, Geng? Coba tinggalkan komentar di bawah. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini mengenai masalah dari Yaim, dosen UIN Malang yang berguling-guling di tanah yang awalnya netizen ee menyalahkan dia, mengatakan dia kurang waras dan berakting dan lain-lain. Tapi permasalahannya cukup rumit sampai akhirnya sekarang dia justru dibela oleh ee masyarakat banyak karena ada beberapa fakta yang dia beberkan yang mengubah pandangan masyarakat terhadap kasus ini. Gimana, Geng, menurut kalian terkait pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories