YAI MIM vs SAHARA ! FITNAH TERKEJAM ABAD INI
V0sRaZQsl6g • 2025-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, kalian sempat lihat video ini
enggak?
[Musik]
Lihat suamimu gila dulu.
Nah, beberapa potongan video tersebut
sempat ramai beberapa waktu lalu di
TikTok memperlihatkan seorang
bapak-bapak yang semacam sengaja
menjatuhkan diri, berguling-guling di
tanah, dan banyak sekali
komentar-komentar yang membully beliau.
Pada saat itu, Geng, narasi yang ada di
video tersebut kabarnya bapak-bapak itu
sedang ribut dengan tetangganya. Dan
entah apa alasannya ketika ribut sama
tetangganya ini, si bapak-bapak ini
malah berguling-guling di tanah seperti
sedang aking, seperti sedang playing
victim. Nah, terus juga, Geng, ya, pada
awalnya ketika video itu beredar,
diketahui kalau Bapak-bapak ini adalah
seorang dosen dari salah satu
universitas yaitu UIN Malang. Dan narasi
yang beredar katanya karena si dosen ini
iri dengan usaha rental milik seorang
tetangganya dan si bapak malah pernah
mengajak mahasiswanya untuk meramaikan
lokasi rental tetangganya itu untuk
mengganggu usaha si tetangganya ini.
Nah, itu narasi yang tersebar yang
dibuat oleh tetangganya. Di saat itu,
netizen pun mulai menghujat si
bapak-bapak ini dengan bilang, "Kok
seorang dosen kelakuannya kayak anak
kecil? Kok kayak kurang waras? kok bisa
masih dijadikan seorang pengajar, dosen
dengan mental yang seperti itu. Dan
terlihat bapak-bapak itu semacam orang
yang suka playingk victim. Di video itu
emang kelihatannya kayak dia sengaja
jatuh supaya netizen mengira kalau dia
terjatuh karena dipukul oleh
tetangganya. Jujur aja gua sendiri
pertama kali melihat video itu agak
lucu, tapi gua enggak apa ya, enggak
tertarik untuk nghujat sih ya. Malah gua
tuh merasa kasihan ini orang tua siapa,
bapaknya siapa, gimana kalau itu
ternyata orang tua gue, gimana kalau itu
ternyata ayah kalian yang memang
misalkan nih ya kalau video itu ternyata
benar sesuai narasi ya dia berakting
seperti itu, itu artinya kan ada sesuatu
yang sudah tidak apa ya sesuatu yang
udah enggak baik di dalam pikirannya, di
dalam otaknya ya kan berarti ada yang
kurang dan itu adalah hal yang bisa
dikatakan sedikit lumrah karena orang
tua beberapa berapa orang tua di luar
sana ada yang ee terkena skizo, ada yang
sudah mulai ee menuju ke tahap menjadi
anak kecil lagi. Nah, itu kan yang ada
di dalam pikiran kita ketika pertama
kali melihat si bapak itu. Nah, makanya
kalau gue tuh enggak enggak apa ya,
enggak enggak tega buat nghujat walaupun
dia akting atau apalah sesuai dengan
narasi itu. Intinya ya, di saat itu
netizen membela si pembuat video yang
merupakan tetangga dari si bapak ini dan
menghujat si bapak yang merupakan dosen
ini. Tapi ternyata kasusnya enggak
berhenti sampai di situ aja, Geng.
Karena ya yang namanya bangkai mau
dikubur sedalam apapun busuknya bakal
tercium juga. Nah, insiden ini yang
awalnya membuat netizen jadi menghujat
si bapak ternyata justru sekarang
berbanding terbalik. Nah, berbanding
terbalik seperti apa? nanti kita akan
bahas. Nah, tapi ada part yang cukup
menyedihkan ee di awal pemberitaan ini,
yaitu dikatakan si Bapak yang tadinya
dosen malah dikeluarkan atau dipecat
dari kampus tempatnya mengajar yaitu UIN
Malang. Tapi belakangan ada info juga
yang mengatakan kalau dia itu enggak
dipecat melainkan dia mengundurkan diri.
Nah, mana yang benar? Nanti kita akan
bahas. Tapi ada hal yang paling bikin
gua jengkel di dalam pembahasan ini,
yaitu sebuah fakta yang benar-benar
enggak adil. Ternyata si bapak ini malah
diusir dari tempat tinggalnya oleh warga
sekitar bahkan melibatkan perangkat
desa. Padahal rumahnya rumah sendiri.
Konflik berkepanjangan itu akhirnya
memuncak pada keputusan tegas. Imam
Muslimin dan keluarganya diusir dari
lingkungan tersebut melalui rapat warga
pada 7 September 2025.
Bahkan ada tanah dia yang dipakai untuk
fasilitas umum warga. Namun, Geng ya
sesuai dengan yang gua katakan tadi,
kondisinya sekarang sudah berbalik.
netizen justru sudah mengetahui fakta
sebenarnya dan justru berbalik membela
si dosen karena terungkaplah fakta-fakta
yang mana benar mana salah. Nah, jadi
bisa dikatakan Pak Dosen ini diframing
menjadi korban framing menjadi korban
viral di era digital kayak gini yang
mana orang-orang bakal percaya dengan
hoa-hoa buatan orang-orang yang mungkin
lebih melag dengan digital. Ya, kalau
kita bandingkan si pembuat video dengan
si Pak Dosen, si pembuat video kan bisa
dikatakan mungkin dia itu antara eh
milenial atau justru Genzi gitu ya yang
lebih melag dengan dunia digital. Jadi
dia bisa merangkai semua narasi untuk
membalik-balikkan fakta dan itulah yang
terjadi. Di dalam kejadian ini, gua mau
ngajak kalian untuk menyimak secara
lengkap karena ini merupakan sebuah
pembelajaran juga buat kita, buat ee
semua masyarakat apalagi yang aktif di
media sosial, kalian harus berhati-hati
banget. Inilah dampak dari perkembangan
dunia digital. Bahkan ini belum ke tahap
AI loh, Geng. baru tahap
membolak-balikkan narasi, mem-framing
orang lain, membuat sebuah video dengan
caption-caption fitnah sampai akhirnya
masalahnya jadi sebesar ini. Nah, jadi
ini bisa menjadi pedoman kita agar lebih
berhati-hati lagi. Nah, sebelumnya gua
disclaimer ya untuk kalian semua jika
ada salah di dalam penyampaian video
ini. Karena kan pembahasan ini
sebenarnya udah banyak nih di YouTube,
udah banyak dibahas dan bahkan si Bapak
itu udah hadir ke podcast ee yang ada di
YouTube gitu ya. Nah, mungkin kalau gua
ada kesalahan, kesilapan, kalian boleh
luruskan di kolom komentar. Tapi jangan
pakai kata-kata kasar ya, Geng. Kalau
kata-kata kasar gua balas, gua balas
pakai kata-kata kasar juga. Oke, kita
diskusi. Nah, langsung aja nih kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Untuk pembahasan pertama, gua mau
ngajak kalian untuk membahas awal mula
mencuatnya konflik antara dosen UIN
Malang ini dengan tetangganya yang
membuat fitnah terhadap dia.
Jadi, geng, semuanya itu berawal dari
sebuah akun TikTok dengan username
Sahara Vibes. S-nya itu banyak banget,
ada 5S Vibes gitu, ya. Video-video di
akunnya tersebut kebanyakan berisikan
konfliknya dia dengan tetangganya yang
bernama Muhammad Imam Muslimin atau yang
akrab disapa dengan Yaim. Kita bahas
sedikit profile dari Yaim ini ya. Jadi
di video pertama yang ada di akun
TikTok-nya Sahara memperlihatkan adanya
anak-anak muda yang mungkin seumuran
mahasiswa yang ada di depan rumahnya
Yaimim. Di dalam videonya tersebut si
Sahara ini menyebutkan bahwa anak-anak
muda itu adalah para mahasiswa dari UIN
Malang. Pada saat itu, Sahara ini
bertanya kepada para mahasiswa yang ada
di sana. mengenai kenapa mereka semua
tiba-tiba berada di sekitar rumahnya
dia. Sahara curiga bahwa keberadaan dari
para mahasiswa ini karena disuruh oleh
YAAIim ya secara yaim adalah seorang
dosen. Di video tersebut Sahara juga
menyebutkan bahwa Yaim ini ternyata
merupakan dosen UIN Malang dan Sahara
menyebut kalau Yaimim sengaja
mendatangkan mereka ya para mahasiswa
tadi ke depan rumah Yaimim. Yang lebih
mengagetkannya adalah Sahara ini secara
jelas mengatakan kepada para mahasiswa
tersebut kalau ya Mimim dosen mereka
sudah mencabuli dia. Berani banget.
Berani banget ngaku kayak aku dicabuli
gitu.
Ayo ini mahasiswa WIN semua. Sini
kalian. Woi jangan pergi woi. Kenapa ini
dosen kalian yang dia cabut saya?
Nah namun geng enggak ada satuun dari
mahasiswa yang ada di sana menanggapi
Sahara. Di akhir videonya, Yaimim sempat
bertanya ke Sahara terkait kapan dia
mencabuli Sahara. Kok berani banget
membuat klaim seperti itu? Nah, namun
karena durasi video ya kita enggak tahu
apakah Sahara ini menjawab pertanyaan
tersebut atau enggak karena ya paham ya
di sini tuh si Sahara ini memang
tujuannya pengin mem-framing pengin
memframing Yaim. Jadi ya kuasa itu ada
di tangan dia karena dia yang ngerekam,
dia yang pegang HP. Jadi part-part yang
mungkin bisa menyelamatkan image-nya
dia, dia potong, dia buang yang ee apa
ya, yang enggak enggak penting atau
enggak perlu menurut dia supaya terlihat
kalau di situ dialah victimnya, dialah
korbannya. Netizen di saat itu ya belum
mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh
Yaimim sampai Sahara berani bilang kalau
Yaimim sudah mencabuli dia. Apa
alasannya seorang perempuan berani
banget ngomong kayak gitu? Karena itu
kan klaim yang enggak enggak sembarangan
ya, karena udah jatuhnya kriminal. Di
video selanjutnya ya, Sahara ini
mengunggah sebuah rekaman video yang
kemungkinan diambil dari CCTV yang ada
di depan rumahnya yang mana di CCTV itu
memperlihatkan sekumpulan mahasiswa yang
berada di dekat rumahnya bersama dengan
Yaim yang entah ingin melakukan apa di
sana. Mereka ramai-ramai. Di video itu
juga tertulis kalau mahasiswa UIN Malang
diprovokasi oleh oknum dosen untuk
menyerbu garasi rental mobil milik
Sahara. Nah, itu narasi yang dibuat oleh
si Sahara ini. Terus, Geng, video
lainnya yang Sahara unggah itu
memperlihatkan ketika dia berusaha untuk
mengikuti mahasiswanya Yaim dan meminta
para mahasiswa itu untuk berhenti dan
menjelaskan ke Sahara terkait apa alasan
mereka mendatangi garasi rental mobil
miliknya. Nah, ada salah seorang
mahasiswa yang akhirnya ditarik oleh
Sahara untuk ditanyakan perihal
kedatangan mereka ke sana. Mahasiswa ini
menjawab kalau mereka datang ke sana
karena ada jadwal kuliah di rumah
Yahimim. Jadi bukan karena pengin
ngerecokin rentalnya Sahara, tapi Sahara
di saat itu mempertanyakan kalau memang
ada jadwal kuliah, kenapa mereka
ramai-ramai di depan garasi rental
mobilnya? Dan mahasiswa tersebut
menjawab, "Dia enggak tahu karena ya
mungkin apa ya karena rumah Yaim dekat
dengan rumah Sahara, jadi wajar aja ya
namanya orang sebelum masuk ke rumah kan
ngumpul dulu di depan gitu." Di saat itu
Sahara terus menyecar mahasiswa itu
untuk mencari tahu apa maksud kedatangan
para mahasiswa di depan garasinya. Lalu
ada mahasiswa lainnya yang mendatangi
Sahara dan dia kembali menanyakan maksud
kedatangan mahasiswa tersebut. Nah, si
mahasiswa ini bilang kalau mereka lewat
di depan garasinya Sahara dan disuruh
joget sama Yaimim. Nah, ini agak lucu
nih, tapi nanti kalian akan menemukan
jawabannya. Intinya nih, Geng, ya. Di
video-video yang diunggah oleh Sahara
ini semuanya rata-rata tuh menunjukkan
eh framing terhadap Yaim. Seolah-olah
perlakuan Yaim ini dianggap sudah
mengganggu Sahara serta usahanya dia.
Nah, kemudian narasi yang beredar
mengapa Yaimim ini jadi berkonflik
dengan Sahara itu dikarenakan beliau
menutup akses jalan umum dan parkiran
umum di lingkungan rumahnya. Hal ini
juga dijelaskan di dalam videonya Sahara
yang lain ketika Sahara serta suaminya
yang diketahui bernama Sopian itu
berbicara kepada para mahasiswa yang
tadi dengan menceritakan kalau Sahara
dan Yaimim sedang berkonflik sehingga
jangan mudah diprovokasi oleh Yaimim
ketika beliau meminta para mahasiswa ini
untuk datang ke garasi mobil rental
milik Sahara. Nah, itu kata Sahara tuh.
Dan Sahara juga mengunggah beberapa
screenshot dari story WhatsApp yang
dibuat oleh Yaimim yang menurut Sahara
sudah merupakan bentuk fitnah terhadap
dia. Tapi geng, di antara video-videonya
Sahara yang mengenai Yaim ini, ada satu
video memperlihatkan ketika YaIM itu
terlihat sedang cekcok dengan seorang
pria berbaju batik dan kemudian Yaimim
ini sampai terjatuh. Nah, namun Yaim ini
menyebut kalau dia itu jatuh karena
ditendang oleh pria berbaju batik
tersebut. Enggak lama dari itu, Ya Imim
ini bangun kemudian berlari menuju tanah
kosong di depan rumahnya dan menjatuhkan
diri lalu berguling-guling. Nah, video
inilah yang kemudian viral nih dan
kasusnya mendapatkan sorotan netizen. Di
komentar videonya banyak yang menghujat
yaim karena kelakuannya yang seperti itu
tidak menunjukkan seperti orang yang
berpendidikan, enggak kayak dosen. Nah,
netizen juga menilai acting Yaimim yang
menjatuhkan diri agar terlihat kalau dia
seperti ditendang. Itu adalah cara
Yaimim untuk plank victim ke Sahara.
Orang-orang tuh udah percaya tuh dengan
e konsep itu. Dan hujatan semakin
menjadi-jadi ketika Sahara mengunggah
video yaim yang lain yang katanya
melaporkan Sahara ke polsek dengan
tuduhan penganiayaan dan pemukulan
sehingga menyebabkan badan beliau jadi
sakit. Terus padahal ya di video
sebelumnya kita bisa lihat sendiri kalau
Yaimim lah yang menjatuhkan diri sendiri
bukan karena dipukul atau ditendang.
Nah, ini masih framing-nya Sahara nih
yang bikin netizen jadi makin geram di
saat itu. Di videonya Sahara itu yaimim
terlihat seperti orang kena stroke yang
di kalian sempat lihatlah video yang
tersebar. Mulutnya miring-miring, khas
seperti orang stroke dan jalannya
pincang. Namun sesaat kemudian mulutnya
kembali normal. Nah, cara bicaranya pun
seperti orang sehat. Menurut Sahara
serta netizen yang menonton video
tersebut, Yaimini melakukan acting agar
terlihat kalau beliau memang habis
mengalami penganiayaan dan agar
orang-orang jadi menyalahkan Sahara. Itu
narasi yang tersebar di awalnya.
Akting dia pura-pura stroke, pura-pura
jalan
bincang.
Dan dari situlah netizen jadi menguliti
sosok yaim. Siapakah yaim ini? Nah,
memang benar yaim ini adalah seorang
dosen dari UIN Malang, Geng. Sejak dia
masih kecil, Yaimim ini sudah menempuh
pendidikan agama dimulai dari bersekolah
di ee MI Alqadiriyah, kemudian
melanjutkan ke MTs Maarif Bakung. Selama
masa remajanya, Geng, ya. Mimim ini
menimba ilmu agama secara mendalam di
pesantren terpadu Alkamar Kunir Wonodadi
di bawah bimbingan K. H. Ahmad Thahir
Wijaya. Di pesantren tersebut ya Mim ini
mendalami ilmu fikih, tafsir, tasawuf,
dan juga bahasa Arab. Setelah lulus dari
MA, beliau melanjutkan pendidikan tinggi
di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan lulus
pada tahun 1991 dengan jurusan bahasa
Arab. Nah, karir akademiknya itu dimulai
sebagai dosen luar biasa di IAIN Malang
sampai tahun 1998. dan Yaimim diangkat
sebagai dosen tetap di Fakultas Tarbiyah
UIN Malang. Yaimim kemudian menempuh
pendidikan S2 di Universitas
Muhammadiyah Malang dan lulus pada tahun
2000. Lalu Yaimim ya melanjutkan
pendidikan S3-nya dan lulus di UIN Sunan
Ampel dan UIN Malang pada tahun 2012.
Lalu Yaimiim menjadi seorang dosen
filsafat dan tasawuf di pendidikan pasca
sarjana UIN Malang. di luar kampus.
Yaimim ini adalah seorang pengasuh eh
dua pondok pesantren yang dia dirikan,
yaitu Pondok Pesantren Al-Azqiyah Nurus
Syafah pada tahun 2007 dan Pondok
Pesantren Bait Al-Qur'an Nurus Syafah
pada tahun 2021. Saat mengetahui Yim ini
memiliki background pendidikan agama,
apalagi dia yang menjadi dosen filsafat,
banyak netizen yang mempertanyakan
apakah Ya Mimim ini harus bertingkah
seperti anak kecil dengan berpura-pura
ditendang dan berguling-guling di tanah
seperti yang terlihat di video. Nah,
jadi netizen di saat itu benar-benar
merasa aneh, merasa lucu, dan
mempertanyakan hal ini. Lalu setelah
videonya yang terjatuh dan
berguling-guling di tanah karena cekcok
dengan Sahara itu ramai di sosial media,
ada kabar kalau ternyata Yaimim ini
dipecat dari pekerjaannya sebagai dosen.
Nah, namun Yaimi memberikan klarifikasi
nih tentang hal itu. Bahwa dia bukan
dipecat, namun dia sendiri yang memilih
untuk mundur sebagai dosen untuk
sementara waktu. Ya, mungkin sampai
permasalahan ini selesai gitu ya. Nah,
jujur aja, Geng. Gua ngelihat orang tua
diginiin. Orang tua harus apa ya,
mengalami tekanan ee menjalani
permasalahan yang konyol kayak gini tuh
jadi sedih gitu. Gua pengen nanya gitu
ya, Imim enggak punya anak apa mungkin
kalau misalkan gua yang jadi anaknya gua
hantem tuh orang bodo amat gua gak
enggak terima bapak gua diginiin gitu
ya. Gimana geng kalau kalian? Nah, terus
geng lanjut nih ya. Alasan beliau
mengundurkan diri dikarenakani Mimin ini
tidak mau jika pihak kampus jadi
terseret kasus yang sedang beliau hadapi
dengan tetangganya yang bernama Sahara
ini. Di salah satu podcast ya, ini eh
podcastnya Bang Densu, Yaimim ini
menceritakan setelah kasus dia dan
Sahara jadi sorotan netizen,
mahasiswanya enggak ada yang mau masuk
kelas. Yaimin berpikir kalau apa yang
terjadi sebagai dampak dari masalahnya
dengan Sahara. Dan oleh karena itu, dia
memutuskan untuk mengundurkan diri dari
posisinya sebagai dosen. Dan enggak
cukup sampai di situ aja. Masalah ini
menjadi membuat Yaim serta istrinya yang
bernama Rosida jadi diusir tiba-tiba
dari rumahnya oleh warga sekitar tempat
tinggalnya. Diketahui kalau Yaimim ini
tinggal di sebuah perumahan yang bernama
perumahan Joyo Grand Cavling Depark.
Nah, dikatakan warga perumahan tersebut
mengadakan pertemuan dan memutuskan
untuk mengusir Yaimim dari sana.
Dikatakan kalau salah satu alasan
pengusiran Yaimim ini dari rumahnya
sendiri dikarenakan beliau
memperlihatkan bagian tubuhnya yang
seharusnya merupakan aurat. Dan ini
terlihat di sebuah video yang diunggah
oleh Sahara. Nah, jadi ada musyawarah
warga nih yang membicarakan soal Yaim
ini fokusnya adalah sebuah video yang
enggak senonoh. Dan ternyata lagi-lagi
video enggak senonoh ini berasal dari
Sahara tapi yang diframing adalah yaiman
wesak
itu burungnya enggak malu.
Mana burungnya aku pakai simpang, Mbak
Ermes ini. Maaf ya airnya
kayak gini,
Mbak. Pak ini, Mbak mereknya, Mbak. Lah
kelihatan toh?
Ya sudah, ya.
Enggak nampak dalamnya
tuh. Kamu yang minta loh, Yo.
Nah, meskipun harus diusir dari rumahnya
sendiri, Yaimim dan Rosida ya, istrinya
e memilih mengalah dan menerima
keputusan itu, mereka berencana akan
pindah dan menjual rumahnya yang ada di
perumahan tersebut. Nah, tapi kalian
jangan buru-buru dulu nge-judge ya,
Geng. permasalahan soal yaim yang
katanya terlihat auratnya dan videonya
disebarkan oleh Sahara dan nanti ada
penjelasannya kenapa video itu ada dan
kenapa terjadi hal itu. Nanti gua
jelaskan. Nah, sementara kurang lebih
begitulah bagaimana kasus ini terjadi
pada awalnya dan akhirnya viral di
TikTok. Memang, Geng, pada awalnya
netizen berpihak ke Sahara karena dia
jago banget nge-framing, dia jago banget
bikin fitnah sampai ada yang menghujat
ya Mim habis-habisan. Tapi saat ini
kondisinya sudah berbalik. plot
twist-nya justru ternyata di dalam kasus
ini yaim tidak seperti yang dibayangkan
oleh netizen dan semua kejelekan yaim
yang selama ini dipercaya oleh netizen
adalah sebuah framing yang dibuat oleh
Sahara karena dia pintar memainkan eh
emosional netizen melalui editan-editan
dan narasi dia di dunia digital atau
sosmet agar netizen berpihak kepada dia
dan menghujat si orang tua yang
merupakan dosen ini. Sebenarnya apa sih
permasalahan yang terjadi? Sekarang kita
akan masuk ke dalam fakta kebenaran dari
kasus ini.
Jadi, Geng, setelah kasus ini viral di
sosial media dan netizen juga jadi
menghujat ya Mim ya, mulai ada fakta
terbaru dari kasus yang membuat netizen
jadi kaget dan malah berbalik membela
yaim. Jadi, karena memang sedari awal
bukan yaim yang salah kalau dari fakta
sebenarnya. Semuanya diungkap di akun
TikTok milik Yaimim sendiri dan juga
istrinya Rosida dengan username Rose
enjoy Herife. Jadi, Yaimin dan Rosida
mengungkapkan bahwa permasalahan antara
mereka dengan Sahara disebabkan karena
masalah tanah. Jadi, sebagai pemilik
rental mobil, ternyata Sahara dan Sofian
suaminya itu sering memarkirkan mobil
milik mereka persis di depan rumahnya
Yaimim sehingga sering menyulitkan
beliau jika ingin mengeluarkan mobilnya.
Hal ini dikarenakan karena tempat
rentalnya Sahara tidak cukup untuk
menampung semua mobil rental miliknya
yang diklaim oleh Yaimim berjumlah
ratusan mobilnya. Oleh karena itu,
mobil-mobil rental milik Sahara diparkir
di depan rumahnya Yaim dan di tanah
kosong yang terletak persis di depan
rumahnya Yaimim. Nah, dari sini aja udah
salah nih ya. Bukan punya pribadi itu
merupakan fasilitas umum tapi malah
dipakai untuk numpang usaha sendiri. Itu
satu yang udah salah dari cerita yaimim.
Tanah kosong yang digunakan sebagai
tempat parkir mobil rental Sahara bukan
miliknya, melainkan milik seseorang yang
berasal dari Bali. Jadi, tanah kosong
itu ya ada pemiliknya ditinggalkan di
situ. Jadinya dimanfaatkan oleh si
Sahara dan suaminya. Ini si pemilik
tanah yang merupakan orang Bali ini
membeli tanah tersebut dari seorang pria
yang bernama Edi Bekti. Nah, Edi Bekti
ini menawarkan tanah tersebut kepada
Yaimin agar dibeli oleh Yaimin karena
orang Bali itu mau menjual tanah
tersebut. Namun pada saat itu Yaimim
enggak mau langsung membeli tanahnya
karena memikirkan kalau tanah tersebut
masih digunakan oleh Sahara dan Sofian
sebagai tempat parkir mobil-mobil
rentalnya dan itu secara ilegal
jatuhnya. Bukan numpang, tapi ya justru
apa ya dibilang nyerobot juga bukan
nyerobot tapi kayak semena-mena lah
dipakai suka-suka. Terus geng sekitar 3
hari kemudian Yaimim ini berbicara
dengan Sofian ya dengan suaminya si
Sahara. Dia mengungkapkan kalau Sopian
resah karena harus mengosongkan tanah
milik orang tersebut. Nah, Yaimi
memberikan usul beliau akan berbicara
dengan sekretaris RT untuk membersihkan
semak bulukar di tanah kosong di depan
rumahnya. Dan singkat cerita, Yaimim pun
membersihkan tanah kosong tersebut. Nah,
untuk membersihkan itu, Yaimim juga
membakar pohon besar dan semak-semak
yang ada di tanah kosong tersebut
sehingga menyebabkan warga sekitar
merasa terganggu dan marah terhadap
Yaimim. Dan menurut Yaimim, beliau
membakarnya itu menggunakan ban mobil
milik Sopian ya, kayak ban-ban bekas
gitulah, Geng. Dan Yaimim di saat itu
meminta bantuan kepada dua orang untuk
membersihkan tempat tersebut dengan upah
sebesar R3 juta per orang. Karena memang
semak buluknya banyak banget. Belum lagi
biaya lain yang harus dikeluarkan oleh
YAAIim untuk membersihkan tanah kosong
itu. Yaimim juga mengatakan kalau ada
pagar yang dibangun di tanah tersebut
agar terlihat lebih rapi, Yaimim harus
mengeluarkan uang dengan total Rp12
juta. Nah, setelah selesai yaimim pun
memberitahu kepada Sopian kalau tanah
tersebut sudah beliau rapikan sehingga
Sopian bisa menggunakannya untuk
memarkirkan mobil-mobil. Dan Yaimim
meminta bantuan ke Sopian untuk
membantunya berupa uang. Ya, bantu uang
upah lah. Bantu uang upah karena Yimim
kan udah effort, udah berusaha buat
membersihin itu. Setidaknya bantu-bantu
sedikit lah ya. Sekiranya sekitar Rp1
juta untuk meringankan yaim yang udah
keluar sebesar e Rp12 juta. Nah, namun
Sopian tidak menyanggupi karena dia
menganggap itu terlalu mahal dan Sopian
hanya sanggup memberikan Rp400.000. Dan
meskipun begitu, Yimim enggak masalah.
Dia menerima saja apa yang diberikan
oleh si Sofian.
Terus, Geng, Yaimim kemudian juga
memberitahukan ke Sopian terkait batas
rumahnya dia yang mana Yaimim ini minta
agar mobil-mobil rental milik Sopian
jangan parkir di depan rumahnya Yaimim
lagi. Karena kan udah dipersilakan nih
di tanah kosong itu. Nah, tapi Sofian
dan istrinya Sahara masih aja terus
parkir di depan rumahnya Yaimim, Geng.
Sampai pada suatu waktu ada mobil yang
diparkir di depan rumahnya Yaimim dan
tidak kunjung dipindahkan sampai dini
hari. Di saat itu istrinya Yaimim yaitu
Rosida sudah mencoba menghubungi Sahara.
Namun Sahara meminta Rosida untuk
membangunkan supir rentalnya aja untuk
mindahin mobil itu. Spir-supir rental
ini memang tidur di bangunan semi
permanen yang ada di sebelah rumahnya
Sahara, Geng. Nah, dicobalah sebanyak
tiga kali oleh Rosida untuk membangunkan
mereka. Cuma di saat itu enggak ada yang
kunjung bangun. Ya, kita pahamlah ya
dunia suir. Mereka capek mungkin
semalaman, seharian bekerja biasanya
jarang bangun pagi. Sampai pada akhirnya
yaimin pun berinisiatif untuk
memindahkan mobil itu sendiri dengan
mengambil kunci mobil di rentalnya
Sahara. Nah, dikarenakan suara mesin
mobil ini terlalu keras, entah mungkin
karena enggak tepat e masukin giginya
atau kepencet gasnya gitu ya, tiba-tiba
terdengarlah oleh Sahara dan membuat
Sahara serta salah satu supirental yang
bernama Agil tiba-tiba terbangun. Sahara
pun di saat itu marah-marah karena ada
suara mobil rentalnya dia yang kayak
keinjak rem gitu loh. Sahara bersama
dengan Agil langsung keluar rumah untuk
melihat siapa yang lagi nyetir, siapa
yang lagi mindahin mobil dan apa yang
terjadi. Di saat itulah, Geng. Ya, dari
penjelasan Yaimim dikatakan ketika
Sahara bangun, dia masih mengenakan
pakaian tidur yang minim. Dan entah
kenapa kalau dari cerita Yaimim, Agil
justru terlihat lebih marah dibandingkan
dengan Sahara yang merupakan pemilik
rental. Padahal Agil ini cuma stafnya,
bawahannya. Yaimim cerita kalau Sahara
sempat bilang sampai saya terbangun
pakai baju kayak gini loh. Nah, namun
Yaimim sendiri bilang beliau enggak
melihat secara langsung bagaimana
penampilan Sahara ketika itu. Karena
beliau langsung menunduk saat Sahara
keluar dari rumahnya dan Sahara langsung
menelepon Sopian e suaminya yang menurut
Yaimim sedang tidak berada di rumah
untuk memberitahu apa yang sedang
terjadi. Dan enggak lama dari itu,
Sopian langsung bertemu dengan Yaimim.
Namun ketika itu, Yaimim ini mengaku
bahwa permasalahannya itu udah selesai.
dia udah minta maaf satu sama lain. Di
dalam hal ini ya kita bisa lihat sendiri
ya, mungkin kejadian gas mobil itu
kepencet enggak akan terjadi kalau si
pemilik rental, Sahara dan suaminya ini
enggak markir di depan rumah orang kan
gitu ya konsepnya kan gitu. Dan ketika
mereka sudah saling meminta maaf yaim
menyampaikan juga jangan parkir lagi di
depan rumah toh sudah dibersihkan tanah
di depan rumahnya yaim tanah kosong itu
silakan dipakai sementara gitu ya. Nah,
sampai pada akhirnya di saat itulah
mobil rental milik Sahara dan Sofian itu
sudah tidak lagi diparkir di depan
rumahnya Yaimim. Mereka lebih memilih ya
daripada mengganggu Yaimim, mereka pun
parkir di lahan kosong itu.
Tapi permasalahan enggak cukup sampai di
situ aja. Timbul lagi permasalahan lain
ya. Yang mana ini timbul ketika Yaim
malah dituduh melakukan perbuatan yang
enggak senonoh kepada Sahara. Nah, ini
entah kenapa tiba-tiba bisa jadi melebar
ke mana-mana. Hal ini terjadi ketika
Sahara mengantarkan makanan ke rumah
Yaimim. Jadi ceritanya di saat itu ya,
istri Yaimim Rosida sedang menunaikan
ibadah haji, Geng. Nah, anak Sahara yang
bernama Sepim kebetulan juga sedang
bermain di rumahnya Yaimim. Nah, menurut
cerita dari Yaimim, Sahara ini sempat
datang ke rumah Yaim. Terus dia
tiba-tiba mengunci pintu rumah tersebut.
Padahal itu rumah Yaimim gitu ya.
Tujuannya agar anaknya yang bernama
Sepim itu tidak keluar dari rumah.
Padahal Yaimim tuh udah bilang dan dia
minta ke Sahara untuk tidak mengunci
pintu. Karena kondisinya di saat itu kan
istrinya Yaimim enggak ada di rumah.
Nah, jika pintu tertutup nantinya akan
timbul fitnah yang enggak-enggak oleh
tetangga. Namun pintu tetap dikunci oleh
Sahara. Oleh karena itu, Yaimim memilih
naik ke lantai 3. Nah, di saat itu
Yaimim e memilih untuk menyelesaikan
pekerjaan rumah lah, kayak mencuci
pakaian gitu. Dan tiba-tiba di saat
beliau sedang mencuci pakaian, Yaimim
ini hanya mengenakan celana pendek kan
namanya di rumah sendiri. Nah, tiba-tiba
ada tetangga yang anaknya lagi mainma
main di rumahnya ya kan di rumah Yaimim.
Yaimim udah santai aja gitu. Tapi
tiba-tiba Sahara ini malah naik ke
lantai 3. Udah tahu rumah orang tapi
sembrono aja gitu naik ke lantai 3.
Ketika Sahara ini naik ke lantai
tiba-tiba Sahara ini berteriak ketika
melihat Yaimim menggunakan celana
pendek. Dia meneriaki Yaimim dengan kata
cabul. Nah, teriakan itu membuat Yaimim
jadi ketakutan dan beliau lari ke belok
supaya tidak terjadi fitnah. Nah, bagi
Yaimim pemahaman cabul antara Sahara
dengan dirinya itu berbeda. Sahara
menilai laki-laki yang mengumbar aurat
disebut cabul. Padahal dia memang
terbiasa menggunakan celana pendek.
Namanya juga di rumah sendiri. Lagian
Sahara ngapain datang ke rumah orang?
Dan di dalam keadaan itu dikatakan suami
dari Sahara yaitu Sofian itu sedang ada
di depan rumah. Dan Yaimim khawatir
Sopian malah mengira sudah terjadi hal
yang tidak kepada Sahara. Padahal
disentuh juga enggak. Tapi beruntungnya
ya Sahara di saat itu langsung turun
dari lantai 3 dan memilih untuk keluar
dari rumah Yaim. Jadi tidak terjadi
permasalahan yang terlalu serius.
Nah, jadi ee tuduhan Sahara tentang
Yaimim yang dikatakan sudah mencabuli
dia ternyata itu adalah sebuah
kesalahpahaman yang dikarang dan
ditambah-tambah oleh Sahara. Nah, terus
yang di sisi lain ya istri dari Yaimim
yaitu Rosida itu mengklarifikasi terkait
tuduhan yang dikatakan oleh Sahara kalau
Yaimim ini sempat membawa mahasiswa UIN
Malang untuk datang ke garasi rental
milik Sahara. yang mana di saat itu kan
awalnya diakui oleh para mahasiswa itu
mereka datang ke lokasi tersebut adalah
karena ada kelas bersama Yaimim ya kan
pengin kuliah di rumah Yaimim. Jadi
istrinya Yaimim Rosida mengatakan
perkuliahan yang diadakan di rumah
Yaimim atas usulan dari mahasiswa
sendiri supaya mungkin ya enggak perlu
jauh-jauh sekalian berkunjung ya kan
sekalian main bertamu gitu. Nah, malah
ketika perkuliahan sedang berlangsung
dari rumah Sahara tiba-tiba memutar
musik dangdut yang begitu besar
suaranya. Bahkan Sopian dikatakan sampai
berkaraoke. Nah, ini kan jadi mengganggu
mahasiswa yang sedang belajar mengajar
ya. Walaupun konsepnya ya ngapain kuliah
di rumah ya emang benar. Tapi kan
walaupun mereka enggak sedang berkuliah
lah di rumah Yaimim berkara memutar
musik dandut besar-besar itu juga
mengganggu tetangga kan. Jadi bisa
dikatakan ya memutar suara musik terlalu
besar itu termasuk salah ya mengganggu
orang lain. Namun di saat itu yaim tidak
mengambil pusing. Itu bukan masalah bagi
dia dan mahasiswanya. Perihal mahasiswa
yang berjoget-joget di depan generasi
Sahara menurut istrinya Yaimim Rosida
dan juga Yaimim itu adalah sebagai
bentuk spontanitas ya karena mereka
mendengar musik dandut. Jadi ketimbang
mereka marah-marah karena berisik,
mereka jogetin gitu. Nah, itulah yang
terjadi. Nah, tapi ya ternyata diframing
oleh Sahara ini yang mana Sahara ini
malah memfitnah Yaimin yang menganggap
para mahasiswa yang berjoget itu ya
sebagai provokasi dan itu disuruh oleh
Yaimim. Dan bahkan ketika dia merekam
para mahasiswa ini, dia yang membuat
narasi seolah-olah yaim mengajak para
mahasiswa untuk berdemo ke garasi rental
milik Sahara. Padahal enggak ada tuh
demo-demo kayak gitu atau menggerebek
garasi rental Sahara tuh enggak ada.
Saharanya sendiri yang bikin cerita itu
dengan merekam para mahasiswa tadi. Dan
para mahasiswa itu jadi ramai di depan
rumah itu karena mendengar musik dandut
tadi setelah mereka kuliah. Terus, geng,
karena emosi, Sahara ini kemudian keluar
rumah dan sempat merekam seperti yang
udah gua ceritakan di awal. Nah, pasca
kejadian itu mobil-mobil milik Sofian
dan Sahara kembali diparkirkan di depan
rumah Yaim lagi. Jadi, mereka ini karena
udah bermasalah sama Yaimim, ya udah
mereka ngerecokin lagi. Padahal udah
aman, udah tentram mereka parkir di
tanah kosong. Dan Yaimim sempat
mengeluhkan masalah ini lagi ke Sopian.
Namun pada saat itu Sofian bilang kalau
dia disuruh oleh Pak RT katanya. Nah,
malah dibikin enggak nyaman sekalian
yaim di saat itu. Kemudian Sofian ini
mengaku kalau yang memerintahkan itu
adalah Pak Mujani selaku sekretaris RT.
Dan selanjutnya YAIM dan Sopian
mendatangi Pak Mujani ini untuk
mendapatkan penjelasan apakah benar Pak
Mujani yang memerintahkan agar Sopian
memarkirkan mobil di depan rumah Yaimim
atau bukan. Nah, hanya saja di saat itu
Pak Mujani tidak menjelaskan dengan
jelas, Geng, dan justru mempermasalahkan
terkait patok tanah tiba-tiba yang
menurut Yaimim, beliau malah tiba-tiba
dituduh mengambil ee tanah yang patoknya
itu ee dipindahkan ketika membersihkan
tanah kosong di depan rumahnya. Padahal
pembatas atau patok tanah itu tidak
boleh atau tidak pernah dipindahkan.
Beliau yaimin di saat itu dituduh
memindahkan patok itu dan dia tidak
mengakui itu karena memang tidak dia
lakukan. Menurut keterangan Yaimim nih,
Geng ya, tanah tersebut adalah milik Pak
Rudi, pengembang atau developer
perumahan itu. Tanah tersebut diwakafkan
untuk para pembeli rumah di sana, yaitu
Yayi Mimim sendiri, terus ada seorang
pria bernama Pak Yono, serta orang Bali
tadi yang pemilik tanah kosong dan
beberapa lainnya. Tanah yang diwakafkan
untuk Yaimim ini kemudian dijadikan
sebagai jalan umum oleh Yaimim. Nah,
namun tanah wakaf yang seharusnya
dijadikan untuk jalan umum tersebut
justru disalahgunakan oleh Sopian dan
juga Sahara. disalahgunakannya untuk
apa? Apakah untuk rentalnya juga?
Enggak. Ini orang benar-benar mafia.
Mafia tanah klasteri deh kayaknya ya.
Jadi tanah tersebut dijadikan sebagai
kandang kambing nih oleh pasangan dua
orang ini.
Ini tak tak
langkokkan takumkan.
Anda boleh lewat tapi pakai aturan. I to
mosok ini barusan basah mod sahakituan.
Tah tersebut juga kemudian dipagar
menggunakan bambu. Kalau dari cerita
Yaimim nih ya, rumah dari seseorang yang
bernama Pak Yono itu dikontrak oleh
Sahara namun diberikan secara cuma-cuma.
Nah, ini agak aneh nih. Dikontrak tapi
diberikan secara cuma-cuma. Maksudnya
itu apa enggak bayar atau gimana tuh?
Yaimim dan istrinya Rosida juga
mengunggah banyak video di akun
TikTok-nya untuk mengcounter narasi yang
enggak benar terkait dia yang sudah
terlanjur disebar oleh Sahara. Ini ada
video yang memperlihatkan ketika Sopian
itu berteriak-teriak marah kepada
Yaimim. Sampai katanya nih, Geng, Yaimim
dan Rosida dipersekusi oleh Sahara dan
Sofian ini dengan mempengaruhi para
pekerja yang sedang mengerjakan rumahnya
Yaimim agar berhenti bekerja. Ada juga
laporan kalau Yaimim ini diintimidasi
oleh pihak lain. Rumahnya dimasuki
secara paksa dan fasilitas di rumahnya
dirusak. Beliau juga menjelaskan mengapa
dia harus berpura-pura terjatuh dan
berguling-guling di tanah. Nah, ini
mungkin yang menjadi pertanyaan kalian
kan. Kalau memang cerita Yaimim ini
benar sesuai dengan apa yang dia
katakan, terus kenapa dia acting jatuh
sampai guling-guling di tanah? Nah, jadi
Yaimim ini menjelaskan bahwa itu adalah
taktik psikologis untuk melawan serangan
lawannya termasuk ancaman santet kata
dia. Beliau bilang dia sempat diancam
kalau dia akan disantet yang menyebabkan
dia terkena stroke katanya. Nah, menurut
dia apa yang dia lakukan di video-video
yang viral yang sampai diframing oleh
Sahara ini itu adalah cara dia untuk
memecah konsentrasi lawannya ini dengan
melakukan apa yang justru mereka
harapkan terjadi kepada yaimim. Jadi
yaimim ini kayak apa ya? Mungkin dia
udah pasrah gitu loh. Diancam A ya udah
dia lakuin A. Diancam B ya udah iya
dilakuin B. Kayak misalkan nih gua ancam
lu nih eh gua bikin kepa lu pecah ya ya
udah akhirnya lu ya udah deh pecah kepa
gue nih. Gitu. Kurang lebih tuh kayak
udah pasrah, capek gitu menghadapi dua
suami istri ini. Jadi, Yaim ini ingin
menunjukkan kalau beliau terjatuh dan
juga stroke yang berarti ancaman santai
terhadap dia itu benar dilakukan oleh
Sahara. Begitulah kurang lebih, Geng,
dari penjelasan Yaimim. Dan setelah
mengetahui hal itu, netizen tahu
faktanya kalau ternyata Sahara dan
Sofian ini menyalahgunakan fasilitas
umum di sana. Yaitu tanah yang
seharusnya dijadikan sebagai jalan umum,
depan rumah orang yang enggak boleh
diparkir mobil malah diparkir. Terus ada
tanah kosong itu punya orang malah
dijadiin tempat markirin usaha dia. Nah,
berbaliklah ke berpihakan netizen yang
tadinya menyalahkan yaimim semuanya
sekarang malah menyalahkan Sahara dan
Sofian. Sekarang semuanya jadi mendukung
Yaimim, geng. Dan setelah Yai Mimini
speak up, banyak orang yang justru
mempertanyakan mengapa pada saat Yaimini
ingin memindahkan mobil Sahara, Sahara
justru keluar bersama dengan Agil, salah
satu stafnya. Dan kenapa Agil yang
terlihat lebih marah dibandingkan Sahara
si pemilik rental? Netizen di saat itu
juga bingung terkait rumah milik Pak
Yono yang diberikan secara cuma-cuma
kepada Sahara dan Sopian. Mengapa bisa
orang memberikan rumah kontrakan kepada
orang lain terlebih lagi di kondisi
ekonomi seperti ini? Dan itu cuma-cuma.
Nah, jadi banyak spekulasi-spekulasi
kotor nih dari netizen. Nah, tapi di
sini gua jelaskan ya, Geng. Semua
spekulasi dan opini bukan berasal dari
gua. Tapi apa yang ada di media sosial
ini gua limpahkan ke kalian, gua
ceritakan ke kalian. Oke. Jadi, geng
dikatakan terkait klaim Yaimim bahwa dia
menyalahgunakan tanah yang seharusnya
diwakafkan untuk jalanan, Sahara ini
dengan tegas menolak klaim tersebut. Dia
bantah, dia bilang, "Enggak ada itu.
Enggak ada. Saya tidak menyalahgunakan
fasilitas umum seperti yang dituduhkan
Yaimim." katanya. Dia bilang kalau dia
lebih dulu menempati lokasi tersebut dan
memiliki bukti kepemilikan sah atas
tanah yang disengketakan. Menurut
Sahara, tanah itu bukan bagian dari
wakaf yang diakui oleh Yaimim sehingga
dia merasa berhak membangun apa saja
yang dia mau dan dia butuhkan di sana.
Nah, camat Lawok Waru yang bernama Rudi
Cahyo juga mengatakan bahwa tanah
tersebut bukanlah tanah wakaf seperti
apa yang diakui oleh Yaimim. Sebab
memang sejak lama tanah itu digunakan
untuk jalan dan jalan tersebut sudah ada
sebelum Yaimim tinggal di sana. Walaupun
Pak Rudi ini membantah soal klaim tanah
wakaf yang disebutkan oleh Yaimim, tapi
Pak Rudi ini gak bisa menunjukkan bukti
hukumnya karena apa yang dia katakan itu
hanya berdasarkan dari keterangan warga
sekitar. Dan kemudian Parudi ini juga
mengatakan bahwa BPN datang ke sana
terkait permasalahan patok tanah yang
dipindahkan oleh Yaimim dan hasilnya
menurut BPM memang patoknya sengaja
dipindahkan. Nah, namun sampai detik ini
belum ada bukti-bukti tersebut. Tetapi
dari pihak Yim sendiri, dia berani
memperlihatkan ee sertifikat tanah
beserta dengan batas patok tersebut. Dan
dia yakin banget itu adalah tanah dia
dan tanah wakaf. Nah, dari keterangan si
Bapak Rudi tadi ya, terkait tanah wakaf
itu yang dia bantah itu bukan tanah
wakaf, banyak netizen yang meragukan
kredibilitas Pak Rudi ini. Jadi netizen
di saat itu mengatakan, "Apa
jangan-jangan Pak Rudi ini takut kepada
suaminya Sahara, kepada Sofian yang mana
Sofian ini adalah seorang ketua ormas.
dari salah satu daerah berinisial M. Gua
enggak perlu sebut deh. Gua malas
ngait-ngaitin daerah. Nanti takutnya
yang kita ceritain si Sofian yang lain
malah tersinggung. Nah, jadi ada satu
daerah ee berinisial M ya. Nah, si
Sofian ini adalah ketua ormasnya. Nah,
dikatakan si Pak Camat tadi takut
terhadap ormas tersebut. Itu menurut
netizen. Menurut kalian gimana, Geng?
Dan sampai saat sekarang ini
permasalahan ini terus berlanjut, Geng.
dan sudah ada mediasi yang digelar di
kantor Kelurahan Merjosari pada hari
Senin tanggal 29 September kemarin. Cuma
mediasi itu ditunda dikarenakan YAIimim
enggak hadir dan oleh karena itu mediasi
akan dijadwal ulang di dalam waktu
dekat. Di sisi lain YAIMI meminta agar
Rektor Universitas Brawijaya ya meninjau
ulang status akademik Sahara karena
ternyata Sahara ini diketahui sedang
menempuh S3 di kampus tersebut. Nah,
terus geng ada beberapa fakta lain nih
geng. Yang pertama itu adalah bagaimana
netizen mencurigai Sahara ini yang
macam-macam. Soal dia bersama Pak Yono
lah, soal dia bersama Agil lah. Nah,
banyak yang mulai mengarah ke sana dan
bahkan sudah banyak yang membuat
memes-memesnya. Ini bisa kalian lihat
sendiri memes-nya.
But
Nah, terus geng ada lagi nih fakta yang
lain ini yang gua dapat juga dari
netizen. Ternyata dikatakan kenapa yaim
ini sebagai pemilik rumah ya, rumah
pribadi, tanah pribadi. Sementara Sahara
dan suaminya Sofian itu cuma ngontrak di
sana. Walaupun dikatakan diberikan
cuma-cuma, tapi justru Yaimim yang
diusir oleh RT, RW, dan warga. Nah,
ternyata setelah ditelusuri, banyak yang
meyakini kalau RT RW di sana ternyata
sama-sama berasal dari daerah M juga.
Suami dari Sahara dikatakan merupakan
ketua ormas dari daerah M. RTRW-nya dari
daerah M juga. Ya, otomatis mereka
bersatu padu untuk mengusir Yaiim. Dan
itulah rumor yang beredar. Menurut
kalian itu benar atau enggak, Geng? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali
ini mengenai masalah dari Yaim, dosen
UIN Malang yang berguling-guling di
tanah yang awalnya netizen ee
menyalahkan dia, mengatakan dia kurang
waras dan berakting dan lain-lain. Tapi
permasalahannya cukup rumit sampai
akhirnya sekarang dia justru dibela oleh
ee masyarakat banyak karena ada beberapa
fakta yang dia beberkan yang mengubah
pandangan masyarakat terhadap kasus ini.
Gimana, Geng, menurut kalian terkait
pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:44 UTC
Categories
Manage