TEW4S FREEPORT MINE WORKERS BURIED IN TUNNEL! MINING TEMPORARILY STOPPED
HojZx4wfb9s • 2025-09-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Jadi, Geng, hari ini kita akan membahas
tentang perusahaan tambang yang mungkin
banyak banget orang Indonesia enggak
suka. Kemarin sempat kita bahas ya, yang
mana gara-gara mereka ini men-support
salah satu festival musik terbesar di
Indonesia yang membuat beberapa musisi
jadi mundur gara-gara perusahaan ini
men-support acara tersebut, yaitu PT
Freeport Indonesia. Hari ini gua pengen
bahas ya terkait sebuah insiden yang
terjadi di awal bulan ini di mana di
perusahaan tersebut terjadi kecelakaan
kerja yang disebabkan oleh longsor. Wah,
seram banget ya. Akhirnya alam bertindak
membela dirinya gitu. Setelah ya
bertahun-tahun dikeruk terus, dikeruk
terus akhirnya diberikan peringatan dan
pelajaran oleh alam. Nah, memang insiden
ini ya rawan banget terjadi di
pertembangan. mungkin menjadi salah satu
resiko ketika orang-orang bekerja di
pertambangan dan itulah mengapa pekerja
di pertambangan itu bisa dikatakan
termasuk dalam pekerjaan yang paling
berbahaya. Sebab kita enggak pernah tahu
kondisi alam ketika itu dan kapan saja
hal kayak gini bisa terjadi. Dan oleh
karena itu, jika bekerja di pertambangan
itu perlu difasilitasi dengan peralatan
yang benar-benar mumpuni untuk
melindungi diri para pekerja. udah pakai
alat keselamatan aja itu belum tentu
bisa menjamin mereka bisa selamat atau
bisa aman 100% apalagi tanpa menggunakan
e alat yang berstandar khusus gitu. Hal
tersebut terjadi di PT Freeport di mana
ada beberapa orang yang terjebak di
sebuah lubang tambang dan dua di antara
mereka pun meninggal dunia di sana.
Proses evakuasinya juga enggak bisa
dikatakan mudah. Sangat-sangat
menyulitkan untuk mengeluarkan mereka
semua dari dalam lubang tersebut. Dan
setelah insiden ini terjadi, bahkan PT
Freeport berhenti sementara
operasionalnya. Dan kabarnya juga, Geng,
gara-gara hal ini membuat saham PT
Freeport itu jadi menurun. Dan hal
tersebut juga berpengaruh terhadap pasok
dikarenakan operasional mereka yang
berhenti. Nah, di video kali ini gua
bakal membahas kecelakaan yang terjadi
di PT Freeport ini. Bagaimana upaya
penyelamatan dan apa saja dampaknya
setelah insiden tersebut terjadi. Nah,
dikarenakan juga ya bekerja di tambang
itu memiliki resiko yang besar bagaimana
penanganan serta penanggulangan dari PT
Freeport jika peristiwa seperti ini
terjadi? Semuanya bakal kita bahas
secara lengkap. Langsung aja. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Ging Geng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita bakal masuk ke dalam
pembahasan kronologi kecelakaan di
Freeport ini.
Jadi, geng, peristiwa ini terjadi pada
awal bulan ini, tepatnya di tanggal 8
September 2025 sekitar jam 10. Malam
waktu Indonesia bagian timur di area
pertambangan bawah tanah Grasberg Block
Cave, panel produksi 28 sampai 30. Nah,
pada saat itu terjadi longsor nih, Geng,
di sana. Dan longsornya itu berasal dari
salah satu titik e di pengambilan
produksi sehingga menyebabkan
tertutupnya akses menuju area kerja. Ada
video-video yang diambil dari kamera
pengawas milik PT Freeport di mana di
dalam video itu bisa terlihat
detik-detik terjadinya material basah.
Jadi, video itu pun beredar ee dan viral
di sosial media. Nah, mantan praktisi
pertambangan di Freeport yang bernama
Bangun Samosir itu juga meyakini area
yang diterjang luncuran material basah
berada di terowongan panel produksi.
Beliau juga berpatokan pada satu video
yang memperlihatkan mesin penghancur
batu atau rock breaker yang mana mesin
ini berfungsi sebagai pemecah batuan
agar bisa masuk ke level transportasi.
Dari video yang berdurasi 16 detik ini,
Pakun ini melihat adanya semburan
material basah yang keluar dari draw
point, yaitu lubang tempat biji mineral
yang rontok keluar dan diangkut. Nah,
semburan tersebut menurut beliau ya
menandakan adanya sumber air yang mana
seharusnya area itu adalah area yang
kering. Dan pada saat material basah ini
meluncur, sayangnya nih, Geng ya, masih
ada pekerja di dalam sana yang membuat
ketika tiba-tiba material itu muncul,
ya, pekerja yang ada di sana tuh enggak
bisa menghindari. Dan hal ini terlihat
dari video-video lain yang mana para
pekerja itu berjalan ke arah yang
kemudian menjadi titik keluarnya
luncuran material basah. Sekitar 6 menit
setelahnya, ada satu pekerja lain yang
berjalan menuju ke arah yang sama, Geng.
Nah, jadi di saat itu udah jam 101 waktu
Indonesia bagian timur malam, yaitu
seorang pekerja terlihat berlari ke arah
yang berlawanan dari dua pekerja
sebelumnya. 3 menit kemudian, ada satu
pekerja tampak berjalan ke arah yang
sama seperti dua pekerja sebelumnya.
Nah, 1 menit setelahnya ya luncuran
material basah termasuk ada juga
bongkahan batu besar mengalir deras
memenuhi panel produksi terowongan di
mana para pekerja tadi berjalan
mondar-mandir. Terowongan tersebut
panjang banget, Geng. Mungkin bisa
sampai beberapa ratus meter. Jika
kejadiannya di tengah terowongan,
pekerja yang ada di ujung terowongan
mungkin enggak tahu mengenai insiden
tersebut. sampai pada akhirnya panel
produksi tertutup semua oleh material
tadi. Sesaat setelah kejadian sempat
terjadi nih, Geng, komunikasi singkat
melalui radio HT. Mungkin untuk
mengabarkan bahwa telah terjadi insiden
tersebut dan dikatakan di sana kalau
mereka terjebak di dalam terowongan.
Nah, lewat komunikasi itulah manajemen
Freeport jadi bisa mengetahui posisi
mereka. Dari komunikasi itu juga
Freeport memprediksi bisa mengevakuasi
pekerja dalam waktu 30 jam. Di dalam 30
jam itu, Freeport sebenarnya sudah
membuat dua terowongan baru. Terowongan
itu digali sampai mencapai lokasi dari
luncuran material basah atau di mana
bencana itu terjadi. Tapi tim evakuasi
tetap enggak bisa menemukan para pekerja
ini tadi. Cuma enggak lama dari itu,
komunikasinya pun terputus yang diduga
karena alat komunikasinya kehabisan
baterai atau bisa jadi alat
komunikasinya rusak gitu, Geng. Karena
udah tertimbun.
[Musik]
Di saat itu, Geng, diketahui ada
sebanyak tujuh orang pekerja yang
terjebak di dalam. Lima orangnya adalah
warga negara Indonesia. Sementara dua
lainnya itu adalah warga negara asing.
Yang mana warga negara Indonesia ini
bernama Irawan, Wigi Hartono, Holong
Gembira Silaban, Dadang Hermanto, dan
Zverius Magai. Nah, sementara dua orang
warga negara asing itu bernama Victor
Manuel Bastida Balesteros yang berasal
dari Chili dan Balisang Telila yang
berasal dari Afrika Selatan. Dari
dokumen Interofice memorandum Freeport
tertanggal 9 September dikatakan nih,
Geng, ya, ketujuh pekerja ini sedang
mengerjakan pengembangan tambang ketika
terdampak luncuran material basah tadi.
Menurut berkas tersebut, material basah
yang berjumlah besar itu menutup akses
dan membatasi rute evakuasi tim yang
ingin menyelamatkan para pekerja. Dan
meskipun begitu ya, juru bicara Freeport
Indonesia yang bernama Katri Krisnati
mengatakan perusahaan itu sudah
mengetahui lokasi dari tujuh pekerja
ini. Mereka diyakini berada di dalam
kondisi yang aman awalnya dan penyediaan
kebutuhan bagi para pekerja sedang
dilakukan. Nah, di dalam pernyataan
tertulis dari Freeport ini, luncuran
material basah yang terjadi itu mencapai
800.000 1000 met ton yang meluap ke
beberapa lantai. Meskipun pihak dari
Freeport itu mengklaim sudah mengetahui
posisi dari tujuh pekerja yang terjebak,
namun hingga beberapa hari setelah
kejadian mereka semua belum berhasil
dievakuasi dan proses penyelamatannya
masih diusahakan. Wah, kasihan banget
ya.
Nah, memang ada beberapa kendala yang
dialami, Geng, ketika proses evakuasi
ini dilakukan. Salah satunya ya karena
material longsor itu memiliki jumlah
yang jauh lebih besar dari yang
dibayangkan sehingga proses evakuasi itu
membutuhkan waktu yang lebih lama dan
dikatakan juga masih ada pergerakan dari
lumpur biji basah yang ada di sana dan
karena insiden ini juga membuat
tertutupnya akses ke area tertentu yang
ada di tambang sehingga membatasi rute
evakuasi untuk ketujuh pekerja tadi. Dan
untuk itu PT Freeport itu menghentikan
aktivitas pertambangan mereka geng. Nah,
ini langka banget nih. Jarang-jarang
terjadi ya Freeport memberhentikan
aktivitas pertambangan yang mana ini kan
bisa merugikan mereka. Dan penghentian
aktivitas pertambangan di area bawah
tanah itu ya dilakukan selagi tim
evakuasi melakukan pembersihan jalur
akses dan evakuasi yang aman bagi
ketujuh para pekerja. Hingga pada hari
Kamis malam tanggal 11 September tahun
2025, tim tanggap darurat Freeport itu
dilaporkan terus bekerja membuka akses
ke lokasi perkiraan keberadaan dari para
pekerja. Jadi masih diperkirakan tuh
lokasinya. Mereka di saat itu
menggunakan alat berat bor sampai dengan
drone. Selain itu, tim juga terus
berusaha memulihkan akses komunikasi ke
para pekerja. Di dalam misi penyelamatan
ini, Freeport bekerja sama dengan
Inspektur Tambang Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral atau ESDM. Terus ada
juga M ID, Freeport, McMoran sampai
dengan pemerintah Papua dan Papua
Tengah. Freeport juga mendatangkan
beberapa anggota keluarga dari para
pekerja yang terjebak. Tujuannya agar
mereka bisa melihat langsung dan
mendapatkan informasi terbaru. Tidak
hanya ya dari berita yang seimbang siur.
Jadi mereka e diperlihatkan langsung
bagaimana usaha dari PT ini
menyelamatkan anggota keluarga mereka
yang terjebak.
Singkat cerita nih, Geng, pada hari
Sabtu tanggal 20 September kemarin, 12
hari setelah kejadian luncuran material
basah, tim evakuasi menemukan dua
pekerja. Ada dua pekerja yang berhasil
ditemukan, yaitu Wigi Hartono, dan juga
Irawan. Cuma mereka ditemukan dalam
kondisi yang udah enggak bernyawa lagi.
Wigi itu berusia 37 tahun, berasal dari
Tulung Agung. Sementara Irawan berusia
47 tahun. Jadi ya udah berumur. Nah, dan
mereka ditemukan tidak di dalam kapsul
penyelamat. Sepertinya kapsul penyelamat
ini semacam alat atau ruang khusus yang
berfungsi untuk melindungi para pekerja
ketika berada dalam keadaan darurat.
Nah, kedua pekerja yang ditemukan ini
justru tertimbun longsor lumpur basah
atau wet mark. Dari informasi yang gua
dapat ya dari media BBC gitu ya, belum
ada keterangan resmi nih dari PT
Freeport mengenai di mana persisnya dua
jenazah ini terkubur atau tertimbun dan
ditemukan. Di bagian lain dalam
keterangan resmi dari PT Freeport,
mereka menyampaikan belas sungkawa
kepada keluarga korban dan memastikan
akan ada pendampingan penuh bagi
keluarga korban. Selain itu, Freeport
juga bakal terus melanjutkan upaya
pencarian dan penyelamatan kepada para
pekerja lain dengan mengerahkan segala
upaya. Jadi masih ada lima orang
lainnya, Geng, yang terjebak di dalam
tambang tersebut dan belum diketahui
bagaimana kondisi mereka.
Dari informasi media BBC, ya dikatakan
kalau Freeport itu tidak mempublikasikan
informasi mengenai identitas para
pekerja dan bagaimana mereka berelasi
dengan keluarga pekerja setelah
peristiwa luncuran material basah. Saat
Wigi Hartono dan Irawan dikabarkan sudah
ditemukan pada tanggal 20 September
kemarin, tidak ada juga keterangan dari
Freeport mengenai rencana penerbangan
jenazah menuju ke kampung halaman
mereka. Freeport juga tidak
memberitahukan terkait santunan atau
bentuk tanggung jawab lain yang mereka
berikan kepada keluarga Wigih serta
Irawan. Nah, Sabtu sore hari yang sama
ketika Wigih ditemukan, jenazahnya itu
diberangkatkanlah ke rumah keluarganya
yang berada di Ponorogo, Jawa Timur. Dan
jenazahnya sampai pada hari Minggu dini
hari lalu langsung disemayamkan.
disalatkan dan dimakamkan di pemakaman
yang ada di Desa Nambak pada tanggal 21
September. Nah, cuma geng istrinya yang
bernama Jarmini tidak mengikuti proses
pemakaman. Dia memilih berada di rumah
karena masih syok dengan apa yang
terjadi kepada sang suami. Sebab Wigih
adalah tulang punggung bagi keluarga.
Nah, meninggalnya Wigih ini menyisakan
duka yang begitu dalam bagi keluarga,
Geng. Dia meninggalkan istri serta dua
anaknya yang masih kecil-kecil. Menurut
informasi yang gua ketahui ya, Geng,
ternyata Wigih ini bukan staf PT
Freeport. Status kepegawaiannya itu
terikat pada PT Cita Kontrak, perusahaan
yang mengurus kelistrikan di tambang
bawah tanah Freeport. Nah, sebelum dia
terbang ke Temagapura untuk menjadi
teknisi kelistrikan di Freeport, Wigih
ini sudah merasakan jatuh bangun di
dalam kehidupannya yang mana ya
kehidupannya cukup pahit ya di dalam
meniti karir. Dia itu baru selama 7
tahun terakhir bekerja di Tembagapura
yaitu di pertambangan PT Freeport. Tapi
dia bukan bagian dari Freeport. Nah, dia
cuma apa ya? Bagian dari perusahaan
pihak ketiga yang mengurus kelistrikan.
Setiap tahunnya Wigih ini pasti mudik ke
kampung halaman untuk bertemu dengan
keluarga. Dan enggak lama setelah Wig eh
terjebak di terowongan panel produksi
Grasberg Block Cave, handphone adiknya
yang bernama Imam itu sempat berbunyi
yang mana itu adalah telepon dari
saudara iparnya Wigih yang bernama
Halim. Nah, dialah yang memberikan kabar
bahwa Wigih terjebak di dalam lubang
tambang. Imam diminta untuk menghubungi
keluarga yang ada di Tulung Agung dan
menjaga ibunya agar tidak kaget
mendengar kabar ini. Nah, Halim juga
mengajak Imam untuk terbang ke Timika
agar bisa memantau proses evakuasi dari
Wigi. Tapi imam di saat itu tidak
menyanggupi karena tidak bisa
mendapatkan cuti dari tempat kerjanya.
Yang mana pada akhirnya Halim berangkat
bersama dengan Jarmini ke sana. Imam dan
anggota keluarganya yang lain terus
berharap bahwa Wigih bisa keluar dari
sana dengan selamat. Namun ketika mereka
berada di tembagapura, Halim dan Jarmini
malah diminta untuk melihat sosok
jenazah dan diminta untuk memastikan
identitas yang mana itu adalah Wigi.
Sebelum dia bekerja di Papua, hidupnya
pas-pasan. Ketika sudah bisa merasakan
kehidupan yang lebih baik, nasibnya
justru berakhir terjebak di lubang
tambang dan meninggal dunia. Sedih
banget gitu ya kisah hidup Wigih ini.
Lalu, geng, di tanggal 21 September itu
juga jenazah Irawan juga dipulangkan dan
dimakamkan di Cilacap, Jawa Tengah. Sama
dengan Wigi, Irawan juga berstatus
sebagai pegawai PT Cita Kontrak. Jadi
bukan pegawai dari Freeport. Nah, dia
mulai bekerja di e pertambangan Freeport
itu sekitar 9 tahunan. Nah, Irawan ini
juga meninggalkan istri yang bernama Dwi
Saptorini serta dua orang anak. Nah,
sekitar 1 bulan sebelum kejadian ini,
Irawan ini sempat menghabiskan masa
cutinya di Cilacap. Tapi enggak lama
setelah Irawan kembali ke Tembagapura
ya, istrinya Dwi terbang ikut ke kota
tambang yang ada di Kaki Puncak Jaya
untuk bisa melihat proses evakuasi dan
memastikan jenazah sang suami. Nah, di
mata keluarga Irawan ini dikenal sebagai
orang yang pendiam, tidak neko-neko, dan
cukup rajin beribadah. Terakhir kali dia
sempat bilang ke saudaranya yang bernama
Sigit Wahyudi kalau dia berencana untuk
berkurban. Sayangnya niat baiknya itu
belum tercapai dan dia harus menghadap
Yang Maha Kuasa.
Nah, itu dia geng kronologi singkat
ketika terjadinya longsor material basah
di dalam lubang tambang PT Freeport. Ya,
memang itu menjadi salah satu resiko
yang harus diperhintungkan ketika
seseorang ingin bekerja di dalam lubang
tambang. Makanya enggak heran juga kalau
salah satu pekerjaan yang gajinya
tertinggi ya adalah e di pertambangan
karena resikonya enggak main-main. Tapi
bisa enggak ya, Geng, ee Freeport atau
perusahaan tambang lainnya menghindari
para pekerja mereka yang terdampak
terhadap luncuran materi basah ini atau
justru akan sulit ya akan sulit untuk
menangani hal ini. Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan mengenai
upaya PT Freeport menghindarkan para
pekerja yang terdampak.
Jadi, Geng, pasca insiden ini, kira-kira
gimana nih para pekerja lain menanggapi
situasi kali ini? Apakah mereka takut
jika suatu saat insiden yang sama
menimpa mereka atau justru sebaliknya
mereka menganggap bahwa apa yang terjadi
adalah resiko pekerjaan yang tidak bisa
dihindari. Nah, jadi informasi ini gua
ambil dari media BBC yang mewawancarai
sejumlah orang yang bekerja di lokasi
yang sama dari para pekerja yang
terjebak tadi. Cuma, Geng, banyak dari
mereka yang tidak mau berbicara kepada
publik, kayaknya takut gitu, ya. Ada
satu mantan pekerja Freeport yang
kemudian mau angkat bicara. Namanya itu
adalah Panji, tapi kayaknya ini bukan
nama aslinya. Jadi, Geng, Panji ini
bekerja di Freeport hampir 10 tahun
lamanya. Selama dia bekerja di sana,
Panji ini bekerja di sebuah tim yang
memantau pergerakan batuan di bawah
tanah, termasuk juga material basah atau
wetmark. Sehari-hari, Panji dan timnya
itu pindah dari satu blok tambang ke
blok tambang yang lain. Nah, karena itu
dia memiliki pengalaman dari seluruh
blok tambang di bawah tanah Freeport,
yaitu Grasberg Block Cave yang mulai
ditambang pada tahun 2019. Terus ada
deep or zone yang berhenti produksi
tahun 2021. Terus ada Deep Meal Level
Zone yang dibuka pada tahun 2004 dan Big
Go Sun yang mulai diproduksi tahun 2009.
Di dalam sehari Panji dan timnya itu
kerja selama 12 jam. Di dalam seminggu
mereka bekerja selama 5 hari. Proses
produksi di tambang bawah tanah Freeport
ini berlangsung 24 jam dalam sehari dan
juga 7 hari dalam seminggu. Itu semua
enggak pernah berhenti, Geng. Nah, untuk
mengantisipasi resiko terjadinya
kecelakaan kerja, Panji mengatakan para
pekerja mendapatkan pelatihan
keselamatan ketika pertama kali
bergabung ke Freeport ini. Pelatihan itu
meliputi protokol menghadapi batuan
jatuh, luncuran material basah kayak
yang terjadi sekarang, kebakaran sampai
dengan gas yang beracun. Para pekerja
Freeport ini wajib mengulangi pelatihan
itu sebanyak dua kali dalam setahun. Dan
setiap pagi mereka juga pasti ada
evaluasi terkait keamanan kerja. Nah,
Panji menyebutkan kalau prosedur
keselamatan di Freeport sangat ketat
sebenarnya dan semua pekerjanya wajib
ikut dan kalau tidak ikut akan disksi.
Nah, bagi yang belum mengulang pelatihan
maka mereka tidak boleh kerja. Meskipun
begitu ya, pelatihan yang berulang tidak
semerta-merta membuat rasa cemas dan
khawatir para pekerja ee jadi selesai
gitu aja. Rasa khawatir itu adalah hal
yang wajar karena bagian dari sifat di
dalam diri setiap manusia, Geng. Nah,
dari cerita Panji, kalau dengar bunyi
batu retak, bunyi material basah, atau
lihat adanya luncuran material basah,
tetap aja para pekerja ini bakal lari,
bakal kabur. Bunyi-bunyi itu terdengar
oleh para pekerja setiap hari di tambang
bawah tanah. Bunyi itu dipicu oleh
teknik penambangan Freeport yang
berbasis peledakan untuk membuat biji
mineral retak. Nah, dengan cara itu,
biji mineral yang mengandung perak,
tembaga, dan emas akan retak lalu
berjatuhan secara perlahan karena adanya
gaya gravitasi. Nah, Freeport sendiri
sudah mengembangkan sistem pengamanan
yang bisa menyangga batuan-batuan yang
jatuh agar tidak langsung menimpa para
pekerja yang ada di bawah tanah. Nah,
tapi berbagai mitigasi itu tetap enggak
bisa menghindarkan e Panji sendiri dari
peristiwa batuan jatuh dan juga luncuran
material basah. Karena tugasnya untuk
menganalisa perubahan kondisi batuan,
Panji sering sekali masuk ke dalam
lubang-lubang yang tidak punya
penyangga. pernah ketika dia sedang
bertugas di blok Deep Meal Level Zone
ya, ada batuan yang berada di atas
kepalanya pecah, suara itu terdengar
seperti ledakan. Dan mendengar hal itu,
Panji langsung melepas semua
alat-alatnya dan dia lari ke jalur
evakuasi secepat yang dia bisa. Di dalam
insiden lain di blok Deep Oron ya, Panji
dan rekannya yang lain sedang mengukur
dinding terowongan panel produksi. Dan
sama seperti video yang beredar,
material basah itu keluar meluncur dari
atas. Kecepatannya memang gak terlalu
kencang, tapi bunyinya itu seperti tanah
longsor dan itu terdengar dari dalam
lubang. Nah, bagi Panji dan pekerja lain
ya tentulah insiden itu adalah hal yang
menakutkan. Kenapa? Karena resikonya
pasti bakal mengancam nyawa. Ya mau
gimana lagi, Geng? Gajinya enggak
main-main. Gaji yang didapatkan itu
besar banget. Jadi sebanding dengan
nyawa yang dipertaruhkan. Nah, tapi pada
akhirnya nih, Geng. Panji sendiri merasa
bahwa dia tidak seharusnya bekerja atas
dasar mengejar uang aja dan memilih
untuk keluar dari Freeport. Di saat itu,
dia pun memilih pekerjaan yang lebih
aman. Nah, hal yang sama juga dirasakan
oleh Bangun, mantan praktisi
pertambangan di Freeport yang sempat gue
bahas di awal. Di tahun 1980-an, dia
bekerja di dalam proyek pengembangan
blok tambang bawah tanah Gunung Bijih,
Timur. Dan saking capeknya beliau ini
duduk di bukaan panel yang baru
diledakkan. Dan suatu waktu tiba-tiba
ada batu besar sebesar lemari yang jatuh
pas di samping kakinya. Dia berpikir dia
gak akan selamat ketika itu. Tapi sejak
saat itu ya selama bekerja di Freeport
dia berusaha untuk menanggulangi
kecemasan yang ada di dalam dirinya dia
ketika bekerja di bawah tanah. Karena
itu bakal deg-degan banget karena dia
enggak tahu kapan naas atau kemalangan
bisa ya datang kepada dia. Nah, rasa
takut menurut dia justru akan mengurangi
kesiapan untuk keselamatan diri. Dan
bagi dia ketika dia sudah masuk ke dalam
tanah, dia sudah tidak mengharapkan dia
bisa keluar hidup-hidup gitulah kurang
lebih. Nah, kalau selamat ya
alhamdulillah. Kalau enggak ya sudah
takdir. Keikhlasan tersebut dia lakukan
supaya dia enggak terlalu stres. Karena
kalau dia makin stres, maka akan
meningkatkan ya kemungkinan kecelakaan
kerjanya.
Nah, lalu yang jadi pertanyaannya nih,
Geng. Apakah Freeport bisa menghindarkan
para pekerja ini yang terdampak luncuran
material basah dari kejadian-kejadian
yang mengerikan kayak gini? Nah, ada
penelitian di lingkup internal Freeport
yang dipaparkan pada sebuah konferensi
geomekanika di Australia pada tahun
2024. Dari riset itu dikatakan luncuran
material basah pertama kali terjadi di
tambang bawah tanah Freeport pada tahun
1989. Peristiwa ini diyakini ya terjadi
sebagai akibat dari proses kominusi
alias permukaan biji mineral di bawah
tanah serta curah hujan yang tinggi di
sekitar area pertambangan. Nah, riset
tersebut juga menunjukkan bahwa produksi
di Blok Deep Orzon itu dari tahun 1996
sampai tahun 2021 memberikan banyak
pengalaman peristiwa luncuran material
basah. Dari rentetan kejadian itu,
Freeport disebut terus memperbaiki
teknis e produksi mereka, termasuk
dengan mengurangi aktivitas pekerja
dengan menggunakan peralatan yang
dikendalikan dari jarak jauh. Nah, udah
mulai pakai remote, pakai robot gitu.
Nah, dan riset itu mengklaim bahwa
Freeport membangun blok tambang Grasberg
block dan deep mile level zone itu
berdasarkan evaluasi luncuran material
basah yang ada di deep zone. Jadi mereka
tuh udah belajar dari kejadian-kejadian
sebelumnya. Jadi mereka terus
berevaluasi. Tapi, Geng, menurut seorang
profesor ilmu pertambangan di ITB yang
bernama Rido Watimena, dia mengatakan
resiko luncuran material basah itu
enggak bisa sepenuhnya ditekan, Geng.
Alasannya karena sampai saat ini belum
ada teknologi yang bisa memprediksi
volume material basah di sebuah blok
tambang bawah tanah. Jadi itu bisa kapan
aja, bisa sebesar apa aja. Nah, dia
sangat mengetahui berbagai aspek
pertambangan bawah tanah Freeport. Di
dalam studi doktoralnya ya, Pak Rido ini
secara spesifik membahas metode block
caving yang dijalankan oleh PT Freeport.
Metode penambangan block caving ini yang
digunakan oleh Freeport menurut beliau
akan selalu menciptakan material basah.
Peledakan biji mineral itu menciptakan
butiran biji yang pada saat tertentu
bakal bercampur dengan air tanah
sehingga volumenya bisa meningkat ketika
curah hujan tinggi. Selama ini, Geng,
volume luncuran material basah di
Freeport mungkin kecil, jadi masih bisa
diatasi dengan standar operasional yang
sudah diterapkan. Nah, tapi geng
bagaimanapun juga Pak Rido ini
menyebutkan perlu adanya investigasi
menyeluruh terhadap luncuran material
basah di Grasberg Block Cave. Sebab
investigasi tersebut adalah hal yang
penting untuk dilakukan. Ditambah lagi
insiden serupa juga pernah terjadi.
Contohnya di tanggal 14 Mei tahun 2013
terjadinya longsor yang merenggut nyawa
28 orang dari 34 pekerja yang terjebak.
2 minggu kemudian pada tanggal 31 Mei
2013, ada seorang pekerja kembali
mengalami kecelakaan setelah tertimpa
material lumpur. Dia juga menambahkan
bahwa pemerintah yang seharusnya
melakukan penyelidikan itu melalui
inspektur pertambangan yang berada di
bawah Kementerian ESDM. Dalam pernyataan
tertulis, Freeport sudah berjanji bakal
mengusut luncuran material basah yang
sudah menyebabkan kematian bagi banyak
para pekerja. Dan tim investigasi ya
diklaim akan diisi oleh sejumlah ahli
dari luar manajemen Freeport.
Investigasinya direncanakan selesai pada
tahun ini karena udah memakan banyak
korban.
Nah, jadi itu dia, Geng, penjelasan
terkait apa yang bisa dilakukan oleh PT
Freeport untuk bisa mengantisipasi ya
pekerjanya agar tidak terkena luncuran
material basah atau insiden-insiden
berbahaya lain yang terjadi di bawah
tanah pertambangan. Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam penjelasan mengenai
apa saja dampak yang ditimbulkan setelah
insiden tersebut, Geng. kita bahas.
Jadi, Geng, karena masih adanya upaya
pencarian terhadap lima orang pekerja
tadi sampai sekarang ya, Freeport masih
menghentikan operasional pertambangan.
Menteri Bahlil Lahadalia selaku Menteri
ESDM itu bilang sejak kejadian itu dia
ini langsung berkoordinasi dengan
manajemen Freeport dengan diputuskan
agar menghentikan aktivitas produksi
sehingga tenaga dan waktu bisa
difokuskan untuk mencari para pekerja
yang masih terjebak. Nah, karena udah
hampir 3 minggu tidak ada produksi,
tentunya hal ini berdampak pada
produktivitas dan pendapatan PT itu,
baik bagi perusahaan maupun bagi daerah.
Nah, namun tetap aja yang menjadi
fokusnya adalah keselamatan pekerja. Dan
kemudian Triwinarno selaku Dirjen
Minerba ESDM itu mengatakan dua orang
warga negara asing yang ikut terjebak di
dalam itu sudah diinformasikan ke
kedutaan masing-masing. Nah, Bahlil juga
mengatakan terus menjalin komunikasi
dengan Presiden Direktur Freeport
Indonesia yaitu Tony Wenas serta tim
inspektur tambang yang berada di lokasi.
Nah, timnya berada di Tembagapura untuk
melaporkan bahwa proses evakuasi itu
masih terus berjalan dan belum ada
aktivitas produksi sama sekali.
proses ee persiapan evakuasi. Cuaca di
sana memang masih dalam kondisi yang
belum memungkinkan karena memang itu kan
terjadi di underground.
Terus, Geng, Triwinarno itu bilang bahwa
Kementerian ISDM membuka peluang
dilakukannya investigasi terhadap
longsor yang terjadi di tambang bawah
tanah Grasberg Block Cave milik Freeport
ini. Investigasi tersebut bakal
dilakukan oleh Inspektur Tambang
Kementerian ISDM untuk mengetahui
langkah selanjutnya yang bakal diambil
oleh pemerintah. Tapi geng, Tri belum
bisa memastikan kapan proses investigasi
tersebut bisa dilakukan. Sebab saat ini
proses evakuasi pekerja di tambang bawah
tanah ini masih terus berlangsung.
Terkait dengan hal tersebut, Tri
menjelaskan hasil investigasi yang
dilakukan bisa dijadikan landasan
pemberian sanksi terhadap Freeport, baik
berupa penghentian operasional tambang
sementara maupun penghentian secara
permanen. Tapi kayaknya kalau permanen
enggak mungkin banget. Nah, bagaimanapun
juga ini menegaskan bahwa hal tersebut
masih merupakan opsi dan kemungkinan
aja, Geng. Hasilnya sendiri belum
diputuskan oleh kementerian dan Freeport
memperkirakan operasi di Grasburg e
salah satu tambang emas dan tembaga
terbesar di dunia kemungkinan akan
dimulai kembali secara bertahap pada
paruh pertama tahun 2026. Dan selain
itu, Freeport juga mengindikasikan bahwa
produksi tahun 2026 di unit operasinya
di Indonesia berpotensi turun sekitar
35%. Jadi rugi mereka. Perusahaan
sebelumnya sedang membangun smelter di
Indonesia yang rusak akibat kebakaran
tahun lalu dan saat ini smelter itu udah
ditutup. Nah, harga tembaga di London
Metal Exchange juga melonjak lebih dari
3% hingga level tertinggi dalam lebih
dari 15 bulan pada hari Rabu tanggal 24
September setelah pemberitahuan Freeport
tersebut. Nah, kondisi ini ikut
menurunkan saham Freeport sebanyak 10,4%
di New York. Nah, sementara itu Goldman
Sach ya juga memangkas proyeksi pasokan
tambang tembaga global untuk tahun 2025
dan 2026. Hal ini menjadi dampak
terjadinya longsoran di Grasberg Block
Cave. Nah, Goldman Sax itu memperkirakan
total kehilangan pasokan tembaga itu
mencapai 525.000 ton sebagai imbas dari
gangguan tersebut. Proyeksi pasokan
tambang global pun dipangkas sebesar
160.000
ton pada paruh kedua tahun 2025 dan
200.000 1000 ton pada tahun 2026. Nah,
produksi Grasberg kini diperkirakan
turun 250.000 sampai 260.000 ton pada
tahun 2025 dan berkurang sebanyak
270.000 ton pada tahun 2026. Freeport
menilai pada kuartal 4 2025 akan sangat
rendah karena area tambang yang tidak
terdampak baru bisa kembali beroperasi
di pertengahan kuartal dengan porsi
sekitar 30 sampai 40% dari kapasitas
tahunan. Karena area tambang Graceberg
ini diperkirakan baru bisa beroperasi
kembali pada tahun 2026. Goldman Saxs
itu menegaskan e kehilangan produksi
karena hal ini yang mana ini melampaui
perkiraan normal gangguan pasukan global
yang biasanya mereka perhitungkan. Nah,
jadi ini untuk pertama kali ini, Geng,
ya. Freeport ditegur oleh alam. Freeport
menghentikan sementara ya produksi
mereka dan ruginya sampai 35%.
Itu dia geng pembahasan kita kali ini
terkait kecelakaan yang terjadi di PT
Freeport. Gua yakin banget pemberitaan
ini enggak bakal banyak di media massa
karena ya hal-hal kayak gini bakal
ditutup-tutupi. Ya, kita doakan aja ya
bagi para pekerja yang masih belum
ditemukan untuk segera ditemukan karena
mau gimanapun juga mereka itu ya bekerja
untuk keluarga, tulang punggung
keluarga. Bagaimanapun juga kalian tidak
suka dengan PT ini, tapi para pekerja di
sana tidak salah. Mereka hanya mencari
sesuap nasi. Oke, Geng. Gimana menurut
kalian tentang pembahasan kita kali ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:04 UTC
Categories
Manage