TEW4S FREEPORT MINE WORKERS BURIED IN TUNNEL! MINING TEMPORARILY STOPPED
HojZx4wfb9s • 2025-09-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jadi, Geng, hari ini kita akan membahas tentang perusahaan tambang yang mungkin banyak banget orang Indonesia enggak suka. Kemarin sempat kita bahas ya, yang mana gara-gara mereka ini men-support salah satu festival musik terbesar di Indonesia yang membuat beberapa musisi jadi mundur gara-gara perusahaan ini men-support acara tersebut, yaitu PT Freeport Indonesia. Hari ini gua pengen bahas ya terkait sebuah insiden yang terjadi di awal bulan ini di mana di perusahaan tersebut terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh longsor. Wah, seram banget ya. Akhirnya alam bertindak membela dirinya gitu. Setelah ya bertahun-tahun dikeruk terus, dikeruk terus akhirnya diberikan peringatan dan pelajaran oleh alam. Nah, memang insiden ini ya rawan banget terjadi di pertembangan. mungkin menjadi salah satu resiko ketika orang-orang bekerja di pertambangan dan itulah mengapa pekerja di pertambangan itu bisa dikatakan termasuk dalam pekerjaan yang paling berbahaya. Sebab kita enggak pernah tahu kondisi alam ketika itu dan kapan saja hal kayak gini bisa terjadi. Dan oleh karena itu, jika bekerja di pertambangan itu perlu difasilitasi dengan peralatan yang benar-benar mumpuni untuk melindungi diri para pekerja. udah pakai alat keselamatan aja itu belum tentu bisa menjamin mereka bisa selamat atau bisa aman 100% apalagi tanpa menggunakan e alat yang berstandar khusus gitu. Hal tersebut terjadi di PT Freeport di mana ada beberapa orang yang terjebak di sebuah lubang tambang dan dua di antara mereka pun meninggal dunia di sana. Proses evakuasinya juga enggak bisa dikatakan mudah. Sangat-sangat menyulitkan untuk mengeluarkan mereka semua dari dalam lubang tersebut. Dan setelah insiden ini terjadi, bahkan PT Freeport berhenti sementara operasionalnya. Dan kabarnya juga, Geng, gara-gara hal ini membuat saham PT Freeport itu jadi menurun. Dan hal tersebut juga berpengaruh terhadap pasok dikarenakan operasional mereka yang berhenti. Nah, di video kali ini gua bakal membahas kecelakaan yang terjadi di PT Freeport ini. Bagaimana upaya penyelamatan dan apa saja dampaknya setelah insiden tersebut terjadi. Nah, dikarenakan juga ya bekerja di tambang itu memiliki resiko yang besar bagaimana penanganan serta penanggulangan dari PT Freeport jika peristiwa seperti ini terjadi? Semuanya bakal kita bahas secara lengkap. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Ging Geng. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bakal masuk ke dalam pembahasan kronologi kecelakaan di Freeport ini. Jadi, geng, peristiwa ini terjadi pada awal bulan ini, tepatnya di tanggal 8 September 2025 sekitar jam 10. Malam waktu Indonesia bagian timur di area pertambangan bawah tanah Grasberg Block Cave, panel produksi 28 sampai 30. Nah, pada saat itu terjadi longsor nih, Geng, di sana. Dan longsornya itu berasal dari salah satu titik e di pengambilan produksi sehingga menyebabkan tertutupnya akses menuju area kerja. Ada video-video yang diambil dari kamera pengawas milik PT Freeport di mana di dalam video itu bisa terlihat detik-detik terjadinya material basah. Jadi, video itu pun beredar ee dan viral di sosial media. Nah, mantan praktisi pertambangan di Freeport yang bernama Bangun Samosir itu juga meyakini area yang diterjang luncuran material basah berada di terowongan panel produksi. Beliau juga berpatokan pada satu video yang memperlihatkan mesin penghancur batu atau rock breaker yang mana mesin ini berfungsi sebagai pemecah batuan agar bisa masuk ke level transportasi. Dari video yang berdurasi 16 detik ini, Pakun ini melihat adanya semburan material basah yang keluar dari draw point, yaitu lubang tempat biji mineral yang rontok keluar dan diangkut. Nah, semburan tersebut menurut beliau ya menandakan adanya sumber air yang mana seharusnya area itu adalah area yang kering. Dan pada saat material basah ini meluncur, sayangnya nih, Geng ya, masih ada pekerja di dalam sana yang membuat ketika tiba-tiba material itu muncul, ya, pekerja yang ada di sana tuh enggak bisa menghindari. Dan hal ini terlihat dari video-video lain yang mana para pekerja itu berjalan ke arah yang kemudian menjadi titik keluarnya luncuran material basah. Sekitar 6 menit setelahnya, ada satu pekerja lain yang berjalan menuju ke arah yang sama, Geng. Nah, jadi di saat itu udah jam 101 waktu Indonesia bagian timur malam, yaitu seorang pekerja terlihat berlari ke arah yang berlawanan dari dua pekerja sebelumnya. 3 menit kemudian, ada satu pekerja tampak berjalan ke arah yang sama seperti dua pekerja sebelumnya. Nah, 1 menit setelahnya ya luncuran material basah termasuk ada juga bongkahan batu besar mengalir deras memenuhi panel produksi terowongan di mana para pekerja tadi berjalan mondar-mandir. Terowongan tersebut panjang banget, Geng. Mungkin bisa sampai beberapa ratus meter. Jika kejadiannya di tengah terowongan, pekerja yang ada di ujung terowongan mungkin enggak tahu mengenai insiden tersebut. sampai pada akhirnya panel produksi tertutup semua oleh material tadi. Sesaat setelah kejadian sempat terjadi nih, Geng, komunikasi singkat melalui radio HT. Mungkin untuk mengabarkan bahwa telah terjadi insiden tersebut dan dikatakan di sana kalau mereka terjebak di dalam terowongan. Nah, lewat komunikasi itulah manajemen Freeport jadi bisa mengetahui posisi mereka. Dari komunikasi itu juga Freeport memprediksi bisa mengevakuasi pekerja dalam waktu 30 jam. Di dalam 30 jam itu, Freeport sebenarnya sudah membuat dua terowongan baru. Terowongan itu digali sampai mencapai lokasi dari luncuran material basah atau di mana bencana itu terjadi. Tapi tim evakuasi tetap enggak bisa menemukan para pekerja ini tadi. Cuma enggak lama dari itu, komunikasinya pun terputus yang diduga karena alat komunikasinya kehabisan baterai atau bisa jadi alat komunikasinya rusak gitu, Geng. Karena udah tertimbun. [Musik] Di saat itu, Geng, diketahui ada sebanyak tujuh orang pekerja yang terjebak di dalam. Lima orangnya adalah warga negara Indonesia. Sementara dua lainnya itu adalah warga negara asing. Yang mana warga negara Indonesia ini bernama Irawan, Wigi Hartono, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, dan Zverius Magai. Nah, sementara dua orang warga negara asing itu bernama Victor Manuel Bastida Balesteros yang berasal dari Chili dan Balisang Telila yang berasal dari Afrika Selatan. Dari dokumen Interofice memorandum Freeport tertanggal 9 September dikatakan nih, Geng, ya, ketujuh pekerja ini sedang mengerjakan pengembangan tambang ketika terdampak luncuran material basah tadi. Menurut berkas tersebut, material basah yang berjumlah besar itu menutup akses dan membatasi rute evakuasi tim yang ingin menyelamatkan para pekerja. Dan meskipun begitu ya, juru bicara Freeport Indonesia yang bernama Katri Krisnati mengatakan perusahaan itu sudah mengetahui lokasi dari tujuh pekerja ini. Mereka diyakini berada di dalam kondisi yang aman awalnya dan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja sedang dilakukan. Nah, di dalam pernyataan tertulis dari Freeport ini, luncuran material basah yang terjadi itu mencapai 800.000 1000 met ton yang meluap ke beberapa lantai. Meskipun pihak dari Freeport itu mengklaim sudah mengetahui posisi dari tujuh pekerja yang terjebak, namun hingga beberapa hari setelah kejadian mereka semua belum berhasil dievakuasi dan proses penyelamatannya masih diusahakan. Wah, kasihan banget ya. Nah, memang ada beberapa kendala yang dialami, Geng, ketika proses evakuasi ini dilakukan. Salah satunya ya karena material longsor itu memiliki jumlah yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan sehingga proses evakuasi itu membutuhkan waktu yang lebih lama dan dikatakan juga masih ada pergerakan dari lumpur biji basah yang ada di sana dan karena insiden ini juga membuat tertutupnya akses ke area tertentu yang ada di tambang sehingga membatasi rute evakuasi untuk ketujuh pekerja tadi. Dan untuk itu PT Freeport itu menghentikan aktivitas pertambangan mereka geng. Nah, ini langka banget nih. Jarang-jarang terjadi ya Freeport memberhentikan aktivitas pertambangan yang mana ini kan bisa merugikan mereka. Dan penghentian aktivitas pertambangan di area bawah tanah itu ya dilakukan selagi tim evakuasi melakukan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi ketujuh para pekerja. Hingga pada hari Kamis malam tanggal 11 September tahun 2025, tim tanggap darurat Freeport itu dilaporkan terus bekerja membuka akses ke lokasi perkiraan keberadaan dari para pekerja. Jadi masih diperkirakan tuh lokasinya. Mereka di saat itu menggunakan alat berat bor sampai dengan drone. Selain itu, tim juga terus berusaha memulihkan akses komunikasi ke para pekerja. Di dalam misi penyelamatan ini, Freeport bekerja sama dengan Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM. Terus ada juga M ID, Freeport, McMoran sampai dengan pemerintah Papua dan Papua Tengah. Freeport juga mendatangkan beberapa anggota keluarga dari para pekerja yang terjebak. Tujuannya agar mereka bisa melihat langsung dan mendapatkan informasi terbaru. Tidak hanya ya dari berita yang seimbang siur. Jadi mereka e diperlihatkan langsung bagaimana usaha dari PT ini menyelamatkan anggota keluarga mereka yang terjebak. Singkat cerita nih, Geng, pada hari Sabtu tanggal 20 September kemarin, 12 hari setelah kejadian luncuran material basah, tim evakuasi menemukan dua pekerja. Ada dua pekerja yang berhasil ditemukan, yaitu Wigi Hartono, dan juga Irawan. Cuma mereka ditemukan dalam kondisi yang udah enggak bernyawa lagi. Wigi itu berusia 37 tahun, berasal dari Tulung Agung. Sementara Irawan berusia 47 tahun. Jadi ya udah berumur. Nah, dan mereka ditemukan tidak di dalam kapsul penyelamat. Sepertinya kapsul penyelamat ini semacam alat atau ruang khusus yang berfungsi untuk melindungi para pekerja ketika berada dalam keadaan darurat. Nah, kedua pekerja yang ditemukan ini justru tertimbun longsor lumpur basah atau wet mark. Dari informasi yang gua dapat ya dari media BBC gitu ya, belum ada keterangan resmi nih dari PT Freeport mengenai di mana persisnya dua jenazah ini terkubur atau tertimbun dan ditemukan. Di bagian lain dalam keterangan resmi dari PT Freeport, mereka menyampaikan belas sungkawa kepada keluarga korban dan memastikan akan ada pendampingan penuh bagi keluarga korban. Selain itu, Freeport juga bakal terus melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan kepada para pekerja lain dengan mengerahkan segala upaya. Jadi masih ada lima orang lainnya, Geng, yang terjebak di dalam tambang tersebut dan belum diketahui bagaimana kondisi mereka. Dari informasi media BBC, ya dikatakan kalau Freeport itu tidak mempublikasikan informasi mengenai identitas para pekerja dan bagaimana mereka berelasi dengan keluarga pekerja setelah peristiwa luncuran material basah. Saat Wigi Hartono dan Irawan dikabarkan sudah ditemukan pada tanggal 20 September kemarin, tidak ada juga keterangan dari Freeport mengenai rencana penerbangan jenazah menuju ke kampung halaman mereka. Freeport juga tidak memberitahukan terkait santunan atau bentuk tanggung jawab lain yang mereka berikan kepada keluarga Wigih serta Irawan. Nah, Sabtu sore hari yang sama ketika Wigih ditemukan, jenazahnya itu diberangkatkanlah ke rumah keluarganya yang berada di Ponorogo, Jawa Timur. Dan jenazahnya sampai pada hari Minggu dini hari lalu langsung disemayamkan. disalatkan dan dimakamkan di pemakaman yang ada di Desa Nambak pada tanggal 21 September. Nah, cuma geng istrinya yang bernama Jarmini tidak mengikuti proses pemakaman. Dia memilih berada di rumah karena masih syok dengan apa yang terjadi kepada sang suami. Sebab Wigih adalah tulang punggung bagi keluarga. Nah, meninggalnya Wigih ini menyisakan duka yang begitu dalam bagi keluarga, Geng. Dia meninggalkan istri serta dua anaknya yang masih kecil-kecil. Menurut informasi yang gua ketahui ya, Geng, ternyata Wigih ini bukan staf PT Freeport. Status kepegawaiannya itu terikat pada PT Cita Kontrak, perusahaan yang mengurus kelistrikan di tambang bawah tanah Freeport. Nah, sebelum dia terbang ke Temagapura untuk menjadi teknisi kelistrikan di Freeport, Wigih ini sudah merasakan jatuh bangun di dalam kehidupannya yang mana ya kehidupannya cukup pahit ya di dalam meniti karir. Dia itu baru selama 7 tahun terakhir bekerja di Tembagapura yaitu di pertambangan PT Freeport. Tapi dia bukan bagian dari Freeport. Nah, dia cuma apa ya? Bagian dari perusahaan pihak ketiga yang mengurus kelistrikan. Setiap tahunnya Wigih ini pasti mudik ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga. Dan enggak lama setelah Wig eh terjebak di terowongan panel produksi Grasberg Block Cave, handphone adiknya yang bernama Imam itu sempat berbunyi yang mana itu adalah telepon dari saudara iparnya Wigih yang bernama Halim. Nah, dialah yang memberikan kabar bahwa Wigih terjebak di dalam lubang tambang. Imam diminta untuk menghubungi keluarga yang ada di Tulung Agung dan menjaga ibunya agar tidak kaget mendengar kabar ini. Nah, Halim juga mengajak Imam untuk terbang ke Timika agar bisa memantau proses evakuasi dari Wigi. Tapi imam di saat itu tidak menyanggupi karena tidak bisa mendapatkan cuti dari tempat kerjanya. Yang mana pada akhirnya Halim berangkat bersama dengan Jarmini ke sana. Imam dan anggota keluarganya yang lain terus berharap bahwa Wigih bisa keluar dari sana dengan selamat. Namun ketika mereka berada di tembagapura, Halim dan Jarmini malah diminta untuk melihat sosok jenazah dan diminta untuk memastikan identitas yang mana itu adalah Wigi. Sebelum dia bekerja di Papua, hidupnya pas-pasan. Ketika sudah bisa merasakan kehidupan yang lebih baik, nasibnya justru berakhir terjebak di lubang tambang dan meninggal dunia. Sedih banget gitu ya kisah hidup Wigih ini. Lalu, geng, di tanggal 21 September itu juga jenazah Irawan juga dipulangkan dan dimakamkan di Cilacap, Jawa Tengah. Sama dengan Wigi, Irawan juga berstatus sebagai pegawai PT Cita Kontrak. Jadi bukan pegawai dari Freeport. Nah, dia mulai bekerja di e pertambangan Freeport itu sekitar 9 tahunan. Nah, Irawan ini juga meninggalkan istri yang bernama Dwi Saptorini serta dua orang anak. Nah, sekitar 1 bulan sebelum kejadian ini, Irawan ini sempat menghabiskan masa cutinya di Cilacap. Tapi enggak lama setelah Irawan kembali ke Tembagapura ya, istrinya Dwi terbang ikut ke kota tambang yang ada di Kaki Puncak Jaya untuk bisa melihat proses evakuasi dan memastikan jenazah sang suami. Nah, di mata keluarga Irawan ini dikenal sebagai orang yang pendiam, tidak neko-neko, dan cukup rajin beribadah. Terakhir kali dia sempat bilang ke saudaranya yang bernama Sigit Wahyudi kalau dia berencana untuk berkurban. Sayangnya niat baiknya itu belum tercapai dan dia harus menghadap Yang Maha Kuasa. Nah, itu dia geng kronologi singkat ketika terjadinya longsor material basah di dalam lubang tambang PT Freeport. Ya, memang itu menjadi salah satu resiko yang harus diperhintungkan ketika seseorang ingin bekerja di dalam lubang tambang. Makanya enggak heran juga kalau salah satu pekerjaan yang gajinya tertinggi ya adalah e di pertambangan karena resikonya enggak main-main. Tapi bisa enggak ya, Geng, ee Freeport atau perusahaan tambang lainnya menghindari para pekerja mereka yang terdampak terhadap luncuran materi basah ini atau justru akan sulit ya akan sulit untuk menangani hal ini. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai upaya PT Freeport menghindarkan para pekerja yang terdampak. Jadi, Geng, pasca insiden ini, kira-kira gimana nih para pekerja lain menanggapi situasi kali ini? Apakah mereka takut jika suatu saat insiden yang sama menimpa mereka atau justru sebaliknya mereka menganggap bahwa apa yang terjadi adalah resiko pekerjaan yang tidak bisa dihindari. Nah, jadi informasi ini gua ambil dari media BBC yang mewawancarai sejumlah orang yang bekerja di lokasi yang sama dari para pekerja yang terjebak tadi. Cuma, Geng, banyak dari mereka yang tidak mau berbicara kepada publik, kayaknya takut gitu, ya. Ada satu mantan pekerja Freeport yang kemudian mau angkat bicara. Namanya itu adalah Panji, tapi kayaknya ini bukan nama aslinya. Jadi, Geng, Panji ini bekerja di Freeport hampir 10 tahun lamanya. Selama dia bekerja di sana, Panji ini bekerja di sebuah tim yang memantau pergerakan batuan di bawah tanah, termasuk juga material basah atau wetmark. Sehari-hari, Panji dan timnya itu pindah dari satu blok tambang ke blok tambang yang lain. Nah, karena itu dia memiliki pengalaman dari seluruh blok tambang di bawah tanah Freeport, yaitu Grasberg Block Cave yang mulai ditambang pada tahun 2019. Terus ada deep or zone yang berhenti produksi tahun 2021. Terus ada Deep Meal Level Zone yang dibuka pada tahun 2004 dan Big Go Sun yang mulai diproduksi tahun 2009. Di dalam sehari Panji dan timnya itu kerja selama 12 jam. Di dalam seminggu mereka bekerja selama 5 hari. Proses produksi di tambang bawah tanah Freeport ini berlangsung 24 jam dalam sehari dan juga 7 hari dalam seminggu. Itu semua enggak pernah berhenti, Geng. Nah, untuk mengantisipasi resiko terjadinya kecelakaan kerja, Panji mengatakan para pekerja mendapatkan pelatihan keselamatan ketika pertama kali bergabung ke Freeport ini. Pelatihan itu meliputi protokol menghadapi batuan jatuh, luncuran material basah kayak yang terjadi sekarang, kebakaran sampai dengan gas yang beracun. Para pekerja Freeport ini wajib mengulangi pelatihan itu sebanyak dua kali dalam setahun. Dan setiap pagi mereka juga pasti ada evaluasi terkait keamanan kerja. Nah, Panji menyebutkan kalau prosedur keselamatan di Freeport sangat ketat sebenarnya dan semua pekerjanya wajib ikut dan kalau tidak ikut akan disksi. Nah, bagi yang belum mengulang pelatihan maka mereka tidak boleh kerja. Meskipun begitu ya, pelatihan yang berulang tidak semerta-merta membuat rasa cemas dan khawatir para pekerja ee jadi selesai gitu aja. Rasa khawatir itu adalah hal yang wajar karena bagian dari sifat di dalam diri setiap manusia, Geng. Nah, dari cerita Panji, kalau dengar bunyi batu retak, bunyi material basah, atau lihat adanya luncuran material basah, tetap aja para pekerja ini bakal lari, bakal kabur. Bunyi-bunyi itu terdengar oleh para pekerja setiap hari di tambang bawah tanah. Bunyi itu dipicu oleh teknik penambangan Freeport yang berbasis peledakan untuk membuat biji mineral retak. Nah, dengan cara itu, biji mineral yang mengandung perak, tembaga, dan emas akan retak lalu berjatuhan secara perlahan karena adanya gaya gravitasi. Nah, Freeport sendiri sudah mengembangkan sistem pengamanan yang bisa menyangga batuan-batuan yang jatuh agar tidak langsung menimpa para pekerja yang ada di bawah tanah. Nah, tapi berbagai mitigasi itu tetap enggak bisa menghindarkan e Panji sendiri dari peristiwa batuan jatuh dan juga luncuran material basah. Karena tugasnya untuk menganalisa perubahan kondisi batuan, Panji sering sekali masuk ke dalam lubang-lubang yang tidak punya penyangga. pernah ketika dia sedang bertugas di blok Deep Meal Level Zone ya, ada batuan yang berada di atas kepalanya pecah, suara itu terdengar seperti ledakan. Dan mendengar hal itu, Panji langsung melepas semua alat-alatnya dan dia lari ke jalur evakuasi secepat yang dia bisa. Di dalam insiden lain di blok Deep Oron ya, Panji dan rekannya yang lain sedang mengukur dinding terowongan panel produksi. Dan sama seperti video yang beredar, material basah itu keluar meluncur dari atas. Kecepatannya memang gak terlalu kencang, tapi bunyinya itu seperti tanah longsor dan itu terdengar dari dalam lubang. Nah, bagi Panji dan pekerja lain ya tentulah insiden itu adalah hal yang menakutkan. Kenapa? Karena resikonya pasti bakal mengancam nyawa. Ya mau gimana lagi, Geng? Gajinya enggak main-main. Gaji yang didapatkan itu besar banget. Jadi sebanding dengan nyawa yang dipertaruhkan. Nah, tapi pada akhirnya nih, Geng. Panji sendiri merasa bahwa dia tidak seharusnya bekerja atas dasar mengejar uang aja dan memilih untuk keluar dari Freeport. Di saat itu, dia pun memilih pekerjaan yang lebih aman. Nah, hal yang sama juga dirasakan oleh Bangun, mantan praktisi pertambangan di Freeport yang sempat gue bahas di awal. Di tahun 1980-an, dia bekerja di dalam proyek pengembangan blok tambang bawah tanah Gunung Bijih, Timur. Dan saking capeknya beliau ini duduk di bukaan panel yang baru diledakkan. Dan suatu waktu tiba-tiba ada batu besar sebesar lemari yang jatuh pas di samping kakinya. Dia berpikir dia gak akan selamat ketika itu. Tapi sejak saat itu ya selama bekerja di Freeport dia berusaha untuk menanggulangi kecemasan yang ada di dalam dirinya dia ketika bekerja di bawah tanah. Karena itu bakal deg-degan banget karena dia enggak tahu kapan naas atau kemalangan bisa ya datang kepada dia. Nah, rasa takut menurut dia justru akan mengurangi kesiapan untuk keselamatan diri. Dan bagi dia ketika dia sudah masuk ke dalam tanah, dia sudah tidak mengharapkan dia bisa keluar hidup-hidup gitulah kurang lebih. Nah, kalau selamat ya alhamdulillah. Kalau enggak ya sudah takdir. Keikhlasan tersebut dia lakukan supaya dia enggak terlalu stres. Karena kalau dia makin stres, maka akan meningkatkan ya kemungkinan kecelakaan kerjanya. Nah, lalu yang jadi pertanyaannya nih, Geng. Apakah Freeport bisa menghindarkan para pekerja ini yang terdampak luncuran material basah dari kejadian-kejadian yang mengerikan kayak gini? Nah, ada penelitian di lingkup internal Freeport yang dipaparkan pada sebuah konferensi geomekanika di Australia pada tahun 2024. Dari riset itu dikatakan luncuran material basah pertama kali terjadi di tambang bawah tanah Freeport pada tahun 1989. Peristiwa ini diyakini ya terjadi sebagai akibat dari proses kominusi alias permukaan biji mineral di bawah tanah serta curah hujan yang tinggi di sekitar area pertambangan. Nah, riset tersebut juga menunjukkan bahwa produksi di Blok Deep Orzon itu dari tahun 1996 sampai tahun 2021 memberikan banyak pengalaman peristiwa luncuran material basah. Dari rentetan kejadian itu, Freeport disebut terus memperbaiki teknis e produksi mereka, termasuk dengan mengurangi aktivitas pekerja dengan menggunakan peralatan yang dikendalikan dari jarak jauh. Nah, udah mulai pakai remote, pakai robot gitu. Nah, dan riset itu mengklaim bahwa Freeport membangun blok tambang Grasberg block dan deep mile level zone itu berdasarkan evaluasi luncuran material basah yang ada di deep zone. Jadi mereka tuh udah belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Jadi mereka terus berevaluasi. Tapi, Geng, menurut seorang profesor ilmu pertambangan di ITB yang bernama Rido Watimena, dia mengatakan resiko luncuran material basah itu enggak bisa sepenuhnya ditekan, Geng. Alasannya karena sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi volume material basah di sebuah blok tambang bawah tanah. Jadi itu bisa kapan aja, bisa sebesar apa aja. Nah, dia sangat mengetahui berbagai aspek pertambangan bawah tanah Freeport. Di dalam studi doktoralnya ya, Pak Rido ini secara spesifik membahas metode block caving yang dijalankan oleh PT Freeport. Metode penambangan block caving ini yang digunakan oleh Freeport menurut beliau akan selalu menciptakan material basah. Peledakan biji mineral itu menciptakan butiran biji yang pada saat tertentu bakal bercampur dengan air tanah sehingga volumenya bisa meningkat ketika curah hujan tinggi. Selama ini, Geng, volume luncuran material basah di Freeport mungkin kecil, jadi masih bisa diatasi dengan standar operasional yang sudah diterapkan. Nah, tapi geng bagaimanapun juga Pak Rido ini menyebutkan perlu adanya investigasi menyeluruh terhadap luncuran material basah di Grasberg Block Cave. Sebab investigasi tersebut adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ditambah lagi insiden serupa juga pernah terjadi. Contohnya di tanggal 14 Mei tahun 2013 terjadinya longsor yang merenggut nyawa 28 orang dari 34 pekerja yang terjebak. 2 minggu kemudian pada tanggal 31 Mei 2013, ada seorang pekerja kembali mengalami kecelakaan setelah tertimpa material lumpur. Dia juga menambahkan bahwa pemerintah yang seharusnya melakukan penyelidikan itu melalui inspektur pertambangan yang berada di bawah Kementerian ESDM. Dalam pernyataan tertulis, Freeport sudah berjanji bakal mengusut luncuran material basah yang sudah menyebabkan kematian bagi banyak para pekerja. Dan tim investigasi ya diklaim akan diisi oleh sejumlah ahli dari luar manajemen Freeport. Investigasinya direncanakan selesai pada tahun ini karena udah memakan banyak korban. Nah, jadi itu dia, Geng, penjelasan terkait apa yang bisa dilakukan oleh PT Freeport untuk bisa mengantisipasi ya pekerjanya agar tidak terkena luncuran material basah atau insiden-insiden berbahaya lain yang terjadi di bawah tanah pertambangan. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam penjelasan mengenai apa saja dampak yang ditimbulkan setelah insiden tersebut, Geng. kita bahas. Jadi, Geng, karena masih adanya upaya pencarian terhadap lima orang pekerja tadi sampai sekarang ya, Freeport masih menghentikan operasional pertambangan. Menteri Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM itu bilang sejak kejadian itu dia ini langsung berkoordinasi dengan manajemen Freeport dengan diputuskan agar menghentikan aktivitas produksi sehingga tenaga dan waktu bisa difokuskan untuk mencari para pekerja yang masih terjebak. Nah, karena udah hampir 3 minggu tidak ada produksi, tentunya hal ini berdampak pada produktivitas dan pendapatan PT itu, baik bagi perusahaan maupun bagi daerah. Nah, namun tetap aja yang menjadi fokusnya adalah keselamatan pekerja. Dan kemudian Triwinarno selaku Dirjen Minerba ESDM itu mengatakan dua orang warga negara asing yang ikut terjebak di dalam itu sudah diinformasikan ke kedutaan masing-masing. Nah, Bahlil juga mengatakan terus menjalin komunikasi dengan Presiden Direktur Freeport Indonesia yaitu Tony Wenas serta tim inspektur tambang yang berada di lokasi. Nah, timnya berada di Tembagapura untuk melaporkan bahwa proses evakuasi itu masih terus berjalan dan belum ada aktivitas produksi sama sekali. proses ee persiapan evakuasi. Cuaca di sana memang masih dalam kondisi yang belum memungkinkan karena memang itu kan terjadi di underground. Terus, Geng, Triwinarno itu bilang bahwa Kementerian ISDM membuka peluang dilakukannya investigasi terhadap longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave milik Freeport ini. Investigasi tersebut bakal dilakukan oleh Inspektur Tambang Kementerian ISDM untuk mengetahui langkah selanjutnya yang bakal diambil oleh pemerintah. Tapi geng, Tri belum bisa memastikan kapan proses investigasi tersebut bisa dilakukan. Sebab saat ini proses evakuasi pekerja di tambang bawah tanah ini masih terus berlangsung. Terkait dengan hal tersebut, Tri menjelaskan hasil investigasi yang dilakukan bisa dijadikan landasan pemberian sanksi terhadap Freeport, baik berupa penghentian operasional tambang sementara maupun penghentian secara permanen. Tapi kayaknya kalau permanen enggak mungkin banget. Nah, bagaimanapun juga ini menegaskan bahwa hal tersebut masih merupakan opsi dan kemungkinan aja, Geng. Hasilnya sendiri belum diputuskan oleh kementerian dan Freeport memperkirakan operasi di Grasburg e salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia kemungkinan akan dimulai kembali secara bertahap pada paruh pertama tahun 2026. Dan selain itu, Freeport juga mengindikasikan bahwa produksi tahun 2026 di unit operasinya di Indonesia berpotensi turun sekitar 35%. Jadi rugi mereka. Perusahaan sebelumnya sedang membangun smelter di Indonesia yang rusak akibat kebakaran tahun lalu dan saat ini smelter itu udah ditutup. Nah, harga tembaga di London Metal Exchange juga melonjak lebih dari 3% hingga level tertinggi dalam lebih dari 15 bulan pada hari Rabu tanggal 24 September setelah pemberitahuan Freeport tersebut. Nah, kondisi ini ikut menurunkan saham Freeport sebanyak 10,4% di New York. Nah, sementara itu Goldman Sach ya juga memangkas proyeksi pasokan tambang tembaga global untuk tahun 2025 dan 2026. Hal ini menjadi dampak terjadinya longsoran di Grasberg Block Cave. Nah, Goldman Sax itu memperkirakan total kehilangan pasokan tembaga itu mencapai 525.000 ton sebagai imbas dari gangguan tersebut. Proyeksi pasokan tambang global pun dipangkas sebesar 160.000 ton pada paruh kedua tahun 2025 dan 200.000 1000 ton pada tahun 2026. Nah, produksi Grasberg kini diperkirakan turun 250.000 sampai 260.000 ton pada tahun 2025 dan berkurang sebanyak 270.000 ton pada tahun 2026. Freeport menilai pada kuartal 4 2025 akan sangat rendah karena area tambang yang tidak terdampak baru bisa kembali beroperasi di pertengahan kuartal dengan porsi sekitar 30 sampai 40% dari kapasitas tahunan. Karena area tambang Graceberg ini diperkirakan baru bisa beroperasi kembali pada tahun 2026. Goldman Saxs itu menegaskan e kehilangan produksi karena hal ini yang mana ini melampaui perkiraan normal gangguan pasukan global yang biasanya mereka perhitungkan. Nah, jadi ini untuk pertama kali ini, Geng, ya. Freeport ditegur oleh alam. Freeport menghentikan sementara ya produksi mereka dan ruginya sampai 35%. Itu dia geng pembahasan kita kali ini terkait kecelakaan yang terjadi di PT Freeport. Gua yakin banget pemberitaan ini enggak bakal banyak di media massa karena ya hal-hal kayak gini bakal ditutup-tutupi. Ya, kita doakan aja ya bagi para pekerja yang masih belum ditemukan untuk segera ditemukan karena mau gimanapun juga mereka itu ya bekerja untuk keluarga, tulang punggung keluarga. Bagaimanapun juga kalian tidak suka dengan PT ini, tapi para pekerja di sana tidak salah. Mereka hanya mencari sesuap nasi. Oke, Geng. Gimana menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories