LAGI ! POLISI B*NUH POLISI TERJADI DI LOMBOK | BRIGADIR ESCO
pGmYG165LeI • 2025-09-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, beberapa kali pernah terjadi di Indonesia ya eh sebuah kasus mm pengeksekusian atau penghilangan nyawa terhadap aparat kepolisian. Dan ada beberapa kali pembahasan kita tentang ya sesama polisi yang menghabisi polisi ya kan. Kecuali kita tidak pernah membahas kasusnya Pak FS ya. Ya, saat itu gua gak pernah ngebahas kasus itu karena terlalu panjang, terlalu rumit, dan juga ya agak ngeri-ngeri sedap ya ngebahas itu ya. Tapi untuk kali ini sebagai sebuah informasi yang semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua, bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Karena pembahasan yang kali ini yang akan gua bahas ini enggak cuma soal polisi menghabisi polisi, tapi ini berhubungan dengan eh rumah tangga, kasus percintaan, kasus keluarga yang mana ini bisa banget untuk kita ambil pelajarannya. Nah, secara kebetulan ya status dari mereka berdua ini atau status dari pelaku dan korban ini adalah sepasang suami istri. Jadi kasus ini terjadi sekitar pertengahan sampai akhir bulan kemarin di mana ada jenazah dari seorang anggota kepolisian itu ditemukan di dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa dan pada saat itu ya masih belum diketahui motif serta pelakunya siapa dan asumsi yang beredar bahwa korban ini meninggal dunia karena ada motif yang disebabkan pekerjaannya sebagai anggota polisi. Dan asumsi ini juga diambil berdasarkan dari kasus-kasus yang pernah terjadi terkait anggota polisi sebelumnya. Tapi setelah ditelusuri, Geng, ya, beberapa minggu kemudian, akhirnya terungkaplah fakta. Jadi, ini gak ada hubungannya sama pekerjaan dia atau status dia sebagai seorang polisi. Ini adalah masalah keluarga istrinya yang menjadi pelaku. Nah, namun kebetulan istrinya juga merupakan anggota polisi alias polwan. Nah, di video kali ini gua bakal membahas mengenai kronologi kasus ini karena cukup heboh di negara kita. Karena cukup heboh pembahasan ini ya. Di awalnya menjadi misteri. Orang-orang menebak-nebak ini apakah kasus atasan nghabisin bawahan lagi atau gimana? Tapi ternyata kasus keluarga. Kita bakal bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. Oke, untuk pembahasan pertama kita bakal masuk ke dalam pembahasan profil dari si korban yaitu Brigadir Esco. Jadi, geng, korban di dalam kasus ini bernama Brigadir Esco Vascarelli. Dia merupakan anggota polsek Sekotong yang bertugas sebagai intel. Dia tinggal di sebuah rumah dinas yang berada di Dusun Nyiur Lembang Dalam, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Brigadier Esco memiliki seorang istri yang juga merupakan seorang anggota polisi. Dia bernama Briptu Rizka Cintiani. Menurut informasi yang gua dapatkan dari Kaltin Pos nih ya, media yang eh membahas tentang kasus ini. Jadi Riska ini memiliki pangkat satu tingkat di atas Esco. Dia itu ya bertugas sebagai Babinkam Tipmas di Desa Lembar. perannya sebagai Baminkan Tipmas ya menuntut Rizka agar terus dekat dengan warga dan menjadi jembatan komunikasi antara polisi dengan warga desa tersebut. Meskipun begitu, Geng, menurut keterangan dari Muhammad Rijal selaku kepala dusun Nyiur Lembang, dikatakan ya baik Rizka dan Esco itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Sepenglihatan mereka, sepasang suami istri ini jarang berkomunikasi dengan warga sekitar walaupun itu sudah menjadi tugas mereka seharusnya. Informasi terkait kehidupannya di luar pekerjaan juga tidak banyak beredar atau enggak banyak yang tahu. Dan meskipun begitu, tidak pernah ada gosip miring terkait kehidupan rumah tangga mereka berdua ini. Baik keluarga maupun warga sekitar rumahnya enggak pernah mendengar adanya cekcok antara suami istri ini. Dan di mata keluarga mereka sendiri, Esco dikenal sebagai pribadi yang baik dan jarang sekali bermasalah dengan siapapun apalagi dengan sang istri. Terus, Geng, karena Brigadir Esco ini bertugas sebagai intel, tentunya pekerjaan tersebut menuntuk dia untuk melakukan misi-misi pengintaian di berbagai tempat yang berada di wilayah Sekotong. Dan pada hari Selasa tanggal 19 Agustus tahun 2025, ESCO ini dilaporkan menghilang dari rumah secara mendadak. Nah, awalnya keluarga berpikir mungkin menghilangnya ESCO ini adalah bagian dari pekerjaannya dia sebagai seorang Intel polisi. Kalau mau berpositive thinking, mungkin ESCO punya sebuah misi yang rahasia sehingga dia tidak bisa memberitahu kepada siapapun sebelumnya termasuk kepada keluarga supaya misinya itu enggak bocor. Nah, ini kan wajar banget ya seorang intel bekerja demikian. Tapi ada yang aneh, Geng, di hari di mana Esco ini pergi karena dia tidak pernah kembali lagi sama sekali. Sehari setelah dia menghilang, tepatnya di hari Rabu tanggal 20 Agustus 2025, istrinya Rizka sempat memposting foto dia bersama dengan kedua anak perempuannya di TikTok. Anak pertamanya masih duduk di bangku kelas 1 SD, sementara anaknya yang kedua itu masih bersekolah di PAUD. Riska memang aktif banget di TikTok. Dia sering membagikan kesehariannya di akun tersebut dan dia pun cukup sering mencurahkan isi hati di TikTok. Dan di dalam postingannya, Riska menuliskan doa perjuangannya dia agar anak-anaknya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. meski seberat apapun. Dan pada awalnya ketika kasus ini baru terungkap ya kasusnya e Brigadir Esco ini terungkap netizen banyak yang bersimpati terhadap Riska istrinya Brigadir Esco ini. Banyak yang meninggalkan komentar dengan ucapan belas sungkawa karena postingan-postingan dari istrinya ini memang apa ya positif-positif lah tentang kehidupan gitu, Geng. Terus, Geng, di sisi lain, ayahnya Brigadir Esco bernama Samsul Herwadi terakhir kali dia berkomunikasi dengan Brigadir Esco itu di hari Senin malam tanggal 18 Agustus tahun 2025. Dan pada saat itu, Brigadir Esco sempat mengirim pesan ke adiknya yang memberitahukan bahwa dia gak bisa pulang ke rumah karena sedang kurang sehat. Tapi kondisinya ini ya, dia enggak izinkan untuk diberitahu ke ayah dan ibunya yang mungkin takut khawatir gitu, Geng. Namun, pada akhirnya pesan tersebut sampailah ke telinga sang ibu. Dan sang ibu yang khawatir dengan kondisi Brigadir Esco langsung mengajak Samsul suaminya untuk menjenguk Esco. Nah, setibnya dia di rumah anaknya ya, Samsul melihat kondisi anaknya itu lesu ya. Brigadir Esco itu kayak ee kurang bersemangatlah. Dan Brigadir Esco di saat itu mengaku cuma mengalami batuk pilek atau masalah lambung. Dan ayahnya Samsul sempat melarang dia untuk bertugas dan menyarankan Brigadir Esco untuk menyembuhkan diri terlebih dahulu agar nantinya bisa bertugas dengan maksimal. Nah, cuma di saat itu Brigadir Esco tetap bisi keras untuk masuk piket yang mana keesokan harinya gitu ya karena dia mengaku kondisinya ya udah lumayan membaik dan di hari itu menjadi hari terakhir ayahnya yaitu Samsul dan ibunya Brigadir Esco itu berkomunikasi serta bertemu dengan Brigadir Esco karena Brigadir Esco itu tidak kunjung pulang setelah itu. Ayahnya yang bernama Samsul ini berpikir, "Wajar anaknya ini enggak pulang karena memang jadwal dia piket di hari itu dan memang Brigadir Esco ini sempat piket." Dan informasi itu diambil dari kesaksian teman-temannya, Brigadir Esco yang piket di hari yang sama dan dari buku pencatatan kehadiran. Tapi adik-adiknya Brigadir Esco jadi gelisah mengingat kakaknya itu belum benar-benar fit tubuhnya, namun udah bertugas. Mereka mencoba mencari ke Polsek tempat Esco bertugas, namun dia enggak ada di sana. Handphone-nya juga tiba-tiba udah ggak aktif lagi sama sekali, Geng. Kemudian, Geng, ibunya Brigadir Esco sempat menanyakan keberadaan anaknya ini ke menantunya, Rizka, istrinya Brigadir Esco sehari sebelum ya apa ya kasus ini terungkap lah. Karena di saat itu ya ibunya itu sempat beberapa kali menghubungi Brigadir Esco lewat WhatsApp, tapi HP-nya enggak pernah aktif lagi. Nah, di saat itu Rizka menjawab kalau suaminya, Brigadir Esco sudah menghilang sejak tanggal 19 Agustus dan dia mengaku sudah berkeliling mencari keberadaannya. bahkan sampai meminta pertolongan ke dukun untuk bisa mengetahui di mana Esco berada. Nah, namun dukun itu mengatakan kalau Brigadir Esco sudah berada jauh dari rumah dan enggak tahu persisnya ada di mana. Jadi, itu karangan dari sang istri. Nah, mendengar cerita dari Rizka ini, ibunya Brigadir Esco enggak langsung menerima dan percaya dengan cerita itu. Ya, sebab ibunya ini yakin kalau anaknya belum jauh dari rumah. Dan insting seorang ibu memang enggak bisa bohong, Geng. Pasti ada ikatan batin antara ibu dan anak. Apalagi jika ada hal buruk yang menimpa anaknya. Keluarga Brigader Esco pun tetap terus mencari keberadaan Brigader Esco yang menghilang tanpak kabar sejak Selasa malam sampai hari-hari berikutnya. Nah, adanya berita simpang siur terkait keberadaan anaknya ini juga membuat keluarga jadi semakin khawatir. Di saat itu, ayah Brigadir Esco sendiri mengaku tidak memiliki firasat buruk ketika Brigadir Esco dikabarkan hilang. Dia masih berusaha tenang meskipun istrinya terus mendesak agar mencari keberadaan anaknya ini di berbagai tempat, tapi ya insting tersebut benar. Brigadir Esco memang masih ada di sekitar rumah, hanya saja sudah dalam kondisi yang tidak bernyawa lagi. Merinding tuh. Terus, Geng, satu hari kemudian kabar mengejutkan terdengar oleh keluarga Brigadir Esco yang mana dikabarkan bahwa Brigadir Esco sudah ditemukan, namun dalam kondisi yang sudah meninggal dunia. Nah, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam kronologi penemuan jenazah Brigadir Esco. Jadi, Geng, yang pertama kali menemukan jenazahnya itu adalah ayah mertuanya sendiri. Namanya itu adalah Sayihun. Nah, dia ini adalah ayah dari Riska. Namun di berita lain ya, ada juga ee yang menamakan ayahnya ini Amak Siun. Gua enggak tahu nih yang mana, tapi kita sebut aja Saihun ya, yang lebih gampang gitu. Jadi pada hari Minggu tanggal 24 Agustus tahun 2025 ya, Pak Saihun ini sedang mencari ayam yang sudah hilang sehari sebelumnya ya peliharaannya dia. Dia mencari ayam tersebut di sekitar rumah dan ketika sedang berkeliling mencari ayamnya ini, Pak Sayihun sudah melihat adanya sejuntai tali nilon dari jarak jauh. Nah, ini aneh banget. Posisinya berada di bawah pohon yang kemudian disusul dengan adanya aroma busuk yang tidak sedap. Eh, ada yang bilang sih bau amis dan katanya amisnya itu bukan seperti amis ikan, melainkan bau amis seperti ya bau cairan merah lah yang benar-benar wuduh menusuk hidung lah. Nah, Pak Saihun ini mencoba untuk mendekati arah di mana dia melihat tali tersebut dan bau ini berasal. Nah, semakin dia dekati bau amisnya tercium oleh dia dan juga semakin kuat seperti dia sedang mendekati bangkai gitu. Nah, namun Pak Saihun ini tidak berpikir macam-macam. Dia mencoba positive thinking aja. mungkin hanya bangkai tikus atau mungkin ya bekas apa ya e bekas kotoran ikan tahu enggak sih? Kayak habis ngebersihin ikan bagian insangnya, bagian perutnya dibuang di situ. Bisa jadi kayak gitu atau justru itu adalah bangkai ayamnya yang sedang dia cari. Nah, ekspektasinya di saat itu tiba-tiba buyar, Geng. Ketika dia menemukan yang dia lihat tidak seperti apa yang dia bayangkan. Karena yang Pak Sayuhun lihat ya, yang dia kira bangkai hewan ternyata itu adalah jenazah dari menantunya sendiri, Brigadir Esco yang dalam kondisi mengerikan banget. Di saat itu Pak Saihun juga melihat kondisi dari menantunya ini yang aduh udah enggak bisa dibayangkan deh. Tubuhnya itu sudah membengkak yang berarti sudah membusuk. Wajahnya juga sudah rusak, lehernya terjerat dengan tali. Nah, Pak Saihun syok. Dia kaget bahwa menantunya yang sudah beberapa hari menghilang justru ditemukan sekitar 10 sampai 12 m dari rumahnya. dan yang tragisnya ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. Setelah penemuan itu, Pak Sayun langsung pergi lari dari sana untuk melaporkan penemuannya itu kepada kepala dusun yang kemudian diteruskan ke anggota jaga SPKT Polsek Lembar. Enggak lama berselang, petugas polsek Lembar itu tiba di lokasi dan memastikan laporan tersebut. Selanjutnya informasi diteruskan ke unit INAVIS Polres Lombok Barat sekitar jam 1520 WITA. Tim INFIS Polres Lombok Barat bersama dengan petugas lainnya itu tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP sekaligus melakukan evakuasi terhadap jenazah. Di dalam saku celananya ada barang pribadi milik Brigadir Esco seperti handphone, jam tangan, serta kunci motor. Nah, jadi bisa dipastikan ini bukan aksi perampokan atau pencurian dan barang-barang tersebut akhirnya dijadikan acuan untuk memastikan identitas dari jasa tersebut yang benar. Itu adalah Brigadir Esco yang selama ini dicari oleh keluarga. Terus 1 jam kemudian sekitar jam 1620 Wita, mobil ambulans dari e Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat itu tiba di tempat kejadian. Lalu jenazah Brigadir Esco dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk kemudian diperiksa lebih lanjut. Kabar penemuan jasad Brigadir Esco ini sampai ke telinga Riska, istrinya dan keluarga besarnya Brigadir Esco. Ketika mendengar pertama kali berita tersebut, ibunya Brigadir Esco sangat terpukul sampai beberapa kali pingsan. Dan kabarnya juga, Geng, Riska sempat pingsan yang kemungkinan karena Rizka syok mendengar kabar bahwa suaminya sudah ditemukan dalam kondisi yang tidak bernyawa. Tapi tunggu dulu, apa yang dialami oleh Riska ini belum 100% apa adanya gitu. itu bukan sebuah kejujuran, itu adalah sebuah akting gitu ya. Nah, terus di sisi lain, selain kaget, keluarga Brigadir Esco juga sempat merasa heran dengan lokasi penemuan jenazah Brigadir Esco yang dekat dengan rumahnya Brigadir Esco. Kok bisa? Padahal pada saat dia menghilang, keluarganya tidak pernah berhenti mencari keberadaan dia, bahkan sampai menghubungi keluarga yang lain yang berada di Bon Jeruk e Lombok Tengah. Dan jika selama ini Brigadir Esco gak pernah pergi jauh dari rumah, seharusnya keluarganya sudah menemukan sejak kemarin. Tapi mengapa baru ketahuan ketika dia sudah dalam kondisi seperti itu? Nah, ini yang menjadi pertanyaan besar. Di saat itu, Pak Sayihun, mertua sekaligus orang yang pertama kali menemukan jenazah eh Brigadir Esco itu bilang kalau pihak keluarga tidak percaya kalau Brigadir Esco meninggal dengan cara mengakhiri hidup. Soalnya selama ini dia dikenal sebagai sosok yang baik dan enggak pernah punya masalah dengan siapapun termasuk dengan istrinya sendiri. Menurut Pak Sayihun, keanehan ini semakin menguatkan keyakinan keluarga kalau meninggalnya Brigadir Esco adalah sesuatu yang enggak wajar, pasti ada pelakunya gitu. Apalagi semasa hidupnya dia tidak pernah menceritakan masalah apapun dan menunjukkan isyarat kalau dia sedang stres, depresi, atau punya beban tertentu tuh enggak ada. Pihak keluarga berharap agar kasus meninggalnya Brigadir Esco ini diusut secara tuntas dan tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. Mau bagaimanapun hasilnya, pihak keluarga bakal berusaha menerima karena yang mereka butuhkan adalah mengetahui fakta sebenarnya. Dan jika memang hasilnya adalah seperti asumsi yang beredar, mereka mencoba menerima. Nah, begitulah kurang lebih, Geng, kronologi ketika jenazah Brigader Esco ini ditemukan pertama kali dan hasil otopsinya sudah keluar dan jenazah Brigader Esco sudah dimakamkan di pemakaman Belek Bon Jeruk, Lombok Tengah. Meski sudah dimakamkan, muncul banyak kejanggalan dari kasus ini dan kejanggalannya justru terletak pada gerak-gerik sang istri yaitu Riska, istri Brigadir Eskru ini ya eh mulai dicurigai. Nah, sekarang kita bakal membahas beberapa kejanggalan dari meninggalnya Brigades Esco. Jadi, Geng, di dalam kasus ini terdapat beberapa kejanggalan yang dirasakan oleh keluarga Brigadir Esco terhadap menantu mereka Rizka. Ya, yang menguatkan dugaan kalau jangan-jangan Rizka terlibat di dalam kasus ini. Yang pertama itu adalah soal dugaan bahwa Brigader Esco menjadi korban dari aksi penghilangan nyawa. Hal ini didukung dari hasil otopsi dari jenazah Brigadir Esco yang sudah keluar. Menurut hasil otopsi, terdapat tanda kekerasan di bagian leher yang menjadi penyebab dari meninggalnya dia. Adanya tanda kekerasan ya ee terhadap Brigader Esco ini enggak cuma ditemukan setelah dilakukan otopsi, melainkan juga pada saat dilakukan visum yang menunjukkan luka bagian tubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul dan benda tajam. Di lengan kiri terdapat luka seperti sayatan pisau dan di belakang kepala adanya luka akibat pukulan benda tumpul. Dengan kondisi adanya luka seperti itu, tidak mungkin Brigadir Esco ini meninggal karena melukai diri sendiri sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa dia adalah korban dari aksi penghilangan nyawa yang dilakukan oleh seseorang. Kemudian kejanggalan selanjutnya semakin mengarah ke Riska, Geng. Pengacara Brigadir Esco yang bernama Lalu Anton Haryawan itu mengungkapkan bahwa keluarga sempat curiga dengan Rizka sebelum jenazah Esco ditemukan. Keheranan itu dikarenakan Rizka yang tidak melaporkan hilangnya Brigader Esco. Padahal Brigader Esco sudah hilang sejak tanggal 19 Agustus 2025. Mulai dari menghilangnya Brigadir Esco sampai pada akhirnya ditemukan di tanggal 24 Agustus, Rizka sama sekali tidak pernah melaporkan hal itu ke perangkat desa atau ke polisi. Padahal dia sendiri anggota polisi. Apalagi ketika hasil otopsi keluar yang menunjukkan bahwa adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul di jenazah suaminya ini. Biasanya jika ditemukan adanya indikasi kekerasan, pihak keluarga yang akan membuat laporan polisi agar polisi bisa mencari tahu pelaku dari aksi ini. Karena Brigadir Esco ini punya istri, seharusnya istrinya itu yang melaporkan. adanya dugaan aksi penghilangan nyawa terhadap suaminya. Tapi geng yang membuat laporan polisi justru Samsul, ayahnya Brigadir Esco. Dan ketika ditanya oleh keluarga Brigadir Esco terkait hilangnya Brigadir Esco ini, Rizka malah berdali kalau dia sudah berupaya minta tolong ke dukun. Ini gimana sih? Polisi minta tolong ke dukun. Ini enggak masuk akal ya. Masa suaminya hilang bukannya dia melaporkan kepada instansinya malah dia lapor ke dukun. Nah, di saat itu Samsul ayahnya Brigader Esco mengaku sempat heran dengan sejumlah hal yang terjadi menjelang penemuan jasad anaknya. Dia menyoroti chat yang dikirimkan Rizka di hari Minggu pagi yang menurutnya enggak sinkron dengan waktu penemuan jasad. Nah, lalu dia juga bercerita Rizka sempat chat dia dengan bilang kalau dia mau ikut mencari Esco sekitar jam 11.41 Wita. Padahal jasadnya Esco ditemukan sekitar jam 11.30 Wita. Kenapa baru ingin mencari? Padahal 11 menit sebelumnya jenazahnya sudah ditemukan. Memang selisih waktunya tipis, tapi tetap aja membuat hal ini janggal. Kecurigaan selanjutnya diungkap oleh Anton selaku pengacara Brigadir Esco yang menyebutkan kalau Rizka cuma datang ketika pemakaman suaminya aja. Dia enggak pernah datang ketika keluarga Brigadir Esco mengadakan tahlilan. Entah apa alasannya dan tentu ini menuai kecurigaan dari keluarga Brigadir Esco. Mengapa seorang istri yang biasanya merasa kehilangan ketika suaminya meninggal dunia justru tidak datang ketika acara tahlilan. Janggal banget. Kejanggalan selanjutnya terletak pada kesaksian dari Saihun, ayah dari Riska sekaligus orang yang pertama kali menemukan Brigadir Esco. Pihak keluarga Brigadir Esco menyeroti pengakuan Sayihun soal penyebab dari meninggalnya Esco dengan menyebutkan kalau dia tidak percaya kalau Brigadir Esco meninggal karena mengakhiri hidup. Asumsi itu tidak pernah ada sebelumnya, bahkan dari polisi sekalipun. Justru Pak Sayihun ini yang pertama kali menyebutnya. Bagaimana bisa dia berkesimpulan seperti itu sementara belum ada keterangan resmi dari polisi. Lain cerita, jika polisi sudah menyimpulkan duluan. Barulah Pak Sayuhun ini bisa mengatakan pihak keluarga tidak menerima kesimpulannya. Tapi ini belum ada keterangan apapun. Tiba-tiba dia udah bilang kalau enggak percaya Bergadir Esco ini mengakhiri hidup. Kan aneh. Terus geng, kejanggalan lainnya terletak pada jumlah pelaku yang melakukan aksi penghilangan nyawa terhadap Brigader Esco yang diduga enggak hanya dilakukan oleh satu orang. Dugaan tersebut muncul setelah keluarga Brigadir Esco melihat apa yang ada di TKP dan kondisi jenazah Brigadir Esco. Dari luka-luka yang ditemukan di tubuh Brigadir Esco, pihak keluarga yakin kalau itu merupakan luka yang menunjukkan bahwa dia sempat melakukan perlawanan. Dan jika benar, Rizka adalah pelakunya, dirasa enggak mungkin bagi keluarga kalau Rizka bisa menghabisi nyawa BKDR Esco seorang diri. Meskipun mungkin Rizka yang juga merupakan anggota polisi pastinya juga pernah mendapatkan pelatihan bela diri dan semacamnya. Namun tetap aja secara kekuatan dia akan kalah dengan sang suami. Oleh karena itu, keluarga menduga ada banyak pelaku dengan peran yang berbeda-beda di balik aksi penghilangan nyawa Brigadir Esco untuk membantu Rizka. Ada yang membawa Brigadir Esco dari tempat dia dieksekusi sampai akhirnya dia dibuang di tempat di mana dia ditemukan. Ada yang mengikat tali di lehernya dan ada yang menghilangkan barang bukti seperti percakapan chat di HP-nya Brigadir Esco dan lain-lain. Kecurigaan terkait adanya pelaku lain karena ditemukan adanya bercak cairan merah yang ada di kamar anaknya Brigadir Esco. Namun tetap aja yang menginisiasi tetap orang terdekat yang mana udah pasti istrinya Rizka. Dan karena dilakukan oleh orang terdekat kemungkinan besar kalau aksi ini sudah direncanakan sebelumnya. Terus kejanggalan berikutnya yang diungkap oleh keluarga Brigadir Esco adalah dugaan kalau adanya organ tubuh yang hilang dari korban. Hal ini diceritakan oleh Samsul yang mengungkap temuan baru yang membuat dia terkejut. Dia menyoroti luka yang ada di tubuh anaknya dan mengatakan bahwa luka tersebut bukan cuma luka biasa, melainkan bisa jadi petunjuk penyebab dari meninggalnya Bergadir Esco. Bagi dia luka tersebut bukan sekedar luka biasa, tapi menunjukkan adanya organ tubuh yang hilang. meskipun enggak diketahui maksud dari organ mana ya hilang tersebut yang dikatakan oleh orang tuanya ini karena dari hasil autopsi belum ada penyebutan adanya organ tubuh yang hilang. Nah, ini masih ditunggu keterangannya nih, Geng. Nah, di sisi lain setelah kasusnya diselidiki oleh polisi selama beberapa pekan saat ini polisi sudah menetapkan Riska sebagai tersangka. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai gimana bisa ketahuan dan apa yang dilakukan oleh Riska dan sampai dia ditetapkan sebagai tersangka. kita bahas. Jadi, Geng, sejauh ini Polda NTB sudah memeriksa sebanyak 23 saksi dalam penyelidikan dugaan aksi penghilangan nyawa terhadap Esco. 23 saksi tersebut terdiri dari rekan kerja Esco di Polsek Sekotong, istrinya yaitu eh Riska, pamannya, dan Saihun yang merupakan mertua sekaligus orang yang menemukan Esco pertama kali. Nah, Polda NTB juga sudah menggelar perkara di Mapolda NTB pada Jumat siang tanggal 19 September 2025. Proses tersebut dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan keluarga maupun pengacara Brigadir ESCO. Meskipun sebelumnya sudah ada permintaan resmi agar pihak keluarga diikut sertakan dalam gelar perkara. Hasil dari gelar perkara itu menetapkan Rizka sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap Rizka akhirnya menjawab pertanyaan publik setelah keluarga dan pengacara keluarga menduga bahwa aksi penghilangan nyawa tersebut dilakukan oleh orang terdekat yang tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya sendiri yang sesama anggota polisi. Terkait motif mengapa Rizka melakukan aksi ini sebenarnya masih mistery geng belum diungkapkan secara jelas. Namun ada beberapa ahli yang mencoba menganalisa dugaan motifnya. Mantan Kapolda Jawa Barat yaitu bernama Pak Anton Karlian itu mengungkapkan bahwa ada pelaku lain yang ikut membantu Rizka ketika menghabisi nyawa Esco. Soalnya, kecil kemungkinan jika Rizka sendiri yang melakukan karena Esco adalah anggota intel kepolisian. Anton juga menganalisa kira-kira motif yang menjadi alasan Riska melakukan aksi tersebut. Menurut dia ada dua dugaan. Yang pertama terkait masalah keuangan yang kurang transparan dalam hubungan rumah tangga atau bisa jadi karena masalah Wiil atau PIL. Wi itu wanita idaman lain. Pil pria idaman lain. Jadi bisa jadi konteksnya adalah masalah perselingkuhan. Entah siapa yang selingkuh entah korban entah pelaku. Jika seorang istri tega menghabisi suaminya ya Pak Anton ini menyebutkan pasti ada motif yang kuat yang jadi alasannya. Kemungkinan Rizka melakukannya karena bisa jadi Brigadir Esco punya wanita lain atau mungkin sebaliknya Brigadir Esco yang mulai tahu kalau Riska punya laki-laki lain. Ya bisa jadi kayak gitu. Pak Anton juga menyoroti perihal lamanya waktu penemuan jenazah Brigadir Esco dengan kapan dia menghilang. Pak Anton curiga kalau ada hal lain yang dilakukan oleh Riska sehingga menyembunyikan brigadir Esco selama 1 minggu lebih. Lalu kemudian nih, Geng, ada keterangan dari Reza Indragiri selaku ahli psikologi forensik yang menyebutkan bahwa motif dari aksi ini ya ini kemungkinan nih kemungkinan itu adalah motif emosional bisa karena kecemburuan atau adanya perasaan sakit hati. Berbeda dengan yang diteorikan oleh Pak Anton ya. Pak Reza ini mengatakan kalau Rizka ini mungkin aja melakukan aksi itu seorang diri dengan menaruh racun terlebih dahulu ke minuman atau makanan suaminya sehingga suaminya tidak berdaya dan istrinya bisa langsung melakukan aksinya. Nah, namun Pak Reza juga tidak menutup ee adanya kemungkinan bahwa tersangka lain bisa jadi ikut terlibat. Nah, tapi sementara itu, Geng ya, pengacara dari Riska yang bernama Rossi menyampaikan keberatan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung. Dia menilai penetapan tersangka terhadap Riska terkesan buru-buru dan tidak transparan. Jika di dalam proses penyidikan ditemukan adanya pelanggaran prosedural, maka status tersangka yang diberikan kepada Rizka dapat dinilai cacat hukum. Nah, tapi ya namanya juga lawyer ya, namanya juga pengacara pasti bakal ngebela kliennya walaupun kliennya bersalah gitu. Terus lebih lanjut lagi ya, lawyernya Rizka yang bernama Rossi ini mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga besar Rizka terkait perkembangan kasus ini. Dan dia menekankan bahwa keluarga Rizka hanya berharap agar proses hukum tidak menambah penderitaan yang sudah ada. Terkait isu adanya perselingkuhan yang terjadi di rumah tangga Esco dan Riska, Rossi menegaskan isu tersebut adalah fitnah. Dan Rossi juga secara pribadi tidak percaya kalau Rizka berselingkuh karena selama ini dia dikenal baik katanya. terutama ketika dia bertugas sebagai Babincam Tipmas di desanya. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait motif aksi penghilangan nyawa terhadap Esco dan polisi masih terus mendalami apakah adanya tersangka lain di dalam kasus ini atau enggak, Geng. Dan sementara itu menurut pengacara dari pihak korban, pengacara dari almarhum Esco yang bernama Pak Anton, ya kedua anak perempuan Esco sangat merindukan ayahnya karena mereka paling dekat dengan Esco dan Escoh yang mengantarkan mereka setiap hari berangkat dan pulang sekolah. Melihat kondisi kedua anak Esco, Pak Anton mengatakan beberapa psikolog anak sudah mengajukan diri kepada pihak keluarga Esco yang rencananya psikolog ini bakal mendampingi mereka sampai mental anak-anaknya pulih dari trauma. Meskipun begitu, Pak Anton mengatakan kondisi fisik mereka baik. Sempat ada tudingan mengenai penjemputan anak dari Esco e dari Lombok Barat ke Lombok Tengah yang dilakukan secara paksa ya oleh keluarga besar. Namun ee dibantah hal tersebut karena penjemputan mereka dilakukan agar kedua anaknya itu bisa diurus dengan baik. Nah, jadi itu dia, Geng, beberapa fakta mengenai kasus meninggalnya Brigadir Esco yang sangat mengagetkan. Karena awalnya orang-orang bertanya-tanya ini siapa pelakunya? Istrinya sampai pingsan-pingsan. Eh, ternyata pelakunya istrinya sendiri. Namun motifnya sampai sekarang masih menjadi misteri. Nah, apabila video ini tayang ketika motifnya sudah ketahuan, sudah ada di media gitu ya, kalian boleh tambahkan di kolom komentar, Gengs, sebagai tambahan informasi. Oke, gimana menurut kalian tentang pembahasan kali ini? Tinggalkan komen kalian.
Resume
Categories