LAGI ! POLISI B*NUH POLISI TERJADI DI LOMBOK | BRIGADIR ESCO
pGmYG165LeI • 2025-09-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, beberapa kali pernah terjadi di
Indonesia ya eh sebuah kasus mm
pengeksekusian atau penghilangan nyawa
terhadap aparat kepolisian. Dan ada
beberapa kali pembahasan kita tentang ya
sesama polisi yang menghabisi polisi ya
kan. Kecuali kita tidak pernah membahas
kasusnya Pak FS ya. Ya, saat itu gua gak
pernah ngebahas kasus itu karena terlalu
panjang, terlalu rumit, dan juga ya agak
ngeri-ngeri sedap ya ngebahas itu ya.
Tapi untuk kali ini sebagai sebuah
informasi yang semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua, bisa menjadi
pembelajaran untuk kita semua. Karena
pembahasan yang kali ini yang akan gua
bahas ini enggak cuma soal polisi
menghabisi polisi, tapi ini berhubungan
dengan eh rumah tangga, kasus
percintaan, kasus keluarga yang mana ini
bisa banget untuk kita ambil
pelajarannya. Nah, secara kebetulan ya
status dari mereka berdua ini atau
status dari pelaku dan korban ini adalah
sepasang suami istri.
Jadi kasus ini terjadi sekitar
pertengahan sampai akhir bulan kemarin
di mana ada jenazah dari seorang anggota
kepolisian itu ditemukan di dalam
kondisi yang sudah tidak bernyawa dan
pada saat itu ya masih belum diketahui
motif serta pelakunya siapa dan asumsi
yang beredar bahwa korban ini meninggal
dunia karena ada motif yang disebabkan
pekerjaannya sebagai anggota polisi. Dan
asumsi ini juga diambil berdasarkan dari
kasus-kasus yang pernah terjadi terkait
anggota polisi sebelumnya. Tapi setelah
ditelusuri, Geng, ya, beberapa minggu
kemudian, akhirnya terungkaplah fakta.
Jadi, ini gak ada hubungannya sama
pekerjaan dia atau status dia sebagai
seorang polisi. Ini adalah masalah
keluarga istrinya yang menjadi pelaku.
Nah, namun kebetulan istrinya juga
merupakan anggota polisi alias polwan.
Nah, di video kali ini gua bakal
membahas mengenai kronologi kasus ini
karena cukup heboh di negara kita.
Karena cukup heboh pembahasan ini ya. Di
awalnya menjadi misteri. Orang-orang
menebak-nebak ini apakah kasus atasan
nghabisin bawahan lagi atau gimana? Tapi
ternyata kasus keluarga. Kita bakal
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Oke, untuk pembahasan pertama kita
bakal masuk ke dalam pembahasan profil
dari si korban yaitu Brigadir Esco.
Jadi, geng, korban di dalam kasus ini
bernama Brigadir Esco Vascarelli. Dia
merupakan anggota polsek Sekotong yang
bertugas sebagai intel. Dia tinggal di
sebuah rumah dinas yang berada di Dusun
Nyiur Lembang Dalam, Desa Jembatan
Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Brigadier Esco memiliki seorang istri
yang juga merupakan seorang anggota
polisi. Dia bernama Briptu Rizka
Cintiani.
Menurut informasi yang gua dapatkan dari
Kaltin Pos nih ya, media yang eh
membahas tentang kasus ini. Jadi Riska
ini memiliki pangkat satu tingkat di
atas Esco. Dia itu ya bertugas sebagai
Babinkam Tipmas di Desa Lembar. perannya
sebagai Baminkan Tipmas ya menuntut
Rizka agar terus dekat dengan warga dan
menjadi jembatan komunikasi antara
polisi dengan warga desa tersebut.
Meskipun begitu, Geng, menurut
keterangan dari Muhammad Rijal selaku
kepala dusun Nyiur Lembang, dikatakan ya
baik Rizka dan Esco itu dikenal sebagai
pribadi yang tertutup. Sepenglihatan
mereka, sepasang suami istri ini jarang
berkomunikasi dengan warga sekitar
walaupun itu sudah menjadi tugas mereka
seharusnya. Informasi terkait
kehidupannya di luar pekerjaan juga
tidak banyak beredar atau enggak banyak
yang tahu. Dan meskipun begitu, tidak
pernah ada gosip miring terkait
kehidupan rumah tangga mereka berdua
ini. Baik keluarga maupun warga sekitar
rumahnya enggak pernah mendengar adanya
cekcok antara suami istri ini. Dan di
mata keluarga mereka sendiri, Esco
dikenal sebagai pribadi yang baik dan
jarang sekali bermasalah dengan siapapun
apalagi dengan sang istri. Terus, Geng,
karena Brigadir Esco ini bertugas
sebagai intel, tentunya pekerjaan
tersebut menuntuk dia untuk melakukan
misi-misi pengintaian di berbagai tempat
yang berada di wilayah Sekotong. Dan
pada hari Selasa tanggal 19 Agustus
tahun 2025, ESCO ini dilaporkan
menghilang dari rumah secara mendadak.
Nah, awalnya keluarga berpikir mungkin
menghilangnya ESCO ini adalah bagian
dari pekerjaannya dia sebagai seorang
Intel polisi. Kalau mau berpositive
thinking, mungkin ESCO punya sebuah misi
yang rahasia sehingga dia tidak bisa
memberitahu kepada siapapun sebelumnya
termasuk kepada keluarga supaya misinya
itu enggak bocor. Nah, ini kan wajar
banget ya seorang intel bekerja
demikian. Tapi ada yang aneh, Geng, di
hari di mana Esco ini pergi karena dia
tidak pernah kembali lagi sama sekali.
Sehari setelah dia menghilang, tepatnya
di hari Rabu tanggal 20 Agustus 2025,
istrinya Rizka sempat memposting foto
dia bersama dengan kedua anak
perempuannya di TikTok. Anak pertamanya
masih duduk di bangku kelas 1 SD,
sementara anaknya yang kedua itu masih
bersekolah di PAUD. Riska memang aktif
banget di TikTok. Dia sering membagikan
kesehariannya di akun tersebut dan dia
pun cukup sering mencurahkan isi hati di
TikTok. Dan di dalam postingannya, Riska
menuliskan doa perjuangannya dia agar
anak-anaknya bisa mendapatkan kehidupan
yang lebih baik. meski seberat apapun.
Dan pada awalnya ketika kasus ini baru
terungkap ya kasusnya e Brigadir Esco
ini terungkap netizen banyak yang
bersimpati terhadap Riska istrinya
Brigadir Esco ini. Banyak yang
meninggalkan komentar dengan ucapan
belas sungkawa karena
postingan-postingan dari istrinya ini
memang apa ya positif-positif lah
tentang kehidupan gitu, Geng. Terus,
Geng, di sisi lain, ayahnya Brigadir
Esco bernama Samsul Herwadi terakhir
kali dia berkomunikasi dengan Brigadir
Esco itu di hari Senin malam tanggal 18
Agustus tahun 2025. Dan pada saat itu,
Brigadir Esco sempat mengirim pesan ke
adiknya yang memberitahukan bahwa dia
gak bisa pulang ke rumah karena sedang
kurang sehat. Tapi kondisinya ini ya,
dia enggak izinkan untuk diberitahu ke
ayah dan ibunya yang mungkin takut
khawatir gitu, Geng. Namun, pada
akhirnya pesan tersebut sampailah ke
telinga sang ibu. Dan sang ibu yang
khawatir dengan kondisi Brigadir Esco
langsung mengajak Samsul suaminya untuk
menjenguk Esco. Nah, setibnya dia di
rumah anaknya ya, Samsul melihat kondisi
anaknya itu lesu ya. Brigadir Esco itu
kayak ee kurang bersemangatlah. Dan
Brigadir Esco di saat itu mengaku cuma
mengalami batuk pilek atau masalah
lambung. Dan ayahnya Samsul sempat
melarang dia untuk bertugas dan
menyarankan Brigadir Esco untuk
menyembuhkan diri terlebih dahulu agar
nantinya bisa bertugas dengan maksimal.
Nah, cuma di saat itu Brigadir Esco
tetap bisi keras untuk masuk piket yang
mana keesokan harinya gitu ya karena dia
mengaku kondisinya ya udah lumayan
membaik dan di hari itu menjadi hari
terakhir ayahnya yaitu Samsul dan ibunya
Brigadir Esco itu berkomunikasi serta
bertemu dengan Brigadir Esco karena
Brigadir Esco itu tidak kunjung pulang
setelah itu. Ayahnya yang bernama Samsul
ini berpikir, "Wajar anaknya ini enggak
pulang karena memang jadwal dia piket di
hari itu dan memang Brigadir Esco ini
sempat piket." Dan informasi itu diambil
dari kesaksian teman-temannya, Brigadir
Esco yang piket di hari yang sama dan
dari buku pencatatan kehadiran. Tapi
adik-adiknya Brigadir Esco jadi gelisah
mengingat kakaknya itu belum benar-benar
fit tubuhnya, namun udah bertugas.
Mereka mencoba mencari ke Polsek tempat
Esco bertugas, namun dia enggak ada di
sana. Handphone-nya juga tiba-tiba udah
ggak aktif lagi sama sekali, Geng.
Kemudian, Geng, ibunya Brigadir Esco
sempat menanyakan keberadaan anaknya ini
ke menantunya, Rizka, istrinya Brigadir
Esco sehari sebelum ya apa ya kasus ini
terungkap lah. Karena di saat itu ya
ibunya itu sempat beberapa kali
menghubungi Brigadir Esco lewat
WhatsApp, tapi HP-nya enggak pernah
aktif lagi. Nah, di saat itu Rizka
menjawab kalau suaminya, Brigadir Esco
sudah menghilang sejak tanggal 19
Agustus dan dia mengaku sudah
berkeliling mencari keberadaannya.
bahkan sampai meminta pertolongan ke
dukun untuk bisa mengetahui di mana Esco
berada. Nah, namun dukun itu mengatakan
kalau Brigadir Esco sudah berada jauh
dari rumah dan enggak tahu persisnya ada
di mana. Jadi, itu karangan dari sang
istri. Nah, mendengar cerita dari Rizka
ini, ibunya Brigadir Esco enggak
langsung menerima dan percaya dengan
cerita itu. Ya, sebab ibunya ini yakin
kalau anaknya belum jauh dari rumah. Dan
insting seorang ibu memang enggak bisa
bohong, Geng. Pasti ada ikatan batin
antara ibu dan anak. Apalagi jika ada
hal buruk yang menimpa anaknya. Keluarga
Brigader Esco pun tetap terus mencari
keberadaan Brigader Esco yang menghilang
tanpak kabar sejak Selasa malam sampai
hari-hari berikutnya.
Nah, adanya berita simpang siur terkait
keberadaan anaknya ini juga membuat
keluarga jadi semakin khawatir. Di saat
itu, ayah Brigadir Esco sendiri mengaku
tidak memiliki firasat buruk ketika
Brigadir Esco dikabarkan hilang. Dia
masih berusaha tenang meskipun istrinya
terus mendesak agar mencari keberadaan
anaknya ini di berbagai tempat, tapi ya
insting tersebut benar. Brigadir Esco
memang masih ada di sekitar rumah, hanya
saja sudah dalam kondisi yang tidak
bernyawa lagi. Merinding tuh. Terus,
Geng, satu hari kemudian kabar
mengejutkan terdengar oleh keluarga
Brigadir Esco yang mana dikabarkan bahwa
Brigadir Esco sudah ditemukan, namun
dalam kondisi yang sudah meninggal
dunia.
Nah, sekarang kita bakal masuk nih,
Geng, ke dalam kronologi penemuan
jenazah Brigadir Esco.
Jadi, Geng, yang pertama kali menemukan
jenazahnya itu adalah ayah mertuanya
sendiri. Namanya itu adalah Sayihun.
Nah, dia ini adalah ayah dari Riska.
Namun di berita lain ya, ada juga ee
yang menamakan ayahnya ini Amak Siun.
Gua enggak tahu nih yang mana, tapi kita
sebut aja Saihun ya, yang lebih gampang
gitu. Jadi pada hari Minggu tanggal 24
Agustus tahun 2025 ya, Pak Saihun ini
sedang mencari ayam yang sudah hilang
sehari sebelumnya ya peliharaannya dia.
Dia mencari ayam tersebut di sekitar
rumah dan ketika sedang berkeliling
mencari ayamnya ini, Pak Sayihun sudah
melihat adanya sejuntai tali nilon dari
jarak jauh. Nah, ini aneh banget.
Posisinya berada di bawah pohon yang
kemudian disusul dengan adanya aroma
busuk yang tidak sedap. Eh, ada yang
bilang sih bau amis dan katanya amisnya
itu bukan seperti amis ikan, melainkan
bau amis seperti ya bau cairan merah lah
yang benar-benar wuduh menusuk hidung
lah. Nah, Pak Saihun ini mencoba untuk
mendekati arah di mana dia melihat tali
tersebut dan bau ini berasal. Nah,
semakin dia dekati bau amisnya tercium
oleh dia dan juga semakin kuat seperti
dia sedang mendekati bangkai gitu. Nah,
namun Pak Saihun ini tidak berpikir
macam-macam. Dia mencoba positive
thinking aja. mungkin hanya bangkai
tikus atau mungkin ya bekas apa ya e
bekas kotoran ikan tahu enggak sih?
Kayak habis ngebersihin ikan bagian
insangnya, bagian perutnya dibuang di
situ. Bisa jadi kayak gitu atau justru
itu adalah bangkai ayamnya yang sedang
dia cari. Nah, ekspektasinya di saat itu
tiba-tiba buyar, Geng. Ketika dia
menemukan yang dia lihat tidak seperti
apa yang dia bayangkan. Karena yang Pak
Sayuhun lihat ya, yang dia kira bangkai
hewan ternyata itu adalah jenazah dari
menantunya sendiri, Brigadir Esco yang
dalam kondisi mengerikan banget. Di saat
itu Pak Saihun juga melihat kondisi dari
menantunya ini yang aduh udah enggak
bisa dibayangkan deh. Tubuhnya itu sudah
membengkak yang berarti sudah membusuk.
Wajahnya juga sudah rusak, lehernya
terjerat dengan tali. Nah, Pak Saihun
syok. Dia kaget bahwa menantunya yang
sudah beberapa hari menghilang justru
ditemukan sekitar 10 sampai 12 m dari
rumahnya. dan yang tragisnya ditemukan
dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa.
Setelah penemuan itu, Pak Sayun langsung
pergi lari dari sana untuk melaporkan
penemuannya itu kepada kepala dusun yang
kemudian diteruskan ke anggota jaga SPKT
Polsek Lembar. Enggak lama berselang,
petugas polsek Lembar itu tiba di lokasi
dan memastikan laporan tersebut.
Selanjutnya informasi diteruskan ke unit
INAVIS Polres Lombok Barat sekitar jam
1520 WITA. Tim INFIS Polres Lombok Barat
bersama dengan petugas lainnya itu tiba
di lokasi untuk melakukan olah TKP
sekaligus melakukan evakuasi terhadap
jenazah. Di dalam saku celananya ada
barang pribadi milik Brigadir Esco
seperti handphone, jam tangan, serta
kunci motor. Nah, jadi bisa dipastikan
ini bukan aksi perampokan atau pencurian
dan barang-barang tersebut akhirnya
dijadikan acuan untuk memastikan
identitas dari jasa tersebut yang benar.
Itu adalah Brigadir Esco yang selama ini
dicari oleh keluarga. Terus 1 jam
kemudian sekitar jam 1620 Wita, mobil
ambulans dari e Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Barat itu tiba di
tempat kejadian. Lalu jenazah Brigadir
Esco dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara
untuk kemudian diperiksa lebih lanjut.
Kabar penemuan jasad Brigadir Esco ini
sampai ke telinga Riska, istrinya dan
keluarga besarnya Brigadir Esco. Ketika
mendengar pertama kali berita tersebut,
ibunya Brigadir Esco sangat terpukul
sampai beberapa kali pingsan. Dan
kabarnya juga, Geng, Riska sempat
pingsan yang kemungkinan karena Rizka
syok mendengar kabar bahwa suaminya
sudah ditemukan dalam kondisi yang tidak
bernyawa. Tapi tunggu dulu, apa yang
dialami oleh Riska ini belum 100%
apa adanya gitu. itu bukan sebuah
kejujuran, itu adalah sebuah akting gitu
ya. Nah, terus di sisi lain, selain
kaget, keluarga Brigadir Esco juga
sempat merasa heran dengan lokasi
penemuan jenazah Brigadir Esco yang
dekat dengan rumahnya Brigadir Esco. Kok
bisa? Padahal pada saat dia menghilang,
keluarganya tidak pernah berhenti
mencari keberadaan dia, bahkan sampai
menghubungi keluarga yang lain yang
berada di Bon Jeruk e Lombok Tengah. Dan
jika selama ini Brigadir Esco gak pernah
pergi jauh dari rumah, seharusnya
keluarganya sudah menemukan sejak
kemarin. Tapi mengapa baru ketahuan
ketika dia sudah dalam kondisi seperti
itu? Nah, ini yang menjadi pertanyaan
besar. Di saat itu, Pak Sayihun, mertua
sekaligus orang yang pertama kali
menemukan jenazah eh Brigadir Esco itu
bilang kalau pihak keluarga tidak
percaya kalau Brigadir Esco meninggal
dengan cara mengakhiri hidup. Soalnya
selama ini dia dikenal sebagai sosok
yang baik dan enggak pernah punya
masalah dengan siapapun termasuk dengan
istrinya sendiri. Menurut Pak Sayihun,
keanehan ini semakin menguatkan
keyakinan keluarga kalau meninggalnya
Brigadir Esco adalah sesuatu yang enggak
wajar, pasti ada pelakunya gitu. Apalagi
semasa hidupnya dia tidak pernah
menceritakan masalah apapun dan
menunjukkan isyarat kalau dia sedang
stres, depresi, atau punya beban
tertentu tuh enggak ada. Pihak keluarga
berharap agar kasus meninggalnya
Brigadir Esco ini diusut secara tuntas
dan tidak ada yang ditutup-tutupi
sehingga tidak menimbulkan spekulasi
liar di masyarakat. Mau bagaimanapun
hasilnya, pihak keluarga bakal berusaha
menerima karena yang mereka butuhkan
adalah mengetahui fakta sebenarnya. Dan
jika memang hasilnya adalah seperti
asumsi yang beredar, mereka mencoba
menerima. Nah, begitulah kurang lebih,
Geng, kronologi ketika jenazah Brigader
Esco ini ditemukan pertama kali dan
hasil otopsinya sudah keluar dan jenazah
Brigader Esco sudah dimakamkan di
pemakaman Belek Bon Jeruk, Lombok
Tengah. Meski sudah dimakamkan, muncul
banyak kejanggalan dari kasus ini dan
kejanggalannya justru terletak pada
gerak-gerik sang istri yaitu Riska,
istri Brigadir Eskru ini ya eh mulai
dicurigai. Nah, sekarang kita bakal
membahas beberapa kejanggalan dari
meninggalnya Brigades Esco.
Jadi, Geng, di dalam kasus ini terdapat
beberapa kejanggalan yang dirasakan oleh
keluarga Brigadir Esco terhadap menantu
mereka Rizka. Ya, yang menguatkan dugaan
kalau jangan-jangan Rizka terlibat di
dalam kasus ini. Yang pertama itu adalah
soal dugaan bahwa Brigader Esco menjadi
korban dari aksi penghilangan nyawa. Hal
ini didukung dari hasil otopsi dari
jenazah Brigadir Esco yang sudah keluar.
Menurut hasil otopsi, terdapat tanda
kekerasan di bagian leher yang menjadi
penyebab dari meninggalnya dia. Adanya
tanda kekerasan ya ee terhadap Brigader
Esco ini enggak cuma ditemukan setelah
dilakukan otopsi, melainkan juga pada
saat dilakukan visum yang menunjukkan
luka bagian tubuh korban yang disebabkan
oleh benda tumpul dan benda tajam. Di
lengan kiri terdapat luka seperti
sayatan pisau dan di belakang kepala
adanya luka akibat pukulan benda tumpul.
Dengan kondisi adanya luka seperti itu,
tidak mungkin Brigadir Esco ini
meninggal karena melukai diri sendiri
sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa
dia adalah korban dari aksi penghilangan
nyawa yang dilakukan oleh seseorang.
Kemudian kejanggalan selanjutnya semakin
mengarah ke Riska, Geng. Pengacara
Brigadir Esco yang bernama Lalu Anton
Haryawan itu mengungkapkan bahwa
keluarga sempat curiga dengan Rizka
sebelum jenazah Esco ditemukan.
Keheranan itu dikarenakan Rizka yang
tidak melaporkan hilangnya Brigader
Esco. Padahal Brigader Esco sudah hilang
sejak tanggal 19 Agustus 2025. Mulai
dari menghilangnya Brigadir Esco sampai
pada akhirnya ditemukan di tanggal 24
Agustus, Rizka sama sekali tidak pernah
melaporkan hal itu ke perangkat desa
atau ke polisi. Padahal dia sendiri
anggota polisi. Apalagi ketika hasil
otopsi keluar yang menunjukkan bahwa
adanya tanda-tanda kekerasan akibat
benda tumpul di jenazah suaminya ini.
Biasanya jika ditemukan adanya indikasi
kekerasan, pihak keluarga yang akan
membuat laporan polisi agar polisi bisa
mencari tahu pelaku dari aksi ini.
Karena Brigadir Esco ini punya istri,
seharusnya istrinya itu yang melaporkan.
adanya dugaan aksi penghilangan nyawa
terhadap suaminya. Tapi geng yang
membuat laporan polisi justru Samsul,
ayahnya Brigadir Esco. Dan ketika
ditanya oleh keluarga Brigadir Esco
terkait hilangnya Brigadir Esco ini,
Rizka malah berdali kalau dia sudah
berupaya minta tolong ke dukun. Ini
gimana sih? Polisi minta tolong ke
dukun. Ini enggak masuk akal ya. Masa
suaminya hilang bukannya dia melaporkan
kepada instansinya malah dia lapor ke
dukun. Nah, di saat itu Samsul ayahnya
Brigader Esco mengaku sempat heran
dengan sejumlah hal yang terjadi
menjelang penemuan jasad anaknya. Dia
menyoroti chat yang dikirimkan Rizka di
hari Minggu pagi yang menurutnya enggak
sinkron dengan waktu penemuan jasad.
Nah, lalu dia juga bercerita Rizka
sempat chat dia dengan bilang kalau dia
mau ikut mencari Esco sekitar jam 11.41
Wita. Padahal jasadnya Esco ditemukan
sekitar jam 11.30 Wita. Kenapa baru
ingin mencari? Padahal 11 menit
sebelumnya jenazahnya sudah ditemukan.
Memang selisih waktunya tipis, tapi
tetap aja membuat hal ini janggal.
Kecurigaan selanjutnya diungkap oleh
Anton selaku pengacara Brigadir Esco
yang menyebutkan kalau Rizka cuma datang
ketika pemakaman suaminya aja. Dia
enggak pernah datang ketika keluarga
Brigadir Esco mengadakan tahlilan. Entah
apa alasannya dan tentu ini menuai
kecurigaan dari keluarga Brigadir Esco.
Mengapa seorang istri yang biasanya
merasa kehilangan ketika suaminya
meninggal dunia justru tidak datang
ketika acara tahlilan. Janggal banget.
Kejanggalan selanjutnya terletak pada
kesaksian dari Saihun, ayah dari Riska
sekaligus orang yang pertama kali
menemukan Brigadir Esco. Pihak keluarga
Brigadir Esco menyeroti pengakuan
Sayihun soal penyebab dari meninggalnya
Esco dengan menyebutkan kalau dia tidak
percaya kalau Brigadir Esco meninggal
karena mengakhiri hidup. Asumsi itu
tidak pernah ada sebelumnya, bahkan dari
polisi sekalipun. Justru Pak Sayihun ini
yang pertama kali menyebutnya. Bagaimana
bisa dia berkesimpulan seperti itu
sementara belum ada keterangan resmi
dari polisi. Lain cerita, jika polisi
sudah menyimpulkan duluan. Barulah Pak
Sayuhun ini bisa mengatakan pihak
keluarga tidak menerima kesimpulannya.
Tapi ini belum ada keterangan apapun.
Tiba-tiba dia udah bilang kalau enggak
percaya Bergadir Esco ini mengakhiri
hidup. Kan aneh. Terus geng, kejanggalan
lainnya terletak pada jumlah pelaku yang
melakukan aksi penghilangan nyawa
terhadap Brigader Esco yang diduga
enggak hanya dilakukan oleh satu orang.
Dugaan tersebut muncul setelah keluarga
Brigadir Esco melihat apa yang ada di
TKP dan kondisi jenazah Brigadir Esco.
Dari luka-luka yang ditemukan di tubuh
Brigadir Esco, pihak keluarga yakin
kalau itu merupakan luka yang
menunjukkan bahwa dia sempat melakukan
perlawanan. Dan jika benar, Rizka adalah
pelakunya, dirasa enggak mungkin bagi
keluarga kalau Rizka bisa menghabisi
nyawa BKDR Esco seorang diri. Meskipun
mungkin Rizka yang juga merupakan
anggota polisi pastinya juga pernah
mendapatkan pelatihan bela diri dan
semacamnya. Namun tetap aja secara
kekuatan dia akan kalah dengan sang
suami. Oleh karena itu, keluarga menduga
ada banyak pelaku dengan peran yang
berbeda-beda di balik aksi penghilangan
nyawa Brigadir Esco untuk membantu
Rizka. Ada yang membawa Brigadir Esco
dari tempat dia dieksekusi sampai
akhirnya dia dibuang di tempat di mana
dia ditemukan. Ada yang mengikat tali di
lehernya dan ada yang menghilangkan
barang bukti seperti percakapan chat di
HP-nya Brigadir Esco dan lain-lain.
Kecurigaan terkait adanya pelaku lain
karena ditemukan adanya bercak cairan
merah yang ada di kamar anaknya Brigadir
Esco. Namun tetap aja yang menginisiasi
tetap orang terdekat yang mana udah
pasti istrinya Rizka. Dan karena
dilakukan oleh orang terdekat
kemungkinan besar kalau aksi ini sudah
direncanakan sebelumnya. Terus
kejanggalan berikutnya yang diungkap
oleh keluarga Brigadir Esco adalah
dugaan kalau adanya organ tubuh yang
hilang dari korban. Hal ini diceritakan
oleh Samsul yang mengungkap temuan baru
yang membuat dia terkejut. Dia menyoroti
luka yang ada di tubuh anaknya dan
mengatakan bahwa luka tersebut bukan
cuma luka biasa, melainkan bisa jadi
petunjuk penyebab dari meninggalnya
Bergadir Esco. Bagi dia luka tersebut
bukan sekedar luka biasa, tapi
menunjukkan adanya organ tubuh yang
hilang. meskipun enggak diketahui maksud
dari organ mana ya hilang tersebut yang
dikatakan oleh orang tuanya ini karena
dari hasil autopsi belum ada penyebutan
adanya organ tubuh yang hilang. Nah, ini
masih ditunggu keterangannya nih, Geng.
Nah, di sisi lain setelah kasusnya
diselidiki oleh polisi selama beberapa
pekan saat ini polisi sudah menetapkan
Riska sebagai tersangka. Nah, sekarang
kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan
mengenai gimana bisa ketahuan dan apa
yang dilakukan oleh Riska dan sampai dia
ditetapkan sebagai tersangka. kita
bahas.
Jadi, Geng, sejauh ini Polda NTB sudah
memeriksa sebanyak 23 saksi dalam
penyelidikan dugaan aksi penghilangan
nyawa terhadap Esco. 23 saksi tersebut
terdiri dari rekan kerja Esco di Polsek
Sekotong, istrinya yaitu eh Riska,
pamannya, dan Saihun yang merupakan
mertua sekaligus orang yang menemukan
Esco pertama kali. Nah, Polda NTB juga
sudah menggelar perkara di Mapolda NTB
pada Jumat siang tanggal 19 September
2025. Proses tersebut dilakukan secara
tertutup tanpa melibatkan keluarga
maupun pengacara Brigadir ESCO. Meskipun
sebelumnya sudah ada permintaan resmi
agar pihak keluarga diikut sertakan
dalam gelar perkara. Hasil dari gelar
perkara itu menetapkan Rizka sebagai
tersangka. Penetapan tersangka terhadap
Rizka akhirnya menjawab pertanyaan
publik setelah keluarga dan pengacara
keluarga menduga bahwa aksi penghilangan
nyawa tersebut dilakukan oleh orang
terdekat yang tidak lain dan tidak bukan
adalah istrinya sendiri yang sesama
anggota polisi.
Terkait motif mengapa Rizka melakukan
aksi ini sebenarnya masih mistery geng
belum diungkapkan secara jelas. Namun
ada beberapa ahli yang mencoba
menganalisa dugaan motifnya. Mantan
Kapolda Jawa Barat yaitu bernama Pak
Anton Karlian itu mengungkapkan bahwa
ada pelaku lain yang ikut membantu Rizka
ketika menghabisi nyawa Esco. Soalnya,
kecil kemungkinan jika Rizka sendiri
yang melakukan karena Esco adalah
anggota intel kepolisian. Anton juga
menganalisa kira-kira motif yang menjadi
alasan Riska melakukan aksi tersebut.
Menurut dia ada dua dugaan. Yang pertama
terkait masalah keuangan yang kurang
transparan dalam hubungan rumah tangga
atau bisa jadi karena masalah Wiil atau
PIL. Wi itu wanita idaman lain. Pil pria
idaman lain. Jadi bisa jadi konteksnya
adalah masalah perselingkuhan. Entah
siapa yang selingkuh entah korban entah
pelaku. Jika seorang istri tega
menghabisi suaminya ya Pak Anton ini
menyebutkan pasti ada motif yang kuat
yang jadi alasannya. Kemungkinan Rizka
melakukannya karena bisa jadi Brigadir
Esco punya wanita lain atau mungkin
sebaliknya Brigadir Esco yang mulai tahu
kalau Riska punya laki-laki lain. Ya
bisa jadi kayak gitu. Pak Anton juga
menyoroti perihal lamanya waktu penemuan
jenazah Brigadir Esco dengan kapan dia
menghilang. Pak Anton curiga kalau ada
hal lain yang dilakukan oleh Riska
sehingga menyembunyikan brigadir Esco
selama 1 minggu lebih. Lalu kemudian
nih, Geng, ada keterangan dari Reza
Indragiri selaku ahli psikologi forensik
yang menyebutkan bahwa motif dari aksi
ini ya ini kemungkinan nih kemungkinan
itu adalah motif emosional bisa karena
kecemburuan atau adanya perasaan sakit
hati. Berbeda dengan yang diteorikan
oleh Pak Anton ya. Pak Reza ini
mengatakan kalau Rizka ini mungkin aja
melakukan aksi itu seorang diri dengan
menaruh racun terlebih dahulu ke minuman
atau makanan suaminya sehingga suaminya
tidak berdaya dan istrinya bisa langsung
melakukan aksinya. Nah, namun Pak Reza
juga tidak menutup ee adanya kemungkinan
bahwa tersangka lain bisa jadi ikut
terlibat. Nah, tapi sementara itu, Geng
ya, pengacara dari Riska yang bernama
Rossi menyampaikan keberatan terhadap
proses hukum yang sedang berlangsung.
Dia menilai penetapan tersangka terhadap
Riska terkesan buru-buru dan tidak
transparan. Jika di dalam proses
penyidikan ditemukan adanya pelanggaran
prosedural, maka status tersangka yang
diberikan kepada Rizka dapat dinilai
cacat hukum. Nah, tapi ya namanya juga
lawyer ya, namanya juga pengacara pasti
bakal ngebela kliennya walaupun kliennya
bersalah gitu. Terus lebih lanjut lagi
ya, lawyernya Rizka yang bernama Rossi
ini mengatakan bahwa pihaknya sudah
berkoordinasi dengan keluarga besar
Rizka terkait perkembangan kasus ini.
Dan dia menekankan bahwa keluarga Rizka
hanya berharap agar proses hukum tidak
menambah penderitaan yang sudah ada.
Terkait isu adanya perselingkuhan yang
terjadi di rumah tangga Esco dan Riska,
Rossi menegaskan isu tersebut adalah
fitnah. Dan Rossi juga secara pribadi
tidak percaya kalau Rizka berselingkuh
karena selama ini dia dikenal baik
katanya. terutama ketika dia bertugas
sebagai Babincam Tipmas di desanya.
Sampai saat ini belum ada keterangan
resmi dari polisi terkait motif aksi
penghilangan nyawa terhadap Esco dan
polisi masih terus mendalami apakah
adanya tersangka lain di dalam kasus ini
atau enggak, Geng.
Dan sementara itu menurut pengacara dari
pihak korban, pengacara dari almarhum
Esco yang bernama Pak Anton, ya kedua
anak perempuan Esco sangat merindukan
ayahnya karena mereka paling dekat
dengan Esco dan Escoh yang mengantarkan
mereka setiap hari berangkat dan pulang
sekolah. Melihat kondisi kedua anak
Esco, Pak Anton mengatakan beberapa
psikolog anak sudah mengajukan diri
kepada pihak keluarga Esco yang
rencananya psikolog ini bakal
mendampingi mereka sampai mental
anak-anaknya pulih dari trauma. Meskipun
begitu, Pak Anton mengatakan kondisi
fisik mereka baik. Sempat ada tudingan
mengenai penjemputan anak dari Esco e
dari Lombok Barat ke Lombok Tengah yang
dilakukan secara paksa ya oleh keluarga
besar. Namun ee dibantah hal tersebut
karena penjemputan mereka dilakukan agar
kedua anaknya itu bisa diurus dengan
baik.
Nah, jadi itu dia, Geng, beberapa fakta
mengenai kasus meninggalnya Brigadir
Esco yang sangat mengagetkan. Karena
awalnya orang-orang bertanya-tanya ini
siapa pelakunya? Istrinya sampai
pingsan-pingsan. Eh, ternyata pelakunya
istrinya sendiri. Namun motifnya sampai
sekarang masih menjadi misteri. Nah,
apabila video ini tayang ketika motifnya
sudah ketahuan, sudah ada di media gitu
ya, kalian boleh tambahkan di kolom
komentar, Gengs, sebagai tambahan
informasi. Oke, gimana menurut kalian
tentang pembahasan kali ini? Tinggalkan
komen kalian.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:31 UTC
Categories
Manage