Transcript
MAl_xa13Aho • M*Y4T IN A PALM OIL TREE! DID HE SLIP OR GET EATEN BY A PYTHON?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1544_MAl_xa13Aho.txt
Kind: captions Language: id Oke, sebelum kita mulai konten ini, e di sini gua pengen disclaimer dulu ya. Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi, tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membuat hal-hal yang dilarang oleh YouTube. Tujuan utamanya adalah informasi dan semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Karena di kasus-kasus yang akan kita bahas ini berhubungan dengan kehati-hatian kita, kepedulian kita terhadap keselamatan kita masing-masing supaya tidak terjadi kemalangan atau tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ingat, Geng, hari apes, hari sial tidak ada di kalender. Jadi, yang punya kewajiban dan hak untuk menjaga keselamatan kita adalah diri kita sendiri. Oke, Geng. Gimana kalau misalkan kalian sedang berada di suatu tempat, entah mungkin kalian sedang lewat atau gimana gitu, tiba-tiba kalian menemukan adanya kerangka di sana. Apalagi kabarnya ya, kerangka yang sudah ee benar-benar apa ya, udah lama gitu kelihatannya. Ternyata ini milik seseorang yang sudah hilang selama bertahun-tahun. semacam ditelan bumi gitu, enggak ada yang tahu dia ke mana. Yang sudah pasti meninggalkan beribu tanda tanya ke manakah orang itu pergi? Ya kan? Dan terkadang kita juga pasti berpikir gitu ya, gimana bisa dia berakhir di sana? Bagaimana bisa dia ada di sana dari yang tadinya utuh sampai menjadi kerangka? Apakah dia ee menjadi korban akibat perlakuan orang lain atau justru karena ee kelakuan dia sendiri yang secara tidak sengaja membuat dia jadi terjebak di sana. Ya, kita enggak tahu ya kan? Tapi pastinya kita jadi bersimpati kepada keluarganya. Apapun penyebabnya, misteri apapun yang ada di baliknya, udah pasti keluargalah yang paling merasa kehilangan, yang paling merasa sakit atas kejadian tersebut. Dari semua tanda-tanya tersebut ya biasanya keluarga akan sedikit lebih bersyukur ketika orang yang sudah hilang lama tersebut ya anggota keluarga mereka yang hilang lama tersebut bisa ditemukan apapun bentuknya, apapun kondisinya meskipun jawaban atas penyebab dari meninggalnya itu tidak diketahui ya yang penting jasadnya bisa ditemukan ya walaupun kondisinya hanya sisa tulang belulang. Nah, insiden seperti ini sudah beberapa kali terjadi geng. Salah satunya yang baru-baru aja terjadi di Indonesia yang mana kalian udah pasti sempat mendengar ditemukan adanya tulang belulang di dalam sebuah pohon aren yang mana pada awalnya si korban ini dikira adalah korban dari eksekusi atau penghilangan nyawa yang akhirnya disembunyikan atau ditempatkan di dalam pohon aren tersebut. Tulang belulangnya baru ditemukan setelah pohon aren tersebut tumbang dan akhirnya jatuh. Di situlah terlihat ada tulang-belulang di dalam pohon aren yang sudah mati tersebut. Nah, ini kan bikin orang-orang jadi bergidik ngeri, merinding, dan bertanya-tanya, kok bisa ada tulang di dalam situ? Seperti apa kisah aslinya? Nah, nanti kita bakal bahas secara lengkap. Dan ternyata, Geng, kasus seperti ini ya udah pernah terjadi di negara lain juga. Yang paling terkenal adalah cerita dari kasus Joshua Medex yang hilang selama bertahun-tahun baru ditemukan di sebuah cerobong asap. Nanti kita bakal bahas. Terus ada juga cerita dari seorang pria yang terjatuh ke belakang lemari pendingin baru ditemukan setelah 10 tahun kemudian. Nah, ceritanya mirip-mirip cuma beda tempat aja. Nanti kita bakal bahas satu persatu. Oke, langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng, untuk pembahasan yang pertama, kita bakal bahas kasus yang paling viral terlebih dahulu di negara kita baru-baru ini, yaitu penemuan tulang manusia di dalam pohon aren. Jadi, Geng penemuan tulang manusia di dalam pohon aren ini terjadi di Indonesia tepatnya di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada hari Selasa tanggal 9 September tahun 2025. Ketika itu ada seorang warga yang bernama Rian. Usianya itu 17 tahun. Nah, Rian ini bersama dengan temannya yang bernama Aldi yang sedang memanen buah sawit. Nah, Rian ini sempat melihat ada sebuah pohon aren yang sepertinya udah mati gitu, Geng. Dan pohonnya juga udah tumbang. Ada informasi yang menyebutkan kalau sebenarnya pohon itu sudah mati sekitar 4 tahun lalu, tapi baru tumbang karena ada angin kencang sekitar 3 bulan yang lalu sebelum akhirnya ya ditemukan ada tulang-bulang lah di dalamnya. Jadi Rian di sari itu ya ketika dia jalan ya sehari-hari dia udah lihat itu pohon aren udah tumbang, udah tergeletak di sana tapi belum ada yang aneh. Sampai pada suatu hari ya dia melihat ada yang aneh e kayak keluar dari pohon itu. Bukan keluar maksudnya bergerak enggak. Tapi kayak terlihatlah dari luar. Untuk memastikan hal tersebut akhirnya Rian ini mendekat ke pohon itu. Nah ketika dia mendekat Rian ini justru melihat seperti ada tulang belulang. Awalnya kayak orang kan mikir gitu ya, itu tulang apa, tulang hewan kah, tulang apa gitu. Nah, tapi lama-kelamaan dia ngelihat kayak ini beda, ini aneh kayak tulang manusia. Nah, adanya tulang yang terlihat tersebut membuat Rian semakin penasaran dan dia memberanikan diri untuk membuka pohon aren yang sudah mati ini. Nah, saat batangnya itu dibuka, Rian kaget di saat itu ketika dia lihat kerangka manusia sesuai dengan apa yang dia pikirkan ya, dengan kondisi yang masih lengkap itu apa ya? berjejerlah di dalam pohon itu. Akhirnya ya membuat dia bertanya-tanya apakah itu tulang belulang beneran atau itu cuma kebetulan ee dia menemukan apa ya kayak tahu enggak sih kayak manekin gitu untuk orang-orang kerja praktik di sekolah atau di kuliah kedokteran gitu. Nah, awalnya dia tuh dia masih bingung. Terus Rian beserta dengan Aldi temannya itu melaporkan penemuan ini ke warga dan meneruskan ke polisi. Enggak lama dari situ, polisi langsung datang ke TKP. Mereka melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Pada saat dilakukan penyusuran di sana, polisi menemukan sejumlah barang seperti celana panjang hitam, kaos biru bertuliskan jastrun, terus ada satu handphone merek Nokia. Handphone lama, handphone jadul, dan gelang aluminium silver serta korek gas. Ee peserta juga barang-barang bukti yang lain, lanjut kami akan melakukan proses ee pemeriksaan lanjutan dan kami koordinasi dengan penyidik. Selanjutnya apapun hasilnya nanti akan kami laporkan kepada penyidik. Polisi menghimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor ke polsek setempat untuk mengetahui ini kira-kira siapa. Nah, sementara kerangka tersebut udah dievakuasi oleh polisi dan tim Ina ke Rumah Sakit Bayangkara TK2 Medan. Polisi memperkirakan bahwa kerangka di dalam pohon itu sudah meninggal sekitar 2 tahun silam. Dan enggak lama dari penemuan tersebut ada seorang warga yang bernama Amelia yang mana dia mengaku kehilangan anaknya yang bernama Muhammad Yuda Prawira sejak tahun 2023. Umurnya pada saat itu baru 23 tahun. Dan keterangan Amelia ini ternyata sesuai dengan dugaan polisi yang memperkirakan kalau kerangka ini sudah meninggal sejak 2 tahun silam. Keluarga Yuda itu tinggal di sekitar lokasi penemuan rangka. Cuma dari informasi lain yang gua temukan, Amelia ini justru mengaku kalau baju yang ditemukan di dekat kerangka tersebut bukan baju anaknya. Jadi kayak mungkin itu baju entah baju siapa gitu, kebetulan ada di sana juga atau justru eh apa ya ini banyak kemungkinan sih kalau memang dia dihabisi oleh seseorang ya mungkin aja itu adalah baju orang yang menghabisi dia bisa jadi. Nah, terus geng kakak dari almahrum Yuda ini bernama Cut Mutiasari dia yakin kalau kerangka tersebut memang adiknya sebab dia mengenali gelang yang ditemukan itu pernah dipakai oleh Yuda. Nah, terus ada keterangan dari adik perempuannya Yuda juga yang kabarnya mengenali kaos yang ditemukan di lokasi tersebut. Katanya ya ee adiknya si Yuda ini pernah mencuci baju itu. Nah, mungkin aja itu memang baju Yuda tapi ibunya ee enggak ingat gitu. Mutiasari sang kakak itu cerita kalau di tahun 2023 Yuda ini sempat pergi dari rumah untuk merantau. Dia pergi sekitar bulan Agustus. Cuma ketika dia pergi, dia tidak membawa dokumen penting seperti KTP ataupun KK. Dan Yuda ggak cuma sekali pergi merantau. Mutiasari bilang kalau adiknya ini memang biasa pergi merantau untuk kerja. Dia pernah kerja di Aceh, di Medan, Medan Kota ya, dan juga di Palembang. Dan biasanya dia bekerja sebagai buruh kasar. Misalkan ee kerja di tempat pengelasan atau ikut di dalam proyek pembuatan pabrik kelapa sawit dan lain-lain. Lalu ada keterangan lagi nih dari seorang saksi yang ada di tempat tersebut yang mendengar kabar sebelum Yuda dinyatakan hilang. Saksi ini mendapatkan cerita dari temannya Yuda kalau Yuda ini sempat meminta kepada temannya untuk diantarkan ke simpang rumah Yuda. Terus juga ada seorang perempuan yang bernama Fitri yang juga pernah melihat Yuda di sekitar bulan Maret 2024. Yang mana menurut ceritanya Fitri, Yuda ini sempat datang ke rumahnya Fitri dan Fitri ini punya adik. Kalau dari ceritanya Fitri, adiknya ini bukanlah teman main Yuda dan Yuda juga enggak biasanya main di rumah Fitri. Namun di hari itu Yuda malah ee mampir terus main handphone bareng dengan adiknya si Fitri ini. Nah, ini terasa janggal buat dia. Terus kemudian, Geng, ada juga informasi dari media Kompas nih yang menyebutkan kalau Yuda ini sempat menulis sebuah postingan di Facebook yang merupakan reposan dari sebuah kutipan di Instagram. Kutipannya tuh bunyinya kayak gini. Semakin sering seseorang tidak dihargai, semakin tinggi cuek yang akan dia miliki. Kadang yang menciptakan sifat buruk seseorang itu bukan dirinya, melainkan perlakuan orang lain terhadap dia. Nah, itu dia pernah pos begitu. Dan bagi Mutia, curhatan itu terasa makin berat ya ketika dihubungkan dengan kepergian Yuda yang tanpa kabar. Karena menurut Mutia, adiknya ini bukanlah sosok yang pendendam atau menyimpan sesuatu. Dan setiap dia pergi merantau, dia selalu menelepon ibunya dan menanyakan kabar ibunya. dan begitu juga kepada ayahnya. Dan menurut Mutia, jika Yuda ini marah, dia bukanlah tipe anak yang pendendam. Nah, jadi e kakaknya ini kurang yakinlah dengan keterhubungan status dari Yuda ini terhadap meninggalnya dia. Namun, Geng, walaupun keluarganya sudah mengakui kalau itu adalah anak mereka, namun sampai saat ini ya ketika kita syuting video ini belum ada perkembangan yang pasti terkait kepastian identitas dari kerangka tersebut. Karena walaupun keluarga sudah mengakui masih harus ada tes sampel DNA, masih terus didalami oleh polisi. Dan sampel DNA dari keluarga Yuda juga sudah diambil untuk memastikan apakah kerangka tersebut adalah benar Yuda atau bukan. Dan polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang yaitu ada warga sekitar, keluarga Yuda, termasuk juga orang yang terakhir kali bertemu dengan Yuda sebelum dia menghilang. Nah, sampai sekarang belum ada kepastian dan kita tunggu aja perkembangan dari kasusnya. Semoga nantinya bakal segera terungkap, Geng. Nah, namun dari beberapa cerita atau isu atau rumor yang beredar, ya, sepertinya dia bukan korban eksekusi, tetapi melainkan korban yang tidak sengaja terpeleset masuk ke dalam sana dan terjebak tidak bisa menyelamatkan diri karena yang jatuh itu adalah kepalanya duluan. Kabarnya sih kayak gitu. Namun sampai sekarang belum ada e fakta yang pasti tentang hal itu. Nah, gitu, Geng. Itu adalah pembahasan pertama kita. Oke, sekarang gua mau ngajak kalian untuk membahas insiden selanjutnya yang agak mirip dengan kasus ini. Kali ini menimpa seorang pria yang bernama Joshua Medex. Oke, Geng. Joshua Madex ya, nama lengkapnya Joshua Fernon Medex. Dia ini akrab dipanggil Jos. Nah, dia lahir pada tanggal 9 Maret tahun 1990. Dia tinggal di Woodland Park, Pike National Forest. Teller Conti, Colorado. Nah, dia tinggal bersama dengan keluarganya di sana. Ayahnya bernama Mike dan kedua adik perempuannya bernama Kate dan juga Rut. Jos ini memiliki rambut pirang panjang badannya cukup tinggi yaitu 180 cm dan beratnya sekitar 70 kg. Dia ini dikenal sebagai sosok pria yang ceria, penyuka musik, dan menghabiskan waktu luang untuk menulis e lagu juga bermain gitar. Jos juga sangat menyukai alam bebas sehingga dia kerap keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan menikmati alam yang indah di sekitar tempat tinggalnya. Nah, lalu geng di tanggal 1 Juni tahun 2006, kakak laki-laki jos yang bernama Zakarie itu seminggu sebelum lulus SMA itu ditemukan mengakhiri hidup setelah diduga menderita depresi. Nah, insiden tersebut membuat Mike dan juga Jos ya terpukul karena ada anggota keluarga mereka yang depresi kayak gitu. Dan Jos sangat peduli kepada kakaknya itu dan merasa kehilangan sosok kakak yang menjadi role modelnya dia lah. Dan kehilangan tersebut tidak pernah dilupakan oleh Jos. Singkat cerita, Geng, pada pagi hari tanggal 8 Mei tahun 2008, Jos ini memberitahu Kate kalau dia mau jalan-jalan sebentar. Cuaca pada saat itu cukup dingin. Tapi itu tidak membuat Jos ya mengurungkan niat yang memang dia sangat menyukai alam bebas. Bagi Jos ya. Cuaca tersebut justru bagus untuk pergi menikmati alam. Cuma ketika itu Jos itu gak menyebutkan ke mana dia bakal pergi. Dan karena Jos memang sering pergi, entah untuk jalan-jalan sebentar atau pergi hiking bareng teman-temannya, nah Kate di saat itu enggak ambil pusing. Nah, itu adalah rutinitas yang selalu dilakukan oleh Jos. Jadi, ya udah Jos pun pergi meninggalkan rumah. Namun, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Karena di hari itu Jos ternyata tidak pernah kembali lagi ke rumah, Geng. Setelah keluar, keluarganya menunggu hingga malam hari. Tapi tetap aja Jos ini enggak kunjung pulang. Perasaan cemas mulai menghantui keluarganya di saat itu. Kate bilang kalau Jos ini pernah mengisyaratkan kalau dia mau keluar dari rumah untuk bisa berpetualang dengan bebas dan mungkin dia enggak akan berkomunikasi dengan keluarganya untuk sementara waktu. Jadi kayak orang pengen healing sendiri loh gitu, Geng. Nah, itu biasa banget dilakukan oleh anak-anak bule lah. Jos ini bilang sebentar lagi dia bakal merasakan hal itu. Nah, namun keluarganya berpikir sebentar lagi yang Jos maksud itu kapan? Ya mungkin masih beberapa tahun lagi gitu kan. Ketika pada akhirnya Jos di hari itu enggak pulang, nah Kate ini langsung menduga apakah mungkin Jos akhirnya pergi untuk memulai pertualangan yang selalu dia bicarakan untuk enggak menghubungi keluarganya. Pengin menyendiri, pengin menghilang sementara. Dan alasan itu ya tidak membuat Mike e ayahnya menjadi tenang. Dia mencoba untuk menelepon teman-temannya Jos dia kenal untuk menanyakan apakah Jos bersama dengan mereka atau enggak. Kalaupun Jos sudah memulai petualangannya seharusnya ya Jos izin duluah ngomong dululah ke orang tuanya jangan langsung hilang begitu aja. Walaupun dia udah sempat ngasih kisi-kisi, ngasih tahu sebelumnya tapi di hari H di mana dia bakal pergi harusnya dia menyampaikan semuanya lagi gitu. Di saat itu teman-temannya Jos tuh gak ada yang tahu Jos itu ke mana. Dan mereka juga e gak ada satuun yang pernah melihat Jos lagi saat dia pergi meninggalkan rumah. Nah, sehari du hari ya ayahnya Mike masih menunggu Jos pulang. Namun penantiannya enggak kunjung membuahkan hasil. Sampai pada akhirnya Mike pun mulai melaporkan ini kepada polisi di tanggal 13 Mei tahun 2008, 5 hari setelah Jos menghilang. Tapi pada saat itu, Geng, polisi dengan cepat mengambil kesimpulan kalau Jos mungkin aja melarikan diri sebab Jos ini udah dewasa sehingga mungkin dia memiliki keputusan terhadap dirinya sendiri, pengin jauh dari keluarga gitu. Dan dari ceritanya Mike ya enggak menunjukkan adanya tindak pidana dari hilangnya Jos. Apalagi ada riwayat Jos memang udah pernah ngingetin orang tuanya dia pengin healing, dia pengin hilang, dia pengin e enggak berkomunikasi dulu untuk menikmati kebebasan di alam gitu. Nah, tapi meskipun begitu, polisi tetap memasang pengumuman orang hilang dan proses pencarian pun sempat dilakukan dan proses pencariannya cukup lama. Tapi tetap aja Jos enggak pernah berhasil ditemukan sehingga polisi tetap yakin kalau Jos pergi dari rumah dan mungkin ya bisa jadi melukai diri sendiri atau depresi juga karena merasa kehilangan atas meninggalnya Zakari abangnya. Namun di saat itu pihak keluarga dan teman-teman Jos menolak kesimpulan itu dikarenakan Jos ini adalah anak yang cerdas. Dia selalu happy, ceria dengan hidupnya. dan tidak pernah terlihat kalau dia mengalami kelainan mental akibat depresi. Sehingga mustahil jika Jos melukai diri sendiri. Singkat cerita nih, Geng. Enggak terasa hari berganti minggu, ya. Minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Jos masih tidak bisa kunjung ditemukan. Keluarganya masih terus berharap kalau mungkin benar Jos kabur dari rumah, tapi dia masih hidup. Kate juga berharap kalau Jos di saat itu sudah menikah, sudah punya anak, dan segera pulang ke rumah mereka. Nah, dia berandai-andai mungkin dia tinggal di hutan seperti yang selalu dia inginkan selama ini dan punya band atau menulis novel karena itu adalah kesukaannya Jos. Nah, tapi ya beda dengan ayahnya Mike. Dia punya anggapan lain. Setelah Jos menghilang, Mike mencari di perkemahan dan tempat penampungan tunawisma di dekat Colorado Springs. Anggapannya Mike, mungkin aja jos di saat itu udah jadi gelandangan gitu. sampai pada akhirnya karena mungkin keluarganya udah stres banget. Anak yang pertama meninggal, terus anak yang selanjutnya malah hilang gitu ya. Akhirnya Mike ini bercerai dengan istrinya enggak lama setelah Jos menghilang. Namun Mike memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka itu untuk berjaga-jaga. Siapa tahu Jos kembali pulang ke rumahnya. Ini benar-benar tipikal ayah yang udah putus asa gitu loh, Geng. Dan sekitar 7 tahun kemudian, pertanyaan mereka mengenai keberadaan Jos pada akhirnya terjawab. Saat itu di akhir musim panas tahun 2015 ada tim konstruksi yang merobohkan sebuah kabin. Nah, kabin itu terletak di luar properti Old Thunderhead Ranch. Ah, itu dekat dengan rumah keluarga Medx ini keluarganya Jos. Kabin tersebut sebelumnya merupakan bangunan tambahan dari sebuah bangunan lain. Bangunan utamanya udah direnovasi dan kabin tersebut sempat disewakan tapi kemudian terbengkalai sejak sekitar tahun 2005. Nah, kabarnya nih, Geng. Kabin itu adalah punya seorang pria yang bernama Chuck Marpi. Dia membeli kabin itu tahun 1950-an dan di tanggal 7 Agustus tahun 2005, tim konstruksi itu membawa alat berat untuk melakukan pembongkaran terhadap kabin itu. Nah, ketika mereka sampai di perapian kabin, mereka memindahkan sebuah meja bar ee meja bar sarapan besar gitu ya yang menghalangi perapian. Dan di sanalah tiba-tiba mereka menemukan sebuah tubuh yang sudah tidak bernyawa tersangkut di dalam cerobong asap. Lututnya berada di atas kepala, tapi kakinya terlepas. Udah kayak udah lama gitu. Dan jasa tersebut cuma mengenakan sebuah sweiter dan sebagian dari tubuhnya sudah mengalami mumifikasi. Jadi enggak hancur, enggak sisa tulang- belelulang gitu, Geng. Masih utuh. Sementara kakinya udah menjadi kerangka. Tubuhnya itu berada di dalam posisi terbalik. Mungkin mirip seperti kondisi janin ketika masih di dalam kandungan dengan satu tangan yang menutup wajah. Nah, Murpi kemudian menceritakan kepada media langsung dilaporkan ke polisi ke media tentang penemuan jasad di dalam kabin tersebut. Setelah penemuan itu di awal bulan September tahun 2015, ada seorang reporter yang bernama Bill Fogrin dari Pikespeak Cier menghubungi Mike, ayahnya Jos, dan seorang perempuan yang bernama Pime White. Nah, mereka ini adalah dua orang tua yang pernah melaporkan anak mereka hilang. Jadi di saat itu selain Jos juga ada anak laki-laki lain yang hilang. Nah, anaknya si Pem White ini. Nama anak laki-laki itu adalah Lucas White. Dan mereka berdua ya orang tuanya ini dipanggil untuk memastikan jenazah yang ditemukan itu apakah bisa jadi salah satu anak dari mereka yang selama ini hilang karena ditemukan di dekat rumah mereka. Memang Geng ketika keluarga Medax ini mencari Jos, mereka mengabaikan kabin tersebut karena kabin itu udah terbengkalai selama bertahun-tahun. dirasa enggak masuk akal kalau ada yang tinggal di sana. Sehingga keluarga Medox ini enggak punya alasan untuk memeriksa kabin itu. Kabin itu juga tergeletak di tengah-tengah pohon pinus yang tinggi. Jaraknya pun sekitar 15 m dari jalanan. Jadi misalkan ada yang teriak minta tolong, enggak akan ada satuun yang bisa dengar. udah tuh meninggal perlahan di sana selama-lamanya kalau enggak ada yang menyentuh tuh kabin. Pada tanggal 29 September 2015, petugas coroner Taylor Conti ya atau yang biasa disebut dengan Alburn itu mengkonfirmasi bahwa jenazah itu sesuai dengan DNA-nya keluarga Medax. Jadi ini adalah jenazahnya Jos. Akhirnya ya teriak histeris lah Mike di saat itu. Anak yang selama ini dia cari-cari, dia pikir masih ada harapan untuk jos hidup, ternyata udah meninggal ya menjadi mumi di dalam cerobong asap sebuah kabin. Proses autopsi pun sudah dilakukan dan Alburn itu menyebutkan bahwa penyebab dari meninggalnya Jos adalah kecelakaan sebab enggak adanya luka-luka yang mengindikasi adanya tindakan kejahatan atau pidana. Bisa jadi ya Alborne ini berkesimpulan kalau Jos itu memancet kabin itu dan masuk ke dalam cerobong asap untuk bisa masuk ke dalam e ruangan kabin. Jadi kan cerobong asap itu kan bolong masuk ke bawah gitu ya. Dengan tubuhnya yang tinggi dan kurus dia kemungkinan merayap tuh untuk turun dari cerobong asap ketika itu. Namun ketika dia sampai di bawah ada sisipan pembakar kayu yang bakal menyulitkan dia untuk keluar. Cuma kan posisi jos di saat itu udah enggak mungkin lagi untuk keluar dari cerobong ya karena kan kebalik posisinya. Akhirnya ya dia terjebak di dalam sana dan Alborne juga mengatakan kalau Jos tidak meninggal secara instan. Dugaan dari Alborne Jos ini mengalami meninggal perlahan-lahan. Berteriak, menangis, meminta tolong, akhirnya dehidrasi dan dia meninggal beberapa hari kemudian setelah kelaparan dan kehausan karena terjebak di sana. Dan dugaan lainnya dia juga mengalami hipotemia karena dingin mengingat cuaca di sana tuh dingin banget. Jika dia mengalami hipotemia, dia bisa meninggal satu atau du hari kemudian. Tapi balik lagi, itu masih spekulasi dari Albourne karena jenazahnya sudah meninggal bertahun-tahun sehingga sulit untuk menemukan penyebab pastinya. Tapi keluarga Medax dan penduduk setempat tidak setuju dengan kesimpulan Alborne itu ya. Pemilik kabin yang bernama Chuck itu mempertanyakan kesimpulan tersebut. Karena cerobong asap itu kan dilengkapi dengan jaring kawat tebal yang digantung dari kait baja yang digunakan untuk menjaga hewan ataupun puing-puing agar enggak bisa bersarang atau masuk ke dalam cerobong itu. Oleh karena itu, enggak mungkin orang bisa masuk ke kabin itu sendirian. Pasti ada yang bantuin menurut Chini. Nah, sementara Alberne berpendapat bahwa mungkin juruji itu sudah berkarat karena kan udah lama ditinggalin itu kabin. Dan Alborne juga bilang kalau mereka gak melihat jaring tersebut di cerobong asap yang artinya jaring yang dimaksud itu enggak ada. Banyak telepon yang masuk kepada pihak kepolisian yang menyebutkan tersangka dan petunjuk ke seseorang yang mungkin bertanggung jawab atas meninggalnya Jos ini. Salah satu telepon yang masuk menyatakan bahwa orang terakhir yang melihat Jos hidup adalah seorang anak laki-laki yang bernama Andrew Richard Newman yang akrab disapa Andy. Nah, Andy dan Jos ini pernah nongkrong sebelum Jos akhirnya menghilang dan Andy sendiri pernah memiliki riwayat keluar masuk rumah sakit jiwa. Andy kemudian pergi ke New Mexico dan ditangkap karena pernah menghabisi nyawa seorang pria disabilitas. Nah, Andy ini juga pernah menghabisi seorang wanita yang dimasukkan ke dalam tong Taos dan akhirnya Andy lah yang dicurigai nih. Nah, namun keterlibatan Andy dibantah oleh pihak kepolisian sampai saat ini kasusnya masih jadi misteri. Banyak yang percaya kalau Jos itu meninggal karena dihabisi oleh seseorang yaitu Andy dan jasadnya dibuang ke dalam cerobong asap. Namun kesimpulan polisi itu masih sama. Jos tidak dihabisi oleh siapa-siapa. Dia meninggal karena kecerobohannya sendiri dan ya udah dia terjebak di sana. Nah, kalau kalian gimana tuh, Geng? Kalian lebih percaya yang mana? Apakah jos ini dihabisi atau justru dia ceroboh dan terjebak di dalam cerobong asap itu? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Nah, oke. Itu adalah insiden yang kedua. Agak mirip ya dengan kasus yang pertama. Kalau memang kasus yang pertama itu ee tidak ada pelakunya. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan insiden yang terakhir, yaitu mengenai seorang pria yang dinyatakan menghilang dan ditemukan 10 tahun kemudian di belakang sebuah lemari es. Kebayang tuh 10 tahun. Dan kasus ini dialami oleh Larry Ii Murilo Monkada. Jadi, geng, insiden selanjutnya dialami oleh seorang pria yang bernama Larry I Murilo Monkada. Dia merupakan mantan karyawan supermarket yang bernama No Frills. Pada tanggal eh 28 November tahun 2009, sehari setelah perayaan Thanksgiving ya sekitar jam 15 malam waktu setempat, Larry ini sempat melarikan diri dari rumah orang tuanya yang berada di Conil Bluff ketika badai salju sedang melanda wilayah tersebut. Nah, orang tuanya bilang kalau Larry ini memang sedang mengkonsumsi obat-obatan dan entah kenapa obat tersebut justru membuat Lerry jadi enggak stabil mentalnya. Dan di saat itu Larry marah-marah tanpa sebab. Dan sesaat kemudian dia lari keluar rumah ketika kondisinya sedang badai salju. Lerry ini meninggalkan rumah tanpa mengenakan sepatu, kaos kaki, bahkan enggak membawa kunci serta mobil. Jadi dia menerjang badai kayak gitu aja. Hanya menggenakan e sehelai baju biru. Tapi setelah itu Larry enggak pernah balik ke rumahnya lagi dan bahkan enggak pernah masuk kerja. Enggak ada satu orang pun yang tahu ke mana Larry pergi. Dia menghilang seperti ditelan bumi. Nah, karena itulah pihak keluarga dan tempat kerjanya akhirnya membuat berita laporan kehilangan orang kepada pihak kepolisian. Terus, Geng, polisi kemudian bergerak cepat untuk mencari tahu keberadaan Lerry. Mereka menghubungi anggota keluarganya, lembaga penegak hukum, een imigrasi, dan Bea Cukai Amerika untuk mencari kemungkinan Lerry berada di Honduras. Kenapa polisi mencari tahu sampai sejauh itu? Nah, hal ini dikarenakan Larry pernah dideportasi ke Honduras sebelum akhirnya kembali ke Amerika lagi. Ayahnya Lerry ini yang bernama Victor Murilo itu bersama dengan ibunya Lerry mencari anak mereka ke manapun. Pencariannya tersebut juga dibantu oleh teman-temannya Larry. Namun tetap aja di hari itu mereka masih tidak menemukan keberadaan Lir ini sampai pada akhirnya 10 tahun kemudian tepatnya di tanggal 24 Januari tahun 2019 ada kontraktor yang sedang memindahkan lemari es atau freezer yang ada di supermarket Novels. Ketika itu supermarket tersebut sudah kosong sejak tahun 2016 geng. Di saat freezer itu dipindahkan, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan penemuan jasad manusia yang memakai baju berwarna biru yang identik dengan bajunya Larry ketika dia menghilang. Nah, ketika berita tersebut mencuat ya, beberapa orang dan keluarga meyakini jasad yang ditemukan di belakang lemari adalah Larry. Dan untuk memastikan identitas dari jasad tersebut, ya polisi langsung datang untuk mengambil sampel DNA dari keluarga Lerry untuk kemudian dicocokkan dengan jasad yang ditemukan di belakang Freezer. Jasad tersebut baru berhasil diidentifikasi 6 bulan kemudian, yaitu di bulan Juli yang mengkonfirmasi bahwa jasad itu benar adalah Larry yang hilang 10 tahun lalu. Dan polisi menyimpulkan kalau pada saat Larry ini kabur dari rumah, dia itu menuju ke supermarket dan memanjat ke atas freezer. Namun dia malah terjatuh ke dalam celah antara dinding dan freezer. Celah itu hanya selebar 46 cm dan tinggi dari freezer itu sendiri sekitar 3,7 m. Dua kali manusia, tiga kali bahkan. Dan jadi cukup besar dan tinggi. Jadi dia enggak bisa kabur dari sana karena celahnya cukup sempit dan juga cukup tinggi untuk dia bisa keluar. Kalaupun dia meminta tolong, suara mesin dari freezer tersebut cukup kencang sehingga ya siapapun enggak akan bisa mendengar teriakan minta tolongnya Larry. Dari kesaksian mantan karyawan supermarket biasanya ya bagian atas freezer itu digunakan sebagai tempat menyimpan barang e barang-barang dagangan dan biasanya kan setiap hari karyawan-karyawan pergi ke area freezer itu ee untuk istirahat di sana. Nah, dan freezer tersebut terletak di ruang belakang toko sehingga enggak terlihat oleh pengunjung, Geng. Namun kasus Lerry ini dinyatakan sebagai kecelakaan sehingga gak ada tersangka yang ditangkap atas insiden yang menimpa Larry ini. Karena itu murni, enggak ada yang tahu dia jatuh ke sana sendiri. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai beberapa insiden dari orang-orang yang terjebak dan baru ditemukan beberapa tahun kemudian ketika jenazah mereka sudah tertinggal ya sisa tulang belulang. Gimana tuh, Geng, menurut kalian tentang kasus-kasus ini? Cukup menjadi pelajaran buat kita ya agar lebih hati-hati lagi menjaga diri jangan sampai hal-hal kayak gini merenggut nyawa kita. Coba deh tinggalkan komentar kalian di bawah.