Transcript
MAl_xa13Aho • M*Y4T IN A PALM OIL TREE! DID HE SLIP OR GET EATEN BY A PYTHON?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1544_MAl_xa13Aho.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum kita mulai konten ini, e di
sini gua pengen disclaimer dulu ya.
Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi,
tidak bermaksud untuk melanggar aturan
YouTube ataupun membuat hal-hal yang
dilarang oleh YouTube. Tujuan utamanya
adalah informasi dan semoga bisa menjadi
pembelajaran untuk kita semua. Karena di
kasus-kasus yang akan kita bahas ini
berhubungan dengan kehati-hatian kita,
kepedulian kita terhadap keselamatan
kita masing-masing supaya tidak terjadi
kemalangan atau tidak terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan. Karena ingat,
Geng, hari apes, hari sial tidak ada di
kalender. Jadi, yang punya kewajiban dan
hak untuk menjaga keselamatan kita
adalah diri kita sendiri. Oke, Geng.
Gimana kalau misalkan kalian sedang
berada di suatu tempat, entah mungkin
kalian sedang lewat atau gimana gitu,
tiba-tiba kalian menemukan adanya
kerangka di sana. Apalagi kabarnya ya,
kerangka yang sudah ee benar-benar apa
ya, udah lama gitu kelihatannya.
Ternyata ini milik seseorang yang sudah
hilang selama bertahun-tahun. semacam
ditelan bumi gitu, enggak ada yang tahu
dia ke mana. Yang sudah pasti
meninggalkan beribu tanda tanya ke
manakah orang itu pergi? Ya kan? Dan
terkadang kita juga pasti berpikir gitu
ya, gimana bisa dia berakhir di sana?
Bagaimana bisa dia ada di sana dari yang
tadinya utuh sampai menjadi kerangka?
Apakah dia ee menjadi korban akibat
perlakuan orang lain atau justru karena
ee kelakuan dia sendiri yang secara
tidak sengaja membuat dia jadi terjebak
di sana. Ya, kita enggak tahu ya kan?
Tapi pastinya kita jadi bersimpati
kepada keluarganya. Apapun penyebabnya,
misteri apapun yang ada di baliknya,
udah pasti keluargalah yang paling
merasa kehilangan, yang paling merasa
sakit atas kejadian tersebut. Dari semua
tanda-tanya tersebut ya biasanya
keluarga akan sedikit lebih bersyukur
ketika orang yang sudah hilang lama
tersebut ya anggota keluarga mereka yang
hilang lama tersebut bisa ditemukan
apapun bentuknya, apapun kondisinya
meskipun jawaban atas penyebab dari
meninggalnya itu tidak diketahui ya yang
penting jasadnya bisa ditemukan ya
walaupun kondisinya hanya sisa tulang
belulang. Nah, insiden seperti ini sudah
beberapa kali terjadi geng. Salah
satunya yang baru-baru aja terjadi di
Indonesia yang mana kalian udah pasti
sempat mendengar ditemukan adanya tulang
belulang di dalam sebuah pohon aren yang
mana pada awalnya si korban ini dikira
adalah korban dari eksekusi atau
penghilangan nyawa yang akhirnya
disembunyikan atau ditempatkan di dalam
pohon aren tersebut. Tulang belulangnya
baru ditemukan setelah pohon aren
tersebut tumbang dan akhirnya jatuh. Di
situlah terlihat ada tulang-belulang di
dalam pohon aren yang sudah mati
tersebut. Nah, ini kan bikin orang-orang
jadi bergidik ngeri, merinding, dan
bertanya-tanya, kok bisa ada tulang di
dalam situ? Seperti apa kisah aslinya?
Nah, nanti kita bakal bahas secara
lengkap. Dan ternyata, Geng, kasus
seperti ini ya udah pernah terjadi di
negara lain juga. Yang paling terkenal
adalah cerita dari kasus Joshua Medex
yang hilang selama bertahun-tahun baru
ditemukan di sebuah cerobong asap. Nanti
kita bakal bahas. Terus ada juga cerita
dari seorang pria yang terjatuh ke
belakang lemari pendingin baru ditemukan
setelah 10 tahun kemudian. Nah,
ceritanya mirip-mirip cuma beda tempat
aja. Nanti kita bakal bahas satu
persatu. Oke, langsung aja. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng, untuk pembahasan yang pertama,
kita bakal bahas kasus yang paling viral
terlebih dahulu di negara kita baru-baru
ini, yaitu penemuan tulang manusia di
dalam pohon aren.
Jadi, Geng penemuan tulang manusia di
dalam pohon aren ini terjadi di
Indonesia tepatnya di Sei Rampah,
Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada
hari Selasa tanggal 9 September tahun
2025. Ketika itu ada seorang warga yang
bernama Rian. Usianya itu 17 tahun. Nah,
Rian ini bersama dengan temannya yang
bernama Aldi yang sedang memanen buah
sawit. Nah, Rian ini sempat melihat ada
sebuah pohon aren yang sepertinya udah
mati gitu, Geng. Dan pohonnya juga udah
tumbang. Ada informasi yang menyebutkan
kalau sebenarnya pohon itu sudah mati
sekitar 4 tahun lalu, tapi baru tumbang
karena ada angin kencang sekitar 3 bulan
yang lalu sebelum akhirnya ya ditemukan
ada tulang-bulang lah di dalamnya. Jadi
Rian di sari itu ya ketika dia jalan ya
sehari-hari dia udah lihat itu pohon
aren udah tumbang, udah tergeletak di
sana tapi belum ada yang aneh. Sampai
pada suatu hari ya dia melihat ada yang
aneh e kayak keluar dari pohon itu.
Bukan keluar maksudnya bergerak enggak.
Tapi kayak terlihatlah dari luar. Untuk
memastikan hal tersebut akhirnya Rian
ini mendekat ke pohon itu. Nah ketika
dia mendekat Rian ini justru melihat
seperti ada tulang belulang. Awalnya
kayak orang kan mikir gitu ya, itu
tulang apa, tulang hewan kah, tulang apa
gitu. Nah, tapi lama-kelamaan dia
ngelihat kayak ini beda, ini aneh kayak
tulang manusia. Nah, adanya tulang yang
terlihat tersebut membuat Rian semakin
penasaran dan dia memberanikan diri
untuk membuka pohon aren yang sudah mati
ini. Nah, saat batangnya itu dibuka,
Rian kaget di saat itu ketika dia lihat
kerangka manusia sesuai dengan apa yang
dia pikirkan ya, dengan kondisi yang
masih lengkap itu apa ya? berjejerlah di
dalam pohon itu. Akhirnya ya membuat dia
bertanya-tanya apakah itu tulang
belulang beneran atau itu cuma kebetulan
ee dia menemukan apa ya kayak tahu
enggak sih kayak manekin gitu untuk
orang-orang kerja praktik di sekolah
atau di kuliah kedokteran gitu. Nah,
awalnya dia tuh dia masih bingung. Terus
Rian beserta dengan Aldi temannya itu
melaporkan penemuan ini ke warga dan
meneruskan ke polisi. Enggak lama dari
situ, polisi langsung datang ke TKP.
Mereka melakukan pemeriksaan di sekitar
lokasi. Pada saat dilakukan penyusuran
di sana, polisi menemukan sejumlah
barang seperti celana panjang hitam,
kaos biru bertuliskan jastrun, terus ada
satu handphone merek Nokia. Handphone
lama, handphone jadul, dan gelang
aluminium silver serta korek gas.
Ee peserta juga barang-barang bukti yang
lain, lanjut kami akan melakukan proses
ee pemeriksaan lanjutan dan kami
koordinasi dengan penyidik. Selanjutnya
apapun hasilnya nanti akan kami laporkan
kepada penyidik. Polisi menghimbau warga
yang merasa kehilangan anggota
keluarganya untuk melapor ke polsek
setempat untuk mengetahui ini kira-kira
siapa. Nah, sementara kerangka tersebut
udah dievakuasi oleh polisi dan tim Ina
ke Rumah Sakit Bayangkara TK2 Medan.
Polisi memperkirakan bahwa kerangka di
dalam pohon itu sudah meninggal sekitar
2 tahun silam. Dan enggak lama dari
penemuan tersebut ada seorang warga yang
bernama Amelia yang mana dia mengaku
kehilangan anaknya yang bernama Muhammad
Yuda Prawira sejak tahun 2023. Umurnya
pada saat itu baru 23 tahun. Dan
keterangan Amelia ini ternyata sesuai
dengan dugaan polisi yang memperkirakan
kalau kerangka ini sudah meninggal sejak
2 tahun silam. Keluarga Yuda itu tinggal
di sekitar lokasi penemuan rangka. Cuma
dari informasi lain yang gua temukan,
Amelia ini justru mengaku kalau baju
yang ditemukan di dekat kerangka
tersebut bukan baju anaknya. Jadi kayak
mungkin itu baju entah baju siapa gitu,
kebetulan ada di sana juga atau justru
eh apa ya ini banyak kemungkinan sih
kalau memang dia dihabisi oleh seseorang
ya mungkin aja itu adalah baju orang
yang menghabisi dia bisa jadi. Nah,
terus geng kakak dari almahrum Yuda ini
bernama Cut Mutiasari dia yakin kalau
kerangka tersebut memang adiknya sebab
dia mengenali gelang yang ditemukan itu
pernah dipakai oleh Yuda. Nah, terus ada
keterangan dari adik perempuannya Yuda
juga yang kabarnya mengenali kaos yang
ditemukan di lokasi tersebut. Katanya ya
ee adiknya si Yuda ini pernah mencuci
baju itu. Nah, mungkin aja itu memang
baju Yuda tapi ibunya ee enggak ingat
gitu. Mutiasari sang kakak itu cerita
kalau di tahun 2023 Yuda ini sempat
pergi dari rumah untuk merantau. Dia
pergi sekitar bulan Agustus. Cuma ketika
dia pergi, dia tidak membawa dokumen
penting seperti KTP ataupun KK. Dan Yuda
ggak cuma sekali pergi merantau.
Mutiasari bilang kalau adiknya ini
memang biasa pergi merantau untuk kerja.
Dia pernah kerja di Aceh, di Medan,
Medan Kota ya, dan juga di Palembang.
Dan biasanya dia bekerja sebagai buruh
kasar. Misalkan ee kerja di tempat
pengelasan atau ikut di dalam proyek
pembuatan pabrik kelapa sawit dan
lain-lain. Lalu ada keterangan lagi nih
dari seorang saksi yang ada di tempat
tersebut yang mendengar kabar sebelum
Yuda dinyatakan hilang. Saksi ini
mendapatkan cerita dari temannya Yuda
kalau Yuda ini sempat meminta kepada
temannya untuk diantarkan ke simpang
rumah Yuda. Terus juga ada seorang
perempuan yang bernama Fitri yang juga
pernah melihat Yuda di sekitar bulan
Maret 2024. Yang mana menurut ceritanya
Fitri, Yuda ini sempat datang ke
rumahnya Fitri dan Fitri ini punya adik.
Kalau dari ceritanya Fitri, adiknya ini
bukanlah teman main Yuda dan Yuda juga
enggak biasanya main di rumah Fitri.
Namun di hari itu Yuda malah ee mampir
terus main handphone bareng dengan
adiknya si Fitri ini. Nah, ini terasa
janggal buat dia. Terus kemudian, Geng,
ada juga informasi dari media Kompas nih
yang menyebutkan kalau Yuda ini sempat
menulis sebuah postingan di Facebook
yang merupakan reposan dari sebuah
kutipan di Instagram. Kutipannya tuh
bunyinya kayak gini. Semakin sering
seseorang tidak dihargai, semakin tinggi
cuek yang akan dia miliki. Kadang yang
menciptakan sifat buruk seseorang itu
bukan dirinya, melainkan perlakuan orang
lain terhadap dia. Nah, itu dia pernah
pos begitu. Dan bagi Mutia, curhatan itu
terasa makin berat ya ketika dihubungkan
dengan kepergian Yuda yang tanpa kabar.
Karena menurut Mutia, adiknya ini
bukanlah sosok yang pendendam atau
menyimpan sesuatu. Dan setiap dia pergi
merantau, dia selalu menelepon ibunya
dan menanyakan kabar ibunya. dan begitu
juga kepada ayahnya. Dan menurut Mutia,
jika Yuda ini marah, dia bukanlah tipe
anak yang pendendam. Nah, jadi e
kakaknya ini kurang yakinlah dengan
keterhubungan status dari Yuda ini
terhadap meninggalnya dia. Namun, Geng,
walaupun keluarganya sudah mengakui
kalau itu adalah anak mereka, namun
sampai saat ini ya ketika kita syuting
video ini belum ada perkembangan yang
pasti terkait kepastian identitas dari
kerangka tersebut. Karena walaupun
keluarga sudah mengakui masih harus ada
tes sampel DNA, masih terus didalami
oleh polisi. Dan sampel DNA dari
keluarga Yuda juga sudah diambil untuk
memastikan apakah kerangka tersebut
adalah benar Yuda atau bukan. Dan polisi
juga sudah melakukan pemeriksaan
terhadap delapan orang yaitu ada warga
sekitar, keluarga Yuda, termasuk juga
orang yang terakhir kali bertemu dengan
Yuda sebelum dia menghilang. Nah, sampai
sekarang belum ada kepastian dan kita
tunggu aja perkembangan dari kasusnya.
Semoga nantinya bakal segera terungkap,
Geng. Nah, namun dari beberapa cerita
atau isu atau rumor yang beredar, ya,
sepertinya dia bukan korban eksekusi,
tetapi melainkan korban yang tidak
sengaja terpeleset masuk ke dalam sana
dan terjebak tidak bisa menyelamatkan
diri karena yang jatuh itu adalah
kepalanya duluan. Kabarnya sih kayak
gitu. Namun sampai sekarang belum ada e
fakta yang pasti tentang hal itu. Nah,
gitu, Geng. Itu adalah pembahasan
pertama kita. Oke, sekarang gua mau
ngajak kalian untuk membahas insiden
selanjutnya yang agak mirip dengan kasus
ini. Kali ini menimpa seorang pria yang
bernama Joshua Medex.
Oke, Geng. Joshua Madex ya, nama
lengkapnya Joshua Fernon Medex. Dia ini
akrab dipanggil Jos. Nah, dia lahir pada
tanggal 9 Maret tahun 1990. Dia tinggal
di Woodland Park, Pike National Forest.
Teller Conti, Colorado. Nah, dia tinggal
bersama dengan keluarganya di sana.
Ayahnya bernama Mike dan kedua adik
perempuannya bernama Kate dan juga Rut.
Jos ini memiliki rambut pirang panjang
badannya cukup tinggi yaitu 180 cm dan
beratnya sekitar 70 kg. Dia ini dikenal
sebagai sosok pria yang ceria, penyuka
musik, dan menghabiskan waktu luang
untuk menulis e lagu juga bermain gitar.
Jos juga sangat menyukai alam bebas
sehingga dia kerap keluar rumah untuk
sekedar jalan-jalan menikmati alam yang
indah di sekitar tempat tinggalnya. Nah,
lalu geng di tanggal 1 Juni tahun 2006,
kakak laki-laki jos yang bernama Zakarie
itu seminggu sebelum lulus SMA itu
ditemukan mengakhiri hidup setelah
diduga menderita depresi. Nah, insiden
tersebut membuat Mike dan juga Jos ya
terpukul karena ada anggota keluarga
mereka yang depresi kayak gitu. Dan Jos
sangat peduli kepada kakaknya itu dan
merasa kehilangan sosok kakak yang
menjadi role modelnya dia lah. Dan
kehilangan tersebut tidak pernah
dilupakan oleh Jos.
Singkat cerita, Geng, pada pagi hari
tanggal 8 Mei tahun 2008, Jos ini
memberitahu Kate kalau dia mau
jalan-jalan sebentar. Cuaca pada saat
itu cukup dingin. Tapi itu tidak membuat
Jos ya mengurungkan niat yang memang dia
sangat menyukai alam bebas. Bagi Jos ya.
Cuaca tersebut justru bagus untuk pergi
menikmati alam. Cuma ketika itu Jos itu
gak menyebutkan ke mana dia bakal pergi.
Dan karena Jos memang sering pergi,
entah untuk jalan-jalan sebentar atau
pergi hiking bareng teman-temannya, nah
Kate di saat itu enggak ambil pusing.
Nah, itu adalah rutinitas yang selalu
dilakukan oleh Jos. Jadi, ya udah Jos
pun pergi meninggalkan rumah. Namun,
berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Karena di hari itu Jos ternyata tidak
pernah kembali lagi ke rumah, Geng.
Setelah keluar, keluarganya menunggu
hingga malam hari. Tapi tetap aja Jos
ini enggak kunjung pulang. Perasaan
cemas mulai menghantui keluarganya di
saat itu. Kate bilang kalau Jos ini
pernah mengisyaratkan kalau dia mau
keluar dari rumah untuk bisa
berpetualang dengan bebas dan mungkin
dia enggak akan berkomunikasi dengan
keluarganya untuk sementara waktu. Jadi
kayak orang pengen healing sendiri loh
gitu, Geng. Nah, itu biasa banget
dilakukan oleh anak-anak bule lah. Jos
ini bilang sebentar lagi dia bakal
merasakan hal itu. Nah, namun
keluarganya berpikir sebentar lagi yang
Jos maksud itu kapan? Ya mungkin masih
beberapa tahun lagi gitu kan. Ketika
pada akhirnya Jos di hari itu enggak
pulang, nah Kate ini langsung menduga
apakah mungkin Jos akhirnya pergi untuk
memulai pertualangan yang selalu dia
bicarakan untuk enggak menghubungi
keluarganya. Pengin menyendiri, pengin
menghilang sementara. Dan alasan itu ya
tidak membuat Mike e ayahnya menjadi
tenang. Dia mencoba untuk menelepon
teman-temannya Jos dia kenal untuk
menanyakan apakah Jos bersama dengan
mereka atau enggak. Kalaupun Jos sudah
memulai petualangannya seharusnya ya Jos
izin duluah ngomong dululah ke orang
tuanya jangan langsung hilang begitu
aja. Walaupun dia udah sempat ngasih
kisi-kisi, ngasih tahu sebelumnya tapi
di hari H di mana dia bakal pergi
harusnya dia menyampaikan semuanya lagi
gitu. Di saat itu teman-temannya Jos tuh
gak ada yang tahu Jos itu ke mana. Dan
mereka juga e gak ada satuun yang pernah
melihat Jos lagi saat dia pergi
meninggalkan rumah. Nah, sehari du hari
ya ayahnya Mike masih menunggu Jos
pulang. Namun penantiannya enggak
kunjung membuahkan hasil. Sampai pada
akhirnya Mike pun mulai melaporkan ini
kepada polisi di tanggal 13 Mei tahun
2008, 5 hari setelah Jos menghilang.
Tapi pada saat itu, Geng, polisi dengan
cepat mengambil kesimpulan kalau Jos
mungkin aja melarikan diri sebab Jos ini
udah dewasa sehingga mungkin dia
memiliki keputusan terhadap dirinya
sendiri, pengin jauh dari keluarga gitu.
Dan dari ceritanya Mike ya enggak
menunjukkan adanya tindak pidana dari
hilangnya Jos. Apalagi ada riwayat Jos
memang udah pernah ngingetin orang
tuanya dia pengin healing, dia pengin
hilang, dia pengin e enggak
berkomunikasi dulu untuk menikmati
kebebasan di alam gitu. Nah, tapi
meskipun begitu, polisi tetap memasang
pengumuman orang hilang dan proses
pencarian pun sempat dilakukan dan
proses pencariannya cukup lama. Tapi
tetap aja Jos enggak pernah berhasil
ditemukan sehingga polisi tetap yakin
kalau Jos pergi dari rumah dan mungkin
ya bisa jadi melukai diri sendiri atau
depresi juga karena merasa kehilangan
atas meninggalnya Zakari abangnya. Namun
di saat itu pihak keluarga dan
teman-teman Jos menolak kesimpulan itu
dikarenakan Jos ini adalah anak yang
cerdas. Dia selalu happy, ceria dengan
hidupnya. dan tidak pernah terlihat
kalau dia mengalami kelainan mental
akibat depresi. Sehingga mustahil jika
Jos melukai diri sendiri.
Singkat cerita nih, Geng. Enggak terasa
hari berganti minggu, ya. Minggu
berganti bulan dan bulan pun berganti
tahun. Jos masih tidak bisa kunjung
ditemukan. Keluarganya masih terus
berharap kalau mungkin benar Jos kabur
dari rumah, tapi dia masih hidup. Kate
juga berharap kalau Jos di saat itu
sudah menikah, sudah punya anak, dan
segera pulang ke rumah mereka. Nah, dia
berandai-andai mungkin dia tinggal di
hutan seperti yang selalu dia inginkan
selama ini dan punya band atau menulis
novel karena itu adalah kesukaannya Jos.
Nah, tapi ya beda dengan ayahnya Mike.
Dia punya anggapan lain. Setelah Jos
menghilang, Mike mencari di perkemahan
dan tempat penampungan tunawisma di
dekat Colorado Springs. Anggapannya
Mike, mungkin aja jos di saat itu udah
jadi gelandangan gitu. sampai pada
akhirnya karena mungkin keluarganya udah
stres banget. Anak yang pertama
meninggal, terus anak yang selanjutnya
malah hilang gitu ya. Akhirnya Mike ini
bercerai dengan istrinya enggak lama
setelah Jos menghilang. Namun Mike
memilih untuk tetap tinggal di rumah
mereka itu untuk berjaga-jaga. Siapa
tahu Jos kembali pulang ke rumahnya. Ini
benar-benar tipikal ayah yang udah putus
asa gitu loh, Geng. Dan sekitar 7 tahun
kemudian, pertanyaan mereka mengenai
keberadaan Jos pada akhirnya terjawab.
Saat itu di akhir musim panas tahun 2015
ada tim konstruksi yang merobohkan
sebuah kabin. Nah, kabin itu terletak di
luar properti Old Thunderhead Ranch. Ah,
itu dekat dengan rumah keluarga Medx ini
keluarganya Jos. Kabin tersebut
sebelumnya merupakan bangunan tambahan
dari sebuah bangunan lain. Bangunan
utamanya udah direnovasi dan kabin
tersebut sempat disewakan tapi kemudian
terbengkalai sejak sekitar tahun 2005.
Nah, kabarnya nih, Geng. Kabin itu
adalah punya seorang pria yang bernama
Chuck Marpi. Dia membeli kabin itu tahun
1950-an dan di tanggal 7 Agustus tahun
2005, tim konstruksi itu membawa alat
berat untuk melakukan pembongkaran
terhadap kabin itu. Nah, ketika mereka
sampai di perapian kabin, mereka
memindahkan sebuah meja bar ee meja bar
sarapan besar gitu ya yang menghalangi
perapian. Dan di sanalah tiba-tiba
mereka menemukan sebuah tubuh yang sudah
tidak bernyawa tersangkut di dalam
cerobong asap. Lututnya berada di atas
kepala, tapi kakinya terlepas. Udah
kayak udah lama gitu. Dan jasa tersebut
cuma mengenakan sebuah sweiter dan
sebagian dari tubuhnya sudah mengalami
mumifikasi. Jadi enggak hancur, enggak
sisa tulang- belelulang gitu, Geng.
Masih utuh. Sementara kakinya udah
menjadi kerangka. Tubuhnya itu berada di
dalam posisi terbalik. Mungkin mirip
seperti kondisi janin ketika masih di
dalam kandungan dengan satu tangan yang
menutup wajah. Nah, Murpi kemudian
menceritakan kepada media langsung
dilaporkan ke polisi ke media tentang
penemuan jasad di dalam kabin tersebut.
Setelah penemuan itu di awal bulan
September tahun 2015, ada seorang
reporter yang bernama Bill Fogrin dari
Pikespeak Cier menghubungi Mike, ayahnya
Jos, dan seorang perempuan yang bernama
Pime White. Nah, mereka ini adalah dua
orang tua yang pernah melaporkan anak
mereka hilang. Jadi di saat itu selain
Jos juga ada anak laki-laki lain yang
hilang. Nah, anaknya si Pem White ini.
Nama anak laki-laki itu adalah Lucas
White. Dan mereka berdua ya orang tuanya
ini dipanggil untuk memastikan jenazah
yang ditemukan itu apakah bisa jadi
salah satu anak dari mereka yang selama
ini hilang karena ditemukan di dekat
rumah mereka. Memang Geng ketika
keluarga Medax ini mencari Jos, mereka
mengabaikan kabin tersebut karena kabin
itu udah terbengkalai selama
bertahun-tahun. dirasa enggak masuk akal
kalau ada yang tinggal di sana. Sehingga
keluarga Medox ini enggak punya alasan
untuk memeriksa kabin itu. Kabin itu
juga tergeletak di tengah-tengah pohon
pinus yang tinggi. Jaraknya pun sekitar
15 m dari jalanan. Jadi misalkan ada
yang teriak minta tolong, enggak akan
ada satuun yang bisa dengar.
udah tuh meninggal perlahan di sana
selama-lamanya kalau enggak ada yang
menyentuh tuh kabin. Pada tanggal 29
September 2015, petugas coroner Taylor
Conti ya atau yang biasa disebut dengan
Alburn itu mengkonfirmasi bahwa jenazah
itu sesuai dengan DNA-nya keluarga
Medax. Jadi ini adalah jenazahnya Jos.
Akhirnya ya teriak histeris lah Mike di
saat itu. Anak yang selama ini dia
cari-cari, dia pikir masih ada harapan
untuk jos hidup, ternyata udah meninggal
ya menjadi mumi di dalam cerobong asap
sebuah kabin. Proses autopsi pun sudah
dilakukan dan Alburn itu menyebutkan
bahwa penyebab dari meninggalnya Jos
adalah kecelakaan sebab enggak adanya
luka-luka yang mengindikasi adanya
tindakan kejahatan atau pidana. Bisa
jadi ya Alborne ini berkesimpulan kalau
Jos itu memancet kabin itu dan masuk ke
dalam cerobong asap untuk bisa masuk ke
dalam e ruangan kabin. Jadi kan cerobong
asap itu kan bolong masuk ke bawah gitu
ya. Dengan tubuhnya yang tinggi dan
kurus dia kemungkinan merayap tuh untuk
turun dari cerobong asap ketika itu.
Namun ketika dia sampai di bawah ada
sisipan pembakar kayu yang bakal
menyulitkan dia untuk keluar. Cuma kan
posisi jos di saat itu udah enggak
mungkin lagi untuk keluar dari cerobong
ya karena kan kebalik posisinya.
Akhirnya ya dia terjebak di dalam sana
dan Alborne juga mengatakan kalau Jos
tidak meninggal secara instan. Dugaan
dari Alborne Jos ini mengalami meninggal
perlahan-lahan. Berteriak, menangis,
meminta tolong, akhirnya dehidrasi dan
dia meninggal beberapa hari kemudian
setelah kelaparan dan kehausan karena
terjebak di sana. Dan dugaan lainnya dia
juga mengalami hipotemia karena dingin
mengingat cuaca di sana tuh dingin
banget. Jika dia mengalami hipotemia,
dia bisa meninggal satu atau du hari
kemudian. Tapi balik lagi, itu masih
spekulasi dari Albourne karena
jenazahnya sudah meninggal
bertahun-tahun sehingga sulit untuk
menemukan penyebab pastinya. Tapi
keluarga Medax dan penduduk setempat
tidak setuju dengan kesimpulan Alborne
itu ya. Pemilik kabin yang bernama Chuck
itu mempertanyakan kesimpulan tersebut.
Karena cerobong asap itu kan dilengkapi
dengan jaring kawat tebal yang digantung
dari kait baja yang digunakan untuk
menjaga hewan ataupun puing-puing agar
enggak bisa bersarang atau masuk ke
dalam cerobong itu. Oleh karena itu,
enggak mungkin orang bisa masuk ke kabin
itu sendirian. Pasti ada yang bantuin
menurut Chini. Nah, sementara Alberne
berpendapat bahwa mungkin juruji itu
sudah berkarat karena kan udah lama
ditinggalin itu kabin. Dan Alborne juga
bilang kalau mereka gak melihat jaring
tersebut di cerobong asap yang artinya
jaring yang dimaksud itu enggak ada.
Banyak telepon yang masuk kepada pihak
kepolisian yang menyebutkan tersangka
dan petunjuk ke seseorang yang mungkin
bertanggung jawab atas meninggalnya Jos
ini. Salah satu telepon yang masuk
menyatakan bahwa orang terakhir yang
melihat Jos hidup adalah seorang anak
laki-laki yang bernama Andrew Richard
Newman yang akrab disapa Andy. Nah, Andy
dan Jos ini pernah nongkrong sebelum Jos
akhirnya menghilang dan Andy sendiri
pernah memiliki riwayat keluar masuk
rumah sakit jiwa. Andy kemudian pergi ke
New Mexico dan ditangkap karena pernah
menghabisi nyawa seorang pria
disabilitas. Nah, Andy ini juga pernah
menghabisi seorang wanita yang
dimasukkan ke dalam tong Taos dan
akhirnya Andy lah yang dicurigai nih.
Nah, namun keterlibatan Andy dibantah
oleh pihak kepolisian sampai saat ini
kasusnya masih jadi misteri. Banyak yang
percaya kalau Jos itu meninggal karena
dihabisi oleh seseorang yaitu Andy dan
jasadnya dibuang ke dalam cerobong asap.
Namun kesimpulan polisi itu masih sama.
Jos tidak dihabisi oleh siapa-siapa. Dia
meninggal karena kecerobohannya sendiri
dan ya udah dia terjebak di sana. Nah,
kalau kalian gimana tuh, Geng? Kalian
lebih percaya yang mana? Apakah jos ini
dihabisi atau justru dia ceroboh dan
terjebak di dalam cerobong asap itu?
Coba deh tinggalkan komentar di bawah.
Nah, oke. Itu adalah insiden yang kedua.
Agak mirip ya dengan kasus yang pertama.
Kalau memang kasus yang pertama itu ee
tidak ada pelakunya. Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan insiden
yang terakhir, yaitu mengenai seorang
pria yang dinyatakan menghilang dan
ditemukan 10 tahun kemudian di belakang
sebuah lemari es. Kebayang tuh 10 tahun.
Dan kasus ini dialami oleh Larry Ii
Murilo Monkada.
Jadi, geng, insiden selanjutnya dialami
oleh seorang pria yang bernama Larry I
Murilo Monkada. Dia merupakan mantan
karyawan supermarket yang bernama No
Frills. Pada tanggal eh 28 November
tahun 2009, sehari setelah perayaan
Thanksgiving ya sekitar jam 15 malam
waktu setempat, Larry ini sempat
melarikan diri dari rumah orang tuanya
yang berada di Conil Bluff ketika badai
salju sedang melanda wilayah tersebut.
Nah, orang tuanya bilang kalau Larry ini
memang sedang mengkonsumsi obat-obatan
dan entah kenapa obat tersebut justru
membuat Lerry jadi enggak stabil
mentalnya. Dan di saat itu Larry
marah-marah tanpa sebab. Dan sesaat
kemudian dia lari keluar rumah ketika
kondisinya sedang badai salju. Lerry ini
meninggalkan rumah tanpa mengenakan
sepatu, kaos kaki, bahkan enggak membawa
kunci serta mobil. Jadi dia menerjang
badai kayak gitu aja. Hanya menggenakan
e sehelai baju biru. Tapi setelah itu
Larry enggak pernah balik ke rumahnya
lagi dan bahkan enggak pernah masuk
kerja. Enggak ada satu orang pun yang
tahu ke mana Larry pergi. Dia menghilang
seperti ditelan bumi. Nah, karena itulah
pihak keluarga dan tempat kerjanya
akhirnya membuat berita laporan
kehilangan orang kepada pihak
kepolisian.
Terus, Geng, polisi kemudian bergerak
cepat untuk mencari tahu keberadaan
Lerry. Mereka menghubungi anggota
keluarganya, lembaga penegak hukum, een
imigrasi, dan Bea Cukai Amerika untuk
mencari kemungkinan Lerry berada di
Honduras. Kenapa polisi mencari tahu
sampai sejauh itu? Nah, hal ini
dikarenakan Larry pernah dideportasi ke
Honduras sebelum akhirnya kembali ke
Amerika lagi. Ayahnya Lerry ini yang
bernama Victor Murilo itu bersama dengan
ibunya Lerry mencari anak mereka ke
manapun. Pencariannya tersebut juga
dibantu oleh teman-temannya Larry. Namun
tetap aja di hari itu mereka masih tidak
menemukan keberadaan Lir ini sampai pada
akhirnya 10 tahun kemudian tepatnya di
tanggal 24 Januari tahun 2019 ada
kontraktor yang sedang memindahkan
lemari es atau freezer yang ada di
supermarket Novels. Ketika itu
supermarket tersebut sudah kosong sejak
tahun 2016 geng. Di saat freezer itu
dipindahkan, tiba-tiba mereka dikagetkan
dengan penemuan jasad manusia yang
memakai baju berwarna biru yang identik
dengan bajunya Larry ketika dia
menghilang. Nah, ketika berita tersebut
mencuat ya, beberapa orang dan keluarga
meyakini jasad yang ditemukan di
belakang lemari adalah Larry. Dan untuk
memastikan identitas dari jasad
tersebut, ya polisi langsung datang
untuk mengambil sampel DNA dari keluarga
Lerry untuk kemudian dicocokkan dengan
jasad yang ditemukan di belakang
Freezer. Jasad tersebut baru berhasil
diidentifikasi 6 bulan kemudian, yaitu
di bulan Juli yang mengkonfirmasi bahwa
jasad itu benar adalah Larry yang hilang
10 tahun lalu. Dan polisi menyimpulkan
kalau pada saat Larry ini kabur dari
rumah, dia itu menuju ke supermarket dan
memanjat ke atas freezer. Namun dia
malah terjatuh ke dalam celah antara
dinding dan freezer. Celah itu hanya
selebar 46 cm dan tinggi dari freezer
itu sendiri sekitar 3,7 m. Dua kali
manusia, tiga kali bahkan. Dan jadi
cukup besar dan tinggi. Jadi dia enggak
bisa kabur dari sana karena celahnya
cukup sempit dan juga cukup tinggi untuk
dia bisa keluar. Kalaupun dia meminta
tolong, suara mesin dari freezer
tersebut cukup kencang sehingga ya
siapapun enggak akan bisa mendengar
teriakan minta tolongnya Larry. Dari
kesaksian mantan karyawan supermarket
biasanya ya bagian atas freezer itu
digunakan sebagai tempat menyimpan
barang e barang-barang dagangan dan
biasanya kan setiap hari
karyawan-karyawan pergi ke area freezer
itu ee untuk istirahat di sana. Nah, dan
freezer tersebut terletak di ruang
belakang toko sehingga enggak terlihat
oleh pengunjung, Geng. Namun kasus Lerry
ini dinyatakan sebagai kecelakaan
sehingga gak ada tersangka yang
ditangkap atas insiden yang menimpa
Larry ini. Karena itu murni, enggak ada
yang tahu dia jatuh ke sana sendiri.
Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini mengenai beberapa insiden dari
orang-orang yang terjebak dan baru
ditemukan beberapa tahun kemudian ketika
jenazah mereka sudah tertinggal ya sisa
tulang belulang. Gimana tuh, Geng,
menurut kalian tentang kasus-kasus ini?
Cukup menjadi pelajaran buat kita ya
agar lebih hati-hati lagi menjaga diri
jangan sampai hal-hal kayak gini
merenggut nyawa kita. Coba deh
tinggalkan komentar kalian di bawah.