PRINCIPAL FIRED FOR REMINDERING MAYOR'S CHILD FOR BRINGING A CAR TO SCHOOL! THE INCIDENT HAPPENED...
6ZE3gLVQ1iQ • 2025-09-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, lagi-lagi hal viral di negara kita. Kalau enggak korupsi, ya pejabat-pejabat yang suka semena-mena terhadap rakyat atau terhadap bawahannya. Ini ada sebuah kasus viral banget dan harus banget kita ramaikan nih karena ini menyangkut tentang profesi guru. Ya, ingat geng sekali lagi gua adalah salah satu orang yang selalu menggaungkan, yang selalu membicarakan tentang kesejahteraan guru. Menurut gua, sebuah negara tidak akan pernah berhasil, tidak akan pernah menjadi negara yang besar kalau belum bisa menghargai jasa guru. Kalau gua nih disuruh pilih, mending gaji paling besar di negara ini gaji siapa? Apakah DPR? Apakah presiden? Enggak. Guru, guru, dokter, ya petani kalau bisa digaji itu. Karena pekerjaan mereka tuh sangat-sangat vital ya kan. Yang pertama para petani atau peternak ya. Tanpa mereka mana ada pangan kita ya, mana ada makanan kita, siapa yang mengisi perut kita kalau bukan dari hasil kerja keras mereka ya kan ya. Kalau impor-impor terus yang untung negara lain. Tapi coba misalkan petani, peternak ya pedagang-pedagang di negara kita ini disejahterakan udah pasti negara kita besar. Terus dokter kalau mereka benar-benar disejahterakan belajarnya juga benar-benar yang apa ya e diseleksi, difilter dengan sebaik-baiknya. Cuma orang-orang pintar aja yang bisa menjadi dokter, bukan orang yang bisa bayar doang yang jadi dokter. Udah pasti kualitas rumah sakit, kualitas fasilitas kesehatan kita bisa melebihi negara lain. Ini ya dibandingin negara tetangga aja nih, contoh kayak Malaysia atau Penang, kita bisa bilang, "Ya, aduh, gua enggak tahu deh ya. Itu udah kalian deh yang bisa nilai." Lebih baik mana fasilitas kesehatan di negara kita sama negara tetangga? Coba deh, kalian yang punya ee pengalaman boleh ceritakan. enggak usah jauh-jauh, Malaysia, Singapura aja dibandingkan dengan fasilitas kesehatan di negara kita. Kira-kira siapa yang lebih bagus? Nah, terus guru. Kenapa di negara lain gaji guru itu besar-besar? Sementara di negara kita gaji paling kecil bisa dikatakan ya salah satunya termasuk profesi guru. Bahkan ada guru honorer ya ini di negara kita doang nih yang ada istilah kayak gini guru honorer gajinya itu kadang 3 bulan sampai 5 bulan sekali itu juga ratusan ribu. kayak cuma setara dengan uang bensinnya DPR gitu. Padahal mereka ini adalah pondasi dari negara. Karena regenerasi bangsa ini, anak-anak yang lahir di negara ini itu dididik oleh mereka tapi mereka tidak disejahterakan. Nah, makanya jangan berharap deh negara kita bisa berkembang kalau guru aja tidak disejahterakan. Nah, sekarang hari ini ya, gua pengen ajak kalian untuk membahas sesuatu yang benar-benar menjengkelkan. Ini bikin gua dada. Jadi, ada sebuah kejadian seorang kepala sekolah tiba-tiba dimutasi. Ya, gua jelaskan sedikit dimutasi itu artinya dicopot dari jabatannya terus dipindahkan gitu ya. Yang mana ini dilakukan karena adanya masalah pribadi, masalah personal. Dia dimutasi sebagai hukuman dia yang dianggap melawan atasan. Atasannya siapa? Nah, jadi ini ceritanya dialami oleh seorang kepala sekolah yang kabarnya beliau ini dimurtasi karena ee apa ya? Menyakiti perasaan salah satu petinggi di daerahnya yaitu walikota. Dan insiden ini menjadi cermin dari betapa semena-menanya pejabat negara kita dengan kekuasaan yang mereka punya dan pengaruh yang mereka miliki. Mereka bisa mengubah hajat hidup seseorang demi memuaskan ego mereka sendiri. Tanpa mereka ingat, ya ini jujur aja ya. Kalau gua boleh menyampaikan untuk Bapak-bapak pejabat yang saat ini sedang duduk di bangku jabatannya, Bapak-bapak mungkin adalah para boomer-boomer alias ya maaf ya orang tua-orang tua yang masih belum sadar kalau ini adalah era digital. Jadi di era digital ini yang kalian perbuat semuanya terekam jejak digital kalian jelas. Jadi udah enggak bisa lagi semena-mena sama orang lain. Even kalian tinggal di daerah sekalipun. Ini contoh kejadiannya ketika ada seorang walikota semena-mena terhadap kepala sekolah. ya memecat kepala sekolah hanya karena tersinggung anaknya ditegur, geng. Anaknya bikin salah, ditegur kepala sekolahnya yang dipecat, kepala sekolahnya yang dimutasi. Sekarang viral. Nah, kita tinggal tunggu aja kira-kira bagaimana respon masyarakat di sana atas kejadian ini. Karena ya seperti yang gua katakan tadi, sekarang enggak bisa semena-mena terhadap orang. Eranya era digital, ya. Era digital semuanya bisa viral. Kejadian ini akhirnya ramei gara-gara the power of netizen, the power of kalian semua. Netizen mengungkap bahwa memang si pejabat ini ternyata enggak cuma sekali aja pernah melakukan hal seperti ini alias semena-mena. Kabarnya juga dia pernah bermasalah di salah satu rumah sakit. Apakah kejadiannya benar seperti itu ya? Apakah sesuai dengan isu yang beredar di sosial media? Nah, di dalam video kali ini gua sebagai penyampai berita akan merangkum untuk kalian semua tentang isu ini. Nanti kalian bisa menilai sendiri. ya, bagaimana hal ini bisa terjadi dan menurut kalian ya respon dan sikap seperti apa yang pantas untuk pejabat-pejabat yang semenaammena seperti ini. Oke, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] King King. Oke, kita bahas dulu ya duduk permasalahan soal mutasi seorang Kepsek yang terjadi di Prabum Mulih. Nah, mungkin ada teman-teman yang berasal dari kota tersebut bisa komen di bawah kita bahas. Jadi, Geng, isu ini berawal dari sebuah tweet yang dibuat oleh salah satu akun DIX dengan username Roby Sunata. Nah, yang membuat tweet dengan tulisan kasus penyalahgunaan wewenang yang sedang ramai di Prabum Mulih, Kota minyak 90 km di barat Palembang. Walikotanya marah karena anaknya yang masih SMP ditegur oleh kepala sekolah gara-gara anaknya ini bawa mobil ke sekolah. Kepala sekolah itu dan satpam sekolah langsung dipindahkan ke SMP lain. Buset gila ya. Iye. Anak orang kaya paham ya? Anak walikota ya. Nanti kalau dibilang gaji walikota dari pajak rakyat enggak terima tapi semena-mena ya kan. Nah, terus geng di dalam tweet tersebut Robi Sunata juga menyertakan screenshot dari chat yang juga menjelaskan terkait permasalahan tersebut. Diketahui kalau kepala sekolah yang dimaksud ini adalah Pak Roni Ardiansyah yang menjabat sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 1 Kota Prabum Mulih, Sumatera Selatan. Beliau ini menjabat sebagai capsek di sekolah tersebut sejak bulan Agustus 2023. Jadi udah lama bukan kepala sekolah baru yang tiba-tiba bikin kesalahan tanpa dia sengaja, yang tiba-tiba bikin kesalahan ya tanpa kebijakan-kebijakan yang sudah dia atur sendiri. Tapi udah dari Agustus 2023 dan sebelumnya selama 9 tahun dia ini sudah menjadi kepala sekolah di SMPN 7 Prabum Mulih. Nah, selama menjabat sebagai kepala sekolah, Pak Roni ini beberapa kali membawa sekolahnya mendapatkan prestasi di tingkat nasional. Jadi ini orang-orang bagus gitu dan bahkan beliau pernah mendapatkan apresiasi dan dikirim ke Cina, geng. Di luar sekolah Pak Roni ini juga dikenal sebagai sosok yang aktif di masyarakat dan sering tampil sebagai pembawa acara atau MC di dalam berbagai kegiatan resmi. Tuh, kurang berprestasi apa nih orang? Nah, perjalanannya dia selama menjadi kepala sekolah tentunya enggak mulus-mulus aja. Beliau sempat diterpa isu miring juga mulai dari e dituduh menyelewengkan dana bantuan operasional sekolah atau dana bos sampai ke pungutan liar terkait penerimaan siswa baru. Nah, cuma geng ya Pak Robi membantah semua tuduhan tersebut ya sebab beliau mengaku dalam menggunakan dana bansos pihak sekolah selalu diperiksa oleh Inspektorat dan sampai detik ini beliau tidak pernah terbukti dengan tuduhan-tuduhan tersebut. Sementara soal issu pungli, Pak Roni mengatakan bahwa itu tidak pernah ada selama dia menjabat sebagai kepala sekolah dan tidak ada buktinya juga. Dan setelah dua isu tadi timbul lagi isu lain terkait dia yang dimutasi. Nah, ini yang viral seperti yang sudah tertulis jelas di tweetnya Robi Sunata tadi. Salah seorang siswa yang bersekolah di SMPN 1 Prabum Mulih yang merupakan anak dari walikota dan walikota tersebut ya berinisial A. Nah, dari narasi yang beredar di sosial media, anak dari walikota ini ya itu memarkirkan mobil di lapangan sehingga mengganggu kegiatan sekolah. Yang gua dengar sih kegiatan marsing band, tapi jujur aja ya, sebenarnya enggak cuma di situ doang letak kesalahannya, yaitu ee memarkirkan mobil di lapangan sekolah yang sebenarnya itu mengganggu kegiatan sekolah. Kesalahannya lebih daripada itu menurut gue. Dia kan anak di bawah umur, ya. Ya kan? Masa udah boleh bawa mobil emang udah punya SIM. Ini gimana sih pemerintah yang bikin aturan tapi justru melanggar aturan? Apa ini udah selumrah itu di negara kita? Apakah emang se koboy ini negara kita? Enggak punya. Aku enggak tahu nih udah punya SIM apa belum tuh. Tapi setahu gua ya, anak SMP kayaknya belum layak banget gitu ya. Belum belum layak banget bawa mobil ke sekolah. Kalaupun ada ya udahlah ya. Ya mungkin orang tua kalian kaya. Tapi jujur kalau gua suatu hari nanti diberikan kesempatan untuk menjadi orang yang punya rezeki lebih, kayaknya enggak banget deh. Anak disuruh bawa mobil ke sekolah. Kalau diantar enggak apa-apa, bapaknya yang ngantar. Atau kalau misalkan punya uang lebih, diantar spopir, it's ok. Tapi kalau sampai bawa mobil ke sekolah, wah gaya banget sih. Itu tujuannya udah bukan lagi belajar, tapi malah flexing-flexing. Nah, dari media dijelaskan kalau lapangan tempat si anak walikota ini memarkirkan mobil sebenarnya bakal digunakan untuk latihan marsing band tadi. Nah, di samping itu juga pihak sekolah menyayangkan nih karena ya anak seusia dia yang masih duduk di bangku SMP seharusnya belum layak mengendarai kendaraan roda empat. Karena itulah Pak Roni sebagai kepala sekolah menegur dia supaya memindahkan mobil tersebut dari lapangan. Jadi ditegurnya itu untuk pindahkan mobil bukan gak bawa mobil. Masih ada toleransi loh. Padahal Pak Roni ini berhak banget sebagai guru untuk melarang itu bocah bawa mobil. Karena mau bagaimanapun ya yang namanya seorang murid itu sudah diserahkan ke sekolah. Itu artinya segala tanggung jawabnya udah jadi tanggung jawab guru. Jadi kalau misalkan gurunya marah ngomel selama anak lu enggak luka-luka, enggak mati, itu sebenarnya enggak apa-apa. Ditegur itu adalah part of pendidikan. dididik gitu. Tapi kalau misalkan dididik aja, ditegur aja enggak boleh, bawa pulang anak lu didik sendiri. Harusnya gitu ya. Ini gua geram banget sama orang-orang kayak gini. Dan setelah insident tersebut, beberapa lama kemudian ada video yang viral di sosial media, Geng. Ketika tiba-tiba Pak Roni ini dikelilingi oleh para siswa. Dan di saat itulah diketahui kalau tiba-tiba saja Pak Roni ini dicopot, dimutasi secara mendadak dari jabatannya sebagai kepala sekolah di sekolah tersebut. Dan di video itu juga terlihat Pak Roni yang tidak bisa menahan tangis ketika dikerumuni oleh para siswa yang sayang banget sama dia. Sebuah momen haru perpisahan kepala sekolah SMP Negeri 1 Kota Prabum Mulih, Roni Ardiansyah yang diwarnai isak tangis para siswa dan dewan guru di SMP Negeri 1 Prabum Muli viral di media sosial. Siswa-siswa tersebut tahu bagaimana Pak Roni ini membawa sekolah mereka menjadi sekolah terbaik berprestasi. Jika para siswa mendatangi bahkan ada yang menangisi Pak Roni aja. Di sini kita bisa lihat kalau di mata siswa dia adalah kepala sekolah yang sangat dekat dengan para siswa. Sehingga ketika mengetahui kabar kalau dia dicopot dan dimutasi, para siswa ini ikut merasakan kehilangan. Bahkan kabarnya, Geng, enggak cuma Pak Roni aja yang dimutasi, tapi sampai ke security dari sekolah tersebut yang juga ikut dimutasi. Wah, gila sih ini walikota nih. Ni gimana dikasih jabatan lebih besar ya kalau dikasih jabatan jadi gubernur? jadi presiden, menteri lebih semenang-menang lagi kayaknya ya. Dan security tersebut ya diketahui bernama Pak Ageng. Pak Roni mengatakan momen yang terekam di video tersebut bukanlah sengaja dibuat namun terjadi secara spontan. Jadi momen itu bukan acara perpisahan yang sudah dipersiapkan, melainkan ee mendadak aja. Karena dia kan dipecat atau dimutasi secara mendadak. Ya udah dia salam-salaman, minta izin pamit ke anak-anak sekolah. Ada yang ngerekam. Dan di saat itu Pak Roni mengaku e ingin pergi untuk memenuhi panggilan ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabu Mulih. Pada saat dia keluar ruangan, ternyata udah banyak murid-murid dari kelas 7 yang sudah menunggu dia di sana. Mungkin para siswa itu emang udah mendengar ya adanya isu yang menyebutkan kalau Pak Roni ini bakal dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah ya karena ya salah satu ee murid di sekolah mereka itu adalah anak-anak kerajaan ya kan? Anak orang penting. Sepenting itulah pokoknya sampai bawa mobil ke sekolah, sampai markir di tengah-tengah lapangan kayak gitu. Saking pentingnya itu ngalah-ngalahin anak Raja Salman kayaknya itu. Nah, dan video tersebut dibuat spontan oleh salah satu guru yang mengajar di sana. Jadi enggak ada rencana untuk didramatisir. Lalu geng saat dia ditanya oleh awak media terkait pencopotannya yang dihubung-hubungkan karena dia menegur anak dari walikota, Pak Roni cuma tertawa dan tidak menjawab atau memberikan komentar terkait isu itu. Ya, kalau cuma ketawa enggak membantah, ya kan itu artinya apa? Ya, artinya itu benar dan bisa jadi Pak Roni dibungkam gitu ya. Nah, Pak Roni cuma bilang dia enggak berani membuat argumen, nanti dia yang salah lagi. Nah, terlepas dari itu, Geng, Pak Roni menyebutkan kalau dia sudah serah terima jabatan dan ikhlas atas apa yang terjadi. Dia juga tidak menduga kalau pencepotan dan mutasi dia ini disebabkan karena menegur anak walikota. Namun, dia menduga kalau dia selama menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut membuat kebijakan yang salah. Gila, berbesar hatilah beliau menerima ini semua. Dan meskipun begitu, Pak Roni tidak menyebutkan secara jelas kebijakan apa yang dimaksud. Ya, bisa jadi ini hanya alasan doang. Dan selain itu, Pak Roni juga memastikan bahwa dia sangat menghormati keputusan yang diberikan oleh pimpinan dan dia tidak akan mengajukan keberatan atau gimana-gimana, Geng. Dan setelah dicopot, Pak Roni ini bilang kalau dia bakal kembali menjadi guru biasa. Cuma dia belum tahu akan ditempatkan di mana. Namun, dia mengaku ikhlas dan siap ditempatkan di mana saja. Dan terkait pencopotan dan mutasi paroni ini juga dikonfirmasi oleh pelaksana tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prab Mulih yang bernama A Darmadi. Namun Pak Darmadi ini mengatakan isu kalau Pak Roni dicopot karena menegur anak pejabat itu enggak benar. Nah, Pak Darmadi ini gak tahu nih kenapa tiba-tiba dia menepis hal itu. Pak Roni ini cuma menjalani mutasi yang biasa dilakukan dalam suatu organisasi pekerjaan yang tujuannya untuk penyegaran, kata dia. Apalagi menurut ya Pak Darmadi ini, Pak Roni sudah kurang lebih 10 tahun menjabat sebagai kepala sekolah ee di dua sekolah berbeda, yaitu SMPN 1 dan SMPN 7. Yang mana itu artinya Pak Roni sudah lebih dari dua periode mengemban tanggung jawab sebagai kepala sekolah dan menurut dia mutasi itu sesuai dengan arahan pimpinan. Hal itu diharapkan bisa membuat pelayanan di SMPN 1 jadi lebih baik lagi," katanya. Dan setelah dicopot dari jabatannya, Pak Roni bakal ditempatkan sebagai guru di SMPN 13 Prabumulih dan jabatan sebagai kepala sekolah di SMPN 1 bakal digantikan oleh seseorang yang bernama Kusno. Nah, jujur nih, Geng ya, gue gue anak mantan kepala sekolah. Bapak gue dulu kepala sekolah dan pernah terjadi kayak gini. Nah, kalau di daerah gue ya, di Aceh Barat Daya namanya. Kalian boleh cari tahu deh kalau untuk saat ini ya pemimpinnya bupatinya itu bagus banget. Tapi dulu ya dulu bupatinya itu dinasti banget. Jadi siapa yang jadi bupatinya itu yang bakal jadi kepala dinas, kepala sekolah, itu keluarganya doang. Gua enggak perlu sebutlah siapa orangnya. Nah, setelah ganti bupati yang sekarang itu lebih better. Enggak ada dinasti-dinastian lebih better ya. Tapi ya untungnya bokap gua udah pensiun. Dulu pas bokap gua jadi kepala sekolah tuh kayak gini nih. Bokap gua gak negur siapa-siapa cuma karena tidak berpihak kepada salah satu calon bupati. Pas bupati itu terpilih, bokap gua langsung diturunin. Dan kejadiannya sama banget kayak gini. Anak-anak sekolah itu pada ngumpul nangisin e pamitnya bokap gua. Karena bokap gua itu bikin ee sebuah kebijakan yang bagus banget di sekolahnya. ada ekstrakurikuler yang mana di setiap hari Jumat atau Sabtu mereka tuh enggak belajar akademis tapi lebih kepada e olahraga, karate, bola, dan segala macam. Dan itu cuma sekolah bokap gue yang ada. Dan ketika pulang sekolah, bokap gue itu meminta murid-muridnya mengumpulkan semua sampah-sampah plastik yang ada di sekolah. Lalu dikumpulkan menjadi satu ya, khusus plastik doang dan itu bakal dijual ke pengepul, ke pemulung. Uangnya itu setiap berapa bulan atau berapa tahun mereka pakai untuk makan bersama. bokap gua pernah bikin program gitu, tapi tiba-tiba ya dalam satu waktu bokap gua langsung dipecat tus selesai jadi guru biasa bokap gua di saat itu. Itu namanya apa ya? Dikursi panjangkan. Makanya kejadian yang terjadi kepada Pak Roni ini gua enggak percaya kalau ini semacam resh shuffel atau semacam ya pergantian jabatan yang normal. Karena tiba-tiba banget katanya Pak Roni sudah menjabat selama 10 tahun alias dua periode. Dari maneh menjabat di SMPN 1-nya kan baru tahun 2023. Kalau dihitung sampai 2025 emang udah 5 tahun? Belum kali, Pak. Ya kan? Nah, makanya kejadian kayak gini enggak bisa bohong. ini bukan karena alasan yang normal, tapi justru karena ego pemimpin. Nah, jadi dikatakan ya ee Pak Roni ini kan sudah digantikan oleh seseorang yang bernama Kusno. Entah siapalah itu ya. Nah, jadi pada saat itu Pak Roni fix dimutasi. Dari sini timbul pertanyaan, apa alasan Pak Roni tiba-tiba dimutasi secara mendadak? Kalau memang ini resmi, harusnya sudah dari jauh-jauh hari Pak Roni ini diberitahukan. Nah, apakah benar? karena dia menegur anak walikota tadi. Nah, sementara ya sudah ada ee klarifikasi dari seseorang yang bernama Pak Aarmadi yang membantah hal ini. Nah, kita lihat pada kenyataannya nih. Pak Darmadi ini menyebutkan satu dari sejumlah alasan pencopotan Pak Roni ini, yaitu soal chat yang enggak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru olahraga kepada siswi SMPN 1 Prabum Mulih beberapa waktu lalu. Tuh, salah satu kata Pak Darmadi. Kasus guru mengirim chat mesum ke siswi ini heboh di tanggal 28 Agustus kemarin dan ada seorang guru berinisial D status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK dan ee D ini adalah guru olahraga yang sekaligus diberi tugas sebagai pembina futsal. D ini kemudian dimutasi ke instansi lain di luar Dinas Pendidikan dan diberikan sanksi dengan dinonaktifkan sebagai guru. Dan Inspektur Pemkot Prabum Mulih yang bernama Indra Bangsawan menjelaskan bahwa D ini sudah mengakui perbuatannya dan kasus tersebut berakhir dengan damai. Nah, kasus inilah yang diduga kuat menjadi penyebab kenapa Pak Roni dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Enggak masuk akal kan, Geng? Apa urusannya? Ada predator di sekolah tersebut, oknum. Tapi kenapa kepala sekolahnya yang jadi disalahkan? Ya, mungkin agak masuk akal kalau misalkan Pak Roni tiba-tiba melindungi atau menghalang-halangi proses hukum atau sanksi terhadap si D ini. Tapi kan ini enggak sama sekali. Akhirnya si D ini tetap dikenakan sanksi dan dimutasi. Lantas apa hubungannya dengan Pak Roni? Nah, makanya nih orang yang bernama Darmadi ini seakan-akan ya mengait-ngaitkan cerita yang menurut gue pribadi ya ini enggak nyambung. Kenapa itu dijadikan alasan agar Pak Roni dimutasi? Pertanyaan yang sama juga diutarakan oleh netizen yang menyebutkan jika karena ada oknum guru yang melakukan kesalahan terlebih lagi oknum itu sudah mendapatkan sanksi dari mutasi ini benar-benar enggak nyambung. Dan oleh karena itu, netizen menilai bahwa alasan pencopotan dan mutasi Pak Roni ini adalah sebagai bentuk framing untuk menjatuhkan Pak Roni dan menutupi alasan sebenarnya dari mutasi tersebut, yaitu karena menegur anak dari walikota. Dan di saat netizen sudah terlanjur menyoroti pencopotan dan mutasi yang terjadi kepada Pak Roni dan percaya bahwa mutasi ini disebabkan karena dia yang menegur anak walikota, nah akhirnya ramailah ramai orang-orang yang menyoroti si Walikota Prab Muli ini. Dan ada juga isu yang bilang kalau Pak Roni ini bahkan dipermalukan di dalam rapat di depan kepala sekolah-kepala sekolah lain. Bahkan isu pencepotan dan mutasi ini ikut menjadi sorotan dari Bang Hotman Paris dengan mempertanyakan kebenaran atas isu tersebut. Mampui enggak lu? Mau mau saing-saingan anak walikota sama anaknya Bang Honman Paris. Siapa paling banyak duit nih? Siapa paling besar power? Ya kita lihat aja. Sekelas Bang Horman Paris saja ya kita enggak pernah ya dapat berita kalau beliau semena-mena dengan e power-nya, dengan kekuatannya. Beliau tetap tegak lurus dengan hukum. Kalau salah ya salah, kalau benar ya benar gitu kan. Dan selain itu, Bang Hotman Paris juga meminta Menteri Dalam Negeri atau Mendagri serta Gubernur itu harus bertindak atas pencopotan dan mutasi yang dianggap sewenang-wenang ini. Bang Hotman Paris Barkan meminta netizen untuk protes agar jabatan dari Pak Roni selaku kepala sekolah bisa dipulihkan kembali. Nah, setelah narasi itu beredar di internet, akhirnya walikota yang dituduhkan itu buka suara. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan klarifikasi dari Walikota Prab Mulih yang mana kalau walikota ini sampai klarifikasi itu artinya keterangan dari seseorang yang bernama Darmadi tadi bohong ya kan. Orang walikotanya aja respon, orang walikotanya aja sampai klarifikasi. Kalau misalkan enggak klarifikasi berarti beritanya memang hoax. Ceritanya si Pak Darmadi tadi benar. Tapi kalau walikotanya sampai klarifikasi, ayo wajib dipertanyakan tuh ya. Kasus orang lain disambung-sambungin sama kasusnya Pak Roni. Enggak nyambung. Oke, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan klarifikasi dari Walikota Prabum Muli. Jadi, geng ya, setelah isu mengenai pencopotan serta mutasi Pak Roni dan Pak Ageng sebagai security itu beredar luas di sosial media, ya. Walikota Prabum Mulih yang berinisial A membuat video klarifikasi ini. Sorry banget ya si walikotanya ini gua inisialkan ya, wajahnya gua blur gitu ya. Gua enggak mau menjadi dia ya. Kenapa? Karena ya kesalahan yang dia perbuat itu mungkin ke depannya masih bisa dimaafkan kalau dia meminta maaf dan berubah gitu ya. Jadi kita enggak boleh jadi dia nih yang isunya mempermalukan Pak Roni ya. Memberikan sanksi ya. kita enggak perlulah memberikan sanksi sosial kepada orang mungkin dia khilaf gitu kita kita maafkanlah gitu ya. Nah, tapi yang jelas ya di dalam video tersebut ya si Bapak Inisial A ini meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Kota Prabumulih terkait berita-berita tersebut yang dia bilang itu hoa katanya. Sebab di media ya itu mengatakan kalau Pak Roni ini sudah diganti dan dipindahkan ke sekolah lain. Si Bapak Inisial A ini menegaskan bahwa itu adalah berita hoa katanya. Dia menyebutkan bahwa Pak Roni belum dipindahkan tugasnya ke sekolah lain. Di media mengatakan bahwa Pak Roni sudah di ganti dan dipindahkan ke tempat sekolah lain. Ini adalah berita hook. Saya belum memindahkan Pak Roni. Saya baru menegur Pak Roni. Dan si Bapak Inisial I ini mengaku hanya menegur Pak Roni karena ada permasalahan dengan siswa yang membuat siswa tersebut tidak betah bersekolah di sana. Masuk logika enggak? gua aja ya yang setahu gua nih walikota itu enggak sampai ngurus segitunya. Setahu gue nih kalau misalkan ada siswa yang enggak nyaman gitu bersekolah di sana oh karena terlalu ketat ee aturannya dan segala macam itu siswa enggak bakal ngadu ke walikota, dia bakal ngadu ke kepala dinas pendidikan. Itu yang paling masuk akal. Tapi kalau sudah sampai ke walikota itu artinya ini siswa punya hubungan khusus dengan si walikota itu. Entah itu mungkin ponakannya, keluarganya atau justru anak kandungnya kan gitu. Masa ia seorang siswa mengadu tidak nyaman doang walikota sampai turun tangan. Itu aneh banget menurut gue. Oke. Nah, karena saat ini netizen tuh enggak bodohlah dengan klarifikasi-klarifikasi yang enggak nyambung kayak gini. Dan di saat itu ya kasus ini sudah muncul di media massa. Dan menurut Bapak Inisial A ini sebagai seorang walikota, dia berkewajiban memanggil Pak Roni dan menegur dia agar hal tersebut jangan sampai terjadi lagi. Katanya, sepertinya masalah yang dibicarakan oleh Bapak Inisial A ini adalah masalah terkait oknum guru berinisial D tadi nih yang gua jelaskan sebelumnya yang katanya chatnya itu ee sampai apa ya ke siswi ya sampai yang enggak senonoh gitu. Tapi yang bikin aneh dari pernyataan ini adalah Pak Darmadi yang tadi selaku pelaksana tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabum Mulih itu sudah mengkonfirmasi terkait mutasinya Pak Roni. Tapi kok si Bapak Walikota Inisial A ini bilang bahwa yang dia lakukan hanya menegur dan tidak memutasi. Nah, ini antara dua orang ini aja udah enggak nyambung ya kan? Ya kan? Yang satu membenarkan Pak Roni dimutasi tapi alasannya karena chat si guru inisial D. Tapi Bapak Inisial A bilang dia tidak memutasi Pak Roni. Dia hanya menegur karena isi chat si oknum GR berinisial D. Aduh, Pak. Kalau mau bohong di media minimal ngobrol dulu lah. C-chat dulu lah, kong kalikong dulu biar klarifikasinya itu enggak terlalu apa ya berbelok-belok gitu. Kenapa? Aduh, di belakang Pak Roni ini netizen, Pak, power-nya. Jadi kalau Bapak mau bohong ke media, udah terlambat Bapak bakal menghadapi masyarakat. Jadi backingan Bapak mungkin seragam atau pangkat. Nah, backingan Pak Roni masyarakat. Jadi udah susah untuk membelok-belokan berita tersebut. Terus, Geng, ya. Selain itu, si Bapak berinisial A ini juga meluruskan terkait isu kalau anaknya membawa mobil ke sekolah. Dia membantah hal tersebut karena kata dia anaknya ke sekolah selalu diantar, bukan bawa mobil. bukan nyetir sendiri apalagi sampai parkir di lapangan sekolah. Namun di saat itu enggak ada yang tahu ya kebenaran hal tersebut. Benarkah anaknya bawa mobil ke sekolah atau cuma diantar? Enggak ada yang tahu. Tapi yang jelas isu yang beredar seperti itu. Kira-kira kalian lebih percaya mana? Kira-kira kalian lebih percaya anaknya tersebut bawa mobil sendiri ke sekolah atau justru anaknya tersebut diantar oleh suopir? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Atau mungkin ada teman-temannya di sini yang bersekolah sama di sana. Boleh jelaskan informasinya di kolom komentar supaya terang-berang nih. Tapi jangan hoax ya. Jelaskan dengan benar dan berani bertanggung jawab kalau kalian memang murid dari sekolah tersebut. Oke, terus Geng ya pada akhirnya setelah ini heboh dan besar, kemudian timbullah sebuah keterangan dari ajudan presiden kita yang bernama Mas Rizki Irmansyah melalui story Instagram beliau yang menuliskan, "Sudah selesai ya kepala sekolahnya akan kembali bertugas ke sekolah asal dan satpamnya juga akan kembali bertugas ke sekolah asal." Nah, ini kan jadi bikin kita semakin bingung, Geng. Kalau dari tulisan Mas Rizki bilangnya kayak gitu bakal kembali bertugas. Yang berarti sebelumnya memang ya Pak Roni dan Pak Ageng ini sudah dimutasi tapi dikembalikan lagi dibantu oleh pihak yang lebih besar. I kan dibantu oleh pihak yang lebih besar karena viral. Nah, tapi kenapa sebelumnya si Bapak Walikota berinisial A malah bilang dia enggak mencopot dan cuma menegur aja? Kalimat dari Mas Rizky itu jelas banget akan kembali. yang artinya tadinya sudah dicopot berarti akan dikembalikan. Nah, barulah ketika klarifikasi dari Bapak Inisial A selaku Walikota dan Mas Rizki ini, media-media mulai memberitakan kalau Pak Roni dan Pak Ageng tidak jadi dimutasi. Nah, kalau kalian percaya Pak Roni ini sebenarnya udah dimutasi atau belum, Geng, dari pernyataan-pernyataan tersebut, coba deh tinggalkan komentar kalian di bawah. Terus, geng, setelah kabar bahwa mutasinya dibatalkan, Pak Roni akhirnya kembali ke SMPN 1 Prabum Muli dan mendapatkan sambutan hangat dari para siswa dan staf pendidik yang ada di sana. Di dalam sebuah video yang beredar di sosial media, ratusan siswa SMPN 1 Prabum Muli itu berdesakan menyambut kedatangan Pak Roni. Dan mereka juga ikut menyampaikan yel-yel dengan sukacita sambil mengepalkan tangan. Saat itu, Geng, Pak Roni ini tiba dengan mobil berwarna hitam disertai dengan beberapa kendaraan lain. Saat turun, siswa langsung berebut mencium tangannya. Tepuk tangan, tawa bahagia, dan sorakan dukungan menggema di halaman sekolah. Wah, merinding ya. Sedih apa ya, haru gitu. Dan momen tersebut jadi semakin emosional ketika Pak Roni turun dari mobil bersama dengan Pak Ageng yaitu si security. Netizen pun ikut bahagia dengan dibatalkannya mutasi terhadap Pak Roni dan Pak Ageng. Karena memang pada dasarnya apa yang dilakukan oleh mereka itu bukanlah sebuah kesalahan, melainkan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai seorang pendidik. Kalau misalkan Pak Ageng ya untuk mengamankan lingkungan sekolah dan sudah sepantasnya mereka tidak dimutasi apalagi jika benar alasannya karena bersinggungan dengan pejabat. Kalau gue sih ya jadi anaknya bapak pejabat malu sih enggak sekolah di situ lagi. Mending pindah sih lu. Ngapain ya kan? Dan kabarnya geng ya si bapak berinisial A akhirnya mendatangi secara langsung Pak Roni Ardiansyah serta Pak Ageng. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momen mediasi setelah ramainya polemik pencopotan imbas yang diduga karena ditegurnya anak beliau yang membawa mobil ke sekolah. Dalam pertemuan itu, si bapak berinisial A menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan sejumlah guru dan pejabat. Dan dia pun memeluk Pak Roni dan Pak Ageng sambil mengakui jika selama ini ada kesalahan yang mungkin menimbulkan kegaduhan. Dan dia mengakui apa yang dia lakukan itu khilaf. Waduh, kalau enggak viral enggak khilaf tuh, Pak. Yakin gue ya. Gua gua gua sebagai masyarakat nih kalau enggak viral enggak hilo love tuh. Ini maaf ya, Pak. Kasus Bapak ini harus kita viralkan sebagai pelajaran untuk pejabat-pejabat yang lain. Jadi enggak boleh semena-mena, ya. Kita masyarakat itu memperhatikan kita. Masyarakat itu men-support kinerja Bapak-bapak kalau memang tegak lurus. Tapi kalau misalkan sudah semena-menang terhadap orang kecil seperti Pak Roni ya, tenaga pengajar, kayaknya kita sebagai masyarakat ya perlu menegur juga gitu. Untuk meminta maaf kita maafkan. Siapa sih yang enggak pernah bikin kesalahan? Kita semua pernah bikin kesalahan. Tapi kejadian ini kita anggap sebagai pelajaran, sebagai contoh untuk yang lain-lain. Terus, Geng. Kemudian Bapak Berinisial A ini juga mengatakan bahwa Pak Roni belum dipindahkan ke sekolah yang menjadi tempat bertugas dia selanjutnya. Statusnya di sana juga masih menjadi pengganti dan belum ada surat keputusan atau SK yang dikeluarkan. Berarti itu artinya memang sudah ada proses untuk dilakukan mutasi tadinya. Dan kemudian si Bapak Inisial A ini berpesan agar para pendidik tetap fokus mendidik anak tanpa adanya perubahan sikap pasca kejadian ini. Amin. Itu kita aminkan ya. Jadi guru-guru enggak boleh takut menegur anak siapapun mau itu anak presiden. Karena tugas guru-guru adalah mendidik. Jadi anaknya enggak boleh dimanja-manja banget biar mentalnya tuh keras gitu. Lalu Geng enggak cuma menyampaikan permintaan maaf sebagai tanda permintaan maafnya juga si Bapak Inisial A ini memberikan hadiah berupa sepeda motor listrik kepada Pak Roni dan juga Pak Ageng dengan menegaskan bahwa mereka berdua harus kembali ke SMPN 1 Pramum Mulih. Dan itu adalah hal yang wajib karena merupakan perintah dari dia dan momen itu ditutup dengan pelukan haru dan Pak Ageng juga tidak kuasa menahan tangis sambil berterima kasih atas hadiah yang diberikan oleh si Bapak berinisial A. Nah, kalau untuk hal ini kita patut apresiasi orang yang sudah mengakui kesalahan terus dia ya bertanggung jawab untuk memulihkan mental orang lain dengan memberikan gift hadiah itu adalah hal yang sangat bagus. Jadi enggak boleh kita remehkan juga, Geng. Sementara itu, Pak Roni juga menegaskan keikhlasannya dia atas permintaan maaf dari si bapak walikota tersebut. dan dia menyebutkan bahwa dia sudah ikhlas membukakan hatinya untuk menerima permintaan maaf dan untuk ke depannya bakal lebih baik lagi. Pertemuan tersebut menjadi tanda rekonsiliasi antara pihak sekolah dan pemerintah yang sekaligus menenangkan persepsi publik ya yang sempat terpecah di dalam menyikapi pencopotan kepala SMPN 1 Prabum Mulih ini, Geng. Nah, namun Geng karena isu ini sudah menghebohkan publik, banyak netizen yang akhirnya menguliti sosok si Bapak Walikota. Ya biasalah kalau udah bikin salah tuh bakal dicari terus apa? dikorek-korek terus akar masalahnya. Kita bakal membahas singkat soal background-nya si Bapak ini ya, yang sudah dikorek-korek oleh netizen. Jadi, Geng, si Bapak ini dilantik menjadi Walikota Prabum Mulih bersama wakilnya itu pada bulan Februari kemarin. Dia lahir di Bandar Jaya, Kabupaten Ogan, Komering Ulu atau OKU pada tanggal 30 Maret 1975 dan merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Dia ini menempuh pendidikan dasar di SMP ee yang ada di OKU. Lalu di bangku SMA dia menempuh pendidikan di Prabum Mulih, tepatnya di SMA PGRI. Nah, jadi dia ini adalah putra daerah nih, putra asli daerah sana. Jadi wajar banget dia terpilih sebagai walikota karena memang ya ini yang sangat diperlukan ya. Yang harus memimpin daerahnya adalah putra daerahnya karena dia yang tahu daerahnya sendiri. Meski usianya enggak muda lagi, si bapak ini masih mengutamakan pendidikan, Geng. Di saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa ilmu hukum di Universitas Jakia Kirti, Palembang. Dan sebelum terjun ke dunia politik, dia adalah seorang pengusaha karet dan kontraktor. Nah, di dalam menjalankan bisnisnya, dia sempat bangkrut di tahun 1997, namun kembali bangkit di tahun 2003. Dia terjun ke dunia politik setelah bergabung dengan partainya Pak Prabowo di mana dia pernah menjadi dewan penasehat DPC untuk partai tersebut di Prabu Mulih. Kemudian dia memutuskan untuk maju di Pilkada 2024 sebagai walikota Prabum Mulih bersama dengan wakilnya tadi. Nah, sebelum viralnya kabar terkait dia yang mencopot Pak Roni dari jabatannya sebagai kepala sekolah, nah beliau ini sempat menjadi sorotan juga karena anaknya ditolak untuk berobat di rumah sakit Bunda Prabum Mulih. Padahal saat itu anaknya sedang mengalami luka serius di bagian kepala tapi malah mendapatkan penolakan pelayanan medis. Bahkan ada yang menyebutkan kalau bapak ini ingin agar anaknya mendapatkan perlakuan spesial di rumah sakit tersebut. Dan karena keinginannya tidak dipenuhi, ya si Bapak ini secara sepihak memecat pegawai yang bekerja di RS Bunda. Itu terkait isu soal pemecatan di RS Bunda, gua enggak bisa mengkonfirmasi nih apakah ini benar atau enggak, tapi beritanya di media banyak dan ya pemberitaan ini tidak dikonfirmasi langsung oleh si Bapak Inisial A ini ya. Kita jangan menelan mentah-mentah informasi yang ada di media juga, Geng ya. Takutnya nanti hoa dan gimana nanti jatuhnya malah pencemaran nama baik terhadap si Bapak ini. Tapi di media itu ada. Kalian bisa lihat sendiri nih. Jadi ini bukan hasil investigasi gua. Gua hanya menyampaikan apa yang ada di media. Dan syukurlah ya terkait masalah mutasi Pak Roni dan Pak Ageng sudah selesai dan berakhir damai. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Itu dia, Geng. Pembahasan kita kali ini mengenai isu soal pencopotan dan mutasi terhadap Pak Roni selaku kepala sekolah dan Pak Ageng selaku satpam atau security karena diduga menegur anak walikota yang membawa mobil ke sekolah. Gimana, Geng, menurut kalian tentang fenomena ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories