Transcript
yCILhw-ho6I • DEMO NEPAL PAKAI BOM GAS LPG & PEMILIHAN PEMIMPIN MENGGUNAKAN DISCORD !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1536_yCILhw-ho6I.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, demo di Nepal menjadi salah satu
demo yang menjadi sorotan dunia. Ya,
gimana enggak ya, Geng? Walaupun
dikatakan terinspirasi dari demo yang
terjadi di Indonesia, nyatanya eskalasi
demonya jauh lebih besar dibandingkan
yang ada di Indonesia. Masyarakat Nepal
mungkin ya karena kemarahan akibat
mereka yang tidak pernah merasakan hidup
sejahtera selama menjadi warga negara
Nepal. akhirnya membuat mereka nekat
karena di dalam pikiran mereka tuh ya
mereka diam aja juga mereka mati
kelaparan. Mereka nekat juga ya bisa
mati tapi bakal ada pilihan untuk bisa
berubah atau reformasiah gitu ya.
Akhirnya mereka memilih untuk nekad.
Mereka nekad membakar bangunan-bangunan
penting milik pemerintah seperti gedung
DPR, markas polisi, sampai rumah-rumah
dari pejabat penting ikut disikat habis
oleh mereka. Dan beruntungnya dengan
eskalasi sebesar itu banyak pejabat yang
memilih untuk mengundurkan diri. Ya
memang saking brutalnya ya para
pejabatnya itu hampir ketakutan dan
mereka tidak mendapatkan perlindungan
dari pihak kepolisian. Bahkan polisinya
aja menyerah sama rakyatnya. Perdana
menteri sampai dengan presiden itu
memilih untuk mundur dibandingkan harus
jadi target dari masyarakat yang sudah
mengamuk.
Nah, seperti yang gua katakan tadi,
pihak kepolisian menyerah, benar-benar
menyerahkan diri, tunduk kepada rakyat
dan sudah menjadi tahanan rakyat. Nah,
padahal polisi punya persenjataan, tapi
kalah dengan rakyat yang bersatu melawan
pemerintahan yang korup. Buat kalian
yang mau tahu kondisi Nepal yang keos
saat ini ketika demo berlangsung, kalian
bisa e nonton video gue yang satu ini
dulu.
Nah, di pembahasan kali ini kita bakal
membahas beberapa update dari demo
tersebut yang belum sempat kita bahas di
video sebelumnya. Seperti apa kabar dari
Nepal saat ini? Terus ada kabar soal
istri perdana menteri Nepal yang kemarin
katanya dirakap ya rakap tuh dibalik ya
tulisannya dibalik dirakap habis-habisan
sampai meninggal. Tapi ternyata
diketahui itu semua hanya berita bohong
yang disebarkan oleh media pemerintah.
Istri perdana menteri itu ternyata masih
hidup. Jadi cerita itu sengaja dibuat ya
untuk membuat simpati dunia. Tapi
ternyata dunia juga enggak peduli. Nah,
terus geng rakyat ya rakyat Nepal itu
sudah merampas senjata api yang mereka
ambil dari aparat yang menyerah. Namun
rakyat Nepal mencurigai bahwa aksi
mereka ini sebenarnya saat ini sudah
ditunggangi oleh oknum lain yang
melakukan penjarahan, pembakaran, dan
hal-hal lain yang membuat situasinya
semakin keos. Padahal tujuan mereka
awalnya memang bikin keos. Setelah itu
mereka ya kayak rapi-rapi lagi,
bersih-bersih lagi. Tapi ini enggak. Ini
malah makin keos terus. Nah, lalu kabar
baiknya, Geng, Nepal sudah memiliki
perdana menteri yang baru dan dipilihnya
melalui Discord. Gila enggak tuh? Ini
saking Genzinya gitu ya. Siapa perdana
menteri baru ini? Nanti kita bakal bahas
update-nya secara lengkap. Langsung aja
kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Geng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita bahas dulu nih soal berita
tentang istri perdana menteri yang
sebelumnya dikatakan dirakap ramai-ramai
sampai tewas. Tapi ternyata sekarang
diketahui dia masih hidup. Kita bahas
nih.
Nah, jadi geng di video sebelumnya kita
kan sempat membahas kalau terjadi
pembakaran di rumah milik pejabat
pemerintah dan ee salah satunya
menargetkan rumah mantan perdana menteri
yang bernama Jalanat Kanal. Nah,
sampai-sampai di dalam pembakaran
tersebut menyebabkan istrinya itu
terjebak di dalam rumah dan meninggal
dunia di rumah sakit ketika menjalani
perawatan. Nah, itu berita yang beredar.
Nah, informasi yang beredar pada saat
itu memang dikatakan kalau istrinya ini
yang bernama Raia Laksmi Citrakar itu
meninggal dunia. Hal ini juga
diberitakan oleh media-media lokal Nepal
dan salah satunya oleh kabar Hub yang
menyebutkan kalau Citrakar itu meninggal
dunia setelah rumahnya yang ada di area
dalu di Katmandu itu dibakar oleh para
demonstran. Ketika unjuk rasa itu
benar-benar demonstrannya itu
habis-habisan lah. Yang kemudian hal itu
berubah menjadi sebuah kerusuhan besar
tepat di hari Selasa tanggal 9 September
2025. Kabar Hub itu mendapatkan
informasi ini dari pihak keluarga, Geng,
yang sebelumnya melaporkan kalau
Citrakar terjebak di dalam rumah dan
dibakar oleh Demonstran lalu kemudian
dilarikan ke rumah sakit luka bakar
yaitu Kirtipur di dalam kondisi yang
kritis. Nah, itu keluarganya sendiri tuh
yang ngomong gitu. Tapi sayangnya dia
meninggal dunia katanya akibat luka
bakar yang dia derita selama menjalani
perawatan medis. Kebayang tuh ya
keluarganya sendiri yang menyatakan
kalau dia meninggal. Berarti kan secara
enggak langsung nih kalau dia enggak
meninggal ternyata berarti itu keluarga
ngedoain ya kan ngedoain dia meninggoy
gitu. Namun belakangan ini ya akhirnya
kabar Hub dan juga surat kabar Nepal
yaitu Kantipur itu merilis laporan
terbaru kalau ya Citrakar ternyata
mengalami luka-luka dan sedang menjalani
perawatan medis jadi tidak meninggal.
Laporan terbaru yang dibuat oleh Kabar
Hub ini yang juga mengutip laporan dari
keluarga menyebutkan kalau Citraar dalam
kondisi yang kritis dengan luka bakar
yang ada di beberapa bagian tubuh serta
kerusakan serius pada paru-paru. Nah,
kemudian ada kabar juga ketika rumahnya
diserbuh oleh massa. Citraar ini sempat
menawarkan 1 juta dolar Amerika agar dia
bisa dibebaskan oleh masa yang sedang
mengamuk katanya sih gitu. Nah, namun
uang tersebut ditolak mentah-mentah oleh
masa. Dan Kanal dalam interview-nya
dengan media BBC pada tanggal 11
September kemarin juga mengklarifikasi
bahwa istrinya itu ternyata masih hidup,
namun berada di dalam kondisi yang
kritis. Di dalam interview-nya tersebut
dia juga menyebutkan bahwa orang-orang
yang membakar rumahnya itu adalah apa
ya, orang-orang dewasa sekitar 40 sampai
45 tahun. Jadi, tidak terlihat seperti
Gen gitu. Jadi enggak sesuai dengan
kriteria yang dikatakan di media kalau
demo ini digerakkan oleh Genzy. Nah,
aneh kan? Kita semua tahunya pergerakan
aksi kemarin adalah aksinya Genzy. Jadi
pastinya ya kita akan berpikir yang
melakukan pembakaran serta penjarahan
siapa lagi kalau bukan anak-anak muda
atau remaja-remaja Genzi. Cuma kalau
dari apa yang dikatakan oleh kanal ini
benar, berarti ada orang lain selain
kalangan Genzi yang beraksi di dalam
demo ini yang mencoba memperkeruh
suasana, memperkeruh keadaan dengan
membakar rumah tersebut, membakar
gedung-gedung tersebut.
Dari sinilah timbul kecurigaan baru,
Geng, terkait adanya oknum-oknum yang
menunggangi aksi demo di Nepal ini.
Benarkah demikian? Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan mengenai
dugaan adanya oknum yang menunggangi
demo ini.
Jadi, Geng, kita sudah lihat betapa
keosnya Nepal saat demo terjadi. Enggak
cuma memprotes aja, banyak yang
melakukan pembakaran dan penjarahan di
berbagai rumah pejabat dan mantan
pejabat. Lebih parah dari apa yang
terjadi di Indonesia. Dan salah satunya
ada video ketika aksi menuju ke rumah
mantan Perdana Menteri Nepal yang
bernama Sher Bahadur Deuba. Di mana
mereka membakar rumahnya dan membawa dia
keluar rumah bersama dengan istrinya
yang bernama Arjurana yang juga menjabat
sebagai menteri luar negeri. Nah, terus
ada video pembakaran sebuah rumah yang
sepertinya ini juga rumah dari salah
satu pejabat di Nepal di mana ada
seseorang yang membawa gas dan melempar
gas itu ke dalam titik api yang ada di
dalam rumah sehingga menimbulkan
terjadinya ledakan dan membuat api
semakin membesar. Jadi benar-benar udah
kayak bom gitu, Geng. Kalian bisa lihat
dari videonya.
[Tepuk tangan]
Nah, lalu ada video juga yang
memperlihatkan ketika Masa menyerbu
sebuah rumah dan mengeluarkan mobil yang
terparkir di garasi kemudian
dihancurkan.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Kemudian ada sebuah video yang
memperlihatkan masyarakat sipil yang
sudah mendapatkan senjata api yang
kemungkinan didapat dari aparat. Di
video yang sama juga terlihat tebalnya
asap hitam yang sepertinya disebabkan
karena adanya kendaraan yang dibakar
oleh massa.
[Musik]
Di dalam video lain terlihat ada
seseorang yang membawa bendera Nepal di
lehernya dan dia berhasil mendapatkan
senjata api lengkap dengan magazinnya.
Ada beberapa orang yang berusaha
mendekati dia dan dia kabur, Geng. Nah,
di belakangnya terlihat ada beberapa
orang yang mengejar. Nah, penjarahan itu
terjadi di mana-mana, termasuk di
hotel-hotel yang ada di Nepal seperti
Hilton dan juga Hayat yang menyebabkan
kerugian lebih dari R5 miliar rupe
Nepal. Namun, Geng, enggak semua yang
dilakukan oleh masa ini ya perbuatan
yang anarkis. Salah satu contohnya ada
di video ini nih. Ada seorang istri dari
Menteri Ketenagakerjaan yang bernama
Sharat Sing Bandari yang menderita
lumpuh. Nah, dengan teganya pada saat
masa menyerbu rumahnya dia, Sharat itu
justru kabur meninggalkan istrinya yang
lumpuh. Nah, orang-orang di saat itu
melihat sang istri dari si pejabat ini
sakit gitu, mereka enggak tega. Mereka
jadi berupaya mengevakuasi si istrinya
itu dengan menggotong beramai-ramai agar
keluar dari dalam rumah tersebut. Yang
mungkin tujuannya adalah untuk
menghindari apa ya ee tindakan anarkis
massa yang lain yang tiba-tiba nanti
membakar itu rumah. ya kasihan banget ya
kan istri dari syarat ini lagi sakit
enggak bisa apa-apa, enggak bisa minta
tolong, enggak bisa menyelamatkan diri
ya akhirnya dikeluarkan dulu.
Kalau pernyataan dari kanal sebelumnya
ini benar, berarti penjarahan serta
pembakaran yang terjadi di berbagai
tempat itu bukan dilakukan oleh Genu
ditunggangi oleh pihak lain. Nah, dari
informasi yang gua ambil di artikel
berita BBC nih, Geng, memang aksi protes
yang dilakukan oleh Gen ini cuma
tuntutan protes kepada pemerintah
terkait dugaan praktik korupsi. Namun
dengan cepat aksi tersebut berubah
menjadi pembakaran dan kekerasan.
disusul dengan pengerahan militer untuk
mengamankan situasi setelah kosongnya
kekuasaan di Nepal. Kelompok Genzi
sendiri sebenarnya itu mengklaim kalau
mereka itu enggak ikut-ikutan, Geng,
ketika terjadi kerusuhan lewat aksi
pembakaran dan penjarahan. Tapi justru
mereka menghindari aksi tersebut. Mereka
justru mengatakan bahwa aksi mereka
sudah ditunggangi oleh oknum-oknum
oportunis. Di hari Rabu, 2 hari setelah
aksi demo terjadi, bandara Katmandu
sudah dibuka dan kondisi di Katmandu itu
relatif kondusif karena sebagian besar
penduduk mematuhi jam malam. Nah, cuma
masih ada aja asap yang mengepul dari
bangunan-bangunan yang dibakar massa.
Militer di saat itu berusaha
mengendalikan situasi yang semakin
memanas dan juga sudah mengundang
kalangan Genzi untuk terlibat di dalam
perundingan damai. Dan para pemimpin
mahasiswa itu menyusun daftar tuntutan
baru mereka. Terus, Geng, jam malam
nasional diberlakukan hingga Kamis pagi,
2 hari setelah aksi terjadi dan militer
sudah memperingatkan jika ada yang
melakukan kekerasan serta vandalisme
bakal dikenakan hukuman. 27 orang sudah
ditangkap atas kekerasan dan penjarahan,
sementara ada 31 senjata api yang
ditemukan di sana. Petugas militer
memeriksa kartu identitas kendaraan di
pos pemeriksaan militer yang ada di
seluruh ibu kota dan menghimbau agar
masyarakat untuk tetap di rumah jika
tidak ada keperluan yang mengharuskan
mereka untuk berpergian. Nah, imbauan
ini disuarakan melalui pengeras suara,
Geng. Dan meskipun begitu, sejumlah anak
muda masih memutuskan untuk keluar
rumah. Mereka enggak peduli. Nah, tapi
bukan untuk melakukan kerusuhan lagi,
melainkan mereka justru ya banyak yang
berusaha untuk membersihkan
kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh
aksi protes yang mana mereka ini
bergotongroyong bersama-sama membawa
kantong sampah sambil menggunakan
masker. Nah, aksi rakyat yang mampu
mengguncang stabilitas pemerintah yang
korup ini disambut dengan baik oleh
masyarakat secara keseluruhan. Tapi
geng, sejumlah warga Nepal yang
mengatakan kalau mereka sendiri kaget
dengan adanya kekerasan dan vandalisme
yang mewarnai protes mereka, ada yang
berpendapat bahwa kekerasan dan
vandalisme ini ya sebenarnya enggak
seharusnya terjadi seperti pembakaran di
berbagai gedung pemerintah juga.
Misalkan salah satunya tuh kayak gedung
Mahkamah Agung yang dianggap oleh
masyarakat sebagai kekayaan nasional
milik negara mereka. Nah, tapi apa boleh
buat? semuanya sudah terjadi. Dan ya
mungkin mereka kaget hal ini bisa
terjadi, tapi justru orang-orang dari
luar melihat bahwa aksi mereka itu
sangat efektif untuk membuat para
pemerintah korup mereka itu mundur.
Tapi itu tadi, Geng. Masyarakat sendiri,
terutama dari kalangan Genzi yang
memprotes para pemerintah ini merasa
bahwa ada yang enggak beres dengan aksi
yang terjadi di Nepal. karena
eskalasinya begitu besar hingga terjadi
kekerasan, penjarahan, dan pembakaran di
mana-mana yang justru malah mengancam
rakyat mereka sendiri. Nah, agak enggak
masuk akal jika mereka memprotes
pemerintah tapi membahayakan sesama
rakyat. Ada seseorang dari kalangan
Genzi yang ikut di dalam aksi demo yang
mana dia bilang kalau gerakan yang
mereka lakukan tanpa bermaksud melakukan
kekerasan dan memiliki prinsip
keterlibatan sipil yang damai.
Sebenarnya itu di awal tuh. Kalangan
Genzi ini juga menjadi sukarelawan di
lapangan untuk mengelola situasi secara
bertanggung jawab. Terus mereka
melindungi warga dan melindungi properti
publik. Ya, awalnya kayak gitu tuh
rencananya. Nah, tapi fakta di
lapangannya malah berbeda. Yang terjadi
justru kerusuhan. Nah, oleh karena itu
ya para Gen ini mengatakan kalau ada
yang menuduh mereka yang melakukan
kerusuhan, mereka dengan keras
menyatakan bukan mereka, bukan ulah
mereka, tapi ada oknum lain. Dan
kalangan Genzi ini juga mengatakan tidak
ada aksi protes lanjutan setelah hari
Selasa. Bahkan mereka meminta pihak
militer serta polisi untuk menerapkan
jam malam sebagaimana yang diperlukan.
Nah, enggak cuma Gen aja, Geng, yang
menduga kayak gini, tapi pihak militer
di Nepal pun menduga hal yang sama. Di
saat itu ya juru bicara militer yang
bernama Raja Ramba Snet itu menyebutkan
bahwa militer sedang dalam proses
mengendalikan oknum-oknum yang
memanfaatkan situasi untuk menjarah,
membakar, dan menyebabkan berbagai
insiden. Ya, kalau kita lihat memang ya
ee di beberapa video-video yang apa ya
aksi penjarahan gitu, kayaknya yang
ngejarah itu ibu-ibu, bapak-bapak yang
sudah tua gitu ya. Kalau kita lihat dari
kejadian ini adalah memang ya pemantik
awalnya para geni. Para Genji ini yang
turun ke jalan memprotes dan segala
macam. Nah, kemudian disambut oleh
orang-orang yang sudah berkeluarga, udah
tua yang memang ekonominya sulit
memanfaatkan kondisi ini untuk mencari
keuntungan. Ya, gimana lagi? Negara
rusuh dari awal memang negaranya susah
gitu, rakyatnya juga susah. Di saat ada
rusuh kan tambah susah lagi. Ya,
sekalian aja dijarah untuk bisa bertahan
hidup. Ya, mungkin begitulah pemikiran
dari masyarakatnya.
Terus kemudian, geng, ada sebuah
pernyataan yang mengejutkan dari aktivis
mahasiswa yang bernama Rut Katka. Di
dalam sebuah video yang dia unggah di
Instagram pribadinya, Rut ini mengatakan
bahwa apa yang terjadi di Nepal adalah
sebuah tragedi yang tidak bisa diabaikan
oleh dunia internasional. Para pengunjuk
rasa damai yang sebagian besar adalah
siswa berseragam sekolah harus meregang
nyawa di dalam kejadian ini. Bahkan
perempuan-perempuan yang masih di bawah
umur diduga mengalami aksi yang enggak
senonoh di rumah mereka sendiri ketika
kekerasan pecah di hari itu. Nah, jadi
banyak tuh para demonstran-demonstran
itu yang nyerang anak-anak gadis di sana
untuk dimanfaatkan
ee apa ya? dimanfaatkan kerusuhan.
Itulah Rut menuduh bahwa pasukan
keamanan negara aja itu sengaja
menargetkan anak-anak dan perempuan
untuk dihabisi. Karena sebagian dari
orang-orang yang tewas adalah siswa yang
masih duduk di bangku sekolah. Nah, apa
yang dilakukan oleh negara bukanlah
sebagai bentuk pembelaan, melainkan
justru pembantaian. Menurut Rut. Dia
juga mengutip konvensi PBB tentang hak
anak dengan menilai bahwa pemerintah
Nepal melanggar kewajiban untuk
melindungi anak-anak dari kekerasan dan
melindungi hak mereka untuk hidup. Terus
selanjutnya, Rutini memperingatkan bahwa
keluarga-keluarga hidup di dalam
ketakutan dan orang-orang yang tidak
berdosa itu dibungkam. Dan oleh karena
itu dia mendesak komunitas internasional
dan organisasi-organisasi HAM untuk
turun tangan menghadapi situasi
kekerasan yang terjadi di Nepal. Peluru
yang ditembakkan oleh polisi seharusnya
peluru karet, tapi ternyata ya ada
peluru sungguhan, peluru peluru timah,
peluru tajam yang sekali tembak orang
meninggal gitu. Dan polisi seharusnya
melindungi warga bukan mengeksekusi.
Sebab apa yang dilakukan oleh Demonran
adalah protes damai yang pada awalnya ya
sehingga tidak perlu menembakkan peluru
yang asli ke rakyat. Dan informasi
terbarunya, Geng, korban jiwa di Nepal
sudah bertambah sebanyak 51 orang. Dan
kalau dilihat-lihat ini mirip seperti ya
tragedi di Indonesia tahun 1998.
Penjarahan di mana-mana, pembakaran di
mana-mana, bahkan juga terjadi aksi
kekerasan terhadap perempuan. Ketika itu
kita melihat pola yang sama terjadi di
Nepal saat ini. Namun, gua pengin tanya
nih pendapat kalian. Kira-kira siapa ya
dalang di balik semua ini? Pelaku di
balik aksi kerusuhan ini dari Genzi atau
justru ada oknum yang menunggangi aksi
tersebut? Coba deh tuliskan komentar
kalian.
Oke geng. Ada hal yang menarik nih ya.
Setelah aksi demonstrasi yang diwarnai
oleh kekerasan terjadi, saat ini sudah
mulai ada tokoh yang disebut-sebut
sebagai pemimpin demo di Nepal.
Kemarin-kemarin kan kita bingung gitu
ya, siapa sih yang memimpin? Siapa nih
yang mengetuai, mengepalai, dan
mengarahkan? Muncul satu nama. Namanya
itu adalah Sudan Gurung. Wah, unik
banget namanya ya. Dan siapakah dia
sebenarnya? Apa perannya sampai dia bisa
menjadi orang yang disebut memimpin demo
ini? Sekarang kita bahas tentang siapa
Sudan Gurung.
Jadi, Geng, ada seorang pria yang
bernama Sudan Gurung yang saat ini
disebut-sebut sebagai pemimpin kalangan
Gensi demo kemarin. Dia diketahui pernah
berprofesi sebagai DJ. Dia beralih
menjadi aktivis setelah menghadapi
tragedi yang disebabkan oleh gempa bumi
di Nepal tahun 2015. Dia ini kehilangan
anaknya di dalam insiden tersebut dan
itu menjadi momen yang mengubah dia
100%. Kemudian dia mendirikan sebuah
lembaga yang bernama Hami Nepal yang di
dalam bahasa Indonesia artinya adalah
kami adalah Nepal dan menjadi ketua
serta presiden di lembaga tersebut. Usia
dia di saat itu masih 36 tahun dan Sudan
Gurung ini dengan lembaganya sangat
berperan di dalam membantu masyarakat di
Nepal. Salah satunya ketika membuat
program rehabilitasi pasca gempa dan
tanggap darurat. Dia juga disebut
sebagai seseorang yang dermawan dan
berdedikasi di dalam membantu sesama.
Dia juga memanfaatkan sumber daya yang
dia miliki melalui lembaga yang dia
punya dan berkomitmen untuk membantu
masyarakat hampir selama 10 tahun. Sudan
Gurung sudah mengkoordinasikan pendanaan
internasional dan mengamankan sumbangan
bagi masyarakat yang terkena dampak
banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
Yang mana itu sangat jauh dari kehidupan
dia sebelumnya ketika dia masih menjadi
seorang DJ yang mana setiap malam
bersentuhan dengan kehidupan malam yang
ya mungkin enggak sehatlah di saat itu.
Nah, pada saat pemerintah Nepal
memblokir sosial media, Sudan Gurung ini
bersama dengan lembaganya menyerukan
protes damai di seluruh Nepal untuk
menentang keputusan pemerintah. Nah, apa
yang dia lakukan ini enggak cuma
menyuruhkan protes aja, tapi juga
bergerak mengorganisir aksi tersebut.
Dia memanfaatkan Discord dan juga
Instagram untuk memobilisasi demonstrasi
besar-besaran kemarin. Dan memang pada
saat itu aksesnya sudah dipatasi oleh
pemerintah. Untuk itu, Sudan Gurung dan
kalangan Genzi yang lain menggunakan e
VPN untuk bisa mengakses Discord dan
Instagram. Nah, dengan informasi yang
terus bergulir di kedua platform itu,
seruan aksi pada akhirnya bisa
menjangkau ribuan anak muda dan
postingan Hami Nepal di Discord menjadi
sangat berpengaruh hingga diangkat oleh
TV nasional Nepal. Dan pada saat
eskalasi protes semakin memanas, lembaga
tersebut juga menyaring berita atau
pesan yang beredar yang banyak hoa gitu
untuk bisa terus menginformasikan fakta
sebenar-benarnya kepada masyarakat.
Mereka juga membagikan nomor telepon
rumah sakit untuk berjaga-jaga. Jika ada
demonstran yang terluka bisa segera
dibawa ke rumah sakit tersebut atau
memanggil ambulans.
Terus, Geng, ada seorang mahasiswa
berusia 18 tahun namanya Karan Kulungra
yang mana dia ini bukan bagian dari
Hammi Nepal tapi dia bercerita nih kalau
dia diundang untuk bergabung dengan
sebuah grup di Discord yang
beranggotakan sekitar 400 orang. Grup
itu meminta mereka untuk bergabung di
dalam aksi protes yang diselenggarakan
hanya beberapa kilometer dari gedung
parlemen. Dan salah satu anggota Hami
Nepal itu sempat menyebutkan mereka
menggunakan nama samaran di internet
agar bisa menyebarluaskan berita yang
ada agar keselamatan mereka terjamin.
Nah, dia juga menyebutkan bahwa Sudan
Gurung dan para pemimpin lembaga
tersebut memiliki peran yang krusial di
dalam mengambil keputusan penting
termasuk soal penunjukan pemimpin
sementara yang bakal menjabat sampai
pemilu diadakan selanjutnya. Di hari
Minggu tanggal 14 September 2025, Sudan
Gurung serta timnya mengadakan rapat
untuk memutuskan posisi-posisi kunci
kabinet dan mengusulkan agar beberapa
pejabat pemerintah yang ditunjuk oleh
pemerintahan sebelumnya dicopot semua.
Nah, karena keberhasilan dari aksi ini
tentunya enggak luput dari koordinasi
dan suara yang terus disebarkan oleh
sisudan gurung ini. Karena hal inilah
dia dianggap sebagai seorang tokoh yang
penting bagi kalangan Genzi saat ini.
Tapi banyak orang yang skeptis juga
dengan gerakan si Sudan gurung ini.
Biasanya kalau ada seseorang yang
ditokohkan pasti ada maksud tertentu
kenapa dia melakukan itu. Apalagi dengan
resiko besar seperti yang dilakukan oleh
susudan gurung ini. Jadi orang itu pada
curiga nih arahnya ke mana. ditakutkan
bahwa apa yang dia lakukan di dalam aksi
Nepal kemarin menjadi cara dia untuk
bisa menjabat di pemerintahan. Bisa aja
gitu. Nah, namun Sudan Gurung serta
timnya sudah berjanji untuk tidak akan
duduk di posisi kabinet apapun. Hanya
aja mereka ingin jadi bagian dari
pengambilan keputusan di masa mendatang.
Nah, nanti kita lihat aja nih, Geng.
Apakah si Sudan Gurung ini konsisten
terhadap apa yang dia katakan atau
enggak. Dan saat ini, Geng, ada kabar
baik karena Nepal ternyata sudah
menunjuk seorang perdana menteri baru.
Siapakah dia? Nah, sekarang kita bakal
bahas penunjukan Perdana Menteri Nepal
yang unik banget, yaitu vote-nya atau
pemilihannya lewat Discord. Udah kayak
main game aja. Kita bahas.
Jadi, Geng, pada saat Presiden dan
Perdana Menteri Nepal memutuskan untuk
mundur dari jabatan mereka setelah
kerusuhan meluas, masyarakat Nepal
sempat takut kalau darurat militer bakal
diberlakukan. Ya, kemarin gua udah
sempat ee jelasin tuh ya darurat militer
yang artinya negara bakal dipegang oleh
tentara dan kalau sampai darurat militer
kekerasan justru bakal bisa semakin
meluas. Militer memiliki kendali penuh
atas negara agar bisa menipkan
masyarakat meskipun harus melakukan
tindakan tegas dengan melawan
menggunakan senjata. Beruntungnya nih,
Geng, sepertinya dugaan tersebut tidak
terjadi karena saat ini sudah ada
seseorang yang ditunjuk sebagai Perdana
Menteri. Di hari Jumat, 3 hari setelah
kerusuhan terjadi, penasehat persiden
yaitu Ram Chandra Pel mengkonfirmasi
bahwa ada seseorang yang direncanakan
untuk menjadi perdana menteri
selanjutnya. Dia itu adalah seorang
perempuan yang bernama Sushila Karky.
Hal ini diambil berdasarkan kesepakatan
antara presiden dan para pemimpin protes
yang selama berhari-hari. Dalam
pembicaraan tersebut, para ahli hukum
juga dilibatkan. Parlemen kemudian
dibubarkan di hari Jumat malam dan
diumumkan bahwa pemilihan umum akan
diadakan pada tanggal 5 Maret tahun
depan. Ada yang unik nih, Geng, di dalam
penunjukan Susila Karky ini dan kayaknya
baru kali ini terjadi di Nepal atau
bahkan di dunia kali ya. Jadi, ada
ribuan aktivis muda yang melakukan
konsolidasi untuk membahas langkah
selanjutnya. Bahkan menunjuk Susila
Karky sebagai pilihan mereka untuk
menjadi perdana menteri selanjutnya itu
melalui platform Discord.
udah kayak main game aja gitu. Mereka
berdiskusi di Discord tersebut dan
keluarlah nama Susila Karky dan hasil
dari perundingan itu kemudian diajukan
ke Pell serta panglima angkatan Darat
Jenderal Ashok Raj Sikdell. Hasilnya
Sushila Karky lah yang menjadi perdana
menteri selanjutnya. Gila, tepuk tangan
buat Nepal ya. Keren banget.
Akhirnya nih, Geng, Susila Kar ini
dilantik sebagai perdana menteri pada
hari Jumat tanggal 12 September 2025 dan
menjadi perdana menteri pertama
perempuan di negara tersebut. Namun,
jabatannya ini cuma bersifat sementara.
Sehingga Susila ini akan memimpin selama
proses transisi politik dan pemerintahan
Nepal. Tapi siapa sih dia sebenarnya?
Mengapa Susila ini yang dipercaya dan
dipilih sebagai perdana menteri
selanjutnya? Nah, jadi geng Susila ini
adalah seorang perempuan yang lahir pada
tahun 1952 di daerah Biratnagar, Distrik
Morang di timur Nepal. Dia dibesarkan di
dalam keluarga kelas menengah yang
sangat menghargai pendidikan. Jadi orang
pintar nih. Nah, Susila ini hidup di
masa di mana masih sedikit anak
perempuan yang mengenyam pendidikan.
Ayahnya sangat terinspirasi oleh Bis
Weshar Prasat Koirala yaitu mantan
perdana menteri Nepal pertama yang mana
ayahnya ini menjadi anggota aktif
kongres Nepal dan menanamkan kesadaran
politik terhadap anaknya yaitu si SCIL
ini sejak usia muda. Susila ini
mengenyam pendidikan ke Banaras Hindu
University atau BHU di daerah Faranasi
India tempat dia mendapatkan gelar
master dalam ilmu politik tahun 1975.
Sebelumnya dia juga sudah menyelesaikan
sarjana hukum dari Tribuffan University
e di tahun 1972. Dan selama dia berada
di India, dia bertemu dengan Durga
Prasat Subedi, seorang aktivis politik
dan pemimpin pemuda kongres Nepal yang
kemudian mereka menikah. Nah, jadi suami
istri nih orang kuatlah di dalam dunia
perpolitikan. Dan setelah kembali dari
India, Suzila ini memulai karir di
bidang hukum di Birat Nagar pada tahun
1979 dan akhirnya naik pangkat menjadi
advokat senior pada tahun 2007. Karirnya
melejit saat dia diangkat menjadi hakim
ad hoc Mahkamah Agung pada tahun 2009
yang kemudian disusul dengan
pengukuhannya sebagai hakim tetap di
tahun 2010. Nah, di bulan April 2016 dia
menjadi ketua Mahkamah Agung Nepal dan
mengukir sejarah sebagai perempuan
pertama yang memimpin lembaga peradilan
negara tersebut. Masa jabatannya
ditandai dengan pendekatan yang tegas
terhadap korupsi, Geng. Di bulan Januari
tahun 2017, dia mengeluarkan putusan
penting yang mendiskualifikasi Ketua
Komisi Anti Korupsi, yaitu Lokman
Singarkiy, seorang tokoh kontroversial
yang dituduh menggunakan jabatannya
untuk mengintimidasi pejabat publik dan
pemimpin bisnis. putusannya itu membuat
dia mendapatkan pujian dari masyarakat
sipil, tapi justru menjadikan dia
sasaran bagi para elit politik. Beberapa
bulan kemudian, Susila ini discourse
setelah adanya mosi pemakzulan yang
diajukan oleh anggota parlemen dari
Kongres Nepal dan Comunist Party of
Nepal atau CPN atas putusan terpisah
terkait pengangkatan kepala polisi. Nah,
Mahkamah Agung kemudian membatalkan
pemakzulan tersebut yang memungkinkan
Susila ini kembali bertugas sebelum
pensiun di bulan Juni tahun 2017. Dan
selama masa jabatannya di peradilan,
Susila ini juga memimpin sidang putusan
terhadap menteri yang bernama Jaya
Prakas Gupta atas tuduhan korupsi di
tahun 2012 yang semakin memperkuat citra
publiknya sebagai ahli hukum yang berani
dan memiliki prinsip. Meskipun ya enggak
pernah berprofesi sebagai politisi.
Rekam jejak dan integritas serta
independensi Susila ini menjadikan dia
pilihan yang meyakinkan untuk memimpin
Nepal melewati masa krisis politik yang
mendalam. Tapi geng, Susila pastinya
bakal menghadapi berbagai tantangan
ketika mengemban tugasnya sebagai
perdana menteri yang bersifat sementara
ini. Karena dia harus memulihkan hukum
dan keterdiban di sana, membangun
kembali parlemen dan gedung-gedung
penting lain yang diserang oleh massa
dan meyakinkan para pengunjuk rasa dari
kalangan Genzi yang menginginkan
perubahan serta orang-orang di Nepal
yang takut soal masa depan negara
mereka. Nah, tugas penting lain yang
harus dilakukan oleh Susila itu adalah
membawa mereka yang bertanggung jawab
atas kekerasan yang terjadi di bawah ke
pengadilan.
Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini mengenai update terbaru yang terjadi
di Nepal setelah kekerasan yang terjadi
di negara tersebut. Gimana, Geng,
menurut kalian? Apakah kira-kira setelah
Nepal ini hancur-hancuran kemarin,
mereka bisa bangkit lagi atau justru
malah semakin terpuruk? Coba deh,
tinggalkan komentar di bawah.