Transcript
yCILhw-ho6I • DEMO NEPAL PAKAI BOM GAS LPG & PEMILIHAN PEMIMPIN MENGGUNAKAN DISCORD !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1536_yCILhw-ho6I.txt
Kind: captions Language: id Geng, demo di Nepal menjadi salah satu demo yang menjadi sorotan dunia. Ya, gimana enggak ya, Geng? Walaupun dikatakan terinspirasi dari demo yang terjadi di Indonesia, nyatanya eskalasi demonya jauh lebih besar dibandingkan yang ada di Indonesia. Masyarakat Nepal mungkin ya karena kemarahan akibat mereka yang tidak pernah merasakan hidup sejahtera selama menjadi warga negara Nepal. akhirnya membuat mereka nekat karena di dalam pikiran mereka tuh ya mereka diam aja juga mereka mati kelaparan. Mereka nekat juga ya bisa mati tapi bakal ada pilihan untuk bisa berubah atau reformasiah gitu ya. Akhirnya mereka memilih untuk nekad. Mereka nekad membakar bangunan-bangunan penting milik pemerintah seperti gedung DPR, markas polisi, sampai rumah-rumah dari pejabat penting ikut disikat habis oleh mereka. Dan beruntungnya dengan eskalasi sebesar itu banyak pejabat yang memilih untuk mengundurkan diri. Ya memang saking brutalnya ya para pejabatnya itu hampir ketakutan dan mereka tidak mendapatkan perlindungan dari pihak kepolisian. Bahkan polisinya aja menyerah sama rakyatnya. Perdana menteri sampai dengan presiden itu memilih untuk mundur dibandingkan harus jadi target dari masyarakat yang sudah mengamuk. Nah, seperti yang gua katakan tadi, pihak kepolisian menyerah, benar-benar menyerahkan diri, tunduk kepada rakyat dan sudah menjadi tahanan rakyat. Nah, padahal polisi punya persenjataan, tapi kalah dengan rakyat yang bersatu melawan pemerintahan yang korup. Buat kalian yang mau tahu kondisi Nepal yang keos saat ini ketika demo berlangsung, kalian bisa e nonton video gue yang satu ini dulu. Nah, di pembahasan kali ini kita bakal membahas beberapa update dari demo tersebut yang belum sempat kita bahas di video sebelumnya. Seperti apa kabar dari Nepal saat ini? Terus ada kabar soal istri perdana menteri Nepal yang kemarin katanya dirakap ya rakap tuh dibalik ya tulisannya dibalik dirakap habis-habisan sampai meninggal. Tapi ternyata diketahui itu semua hanya berita bohong yang disebarkan oleh media pemerintah. Istri perdana menteri itu ternyata masih hidup. Jadi cerita itu sengaja dibuat ya untuk membuat simpati dunia. Tapi ternyata dunia juga enggak peduli. Nah, terus geng rakyat ya rakyat Nepal itu sudah merampas senjata api yang mereka ambil dari aparat yang menyerah. Namun rakyat Nepal mencurigai bahwa aksi mereka ini sebenarnya saat ini sudah ditunggangi oleh oknum lain yang melakukan penjarahan, pembakaran, dan hal-hal lain yang membuat situasinya semakin keos. Padahal tujuan mereka awalnya memang bikin keos. Setelah itu mereka ya kayak rapi-rapi lagi, bersih-bersih lagi. Tapi ini enggak. Ini malah makin keos terus. Nah, lalu kabar baiknya, Geng, Nepal sudah memiliki perdana menteri yang baru dan dipilihnya melalui Discord. Gila enggak tuh? Ini saking Genzinya gitu ya. Siapa perdana menteri baru ini? Nanti kita bakal bahas update-nya secara lengkap. Langsung aja kita bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Geng. Geng. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bahas dulu nih soal berita tentang istri perdana menteri yang sebelumnya dikatakan dirakap ramai-ramai sampai tewas. Tapi ternyata sekarang diketahui dia masih hidup. Kita bahas nih. Nah, jadi geng di video sebelumnya kita kan sempat membahas kalau terjadi pembakaran di rumah milik pejabat pemerintah dan ee salah satunya menargetkan rumah mantan perdana menteri yang bernama Jalanat Kanal. Nah, sampai-sampai di dalam pembakaran tersebut menyebabkan istrinya itu terjebak di dalam rumah dan meninggal dunia di rumah sakit ketika menjalani perawatan. Nah, itu berita yang beredar. Nah, informasi yang beredar pada saat itu memang dikatakan kalau istrinya ini yang bernama Raia Laksmi Citrakar itu meninggal dunia. Hal ini juga diberitakan oleh media-media lokal Nepal dan salah satunya oleh kabar Hub yang menyebutkan kalau Citrakar itu meninggal dunia setelah rumahnya yang ada di area dalu di Katmandu itu dibakar oleh para demonstran. Ketika unjuk rasa itu benar-benar demonstrannya itu habis-habisan lah. Yang kemudian hal itu berubah menjadi sebuah kerusuhan besar tepat di hari Selasa tanggal 9 September 2025. Kabar Hub itu mendapatkan informasi ini dari pihak keluarga, Geng, yang sebelumnya melaporkan kalau Citrakar terjebak di dalam rumah dan dibakar oleh Demonstran lalu kemudian dilarikan ke rumah sakit luka bakar yaitu Kirtipur di dalam kondisi yang kritis. Nah, itu keluarganya sendiri tuh yang ngomong gitu. Tapi sayangnya dia meninggal dunia katanya akibat luka bakar yang dia derita selama menjalani perawatan medis. Kebayang tuh ya keluarganya sendiri yang menyatakan kalau dia meninggal. Berarti kan secara enggak langsung nih kalau dia enggak meninggal ternyata berarti itu keluarga ngedoain ya kan ngedoain dia meninggoy gitu. Namun belakangan ini ya akhirnya kabar Hub dan juga surat kabar Nepal yaitu Kantipur itu merilis laporan terbaru kalau ya Citrakar ternyata mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis jadi tidak meninggal. Laporan terbaru yang dibuat oleh Kabar Hub ini yang juga mengutip laporan dari keluarga menyebutkan kalau Citraar dalam kondisi yang kritis dengan luka bakar yang ada di beberapa bagian tubuh serta kerusakan serius pada paru-paru. Nah, kemudian ada kabar juga ketika rumahnya diserbuh oleh massa. Citraar ini sempat menawarkan 1 juta dolar Amerika agar dia bisa dibebaskan oleh masa yang sedang mengamuk katanya sih gitu. Nah, namun uang tersebut ditolak mentah-mentah oleh masa. Dan Kanal dalam interview-nya dengan media BBC pada tanggal 11 September kemarin juga mengklarifikasi bahwa istrinya itu ternyata masih hidup, namun berada di dalam kondisi yang kritis. Di dalam interview-nya tersebut dia juga menyebutkan bahwa orang-orang yang membakar rumahnya itu adalah apa ya, orang-orang dewasa sekitar 40 sampai 45 tahun. Jadi, tidak terlihat seperti Gen gitu. Jadi enggak sesuai dengan kriteria yang dikatakan di media kalau demo ini digerakkan oleh Genzy. Nah, aneh kan? Kita semua tahunya pergerakan aksi kemarin adalah aksinya Genzy. Jadi pastinya ya kita akan berpikir yang melakukan pembakaran serta penjarahan siapa lagi kalau bukan anak-anak muda atau remaja-remaja Genzi. Cuma kalau dari apa yang dikatakan oleh kanal ini benar, berarti ada orang lain selain kalangan Genzi yang beraksi di dalam demo ini yang mencoba memperkeruh suasana, memperkeruh keadaan dengan membakar rumah tersebut, membakar gedung-gedung tersebut. Dari sinilah timbul kecurigaan baru, Geng, terkait adanya oknum-oknum yang menunggangi aksi demo di Nepal ini. Benarkah demikian? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai dugaan adanya oknum yang menunggangi demo ini. Jadi, Geng, kita sudah lihat betapa keosnya Nepal saat demo terjadi. Enggak cuma memprotes aja, banyak yang melakukan pembakaran dan penjarahan di berbagai rumah pejabat dan mantan pejabat. Lebih parah dari apa yang terjadi di Indonesia. Dan salah satunya ada video ketika aksi menuju ke rumah mantan Perdana Menteri Nepal yang bernama Sher Bahadur Deuba. Di mana mereka membakar rumahnya dan membawa dia keluar rumah bersama dengan istrinya yang bernama Arjurana yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri. Nah, terus ada video pembakaran sebuah rumah yang sepertinya ini juga rumah dari salah satu pejabat di Nepal di mana ada seseorang yang membawa gas dan melempar gas itu ke dalam titik api yang ada di dalam rumah sehingga menimbulkan terjadinya ledakan dan membuat api semakin membesar. Jadi benar-benar udah kayak bom gitu, Geng. Kalian bisa lihat dari videonya. [Tepuk tangan] Nah, lalu ada video juga yang memperlihatkan ketika Masa menyerbu sebuah rumah dan mengeluarkan mobil yang terparkir di garasi kemudian dihancurkan. [Musik] [Tepuk tangan] Kemudian ada sebuah video yang memperlihatkan masyarakat sipil yang sudah mendapatkan senjata api yang kemungkinan didapat dari aparat. Di video yang sama juga terlihat tebalnya asap hitam yang sepertinya disebabkan karena adanya kendaraan yang dibakar oleh massa. [Musik] Di dalam video lain terlihat ada seseorang yang membawa bendera Nepal di lehernya dan dia berhasil mendapatkan senjata api lengkap dengan magazinnya. Ada beberapa orang yang berusaha mendekati dia dan dia kabur, Geng. Nah, di belakangnya terlihat ada beberapa orang yang mengejar. Nah, penjarahan itu terjadi di mana-mana, termasuk di hotel-hotel yang ada di Nepal seperti Hilton dan juga Hayat yang menyebabkan kerugian lebih dari R5 miliar rupe Nepal. Namun, Geng, enggak semua yang dilakukan oleh masa ini ya perbuatan yang anarkis. Salah satu contohnya ada di video ini nih. Ada seorang istri dari Menteri Ketenagakerjaan yang bernama Sharat Sing Bandari yang menderita lumpuh. Nah, dengan teganya pada saat masa menyerbu rumahnya dia, Sharat itu justru kabur meninggalkan istrinya yang lumpuh. Nah, orang-orang di saat itu melihat sang istri dari si pejabat ini sakit gitu, mereka enggak tega. Mereka jadi berupaya mengevakuasi si istrinya itu dengan menggotong beramai-ramai agar keluar dari dalam rumah tersebut. Yang mungkin tujuannya adalah untuk menghindari apa ya ee tindakan anarkis massa yang lain yang tiba-tiba nanti membakar itu rumah. ya kasihan banget ya kan istri dari syarat ini lagi sakit enggak bisa apa-apa, enggak bisa minta tolong, enggak bisa menyelamatkan diri ya akhirnya dikeluarkan dulu. Kalau pernyataan dari kanal sebelumnya ini benar, berarti penjarahan serta pembakaran yang terjadi di berbagai tempat itu bukan dilakukan oleh Genu ditunggangi oleh pihak lain. Nah, dari informasi yang gua ambil di artikel berita BBC nih, Geng, memang aksi protes yang dilakukan oleh Gen ini cuma tuntutan protes kepada pemerintah terkait dugaan praktik korupsi. Namun dengan cepat aksi tersebut berubah menjadi pembakaran dan kekerasan. disusul dengan pengerahan militer untuk mengamankan situasi setelah kosongnya kekuasaan di Nepal. Kelompok Genzi sendiri sebenarnya itu mengklaim kalau mereka itu enggak ikut-ikutan, Geng, ketika terjadi kerusuhan lewat aksi pembakaran dan penjarahan. Tapi justru mereka menghindari aksi tersebut. Mereka justru mengatakan bahwa aksi mereka sudah ditunggangi oleh oknum-oknum oportunis. Di hari Rabu, 2 hari setelah aksi demo terjadi, bandara Katmandu sudah dibuka dan kondisi di Katmandu itu relatif kondusif karena sebagian besar penduduk mematuhi jam malam. Nah, cuma masih ada aja asap yang mengepul dari bangunan-bangunan yang dibakar massa. Militer di saat itu berusaha mengendalikan situasi yang semakin memanas dan juga sudah mengundang kalangan Genzi untuk terlibat di dalam perundingan damai. Dan para pemimpin mahasiswa itu menyusun daftar tuntutan baru mereka. Terus, Geng, jam malam nasional diberlakukan hingga Kamis pagi, 2 hari setelah aksi terjadi dan militer sudah memperingatkan jika ada yang melakukan kekerasan serta vandalisme bakal dikenakan hukuman. 27 orang sudah ditangkap atas kekerasan dan penjarahan, sementara ada 31 senjata api yang ditemukan di sana. Petugas militer memeriksa kartu identitas kendaraan di pos pemeriksaan militer yang ada di seluruh ibu kota dan menghimbau agar masyarakat untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan yang mengharuskan mereka untuk berpergian. Nah, imbauan ini disuarakan melalui pengeras suara, Geng. Dan meskipun begitu, sejumlah anak muda masih memutuskan untuk keluar rumah. Mereka enggak peduli. Nah, tapi bukan untuk melakukan kerusuhan lagi, melainkan mereka justru ya banyak yang berusaha untuk membersihkan kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh aksi protes yang mana mereka ini bergotongroyong bersama-sama membawa kantong sampah sambil menggunakan masker. Nah, aksi rakyat yang mampu mengguncang stabilitas pemerintah yang korup ini disambut dengan baik oleh masyarakat secara keseluruhan. Tapi geng, sejumlah warga Nepal yang mengatakan kalau mereka sendiri kaget dengan adanya kekerasan dan vandalisme yang mewarnai protes mereka, ada yang berpendapat bahwa kekerasan dan vandalisme ini ya sebenarnya enggak seharusnya terjadi seperti pembakaran di berbagai gedung pemerintah juga. Misalkan salah satunya tuh kayak gedung Mahkamah Agung yang dianggap oleh masyarakat sebagai kekayaan nasional milik negara mereka. Nah, tapi apa boleh buat? semuanya sudah terjadi. Dan ya mungkin mereka kaget hal ini bisa terjadi, tapi justru orang-orang dari luar melihat bahwa aksi mereka itu sangat efektif untuk membuat para pemerintah korup mereka itu mundur. Tapi itu tadi, Geng. Masyarakat sendiri, terutama dari kalangan Genzi yang memprotes para pemerintah ini merasa bahwa ada yang enggak beres dengan aksi yang terjadi di Nepal. karena eskalasinya begitu besar hingga terjadi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran di mana-mana yang justru malah mengancam rakyat mereka sendiri. Nah, agak enggak masuk akal jika mereka memprotes pemerintah tapi membahayakan sesama rakyat. Ada seseorang dari kalangan Genzi yang ikut di dalam aksi demo yang mana dia bilang kalau gerakan yang mereka lakukan tanpa bermaksud melakukan kekerasan dan memiliki prinsip keterlibatan sipil yang damai. Sebenarnya itu di awal tuh. Kalangan Genzi ini juga menjadi sukarelawan di lapangan untuk mengelola situasi secara bertanggung jawab. Terus mereka melindungi warga dan melindungi properti publik. Ya, awalnya kayak gitu tuh rencananya. Nah, tapi fakta di lapangannya malah berbeda. Yang terjadi justru kerusuhan. Nah, oleh karena itu ya para Gen ini mengatakan kalau ada yang menuduh mereka yang melakukan kerusuhan, mereka dengan keras menyatakan bukan mereka, bukan ulah mereka, tapi ada oknum lain. Dan kalangan Genzi ini juga mengatakan tidak ada aksi protes lanjutan setelah hari Selasa. Bahkan mereka meminta pihak militer serta polisi untuk menerapkan jam malam sebagaimana yang diperlukan. Nah, enggak cuma Gen aja, Geng, yang menduga kayak gini, tapi pihak militer di Nepal pun menduga hal yang sama. Di saat itu ya juru bicara militer yang bernama Raja Ramba Snet itu menyebutkan bahwa militer sedang dalam proses mengendalikan oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk menjarah, membakar, dan menyebabkan berbagai insiden. Ya, kalau kita lihat memang ya ee di beberapa video-video yang apa ya aksi penjarahan gitu, kayaknya yang ngejarah itu ibu-ibu, bapak-bapak yang sudah tua gitu ya. Kalau kita lihat dari kejadian ini adalah memang ya pemantik awalnya para geni. Para Genji ini yang turun ke jalan memprotes dan segala macam. Nah, kemudian disambut oleh orang-orang yang sudah berkeluarga, udah tua yang memang ekonominya sulit memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan. Ya, gimana lagi? Negara rusuh dari awal memang negaranya susah gitu, rakyatnya juga susah. Di saat ada rusuh kan tambah susah lagi. Ya, sekalian aja dijarah untuk bisa bertahan hidup. Ya, mungkin begitulah pemikiran dari masyarakatnya. Terus kemudian, geng, ada sebuah pernyataan yang mengejutkan dari aktivis mahasiswa yang bernama Rut Katka. Di dalam sebuah video yang dia unggah di Instagram pribadinya, Rut ini mengatakan bahwa apa yang terjadi di Nepal adalah sebuah tragedi yang tidak bisa diabaikan oleh dunia internasional. Para pengunjuk rasa damai yang sebagian besar adalah siswa berseragam sekolah harus meregang nyawa di dalam kejadian ini. Bahkan perempuan-perempuan yang masih di bawah umur diduga mengalami aksi yang enggak senonoh di rumah mereka sendiri ketika kekerasan pecah di hari itu. Nah, jadi banyak tuh para demonstran-demonstran itu yang nyerang anak-anak gadis di sana untuk dimanfaatkan ee apa ya? dimanfaatkan kerusuhan. Itulah Rut menuduh bahwa pasukan keamanan negara aja itu sengaja menargetkan anak-anak dan perempuan untuk dihabisi. Karena sebagian dari orang-orang yang tewas adalah siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Nah, apa yang dilakukan oleh negara bukanlah sebagai bentuk pembelaan, melainkan justru pembantaian. Menurut Rut. Dia juga mengutip konvensi PBB tentang hak anak dengan menilai bahwa pemerintah Nepal melanggar kewajiban untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan melindungi hak mereka untuk hidup. Terus selanjutnya, Rutini memperingatkan bahwa keluarga-keluarga hidup di dalam ketakutan dan orang-orang yang tidak berdosa itu dibungkam. Dan oleh karena itu dia mendesak komunitas internasional dan organisasi-organisasi HAM untuk turun tangan menghadapi situasi kekerasan yang terjadi di Nepal. Peluru yang ditembakkan oleh polisi seharusnya peluru karet, tapi ternyata ya ada peluru sungguhan, peluru peluru timah, peluru tajam yang sekali tembak orang meninggal gitu. Dan polisi seharusnya melindungi warga bukan mengeksekusi. Sebab apa yang dilakukan oleh Demonran adalah protes damai yang pada awalnya ya sehingga tidak perlu menembakkan peluru yang asli ke rakyat. Dan informasi terbarunya, Geng, korban jiwa di Nepal sudah bertambah sebanyak 51 orang. Dan kalau dilihat-lihat ini mirip seperti ya tragedi di Indonesia tahun 1998. Penjarahan di mana-mana, pembakaran di mana-mana, bahkan juga terjadi aksi kekerasan terhadap perempuan. Ketika itu kita melihat pola yang sama terjadi di Nepal saat ini. Namun, gua pengin tanya nih pendapat kalian. Kira-kira siapa ya dalang di balik semua ini? Pelaku di balik aksi kerusuhan ini dari Genzi atau justru ada oknum yang menunggangi aksi tersebut? Coba deh tuliskan komentar kalian. Oke geng. Ada hal yang menarik nih ya. Setelah aksi demonstrasi yang diwarnai oleh kekerasan terjadi, saat ini sudah mulai ada tokoh yang disebut-sebut sebagai pemimpin demo di Nepal. Kemarin-kemarin kan kita bingung gitu ya, siapa sih yang memimpin? Siapa nih yang mengetuai, mengepalai, dan mengarahkan? Muncul satu nama. Namanya itu adalah Sudan Gurung. Wah, unik banget namanya ya. Dan siapakah dia sebenarnya? Apa perannya sampai dia bisa menjadi orang yang disebut memimpin demo ini? Sekarang kita bahas tentang siapa Sudan Gurung. Jadi, Geng, ada seorang pria yang bernama Sudan Gurung yang saat ini disebut-sebut sebagai pemimpin kalangan Gensi demo kemarin. Dia diketahui pernah berprofesi sebagai DJ. Dia beralih menjadi aktivis setelah menghadapi tragedi yang disebabkan oleh gempa bumi di Nepal tahun 2015. Dia ini kehilangan anaknya di dalam insiden tersebut dan itu menjadi momen yang mengubah dia 100%. Kemudian dia mendirikan sebuah lembaga yang bernama Hami Nepal yang di dalam bahasa Indonesia artinya adalah kami adalah Nepal dan menjadi ketua serta presiden di lembaga tersebut. Usia dia di saat itu masih 36 tahun dan Sudan Gurung ini dengan lembaganya sangat berperan di dalam membantu masyarakat di Nepal. Salah satunya ketika membuat program rehabilitasi pasca gempa dan tanggap darurat. Dia juga disebut sebagai seseorang yang dermawan dan berdedikasi di dalam membantu sesama. Dia juga memanfaatkan sumber daya yang dia miliki melalui lembaga yang dia punya dan berkomitmen untuk membantu masyarakat hampir selama 10 tahun. Sudan Gurung sudah mengkoordinasikan pendanaan internasional dan mengamankan sumbangan bagi masyarakat yang terkena dampak banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Yang mana itu sangat jauh dari kehidupan dia sebelumnya ketika dia masih menjadi seorang DJ yang mana setiap malam bersentuhan dengan kehidupan malam yang ya mungkin enggak sehatlah di saat itu. Nah, pada saat pemerintah Nepal memblokir sosial media, Sudan Gurung ini bersama dengan lembaganya menyerukan protes damai di seluruh Nepal untuk menentang keputusan pemerintah. Nah, apa yang dia lakukan ini enggak cuma menyuruhkan protes aja, tapi juga bergerak mengorganisir aksi tersebut. Dia memanfaatkan Discord dan juga Instagram untuk memobilisasi demonstrasi besar-besaran kemarin. Dan memang pada saat itu aksesnya sudah dipatasi oleh pemerintah. Untuk itu, Sudan Gurung dan kalangan Genzi yang lain menggunakan e VPN untuk bisa mengakses Discord dan Instagram. Nah, dengan informasi yang terus bergulir di kedua platform itu, seruan aksi pada akhirnya bisa menjangkau ribuan anak muda dan postingan Hami Nepal di Discord menjadi sangat berpengaruh hingga diangkat oleh TV nasional Nepal. Dan pada saat eskalasi protes semakin memanas, lembaga tersebut juga menyaring berita atau pesan yang beredar yang banyak hoa gitu untuk bisa terus menginformasikan fakta sebenar-benarnya kepada masyarakat. Mereka juga membagikan nomor telepon rumah sakit untuk berjaga-jaga. Jika ada demonstran yang terluka bisa segera dibawa ke rumah sakit tersebut atau memanggil ambulans. Terus, Geng, ada seorang mahasiswa berusia 18 tahun namanya Karan Kulungra yang mana dia ini bukan bagian dari Hammi Nepal tapi dia bercerita nih kalau dia diundang untuk bergabung dengan sebuah grup di Discord yang beranggotakan sekitar 400 orang. Grup itu meminta mereka untuk bergabung di dalam aksi protes yang diselenggarakan hanya beberapa kilometer dari gedung parlemen. Dan salah satu anggota Hami Nepal itu sempat menyebutkan mereka menggunakan nama samaran di internet agar bisa menyebarluaskan berita yang ada agar keselamatan mereka terjamin. Nah, dia juga menyebutkan bahwa Sudan Gurung dan para pemimpin lembaga tersebut memiliki peran yang krusial di dalam mengambil keputusan penting termasuk soal penunjukan pemimpin sementara yang bakal menjabat sampai pemilu diadakan selanjutnya. Di hari Minggu tanggal 14 September 2025, Sudan Gurung serta timnya mengadakan rapat untuk memutuskan posisi-posisi kunci kabinet dan mengusulkan agar beberapa pejabat pemerintah yang ditunjuk oleh pemerintahan sebelumnya dicopot semua. Nah, karena keberhasilan dari aksi ini tentunya enggak luput dari koordinasi dan suara yang terus disebarkan oleh sisudan gurung ini. Karena hal inilah dia dianggap sebagai seorang tokoh yang penting bagi kalangan Genzi saat ini. Tapi banyak orang yang skeptis juga dengan gerakan si Sudan gurung ini. Biasanya kalau ada seseorang yang ditokohkan pasti ada maksud tertentu kenapa dia melakukan itu. Apalagi dengan resiko besar seperti yang dilakukan oleh susudan gurung ini. Jadi orang itu pada curiga nih arahnya ke mana. ditakutkan bahwa apa yang dia lakukan di dalam aksi Nepal kemarin menjadi cara dia untuk bisa menjabat di pemerintahan. Bisa aja gitu. Nah, namun Sudan Gurung serta timnya sudah berjanji untuk tidak akan duduk di posisi kabinet apapun. Hanya aja mereka ingin jadi bagian dari pengambilan keputusan di masa mendatang. Nah, nanti kita lihat aja nih, Geng. Apakah si Sudan Gurung ini konsisten terhadap apa yang dia katakan atau enggak. Dan saat ini, Geng, ada kabar baik karena Nepal ternyata sudah menunjuk seorang perdana menteri baru. Siapakah dia? Nah, sekarang kita bakal bahas penunjukan Perdana Menteri Nepal yang unik banget, yaitu vote-nya atau pemilihannya lewat Discord. Udah kayak main game aja. Kita bahas. Jadi, Geng, pada saat Presiden dan Perdana Menteri Nepal memutuskan untuk mundur dari jabatan mereka setelah kerusuhan meluas, masyarakat Nepal sempat takut kalau darurat militer bakal diberlakukan. Ya, kemarin gua udah sempat ee jelasin tuh ya darurat militer yang artinya negara bakal dipegang oleh tentara dan kalau sampai darurat militer kekerasan justru bakal bisa semakin meluas. Militer memiliki kendali penuh atas negara agar bisa menipkan masyarakat meskipun harus melakukan tindakan tegas dengan melawan menggunakan senjata. Beruntungnya nih, Geng, sepertinya dugaan tersebut tidak terjadi karena saat ini sudah ada seseorang yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri. Di hari Jumat, 3 hari setelah kerusuhan terjadi, penasehat persiden yaitu Ram Chandra Pel mengkonfirmasi bahwa ada seseorang yang direncanakan untuk menjadi perdana menteri selanjutnya. Dia itu adalah seorang perempuan yang bernama Sushila Karky. Hal ini diambil berdasarkan kesepakatan antara presiden dan para pemimpin protes yang selama berhari-hari. Dalam pembicaraan tersebut, para ahli hukum juga dilibatkan. Parlemen kemudian dibubarkan di hari Jumat malam dan diumumkan bahwa pemilihan umum akan diadakan pada tanggal 5 Maret tahun depan. Ada yang unik nih, Geng, di dalam penunjukan Susila Karky ini dan kayaknya baru kali ini terjadi di Nepal atau bahkan di dunia kali ya. Jadi, ada ribuan aktivis muda yang melakukan konsolidasi untuk membahas langkah selanjutnya. Bahkan menunjuk Susila Karky sebagai pilihan mereka untuk menjadi perdana menteri selanjutnya itu melalui platform Discord. udah kayak main game aja gitu. Mereka berdiskusi di Discord tersebut dan keluarlah nama Susila Karky dan hasil dari perundingan itu kemudian diajukan ke Pell serta panglima angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sikdell. Hasilnya Sushila Karky lah yang menjadi perdana menteri selanjutnya. Gila, tepuk tangan buat Nepal ya. Keren banget. Akhirnya nih, Geng, Susila Kar ini dilantik sebagai perdana menteri pada hari Jumat tanggal 12 September 2025 dan menjadi perdana menteri pertama perempuan di negara tersebut. Namun, jabatannya ini cuma bersifat sementara. Sehingga Susila ini akan memimpin selama proses transisi politik dan pemerintahan Nepal. Tapi siapa sih dia sebenarnya? Mengapa Susila ini yang dipercaya dan dipilih sebagai perdana menteri selanjutnya? Nah, jadi geng Susila ini adalah seorang perempuan yang lahir pada tahun 1952 di daerah Biratnagar, Distrik Morang di timur Nepal. Dia dibesarkan di dalam keluarga kelas menengah yang sangat menghargai pendidikan. Jadi orang pintar nih. Nah, Susila ini hidup di masa di mana masih sedikit anak perempuan yang mengenyam pendidikan. Ayahnya sangat terinspirasi oleh Bis Weshar Prasat Koirala yaitu mantan perdana menteri Nepal pertama yang mana ayahnya ini menjadi anggota aktif kongres Nepal dan menanamkan kesadaran politik terhadap anaknya yaitu si SCIL ini sejak usia muda. Susila ini mengenyam pendidikan ke Banaras Hindu University atau BHU di daerah Faranasi India tempat dia mendapatkan gelar master dalam ilmu politik tahun 1975. Sebelumnya dia juga sudah menyelesaikan sarjana hukum dari Tribuffan University e di tahun 1972. Dan selama dia berada di India, dia bertemu dengan Durga Prasat Subedi, seorang aktivis politik dan pemimpin pemuda kongres Nepal yang kemudian mereka menikah. Nah, jadi suami istri nih orang kuatlah di dalam dunia perpolitikan. Dan setelah kembali dari India, Suzila ini memulai karir di bidang hukum di Birat Nagar pada tahun 1979 dan akhirnya naik pangkat menjadi advokat senior pada tahun 2007. Karirnya melejit saat dia diangkat menjadi hakim ad hoc Mahkamah Agung pada tahun 2009 yang kemudian disusul dengan pengukuhannya sebagai hakim tetap di tahun 2010. Nah, di bulan April 2016 dia menjadi ketua Mahkamah Agung Nepal dan mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin lembaga peradilan negara tersebut. Masa jabatannya ditandai dengan pendekatan yang tegas terhadap korupsi, Geng. Di bulan Januari tahun 2017, dia mengeluarkan putusan penting yang mendiskualifikasi Ketua Komisi Anti Korupsi, yaitu Lokman Singarkiy, seorang tokoh kontroversial yang dituduh menggunakan jabatannya untuk mengintimidasi pejabat publik dan pemimpin bisnis. putusannya itu membuat dia mendapatkan pujian dari masyarakat sipil, tapi justru menjadikan dia sasaran bagi para elit politik. Beberapa bulan kemudian, Susila ini discourse setelah adanya mosi pemakzulan yang diajukan oleh anggota parlemen dari Kongres Nepal dan Comunist Party of Nepal atau CPN atas putusan terpisah terkait pengangkatan kepala polisi. Nah, Mahkamah Agung kemudian membatalkan pemakzulan tersebut yang memungkinkan Susila ini kembali bertugas sebelum pensiun di bulan Juni tahun 2017. Dan selama masa jabatannya di peradilan, Susila ini juga memimpin sidang putusan terhadap menteri yang bernama Jaya Prakas Gupta atas tuduhan korupsi di tahun 2012 yang semakin memperkuat citra publiknya sebagai ahli hukum yang berani dan memiliki prinsip. Meskipun ya enggak pernah berprofesi sebagai politisi. Rekam jejak dan integritas serta independensi Susila ini menjadikan dia pilihan yang meyakinkan untuk memimpin Nepal melewati masa krisis politik yang mendalam. Tapi geng, Susila pastinya bakal menghadapi berbagai tantangan ketika mengemban tugasnya sebagai perdana menteri yang bersifat sementara ini. Karena dia harus memulihkan hukum dan keterdiban di sana, membangun kembali parlemen dan gedung-gedung penting lain yang diserang oleh massa dan meyakinkan para pengunjuk rasa dari kalangan Genzi yang menginginkan perubahan serta orang-orang di Nepal yang takut soal masa depan negara mereka. Nah, tugas penting lain yang harus dilakukan oleh Susila itu adalah membawa mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di bawah ke pengadilan. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai update terbaru yang terjadi di Nepal setelah kekerasan yang terjadi di negara tersebut. Gimana, Geng, menurut kalian? Apakah kira-kira setelah Nepal ini hancur-hancuran kemarin, mereka bisa bangkit lagi atau justru malah semakin terpuruk? Coba deh, tinggalkan komentar di bawah.