Transcript
4Ns_dI09Mn0 • KRONOLOGI K4SUS TIARA ANGELINA SARASWATI DI PACET MOJOKERTO
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1533_4Ns_dI09Mn0.txt
Kind: captions Language: id Geng, sebelum kita mulai konten kali ini, ya, gua pengen disclaimer dulu bahwa eh pembahasan ini selain mengandung pembelajaran buat kita semua, tapi juga mengandung sesuatu yang menurut gua sangat mengiris hati gitu ya. Gua membuat pembahasan ini bukan untuk melanggar peraturan YouTube, bukan untuk eh melanggar apapun yang sudah menjadi batasan-batasan untuk dibahas di YouTube. Tapi ini murni sebuah informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua, terutama anak-anak Indonesia. Nah, jadi geng gua pengin nanya dulu ke kalian ya, gimana perasaan kalian kalau misalkan kalian adalah orang tua yang setiap hari banting tulang untuk kebutuhan anak, menyekolahkan mereka dan berharap nantinya mereka bisa sukses ketika dewasa. Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan tersebut kalian harus menerima kenyataan pahit mendengar kabar bahwa anak kalian tersebut harus pergi untuk selama-lamanya. Bukan karena sesuatu yang alami kayak sakit atau memang ya apalah gitu ya, tapi ini justru karena direnggut nyawanya oleh orang lain alias dieksekusi. Apa perasaan kalian? Coba kalian tuliskan deh di kolom komentar. Kalau gue jujur aja semua harapan udah pasti pupus. Masa depan yang diimpi-impikan sebagai orang tua terhadap anak pun langsung sirna semuanya. Dan ya gue yakin jika kalian berada di posisi itu juga pasti sama gitu ya. Di pembahasan kali ini kita bakal membahas insiden tersebut. Insiden seperti yang ya gua ajak kalian untuk membayangkan tadi. Dialami oleh orang tua dari seorang perempuan asal Lamongan, Jawa Timur yang mana anaknya menjadi korban dari aksi penghilangan nyawa mengerikan. aksinya sadis e sampai-sampai viral banget sebab ya eh ya anaknya ini berakhir dipisah-pisahkan. Kalian paham ya? Mungkin di dalam pembahasan ini agar lebih e nyaman untuk didengar, lebih eh friendly untuk semua kalangan dan semua umur dan tidak melanggar aturan YouTube, akan banyak kalimat-kalimat atau kata-kata yang gua plesetkan atau gua rubah menjadi lebih ee soft, lebih aman untuk didengar oleh kalian-kalian yang mungkin masih di bawah umur. Karena pembahasan ini menurut gua penting banget sebagai pembelajaran. Ee penting banget untuk semua umur mendengar pembahasan ini mulai dari orang tua sampai anak-anaknya yaitu tadi supaya menjadi pembelajaran dan edukasi untuk kita semua. Oke, kasus ini rame banget dibicarakan, Geng. Karena pelakunya itu benar-benar ee apa ya? Kayak di luar akal sehat lah. Dan kita enggak pernah membayangkan bahwa ada orang sesadis ini di negara kita Indonesia. Nah, bagaimana kronologi selengkapnya dari kasus yang satu ini? Gua bakal bahas selengkap-lengkapnya. Jadi, kalian dengar dari awal. sampai selesai. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. Oke, kita akan membahas dulu ya eh soal kronologi bagaimana awal mula korban ditemukan. Jadi, geng, semua ini berawal pada hari Sabtu tanggal 6 September 2025. Ada seorang warga Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur bernama Suliswanto. Bersama dengan keponakannya, tiba-tiba dia hendak mencari rumput di tepi jalan raya Pacet Cangar untuk pakan ternak. Kejadiannya sekitar jam 1030 pagi. Karena hal tersebut, mereka mendekati semak Bulukar dan mau ee mengambil rumput dari sana. Namun semakin mereka mendekat ke arah semak-semak, tiba-tiba Sulis Wanto ini melihat ada yang aneh di sana. Sesuatu yang enggak bisa digambarkan. ee menjadi hal yang biasa lah di semak-semak tersebut yaitu adanya potongan daging-daging kecil. Secara logikanya ya, itu daging apa? Kalau daging sapi ngapain dibuang? Kalau misalkan itu daging hewan yang bisa dikonsumsi kenapa dibuang? Apakah busuk atau gimana? Pada awalnya dia ini mengira potongan itu ya berasal dari hewan liar yang mungkin dimangsa oleh hewan buas ya kan hewan lain atau ya bekas makanan hewan liar lah. Nah, Suliswanto pun langsung memeriksa dan dia ee ingin mengetahui lebih jauh dan dia bergerak sekitar 2 m ke arah timur dari tempat dia berdiri tadi. Tapi ketika Suliswanto mendekat yang terlihat bukanlah bagian tubuh hewan, melainkan dia menemukan bagian tubuh ya. tepatnya adalah bagian kaki. Suliswanto mengaku kalau satu minggu sebelumnya dia juga sempat menemukan potongan lain kecil-kecil juga. Tapi dia mengabaikan hal itu. Dia kira itu sisa dari hewan juga karena itu di kawasan hutan Tahura Raden Surjo. Ya kan? Dia enggak mengira kalau itu adalah hal-hal yang aneh atau yang lain-lain. Setelah penemuan kedua dan dia yakin yang dia lihat itu adalah bukan bagian dari hewan, Sulis Wanto ini kemudian melaporkan kejadian ini ke perangkat desa yang diteruskan kepada pihak kepolisian. Nah, mendapatkan laporan itu, Polesta Mojokerto bersama dengan unit Inais dengan cepat datang ke lokasi kejadian dan melakukan penyisiran di area sekitar tempat Suliswanto menemukan potongan tadi. Polisi dari awal sudah curiga ini udah pasti korban penghilangan nyawa dan bagian tubuhnya ya sudah dipisah-pisahkan untuk disebarkan demi menghilangkan ee jejak. Untuk itu ya untuk bisa menemukan bagian yang lain polisi mengerahkan anjing pelacak K9 milik Polda Jatim jenis labrador agar memudahkan proses pencarian. Nah, di sini nih ada ilmu juga ya buat teman-teman yang mungkin belum tahu. Kok bisa sih polisi ee bisa gampang mencari pelaku misalkan atau ee bagian tubuh yang udah terpisah-pisah kok bisa dicari bagian lainnya. Nah, itu adalah kinerja anjing pelacak, Geng. Karena indra penciuman mereka itu tajam banget. Mereka akan mencari bau yang sama di lokasi yang berbeda. Makanya kalau misalkan nyari tersangka, dikasihnya tuh baju bekas tersangka pakai, bau keringatnya itu bakal diincer sama si anjing itu. Terus geng, polisi juga dibantu oleh relawan di dalam pencarian tersebut. Dan singkat cerita, anjing pelacak berhasil menemukan bagian potongan lain yaitu telapak tangan bagian kanan. Padahal tempat di mana anjing pelacak itu menemukan sudah sempat diperiksa sebelumnya oleh polisi dan juga relawan. Namun ketika itu enggak ada satuun yang melihat. Barulah berhasil ya karena ada anjing pelacak dan kondisi potongan yang ditemukan tersebut sudah rusak karena e udah banyak sayatan potongan tersebut ya langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk kemudian diidentifikasi. proses pencarian kembali e bagian potongan yang lain dilanjutkan oleh polisi. Terus, Geng, secara total polisi berhasil menemukan 66 potongan yang terdiri dari jaringan otot, lemak, kulit bagian kepala, kaki kiri, dan pergelangan tangan. Nah, kulit kepala ditemukan lengkap dengan rambut hitam lurus sepanjang 14 cm yang menandakan bahwa ini artinya perempuan. Dan rata-rata potongan-potongan itu ditemukan berukuran 17 * 17 cm. Jadi, udah kayak apa ya? Ah, maaf ya. Udah kayak lego gitu dipotong-potongnya. Dan semua potongan tersebut dibawa ke Rumah Sakit pendidikan atau Pusdik Sabara Porong. Pada saat itu rumah sakit sudah menerima sekitar 310 potongan yang sudah ditemukan dan rumah sakit itu menerima potongan tersebut secara bertahap. Nah, jadi enggak langsung dikirimkan semuanya sekaligus. Karena kondisi dari telapak tangan ini udah rusak akibat luka sayatan. Sedikit menghambat proses identifikasi karena ya pasti sidik jarinya juga udah rusak. Jadi enggak bisa dicek ini siapa. Tapi geng tim Ina Satres Cream Polresta Mojokerto berupaya sebisa mungkin agar bisa menggunakan sidik jari tersebut untuk mengetahui identitas dari si korban. Dan upaya tersebut membuahkan hasil. Pihak kepolisian berhasil menemukan identitas secara akurat, yaitu korban bernama Tiara Angelina Saraswati dan anggota dari kepolisian langsung dikirim ke rumah Tiara untuk memberitahukan informasi mengenai kondisi dari Tiara yang ditemukan dalam keadaan yang begitu tragis. Jadi kagetlah, syok di saat itu keluarganya seakan tidak percaya dengan berita ini. Nah, jadi itu dia ya kronologi pertama kali kasus ini bisa terkuak. Diawali dengan penemuan potongannya dulu, diidentifikasi itu siapa dan nama Tiara Angelina Saraswati pun muncul. Nah, sekarang kita bakal membahas background kehidupan dari Tiara. Siapakah dia? sampai akhirnya nanti akan mengarah kepada si pelakunya. Jadi, Geng Tiara ini merupakan warga dari RT 003 RW003 Desa Made, Kecamatan atau Kabupaten Lamongan yang mana dia lahir tanggal 12 Agustus tahun 2000. Dia ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adik perempuannya berinisial R masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Ayahnya yang bernama Setiawan Darmadi berprofesi sebagai pedagang. Beliau bersama dengan ibunya Tiara yang diketahui bernama Evi itu pernah berjualan es tebu. Ya, mungkin karena pembelinya sepi. Jadinya orang tua Tiara ini mengganti jualan mereka jadi jualan sempol di depan Masjid Agung Lamongan. Hasil dari jualan tersebut digunakan oleh kedua orang tuanya ini untuk biaya sekolah kedua putrinya termasuk Tiara. Dan dari jualannya tersebut ya Setiawan dan Evi menjadi sosok orang tua yang berhasil membawa Tiara ke jenjang pendidikan yang tinggi. Yang mana setelah Tiara lulus SD, dia lanjut di SMP Favorit Lamongan, terus lanjut lagi di SMA Darul Ulum Peter Rongan, Jombang, sembari menimba ilmu di pesantren. Dan setelah lulus SMA, dia berkuliah di Universitas Trunojo Madura pada tahun 2019 dengan mengambil program studi manajemen. Terus, geng, dia lulus di tahun 2023 dengan IPK 3,75. Pintar, berprestasi. Jadi bisa dikatakan ya dia ini apa ya, anak yang berhasil dididik dengan baik, lulus tepat waktu juga. Nah, namun geng setelah dia lulus kuliah, Tiara masih tidak pulang ke kampung halaman. Dia justru memilih menetap di Surabaya. Dan selama berada di Surabaya, Tiara jarang berkomunikasi dengan keluarganya yang menetap di Lamongan. Bahkan dikatakan kalau Tiara tidak pernah pulang, Geng, ke Lamongan. Entah apa alasannya, Tiara memilih menetap di Surabaya. Itu enggak diketahui apakah dia kerja di sana atau enggak. Soalnya ketika gua cari informasinya, belum ada yang menjelaskan Tiara ini bekerja di mana. Dan ketika gua melihat akun Linkinnya tidak ada keterangan Tiara bekerja sebagai apa dan di mana. Terus kemudian Tiara ini diketahui menjalin hubungan asmara dengan seorang pria yang bernama Alvi Maulana yang sudah berlangsung selama 5 tahun hubungannya. Itu berarti hubungan tersebut dimulai sejak Tiara masih berkuliah di Universitas Trunojo. Alvi ini sendiri merupakan lulusan dari kampus yang sama tapi beda jurusan dengan Tiara. Dia mengambil jurusan teknik informatika. Namun ada informasi lain yang menyebutkan kalau Alvi kuliah di jurusan matematika. Jadi bisa dikatakan mereka ini bisa berpacaran karena berada di satu lingkungan kampus yang sama sehingga memutuskan untuk ya udah menjalani hubungan tersebut. Nah, lalu Alvi ini siapa? Jadi, Alvi ini adalah seorang pria asal dusun Aek Ping Tengah, Desa Aing, Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Ya, orang ee Medan. Bisa dikatakan Medan enggak ya? Karena kan Sumatera Utara itu luas ya. Yang jelas dia orang Sumatera Utara. Dia mengenyam pendidikan SMP di Medan tahun 2015 dan kelas 2 SMA di Jombang tahun 2018. Dan Alvi diketahui pernah bekerja sebagai tukang jagal hewan. Dari sini aja udah merinding ya tukang jagal hewan ya. Cuma pekerjaannya itu tidak dilakukan full time. Tapi yang jelas ya dia punya pengalaman, punya apa ya? Punya itu pernah gitu ya menjalankan tugas sebagai penjagal hewan. Jadi kayak potong-memotong daging perdagingan tuh udah enggak asing buat dia. Dia biasanya bekerja di momen-momen tertentu ketika jasanya dibutuhkan. Contohnya ketika momen Idul Adha misalkan. Dan mungkin ketika permintaan terhadap daging sedang meningkat, nah barulah dia bekerja. Tercatat dia ini pernah menjadi tukang jagal hewan kurban lebih dari tiga kali. Namun dia enggak lama tuh menjadi tukang jagal karena setelahnya dia memilih bekerja sebagai driver ojek online di Surabaya. Nah, karena pekerjaannya ini Alvi sering mengambil orderan sampai larut malam. Dan selama di Surabaya, Alvi ini tinggal di sebuah kos-kosan bersama dengan pacarnya yaitu Tiara yang berlokasi di Jalan Raya Lidah Wetan, Kelurahan Lidah Wetan, lakar santri Surabaya. Para tetangga kosnya itu tahunya mereka sudah menikah secara siri karena Alvi sendiri yang mengaku kepada para tetangga kalau dia dan Tiara sudah menikah secara siri yang padahal sebenarnya mereka berdua belum terikat ee hubungan pernikahan. Terus indah, salah satu tetangga kos yang kosanya persis di sebelah kamar Alvi juga mengatakan hal yang sama. Dugaan kalau mereka sudah menikah dikarenakan sejak bulan April 2025, Alvi sudah tinggal bersama dengan Tiara. Dan Indah sendiri tidak menyangka kalau ternyata mereka bukanlah pasangan suami istri. Soalnya Alvi dan Tiara tidak pernah berbaur dengan tetangga kos yang lain. Indah sendiri tidak pernah melihat Tiara ini keluar dari kos. Jadi dia sendiri sebenarnya gak tahu apakah Tiara ini ketika itu berada di dalam kamar atau enggak. Jadi kayak jarang banget kelihatan. Nah, cuma kalau Alvi yang sedang keluar atau bertemu dengan tetangga kos lain, dia cukup sering menyapa ya. Cukup ramah tapi enggak bergaul gitu, Geng. Nah, terus Geng hal yang sama juga disampaikan oleh Heru. Ini adalah ketua RT setempat. Heru ini sering melihat Alvi yang biasanya membeli makanan di dekat kosan. Kalau dia bertemu dengan Heru atau tetangga kos yang lain, biasanya dia cuma menyapa dengan mengucap monggo gitu doang. Dan Alvi menurut Heru adalah sosok yang pendiam, tertutup, gak banyak berinteraksi. Dan Heru juga mengatakan bahwa pihaknya selama ini sudah meminta KTP para penghuni kos supaya dicatat oleh RT. Dari enam kamar di kos-kosan tersebut, cuma lima penghuni kos aja yang memberikan identitas mereka kepada si pengurus RT. Berarti tersisa satu orang yaitu adalah Alvi yang tidak pernah memberikan KTP-nya. Nah, sementara itu Budi selaku pemilik dari kos-kosan tempat Alvi dan Tiara tinggal itu bilang kalau dia sudah meminta identitas Alvi sejak pertama kali menempati kosan tersebut. Tapi Alvi selalu beralasan kalau KTP-nya masih tertinggal di Sumatera tempat asalnya. Nah, karena tidak ada KTP, pemilik Kos ini dan juga RT tidak bisa mengkonfirmasi apakah benar Alvi dan Tiara sudah menikah atau belum. Makanya pada saat itu orang-orang di sekitar tempat tinggal tersebut meyakini mereka sudah menikah. Nah, lalu ada keterangan lain nih, Geng. dari Sukinro namanya. Ini adalah ketua RW yang menyebutkan kalau Alvi pernah membawa Tiara ke Pak Sukinro ini dan mengenalkannya sebagai pacarnya ketika mereka masih kuliah. Namun selama beberapa hari terakhir Sukinro ini sudah tidak pernah lagi melihat Tiara. Dia juga menambahkan sebelum ke Surabaya ee ibunya Tiara ya ee yang namanya Evi itu pernah cerita kalau Tiara ini bekerja bersama Alvi di Surabaya. Jadi ya ibunya Tiara itu kenal dengan Alvi. Indah tetangga kosnya tadi ya yang kamarnya tepat berada di sebelah kamarnya Alvi dan Tiara itu mengingat kalau dia sering mendengar Alvi dan Tiara ini bertengkar diawali dengan adanya ketukan pintu dari Alvi yang pulang larut malam. Tapi Alvi enggak bisa langsung masuk gitu, Geng. Dia nunggu lama di luar dan baru dibuka oleh Tiara yang berada di dalam kamar. Dan ketika Alvi masuk ke dalam itulah akhirnya mereka bertengkar. Pertengkarannya luar biasa. Tapi meskipun dikatakan sering bertengkar ya, tapi sepertinya mereka ada rencana untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Ada kabar seharusnya tahun ini Alvi dan Tiara sudah punya rencana untuk mengadakan lamaran dan itu semua akan dilakukan setelah neneknya Tiara pulang haji. Nah, namun di satu malam pertengkaran yang terjadi di antara mereka bukanlah pertengkaran yang biasa, bukan berbentuk cekcok belaka. Sebab di malam itu Tiara meregang nyawa di tangan Alvi. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai kronologi aksi penghilangan nyawa yang dilakukan oleh Alvi terhadap Tiara. Jadi, Geng, aksi ini terjadi pada hari Sabtu malam tanggal 30 Agustus tahun 2025 sekitar jam 0.30 malam. Alvi ini sempat menjemput adiknya di Bandara Juanda, Sidoarjo, untuk diantar ke pondok pesantren yang berlokasi di Jombang. Karena harus mengantar adiknya, inilah Alvi sampai di kosannya pada tengah malam. Alvi di saat itu enggak ujuk-ujuk pergi tanpa memberitahu Tiara. Sebab menurut keterangan dari Alvi, dia ini udah kasih tahu ke Tiara pada saat sebelumnya. Namun entah kenapa pada saat Alvi pulang, Tiara justru marah ke Alvi. Nah, namun ini adalah e keterangan dari e si pelaku ya, Geng. Jadi kita gak bisa 100% percaya karena korban udah gak bisa ngasih keterangan. Nah, cuma keterangan yang bisa gua dapatkan ya cuma ini ya kan. Nah, mohon maaf nih kalau keterangannya ya apa adanya ya geng yang berasal dari si pelaku. Oke kita lanjutkan. Menurut Alvi di saat itu Tiara justru marah ke dia karena pulang larut malam. Marahnya Tiara ini dengan cara mengunci Alvi dari dalam sehingga Alvi enggak bisa masuk ke dalam kos. Alvi di saat itu sampai menunggu hingga 1 jam lamanya di luar. Sampai pada akhirnya setelah menunggu cukup lama, Tiara baru membuka pintu dan memperbolehkan Alvi untuk masuk. Yang mana pada saat itu waktu sudah menunjukkan tengah malam. Namun layaknya seorang perempuan yang masih marah, Tiara enggak acuh terhadap Alvi. Dia diam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya dan langsung masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua kos tersebut. Dari sini kita bisa menilai ya bahwa hubungan mereka itu agak-agak toxic sedikitlah. Ya namanya juga pacaran. Pastikan ada berantem-berantemnya. Pada saat Tiara masuk ke dalam kamar di lantai dua itu, Alvi ini enggak langsung beristirahat. Dia malah menuju ke dapur kos untuk mengambil sajam. Dan ketika jarum jam menunjukkan pukul 2 dini hari, Alvi menghampiri Tiara yang sedang duduk di tempat tidur dengan posisi membelakangi Alvie. Dia terus mendekati Tiara sambil menenteng sajam tadi. Dan tanpa basa-basi, Alvi langsung ya melakukan tindakan yang mengerikan itu tepat ke arah lehernya Tiara. Tiara di saat itu belum sempat menengok, bahkan mungkin enggak tahu kalau Alvi sedang mendekati dia. Dan di saat itu pun ya ya kejadiannya begitu cepat, Tiara pun meregang nyawa. Dengan amarah yang masih memuncak, Alvi ini mencari cara untuk bisa menghilangkan jejak kejahatannya dibanding dia harus membuang ya ee tiara tadi yang sudah dia habisi dan itu berpotensi untuk akan mudah ketahuan. Nah, di situlah dia memilih untuk memisah-misahkannya aja. Dengan pengalaman dia yang pernah bekerja sebagai tukang jagal hewan, tentunya aksi tersebut bukan hal yang sulit buat dia. Dia udah ada pengalaman dan udah ada keberanian. Setelah memutuskan untuk mau diapakan nih ya tiara ini. Lalu dia membawa tiara tadi yang sudah tidak bernyawa ke dalam kamar mandi kos yang berada di lantai satu. Di sanalah dia melakukan aksi mengerikan tersebut. Nah, dia memisah-misahkannya menjadi ratusan potongan dan untuk membantu aksinya tersebut dia menggunakan sajam khusus untuk daging, terus ada gunting dahan, serta palu. Nah, sesekali setelah dia memisah-misahkan, dia juga mengasah sajam itu menggunakan alat pengasah. Setelah selesai potongan tadi, dia bungkus menggunakan tas merah. Setelah beres semua, dia bawa tas merah itu menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi W6414AR dan pergi dari kos sekitar jam .00 subuh. Jadi apa ya? Katanya sih dia bisa memisah-misahkan itu semua tuh hanya dalam waktu 2 jam. Gokil juga ya. Dan dia menuju ke jalur Pacet Cangar tepatnya di Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet Mojokerto. Sekitar jam 0.30 pagi dia sampai di sana. Dengan tenang dia membuang ya bagian demi bagian tersebut disemak-semak. Pokoknya dipisah-pisah. Nah, potongan-potongan tersebut berceceran dengan jarak yang cukup jauh. Ada yang 50 m, ada yang 100 m. Tapi enggak semuanya dia buang. ada potongan-potongan lain yang masih dia simpan di dalam dua kantong plastik hitam terus dia masukkan di balik laci lemari kosnya. Kebayang tuh ya hari-hari dia hidup dengan potongan itu dan jumlah potongan itu mencapai 247 potong dan 22 gigi. Ada juga yang dia kubur di depan kosnya yaitu berupa ee bagian ini dan bagian ini. Ah, seram banget. Dikatakan ya, Geng, kalau sebenarnya Alvi ini sempat menyembunyikan ya yang dia kubur tadi di sebuah rumah kosong yang lokasinya persis di depan kos yang cuma dipisahkan oleh jalan Gang sempit. Dia berpikir kalau itu diletakkan di sana ya di dalam rumah tersebut enggak akan ada yang tahu sebab rumah itu enggak pernah ditengok oleh siapapun. Namun tiba-tiba dia berubah pikiran karena dia takut ketahuan ya Alvi ini memutuskan untuk mengambilnya lagi. Dan cara Alvi menuju ke rumah kosong itu juga cerdik banget, Geng. Dia enggak lewat jalan Gang Sempit di depan kosnya melainkan dengan melompat dari lantai du. Soalnya jarak lantai du cosnya dengan roof toop rumah kosong itu enggak sampai 1 m. Dan pada saat Alvi kembali ke rumah kosong itu untuk mengambil kembali potongan tersebut, ya ternyata ada tulang bagian punggung yang jatuh sehingga tertinggal di roof rumah itu. Jadi kira-kira ada tiga lokasi di mana dia menyebarkan potongan tersebut. Yang pertama di jalur Pacet Cangar, terus kemudian di kosnya sendiri dan di rumah kosong itu. Ketika polisi pada akhirnya berhasil mengungkap identitas dari potongan-potongan tersebut ya yang bernama Tiara, dari keterangan keluarga, polisi mendapatkan informasi kalau Tiara ini memiliki seorang pacar yaitu Alvi. Nah, dan Alvi langsung menjadi daftar pertama orang yang dicurigai oleh polisi. Polisi kemudian menuju ke kediaman kos dari Alvi ini pada hari Minggu tanggal 7 September 2025 sekitar jam . lewat 10 dini hari. Polisi di saat itu langsung mendobrak pintu kos Alvi. Di saat itu ada Heru juga yang mendampingi polisi dalam penggerebekan tersebut. Nah, Heru ini mengatakan sebelum menangkap Alvi, sejumlah polisi menggunakan empat mobil datang ke rumahnya dan mengatakan akan melakukan penangkapan terhadap Alvi yang menjadi ee apa ya? terduga pelaku penghilangan nyawa dan orang yang memisah-misahkan Tiara ini. Dan untuk itu Heru selaku ketua RT diminta untuk mendampingi penggerebekan tersebut dan pada saat didobrak ya Alvi terlihat sedang santai-santai aja seperti enggak terjadi apa-apa. Meskipun begitu, Alvi sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap sehingga polisi terpaksa mengeluarkan peringatan dengan tima panas. Kemudian polisi langsung menggeledah seisi kamar kos dan akhirnya ditemukanlah adanya potongan-potongan tadi di dalam laci lemari. Lalu ditemukan lagi ya bagian punggung tadi ya tulang yang tertinggal di atap rooftop rumah kosong tadi geng. Setelah dia berhasil ditangkap, polisi kemudian membawa dia ke kantor untuk dimintai keterangan terkait ya motif dari apa yang dia lakukan ini. Nah, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan mengenai motif Alvi melakukan hal tersebut. Jadi, geng, di dalam konferensi pers, Alvi mengaku selama menjalin hubungan asmara dengan Tiara, hubungannya itu ternyata tidak berjalan mulus. Ya, tapi kalau itu alasannya kayaknya aneh aja ya. Kayaknya enggak ada deh hubungan pacaran, hubungan rumah tangga, bahkan yang sudah menikah tuh mulus-mulus aja. Pasti ada berantem-berantemnya dan itulah bumbu dari hubungan itu sendiri gitu kan. Kalau flat-flat aja mana seru gitu. Seperti yang gua katakan sebelumnya, mereka berdua sering bertengkar, Geng. Alvi mengaku karena terus-menerus bertengkar dengan Tiara, dia sudah memendam amarah sejak lama. Menurut dia, Tiara ini punya sifat yang temperamen dan semena-mena yang membuat Alvi jadi perlahan-lahan punya dendam dengan Tiara. Semuanya jadi seperti bom waktu. Pada akhirnya Alvi sudah enggak bisa lagi memendam semua kemarahannya karena terus-menerus mendapatkan perlakuan kayak gitu. Hingga terjadilah insiden tragis yang merenggut nyawa Tiara dengan cara yang tidak pernah terbayangkan. Namun enggak cuma itu, Geng. Alasan Alvi memutuskan untuk melakukan aksi kejinya. Sebab Alvi nekad melakukan itu juga disebabkan permasalahan lain yaitu terkait asmara dan ekonomi. Dari keterangan Alvi, Tiara menuntut Alvi agar memenuhi kebutuhannya Tiara dengan membeli barang-barang dan memenuhi kehidupan glamornya. Nah, itu menurut keterangan Alvi. Lagi-lagi gua ingatkan kalian, kalian enggak bisa 100% percaya dengan keterangan Alvi ini karena dia pelaku. Kita enggak bisa meminta keterangan dari korban yang sudah enggak ada, gitu kan. Terus selanjutnya hal tersebut sangat sulit dipenuhi oleh Alvi yang hanya berprofesi sebagai driver ojol apalagi Tiara yang masih belum bekerja sehingga sumber finansial hanya datang dari pendapatan Alvi. Dan di sosial media pun tersebar video ketika Tiara masih hidup yang mana dia lagi tiktokan sambil mirror selfie. Tiara merekam video menggunakan handphone Samsung Galaxy Zflip, sebuah handphone flagship dari Samsung yang harganya di atas Rp10 juta. Orang-orang menilai kalau melihat dari background keluarganya yang orang tuanya ya berjualan sempol, tentu tidak mungkin untuk bisa membeli handphone tersebut kalau menurut e netizen nih. Nah, jadilah dugaan menurut keterangan Alvi ini diakan oleh netizen. Netizen percaya kalau handphone tersebut adalah salah satu dari sekian permintaan Tiara kepada Alvi. Nah, tapi balik lagi kita enggak tahu ya, jangan-jangan memang Tiara yang beli pakai kredit mungkin atau apa, kita enggak tahu gitu ya. Tapi keterangan dari Alvi seperti itu. Dan Alvi juga mengatakan mereka sering bertengkar karena masalah sepele sehingga membuat permasalahan di antara mereka jadi semakin runyam. Nah, tapi yang jadi pertanyaan gua seorang Alvi ini kalau udah merasa tertekan kenapa enggak putus aja? Aneh kan? bukannya milih untuk memutuskan hubungan dengan Tiara, tapi dia malah tetap melanjutkan hubungan toxic kayak gitu. Nah, dia sebagai laki-laki juga kayak enggak tegas gitu. Nah, namun menurut Alvi ya bukan karena dia yang enggak mau pisah. Kalau dari keterangan Alvi, dia sendiri sulit untuk berpisah dengan Tiara karena sifatnya Tiara tersebut yang temperamental. Jadi, di satu sisi dia sebenarnya udah enggak tahan, tapi di sisi lain dia juga enggak bisa mengakhiri hubungan dengan Tiara sehingga dia merasa terjebak dan hanya bisa memendam dalam waktu yang lama. Nah, sempat ada isu juga, Geng, kalau Tiara ini sedang mengandung. Makanya Alvi memutuskan untuk memisah-misahkan Tiara biar enggak ketahuan. Katanya sih gitu, tapi itu baru isu doang. Namun, polisi sudah mengkonfirmasi ya kalau Tiara itu enggak mengandung dan isu tersebut pun terbantahkan. Nah, atas perbuatannya ini Alvi pun dijerat dengan pasal 340 tentang penghilangan nyawa berencana dengan ancaman hukuman paling maksimal yaitu hukuman betong. Hasil otopsinya masih harus menunggu, Geng. Karena diperkirakan ini membutuhkan waktu sampai 1 bulan. Dan meskipun hasil otopsinya masih harus menunggu, potongan tadi ya dari Tiara itu sudah diserahkan ke keluarga yang terdiri dari 554 potongan dengan rincian 142 potongan bagian ini dan 23 pecahan ini ya. Terus ada gigi ya. Terus ada lima tulang bagian belakang, 350 keping pecahan tulang, dan satu tulang belakang atau tulang punggung. Dan ada satu tulang rusuk pertama belakang. Intinya semuanya sudah ditempatkan di dalam satu wadah, yaitu peti berwarna putih dan peti tersebut dimasukkan ke dalam mobil ambulans menuju ke rumah keluarga. Nah, jenazah sudah dimakamkan pada hari Selasa tanggal 9 September 2025. Jadi, semuanya sudah terungkap, terang benderang. Dan kita doakan semoga korban ya diterima di sisi yang maha kuasa amal ibadahnya dan untuk keluarganya diberikan ketabahan. Amin ya rabbal alamin. Nah, itu dia geng kasus dari Tiara yang heboh banget di Indonesia. Gimana geng menurut kalian tentang kasus ini? Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus mengerikan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah. [Musik]