File TXT tidak ditemukan.
Transcript
ez_HahWDIrY • The controversy surrounding the Freeport Funding of the Pestapora Festival has prompted many arti...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1531_ez_HahWDIrY.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, siapa di antara kalian yang nonton
acara pestapora kemarin? Ya, mungkin
buat teman-teman yang di luar Jakarta
atau yang mungkin tidak apa ya, tidak
terlalu mengikuti yang namanya konser
gitu ya, ini perlu gua jelaskan sedikit.
Jadi, Pestapura ini adalah sebuah event
konser musik yang ada di Jakarta. Nah,
ini adalah event musik tahunan yang
sangat ditunggu-tunggu oleh anak muda
Indonesia. sebenarnya. Dan pastinya yang
datang itu atau yang tampil itu enggak
cuma musisi industri doang, tapi ada
musisi indie juga sampai ke musisi
internasional. Dan yang pastinya
musisi-musisi ini berasal dari berbagai
genre. Jadi bisa kalian bayangkan ya,
Geng, betapa meriahnya dan besarnya
festival musik tersebut. Namun sayangnya
ya, meriahnya pestapora kemarin ternyata
diwarnai oleh masalah geng. dengan
banyaknya musisi yang tiba-tiba memilih
untuk mundur dari acara tersebut atau
meng-cancel penampilan mereka.
Pengunduran diri mereka ini ya menjadi
bentuk kekecewaan mereka karena ternyata
tanpa sepengetahuan mereka acara
pestapora ini disponsori atau didanai
oleh PT Freeport Indonesia yaitu
perusahaan tambang yang berada di Papua
yang menjadi alasan terkeruknya sumber
daya alam yang begitu kaya di Papua.
serta penyebab dari banyaknya warga
Papua yang harus kehilangan tempat
tinggal dan menurunnya kualitas hidup
mereka.
Kemeriahan festival musik Pesta Pora
2025 seketika berubah menjadi murang
ketika sejumlah musisi menyatakan undur
diri dari festival yang digelar di
Kemayoran, Jakarta Pusat.
Nah, terus apa hubungannya nih, Geng,
dengan mundurnya para musisi tersebut
dan kenapa bisa seheboh ini? Di video
kali ini gua bakal jelaskan ke kalian
mengenai kontroversi dari acara
Pestapora ini. Yaitu salah satu festival
musik terbesar di Indonesia yang
berakibat pada ya kecewanya para
penonton yang udah beli tiket karena
musisi kesayangan mereka atau musisi
yang mereka tunggu-tunggu malah tidak
jadi tampil. Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Oke, sebelum kita bahas lebih
jauh mengenai apa yang terjadi ketika
festival pestapora berlangsung, kita
akan berkenalan dulu dengan festival itu
sendiri. Apa sih pestapora ini? kita
bahas.
Jadi, Geng, Pestapora ini pertama kali
digelar pada tahun 2022 oleh seorang
promotor yang bernama Bos Creator.
Ketika itu di seluruh dunia pelan-pelan
ee sudah mulai berusaha pulih dari
pandemi Covid ya kan. Orang-orang sudah
diperbolehkan sedikit demi sedikit ya
berkumpul beramai-ramai dan di Indonesia
sendiri ya itu banyak banget acara-acara
yang mulai timbul. di Indonesia ini ya
sudah hampir 3 tahun festival musik
ditiadakan karena pandemi. Nah, sepinya
festival di Indonesia ya menjadi
kesempatan bagi para promotor konser
untuk berupaya kembali meningkatkan
antusiasme dari masyarakat terutama bagi
penikmat musik. Hal ini dilakukan dengan
menggelar konser pestapora yang disukai
oleh warga Jakarta khususnya anak muda.
Pestapora di tahun 2022 di saat itu
sukses digelar selama 3 hari
berturut-turut dari tanggal 23 sampai 25
September di Gambir, Kemayoran Expo.
Konser ini menjual setidaknya sekitar
87.000 tiket dengan menampilkan 174
artis. Mulai dari sinilah pestapora
menjadi festival musik tahunan yang
sangat ditunggu-tunggu, Geng.
Selanjutnya di tahun 2023 konsernya jauh
lebih meriah lagi, Geng. Karena di tahun
2023 itu Pestapora mengundang sekitar
224 artis. Dan selain karena mengundang
lebih banyak artis, konsep yang
disajikan oleh pestapora juga menjadi
faktor penting yang membuat banyak orang
merasa ingin menontonnya. Konsep ini
diberikan dengan penampilan para artis
yang dianggap sebagai guilty pleasure
bagi para penonton. Nah, seperti salah
satunya ketika pestapora tahun 2023 di
saat itu ada King Nasar ya dengan
dandutnya. Dia tampil saat itu sampai
memanjat panggung saat menyanyi. Dan
kolaborasi antara penyanyi dari berbagai
aliran musik juga jadi alasan kenapa
Pestapora dianggap sebagai sebuah
festival musik e yang keren banget, unik
banget gitu ya dan sukses mengundang
banyak penonton. Bahkan jika mereka
berasal dari luar kota sekalipun mereka
mau hadir ke pestapora. Dari konsep unik
ini juga penyelenggara membawa hal ini
dari tahun ke tahun. yaitu di tahun 2024
di mana Pestapora mengajak mantan
Presiden SBY untuk menjadi performance.
Di saat itu beliau menyanyikan lagu
pelangi di Matamu. Dan setelah lagu
tersebut dibawakan oleh Pak SBY, ya Pak
SBY menyapa penonton Pestapora dengan
bertanya apakah para penonton masih
ingat dengan dia? Di dalam penampilannya
itu, Pak SBY ditamani oleh Topati dan
membawakan beberapa lagu dari musisi
lain. Namun ada juga yang merupakan
karya beliau sendiri. Jadi unik banget
pestapora ini, Geng. Dari sini kalian
bisa dapatlah, Geng. ya gambarannya
betapa ee apa ya ya selain unik,
autentik, pokoknya segar lah ya
dibandingkan dengan acara-acara lain
gitu. Yang udah pasti itulah hal yang
membuat pestapora ini menarik. Festival
mana lagi yang punya ide mengundang
mantan presiden ke dalam acara musik?
Mereka doang kayaknya. Terus pasti
timbul pertanyaan, siapakah orang yang
bertanggung jawab atau orang yang berada
di balik pesta pora ini? Nah, jadi
namanya itu adalah Rizky Aulia atau yang
lebih dikenal dengan panggilan Kiki
Ucuk. Ini orang keren sih ya. Dia
merupakan seorang pegiat musik yang
namanya sudah sangat dikenal di dalam
kalangan komunitas musik. Kiki juga
dianggap sebagai salah satu penggerak
utama industri musik Indonesia yang
kontribusinya lebih banyak terjadi di
balik layar. Karirnya dimulai sejak
tahun 2008 dan dia aktif di industri
musik melalui label independent yang
bernama The Majors yang mana dia ini
talent koordinator dan event manager di
sana. Dia juga pernah jadi manajer bagi
musisi ternama seperti Adityya Sofian
selama 3 tahun. Terus kemudian Kiki juga
pernah e menjadi manajer untuk Danila,
Barasuara hingga Andika Mahesa. Dan
pengalamannya ini membawa Kiki ke
jenjang karir yang lebih tinggi. Dan
Kiki bersama dengan David Kto yaitu
pendiri The Majors itu membuat sebuah
festival yang bernama Synchronized Fest
kalau kalian tahu. Nah, berawal dari
obrolan Kiki dengan David bisa
menciptakan sebuah festival musik yang
bisa membawa lintas generasi atau lintas
generasi musisi terkenal di Indonesia
dari berbagai era. Nah, di situlah
synchronize ya mereka buat dan
synchronize ini adalah festival multi
genry pertama yang digelar di Indonesia
dengan skala besar. Synchronized pertama
kali digelar pada bulan Oktober 2016.
Tapi geng, pada saat pandemi Covid-19,
Kiki ini mengubah konsep synchronize
yang awalnya adalah festival musik yang
digelar selama 3 hari menjadi eh acara
musik berdurasi 3 jam yang ditayangkan
di TV dan di internet. Ya, jadi karena
COVID-19 kan enggak bisa ngadain konser
yang ngumpul-ngumpul orang ramai. Jadi
dirubahlah konsepnya. Di tahun 2018,
Kiki ini pernah menjadi bagian tim
kurator untuk Sondrenalin. Kalau kalian
tahu, coba cari sendiri deh di Google
ada tuh sonrenalinnya juga wah gak kalah
keren deh musisi-musisi rocknya tuh,
metalnya tuh w gila-gila deh. Dan selain
sebagai manajer serta sosok di balik
layar industri musik, Kiki ini juga
dikenal dengan nama lain yaitu Ucu Pop
ya, nama yang dia gunakan ketika dia
menjadi DJ Live karaoke. Nah, karirnya
tersebut dimulai oleh Kiki pada tahun
2019 di dalam sebuah acara pemanasan
untuk syronize. Sejak saat itu dia
sering diundang sebagai DJ Live karaoke
di berbagai acara. Tidak berhenti di
situ aja, Geng. Kiki ini juga mendirikan
promotor musik Bos Creator. Nah, ini nih
di sini awalnya nih yang mana Bos
Creator inilah sip penyelenggara
Pestapora. Dan karena konsepnya begitu
unik, tidak butuh waktu lama bagi
pestapora bisa menjadi salah satu
festival musik favorit anak muda.
Nah, permasalahannya ada di mana? Jadi,
Geng, tidak seperti Pesapora di
tahun-tahun sebelumnya yang dianggap
sangat unik, dianggap sangat menarik.
Nah, pestapora tahun ini ternyata tidak
berjalan mulus karena ada beberapa drama
termasuk dengan mundurnya beberapa artis
yang sudah menjadi line up festival
tersebut. Kita bakal bahas dulu nih,
Geng, ya, momen-momen dari pestapora
sebelum masuk ke dalam pembahasan soal
banyak artis yang mundur dan cancel dari
acara ini. Kita bahas dulu
momen-momennya.
Jadi, geng, pestapora tahun ini tuh
diselenggarakan dari tanggal 5 sampai 7
September. Berdasarkan informasi yang
sudah gua kumpulkan dari berbagai sumber
yang ada di internet, sebelum
artis-artis dari Land Up Pestapora
mundur, sebenarnya festival musik ini
juga udah mengalami beberapa drama.
Salah satunya adalah dimajukannya
schedule dari pestapora di hari pertama.
Yaitu yang seharusnya kan kalau festival
musik itu enaknya tuh dari siang ke
malam gitu ya. Tapi ini beda nih dari
pagi ke magrib gitu. Siapa coba yang mau
manggung pagi-pagi sama nonton pagi-pagi
nonton konser? Ada enggak? Yang gua
yakin para musisi dan para penggemarnya
itu ya mostly ya kebanyakan bangun siang
gitu. Nah, Bos Creator yang menjadi
penyelenggara festival ini terpaksa
menggeser jam pelaksanaan ini, Geng. Di
tahun-tahun sebelumnya, pestapora
digelar dari jam 2 siang sampai jam 10.
malam. Tapi karena situasi politik di
Indonesia yang sedang memanas gara-gara
demo kemarin, nah hal ini memaksa Kiki
Ucup mencari cara lain agar pestapora
tetap bisa diselenggarakan, namun dengan
kondisi yang lebih kondusif. Akhirnya
diputuskanlah nih kalau Pestapora
dimajukan mulai dari jam 8.00 pagi dan
berakhir sampai jam 08.00 malam. Gila
enggak tuh? Dan keputusan ini diambil
setelah menimbang kalau tempat
pelaksanaan pestapora yang cuma berjarak
6,2 km dari markas Brimop Kutang dan
menjadi daerah zona merah ketika aksi
demo kemarin. Nah, keamanan dan
kenyamanan penonton menjadi pertimbangan
utama agar pestapora tetap bisa
berlangsung. Dan Kiki Ucup mengumumkan
majunya jadwal acara 3 hari sebelum
pestapora dimulai. Gimana enggak
teriak-teriak tuh orang-orang?
Pergeseran ini memang sempat diprotes
oleh penonton yang kesulitan
menyesuaikan waktu mulai dari berangkat
dari kediaman masing-masing ya kan
terlalu pagi sampai antrian untuk
menukar tiket sampai dengan membiasakan
jam tidur gitu. Banyak netizen yang
mengunggah video di TikTok yang protes
karena jadwal dari pestapora yang harus
dimajukan ini dan mereka jadi
menyalahkan DPR sebab karena ulah
merekalah jadi berdampak ke mana-mana
termasuk dengan dimajukannya jadwal
pestapora. Di hari pertama pestapora
juga bertepatan dengan hari Maulid Nabi
yang mana antrian penukaran tiket sudah
mengular panjang sejak subuh. Tapi
enggak cuma itu, Geng. Karena hari
pertama pestapora digelar di hari Jumat
dan jadwalnya dimajukan. Jadi
pertunjukan dari musisi harus terpotong
oleh salat Jumat. Dan inilah momen yang
paling unik dari pestapora di tahun ini,
yaitu ternyata digelarnya salat Jumat di
tempat acara dan para penonton pria
sudah membawa sajadah, kopiah, serta
sarung untuk salat Jumat yang digelar di
lapangan. Jadi berasa lagi salat Id
gitu, Geng. Terus, Geng, kita tahu
sendiri ya style penonton dari festival
musik tuh kayak gimana. Pasti styleennya
kan culture-culture gitu ya. Dan
menjelang salat Jumat, mereka semua
berganti baju menyesuaikan busana untuk
salat Jumat. Dan yang istimewanya adalah
di dalam salat Jumat ini imam dan
khatibnya adalah raja dangdut Roma Irama
yang kebetulan juga tampil di hari
pertama. Muazinnya atau yang azannya
adalah Fauzan, vokalisnya CC Tipsi yang
juga tampil di hari pertama. Momen
seperti ini cuma bisa ditemukan di
Pestapora, Geng. kapan lagi ya kan
diimamin sama Roma Irama di salat Jumat
dan salat Jumatnya di tempat konser lagi
ya kan. Namun sayangnya kegembiraan
tersebut sirna. Nah tiba-tiba ya ada
sebuah polemik di pestapora ini yang
membuat para penonton tuh jadi kaget
karena di hari-hari berikutnya banyak
musisi yang eh apa ya yang mereka
gemari. Mereka datang untuk
musisi-musisi ini, tapi malah memilih
meng-cancel atau mundur dari acara
pestapora. semuanya gara-gara ternyata
pestapora berkaitan dengan PT Freeport
Indonesia yang mana PT Freeport menjadi
salah satu sponsor acara tersebut dan
berdampak pada mundurnya beberapa artis
atau musisi. Nah, sekarang kita bakal
bahas nih musisi mana aja dan kenapa
mereka memilih mundur setelah mendengar
bahwa PT Freeport menjadi support dana
dari acara ini. Kita bahas.
Jadi, Geng, pada awalnya ya hari pertama
pestapora itu berjalan dengan lancar.
Artis-artis pun tampil sesuai dengan
jadwalnya masing-masing. Acara
berlangsung dengan meriah. Nah, tapi
geng semuanya berubah nih pada sore
hari. Di saat itu ada parade dari
Mersing Band yang tampil dengan membawa
sebuah banner dengan tulisan tembaga
ikutan berpestapora. Di banner tersebut
ya juga tertera adanya logo dari PT
Freeport Indonesia, sebuah perusahaan
tambang besar yang ada di Papua. Para
penonton termasuk artis pada saat itu
baru tahu kalau ternyata PT Freeport
Indonesia turut andil di dalam jalannya
pestapora alias mendanai ngasih duit.
Dan pada saat parade tersebut muncul
belum ada yang aneh, Geng, dari
pestapora. Mungkin di saat itu cuma
heran aja mereka karena PT Freeport ini
ikut berkontribusi dalam festival musik.
Maksudnya apa gitu? Kegaduhan baru
muncul pada malam harinya, Geng. Karena
beberapa musisi mengeluarkan statement
kalau mereka mundur dari pestapora.
Salah satunya yang paling disorot adalah
pernyataan dari Baskara Putra selaku
vokalis band dari FIS dan juga Hindia.
Dalam pernyataannya yang eh dia unggah
di Instagram, Baskara ini menjelaskan
kalau dia serta rekan-rekan bandnya baru
mengetahui keterlibatan dari PT Freeport
Indonesia sebagai sponsor pesta pora di
malam hari penghujung selesainya acara
di hari pertama. Jadi hari pertama udah
mau kelar di situ mereka baru tahu loh
ada PT Freeport yang support nih acara
gitu. Dan itu juga terjadi dengan para
penampil lain. Mereka memilih untuk ikut
mundur juga karena mereka gak terima.
Karena itulah Benfis, dan Hindia
memutuskan untuk tarik diri dari
pestapora 2025. Nah, terus enggak cuma
Baskara, Geng, disusul lagi dengan Kunto
Aji yang juga seharusnya tampil di
Pestapora. Dia memilih mundur, Geng,
dari Pestapora. Gunto Aji menjelaskan
bagaimana kronologi ketika dia
mengetahui keterlibatan PT Freeport
Indonesia di dalam pestapora ini. Nah,
dia itu tahu melalui chat dari Cipoy
yaitu personil band Sukatani di jam
09.00 malam yang mana dia sempat
menanyakan apakah Kunto Aji tetap lanjut
tampil di Pestapura atau enggak. Di
sinilah Kunto Aji tuh bingung nanya,
"Loh, kenapa?" Nah, ternyata banyak
musisi yang mundur karena PT Freeport.
Di situlah Kunto Aji baru tahu karena
selama acara berlangsung, Kunto Aji ggak
buka handphone sama sekali dan Kunto Aji
sangat menghindari untuk tampil di
festival musik yang disponsori oleh PT
Freeport Indonesia dan perusahaan
sejenis yang bergerak di dalam
pertambangan. Karena kita tahu sendiri
ya,
negara kita nih hancur gara-gara
tambang-tambang dan tambang. Kalau
tambangnya itu untuk rakyat enggak
apa-apa. Ini tambang itu untuk 1%
manusia. Mending 1% 0 kom sekian pers.
Maksudnya tuh dari segi besar tambang
itu pemiliknya satu orang gitu. Yang
tajir satu orang doang, yang kenyang
satu orang doang. Makanya banyak yang
enggak support.
Selain karena prinsip tersebut, Kunto
Aji juga tergabung di dalam music
declares. Buat yang belum tahu, music
declares emergency namanya ya. Ini
adalah sebuah gerakan global oleh
seniman profesional dan organisasi di
industri musik yang menyerukan darurat
iklim dan ekologi dengan tujuan
menggunakan musik dan pengaruh industri
untuk mendorong tindakan di dalam
mengatasi krisis iklim. Mereka memiliki
campaign yang bernama No Music on a Dead
Planet. Dan Kunto Aji ya dia sebagai
bagian dari music declares ini dia
menyuarakan keselamatan lingkungan ya.
Kalau dia sampai tampil di acara yang
terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia
tentunya ini sangat menyalahi
prinsipnya. Ditambah lagi Kto Aji ya
dijadwalkan untuk tampil di pestapora
dua kali yaitu di setungnya
sendiri dan itu jaraknya tinggal
beberapa jam lagi. Nah, dengan
pertimbangan tersebut dia memutuskan
untuk membatalkan penampilannya di set
sama-sama namun tetap main di setnya
sendiri dengan tujuan menggunakan
panggung miliknya sendiri untuk
mengkampanyekan isu krisis iklim.
Terus enggak cuma Baskara dan Kunto Aji
geng, ada beberapa artis yang memutuskan
untuk mundur juga dari pesta pora,
seperti Sukatani yang seharusnya tampil
di hari kedua. Bahkan Sukatani
berkolaborasi dengan Walhi membuat
postingan yang menjelaskan betapa
buruknya dampak yang ditimbulkan akibat
aktivitas pertambangan yang dilakukan
oleh PT Freeport Indonesia. Nah, terus
geng selanjutnya artis yang memilih
untuk mundur adalah Swello Band. Terus
ada Rekah Rua, RCK band, Ornamen,
Negativa, Lepzig, Durga, dan Kelelawar
Malam. Namun ada juga yang memutuskan
untuk naik ke panggung dengan alasan
menghormati para fans yang sudah membeli
tiket untuk menonton mereka. Salah
satunya adalah Rebellion Rose. Nah, di
dalam pernyataan yang diunggah di
Instagramnya, penampilan mereka bukan
untuk sekedar menyanyi. Namun, mereka
akan berbagi cerita sekaligus berorasi
untuk meningkatkan awareness bersama
atas sikap yang mereka ambil. Mereka
juga bakal mengembalikan 100% dana fee
dan transport yang mereka terima untuk
tampil di Pesa tanpa ada potongan
apapun. Jadi, mereka tampil secara
gratis. Terus kemudian ada depan turas
juga melakukan hal yang sama dengan
Rebellion Rose. Terus juga ada beberapa
musisi yang memutuskan untuk tetap
tampil keesokan harinya. Tapi uang yang
mereka dapatkan dari pestapora ya mereka
donasikan ke organisasi WALHI. Seperti
salah satunya ini ada eh teman gue nih
Kak Yako namanya. Dia adalah seorang
rapper. Nah, dia lebih memilih untuk
mendonasikan atau menyumbangkan uang
yang dia terima. Terus ada juga bara
suara yang menyebutkan di atas panggung
kalau uang yang mereka dapatkan dari
festival tersebut bakal didonasikan ke
musik declares Indonesia.
Kami juga akan mengumumkan sesuatu yang
sifatnya agak ria sebetulnya tapi kami
perlu disclose ini di depan teman-teman
semua bahwa bara suara yang oke fe yang
didapat bara suara hari ini akan kami
sumbangkan untuk music declare Indonesia
untuk keperluan
perjuangan ekologi dan lingkungan.
Nah, jadi benar-benar heboh tuh, Geng,
di saat itu. Dan setelah mendapatkan
kabar banyaknya musisi yang memilih
untuk mundur dari pestapora, pihak dari
penyelenggara memberikan klarifikasi
yaitu di hari Sabtu tanggal 6 September
2025, tepat di hari kedua festival
tersebut, penyelenggara memutuskan untuk
memutuskan kerja sama atau ee pemutusan
ee kerja sama dengan PT Freeport
Indonesia. Jadi mereka enggak sama
sekali kerja sama lagi. Dan oleh karena
itu di hari kedua dan ketiga pestapora,
penyelenggara memastikan festival
tersebut sudah tidak ada lagi terikat
dan terafiliasi dengan PT Freeport
Indonesia. Kiki Ucup selaku orang yang
bertanggung jawab atas pestapora juga
memberikan video klarifikasinya, Geng.
Di dalam video tersebut, Kiki meminta
maaf atas kelalaian pihaknya dalam
menjalin kerja sama dengan PT Freeport
Indonesia. Dan dari statement yang sudah
lebih dulu dipublish oleh pihak
Pestapora, Kiki menegaskan kalau
Pestapora sudah memutuskan kontrak kerja
sama dengan PT Freeport Indonesia. Dia
juga memastikan bahwa tidak ada
speserpun aliran dana yang mereka terima
dari PT Freeport Indonesia dan
memastikan tidak akan adanya kehadiran
PT Freeport Indonesia di pelaksanaan
Pestapora. Pemutusan kerja sama ini
bakal menjadi tanggung jawab dari
Pestapora sepenuhnya, Geng. Jadi
walaupun mereka kehilangan sponsor,
mereka enggak takut. mereka lebih
memilih untuk ya kepuasan dan
kepercayaan dari penonton mereka. Terus
kalian pasti bingung ya, Geng, kenapa
isu ini kok jadi gede banget gitu. Nah,
karena seperti yang gua katakan di awal
tadi, Geng, kalau di dalam line up
pestapora ini mereka ini mengundang
banyak musisi dari berbagai genre. Salah
satunya adalah genre pun. Waktu kita
bahas di video tentang Sukatani, pang
itu adalah genre musik yang liriknya
berisikan tentang perlawanan terhadap
sistem pemerintah atau segala kebijakan
yang merugikan masyarakat. akan jadi
kontradiktif misalnya ya B-Benpang di
Pestapora tidak memilih mundur dari sana
karena enggak sesuai dengan bentuk
perlawanan yang selama ini mereka
suarakan. Jadi enggak cuma Benpang aja,
para musisi yang selalu bersuara dalam
mengkritik pemerintah seperti Baskara
dan Kuntu Aji pun akhirnya mengambil
sikap. Apalagi di tahun-tahun sebelumnya
Pestapora justru menyuarakan soal isu
lingkungan gitu kan. Nah, contohnya di
tahun 2023 ada keterlibatan Greenpace
Indonesia di dalam festival ini. Katanya
juga di tahun kemarin Greenpace juga
terlibat di dalam pesta pora untuk terus
menyuarakan isu lingkungan. Nah, tapi
kok di tahun ini justru ngambil duit
dari perusahaan tambang yang jelas-jelas
ngerusak lingkungan. Nah, itulah
orang-orang jadi kecewa kayak apa ya?
Kayak enggak konsisten gitu. Nah, namun
tetap ada musisi yang memutuskan untuk
tampil. Tapi kita enggak bisa menilai
bahwa mereka yang tetap tampil ee itu
enggak berpihak pada kondisi lingkungan
dan masyarakat, Geng. Tapi ya pastinya
mereka juga punya pertimbangan dan
memikirkan para fans yang sudah
terlanjur membeli tiket. Apalagi ada
fans yang datang dari luar kota,
bela-belain datang ke Jakarta untuk
nonton mereka. Apalagi banyak juga
musisi yang mengatakan ingin
mendonasikan uang mereka dari honor yang
mereka dapatkan dari pestapora ke Walhi.
Ada juga yang mendonasikannya ke music
di Claire Study. Nah, bahkan ada yang
justru memanfaatkan pestapora untuk
mengkampanyekan isu lingkungan, Geng.
Salah satunya ya dilakukan oleh Ear
House yaitu milik musisi Endah and Resa,
terus paguyuban Crowser Surf, Yes No
Club dan Whiteboard Journal. Kemudian
hal yang sama juga dilakukan oleh band
The Adams and Festivalist yang
dijadwalkan tampil pada jam 650 malam
sampai dengan jam 2015 malam. Mereka ee
manggung di panggung Bos Stage tepat di
hari kedua pestapora. Nah, tapi bukannya
nyanyi mereka di sana. Kedua band itu
memutuskan untuk mematikan lampu
panggung, turun dari panggung dan
berjalan ke arah tengah penonton. Nah,
di saat itu ya Farid Stevy selaku
vokalis dari Festivalis ya dia ingin
agar penampilan mereka di hari itu
setara dengan para penonton. Karena
biasanya di dalam konser komunikasi
selalu satu arah dari penampil ke
penonton. Di hari itu dia mau sebaliknya
di mana semua orang berhak bersuara
menyuarakan apapun yang menjadi
keresahannya. Nah, jadi pada hari itu ya
menjadi ajang untuk berdiskusi, Geng,
soal polemik yang terjadi di Pestapora
terkait kehadiran PT Freeport Indonesia.
Nah, lalu Farid Stevy menutup pidatonya
atau orasinya di saat itu dengan
mengajak penonton untuk berdoa bagi
masyarakat di Papua. Sementara itu, ada
lagi nih, Ale dari The Adams yang
mengatakan bahwa dari awal dia menyadari
bahwa dengan audiens yang besar,
pestapora bisa menjadi pentas untuk
bersuara. Oleh karena itu, dia mengambil
momen untuk bersuara, Geng. Meskipun
masih memakai ruang pestapora, Ali
menyebut dia sudah mengembalikan
kewajiban administratif kepada pihak
festival alias duitnya udah dibalikin.
Kalaupun nanti ada penalti, dia akan
menanggung penuh kewajiban itu. Nah, di
momen tersebut juga turut hadir Kiki
Ucup Geng yang ikut mendengar suara dari
para musisi yang keberatan soal
terlibatnya PT Freeport Indonesia di
dalam Pestapora.
Walaupun sebenarnya cukup wah cukup
kacau balau ya orang-orang pada
deg-degan gitu ya. Takutnya para musisi
benar-benungnya
pestapora di hari kedua dan ketiga
berjalan dengan lancar yang mungkin
perlu ada penyesuaian terkait rundown
dikarenakan musisi yang memilih untuk
mundur dari pestapora. Terlepas dari
kelalaian memilih PT Freeport sebagai
sponsor, para musisi yang juga mengenal
baik si penyelenggara yaitu Kiki Ucup
memberikan support mereka dengan
memberikan pandangan bahwa apa yang
terjadi di pestapora tahun ini agar
dijadikan sebagai sebuah pelajaran agar
tidak terulang kembali. Dan hal ini juga
tidak hanya berlaku bagi pestapora, tapi
juga kepada seluruh penyelenggara musik
agar lebih selektif dalam memilih
sponsor. Nah, jadi bisa dikatakan ya
para musisi itu idealis, Geng. Jadi
enggak bisa mentang-mentang ada duitnya
terus gas-gas aja PT Freeport,
tambang-tambang, sawit-sawit. Wah, itu
anti banget berlawanan dengan seniman
karena ya menghancurkan alam. Oke, itu
dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai polemik dan kontroversi ya yang
terjadi ketika pestapora tahun ini. Ada
enggak nih geng, di antara kalian yang
nonton Pestapora dan pas tahu PT
Freeport jadi sponsor, kalian jadi
nonton apa enggak? Coba deh, tuliskan
komentar di bawah.