File TXT tidak ditemukan.
Transcript
ez_HahWDIrY • The controversy surrounding the Freeport Funding of the Pestapora Festival has prompted many arti...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1531_ez_HahWDIrY.txt
Kind: captions Language: id Geng, siapa di antara kalian yang nonton acara pestapora kemarin? Ya, mungkin buat teman-teman yang di luar Jakarta atau yang mungkin tidak apa ya, tidak terlalu mengikuti yang namanya konser gitu ya, ini perlu gua jelaskan sedikit. Jadi, Pestapura ini adalah sebuah event konser musik yang ada di Jakarta. Nah, ini adalah event musik tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak muda Indonesia. sebenarnya. Dan pastinya yang datang itu atau yang tampil itu enggak cuma musisi industri doang, tapi ada musisi indie juga sampai ke musisi internasional. Dan yang pastinya musisi-musisi ini berasal dari berbagai genre. Jadi bisa kalian bayangkan ya, Geng, betapa meriahnya dan besarnya festival musik tersebut. Namun sayangnya ya, meriahnya pestapora kemarin ternyata diwarnai oleh masalah geng. dengan banyaknya musisi yang tiba-tiba memilih untuk mundur dari acara tersebut atau meng-cancel penampilan mereka. Pengunduran diri mereka ini ya menjadi bentuk kekecewaan mereka karena ternyata tanpa sepengetahuan mereka acara pestapora ini disponsori atau didanai oleh PT Freeport Indonesia yaitu perusahaan tambang yang berada di Papua yang menjadi alasan terkeruknya sumber daya alam yang begitu kaya di Papua. serta penyebab dari banyaknya warga Papua yang harus kehilangan tempat tinggal dan menurunnya kualitas hidup mereka. Kemeriahan festival musik Pesta Pora 2025 seketika berubah menjadi murang ketika sejumlah musisi menyatakan undur diri dari festival yang digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Nah, terus apa hubungannya nih, Geng, dengan mundurnya para musisi tersebut dan kenapa bisa seheboh ini? Di video kali ini gua bakal jelaskan ke kalian mengenai kontroversi dari acara Pestapora ini. Yaitu salah satu festival musik terbesar di Indonesia yang berakibat pada ya kecewanya para penonton yang udah beli tiket karena musisi kesayangan mereka atau musisi yang mereka tunggu-tunggu malah tidak jadi tampil. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Oke, sebelum kita bahas lebih jauh mengenai apa yang terjadi ketika festival pestapora berlangsung, kita akan berkenalan dulu dengan festival itu sendiri. Apa sih pestapora ini? kita bahas. Jadi, Geng, Pestapora ini pertama kali digelar pada tahun 2022 oleh seorang promotor yang bernama Bos Creator. Ketika itu di seluruh dunia pelan-pelan ee sudah mulai berusaha pulih dari pandemi Covid ya kan. Orang-orang sudah diperbolehkan sedikit demi sedikit ya berkumpul beramai-ramai dan di Indonesia sendiri ya itu banyak banget acara-acara yang mulai timbul. di Indonesia ini ya sudah hampir 3 tahun festival musik ditiadakan karena pandemi. Nah, sepinya festival di Indonesia ya menjadi kesempatan bagi para promotor konser untuk berupaya kembali meningkatkan antusiasme dari masyarakat terutama bagi penikmat musik. Hal ini dilakukan dengan menggelar konser pestapora yang disukai oleh warga Jakarta khususnya anak muda. Pestapora di tahun 2022 di saat itu sukses digelar selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 23 sampai 25 September di Gambir, Kemayoran Expo. Konser ini menjual setidaknya sekitar 87.000 tiket dengan menampilkan 174 artis. Mulai dari sinilah pestapora menjadi festival musik tahunan yang sangat ditunggu-tunggu, Geng. Selanjutnya di tahun 2023 konsernya jauh lebih meriah lagi, Geng. Karena di tahun 2023 itu Pestapora mengundang sekitar 224 artis. Dan selain karena mengundang lebih banyak artis, konsep yang disajikan oleh pestapora juga menjadi faktor penting yang membuat banyak orang merasa ingin menontonnya. Konsep ini diberikan dengan penampilan para artis yang dianggap sebagai guilty pleasure bagi para penonton. Nah, seperti salah satunya ketika pestapora tahun 2023 di saat itu ada King Nasar ya dengan dandutnya. Dia tampil saat itu sampai memanjat panggung saat menyanyi. Dan kolaborasi antara penyanyi dari berbagai aliran musik juga jadi alasan kenapa Pestapora dianggap sebagai sebuah festival musik e yang keren banget, unik banget gitu ya dan sukses mengundang banyak penonton. Bahkan jika mereka berasal dari luar kota sekalipun mereka mau hadir ke pestapora. Dari konsep unik ini juga penyelenggara membawa hal ini dari tahun ke tahun. yaitu di tahun 2024 di mana Pestapora mengajak mantan Presiden SBY untuk menjadi performance. Di saat itu beliau menyanyikan lagu pelangi di Matamu. Dan setelah lagu tersebut dibawakan oleh Pak SBY, ya Pak SBY menyapa penonton Pestapora dengan bertanya apakah para penonton masih ingat dengan dia? Di dalam penampilannya itu, Pak SBY ditamani oleh Topati dan membawakan beberapa lagu dari musisi lain. Namun ada juga yang merupakan karya beliau sendiri. Jadi unik banget pestapora ini, Geng. Dari sini kalian bisa dapatlah, Geng. ya gambarannya betapa ee apa ya ya selain unik, autentik, pokoknya segar lah ya dibandingkan dengan acara-acara lain gitu. Yang udah pasti itulah hal yang membuat pestapora ini menarik. Festival mana lagi yang punya ide mengundang mantan presiden ke dalam acara musik? Mereka doang kayaknya. Terus pasti timbul pertanyaan, siapakah orang yang bertanggung jawab atau orang yang berada di balik pesta pora ini? Nah, jadi namanya itu adalah Rizky Aulia atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kiki Ucuk. Ini orang keren sih ya. Dia merupakan seorang pegiat musik yang namanya sudah sangat dikenal di dalam kalangan komunitas musik. Kiki juga dianggap sebagai salah satu penggerak utama industri musik Indonesia yang kontribusinya lebih banyak terjadi di balik layar. Karirnya dimulai sejak tahun 2008 dan dia aktif di industri musik melalui label independent yang bernama The Majors yang mana dia ini talent koordinator dan event manager di sana. Dia juga pernah jadi manajer bagi musisi ternama seperti Adityya Sofian selama 3 tahun. Terus kemudian Kiki juga pernah e menjadi manajer untuk Danila, Barasuara hingga Andika Mahesa. Dan pengalamannya ini membawa Kiki ke jenjang karir yang lebih tinggi. Dan Kiki bersama dengan David Kto yaitu pendiri The Majors itu membuat sebuah festival yang bernama Synchronized Fest kalau kalian tahu. Nah, berawal dari obrolan Kiki dengan David bisa menciptakan sebuah festival musik yang bisa membawa lintas generasi atau lintas generasi musisi terkenal di Indonesia dari berbagai era. Nah, di situlah synchronize ya mereka buat dan synchronize ini adalah festival multi genry pertama yang digelar di Indonesia dengan skala besar. Synchronized pertama kali digelar pada bulan Oktober 2016. Tapi geng, pada saat pandemi Covid-19, Kiki ini mengubah konsep synchronize yang awalnya adalah festival musik yang digelar selama 3 hari menjadi eh acara musik berdurasi 3 jam yang ditayangkan di TV dan di internet. Ya, jadi karena COVID-19 kan enggak bisa ngadain konser yang ngumpul-ngumpul orang ramai. Jadi dirubahlah konsepnya. Di tahun 2018, Kiki ini pernah menjadi bagian tim kurator untuk Sondrenalin. Kalau kalian tahu, coba cari sendiri deh di Google ada tuh sonrenalinnya juga wah gak kalah keren deh musisi-musisi rocknya tuh, metalnya tuh w gila-gila deh. Dan selain sebagai manajer serta sosok di balik layar industri musik, Kiki ini juga dikenal dengan nama lain yaitu Ucu Pop ya, nama yang dia gunakan ketika dia menjadi DJ Live karaoke. Nah, karirnya tersebut dimulai oleh Kiki pada tahun 2019 di dalam sebuah acara pemanasan untuk syronize. Sejak saat itu dia sering diundang sebagai DJ Live karaoke di berbagai acara. Tidak berhenti di situ aja, Geng. Kiki ini juga mendirikan promotor musik Bos Creator. Nah, ini nih di sini awalnya nih yang mana Bos Creator inilah sip penyelenggara Pestapora. Dan karena konsepnya begitu unik, tidak butuh waktu lama bagi pestapora bisa menjadi salah satu festival musik favorit anak muda. Nah, permasalahannya ada di mana? Jadi, Geng, tidak seperti Pesapora di tahun-tahun sebelumnya yang dianggap sangat unik, dianggap sangat menarik. Nah, pestapora tahun ini ternyata tidak berjalan mulus karena ada beberapa drama termasuk dengan mundurnya beberapa artis yang sudah menjadi line up festival tersebut. Kita bakal bahas dulu nih, Geng, ya, momen-momen dari pestapora sebelum masuk ke dalam pembahasan soal banyak artis yang mundur dan cancel dari acara ini. Kita bahas dulu momen-momennya. Jadi, geng, pestapora tahun ini tuh diselenggarakan dari tanggal 5 sampai 7 September. Berdasarkan informasi yang sudah gua kumpulkan dari berbagai sumber yang ada di internet, sebelum artis-artis dari Land Up Pestapora mundur, sebenarnya festival musik ini juga udah mengalami beberapa drama. Salah satunya adalah dimajukannya schedule dari pestapora di hari pertama. Yaitu yang seharusnya kan kalau festival musik itu enaknya tuh dari siang ke malam gitu ya. Tapi ini beda nih dari pagi ke magrib gitu. Siapa coba yang mau manggung pagi-pagi sama nonton pagi-pagi nonton konser? Ada enggak? Yang gua yakin para musisi dan para penggemarnya itu ya mostly ya kebanyakan bangun siang gitu. Nah, Bos Creator yang menjadi penyelenggara festival ini terpaksa menggeser jam pelaksanaan ini, Geng. Di tahun-tahun sebelumnya, pestapora digelar dari jam 2 siang sampai jam 10. malam. Tapi karena situasi politik di Indonesia yang sedang memanas gara-gara demo kemarin, nah hal ini memaksa Kiki Ucup mencari cara lain agar pestapora tetap bisa diselenggarakan, namun dengan kondisi yang lebih kondusif. Akhirnya diputuskanlah nih kalau Pestapora dimajukan mulai dari jam 8.00 pagi dan berakhir sampai jam 08.00 malam. Gila enggak tuh? Dan keputusan ini diambil setelah menimbang kalau tempat pelaksanaan pestapora yang cuma berjarak 6,2 km dari markas Brimop Kutang dan menjadi daerah zona merah ketika aksi demo kemarin. Nah, keamanan dan kenyamanan penonton menjadi pertimbangan utama agar pestapora tetap bisa berlangsung. Dan Kiki Ucup mengumumkan majunya jadwal acara 3 hari sebelum pestapora dimulai. Gimana enggak teriak-teriak tuh orang-orang? Pergeseran ini memang sempat diprotes oleh penonton yang kesulitan menyesuaikan waktu mulai dari berangkat dari kediaman masing-masing ya kan terlalu pagi sampai antrian untuk menukar tiket sampai dengan membiasakan jam tidur gitu. Banyak netizen yang mengunggah video di TikTok yang protes karena jadwal dari pestapora yang harus dimajukan ini dan mereka jadi menyalahkan DPR sebab karena ulah merekalah jadi berdampak ke mana-mana termasuk dengan dimajukannya jadwal pestapora. Di hari pertama pestapora juga bertepatan dengan hari Maulid Nabi yang mana antrian penukaran tiket sudah mengular panjang sejak subuh. Tapi enggak cuma itu, Geng. Karena hari pertama pestapora digelar di hari Jumat dan jadwalnya dimajukan. Jadi pertunjukan dari musisi harus terpotong oleh salat Jumat. Dan inilah momen yang paling unik dari pestapora di tahun ini, yaitu ternyata digelarnya salat Jumat di tempat acara dan para penonton pria sudah membawa sajadah, kopiah, serta sarung untuk salat Jumat yang digelar di lapangan. Jadi berasa lagi salat Id gitu, Geng. Terus, Geng, kita tahu sendiri ya style penonton dari festival musik tuh kayak gimana. Pasti styleennya kan culture-culture gitu ya. Dan menjelang salat Jumat, mereka semua berganti baju menyesuaikan busana untuk salat Jumat. Dan yang istimewanya adalah di dalam salat Jumat ini imam dan khatibnya adalah raja dangdut Roma Irama yang kebetulan juga tampil di hari pertama. Muazinnya atau yang azannya adalah Fauzan, vokalisnya CC Tipsi yang juga tampil di hari pertama. Momen seperti ini cuma bisa ditemukan di Pestapora, Geng. kapan lagi ya kan diimamin sama Roma Irama di salat Jumat dan salat Jumatnya di tempat konser lagi ya kan. Namun sayangnya kegembiraan tersebut sirna. Nah tiba-tiba ya ada sebuah polemik di pestapora ini yang membuat para penonton tuh jadi kaget karena di hari-hari berikutnya banyak musisi yang eh apa ya yang mereka gemari. Mereka datang untuk musisi-musisi ini, tapi malah memilih meng-cancel atau mundur dari acara pestapora. semuanya gara-gara ternyata pestapora berkaitan dengan PT Freeport Indonesia yang mana PT Freeport menjadi salah satu sponsor acara tersebut dan berdampak pada mundurnya beberapa artis atau musisi. Nah, sekarang kita bakal bahas nih musisi mana aja dan kenapa mereka memilih mundur setelah mendengar bahwa PT Freeport menjadi support dana dari acara ini. Kita bahas. Jadi, Geng, pada awalnya ya hari pertama pestapora itu berjalan dengan lancar. Artis-artis pun tampil sesuai dengan jadwalnya masing-masing. Acara berlangsung dengan meriah. Nah, tapi geng semuanya berubah nih pada sore hari. Di saat itu ada parade dari Mersing Band yang tampil dengan membawa sebuah banner dengan tulisan tembaga ikutan berpestapora. Di banner tersebut ya juga tertera adanya logo dari PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan tambang besar yang ada di Papua. Para penonton termasuk artis pada saat itu baru tahu kalau ternyata PT Freeport Indonesia turut andil di dalam jalannya pestapora alias mendanai ngasih duit. Dan pada saat parade tersebut muncul belum ada yang aneh, Geng, dari pestapora. Mungkin di saat itu cuma heran aja mereka karena PT Freeport ini ikut berkontribusi dalam festival musik. Maksudnya apa gitu? Kegaduhan baru muncul pada malam harinya, Geng. Karena beberapa musisi mengeluarkan statement kalau mereka mundur dari pestapora. Salah satunya yang paling disorot adalah pernyataan dari Baskara Putra selaku vokalis band dari FIS dan juga Hindia. Dalam pernyataannya yang eh dia unggah di Instagram, Baskara ini menjelaskan kalau dia serta rekan-rekan bandnya baru mengetahui keterlibatan dari PT Freeport Indonesia sebagai sponsor pesta pora di malam hari penghujung selesainya acara di hari pertama. Jadi hari pertama udah mau kelar di situ mereka baru tahu loh ada PT Freeport yang support nih acara gitu. Dan itu juga terjadi dengan para penampil lain. Mereka memilih untuk ikut mundur juga karena mereka gak terima. Karena itulah Benfis, dan Hindia memutuskan untuk tarik diri dari pestapora 2025. Nah, terus enggak cuma Baskara, Geng, disusul lagi dengan Kunto Aji yang juga seharusnya tampil di Pestapora. Dia memilih mundur, Geng, dari Pestapora. Gunto Aji menjelaskan bagaimana kronologi ketika dia mengetahui keterlibatan PT Freeport Indonesia di dalam pestapora ini. Nah, dia itu tahu melalui chat dari Cipoy yaitu personil band Sukatani di jam 09.00 malam yang mana dia sempat menanyakan apakah Kunto Aji tetap lanjut tampil di Pestapura atau enggak. Di sinilah Kunto Aji tuh bingung nanya, "Loh, kenapa?" Nah, ternyata banyak musisi yang mundur karena PT Freeport. Di situlah Kunto Aji baru tahu karena selama acara berlangsung, Kunto Aji ggak buka handphone sama sekali dan Kunto Aji sangat menghindari untuk tampil di festival musik yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia dan perusahaan sejenis yang bergerak di dalam pertambangan. Karena kita tahu sendiri ya, negara kita nih hancur gara-gara tambang-tambang dan tambang. Kalau tambangnya itu untuk rakyat enggak apa-apa. Ini tambang itu untuk 1% manusia. Mending 1% 0 kom sekian pers. Maksudnya tuh dari segi besar tambang itu pemiliknya satu orang gitu. Yang tajir satu orang doang, yang kenyang satu orang doang. Makanya banyak yang enggak support. Selain karena prinsip tersebut, Kunto Aji juga tergabung di dalam music declares. Buat yang belum tahu, music declares emergency namanya ya. Ini adalah sebuah gerakan global oleh seniman profesional dan organisasi di industri musik yang menyerukan darurat iklim dan ekologi dengan tujuan menggunakan musik dan pengaruh industri untuk mendorong tindakan di dalam mengatasi krisis iklim. Mereka memiliki campaign yang bernama No Music on a Dead Planet. Dan Kunto Aji ya dia sebagai bagian dari music declares ini dia menyuarakan keselamatan lingkungan ya. Kalau dia sampai tampil di acara yang terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia tentunya ini sangat menyalahi prinsipnya. Ditambah lagi Kto Aji ya dijadwalkan untuk tampil di pestapora dua kali yaitu di setungnya sendiri dan itu jaraknya tinggal beberapa jam lagi. Nah, dengan pertimbangan tersebut dia memutuskan untuk membatalkan penampilannya di set sama-sama namun tetap main di setnya sendiri dengan tujuan menggunakan panggung miliknya sendiri untuk mengkampanyekan isu krisis iklim. Terus enggak cuma Baskara dan Kunto Aji geng, ada beberapa artis yang memutuskan untuk mundur juga dari pesta pora, seperti Sukatani yang seharusnya tampil di hari kedua. Bahkan Sukatani berkolaborasi dengan Walhi membuat postingan yang menjelaskan betapa buruknya dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia. Nah, terus geng selanjutnya artis yang memilih untuk mundur adalah Swello Band. Terus ada Rekah Rua, RCK band, Ornamen, Negativa, Lepzig, Durga, dan Kelelawar Malam. Namun ada juga yang memutuskan untuk naik ke panggung dengan alasan menghormati para fans yang sudah membeli tiket untuk menonton mereka. Salah satunya adalah Rebellion Rose. Nah, di dalam pernyataan yang diunggah di Instagramnya, penampilan mereka bukan untuk sekedar menyanyi. Namun, mereka akan berbagi cerita sekaligus berorasi untuk meningkatkan awareness bersama atas sikap yang mereka ambil. Mereka juga bakal mengembalikan 100% dana fee dan transport yang mereka terima untuk tampil di Pesa tanpa ada potongan apapun. Jadi, mereka tampil secara gratis. Terus kemudian ada depan turas juga melakukan hal yang sama dengan Rebellion Rose. Terus juga ada beberapa musisi yang memutuskan untuk tetap tampil keesokan harinya. Tapi uang yang mereka dapatkan dari pestapora ya mereka donasikan ke organisasi WALHI. Seperti salah satunya ini ada eh teman gue nih Kak Yako namanya. Dia adalah seorang rapper. Nah, dia lebih memilih untuk mendonasikan atau menyumbangkan uang yang dia terima. Terus ada juga bara suara yang menyebutkan di atas panggung kalau uang yang mereka dapatkan dari festival tersebut bakal didonasikan ke musik declares Indonesia. Kami juga akan mengumumkan sesuatu yang sifatnya agak ria sebetulnya tapi kami perlu disclose ini di depan teman-teman semua bahwa bara suara yang oke fe yang didapat bara suara hari ini akan kami sumbangkan untuk music declare Indonesia untuk keperluan perjuangan ekologi dan lingkungan. Nah, jadi benar-benar heboh tuh, Geng, di saat itu. Dan setelah mendapatkan kabar banyaknya musisi yang memilih untuk mundur dari pestapora, pihak dari penyelenggara memberikan klarifikasi yaitu di hari Sabtu tanggal 6 September 2025, tepat di hari kedua festival tersebut, penyelenggara memutuskan untuk memutuskan kerja sama atau ee pemutusan ee kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Jadi mereka enggak sama sekali kerja sama lagi. Dan oleh karena itu di hari kedua dan ketiga pestapora, penyelenggara memastikan festival tersebut sudah tidak ada lagi terikat dan terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia. Kiki Ucup selaku orang yang bertanggung jawab atas pestapora juga memberikan video klarifikasinya, Geng. Di dalam video tersebut, Kiki meminta maaf atas kelalaian pihaknya dalam menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Dan dari statement yang sudah lebih dulu dipublish oleh pihak Pestapora, Kiki menegaskan kalau Pestapora sudah memutuskan kontrak kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Dia juga memastikan bahwa tidak ada speserpun aliran dana yang mereka terima dari PT Freeport Indonesia dan memastikan tidak akan adanya kehadiran PT Freeport Indonesia di pelaksanaan Pestapora. Pemutusan kerja sama ini bakal menjadi tanggung jawab dari Pestapora sepenuhnya, Geng. Jadi walaupun mereka kehilangan sponsor, mereka enggak takut. mereka lebih memilih untuk ya kepuasan dan kepercayaan dari penonton mereka. Terus kalian pasti bingung ya, Geng, kenapa isu ini kok jadi gede banget gitu. Nah, karena seperti yang gua katakan di awal tadi, Geng, kalau di dalam line up pestapora ini mereka ini mengundang banyak musisi dari berbagai genre. Salah satunya adalah genre pun. Waktu kita bahas di video tentang Sukatani, pang itu adalah genre musik yang liriknya berisikan tentang perlawanan terhadap sistem pemerintah atau segala kebijakan yang merugikan masyarakat. akan jadi kontradiktif misalnya ya B-Benpang di Pestapora tidak memilih mundur dari sana karena enggak sesuai dengan bentuk perlawanan yang selama ini mereka suarakan. Jadi enggak cuma Benpang aja, para musisi yang selalu bersuara dalam mengkritik pemerintah seperti Baskara dan Kuntu Aji pun akhirnya mengambil sikap. Apalagi di tahun-tahun sebelumnya Pestapora justru menyuarakan soal isu lingkungan gitu kan. Nah, contohnya di tahun 2023 ada keterlibatan Greenpace Indonesia di dalam festival ini. Katanya juga di tahun kemarin Greenpace juga terlibat di dalam pesta pora untuk terus menyuarakan isu lingkungan. Nah, tapi kok di tahun ini justru ngambil duit dari perusahaan tambang yang jelas-jelas ngerusak lingkungan. Nah, itulah orang-orang jadi kecewa kayak apa ya? Kayak enggak konsisten gitu. Nah, namun tetap ada musisi yang memutuskan untuk tampil. Tapi kita enggak bisa menilai bahwa mereka yang tetap tampil ee itu enggak berpihak pada kondisi lingkungan dan masyarakat, Geng. Tapi ya pastinya mereka juga punya pertimbangan dan memikirkan para fans yang sudah terlanjur membeli tiket. Apalagi ada fans yang datang dari luar kota, bela-belain datang ke Jakarta untuk nonton mereka. Apalagi banyak juga musisi yang mengatakan ingin mendonasikan uang mereka dari honor yang mereka dapatkan dari pestapora ke Walhi. Ada juga yang mendonasikannya ke music di Claire Study. Nah, bahkan ada yang justru memanfaatkan pestapora untuk mengkampanyekan isu lingkungan, Geng. Salah satunya ya dilakukan oleh Ear House yaitu milik musisi Endah and Resa, terus paguyuban Crowser Surf, Yes No Club dan Whiteboard Journal. Kemudian hal yang sama juga dilakukan oleh band The Adams and Festivalist yang dijadwalkan tampil pada jam 650 malam sampai dengan jam 2015 malam. Mereka ee manggung di panggung Bos Stage tepat di hari kedua pestapora. Nah, tapi bukannya nyanyi mereka di sana. Kedua band itu memutuskan untuk mematikan lampu panggung, turun dari panggung dan berjalan ke arah tengah penonton. Nah, di saat itu ya Farid Stevy selaku vokalis dari Festivalis ya dia ingin agar penampilan mereka di hari itu setara dengan para penonton. Karena biasanya di dalam konser komunikasi selalu satu arah dari penampil ke penonton. Di hari itu dia mau sebaliknya di mana semua orang berhak bersuara menyuarakan apapun yang menjadi keresahannya. Nah, jadi pada hari itu ya menjadi ajang untuk berdiskusi, Geng, soal polemik yang terjadi di Pestapora terkait kehadiran PT Freeport Indonesia. Nah, lalu Farid Stevy menutup pidatonya atau orasinya di saat itu dengan mengajak penonton untuk berdoa bagi masyarakat di Papua. Sementara itu, ada lagi nih, Ale dari The Adams yang mengatakan bahwa dari awal dia menyadari bahwa dengan audiens yang besar, pestapora bisa menjadi pentas untuk bersuara. Oleh karena itu, dia mengambil momen untuk bersuara, Geng. Meskipun masih memakai ruang pestapora, Ali menyebut dia sudah mengembalikan kewajiban administratif kepada pihak festival alias duitnya udah dibalikin. Kalaupun nanti ada penalti, dia akan menanggung penuh kewajiban itu. Nah, di momen tersebut juga turut hadir Kiki Ucup Geng yang ikut mendengar suara dari para musisi yang keberatan soal terlibatnya PT Freeport Indonesia di dalam Pestapora. Walaupun sebenarnya cukup wah cukup kacau balau ya orang-orang pada deg-degan gitu ya. Takutnya para musisi benar-benungnya pestapora di hari kedua dan ketiga berjalan dengan lancar yang mungkin perlu ada penyesuaian terkait rundown dikarenakan musisi yang memilih untuk mundur dari pestapora. Terlepas dari kelalaian memilih PT Freeport sebagai sponsor, para musisi yang juga mengenal baik si penyelenggara yaitu Kiki Ucup memberikan support mereka dengan memberikan pandangan bahwa apa yang terjadi di pestapora tahun ini agar dijadikan sebagai sebuah pelajaran agar tidak terulang kembali. Dan hal ini juga tidak hanya berlaku bagi pestapora, tapi juga kepada seluruh penyelenggara musik agar lebih selektif dalam memilih sponsor. Nah, jadi bisa dikatakan ya para musisi itu idealis, Geng. Jadi enggak bisa mentang-mentang ada duitnya terus gas-gas aja PT Freeport, tambang-tambang, sawit-sawit. Wah, itu anti banget berlawanan dengan seniman karena ya menghancurkan alam. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai polemik dan kontroversi ya yang terjadi ketika pestapora tahun ini. Ada enggak nih geng, di antara kalian yang nonton Pestapora dan pas tahu PT Freeport jadi sponsor, kalian jadi nonton apa enggak? Coba deh, tuliskan komentar di bawah.