5 MEMBERS OF THE SAHRONI FAMILY BURIED IN 1 HOLE! WHO IS THE PERPETRATOR?!
GgsqCtFYNEY • 2025-09-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, setelah beberapa hari kita
membahas soal kondisi negara kita
Indonesia dengan aksi demo yang terjadi
di akhir bulan Agustus kemarin. Kali ini
gua mau ngajak kalian untuk membahas
perihal lain nih, ya. Jangan kita
ngebahas politik-politik mulu nih, ya
kan? Nah, di sini ada update lain
tentang negara kita, yaitu tentang
sebuah kasus yang cukup viral beberapa
waktu kemarin mengenai aksi penghilangan
nyawa yang menimpa satu keluarga di
Indramayu.
Nah, sebelumnya gua disclaimer dulu nih.
Pembahasan ini bukan untuk melanggar
aturan YouTube, bukan untuk ee membahas
sesuatu yang dilarang oleh YouTube,
enggak sama sekali. Tapi pembahasan ini
adalah sebuah bentuk informasi dan
semoga bisa menjadi edukasi untuk kita
semua. Nah, kalian harus mendengar e
cerita ini dengan seksama, dengan fokus
supaya kalian mendapatkan informasi yang
jelas dan edukasi yang jelas tentang
kejadian ini. Jadi, Geng, di dalam kurun
waktu beberapa minggu kemarin, ya,
publik tiba-tiba dikagetkan dengan
sebuah kasus yang mana ini membuat
publik atau masyarakat meminta polisi
agar segera mengungkap kebenaran dari
kasus ini. Jadi, satu keluarga ini
ditemukan sudah dalam kondisi terkubur
di dalam satu lubang yang sama. Dan
tentu aja kejadian ini menghebohkan dan
mencurigakan karena enggak mungkin
banget satu keluarga tiba-tiba
menghilang terus ditemukan terkubur.
Apalagi kalau bukan sebuah kasus
penghilangan nyawa gitu kan. Nah, di
dalam kasus ini dicurigai kalau
pelakunya itu kemungkinan lebih daripada
satu orang. Dan ketika mengungkap kasus
ini ya selama berjalan ternyata banyak
misteri-misteri yang mewarnai kasus ini
karena dikabarkan ya sempat ada tamu
yang datang ke rumah para korban ini.
Kemudian juga sempat terlihat ada mobil
pick up yang datang ke rumah mereka yang
entah mobil pickup itu berasal dari
mana. Terus dikabarkan juga rekaman CCTV
yang memperlihatkan mobil milik korban
yang dibawa kabur oleh seseorang. Dan
apakah ini ulah dari komplotan itu atau
hanya aksi yang dilakukan oleh satu
orang aja? publik mencurigai bahwa aksi
ini dilandasi karena ee rasa sakit hati
alias balas dendam. Tapi ada juga yang
menduga kalau ini perihal bisnis alias
persaingan usaha. Dan dari informasi
terakhir dikabarkan ada mantan karyawan
dari korban yang sudah diperiksa oleh
polisi. Nah, kira-kira nih, Geng, ya,
motifnya kenapa nih, Geng? Di dalam
pembahasan kali ini, gua minta kalian
untuk mendengarkan sampai selesai. Nah,
nanti kalian bisa mengambil
kesimpulannya dari hasil rangkuman
pembahasan ini. Langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Geng, sebelum kita masuk ke dalam
kronologinya, ada baiknya nih ya kita
bahas dulu background dari keluarga yang
menjadi korban di dalam kasus ini.
Jadi, geng mereka ini adalah satu
keluarga yang terdiri dari lima anggota
keluarga. Yang pertama adalah Sahroni,
usianya 70 tahun. Anaknya bernama Budi
Awaludin, berusia 43 tahun. Istri dari
Budi sekaligus menantu dari Sahroni itu
bernama Uis. Dia ini e berusia 37 tahun
dan dua cucu dari Sahroni yang bernama
Ratu usianya baru 7 tahun dan yang satu
lagi masih bayi berusia 8 bulan. Yang
menurut informasi yang gua dapat di
media tribun, nama dari cucu yang
terakhir ini adalah Bella. Mereka ini
tinggal di satu rumah, Geng. Di mata
kerabat dekat, Sahroni itu dikenal
sebagai sosok yang pekerja keras dan
dermawan. Beliau merupakan pensiunan
pegawai bank yang kemudian memutuskan
untuk memiliki bisnis sarang burung
walet dan membuka toko beras. Nah, salah
satu kerabat Sahroni itu bernama Agus
Suhendi. Dia mengaku, ya, keluarga
Sahroni dikenal sebagai keluarga yang
baik, tidak pernah bermasalah dengan
warga sekitar atau jarang sekali
terdengar ada problem-problem yang berat
gitu, Geng. Dia juga memastikan tidak
ada perlakuan berbeda terhadap keluarga
Sharoni di lingkungan tersebut. Hubungan
mereka juga baik-baik aja dengan
masyarakat sekitar. Keponakan Sahoni
yang bernama Niko juga tidak pernah
mendengar kalau keluarganya Sahroni
pernah punya masalah dengan seseorang.
Namun ya pernah suatu waktu Shauni itu
sempat cerita kalau dia itu pernah
diajak untuk berbisnis cuma gak
diketahui lebih lanjut nih diajak
berbisnis tuh oleh siapa dan bisnisnya
itu dalam bidang apa. Dia enggak
menjelaskan dengan detail. Nah, sebelum
insiden naas ini terjadi, Budi juga
diketahui baru merayakan ulang tahun
ke-43 di tanggal 24 Agustus ee 2025.
Budi di saat itu merayakan ulang tahun
bersama dengan keluarganya dengan
makan-makan di restoran sederhana. Dan
itulah momen terakhir dari Budi ya
ketika merayakan ulang tahunnya bersama
dengan keluarga. Dan diketahui kalau
Budi ini lahir di Indramayu tanggal 24
Agustus 1982. Dan masa mudanya dipenuhi
dengan kebahagiaan lah. Dan dia dikenal
sebagai sosok yang ceria dan Budi
merupakan lulusan SMAN 2 Indramayu. Nah,
kemudian dia melanjutkan pendidikan di
STAI Said Sabik Indramayu. Dia lulus
dari sana dan Budi langsung bekerja di
sebuah bank syariah. Dia kemudian
menikah dengan UIS pada tahun 2010. dan
resepsinya itu digelar tanggal 10 April
2010. Lalu Budi memutuskan untuk keluar
dari ee pekerjaannya di bank dan membuka
usaha sembako. Jadi enggak cuma Sahroni
aja yang punya bisnis ini, tapi anaknya
si Budi bersama menantunya UIS ternyata
punya e bisnis juga yang mengikuti jejak
dari Sahroni. Dan terungkap juga, Geng,
kalau Budi dan Uis sebenarnya memiliki
tiga orang anak, namun anak pertamanya
itu meninggal dunia. Dan UIS sendiri
juga dikenal aktif di media sosial. Dan
di salah satu postingannya, UIS ini
sempat curhat mengenai anaknya yang baru
berusia 7 bulan di akunnya tersebut.
Nah, di sana UIS bercerita kalau dia
sempat keguguran sebelumnya. Nah,
mungkin yang dimaksud itu adalah anak
pertamanya, Geng, yang meninggal dunia
tersebut. Itu yang dia maksud. Terus,
Geng, dari informasi yang gua dapatkan
di media tribun gitu ya, UI ini sangat
aktif memposting video di akun
TikTok-nya. Terakhir kali dia posting
video di tanggal 24 Agustus 2025. Dan di
beberapa postingannya itu dia juga
sering mencurahkan isi hati seperti
sebelum melahirkan anaknya yang bernama
Bella. Anaknya yang masih berusia 7
bulan. Di dalam postingan itu, UIS
memperlihatkan ketika dia sedang hamil
besar dan menuliskan, "Masih nanya anak
siapa? Sebegitukah meragukannya bukti
cinta aku?"
Nah, jadi dia sempat posting itu. Nah,
lalu UIS juga memposting foto lagi
dengan kata-kata serupa. Terus ada juga
kata-kata yang terlihat seperti ee dia
sedang menyukai seseorang. Ada juga
curhatan dia yang seperti menyindir
orang-orang yang sedang mendekati dia.
Dan sementara itu setelah anaknya lahir,
Uwiis sempat curhat soal gombalan suami
orang yang mana menurut UIS orang yang
mengaku rindu kepada dia tapi malah
jalan pagi dengan istrinya. Nah, ini
agak membingungkan memang, Geng, ya.
Tapi itulah yang ditulis oleh Us. Coba
deh kalian cerna deh maknanya. Nah,
terus, Geng. Enggak cuma itu, UIS juga
sempat curhat perjuangannya dia saat
hamil anak kedua yang hampir lahir
secara prematur. Dan beruntungnya ya,
anaknya itu lahir dengan selamat dan
memiliki berat sekitar 4,5 kg di usia 1
bulan dan tumbuh menjadi anak yang
sehat. Terus geng, berdasarkan
keterangan dari salah satu anggota
keluarga mereka dikatakan karena Budi
ini berjualan sembako, jadi dia sering
melihat adanya mobil box atau pick up
yang datang. Bahkan beberapa hari
sebelum mereka ditemukan tidak bernyawa.
Sempat ada beberapa mobil bok yang
datang ke kediaman mereka. Mobil-mobil
tersebut cuma mengirim barang usaha
milik Budi seperti gula, pasir, dan yang
lain-lain. Nah, yang mana barang-barang
itu dijual kembali oleh Budi. Dan Sohib
melihat mobil bok yang terakhir kali
datang itu datangnya sekitar hari Jumat
atau hari Sabtu. Nah, sebelum peristiwa
terungkap dan walaupun dikenal tidak
punya masalah dengan warga sekitar,
Sohib ini mengaku keluarga Sahroni ini
dikenal cukup tertutup. Jadi, enggak
terlalu bergaul gitu. Aktivitas mereka
sehari-hari tidak banyak terlihat oleh
warga. Masyarakat sekitar cuma melihat
kalau anggota keluarga mereka naik motor
ke masjid seperti salat zuhur atau asar
ya ke masjid gitu. Dan selebihnya ya
dihabiskan waktunya tuh di rumah di toko
tempat jualan sembakau itu.
Haroni dikenal sebagai sosok yang baik
di lingkungan dan rajin beribadah ke
masjid dekat rumahnya.
Dan hal ini juga dikonfirmasi oleh
tetangga korban yang lain yang bernama
Sukarta yang mengaku jarang sekali
melihat aktivitas keluarga tersebut. Dan
lalu ada keterangan dari Taskuri selaku
lurah Paan yang menyatakan bahwa dia
tidak mengetahui banyak tentang
keseharian keluarga dari Sahroni ini.
Namun Sahroni sendiri masih sempat
terlihat di hari Jumat saat salat Jumat
yang kemungkinan di hari itu dia ya baru
dieksekusi itu di malam harinya atau
justru keesokan harinya setelah salat
Jumat itu. Dari semua kesaksian ya
itulah kesaksian sementara yang dapat
kita ambil dari ee para tetangga korban
ya. dan beberapa orang yang menceritakan
terkait sosok dari keluarga Sahroni
serta usaha yang mereka geluti. Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai bagaimana jenazah
para korban ini ditemukan.
Jadi, Gengs, semua ini berawal pada hari
Kamis tanggal 18 Agustus 2025 yang mana
pada saat itu memang belum terungkap apa
yang sebenarnya terjadi kepada keluarga
Sahuni ini. Di saat itu ada tetangga
mereka yang menghubungi UIS melalui
WhatsApp mengenai urusan sekolah anak.
Namun ketika itu tidak ada balasan dari
UIS. Nah, tetangganya itu memutuskan
untuk kembali menghubungi UIS keesokan
harinya. Cuma tetap aja, Geng, enggak
ada balasan dari UIS. Dan dari sini
sebenarnya tetangga udah mulai curiga
nih. Ditambah dengan kondisi rumah
Saroni yang terlihat sepi dan tidak ada
aktivitas yang terlihat. Maju ke hari
Senin sore tanggal 1 September 2025, di
waktu itu ibu-ibu yang merupakan teman
dari UIS itu sempat datang ke ee rumah
Saroni untuk memeriksa rumah tersebut.
Karena udah beberapa hari enggak ada
aktivitas yang terlihat di rumah itu.
Keluarga Sharoni enggak kelihatan sama
sekali. Enggak ada UIS, enggak ada Budi,
enggak ada Sharoni sendiri. Ditambah
lagi para tetangga sekitar ya sudah
mulai mencurigai karena dari rumah
tersebut tiba-tiba muncul aroma yang
busuk banget.
Diobrak sama suami saya tuh. Nah, udah
didobrak pintu depan itu baunya udah
enggak enak.
Nah, mereka tuh udah mulai merinding
tuh. Ini rumah orangnya enggak
kelihatan, enggak tahu di mana. Tapi
tiba-tiba itu rumah secara mendadak
mengeluarkan bau busuk. Nah, ini dari
mana asalnya? Pada saat beberapa orang
yang sudah berkumpul di depan rumah
Saroni yang udah penasaran banget dengan
bau busuk itu, mereka pun mencoba untuk
memanggil-manggil keluarga Sahroni.
Namun tetap enggak ada respon, enggak
ada jawaban. Karena tidak kunjung
menjawab panggilan dari warga, akhirnya
warga memutuskan untuk mendobrak pintu
rumah tersebut. Ketika berhasil masuk ke
dalam rumah, ada warga yang sempat
mencium bau busuk yang semakin
menyengat. Nah, warga kemudian mencoba
mencari tahu sumber bau itu. Aroma itu
tercium dari arah samping rumah. Di sini
nih mulai nih mulai orang-orang tuh udah
merinding, udah ada firasat yang aneh.
Dan kabarnya salah seorang warga melihat
ya ada jasad yang sudah terkubur tapi
kakinya menjulur ke atas. Tuh pertama
kali ditemukan.
Iya.
Tuh di situ saya buka baunya udah enggak
enak. H.
Nah, ada segini begini saya korek-korek
pakai peso tuh gagangnya tuh.
Iya.
Nah, saat ditelusuri bau tersebut
ternyata berasal dari gundukan tanah di
area perkarangan yang ada di rumah
Saroni tepatnya di bawah pohon nangka.
Dan di sanalah terlihat adanya kaki yang
menjulur tadi. Orang-orang udah mulai
curiga dan udah pahamlah ini pasti di
sini gitu. Dan akhirnya diputuskanlah
untuk digali gundukan tersebut yang
memang udah agak kelihatan ada sesuatu
di bawahnya. Namun di saat itu warga
belum menyangka kalau isinya itu enggak
cuma satu orang di situ. Setelah digali
ditemukanlah lima jenazah yaitu Shaoni,
Budi, Uista
cucunya. Mereka semua terkubur di dalam
satu lubang dengan kondisi yang sudah
membusuk. Wajahnya udah enggak jelas
sehingga diperkirakan mereka udah tidak
bernyawa beberapa hari sebelum
ditemukan. menjadi lama dan penemuan ini
langsung dilaporkan kepada pihak
kepolisian dan polisi dengan cepat
bergerak ke rumah Saroni. Dan
penyelidikan pun dilanjutkan oleh polisi
dengan memeriksa seluruh isi rumah. Di
dalam rumah, polisi menemukan cangkul,
spray berwarna biru, ember kecil, ee
sampai dengan terpal warna biru dengan
bercak cairan merah yang tertinggal di
sana. Berarti itu adalah bekas kekejian.
Dan jenazah mereka pun langsung dibawa
ke Rumah Sakit Bayangkara Lo Sarang,
Indramayu untuk kebutuhan identifikasi
serta otopsi. Nah, jadi kurang lebih
kayak gitu, Geng, kronologi ketika
kelima jenazah ini ditemukan, ya. Wah,
merinding banget. Gimana tuh ya perasaan
para tetangganya gitu. Mereka udah lama
penasaran, keluarga Shahuni ini enggak
terlihat. Sekalinya ditemukan dalam
kondisi yang mengenaskan. Nah, sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya nih mengenai misteri atau
kejanggalan dari kasus ini. Kita bahas.
Jadi, geng, mengapa kasus ini jadi
viral? Itu disebabkan karena masih
adanya misteri yang belum terjawab.
Setidaknya saat gua syuting video ini,
misteri tersebut masih belum terjawab
juga. Ditambah lagi ya dengan viralnya
aksi demo kemarin yang melibatkan satu
nama anggota DPR yang bernama Sahroni
juga. Jadi ketika headline di
pemberitaan ada nama Sahroninya,
orang-orang jadi penasaran. Dikirain
yang meninggal ini adalah Sahroni yang
DPR padahal bukan. Ya bisa-bisanya aja
ya media ya bikin clickbait-nya lah
gitu. Dan salah satu hal yang
benar-benar menjadi misteri nih Geng ya,
yaitu mengenai adanya kabar tentang dua
mobil pick up yang datang ke rumah
Sahroni sebelum jenazah keluarga ini
ditemukan. Beberapa warga sempat
menyaksikan bahwa ada dua mobil pickup
yang terparkir di depan rumah Sahoni
pada hari Rabu tanggal 27 Agustus 2025.
Dan mobil itu terlihat di waktu-waktu
dekat subuh, Geng. Warga yang melihat
keberadaan mobil pickup tersebut sempat
curiga. Namun, mereka mengira kalau
mobil pick up itu cuma mengirimkan
sembakau untuk tempat usaha sembakau
milik Budi. Nah, jadi mereka juga enggak
berusaha untuk bertanya atau gimana
gitu. Enggak ada yang mencurigakan. Nah,
kemudian UIS yang memang aktif di sosial
media pernah beberapa kali memposting
video dari mobil pick up di sekitar
rumahnya yang pada saat itu memang untuk
mengantar barang dagangannya Budi.
Bahkan di tahun 2023, mobil pick up
terlihat masuk ke dalam garasi rumah
Saroni. Mobil itu masuk lewat pintu
belakang yang menjadi lokasi kelima
jasad mereka terkubur atau ditemukan. Di
videonya UIS itu terlihat kalau mobil
pick up yang diposting itu memiliki plat
E893 PT dan warnanya itu putih. Mobil
terlihat mau keluar dari dalam garasi
dan UIS terus merekam mobil itu hingga
akhirnya keluar. Entah itu adalah mobil
yang sama atau tidak dengan mobil yang
dilihat oleh warga. Namun yang jelas di
saat itu ya ini ada hubungannya dengan
mobil-mobil pick up tadi. Nah, itu salah
satunya yang menjadi misteri tentang
mobil pick up itu. Keberadaan mobil pick
up ini aneh banget menurut orang-orang.
Nah, terus geng ada misteri yang lain
nih dari mobil sedan nih. Beda lagi. Ini
adalah mobil sedan milik Sahroni.
Setelah jenazah keluarga Sahroni
berhasil ditemukan oleh warga, warga pun
mulai mengulik barang-barang milik
keluarga Sahroni yang mana salah satunya
adalah mobil sedan yang biasa dipakai
oleh Sharoni dan keluarganya. Beredar
sebuah kabar kalau mobil sedan ini
sempat hilang, Geng. Di dalam rekaman
CCTV ada yang berhasil didapatkan, yaitu
terlihat kalau mobil milik Sharoni atau
mobil sedan tadi sedang bolak-balik di
tengah malam di wilayah Babadan pada
hari Selasa dini hari tanggal 2
September 2025. Pertanyaannya, siapa
yang ngebawa ya? Dan tujuannya apa
bolak-balik atau mondar-mandir di depan
rumah orang? Aneh banget. Terus ada
sebuah informasi yang gua dapat dari
sebuah akun Facebook yang bernama
Pamanukan Pantura Istimewa. Mobil yang
dikatakan sempat e terlihat
mundar-mandir tersebut dikabarkan juga
sempat bolak-balik pada pukul 1245 dini
hari sampai 1247.
Selang beberapa jam kemudian atau
tepatnya setelah subuh, mobil sedan
tersebut ditemukan warga terparkir di
Jalan Blok Kepuh, Desa Babadan,
Kecamatan Sindang. Terkait siapa yang
menggemudikan mobil itu dan mengapa
mobil itu pada akhirnya ditinggal kayak
gitu aja, itu sampai sekarang masih
menjadi misteri. Enggak ada yang tahu
siapa pemiliknya dan kenapa ditinggal.
Nah, ini janggal banget.
Terus yang terakhir nih, Geng, ya.
Terkait kabar kalau Saroni sempat
menerima tamu yang berasal dari
Tangerang. Hal ini disampaikan oleh
salah satu kerabat korban yang bernama
Ema. Di dalam keterangannya, Ema
menyebutkan sempat ada tamu dari
Tangerang. Namun, dia sendiri juga
enggak tahu apakah tamu itu ee sempat
nginap di rumah Saruni atau enggak.
Namun, tamu tersebut sempat disuguhi
ayam bakar yang dibeli di depan
rumahnya. Dan ada lima ayam bakar yang
dibeli pada saat itu. Dan pedagang ayam
bakar sempat bertanya, "Kenapa beli ayam
bakarnya banyak banget? Buat siapa?
Memangnya jumlah anggota keluarga Saroni
ini ada lima atau ya lagi ada tamu?"
Nah, kalau memang anggota keluarga
Sharoni ada lima, tapi kan Bella itu kan
masih kecil ya untuk makan ayam jadi
agak aneh gitu membeli ayam bakar sampai
lima gitu. Nah, namun pada saat itu
korban menjawab kalau ada teman atau
saudara yang sedang datang. Nah,
kejanggalan inilah mulai kayak
orang-orang tuh kayak mikir saudara yang
mana gitu. Kejanggalan lain juga datang
dari orang tua UIS yang dikabarkan ya
kalau ibunya UIS itu sempat menelepon
sambil menangis-nangis. Geng, ibunya UIS
ini bilang dia mau ke Indramayu dan
mencoba untuk menelepon UIS tapi UIS ini
enggak menjawab telepon. Padahal sudah
ada tamu dari Tangerang tadi yang sudah
lebih dulu sampai cuman UIS justru
enggak ada kabar. Ini aneh. Siapa tamu
yang dimaksud? Tapi belakangan ya, Geng.
Terkait kabar adanya tamu dari Tangerang
ini, sebenarnya pihak keluarga korban
itu udah memberikan klarifikasi yang
mana mereka meluruskan informasi yang
beredar soal sosok tamu dari Tangerang
ini. Menurut pihak keluarga, kabar
tersebut adalah informasi hoax atau
enggak benar. Ee keluarga bilang enggak
ada tuh tamu dari Tangerang tuh enggak
ada. Dan pihak keluarga mengungkap
sebelum jenazah keluarga Sahroni
ditemukan, keluarga sempat kehilangan
kontak dengan UIS terutama. Dan sejak
hari Jumat nomor HP UIS udah gak bisa
dihubungi alias gak aktif. Nah, salah
satu kerabat itu kemudian berusaha untuk
mencari informasi melalui Facebook dan
akhirnya berhasil menghubungi temannya
UIS yang merupakan seorang guru. Dan
setelah mendapatkan kabar kalau UIS
memang sudah beberapa hari hilang
kontak, nah pihak keluarga sempat
meminta bantuan kepada temannya Uis ya
untuk memeriksa rumahnya Saroni. Apakah
Uis baik-baik aja atau gimana? Dan
setibanya di lokasi, temannya UIS ini
bertemu dengan e seseorang kerabat lain
yang namanya Ema Geng. Mereka kemudian
masuk bersama-sama ke dalam rumah sampai
akhirnya ya Uis dan yang lain-lain
sekeluarga ditemukan dalam kondisi yang
sangat mengenaskan. Nah, oleh karena
banyaknya informasi yang enggak benar
yang beredar di sosial media, pihak
keluarga meminta untuk ya masyarakat
agar tidak membuat narasi yang
menimbulkan prasangka yang enggak baik
karena itu bakal menambah luka bagi
pihak keluarga. karena ya keluarga
sedang berduka akibat ditinggalkan.
Nah, jadi itu adalah beberapa misteri
yang meliputi kasus dari penghilangan
nyawa keluarga Shaoni ini. Sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan yang
lain yaitu mengenai dugaan pelaku serta
motif kasusnya.
Jadi, Geng, karena misteri-misteri tadi
masih belum terpecahkan, hingga saat ini
ketika gua syuting, publik pun mulai
berspekulasi terkait pelaku dan motif
dari aksi ini. Publik mencurigai kalau
aksi penghilangan nyawa ini dilakukan
oleh anak angkat Shaoni. Siapa itu anak
angkatnya? Terus ada juga isu yang
menyebutkan kalau aksi ini dilakukan
oleh sopirnya Sharoni. Yang mana nih
sopirnya? Dan semua ini diperkuat dengan
mobilnya Shahroni yang diduga ditemukan
bukan di rumahnya melainkan di tempat
lain. Jika anak angkatnya yang melakukan
dicurigai ini motifnya adalah berkaitan
dengan warisan. Sementara jika pelaku
yang dicurigai adalah supirnya ini
berdasarkan isu yang beredar ya.
Kemungkinan supirnya ini sakit hati
akibat diancam akan dipecat dan mungkin
karena dia merasa enggak terima sehingga
dia memutuskan untuk menghabisi nyawa
Sharoni serta keluarga. Nah, tapi ini
baru rumor semuanya ya, Geng. rumor yang
beredar di media. Namun, polisi sampai
saat ini masih belum menyebut siapakah
dalang di balik aksi ini, Geng. Dan
polisi berkomitmen bakal menelusuri
lebih jauh mengenai informasi sekecil
apapun yang dimiliki oleh siapapun,
termasuk warga sekitar serta orang-orang
yang mengenal keluarga ini. Dan kalau
berdasarkan pengalaman dari Adrianus
Meliala sebagai kriminolog Universitas
Indonesia, ketika melihat kasus ini
sebenarnya ada tiga kemungkinan
motifnya. Salah satunya adalah dendam
ya. yang mana hal ini dikarenakan
penghilangan nyawa yang dialami oleh
seluruh anggota keluarga adalah sebuah
manifestasi dendam kesumat dari seorang
pelaku yang luar biasa besar. Terus yang
kedua, adanya pertengkaran nih
kemungkinan karena motif ekonomi. Nah,
Pak Adrianius ini menduga kalau pelaku
awalnya terlibat cekcok dengan salah
satu anggota keluarga dan berakhir pada
aksi penghilangan nyawa. Dan mungkin
ketika itu ya dia hanya berurusan dengan
satu orang, tapi karena ketahuan maka
dia memutuskan untuk sekaligus
menghabisi satu keluarga aja. ya si
pelaku ini ya mungkin hubungannya masa
doang cuma karena ya takut ketahuan dia
habisilah semuanya dan kemungkinan yang
ketiga Pak Adrianus ini menduga kalau
aksi penghilangan nyawa ini dilakukan
secara bertahap jadi aksi pengeksekusian
ini tidak dilakukan berbarengan atau
dilakukan dengan orang yang berbeda
dengan motif yang berbeda juga dan hal
ini dikaitkan dengan adanya korban yang
masih kecil yang ikut dihabisi juga yang
mana ini juga berkaitan dengan aksi
kekerasan gitu-gituan. Nah, tapi itu
masih dugaan ya, Geng. Belum motif yang
sebenarnya yang mana motif sebenarnya
itu belum dibeberkan oleh pihak
kepolisian.
Namun kan dari salah satu motif itu kan
ada motif ekonomi nih, Geng. Nah, tapi
rasa-rasanya agak enggak masuk akal,
Geng. Sebab faktanya kalau dari
informasi yang gua dapatkan di media
tribun, ada salah satu saksi yang ada di
TKP bernama Ayu yang menyebutkan
beberapa barang milik korban itu masih
utuh di rumah tersebut. Jadi enggak
diambil. Kalau dikatakan motif ekonomi
pasti barang-barangnya udah dirampok,
udah diambil. Dan jika benar motifnya
karena ekonomi, pelaku pasti bakal
cenderung untuk menghabisi nyawa korban
dan enggak mau rugi juga. Barang-barang
berharga seperti mobil, perhiasan,
sertifikat rumah, dan lain-lain pasti
udah disikat. Nah, tapi mobil korban
memang sempat dibawa ya pada akhirnya
ditinggalkan begitu aja. Ini juga aneh.
Mana ada gitu orang mau ngerampok, hasil
rampokannya dibuang lagi. Jarang-jarang.
Jadi janggal banget motifnya kalau
misalkan ini dituduh ya mengarah kepada
ekonomi. Sementara sejauh ini belum ada
barang yang hilang dari rumah tersebut.
Dan sejauh ini polisi sudah memeriksa 11
saksi yang terdiri dari warga sekitar,
keluarga sampai ke mantan karyawan dari
keluarga ini. Dan pihak kepolisian yang
menangani kasus ini yaitu Polres
Indramayu juga sudah mendapatkan
dukungan penuh dari Polda Jabar dan juga
Bares Krim Polri. Sejak kasus ini
mencuat di tanggal 1 September, olah TKP
sudah dilakukan sebanyak empat kali,
Geng. Dan di saat ini juga kelima korban
sudah dimakamkan di pemakaman keluarga
besar Mukasin sesuai dengan permintaan
dari Syahroni yang dia wasiatkan ketika
dia masih hidup. Dia ingin ketika
meninggal disatukan dengan keluarga
besar Mukasin. Proses pemakaman pun
berlangsung haru dan diwarnai dengan
tangis keluarga. Ratusan pelayat juga
ikut mengiringi pemakaman keluarga
tersebut dan hasil otopsinya ya otopsi
dari keluarga ini juga belum keluar di
saat itu. Nah, jadi sampai saat ini
orang-orang masih menunggu nih ee hasil
dari otopsi agar bisa mengetahui
penyebab dari meninggalnya mereka semua.
Dan untuk kasus ini gua pengen ngajak
kalian ya mari sama-sama kita doakan
agar para korban ditempatkan di tempat
yang terbaik di sisi yang maha esa, di
sisi Allah Subhanahu wa taala dan
kasusnya segera terungkap. Amin ya
rabbal alamin.
Nah, jadi kurang lebih itulah dia, Geng
ya, sebuah fenomena atau sebuah kasus
yang menimpa keluarga dari Syahroni dan
anaknya Budi serta menantunya Usis dan
dua orang cucunya. Dan kalau dari
penjelasan gua ini ya, menurut kalian
nih kira-kira motif dari kasus ini
kenapa dan kalian punya tebak-tebakan
enggak kira-kira pelakunya itu siapa,
Geng? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:42 UTC
Categories
Manage