Transcript
Qw4x8yT7KpA • ISU KEBERADAAN GENG SOLO ! BENAR ATAU FITNAH ?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1527_Qw4x8yT7KpA.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kemarin kita sudah eh membahas
tentang salah satu orang yang cukup
dibicarakan saat ini. Orang yang
disebut-sebut sebagai konglomerat dan
menjadi eh salah satu aktor di balik
aksi demo kemarin. Buat yang belum
nonton, boleh nonton dulu kontennya
tentang Riza Chahlid. Nah, ternyata geng
ya banyak isu-isu lain yang masih bisa
kita angkat lagi tentang kejadian di
negara kita ini. Salah satunya adalah
tentang sebuah istilah yang dinamakan
dengan geng Solo.
Artinya berhentilah Pak Prabowo mengasuh
ya
geng Solo ini ya kan biasa
ee pelaku atau provokator atau pihak
yang menyusup terhadap demonstrasi itu
adalah geng Solo, Pak Jokowi dan
teman-teman. Liar sekali itu pikirannya
ya.
Saya menduga kekuatan-kekuatan itu ya
tidak lepas dari geng Solo.
Geng Solo ini ya bukanlah sebuah
kelompok biasa ya. Mereka adalah
orang-orang berpengaruh yang sanggup
untuk mengguncang dan membuat sebuah
gejolak politik di Indonesia. Begitu
isunya. Nah, mungkin buat kalian yang
mengikuti berita politik selama beberapa
waktu terakhir tentunya udah enggak
asing lagi dengan kalimat atau nama e
geng Solo ini serta tokoh-tokoh yang
masuk ke dalam anggota geng yang
disebut-sebut ini. Nah, keberadaan geng
Solo saat ini di pemerintahan
disebut-sebut menjadi sosok bayangan
yang mengontrol negara. Dan mereka
memang bukan pemimpin negara, namun
mereka memiliki orang-orang di banyak
posisi-posisi penting yang sanggup untuk
melawan stabilitas dari pemerintahan
saat ini. Nah, ini juga bisa menimbulkan
kekacauan dan bisa ya memanfaatkan
masifnya sosial media untuk menyebarkan
narasi yang berbeda dengan kenyataannya.
Fenomena ini dianggap sebagai keberadaan
matahari kembar yang satu sama lain
saling berusaha ingin mempertahankan
kekuasaannya. Nah, namun yang jadi
masalahnya, Geng, jika memang benar ada
yang namanya geng solo dan e sesuai
dengan tuduhan saat ini ya, sesuai
dengan isu-isu yang beredar di media
bahwa mereka ini adalah dalang di balik
semuanya, ya berarti kekacauan di
Indonesia saat ini hanyalah perseturuan
para elit penguasa di atas sana yang
mana rakyat ya cuma menjadi senjatanya
gitu kan dan ya rakyat selain menjadi
senjata juga menjadi korbannya. Nah,
tapi ya apakah benar isu ini ada? Nah,
di sini gua pengin ajak kalian untuk
membahas hal ini. Dari beberapa sumber
yang gua dapatkan di banyak
artikel-artikel. Di sini gua merangkum
semuanya, tapi sebelumnya gua disclaimer
dulu bahwa pembahasan ini bukan hasil
dari investigasi gua pribadi atau opini
mentah dari gua. Enggak. Semuanya gua
rangkum dari pemberitaan yang ada di
media. Nah, untuk kebenarannya kalian
bisa cek sendiri, kalian bisa searching
sendiri lewat Google, lewat ee
artikel-artikel media elektronik atau
dari manapun. Nah, kalian bisa
memastikannya sendiri. Tapi untuk lebih
mempersingkat ya kan untuk lebih membuat
ini menjadi praktis ya gua rangkumkan
untuk kalian. Kalian bisa dengarkan
sampai selesai. Dan tujuan pembuatan
konten ini tidak bermaksud untuk
menyudutkan pihak manapun. Ini murni
hanya untuk informasi dan semoga bisa
menjadi edukasi untuk kita semua.
Sekarang kita akan bahas apa itu geng
solo. Langsung aja. Halo, geng. Welcome
back to Kamar Jerry.
[Musik]
Geng, geng, untuk pembahasan yang
pertama kita akan bahas dulu soal
eksistensi geng solo.
Jadi, geng, geng solo ini menjadi salah
satu oknum ya kabarnya yang mana mereka
dianggap sebagai dalang di balik aksi
demo. Nah, ini yang lagi tersebar di
media saat ini. Sudah banyak juga
orang-orang yang secara gamblang
menyebutkan sebutan ini di TV nasional
sampai ke platform seperti YouTube. Di
dalam program TV yang dipimpin oleh
Aiman Wicaksono di mana pada saat itu
mengundang tokoh-tokoh dari berbagai
kalangan untuk mengutarakan pendapat
mereka mengenai aksi demo kemarin. Nah,
ada salah satu dari narasumber yang
bernama Pangi Syarwi Chaniago. Dia ini
adalah dosen sekaligus pengamat politik.
Dia secara terang-terangan menyebutkan
dalam acara tersebut yang disiarkan
secara live kalau semua kekacauan ini
terjadi karena adanya geng Solo serta
keberadaan dari matahari kembar. Kalian
bisa lihat sendiri nih cuplikannya.
Artinya berhentilah Pak Prabowo mengasuh
ya
geng Solo ini ya kan? Ya kan? Loyalitas
ganda itu enggak bisa apalagi matahari
kembar. Ya,
menurut dia hal ini bukan lagi sekedar
perdebatan istilah, melainkan sudah
menjadi masalah mendasar yang bisa
memicu keretakan politik karena tidak
dikelola dengan baik. Nah, bagi Pak
Pangi ini dia bilang ya dalam dunia
politik loyalitas tidak bisa bercabang.
Sebab kalau ada loyalitas ganda alias
orang yang berdiri dua kaki gitu ya,
yang terjadi bukanlah harmoni melainkan
kekacauan. Nah, beliau juga menjelaskan
lagi bahwa istilah dari geng Solo muncul
bukan tanpa sebab. Karena dari
pandangannya dia, publik mulai merasakan
adanya tarik-menarik kepentingan di
sekitar lingkaran elit yang memicu
munculnya matahari kembar ini. Kalau ini
tidak segera dibereskan, akan muncul
ruang abu-abu di mana pejabat
seolah-olah memiliki dua pusat gravitasi
dan itu bahaya banget. Lebih lanjut
lagi, Pak Pangi menyinggung bahwa
persoalan ini semakin sensitif karena
berkaitan dengan kondisi sosial
masyarakat. Dan menurut dia, publik
merasakan jarak antara elit politik
dengan kehidupan sehari-hari mereka yang
mana mereka hidup bergelimangan harta
sementara rakyat menghadapi beban pajak
yang begitu besar dan kesulitan ekonomi.
Para elit ini dianggap tidak peka
terhadap kondisi masyarakat yang sedang
kesulitan sehingga memperbesar
kekecewaan rakyat. Dan untuk itu, Pak
Pangi juga mengingatkan bahwa kekecewaan
yang tidak direspon dengan baik itu bisa
berubah menjadi energi kolektif yang
turun ke jalan. Ya, seperti kemarin
terjadilah demo dan beliau menilai bahwa
aksi massa yang terjadi beberapa waktu
ini harus dilihat dan dipahami. Bukan
sebagai peristiwa spontan, melainkan ini
adalah reaksi atas akumulasi perasaan
publik terhadap kebijakan dan sikap para
elit. Di akhir kalimatnya, Pak Pangi ini
menekankan pentingnya ketegasan Presiden
Prabowo untuk meredam kegaduhan politik
sekaligus memastikan arah kepemimpinan
ee tetap tunggal ya agar tidak muncul
kesan adanya matahari kembar.
Ini gua tekankan ya, matahari kembar itu
ibaratnya tuh ada dua titik yang
menerangi bumi, ada dua titik yang
menerangi Indonesia. Itu enggak boleh.
Harus ada satu aja gitu supaya satu
inilah yang menjadi kiblatnya, yang
menjadi arahnya gitu. Dan enggak cuma
Pak Pangi aja, Geng. Salah satu
contonent kreator yang sering memberikan
edukasi kepada netizen sejak aksi di
tanggal 25 Agustus yaitu Guru Gembul.
Ya, shoutout buat Pak Guru. Terima kasih
banget buat informasi-informasinya. Pak
Guru Gembul ini sudah mencurigai bahwa
ada dalang yang menggerakkan aksi ini.
Dan hal ini terlihat dari kerusuhan yang
terjadi di berbagai daerah sampai
menelan korban jiwa yang menjadi bukti
nyata bagi pergeseran karakter demo dari
damai menjadi anarkis. sebuah pola yang
jarang terjadi tanpa adanya provokasi
dari pihak lain. Di videonya yang lain,
Pak Guru Gembul ini secara jelas
menyebutkan kalau ada yang menduga bahwa
aksi di tanggal 25, 28, 29 serta segala
kekacauan yang terjadi disebabkan karena
ulah dari geng Solo tadi.
Ternyata banyak sekali ee
pikiran-pikiran liar dari masyarakat.
Ada yang mengatakan bahwa ee pelaku atau
provokator atau pihak yang menyusup
terhadap demonstrasi itu adalah geng
Solo, Pak Jokowi dan teman-teman. Liar
sekali itu pikirannya ya.
Nah, jadi udah dua orang nih yang
menyebutkan soal geng Solo. Yang pertama
Pak Dosen, yang kedua Pak Guru. Nah,
sebenarnya Geng sebutan geng Solo ini
bukanlah sebuah sebutan baru. Sebutan
ini pertama kali dicetuskan tahun 2019
oleh Neta Pane selaku ketua Indonesian
Police Watch atau IPW. Konteksnya pada
saat itu dikarenakan penunjukan Nana
Sujana sebagai Kapolda DKI Jakarta. Ya,
Neta ini memandang penunjukan Nana
sebagai Kapolda didasarkan bukan
berdasarkan kompetensi semata, namun
karena hubungan kedekatannya beliau
dengan Pak Jokowi. Sebab Neta memandang
bahwa prestasi Pak Nana ini relatif
biasa aja dan tidak ada yang menonjol
katanya. Jadi istilah itu awalnya cuma
merujuk kepada anggota polisi yang
menjabat sebagai Kapolri atau wakil
Kapolres Solo pada masa jabatan Pak
Jokowi sebagai walikota. Nah, namun
setelah beberapa kali pengangkatan
perwira tinggi militer dari Solo,
istilah tersebut jadi semakin luas,
Geng. dengan mengikut sertakan perwira
yang merupakan komandan distrik militer
atau Dandim Surakarta atau komandan
pangkalan udara TNI AU Adi Sumarmo dan
Lanut Adi Sumarmo di Solo pada masa
jabatan walikotanya Pak Jokowi. Nah,
kemudian Neta juga ikut menyoroti
penunjukan irjen polisi Listio Sigit
Prabowo yang pada saat itu ditunjuk
untuk menjabat sebagai kabar es krim.
Dulunya, Geng. Beliau ini sempat
menjabat sebagai Kaporesta Solo dan juga
menjadi ajudannya Pak Jokowi.
Nah, jadi mulai dari sinilah publik itu
mulai menduga kok semuanya yang berasal
dari Solo, kok semuanya yang apa ya,
yang pernah menjabat di era Pak Jokowi
masih walikota di Solo sekarang pada
naik ke pusat semua. sekarang pada punya
jabatan semua di saat Pak Jokowi e masih
presiden ya. dari Pak Jokowi masih
presiden sampai sekarang anaknya jadi
wakil presiden. Nah, jadi orang-orang ya
mulai menganggap adanya sebuah geng yang
berasal dari Solo. Jadi muncullah
kalimat atau julukan geng Solo ini dan
mulailah tersebar isu bahwa orang-orang
ini dianggap sebagai alat politik bagi
Pak Jokowi untuk melanggengkan
kekuasaannya dengan menempatkan
orang-orang terdekat dan terpercayanya
di berbagai posisi strategis di
Indonesia. Nah, jadi secara enggak
langsung ya isu ini merujuk kepada Pak
Jokowi sebagai pemimpin dari geng Solo
tersebut. Begitulah isu yang beredar
sekarang. Gimana menurut kalian? Kalian
sepaham enggak dengan hal itu? Kalau gua
jujur aja ya, gua tuh belum paham-paham
banget ya karena ini kan politik yang
dalam banget sebenarnya. Tapi apa yang
gua baca dari media-media ya tertera
seperti itu ya. Balik kepada kalian lagi
geng. Kalian bisa menilai sendiri.
Kira-kira kalian setuju enggak dengan
julukan geng Solo ini atau ini hanya
sebuah kebetulan aja? Coba deh
tinggalkan komentar di bawah. Dari
sebuah artikel dari media Tempo itu
menyebutkan ada peneliti dari Murdog
University yang ada di Perth Australia
yang bernama Jackie Berker yang
menyebutkan bahwa Pak Jokowi
memanfaatkan polisi yang pernah dekat
dengan dia untuk kepentingannya sebagai
presiden. Nah, ini yang ngomong peneliti
dari Australia ya, Geng. Bukan orang
Indonesia. Deal-dealnya kata dia adalah
polisi-polisi tersebut bakal meroket
dalam arti jenjang karirnya yang akan
meningkat. Tapi di satu sisi Pak Jokowi
bisa berkuasa dengan menaruh banyak
orang kepercayaannya di berbagai posisi
strategis. Wah, emang bisa kayak gitu
ya, Geng? Ya, tapi ya ini peneliti dari
Australia yang ngomong ya. Salah satu
contohnya adalah barker ini menyoroti ya
jenjang karir dari Pak Listio Sigit yang
di saat ini sudah menjabat sebagai
Kapori katanya. dan beliau dipilih oleh
Pak Jokowi untuk menggantikan Jenderal
Idam Aziz. Pak Idam ini merupakan
lulusan Akpol tahun 1988 sementara Pak
Sigit lulus tahun 1991. Nah, itu artinya
penunjukan Pak Listio Sigit oleh Pak
Jokowi melompati dua angkatan untuk bisa
menjadikan Pak Listio sebagai Kapoli.
Kemudian beker ini juga menyoroti Nana
Sujana geng. Meskipun di saat ini sudah
pensiun dari kepolisian, beliau ini
ditunjuk menjadi pejabat Gubernur Jawa
Tengah ketika Pak Jokowi menjabat
sebagai presiden di periode keduanya.
Dan sementara itu untuk karir dari
Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi yang
pada saat itu menjadi wakil kepala
Polesta Surakarta dan mendampingi Pak
Listio Sigit juga ikut meroket. Nah,
padahal Pak Lutfi ini bukan lulusan dari
Akademi Kepolisian atau Akpol, tapi
pangkatnya bisa mencapai bintang dua dan
sempat menjabat sebagai Kapolda Jawa
Tengah. Nah, semua pernyataan ini dari
si peneliti asal Australia ini bisa
kalian baca di artikel ini.
Nah, jadi itu, Geng isu yang beredar
dari si peneliti tersebut ya. Kira-kira
gimana tuh menurut kalian? Terus, geng,
di bulan Juni 2024, Polri mengumumkan
bahwa Pak Ahmad Luthfi itu dicalonkan
sebagai Inspektur Jenderal Kementerian
Perdagangan. Jen Ahmad Luthfi dimutasi
dari Kapolda Jawa Tengah menjadi Pati
Itu Sumpri untuk penugasan di
Kementerian Perdagangan.
Nah, pengangkatan ini dimungkinkan
melalui Undang-Undang TNI Polri yang
disahkan beberapa bulan sebelum
pencalonannya dia dan membuka jalan bagi
aparat untuk bisa menduduki jabatan
sipil. awalnya tuh enggak bisa, tapi ya
dibuatlah aturannya, dirubahlah
aturannya ketika mendekati pencalonannya
ini. Dan meskipun ditentang keras,
pencalonannya tetap berlanjut dan beliau
akhirnya dilantik sebagai Inspektur
Jenderal Kementerian Perdagangan pada
tanggal 14 Agustus 2024. Nah, ketika
pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah pada
27 November 2024, Pak Ahmad Luthfi ini
dicalonkan bersama dengan Tasyin Maimun
dan berhasil memperoleh suara sebesar
59,14%
sehingga beliau menang dan menjadi
Gubernur Jawa Tengah di saat itu.
Memang, Geng, ya ini negara demokrasi,
semua orang boleh ikut serta di dalam
politik. Namun sebebas-bebasnya negara
demokrasi tetap memiliki batas. Nah,
seperti aparat yang ingin menduduki
jabatan sipil harus pensiun terlebih
dahulu dari instansinya. Nah, sementara
yang terjadi kepada Pak Ahmad Luthfi ini
langsung bisa merangkap jabatan sebagai
aparat sekaligus pejabat sipil di
Kementerian Perdagangan. Dan itulah yang
diprotes oleh masyarakat. Peneliti dari
imparsial yang bernama Husein Ahmad
mengatakan bahwa Pak Jokowi memang
memiliki hak untuk menunjuk pejabat
kepolisian. Namun, adanya orang-orang
spesial yang disebut sebagai bagian dari
geng Solo tadi di institusi kepolisian
yang akan mengganggu prinsip
meritokrasi. dengan istilah lain ya,
cuma kelompok itulah yang akan
mendapatkan privilege sementara yang
lain tidak mendapatkan kesempatan atau
privilege tadi. Jadi kalau dari yang gua
jelaskan ini yang dimaksud dengan geng
solo adalah orang-orang yang berada di
lingkungan Pak Jokowi yang kemudian
diangkat menjadi pejabat oleh beliau dan
bukan serta-merta sebagai hadiah dengan
mengangkat mereka menempati jabatan
tinggi, tapi di sisi lain sebagai ya
salah satu cara agar bisa mempertahankan
kekuasaan. Begitulah anggapan publik.
Dan terus siapa saja nih yang masuk ke
dalam daftar geng Solo yang
digadang-gadang oleh publik ini sudah
terbentuk secara kasat mata. Nah,
informasi ini gua ambil dari berbagai
berita yang ada di internet, Geng. Salah
satunya dari media Kompas nih. Di dalam
artikelnya disebutkan ada beberapa
petinggi TNI dan Polri yang pernah
bertugas di Solo, tepatnya ketika Pak
Jokowi menjabat sebagai walikota Solo di
tahun 2005 sampai 2012. Yang pertama ada
Pak Hadi Cahyanto. Nah, beliau diketahui
pernah bersama Pak Jokowi ketika menjadi
walikota Solo pada tahun 2010. Pak Hadi
di saat itu menjabat sebagai komandan
lanut Adi Sumarno dan mulai dari tahun
2010 sampai
11. Nah, saat itu beliau masih
berpangkat kolonel dan saat Pak Jokowi
menjadi presiden, Pak Hadi dipercaya
menjabat sebagai kepala Staf udara atau
KSA dari tahun 2017 sampai 2018. Hanya
menjabat setahun. Beliau langsung
dipercaya menjabat sebagai panglima TNI
di tahun 2018 menggantikan Jenderal
Gatot Nurmantio. Nah, beliau pensiun
dari militer dengan pangkat Marsekal di
tahun 2021 dan posisinya sebagai
panglima TNI digantikan oleh Jenderal
Andika Perkasa yang sebelumnya menjabat
sebagai KSAD. Nah, walaupun sudah
pensiun ternyata tidak membuat
hubungannya beliau dengan Pak Jokowi
menjadi renggang. Di tahun 2022 Pak
Jokowi mempercayakan Pak Hadi sebagai
Menteri Agraria.
Nah, itu adalah orang pertama yang
dianggap sebagai anggota geng solo. Oke,
terus yang kedua nih ya ada Maijan Widi
Prasetiono.
Nah, beliau ini diketahui pernah
menjabat sebagai komandan Kodim 0735
Surakarta pada tahun 2011 sampai 2012.
Ketika Pak Jokowi menjabat sebagai
presiden di periode pertama, Pak Widi
ini dipercaya untuk menjadi ajudan di
tahun 2014 sampai 2016 dengan pangkat
kolonel. Setelahnya beliau perlahan
dipercaya untuk mengemban sejumlah
posisi strategis di TNI AD. Mulai dari
komandan Korem 074 Waras Stratama dari
tahun 2017 sampai 2018 terus jadi
komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma
tahun 2018 sampai 2019 sampai dengan
Kepala Staf Kodam 4 Diponegoro tahun
2020 sampai 2022. Nah, di tahun yang
sama Pak Widi mendapatkan promosi
jabatan dengan menduduki posisi sebagai
komandan Jenderal Kopasus dan setelahnya
beliau dipromosikan lagi menjadi
panglima Kodam 4 Diponegoro. Nah, jadi
itu adalah orang yang kedua. Gimana
menurut kalian, Geng? Gokil-gokil ya
orangnya berpowerpower gitu ya. Terus
yang ketiga nih, Geng, ada Jenderal Agus
Subianto. Nah, kalau beliau ini ketika
Pak Jokowi masih jadi walikota Solo, Pak
Agus menduduki posisi sebagai komandan
Kodim 0735 Surakarta. Saat Pak Jokowi
menjabat sebagai presiden, secara tidak
langsung ini berdampak terhadap karir
beliau, Geng. Hal ini bisa dilihat dari
melesatnya karir beliau di beberapa
jabatan ketika berstatus sebagai perwira
TNI AD. Mulai dari menjabat sebagai
Komandan Korem 01 Surya Kencana dan
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden
atau Pas Pampres tahun 2020 sampai 2021.
Dan di saat ini Pak Agus menjabat
sebagai panglima TNI dari tahun 2023.
Tiga orang lainnya udah gua sebutkan
sebelumnya, yaitu ada Jenderal Listio
Sigit Prabowo, Irjen Ahmad Luthfi, terus
ada Pak Nana Sujana. Nah, dari sini kita
bisa membayangkan ya, Geng, betapa
powerful-nya geng Solo kalau memang
orang-orang yang gua sebutkan tadi ya
sesuai dengan isu yang menyebar di
publik ya, memang ini orangnya gitu.
Wah, gila banget ya kan semuanya punya
power. Nah, terus coba kalian ingat,
Geng, soal pembahasan gua ketika aksi
tanggal 25 Agustus aksi demo kemarin.
Banyak yang menduga kalau aksi di saat
itu aneh dan tidak organik, katanya.
Soalnya bukan berdasarkan gerakan yang
dilakukan oleh rakyat karena tidak
adanya aliansi dari mahasiswa dan buruh
untuk aksi. Mulai dari sini muncul
spekulasi kalau geng Solo lah yang
menggerakkan hal tersebut. Nah, tapi
benarkah demikian? Ini kan soalnya rumor
ya atau isu yang beredar di masyarakat
tentang geng Solo ini. E, gua secara
pribadi tidak bisa membenarkan. Kalian
juga mungkin masih meraba-raba. Mungkin
ada baiknya sekarang kita bahas mengenai
ee benarkah ada keterlibatan orang-orang
yang disebut dengan geng solo ini di
balik aksi tanggal 25 Agustus. Coba deh
kita bahas.
Jadi, geng, pembahasan soal aksi di
tanggal 25 Agustus udah gua bahas di
video sebelumnya. Kalian bisa nonton.
Nah, karena pembahasan ini berkaitan
dengan aksi tersebut, ada baiknya
ditonton dulu. Nah, namun intinya geng
ya, banyak pihak yang menduga kalau aksi
di saat itu seolah-olah bukan digerakkan
secara organik atas keinginan dari
masyarakat, melainkan semacam ada
provokator atau dalang lain yang menjadi
otak dari aksi tersebut. Nah, ini asumsi
dari mana? Nah, gua akan menjelaskan
satu persatu tentang rumor ini. Kalian
bisa menilai sendiri ini benar atau
enggak. Yang pertama nih, aliansi besar
mahasiswa seperti BMSI serta Serikat
Buruh sudah mengatakan tidak ikut turun
pada aksi tanggal 25 Agustus. Dan sampai
saat ini masih belum ada aliansi atau
serikat yang mengklaim sudah
mengkoordinir aksi di tanggal 25 itu.
Jadi, siapa yang mengkoordinir? Siapa
yang mancing duluan? Siapa yang ngajak
massa untuk berdemo di tanggal 25 itu?
Itu masih jadi pertanyaan. Kalau yang
tanggal 29 udah pasti itu buruh ya kan
emang di hari buruh gitu. Tapi yang
tanggal 25 siapa?
Terus yang kedua, tidak adanya tuntutan
yang jelas soal aksi tersebut. Memang
isu yang dibawa jelas soal tunjangan
gaji DPR yang begitu besar. Namun, tidak
adanya tuntutan yang jelas menjadi
keinginan dan alasan mengapa aksi itu
bisa terjadi. Kita bandingkan dengan
tuntutan yang terjadi di tanggal 28 dan
29 yang gua sebutkan tadi yang memang
dikoordinir oleh serikat buruh. Kemudian
tuntutan yang diberikan setelah pecahnya
aksi dan tindakan represif dari aparat
di tanggal 28, 29 dan setelahnya di mana
tertulis dengan jelas berbagai tuntutan
yang diberikan kepada pemerintah.
Sementara yang di tanggal 25 enggak
jelas nuntut apaan. Apa aja yang
diberikan di saat aksi berlangsung
enggak tahu. Pokoknya rusuh aja.
Tuntutan ini bukan sekedar tulisan aja,
Geng. Sebab ini merupakan pesan penting
yang harus disuarakan kepada seluruh
rakyat agar fokusnya tidak terpecah di
luar tuntutan yang sudah disusun.
Ibaratnya demo bukan sembarang demo.
Jadi demo itu harus ada tujuannya. Demo
itu udah harus ada yang dituntut tuh apa
keinginan masyarakat tuh apa. Terus yang
ketiga nih, justru yang paling keras
untuk turun aksi di tanggal 25 Agustus
adalah akun-akun perseorangan yang
selama ini justru sering membuat
postingan yang mendukung pemerintah.
Aneh banget enggak tuh? Atau di dalam
kata lain akun-akun yang apa ya
menggelegar banget menyuarakan ayo demo
ayo turun ke jalan. itu adalah akun-akun
e yang dikenal oleh netizen sebagai akun
buzer, Geng.
Boleh cek sendiri faktanya. Dan yang
keempat, ada informasi-informasi yang
tidak benar soal aksi tersebut yang
dibuat untuk memancing agar orang-orang
ingin berpartisipasi di dalam aksi itu.
Di dalam hal ini, seorang public figure
atau content kreator juga ya yang sering
memberikan edukasi nih kepada kita
rakyat Indonesia yaitu Mas Feri Irwandi.
Dan dia ini dikenal vokal banget dalam
menyampaikan aspirasi rakyat. Dia
membuat sebuah postingan berupa
screenshot tweet dari akun-akun X yang
mendukung aksi di tanggal 25 Agustus
yang mana ternyata selama ini akun-akun
tersebut memang sudah diidentifikasi
sebagai buzer oleh netizen. Yang
mengagetkannya adalah di salah satu
akunnya ada Hera Leps, akun yang
disebut-sebut paling vokal sebelum dan
sesudah aksi 25 Agustus berlangsung.
Sehingga dari sanalah Feri Irwandi
memiliki kesimpulan yang mengatakan
bahwa sebenarnya gerakan itu malah
diinisiasi oleh internal pemerintah itu
sendiri. Wuh, kacau enggak tuh, Geng?
Terus, Geng, masih ada alasan lain lagi
kenapa aksi tersebut diduga merupakan
buatan dari ee kelompok yang disebut
dengan geng Solo tadi. Informasi ini gua
ambil dari media KBA News yang
menyebutkan ada beberapa hal yang bisa
menjadi alasan mengapa geng Solo lah
yang diduga sebagai dalangnya. Yang
pertama nih, orang-orang dari geng Solo
tidak ada yang muncul di aksi 25
Agustus, baik sebelum maupun pada saat
aksi. Meskipun informasi dari aksi
demonstrasi 25 Agustus sudah beredar
luas di sosial media milik pendukung
dari anti geng Solo itu pertama tuh.
Terus dari informasi inilah orang-orang
yang anti geng Solo pun ikut jadi
memviralkan dan hadir di dalam aksi
tersebut dengan menuntut agar Gibran
selaku Wapres dicopot oleh MPR. Namun
itu enggak menjadi sebuah hambatan
karena pada akhirnya aksi tersebut pun
terjadi. Terus yang kedua, pihak yang
diduga ingin menginginkan Pak Prabowo
lengser dan paling intens melakukan
upaya pelengseran Pak Prabowo kebanyakan
disuarakan dari kalangan orang-orang
yang disebut sebagai geng Solo tadi.
Nah, opini tersebut diperkuat oleh
tuntutan dari pihak anti geng Solo
terhadap pemakzulan Gibran sebagai
wapres. Nah, secara sederhana geng Solo
diduga ingin skenario pelengseran Pak
Prabowo digantikan oleh Gibran
secepatnya terjadi. Itulah rumor yang
tersebar di publik. Kalian bisa lihat
sendiri dari artikel-artikel yang gua
tampilkan ini.
Nah, terus geng sementara dari pihak
yang dituduh sebagai anti geng solo,
mereka menginginkan agar Gibran segera
dicopot oleh MPR. Nah, lalu spekulasi
atau rumor liar ini semakin menjadi-jadi
di kalangan masyarakat. Karena Pak
Prabowo diam aja. Pak Prabowo belum
melakukan upaya apapun ya. Antara Pak
Prabowo tidak menahu soal rencana ini
atau justru memang Pak Prabowo punya ee
strategi lain. Ada yang menuduh atau
menduga kemungkinan BIN atau Badan
Intelijen Negara saat ini sudah bukan
lagi dipegang oleh pihaknya Pak Prabowo,
tapi sudah berpihak kepada lawan. Ada
rumor seperti itu. Nah, jadi itu adalah
informasi dari KBA News ya. salah satu
media yang memberitakan hal ini. Gimana
menurut kalian, Geng? Kalian percaya
enggak dengan apa yang dituliskan oleh
media tersebut? Apa yang disampaikan
ini? Apakah menurut kalian itu benar
adanya atau hanya hoa? Ya, nah coba deh
tulis pendapat kalian di kolom komentar.
Karena di sini tugasnya gua hanya
sebagai penyampai kalau pemberitaan ini
ada dan ini berasal dari si KBA News
tersebut. Lalu geng informasi tambahan
yang gua ambil dari media demo crazy nih
dikatakan kalau pada aksi tersebut juga
banyak poster yang bertuliskan untuk
menurunkan Pak Prabowo yang mana sudah
ada upaya jelas untuk melengserkan Pak
Prabowo di dalam aksi tersebut. Nah,
namun seperti yang tadi sudah gua
sampaikan, Pak Prabowo dan Aparat
seperti belum melakukan apapun. Padahal
saat itu aksi juga tidak bisa dibilang
damai ya, karena masa merusak fasilitas
pemblokiran jalan sampai melumpuhkan
transportasi umum seperti KRL dan
Transjakarta. Biasanya kalau udah dalam
kondisi kayak gini, aparat bakal
cenderung represif. Namun justru di aksi
tanggal 25 Agustus aparat cenderung
bersikap ya kayak apa ya enggak enggak
keras lagah gitu. Enggak tahu ya karena
mungkin ada HAM atau apa. Gua juga
enggak paham tuh. Bahkan saat ada aksi
tersebut disiarkan secara live di
stasiun TV sampai bisa menayangkannya
berjam-jam tanpa adanya jeda iklan.
Sementara untuk aksi tanggal 2829 ada
himbauan untuk tidak menayangkan aksinya
secara live. Bahkan live TikTok aja down
tapi 25 boleh ditayangkan di TV. Itu
aneh banget. Sempat waktu itu ya, Geng,
ada unggahan yang menarasikan pemerintah
melalui Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah atau KPID yang melarang media
untuk meliput aksi demo di DPR. Cuma,
Geng ya, Mutia Hafid selaku Menteri
Komunikasi dan Digital itu menegaskan
kalau isu pelarangan liputan demonstrasi
oleh media nasional ini itu adalah
berita hoa pihak dari KPAID itu juga
memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Puji Hartoyo selaku ketua KPID itu
mengklaim kalau pihaknya tidak pernah
mengeluarkan surat imbauan seperti itu.
Nah, beliau memastikan isi surat yang
beredar di sosial media itu enggak benar
dan tidak pernah ada himbauan dari KPI
untuk melarang stasiun TV manapun dan
radio manapun untuk menayangkan aksi
demo. Gua lihat sih ya juga ada beberapa
TV nasional yang sempat meliput saat
aksi demo kayak Kompas TV, CNN, dan
masih banyak lagi ya, Geng. Namun dugaan
soal adanya intervensi pemerintah ke
TV-TV nasional ini ternyata udah
terlanjur menyebar di kalangan
masyarakat. Nah, hoa-nya itu makin
bergulir. Gimana, Geng, menurut kalian?
Kalian percaya enggak statement dari
Puji Hartoyo selaku ketua KPID yang
membantah semua pernyataan tersebut?
Coba tinggalkan komentar di bawah.
Dan dugaan ini semakin menguat karena
berbagai kebijakan kontroversial yang
dikeluarkan dari orang-orang yang dekat
dengan Pak Jokowi. Mulai dari pelarangan
penjualan gas LPG 3 kilo di pengecer,
serta sengketa pulau di Aceh,
pemblokiran jutaan rekening, dan masih
banyak lagi. Jadi isunya itu udah aneh
banget dari awal. Nah, terus yang
terbaru nih, Geng. Feri Irwandi juga
menghadiri acara yang sama dengan Pak
Wangi Sharwi Chaniago yang mencoba
membuktikan bahwa apa saja video-video
yang beredar di sosial media, salah
satunya dari TikTok ya terkait aksi 25
Agustus yang mana itu justru bisa
membuat semua orang jadi tahu siapa yang
menjadi dalang. Ini kemungkinan ya,
kemungkinan dalang di balik semuanya.
Nah, namun Ferry menemukan justru
video-video dengan narasi bahwa Gibran
wakil presiden kita justru mendukung
aksi demo tersebut. Gua juga menemukan
satu video yang intinya adalah ya Gibran
tidak setuju soal tunjangan gaji DPR dan
merasa marah ketika anggota DPR
berjoget. Ada juga tuh videonya. Nah,
gimana tuh kira-kira, Geng? Kalian bisa
lihat dari cuplikan ini.
Video Gibran Pro Masyarakat bubarkan
DPR. Misal saya tidak tahu, ya. Nah,
kalian percaya enggak, Geng? Kalau aksi
di tanggal 25 itu adalah ulah dari
orang-orang yang disebut sebagai geng
Solo ini. Nah, terus gimana, Geng,
dengan aksi di tanggal 28 Agustus?
Apakah juga ada indikasi kalau ini
didalangi oleh geng Solo? Nah,
sebenarnya aksi 28 Agustus terlihat jauh
lebih organik dibandingkan tanggal 25.
Namun, masih ada kemungkinan besar kalau
ya ada pemanfaatan situasi yang keos ya
untuk memperkeruh suasana yang dilakukan
oleh yang tertuduh tadi. Terus geng,
kita bakal maju sedikit nih geng ke
beberapa hari setelahnya yaitu di
tanggal 28 Agustus eh 2025. Avaniawan
seorang ojol yang tewas karena dilindas
oleh Rantis yang membuat kemarahan
publik. Nah, pasca kejadian itu ternyata
tiba-tiba Wapres Gibran mengadakan
dialog dengan bertemu bersama Aliansi
Ojol. Nah, tapi di dalam hal ini ada
yang aneh, Geng, dari pertemuan
tersebut. Apa anehnya? Ya, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan keanehan
pertemuan Wapres Gibran dengan aliansi
Ojol ini.
Jadi, geng, setelah insiden naas itu
terjadi, Gibran selaku Wapres menemui
perwakilan pengemudi ojol di istana
wakil presiden pada hari Minggu tanggal
31 Agustus 2025. Para ojol yang
dipertemukan ini berasal dari berbagai
macam perusahaan, Geng. yang mana
terlihat dari jaket yang dikenakan ada
yang dari Gojek, Grab, Maxim dan juga
InDrive. Nah, ada sebanyak orang yang
hadir di dalam pertemuan itu. Gibran di
saat itu mendengarkan aspirasi dan
harapan dari mereka, terutama dalam hal
menyikapi berbagai kondisi yang terjadi
saat ini dengan menciptakan situasi
kondusif pasca aksi demonstrasi terjadi
serta penanganan kasus hukum kepada
pelaku yang menabrak dan melindas Avan.
Nah, selain membicarakan isu yang sedang
terjadi, perwakilan driver ojol itu juga
dijamu makan di Istana Wapress Game.
Nah, karena setelah pertemuan itu
dipublikasikan, banyak yang melihat
tampilan dari orang-orang yang berada di
pertemuan itu terlihat terlalu rapi.
Jaketnya juga terlihat kayak masih baru
seperti belum pernah dipakai. Ya, sepatu
yang digunakan oleh mereka juga sepatu
bermerek. dan publik yang melihat
cuplikan video dari pertemuan itu juga
merasa aneh dengan pemilihan kalimat
yang digunakan oleh mereka ketika
berbicara yang mana dirasa terlalu
formal kayak orang berpendidikan tinggi
gitu. Berbeda dengan penggunaan bahasa
Indonesia yang biasanya digunakan oleh
para driver ojol ketika bekerja di
lapangan. Biasanya kan lebih nyeleneh,
selengean ya bukan berarti ojol enggak
boleh pintar banyak kok ojol S1, S2, S3
ada. Cuman kayak ini kayak wih smart
banget, Bang. Gitu. Dan bahkan ada
istilah yang bagi driver sendiri mungkin
cukup asing di telinga mereka seperti
menyebutkan kata taruna yang merujuk
kepada anggota pengemudi. Jarang-jarang
taruna. Karang Taruna ada tapi ini
taruna ya kan kayak menyebutkan anggota
gitu. Nah, mungkin bisa dilihat dari
video ini, Geng.
Dan kami juga sudah memberikan ee
edukasi
kepada para taruna di wilayah
masing-masing.
Menanggapi kehadiran dari para
perwakilan ojol ini, salah satu asosiasi
driver ojol yaitu Garda Indonesia
menyebutkan orang-orang yang datang ke
pertemuan itu bukanlah anggota mereka.
Garda Indonesia sendiri tidak mengenal
orang-orang ini siapa. Dan oleh karena
itu mereka menyebut bahwa perwakilan
yang datang dalam pertemuan e bersama
Wapres ini bukanlah orang dari asosiasi
sehingga tidak mewakili suara dari
driver ojol. Nah, di saat itu Igun
Wicaksono selaku ketua Garda Indonesia
mengatakan Garda Indonesia adalah
asosiasi yang memiliki pengurus daerah
se-Indonesia. Jika memang orang-orang
tersebut berasal dari asosiasi yang
disebutkan, pastilah seluruh pengurus
mengetahui hal ini. Nah, jadinya banyak
yang menuduh ya orang-orang yang ada di
foto-foto bersama Wapres Gibran ini
kemungkinan bukan ojol, tapi malah
disuruh untuk berpura-pura jadi ojol
atau pihak dari sekretaris Wapres yang
mengundang secara perorangan tanpa
melalui asosiasi. Dan IGUN menilai kalau
sekretaris Wapres tidak melakukan
komunikasi terbuka karena Garda
Indonesia sebagai asosiasi atau lembaga
yang selama ini melakukan pergerakan
atau aksi tidak termiasi. Nah, misalnya
ya yang diundang adalah perorangan itu
artinya mereka tidak mewakili suara
driver lain. Asosiasi lainnya yaitu
Serikat Pekerja Angkutan Indonesia atau
SPAI juga memastikan bahwa pengemudi
ojol yang bertamu kepada Wapes Gibran
bukan anggota dari mereka. Lalu siapa?
Lalu siapa orang-orang ini? Nah, makanya
akhirnya jadilah ee apa ya? Timbul
sebuah kecurigaan. Netizen lah yang
akhirnya membongkar orang-orang
tersebut. Banyak netizen yang menemukan
kalau driver-driver yang ada di dalam
pertemuan itu ternyata bukanlah sosok
driver asli. Salah satunya nih, Geng ya.
Ada yang pakai jaket Indrive. Nah,
ternyata dia bukan orang sembarangan.
Walaupun enggak tahu background-nya apa,
tapi di fotonya dia yang lain, dia
menggunakan dasi dan kemeja menggunakan
jaz yang menunjukkan dia bukanlah
sekelas driver. Lalu ada juga video yang
menunjukkan kalau driver yang
menggunakan jaket Maksim pernah terekam
beberapa kali memiliki berbagai profesi.
Ada yang jualan bandrek, buah lontar, es
coklat, becak motor, dan lain-lain.
Pokoknya sesuai dengan pesanan mungkin.
Nah, namun di akhir video dia terlihat
menangkap orang lain.
Intel. Nah, jadinya dicurigai kalau
orang-orang yang memakai jaket ini salah
satunya yang jaket Maksim itu adalah
Intel. Jika benar begitu, netizen
menganggap bahwa pertemuan dengan
perwakilan ojol itu cuma akal-akalan
saja. Kemudian nih, Geng, Tirza R Munami
selaku Chief of Republic Affairs Grab
Indonesia memastikan bahwa pengemudi
ojol yang bertemu dengan Gibran adalah
mitra. Dia menjelaskan bahwa awalnya
Grab menjadi salah satu dari empat
aplikator yang diundang untuk berdialog
dengan Wapres untuk mengetahui gambaran
kondisi pengemudi ojol di lapangan.
Karena itulah Grab mencari dan memilih
mitra yang dinilai vokal dalam
menyuarakan aspirasi. Pemilihannya itu
berdasarkan dari pertimbangan dari pihak
Grab-nya sendiri untuk mencari driver
yang dinilai bisa vokal dalam
menyampaikan pendapatnya agar yang
bersangkutan bisa berdialog dan menjawab
pertanyaan dari Wapres. Nah, jadi kalau
menurut pihak Grab ternyata orang-orang
tersebut benar, Geng. Orang dari Grab.
Tapi menurut masyarakat ya ketika
mencari tahu wajah mereka tuh mirip
banget dengan orang-orang yang dicurigai
bukan Grab beneran. Nah, masyarakat jadi
enggak percaya kalau mereka itu Grab
beneran. Terus selanjutnya ada lagi nih
keterangan dari pihak Maksim Indonesia
yang memastikan bahwa pengemudi mereka
yang datang pada pertemuan tersebut
terdaftar secara resmi. Di dalam
pertemuan itu ada dua orang laki-laki
yang mengenakan jaket ojol dari Maksim.
Arkam Suprapto selaku public relation
spesialis Maksim Indonesia itu bilang
Maksim rutin mengedukasi seluruh mitra
pengemudi mereka mengenai pentingnya
menjaga ketertiban dan menghindari aksi
yang bisa menimbulkan korban jiwa. Dan
yang terakhir adalah Indrive. Pihak dari
manajemen Indrive Indonesia juga
menyatakan pengemudi berjaket indrive di
dalam pertemuan antara Wapres Gibran
dengan para ojol ini adalah benar mitra
mereka yang sudah aktif sejak tahun
2020. Dan para driver ojol yang
dicurigai oleh netizen sebagai Intel ini
juga sudah memberikan klarifikasi yang
menyatakan kalau mereka benar-benar
driver ojol. Bisa kalian lihat sendiri
dari video di sini, Geng. Nah, gimana,
Geng? Kalian masih percaya enggak kalau
ojol-ojol ini adalah orang suruhan atau
justru mereka benar-benar dari pihak
ojol atau pihak perusahaan ojol? Coba
tinggalkan komentar di bawah. Nah, jadi
makin gila aja ya, Geng, yang terjadi di
negara kita ini. Gimana, Geng, menurut
kalian tentang pemberitaan ini?