KORUPTOR TERMUDA ! DARI INDONESIA WANITA BERUSIA 24 TAHUN
smTx67Yy9Bw • 2025-09-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, hari ini pembahasan gua ini berkenaan dengan apa yang lagi ramai lah gitu ya. Sekarang kan di Indonesia kita lihat sedang heboh banget demo di mana-mana ya, orang-orang berunjuk rasa karena permasalahan gaji DPR dan tunjangan DPR. Nah, kalau berbicara tentang DPR, pejabat Indonesia ya rasa-rasanya enggak mungkin terlepas dari kata korupsi. Nama Nur Afifa Balqis belakangan menjadi sorotan karena menjadi koruptor termuda dengan usia 24 tahun.Arah Kejaksaan Agung menetapkan 16 orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi di perusahaan plat Merah PTI. Kejaksaan Agung menyita uang sebesar Rp,8 triliun dari penanganan perkara tindak pidana korupsi, pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya. Seretnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Imanuel Ebenezer alias Noel dalam kasus korupsi atas dugaan pemerasan telah mencoreng kabinet merah putih. Pemberatasan korupsi tengah membidik sosok pemberi perintah dalam kasus dugaan korupsi kota haji di Kementerian Agama. Dan memang ya tingkat korupsi di negara kita gila-gilaan dan bahkan kita sampai bosan gitu mendengar pemberitaan tentang korupsi. Nah, apalagi baru-baru ini ya kita mendapatkan informasi mengenai ada seorang anak muda yang mana dia ini bergabung ke dalam ya jajaran pemerintahan yang mana kita pikir dengan dia yang masih muda, kritis, dia tidak akan ikut-ikutan yang udah boomers-boomers gitu ya untuk ikut korupsi juga ya kan. Yang mana kita pikir dengan dia sebagai anak muda dia akan mewakili generasi-generasi bangsa gitu. amanah gitu ya. Ternyata enggak juga ngelihat duit langsung hijau matanya dan melakukan korupsi lagi. Dan dia ini menjadi koruptoruda kabarnya di negara kita Indonesia. Namanya itu adalah Nur Afifah Balqis. Dia anak muda yang sempat menjabat sebagai bendahara umum DPC Partai Demokrat di Balikpan. Dia dijuluki sebagai koruptor termuda yang pernah ditangkap oleh KPK. Nah, usianya adalah 24 tahun. Kebayang tuh 24 tahun sudah jadi koruptor. Dan Nur Afifa Balqis ini sudah terlibat di dalam kasus suap bareng dengan bupati penajam Pasir Utara atau PPU yang bernama Abdul Ghafur Mas'ud. Mereka ditangkap di dalam operasi tangkap tangan di sebuah mall yang ada di Jakarta dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar 1 miliar dan saldo rekening ratusan juta. Terus selain itu, gaya hidupnya juga glamor di media sosial juga bikin publik tuh jadi makin penasaran dan geram gitu. Di video kali ini kita bakal bahas tuntas siapa sebenarnya sosok dari Nur Afifah Balqis ini. Gimana dia bisa terlibat di dalam kasus korupsi yang besar. kronologinya seperti apa dan siapa saja yang terlibat di dalam kasus ini. Terus, Geng, nanti kita juga akan ngebahas nih, enggak cuma Nur Afifa Balqis doang ternyata yang menjadi koruptor di muka bumi ini. Ada kasus-kasus lain juga yang menjadi sorotan publik, yaitu salah satunya kasus dari Jesil Korea, yaitu mantan walikota di Vall River, Amerika Serikat yang karir politiknya naik turun kayak roller coaster gitu ya, dari mulai start up teknologi sampai kasus korupsi yang menyerat dia. Kisahnya benar-benar dramatis dan dia juga menjadi salah satu koruptor termuda. Nah, lalu nanti kita juga bakal membahas Syed Saddiq Syed Abdurrahman, yaitu politisi termuda Malaysia yang dikenal vokal, idealis, ya, dan sempat menjadi menteri termuda di negara tersebut. Dia benar-benar yang kayak apa ya, seolah-olah tuh bersih banget. Nah, tapi dia malah terjerat kasus hukum juga. Nah, buat kalian penasaran dengan cerita ini, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng, untuk pembahasan yang pertama kita mulai dulu nih dengan pembahasan koruptor di Indonesia yaitu Nur Afifah Balqis. Jadi, geng Nur Afifa Balqis ini lahir tahun 1997. Dia ini berasal dari Balikpan, Kalimantan Timur yang saat ini usianya sudah menginjak 28 tahun. Nah, biar enggak kepanjangan ya kita panggil aja namanya Balkis gitu ya. Berdasarkan pencarian gue nih, Geng, di berbagai sumber di internet, Balkis ini tumbuh besar di balik papan tapi dia menyelesaikan masa SMA-nya di Jakarta. Setelah lulus SMA, dia masuk ke dalam Universitas Bina Nusantara atau BINUS dengan mengambil program studi ilmu hukum. Namun dia setelah itu mengundurkan diri pada tahun 2016 dan melanjutkan kuliah di balik papan. Di balik papan dia ini berkuliah lagi di Universitas Mulawarman pada tahun 2018 dengan mengambil program studi S1 Ilmu Hukum. saat dia terjerat kasus ya, Bilkis ini udah memasuki tahun keempat di jenjang perkuliahannya dan tinggal mengajukan tugas akhir. Nah, entah kuliahnya selesai atau enggak ya pada saat itu. Yang jelas IPK-nya juga enggak bisa dibilang kecil nih, yaitu IPK-nya adalah sebesar 3,48 dan prestasi akademisnya juga bagus banget. Jadi dia ini orang pintar. Nah, berdasarkan kesaksian dari teman-teman seangkatannya Balkis di kampus, Balkis disebut sebagai mahasiswi yang selalu mengenakan hijab dan semua orang mengenal dia sebagai sosok yang supel, aktif di dalam kegiatan ee sosial gitu. Bahkan dia juga terkenal cukup royal, suka ee mentraktir teman-temannya dan dia juga cukup populer di kampusnya. Jadi memang apa ya bisa dikatakan punya nama lah di sana. Selain itu, Balkis ini juga memiliki karir politik sebagai bendahara umum DPC Demokrat Balikpapan. Namun yang jadi pertanyaannya, gimana bisa seseorang yang belum lulus ee kuliah bisa dapat jabatan setinggi itu? Ya kan aneh juga gitu. Nah, ternyata geng berdasarkan informasi dari mantan pengurus Partai Demokrat yang ada di Balik Papan, ternyata Balkis ini sudah jadi bendahara partai sekitar tahun 2017 atau 2018. Nah, mantan pengurus Partai Demokrat ini menyebutkan kalau Balkis tidak merintis karirnya dari bawah, tapi justru langsung menggantikan bendahara yang sebelumnya. Kenapa bisa langsung digantikan? Ya, keterangan lain dari kerabatnya Balkis dikatakan dia ditunjuk sebagai bendahara partai karena memiliki hubungan keluarga, Geng, dengan Bupati Penajam Pasir Utara yaitu Pak Abdul Gfur. Kabarnya sih kayak gitu. Nah, jadi kenapa dia ini bisa langsung jadi bendahara partai? Padahal lulusnya aja belum ya. Berkarir dari bawah juga enggak ya. Itu semua karena memiliki hubungan keluarga dengan pejabat di sana alias bisa dikatakan ini adalah privilege gitu. Nah, dan di sinilah yang menyebabkan dia ya terjerat ke dalam kasus korupsi ketika dia bekerja untuk Abdul Gfur. Terus geng, di dalam kasus ini ada enam tersangka yang ditangkap oleh KPK. Di antaranya adalah Abdul Ghafur Mas'ud selaku Bupati Penajam Pasar Utara atau PPU. Terus ada Balqis selaku bendahara Demokrat Balikpapan. Terus ada Madi selaku Plt Sekda PPU. Terus ada Edi Hasmoro selaku Kadis PU PPU. Terus ada Jusman selaku Kabit Ddikpora PPU. Terus ada Ahmad Zuhdi alias Yudi selaku pihak swasta. Lalu gimana awal mula kasus ini bisa terungkap? Jadi, Geng semuanya itu berawal dari tanggal 11 Januari tahun 2022. Di saat itu orang kepercayaan dari Abdul Gfur, si Pak Bupati itu ada yang bernama Nis Puhadi alias Ipuh. Dia mendapatkan perintah dari Abdul Gfur untuk melakukan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa kontraktor melalui Muliadi, Jusman, dan staf di Dinas PUPR Kabupaten Penajam Pasir Utara di salah satu kafe yang ada di Kota Balikpapan dan di daerah sekitar Pelabuhan Semayang Balikpapan. Uang tersebut berbentuk tunai dengan total sekitar Rp950 juta, Geng. Nah, setelah uang itu terkumpul, Ipuh ini melaporkan kepada Abdul Ghafur bahwa uang siap untuk diserahkan kepada dia. Dan Abdul Ghafur kemudian memerintahkan Ipuh agar uang tersebut langsung dibawa ke Jakarta. Nah, keesokan harinya, tepatnya di tanggal 12 Januari tahun 2022, KPK mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diduga sudah ada kesepakatan sebelumnya dan diberikan oleh para rekanan yang mengerjakan proyek serta perizinan usaha di Kabupaten Penajam Pasir Utara. Nah, di sini nih agak apa ya? Gua agak lucu aja ya kalimatnya tuh kayak ee laporan dari masyarakat. bisa-bisanya masyarakat tahu ada korupsi gitu, tapi ya kita enggak tahulah ya yang namanya cara pihak KPK bekerja ya kita enggak tahu. Terus geng mendapatkan laporan tersebut ya pihak KPK langsung bergerak dan berpencar ke beberapa lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Ada yang bergerak di wilayah Jakarta, ada juga yang langsung bergerak di Kalimantan Timur. Nah, setibanya tim KPK di Jakarta ya, si Ipuh tadi dijemput oleh seseorang dengan inisial RK dan mendatangi rumah Abdul Gfur di wilayah Jakarta Barat untuk menyerahkan uang yang dia bawa. Enggak lama kemudian Abdul Ghafur ini mengajak Ipuh serta Balqis untuk bersama-sama mengikuti agenda yang dibuat oleh Abdul Gfur di Jakarta. Nah, setelah itu mereka sama-sama pergi ke salah satu mall yang ada di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa uang sebesar R950 juta tadi. Nah, kemudian Abdul Gfur memerintahkan Balkis untuk menambahkan uang sejumlah Rp50 juta dari uang yang ada di rekening bank miliknya tadi. Karena kalau ditambah R juta ya totalnya menjadi R miliar dan uang tersebut dimasukkan ke dalam tas koper yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Balkis. Terus, Geng, saat mereka bertiga berjalan keluar dari lobi mall, tim KPK di saat itu langsung mengamankan mereka serta pihak-pihak yang lain. Nah, enggak lupa juga uang tunai yang dibawa oleh mereka ini yaitu sejumlah R miliar tadi ya ikut diamankan. Bersamaan dengan itu, tim KPK juga ikut mengamankan beberapa pihak di Jakarta, yaitu yang bernama Mulyadi dan Inisial WL serta Ahmad Zuhdi. Nah, sementara untuk tim KPK yang ada di Kalimantan Timur mereka mengamankan ya seseorang yang berinisial SP AD Jusman dan juga Edi Hasmoro. Nah, selain itu juga ditemukan ada uang yang disimpan di dalam rekening bank miliknya Balkis yaitu sejumlah R47 juta yang diduga ini adalah uangnya si Abdul Gfur yang diterima dari para rekannya. Nah, tim KPK juga mengamankan sejumlah barang belanjaan yang mereka bawa ke kantor KPK untuk kemudian diperiksa semuanya. Terus, Geng, berdasarkan keterangan dari Alexander Marwata selaku wakil ketua KPK di dalam kasus ini, Muliadi, Edi, serta Jusman itu diduga diperintahkan oleh Abdul Ghafur untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten PPU. Di tahun 2021, Geng, Pemerintah Kabupaten PPU itu mengagendakan beberapa proyek pengerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dengan nilai kontrak sekitar R112 miliar. Kemudian Abdul Gfur juga diduga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan hak guna usaha lahan sawit dan perizinan bled plan atau pemecah batu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU. Dan enggak cuma itu, Geng. Abdul Ghafur ini juga diduga menerima uang Rp1 miliar dari Ahmad Zuhdi selaku pihak swasta yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp64 miliar di Kabupaten PPU. Nah, di dalam kasus ini Balkis juga memiliki peran yang enggak kalah penting nih ya. Jadi si Balkis alias si koruptor termuda ini menurut penyelidikan yang dilakukan oleh KPK, uang hasil korupsi yang mereka dapat disimpan di rekening pribadi milik Balkis yang kemudian digunakan untuk kepentingannya Abdul Gfur. Jadi kayak Balkis inilah yang ngatur uang-uang hasil korupsi itu. Lalu, Geng, setelah pemeriksaan intensif dari 11 orang yang diamankan oleh KPK, ya KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka yaitu Abdul Gfur, Nur Afifah, Balqis, Mulyadi, Edi Hasmoro, Jusman, dan Ahmad Zudi yang terdiri dari pemberi dan penerima suap. Nah, terkait pengadaan barang dan jasa serta perizinan juga. Jadi mereka ini kayak ngambil uang tuh kayak dari izin-zin yang ada di Kalimantan sana. Nah, misalkan kayak mau bikin usaha atau pembukaan lahan. Nah, izinnya harus ke mereka dan itu harus bayar. Abdul Ghafur, Nur Afifah, dan empat orang lainnya dijerat dengan pasal 12 huruf A atau B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana sudah diubah di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 jungto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Nah, sementara Ahmad Zudi itu dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf A atau B atau pasal 13 Undang-Undang Tipikor dan para tersangka itu langsung ditahan di beda-beda tempat. Nah, Balqis dan Abdul Ghafur ditahan di rutan Gedung Merah Putih KPK. Sementara Madi di Rutan Polres Jakarta Timur, lalu Edi Hasmoro dan Jusman di Rutan Polres Jakarta Pusat dan Ahmad Zudi di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur. Di tanggal 26 September 2022, Pengadilan Negeri tindak pidana korupsi atau tipikor yang ada di Samarinda itu menjatuhkan vonis terhadap Balqis yang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara serta denda sebesar Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Nah, vonis tersebut lebih ringan, Geng, dibandingkan dengan tuntutan jaksa yang menuntut 6 tahun penjara. Dan informasi terakhirnya, Balkis di saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Perempuan Tenggarung. Nah, jadi sampai saat sekarang ini si koruptor muda cewek lagi gitu ya, sedang mendekam di penjara menjalani masa hukuman atas perbuatannya, Geng. Itu dia Geng cerita seputar Nur Afifa Balqis, koruptor termuda Indonesia yang bikin kita semua jadi geleng-geleng kepala. Dari kasus ini kita jadi belajar ya bahwa korupsi itu bisa menyusup di usia berapun dan penting banget buat terus jaga integritas sejak dini. Ceritanya enggak berhenti sampai di sini aja, Geng. Masih banyak kisah seru lain yang bakal kita bahas, ya. Nah, kali ini kita akan bergeser ke sebuah cerita ee masih tentang kasus e koruptor muda juga dan ini dari negara lain yaitu Amerika Serikat. Ya, kita agak jauh dulu nih kita bahasnya ya. yaitu kisah dari Jessil Korea atau kalau yang gua tahu itu e ucapannya adalah Jesil Kohea. Tapi kita sesuai ejaan orang Indonesia aja. Oke, kita bahas. Jadi, geng yang selanjutnya akan kita bahas adalah tentang seorang walikota asal California, Amerika Serikat yang bernama Jes F Korea 2 atau dua gitu ya atau yang lebih dikenal dengan nama Jes Korea. Dia ini adalah seorang pria yang lahir pada tanggal 11 Desember tahun 1991. Nah, gua bahas dulu nih bagaimana dia berkarir di bidang politik. Nah, jadi dia ini sudah memiliki cita-cita ingin bisa berkecimpung di dalam perpolitikan Amerika yang mana neneknya merupakan seorang imigran asal Portugal di saat itu. Nah, suatu hari ketika dia masih kecil, neneknya itu pernah bilang kalau di masa depan Jesil ini bisa menjadi seorang presiden Amerika. Dan ibunya Jesil juga pernah bercerita kalau keluarganya hampir pindah dari fall River, kota di mana Jes. Dan rencananya pindahnya itu pada saat Jessel ini masih duduk di bangku sekolah menengah. Namun rencana tersebut ternyata batal karena Jessil ini bersih keras agar mereka tetap tinggal di sana karena dia memiliki mimpi untuk bisa menjadi seorang walikota di fall river tersebut. Ya, manifesting gitu ya, impian ke depan. Dan mimpinya untuk bisa mengendalikan atau mengatur sebuah kota sepertinya dipengaruhi oleh permainan yang sangat dia sukai ketika dia masih kecil yaitu game Sim City. Kalau kalian tahu permainan The Sims, nah kalau The Sims itu kan kita buat karakter dan kita mainkan karakternya itu seperti yang kita inginkan. Dia mau kerja jadi apa, menikah dengan siapa, atau punya anak berapa. Nah, sementara Sim City itu adalah sebuah game yang berfokus untuk membuat sebuah kota. Jadi, kita bakal mengatur beberapa ee banyak rumah, gedung, dan sarana-sarana lain di kota yang akan kita bangun di dalam game tersebut. yang mana secara enggak langsung berarti ee seseorang akan belajar menjadi seorang arsitek atau ee apa ya ee jagonya tata ruang kota gitulah kurang lebih. Saat dia duduk di bangku SMA, Jessil ini udah sangat aktif di dalam komunitas. Bahkan dikatakan Jessil ini mengikuti banyak komunitas dibandingkan teman-teman seusianya. Dia mengambil banyak peran kepemimpinan di Bold Coalition yang mana sebuah organisasi yang berfokus untuk mengkampanyekan dan mengedukasi perihal anti narkoba. Dan ketika menginjak usia 14 tahun, dia sudah mendapatkan penghargaan dari walikota atas kontribusinya dia. Dan itu berlanjut sampai dia berusia 17 tahun yang mana dia dinobatkan sebagai pemuda terbaik Vall River. rasa percaya dirinya itu begitu besar sampai dia itu ikut menjadi moderator di dalam debat calon walikota serta mempersembahkan piagam hak pemuda kepada walikota yang bernama Robert Korea. Nah, dia juga sudah memimpin asosiasi warga North Endur untuk bisa apa ya, kayak nyetir mobil atau ee ya dianggap dewasa lah di saat itu. Nah, jadi dia ini udah pandai banget dalam memimpin sebuah lembaga di umurnya yang masih cukup muda di saat itu. dan jiwa kepemimpinan dia sangat menonjol, Geng. Dan Jessil kemudian melanjutkan pendidikannya ke Providance College. Nah, karena memang ya pintar banget. Jessie lulus pada tahun 2013. Baru aja lulus dari perguruan tinggi, Jessil membawa ambisinya tersebut ke tingkat yang lebih serius lagi. Dia mendirikan dan memimpin sebuah perusahaan di Vall River yang bernama 104 Business Academy yang mana dia sendiri menyebut hal ini sebagai inkubator bisnis. Nah, maksudnya itu perusahaan yang Jesel dirikan ini menyediakan ruang kantor, fasilitas, serta layanan lain untuk perusahaan startup di sebuah pabrik tua yang sudah dialih fungsikan. Pabrik tersebut berlokasi di Anawan Street dan Jasil mengatakan dengan berdirinya perusahaan tersebut, dia berharap dia bisa menampung sekitar 100 bisnis di sana di dalam 3 tahun. Nah, tapi sayangnya, Geng, 3 tahun kemudian 104 ini justru bangkrut dan tidak bisa bertahan ya. Tapi yang penting Jessil sudah mencoba. Namun geng, bangkrutnya perusahaan tersebut tidak menghentikan mimpinya dia untuk menjadi orang besar di daerahnya. Enggak lama setelah perusahaannya itu bangkrut, Jessil ini bersama teman-temannya yang lain mulai mengembangkan sebuah aplikasi di handphone yang diberi nama Snowwell yang nantinya bakal memiliki peran yang sangat krusial di dalam perjalanan hidupnya Jessil. Terus, geng, di tahun yang sama Jessil secara tiba-tiba mengajukan diri sebagai calon anggota dewan kota Vall River. Nah, publik di saat itu merasa kaget dengan kabar pencalonan Jesil ini. Karena sebelumnya Jesil ini enggak pernah punya pengalaman di bidang politik negara secara langsung. Dia cuma terlibat di dalam komunitas-komunitas atau acara di daerahnya aja. Namun, Jessil percaya diri, Geng. Dengan menunjukkan pengalamannya dia sebagai seorang pengusaha muda yang mampu menjadi bagian dari anggota dewan kota. dan pencalonannya dia tersebut bahkan mendapatkan dukungan dari dewan redaksi media Herald's News. Nah, tapi geng di pemilu yang dilangsungkan pada bulan November 2013, Jesil ini enggak terpilih menjadi dewan kota yang hasilnya ya selisihnya tipis gitu. Ada sembilan kursi yang diperebutkan untuk menjadi dewan kota. Sementara Jesil menempati peringkat ke-10 sehingga dia tidak bisa terpilih jadi dewan kota lagi, Geng. Nah, cuma sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepada dia di saat itu. Karena beberapa minggu kemudian salah satu dari anggota dewan kota yang terpilih bernama KTN Vveros itu perai suara terbanyak dalam pemilu ditunjuk oleh walikota yang bernama Willanagan untuk menjadi administrator kota. Katy pun akhirnya mengiyakan sehingga ada satu kursi yang kosong. Nah, secara otomatis Jessil yang berada di peringkat 10 menjadi anggota dewan karena ada satu bengkong. Di usia 22 tahunnya ini, Jesil pun secara resmi menjadi bagian dari pemerintahan kota Fall River. Di saat itu. Sekitar setahun kemudian terjadilah gejolak politik di Val River, geng. Walikota Vall River yaitu Will Flanagan menghadapi sebuah petisi yang disebut dengan petisi recall, yaitu pemecatan terhadap dia melalui inisiatif warga. Hal ini disebabkan karena warga di Val River yang enggak puas terhadap kinerjanya Vallan ini. Akhirnya di suatu waktu ketika Flanagan ini menghadapi tuntutan dari warga, dia memanggil Jesil ke sebuah pertemuan rahasia ketika sudah larut malam di saat itu di sebuah tepi laut yang ada di Val River. Nah, masih belum jelas tuh sampai saat ini apa tujuan Flenagan ini untuk bertemu dengan Jessil. Apakah untuk meminta dukungan kepada dia atau justru mengancam Jesil? Nah, namun geng berdasarkan informasi yang beredar pada satu momen tertentu, Flan ini menunjukkan sebuah pistol kepada Jessil. Banyak yang mempertanyakan juga mengapa Flanagan ini menunjukkan pistol tersebut kepada Jessil. Apakah untuk mengancam dia atau apa gitu atau justru cuma untuk gertetak doang? Nah, akhirnya pada tanggal 8 September 2014, Jessil memutuskan untuk menceritakan pengalamannya dia ini ketika dia bertemu dengan Flanagan. Dia ceritakan ke publik yang mana di dalam ceritanya itu dia menuduh Flanagan berusaha untuk mengintimidasi dia agar tidak mendukung petisi recall yang diinisiasikan oleh warga ini. Penyelidikan pun resmi diluncurkan untuk mengusut kasus tersebut sampai bulan Mei 2015. Tapi, Geng, Flanagan tidak pernah didakwa di dalam kasus ini. Baik Flanagan maupun Jesil saling menggugat satu sama lain secara perdata yang akhirnya diselesaikan dengan kesepakatan yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 2015. Rincian dari kesepakatan tersebut tidak pernah diungkap ke publik. Dari sinilah karir dan citra Jesil langsung meroket. Nah, bukannya berdampak buruk ke Jesil, perseteruan antara dia dengan Flanagan justru membuat citra politiknya Jesil ini jadi baik di mata publik. Lawan-lawan politiknya ya ee jadi memihak kepada Jesil semua. Dan Jesu, masih anak bawang lah, masih muda dengan cepat berubah menjadi public figure atau eh figur politik terkenal di Val River. Nah, instan. Enggak cuma karir politiknya dia aja, Geng, yang melesit, tapi bisnisnya yaitu Snowwall juga sama. Pada tanggal 19 Mei, setelah melakukan development yang diketahui sampai menghabiskan ratusan ribu dolar investasinya, aplikasi Snowwall ini akhirnya selesai dikerjakan. Aplikasi tersebut dibuat untuk menghubungkan pengguna dengan bisnis lokal. Apple pun menyediakan aplikasi tersebut dengan tersedia di App Store. Walaupun sekarang aplikasinya udah enggak ada ya, Geng, di App Store. Nah, pada tanggal 4 Juni 2015 ya, Jessil mengadakan pesta peluncuran Snowwall ini eh di sebuah restoran yang ada di tepi laut Val River. Ada lebih dari 100 orang yang hadir di acara tersebut. Hanya dua hari setelahnya, Jessil mengumumkan kalau dia akan mencalonkan diri sebagai walikota melawan Samsuter dengan background dirinya sebagai wirausaha, yaitu seorang yang berada di luar background politik. Dan usianya yang masih muda, dia percaya diri untuk mencalonkan diri di saat itu. Di tanggal 15 Juni, Jessil ini resmi menandatangani dokumen pencalonan untuk ikut di dalam pemilihan. Dan selama kampanye Jessil membawa narasi akan adanya perubahan dan gagasan baru. Dan dia memiliki visi untuk memimpin kota seperti sebuah bisnis katanya yang mana narasinya ini mulai mendapatkan dukungan dari warga Vall River. Singkat cerita, di tanggal 4 November 2015 Jessil pun menang melawan Suter dengan memperoleh suara sebesar 52%. Dan di saat itu usia Jessil baru 23 tahun dan menjadi walikota termuda di dalam sejarah Vall River. Jessil pun akhirnya dilantik menjadi walikota pada tanggal 4 Januari 2016. Tapi, Geng, belum lama setelah dia dilantik, Jessil mulai mendapatkan tuduhan soal e kronisme, yaitu praktik yang mengangkat atau menguntungkan teman, kerabat, atau orang dekat di dalam posisi penting. Ya, itu istilahnya tuh KKN lah ya. Ee kayak keluarganya atau orang-orang terdekatnya tuh dijadiin bupati, dijadiin walikota, atau apalah kayak gitulah kurang lebih. Nah, soalnya ada teman SMA-nya dia yang sekaligus rekannya di Snowell yang bernama Christopher Paraino itu tiba-tiba diangkat menjadi kepala staff dengan gaji yang luar biasa tinggi. Nah, awalnya dia mengundurkan diri pada bulan Mei, tapi dia dipekerjakan lagi di posisi yang berbeda 2 tahun kemudian. Nah, terus ada mantan mentornya yang namanya Michael Aguyer yang mana dia diangkat menjadi koordinator pencegahan penyalahgunaan zat dengan gaji yang cukup tinggi juga. Nah, terus dewan kota di saat itu sempat menolak pengangkatannya si Michael ini. Tapi Jessil secara sengaja mengubah deskripsi pekerjaannya Michael dan tetap mempekerjakan dia tanpa persetujuan dari dewan Michael. Kemudian ya karena malu mungkin diomongin mau enggak mau mengundurkan diri pada bulan Juni 2017 karena dia disorot ya sebab diduga menggunakan apa ya orang dalam lah yaitu si Jesil untuk mendapatkan jabatan dan dia sempat membeli barang-barang mewah tapi menggunakan atas nama orang lain dan dia dituduh menghabiskan ribuan dolar dana hibah untuk perjalanan mewah ke New York termasuk 4 malam di Rich Carton dengan layanan kamar dan menyewa mobil mahal, mobil mewah. Nah, di saat itu Citra Jessil langsung tuh berubah 180 derajat nyungsep. Dan meskipun dia mendapatkan banyak kecaman di saat itu, Jessil tetap menunjukkan diri sebagai seorang pemimpin fall river. dia menerapkan gaya kepemimpinan e yang agak dominan, merombak beberapa departemen bahkan bersaing dengan dewan kota dan dia memutuskan untuk memprivatisasi pengumpulan sampah terus ee memberhentikan beberapa staf dan menjual armada truk milik kota yang memicu kemarahan Timsters sebagai serikat pekerja dan dewan hubungan Tenaga Kerja Negara Bagian. Jadi kayak dia itu membuat ee apa ya keputusan sepihaklah untuk kebijakan di kota tersebut. Jesil juga mendorong proyek perbaikan tata kota menginvestasikan 100.000 dolar dana kota untuk kampanye pemasaran yang menghasilkan logo baru, slogan baru, dan sebuah video promosi berdurasi 30 detik yang dia buat. Jadi di dalam hal ini kayak dana kota itu digunakan untuk apa ya hal-hal yang enggak penting untuk citranya dia gitu. Dan mulai dari sini banyak yang melihat kalau Jesil ini ketika menjadi walikota malah semena-mena. Lalu di bulan Maret 2017 di dalam sebuah pidato Jessil memuji pekerjaan dari Val River Office of Economic Development atau yang disingkat dengan Freud. Nah, tapi 3 minggu kemudian situasinya malah berubah, Geng. Jessil justru ingin membatalkan kontrak kota dengan Freud ini. Dan ini membuat Jessil dengan Froud akhirnya berselisih dan warga jadi kayak bingung gitu. Nih, apa sih maunya nih bocah kok pas jadi pemimpin semena-mena banget? benar-benar terlihat sisi kalau dia itu masih bocah banget gitu, sesuai dengan umurnya, egonya jalan banget gitu. Akhirnya di tanggal 27 April 2017 di dalam rapat tahunan Dewan Frud, Frank Marsion selaku Presiden Frud itu menyebut kalau Jesil menargetkan Fruit karena dia sedang diselidiki oleh FBI terkait urusannya dia dengan Snowwall. Dan Jessil diduga meyakini kalau ada seseorang dari Fruit yang bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki dia. Jadi dia kayak trust isu makanya dia benci sama FR ini. Dan Jessel sendiri mengaku tidak tahu soal penyelidikan tentang dia dan FBI. Dan dia ketika dituduh itu ya dia nolak komentar lah. Dia dia nganggap kayak enggak kok gua enggak enggak benci sama FR karena ada penyelidikan FBI gitu. kayak dia membantah hal itu. Lalu geng ada tuduhan lain yang diberikan oleh David eh Kabiseras seorang dokter gigi yang mana pada tanggal 28 April 2017 yang mengatakan antara bulan April 2014 sampai Agustus 2015 dia sudah menginvestasikan sebesar 0.750 ke Snowwell. Namun Jessil menyalahgunakan uang tersebut. Tuduhan ini dibantah oleh Jessil dan dia bilang kalau dia udah enggak lagi menjabat sebagai CEO Snowwell sejak tahun 2016 karena sudah menjadi walikota dan sudah menyerahkan jabatan tersebut kepada seseorang. Nah, Jessil tidak menjelaskan kepada siapa jabatan CEO itu dia serahkan. Cuma, Geng, ketika itu Jessil masih tercatat sebagai pejabat perusahaan dan semua informasi kontak di aplikasi maupun situs web snowell tertulis namanya Jessil. Setelah berbulan-bulan menyangkal dan tidak mengakui, pada tanggal 7 September 2017, Jessil akhirnya mengakui bahwa dia sedang menjadi objek penyelidikan FBI terkait perusahaannya bernama Snowwell. Dan dia sebenarnya masih menjadi CEO dari perusahaan itu. Di saat itu dia juga enggak membantah kalau para investor tidak mendapatkan keuntungan dari 330.000 yang dihabiskan untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Dan alasan dari Jessil ini dia mau menjual perusahaan itu ke perusahaan besar lain. Terus singkat cerita nih, Geng. Pada tanggal 28 Januari 2018, ada sebuah dana yang dikumpulkan untuk pembelaan hukum Jesel melalui Office of Campaign and Political Finance. Yang mana pada saat itu publik enggak tahu apa tuntutan yang diberikan kepada Jessil. Tapi Jesil tetap meyakinkan bahwa penyelidikan yang dilakukan kepada dia ini bukanlah pidana resmi. Kemudian di musim panas tahun 2018 di sebuah pemeriksaan dokumen ada catatan mengenai perusahaan-perusahaan ganjo ya ee perusahaan-perusahaan gitu ya yang memberikan sumbangan besar untuk dana pembelaan hukum dan kampanyenya Jesil. Nah, ini aneh banget gitu. Nah, di bulan Mei contohnya North East Alternatif memberikan uang sebesar 20.000. Pemberian uang tersebut terjadi 4 hari setelah Jessil memberikan perusahaan tersebut host agreement atau surat non opposition. Hostriement sendiri adalah perjanjian resmi pemerintah kota dan perusahaan yang ingin beroperasi di sana yang menyatakan bahwa pemerintah mengizinkan perusahaan tersebut beroperasi di sana. Sementara untuk surat non opposition adalah surat dari pemerintah kota yang menyatakan bahwa pemerintah tidak menentang rencana atau operasi perusahaan. Nah, di tahun 2021 ya juga terungkap kalau ternyata JIL ini pernah bekerja untuk perusahaan tersebut. sebagai konsultan pribadi sekitar tahun waktu tersebut. Padahal dia masih seorang pejabat di saat itu. Nah, di bulan Agustus Jessil juga mendapatkan uang sebesar 5.000 dari pihak yang terkait dengan perusahaan ganjo yang bernama Hope Hill Health. Nah, lalu di bulan September Jessil menerima 7.500 dari 8 penyumbang kampanye untuk dana pemilihan dari orang-orang yang terkait dengan Rusco Ink, sebuah perusahaan konstruksi di Val River yang merenovasi 482 Glob ST. lokasi untuk operasi ganjo medis ya, ganjo medis CPIAS wellness. Nah, dari sini terlihat kalau adanya aliran uang dari perusahaan narkoboy ya, perusahaan ganjo yang terkait dengan keputusan resmi dan posisi politiknya dia. Gila ya, benar-benar anak muda banget ya. Udah semena-mena menggunakan kekuasaan temannya sama kerabatnya suka-suka dia diangkat menjadi pimpinan. Udah gitu berhubungan dengan perusahaan narkoboy lagi untuk men-support dia. Dia pun akhirnya ditangkap pada tanggal 11 Oktober 2018 oleh kepolisian negara bagian dan dia didakwa atas sembilan tuduhan penipuan transfer elektronik karena diduga menipu investor Snowell dan empat tuduhan pengajuan surat pemberitahuan palsu terkait bisnis tersebut. Jessil diduga menghabiskan uang investor untuk membeli barang-barang mewah. Namun Jessil di dalam sebuah konferensi pers membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa berita itu adalah tuduhan palsu yang dibuat oleh lawan politiknya untuk menjatuhkan dia dari posisi sebagai walikota. Dan di tahun 2019 diadakan lagi nih pemilihan ulang terhadap Jesil. Ada empat kandidat lain yang ikut serta di dalam pemilihan tersebut dan secara mengejutkan dia malah mendapatkan ee suara sebanyak 35% dari empat kandidat yang lain yang menyatakan akhirnya dia menang. Di dalam pemilihan ulang ini, banyak pihak yang merasa aneh dan enggak puas atas terpilihnya kembali Jesil ini, tapi enggak tahu kok bisa terpilih. Nah, sehingga pada tanggal 18 Juli 2019 di dalam rapat khusus dewan kota, anggota dewan menuduh Jesel sudah menerima suap dari perusahaan Ganjo tadi. Dan di tanggal 9 September 2019, Jessil kembali ditangkap lagi. Dan dia dikenakan berbagai tuduhan, Geng. Seperti tuduhan memeras uang dari perusahaan Ganjo, tuduhan melakukan penyuapan, konspirasi pemerasan, dan penipuan transfer elektronik. dan laporan SPT palsu. Singkat cerita, pada tanggal 21 September 2021, Jessil dijatuhi hukuman 6 tahun penjara Federal setelah dinyatakan bersalah, Geng. Nah, jadi itu dia, Geng, ya. Salah satu koruptor atau ya, anak muda yang melakukan penyelewengan terhadap jabatannya dia. Ketika dia menjabat, dia malah semena-mena. Namanya Jesil. Kalau yang di awal tadi orang Indonesia, ini orang Amerika. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan berikutnya nih mengenai e negara tetangga kita yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia yang bernama Syed Saddiq yang dihukum karena melakukan korupsi. Nah, jadi geng nih buat teman-teman Malaysia mungkin tahu ya. Syed Saddiq ini adalah seorang pria yang lahir pada tanggal 6 Desember tahun 1992. Ayahnya adalah seorang pekerja bangunan berwarganegara Singapura yang sering bolak-balik dari Johor ke Singapura untuk kerja. Ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris yang membuka les sampai malam hari untuk menambah pendapatan keluarga. Nah, Sadq ini belajar di Maktab Tentera Diraja, Sungai Besi, ya, dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Internasional Malaysia atau UI. Dan dia mengawali karirnya di bidang politik ketika dia menjadi pemimpin armada, sayap, Pemuda dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Nah, dia ini menjadi juru bicara partai sejak didirikan pada bulan September 2016 serta dianggap sebagai salah satu anggota pendiri dan duduk sebagai dewan partai. Di tahun 2018, Saddiq mulai berkecimpung lebih jauh di dalam dunia politik ketika dia mulai berkontestasi di dalam pemilihan umum dan terpilih menjadi anggota parlemen. Dia kemudian diangkat menjadi Menteri, Pemuda, dan Olahraga di masa pemerintahan Mahatir Muhammad sebagai Perdana Menteri. Saat itu dia menjadi orang termuda yang pernah memegang posisi menteri di kabinet. Sosok Saddiq ini adalah orang yang memiliki peran penting karena dia mendorong terbitnya Undang-Undang Penurunan Usia Pemilih pada pemilihan umum Malaysia dari yang awalnya 21 tahun menjadi 18 tahun dan mulai berlaku pada tahun ee akhir 2021. Saddiq ini mulai meninggalkan partainya sekaligus meninggalkan perannya di pemerintahan pada tahun 2020. Dan hal ini dia lakukan karena dia menolak mengikuti langkah dari anggota parlemen yang membelot secara massal untuk meruntuhkan pemerintahan Pakatan Harapan. Setelah dia keluar dari partai, dia mendirikan partainya sendiri, yaitu partai muda yang membuat dia bisa ikut pemilihan legislatif di Johor. Namun, Geng, tiba-tiba ya tiba-tiba banget nih Saddiq ya, seorang politikus muda ini justru terseret ke dalam kasus kriminal karena dia dituduh bersekongkol dengan asisten bendahara Partai Bersatu yang bernama Rafiq Hakim Razali. Raffi ini dipercaya untuk menyimpan dana oleh Armada Ullya yang merupakan saya pemuda dari Partai Bersatu yang mana dananya itu sebesar Rp1 juta Malaysia atau sebesar Rp3,3 miliar. Yang mana ini semua ya digunakan mereka untuk pelanggaran penyalahgunaan. Nah, pelanggaran yang diduga ini dilakukan pada tanggal 6 Maret 2020 saat pemerintah sebelumnya masih berkuasa. Selanjutnya, Saddiq juga dikenakan tuduhan karena menyelewengkan ee dana sebesar RM120.000 R000 Malaysia atau sekitar Rp399,8 juta dari rekening MyBank Islami Armada Bumi Bersatu Enterprise dengan menyuruh Rafiq untuk membuang uang tersebut alias menghilangkan uang tersebut ya kayak money laundry lah. Nah, dia juga diduga melakukan pelanggaran antara tanggal 8 dan 21 April 2018 dengan melakukan pencucian uang melalui transfer masing-masing sebesar RM50.000 R000 Malaysia atau sekitar Rp16,5 juta. Karena kejahatannya itu ee akhirnya dia dijatuhi hukuman selama 7 tahun penjara dan dua kali hukum cambuk serta denda sebesar RM10 juta atau setara dengan 33 miliar oleh Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada tanggal 9 November 2023. Karena terbukti bersalah melakukan korupsi, koruptor termuda dari Malaysia. Nah, Sadik ini dinyatakan bersalah atas empat dakwaan ya, yaitu melanggar kepercayaan penyelewengan properti dan pencucian uang, Geng. Gila ya, muda-muda banget loh. Tapi yang paling muda dari Indonesia tadi umurnya masih 20-an. Waduh, gimana ini, Geng? Ya, masih seumur jagung udah korupsi. Gimana kalau udah tua ya? Gila. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita kali ini mengenai kasus-kasus dari korupsi, ya. koruptor muda dari Indonesia, Amerika, dan Malaysia. Gimana menurut kalian tentang orang-orang ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories