Transcript
uL6EwdJ57iI • THE FIGURE OF RIZA CHALID! THE CONGLOMERATE ACCUSED OF BEING BEHIND THE INDONESIAN DEMO, IS IT TRUE?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1525_uL6EwdJ57iI.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita akan membahas
tentang sosok konglomerat yang mana
orang ini cukup banyak dirquest oleh
kalian e meminta gua untuk membahas
siapa sih dia sebenarnya. Nah, karena
orang ini digadang-gadang menjadi dalang
di balik aksi demo yang ramai banget
kemarin. Nah, benarkah demikian ataukah
ini cuma isu? Ataukah dia cuma dituduh
sebagai dalang di balik semua ini? Ya,
nanti kita bisa menilai sendiri dari
pembahasan ini. Memang ya kalau kita
perhatikan demo kemarin itu terlihat
seperti organik. Maksudnya itu adalah
digerakkan oleh masyarakat sendiri dari
berbagai kalangan yang berkumpul
bersama, yang bergabung karena sama-sama
sudah muak atas ketidakadilan dan segala
ketimpangan yang dirasakan di
tengah-tengah masyarakat itu sendiri.
Nah, mulai dari pendidikan yang enggak
merata, gaji guru yang kecil, uang
kuliah yang semakin mahal, susahnya
mencari pekerjaan tuh yang paling parah,
dan ya gaji karyawan yang segitu-gitu
aja. Sementara kebutuhan terus naik,
termasuk pajak yang terus tinggi. Terus
diperparah lagi dengan tindakan arogan
dari anggota DPR yang mendapatkan
berbagai tunjangan hingga joget-joget
yang dirasa seperti tidak berempati pada
kondisi yang terjadi di tengah
masyarakat. Akhirnya nih, Geng, dari
demo yang besar tersebut timbullah satu
nama yang terus-menerus disebut sebagai
dalang. Dan kalian juga berkali-kali
ng-DM gua untuk ngebahas orang ini.
Jujur aja sebenarnya ya gua itu kalau
bukan karena kalian tadinya gua tuh gak
enggak akan ngulik enggak akan ngulik
sosok bapak yang satu ini. Tapi karena
kalian terus-menerus ng-DM gua, jadinya
gua cari tahu. Ternyata lumayan menarik
untuk kita bahas profile-nya dia dan
segala kontroversinya dia. Namanya itu
adalah Riza Chalid.
Nama Riza Khalid kembali mencuat di
tengah eskalasi demonstrasi yang
berujung kerusuhan. Sosok pengusaha
migas itu disebut dalam sejumlah pesan
dukungan terhadap Presiden Prabowo yang
beredar di tengah situasi politik yang
memanas.
Jadi, geng Riza Chalid ini bukan orang
sembarangan. Dia masuk ke dalam salah
satu jajaran orang terkaya di Indonesia
alias konglomra. Bisnisnya di mana-mana
termasuk ke dalam orang-orang yang
memiliki power untuk mengendalikan ee
apa ya? Mengendalikan sistem negara lah
ibaratnya orang yang didengarkan lah.
Dengan kata lain bisa disebut sebagai
oligarki. dia ini ya berteman dengan
para pejabat-pejabat tinggi hingga ke
pemimpin tertinggi negara ini yaitu
presiden. Dan sudah bertahun-tahun dia
dianggap ya tidak tersentuh oleh hukum.
Nah, ini isu yang beredar bukan anggapan
gue ya, Geng. Isu yang beredar atau
pemberitaan yang beredar tentang beliau
ini adalah dia tidak tersentuh hukum.
Namun pada akhirnya di masa pemerintahan
presiden yang baru yaitu Presiden
Prabowo, tiba-tiba saja dia tersandung
kasus hukum dan dijadikan tersangka di
dalam kasus korupsi Pertamina. Atas
dasar itulah akhirnya banyak yang
berasumsi bahwa aksi kemarin adalah
bentuk dari balas dendam dari seorang
Riza Chalid karena dia sudah dijadikan
tersangka. Benarkah demikian? Benarkah
isu yang beredar seperti itu? Di video
kali ini kita bakal coba mengulik, kita
coba bahas, nanti kalian bisa menilai
sendiri tentang kebenarannya. Oke,
langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry,
[Musik]
Geng. Geng. Oke, untuk pembahasan
pertama kita bahas dulu siapa itu Riza
Chalid. sosoknya yang begitu terkenal
dan kalian minta gua untuk membahas dia.
Siapa dia? Kita bahas
untuk pembahasan yang ini, Geng. Ini
baru sekedar isu ya. Percaya enggak
percaya tapi pemberitaannya ada. Jadi,
aksi demo yang terjadi pada tanggal 25
dan 29 Agustus kemarin itu merupakan
aksi demo yang kabarnya dibuat secara
organik. Maksudnya itu tidak ada
kepentingan dari pihak-pihak tertentu
yang menunggangi aksi tersebut. jadi
murni gerakan dari masyarakat mulai dari
warga sipil biasa, mahasiswa buruh
sampai beberapa influencer pun ikut
turun. Namun ada isu juga yang kencang
sekali beredar bahwa sebenarnya aksi
demo kemarin juga tidak luput dari pihak
yang menunggangi, katanya. Siapa dia?
Nama yang paling sering disebut adalah
Riza Chalid.
Orang ini sempat tersandung kasus
korupsi Pertamina di tahun ini. Nama
lengkapnya adalah Muhammad Riza Chalid.
Dia dikenal luas di kalangan elit bisnis
khususnya di dalam industri perdagangan
minyak. Salah satu perusahaannya dia
yaitu Global Energy Research yang
disebut-sebut sebagai pemasuk utama
minyak ke Pertamina Energy Trading atau
Petral, anak usaha dari Pertamina yang
ada di Singapura. Walaupun namanya besar
di dalam industri minyak, kehidupan
pribadi Riza Chalid ini sangat tertutup.
Dia jarang tampil di depan publik dan
lebih banyak tinggal di Singapura. Dan
selain minyak, bisnis Riza juga ada di
berbagai sektor lain seperti retail
mode, perkebunan sawit sampai dengan
minuman kemasan. Dia juga tercatat
memiliki beberapa perusahaan di luar
negeri termasuk Supreme Energy, Paramon
Petroleum dan juga Straight Oil dan juga
Cosmic Petroleum yang sebagian besar
berada di Singapura. Pada tahun 2015,
majalah Glob Asia menempatkan Riza di
dalam daftar orang terkaya Indonesia
dengan estimasi kekayaan mencapai 415
juta Do Amerika. atau setara dengan Rp6
triliun yang menjadikan dia sebagai
orang terkaya ke-88 versi majalah
tersebut. Untuk kehidupan pribadinya,
tidak banyak informasi yang bisa gua
dapatkan sebenarnya karena ya orang kaya
saking kayanya dia tertutup banget.
Kalau dari informasi yang gua ambil dari
sebuah e artikel dari media Tirto ya,
Riza Chalid ini merupakan anak dari
pasangan Chalid Rahmat dan Siti Hindun.
Nah, itu nama orang tuanya. Terus
Rizalit ini sendiri menikah dengan
Rosriana Adrianti yang sering disapa
dengan panggilan Bu Ucu pada tahun 1985.
Nah, dari sejak pertama kali bertemu
sampai memutuskan menikah dengan
istrinya tersebut, waktunya terbilang
singkat dan mereka bertemu di acara
ulang tahunnya Uchu dan 3 bulan kemudian
mereka langsung menikah. Namun geng, di
tahun 2012 mereka memutuskan untuk
bercerai dan dari pernikahannya tersebut
mereka dikaruniai dua orang anak yaitu
Muhammad Kerry Adrianto yang lahir di
tahun 1985 dan Kenesa Ilona Rina yang
lahir tahun 1989. Di tahun 2000-an,
sebagian waktu mereka dihabiskan di
Singapura. Anak-anak dari Riza dan Unchu
ini pindah untuk bersekolah di United
World College of Southeast Asia atau
disingkat dengan UWCS
yang mana ini di Singapura dan mereka
menghabiskan pendidikannya di sana sejak
tahun 1998 karena pada saat itu kondisi
di Indonesia lagi kacau karena apa ya
krisis moneter. Dengan uang yang banyak,
keluarga Riza Chalid ini selalu hidup
dengan kemewahan. Bahkan mereka bisa
liburan ke berbagai tempat terkenal di
dunia seperti ke Antartika, Amazon di
Brazil sampai ke Eropa. Pada tahun 1997,
Riza Chalid ini pernah tercatat mewakili
PT Dwangga Sakti Prima, sebuah
perusahaan milik Siti Hutami Endang
Adiningsih yang dikenal sebagai Mamik
dan juga Bambang Rihatmojo yang mana
kedua orang ini adalah anak dari
Presiden Soeharto. Nah, perwakilannya
tersebut bertujuan untuk pembelian
pesawat Sukoi di Moskow, Rusia. Dan PT
Duwanga ini sendiri tercatat melakukan
penaikan harga yang tidak wajar di saat
itu. Atau dengan kata lain mark up ya.
Jadi harganya tuh dilebih-lebihkan di
tahun 1996 yang mana mereka ee membeli
sebuah pesawat Hercules dengan harga 30
juta Amerika. Padahal sebenarnya harga
pesawat itu nilainya cuma 25 juta Do
Amerika. Dan ketika itu di Moskow juga
hadir Ginanjar Karta Sasmita yang
menjabat sebagai Menteri Negara
Perencanaan Pembangunan Nasional atau
Ketua BAPENAS tahun 1997 dan Jenderal
Wiranto yang menjabat sebagai kepala
staf angkatan darat yang mana mereka
berencana untuk membeli sistem
pertahanan lain dari Rusia.
Kemudian di tahun 2004, Riza Chalid dan
Ucu mendirikan sekolah Aljabar yang ada
di Pondok Labu, Jakarta. Yang mana di
sekolah ini dia dijadikan sebagai kepala
sekolah di tahun 2010 dan di tahun yang
sama sekolah tersebut diresmikan dengan
label internasional sehingga menjadi
sekolah Islam internasional dan
diresmikan oleh Suryadarma Ali yang pada
saat itu menjabat sebagai Menteri Agama.
Selain sekolah Aljabar, Riza Calit serta
Uchu ya mantan istrinya ini juga
mendirikan Kitzania di bulan November
tahun 2007 dengan nilai investasi
sebesar 10 juta Do Amerika. Dan anak
mereka yang bernama Kie juga mengikuti
jejak sang ayah. Ya, dia dikabarkan
menjadi komisaris di PT Orbit Terminal
Merak yang dulu bernama PT Oil Tanking
Merak kalau kalian tahu. Dari sini kita
udah bisa lihat ya, Geng, bahwa Riz
Chalid ini memang bukan orang
sembarangan. Dia sepak terjangnya cukup
gila-gilaan. Dia bukan cuma seorang
pebisnis dan konglomrat biasa, tapi juga
memiliki kekuasaan yang tidak kasat mata
di Indonesia. Dia dekat dengan para
pejabat negara, ya dan karena itulah dia
dianggap tidak tersentuh oleh siapapun
termasuk terser hukum walaupun ada
dugaan dia melakukan aksi kriminal salah
satunya adalah korupsi. Tercatat banyak
banget nih, Geng, skandal yang ditujukan
kepada Riza Chalid ini. Yang pertama ya
kita akan bahas dulu nih, yaitu mengenai
kasus minyak zat api. Apa itu? Gimana
kasus tersebut? Sekarang kita akan masuk
ke dalam pembahasannya.
Jadi, Geng, mungkin ada yang baru tahu
ya nama dari Riza Chalid ini ketika aksi
demo kemarin atau mungkin ketika kasus
korupsi Pertamina terjadi. Tapi
sebenarnya skandal yang menyeret nama
beliau ini sudah terjadi bertahun-tahun
yang lalu, Geng. tepatnya di tahun 2008
yang mana ini berkaitan dengan kasus
impor minyak Zati. Di tahun tersebut
Pertamina Energy Trading Limited atau
Petral itu membeli minyak campuran yang
diberi nama Zatapi melalui Global
Research Energy dan Gold Manor. Dua
perusahaan tersebut ternyata terafiliasi
dengan Riza Chalid. Ini media Tempo
pernah melakukan investigasi nih, Geng,
terkait kasus ini dan mengungkapkan
bahwa Riz Chalid bersama dengan Stealer
Marganda Napitupulu serta Irwan Prakoso
itu terlibat di dalam Kongkalikong impor
sebanyak 600.000 barel minyak mentah zat
apapi. Satu transaksi pembelian minyak
itu ya menyebabkan Pertamina jadi rugi
sebesar Rp65 miliar. Wuh, gila
korupsinya benar-benar enggak main-main
ya, Geng. Dan ada sebuah laporan dari
media tempo edisi tanggal 24 Maret 2008
yang berjudul zatapi dengan sejumlah
tapi ya judulnya gitu. yang mana di sana
menyebutkan bahwa kecurigaan adanya
ketidakberesan dalam impor minyak zat
api menyebar di kalangan peserta tender
ketika Pertamina menyembunyikan harga
penawaran gold Manor dan formula Zat
Api. Nah, dari sinilah, Geng, muncul
dugaan kalau Zatapi adalah percampuran
minyak Darlin dari Sudan dan Kondesat
Terengganu dari Malaysia. Ariha Sumarno
selaku direktur utama Pertamina yang di
saat itu malah tidak mempermasalahkan
hal tersebut karena harganya yang murah.
Jadi kualitasnya ya udahlah biarin lah
rusak hancur-hancur deh yang penting
murah karena pada saat itu harganya jadi
mendapatkan diskon sebesar 2,28
Amerika per barel. Nah, namun geng kalau
perhitungannya didasari dengan harga
pasar darblend dan terengganu di saat
itu ya jenis dari campuran minyak ini
ya, harga pembelian yang disebut oleh
Ari tadi juga enggak bisa dibilang
murah. Karena ibaratnya gini, contoh
kayak misalkan kalian beli handphone di
pasaran itu harganya Rp16 juta ya, tapi
dijual ke negara malah Rp20 juta
satunya. Ya emang itu murah enggak?
Walaupun negara mampu beli ini Rp40 juta
pie tapi tetap aja itu hitungannya
enggak murah secara harga dasarnya. Nah,
itulah yang terjadi, Geng.
Hitung-hitungan beberapa trader minyak
malah menyebutkan kalau harga tersebut
masih terlalu mahal, yaitu 11,72
per barelnya. Ya, kalau memang benar
begitu, dengan volume 600.000 barel
tadi, Pertamina jadi merugi sebesar
Rp65,5 miliar. Nah, meskipun begitu,
kasus ini akhirnya tiba-tiba dihentikan
oleh Bares Krim Polri karena dinilai
tidak merugikan negara. Ya, kenapa
enggak merugikan negara? karena dianggap
kayak barangnya ada, pembelanjaannya
jelas, barangnya ada walaupun harganya
mahal gitu, Geng. Akhirnya si Bapak
Konglomerat ini terbebas dari jerat
hukum untuk kasus dia yang pertama. Oke,
itu baru kasus yang pertama. Ruginya R5
miliar. Huh,
gila ya. Kita dikasih 65 miliar kayaknya
tidur-tiduran aja di rumah udah enggak
usah kerja seumur hidup udah ada uang
pensiun gitu. Nah, tapi ternyata tidak
dengan Bapak ini. Beliau masih
melanjutkan sepak terjangnya dengan
kasus yang kedua. Kita masuk ke dalam
kasus audit Petral.
Jadi, Geng kasus selanjutnya berkaitan
dengan audit petral. Ya, di dalam kasus
ini Riza Chalin disebut-sebut sebagai
sosok kunci dalam hasil audit forensik
Petral anak usaha Pertamina pada tahun
2015. Nah, Petral ini anak anak
perusahaan lah gitu. Di sebuah laporan
yang dibuat oleh media Tempo yang
berjudul Akun Bersama mafia minyak,
audit forensik Corda Meta mengungkapkan
bahwa adanya modus permainan kotor impor
minyak dan gas di sekitar Petral pada
tahun 2012 sampai dengan 2014. Ada salah
satu temuan audit forensik tersebut yang
menyebutkan kebocoran informasi
pengadaan minyak mentah dan BBM merembes
ke luar perusahaan lewat
trading88@ymail.com.
Nah, melalui grup email inilah semua
data rahasia Pertamina Energy Service,
termasuk harga perkiraan sendiri atau
HPS dibocorkan ke pihak luar. Dan hal
ini berdampak ke Pertamina karena
Pertamina jadi tidak mendapatkan harga
yang kompetitif. Pihak luar yang
menerima bocoran data tersebut adalah
Global Energy Resource dan eh Verita
Oil. Menurut Sudirman Said yang ketika
itu menjabat sebagai Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral atau ESDM global
merupakan perusahaan gas yang
terafiliasi dengan Riza Chalid. Dalam
praktiknya ya, global ini dikendalikan
oleh orang-orang yang juga mengendalikan
GT Energy Limited dan Verita Oil serta
Gold Manor International Limited. Salah
satu eh direktur Gold Manor yaitu
Skiller Marganda Napitupulu itu
pengusaha yang juga terseret di dalam
kasus minyak zat api kemarin bersama
dengan Riza Chalin. Di dalam hal ini
ternyata ada kaitannya lagi sama dia.
Tapi lagi-lagi ya kasus ini tidak
berjalan lama. tiba-tiba kayak landai
aja gitu, hilang ditelan bumi. Nah, dua
kasus tadi itulah awal mula dari
terungkapnya skandal ya seorang Riza
Calit di dalam Kongkalikong industri
minyak. Tapi ada kasus lain, Geng yang
mungkin jadi kasus yang membuat nama dia
akhirnya benar-benar meledak ke
permukaan dan ramai diperbincangkan.
Yaitu sebuah kasus yang ramai di tahun
2015 yang mana ini dikenal sebagai kasus
papa minta saham. Pernah dengar enggak
kasus ini? Sekarang kita bahas.
Jadi, geng, kasus ini terungkap pada
tahun 2015 juga ya. Pada saat itu
Sudirman Said selaku Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral yang sedang
menjabat, dia melaporkan anggota dewan
yaitu Setya Novanto ke Mahkamah
Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI. Di
dalam laporan tersebut, Setya Novanto
disebut-sebut meminta jatah sebesar 11%
saham Freeport dengan mengatasnamakan
Pak Jokowi yang pada saat itu menjabat
sebagai presiden. Terus kenapa kasus ini
dinamakan kasus papa minta saham? Jadi
sebutan ini adalah sebutan plesetan dari
penipuan bermodus minta pulsa melalui
SMS yaitu mama minta pulsa. Kalau kalian
nih para milenial dan Genzi udah pasti
pernah ingat ya. Dulu tuh ada chat atau
SMS penipuan yang tulisannya, "Dek, Mama
minta pulsa dong, nanti Mama ganti. Ini
nomor mama yang satu lagi." Kayak
gitu-gitu tuh. Akhirnya ya kasus saham
ini diplesetinlah dengan kata papa minta
saham. Dan ketika itu Sudirman Said
mengadukan Setia Novanto karena mencatut
nama Pak Jokowi serta Pak Jusuf Kala
yang di saat itu menjadi presiden dan
wakil presiden di dalam lobi saham PTFI.
Lobi yang dimaksud tersebut adalah
ketika Setenovanto bertemu dengan Maruf
Samsudin dan Riza Chalid di Hotel Ris
Cton di Jakarta pada tanggal 8 Juni
tahun 2015. Dan ternyata di dalam
pertemuan itu Maruf merekam pembicaraan
Setia Novanto dengan Riza yang intinya
mereka bisa membantu untuk memperpanjang
kontrak Freeport. Ada juga yang
permintaan saham ke Freeport untuk
proyek pembangkit listrik di Papua. Jadi
emang sebenarnya kasus ini membidik
setnya Novanto. Namun karena pada saat
itu ada Riza Chalid jadinya dia ikut
terseret-seret geng. Laporan ini
kemudian diproses dan dilakukan di
sidang etik oleh MKD yang membuat
Setianovanto mengundurkan diri dari
posisi Ketua DPR pada tanggal 16
Desember tahun 2015. Dan pihak Kejaksaan
Agung juga diketahui menyelidiki kasus
dugaan permintaan saham tersebut karena
adanya dugaan pemufakatan jahat dan
sempat meminta keterangan dari Sudirman
Said. Sekjen DPR serta Maruf. Nah, tapi
di dalam hal ini Riza Chalid selalu
gagal dihadirkan oleh Kejaksaan Agung
untuk dimintai keterangan sampai pada
akhirnya Setiaanto mengajukan uji materi
ke MK terkait penyadapan atau perekaman
yang dijadikan barang bukti dalam
penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan.
MK kemudian memutuskan bahwa penyadapan
terhadap satu pihak harus dilakukan oleh
aparat penegak hukum sesuai dengan
ketentuan Undang-Undang ITE. yang mana
itu artinya rekaman suara dari pertemuan
antara Setia Novanto, Riza Chalid, serta
Maruf itu enggak bisa dijadikan sebagai
bukti dan seharusnya dikesampingkan.
Adanya putusan MK tersebut membuat
penyidikan yang dilakukan oleh Kejagung
jadi terhenti terkait kasus Papa minta
saham ini, Geng. Sama dengan Kejagung,
MKD DPR juga akhirnya mengabulkan
permintaan untuk pemulihan nama baik
Senenovanto yang diajukan oleh Fraksi
Partai Golkar. Dan karena kasusnya
terhenti, pihak dari Kejaksaan Agung
jadi tidak bisa mengusut dengan tuntas
keterlibatan dari Riza Chalid di dalam
kasus ini. Padahal Kejaksaan Agung
sendiri udah punya dan melengkapi barang
bukti yang dimiliki untuk bisa menjerat
Riza Chalid juga. Tapi lagi-lagi karena
putusan MK yang tidak menganggap bukti
rekaman bagian dari barang bukti,
penyidikan terhadap kasus ini pun
berhenti. Nah, di tahun 2018 kasus papa
minta saham ini kembali menjadi sorotan
ketika Riza Chalid terlihat hadir di
dalam acara kuliah umum Jokowi di
Akademi Bela Negara Partai Nasdem. Yang
jadi masalahnya adalah pihak Kejaksaan
Agung sendiri mengaku kesulitan untuk
mendatangkan Riza Chalid agar
mendapatkan keterangan. Tapi gimana bisa
Riza Calit dengan mudahnya muncul di
dalam kuliah umum tersebut? Ini kan aneh
banget. Dan Sudirman Said sendiri pernah
bercerita kalau Pak Jokowi sempat
bingung bagaimana cara menghadapi Riza
Chalid dan Setan Novanto di dalam kasus
tersebut. Hal itu berawal ketika
Sudirman dipanggil ke istana negara oleh
Pak Jokowi mengenai terseretnya Setnya
Novanto di dalam kasus ini. Di awal
pertemuannya ya dia mengungkapkan gestur
Pak Jokowi yang sudah marah kepada
Sudirman Said. Dan di saat itu Pak
Jokowi langsung bertanya ke Sudirman
Said soal orang yang melaporkan
Senovanto ke MKD. Padahal yang
melaporkannya justru adalah Sudirman
sendiri dengan menyerahkan rekaman
pembicaraan Senovanto dengan Riza Chalid
serta Maruf tadi. Nah, jadi kurang lebih
seperti itu, Geng, kronologinya. Nah,
terus gimana sih awal mula Riza Chalid
ini bisa disebut-sebut sebagai mafia
minyak? Nah, gua menemukan informasi
dari media Bareksa yang mewawancarai
Faisal Basri yaitu seorang ekonom senior
dan ketua tim reformasi tata kelola
Migas RI. Semuanya berawal ketika Ida
Agus Sujana yang merupakan mantan
Menteri Pertambangan dan Energi
mengumpulkan anak-anak muda dari ITB. Di
masa itu, Geng, ya, sedang banyak
eksplorasi minyak dan perkumpulan mereka
bertujuan agar anak muda Indonesia
sendirilah yang mengelola minyak yang
ada di Indonesia. Nah, waktu itu staf
kepercayaannya Pak Sujana ini adalah Pak
Purnomo Susgiantoro namanya yang
menjabat sebagai Menteri ESDM tahun 2000
sampai 2009 dan Menteri Pertahanan tahun
2009 sampai 2014. Nah, dari situlah Pak
Purnomo ini berkenalan dengan Riza
Chalid yang menjadi titik baliknya
ketika Indonesia yang tadinya mengekspor
minyak kemudian mulai mengimpor minyak
di tahun 2000. Pada saat itulah Rizal
Chalid menjadi importir minyak bersama
dengan teman-temannya termasuk Rosano
Barak di bawah koordinasi dari Pak
Purnomo. Untuk kasus Pertamina sendiri
ya, Geng, gua enggak ngebahas di video
ini karena udah pernah gua bahas. Untuk
kalian yang ketinggalan beritanya bisa
lihat langsung di channel gua yang ini
ya, di video yang ini. Nah, di sana udah
gua jelaskan secara detail. Nah, tapi
geng kontroversi dari seorang Riza
Chalid ini ternyata gak berhenti sampai
di situ. Karena ada dugaan lain kalau
Riza Chalid ini juga mengalirkan uangnya
untuk mendanai kampanye di tahun 2014.
Kira-kira uangnya itu untuk mendanai
paslon yang mana nih? Nah, sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan soal Riza
Chalid yang membiayai kampanye pada
Pilpres 2014.
Jadi, Geng, dugaan Riza Chalid membiayai
kampanye itu terungkap dari rekaman yang
juga mengungkapkan kasus papa minta
saham ketika Pilpres 2014, Riza Chalid
serta Setia Novanto berada di kubu
koalisi merah putih yang mengusung Pak
Prabowo dengan Pak Hatarajasa. Dalam
rekaman tersebut, Riza Chalid dan Setian
Novanto menyinggung soal bantuan dana
sebesar 500 miliar yang sudah mereka
berikan ke pasangan Prabowo Hatta. Namun
uang itu ya melayang begitu saja karena
pasangan tersebut kalah di Pilpres
katanya. Dan terdengar menyesal Riza
Chalid sempat menyinggung dana tersebut
ketika bertemu dengan Maruf dan
Setiovanto. Nah, di dalam rekaman itu
Riza Chalid bilang misalkan 500 miliar
itu dibagi du bakal happy. 250 miliar ke
Jokowi JK, 250 miliar ke Prabowo Hatta.
Kalau begitu Riza Chalid dan Maruf
tinggal duduk aja ke Singapura main golf
dan segala macam. Nah, dari situlah
ketahuan ternyata ada indikasi kalau
Riza Chalidlah yang memberikan dukungan
kampanye untuk Prabowo Hatta. Namun,
Geng, menurut mantan ketua tim
pemenangan pasangan Prabowo Hatta yaitu
Pak Mahfud MD, dia mengaku tidak pernah
bertemu dengan Riza Chalid ini dan
memastikan bahwa dana yang dimaksud
sebesar 500 miliar itu enggak pernah
masuk ke panitia untuk mendanai
kampanye, katanya. Dan tundingan
tersebut tidak berhenti di situ aja,
Geng. Karena disebutkan juga dalam
rekaman suara itu, Presiden Jokowi juga
ikut mendapatkan citra buruk karena
diduga mendapatkan uang kampanye dari
Riza Chaid. Nah, sama seperti Mahfud MD,
Pramono Anung yang di saat itu menjabat
sebagai sekretaris kabinet mengatakan
bahwa Presiden Jokowi membantah dengan
tegas tuduhan itu. Pak Pramono
menyebutkan kalau Pak Jokowi sama sekali
tidak pernah tahu dan tidak pernah
berhubungan dengan Riza Calit serta
enggak pernah ada bantuan untuk pasangan
Jokowi JK. Kalaupun ada, tentunya
Rizalah yang mencatut itu. Sebab Pak
Jokowi sendiri tidak pernah tahu. Pak
Pramono juga menjelaskan bahwa aliran
dana tersebut tidak akan lari ke
individu yang tergabung ke dalam tim ses
Jokowi JK. Karena misalkan ada, maka
pasti akan disebutkan namanya di dalam
rekaman itu. Nah, ketika aksi demo
kemarin terjadi, ada isu yang beredar
juga kalau Riza Chalid membiayai
kampanye pasangan calon Anis Amin di
dalam Pilpres 2024. Nah, setelah mengaku
mendanai Pilpresnya Prabowo dan Hatta,
nah sekarang tersebar isu kalau dia
mengaku mendanai Anis Amin dalam Pilpres
2024. Nah, dari sinilah banyak yang
berspekulasi kalau aksi kemarin semacam
sengaja di-setting oleh Riza Chalid yang
mana saat Pilpres kemarin yang kita tahu
ya panasnya itu kayak apa dan untuk bisa
melengserkan Pak Prabowo dan mengacaukan
stabilitas negara tujuannya. Walaupun
dugaan Riza Chalid yang mendanai
kampanye Anis Amin belum terbukti, tapi
asumsi ini malah dipercaya oleh
masyarakat, Geng.
Terus, Geng, eh di masa pemerintahan Pak
Prabowo, kasus korupsi Pertamina yang
menyeret namanya Rizal Salid ini diusut
ya dan pengusutannya ini lebih jauh
dibandingkan kasus-kasus yang pernah
menimpa dia. Nah, karena cuma Pak
Prabowo yang ternyata dianggap berani
mengambil langkah untuk mengungkap
praktik dari bisnisnya, Riza Chalid. Dan
ini belum pernah terjadi di masa
kepemimpinan presiden-presiden
sebelumnya. Dan karena memang Riza
Chalid ini dekat dengan banyak penguasa
gitu ya. Dan bahkan ya Pak Mahfud MD
menyebutkan kalau Riza Chalid
mendapatkan julukan sebagai raja minyak
bukan tanpa alasan karena memang dia
tidak pernah tersentuh oleh penguasa
sebelumnya. Isu kalau Riza Chalid yang
mendalangi demo itu semakin kencang
setelah mantan kepala BIN yang bernama
Pak AM Hendro Priono mengungkapkan bahwa
aksi protes di DPR ditunggangi oleh
pihak asing. Menurut beliau, pihak luar
inilah yang menggerakkan jaringan di
Indonesia tanpa sepengetahuan
orang-orang yang terlibat. Jadi
ibaratnya seperti Riza Chalid ini
melakukan balas dendam karena
pemerintahannya Pak Prabowo yang ingin
mengusut korupsi yang dia lakukan lebih
serius dibandingkan presiden-presiden
yang lain. Nah, menurut kalian gimana,
Geng? Masuk akal enggak dengan tuduhan
ini? Masuk akal enggak kalau di belakang
ini semua adalah perbuatan dari Riza
Chalid? Coba deh, tuliskan pendapat
kalian di kolom komentar. Namun, Geng
ya, sama seperti kasus-kasus sebelumnya,
semenjak kasus korupsi Pernamina ini
bergulir, penyidik sudah melakukan upaya
pemanggilan terhadap Riza Chalid
sebanyak tiga kali berturut-turut. Tapi
pihak Kejaksaan Agung menduga kalau saat
ini Riza Chalid sudah tidak tinggal di
Indonesia, melainkan sudah berada di
Singapura atau justru Malaysia. Nah,
namun ada yang percaya kalau dia itu di
Malaysia ya. Nah, karena Riza Chalid
yang saat ini ramai diperbincangkan
berada di Malaysia membuat pihak
Malaysia ikut angkat suara terkait sosok
Riza Chalid ini. Nah, sekarang kita akan
masuk ke dalam pembahasan mengenai
tanggapan dari pihak Malaysia terkait
keberadaan dari Riza Chalid ini.
Ada dugaan kalau saat ini Riza Chalid
berada di Malaysia dan hal ini
diungkapkan oleh Direktorat Jenderal
Imigrasi Kementerian Imigrasi dan
Permasyarakat. Disebutkan kalau Riza itu
berangkat ke Malaysia pada tanggal 6
Februari 2025. Di saat itu Yuldi Yusman
selaku Plt Direktur Jenderal Imigrasi
mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi
dengan perwakilan imigrasi di Malaysia
untuk memastikan keberadaan dari Riza
Chaid. Dan sejak dia berangkat ke
Malaysia sampai saat ini dia belum
kembali ke Indonesia. Dan kemudian
Boyamin bin Saiman selaku koordinator
masyarakat anti korupsi Indonesia atau
MAKI menyebutkan bahwa Riza Chalid sudah
menikah dengan kerabat sultan di
Malaysia katanya. Hal ini didukung
dengan keberadaannya dia yang
disebut-sebut berada di Malaysia tadi
setelah ditetapkan sebagai tersangka dan
mangkir dari pemanggilan oleh Kejaksaan
Agung. Dan kerabat sultan ini
disebut-sebut berinisial J atau K.
Boyamin juga bilang kalau dari
pernikahan tersebut membuat posisi Riza
Chalid menjadi kuat di Malaysia. Dan
menurut Boyamin, Riza Calit juga
berteman dekat dengan Anwar Ibrahim
selaku perdana menteri Malaysia. Dan
pertemanan ini terjadi sebelum Anwar
menjadi perdana menteri. Dan dia
menyebutkan kalau jejak digital yang
dipublikasikan Kesultanan Kedah ada foto
Anwar bersama dengan Riza Chalid di mana
mereka berdua menghadap Sultan Kedah
pada tanggal 2 Oktober 2022. Nah, lalu
geng menanggapi tudingan bahwa dia dekat
dengan Riza Chalid, Anwar Ibrahim
mengatakan kalau pemerintah Malaysia
tidak ikut campur urusan hukum Riza
Chalid. Ketika berada di Indonesia untuk
menghadiri acara konsultasi tahunan
ke-13 Indonesia beberapa waktu silam ya,
Anwar Ibrahim mengaku mengenal Riza
Chalid, tapi dia enggak pernah tahu di
mana keberadaan Riza Chalid. Dan hal
senada juga diungkapkan oleh Datuk
Muhammad Alamin selaku Wakil Menteri
Luar Negeri yang menyebutkan kalau
Malaysia tidak akan melindungi Riza
Calit dari penyelidikan atau penuntutan
korupsi serta akan membiarkan hukum
berjalan sebagaimana mestinya. Nah, dia
juga menyebutkan bahwa masalah yang
melibatkan Riza Chalid tidak akan
mempengaruhi perundingan yang sedang
berlangsung antara Malaysia dan
Indonesia mengenai sengketa ambalat yang
juga sudah pernah gua jelaskan di video
sebelumnya. Yang ini
pernyataan dari pemerintah Malaysia ini
disambut dengan baik oleh Maki. Karena
dengan begitu ruang pergerakan dari Riza
Chalid akan semakin sempit sehingga dia
bisa didesak untuk segera pulang ke
Indonesia dan menjalani masa hukumannya.
Pemerintah juga tidak tinggal diam,
Geng. Ketika Riza Chalid kabur ke luar
negeri. Di saat itu, Menteri Imigrasi
dan Permasyarakat yang bernama Pak Agus
Adrianto sudah mengambil langkah tegas
dengan mencabut paspor milik Riza
Chalid. Pencabutan paspor ini secara
otomatis membuat status Riza Chalid
menjadi ilegal di negara manaun yang
tempat dia berada dan mempermudah proses
deportasi dia kalau ketangkap. Di sisi
penegakan hukum, Kejaksaan Agung juga
sudah terus melakukan proses penyidikan
terhadap Riza Chalid ini terkait
kasusnya dia yang ee dikorupsi
Pertamina, Geng.
Nah, jadi itu dia, Geng. Sosok Riza
Chalid, orang yang kalian minta untuk
dibahas yang kabarnya dia ya dituduh
sebagai penggerak demo di Indonesia yang
keos banget ini. Gimana, Geng,
pembahasan ini? Hah? Sudah cukup puaskah
informasinya untuk kalian atau kalian
masih merasa kurang dengan informasi
sosok Riza Calit ini? Kalau memang masih
kurang, nanti coba kita akan membahas
yang jauh lebih dalam lagi.