Transcript
ByToThaLJMw • KONSPIRASI RAMALAN INDONESIA YANG HANCUR KARENA DEMO ANARKIS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1524_ByToThaLJMw.txt
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita bakal tetap membahas soal demo besar yang terjadi di negara kita beberapa hari yang lalu. Masih banyak hal yang bisa dikulik dari kejadian ini. Tapi untuk video kali ini kita akan berfokus pada pembahasan bagaimana kerusuhan dan segala macam lainnya ya ee di dalam demo ini yang mungkin banyak dari kita tuh belum tahu bahwa peristiwa ini tuh kayak ada konspirasinya gitu, Geng. Misalnya nih ketika DPR berjoget-joget. Kalian tahu enggak, Geng? Kalau tarian dari anggota DPR ini kayaknya enggak asing. Karena tarian tersebut mirip dengan tarian yang dilakukan oleh orang-orang pada masa PKI sebelum mereka melakukan operasi penculikan dan penghilangan nyawa kepada enam jenderal dan satu kapten tentara Indonesia di saat itu. Nah, yang mana tarian ini disebut dengan tarian malam Kelabu. Kita akan bahas nanti konspirasi tersebut. Terus geng, situasi yang saat ini menimpa salah satu anggota DPR yang kabarnya sudah dinonaktifkan yaitu Uyakuya membuat orang-orang jadi teringat dengan ramalan dari seorang e public figure yaitu Hart Gumai di tahun 2024 yang mana ya ramalannya itu seolah-olah benar-benar terjadi. Percaya enggak percaya? Dan kabarnya juga aksi pembakaran fasilitas umum dan penjarahan yang mewarnai demo kemarin ya merupakan salah satu cara supaya pemerintah bisa menerapkan darurat militer. Itu isunya. Benarkah demikian? Dan bagaimana jika benar darurat militer ini diterapkan di negara kita? Apa yang akan terjadi? Di dalam pembahasan kali ini, kita akan mengupas semuanya, termasuk dengan beberapa update lainnya terkait demo kemarin. Gua harap kalian bisa menyimak video ini sampai tuntas supaya tidak tertinggal informasinya. Sebelumnya gua mau disclaimer dulu. Video ini dibuat ya atas dasar informasi, tidak berniat ingin menjelekkan atau menyudutkan pihak manapun. Tujuannya benar-benar untuk informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo geng, welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Untuk pembahasan yang pertama, kita akan membahas mengenai konspirasi tarian dari anggota DPR yang mana ini disamakan dan mirip banget dengan tarian malam kelabu. Jadi, geng, kalian ingat kan sama video anggota DPR yang berjoget yang membuat banyak publik marah dan menjadi salah satu alasan mengapa demo akhirnya terjadi. Nah, mungkin kalau kalian perhatikan tarian yang dilakukan oleh para anggota DPR ini cuma gerakan tanpa arti yang mana itu adalah sebuah spontanitas semata-mata menunjukkan kegembiraan. Tapi tahu enggak, Geng? Kalau tarian tersebut ya ternyata similar banget. Mirip seperti tarian pada sebuah kasus mencekam di negara kita, yaitu tarian malam kelabu yang berhubungan dengan insiden gerakan 30 September atau yang disebut dengan G30S PKI. sebuah kejadian yang benar-benar tidak bisa terlupakan di negara ini. Gua bakal jelasin sedikit nih, Gengs, soal latar belakangnya dulu, ya. Apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, insiden tersebut terjadi karena konsep ideologi nasionalisme agama dan komunisme atau NASAKOM yang digagas oleh Presiden Soekarno pada masa itu yang mana ideologi ini ditentang keras oleh TNI Angkatan Darat. Gerakan ini ya dianggap menjadi puncak dari usaha pihak PKI untuk bisa menerapkan konsep komunisme di Indonesia. Dan sebelumnya PKI sudah berupaya melakukan pemberontakan, salah satunya pemberontakan Madiun pada tahun 1948. Singkat cerita, dilakukanlah gerakan 30 September ini yang diinisiasikan oleh Dipa Nusantara Aidit yang menjabat sebagai ketua umum PKI di saat itu. Dan operasi ini juga disebut dengan operasi Takari yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan, menghilangkan pengaruh angkatan darat dalam pemerintahan, serta mengubah haluan negara menjadi komunis. Dan kalian sadar enggak, Geng? Ya, kejadian demo-demo ini ya mendekati bulan September. Sekarang udah bulan September, kejadian 30 SPKI. S-nya apa? September. Dan ya gua lanjut lagi nih. Operasi G30 SPKI ini kemudian dipimpin oleh komandan batalion 1 resimen Cakra Birawa yang bernama Led Call Untung Samsuri yang mana tugasnya adalah menculik para perwira angkatan daat. Sebelumnya sempat tertulis tuh nama wakil presiden Muhammad Hatta sebagai salah satu target. Namun nama beliau kemudian dicoret saat operasi akan dilaksanakan. Ada sebanyak tuuh orang dari TNI AD yang diculik yaitu Jenderal Ahmad Yani, Lejen Suprapto, Lejen MT Hariono, Lejen Esparman, terus ada Brigadir Jenderal di Panjaitan dan Maijen Sutoyo Siswo Miharjo serta Kapten Pir Tendean. Setelah mereka diculik, mereka pun dieksekusi dibuang ke dalam sumur lubang buaya. Nah, jenazah mereka baru ditemukan pada tanggal 4 Oktober 1965. Banyak yang menyebutkan insiden tersebut dengan sebutan malam kelabu karena aksi kejam tersebut dilakukan pada malam hari. Dan kabarnya, Geng, sebelum operasi tersebut dijalankan, orang-orang dari PKI ini sempat berpesta dan menari-nari. Nah, coba deh kalian lihat nih videonya. Ini gua ambil dari cuplikan apa ya? Dokumentasi atau film gitulah kembali ke [Musik] tuh. Kira-kira ketika kita samakan dengan tariannya yang ada di DPR mirip enggak? Cuma beda lagunya aja. Dan karena tarian malam kelabu ini adalah tarian yang dilakukan oleh orang-orang PKI sebelum melakukan pengeksekusian, banyak yang mencocok logikan kalau tarian seperti ini sebagai sebuah tanda bahwa tidak akan lama lagi akan terjadi sebuah insiden tragis. Dan benar aja, setelah anggota DPR berjoget viral demo besar-besaran terjadi sampai ada beberapa orang yang meninggal dunia. Gila main blowing banget ya. Pecahnya aksis demonstrasi besar-besaran ini dipicu kemuakan publik terhadap tingkah pola para anggota dewan saat berjogan ria mengikuti iringan lagu daerah. Sampai gua syuting video ini dilaporkan sudah ada tujuh orang. Selain Afan yang menjadi korban. Orang kedua adalah Reza Sandy Pratama mahasiswa semester 5 Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Jogja. Dia meninggal di dalam kericuhan di kawasan Ringroad Utara di depan markas Polda DIY Minggu pagi tanggal 31 Agustus 2025. Yo Surono ayahnya Reza yang ketika memandikan jenazah Reza merasa terkejut karena melihat tubuh Reza yang penuh luka. Leher belakang seperti patah, pelipisnya bocor, banyak bekas jejak sepatu PDL di dadanya dan juga perutnya serta memar akibat sabetan di badannya. Reza yang semulanya berpamitan hanya untuk ngopi bareng teman, namun belakangan dia diduga malah ikut turun aksi. Nah, setelah cedera dia kemudian dibawa ke RSUP Dr. Sarjito oleh unit Kesehatan Kepolisian dan dinyatakan meninggal sekitar jam .00 pagi. Terus kemudian ada lagi nih yang dari Makassar empat orang, tiga orang tewas di dalam kebakaran di kantor DPRD Kota Makassar yang satunya dikeroyok oleh massa di Jalan Urip Sumoharjo. Yang tewas ketika kebakaran di kantor DPRD itu adalah Saiful yang usianya 43 tahun. Nah, terus ada Akbar Basri yang akrab dipanggil Abay usianya 26 tahun dan ada lagi Sarinawati usianya 25 tahun. Nah, mereka bertiga ini terjebak di dalam gedung ditemukan dalam kondisi yang sudah hangus terbakar karena tidak berani keluar akibat banyak masa di luar. Dan yang paling menyedihkan adalah Abay. Abai itu sempat memberitahukan keluarganya dengan meminta maaf dan mengatakan kalau kondisinya saat ini sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena gedung DPRD sudah dikepung massa. Disebutkan juga kalau proses evakuasinya Abay berjalan cukup sulit karena tim SAR yang ingin mengevakuasi jenazah terhalangi dengan dilemparnya bom melotov oleh massa. Dan diketahui sebelum Abay meninggal dia justru mengecam tindakan aparat alias dia berpihak kepada massa. Jadi Abay ini berpihak kepada rakyat, tapi justru dia meninggal karena ulah dari demo rakyat sendiri. Sedih banget ya. Nah, sementara korban yang satunya lagi ya itu bernama Rusdam Diansyah. Usianya 21 tahun, masih muda banget. Dia ini bukan mahasiswa yang ikut unjuk rasa, tapi dia sipil biasa. Dia dikeroyok di Jalan Urip Sumoharjo di depan kampus Universitas Muslim Indonesia atau UMI yang mana masa menuduh dia sebagai intel aparat. Dia sempat dibawa ke RSUP OJK, ke MKES RI, dibawa ke CPI. Namun sayangnya nyawanya enggak tertolong. Sedih banget. Dihabisi oleh rakyat. Dan terakhir ya menimpa Sumari, seorang tukang beca asal Pacitan Jawa Timur. Dia sehari-hari mangkal di kawasan Pasar Gede dan pada saat dia mau pecah di Solo, Sumari menjadi korban. Beliau ditemukan dalam kondisi lemas di dekat gedung parkir ketandan ketika bentrokan massa dan polisi itu memanas di daerah Bundaran Geladak. Sumari sempat duduk lalu muntah sambil memegang dada. Pihak kepolisian bersama warga sempat membawa e dia ke RSUD Mardi. Namun nyawanya enggak tertolong. Pihak keluarga mengakui kalau Pak Sumari ini memiliki riwayat penyakit jantung dan asma. Jadi akibat dari kejadian ini ya mungkin dia kaget dan ya kemungkinan besar terkena paparan gas air mata dan ya terjadilah hal tersebut. Jujur aja, Geng. Kalau kalian dengar kenapa suara gua serak terus di video yang sebelumnya mata gua bengkak, ini gua tampilin ke kalian. Oke. Nah, itu video gua sempat berada di tengah-tengah demo dan disuruh balik. Gua lagi motoran waktu itu. Bang, di depan di pagar, Bang. Balik aja biaya, Bang. Bang, balik, Bang. Kenapa gua motoran? Biasanya ke mana-mana ya, mobilan kadang e bareng sopir juga. Nah, karena Jakarta sudah enggak kondusif, Geng. Macet di Jakarta hancur-hancuran. Jadi, waktu habis di jalan. Jadi, gua lebih memilih untuk naik motor. Dan apesnya di saat gua lagi naik motor, gua melewati jalan di mana sedang terjadi demo. Ya, demo di hari pertama. Padahal rencananya gua pengen turun demo di tanggal 29, tapi tanggal 25 gua malah terjebak demo, demo pertama. Dan di situ gua sadar bahwa fisik gua ternyata tidak kuat terhadap gas air mata. Mata gua langsung bengkak, suara gua sampai sekarang hilang. Gua sampai batuk-batuk sampai sekarang enggak sembuh-sembuh. That's why eh channel Katapena bukan suara gua saat ini digantikan oleh tim yang lain dulu karena sakit banget. Jadi kalau mencoba record kata pena dengan suara rendah kayak gitu sakit banget. Oke, sudah paham ya kenapa kondisinya kayak gini sekarang. Oke, kita lanjutkan lagi. Nah, dari konspirasi yang pertama ini coba kalian bayangkan, kalian pikirkan. Enggak apa-apa kalian cocok logi aja. Tarian G30 SPKI. Benar enggak? Mirip dengan tarian yang secara tidak sengaja ya, gua bisa bilang tidak sengaja. Itu kan kayak spontanitas Bapak-bapak DPR, ibu-ibu DPR ini berjoget. Mirip enggak? Itu dia konspirasi yang pertama joget-joget yang dilakukan oleh anggota DPR yang dikaitkan dengan tarian malam Kelabu. Sekarang kita bakal masuk ke dalam konspirasi selanjutnya yaitu ramalan hard gumai tentang masa depan Uyauya yang mana ya ini semua terjadi hari ini seperti ramalannya ee dan ya kalian boleh nilai sendiri nanti ramalannya akurat atau tidak. kita bahas. Jadi, Geng, kemarahan terhadap Uyakuya ini membuat rumahnya akhirnya dijarah dan posisinya di saat ini dia dinonaktifkan sebagai anggota DPR. Kita sudah bahas kemarin. Apa yang terjadi kepada Uya membuat banyak orang jadi mengingat ramalan dari Hart Gumai yang mana ramalan ini terjadi di sebuah acara televisi pada tanggal 2 Agustus 2024. Kayaknya di saat itu UyaKuya sudah masuk ke dalam dunia politik tuh. Nah, di dalam ramalannya Har Gumai, dia melihat kalau karir politiknya Uyakuya akan diwarnai dengan kontroversi besar. Bahkan Hard Gumai secara terang-terangan menyebutkan kalau Uyauya akan menjadi sorotan nasional sampai melibatkan PORI, TNI hingga presiden. Cuma Harguma ini menyebut kalau Uyakuya nantinya akan membongkar kasus besar. Sementara saat ini justru Uyakuyalah yang menjadi kasus besar itu sendiri. Jadi enggak tahu nih melenceng atau mungkin ini belum terjadi kasus besar yang dimaksud. Dan Hard Gumai juga menilai karakter Uyakuya yang frontal akan membawa dia ke dalam situasi yang penuh kontroversi. Meskipun diramalkan akan menghadapi kasus yang besar, Hard Gumai menyebutkan kalau nasib Uya tetap baik karena niatnya yang tulus ingin mengungkap kebenaran. Aura aku melihat e mohon izin sebelumnya Bang aku ngelihat Bang Uya Kuya ini auranya keras tebal eh kental e berapi-api ya King Uya Kuya ini aku melihat nanti ke depannya ini akan hubungan dengan kasus masyarakat di Indonesia dan dunia politik ini sangat besar sekali satu Indonesia sampai ini menjadi sorotan Polri TNI bahkan e pimpinan negara kita orang nomor satu presiden. E King Uya termasuk orang yang sangat frontal. Jadi nanti ee ee e menjadi salah satu orang yang vokal. Tapi aman enggak ya? Eh e aku ngelihat ya insyaallah aman ya. Kita coba ambil positifnya aja ya Geng. Kalau Uya Kuya tidak bertingkah seperti itu mungkin enggak akan ada aksi demo kayak kemarin. Dan kalau enggak ada aksi demo, mungkin aja tunjangan DPR yang begitu besar dan banyak yang dianggap tidak setara dengan kinerja mereka ya enggak jadi dibatalkan seperti sekarang. Itu positifnya. Jadi ibaratnya ini ya ada positif ada negatifnya. Positifnya ya tunjangan DPR ya masih dikaji ulang. Negatifnya ya akhirnya banyak orang yang menyerang rumahnya Uya ya mengambil harta bendanya Uya ya. Di satu sisi kita sebagai manusia juga kasihan sama orangnya gitu kan. Dan lalu geng selain meramalkan apa yang terjadi dengan Uyakuya, Hart Gumai juga sudah memprediksi dari jauh-jauh hari bahwa akan ada demo besar yang terjadi di Indonesia. Dan hal ini diungkap ketika dia sedang berada di podcast bersama dengan Denny Sumargo. Dalam penglihatannya dia, Hatgumai melihat ada api besar yang terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk di Pulau Jawa kebakarannya akan terjadi di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Kebakarannya bukan melanda satu rumah atau satu gedung, tapi banyak bangunan yang akan terbakar. Dan Hard Gumai mendeskripsikan bangunan yang terbakar itu adalah bangunan yang tinggi dan besar seperti kantor dan merupakan bangunan penting yang berisikan dokumen-dokumen penting. Kebakaran tersebut menjadi sorotan se-Indonesia mulai dari masyarakat, media hingga pemerintah. Hard Gumai juga bilang kalau kantor tersebut berhubungan dengan pemerintahan dan mungkin maksudnya adalah kantor milik pemerintah. Nah, dari ramalan Hargumai inilah banyak yang menghubungkan apa yang dilihat oleh Hargumai dengan kebakaran yang terjadi pada aksi di tanggal 28 dan 29 Agustus kemarin. Dan ya eh banyak yang mencocok logikan. Kira-kira menurut kalian gimana? Cocok atau enggak dengan ee yang diramalkan oleh Hard Gumai? Tapi memang ya dari penjelasannya sih mirip ya situasinya dengan yang terjadi di dalam aksi bakar membakar kemarin. Nah, jadi itu geng konspirasi kedua terkait ramalan Hart Guma yang menjadi kenyataan. Dan sekarang gua pengen ngajak kalian untuk membahas potensi darurat militer di Indonesia dan dampaknya seperti apa. Kenapa kok banyak banget yang takut apabila Indonesia berubah menjadi ee dalam kondisi darurat militer. Kita bahas. Jadi, Geng selama 2 hari kemarin pada saat demo terjadi di beberapa titik terjadi kericuhan berupa pembakaran dan penjarahan di beberapa rumah pejabat ya yang ada di Jakarta. Untuk pembakaran yang terjadi di Jakarta itu ada tujuh halte yang dibakar. Halte Polda Metro Jakarta, halte Senen Toyota Rangga, halte Senayan Bank DKI, halte Gerbang Pemuda, dan halte Bundaran Senayan, serta halte Pemuda Pramuka. Terus ada juga gerbang tol yang dibakar yaitu di Slipi SAT, Sliipi 2, Penjompongan, Senayan, Semanggi Sat, Semanggi 2, dan juga Kuningan 1. Karena pembakaran yang terjadi ini, masyarakat mulai terbelah menjadi dua nih, Geng. Ada yang memandang bahwa tindakan anarkis yang terjadi ketika demo ini justru merugikan masyarakat karena banyak orang yang bekerja yang masih menggunakan transportasi umum, tapi justru haltenya malah dibakar. Ada yang berpendapat kalau membakar itu bukanlah berasal eh dari inisiatif demonstran, tapi melainkan ada provokator atau oknum yang sengaja menimbulkan kericuhan. Dan ini adalah para penyusup yang salah satunya sempat diungkap oleh seorang netizen yang ikut turun pada demo kemarin. Di dalam sebuah video, dia bercerita kalau dia serta teman-temannya yang lain sedang menjaga peralatan medis di halte karena ada korban yang sedang mendapatkan perawatan. Tiba-tiba aja dia disamperin oleh bapak-bapak yang mengenakan pakaian batik, jaket Gojek, celana coklat, dan pakai sepatu boots mahal lah gitu. Badannya terlihat profesional kayak ya anggota lah. Bapak-bapak itu bertanya kepada si orang ini dan teman-temannya kalau dia berasal dari mana, tangselnya di mana, ya kan? Nah, bawaan siapa dan lain-lain lah. Di dalam video dia juga cerita kalau orang-orang yang turun aksi itu enggak ada yang bawa tangga karena ngapain juga bawa tangga ya kan. Tapi tiba-tiba ada sejumlah orang yang datang menggunakan sepeda motor sambil bawa tangga. Nah, orang-orang ini menuju ke halte untuk menghancurkan halte dan mengeluarkan bubuk misi untuk menyulut api di halte tersebut. Tapi masuk akal juga, Geng. Karena untuk menyulut api sebesar itu, jika menggunakan bensin perlu berliter-liter. Yang mana di dalam kondisi saat ini enggak mungkin untuk membeli bensin yang banyak, yang mana kebanyakan dari kita juga paling mengisi bensin kisaran Rp20 sampai Rp30.000. Akan lebih cepat dan lebih besar apinya jika menggunakan bubuk MUI. Itu pun bubuk misiu enggak bisa didapatkan cuma-cuma. Hanya orang-orang tertentu yang punya bubuk misiu kan gitu ya. Perlu ada akses yang cuma dimiliki oleh segelintir orang agar bisa mendapatkan bahan ini. Nah, kalian bisa berpikir sendiri ya kira-kira siapa yang punya akses untuk membeli bubuk Mesiu? Apakah tukang petasan ataukah tukang ya gitu deh. Oke. Terus juga terjadi pembakaran di beberapa tempat seperti di kolong tol TB Simatupang dan markas Gegana di Jakarta Pusat tepat pada hari Minggu kemarin. Padahal enggak ada seruan untuk melakukan demo. Kan aneh banget nih aksi demonya enggak ada tapi ada pembakaran yang terjadi dan media narasi pernah membongkar praktik pembakaran yang terjadi alias praktik serupa ya yang terjadi beberapa tahun silam. yaitu ketika aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di tanggal 8 Oktober 2020 yang mana ini mirip banget pada saat itu terjadi pembakaran di halte Transjakarta Sarina waktu itu isunya halte tersebut dibakar oleh Demonstran tapi semuanya ya terbongkar karena pembakaran itu terbukti justru dilakukan oleh oknum yang mana berdasarkan analisis yang dilakukan oleh media narasi para pelaku memang datang untuk membakar halte untuk memperburuk situasi saat itu. Jadi bukan untuk demo. Mereka datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok ketika aksi sudah mulai panas di perempatan Sarinah. Mereka sempat fotofoto dulu dan melakukan pengamatan. Setelah itu mereka berpencar untuk membakar halte-halte. Dan ketika mahasiswa yang terlibat bentrokan dengan polisi di perempatan Sarinah, para pelaku sibuk melakukan pengerusakan halte. Mereka memanfaatkan momen itu untuk melakukan pengerusakan lebih besar dengan sengaja menjulut api ke dalam halte. cuma butuh waktu yang singkat yaitu 1 jam doang bagi mereka untuk membakar halta tersebut. Mereka juga bukan bagian dari mahasiswa atau buruh yang menjadi penggerak aksi. Nah, dari kejadian inilah ya orang-orang jadi belajar dan skeptis terkait narasi kalau pengerusakan yang terjadi kemarin itu dilakukan oleh Demonstran karena udah ada contohnya. Terus soal penjarahan yang terjadi di beberapa rumah pejabat kan pada awalnya yang dijarah itu rumah Sharoni. Kalau itu masih ada indikasi alias ya ada konteks lah ya. Masa yang berkumpul itu organik. Yang jadi pertanyaannya di hari yang sama terjadi penjarahan serupa di rumah pejabat lain di rumah Eko Patrio, Uyakuya, Nava Urba sampai dengan Sri Mulyani. Kayak kok bisa serempak begitu dilakukan semuanya di dalam 1 hari? Biasanya kan tunggu ee kayak viral dulu 2 hari kemudian atau 3 hari kemudian baru ada lanjutannya. Nah, yang mana penjarahannya ini dilakukan pada malam hari berbarengan yang gua sempat lihat di salah satu video dari sebuah akun Instagram dengan username Tom Wibowo yang merekam suasana ketika penjarahan di rumah EPatrio. Di saat itu terlihat kalau di depan rumah Ecopatrio sebenarnya sudah dijaga oleh beberapa anggota. Tapi entah kenapa anggota-anggota ini ya seakan ya kayak tidak punya power untuk mengusir orang-orang tersebut. Apa kalah jumlah atau memang ya tidak mau bergerak nih? Enggak tahu juga nih. Kalian boleh menilai sendiri. Situasi yang sama kabarnya juga terjadi di rumah Saroni ketika diarah. Ada beberapa aparat yang berjaga namun tidak berkutik di saat orang-orang mengambil barang-barang di rumah tersebut. Ini dirasa oleh banyak orang itu janggal karena seharusnya kalau ada aparat di sana ya pasti ditindak ya kan. Nah, namun ada netizen yang berpendapat nih geng mengapa aparat ini seolah membiarkan? ya, karena posisi mereka sedang berada di wilayah pemukiman. Jika mereka mengambil tindakan tegas, nantinya akan berimbas ke warga yang ada di pemukiman tersebut. Nah, ini masuk akal juga. Nah, tapi banyak juga yang mempertanyakan kayak kok kayak Bapak-bapak ini sebagai aparat kayak tidak punya power gitu, seolah-olah dibiarkan. Nah, tapi itu asumsi dari masyarakat. Kalian bisa menilai mana yang benar. Apakah para aparatnya takut berimbas ke pemukiman atau justru memang ya seperti anggapan dari netizen bahwa seolah-olah dibiarkan? Mana yang menurut kalian benar? Terus ada yang lebih aneh lagi, Geng. Di hari Sabtu malam tanggal 29 Agustus kondisinya udah enggak kondusif sebab ada perintah dari Presiden Prabowo untuk menindak tegas masa yang melakukan demonstrasi sampai adanya perintah untuk melakukan ya tindakan tegas lah. Bahkan di beberapa postingan sempat gua lihat di sosial media nih peluru yang digunakan katanya udah bukan lagi peluru karet melainkan udah peluru tajam. Kabarnya sih gitu. Di wilayah Kuintang dan Senen sempat dimatikan lampunya dan terdengar beberapa kali suara tembakan. Intinya menurut yang bereder sangat mencekam, Geng. Dan kondisi di Sabtu malam kemarin itu benar-benar udah kayak ya orang-orang tuh udah minta teman-temannya untuk balik pulang, jangan keluar. Dan karena itulah sudah ada seruan agar para demonstran tidak berada di jalan di saat itu. Dan namun lagi-lagi dari akun yang sama yaitu akunnya si Tom Wibowo, dia merekam momen janggal ketika dia ingin pulang dari aksi. Di saat itu dia sedang berboncengan bersama dengan temannya dan bertemu kelompok lain di lampu merah. Kelompok tersebut terlihat sedang merencanakan ingin pergi ke suatu tempat. Ditanyalah sama si Tom Wibowo ini, "Mereka mau ke mana?" Dan kelompok ini bilang kalau mereka ingin menuju ke rumah Puan Maharani ingin menjarah rumahnya. Nah, si Tom ini sempat menghimbau agar mereka semua mengikuti instruksi untuk pulang ke rumah aja karena kondisinya udah enggak kondusif. Nah, tapi himbauan tersebut enggak dihiraukan oleh kelompok itu. Dan berdasarkan apa yang Tom dengar, kelompok tersebut mendapatkan arahan dari sebuah grup yang ada di WhatsApp yang enggak tahu nih siapa pembuat grup itu dan siapa yang pemberi arahan. Dan di akhir video, si Tom ini juga merekam ketika salah satu orang di kelompok tersebut yang menunjukkan chat WA yang menuliskan alamat rumah Puan Maharani. Dan selain Puan Maharani, ada alamat dari rumah-rumah pejabat lain yang tersebar di WhatsApp. Ke rumah Puan dari siapa, Bang? Rumah Puan, Bang. Enggak tahu, Bang. Rumah Puan dari siapa, Bang? Rumah Puan, Bang. Enggak tahu. Dari sini banyak yang menilai pembakaran maupun penjarahan ini bukan dilakukan murni oleh demonstran, melainkan ada oknum yang sengaja ya ingin membuat situasi semakin panas dengan cara ya memprovokasi massa gitu. Terus, Geng, sebenarnya apa sih yang dituju dari tindakan pembakaran serta penjarahan ini dan siapa yang melakukannya? Nah, dari informasi yang beredar, masyarakat menduga kalau aksi tersebut dilakukan oleh ya pihak pemerintah. Nah, jujur geng, ini bukan investigasi gua sendiri. Kalian bisa lihat nih dari beberapa bukti yang gua tampilkan. Ini adalah anggapan dari masyarakat. Masyarakat mengatakan, "Ya, ee ini ada indikasi orang dalam," katanya. Dan pasti di antara kalian bakal bingung, "Kok bisa ada anggapan kalau ini dilakukan oleh orang dalam alias pemerintah." Bukannya kalau dilakukan oleh pemerintah, malah justru merugikan pemerintah sendiri. Di dalam hal ini dijelaskan sebenarnya situasi seperti ini disebut dengan cipta kondisi. Nah, gua coba jelasin secara sederhana nih, Geng. Kalian yang merasa aneh dengan hal ini ya harus dengar banget. Kalian bingung enggak kenapa pas penjarahan itu enggak ada satuun pejabat yang ada di rumah mereka? Ya, karena sebelumnya mereka sudah diberitahu bahwa akan terjadi penjarahan. Jadi, udah diingatkan gitu. Ada yang menyebutkan kalau penjarahan yang terjadi di rumah pejabat itu merupakan sebuah pengalihan isu. Katanya kabarnya salah satu DPR yang rumahnya dijarah yaitu Syahroni disebut-sebut sudah mendapatkan informasi dari tukang nasi goreng yang kemungkinan dikabarkan tukang nasi goreng itu adalah Intel. Nah, narasinya adalah Saroni harus menyelamatkan diri dan rumah itu harus segera ditinggalkan. Dan entah kenapa ya dari narasi yang gua baca nih ya, banyak netizen yang menganggap seolah-olah rumah Sharoni ini ditumbalkan gitu. Dan netizen percaya rumah ini nantinya akan diganti yang lebih bagus. Ya, itu adalah isu yang beredar. Ingat ya, ini bukan narasi yang gua ciptakan, tapi itu adalah narasi dari netizen yang gua sampaikan. Di dalam setiap aksi yang hadir enggak selalu dari kalangan masyarakat sipil yang secara organik datang untuk menuntut ke pemerintah, Geng. Tapi juga kadang disisipi oleh segelintir oknum yang bertujuan untuk melakukan provokasi. Dan provokasi ini juga dilakukan dengan berbagai macam cara seperti yang tadi melakukan pembakaran dan penjarahan. Dan karena saat ini sosial media sangat berpengaruh di dalam penyebaran informasi, provokator ini juga berperan di dalam menyebarkan narasi-narasi yang enggak benar yang ada di sosial media dengan membuat framing seolah-olah demonstran itu isinya orang-orang anarkis dan kadang ada yang menganggap mengangkat isu rasisme serta lain-lain. Tujuannya apa? Ya, untuk menciptakan sebuah kondisi di mana orang-orang menganggap bahwa demonstrasi yang dilakukan adalah sesuatu hal yang salah karena menciptakan kekacauan. Jadi kondisi ini pada akhirnya tercipta. Negara bakal mengambil peran untuk mengamankan situasi yang keos tersebut dengan menetapkan darurat militer. Dan darurat militer inilah yang sekarang ditakuti oleh banyak orang yang paham dengan kondisi ini. Nah, mungkin kalimat darurat militer terdengar kayak, "Oh, ya udah, darurat militer bakal diamanin sama tentara, bakal diamanin sama ee aparat militer gitu negaranya." Nah, sebenarnya maknanya lebih daripada itu, Geng. Nah, jujur ya sebenarnya di awal gua juga enggak paham nih emang kondisi darurat militer tuh gimana. Walaupun pas masa kecil gua dulu, gua pernah hidup dan tinggal di daerah operasi militer ketika Aceh konflik. Terus gua cari tahu nih, gimana sih emang kalau ditetapkan darurat militer apa sih yang menjadi kengerian orang-orang? Sampai Feri Irwandi juga mengingatkan jangan sampai kondisi Indonesia ya berada di dalam kondisi darurat militer. Emang kenapa? Apa yang mengerikannya? Jadi kabarnya geng, darurat militer itu dipahami sebagai sebuah kondisi ketika negara berada di dalam keadaan yang berbahaya. Situasi ini muncul ya jika tingkat ancaman yang dihadapi lebih besar daripada keadaan darurat sipil. Dengan kata lain, ancaman tersebut dinilai tidak bisa ditangani hanya melalui kewenangan dari pejabat sipil yang mana yang akan menerapkan darurat militer ini adalah Presiden dan Presidenlah yang akan bertindak sebagai panglima tertinggi TNI. Dan hanya dengan keputusan beliaulah darurat militer ini bisa berlaku. Dan situasi ini bisa dilihat dengan perintah untuk menindak tegas ya, yaitu para demonstran yang anarkis ditindak tegas dari kalimat presiden kita. Bahkan ada yang melaporkan sudah menggunakan peluru asli, ya kan? Tapi ini rumornya nih. Gua juga enggak bisa memastikan ini. Kalianlah yang di lapangan yang tahu ya tentang aksi ini. Lalu apa yang terjadi seandainya darurat militer benar-benar diberlakukan? Nah, jadi ada beberapa dampak yang mungkin akan terjadi, Geng. Di situasi ini, negara memiliki kewenangan untuk menertibkan kerusuhan dengan kekuatan militer sehingga potensi disintegrasi bisa dicegah. Nah, tapi langkah ini juga memiliki resiko besar seperti terjadinya pelanggaran HAM, pembungkaman ruang demokrasi, timbulnya ketidakpercayaan publik, serta memburuknya citra Indonesia di mata internasional. karena ya pembubarannya sudah menggunakan kekerasan terhadap masyarakat sipil dan darurat militer juga akan memberikan kewenangan penuh terhadap aparat bersenjata terutama tentara untuk mengendalikan keamanan dalam negeri yang berpeluang untuk membatasi hak sipil termasuk pembatasan terhadap pers dan penyebaran informasi secara menyeluruh. Dan selain itu, TNI bisa memiliki kewenangan menahan seseorang sampai 20 hari tanpa melalui proses hukum sipil. Nah, ini nih yang disebut kondisi darurat militer dan ini yang bikin orang-orang yang paham dengan kondisi ini tuh merasa ngeri gitu. Darurat militer sendiri pernah dua kali diterapkan, yaitu tahun 1999 ketika darurat militer Timor Timur. Saat itu Presiden BJ Habibi menetapkan keputusan Presiden nomor 107 tahun 1999 yang berlaku sejak tanggal 7 September 1999. Tapi status ini hanya berlaku singkat karena dicabut melalui Kepres nomor 112 tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. Lalu selanjutnya darurat militer Aceh tahun 2003. Nah, gua pas kecil merasakan ini. Saat itu Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Kepres nomor 28 tahun 2003 yang menetapkan darurat militer di Provinsi Nangro Aceh Darussalam. Dan kebijakan ini diambil untuk menghadapi gerakan Aceh Merdeka atau GAM yang menuntut pemisahan diri dari NKRI. Nah, jadi di saat itu dianggap kondisinya itu semacam dibuat semakin keos agar pemerintah bisa menerapkan darurat militer ini. Jika darurat militer kemarin beneran terjadi mungkin kondisinya akan seperti 98, Geng. Uh, seram banget, Geng. Jangan sampaah. Nah, saat Presiden Soeharto didemo secara besar-besaran oleh masyarakat agar turun dari jabatannya sebagai presiden atau mungkin bisa lebih parah dibandingkan itu. Sebab ketika 98 Presiden Soeharto tidak menerapkan darurat militer. Kalau seandainya Presiden Soeharto menerapkan darurat militer, habislah. Sepertinya masyarakat Indonesia sudah memprediksi kemungkinan terburuk itu ya sehingga meminta agar ya masyarakat menarik mundur massa agar tidak terjadi keos yang lebih besar supaya tidak membuat pemerintah memiliki alasan untuk menetapkan darurat militer. Kalau pemerintah sampai punya alasan menetapkan darurat militer karena banyaknya pembakaran, penjarahan, keos di mana-mana. Wah, Geng. Nauzubillah minzalik. Jangan sampai ya. Jangan sampai, Geng. Indonesia ini indah banget. Kalau kita mau hancur-hancuran, ya Allah sedih banget rasanya. Bukan masalah bersuara ke DPR doang, ini sudah menyangkut nyawa kita juga. Nah, jadi hcur banget. Gua enggak kebayang, merinding rasanya. Sampai di sini gua yakin kalian sudah paham ya apa itu makna dari darurat militer. Ya, semoga tidak terjadi di negara ini. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan terakhir nih. Ini sebenarnya bukan konspirasi. Gua akan membahas mengenai anggota DPR yang di saat ini berada di luar negeri didatangi oleh diaspora Indonesia secara langsung karena yang demo di Jakarta tidak bisa menemui mereka karena mereka dianggap kabur ke luar negeri. Ya, kita bahas. Jadi, geng, pada saat masyarakat sedang demo di depan gedung DPR, sebenarnya di dalam gedung itu enggak ada siapa-siapa. Soalnya sebelum aksi dimulai, ada himbauan bagi anggota DPR untuk WFH atau bekerja dari rumah. Namun ada juga yang ternyata sedang bersenang-senang di luar negeri, tepatnya di Australia. Awalnya salah satu anggota DPR yang bernama Muhammad Misbakun ini bilang kalau dia sedang berkunjung ke Australia dengan beberapa anggota DPR untuk kunjungan kerja yang dimulai sejak tanggal 27 sampai 29 Agustus 2025. Namun ternyata setelah dicek, kedatangan mereka ke Australia bukan cuma untuk melakukan kunjungan kerja, tapi justru untuk mengikuti Sydney maraton, pengin ikut acara maraton di saat orang-orang sedang berdemo memperjuangkan nasib negara ini. Sydney maraton ini sendiri adalah sebuah event maraton yang diadakan di Sydney dan Kanbera yang berlangsung di tanggal 31 Agustus 2025. Nah, ada salah satu anggota DPR yang membantah isu kalau anggota DPR ke Australia untuk mengikuti Sydney marathon. Dan ketika dicek di list peserta Sydney Marathon, namanya justru terdaftar menjadi peserta event tersebut. Jadi enggak bisa dibantah. Selain itu ya ada diaspora Indonesia yang berada di Australia bertemu dengan salah satu anggota DPR yang bernama Melkas Marcus Mekeng. Saat itu dia sedang berjalan-jalan di sebuah kota dan duduk di sebuah restoran. Diaspora Indonesia yang sedang berada di sana mengenali dia dan langsung menghampiri dia. Dan di saat itu diaspora Indonesia ini langsung menegur dia karena situasi yang sedang enggak kondusif di Jakarta. Tapi ini orang malah liburan di Australia, bukannya mendengar aspirasi masyarakatnya. Nah, setelah cuplikannya dia beredar di sosial media, netizen pun enggak bisa menahan diri untuk memberikan komentar. Tidak sedikit yang menilai keberadaan DPR ini di Australia kurang pantas karena kondisi Indonesia yang sedang kacau akibat demonstrasi besar-besaran. Terlebih lagi karena beliau adalah seorang wakil rakyat yang seharusnya hadir dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung di demo tersebut. Nah, itu dia, Geng. Serba-serbi konspirasi dan kontroversi yang terjadi seputar aksi yang terjadi di dalam demo kemarin. Gimana menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.