Transcript
fbK8R35ZNIg • Demonstrators Threw Snakes at Officials During a Protest Against House Salaries
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1521_fbK8R35ZNIg.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kita akan melanjutkan lagi
pembahasan tentang ee demo ya. Karena
demo di tanggal 25 kemarin bukanlah
akhir dari gerakan atau aksi protes yang
dilakukan oleh masyarakat. Karena di
tanggal 28 Agustus aksi demo kembali
dilangsungkan. Aksi demo tersebut
diinisiasi oleh buruh yang kemudian
dilanjutkan oleh aksi dari para
mahasiswa. Nah, sayang ser000u sayang
aksi demo kali ini ternyata tidak
berakhir baik. Bahkan dikatakan jauh
lebih keos dibandingkan yang terjadi di
tanggal 25 Agustus. Sebab ya memakan
korban yaitu seorang ojol yang sempat
kita bahas di konten kemarin. Yang belum
nonton boleh nonton dulu nih kontennya.
Nah, hari ini fokus kita akan berbeda.
Kita kali ini akan fokus ke dalam
situasi demonya, Geng. Dan ya kita akan
membahas apa yang terjadi ketika aksi
demo itu berlangsung. Contohnya nih ya,
salah satu contoh yang akan kita bahas
yang mana ada polisi yang sempat
dilempar ular oleh peserta aksi, terus
ada massa yang mengambil tameng polisi
dan rencananya mau dia jual tameng itu
sampai dengan isu kalau hujan di tanggal
28 malam itu kabarnya bukanlah ee
fenomena alam yang alami atau biasa,
tapi memang sengaja dibuat hujan agar
membubarkan aksi demo yang masih
berlangsung hingga malam hari. Terus
juga mengenai gas air mata yang
ditembakkan oleh aparat yang kabarnya
sudah kadal luarsa. Yang enggak kadal
luarsa aja udah sakit banget dan bahaya
banget apalagi yang udah kad luarsa.
Nah, kabarnya juga ada indikasi kalau
pengadaan gas air mata tersebut
dikorupsi. Waduh gila ya. Dan selain itu
salah satu anggota DPR yang mengeluarkan
statement ngacau tentang aksi demo
kabarnya sudah dicopot jabatannya. Nah,
siapa itu DPR-nya? Nanti kita akan
bahas. Nah, akan ada beberapa informasi
lain juga yang akan kita bahas di video
ini. Jadi, langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry
[Musik]
Geng. Geng, untuk pembahasan yang
pertama, kita akan bahas tentang ketika
ada salah satu pendemo yang melempar
polisi dengan ular.
Jadi, Geng, aksi demo akan kembali
digelar pada tanggal 28 Agustus, ya.
Pada awalnya para buruh yang berdemo,
ya, kemudian dilanjutkan dengan aksi
yang dilakukan oleh para mahasiswa. Nah,
mereka semua berkumpul di depan gedung
DPR. Demo yang kemarin terjadi ternyata
enggak kalah rusuh. Terlibat beberapa
kali bentrokan dengan aparat dan massa
juga terlihat merusak pagar DPR. Di saat
itu himbauan agar tidak melakukan
tindakan anarkis itu dihiraukan gitu aja
oleh eh para massa. Dan polisi pun
akhirnya melakukan tindakan tegas dengan
kendaraan taktis seperti kendaraan water
canon dan juga menembakkan air ke arah
massa dari gerbang utama pintu DPR. Nah,
polisi juga menembakkan gas air mata ke
arah massa dan kerumunan massa pun pecah
serta berlarian ke berbagai arah.
Sebagian mengarah ke arah Slipy,
Petamburan, dan juga arah Palmerah.
Salah satu anggota polisi bahkan meminta
masa agar membubarkan diri dan meminta
agar tidak ada tindakan yang anarkis ya
melalui pengeras suara. Nah, namun di
saat itu masa bukannya menjauh dan
merasa takut, masa yang ada di area
kompleks DPR sebagiannya terlihat malah
melemparkan benda-benda keras ke arah
polisi seperti botol, sandal, bahkan
sampai batu. Bahkan ada yang menyerang
menggunakan petasan, Geng. Sampai di jam
0.30 30 sore upaya pengamanan dan
menghalau masa oleh kepolisian itu masih
berlangsung. Dan ternyata, Geng, di
dalam demo yang berlangsung kemarin itu
enggak cuma diselenggarakan di Jakarta
aja, tapi juga di beberapa daerah lain
seperti Surabaya, Bandung, Medan,
Semarang, Banda Aceh, dan kota-kota
lain.
Di sosial media itu ada sebuah video
yang lagi viral banget, Geng. yang mana
di saat orang-orang melemparkan batu,
botol, dan benda-benda lain ya. Tapi ya
di dalam video yang terekam ini terlihat
seseorang yang sudah bapak-bapak datang
dari belakang sambil membawa ular dan
menyodorkan ular itu ke polisi. Kok
kepikiran aja gitu ya bawa ular pas
demo. Nah, tapi cara dari Bapak-bapak
ini memang bisa dicontoh oleh para
pendemo yang mana buat nakut-nakutin
barisan polisi. Semisalnya mereka sudah
mulai melakukan kekerasan kepada
paramasa gitu. Itu yang dilakukan oleh
bapak itu. Disodorkanlah ular. Karena
mau seberani apapun ya orang pasti
punyalah fobia atau takut sama ular ini.
Nah, makanya ketika dia menyodorkan ular
itu ya terlihatlah di dalam video kayak
ada yang merasa geli dan juga takut.
Nah, terus geng ada lagi nih momen lucu
yang juga terjadi pada aksi demo di
Jakarta. Dalam sebuah video yang viral
di sosial media terlihat ada seorang
pria yang dibonceng menggunakan sepeda
motor sambil membawa tameng polisi. Di
video tersebut tertulis ya kalau tameng
tersebut akan dibawa ke tukang loak
untuk dijual. Jadi bakal dijual kepada e
pengepul besi bekas dikeloin gitu. Nah,
ini kurang lebih sama kayak kejadian
yang terjadi di Medan, Geng. Yang pas
pagar roboh ya itu masa pada pretelin
besi-besinya. Tujuannya apa? Ya untuk
dijual. Kalau di Medan mah jangan tanya,
ada besi dikit mah hilang gitu. Nah,
terus geng informasi yang gua ambil dari
media tempo nih ya, dikatakan ada
ratusan pelajar yang ditangkap polisi
ketika ingin ikut demo kemarin dan para
pelajar yang ditangkap tersebut berasal
dari berbagai wilayah di Jabod Detabek.
Kombes AD Arisyam Indradi selaku Kepala
Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro
Jaya itu mengatakan total ada 276
pelajar yang ditangkap. 116-nya dibawa
ke Polda. Sementara 160-nya dibawa ke
Polres jajaran. Pak mengatakan di antara
para pelajar yang ditangkap, sembilan
orang di antaranya kedapatan membawa
senjata tajam jenis busur panah. Sampai
ketika gua syuting video ini nih, Geng,
belum ada update yang resmi mengenai
bagaimana penanganan hukum bagi ratusan
pelajar yang ditangkap tersebut. Namun
geng, jika kita ambil contoh yang sudah
terjadi di tanggal 25 Agustus kemarin,
LBH menyatakan kalau timnya tidak
diperbolehkan untuk mendampingi ratusan
orang yang ditangkap oleh polisi. Nah,
ini menurut pengakuan LBH. Alasannya
karena mereka semua masih didata oleh
polisi. Nah, sampai di sini ee masih
belum jelas atau gua masih belum tahu
ya, Geng, maksud dari di data itu kayak
gimana karena tidak dijelaskan lebih
lanjut. Nah, tapi pada waktu itu di jam
12. dini hari tim LBH mencoba untuk
mencocokkan data penangkapan dengan
keterangan orang tua dan pendamping di
lapangan. Tapi ketika mendatangi Dit
Krimum Polda Metro Jaya, akses itu
ternyata ditolak dengan alasan tadi,
Geng. Peserta aksi masih didata. Nah,
sekitar jam .30 malam, aparat menyatakan
ada sekitar 400 orang yang ditahan. LBH
kembali mencoba memberikan pendampingan,
namun ditolak kembali. Upaya serupa juga
dilakukan di jam 20 saat tim hukum
mencoba masuk ke unit 2 perlindungan
perempuan dan anak, tapi tetap aja tidak
diperkenankan. Nah, tim dari LBH
dijanjikan bertemu pamen was di jam 2.40
dini hari untuk menjelaskan posisi
anak-anak yang ditangkap. Tapi lagi-lagi
ketika jam sudah menunjukkan pukul yang
ditentukan, janji tersebut ternyata
tidak ditepati. Terus, Geng menanggapi
apa yang terjadi di dalam demo tanggal
28 di mana tindakan represif dari aparat
semakin menjadi-jadi sampai hilangnya
nyawa Avan driver ojol yang ditabrak dan
dilindas menggunakan Rantis. Ya. Nah,
LBH pun mengeluarkan statementnya.
Demonstrasi yang dipijakan DPR dan
pemerintah kembali dihadapi dengan
tindakan brutal di saat itu, termasuk
penembakan gas air mata dan rantis yang
ya menabrak hingga menewaskan Avan. Dan
tindakan ini cuma melanggar prinsip
demokrasi dan HAM, tapi juga menunjukkan
ya semacam kegagalan dari pemerintah
kita di dalam menjalankan amanat
reformasi. Dan hal ini bisa dibuktikan
dari terenggutnya nyawa sekitar 55 orang
akibat kekerasan yang melibatkan aparat
sepanjang bulan Juli 2024 sampai Juni
2025 termasuk kasus Gama di Semarang dan
juga Afif Maulana di Padang. Nah, itu
diangkat lagi gitu. Di dalam hal ini nih
sebutan dari LBH ya, Geng. Ini bukan
pernyataan gua ya. Jangan salah paham
nih. Jadi LBH ini menyatakan bahwa
alih-alih berubah menjadi institusi
sipil yang humanis, LBH malah
menyebutkan bahwa Polri tetap
menunjukkan sikap represif dan minim
akuntabilitas menurut pihak LBA. Nah, di
sisi lain pemerintah yang masih saja
diam dianggap sebagai sebuah ya
pembiaran begitu saja terhadap
brutalitas aparat. Nah, untuk itu
berbagai pihak sudah mendesak pembebasan
demonstran dan penghentian represivitas
dan pembentukan tim independen untuk
menyelidiki kekerasan serta pencopotan
Kapolri, reformasi menyeluruh institusi
kepolisian, serta pemenuhan tuntutan
rakyat atas kebijakan publik yang lebih
adil, transparan, serta demokratis. Nah,
sampai di sini kalian sudah paham ya,
Geng. Itu salah satu kejadian anehnya.
Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai isu kalau hujan ya.
Hujan ketika demo itu dikatakan sengaja
dibuat. Ya, sekarang kan memang udah ada
teknologinya, Geng. Pemecah hujan dan
penghadir hujan itu emang udah ada
teknologinya dan biasanya dimiliki oleh
pemerintah negara. Nah, sekarang kita
akan bahas tuh mengenai hal itu, yaitu
hujan buatan untuk membubarkan massa.
Benarkah demikian? kita bahas.
Jadi, Geng, kemarin itu kan banyak
banget masa yang tidak membubarkan diri,
padahal kondisinya udah malam dan sudah
bukan rahasia umum lagi. Menjelang malam
hari biasanya potensi untuk keos lebih
tinggi. Nah, tapi kemarin itu tiba-tiba
hujan deras di wilayah Jabod Detabek.
Dan mungkin banyak yang mengira kalau
hujan tersebut adalah bagian dari
fenomena alam biasa. Nah, namun geng
banyak juga yang skeptis karena terlalu
kebetulan untuk disebut kebetulan gitu.
Ada informasi yang gua ambil dari akun
Instagram inipop.id yang menyebutkan
ketika ribuan orang sedang menggelar
aksi demo di depan gedung DPR, hujan
yang turun itu seolah-olah bukan hal
alami atau bukan yang alamiah, tapi
semacam sengaja dibuat. Jadi kesimpulan
ini diambil berdasarkan pantauan dari
flight radar 24 yang memperlihatkan
pesawat Kesna PK SNL sempat terdeteksi
melintas di langit Jakarta. Pesawat ini
ya bukanlah pesawat komersial yang
dipakai untuk mengangkut penumpang, tapi
melainkan pesawat milik BNPB. Pesawat
ini adalah pesawat yang biasa digunakan
untuk memodifikasi cuaca. Nah, gimana
caranya? Ya, caranya dengan menyebarkan
garam NaCl di udara untuk mengatur
intensitas hujan sesuai dengan
kebutuhan. Nah, jadi bisa dibikin hujan
buatan gitu. Nah, jadi makanya isu ini
akhirnya menyebar dan membuat
orang-orang enggak habis pikir kok
bisa-bisanya gitu ya untuk apa ya untuk
tidak mau mendengarkan kritik, tidak mau
mendengarkan ya namanya negara demokrasi
kan ya pasti ada demo gitu ya. Nah,
orang-orang menganggap untuk menghindari
demo itu pemerintah sampai membuat hujan
buatan. Nah, namun itu kan baru
konspirasi atau isu aja, Geng. Menurut
kalian itu benar-benar terjadi?
Benar-benar hujan buatan atau itu alami?
Coba deh, tinggalkan komentar di bawah.
Sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke
isu selanjutnya mengenai gas air mata
yang ditembakkan yang kabarnya dikatakan
sudah kad luarsa. Apakah benar demikian?
Dan juga dikatakan untuk pengadaan gas
air mata sempat dikorupsi juga. Buset,
kita bahas.
Jadi, Geng, sebenarnya dugaan penggunaan
gas air mata yang dikabarkan Kaduarsa
ini bukan terjadi di aksi demo tanggal
28 Agustus kemarin, melainkan ini adalah
ee kejadian di tanggal 13 Agustus 2025
yang menuntut agar bupati daerah Pati
yang bernama Sudewo untuk turun dari
jabatannya. Nah, dugaan ini kemudian
dilaporkan oleh lembaga Indonesia
Corruption Watch ya ke KPK dan hal ini
diketahui dari beberapa video yang viral
di sosial media yang memperlihatkan
adanya selonser
aksi dan di selons tersebut terlihat
tanggal expire-nya. Di selongsongnya
tertulis kalau gas air mata itu yang
ditembakkan oleh aparat ke peserta aksi
sudah expire atau kata luarsa hampir 10
tahun. Wow. Kalau kalian terpapar gas
air mata yang enggak kad luar saja,
maksudnya yang masih baru, masih bagus,
rasanya udah perih banget di
tenggorokan, di mata, di dada, ya kan.
Nah, ini apalagi kalau udah kad luarsa
ya. Kayak makanan aja geng. Resiko
terpaparnya juga tetap ada dan berbahaya
seperti luka bakar, permasalahan
pernapasan, kebutaan, dan juga sampai ke
komplikasi kehamilan. Ya, walaupun ada
yang mengklaim kalau sudah kadar luarsa
berarti zat kimia yang di dalamnya
kadarnya jadi menurun. Tapi tetap aja
ada resikonya yang mana ini bisa
dihadapi atau bisa terkena oleh siapa
saja yang terpapar dengan gas air mata
ini. Nah, yang parahnya lagi adalah
insiden seperti ini enggak cuma terjadi
sekali aja, Geng, Dipati Pati, tapi
sudah beberapa kali di aksi reformasi di
korupsi salah satunya. Dan bisa jadi itu
terjadi juga nih kemungkinan besar di
dalam aksi demo kemarin tanggal 28
Agustus. Nah, itu baru kemungkinan
besar. Nah, yang lebih enggak habis
pikirnya lagi ya ada dugaan kalau
pengadaan gas air mata ini kan
dikorupsi. Hal ini diungkapkan oleh ICW
tadi yang menyebutkan kalau terjadinya
penyimpangan aliran dana pada pengadaan
gas air mata di Polri pada tahun 2022.
Nah, pihak ECW mengatakan mereka
menemukan keganjilan atas pengadaan gas
air mata karena menemukan dugaan potensi
peningkatan harga dalam pengadaan alat
pelontar atau paper proyektil launcher
dalam penandatanganan kontrak di bulan
Januari 2022. Dalam temuannya
diperkirakan harga barang di toko resmi
sebesar 479,99
Amerika yang setara dengan 6,9 juta per
unitnya berdasarkan kurs di tanggal 24
Februari 2022. Nah, di saat itu, Geng,
kepolisian dikatakan membeli sebanyak
187 unit. Dan ketika dihitung dengan
biaya lainnya seperti ongkos kirim,
biaya administrasi, dan keuntungan
perusahaan, maka seharusnya estimasi
total pengadaan barang sebesar Rp1,6
miliar. Nah, tapi nilai kontrak pemegang
tender justru gede banget, yaitu sebesar
R9,9
miliar. Jadi ada selisih sekitar 48,2
miliar antara estimasi total pengadaan
barang dan nilai kontrak pemenang
tender. Gila ya korupsinya enggak
main-main ya. Gila berapa juta, berapa
miliar persen.
Tinggi banget. Terus, Geng, selain
peningkatan harga yang mengindikasikan
adanya pelanggaran pada proses pembelian
perlengkapan gas air mata, sejumlah
dugaan pelanggaran lain juga dilakukan
karena di dalam konteks korupsi
pengadaan modusnya biasanya dimulai dari
proses perencanaan. Nah, jika sebelumnya
sebuah barang itu tidak ada di dalam
proses perencanaan, tapi kemudian
tiba-tiba muncul, hal ini berisiko
mengakomodir sejumlah penyedia tertentu
karena dianggap ada kontribusinya.
Selain itu, ada juga dugaan perusahaan
yang enggak berkualifikasi tapi tetap
dimenangkan oleh panitia pengadaan.
Kemudian persaingan usaha semu atau
persekongkolan antara dua perusahaan
pada enam paket pengadaan. Nah, dugaan
lainnya juga terkait dengan adanya
perusahaan boneka atau fiktif yang
diragukan kapasitasnya. Nah, perjanjian
bagi calon pemenang dari perusahaan
boneka ini biasanya menimbulkan kerugian
negara seperti boncosnya devisa,
penghindaran pajak, dan monopoli pasar,
serta penyalahgunaan sumber daya alam
yang tidak terkontrol. Nah, terus geng
pengamat dari Institute for Security and
Strategic Studies atau disingkat dengan
ISESS yang bernama Bambang Rukminto itu
mengatakan bahwa persoalan seperti ini
seperti penyakit yang tidak pernah
diobati. Menurut beliau, hal ini seperti
kasusnya Irjen Joko Sisilo, mantan
kepala korps lalu lintas yang tersandung
skandal korupsi pengadaan simulator SIM
katanya. Nah, itu artinya ada pembiaran
oleh internalnya. Nah, pada saat itu
pihak kepolisian masih belum
mengkonfirmasi dugaan tersebut dan
menjanjikan akan menjelaskannya dalam
waktu dekat. Nah, di saat itu ya anggota
Komisi Kepolisian Nasional yang bernama
Albertus Wahyu Rudanto itu mengapresiasi
temuan ICW tersebut. Namun pihaknya
tetap akan membuktikan kebenaran dari
temuan itu. Dan untuk itu Kompolnas
sudah bersurat ke Kapolri Jenderal
Listio Sigit Prabowo melalui Inspektorat
Pengawasan Umum Polri untuk meminta
penjelasan resmi. Tapi entah kenapa,
Geng. Laporan dari ICW ini seperti ee
belum pernah diusut tuntas ya oleh KPK
dan PORI sendiri dan tidak pernah dibuka
kontrak tersebut kepada publik. Nah,
kemudian geng berlanjut di tahun 2023
dan 2024 di tanggal 14 Juli 2023, Polri
memberikan klarifikasi yang mengatakan
bahwa terjadi kesalahan input angka
dalam sistem informasi rencana umum
pengadaan atau sirup lembaga kebijakan
pengadaan barang atau jasa pemerintah
atau disingkat dengan LKPP. Nah, aslinya
nih pihak Polri membeli sebanyak 1857
unit pelontar gas air mata, bukan 187.
Dan rincian penggunaannya pun dirincikan
dari total 49,86
miliar anggaran yang disiapkan ada
sekitar 17,56
miliar digunakan untuk membeli 1857
unit senjata peer proyekile launcher
yang berarti per unitnya dikenakan
sebesar Rp9,4 juta. Nah, sisanya sekitar
32,29
miliar digunakan untuk membeli alat
pendukungnya yaitu 2 unit ekstra
magazin, terus kantong holder dan 55
unit amunisi bubuk lada dan gas air
mata. Jadi intinya ya pihak kepolisian
di saat itu mengatakan tidak ada
kelebihan pembayaran. Namun ICW justru
menganggap keterangan pihak Polri
semakin mempertegas adanya dugaan
penggelemungan harga dalam proyek
pengadaan gas air mata. Jumlahnya
mungkin enggak sebesar temuan awal, tapi
masih cukup signifikan. Terus, Geng,
berdasarkan pantauan dari ICW, Polri
tercatat lima kali membeli gas air mata
di dalam rentang bulan Desember 2023
sampai Februari 2024. Dan menurut ICW,
total uang pajak rakyat Indonesia yang
dibelanjakan untuk gas air mata ini
sebesar Rp18,9
miliar di dua satuan kerja, yaitu
Corsabara Baharkam Polri dan Kopbrim
Polri. Nah, dari data yang diperoleh ICW
tersebut, mereka menyoroti tiga
persoalan di dalam pembelian gas air
mata oleh Polri. Nah, yang pertama ya
dianggap tidak mematuhi kewajiban mereka
untuk membuka informasi pengadaan
terutama soal kontrak pengadaan gas air
mata. Padahal sejak bulan Agustus 2023,
ICW serta beberapa lembaga lain seperti
Kontras dan tren Asia sudah mendesak
pihak Polri untuk membuka kontrak
belanja gas air mata dengan mengajukan
permohonan informasi. Namun, Pori
menolak membuka hal tersebut. Nah,
sampai pada akhirnya karena itulah ICW
menduga ada informasi yang ditutupi oleh
Polri terkait proses pembelian gas air
mata ini. Terus, Geng, di tanggal 2
September 2024, Koalisi Masyarakat Sipil
untuk Reformasi Kepolisian mendatangi
kantor KPK untuk melaporkan dugaan
tindak pidana korupsi dalam proyek
pengadaan gas air mata. Tuntutannya ya
masih sama. Yang pertama adanya dugaan
persekongkolan tender dengan mengarahkan
ke merek tertentu. Terus yang kedua,
dugaan pemilik perusahaan pemenang
tender yang merupakan anggota kepolisian
atau setidaknya memiliki relasi dengan
kepolisian. Dan yang ketiga, dugaan
penggelombongan harga pembelian barang.
Yang mana kabarnya, Geng? Kasusnya itu
sudah dibawa ke pengadilan. Namun,
gugatan dari ICW tersebut ditolak oleh
Komisi Informasi Pusat. Dan putusan ini
menyatakan bahwa ICW sebagai pemohon
hanya diberikan akses untuk melihat dan
mengetahui informasi yang diminta. Dan
hal ini tidak sejalan, Geng, dengan
pasal 4 ayat 2 huruf C yang menjelaskan
bahwa setiap orang berhak mendapatkan
salinan informasi publik sesuai dengan
peraturan perundang-undangan. Di dalam
putusan Komisi Informasi Pusat ini ya
terdapat pendapat berbeda yang
disampaikan oleh Majelis Komisioner yang
bernama Rospita Visi Paulin yang mana
dia menyatakan bahwa tidak ada alasan
informasi tersebut hanya diberikan
dengan cara diperlihatkan. Jadi majelis
komisioner ini berpendapat bahwa
kepolisian wajib memberikan hak akses
kepada publik yang mana di dalam hal ini
ICW yaitu berupa salinan informasi yang
diminta dengan menghitamkan atau
mengaburkan materi informasi yang
dikecualikan. Dan hasil putusan ini ya
kemudian dibawa ke PTUN Jakarta untuk
mengajukan keberatan. Namun majelis
hakim menolak keberatan pihak ICW dengan
alasan pertimbangan dari Majelis
Komisioner Komisi Informasi Pusat itu
sudah tepat. Sementara ICW menilai
majelis hakim di putusan PTUN Jakarta
itu enggak tepat dalam mengambil
pertimbangan hukum yang cuma mengambil
dari pertimbangan Majelis Komisioner
Komisi Informasi Pusat. Dan ditolaknya
keberatan ICW terhadap putusan Komisi
Informasi Pusat oleh PTUN itu
menunjukkan bahwa negara tidak
memberikan jaminan terhadap hak warga
negara untuk mengetahui rencana
pembuatan kebijakan publik, program
kebijakan publik, dan proses pengambilan
putusan dan alasan pengambilan putusan
juga. Nah, terus yang kedua, negara
sudah abai dalam mewujudkan
penyelenggaraan negara yang baik, yaitu
transparan, efektif, efisien,
akcountable, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Dan untuk itu,
ICW mengajukan kasasi atas putusan PTUN
Jakarta ke Mahkamah Agung pada tanggal 2
Juli 2025. Nah, jadi kurang lebih
seperti itu, Geng, ya. persoalan korupsi
ee gas air mata, pengadaan gas air mata
dan juga kabarnya tentang pengadaan gas
air mata yang kabarnya sudah kad luarsa
bahkan sudah 10 tahun. Gila banget ya.
Sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan soal pencopotan salah satu
anggota DPR yang cukup kontroversial
yaitu Ahmad Shahroni yang mana dia
sempat mengeluarkan pernyataan yang
bikin heboh banget. kita bahas.
[Musik]
Jadi, Geng, ada salah satu anggota DPR
yang menjadi sorotan karena statementnya
yang dinilai kontroversial. Jadi, ketika
demo di tanggal 25 Agustus, ya narasi
yang digaungkan adalah pembubaran DPR.
Nah, Sharoni menanggapi tuntutan
tersebut dengan bilang orang yang minta
DPR dibubarin adalah orang paling tolol
sedunia. Kasar banget. Catat nih, orang
yang cuman mental bilang bubarin DPR itu
adalah orang tolol sedunia.
Karena mengeluarkan statement tersebut,
publik jadi marah atas statement yang
diberikan oleh Ahmad Shaoni. Dan ada
seorang influencer yang bernama Salsa
Erwina yang bahkan menantang Ahmad
Shahroni untuk berdebat dengan dia
secara terbuka dan membahas soal
tunjangan DPR ya ee apa ya di dalam
sebuah perdebatan.
Jadi saat kamu ngatain kita tolol, aku
kasih kamu bukti ya. Kita lihat siapa
yang sebenarnya benar-benar tolol di
sini.
Nah. Salsa ini bukan sekedar seorang
influencer aja, Geng. Dia juga mulai
dikenal oleh netizen melalui podcast
jadi dewasa 101. Di podcast tersebut dia
membahas berbagai tips kehidupan.
Sebagai seorang influencer, dia memiliki
banyak prestasi. Dia pernah juara lomba
debat internasional di Nanyang
University tahun 2014. Dia juga
merupakan mahasiswa berprestasi ee di
UGM gitu ya di tahun yang sama dan
pernah mewakili Indonesia di dalam lomba
debat dunia di Berlin 2012 dan sukses
melangkah sampai babak kuarter final.
Nah, dan di saat ini dia sudah tinggal
di Denmark. Jadi, udah enggak di
Indonesia lagi. Setelah dia mengajak
Sahroni debat, Salsa mendapatkan
informasi kalau rumah keluarganya yang
berada di Pamulang, Tangerang Selatan
akan didatangi oleh tim dari Shahroni.
Kabarnya kayak gitu. Dan Salsa sudah
mewanti-wanti agar Sahroni dan
pemerintah tidak melakukan intimidasi
kepada keluarganya. Bahkan Salsa bilang
kalau dia bukan orang bodoh dan orang
miskin, katanya. Kalau sampai mereka
mengganggu keluarganya, Salsa akan
mencari support dari internasional dan
menggulingkan pemerintah. Wah, seram
banget ya.
Sampai kalian berani-berani mengganggu
keluarga aku di Indonesia, akan aku cari
support internasional, aku gulingkan
kalian.
Nah, namun di dalam story Instagramnya,
Saroni memang membenarkan dia ingin
berniat mengunjungi rumah keluarga Salsa
dan bermaksud kedatangannya ya bukan
untuk mengintimidasi. Nah, selain itu
Salsa juga dikabarkan menjadi korban
doxing di Xgeng. Jadi, ada sejumlah akun
yang mengunggah foto dan identitas dari
Salsa yang mana di dalam unggahan
tersebut juga ada kata-kata yang
bersifat eh provokatif serta memojokkan
Salsa. Nah, Salsa menduga kalau doxing
dan tulisan provokatif terhadap dia itu
dilakukan oleh para buzer. Tapi bukannya
dia takut atau nyerah, Salsa malah
mengaku semakin semangat untuk
mengkritik DPR. Namun mungkin ketika
tahu background-nya Salsa seperti apa
lewat story Instagramnya, Sahruni bilang
kalau dia menolak ajakan debatnya Salsa.
Gila ya nih bukan cewek sembarangan ya,
Geng. Terus ada kabar yang menyebutkan
kalau Ahmad Shaoni ternyata dicopot
jabatannya sebagai anggota dewan. Nah,
tapi pas gua cari tahu ternyata enggak
dicopot dari anggota dewan, Geng. Tapi
dia cuma dipindahkan, Geng, dari Komisi
3 DPR ke Komisi 1. Nah, di dalam sebuah
surat tertulis kalau Ahmad Shahroni
sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua
komisi 3, kini justru ditempatkan
sebagai anggota komisi 1. Jabatan
sebelumnya diberikan kepada Rusdi Mase
Mapasesu yang sebelumnya menjabat
sebagai anggota komisi 4 DPR. Nah, lalu
geng Sekretaris Jenderal Partai Nasdem
yaitu Hermawi Taslim ya membenarkan
mutasi tersebut dan menyebutnya sebagai
rotasi rutin. Nah, Hermawi ini membantah
jika Sahoni dicopot dari jabatannya. Dia
menyebutkan bahwa mutasi ini adalah
langkah Partai Nasdem dalam melakukan
penyegaran. Nah, ketika ditanya apakah
rotasi dilakukan karena ucapan
kontroversial yang dilontarkan oleh
Ahmad Shaoni atau bukan, nah Pak Hermawi
ini membantah hal tersebut. Jadi sampai
sekarang sepertinya belum ada permintaan
maaf, Geng. baik dari Bang Sharoni,
partainya, maupun dari pihak DPR. Nah,
publik merasa kecewa karena awalnya
dikira ya Ahmad Shaoni ini beneran
dicopot tapi ternyata cuma dimutasi ke
komisi lain. Banyak yang menyerukan agar
terus menuntut pencopotan Sahroni karena
dianggap sangat menyakiti hati rakyat
atas statementnya tersebut. Dan Ahmad
Shahroni sendiri sampai ditantang oleh
Feri Irwandi di dalam unggahan
story-nya. Dan kabarnya ya terakhir kali
gua lihat ada foto di story-nya Feri
Irwandi yang memperlihatkan kalau Ahmad
Shahroni sedang e di bandara dan akan
segera berangkat ke Singapura katanya.
Wah gila ya sampai kabur ke negara
tetangga loh. Gokil banget ya serangan
netizen. Oke itu dia geng pembahasan
kita kali ini mengenai update soal demo
yang terjadi pada tanggal 28 Agustus dan
beberapa momen yang terekam di saat itu
serta isu-isunya. Gimana geng menurut
kalian? Coba tinggalkan komentar di
bawah.
[Musik]