DEMO KENAIKAN GAJI DPR ! APA YANG TERJADI ?
W9crw1Fug8g • 2025-08-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita akan membahas soal keluh
kesah masyarakat kita. Di tengah-tengah
kondisi perekonomian yang sedang sulit
ya. Banyak ee orang-orang yang kesulitan
mendapatkan ee lapangan pekerjaan,
banyak jadi pengangguran, susah untuk ya
memenuhi kebutuhan sehari-hari. pajak
juga kabarnya dinaikkan di beberapa
daerah dan ternyata untuk semua kalangan
masyarakat ya ee mulai dari yang bawah
sampai yang atas itu enggak semua
merasakan ee kesakitan dari ini semua.
Paham enggak maksud gua? Ini gua gua gua
hati-hati banget ngomongnya nih ya. Jadi
ibaratnya gini, kesulitan ekonomi di
negara kita saat ini yang merasakan itu
justru masyarakat bawah doang. Sementara
yang di atas enggak merasakan. Nah,
itulah yang sedang dirasakan atau yang
sedang dibicarakan oleh masyarakat
Indonesia saat ini yang mana banyak
sekali protes-protes datang dari
masyarakat terhadap para
petinggi-petinggi, para pejabat-pejabat,
terutama yang sedang dibicarakan banget
adalah DPR.
[Musik]
Maju maju
maju terus.
Karena di saat ini seperti yang kita
ketahui ya, DPR sedang mendapatkan
kenaikan gaji yang mana termasuk
tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per
bulan. Dan berita tersebut membuat
berbagai kalangan merasa sakit hati,
marah, dan hal ini dirasa tidak pantas.
Yang mana untuk menaikkan gaji pejabat
yang notabandnya mereka digaji dari
pajak oleh rakyat. Sementara rakyatnya
masih kesusahan di dalam mencukupi
kebutuhan sehari-hari. Yaitu tadi
lapangan pekerjaan susah tapi pajak
ditarik terus, ya kan? Nah, inilah yang
menjadi keluh kesah masyarakat kita saat
ini. Atas kekecewaan masyarakat ini, ya
seperti yang kita tahu sekarang sedang
ada aksi demo yang mana ini menyoroti
soal ketimpangan anggaran dan menganggap
kalau DPR tidak peka terhadap kondisi
rakyat Indonesia yang mana seharusnya
anggaran milik negara dipergunakan untuk
kesejahteraan rakyat. bukan malah
dipakai untuk menambah ee gaji mereka.
Gitulah keinginan dari masyarakat yang
mana seperti yang kita tahu ya, sebagian
besar dari anggota DPR itu bukan orang
susah. Kebanyakan sekarang itu yang jadi
DPR yang punya modal untuk kampanye gitu
kan. yang mana mereka biasanya berasal
dari kalangan pengusaha. Bahkan sekarang
ada yang dari kalangan selebriti. Nah,
aksi demo pun akhirnya dipenuhi oleh
kericuhan dengan polisi yang turun ke
jalan membubarkan massa menggunakan gas
air mata yang membuat peserta aksi
akhirnya dipukul mundur. Nah, di video
kali ini gua bakal mengajak kalian untuk
membahas tentang hal ini. Menjelaskan ee
soal apa alasannya gaji DPR harus
dinaikkan dan bagaimana situasi demo itu
berjalan. Nah, terus juga ada isu yang
beredar kalau sebenarnya aksi ini
ternyata ditunggangi katanya.
Ditunggangi oleh siapa? Ya, nanti kita
bakal bahas. Tapi sebelumnya gua
disclaimer dulu. Pembahasan ini tidak
bermaksud untuk menyudutkan pihak
manapun. Karena murni di sini gua hanya
menyampaikan rangkuman informasi yang
gua ambil dari beberapa sumber. Jadi
untuk kalian percaya enggak percaya bisa
dipertimbangkan sendiri, bisa difilter
dan dinilai sendiri. Oke. Nah, langsung
aja nih kita bahas secara lengkap. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Gengging. Untuk pembahasan yang pertama,
kita bahas dulu nih alasan kenapa gaji
DPR malah naik ya. Ya, kita bahas.
Jadi, Geng ya berkembang sebuah isu yang
menyebutkan kalau anggota DPR
mendapatkan kenaikan gaji. Dan isu ini
berkembang setelah adanya anggota Komisi
1 DPR yang bernama TB Hasanudin
menyebutkan kalau anggota dewan per
bulannya bisa menerima pendapatan sampai
di angka Rp100 juta. Nah, tapi dia ini
menyebutkan bahwa jumlah itu merupakan
pendapatan bersih atau take home pay.
Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan
periode sebelumnya. Dan kenaikan ini
terjadi karena DPR sekarang mendapatkan
tunjangan rumah. Dia bilang fasilitas
rumah dinas itu diganti dengan tunjangan
sekitar Rp50 juta, Geng. Dan isu
tersebut yang sebelumnya sudah ramai
jadi semakin ramai lagi. Karena beberapa
waktu lalu wakil ketua DPR yang bernama
Adis Kadir itu menyebutkan selain
mendapatkan tunjangan rumah sebesar Rp50
juta, anggota DPR juga akan mendapatkan
jatah kenaikan tunjangan bensin serta
beras.
Gila ya kalau dipikir-pikir
saudara-saudara kita yang di
daerah-daerah kayak
Papua sana atau enggak usah jauh-jauh
deh keluarganya Raya yang kemarin
meninggal karena tubuhnya penuh cacing.
Buat makan aja susah. Ini makan udah
enak, ada tunjangan beras lagi. Wah,
gila nikmatnya hidup di dunia ya. Dan
ini kalau beneran terjadi ya, Geng.
Kalau beneran kan katanya kan ini isu.
Tapi gua enggak tahu nih isu apa enggak.
Terus lebih detailnya nih ya untuk
bensin tunjangan anggota DPR KBRnya itu
naik dari R5 juta menjadi R juta per
bulan. Sementara itu tunjangan beras
naik dari R10 juta menjadi R juta per
bulan. Buset Rp juta sebulan beras apaan
anjim?
Gua di kantor Kamar jeri ini makan
bareng nih untuk 20 orang ya. Berasnya
Rp350.000 Bu sebulan kayaknya cukup nih.
Rp2 juta beli beras apaan ya? Gila. Nah,
gaji yang didapatkan oleh Ketua DPR ya
ini kabarnya nih yaitu sebesar Rp5
jutaan dan untuk wakil ketua DPR
kabarnya Rp4,6 juta sementara anggotanya
sebesar Rp4,2 juta. Tuh, kecil ya
gajinya ya? Kecil katanya sih gitu. Nah,
ini ada rincian pendapatan yang
didapatkan oleh anggota DPR nih, Geng.
Kalian bisa lihat nih ya. Nah, yang
pertama ada tunjangan kehormatan. Waduh,
gila ya. Kehormatan aja ada
tunjangannya. Nah, terus ya ketua badan
atau komisi akan mendapatkan Rp6,6
juta dan wakil ketua badan atau komisi
sebesar Rp6,4
juta dan anggota akan mendapatkan Rp5,5
juta. Nah, yang kedua ada lagi nih
tunjangan komunikasi intensif. Jumlahnya
ketua badan atau komisi akan mendapatkan
Rp16,4 juta. Terus wakil ketua badan
atau komisi sebesar Rp16 juta dan
anggota itu mendapatkan Rp15,5 juta.
Pokoknya setiap pergerakan ada cuannya.
Waduh gila ya kayak Ronaldo ya setiap
detik menghasilkan
wah pundi-pundi gitu. Nah, terus ada
lagi yang ketiga nih tunjangan
peningkatan fungsi pengawasan dan
anggaran. Ketua badan atau komisi
mendapatkan sebesar Rp5,2 juta, wakil
ketua badan atau komisi e mendapatkan
Rp4,5 juta dan anggota mendapatkan
sebesar Rp3,7 juta. Nah, terus yang
keempat ada tunjangan istri atau suami
sebesar Rp450.000.
Dan yang kelima ada tunjangan anak
sebesar Rp168.000.
Terus yang keenam ada tunjangan jabatan
sebesar Rp9,7 juta. Terus yang ketujuh,
ada tunjangan besar sebesar Rp30.000
per jiwa. Lalu kedelapan ada tunjangan
PPH21 sebesar Rp2.600 sekian-sekian
rupiah. Terus yang kesemb ada bantuan
langganan listrik dan telepon sebesar
Rp7,7 juta. Terus yang ke-10 ada
tunjangan uang sidang atau paket sebesar
Rp2 juta. Dan yang ke-11 ada tunjangan
rumah sebesar Rp50 juta. Nah, itu yang
paling gede tuh. Pokoknya semua
ditunjang-tunjang gitu ya. Kayak warung
Padang nih. Tunjangannya banyak banget.
Banyak anggota DPR yang setuju dengan
usulan kenaikan tunjangan rumah sebesar
Rp juta. Salah satunya adalah anggota
Komisi 9 DPR RI yaitu Nava Urbah. Nah,
dia mendukung kebijakan tersebut karena
dianggap sebagai kompensasi. Sebab saat
ini anggota DPR sudah tidak lagi
mendapatkan rumah jabatan katanya. Dan
menurut dia, uang Rp50 juta per bulan
bisa digunakan oleh anggota DPR yang
tinggal di luar kota untuk ngontrak
rumah di dekat kantor yang mana kantor
mereka itu di dekat Senayan. Ya, jadi
pertanyaannya coba tolong carikan ya.
Ya, coba tolong carikan. Ini ini ni gua
nih sebagai masyarakat gua masyarakat
Jakarta loh sekarang. Udah belasan tahun
nih tinggal di Jakarta ya walaupun
aslinya dari Aceh gitu. Cariin gue satu
rumah yang per bulan Rp juta di Senayan.
Cariin. Ini untuk taraf DPR lu ya.
Maksudnya jangan lu cariin rumah-rumah
digang petakan ya dapat. Tapi taraf DPR
yang mau ngontrak R juta per bulan di
Senayan, Senayan loh, Geng. Senayan loh,
Geng. Kencing aja R5.000 Senayan. Parkir
aja Rp20.000 Senayan. Pakai dibilang
buat ngontrak rumah di Senayan. Dekat
kantor, dekat kantor lagi. Buset tuh,
dekat kantor DPR. Ya Allah, biar lu tahu
harga di situ berapa. Ngontrak enggak
akan cukup Rp50 juta. Eh, tapi Rp50 juta
per bulan mungkin sih ya. R juta per
bulan sih mungkin.
Oke, gua ralat R juta per bulan buat
ngontrak rumah dekat. Oke, gua ralat.
Gua salah tadi. Yang enggak dapat tuh R
juta per tahun. Iya. Oke, gua ralat.
Sorry, geng. Kita lanjut sekarang. Oke.
Nah, Navarubah ini bilang ya kalau dia
sering terjebak macet di dalam
perjalanan menuju ke Senayan dari
rumahnya yang berlokasi di Bintaro,
Tangerang Selatan. Nah, pernyataan dari
Nava ini ya segera mendapatkan kecaman
dari publik. ya gimana enggak keluhannya
macet terus selama ini pemerintah
kerjanya ngapain kalau bukan mengatasi
macet ya kalau memang akhirnya negara
ini macet ya Jakarta ini macet ya
nikmati bareng-bareng mau gimana dong
kan itu juga bukan salah rakyat ya
kesalahan dari yang ngatur gitu kalau
ternyata salah ngatur terus jadi macet
terus yang boleh nikmati sakitnya rakyat
doang kan enggak juga ayolah kita
macet-macetan bareng-bareng biar tahu
bahwa Oh, gini toh capeknya hidup di
tengah-tengah ee lalu lintas yang
amburadul gitu supaya apa ya? Supaya
peka. Oh, ini harus diperbaiki mungkin
gitu kali ya. Bukannya malah nyari
solusi untuk kenyamanan pribadi gitu
mungkin. Tapi ya udahlah. Nah, banyak di
antara masyarakat ya yang menilai bahwa
sebagai seorang anggota DPR yang
memiliki status sebagai wakil rakyat,
seharusnya nava ini lebih mengutamakan
kepentingan masyarakat dibandingkan
kepentingan pribadinya dia doang supaya
nyaman ke kantor, enggak. Dan hal ini
yang ikut menjadi sorotan adalah keluhan
Nafaulba mengenai kemacetan di rute
perjalanan dari rumahnya dia yang ada di
Bintaro menuju Senayan. Publik justru
menyarankan agar Navairba ikut
merasakanlah pengalaman masyarakat yang
mana pada umumnya ya masyarakat
menggunakan transportasi umum seperti
KRL sebagai alternatif untuk menghindari
kemacetan. Ya kayak pejabat-pejabat di
Eropa sana. Bahkan mereka pakai sepeda
ya pakai KRL, pakai kereta supaya apa?
Mereka kan wakil rakyat. Mereka mewakili
apa yang kita rasakan untuk disampaikan
kepada para petinggi lain. Ya, kalau
mereka sendiri enggak ngerasain menjadi
rakyat, apa yang mau disampaikan? Malah
minta kenyamanan. Kan aneh banget. Nah,
publik juga membandingkan gaji anggota
DPR dengan gaji guru honorer. Nah, ini
ini menjadi fokus banget nih. Karena
gimanapun juga ya, Geng ya, kalau
dibandingkan ya, siapa yang paling
berpengaruh untuk kemajuan bangsa? Kalau
kata gua sih guru ya. Bukan berarti DPR
enggak ada fungsinya. DPR juga bagus
kalau kerjanya benar. Tapi yang paling
bagus lagi adalah guru. Kenapa? Guru itu
ngajarin bibit. Sementara DPR mengatur
yang sudah jadi. Ya kan? Iya dong. Apa
gue salah nih? Ya, mengatur
undang-undang. Menyampaikan keluh kesah
dari rakyat. Rakyat yang sudah dewasa.
Tapi kan enggak mungkin keluh kesah dari
bocil-bocil disampaikan juga ke atas
sama DPR. Enggak mungkin. Tapi guru-guru
apa? Guru-guru membentuk bibit,
membentuk para bocil-bocil. Dari yang
tadinya belum tahu apa-apa dibentuk
menjadi tahu. Yang mana mereka ini
adalah generasi atau pondasi
selanjutnya. Lu semua bakal tua, Geng.
Masa depan lu ditentukan oleh para
bocil-bocil ini juga. Kenapa gua bilang
demikian? Kalau para bocil-bocil ini
enggak bisa membaca, enggak belajar yang
benar dari ilmu yang diberikan oleh
guru-guru, nanti ketika mereka besar,
mereka nih fasenya yang memegang negara
ini. Dan kalian yang masih hidup sudah
tua, kalian masih menginjak tanah ini,
kalian masih berada di negara ini. Yang
mana negara ini dikontrol oleh si
bocil-bocil yang sudah pada dewasa ini.
Kalau mereka goblok dan negara ini
hancur, mereka ya mereka sebagai anak
muda mungkin bisa survive, bisa survive
dengan tenaga mereka. Sementara kita
yang udah tua-tua
ya di negara yang dihandle sama
bocil-bocil goblok apa kita enggak
modar? Hah? Apa kita enggak metong? Nah,
makanya kalau ditanya mana yang lebih
krusial, lebih penting? Jawabannya
adalah guru. Kalau gurunya tidak
disejahkan, dia malas mengajar, dia
enggak dicukupi kebutuhan hidupnya, maka
pondasi negara hancur.
Bocil-bocil goblok itu, Geng. Makanya
publik itu enggak salah memprotes.
Kenapa gaji guru tuh kecil banget,
terutama gaji guru honorer. Perbedaannya
terlihat jauh banget. Gaji guru honorer
cuma Rp300.000 per bulan. Bahkan ada
yang Rp450.000 per 3 bulan. Sakit enggak
tuh? Nah, semua tunjangan yang gua
sebutkan tadi yang diberikan untuk DPR,
enggak ada satuun yang di apa ya?
dirasakan dan dinikmati oleh guru
honorer. Bahkan enggak ada apa ya,
enggak ada setengahnya. 0 kom sekian
pers gaji guru honorer itu jumlahnya
kalau dibandingkan dengan tunjangan DPR
tadi. Guru honorer hanya mendapatkan
dana hibah cuma Rp500.000, R400.000.
Padahal ya jasa mereka untuk masa depan
bangsa enggak main-main. Harusnya mereka
layak mendapatkan gaji yang lebih besar
kalau menurut gue. Nah, ini miris banget
karena di Indonesia justru jasa dan
kerja keras dari guru seperti enggak
dihargai. Justru malah ya pihak-pihak
yang dinilai kerjanya minim. Bahkan
kadang kalau rapat cuma tidur tapi
tunjangannya besar banget. Nah, masih
banyak kesejahteraan guru yang belum
tercukupi di Indonesia. Nah, awalnya isu
yang beredar ini menyebutkan kalau yang
naik gaji itu ya dari DPR tapi bukan
gajinya yang naik ya, melainkan
tunjangannya. Tapi jika kita hitung di
dalam sehari berarti ya pendapatan
setiap harinya itu untuk DPR adalah Rp3
juta 1 hari loh geng. 1 hari dapat Rp3
juta. R3 juta. Gila, gede banget
gajinya. Gila gila. Nah, sebenarnya gini
ya. Kita sebagai masyarakat tuh enggak
masalah gitu ya kenaikan gaji pejabat
ya. Tapi ada tapinya nih. Ada tapinya.
Kinerjanya sesuai dan kalau bisa kalau
ketahuan korupsi yang artinya ini udah
gajinya besar tapi masih rakus, hukumnya
tong aja atau imbangin gaji guru juga
besar ya kan. Terus ya kalau kinerja
mereka dengan gaji besar itu bagus,
lapangan pekerjaan juga terbuka untuk
masyarakat. Gua yakin masyarakat ikhlas
kok dengan gaji besar mereka kalau
negara memang sejahtera. Iya enggak sih?
Terus, Geng, belum selesai kemarahan
publik terkait dengan bertambahnya
tunjangan yang didapatkan oleh anggota
DPR, publik dibuat marah lagi dengan
adanya sebuah video yang memperlihatkan
DPR yang terlihat senang sampai
berjoget-joget diiringi dengan lagu Gemu
Famire di sela sidang tahunan MPR pada
tanggal 16 Agustus 2025. Video dari
mereka-mereka yang berjoget ini pun
viral di sosial media terutama di
TikTok.
sekarang kanan
ke kiri ke kiri ke kiri ke kiri.
Nah, netizen melihat ada beberapa
anggota DPR yang sekaligus merupakan
public figure Indonesia yang ikut
berjoget. Ya, gua enggak perlu sebut
namanya, kalian udah tahulah ini udah
viral gitu. Dan ada sebuah video yang
beredar yang memperlihatkan salah satu
anggota DPR yang berasal dari kalangan
selebritas sedang berjoget dengan
caption dikira R juta per hari itu gede.
Jawabannya ya gede lah. Gila lu. Orang
cari cepek aja. Masyarakat tuh nyari
Rp100.000 aja per hari susah.
Ada-ada aja ya nyamain diri dia dengan
semua orang. Akhirnya ya anggota DPR
yang berjoget-joget itu panen kritikan
dari masyarakat karena dianggap apa yang
dilakukan itu tidak etis dan seolah
tidak peka dengan kondisi sosial ekonomi
saat ini di mana masih banyak orang yang
sulit mendapatkan pekerjaan dan
kemiskinan yang masih meraja lela. Ada
juga yang menyebutkan kalau ya anggota
DPR ini berjoget karena senang
mendapatkan kenaikan tunjangan, Geng.
Tapi gua enggak tahu ya karena bisa aja
itu karangan-karangan dari orang-orang
yang memprovokasi mungkin ya. Ya, bisa
jadi memang e DPR-nya berjoget di
sela-sela mereka selesai rapat pertemuan
terus mereka pengin cooling down. Ya,
bisa jadi. Tapi entahlah ya, gua juga
enggak mau ngebela siapa-siapa sih.
Cuman kayak memang terlihat agak kurang
etis aja di ruangan persidangan
dijadikan tempat untuk joget-joget kayak
gitu. Tapi ya udahlah, semua orang punya
cara menilai sendiri-sendiri. Gua enggak
mau terlalu jauhlah. Oke, setelah video
berjoget-joget itu viral ya, selebritas
yang menjadi DPR ada dua orang nih,
Inisial EP dan UK itu memberikan
klarifikasi yang mana inisial EP itu
menyebutkan bahwa momen tersebut terjadi
setelah sidang tahunan berlangsung dan
dilakukan secara spontan untuk
mengapresiasi hiburan yang diberikan
oleh orkestra dari Universitas
Pertahanan atau Unhan. Nah, terus e Pak
EP ini juga mengklarifikasi kalau mereka
menari bukan karena senang mendapatkan
tunjangan, tapi ya karena mengapresiasi
yang itu tadi. Nah, terus Pak Uka ya
dari kalangan selebritas menjadi DPR
juga nih juga memberikan klarifikasinya
terkait video yang viral di sosial media
yang memperlihatkan dia yang wis
menikmati banget. Dia bilang kalau video
tersebut adalah video yang dia buat.
Namun itu adalah video lama dan
konteksnya bukan karena menanggapi
anggota dewan yang mendapatkan gaji
sebesar Rp3 juta per hari. Nah, itu
adalah video yang dia buat pada tahun
2021 ya. Begitu juga video-video lain.
Nah, dia ya kayak memberitahukan kalau
itu cuma semacam apa ya, semacam
orang-orang yang memprovokasi dan ngedit
videonya dia menjadi hoa lah gitu. Terus
geng, ada lagi nih satu anggota DPR yang
justru mendapatkan apresiasi dari
netizen yaitu Pasya Ungu. Karena di
video tersebut dia gak ikut joget pada
saat itu. Namun pada saat diwawancarai
justru Pasya Ungu malah membela anggota
DPR yang lain dengan menyebutkan aksi
joget-joget itu merupakan bentuk
spontanitas DPR karena mereka senang
terkait pidatonya Presiden Prabowo.
Ini beda-beda nih ya. Awalnya Pasya udah
dipuji-puji nih, "Wih, bagus nih ada
empati enggak joget-joget." Tapi
ternyata beliau malah membela ya. Terus
ee netizen menyerang dan keterangannya
dia justru bilang kalau joget-joget itu
untuk mengapresiasi pidato Presiden
Prabowo. Sementara selebritas yang jadi
DPR sebelumnya yaitu yang inisial EP
tadi bilang itu mengapresiasi
ee penyanyi dari Unhan katanya. Karena
ini keterangannya berbeda-beda nih. Yang
benar yang mana nih? Ya, semuanya
kembali kepada kalian yang menilai.
Terus, Geng, karena aksi DPR yang
dinilai sudah kelewat batas oleh
masyarakat dan dianggap tidak peka
terhadap kondisi rakyat, mulai ada nih
seruan untuk melakukan aksi di tanggal
25 Agustus kemarin. Nah, sekarang kita
bakal bahas nih ya mengenai aksi demo di
tanggal 25 Agustus tersebut. Kita masuk
ke dalam pembahasannya.
Jadi, Geng, dengan kenaikan tunjangan
DPR dan anggota DPR yang berjoget-joget
itu membuat banyak orang yang merasa
kalau apa yang dilakukan oleh anggota
DPR sudah kelewat batas. Untuk itu, ada
sebuah seruan agar masyarakat melakukan
demo secara besar-besaran pada tanggal
25 Agustus kemarin. Nah, ada salah satu
akun yang dianggap menggaunkan narasi
untuk mengadakan demo ini, yaitu sebuah
akun X dengan username HeraS. ya
tulisannya Hera Lep pakai double S. Nah,
di dalam satu tweetnya itu dia
menuliskan, ya sentimen publik terhadap
DPR sudah memuncak dan netizen dihimbau
untuk menyerukan demo bubarkan DPR. Nah,
gelombang seruan untuk membubarkan DPR
RI yang ramai di media sosial itu
menjelang 25 Agustus 2025 bukan tanpa
sebab. Menurut informasi yang gua ambil
dari media Tirto nih ya, belum ada
informasi resmi dari aliansi atau
organisasi tertentu mengenai rencana
demo besar tersebut. Dan demo ini bukan
berasal dari inisiatif buruh. Sebab
ribuan buruh justru bakal turun ke jalan
di tanggal 28 Agustus, yaitu hari di
mana gua syuting video ini. Nah,
sejumlah tuntutan tersebut terkait
kenaikan upah minimum sebesar 8,5 sampai
10,5% dan penghapusan praktik
outsourcing. Namun ada informasi yang
mengatakan kalau inisiator demo di
tanggal 25 Agustus kemarin
mengatasnamakan diri sebagai revolusi
rakyat Indonesia. Ada juga informasi
lain yang menyebutkan bahwa kelompok ini
bernama Gerakan Mahasiswa Bersama
Rakyat. Nah, meskipun begitu agenda demo
ini tetap berlangsung. Masyarakat dari
berbagai kalangan datang. Ada mahasiswa,
ada juga ojol, buruh, bahkan sampai anak
sekolah. Aksi ini diawali di depan
gedung DPR. Tapi sekitar jam 1245,
polisi ya berhasil menghalau pengunjuk
rasa ini dengan menembakkan gas air mata
dan juga semprotan air ke arah
demonstran. Nah, sampai sekitar jam
1330, polisi masih terus berusaha
menghalau masa. agar menjauhi gedung
DPR. Kelompok demonstran itu berusaha
bertahan dan melawan dengan melempar
botol air plastik. Selain menggelar
unjuk rasa di depan gedung DPR, sekitar
jam 2.00 siang muncul masa pengunjuk
rasa yang mendatangi pintu belakang
gedung DPR. Nah, mereka sempat
melemparkan batu ke arah kantor satuan
pengamanan. Ada juga yang melakukan aksi
pembakaran terhadap sepeda motor. Nah,
terus enggak lama kemudian polisi juga
berusaha membubarkan masa tersebut. Gas
air mata ditembakkan ke arah pendemo
sampai jam .00 Ya, polisi terus
menghalau pengunjuk rasa sampai di dekat
stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Geng.
Nah, terus geng pada saat ada isu soal
adanya demo yang dilangsungkan pada
tanggal 25 Agustus ya, Bupuan Maharani
selaku Ketua DPR RI itu mengatakan jika
pintu DPR akan selalu terbuka lebar bagi
masyarakat yang ingin menyampaikan
aspirasi termasuk melalui aksi demo.
Nah, namun justru yang terjadi ya kantor
DPR tertutup rapat yang mana justru yang
menghadapi masyarakat ya justru Pak
Polisi yang mana masyarakat justru
dipukul mundur dengan menggunakan gas
air mata. Nah, bahkan ada sebuah video
yang viral DX yang memperlihatkan kalau
barikade beton dan pagar yang ada di
depan DPR sudah dilumuri menggunakan oli
supaya enggak mudah untuk dipanjat gitu.
Nah, video tersebut pun langsung ramai
nih di sosial media nih. Kalian bisa
lihat
oli guys.
Oli
dikasih oli tuh.
Nah, jadinya netizen langsung menyindir
statement dari Puan Maharani yang
sebelumnya mengatakan jika pintu DPR
terbuka lebar. Kalau memang terbuka,
kenapa harus dilumuri oli kayak gitu?
Berdasarkan informasi yang didapatkan
dari media BBC, aparat sudah menembakkan
gas air mata sebanyak lebih dari lima
kali di dalam jangka waktu setengah jam
masa kemudian dipukul mundur ke arah
GBK. Nah, enggak sedikit dari mereka
yang mencari tempat perlindungan di
Senayan Park. Di kawasan Senayan Park
terdapat sejumlah massa yang mengalami
mata perih, panik, sampai ada yang
batuk-batuk, geng, akibat gas yang
ditembakkan oleh aparat. Nah, masa dari
berbagai elemen masyarakat termasuk
pelajar itu ada yang terus mencoba masuk
ke Jalan Gatot Subroto untuk menuju ke
depan gedung DPR pada sore hari. Aparat
di saat itu langsung menembakkan kembali
gas air mata untuk membubarkan masa aksi
saat mereka berupaya untuk menerobos
barisan petugas keamanan. Situasinya
makin keos tuh ketika sejumlah pelajar
yang masih menggunakan seragam yang
memprovokasi petugas dengan melempari
petugas menggunakan batu. Ini emang
anak-anak pelajar-pelajar siswa-siswa
ini rusuh banget sih ya kalau kita
lihat. Nah, selain itu mereka juga
beberapa kali mencoba menerobos dengan
melalui jalan tol dalam kota. Mereka
bergerombol dengan membawa bendera e
parpol. Ada yang melintas di jalan tol
di dalam kota sehingga aparat ya kembali
menembakkan gas air mata ke arah mereka
supaya mereka bubar.
Terus, Geng, aksi demo berlangsung
hingga malam hari. Sejumlah laporan
menyebutkan kalau polisi itu udah
menangkap sejumlah pelajar yang ikut di
dalam demo tersebut. Setidaknya ada 10
orang pelajar yang ditangkap yang mana
mereka masih berusia di bawah 17 tahun.
Dan berdasarkan tahun kelahiran yang
dicatat oleh Pol Metro Jakarta Pusat,
menurut perkiraan LBH Jakarta, ada
sekitar 370 orang peserta demo kemarin
yang ditangkap oleh polisi. Yang mana
mereka ini curiga. Setengah dari
demonstran yang ditangkap adalah anak
yang masih di bawah umur, Geng. Nah, di
malam harinya setelah unjuk rasa
berakhir nih, tim pendamping hukum dari
LBH Jakarta datang ke Polda Metro Jaya.
Di saat itu ya Pak Danil Winata dari LBH
Jakarta itu mengatakan pihaknya
mendapatkan informasi tentang jumlah
massa yang ditangkap dari ditres Krimum
Polda Metro Jaya. LBH Jakarta juga
menyebutkan bahwa kondisi peserta demo
banyak yang mengalami luka-luka. Di
berbagai laporan menyebutkan unjuk rasa
masih terjadi sampai jam .30 malam.
Polisi di saat itu menghalau mereka
dengan menembakkan gas air mata, Geng.
Dan sebagian pengunjuk rasa di antaranya
berseragam SMA, SMK, dan pokoknya
sekolah menengah atas gitu. dan mereka
melawan dengan melempar batu ke arah
polisi. Nah, jadi beda banget ya kalau
adik-adik yang masih SMA ini darah panas
gitu kan. Kalau mereka itu demonya
enggak kekontrol gitu, Geng. Pakai batu,
pakai kayu. Gila banget. Mereka di saat
itu sempat berlarian ke rel kereta api
di bawah jalan layang penjompongan dan
akibatnya perjalanan KRL dari arah
stasiun Tanah Abang ke stasiun Palmerah
itu sempat keganggu. Nah, terus juga ada
insiden yang menimpa seorang ibu-ibu
nih, Geng. Yang mana diketahui kalau
ibu-ibu ini enggak kena demo. Beliau
habis pulang kerja. tapi beliau malah
ikut jadi sasaran gas air mata yang
ditembak oleh aparat. Ya namanya juga di
saat itu kan gak ada yang bisa e tahu
arahnya ya. Bisa aja peluru nyasar atau
ya asepnya ke mana-mana gitu. Dan
beruntungnya pada saat itu beliau sedang
mengenakan backpack yang berisi laptop
sehingga ya panasnya tabung gas air mata
itu kena ke backpack-nya si ibu itu yang
isinya laptop. Jadi gak langsung kena ke
punggung dia. Nah, namun yang sedihnya
adalah laptopnya langsung rusak,
langsung hancur, gak bisa digunakan lagi
karena kehantem sama tabung gas air mata
itu, Geng. Tapi, Geng, ada yang aneh
dari demo ini, Geng. Sebab sampai gua
syuting video ini belum ada orang-orang
yang mengaku sebagai inisiator dari aksi
di tanggal 25 Agustus kemarin. Soalnya
geng, sempat ada sebuah pamflet yang
beredar di X mengenai seruan aksi di
tanggal 25 yang bertuliskan untuk
hancurkan DPR RI, seret ke pengadilan
internasional, serta ganjang polisi.
Wah, kacau banget ya provokasinya. Nah,
di dalam pamflet tersebut juga ada
tulisan bagi yang membutuhkan senjata
perlawanan seperti molotov, kerikil,
ketapel, dan lain-lain bisa didapatkan
gratis di Posco darurat yang mana di
pamflet tersebut tertulis dengan lengkap
alamatnya serta nama dan nomor telepon
dari koordinator aksi yang bernama Ryan
Ham Winata. Tahtah siapa orangnya. Nah,
netizen di saat itu merasa skeptis
dengan postingan tersebut karena aksi
demo itu adalah suatu hal yang beresiko.
Jika ada orang yang berani untuk
menuliskan nama, nomor telepon sampai ke
alamat secara lengkap, itu patut
dicurigai karena bisa-bisa ini adalah
sebuah jebakan yang dipergunakan agar
orang-orang yang ingin berpartisipasi di
dalam demo itu justru ditangkap. Kayak
ya ada nih orang yang tertarik, "Oh iya,
gua ke tempat Bang Rayan ini sesuai
dengan alamat, tahu-tahu ke sana ya kan.
Tahu-tahu udah wah mau ikut demo ya udah
ditangkap." Jadi enggak repot-repot
untuk ditangkap di lokasi gitu. Nah, ada
netizen yang mencoba untuk memeriksa
nomor handphone yang tertera di dalam
pamflet tersebut dan menemukan kalau
nomornya itu dimiliki oleh Ryan namanya
yang merupakan anggota Menwa Jayabaya.
Menwa ini sendiri merupakan singkatan
dari resimen mahasiswa yaitu sebuah
organisasi unit kegiatan mahasiswa.
Berarti ini nomor asli dari orang asli.
Ini UMKM yang semi militer gitu lagi
yang intinya. Jadi si Ryan ini adalah
anggota Menwa dari Universitas Jayabaya
tadi. Nah, lalu ada yang mencoba untuk
menghubungi Ryan pemilik dari nomor
tersebut. Dan ketika dihubungi si Ryan
ini mengaku bahwa informasi yang tertera
di dalam pamflet di mana tertulis kalau
Ryan adalah koordinator dari aksi ini
adalah hoax. Jadi dia tuh kayak dijebak
gitu, Geng. Dari sinilah banyak orang
yang justru trust isue dengan demo
tersebut. komunitas bareng warga yaitu
sebuah akun X yang sering memberikan
informasi terkait aksi yang akan
dilangsungkan ketika itu memastikan ya
mereka tidak ikut di dalam demonstrasi.
Alasannya karena mereka menduga bahwa
potensi dari masa yang ikut di dalam
aksi tersebut tidak organik. Jadi sudah
kecampur sama masa bayaran gitu. Dan
mereka menyebutkan bahwa sudah melakukan
penelusuran secara internal dan mereka
menyimpulkan bahwa narasi soal
demonstrasi di tanggal 25 Agustus
kemarin cukup mencurigakan. Sebab
sejumlah akun buzer yang biasanya kontra
atau mencoba untuk menggagalkan aksi
unjuk rasa tiba-tiba jadi mendukung
dengan narasi bubarkan dan ratakan DPR.
Makanya ini aneh banget. Dan setelah
aksi tersebut benar terjadi, mereka
mengkritik pemilik akun dari Hera Leps
yang tadi yang awal gua sebutkan. Sebab
komunitas bareng warga menilai kalau
akun tersebut tidak bertanggung jawab
dengan propaganda terkait aksi yang dia
buat. dan ada laporan perihal korban
luka-luka dan ratusan orang yang
ditangkap di berbagai tempat yang mana
kebanyakan dari mereka adalah siswa SMA
yang termakan oleh propaganda. Padahal
ya hal ini sudah mereka waspadai sejak
minggu kemarin. Komunitas bareng warga
ini mempertanyakan apakah akun HeraS ini
melakukan bantuan hukum untuk
membebaskan ya para siswa yang ditangkap
oleh polisi atau enggak. Karena ya ini
kan akibat dari propaganda dia dan
apakah dia memberikan support medis atau
enggak. Dan oleh karena itu komunitas
bareng warga ini menganggap akun
Heraleps ini cuma menjadikan orang lain
sebagai mainan agar masuk jebakan
represi aparat, memuluskan agenda
eksekutif dan memberikan ruang militer
untuk masuk. Kabarnya sih gitu. Nah,
jadi komunitas bareng warga ini
mencurigai kalau agenda aksi tersebut
sengaja dibuat dan diwarnai kericuhan
agar banyak orang yang ditangkap. Dan
yang anehnya juga tidak tertulis dengan
jelas di manapun apa yang sebenarnya
dituntut di dalam demo kali ini. Terus
selain itu, Geng, aliansi BEM seluruh
Indonesia yaitu BEMSI juga tidak ikut di
dalam aksi demo kemarin. Koordinator
media Aliansi BMSI yang bernama Pasha
Fazilah AFA itu mengatakan bahwa BMSI
kerakyatan sudah menggelar aksi di depan
gedung DPR sebelumnya di tanggal 21
Agustus 2025 yang mana di demonstrasi
tersebut mereka menuntut pembatalan
pembayasan rancangan undang-undang
bermasalah sampai penerapan kebijakan
yang cuma menguntungkan kalangan
oligarki. Nah, mereka menolak revisi
undang-undang kitab, undang-undang
hukum, acara pidana hingga undang-undang
penyiaran. Terus ada juga Konfederasi
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau
KSPSI yang tidak ikut di dalam aksi
kemarin. Nah, Muhammad Jumhur Hidayat
selaku ketua umum KSPSI itu melarang
anggotanya untuk berpartisipasi karena
ee tidak jelasnya penanggung jawab dan
isu yang dituntut. Jumhur ini khawatir
aksi tanpa penanggung jawab yang jelas
itu bisa menjadi anarkis dan ditunggangi
oleh kepentingan politik elit. Dan
memang benar, Geng. Demo kemarin pun
berlangsung dengan anarkis. Dengan
banyaknya orang yang mengalami
luka-luka. Bahkan mereka yang gak ikut
demo pun jadi sasaran gitu.
Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini mengenai isu kenaikan gaji DPR
hingga terjadinya aksi demo yang
diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus
kemarin. Apakah di antara kalian ada
yang ikut demo kemarin atau enggak?
Kira-kira menurut kalian apakah demo
tersebut berasal dari gerakan organik
atau justru ada pihak yang menunggangi?
Coba deh tuliskan pendapat kalian di
kolom komentar. Ah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:53 UTC
Categories
Manage