Transcript
M7VUEqUQUw0 • JEAN TR4SH STREAM ! T3W4S LIVE STREAM TORTURE FOR GIFT CASH FROM VIEWERS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1518_M7VUEqUQUw0.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum kita mulai konten ini, gua
mau disclaimer dulu kalau pembahasan ini
tidak bermaksud untuk melanggar
peraturan YouTube ataupun melanggar
ketentuan-ketentuan yang sudah
ditentukan oleh YouTube. Nah, konten ini
murni adalah sebuah informasi dan semoga
bisa menjadi edukasi untuk kita semua.
Geng, hari ini kita bakal membahas
sebuah insiden yang sedang ramai
dibicarakan di dunia internasional.
Kasus ini terjadi di Prancis, yaitu
mengenai seorang streamer yang cukup
terkenal di negara tersebut yang bernama
Jan Formanov.
par plus d'un demi milion de personnes
en direct soudain plus rien.
Dia ini bertemu dengan ajalnya pada saat
sedang melakukan live streaming. Seram
enggak tuh? Karena kita lihat ya,
sekarang di dunia banyak banget orang
yang sedang hobi-hobinya menghabiskan
waktu untuk live streaming. Nah,
ternyata ya ada kegiatan yang sebenarnya
tuh bikin kita happy, bikin kita tuh
merasa kayak punya dunia sendiri, tapi
justru memakan korban sekarang. Kok bisa
kejadian ini terjadi? Ya, kenapa bisa
seseorang yang sedang live streaming
tiba-tiba meninggal? Apa yang dilakukan?
Kecapekanah atau karena apa? Ya, kalau
misalkan cuma kecapekan kayaknya gak
mungkin, tapi justru ada trigger lain.
Nah, mungkin kalian masih ingat ya,
Geng, kasusnya Valeria Marquez. Kita
udah sempat bahas nih di konten gue yang
ini. Nah, kalau Valeria Marquez itu dia
meninggal dunia saat live streaming
terus di oleh seseorang. Nah, tapi kasus
ini beda nih. Kasus yang menimpa jin ini
itu diduga karena dia mendapatkan ya
sebuah perlakuan yang mengerikan saat
sedang live streaming bersama dengan
streamer-streamer lain dan eh tindakan
yang dia terima ini dipertontonkan
secara online sampai pada akhirnya Jen
ini enggak bisa lagi bertahan atas
tekanan serta ya tindakan yang
mengerikan tersebut hingga ya dia
meninggal dunia. live streaming-nya dia
itu dilakukan di platform yang bernama
Kick. Kalau kalian tahu Twitch, nah Kick
ini mirip-mirip seperti Twitch itu,
Geng. Yang anehnya ya, ketika genen ini
diperlakukan
secara mengerikan, kick ini tidak memban
atau tidak eh men-suspend atau tidak apa
ya, kayak live-nya tiba-tiba dimatiin
gitu, enggak sama sekali ya. Mungkin
misalkan ini tayangnya di YouTube atau
di Facebook udah di-ban kali ya, udah
di-suspen langsung. Nah, pasti udah kena
pelanggaran. Nah, tapi ini enggak sama
sekali. Makanya live streamingnya itu
dikabarkan berjalan sampai berhari-hari
lamanya setelah dia ya mendapatkan
perlakuan tersebut. Dan selama itu juga
Jin ini mengalami berbagai ee tindakan
yang mengerikan setiap harinya. Berita
mengenai meninggalnya Jin itu langsung
mendapatkan perhatian dari otoritas
Prancis dan tidak terkecuali oleh
masyarakatnya. Mereka bertanya-tanya
mengapa bisa aksi seperti itu ya
dijadikan sebagai bahan untuk live
streaming yang bisa ditonton oleh jutaan
orang. Nah, di video kali ini kita bakal
membahas tentang kronologi kasusnya
secara lengkap. Oke, langsung aja kita
bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry
[Musik]
Genggeng. Untuk pembahasan pertama kita
bahas dulu nih siapa sih Jen Pormanov
ini ya sebelum nanti kita berlanjut ke
kronologi kasusnya.
Sebenarnya dia ini memang enggak begitu
terkenal bagi kita orang Indonesia
karena dia bukan streamer yang live di
YouTube, tapi justru melalui sebuah
platform yang bernama Kick. Nah, mungkin
orang Indonesia juga jarang yang punya
atau jarang nonton live di platform
tersebut. Kebanyakan kan orang Indonesia
tuh pakainya YouTube, TikTok, Instagram
gitu ya. Terus geng, nama asli si
streamer ini adalah Raphael Graven dan
dia menggunakan nama Jen Permanov
sebagai nama panggungnya. Dan para
fansnya itu sering memanggil dia dengan
singkatan JP atau JP. Dan singkatan nama
ini memang melekat banget sama dia. Nah,
kalau kalian pikir dia ini adalah anak
muda, kalian salah. Kalian juga udah
lihat dari foto-fotonya yang sudah
ditampilkan di video kalau Jin ini sudah
bapak-bapak. Umurnya itu sekitar 46
tahun. Dan berdasarkan informasi yang
gua dapat dari media CNN, ternyata jin
ini bukan berasal dari orang biasa. Dia
adalah seorang veteran militer. Nah,
dulunya tentara gitu, Geng. Ada
informasi, Geng, yang mengatakan kalau
jin ini adalah penyintas disabilitas.
Namun, enggak ada penjelasan yang lebih
lanjut soal disabilitas apa yang dia
alami atau semacamnya. Kita enggak tahu
nih kekurangan dari tubuh dia itu apa.
Usianya yang sudah bisa dikatakan tidak
muda lagi ya, ternyata tidak
menghentikan dia untuk terus melakukan
berbagai upaya untuk mencukupi kebutuhan
hidupnya. Apalagi dengan kemudahan akses
internet saat ini, Jin ini memanfaatkan
hal tersebut untuk bisa mencari uang
dengan popularitas. Nah, dia memutuskan
untuk menjadi seorang streamer. Dia
memulai karir sebagai seorang streamer
itu pada bulan Maret 2020 di Twitch. di
saat itu dia memainkan game yang populer
seperti e GTA 5 terus FIFA sampai dengan
Fortnite. Tidak butuh waktu lama buat
dia mencuri perhatian viewers. Dikatakan
kalau dia bisa mendapatkan sekitar
669.000
followers di Twitch dan langsung menjadi
terkenal di antara para
streamer-streamer lain.
Nah, Jin ini bisa terkenal enggak
terlepas dari kepribadiannya dia yang
memang menghibur banget, Geng. Dan dia
juga sering berinteraksi dengan para
viewers. Dia juga sering marah-marah di
live stream-nya. Dan momen dia
marah-marah itulah yang ditunggu oleh
viewers. Ya, standar lah kayak di
Indonesia. Contoh kayak misalkan ee top
global Mia. Siapa tuh namanya tuh? Pasol
ya kan kalau live lagi marah-marah. Nah
orang senang gitu kan. Nah sama juga
dengan Jin. Jin ini disenangi karena hal
tersebut karena toxic gitu geng. Nah,
bahkan banyak cuplikan dia saat
marah-marah yang kemudian jadi viral di
sosial media dan jadi semakin menambah
popularitasnya dia di dalam dunia
streaming.
Gila banget ya, Geng, yang dialami oleh
Jin ini. Makanya waktu ada berita dia
meninggal, banyak yang kaget karena
enggak menyangka kalau dia harus
berakhir kayak gitu. Apalagi ada dugaan
bahwa penyebab meninggalnya bukan karena
faktor alami, tapi justru pihak yang
sebenarnya bertanggung jawab atas
insiden tersebut tuh ada, yaitu
teman-temannya. Dari sini kita bisa
lihat ya, kalau yang namanya ajal itu
gak peduli kamu kaya atau miskin ataupun
dari latar belakang apa. Orang kayak jin
aja bisa mengalami hal tersebut. Ya,
jangan sampai kita merasakan lah ya apa
yang dia rasakan. Nah, cuma enggak ada
salahnya ya kita lebih mempersiapkan
diri untuk hal-hal ke depannya terkhusus
yang berkaitan dengan finansial. Karena
kan apa yang dilakukan oleh Jin ini
menyangkut dia ingin mendapatkan uang
dari streaming ya kan? GIF ketika dia
live stream gitu dan berakhir kayak
gitu. Nah, saat ini gua pengen bagiin
kalian sebuah informasi nih tentang
finansial atau mendapatkan penghasilan
tambahan. Nah, tapi kalian perlu tahu
kalian tuh harus hati-hati sama penipuan
seperti yang pernah dilakukan oleh
inisial ICA dan juga DS yang dulu mereka
pernah mempromosikan Binom SQUI. Nah,
Binom SQUI itu kan binary option ya. Itu
bukanlah platform perdagangan yang resmi
melainkan hanyalah penipuan yang mana
banyak sekali korbannya. Makanya kalian
harus hati-hati banget untuk kalian yang
ingin belajar menjadi seorang trader.
Nih, untuk kalian yang mau aja ya.
Karena profesi sebagai trader ini adalah
profesi resmi. Kalau misalkan kalian
enggak tertarik ya cukup dikip aja. Tapi
kalau tertarik kalian bisa banget
memilih platform-platform yang legal dan
terpercaya yang reputasinya jelas. Nah,
di sini sekali lagi gua merekomendasikan
kalian untuk menggunakan platform Fenex
untuk belajar menjadi seorang trader.
Alasan gua merekomendasikan ini ya
karena memang mereka ini bukan binary
option karena mereka itu berada di bawah
regulasi badan milik pemerintah dan
punya lisensi dari Bapetti, JFC dan juga
KBI. Jadi, udah pasti ya terpercayalah
buat digunakan. Takut bakal bingung
karena masih pemula. Ya, tenang aja ada
fitur-fitur dari PX yang bakal dukung
kalian ketika melakukan perdagangan
mulai dari asisten AI, webinar dari
pakar yang pastinya sudah berpengalaman,
terus analisis, peringatan harga sampai
ada kalender ekonomi juga. Nah,
tampilannya juga simpel banget, jadi
mudah dipahami oleh yang masih pemula.
Dengan fitur-fitur itu akan memudahkan
kalian untuk melakukan perdagangan di
Phoenix tanpa khawatir. Misalnya nanti
kalau kalian menemukan kendala gitu.
Nah, kalau mau deposit dan penarikan
prosesnya juga cepat. enggak ada
komisinya lagi. Kalau bingung ya tinggal
pakai layanan live chat yang sudah
standby 24 jam. Terus juga kalian bisa
dapat dana virtual untuk akun belajar
atau akun demo sebesar 10.000 yang bisa
kalian pakai untuk ya belajar dulu atau
ngetes strategi. Dan fitur ini berguna
banget untuk pemula yang mau latihan.
Kalau kalian sudah mempelajari
dasar-dasarnya dan mulai berlatih,
kalian juga sudah bisa menganalisa
kondisi pasar dan punya strategi agar
kalian bisa gerak cerdas dalam melakukan
perdagangan, ya. Akhirnya kalian bisa
menjadi bos hide. Phoenix ini juga
nantinya akan menjadi tempat kalian
untuk bisa mengembangkan skill sampai
pada akhirnya bisa disebut sebagai bos
hi tadi. Dan intinya semuanya terjamin
kalau kalian pakai Venex dan pastinya
kalian enggak perlu khawatir soal Venex
akan membantu menyimpan sekaligus
mengembangkan deposit kalian yang besar
maupun kecil. Nah, menarik banget ya
kalau sudah bisa jadi bos hideap.
semuanya bisa dilakukan di Phoenix ini.
Soalnya Penex ini bukan cuma sekedar
platform, tapi bisa jadi wadah kalian
untuk terus mengembangkan skill. Jadi
langsung aja nih, Geng. Kalian klik link
yang ada di kolom deskripsi atau bisa
scan barcode yang sudah tertera di
layar. Oke, sekarang kita lanjut lagi
nih ke dalam pembahasan soal Jin tadi.
Dan singkat cerita, pada tahun 2023 Jen
ini pun akhirnya pindah dari Twitch ke
Kick karena sebelumnya dia sudah
terkenal di Twitch dan enggak butuh
waktu lama untuk dia menjadi lebih
terkenal lagi ketika pindah di kick.
Bahkan dia di saat itu menjadi streamer
Prancis terpopuler di kick dan streamer
keempat yang paling banyak ditonton di
kick. Namun geng ya, Jin ini gak cuma
streaming saat dia sedang bermain game
aja, tapi dia juga melakukan challenge
ekstrem seperti maraton ya, e agar dia
kurang tidur ya. Konten-kontennya itu
memang challenge-challenge yang
berbahaya gitu, Geng. Dan sepertinya
memang hal seperti ini banyak diminati
oleh para viewers. Nah, seperti yang
udah pernah gua bahas soal pembuat
konten mukbang yang makan banyak demi
mendapatkan popularitas. Kurang lebih ya
samalah streamer-streamer seperti Jin
ini banyak juga yang melakukan hal-hal
berbahaya untuk bisa mendapatkan
perhatian penonton. Terus geng, singkat
cerita beberapa hari sebelum Jin ini
meninggal dunia, dia itu sebenarnya
sedang mengadakan maraton di kick selama
10 hari bersama dengan teman-teman
sesama streamernya, yaitu yang bernama
Owen Chena Zandoti yang dikenal dengan
sebutan Naruto. Terus ada yang satu lagi
namanya Safain Hamadi. Maratonnya ini
dilakukan di rumahnya Jin yang terletak
di Konte, daerah Nis. Kalau kalian kira
maraton selama 10 hari yang dilakukan
oleh Jin dan dua temannya itu adalah
live stream biasa. Ya, mungkin seperti
yang dilakukan oleh Reza Arab atau
teman-temannya gitu ya. Nah, itu kalian
salah, Geng. Karena maraton yang
dilakukan oleh Jin ini justru
memperlihatkan berbagai aksi kekerasan
terhadap Jin. Gua enggak paham nih
sensasinya apa.
Yang mana awalnya hal tersebut dilakukan
ya cuma dari verbal atau perkataan aja,
Geng. Tapi semakin lama semakin buruk
yang sudah mengarah ke ya tindakan fisik
gitu. Jujur di saat itu gak ada yang
tahu apakah ini cuma konsep mereka atau
justru memang mereka tuh udah
ribut-ribut di saat itu. Nah, ada yang
mengira ini mungkin konsep dari
maratonnya karena kan para live streamer
ini kan suka cari perhatian. Jadi mereka
itu menampilkan live streaming yang ya
berbau kekerasan. Dan katanya nih geng
selama maraton itu berlangsung jin ini
disodorkan berbagai produk berat untuk
dia konsumsi dan mendapatkan tekanan
tanpa henti. Nah, sampai dia kurang
tidur. Nah, jujur nih, Geng. di umur dia
yang 46 tahun, kalau sampai kurang tidur
pasti langsung berasa di badan gitu kan.
Apalagi ini ditambah dengan berbagai ya
tindakan ke Nah, dari informasi yang gua
kutip dari media Times, ada cuplikan
yang memperlihatkan di mana genen ini
sampai ya gua enggak bisa nyebutlah,
pokoknya keras bangetlah. Bahkan ada
juga adegan di mana dia di pakai pistol
paintball sampai menuangkan cat dan
minyak ke tubuhnya dia. Terus juga dia
pernah ditaruh di dalam bagasi mobil dan
mobilnya dikendarai dengan kecepatan
tinggi. Pokoknya challenge-challenge
yang enggak masuk akal,
challenge-challenge ekstrem. Dan semua
hal tersebut ditayangkan secara live
streaming dan ditonton oleh banyak
orang. Bahkan ketika tayangannya Jin
yang ditaruh di bagasi, viewers malah
minta teman-temannya Jin untuk pergi
lebih jauh lagi. Dan mereka itu
mendonasikan uang atau ngasih gift
mereka supaya teman-temannya Jeans ini
mau menuruti permintaan dari viewers
tersebut. Kalau ngelihat gimana
perlakuan yang diterima oleh Jin ya
enggak tega banget, Geng. Dan pada saat
Jin ini diperlakukan seperti itu,
teman-temannya malah tertawa puas.
Seolah-olah apa yang mereka lakukan
kepada J adalah sebuah lelucon dan
viewers-nya pun menikmati tayangan itu
ya dengan memberikan gift tadi.
Setelah 298
jam live streaming. Gila enggak tuh? 298
jam. Dikabarkan kalau live stream
tersebut berhasil mendapatkan uang yang
diberikan oleh viewers sebanyak 36.000o
yang kalau dirupiahkan ya sekitar Rp683
juta. Dan apakah dengan uang yang
terkumpul lantas membuat Jin merasa
senang setelah dia diperlakukan dengan
begitu mengerikan oleh teman-temannya?
Ya, jawabannya enggak, Geng. Karena
ternyata Jane sempat mengirimkan sebuah
chat atau sebuah pesan kepada ibunya di
dalam rentang waktu ketika dia live
stream yang kasar kayak gitu ya. Kayak
orang udah panik gitu. Kayak dia ngirim
ke nyokapnya chat. Nah, di dalam chat
itu dia bilang kalau dia merasa seperti
kayak di Sandra selama live stream
tersebut dan mengaku kalau dia muak
dengan apa yang dia alami karena ya ini
untuk kebutuhan konten kok dia yang jadi
korbannya.
Nah, ternyata dia enggak senang dengan
perlakuan itu. Tapi teman-temannya ini
udah kepalang menikmati karena menerima
gift yang banyak. Nah, kemudian ada
informasi nih yang menyebutkan kalau di
maraton live tersebut yang sudah mirip
seperti tayangan mengerikan ini ya
enggak cuma jin doang yang menjadi
korban tapi ada satu orang lain yang
diketahui bernama Kudu. Tulisannya tuh
Kodoks bacanya Kudu. Nah, dia ini
memakai nama samaran yang diketahui dia
adalah penyandang disabilitas dan berada
di bawah perwalian hukum. Nah, Kudu ini
juga mengalami penderitaan selama
streaming tersebut berlangsung, Geng.
Sedih banget. Terus singkat cerita, Jin
kan akhirnya meninggal dunia. Pada saat
dia meninggal dunia, momen tersebut juga
terekam di live stream tersebut, Geng.
Jadi Jin ini tidur bersama dengan tiga
orang temannya. Di situ terlihat kalau
Jin sudah tidak mengenakan baju dan
badannya udah ditutupi oleh selimut.
Pada awalnya terlihat kalau dia itu
bergerak tapi seperti sedang ya menahan
sakit kayak sesak nafas. Namun pada saat
itu teman-temannya enggak ada yang
bangun. Nah, beberapa saat kemudian jin
ini sudah terlihat tidak bergerak sama
sekali di tempat tidurnya. Ya,
sepertinya di saat tersebut ya dia udah
enggak bernyawa. Nah, viewers dari
maraton tersebut sepertinya juga udah
menyadari kalau eh Jin udah meninggal
dan mereka berusaha untuk memberitahu
teman-temannya yang lain dengan
memberikan donasi-donasi tadi. Jadi
kalau misalkan ngasih donasi maka akan
ada notif yang muncul. Jadi kenotis lah
gitu.
Nah, terus salah satu temannya si Jin
ini ada yang bangun yang mungkin karena
mendengar suara notif gift tadi dan dia
melihat ke arah Jin yang sudah tidak
bergerak. Nah, kemudian temannya itu
mengambil botol dari bawah kasur untuk
dilempar ke arah Jin. Namun, Jin tidak
memberikan respon lagi. Jadi benar-benar
kayak udah kaku. Di saat itu dia masih
diam dan tidak bergerak. Karena
penasaran kenapa Jin ini benar-benar gak
bergerak, temannya itu langsung turun
dari kasur dan menghampiri Jin untuk
memeriksa kondisinya. Nah, sesaat
kemudian dua temannya yang lain pun ikut
bangun dan panik. Dan pada saat itu
mereka mencoba untuk membangunkan Jin,
tapi Jin sama sekali udah enggak
ngerespon. Dan pada saat itu ya live
stream-nya pun langsung dihentikan. Dan
benar aja geng, Jin ini dinyatakan
meninggal dunia. Nah, pemberitaan ya
dari media The Independent. Salah
seorang yang bernama Owen itu mengunggah
sebuah postingan di Instagram yang
menuliskan pengumuman kalau Jin ini
sudah meninggal dunia. Di dalam
tulisannya, Owen ini menyebutkan bahwa
Jin adalah saudara, sahabat, dan
temannya selama 6 tahun belakangan.
Cuplikan ketika Jen ini meninggal dunia
dan video-video cuplikan dari live
stream yang memperlihatkan Jen ini
diperlakukan secara mengerikan saat ini
udah viral banget di internet. Kalian
bisa cari sendirilah karena gua enggak
bisa nampilin di sini ya. Kalau gua
tampilin nanti videonya gak bisa tayang
gitu. Dan hal ini mengundang perhatian
dari publik Prancis terkhususnya
otoritas berwenang karena live stream
tersebut menayangkan berbagai aksi yang
mengerikan yang dilakukan oleh
teman-temannya Jin kepada dia. Nah, lalu
masyarakat serta otoritas Prancis pun
mengecam apa yang dilakukan oleh
teman-temannya Jin hingga membuat dia ya
berakhir mengerikan.
Nah, sekarang ya kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai tuntutan
publik atau masyarakat terhadap ya
pelaku meninggalnya jin.
Jadi, geng ya setelah menjalani 10 hari
live stream yang penuh dengan pendiri
jin ini akhirnya menghembuskan nafas
terakhir pada saat live stream sedang
berlangsung. Bahkan ada seorang netizen
melalui akun X-nya dengan username Guest
Age Control yang mana dia mengatakan
kalau jin ini enggak cuma mengalami
kekerasan saat live stream aja, Geng.
Tapi udah sejak 2 tahun yang lalu, yaitu
dari tahun 2023. Enggak banyak orang
yang tahu selama ini dialami karena
media enggak pernah ada yang
memberitakan kecuali satu artikel lokal
atau dari Media Park yang mana
informasinya juga terlalu sedikit. Di
sana dikatakan kalau sejak tahun 2023
jin ini sudah mengalami perlakuan yang
tidak menyenangkan hampir setiap hari
oleh orang-orang yang menyebut diri
mereka sebagai seorang penyelamat untuk
jin. Dia ini terus-menerus ya
diperlakukan kasar dan orang-orang yang
melakukan ini justru tertawa melihat hal
itu. Nah, salah satunya adalah cuplikan
video di mana Jin ya dihantam oleh
Safine atau Safin mungkin ya dan juga
Owen. Nah, dua orang yang Jin anggap
sebagai temannya sendiri. Nah, akun
tersebut juga menjawab pertanyaan yang
mungkin terbesit di benak banyak orang.
Mengapa Jin ini gak pergi atau nge-cut
off aja si Safin dan si Owen ini malah
terus melanjutkan pertemanan mereka? Ini
kan aneh. Nah, ternyata alasan mengapa
Jin tidak pernah pergi karena mereka
berdua memegang kendali atau pengaruh
bagi Jin dan Owen serta Safin ini ya
mulai berteman dengan Jin beberapa tahun
yang lalu. Nah, dulu Jan ini mulai live
streaming saat usia dia itu 40 tahun,
Geng. di rumah ibunya. Dia hidup dari
bantuan sosial dan sedikit penghasilan
dari streamingnya. Nah, Owen itu mulai
memperhatikan Jin karena dia mulai
dikenal karena sering marah-marah saat
bermain game yang sama secara live. Tapi
dia baru benar-benar terkenal setelah
dia bermain bersama streamer lain yaitu
yang bernama TK78. Sejak itu jin ini
mulai mendapatkan cacian terus-menerus
namun dikatakan masih dalam batas wajar.
Tapi masalah mulai muncul ketika TK78
itu mengalami kasus yang mempengaruhi
hubungan pertemanan antara Jen dengan si
TK ini. Nah, dari sinilah enggak jelas
nih ya ee apa kasus yang dialami oleh eh
Tike dan Jin ini apa gitu. Yang jelas
mereka itu sudah mulai bertikai lah. Dan
mulai dari situ ya datanglah Owen. Owen
yang mencoba untuk meyakinkan Jin agar
dia melakukan streaming IRL. Nah, IRL
itu streaming langsung keseharian
seperti Speed gitu kan. Nah, si Owen ini
menawarkan dan meyakinkan Jin untuk
melakukan IRL bersama si Safin tadi.
Nah, mulai dari sinilah penyiksa
terhadap Jin itu dimulai. Awalnya
sedikit, namun lama-kelamaan berubah
menjadi keker yang semakin intens setiap
bulannya. Ya, memang berawal dari sebuah
konsep gitu, Geng. Dan Jin sendiri
sebenarnya tidak pernah memberikan
persetujuan bahwa dia mau untuk
diperlakukan kayak gitu, mendapatkan
keker dalam bentuk apapun. Nah, tapi si
Owen dan Safin ini melakukan itu tanpa
ada persetujuan dari Jin. Jadi,
dilakukan terus-menerus. Dan seperti
yang kita tahu ya, kalau Jin ini ya
sampai ya dihantam habis-habisan secara
kasar dan mendapatkan gift gitu. Ada
salah satu video di mana Jan mendapatkan
perlakuan kasar dan mencoba sebisa
mungkin untuk tidak melawan Owen dan
Saffin. Lalu ada sebuah video juga yang
memperlihatkan mereka yang mencoba untuk
ya apa ya kap leher Jin selama mungkin
menahan dia agar dia tidak bisa
melepaskan diri dan ini bahaya banget.
Bisa-bisa Jin kehilangan nyawa pada saat
itu juga. Jen juga udah minta tolong
kepada mereka untuk berhenti. Tapi
mereka masih terus melanjutkan hal itu.
Dan hal ini terus berlanjut geng selama
bertahun-tahun. bahkan dijadikan sebagai
tontonan hiburan yang dinormalisasikan
oleh komunitas viewers mereka. Nah, jadi
kurang lebih ya, Geng, e kenapa Jin ini
bertahan? Ya, karena diyakinkan oleh
Owen kayak nih, lu lihat nih, penonton
kita pada suka kalau kita bikin konten
kayak gini. Udah lanjutin aja. Dan di
saat itu ternyata Jin enggak bisa
berbuat banyak karena di saat itu
diyakinkan juga akhirnya kegiatan ini
terus berlanjut. Owen ini jugalah yang
menjadi otak dari konten-konten yang
dilakukan kepada Jin. Dan Owen tahu
kalau dia harus terus meningkatkan
tingkat dari kekerasan yang dia lakukan
kepada Jin agar bisa memuaskan para
viewers yang sering sekali justru
viewers ini menuntut Owen agar melakukan
jauh lebih gila lagi. Hal inilah yang
membuat Jane mengalami masa-masa di mana
mentalnya tuh hancur berantakan dan
sudah tidak bisa lagi menahan semuanya.
Tapi dia sadar kalau dia gak bisa
berbuat apa-apa. Kalau dia membalas,
maka Owen melalui kek juga ya, Owen
pasti bakal membalasnya lagi dengan
lebih keras dan lebih parah ya. Karena
kan memang secara fisik Owen ini udah
pasti jauh lebih kuat usianya jauh lebih
muda dibandingkan Jin yang sudah
menginjak kepala empat. Nah, karena
itulah Jin ini selama ini diam aja dan
terlihat tidak pernah merasa keberatan
walaupun jauh di dalam hatinya. Ya,
mungkin aja jin ini tertekan dan enggak
mau diperlakukan kayak gitu. Tapi apa
boleh buat, Geng? Dia enggak bisa
melakukan apapun. enggak bisa membela
diri sebab diduga dia sudah mengalami ya
kekerasan sejak lama dan penyebab
meninggalnya jin juga diduga akibat
akumulasi dari berbagai kekerasan yang
dia terima. Publik di saat itu menuntut
agar pihak berwenang untuk segera
menangkap dua pelaku tadi, yaitu Owen
dan juga Safin atas kekerasan yang
selama ini mereka lakukan terhadap Jin.
Kasus meninggalnya Jin dan dugaan keker
dialami oleh Jin ini ya juga sudah
mendapatkan sorotan dari pihak berwenang
Prancis. Di saat itu ya, Menteri Urusan
Digital dan Kecerdasan Buatan Prancis
yang bernama Clara Chapas itu sudah e
angkat bicara melalui akun X pribadinya
dia. Dia menyebutkan kejadian ini
sebagai bentuk dari penghinaan dan peng
Clara juga sudah menyebutkan bahwa
penyelidikan terhadap kasus ini sedang
berlangsung, Geng. Kemudian Clara juga
ikut mengkritik Kick, platform yang
digunakan oleh Jin untuk live stream.
Sebab Kick yang membiarkan live stream
yang penuh dengan tindakan mengerikan
ini ya tetap disiarkan. Harusnya kan
di-ban gitu. Apa yang dilakukan oleh
kick ini dianggap menyebarkan konten
ilegal yang sangat memungkinkan
dikenakan pasal hukum. Dan tindakan
seperti ini tidak memiliki tempat di
Prancis, di Eropa, bahkan di manapun.
Nah, masih di dalam tweetnya Clara ini
menyebutkan bahwa dia sudah melaporkan
kasus jin ini ke Arcom, regulator media
Prancis dan dia juga sudah menghubungi
Paros, sebuah sistem yang digunakan
untuk melaporkan konten online. Nah,
kasus ini, Geng, sepertinya udah dalam
penanganan oleh otoritas berwenang,
Geng. Sebab dari media The Independent
mengatakan kalau jaksa Dinis sudah
membuka penyelidikan dengan melakukan
autopsi kepada jenazah jin. Kepolisian
setempat juga sudah menyelidiki dugaan
tindakan yang dialami oleh jin. Di mana
jin ini dikategorikan sebagai orang yang
rentan dan aksi kekerasannya tersebut
dipublikasikan di internet selama 8
bulan terakhir. Nah, pada tanggal 20
Agustus penyelidikan itu sudah dilakukan
dengan meminta keterangan kepada para
streamer yang ikut terlibat di dalam
stream bersama dengan Jin, termasuk si
Owen serta si Safin tadi. Ada penyitaan
juga terhadap peralatan dan video yang
dijadikan sebagai bukti penyelidikan.
Dan sementara itu menurut informasi yang
gua dapat dari media CNN nih, Yasin
Sadoni selaku pengacaranya Owen itu
bilang kalau Jin meninggal bukan karena
tapi justru karena masalah
kardiovaskular
yang merupakan penyakit jantung. Nah,
ini pengacaranya Owen malah ngebela
kliennya. Ya wajar aja sih, tapi kan di
video itu udah jelas banget ya
kelakuannya Owen tuh kayak gimana.
Kemudian geng, di dalam satu video, Jin
ini sempat bercerita kalau dia
diharuskan untuk minum obat sebenarnya.
Di video lainnya, Owen ternyata pernah
membacakan pesan-pesan Jin kepada ibunya
yang merasa ya dia seperti disand oleh
teman-teman streamernya. Nah, memang
pada saat itu enggak jelas siapa yang
dimaksud oleh Jin. Tapi di video lainnya
saat sedang live streaming, ibunya Jin
sempat memarahi dia lewat telepon karena
dia membiarkan teman-teman streamernya
mencukur sebagian rambutnya. Jadi kayak
di gitu, Geng. Dan ibunya enggak tega
ketika melihat anaknya diperlakukan
kayak gitu. Nah, namun Yasin selaku
pengacara Owen itu bilang kalau ibunya
Jen ini justru ikut berpartisipasi di
dalam live streaming itu. Wah, gila
banget mulut pengacaranya ya.
Dibolak-balik sama dia gitu. Dan saat
ini baik Owen maupun Safin belum
ditahan, Geng. Nah, namun penyelidikan
terhadap mereka atas kasus ini masih
terus berlangsung.
Terus, Geng. Enggak cuma menyoroti Owen
dan Safin aja, tapi semua pihak di
Prancis juga mulai mempertanyakan soal
kick yang tidak melakukan apapun dan
justru membiarkan live stream yang
berisi peny terhadap jin itu tayang. Dan
juru bicara di kick saat diwawancarai
oleh media BBC itu bilang kalau mereka
segera meninjau keadaan seputar
meninggalnya Jin dan pihak dari Kick
sudah mengucapkan turut berduka atas
meninggalnya Jin dan menyampaikan belas
sungkawa kepada keluarganya, teman,
serta masyarakat yang merasa kehilangan
juga. Nah, juru bicara kick itu sudah
menjelaskan bahwa terdapat pedoman
komunitas di platform tersebut yang
dirancang untuk melindungi para kreator
dan kickboard komitmen untuk menegakkan
standar ini terhadap seluruh
platformnya. Dan karena kasus ini ya,
Kick membuat keputusan untuk melarang
para streamer yang terlibat di dalam
live streaming kekerasan Jin untuk live
di kick lagi sambil menunggu hasil dari
penyelidikan. Walaupun kayak gitu, Geng.
publik tetap mengecam kick yang tidak
sedari awal segera cepat tanggap untuk
memblokir live stream-nya Jin ini. Ya,
seandainya aja ya kalau live stream-nya
itu cepat dihentikan mungkin yang
dialami oleh Jin akan berhenti sampai di
situ. Karena kan tujuan dia itu
mengalami hal kayak gitu dari
teman-temannya karena mereka senang
ditonton banyak orang dikasih gift.
Makanya dipertanyakan nih gimana sih
kontrol dari pihak platform kick itu
terhadap para streamer-streamernya? Masa
enggak ada yang ngecek, enggak ada yang
nge-filter gitu.
Terus, Geng, walaupun enggak bisa
dinormalisasikan, konten live streaming
seperti yang dilakukan oleh Jin ini
memang sedang banyak banget disukai oleh
komunitas streamer di luar negeri. Sebab
dengan menyajikan konten kayak gitu,
mereka bisa menarik perhatian banyak
penonton atau viewers. Nah, jenis konten
kayak gini disebut dengan trash stream
yang awalnya cuma sekedar hiburan, tapi
seiring berjalannya waktu, para streamer
jadi enggak tahu batas sehingga berakhir
pada hilangnya nyawa seseorang. Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai apa itu trashstream
dan bahayanya kayak gimana.
Jadi, Geng, kasus yang dialami oleh Jin
ini membuat kita jadi tahu ya, bahwa
jenis konten tersebut memang ada dan
bahkan digemari oleh banyak orang.
Konten ini disebut dengan trashstream
tadi. Dan trashstream ini adalah sebuah
fenomena yang berasal dari tahun 2010-an
yang mana fenomena ini sangat terkenal
di Rusia dan Polandia. Para streamer
yang melakukan trashstream akan
melakukan tindakan yang merendahkan
orang lain yang kemudian disertai dengan
aksi penuh dengan kekerasan. Bahkan
terkadang bisa berakibat fatal terhadap
diri mereka sendiri maupun orang lain.
Contohnya aja di tahun 2020 ada seorang
streamer asal Rusia yang sedang live
stream bersama pacarnya yang di saat itu
masih berumur 28 tahun dan pacarnya juga
sedang mengandung, Geng. Nah, tapi di
live stream itu streamer ini malah ya
melakukan tindakan kepada pacarnya
hingga menyebabkan cidara otak dan
sempat mengunci pacarnya di luar rumah
ketika pacarnya cuma mengenakan pakaian
dalam. Nah, ketika tim medis memeriksa
pacarnya disebutkan kalau dia udah tidak
bernyawa di saat live stream-nya masih
berlangsung. Nah, atas perbuatan itu, si
streamer dijatuhi hukuman 6 tahun
penjara bahkan, Geng. Dan kejadian ini
pada tahun 2021.
Dan dikarenakan kejadian tersebut ya,
pemerintah Rusia membuat sebuah
undang-undang federal yang mulai
melarang konten trash stream ini, Geng.
Jadi di Rusia udah enggak boleh ada
kayak gitu. Dan tingginya popularitas
konten-konten trash stream kayak gini
juga didukung oleh para penonton atau
viewers ya. karena mereka tuh penasaran
dan suka banget dengan hal-hal ekstrem.
Dan ee semakin banyak alat yang tersedia
untuk bisa mempengaruhi live stream,
semakin besar juga kemungkinan streamer
bakal membuat konten-konten yang lebih
ekstrem lagi. Di platform seperti kick
atau bahkan di YouTube sekalipun,
viewers bisa menyumbangkan uang untuk
memberikan donasi agar pembuat konten
atau streamer bisa berbuat lebih jauh
lagi. Nah, fenomena yang kayak gini
sampai menjadi sebuah inspirasi buat
sebuah serial yang bernama Black Mirror
di episode pertama dari season 7.
Karakter utamanya yang diperankan oleh
Chris OdoT itu bergabung dengan sebuah
situs streaming bernama Damdamis di mana
ya dia melakukan berbagai aksi yang
melecehkan diri sendiri agar bisa
mendapatkan uang untuk membiayai
pengobatan istrinya yang sedang sakit.
Ya fenomena tersebut bukan cuma cerita
dari series doang, Geng. Tapi memang
diangkat dari kisah nyata ya seperti
yang dialami oleh Jin Pormanov ini. Nah,
itu dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai meninggalnya Jin Pormanov yang
diduga disebabkan karena kekerasan yang
selama ini dia alami ketika live stream
bersama dengan teman-temannya. Gimana
geng, menurut kalian tentang kasus ini?
Coba tinggalkan komentar di bawah.