SUSPECTED ZARA QAIRINA MAHATIR CASE REVEALED! HEART-BREAKING DIARY CONTENTS
yBo9xYuqaP8 • 2025-08-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Oke, sebelum kita bahas kasus ini, gua mau disclaimer dulu nih, Geng. Pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Pembahasan ini murni sebagai informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Geng, hari ini kita akan melanjutkan lagi kasus yang pernah kita bahas yang berasal dari Malaysia. Kali ini ingat enggak, Geng? dengan kasusnya adik Zara. Kasusnya menggemparkan di Malaysia beberapa hari yang lalu. Gua bakal jelaskan sedikit, Geng, untuk kalian yang belum tahu atau ketinggalan tentang beritanya atau buat kalian yang penasaran dengan berita panjangnya bisa nonton konten panjangnya langsung. Jadi, Geng cerita tentang seorang siswi bernama Zara yang meninggal dunia dengan dugaan awal ee dianggap mengakhiri ya, dianggap menghabisi diri sendiri gitu. Maaf nih kalau gua plesetin karena enggak bisa mengucapkan secara gamblang. Namun, pihak keluarga serta publik itu enggak percaya dengan kasus ini, dengan keterangan tersebut yang mana justru mereka menemukan berbagai kejanggalan seperti salah satunya ya pihak sekolah yang tidak langsung melaporkan ketika Zara ditemukan. Nah, ini kan aneh banget. Semacam ada yang disembunyikan gitu. Kemudian pihak kepolisian yang tidak melakukan otopsi dan tidak mencari jejak DNA di barang-barang pribadi milik Zara. Ini sangat aneh untuk kasus yang selama ini terjadi di Malaysia ya. Seakan-akan kasus ini tuh semacam ada yang disembunyikan gitu. Nah, terus geng publik akhirnya berasumsi kalau kasus ini ada kaitannya dengan ya kekuatan power dari seorang pejabat Malaysia yang mungkin saja pelaku di dalam kasus ini adalah anak dari seorang pejabat atau orang penting di Malaysia. Makanya kasusnya serasa ditutup-tutupi dan penanganannya juga lamban banget. Nah, namun yang namanya netizen mau itu di Indonesia, mau itu di Malaysia ya kita salut banget. Netizen mencium adanya hal yang mencurigakan dari kasus ini ya. Netizen Malaysia di saat itu semuanya bersatu berdemo untuk menuntut keadilan Demi Zara. Nah, akhirnya banyak yang turun ke jalanan. Untuk hari ini ya, kita bakal melanjutkan pembahasan ini mengenai beberapa update terbaru tentang kasus ini, Geng. Seperti bagaimana keputusan untuk melakukan ekshumasi atau jenazahnya dibongkar lagi dari kuburannya terus diutopsi gitu ya, sampai ke beberapa bukti terbaru terkait kasus ini, Geng. Dan kabarnya juga geng ya, Jaksa Agung Malaysia sudah menuntut lima orang yang diduga bertanggung jawab atas meninggalnya Zara di dalam kejadian ini. Dan benar, Geng, dugaan dari netizen kalau ada ee sesuatu ya eh yang janggal, yaitu dugaan soal Zara ini mengalami bullying oleh teman-teman di sekolahnya. Nah, di video kali ini kita bakal membahas secara lengkap perkembangan dari kasus ini. Nah, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Untuk pembahasan yang pertama ya, kita akan masuk ke dalam pembahasan bagaimana prosesh atau ya proses pembongkaran dari makam Adik Zara ini serta bagaimana proses pembentukan tim independen untuk menangani kasus ini. Jadi, Geng, di sini kita udah enggak lagi fokus ee membahas soal kronologi meninggalnya Zara, ya, karena udah gua jelaskan di video sebelumnya. Nah, di video ini kita bakal berfokus untuk membahas beberapa perkembangan terbaru tentang kasusnya. Jadi, gua saranin buat kalian tonton dulu deh video part 1-nya ya, biar kalian tidak bingung. Jadi, geng, meninggalnya Zara itu menjadi salah satu kasus yang sangat disoroti oleh netizen Malaysia terutama dikarenakan banyak orang yang merasa betapa lambatnya penyelidikan yang dilakukan oleh polisi Malaysia. Seperti ada yang ditutup-tutupi. Salah satu yang disoroti itu perihal mengapa jenazahnya tidak diutopsi. Padahal posisinya Zara ketika ditemukan itu dalam kondisi yang janggal, aneh, dan gak wajar. Apalagi ketika ya Zara ini dimandikan oleh keluarganya. Di saat itu ibunya Zarah yang bernama Nur Aidah Lamat itu melihat ada bekas luka di tubuh anaknya yang seperti mengindikasikan kalau Zara ini mengalami kekerasan sebelumnya. Setelah itu, Nur Aida pun melaporkan temuan ini ke polisi untuk kemudian dijadikan sebagai bukti baru kalau Zara bukan meninggal karena mengakhiri hidup, tetapi melainkan karena ada pihak lain yang melakukan hal tersebut. Dan untuk bisa membuktikan hal ini perlu diadakan otopsi, Geng. Sehingga pihak keluarga menuntut agar jenazah Zara di saat itu yang sudah terlanjur dimakamkan untuk kembali dibongkar atau dengan istilah lain diekshumasi, diangkat lagi jenazahnya baru diutopsi. Sampai pada akhirnya, pada tanggal 8 Agustus 2025, Attorney Generals Chambers atau yang disingkat dengan laporan investigasi awal itu dikembalikan kepada polisi yang mencakup instruksi untuk menggali makamnya Zara. Keesokan harinya, prosedur eksumasi itu dilakukan. Pada tanggal 9 Agustus 2025, tim forensik polisi Malaysia tiba di pemekaman Muslim Tanjung Ubi pada pukul 4 56 sore waktu setempat yang mana mereka akhirnya melakukan eksumasi atau pembongkaran makam. Prosesnya itu dimulai jam .30 sore waktu setempat yang diawali dengan pembacaan doa terlebih dahulu, Geng. Dan semuanya selesai di jam 155 malam. Dan jenazah Zara selesai diangkut itu dibawa sekitar 130 km ke arah hospital Queen Elizabeth atau disingkat dengan HQA. Ini berlokasi di Kota Kinabalu. Sejurus kemudian pasukan forensik PDRM memulakan kerja penggalian yang diarahkan oleh Pejabat Peguam Negara semalam. Ia bagi melengkapkan siasatan semula kes kematian Allahyarham yang sebelum ini dikaitkan dengan dakwaan insiden bully di sebuah sekolah dipapar. Nah, jenazah Zara akhirnya tiba di hospital Queen Elizabeth ini sekitar jam .30 malam waktu setempat. Nah, ada berita yang berseleweran di sosial media yang kabarnya pada saat dilakukan esumasi, petugas gali kubur sempat melihat kalau kondisi jenazah Zara masih utuh dan belum membusuk. Bahkan wanginya itu semerbak katanya sampai-sampai tukang gali kuburnya melepas masker mereka. Jenazah Allahyarham Zara Karina Mahathir yang kuburnya digali semula pada 9 Ogos selepas dikebumikan pada 17 Julai lalu dikatakan masih utuh dan dalam keadaan baik. Perkara itu dimaklumkan imam rawatib Masjid Haji Hashim Pekan Sitang Amani Azral yang turut menyaksikan proses penggalian semula kubur dan mengeluarkan jasad arwah Zara. Nah, jujur aja ya kalau cerita-cerita kayak gini mungkin masih banyak yang enggak percaya karena masih banyak yang mengatakan, "Ah, tahayul. Ah, masa sih? Paling cerita-cerita doang." Nah, tapi ini memang sesuatu yang tidak bisa kita gambarkan ee pakai apa ya? Akal sehat, pakai logik gitu ya. Tapi beberapa kasus memang sempat terjadi hal kayak gini, Geng. Dan ternyata ini terjadi juga kepada Zara ya. Mirip-mirip kayak kasusnya Nia dulu, Geng. Tapi kalau kasusnya Nia dulu, banyak yang bilang bohong. Gua juga enggak tahu tuh. Namun ya semoga ya apa yang terjadi kepada Zara ini tidak membuat masyarakat Malaysia jadi kayak orang di Indonesia. Tapi ini enggak semua ya. Sebagian orang di Indonesia lah, sebagian wilayah yang mana makam-makam yang mengalami sebuah kejadian ee gaib, aneh, dan tidak masuk akal kayak gini biasanya malah dijadikan tempat kunjungan ee malah dijadikan tempat keramat dan bahkan makamnya Nia malah dijadikan untuk tempat syuting video klip lagu. Nah, itu kan udah enggak masuk akal banget ya. Semoga makamnya Zara enggak sampai kayak gitu ya. Nah, kita lanjut lagi nih, Geng. Terus keesokan harinya, Geng, pada tanggal 10 Agustus banyak orang serta media sudah berkumpul di Hospital Quein Elizabeth I ini sejak jam 8 pagi waktu setempat yang mana mereka ingin mengetahui perkembangan dari proses autopsi yang dilakukan. Nah, autopsinya pun selesai di jam .30 malam dan jenazah Zara akhirnya dimakamkan kembali pada jam 15 dini hari waktu setempat di pemakaman muslim Tanjung Ubi. Tempat di mana sebelumnya dia sudah dimakamkan. Lalu geng, hasil otopsinya pun akhirnya keluar. Datuk Muhammad Kumar selaku Direktur Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Federal itu bilang luka-luka yang ditemukan ketika proses otopsi dilakukan kabarnya sih sesuai dengan luka yang disebabkan karena jatuh. Jadi bukan karena adanya ya pelaku yang apa ya melakukan tindakan kekerasan gitu. Dan katanya temuan tersebut sesuai dengan kesimpulan polisi sebelumnya yang menyebutkan kalau cedera yang dialami oleh Zara disebabkan karena dia terjatuh dan jatuhnya Zara menyebabkan cedera otak traumatis berat dengan encefalopati hipokia iskemic. Gua jujur aja ya kurang paham sebenarnya ee cara pengucapan yang benar koreksi gua kalau salah. Jadi ee gua jelaskan sedikit ya dari yang gua tahu nih informasinya. Ensefalopati hipoksia iskemik ini adalah jenis cedera ketika otak itu tidak mendapatkan cukup oksigen atau hipoksia atau juga aliran darah yang disebut dengan iskemia. Jadi misalkan ya kayak orang kehantem kepalanya cedera, ada penyempitan yang pada akhirnya tidak bisa membuat dia menerima oksigen dan aliran darahnya jadi tersumbat. Tapi Geng, ya ada yang aneh nih, Geng. Sebab menurut Datuk Muhammad Kumar, hasil dari otopsinya sudah keluar dan dikatakan ada cedera yang sesuai dengan cedera akibat terjatuh. Nah, tapi masih agak janggal kenapa dari awal tidak dilakukan proses otopsi yang mana ini sangat bertentangan dengan protokol yang sudah ditetapkan. Nah, beliau menjelaskan bahwa terjadi kesepakatan antara pihak yang berwenang dengan ibunya Zara yaitu Nur Aidah yang menandatangani dokumen agar autopsi tidak dilakukan. Dan dokumen tersebut juga sudah ditandatangani oleh ahli patologi serta petugas investigasi katanya. Seharusnya nih, Geng. Ya, walaupun pada saat itu sudah terjadi kesepakatan, tapi petugas investigasi seharusnya bersi keras harus memaksa ya harus membujuk keluarga untuk mau melakukan proses otopsi. Karena meninggalnya Zara itu berada di dalam kondisi yang mencurigakan. Banyak pertanyaan yang masih bergantung. Justru dengan tidak adanya autopsi, inilah yang melanggar SOP yang seharusnya dijalankan oleh pihak penyidik. Di saat itu, Datuk Muhammad Kumar itu bilang, berdasarkan hukum yang berlaku, petugas penyidik memiliki kewenangan hukum untuk membatalkan keinginannya sang ibu yaitu Nur Aidah. Namun itu enggak dilakukan sebelumnya. Dari keterangan ini, Nur Aidah sempat jadi sorotan masyarakat, Geng. Mengapa sang ibu ya tidak mengizinkan untuk dilakukan otopsi? Apakah dia yakin kalau memang Zara itu terjatuh atau gimana? Ya, mungkin aja ya ibunya ini takut kali ya jenazah anaknya tuh disayat-sayat, diperiksa kayak gitu, dipegang-pegang. Mungkin itu yang bikin dia enggak nyaman kali ya. Nah, tapi banyak yang sudah mempertanyakan ini kan meninggalnya aneh, mencurigakan. Harusnya ibunya mengenyampingkan perasaan kayak gitu, membiarkan anaknya diutopsi. Begitulah keinginan dari netizen. Dan meskipun begitu, Geng, ya, dari laporan otopsi itu menunjukkan bahwa Zara itu terjatuh, namun tetap harus diselidiki lebih lanjut. Apakah Zara itu terjatuh karena dia yang melakukannya sendiri atau justru ketidaksengajaan atau justru karena dilakukan oleh orang lain. Ada dorongan dari orang lain. Nah, pihak penyidik tidak menutup kemungkinan ya bakal melakukan pemeriksaan dan mungkin saja akan ada keterlibatan orang lain di dalam kasus ini. Sehingga Datuk M. Kumar mengatakan bahwa kasus Zara yang tadinya dikategorikan sebagai kematian mendadak saat ini sudah diselidiki untuk kemungkinan akan adanya unsur pidana. di dalamnya termasuk aksi bully yang menimpa Zara selama ini. Tim dari Crime Investigation Department atau yang disingkat dengan CID yang ada di Bukit Aman yang beranggotakan dengan orang itu sudah dikirim ke Sabah untuk menangani kasus tersebut. Nah, Tun Musa Aman selaku gubernur Sabah juga sudah menginstruksikan agar pihak berwenang bisa melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan juga transparan supaya kasus ini ya bisa terang-meneranglah di mata masyarakat. Pada tanggal 12 Agustus tahun 2025, kelompok masyarakat sipil itu mendesak pemerintah untuk membentuk Komisi Independen yang diperuntukkan untuk menyelidiki kasusnya Zara ini. Nah, kelompok ini pun dibentuk dan menamakan diri mereka sebagai sekretariat solidarity Zara yang terdiri dari mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil. Nah, mereka juga menuntut nanti ketika semuanya sudah terungkap, hasil investigasinya dipublikasikan sehingga bisa diketahui oleh publik. Mereka berbaris di taman tugu sembari membawa spanduk dan plakat yang menyerukan keadilan bagi Zara. Mereka menyerahkan tuntutan kepada anggota parlemen di luar gedung parlemen yang ada di Kuala Lumpur yang mana, Geng, dalam tuntutan tersebut mereka mendesak agar Kementerian Dalam Negeri serta pihak kepolisian untuk mengadakan penyelidikan atas meninggalnya Za. Nah, lalu mereka mendesak agar polisi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas keterlambatan dalam penyelidikan kasusnya Zara ini. Karena banyak banget orang-orang yang menyalahkan polisi di dalam hal ini dan juga banyak yang menduga adanya kesalahan penanganan di dalam penyelidikan kasus Zara ini, Geng. Terus, Geng. Tuntutan selanjutnya adalah mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan pelatihan khusus bagi petugas polisi agar bisa menangani kasus-kasus bully dengan cara yang lebih baik. Baik untuk guru, administrator sekolah, dan juga penjaga sekolah untuk bisa menjalani pelatihan wajib untuk mencegah dan menerapkan sistem yang tepat untuk menerima pengaduan dari korban bully. Nah, selain itu, Geng, kelompok tersebut juga mendesak Kementerian Pendidikan untuk bekerja sama dengan masyarakat sipil agar bisa meningkatkan SOP dalam menangani kasus bully. yang ada di sekolah. Lalu, Geng, di tanggal 13 Agustus tahun 2025, Jaksa Agung Malaysia memerintahkan agar dilakukannya penyelidikan resmi melalui Coroners Court, yaitu coronor SCT ini adalah pengadilan khusus yang biasanya menyelidiki kasus kematian yang tidak wajar atau justru mencurigakan. Langkah ini dianggap penting untuk bisa menjaga transparansi serta proses peradilan yang tujuannya adalah untuk menentukan penyebab dan keadaan dari meninggalnya Zara. termasuk apakah ada unsur pidana yang terlibat di dalam kasus ini atau enggak. Terus, Geng, Kejaksaan Agung Malaysia menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan oleh Pengadilan Koroner secara independen dan juga transparan sesuai dengan hukum yang berlaku. Yang mana proses ini merujuk pada pasal 339 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dan Presiden Sabah Law Society atau disingkat dengan SLS yaitu Datuk Muhammad Nazim Maduarin itu menyambut positif tindakan dari Jaksa Agung dan siap bekerja sama untuk menjadikan kasus ini sebagai momentum reformasi dalam perlindungan anak. Beliau juga menekankan bahwa perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk bully, baik itu fisik, verbal, maupun psikologis atau juga online. Untuk kasusnya Zara, beliau mengatakan pihaknya bakal memantau secara ketat penyelidikan dan proses hukum selanjutnya demi kepuasan publik. Lalu geng berlanjut pada tanggal 16 Agustus 2025, Tan Sri Ayub Khan Maidin Picayi selaku Wakil Inspektur Jenderal Polisi itu mengatakan, Departemen Integritas dan Kepatuhan Standar atau JIPS itu membuka surat penyelidikan disiplin atau KST terhadap seorang kepala polisi distrik dengan pangkat inspektur, seorang kepala CID distrik dengan pangkat ASP, dan seorang petugas investigasi dengan pangkat inspektur karena dugaan pelanggaran SOP saat menyelidiki kasusnya Zara. Jadi di internal pihak yang berwenang juga sedang ada penyelidikan nih, Geng. Lalu di tanggal 17 Agustus, polisi sudah menghadirkan sebanyak 195 saksi dan meminta keterangan mereka. Nah, 195 saksi ini terdiri dari siswa, guru, petugas medis, sipir, petugas keamanan, dan juga orang tua. Si ID Bukit Aman itu bakal menyerahkan berkas investigasi tersebut kembali ke Kejaksaan Agung. Jadi kurang lebih itu dia, Geng perkembangan terkini soal penyelidikan terhadap kasusnya Zara ini secara hukum. Di pembahasan selanjutnya ya, kita bakal membahas mengenai bukti-bukti terbaru dari kasusnya Zara yang sudah mulai terungkap. Jadi, geng, polisi berhasil menemukan buku harian atau dii milik Zara. Diari tersebut kemudian digunakan untuk membantu penyelidikan oleh polisi. Nah, di dalam dieri tersebut Zara sempat menceritakan kisah-kisah tragis yang dia alami sebelum dia meninggal dunia. Wah, merinding banget ya, Geng. Dalam buku diya itu semua udah ditulis, udah apa ya? Semacam dia tuh udah menitipkan pesan lah sebelum dia pergi. Nah, diari itu diserahkan oleh seorang guru yang mungkin dia mengetahui kalau Zara ini sering menulis diary emang. Dan buku itu memiliki 51 halaman yang berisikan berbagai curhatannya. Curhatannya Zara, ungkapan isi hatinya ketika sedih, senang, pokoknya semuanya dia tulis di sana. Menteri Dalam Negeri Malaysia yang bernama Saifuddin Nasution itu mengatakan dari diari tersebut polisi jadi mengetahui di mana dia berada pada jam 11.00 malam dan apa yang terjadi di asrama ketika jam 10. malam. Karena semua itu ditulis oleh Zara. Untuk bisa menganalisa isi dari diari tersebut, polisi bakal meminta bantuan psikolog dari divisi investigasi kejahatan seksual, perempuan dan anak yang ada di Bukit Aman. Nah, soalnya geng menurut Saifudin isi dari diari tersebut memang ada unsur kalau Zara ini mengalami bully dan itu jelas banget, Geng. Tertulis di dalam diarynya. Nah, selain itu terdapat unsur kelalaian sebab Zara sudah mengajukan pengaduan kepada pihak sekolah. Nah, bahkan dikatakan ada unsur pelecehan juga yang dialami oleh Zara. Wah, ini jadi melebar nih, Geng. Dari sini, Geng. Sepertinya ada indikasi kalau pihak sekolah memang terlibat nih dan ada dugaan sepertinya memang terbukti benar kalau pihak sekolah ini ikut menyembunyikan fakta yang ada. Sebab sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak. Bukannya menjadi tempat di mana anak-anak malah berakhir kayak Zara. Secara mengerikan kayak gini. Terus, Geng, ada isu lagi yang bereder Zara mendapatkan bully dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci, katanya. Kemudian mesin tersebut dinyalakan. Wah, kejam banget ya. Dan hal ini didukung dengan adanya video yang memperlihatkan ketika Zara dimasukkan ke dalam mesin cuci tersebut. Ada buktinya. Dan kemudian ada juga rekaman CCTV yang mengklaim sebagai detik-detik Zara meninggal dunia sampai ada foto-foto yang diklaim menjadi bukti atas kasus tersebut. Nah, untuk video CCTV, foto-foto ini gua enggak bisa memastikan ya. Kalau memang gua salah mohon dikoreksi. Takutnya itu adalah hoa gitu ya. Nah, tapi karena di media sosial yang tersebarnya kayak gini, gua cukup menyampaikan aja ke kalian. E kalian boleh percaya, boleh enggak. Kalian silakan membuktikannya sendiri. Oke. Banyak netizen yang percaya hal tersebut. Bahkan banyak yang membuat video e di media sosial, setiap melihat mesin cuci malah jadi teringat betapa kejamnya para pelaku membully Zara. Nah, banyak tuh yang bikin video-video kayak gitu. Nah, namun geng pengacara dari pihak keluarganya yaitu Hamid Ismail dan Shahlan Jufri itu membantah klaim yang beredar di internet mengenai Zara yang katanya dimasukkan ke dalam mesin cuci dan menyebut hal itu sebagai spekulasi yang tidak berdasar. Nur Aidah, ibunya Zara tidak pernah memberikan informasi seperti itu kepada siapapun. Bahkan kedua pengacara tersebut juga membantah kronologi yang beredar di internet ini yang menyebut bahwa Zara baru dibawa ke rumah sakit pada jam 800.00 pagi di tanggal 16 Juli. Nah, karena sudah dikonfirmasi bahwa informasi Zara dimasukkan ke dalam mesin cuci enggak benar, banyak netizen yang marah atas tersebarnya hoa tersebut di sosial media terkait kasusnya Zara. Nah, tapi banyak juga yang percaya kalau kejadian itu benar-benar terjadi. Dan karena kasusnya sedang sensitif banget di Malaysia, pihak berwenang juga sudah mewanti-wanti agar tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Nah, sebagai bentuk penindakan, polisi pun melakukan langkah tegas dengan menangkap seorang perempuan nih yang berusia 39 tahun karena perempuan ini dianggap menyebarkan berita hoa terkait meninggalnya Zara. Perempuan ini sudah ditahan di daerah Rawang dan penyebaran berita bohong yang dia lakukan sedang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Penghasutan dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia. Nah, CID Bukit Aman itu bilang bahwa ditangkapnya perempuan yang menyebarkan Hoa ini menjadi salah satu dari 15 dokumen investigasi terkait berita bohong atas meninggalnya Zara. Polisi di saat itu memutuskan untuk menindak tegas semua berita bohong yang tersebar di internet karena bisa mengganggu ketertiban umum dan proses penyelidikan. Nah, jadi bisa dikatakan ya pemberitaan tentang Zara ini ya seheboh itu di Malaysia. Sampai-sampai orang-orang tuh ada yang bikin berita hoax-nya supaya ya heboh ke mana-mana, supaya keos ke mana-mana. Oke, geng. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya nih mengenai lima orang yang dituntut atas meninggalnya Zara. Nah, setelah berbelit-belit ini kasus, akhirnya ada tersangkanya atau terduga pelakunya. Jadi, Geng, pada tanggal 18 Agustus, Pengadilan Koroner sudah menetapkan tanggal 3 September untuk memulai proses pemeriksaan atas meninggalnya Zara. Nah, di sisi lain Jaksa Agung Malaysia itu bilang setelah kepolisian Malaysia meninjau kasus tersebut, jaksa penuntut akan menuntut beberapa tersangka yang terlibat di dalam kasus bully yang dialami oleh Zara ini. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa tuduhan tersebut tidak akan mengganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Kabarnya jumlahnya itu ada lima orang, Geng. Dan semuanya berusia di bawah 18 tahun. Jadi aduh masih di bawah umur. Mereka ini dibawa ke Pengadilan Kota Kinabalu Sabah untuk kemudian didakwa. Menteri Hukum dan Reformasi Kelembagaan yaitu Datuk Sri Azelina Otman Said itu menegaskan meskipun kasus ini menyangkut bully yang serius ya, para pelaku harus diperlakukan sebagai anak-anak di mata hukum sehingga hak-hak mereka juga harus dilindungi. Ini nih kalau pelakunya anak kecil tuh kayak aduh gimana gitu ya. Padahal mereka walaupun masih kecil tapi udah bisa berbuat sampai menghilangkan nyawa orang harusnya duh harus serius banget gitu. Menurut beliau juga perlindungan tersebut diatur di dalam Undang-Undang Anak Tahun 2001 di mana di dalamnya menjamin kerahasiaan identitas, hak mendapatkan pengacara, serta perlakuan yang adil katanya. Udah berbuat jahat aja masih harus berbuat adil gitu ya. Ya, gimana dengan perasaan keluarganya Zara ya kan? Apakah masih bisa mendapatkan keadilan untuk anak mereka? Walaupun orang itu dipenjara sekalipun, tetap aja menurut gua keadilannya enggak akan ditemukan kecuali Zaranya bisa hidup lagi. Itu baru adil. Atau sekalian yang lima juga ikut Zara aja. Mending goy itu adil. Ya ngomong soal hukum enggak ada adil-adilnya sih ya. Mau di mana pun juga kelima tersangka ini ya bakal dikenakan pasal 507D KUHP atau yang dikenal sebagai klausul Asya. Nah, ini kayak hukum di Malaysia lah. Nah, di saat itu ya Menteri Dalam Negeri yaitu Pak Saifuddin itu mengatakan kasusnya Zara akan menjadi pertama kalinya undang-undang tersebut digunakan. Jadi, ini belum pernah kejadian di Malaysia, Geng. Pasal ini baru disahkan pada bulan Juli 2024 dan untuk menjerat pelaku intimidasi, ancaman atau penghinaan yang bisa memprovokasi orang melakukan kekerasan atau justru mengakhiri hidupnya sendiri. Hukuman bagi yang melanggar itu adalah penjara sampai dengan 1 tahun dan denda ataupun bisa ya menjalankan keduanya. Terus, Geng, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat juga tidak tinggal diam terkait kasus ini. Datuk Sri Nansi Syukri selaku menteri ya mengatakan berbagai tindakan sudah diambil melalui Departemen Kesejahteraan Sosial dan partainya sekarang menunggu hasil investigasi untuk mengidentifikasi tindakan lebih lanjut karena ada banyak pihak yang terlibat di dalam kasus ini. Nah, pihaknya akan terus memantau bagaimana perkembangan terhadap kasus ini. itu menekankan bahwa betapa pentingnya ee kesadaran di kalangan orang tua dan masyarakat mengenai masalah kekerasan serta penelantaran serta mendidik anak-anak agar menyadari kalau sebenarnya mereka juga memiliki hak. Nah, jika melihat ada yang salah ya laporkan. Jika anak kalian mengeluh tentang sesuatu di sekolah ataupun di luar sekolah maka harus didengar keluhannya dan harus segera diambil tindakan. Jangan sampai anak-anak ini merasa tidak apa ya, tidak nyaman, tidak enak untuk bercerita ke orang-orang di sekitarnya. Nanti ya ujung-ujungnya akibatnya fatal. Oke, itu dia geng pembahasan update terbaru ya tentang kasusnya Zara dengan sudah adanya lima orang yang didakwa karena dianggap sudah melakukan bully yang membuat Zara kehilangan nyawa. Nah, lima orang ini enggak bisa ditampilkan, enggak bisa di-publish karena masih di bawah umur. Nah, gimana tuh, Geng, menurut kalian, teman-teman semua ya, terutama yang di Malaysia? Apakah kalian sudah cukup puas dengan penanganan terhadap kasus ini atau justru ini masih banyak yang belum terang-menerang? Coba deh, tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories