File TXT tidak ditemukan.
Transcript
DtaMn2JnIxo • BRI'S HEAD KIDNAPPED! ENDED UP ON THE EDGE OF A RICE FIELD IN A TERRIBLE CONDITION
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1516_DtaMn2JnIxo.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, sebelum kita masuk ke dalam
pembahasan ini, gua mau disclaimer dulu.
Pembahasan ini tidak bermaksud untuk
menyudutkan pihak manapun ataupun
melanggar aturan YouTube. Sama sekali
enggak. Jadi, pembahasan ini murni
sebagai informasi dan semoga bisa
menjadi edukasi untuk kita semua. Oke,
dari judul yang kalian baca, kalian udah
lihat sendiri ya. Kasus yang akan kita
bahas ini adalah kasus yang sedang heboh
banget. Baru-baru ini ya belum selesai
permasalahan tentang kasus diplomat muda
Arya Daru. Tiba-tiba ada kasus yang
lebih epik lagi dan lebih dramatis lagi
dibandingkan kasus Arya Daru. Kasus ini
dialami oleh Kepala BRI Cempaka Putih
yang mana dia ini diculik pada saat
berada di halaman sebuah parkir dan
keesokan harinya dia ditemu sudah tidak
bernyawa.
Nah, yang membuat kasus ini menjadi
heboh ya karena ternyata si penculik
atau pelakunya itu menyergap korban di
waktu siang bolong di halaman sebuah
parkir yang padahal itu banyak orang.
Nah, polisi kabarnya sudah menangkap
para pelaku dari kejadian ini. Namun
mereka mengaku bukan mereka yang
menghabisi nyawa dari si korban,
melainkan katanya ada pihak lain. Tapi
mereka itu mengakui kalau mereka yang
menculik gitu. Kasus ini viral banget di
sosial media dengan sebuah video yang
diambil dari sebuah rekaman CCTV ketika
korban diculik. Banyak yang berspekulasi
kalau kasus ini berkaitan dengan jabatan
korban di Bank BRI. Namun ada yang
berspekulasi juga kalau motifnya justru
berkaitan dengan urusan pekerjaan lain.
Nah, tapi ada juga yang mengatakan ini
berhubungan dengan sebuah kasus yang
berkaitan dengan pinjaman fiktif sebesar
puluhan miliar. Nah, semuanya terlihat
memungkinkan, Geng. Tapi ya kira-kira
yang mana nih di antara ketiga spekulasi
tersebut yang benar atau mungkin ada
spekulasi yang lain yang lebih
memungkinkan? Nah, di video kali ini
kita akan mencoba untuk membahas kasus
ini secara lengkap. Langsung aja kita
mulai. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry,
[Musik]
Geng. Geng. Oke, sebelum kita bahas ke
dalam kasusnya, ada baiknya kita ya
mengenal dulu nih background atau
profile dari korbannya yang bernama
Muhammad Ilham Pradipta.
[Musik]
Jadi, geng, nama lengkapnya itu adalah
Muhammad Ilham Pradipta dan dia ini
sering dipanggil dengan nama Ilham.
Jabatannya adalah sebagai kepala cabang
BRI Cempaka Putih. Dan ternyata sebelum
dia bekerja di BRI, dia pernah menjadi
seorang penya radio di Metro FM. Ya,
mungkin teman-teman yang pernah tahu
atau pernah mendengarkan Metro FM
familiar dengan suaranya Ilham ini. Saat
dia menjadi penyiar radio, dia merupakan
sosok penyiar yang cukup dikenal di
daerah Purwokerto semasa dia berkuliah
di Universitas Jenderal Sudirman atau
UNSUT. Dia ini angkatan 2006, tapi dulu
dia bukan dipanggil dengan nama Ilham,
melainkan Dipta. Dia menjadi satu dari
14 mahasiswa UNSUT yang di saat itu juga
menjadi penyiar di Metro FM. Dia aktif
di sana mulai dari tahun 2007 sampai
dengan tahun 2009. Dan selama bekerja di
sana, Ilham dikenal sebagai sosok yang
baik dan mudah bergaul dengan
teman-temannya. Terus selain itu, Ilham
juga diketahui memiliki hobi naik gunung
ya, hobi hiking gitu, Geng. Nah, terus
geng salah satu ek koordinator penyiar
Metro FM sekaligus rekannya Ilham yang
ada di Purwokerto bernama Leo, dia
mengkonfirmasi tentang hal ini. Dia
menyebutkan kalau Ilham adalah orang
yang good looking, beda sendiri dari
teman-teman yang lain, dan jarang ada
penyiar yang kayak gini. Nah, menurut si
Leo ini, dia bilang, "E, Ilham ini
orangnya tinggi, putih, ganteng lah,
beda dari teman-teman yang lain."
Singkat cerita nih ya, setelah
menyelesaikan pendidikannya di jurusan
Agribisnis UNSUT, Ilham ini kemudian
melanjutkan karirnya di dunia perbankan.
Di akun Linkin-nya yang gua kutip dari
media pojok 1, Ilham ini mencatat
perannya dia sebagai manajer di BRI yang
dimulai sejak bulan Februari tahun 2012.
Terhitung kalau Ilham sudah bekerja di
BRI kurang lebih selama 13 tahun 8
bulan. dihitung dengan bulan Agustus
2025 ini. Nah, selain perjalanan
karirnya di bidang manajerial, Ilham ini
juga memiliki sejumlah keahlian seperti
pengelolaan tim, pemasaran, penutupan
kesepakatan, pengembangan tim, serta
pelayanan nasabah. Keterampilan dia ini
menunjukkan bahwa dia tidak hanya
berfokus pada sisi teknis perbankan,
tapi juga kemampuan dalam memimpin dan
mengembangkan potensi sumber daya
manusia di sekitarnya. Dan selama dia
bekerja di BRI Cempaka Putih, Ilham juga
dikenal sebagai sosok yang ramah dan
senang berbaur dengan orang-orang di
sekitar kantornya. Nah, ada salah satu
satpam yang bernama Pak Dedy. Nah, dia
ini selalu bertugas di kantor cabang
pembantu atau KCP Cempaka Putih ini. Dia
mengetahui kalau Ilham sebagai sosok
yang ramah dengan bawahan yang ada di
kantor. Pak Dedy mengenal beliau sebagai
sosok yang royal juga. Oleh sebab itu,
selama ini Pak Dedy tidak pernah melihat
adanya ketegangan atau konflik yang
melibatkan Ilham yang artinya memang dia
adalah sosok yang disenangi di kantor
itu. Kemudian geng, ada juga kesaksian
dari Jauh namanya seorang tukang parkir
yang berjaga di KCPBRI Cempaka Putih
yang mana dia mengaku Ilham sebagai
orang yang ramah terhadap orang-orang di
sekitar kantor. Bahkan jauh hari ini
sering memarkirkan mobil dari Ilham
yaitu Suzuki R3 berwarna hitam milik
Ilham. Ilham juga sesekali suka menyapa
tukang parkir sampai pedagang yang
berjualan di depan kantor tersebut.
Bahkan dia pernah memberikan e apa ya?
Kayak makanan catering ya dari acara
kantor yang enggak dimakan oleh
pengunjung. Nah, itu diambil lalu
dibagikan ke para pedagang-pedagang di
depan kantornya. Dan ada cerita lagi
dari seorang pegawai Barber Shop yang
mana e babershop ini tepat berada di
depan KCPBRI Cempaka Putih. Dia bilang
Ilham ini sering mampir membeli kopi
tepat di sebuah outlet yang kedainya itu
ya berada persis di samping baber shop
tersebut. Ilham ini dikatakan selalu
ramah dan merupakan sosok yang low
profile. Diketahui juga kalau Ilham ini
sudah menikah dan sudah punya anak.
Istrinya itu bernama Puspita. Dan
kabarnya nih ya, ada sebuah cerita yang
aneh dari Puspita, istrinya Ilham ini.
Puspita ini mengaku kalau dia itu
sebenarnya sempat menerima uang sebesar
Rp8 juta dari Ilham yang mana itu
cuma-cuma dan enggak tahu itu uang apa.
Pada saat itu istrinya enggak bertanya,
ya. Dia enggak tahu itu uang asal dari
mana dan untuk apa. Apakah mungkin uang
tersebut berhubungan dengan kasus ini?
Nah, ini belum diketahui. Terus
kemudian, geng, gue juga menemukan akun
Instagram milik Ilham. Username-nya itu
adalah Ham Pradipta. Dari postingan yang
ada di fed Instagram tersebut, Ilham ini
sepertinya ya merupakan laki-laki yang
hobi touring. Ya, kita bisa lihat ya
dari dokumentasinya dia sempat ke
Madura, dia sempat ke Bromo dan
lain-lain. Dan sebagian besar dari isi
fit-nya itu ya tentang touring. Nah,
cuma ada beberapa aja yang
memperlihatkan tentang profesinya dia.
Selebihnya itu tentang keseharian dia
ya. di dalam bersenang-senang lah kayak
touring, liburan, dan lain-lain. Nah,
jadi kurang lebih kita udah paham ya,
Geng ya, background-nya, profile-nya,
seperti apa orangnya yang dikabarkan dia
adalah orang yang baik dan rendah hati.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya mengenai
kronologi penculikan dan penghilangan
nyawa dari Ilham ini.
Jadi, geng, semuanya itu berawal pada
hari Rabu tanggal 20 Agustus 2025.
Berawal dari Ilham yang datang ke
kantornya di pagi hari. Hal ini
dikonfirmasi oleh Pak Dedi selaku satpam
tadi ya, yang mana dia mengatakan dia
sempat melihat mobil Suzuki R3 milik
Ilham yang terparkir di tempat
parkirnya. Nah, Pak Dedi mengetahui
kalau di hari itu Ilham ingin pergi ke
Lotemart Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk
mengadakan rapat dengan klien. Sebab di
Lotemar tersebut itu menggunakan BRI
sebagai payroll mereka. Nah, menurut
keterangan dari Satpam yang lain, ada
yang namanya Andika. Ilham ini awalnya
berencana ingin balik lagi ke kantor
setelah rapat di Lotemar tersebut. Nah,
sebab Ilham ini bahkan sempat menitipkan
kepada seorang pegawai atau mungkin
stafnya dia untuk disiapkan makanan
untuk dia yang artinya dia bakal balik
lagi ke sana. Dan menurut ya satpam yang
lain yang sedang bertugas di saat itu
karena Pak Dedi dan Andika di saat itu
sudah selesai bertugas. Nah, ternyata
setelah Ilham ini menitipkan pesan
kepada stafnya untuk disiapkan makanan,
after itu udah ggak ada kabar lagi dari
Ilham sama sekali. Jadi, Ilhamnya hilang
kabar. Nah, singkat cerita ya. Nah, di
sisi lain nih, ternyata Ilham di saat
itu langsung pergi ke Lotart, Geng. Nah,
di saat Ilham ini pergi ke Lotart, dia
itu mengadakan rapat di sana. Selesai
rapat, dia mungkin mau balik lagi ke
kantor karena sudah berpesan ya kepada
rekan kantornya tadi untuk e disiapkan
makanan. Nah, dia pun menuju ke mobilnya
yang terparkir di halaman parkir. Saat
itu hujan sedang rintik-rintik dan Ilham
pun memutuskan untuk langsung menerobos
aja dia menuju ke mobilnya yang ada di
parkiran. Nah, di sebelah mobilnya
terparkir sebuah mobil berwarna putih.
Ilham berpikir, "Ya, itu mungkin aja
mobil dari pengunjung atau mobil dari
orang yang ada di Lotemart itu." Nah,
namun ketika Ilham ini membuka pintu
depan mobil dan mau masuk ke dalam,
tiba-tiba aja ada sejumlah orang yang
keluar dari mobil putih di sebelah tadi
dan orang-orang tersebut langsung
meringkus dia, menangkap dia. Ya,
mungkin di saat itu ada sekitar du
sampai a orang lah yang keluar dan Ilham
sempat melawan dan berusaha untuk
melepaskan diri. Namun karena kalah
jumlah ya dia jadi terpaksa pasrah
ditarik ke dalam mobil. Mobil putih
tersebut kemudian berjalan keluar dari
tempat parkir dan terlihat ada seorang
pria yang kebetulan lewat di tempat
parkir yang sedang berusaha mendekati
mobil putih yang sedang berjalan ke arah
luar. Namun mobil tersebut langsung
tancap gas melarikan diri. Nah, kejadian
itu benar-benar singkat dan terekam di
CCTV yang ada di tempat tersebut, Geng.
Yang kemudian rekamannya tersebut jadi
viral di sosial media. Semenjak itu,
Geng. Ilham tidak pernah lagi diketahui
keberadaannya. Handphone-nya juga udah
enggak aktif. Rekannya yang di kantor
juga menunggu kabar Ilham udah seharian
semalaman enggak ada kabar. Dan sehari
kemudiannya keesokan harinya pada hari
Kamis tanggal 21 Agustus 2025 tiba-tiba
ada seorang warga yang berada di Kampung
Karang Sambung namanya. Ini merupakan
Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru,
Kabupaten Bekasi yang mana di saat itu
warga tersebut sedang menggembala sapi.
Dia lewat di area persawahan sekitar jam
.30 dengan 6 pagi lah masih sepi. Di
saat itu warga ini melihat ada yang aneh
seperti terlihat ada seseorang yang
terbaring ya mungkin dia pikir orang
mabuk atau orang pingsan atau apa gitu.
Nah, ketika dia mendekati barulah dia
mengetahui kondisi dari orang yang
terbaring tersebut dan dia kaget banget
ya orang itu dalam kondisi tangan dan
kaki yang terikat. Matanya ditutup dan
dililit menggunakan lakban dengan
kondisi yang mengerikan dan ya terlihat
sudah tidak bernyawa. Nah, orang yang
ditemukan tersebut adalah Ilham yang
dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Mendapatkan penemuan itu, warga ini
langsung melaporkan kejadian ini kepada
warga lain dan pihak kepolisian. Dan
polisi yang mendapatkan laporan langsung
datang ke lokasi di mana jasad Ilham ini
ditemukan. Dan Ilham ya dalam kondisi
yang sudah terbujur kaku langsung
dilarikan ke Rumah Sakit Polri Keramat
Jati untuk keperluan otopsi sebagai
rangkaian dari penyelidikan agar
mengetahui penyebab dari meninggalnya.
Di saat itu, Geng, kabar ini langsung
menyebar dan memang identitas Ilham
sudah ditemukan. Di saat itu, polisi
langsung mengabari keluarga dan
kerabatnya, terutama kepada
rekan-rekannya yang ada di kantor dan
para rekan-rekannya yang mengetahui
kabar ini. Mereka syok dan mereka
langsung lari bergegas ke rumah sakit
untuk melihat kondisi Ilham dan apakah
benar itu Ilham. Dan sesampainya di
sana, ternyata benar itu adalah kerabat
mereka yang seharian tidak ada kabar.
Ditemukan juga beberapa barang bukti
oleh polisi di lokasi penemuan jenazah
dan semuanya tersimpan di dalam sebuah
kantong plastik.
Jadi, kurang lebih begitulah kronologi
bagaimana ee Ilham ini dari awal diculik
dan ditemukan tidak bernyawa. Walaupun
sebenarnya kronologinya belum lengkap
ya, karena ya dia dibawa ke mana di saat
itu kita juga belum tahu. Nah, tapi
nanti kita bakal update terus ya tentang
hal ini. Oke, sekarang kita akan masuk
ke dalam proses penyelidikan dari kasus
ini.
Jadi, Geng, setelah jenazah Ilham dibawa
ke rumah sakit, tim rumah sakit PORI
mengungkapkan hasil yang diperoleh yang
mana ini adalah hasil sementara terkait
kondisi dari Ilham. Di saat itu,
Brickjen Polisi Prima Heru Yuli selaku
kepala Rumah Sakit Polri mengatakan
hasil pemeriksaan dari tim forensik
menemukan adanya dugaan kalau Ilham ini
meninggal disebabkan karena kekurangan
oksigen.
Gila ya dibekep dibikin enggak bisa
nafas gitu. Berdasarkan hasil dari
pemeriksaan ditemukan adanya tekanan
pada tulang leher dan juga dada dari
Ilham yang menyebabkan dia sampai
kesulitan bernafas. Dan selain itu
ditemukan adanya sejumlah luka akibat
kekerasan benda tumpul. pada jenazahnya
baik di bagian luar maupun dalam tubuh.
Nah, namun Geng kapan Ilham ini
meninggal belum bisa dipastikan dan
masih akan terus didalami oleh tim
forensik. Terus sementara itu, Geng, tim
gabungan yang terdiri dari Polres Metro
Jakarta Timur bersama dengan Polda Metro
Jaya langsung melakukan penyelidikan ke
tempat kejadian. Beruntungnya nih, Geng,
ya, karena adanya rekaman CCTV yang
merekam ketika Ilham ini diculik, polisi
bisa langsung melakukan pengejaran
terhadap para pelaku dan situ terlihat
mengenai ciri-ciri dari pelaku
penculikannya. Singkat cerita,
ditangkaplah empat orang tersangka yang
masing-masing berinisial AT, RS, RAH,
dan RW alias Eras. Di antara mereka
berempat, cuma ERAS aja yang diketahui
umur dan identitasnya. Era ini berusia
28 tahun dan merupakan warga dari
Manggarai Timur yang diketahui
profesinya sebagai seorang dep kolektor
atau penagih hutang. Nah, mereka ini
ditangkap di lokasi yang berbeda. AT,
RS, dan RH ditangkap di Jalan Joharbaru
3 nomor 42, Jakarta Pusat. Sementara
Eras ditangkap pada saat dia tiba di
Bandara International Komodo atau
Labuhan Bajo. Katanya sih mau melarikan
diri. Nah, EAS ini ditangkap di saat itu
oleh tim gabungan dari Direktorat
Reserse Kriminal Umum atau Dit Res
Krimum. Polda Metro Jaya, Polda NTT, dan
Polres Manggarai Barat. Setelah
penangkapan, Eras langsung diinterogasi
oleh polisi dan polisi menanyakan apakah
Eras tinggal di NTT atau justru sudah
tinggal di Jakarta. Nah, Eras ini
menjawab kalau dia sudah tinggal di
Jakarta dan polisi kemudian bertanya
lagi ke Eras ya. Nah, dia ini dengan
siapa di dalam mobil tersebut? Kemudian
Eras menjawab lagi kalau dia bersama
empat orang yang lain yang bernama
Andre, Ronald dan juga Berto serta
Arifin katanya. Nah, setelah
diinterogasi secara singkat di Labuhan
Bajo, tim Subdit Jatanras Polremojaya
membawa ERAS kembali ke Jakarta untuk
kemudian diperiksa bersama dengan tiga
tersangka lain yang sudah ditangkap
lebih dahulu di Jakarta Pusat. Di dalam
pemeriksaan bersama ya mereka sudah
mengakui kalau mereka yang menculik
Ilham. Nah, cuma mereka mengaku kalau
mereka itu tidak menghabisi Ilham. Nah,
ini nih anehnya di situ. Nah, ini
menandakan kalau ada dalang atau
eksekutor lain yang masih buron dan
bertanggung jawab atas hilangnya nyawa
Ilham. Jadi ibaratnya gini ya, Geng.
Mereka ini yang nyulik tapi yang
ngabisin nyawanya tuh ada pihak lain
yang udah dioper sama mereka gitu.
Mungkin kayak gitu. Mengenai motif dari
para tersangka sampai saat ini tuh masih
belum jelas. Ada yang berspekulasi kalau
kasus ini berkaitan dengan pekerjaannya
Ilham seperti penagihan atau urusan ya
penagihan nasabah lah gitu. Sementara
itu di sosial media bergulir spekulasi
kalau dugaan kuat motif di balik kasus
ini kemungkinan besar disebabkan karena
sakit hati. Yang mana dikabarkan ya
Ilham ini mengetahui adanya praktik
pinjaman fiktif senilai 13 miliar di
kantornya tersebut. Nah, cuma kedua
dugaan ini masih belum dikonfirmasi oleh
pihak kepolisian karena pendalaman untuk
motifnya masih terus dilakukan oleh
pihak kepolisian. Terus juga gua
menemukan nih sebuah informasi dari akun
media sosial yaitu Silampos yang
memberikan informasi kalau para penculik
mendapatkan perintah dari seseorang yang
ada di Surabaya, Jawa Timur untuk
menempati rumah yang ada di Jalan
Joharu, Jakarta Pusat. Rumah tersebut
berwarna pink dengan gerbang berwarna
silver yang sekaligus menjadi tempat
ditangkapnya ketiga tersangka. Nah,
terus geng yang namanya Sel dan Rizal
itu adalah sepasang suami istri
sekaligus RTR RW tadi yang tinggal di
samping rumah tersebut. Nah, ini
mengingat kalau mereka pertama kali
datang ke rumah tersebut itu di tanggal
20 Juni 2025 dan melaporkan kedatangan
ini ke Sela. Ketika melapor itu, ada
salah satu di antara pelaku yang bilang
kalau mereka bakal menempati rumah itu
ya karena disuruh oleh bosnya yang di
saat itu sedang berada di Surabaya. Nah,
jadi relate nih. Nah, si pelaku ini
bilang kalau bosnya itu memiliki banyak
rumah yang mana salah satunya adalah
rumah yang akan mereka tempati tersebut.
Nah, namun ketika mereka izin ke Rizal
omongannya beda lagi. Nah, Rizal ingat
kalau perizinan itu disuruh bukan oleh
bosnya, tapi oleh temannya yang juga
berada di Surabaya. Nah, sama-sama orang
Surabaya nih, tapi yang satu ngaku bos,
yang satu ngaku teman. Awalnya ya Sel
ini cuma tahu kalau akan ada tiga orang
yang menempati rumah tersebut. Nah,
namun seiring waktu jumlah orang yang
ada di rumah tersebut terus bertambah
lama-kelamaan menjadi lima orang. Nah,
namun bagi Selak-geriknya memang tidak
terlihat mencurigakan sebab mereka
selalu terbuka lah gitu. Enggak ada yang
ditutup-tutupi. Nah, pintu gerbang dan
pintu rumah mereka selalu terbuka dan
memang terlihat ada lima orang yang
berada di dalam rumah. Dan dari awal
Sela meminta KTP dan KK serta bertanya
perihal siapa saja yang bertanggung
jawab di rumah tersebut. Nah, namun
pelaku ini selalu menunda ee untuk
memberikan identitas atau dokumen mereka
ya dengan berbagai alasan. E salah
satunya ya bilang kalau mereka sibuk.
Nah, setelah mereka tertangkap, Sela
baru mengetahui mengenai keberadaan dari
seorang perempuan yang berinisial M
serta seorang bayi yang baru berusia 2
bulan. M ini disebut-sebut sebagai istri
dari salah satu penghuni yang bernama
Andre. Dan di sisi lain, RW yang bernama
Sela ini juga mengungkap bahwa rumah itu
bersengketa karena ada sebuah spanduk
yang sempat terpasang di pagar rumah
tersebut. Dan rumah itu ya diketahui
sebelum mereka tempati sempat kosong
selama hampir setahun. Dan sebenarnya
sebelumnya ada seseorang yang memang
merupakan warga asli sana yang sempat
menempati rumah itu juga. Nah, KTP dan
kakaknya memang berasal dari lokasi
tersebut dan asli Jakarta. Namun secara
tiba-tiba orang tersebut pamit karena
mau pindah. Enggak lama setelah itu,
tiba-tiba ada spanduk ya, spanduk
sengketa. Dan setelah spanduk sengketa
itu dicabut, tiba-tiba Berto dan
teman-teman lainnya yang bergantian
menempati rumah tersebut. Nah, jadi
kelihatan banget ya kayaknya memang ya
geng-geng dep collektor gitu loh, Geng
ya. Rumah-rumah lagi sengketa, mereka
minta izin ya kan dan boleh ditempati
biasanya kayak gitu. Atas kasus ini,
Geng, pihak dari BRI juga sudah
mengetahui di Rut PT BRI yang bernama
Pak Heri Gunadi mengaku dia turut
prihatin dengan kejadian ini. Pihak
mereka juga ikut mendalami kasus itu
bersama dengan pihak kepolisian,
terkhususnya mengenai dugaan terkait
penagihan atau collecting yang
melibatkan para depollekor. Nah, namun
pihak BRI tetap akan mempercayakan kasus
ini kepada polisi. Selain itu ya,
anggota Komisi 6 yang bernama Pak Ismail
Bakhtiar meminta pihak bank dalam
memberikan target kepada karyawan untuk
selalu memperhatikan dampak resiko yang
mungkin saja mereka hadapi. Nah, jadi
lebih hati-hati lagi memberikan amanah
kepada siapapun apalagi ya amanah-amanah
terhadap pelaku-pelaku kekerasan kayak
gini bisa-bisa menjadi bumerang gitu.
Nah, untuk saat ini, Geng, jenazah dari
Ilham sudah dimakamkan di TPU Situ Gede,
Kota Bogor. Dia dimakamkan dekat dengan
makam kedua orang tuanya. Terus istrinya
yang bernama Puspita itu berharap agar
pelaku dapat dihukum setimpal bahkan
seberat-beratnya karena suaminya adalah
orang baik, tapi justru diperlakukan
dengan sangat memprihatinkan. Nah, lalu
Geng informasi terbarunya nih, Geng. Ya,
polisi berhasil mengungkap keberadaan
dari empat aktor intelektual yang
menjadi dalang dari kasus penculikan
serta penghilangan nyawa ilham ini.
Mereka itu ada yang berinisial C, DH,
YJ, dan juga AA. Nah, sama seperti empat
perlaku yang awalnya sudah ditangkap,
mereka ini ditangkap di lokasi yang
berbeda-beda. DYJ, dan juga AA ditangkap
di Solo, Jawa Tengah pada malam hari
tanggal 23 Agustus. Sementara yang
inisial C ditangkap keesokan harinya,
yaitu pada tanggal 24 Agustus sore hari
di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta
Utara. Saat ini, Geng, para tersangka
itu sedang dilakukan pendalaman secara
intensif untuk mengetahui apa motif dari
kasus mereka ini. Kemudian, ada juga
kesaksian dari Asep nih, seorang tukang
parkir yang biasa menjaga parkir di
depan gedung KCPBRI Cempaka Putih. Dia
bilang dia sempat melihat sekelompok
orang asing di outlet Alfamart seberang
jalan di hari Selasa malam tanggal 19
Agustus tahun 2025. Berdasarkan apa yang
Asep lihat, orang-orang tersebut adalah
laki-laki yang memiliki badan kekar dan
enggak biasa yang ada di sekitar lokasi.
Jumlahnya lebih dari lima orang yang
awalnya Asep ini mengira mereka ini cuma
orang yang sedang berkunjung ke Alfamart
untuk istirahat di kursi-kursi yang
disediakan di Alfamart. Nah, menurut dia
beberapa orang itu juga sempat makan di
wartek yang lokasinya persis di depan
kantor BRI. Jadi memang kayak lagi
ngintip orang gitu, Geng. Dan pada malam
harinya Asep tidur di emperan gerai
Erafon yang persis tepat di samping
gedung BRI Cempaka Putih. Dan ketika dia
bangun, dia masih sempat melihat
orang-orang tersebut. Nah, setelah itu
dia udah merasa aneh dan ya udah dia
pergi dari sana dan enggak memperhatikan
orang-orang tersebut lagi. Nah, jadi
benar-benar menurut Asep orang-orang
tersebut kayak lagi ngintip atau lagi
mata-matain orang gitu. Jadi lagi kayak
nyari seseorang yang entah siapa. Nah,
terus gak cuma Asep doang, Geng. Ada
juga keterangan dari tukang parkir
Alfamart yang bernama Utsman. Nah, Usman
ini ya sering tidur di sudut dari
bangunan Alfamat tersebut. Dia pun
membenarkan keberadaan dari beberapa
orang yang sering terlihat memantau
kantor BRI Cempaka Putih. Mereka berada
di sana sejak Selasa sore. Dan karena
keberadaan mereka ini, Utsman sampai
harus pindah posisi tidur. Sebab ya
melihat badan mereka yang kekar kekar
dan naik mobil, Usman ngira kalau mereka
ini adalah ya mungkin anggota polisi
atau tentara atau siapalah gitu. Jadi
dia merasa ketakutan dan enggak nyaman
dan dia pun memilih untuk menghindar.
Nah, selain Utsman, ada dua tukang
parkir lain di Alfamat itu yang juga
sering bermalam atau sering nginap di
emperan toko. Mereka juga membenarkan
apa yang dilihat oleh Utsman. Mereka
mengatakan sekelompok pria itu datang
dengan tiga mobil. Satu mobil berwarna
putih, sementara dua lainnya berwarna
hitam dan silver. Salah satu mobil
tersebut sebagian plat nomornya ditutup.
Mereka pergi dari sana ya sekitar hari
Rabu siang ya, beberapa jam sebelum
peristiwa penculikan terhadap Ilham
terjadi. Nah, dari sini kita bisa
menilai ya, Geng. Ternyata ya kasus ini
memang sudah direncanakan, sudah diintip
sejak lama karena beberapa saksi sudah
melihat keberadaan dari para penculik
itu ya. beberapa hari sebelum kejadian
berlangsung.
Nah, gimana, Geng? Menurut kalian
tentang kasus ini? Kira-kira apakah
orang-orang yang ditangkap baru-baru ini
benar-benar pelakunya? Tapi kan mereka
itu ngakunya bukan yang mengeksekusi,
mereka hanya menculik. Nah, dan
kira-kira menurut kalian apa motif di
balik ini semua? Tadi kan ada tiga tuh
ya. Motif pertamanya itu ya urusan
pekerjaan, yang kedua katanya masalah
kredit fiktif, dan yang ketiga masalah
penagihan dan lain-lain. Coba deh
menurut kalian mana yang paling masuk
akal? Dan ya untuk kasus ini mungkin
masih berlanjut. Kalau memang kalian
suka untuk ee perkembangan dari kasus
ini, nanti kita akan bahas lagi di part
selanjutnya. Coba tinggalkan komentar di
bawah.