Transcript
BMO5G33lhA0 • Edukasi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1513_BMO5G33lhA0.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, udah lama banget ya kita enggak
ngebahas tentang Palestin dan Isriwil.
Meskipun sudah absen beberapa waktu
ngebahas konflik di antara dua negara
ini, sayangnya situasi di sana masih aja
belum membaik. Makin mengerikan dan
makin banyak orang yang menyuarakan
untuk stop ya, stop melakukan genosida,
stop perang. Istri Will masih terus
menggempur wilayah Gaza. Pasukan makanan
pun tertahan di perbatasan sehingga
membuat banyak orang yang ada di
Palestina itu menderita kelaparan.
Sempat gua lihat beberapa kali di sosial
media yang memperlihatkan orang-orang
Palestina mau itu yang masih kecil
sampai dewasa ya badannya bahkan sampai
tinggal tulang belulang doang geng
saking kelaparannya mereka. Namun ya di
video kali ini kita tidak akan berfokus
membahas masalah kondisi tersebut.
Justru yang akan kita bahas di sini
adalah dari sisi istri Will-nya. Ya,
biasanya kan kita selalu membahas dari
sisi Palestina atau justru dari sisi ee
mata masyarakat dunia tentang perang
ini. Kita jarang banget membahas
bagaimana sih sebenarnya situasi dari
pihak Istri Will sendiri. Apakah mereka
merasa senang dengan apa yang sudah
mereka lakukan? Apakah mereka merasa
bangga dengan genosida yang mereka
lakukan? Seperti yang udah kalian baca
di judul video ya, memang sedang ada
pergolakan baru diriwel yang justru
membuat warga mereka sendiri sedang demo
besar-besaran untuk menuntut Netanyahu
agar mengakhiri perang di Gaza. Nah,
sikap ini benar-benar bikin kaget ya,
Geng. Sebelumnya kita udah sempat
ngelihat sendiri bahwa merekalah yang
paling semangat atas perang ini karena
merasa lebih kuat, merasa super power,
merasa pasukan militer negara mereka
bisa menghancurkan semua yang ada di
Gaza. Nah, tapi ini justru tiba-tiba
sikapnya benar-benar berbanding terbalik
dengan yang sebelum-sebelumnya.
Mereka saat ini justru ingin agar
pemerintah melakukan pemberhentian
perang. Padahal selama ini ya mereka
yang paling semangat men-support untuk
ya dilakukannya genosida oleh Isriwil
terhadap Palestina. Dulu orang-orang
Isriwil atau masyarakat Isriwil ini
bangga untuk bisa menjadi tentara IDF.
Sekarang mereka udah mulai pada enggak
mau lagi ikut perang, Geng. Udah capek.
Malah ada yang sampai membakar surat
wajib militer mereka dan lebih milih
buat dipenjara dibandingkan harus
dikirim ke Gaza. Nah, udah mulai ada
pemberontakan nih di internal mereka
sendiri. Dan jadi pertanyaannya apa yang
sebenarnya terjadi di Isriwil? Kenapa
jadi orang-orang Isriwil di saat ini
banyak yang menolak perang dan mendesak
pemerintah agar berhenti untuk melakukan
genosida ke Palestina? Dan apa tanggapan
dari Netanyahu serta pejabat-pejabat
lain yang ada di Istriwel setelah
melihat respon dari masyarakat mereka
sendiri yang tidak lagi men-support
pemerintahnya dan justru tidak sejalan
lagi dengan pemikiran mereka. Untuk
menjawab hal ini ya kalian harus banget
dengar ee cerita ini, pembahasan kali
ini karena ini cukup seru untuk kita
bahas. Oke, langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
[Musik]
Gingeng. Oke, untuk pembahasan yang
pertama kita awali dulu dengan
pembahasan ketika warga Istri Will
melakukan demo besar-besaran karena
perang ini.
Jadi, pada hari Minggu tanggal 17
Agustus kemarin bertepatan dengan kita
yang sedang merayakan hari kemerdekaan
Indonesia di Istriwil justru sedang keos
ya yang diakibatkan oleh ribuan warganya
yang mengikuti aksi mogok nasional.
Kerumunan ini bisa terlihat dari hostage
square dan para peserta dari aksi
mengibarkan bendera istri Will berukuran
besar dengan foto-foto para Sandra. Aksi
mogok ini sampai menutupi jalan, kantor,
serta kampus yang ada di beberapa
daerah. Sejumlah bisnis di Tel Afif dan
juga Yerusalem itu memilih untuk tutup
sebagai bentuk dukungan mereka terhadap
demo ini. Demonstrasi ini dianggap
sebagai demonstrasi terbesar dalam 22
bulan peperangan. eh terhadap Palestina.
Dan itu semua terjadi seminggu setelah
kabinet perang Isriwil memutuskan untuk
menduduki kota Gaza. Nah, Isriwil di
saat itu berencana ingin memindahkan
secara paksa 1 juta manusia dari kota
Gaza ke kematan, ya, tetapi belum
memberikan jadwal yang pasti kapan
mereka akan melakukan itu atau IDF-nya
akan memasuki kota Gaza. Jadi, ini
benar-benar apa ya rencana ingin
memusnahkan etnis gitu. Jadi pengin
dihabisi semua etnis dari Palestina ini.
Detail Afif terjadi kerusuhan, Geng.
Ketika polisi anti huruhara mencoba
untuk membubarkan aksi protes yang
berlangsung di luar kantor pusat likut,
sebuah partai politik besar di Istriwil
yang berhaluan kanan atau nasionalis
konservatif. Nah, aparat di saat itu
sampai menembakkan meriam air untuk bisa
membubarkan para peserta aksi. Nah,
sementara protes-protes berskala besar
juga terjadi di daerah-daerah lain di
seluruh ISRI. Jadi sekarang ibaratnya
ini ya, Istri Will ini selain perang
dengan negara lain, mereka juga di
internalnya sedang berperang dengan
masyarakatnya sendiri.
Yang jadi pertanyaannya apa sih yang
sebenarnya dituntut di dalam aksi protes
tersebut? Nah, orang istri Wil ya justru
sedang tidak sepaham dengan
pemerintahannya. Mereka justru mendesak
agar perang di Gaza segera berakhir
serta menuntut kepada pemerintah untuk
segera membebaskan para Sandra yang
ditahan di Gaza oleh pihak Mamas. Nah,
diperkirakan ada 50 orang Sandra yang
masih berada di Gaza dan sekitar 20 di
antaranya diyakini masih hidup. 30-nya
udah meninggal. Nah, aksi ini juga
didukung oleh forum Sandra dan keluarga
yang hilang. Selain itu juga ada serikat
pekerja besar termasuk pengacara,
dokter, staf akademisi, serta mahasiswa
dari Universitas Ibrani Yerusalem sampai
dengan ke forum bisnis. Nah, semua
kalangan di saat itu ikut
berpartisipasi. Salah satu dari peserta
aksi itu ada yang bernama Ef Zangwaker.
Dia adalah ibu dari seorang Sandra
Matan. Nah, Ainf ini mengatakan bahwa
mereka yang hadir di dalam aksi ini
menuntut apa yang memang menjadi hak
mereka, yaitu kepulangan anak-anak
mereka yang sudah lama menjadi Sandra di
Gaza. Bagi mereka, pemerintah istriwil
sudah mengubah perang yang tadinya
terlihat memiliki tujuan menjadi perang
yang enggak ada gunanya, enggak jelas
tujuannya apa, bahkan jadi mengorbankan
anak-anak mereka yang tidak kunjung
kembali. Nah, kemudian geng mantan
Sandra yang bernama Arbel Yehud itu juga
ikut bersuara. Dia mengatakan bahwa
tekanan militer seperti yang dilakukan
oleh pemerintah Istriwil tidak bisa
membawa Sandra justru dikembalikan oleh
Mamas. Justru tekanan militer itulah
yang akan menghilangkan nyawa para
Sandra. Nah, jadi bisa dikatakan
satu-satunya cara untuk bisa membawa
mereka kembali adalah melalui
kesepakatan, bukan dengan membombardir
Gaza. Di saat itu, Benny Gans itu selaku
pemimpin National Unity, dia juga
menyuarakan dukungan terhadap para
pengunjuk rasa dan menuntut agar
pemerintah tidak menyerang keluarga dari
para Sandra yang sedang melakukan aksi.
Di dalam aksi ini, polisi memberikan
pengumuman bahwa mereka sudah menahan
sebanyak 32 pengunjuk rasa di seluruh
istri Will. Nah, jadi rakyatnya sendiri
juga ikut ditahan oleh mereka. Dan
sebagian besar demonstran yang ditahan
itu berunjuk rasa di Jalan Begin dan
jalan raya Ayalon di Tel Afif. Sementara
ada tujuh demonstran lain yang ditangkap
di Yerusalem karena memblokir jalan
selama aksi berlangsung di seluruh kota.
Demonstrasi diketahui berlangsung selama
3 jam di Tel Afif dan kemudian berakhir
setelah para demonstran dihentikan di
dalam perjalanan mereka ketika mereka
mau bergerak menuju kediaman Netanyahu
di Jalan Aza. Enggak main-main ya,
demonstrannya langsung ke rumah
Netanyahu, Geng. Tapi langsung diop.
Polisi di saat itu menutup sebagian
jalan untuk mobil dan para pejalan kaki
akibat protes massal tersebut, Geng.
Aksi protes ini enggak cuma disuarakan
lewat aksi langsung, tapi juga ikut
diramaikan di sosial media dengan hashag
bring them home and stop the war. Yang
mana ini menarik banget ya. Pas gua
lihat hashtag-nya di X, aksi menuntut
penghentian perang dan pembebasan Sandra
ini cuma terjadi di East Rewel, tapi
juga bahkan sampai ke London, Inggris,
Geng. Nah, aksi di London ini juga
berlangsung di hari yang sama, yaitu di
hari Minggu tersebut. Kebayang tuh ya,
tuh apa ya? Kayak masyarakat dunia udah
mulai bersatu dan bahkan ya masyarakat
Istri Will sendiri udah apa ya, udah
udah enggak setuju dengan
pemerintahannya. Ini semua kayak cuma
otak-otaknya Netanyahu aja yang enggak
waras gitu, Geng. Ratusan demonstran itu
berbaris melalui pusat kota London dan
unjuk rasa yang ada di London itu
dipimpin oleh kepala rabi Inggris. Jadi
orang Yahudi yang pimpin. Namanya itu
adalah Sir Ibrahim Mirfis dan kelompok
aksi langsung Yahudi Stop the Hatte.
Buset. Tapi ya ada yang beda nih dengan
unjuk rasa di isrewel. Kalau yang di
London ini ada beberapa orang yang ikut
aksi yang justru juga menyuarakan protes
terhadap niat Inggris yang ingin
mengakui negara Palestina di bulan
September nanti. Kecuali Isri Will ya
bisa memenuhi persyaratan tertentu. Nah,
bagi beberapa orang yang pro Isriwil,
niat dari Inggris ini justru dianggap
sebagai hadiah untuk Mamas gitu. Pihak
kepolisian memperkirakan bahwa ada
sekitar 2.000 orang yang ikut serta di
dalam protes tersebut. Bentrokan kecil
sempat terjadi di dekat Travalgar Square
di mana pada saat itu ada beberapa orang
yang meneriakkan slogan-slogan pro
Palestina. Nah, beberapa di antara
mereka digiring pergi oleh polisi. Salah
satu dari peserta aksi di London ini
yang bernama Adam Maanit. Nah, dia ini
sampai kehilangan beberapa anggota
keluarga di dalam serangan lintas
perbatasan yang dipimpin oleh Mamas
tanggal 7 Oktober 2023. Nah, Adam ini
bilang bahwa pemerintah Inggris belum
menggunakan semua cara untuk membebaskan
para Sandra yang tersisa yang sampai
saat ini masih ditahan di Gaza. Menurut
dia, pembebasan para Sandra itu menjadi
cara untuk membuka jalan baru dan bisa
mengakhiri krisis yang terjadi di Timur
Tengah. Nah, Adam ini juga mau agar
pemerintah Inggris tidak gegabah dalam
mengambil keputusan dan menganggap bahwa
niat Inggris yang ingin mengakui negara
Palestina sebagai tindakan yang ceroboh.
Kemudian beberapa peserta aksi itu
sempat juga membawa foto dari Evatar
David, seorang pria berusia 24 tahun
yang terlihat kurus, kering dan sudah di
dalam kondisi yang lemah banget. Kondisi
dari Evatari ini terlihat dari sebuah
video yang dibuat atau diunggah langsung
oleh Mamas pada awal bulan Agustus yang
mana video tersebut memicu kemarahan
baik dari pihak Isriwil maupun pihak
internasional.
Terus kemudian geng para peserta aksi
itu keberatan dengan pernyataan dari Sir
Kier Stermer selaku Perdana Menteri
Inggris. Dia menyebutkan bahwa Inggris
akan mengakui Palestina di bulan
September kecuali istri Will mau
mengambil langkah-langkah untuk bisa
mengakhiri situasi yang masih terus
memanas di Gaza. Selain itu, dia juga
bilang kalau Isriwel harus memenuhi
persyaratan lain, termasuk dengan
menyetujui gencatan senjata dan
berkomitmen pada perdamaian
berkelanjutan jangka panjang yang
memberikan solusi terhadap dua negara
serta mengizinkan PBB untuk memulai
kembali mengirim bantuan. Bagi para
peserta aksi seharusnya Sirry ini
memprioritaskan kebebasan para Sandra
terlebih dahulu. Tapi bisa aja kan, Geng
ya, dengan mendesak agar Isriwil mau
menghentikan agresinya ke Palestina,
justru pihak dari Palestina akan
membebaskan para Sandra. Kalau yang
mereka prioritaskan hanya berfokus pada
Sandra aja, berarti mereka tidak
mempedulikan apa yang terjadi di Gaza.
Mau Israwi tetap menyerang atau enggak,
yang penting Sandranya sudah bebas. Ya,
ini kan kejam banget gitu ya. Dan mereka
cuma mementingkan segelintir orang aja.
Sementara ada ribuan nyawa orang di Gaza
tidak mereka pikirkan. Karena aksi yang
begitu besar, sejumlah besar pasukan
keamanan siapsiaga di dalam aksi
tersebut, termasuk polisi dan beberapa
kelompok keselamatan Yahudi. Banyak
pengunjuk rasa yang membawa poster
bertuliskan akhiri kebencian terhadap
Yahudi. Nah, ini apa ya? kayak sarkas
gitu loh. Kayak gara-gara pemerintahnya
yang sibuk perang, akhirnya orang-orang
di seluruh dunia tuh jadi benci sama
Yahudi ya. Walaupun padahal enggak semua
Yahudi itu orang istriwil gitu kan. Nah,
beberapa di antara mereka juga merasa
khawatir akan keselamatan mereka di
Inggris. Dan enggak cuma Inggris, kita
bisa lihat ya di Australia kemarin
orang-orang Isriwil yang masuk ke salon
tiba-tiba diusir. Di Thailand orang
Isriwil masuk ke cafe diusir. Di
Indonesia juga ada beberapa kejadian
yang mana orang istriwel itu mulai ya di
sininis-in gitu. Kalian bisa lihat di
Bali lah. Nah, jadi gara-gara perang ini
orang-orang Isriwel masyarakatnya jadi
enggak bebas, jadi enggak leluasa untuk
bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dan
kelompok-kelompok Yahudi itu mengatakan
sudah terjadi peningkatan tajam dalam
insiden antisemit di Inggris sejak
tanggal 7 Oktober 2023 saat Mamas
menyerang Istri Will pada awalnya. Terus
kita balik lagi nih, Geng, ke istri Will
yang tadi itu kan di London tuh. Nah,
gimana nih respon dari Netanyahu setelah
adanya protes besar-besaran di Istri
Will? Ya, pastinya dia enggak terima
kan, Geng? Dan dia mengkritik protes
tersebut. Dia mengatakan bahwa para
demonstran yang menyerukan berakhirnya
perang tanpa kekalahan Mamas malah
justru jadi memperkuat posisi dari
pasukan Mamas sendiri. Terus enggak cuma
itu, bisa-bisa ini berdampak lebih buruk
lagi dengan tertundanya pembebasan para
Sandra serta penyerangan seperti tanggal
7 Oktober 2023. Ya, bisa aja itu
terulang kembali. Dan untuk itu agar
bisa mendukung kebebasan para Sandra dan
memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi
ancaman bagi Istriwil, Isriwil harus
menyelesaikan PR mereka dengan
mengalahkan Mamas, katanya. Nah, dari
pernyataan ini kita bisa nilai ya kalau
Netanyahu tetap kekeh ingin agar perang
dilanjutkan. Nah, dia tidak mendengarkan
apa yang dikeluhkan oleh warganya
sendiri. Nah, terus geng selain
Netanyahu, ada lagi nih Bezalil
Smotrick. Dia ini adalah Menteri
Keuangan yang ikut memprotes aksi yang
berlangsung di istri Will tersebut
dengan menyebutkan aksi tersebut sebagai
kampanye berbahaya yang justru
menguntungkan Mamas, bukan mendukung
istri Will agar bisa memenangkan perang.
Nah, sejauh ini belum ada laporan
mengenai adanya korban jiwa, Geng. Namun
diketahui ada beberapa demonstran yang
mengalami luka-luka akibat bentrokan
dengan aparat.
Itu kan aksi protes yang disuarakan oleh
keluarga dari para Sandra nih, Geng.
Tapi sebenarnya di golongan anak muda
Isriwel sendiri, mereka sudah tidak mau
lagi, Geng, terlibat di dalam peperangan
yang diinisiasikan oleh pemerintah
Isriwil. Seperti yang kita tahu, ya,
Geng, anak muda di Isriwil diharuskan
untuk mengikuti wajib militer. Semuanya
harus perang dan nantinya bakal
bergabung di dalam IDF yang kemudian
bertugas untuk melakukan agresi ke
Palestina. Nah, di saat ini justru sudah
banyak anak-anak muda yang tidak mau
lagi wajib militer atau menolak untuk
masuk IDF. Dan sekarang kita akan masuk
ke dalam pembahasan mengenai anak muda
Istriwil yang menolak ikut ke dalam
serangan ke Gaza.
Jadi, Geng, ada sebuah video yang sempat
ramai di sosial media yang
memperlihatkan beberapa anak muda
Istriwil yang mulai membakar kertas ya,
yang mana diduga itu adalah dokumen
penting mereka. Dokumen tersebut dokumen
apa? Nah, ternyata dokumen itu adalah
surat yang berisikan keterangan wajib
militer. Mereka wajib untuk berperang.
Sebuah dokumen yang menjadi syarat
penting kalau mereka ingin bertugas
sebagai tentara IDF. Nah, setelah gua
telusuri lebih lanjut, kelompok anak
muda yang terlihat di video ini
tergabung di dalam gerakan pemuda yang
sebagian besarnya adalah anggota dari
Mesarvot namanya. Nah, Mesarvot ini
sendiri dalam bahasa Ibrani artinya
penolak. Penolakan ini merujuk kepada
sikap mereka yang mendukung para penolak
wajib militer. Karena mereka berempati
setelah mereka melihat betapa kejam dan
mengerikannya perang yang dilakukan oleh
Istri Will, negara mereka sendiri yang
terjadi di Gaza. Ya, semua pembantaian
yang dilakukan oleh pemerintah mereka,
mereka sudah melakukan aksi protes
secara rutin dengan membakar surat-surat
mereka di depan umum dan berbaris menuju
ke perbatasan Gaza untuk bisa menerobos
blokade yang dilakukan oleh Istri Will.
Nah, aksi ini merupakan reaksi marah
dari orang istri Willlill-nya sendiri
setelah Netanyahu serta kabinet
keamanannya secara kontroversial
memberikan persetujuan untuk perluasan
serangan di Gaza. Namun di sisi lainnya
pemerintah isriwil sudah berulang kali
membantah adanya krisis kemanusiaan di
Gaza dan membantah bahwa militer sudah
melakukan kejahatan di sana. Mereka tuh
enggak ngakuin gitu. Tapi ya walaupun
pemerintahnya enggak ngakuin, banyak
orang Isriwil atau masyarakat Isriwil
sendiri yang di saat ini sudah terbuka
matanya. Mereka melihat sendiri. Justru
mereka yang melawan pernyataan dari
Netanyahu. Netanyahu berusaha untuk
menyembunyikan semuanya di hadapan
publik dunia. Tapi rakyatnya sendiri
yang melihat langsung yang membuka
semuanya. Ada salah satu anak muda yang
ikut membakar surat wajib militer yang
bernama Yona. Nah, dia menjadi bagian
dari gerakan remaja Isriwil yang menolak
wajib militer dan menentang agresi yang
dilakukan oleh Isriwil di Gaza selama 22
bulan. Yona ini menjelaskan alasan
mengapa dia ikut di dalam aksi tersebut.
Dia bilang dia menolak karena negaranya
sendiri sedang melakukan genosida dan
dia enggak akan bergabung dengan tentara
yang melakukan genosida atau tentara
yang sedang melakukan pembantaian
terhadap etnis tertentu. Tidak memandang
bulu baik yang tua maupun yang masih
kecil dibantai semuan. Nah, Yona ini pun
enggak pernah ragu, Geng, kalau apa yang
dia lakukan ini adalah hal yang benar.
Enggak lama setelah dia membakar
surat-suratnya di luar pusat pendaftaran
di Haifa, dia dijatuhi hukuman selama 30
hari penjara. dan dia enggak peduli 30
hari 1 bulan biarin aja menurut dia.
Nah, sebelum dia di penjara, dia sempat
diwawancarai oleh media yang bernama The
Independent yang mana di sana dia
mengatakan dia tahu kalau di penjara
enggak akan mudah, tapi dia tetap teguh
dengan pendiriannya. Menurut dia,
sebagai warga negara harus melakukan
segala upaya yang dimiliki untuk melawan
dan mengakhiri kejahatan yang sudah
dilakukan oleh istri Will. Selain Yona,
diketahui juga sudah ada 20 orang yang
menolak melakukan wajib militer dan
berakhir di penjara sejak bulan Oktober
2023. Nah, di saat itu ya ada seseorang
yang bernama Ido Elam. Nah, Ido Elam ini
juga melakukan hal yang sama dengan
Yona. Dia menolak mendaftar wajib
militer pada bulan November dan sempat
mendekam di dalam penjara. Ido ini
memberikan berbagai nasihat kepada
teman-teman seusianya dengan memberikan
pilihan apakah teman-temannya ini ingin
berkeliling dunia sebagai mantan tentara
IDF atau enggak. Nah, ini kan ibaratnya
ini udah mulai banyak yang apa ya
terbuka matanya bahwa kebanyakan dari
mantan tentara IDF yang menjadi turis ya
mau di Bali, mau di ee Thailand, mau di
negara manaun termasuk siprus sekalipun
mereka biasanya diasingkan. Mereka
biasanya bakal dicemooh ya kan. Nah,
udah banyak yang enggak mau yang kayak
gitu. Jadi mereka sebagai warga Istri
Will aja itu udah khawatir dengan
kewarganegaraan mereka sendiri yang
mulai banyak enggak diterima di
negara-negara asing. Ini semua
disebabkan karena istri Will sudah 2
tahun melakukan genosida tapi belum ada
yang tercapai dan tidak ada yang
berubah. Ya, apa ya? Masyarakat
Palestinnya tetap bertahan. Masyarakat
Palestinnya enggak pergi-pergi dan
enggak habis-habis juga. Mereka memang
apa ya, e bangsa yang bisa dikatakan
cukup keras mempertahankan tanah nenek
moyang mereka. Daripada mereka pergi,
mendingan mereka ya sekalian aja
meninggal dunia syahid di tanah leluhur
mereka. Terus, Geng, meskipun si Ido dan
Yona tadi mengakui mereka yang menolak
berperang jumlahnya relatif kecil ya
yang ada di istri Wil ini. Tapi semakin
hari ya jumlah mereka yang menolak ini
terus bertambah. Nah, kemudian enggak
berhenti sampai di situ geng. Ada cerita
lain dari seseorang yang bernama Itamar
Greenberg. Dia ini adalah remaja berusia
18 tahun dan sudah berkali-kali di
penjara. Enggak peduli dia, berkali-kali
di penjara dia hadapi dan sudah
menjalani lima kali hukuman
berturut-turut di penjara militer Neve
Zedek yang ada di Israel Tengah yang
disebabkan ya karena dia ini terus
menolak untuk mendaftar di militer atau
wajib militer setelah dia berkali-kali
dipanggil untuk melaksanakan wajib
militer tersebut. Dia ini membagikan
ceritanya dia kepada amnesti
internasional. Itamar ini bilang dia
lahir di keluarga Haredi, yaitu kelompok
Yahudi ultra ortodoks yang ada di Bine
Brak. Nah, di lingkungannya dia, wajib
militer itu enggak pernah jadi
pertimbangan karena alasan agama. Di
usia 12 tahun, dia menyadari bahwa
satu-satunya cara untuk menjadi bagian
dari warga Istri Will yaitu dengan
bergabung dengan tentara. Perjalanan itu
membuat dia jadi berpikir ulang mengenai
propaganda yang dilakukan oleh Istri
Will dan pemikiran yang rasional gitu.
Itamar ini jadi cuma bertanya-tanya soal
keyakinan perihal agamanya, tapi juga
tentang kemanusiaan. Masa iya untuk
menjadi seorang Yahudi yang istriwel
banget atau yang zionis banget harus
menghabisi manusia lain. Nah, dia mulai
berpikir rasional di saat itu. Nah, bagi
sebagian besar orang istri Will, dinas
militer bukan cuma kewajiban hukum, tapi
hampir menjadi sebuah keharusan karena
kan wajib militer namanya. Nah, bahkan
ada yang bangga jika terlibat di dalam
peperangan militer ini. Namun bagi
Itamar, setelah dia mempelajari lebih
dalam tentang peran dari tentara Istri
Willil dalam mengendalikan dan menindas
jutaan warga Palestina, dia menyadari
bahwa wajib militer ini bukan cuma
sekedar prestis aja, Geng, tapi
keterlibatan terhadap sistem kekerasan,
dominasi, serta penindasan umat manusia.
Jadi itu enggak sejalan dengan
pemikirannya dia, imannya dia, ataupun
yang diajarkan oleh agamanya dia. Nah,
untuk ituar enggak mau jika dia terlibat
ke dalam pihak yang melakukan ya
pembantaian atau genosida. Dan sikap
yang dia lakukan adalah konsisten dengan
terus menolak sampai rela berkali-kali
di penjara. Bahkan nih, Geng, ketika dia
berada di dalam penjara, dia enggak
meminta apapun agar bisa segera bebas
seperti ee misalkan memohon ampun,
memohon pembebasan bersyarat karena
masalah kesehatan atau karena mental,
enggak sama sekali. Dia jalani dengan
santai aja. Yang dia minta hanyalah
hentikan genosida yang ada di Gaza.
Padahal dia asli warga Isriwil. Terus,
Geng, bersamaan dengan penolakan yang
dilakukan oleh anak-anak muda Isriwil,
terjadi juga lonjakan jumlah tentara
yang enggak mau berpartisipasi lagi di
dalam tugas cadangan di militer, Geng.
Nah, jadi udah ada yang daftar nih,
misalkan mereka kan dicadangkan nih,
nanti setelah yang lain selesai
berperang, mereka digantikan. Nah, di
tengah-tengah itu sudah banyak yang
menolak. Mereka enggak mau dan enggak
jadi membela Isriwil untuk membantai
warga Gaza. Memang enggak disebutkan
angka pastinya berapa orang yang sudah
menolak untuk menjalankan tugas militer
tersebut. Enggak ada partai politik atau
tokoh juga yang menyuarakan secara jelas
karena kan ya semua media tuh dibungkam.
Nah, tapi bagi siapa saja yang mengikuti
protes anti pemerintah dan melihat
seruan di sosial media Isriwil ya
semakin terlihat bahwa terjadi penolakan
yang begitu besar di Isriwil untuk tidak
terlibat di dalam tugas militer ini. Dan
gerakan ini enggak cuma dilakukan oleh
anggota partai atau orang-orang
terafiliasi oleh kelompok kiri, tapi
juga masyarakat-masyarakat sipil. Narasi
tentang penolakan terlibat di dalam
tugas militer itu sudah jadi bagian
penting dari gelombang protes massal
terhadap reformasi peradilan pemerintah
Isriwil. Di puncak protes tersebut ya
pada bulan Juli 2023 lebih dari 1000
pilot dan personil Angkatan Udara
menyatakan bahwa mereka akan berhenti
hadir di dalam tugas. Mereka baru mau
hadir ketika rancangan undang-undang
peradilan dihentikan. Dan sampai saat
ini, Geng, kubu dari Kanan Isriwil terus
berargumen bahwa ancaman penolakan ini
enggak cuma mendorong Mamas yang bisa
saja menyerang Isriwil, tapi juga
melemahkan kekuatan dari tentara Isriwil
itu sendiri. Selama 18 bulan, geng,
mayoritas besar populasi Yahudi yang ada
di Istriwil pada awalnya mendukung
serangan ke Gaza. Tapi setelah
pemerintah memutuskan untuk menghentikan
genyatan senjata bulan lalu, mulai
muncul retakan di dalam Istri Will itu
sendiri. Dalam beberapa minggu terakhir,
ya media melaporkan adanya penurunan
signifikan jumlah tentara yang hadir
untuk dinas cadangan. Udah pada ogah,
bahkan ada yang kabur terbang ke negara
lain menjadi turis, menghindari tugas
militer mereka. Nah, meski angka
pastinya masih belum diketahui ya, pihak
militer memberitahu kepada Menteri
Pertahanan mereka yaitu Israel Cuts ya
di pertengahan bulan Maret 2025 itu
tingkat kehadiran para tentara mencapai
angka 80%. Angka tersebut turun jika
dibandingkan dengan per 7 Oktober 2023
yang mana bisa mencapai 120%. Nah, namun
menurut seorang penyiar nasional IS
Rewil yang bernama K angka itu sudah
dimanipulasi katanya karena angka
sebenarnya enggak lebih besar dari 60%
bahkan. Nah, bahkan ada laporan yang
mengatakan tingkat kehadiran para
tentara cadangan ini cuma 50% doang atau
bahkan lebih rendah. Akibatnya, beberapa
unit cadangan terpaksa untuk merekrut
tentara-tentara baru lewat sosial media
dengan janji-janji baru, janji-janji
yang menggiurkan. Ya, supaya apa ya?
Supaya bertambah lagilah yang
nolak-nolak tadi bisa digantikan gitu.
Tapi tetap aja ternyata enggak nutup
jumlahnya. Mayoritas dari mereka yang
menolak perintah wajib militer disebut
dengan Grey Refuser yang dalam bahasa
Indonesia berarti penolakan abu-abu. Ada
yang menilai bahwa penolakan mereka
bukan didasari karena mereka ini merasa
bahwa perang yang mereka lakukan adalah
sebuah kejahatan, melainkan karena
mereka sudah merasa muak dengan perang
yang berlarut-larut di Gaza. Tapi geng,
ya enggak bisa dipungkiri juga kalau
memang ada beberapa kelompok kecil yang
ya sengaja menolak karena dasar etika
dan semakin hari jumlah dari kelompok
kecil ini semakin bertambah, semakin
banyak yang ikut gitu. Dan ada dua
organisasi yang diketahui berafiliasi
dengan para penolak wajib militer, geng,
yaitu Yesgful dan New
YUL ini sudah berhubungan dengan lebih
dari 150 penolak paham terhadap perang
sejak Oktober 2023. Sementara yang
namanya New sudah menangani beberapa
ratus kasus penolakan wajib militer. Ada
sumber terpercaya yang membocorkan kalau
pemerintah isriwil takut untuk
memasukkan orang-orang yang menolak
wajib militer ke penjara, Geng. Karena
kalau mereka sampai di penjara itu bisa
menghancurkan citra dari IDF itu sendiri
yang dikenal sebagai tentara rakyat.
Nah, jadi kan kalau terlalu banyak yang
dipenjara ya mana nih katanya tentara
rakyat? Masa rakyatnya dipenjara. Nah,
akhirnya citranya jelek. Dan itu yang
dihindari oleh Isriwel. Jadi mereka
sekarang serba salah. Nah, pemerintah
itu tahu tentang hal ini dan karena itu
enggak terlalu menekan isu ini. Militer
cuma menghentikan beberapa prajurit
cadangan agar dianggap mereka bisa
menyelesaikan masalahnya. Nah, jadi itu
dia, Geng ya pembahasan kita kali ini
tentang sudah semakin banyak orang-orang
yang tidak lagi berpihak kepada istri
Will termasuk rakyat mereka sendiri yang
sudah mulai muak dengan peperangan ini,
dengan genosida yang dilakukan oleh
pemerintah mereka yang tujuannya entah
ke mana dan tidak selesai-selesai sampai
sekarang. Bahkan sudah memakan banyak
korban dari kedua belah pihak. Nah,
gimana geng menurut kalian tentang
pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.