Kind: captions Language: id Geng, kali ini kita bakal membahas sebuah topik yang enggak kalah heboh dan mindblowing banget dari berita-berita luar negeri lainnya. Nah, kenapa gua katakan demikian? Karena kita bakal membahas sebuah penemuan yang bisa dikatakan bakal merubah cara kita memandang sejarah peradaban manusia. Nah, jadi ceritanya pada tahun 1960-an ada seorang pria yang berhasil menemukan sebuah ruangan. Terus akhirnya segera dia laporkan kepada arkeolog di Turki. Dan di saat diteliti ternyata mereka menemukan hal yang lebih dalam lagi, yaitu sebuah situs yang bisa dikatakan bukan cuma sekedar kota kuno biasa, tapi ini merupakan kota yang usianya diduga lebih tua dari peradaban Mesir kuno maupun Sumeria. kota loh. Gila tuh di sebuah ruangan ditemukan adanya sebuah kota. Dari ketidaksengajaan inilah ya malah membongkar situs sejarah. Dan ini terjadi di balik hamparan padang tandus Anatolia. Dan setelah diteliti lagi ternyata tersembunyi reruntuhan struktur yang masif lengkap dengan jalan berbatu, ruang bawah tanah, dan bahkan sistem saluran air. Terus ee sistem udara yang canggih pada masanya udah ada semua. Para arkeolog di saat itu menduga kota ini bisa aja jadi titik penting di awal mula peradaban manusia. Tempat di mana komunitas besar pertama kali menetap dan ee melakukan pertanian bertani dan membentuk struktur sosial. Nah, tapi bukan cuma arsitekturnya aja yang bikin merinding, Geng. Yang bikin heboh itu adalah ditemukannya artefak-artefak yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Seperti simbol, tulisan, dan ukiran yang tampak berasal dari budaya yang belum teridentifikasi. Jadi kayak apa ya? Ini benar-benar hal baru di dalam dunia sejarah. Penemuan ini juga membuka kemungkinan bahwa jalur perkembangan peradaban manusia jauh lebih beragam dibandingkan yang selama ini kita pahami. Dan kota kuno yang ditemukan ini membawa bukti bahwa masyarakat ribuan tahun lalu ternyata sudah mengenal konsep hunian tetap, sistem pertanian, dan struktur sosial yang kompleks. Nah, ini berarti titik awal sejarah manusia tidak melulu bersumber dari kawasan sungai Tigris atau sungai Nil. Tapi ada cerita lain yang selama ini tertimbun di bawah tanah yang kita gak pernah tahu dan baru mulai terungkap pada tahun 1960-an. Nah, jadi ini seru banget ya pembahasan sejarah kayak gini. Gua suka banget sebenarnya ngulik-ngulik sejarah kayak gini. Harus banget kita bahas secara lengkap dan harus banget kalian dengar sampai selesai. Oke, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Gengjeng. Oke, kita awali pembahasan ini dengan kronologi pertama kali kota kuno ini ditemukan. [Musik] Jadi, geng, awal mula kota ini ditemukan ceritanya itu pada tahun 1963 di sebuah desa kecil di wilayah Nevshir kawasan Kapodosia Turki. Ini e koreksi gua kalau salah dalam pengucapan ya. Jadi, geng, ada seorang warga lokal yang sedang mencari ayam peliharaannya dia yang hilang. Nah, karena ayam itu enggak balik-balik ke kandang, akhirnya si bapak ini mencari-cari di sekitar rumahnya. Dan saat si Bapak ini nyari di ruang bawah tanahnya, ya, dia kan punya ruang bawah tanah tuh dan kebetulan rumahnya itu sedang direnovasi. Si bapak ini curiga. Dia curiga ayamnya jangan-jangan masuk lewat celah di belakang rumah. Dan saat dia mulai membongkar tembok yang rapuh, ya. Temboknya rapuh karena udah mau direnovasi juga. Tiba-tiba dia malah menemukan sebuah lorong gelap yang belum pernah terlihat sebelumnya. Lorong itu ternyata bukan cuma ruang kecil, tapi justru terhubung ke jaringan ruang lain yang membentuk struktur bawah tanah yang sangat luas. Setelah penemuan itu dilaporkan ke otoritas setempat, tim arkeolog pun turun tangan dan mulai melakukan penggalian. Hasilnya mereka menemukan komplek ya, sebuah komplek kota bawah tanah yang sangat besar dan dalam lengkap dengan ruang tinggal, tempat ibadah, dapur umum, gudang, penjara, bahkan dan sistem ventilasi yang luar biasa canggih untuk ukuran zaman kuno. Kebayang tuh ya di dekat rumah lu ternyata ada sebuah peradaban kuno gitu. Nah, setelah diteliti lebih lanjut, didapatkanlah hasil bahwa kota ini dipahat langsung dari batuan vulkanik lunak khas wilayah Kapodachia. Dan diperkirakan ini mulai dibangun lebih dari 3.000 tahun yang lalu dan kemungkinan oleh bangsa Hitit namanya yang kemudian dilanjutkan oleh Frigia, Yunani dan Bizantium. Kota ini memiliki kedalaman sampai 54 m dan mampu menampung sekitar 20.000 orang, Geng. lengkap dengan hewan ternak dan juga persediaan makanan. Jujur ya, Geng, gua juga agak bingung sebenarnya ini kota tuh apakah memang di bawah tanah atau justru terkubur? Menurut kalian gimana tuh dari yang kalian lihat, apakah ini terkubur, termakan oleh zaman, lama-lama dia langsung di bawah tanah gitu atau memang dari dulu udah dibangun di bawah tanah? Coba deh kita berdiskusi di kolom komentar. Terus, Geng, setelah diteliti lebih lanjut, mereka memperkirakan terdapat lebih dari 600 pintu masuk ke kota. sebagian besar masih tersembunyi menuju ke kota bawah tanah yang luasnya mencapai 445 km² atau sejauh 172 mil. Nah, lorong-lorong tersebut dilindungi oleh pintu batu seberat 454 kg yang hanya bisa dibuka dari dalam. Terus mereka juga menemukan banyak ruangan, yaitu ada gereja, ada kepelasti Yunani, sekolah, ruang belajar, dapur umum, dan tempat penyimpanan makanan. Terus ada juga gudang senjata dan ruang pertahanan serta sistem ventilasi dengan lebih dari 50 saluran udara. Dan yang terakhir lorong rahasia yang menghubungkan ke kota bawah tanah lain. Jadi gede banget. Bisa dikatakan berarti ya di negara Turki ini bawah tanahnya itu kopong gitu. Ada kota lagi. Bahkan ya di kota yang ditemukan ini terdapat kandang kuda. Ada kuburannya, ada makamnya, bahkan tempat pemerasan anggur serta minyak. Gila, peradaban di zaman itu udah lebih maju daripada negara kita kayaknya. Nah, terus, Geng. Menurut para ahli, kota ini dulunya digunakan sebagai tempat perlindungan selama masa peperangan dan invasi besar, termasuk saat serangan Mongol dan juga konflik Byzantium. Nah, karena letaknya itu tersembunyi di bawah tanah dan punya sistem pertahanan yang kuat, kota ini jadi benteng rahasia yang menyelamatkan ribuan nyawa selama berabad-abad. Meski udah banyak bagian yang berhasil digali ya atas penemuan ini, nah diperkirakan cuma sekitar 15% dari keseluruhan komplek itu yang bisa terbuka untuk umum. Jadi sisanya itu masih tersembunyi. Belum bisa dieksplorasi, belum bisa digali. Para peneliti di saat itu masih mencari tahu tentang siapa sebenarnya yang pertama membangun kota ini. Nah, biasanya kan ada peradaban kayak kerajaan apa, si rajanya siapa, atau mungkin tokoh-tokohnya siapa. harusnya bisa ditemukan dari ee prasasti-prasasti, patung-patung, artefak, atau mungkin simbol-simbol di sana. Tapi ini belum bisa ditemukan sama sekali. Terus ya dicari tahu juga bagaimana mereka bisa membuat sistem ventilasi sedalam itu. Ventilasi udara ya di kota bawah tanah supaya mereka tetap bisa bernafas di bawah tanah. Itu canggih banget pemikirannya. Dan apakah ada teknologi kuno yang belum kita pahami sebenarnya? Nah, dari semua kota bawah tanah di Kapadokia, nah ada sebuah kota bawah tanah yang bernama Derin Kuyu. Ini adalah kota bawah tanah terdalam. Dan kota ini membentang di bawah tanah hingga delan tingkat dan menjadi salah satu kota yang paling banyak dikunjungi. Kalau berbicara tentang sejarah kota bawah tanah Derin Kuyu ini, ini berasal dari ribuan tahun yang lalu dan pada zaman dahulu disebut dengan Elengubu. Dan beberapa orang itu berspekulasi bahwa orang Head Kapodakia itu menggali kota ini sekitar abad e ke-15 sebelum Masehi. Buat yang gak tahu ya, Kapodakia ini adalah wilayah bersejarah di daerah Anatolia Tengah Turki dan terkenal dengan pemandangan alamnya yang unik seperti formasi batuan yang bernama Ferry Chimne dan juga kota-kota bawah tanah. Dan di wilayah ini juga sudah dihuni sejak zaman Head sekitar abad ke-17 sampai ke-12 sebelum Masehi. Nah, bangsa Head ini dikenal karena perkembangan teknologi besi. Jadi, mereka tuh pandai besi. Mereka bisa menciptakan hal-hal yang berguna dengan menggunakan besi. Dan mereka juga bisa menciptakan kereta perang dan melakukan ekspansi di wilayah yang luas. Dan wilayah Head juga sempat menjadi bagian dari berbagai kerajaan dan kekaisaran termasuk Persia, Yunani dan juga Romawi. Jadi cukup berkuasa pada eranya. Terus, Geng ya, ada juga yang percaya kalau kota bawah tanah yang baru saja ditemukan ini merupakan hasil karya orang Frijia pada abad keet7 sebelum Masehi. Orang Frijia ini adalah kelompok etnik Indoeropa kuno yang mendiami Turki pada zaman kuno. Awalnya mereka berasal dari Balkan Selatan dan kemudian bermigrasi ke Anatolia melalui Hellespon. Nah, mereka ini dikenal dengan kerajaannya yang berpusat di Gordium dan memiliki budaya yang unik, memadukan unsur-unsur Anatolia, Yunani dan juga e budaya timur. Nah, terus Geng meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai arsitek kota tersebut, terdapat satu kesimpulan, yaitu kota bawah tanah ini berfungsi untuk menyembunyikan penduduknya dari musuh-musuh mereka selama periode Bizantium ketika umat Kristen melarikan diri dari para penganiaya Romawi. Tuh sejarahnya. Dan ketika umat Kristen tiba di Kapadokia dan menemukan kota ini, mereka memperluas kota tersebut dan memodifikasi struktur yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Nah, diperkirakan Derin Kuyu ini dapat menampung hingga 20.000 penduduk dan ternak mereka sekaligus. Terus setelahnya terowongan tersebut digunakan sebagai tempat persembunyian umat muslim Arab juga selama perang Arab Bizantium antara 780 dan juga 1180 Masehi. Nah, setelah itu digunakan lagi oleh orang Kristen selama invasi Mongolia pada abad ke-14 Masehi. Nah, jadi yang menggunakan kota ini ya fun fact-nya adalah umat Kristen dan umat Muslim pada masa itu. Nah, untuk letak geografis dari kota bawah tanah di Ringkiyu ini terletak di kota kecil dengan nama yang sama. Kota ini berjarak 40 km dan dapat dicapai dalam 30 menit berkendara dari kota Goreme yang menjadi tujuan wisata utama di wilayah ini. Ketika kota ini ditemukan pada tahun 1963, para arkeolog memulai pekerjaan penggalian sebelum akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 1965. Hingga sampai saat sekarang ini baru 40 m aja bagian kota yang sudah digali. Karena Derinq ini adalah kota bawah tanah ya. Gimana caranya orang-orang yang tinggal di sana itu bisa melihat gitu kan. Apalagi kalau hari udah malam sehingga gak ada sinar matahari yang bisa masuk menerangi terowongan. Pasti kita tuh kayak mikir ya apa di zaman dulu ada lampu? Penerangannya pakai apa? Pakai api. Api kalau enggak ada oksigen juga mati gitu kan. Kalau kurang oksigen aja mati dia. Ternyata para arkeolog yang meneliti dari Q ini percaya kalau penghuni terowongan tersebut menggunakan lampu minyak dan reflektor katanya. Nah, jadi kemungkinan lampu minyaknya itu diletakkan di tengah-tengah ya. Sementara reflektor itu digunakan untuk memperluas jangkauan cahaya. Jadi kayak dipantulin gitu geng. Nah, sehingga ya lampu minyaknya kecil dipantulkan dengan reflektor tadi. Jadi, seluruh ruangan itu bisa terang. Jadi, kalau diibaratkan tuh mirip kayak cara kinerjanya lampu mobil atau senter lah. Reflektor ini kemungkinan besar terbuat dari besi karena era ini adalah era teknologi besi yang sedang berkembang sehingga banyak peralatan-peralatan yang terbuat dari besi. Bahkan di saat itu ditemukan ee apa? artefaknya banyak yang terbuat dari besi, Geng. Dan untuk menyalakan lampunya, penduduk dari Ding ini menggunakan minyak zaitun. Bukan minyak tanah, bukan pakai bensin, enggak. Minyak zaitun. Nah, kenapa harus minyak zaitun? Ya, karena dibandingkan dengan minyak-minyak lain, hasil pembakaran dari minyak zaitun itu hanya menghasilkan sedikit asap sehingga mencegah terjadinya asap yang mengepul di dalam terowongan. Jadi, mereka enggak sesak nafas. Dan pemakaian minyak zaitun ini juga menjadi cara mereka untuk menghindari musuh karena asap yang ditimbulkan dari hasil pembakaran minyak zaitun lebih sedikit sehingga sulit untuk terdeteksi musuh. Udah gitu ketika dibakar minyak zaitun juga wangi, Geng. Singkat cerita, akhirnya setelah 6 tahun penemuannya ya terowongan ini atau kota ini tepat di tahun 1969, kota Derinq akhirnya dibuka untuk umum. Masyarakat boleh melihat ke dalamnya dan untuk keliling di kota tersebut dibutuhkan waktu 90 menit. Hanya delan tingkat dari keseluruhan kota yang dapat dimasuki oleh pengunjung. Kota kuno ini akhirnya resmi menjadi bagian situs warisan dunia oleh UNESCO dan menarik banyak pengunjung karena konstruksinya yang unik banget. bikin kita tuh kayak wah kayak kembali ke zaman dulu lah kayak ngerasain kayak wah hidup zaman dulu gini ya gitu. Nah walaupun terbuka untuk umum cuma sekitar 50% wilayah kota yang boleh dikunjungi. Bentuknya juga mirip labirin dan lorong-lorong yang sempit. Nah tangga yang terjal dan tingkat kedalaman kota yang membuat tempat ini sebenarnya tidak cocok dikunjungi oleh penderita klaustrofobia. Karena di dalamnya itu ya gimana ya bikin sesek lah kalau orang yang claustrofobia ini. Dan di dalamnya sebenarnya sudah dipasang papan-papan petunjuk yang harus diikuti agar pengunjung tidak tersesat. Nah, itu geng ya kronologi pertama kali kota Derq ini ditemukan secara enggak sengaja oleh seorang warga yang sedang mencari ayam dan bagaimana akhirnya Derenq ini dibuka untuk umum ya kan menjadi warisan UNESCO dan juga ya ini bisa mengubah pandangan orang-orang terhadap sejarah yang ada di Turki. Sekarang kita bakal masuk ke dalam sejarah lengkapnya nih. Jadi kan setelah ditemukan, setelah diteliti ya, akhirnya sejarah ee lengkapnya itu di e diketahui oleh para sejarawan dan arkeolog. Nah, kita akan bahas sejarah dari kota Derinq ini. Jadi, Geng, untuk sejarah dari kota Derenq ini masih misteri sebenarnya hingga sekarang. Nah, tapi beberapa ahli Turki ya memiliki pendapat bahwa bangsa Hitit yang membangun tingkat pertama sebagai gudang karena cap-cap atau e simbol-simbol bangsa Hitit itu ditemukan oleh penduduk setempat saat membangun pondasi rumah mereka. Adanya kota Hitit kuno yaitu Goludagi yang berada 20 km sebelah barat Daya dari NQU. Terus geng, ada lagi ya menurut penelitian Departemen Kebudayaan Turki, gua-gua pertama kemungkinan mulai diperdalam pada batuan vulkanik lunak di wilayah Kapodokia oleh bangsa Frigia, yaitu bagian dari bangsa Indoeropa kuno pada abad ke-et7 sampai ke-810 Masehi. Nah, ketika pemakaian bahasa Frigia punah, ya. Jadi, udah ggak dipakai lagi nih bahasa bangsa Frigia ini di zaman Romawi kuno dan digantikan oleh kerabat dekatnya yaitu bahasa Yunani. Nah, para penduduk yang kemudian sudah beragama Kristen itu akhirnya menambahkan gua-gua bawah tanah mereka dengan bangunan kapel dan juga prasasti berhuruf Yunani. Kota di Derin Kyu ini terbentuk sepenuhnya pada masa Bytium yang ketika itu kerap digunakan sebagai perlindungan terhadap muslim Arab selama peperangan Bizantium Arab. Der K itu terhubung dengan kota-kota bawah tanah lain melalui terowongan yang panjangnya bermil-mil. Beberapa artefak yang ditemukan di pemukiman bawah tanah tersebut berasal dari periode Bizantium tengah, yaitu pada abad ke-el ke-10. Nah, jadi kurang lebih seperti itu, Geng, sejarah dari kota Derinq ini. Nah, sebenarnya nih, Geng, kalau kita berbicara tentang Turki, ya, ini udah enggak heran penemuan kota bawah tanah kayak gini. Enggak cuma derinq. Sebenarnya di Turki itu ada kota bawah tanah lain, yaitu yang bernama Kai Makli. Nah, sekarang kita bakal bahas tentang kota bawah tanah Kaimakli ini. Jadi, geng, Kaimakli ini merupakan kota bawah tanah tertua dan terluas secara horizontal. Perbedaan sejarah antara Diringqu dan Kaimakli ini ya, ini adalah dua kota bawah tanah paling terkenal di Kapadochia dan terletak ee pada asal-usul, fungsi, dan skala penggunaannya sepanjang zaman. Meski keduanya dibangun dari batuan vulkanik lunak dan digunakan sebagai tempat perlindungan, tapi masing-masing punya karakter sejarah yang unik. Asal-usulnya juga dikaitkan dengan bangsa Frigia lagi pada abad ke-et7 sampai dengan abad ke-8 sebelum Masehi. Nah, dengan nama kuno Enegup. Jadi, Kaimakli ini dulu namanya adalah Enegup. Nah, Kaimakli ini diperluas selama era Byzantium dan digunakan oleh komunitas Kristen sebagai tempat perlindungan dari penindasan dan invasi termasuk oleh Mongol dan Arab Muslim juga. Nah, jadi di saat itu selain berperang dengan bangsa Mongol ya, umat Kristen juga berperang dengan Arab Muslim selama 4 abad perang antara Arab dan Bizantium sekitar tahun 780 sampai 1180 Masehi. Nah, kota ini terhubung dengan kota bawah Derinq sebenarnya melalui 8 sampai dengan 9 km lorongnya. Nah, beberapa artefak yang ditemukan di pemukiman bawah tanah ini berasal dari periode Bizantium antara abad keelima dan abad ke-10 Masehi. Terus, Geng, setelah wilayah ini jatuh ke tangan bangsa Turki Seljuk di Persia, kota-kota tersebut digunakan sebagai tempat perlindungan dari penguasa muslim Turki dan tetap digunakan hingga awal abad ke-20 dan dibuka untuk umum pada 1964. Sedangkan untuk fungsi dari kota Kaimakle ini ya memiliki kapasitas yang lebih kecil yaitu sekitar 3.500 orang. Beda banget dengan yang sebelumnya tadi sampai 20.000 orang. Namun dia lebih luas secara horizontal menonjolkan ruang penyimpanan. Ada dapur, ada kandang hewan, dan bahkan ruang peleburan logam. Fokusnya lebih kepada kehidupan komunal dan pertahanan lokal dengan lorong-lorong sempit yang bisa diblokir untuk menghambat musuh. Kaimakli ini dianggap sebagai kota bawah tanah tertua dan terluas secara horizontal dan mencerminkan kehidupan sehari-hari dari masyarakat bawah tanah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Terus, Geng, rumah-rumah di sana juga dibangun di sekitar hampir 100 terowongan kota bawah tanah tersebut. Terowongan tersebut juga masih digunakan sampai sekarang, Geng. sebagai gudang, kandang kuda, dan ruang bawah tanah juga. Nah, terowongan di Kaimakli ini berbeda dengan Derin Kuyu, Geng. Yang mana terowongan di Kaimakli ini lebih rendah, lebih sempit, dan lebih curam. Dari empat lantai yang terbuka untuk wisatawan, setiap ruang ditata di sekitar lubang ventilasi. Nah, hal ini membuat desain setiap ruangannya itu bergantung pada ketersediaan ventilasi. Kalau enggak, enggak bisa. Nah, ada juga sebuah kandang kuda yang terletak di lantai pertama. Terus ukuran kandang ini kecil banget. Namun ini bisa menjadi pertanda kalau kemungkinan adanya kandang kuda lain di bagian yang lainnya yang sebenarnya belum dibuka atau belum digali gitu. Terus di sebelah kiri kandang itu ada lorong dengan pintu batu kilangan yang mana pintu tersebut mengarah ke sebuah gereja. Sementara di sebelah kanan kandang terdapat kamar-kamar yang kemungkinan difungsikan sebagai ruang tamu juga. Nah, terus geng untuk di lantai duanya terdapat sebuah gereja dengan nef atau dua absis. Nah, sekedar informasi ya, Nef ini adalah istilah yang merujuk ke bagian tengah gereja. Ini gua takut salah baca. Bacanya itu naif apa navy apa koreksi gua kalau salah nih, Geng. Terus sementara yang satu lagi, absis itu adalah ruang yang berbentuk setengah lingkaran di dalam gereja. Nah, di depan absis tersebut terdapat kolam pembaptisan dan di sisi-sisi sepanjang dinding terdapat panggung tempat duduk. Nah, ada juga makam di sana dan nama-nama orang yang terdapat di makam tersebut sama dengan nama-nama orang yang terletak di ee sebelah gereja yang mana ini menandakan bahwa nama-nama itu merupakan nama seseorang yang religius, pemuka agama, atau orang yang dihormati. Di lantai gerejanya juga memiliki beberapa ruang tinggal. Lantai ketiga berisi area-area terpenting kompleks bawah tanah yang terdiri dari tempat penyimpanan, tempat pemerasan anggur atau minyak, serta dapur. Dan lantai ini juga berisi bongkahan andesit dengan tekstur relief. Dan lantai itu juga ternyata digunakan untuk pembentukan tembaga dingin yang dipahat dari lapisan undesat di dalam kompleks terowongan. Di lantai 4nya terdapat banyak ruang penyimpanan dan area untuk guci-guci gerabah. Dan hal ini menunjukkan bahwa siapapun yang tinggal di dalam terowongan tersebut di zaman dulu bukanlah orang sembarangan alias orang kaya gitu karena dari barang-barang yang ada di sana. Nah, jadi itu merupakan orang-orang dengan status sosial yang tinggi. Kaimakli ini juga terbuka untuk umum. Jadi bisa kalian jadikan salah satu wishlist destinasi untuk kalian ke sana ke Turki ya. Dan harga untuk tiket masuk ke Kaimakle ini bervariasi. Ada yang menjual lebih mahal dibandingkan tiket masuk Derin K tapi ada juga yang menjual harganya sama dengan ke Derinq. Nah, jadi cukup menarik untuk kalian yang mungkin mau jalan-jalan ke Turki, terutama ke kota Kapadosia. Nah, terus geng masih ada kota bawah tanah lainnya yaitu Osconak. Nah, sekarang kita bahas. Jadi, geng kota ini kemungkinan besar dibangun oleh penduduk Kapadosia Bizantium. Meskipun masih diperdebatkan siapa yang membangunnya dan bisa aja kalau keberadaan kota ini jauh lebih lama dibandingkan itu. Nah, kota ini juga ditemukan secara enggak sengaja, Geng. Jadi ceritanya di tahun 1972 ada seorang petani lokal yang bernama Latif Acar yang awalnya penasaran sama air irigasi yang ada di ladangnya dia. Yang mana air irigasi itu sering hilang entah ke mana karena air irigasinya itu kayak keserap ke bawah tanah gitu, Geng. Setelah dia mencari penyebabnya, Latif ini malah menemukan sebuah ruangan bawah tanah dengan kedalaman hingga 40 m. dia di saat itu terus ngegali ruang tersebut dan ternyata semakin digali malah ruangannya semakin besar yang mungkin ya enggak tepat juga kita bilang sebagai ruangan melainkan itu adalah sebuah kota yang kabarnya bisa menampung sebanyak 60.000 orang di dalamnya. Setelah ditemukan, mulailah banyak arkeolog yang datang ke sana untuk meneliti kota tersebut yang mana diperkirakan kota Oskonak ini dibangun sekitar abad keempat sebelum Masehi. Nah, menurut penelitian OS Konak ini digunakan sebagai pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan di Tabel yaitu sebuah federasi yang terdiri dari 24 kerajaan selama periode head akhir. Kemudian wilayah ini jadi bagian dari wilayah kekuasaan Persia dan ketika di periode helenistik menjadi bagian Romawi. Nah, setelah periode kekuasaan Romawi wilayah ini direbut oleh Bizantium yang menyebabkan migrasi umat Kristen pertama ke daerah ini. Dan untuk menghindari invasi Arab yang sering terjadi ketika itu, mereka menetap di sekitar Oskonak, Geng. Nah, kota Oskonak ini memiliki struktur yang beda, Geng, dari yang lain. Dengan terowongan panjang dan juga sempit yang memfasilitasi komunikasi antar lantai. Mereka membuat lubang-lubang panjang dan sempit yang dipahat untuk komunikasi. Dan lubang seperti ini bisa ditemukan di seluruh kotanya. Lubang yang besar ini memiliki ukuran 8 cm. Jadi meskipun berada di lantai yang berbeda, mereka bisa berkomunikasi yang mana lubang untuk komunikasi ini enggak ditemukan di kota-kota bawah tanah lain. Nah, di OSAK juga terdapat lubang ventilasi. Ada sumur, gudang anggur, dan batu geser yang menutup pintu masuk. Konon kabarnya ya, setiap rumah di desa-desa di sekitarnya terhubung ke Oskonak melalui terowongan. Namun, seiring berjalannya waktu, terjadilah peristiwa alam seperti banjir yang menyebabkan terowongan ini terisi oleh tanah. Dan kota ini dibangun dengan empat tingkat mirip dengan gedung apartemen. Nah, ini khusus untuk yang sudah diketahui aja udah diteliti. Nah, namun masih ada sekitar 10 tingkat yang masih diteliti. Nah, di pintu masuk terdapat kandang kuda untuk memudahkan akses hewan. Dindingnya dipahat dengan alat untuk mengikat tali. Selain kamar-kamar ya di OS Konak ini memiliki delan sumur dan tiga lubang ventilasi. Terdapat empat makam dan ruang penyimpanan berisikan guci-guci di dalamnya. Jarak antara pintu masuk dan keluar itu sekitar 10 km. Dan bagian terendah dari kota ini memiliki terowongan sempit yang cuma bisa dilalui oleh satu orang dalam satu waktu. Oskonak ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 1972. Untuk bisa mencapai OSconak, para wisatawan bisa naik bis atau berkendara ee ke kota terdekat yaitu Avanos yang berjarak sekitar 14 km dari Oskonak. Dan dari Avanos ini, turis-turis juga bisa menyewa taksi untuk menuju ke Oskonak. Dan sebagai alternatifnya, banyak tourgate di area ini yang memasukkan kunjungan ke Oskonak sebagai bagian dari rencana perjalanan liburan siapapun yang mau ke sana. Nah, para turis di sana disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman serta membawa senter untuk bisa menjelajahi berbagai terowongan dan ruangan yang ada di sana. Disarankan juga untuk membawa jaket atau sweiter karena ruangan bawah tanah di sana bisa terasa sangat dingin e bahkan ketika musim panas sekalipun. Wah, bisa gitu, Geng. Nah, jadi itu dia geng sejarah kota bawah tanah kuno yang berawal dari Derinq serta dua kota bawah tanah lain yaitu Kaimakli dan juga Osconak yang ada di Turki. Nah, gimana geng menurut kalian tentang penemuan kota-kota bawah tanah ini? Apa kalian penasaran dan jadi pengin lihat secara langsung? Ya, silakan berangkat ke Turki. [Musik]