Transcript
NUmedJDH4NA • KORUPSI MAKIN GILA ! MAKANAN GIZI BAYl & IBU HAMIL DI GANTI TEPUNG DAN GULA DEMI KEUNTUNGAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1511_NUmedJDH4NA.txt
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita masuk ke dalam sebuah pembahasan yang sebenarnya ya tidak terlalu mengejutkan untuk kita orang Indonesia. Sepertinya semua orang Indonesia udah enggak ya udah enggak kaget, udah enggak asing lagi sama hal-hal seperti ini, yaitu soal korupsi. Nah, kenapa demikian? Ya, kalau kita lihat ya, enggak cuma pejabat kita doang yang hobi korupsi, tapi masyarakatnya juga hobi korupsi. Kita bisa lihat dari bagaimana cara masyarakat kita menjalani kehidupan di lampu merah nerobos, jalanan lawan arah, terus ee trotoar yang harusnya untuk pejalan kaki jadi tempat parkir, jadi tempat untuk pedagang angkringan dan lain-lain. Nah, itu semua sudah termasuk ke dalam korupsi. Korupsi waktu, korupsi hak yang seharusnya bukan hak mereka tapi diambil. Nah, jadi di Indonesia memang korupsi seolah-olah sudah menjadi apa ya sesuatu yang lumrah gitu. Banyak masyarakat yang memprotes pemerintah yang korupsi, tapi masyarakatnya sendiri juga sama. Nah, jadi di sini kita bisa lihat ya, enggak cuma pemerintahnya doang yang korupsi, tapi masyarakatnya juga korupsi. Dan setiap tahunnya pasti ada aja berita atau laporan mengenai terungkapnya kasus korupsi. Dan memang sudah rutin terjadi. Nah, tinggal tunggu aja kasusnya itu kira-kira dari mana lagi, dari instansi mana lagi ya berganti-gantilah gitu, Geng. Baru sebulan yang lalu kita sudah ngebahas sebuah kasus korupsi mesin EDC. Nah, sekarang ada lagi nih, Geng. Kasus korupsi yang terjadi di Kementerian Kesehatan atau Kemenkes. Kebayang tuh ya persoalan kesehatan masyarakat aja dikorupsi juga. apa enggak takut gitu masyarakatnya tiba-tiba ya meninggal secara massal ya kan karena sesuatu yang ya curang, sesuatu yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat dan korupsi ini dilakukan di dalam sebuah pengadaan program yang sebenarnya bagus banget yaitu program pemberian biskuit bergizi untuk ibu hamil dan balita. Kebayang tuh, Geng, ibu hamil dan balita yang menjadi korbannya dari korupsi ini adalah generasi bangsa penerus masa depan negara ini, tanah ini. Dan di dalam kejadian ini, masyarakat terutama ibu-ibu pastinya merasa antusias ketika mengetahui adanya program dari pemerintah. Ya, sebab program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama ibu-ibu hamil agar bisa mendapatkan gizi yang baik untuk bayi mereka yang sedang mereka kandung ataupun kepada anak-anak mereka yang masih balita tadi. Tapi niat baik ini justru malah dijadikan sebagai ladang untuk mencari cuan, mencari keuntungan sepihak bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk bisa mendapatkan ya keuntungan tadi secara curang. Dan sesuatu yang terlihat remeh ini seperti biskuit ya kan kayak ah paling Rp1.000 ah berapa sih harga biskuit buat dimakan doang yang penting enak di lidah cukup. Padahal ya ini bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele karena ini berhubungan dengan kesehatan yang di mana di dalam kasus ini ketika korupsi itu dijalankan, biskuit yang harusnya bergizi malah berubah menjadi penyakit. Kenapa? karena ya kandungan gizi di dalam biskuit itu enggak ada. Bisa dikatakan kurang tapi malah diganti dengan gula yang tinggi dan ini sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsi. Nah, di video ini kita bakal bahas secara lengkap bagaimana awal pengungkapan dari kasus ini, Geng. Dan bagaimana upaya dari para penyidik untuk bisa menangani hal ini. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng, sebelum kita masuk ke dalam kasusnya, kita bakal bahas dulu nih, Geng. Program dari Kementerian Kesehatan yang disinyalir dimanfaatkan oleh beberapa oknum sebagai ladang mereka untuk mencari keuntungan. munculnya dugaan korupsi biskuit ibu hamil dan balita ini. Jadi, Geng Kemenkes memiliki program yang bernama pemberian makanan tambahan atau yang disingkat dengan PMT. Nah, PMT ini sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu PMT pemulihan dan PMT penyuluhan. Meskipun berbeda, kedua jenis PMT ini sama-sama memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi, terutama pada ibu hamil dan juga balita agar mencegah serta mengatasi masalah gizi seperti stunting. Nah, ada penjelasannya, Geng, untuk dua jenis PMT ini. Untuk PMT pemulihan bertujuan untuk memulihkan kondisi gizi kurang atau yang buruk pada balita dan juga ibu hamil. Bahkan makanan yang digunakan bisa berupa makanan lokal atau pabrikan yang kaya akan zat gizi seperti protein, vitamin, dan mineral. Contohnya nih ya. Contohnya PMT pemulihan itu bisa berupa bubur kacang hijau, nasi tim hati ayam, atau biskuit yang difortifikasi. Biskuit yang dimaksud itu adalah biskuit yang sudah ditambahkan zat gizi tertentu saat produksinya agar bisa meningkatkan gizi di dalam biskuit tersebut. Nah, itu yang disebut dengan ee PMT pemulihan. Nah, kemudian geng yang kedua tuh ada PMT penyuluhan yang tujuannya untuk memberi edukasi gizi kepada ibu hamil dan balita. Dan selain memberikan makanan tambahan, PMT penyuluhan juga memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, dan pola asuh yang baik. Contohnya dengan melakukan kegiatan demo masak, konseling gizi, dan penyuluhan tentang isi piringku, yaitu sebuah penyuluhan mengenai kombinasi makanan yang baik untuk dikonsumsi di dalam satu piring. PMT penyuluhan ini juga berfungsi sebagai stimulan agar ibu dan balita rutin datang ke posandu untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Selain dua PMT yang gua sebutkan tadi, ada PMT lainnya juga, Geng, yang mendukung kedua PMT yang tadi, seperti PMT berbahan pangan lokal yang merupakan upaya bagi Kementerian Kesehatan untuk memanfaatkan potensi pangan lokal kita dalam program PMT ini. Nah, ini kan bisa ee men-support petani juga lah gitu. Tujuannya agar meningkatkan status gizi, terus menurunkan angka stunting dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Indonesia sendiri yang tersedia di daerah-daerah tersebut. Misalkan nih di daerah itu tuh penghasil e padi atau penghasil ubi. Nah, dipakailah itu untuk program PMT ini. Nah, PMT lokal itu diberikan kepada balita gizi yang kurang dan ibu hamil yang kurang energi kronis atau kek selama periode tertentu, Geng. Misalkan kayak selama 90 hari gitu. Nah, kegiatan ini juga melibatkan evaluasi rutin dan makan bersama untuk bisa memotivasi peserta. Jadi, kayak apa ya? kurang lebih tuh kayak dibikinin acara makan-makan bareng, dibikinin dapur e dapur masyarakat gitu loh, dapur bersama gitu-gitu deh. Kalau dari penjelasan gua tadi ya, intinya PMT ini adalah sebuah program dari Kementerian Kesehatan yang tujuannya bagus untuk memperbaiki dan menjaga gizi bagi ibu-ibu hamil dan balita di daerah-daerah. Caranya ada berbagai macam, termasuk dengan memberikan biskuit bergizi tinggi. Tapi sayangnya justru ya biskuit inilah yang diduga dijadikan sebagai ladang korupsi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab yang diberikan mandat untuk mendistribusikan atau membuat biskuit tersebut. Soalnya ya biskuit yang seharusnya bergizi itu komposisinya malah diubah ya kan malah bukan gizinya yang tinggi, tepungnya, gulanya itu yang ditingkatkan di sana. Gak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Nah, sebenarnya bukan karena tepung dan gulanya doang yang bermasalah, tapi kayak gizinya itu enggak ada sedikit banget. Fokusnya cuma di tepung dan gula itu doang. Jadi kalau gula terlalu tinggi kan bahaya ya bagi manusia. Nah, apalagi jika biskuit itu dikonsumsi secara berlebihan yang ada ya itu jangankan orang tuanya, balitanya pun bisa kena diabetes. Jadi isinya cuma kalori doang itu biskuit enggak ada gizinya. Sementara untuk ibu hamil dan balita itu membutuhkan gizi yang lebih banyak. Dengan perilaku seperti ini ya jelas sama aja semacam merampas hak masyarakat yang seharusnya bisa mendapatkan gizi yang baik dari makanan yang disalurkan oleh pemerintah dengan tujuan yang baik, tujuan yang mulia, tapi justru ya dibelokkan sampai akhirnya yang didapatkan oleh masyarakat ibu hamil dan balitanya tadi ya kayak biskuit-biskuit penyakit gitu. Dan secara enggak langsung balita aja yang masih belum tahu apa-apa menjadi korban korupsi di negara kita. Miris banget ya. Benar-benar kayak wah penyakit yang kayaknya enggak sembuh-sembuh gitu. Terus geng program-program pemerintah kayak gini kan pastinya memiliki anggaran dan untuk kasus ini anggarannya pasti disesuaikan untuk membuat biskuit yang bergizi. Nah, tapi kan pada kenyataannya biskuitnya cuma banyak tepung dan gula doang. Berarti anggarannya ke mana gitu? Dari sinilah muncul dugaan adanya kasus korupsi dari program pemberian biskuit dari Kemenkes ini. Nah, gimana nih awal mula terungkapnya? Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan kronologi terungkapnya kasus korupsi biskuit bergizi di negara kita tercinta ini. Jadi, Geng, karena merasa ada yang tidak sesuai antara anggaran yang diberikan dengan hasil dari program PMT, yaitu biskuit yang ditujukan untuk ibu hamil dan balita, ya mulailah dilakukan pengusutan terhadap kasus ini. Namun sebelum kasusnya ramai kayak sekarang, sebenarnya kasus ini udah pernah diusut juga oleh Kejaksaan Agung dan diskrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2019 dan tahun 2022. Nah, tapi di dalam pengusutan tersebut diskrimsus Polda Metro Jaya mengeluarkan surat pada tanggal 12 November 2019 yang hasilnya tidak ditemukan adanya peristiwa tindak pidana korupsi yang mengakibatkan adanya kerugian negara. Ya, gua enggak tahu nih kok bisa enggak ditemukan nih bapak-bapak di saat itu. Ya, kita enggak tahulah ya mungkin ada apa gitu. Dihimpun dari berbagai sumber, keputusan serupa juga dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung di saat itu. Penyelidikan dilakukan pada tahun 2022 yang menyatakan bahwa pengadaan biskuit PMT balita dan ibu hamil tahun 2017 dan 2018 tidak ditemukan pelanggaran hukum juga. Tuh, hebat nih. Nah, barulah nih ya ketika tidak ditemukan adanya kasus korupsi, kasus ini pun diselidiki oleh pihak lain yaitu KPK. Di saat itu ya pelaksana tugas deputi penindakan KPK bernama Asep Guntur Rahayu, dia mengungkapkan untuk bisa memberikan nutrisi kepada ibu hamil dan anak-anak dengan kondisi tankes atau stunting, pemerintah membuatkan sebuah program untuk memberikan makanan tambahan bagi bayi dan juga ibunya, ibu hamil gitu. makanannya ini berupa biskuit tadi. Nah, seperti yang gua sebutkan sebelumnya, tapi biskuitnya yang seharusnya bergizi ini justru nutrisinya dikurangi. Di situlah baru ketahuan ada korupsinya. Nah, jadi kalau untuk dua lembaga awal nih kayak dari polisi dan jaksa yang memeriksa kasus ini memang secara penggunaan dana, penggunaan anggaran semacam enggak terlihat ada korupsi ya. Jumlah biskuitnya sesuai ya kan? Biskuitnya ada, pembagiannya ada, jadi enggak kelihatan korupsi. Barulah pihak KPK yang memeriksa, di situlah ketahuan korupsinya di mana. Korupsinya di bahan baku si biskuit itu yang seharusnya bergizi, yang seharusnya mahal itu biskuit tapi dipakai bahan-bahan yang murah yaitu tepung dan gula. Tuh. Nah, terus Geng selain itu Geng Premix yang merupakan campuran vitamin, mineral, serta bahan lainnya juga ikut dikurangi. Buat yang belum tahu apa itu premix, premix ini adalah campuran siap pakai yang berisi berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, dan asam amino, dan juga lain-lain dengan komposisi tertentu yang sudah ditakar sesuai dengan standar. Nah, gara-gara dikurangi inilah berdampak pada turunnya kualitas gizi yang terdapat di dalam biskuit tersebut yang mana juga ini berpengaruh terhadap harga produksi. ya produksinya jadi yang harusnya kayak satu misal nih ya satu kantongnya atau satu produknya itu kayak Rp10.000 ini cuma jadi 2.000 jadi 8.000-nya ke mana? Dikantongin tuh. Nah, aksi ini dianggap menjadi celah bagi para oknum untuk bisa meraup keuntungan secara ilegal dan menimbulkan kerugian negara. Tujuan negara kita udah baik banget untuk masyarakat. Tapi oknum-oknum yang menerima proyek ini ya berbuat curang. Berdasarkan keterangan yang gua dapatkan, aksi ini kemungkinan berlangsung dalam rentang waktu 2016 sampai tahun 2024. Nah, namun adanya informasi lain yang menyebutkan kalau aksi ini berlangsung sampai tahun 2020. Nah, cuma penyelidikan mulai dilakukan dari awal tahun 2024, katanya sih gitu. Nah, cukup lama ya ini semua berjalan dan dalam rentang waktu tersebut Pak Budi Gunadi Sadikin ya belum menjadi Menteri Kesehatan di saat itu. Kalau gua lihat dari list yang ada di Wikipedia dalam rentang tahun 2016 sampai 2024 itu sudah terjadi pergantian posisi menteri sebanyak dua kali. Yang pertama ya ada Nila Muluk yang ee menjabat dari tahun 2014 sampai 2019. Terus ada Terawan Agus Putranto yang menjabat dari tahun 2019 sampai 2024. Nah, gua menemukan sebuah berita nih dari Media Antara di tahun 2023 mengenai realisasi PMT lokal yang pada saat itu sudah mencapai 93,3% per September 2023 dari 389 daerah yang mengikuti program tersebut. Di saat itu, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan yang bernama Lovely Daisy mengatakan PMT lokal yang mulai dilaksanakan pada Mei 2023 dengan menargetkan 6.325 5 Puskesmas yang tersebar di 389 kabupaten serta kota. Berdasarkan akumulasi Puskesmas yang mendapatkan alokasi dana program tersebut dikatakan ada sebesar 70,4% yang sudah melaksanakan pemberian PMT lokal kepada masyarakat. Nah, jadi udah hampir 100% tuh yang mengadakan ini dan Buddha ISI ini mengatakan ya pada saat itu di tahun pertama penyelenggaraan PMT lokal ini pemerintah itu sudah mengalokasikan dana sebesar 1,2 triliun dan sudah melakukan pendampingan di setiap daerah yang melaksanakan program tersebut agar terjadi percepatan implementasi PMT. Jika diasumsikan kalau biskuit itu juga diberikan, ya itu artinya sudah banyak sekali ibu hamil serta balita yang mengkonsumsi biskuit tinggi gula ini. Kebayang tuh sedihnya gimana tuh masa depan bangsa? Jadi kalau kalian lihat anak-anak kecil di Indonesia pertumbuhannya buruk banget. Ada yang obesitas, ada yang kulitnya gatal-gatal ya kan? Ada yang gampang sakit. Ya, beginilah makanan yang kita konsumsi semuanya sudah semacam racun yang perlahan-lahan akan menggerogoti tubuh kita. Dan dalam rentang tahun dari 2016 sampai 2024, berarti sudah berapa banyak biskuit yang dikonsumsi oleh masyarakat kita? Sedih enggak tuh? Terus kemudian geng, gue juga akan mengakses laporan penelitian, evaluasi pelaksanaan program pemberian makanan tambahan atau PMT untuk balita kurus dan juga ibu hamil kurang energi kronis atau Kek yang dibuat oleh Badan Kebijakan Kemenkas. Di sini ya lengkap banget, Geng, informasinya yang mana dijelaskan kalau ada empat strategi dalam mengurangi gizi kurang atau gizi buruk, yaitu memperbaiki konsumsi pangan keluarga dengan pola pangan yang bergizi seimbang melalui peningkatan akses pangan keluarga dan perorangan dengan perbaikan dan daya beli serta pendidikan. Nah, terus yang kedua dengan suplementasi baik berupa pangan tambahan maupun tambahan multiat gizi mikro. Terus yang ketiga, fortifikasi makanan. Dan yang keempat, strategi penanggulangan gizi itu harus terintegrasi di dalam suatu koordinasi dan kepemimpinan yang efektif. PMT pemulihan bagi bayi dan anak balita kurus serta ibu hamil KEK itu merupakan salah satu dari strategi global tersebut, Geng. Program ini bahkan sudah dijalankan sejak tahun 1998 sampai 2003, yaitu berupa PMT bubuk atau bubur dan PMT biskuit mulai tahun 2024. Tapi penurunan terhadap masalah gizi ternyata belum terselesaikan, tidak sesuai harapan. Terus, Geng, di tahun 2016, pemerintah itu sudah mengalokasikan anggaran mengenai pengadaan makanan tambahan berupa biskuit yang bakal diberikan kepada 396.560 balita kurus dan 485.24 ibu hamil kek yang ada di seluruh Indonesia. Pembuatan biskuitnya dilakukan di pabrik makanan yang ada di Jakarta sebagai produsen biskuit untuk PMT Balita. PMT anak sekolah dan PMT ibu hamil. Setiap bungkus biskuit ini berisikan 12 keping yang mengandung berbagai kandungan gizi. Kalian bisa lihat sendiri komposisinya banyak banget, kan? Nah, ini. Dan pastinya gizi tersebut sangat dibutuhkan bagi balita yang sedang aktif-aktifnya dan dalam masa tumbuh kembang. Untuk ibu hamil tentunya ini sangat baik ya. Baik bagi kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungannya. Nah, tapi ya komposisi itu cuma tulisan doang. Aslinya semuanya justru diubah jadi tepung dan gula to yang penting jadi biskuit. Yang mana pada awalnya ketika program PMT ini baru dijalankan memang tingkat pencapaiannya masih rendah. Namun yang menariknya sedari tahun 2016 sudah tercatat kalau rata-rata zat gizi yang terkandung di dalam biskuit PMT Balita masih ada beberapa vitamin yang lebih rendah dari spesifikasi komposisi zat besi yang ditetapkan di dalam Capmen CAS nomor 224 tahun 2007 yaitu FE, vitamin A, vitamin B3, vitamin B6, dan vitamin K1. Sementara untuk PMT ibu hamil, zat gizi yang masih rendah dari spesifikasi komposisi zat gizi Capmen Cas nomor 889 tahun 2009 yaitu kandungan zat gizi makro yaitu salah satunya energi total, terus ada protein dan lemak serta zat gizi yang melebihi spesifikasi Capmen Case ya, yaitu kandungan gula total. Itu berarti memang kandungan gula yang berlebihan ini sudah terjadi sejak awal penerapan biskuit PMT ini, Geng. Dan enggak pernah dibenahi sampai sekarang. kacau banget, Geng. Tujuannya, bahasanya ya kan eh untuk mensejahterakan masyarakat, biar masyarakat sehat, biar masyarakat kuat tumbuh kembangnya, biar anak-anak generasi bangsa ini pintar, tapi ya yang dikasih sampah gitu ya. Dan di dalam laporan yang sama juga tertulis kebijakan penentuan sasaran pemberian PMT untuk balita serta ibu hamil di berbagai daerah ini hasilnya bervariasi, Geng. Sebab ya sasarannya enggak cuma ditujukan untuk menangani balita kurus serta ibu hamil KEK doang. Pedoman untuk melaksanakan PMT juga berbeda-beda, tergantung dari daerah-daerah tersebut. Ada kendala juga yang dialami oleh puskesmaspuskesmas daerah-daerah ya. Karena kebanyakan dari Puskesmas saat itu masih belum memiliki ruangan khusus yang ideal untuk bisa menyimpan PMT. Ya, kita paham ya di kampung-kampung puskesmas mana gede-gede sih, kecil-kecil banget. Terus ya untuk menyimpan e apa ya makanan-makanan untuk PMT itu mau di ruangan mana ya kan ruangan bersih mana susah mereka di sana. Nah sebab kalau enggak disimpan dengan baik nih ya PMT ini bisa jadi rusak entah kena kecoa, dikencengin tikus dan lain-lain lah. Dan sudah pasti kandungan gizinya tuh udah rusak enggak maksimal lagi ya. Ditambah lagi dengan memang enggak ada gizinya cuma tepung dan gula. Nah, terus juga laporan ini menunjukkan bahwa ada sebanyak 65% PMT balita yang diberikan justru tidak tepat sasaran. Sementara untuk PMT ibu hamil ada sebanyak 87,7% yang tepat sasaran. Yang mana artinya masih ada sisanya yang belum tepat sasaran. Balita yang bisa menghabiskan PMT biskuitnya itu cuma 33,2%. Kalau untuk ibu hamil yang bisa menghabiskan biskuitnya mencapai 21%. Nah, ini laporan di kondisi ketika PMT baru dilaksanakan, Geng. Tahun 2016. Kalau kita bandingkan dengan tahun 2023 setelah beberapa tahun dijalankan, capaian targetnya sudah meningkat memang. Jadi sebenarnya bisa dikatakan progresnya itu berhasil ya, Geng. Secara ya penyuluhannya atau pemberiannya kepada yang membutuhkan itu emang oke gitu nyampai semua. Cuma aja geng itu tadi biskuitnya itu enggak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Memang semuanya kebagian. Seluruh Indonesia kebagian tapi isinya apa? Gizi enggak? Kalori isinya. Kasihan banget. Terus kemudian geng, juru bicara KPK yang bernama Budi Prasetio itu menyampaikan bahwa tim KPK sudah melakukan berbagai tindakan untuk mencari informasi dan keterangan yang dibutuhkan agar bisa mendukung kejelasan dan konstruksi perkara dugaan kasus korupsi yang menyeret ke Mengkes ini. Pak Budi itu menyampaikan pernyataan tersebut ketika dikonfirmasi mengenai kabar dari pemanggilan seorang saksi yang berinisial MJ yang disebut-sebut berasal dari perusahaan farmasi, Geng. Nah, terus juga beredar informasi yang menyebutkan kalau perusahaan farmasi tersebut berinisial IF. Nah, gua gak bisa nyebutin nih kepanjangannya apa. Yang jelas inisial IF tebak sendiri deh. Nah, perusahaan IF inilah yang disebut-sebut memenangkan tender pengadaan makanan tambahan ini. Namun, Pak Budi belum bisa menyampaikan secara rinci mengenai siapa aja pihak yang terkait dengan kasus yang diduga sebagai korupsi PMT di Kemenkes ini, Geng. Cuma beliau memastikan bahwa KPK akan menelusuri serta melacak setiap pihak yang diduga terlibat maupun berperan di dalam dugaan korupsi ini. Dan sebelum kasus terkait biskuit PMT, KPK juga sempat menyoroti efektivitas program yang sama, Geng. Yang mana di tanggal 5 Maret 2025, KPK itu menyoroti program pemberian biskuit maupun susu oleh pemerintah yang belum menunjukkan adanya hasil yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Pak Setyo selaku ketua KPK menyebutkan bahwa anak atau ibu hamil lebih banyak menerima biskuit daripada susu. Sehingga KPK menilai bahwa pemberiannya jadi enggak efektif dan hanya buang-buang anggaran. Lebih banyak biskuit harusnya kan susu ya. Kalau susu kayak mau dipalsukan juga agak susah tuh ya kan. Tapi kalau biskuit kan gampang banget tinggal bahan bakunya tuh di ya dibikin pakai yang murah-murah. Dan lebih lanjutnya, Pak Setyo juga menyoroti mengenai eksklusivitas dalam penentuan satuan pelayanan ee pemenuhan gizi atau SPPG. Dan bagi beliau ya penertiban harus dilakukan karena beliau mendapatkan informasi adanya perlakuan khusus yang terjadi di beberapa lokasi. Terlebih lagi ada laporan yang menyebutkan kalau terjadi pengurangan makanan e yang seharusnya diterima senilai Rp10.000, tapi yang diterima cuma Rp8.000 aja, Geng. 2.000-nya dikantongin. Ya memang terkesan kecil kalau 2.000 dikali sekian juta 2.000 juta 2 M gitu kan. Untuk itu ya Pak Setyo ini memperingatkan Badan Gizi Nasional atau BGN agar bisa menjaga kualitas makanan program dari makanan bergizi gratis atau MBG. dan BGN ini harus bisa memastikan kandungan makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima program MBG ini. Dan KPK juga mengingatkan bahwa anggaran program MBG luar biasa besar sehingga distribusi yang terpusat di BGN jangan sampai menimbulkan permasalahan di tingkat daerah. Kemudian Pak Setyo juga menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan mendorong keterlibatan masyarakat serta penggunaan teknologi di dalam pengawasannya. Yang mana ini maksudnya ya pengawasan pakai teknologi dicatat dengan benar. Nah, kalau misalkan masyarakat itu kalau sempat ada yang ngelihat, "Wah, ini curang nih, laporin aja. Laporin aja supaya ya oknum-oknum yang curang ini bisa ditindaklanjuti." Terus, Geng, di saat itu anggaran yang disediakan untuk membeli biskuit dan susu sebagai salah satu upaya mengatasi stunting di tiap daerah itu dihentikan dan dialihkan penggunaannya. Nah, Wakil Menteri Kesehatan yang bernama Pak Dante Saksono Harbuwono itu mengatakan sebagai gantinya anggaran dialihkan untuk membeli makanan protein hewani. Sebab PMT berupa biskuit dan susu dinilai kurang efektif mengatasi stunting. Menanggapi penemuan pemberian makanan bergizi di daerah sering diselewengkan atau menyalahi aturan seperti memberikan produk kemasan susu kotak dan biskuit yang tinggi lemak dan gula enggak sesuai nilai gizinya. Nah, Pak Dante ini menyatakan pihak Kemenkes sudah berulang kali mengadakan evaluasi dan audiensi bersama para ahli. Nah, para ahli berpendapat bahwa pemberian PMT yang paling efektif untuk mencegah stunting adalah dalam bentuk protein hewani. Padante kemudian meminta kepada seluruh pihak agar tidak salah dalam menanggapi kebijakan penyopan anggaran untuk pembelian susu dan biskuit tersebut. Sebab Kemenkes sudah mengganti hal itu. Jadi, bukan diop untuk enggak dibagi lagi, enggak. tapi diganti dengan pemberian anggaran untuk membeli atau mengolah makanan berprotein hewani seperti telur, ikan, dan ayam yang kemudian disalurkan melalui posandu di seluruh Indonesia. Selain lebih bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, makanan yang mengandung protein hewan ini juga bisa dikembangkan oleh warga lokal karena bisa meningkatkan roda perekonomian suatu wilayah. Jadi, enggak bisa lagi tuh kayaknya dikorupsi-korupsi. Kalau tadi kan biskuit ya, bahannya bisa dikorupsi. Nah, kalau ini kan udah jelas nih ayam, telur. Gimana caranya dipalsukan? enggak mungkin gitu dan juga rata-rata sumbernya itu dari ya petani atau peternak lokal kurang lebih kayak gitu. Nah, sementara Pak Budi selaku Menteri Kesehatan itu memberikan respon terkait dugaan korupsi pengadaan program biskuit PMT ini. Berdasarkan pernyataannya, Pak Budi ini justru bilang kalau dia tidak mengetahui adanya PMT tersebut dan baru mendengar. Gimana sih? Ya ini enggak tahu ya, Geng. Apakah karena Pak Budi ini baru jadi menteri di akhir tahun 2024, tapi kan seharusnya ya beliau tahulah ya ada PMT ini ya kan menjadi menteri harusnya kan ngelihat program-program yang lalu-lalu tuh apa aja. Kalau emang program lalu itu baik ya diteruskan dilanjutkan gitu. Ini bisa-bisanya beliau enggak tahu katanya. Namun kan ya ya gitu tadi setelah jadi menteri Pak Budi harusnya tahulah ya program tersebut karena itu kan dijalankan di dalam kementerian yang beliau pimpin sendiri malah beliau yang enggak tahu dan selain Pak Budi, pihak dari Kemenkes yang angkat bicara itu adalah Pak Haji Muhawarman selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Kesehatan. Nah, Pak Haji ini bilang bahwa Kemenkes itu berkomitmen untuk mengikuti proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK terhadap dugaan korupsi pengadaan PMT untuk balita dan ibu hamil ini. Kemenkes pun menghargai dan menyerahkan proses penyelidikan kasus ini sepenuhnya sesuai dengan kewenangan KPK. Nah, di saat itu Pak Haji kembali menegaskan bahwa dugaan korupsi yang dilakukan itu terjadi sebelum era kepemimpinan Menteri Kesehatan yang saat ini yaitu Pak Budi Gunti Sadikin. Dan meskipun begitu, Kemenkes akan tetap membantu proses penyelidikan dan melakukan pengawasan serta melaporkan hasilnya ke KPK. Beliau juga menegaskan Kemenkes akan mematuhi dan mengikuti proses hukum jika memang terbukti adanya pelanggaran hukum di dalam PMT tersebut. Nah, itu Geng Kebayang ya, Geng ya. Segala lini di negara kita ini dikorupsi termasuk makanan untuk rakyat miskin. Makanan kecil-kecil biskuit. Ya Allah, tetap dikorupsi juga. Hah. Itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini mengenai terungkapnya kasus dugaan korupsi yang menyeret ke MKES yang berkaitan dengan biskuit yang disalurkan melalui program PMT. Gimana menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah. Yeah.