Transcript
yZ7nfjBd2w0 • PRIVATE LUCKY! A TNI MEMBER WHO ENDED TR4GlS BECAUSE OF BEING SENIOR & ISSUES OF A LAGIBETE ELEME...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1506_yZ7nfjBd2w0.txt
Kind: captions
Language: id
Kemarin kita udah ngebahas soal kasusnya
Zara, seorang siswi yang ditemukan
meninggal dunia secara misterius dengan
berbagai spekulasi yang bermunculan yang
mana ini menyebutkan Zara ya. Ada yang
bilang karena dibully, ada yang ee
bilang karena lompat dan lain-lain lah.
Kejadiannya itu kan di Malaysia, tapi
beritanya juga viral di negara kita
Indonesia. Terus, Geng, enggak lama
setelah itu tiba-tiba di negara kita
muncul sebuah kasus serupa, yaitu kasus
meninggalnya Pradaluki namanya. Bedanya
kasusnya Zara ini itu meninggal di
lingkungan sekolah yang mungkin bisa
dikatakan seperti pesantren gitulah atau
asrama gitu ya. Nah, sementara kasus
yang akan kita bahas ini yaitu kasus
Pradaluki itu dia meninggal dunia di
lingkungan aparat, di lingkungan
tentara. Kalau kita ingat-ingat ya kasus
kayak gini tuh udah terjadi beberapa
kali gitu, Geng. Nah, kasus Pradaluki
ini diduga itu akibat dianiaya oleh
sesama anggota TNI. Nah, bahkan
jumlahnya juga bukan cuma satu atau dua
orang. Kabarnya ada sekitar 20 orang
yang tega melakukan hal itu kepada
Pradaluki hingga akhirnya dia meregang
nyawa. Sebelum kasus ini gua bahas
secara lengkap, gua disclaimer dulu nih.
Pembahasan ini tidak bermaksud melanggar
pedoman YouTube atau melanggar aturan
YouTube. Karena ini murni sebuah
informasi yang semoga bisa menjadi
edukasi untuk kita semua. Yang membuat
kasus ini mendapatkan perhatian publik
itu karena sosok ayahnya, Geng, ayah
dari Prada Luki yang ternyata merupakan
anggota TNI juga. Video-video dari
ayahnya yang viral di sosial media itu
memperlihatkan betapa kecewanya sang
ayah dengan institusi yang menaungi
mereka ini karena tidak bisa melindungi
sang anak. Padahal ya dikatakan oleh
sang ayah TNI itu mengabdi kepada
negara, menyerahkan diri sepenuhnya
kepada negara. Nah, namun di saat itu
negara justru tidak bisa menjaga anaknya
menurut sang ayah. Nah, bagaimana kasus
ini bisa terjadi, Geng? Dan ini cukup
apa ya? cukup seru untuk kita bahas,
untuk kita kupas karena memang kasusnya
cukup viral. Nah, langsung aja kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar Jerry
[Musik]
Genggeng. Sebelumnya kita bahas dulu nih
profile dari si korban yaitu Prada Luky.
Prada Luki ini bernama lengkap Luky
Chapril Saputra Namo. Dia adalah anak
kedua dari empat bersaudara dan menjadi
tulang punggung bagi keluarganya. Prada
Luki ini belum lama, Geng, menjadi
seorang prajurit karena diketahui dia
baru menjalani tugas resmi selama 2
bulan. Sejak dulu, Pradaluki ini selalu
memiliki mimpi untuk bisa jadi prajurit
TNI. Ya, mungkin karena dia terinspirasi
dari sang ayah yang bernama Serma
Christianamo yang juga merupakan seorang
anggota TNI. Serma Christianamo ini itu
bertugas di Kodim 1627 Rotendao, Nusa
Tenggara Timur. Serma ini adalah
singkatan dari serersan mayor, yaitu
pangkat bintara tinggi yang berada di
atas seran kepala atau serka dan di
bawah pembantu Letnan 2 atau PELD.
Beliau ini menjabat sebagai Plt dan
Ramil 1627-02
Pantai Baru Rotendo. Dan selama di
militer ya serma Christianamo ini juga
pernah terlibat di dalam operasi darurat
militer di Aceh pada tahun 2003 dan
sudah menjadi bagian dari militer selama
31 tahun mengabdi. Nah, jadi benar-benar
bukan apa ya, bukan TNI baru ini. Jadi
benar-benar udah jiwanya tuh udah punya
negara gitu. Dan serma Christianamo ini
menjadi inspirasi bagi sang anak yaitu
Prada Luki untuk bisa meneruskan apa
yang dia lakukan. Nah, meskipun sang
ayah adalah seorang anggota, perjuangan
Prada Luki itu enggak bisa dibilang
mulus, Geng. Enggak semerta-merta dia
memanfaatkan eh privilege dari orang
tuanya sebagai orang dalam, ya.
Pradaluki ini dikatakan ya dia
menjalankan jalur tes seperti yang lain
dan dia juga sudah tujuh kali gagal di
dalam tes sebelumnya. Ibunya itu bernama
Sepriana Paulina Mirpei. Dia sempat
bercerita walaupun Pradaluki ini ditolak
sampai tujuh kali, namun Pradauki itu
enggak pernah nyerah dan putus asa untuk
terus mencoba. Nah, sampai pada akhirnya
dia mencoba untuk kedelapan kalinya. Dan
di saat itu usia dari Pradaluki sudah
menginjak 22 tahun yang mana itu adalah
batas umur maksimal bagi calon peserta
untuk mengikuti tes menjadi seorang
anggota TNI. Dan di saat itulah setelah
delan kali mencoba nih saking gigihnya
dia, akhirnya Prada Luky berhasil lolos.
Nah, tentunya dia sangat senang ya
karena udah berkali-kali sampai udah
tahap akhir banget banget banget yang
ibaratnya kalau ditolak lagi nih dia
enggak akan lulus ke depannya atau
enggak akan bisa ikut lagi karena memang
mimpinya ya serta kerja kerasnya selama
ini untuk menjadi anggota TNI akhirnya
semuanya terwujud. Nah, namun
berdasarkan pengakuan dari Sepriana
Alih-alih ikut bahagia dengan
diterimanya Pradaluki, ya, beliau justru
khawatir sebenarnya sebab beliau sudah
memiliki firasat buruk akan masa depan
anaknya ya setelah menjadi prajurit.
Entah kenapa ada feeling kayak gitu dari
keluarganya. Nah, terus geng singkat
ceritanya setelah diterima Pradaluki pun
menempuh pendidikan militer di Rindam 9
Udayana Singa Raja Bali. Dia lulus pada
bulan Februari 2025. Nah, lalu geng di
bulan Juni 2025 status resmi dia sebagai
prajurit 2 akhirnya diberikan dan
penempatannya pun dilakukan di Ionif
TP834 Strip Wakang Mere Kabupaten
Nagakeo, Nusa Tenggara Timur. Nah, di
dalam lingkungan satuannya itu, Prada
Luki ini dikenal sebagai sosok yang
pendiam. dia rendah hati dan selalu
menghormati senior. Rekan-rekannya itu
menyebutkan kalau Pradaluki ini enggak
pernah yang aneh-aneh dan orangnya apa
ya, lurus-lurus aja dan selalu nurut
juga. Dengan sifat yang dikenal baik,
tetap aja, Geng, enggak bisa memisahkan
Pradaluki dengan maut yang dia alami
ketika dia bertugas menjadi anggota TNI.
Nah, jadi bisa dikatakan ya firasat e
dari Sepriana sang ibu itu menjadi
kenyataan. Dan kalian bayangin geng ya
sedihnya ya udah berkali-kali ikut tes
sekalinya ya lolos ternyata nyawanya
harus berakhir di situ ya di
cita-citanya. Kesempatan terakhir
Pradaluki untuk mengikuti tes penerimaan
TNI ya justru menjadi akhir dari
hidupnya. Miris banget. Nah, sekarang
geng setelah kita tahu bagaimana
background dari Prada Luky ya kita akan
masuk ke dalam pembahasan selanjutnya
yaitu kronologi penghilangan nyawa
terhadap Pradaluki ini.
Jadi geng informasi perihal kronologi ee
dari kasus ini itu gua ambil dari
berbagai media yang ada di internet dan
kalian bisa cek sendiri di Google geng.
Berdasarkan informasi dari media Tribun
News dan juga Caltimpos semuanya itu
berawal pada tanggal 27 Juli 2025
sekitar jam 2145 WITA. Pada saat itu,
Prada Luki ini sempat diperiksa oleh
staf 1 Intel mengenai dugaan
penyimpangan.
He eh. Penyimpangan itulah. Nah,
disebutkan juga kalau dugaan ini berasal
dari sebuah dokumen yang beredar di
sosial media yang disebut-sebut berasal
dari atasan Pradaluki, kepimpinan di
komando daerah militer atau Kodam 9
Udayana. Namun, enggak dijelaskan secara
detail tuduhan yang dimaksud itu. Nah,
pasca pemeriksaan tersebut di tanggal 28
Juli 2025 sekitar jam 20 Wita, Prada
Luki ini sempat meminta izin ke kamar
mandi. Nah, diberikanlah izinnya tuh.
Namun entah kenapa Prada Luki tidak
kunjung kembali dari kamar mandi itu.
Ternyata, Geng. Anggota staff intel yang
bernama Serda Lalu Parisi Ramdani itu
mengetahui kalau Prada Luki itu kabur
dari barak katanya. Nah, kaburnya Prada
Luki ini kemudian dilaporkan ke
seseorang yang bernama Sertu Thomas de
Samris Awi. Nah, selanjutnya sekitar jam
925 Wita, laporan hilangnya Pradaluki
ini dilanjutkan ke Dankia yaitu led to
Infantry Ahmad Faisal dan diputuskanlah
untuk mencari Pradaluki di sejumlah
titik yang dicurigailah yang kemungkinan
tempat dia bersembunyi.
Terus singkat cerita ya, setelah kurang
lebih 1 jam kemudian, Prada Luki
akhirnya berhasil ditemukan yaitu di
sebuah rumah milik seorang warga yang
bernama Ibu Iren. Ibu Iren ini diketahui
sebagai ibu asuhnya dari Pradaluki. Nah,
jadi Prada Luki ini enggak tiba-tiba
kabur ke rumah warga itu, Geng. Tapi
memang itu dia kenal. Nah, setelah
Pradaluki ditemukan di sana, dia pun
langsung dibawa kembali ke barak oleh
seniornya yang kurang lebih berjumlah 15
orang. Dan sesampainya di barak,
Pradaluki ini enggak langsung dibiarkan
gitu aja, enggak langsung dilepas gitu
aja. Dia kembali diperiksa di kantor
Staf 1 Intel sekitar jam 115 Wita.
Pemeriksaan yang baru ini ya enggak tahu
untuk apa. Apakah permasalahan
sebelumnya masih belum selesai atau
justru karena Prada Luki diperiksa atas
upaya kabur yang dia lakukan. Nah, namun
yang jelas ya pemeriksaan kali ini
berbeda dengan sebelumnya karena saat
itu terlihat ada beberapa seniornya yang
datang dengan membawa selang. Nah,
selang itu biasanya buat mukul biasanya.
Dan menurut kabar yang beredar, selang
itu bakal digunakan oleh para seniornya.
ya untuk menghukum si Prada Luki ini
secara berulang-ulang. Kemudian tepat di
jam 1130 malam dan Yonif TP834
yaitu Led Call Infantry Justik Handinata
itu memerintahkan dan Kise Yonif 834 WM
yaitu letu infantry rahmat agar prada
Luki ini jangan sampai dianiaya, jangan
sampai dihukum yang secara fisik gitu.
Nah, setelah perintah tersebut ya memang
penganiayaan terhadap Pradaluki ini
berhenti, Geng. Tapi cuma sebentar,
sebab setelah itu dilanjutkan lagi.
Dihabisinlah dia.
Setelah pemeriksaan dan penganiayaan
tersebut, Prada Luki pun dihukum dengan
dimasukkan e ke dalam sel tahanan
bersama dengan rekannya yang lain, yaitu
Prada Richard Junimton Bulan namanya.
Nah, keesokan harinya pada tanggal 30
Juli 2025 sekitar jam .30 2 dini hari
ya. Mereka berdua dikabarkan kembali
disiksa lagi oleh empat anggota batalion
TP834 WM Nagako. Nah, untuk hukuman yang
satu ini mungkin jauh lebih parah
dibandingkan yang diterima oleh
Pradaluki sebelumnya. Namun setelah ya
dia dihabisilah dipukul di situ, belum
ada satuun yang aneh baik dari Prada
Luky maupun dari Prada Richard. Barulah
ya sekitar 2 hari kemudian setelah
kejadian itu tepatnya di tanggal 2
Agustus 2025 jam 091 Wita ya pagi gitu
ya prada Richard mengalami demam
sementara prada Luky muntah-muntah.
Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Kota
Danga dan diperiksalah mereka di sana.
Setelah mendapatkan perawatan, prada
Richard diperbolehkan untuk pulang.
Namun, Prada Luky enggak boleh. dia
dirujuk ke RSUD Air Ramo sebab kadar
homoglobin di dalam e darahnya dia itu
sangat rendah gitu, Geng. Kemudian di
tanggal 3 Agustus 2025, Pradaluki yang
sudah mendapatkan perawatan ini mulai
menunjukkan tanda-tanda bahwa kondisinya
semakin membaik dan diperkirakan dia
bakal bisa kembali bertugas beberapa
hari lagi. Nah, tapi keesokan harinya di
tanggal 4 Agustus 2025 sekitar jam 19.00
malam sampai dengan 21.30 30 malam, Ibu
Iren, ibu asuhnya Pradaluki itu
menjenguk dia ke rumah sakit. Di saat
itu, Ibu Iren ini ya ingin memberikan
semangat atau dukungan kepada Prada Luki
agar bisa sembuh serta ya tetap apa ya
semangat menjalani hidup lah. Nah, di
saat itu Ibu Iren bahkan sempat menyuapi
Pradaluki makan yang mana awalnya dikira
Pradaluki itu bisa membaik dengan cepat.
Tapi pada kenyataannya yang justru
sebaliknya terjadi yang mana di tanggal
5 Agustus 2025 sekitar jam47 dini hari
kondisi Pradaaluki tiba-tiba menurun
drastis. Dia segera dipindahkan ke ruang
ICU agar mendapatkan perawatan intensif
serta dipasangkan ventilator untuk
membantu dia bernafas. Nah, cuma geng
kondisinya di saat itu tidak kunjung
membaik. Di dalam video yang beredar di
sosial media terlihat Serma Christian
Namo ya berada di samping ranjang tempat
Prada Luki terbaring. Dia berusaha
berbicara kepada Prada Luki agar ya
Prada Luki kembali sadar dan di saat itu
juga Pradaluki sepertinya sudah dalam
kondisi yang kritis banget ya. Dan
karena ya ada staf rumah sakit yang
melakukan CPR ke dadanya Pradaruki ya
itu artinya dia udah hilang gitu. Nah
tapi sayangnya nih geng ya walaupun
dilakukan CPR nyawa Praduki itu enggak
dapat diselamatkan. Dia dinyatakan
meninggal dunia pada tanggal 6 Agustus
2025 sekitar jam 1123
siang.
Nah, kurang lebih geng seperti itu
kronologi meninggalnya Prada Luki yang
ada di media mainstream. Sekarang gua
bakal ajak kalian untuk masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya yang mana ini
merupakan kejanggalan di dalam kasus ini
yaitu adanya dugaan kekerasan yang
dialami oleh Pradaluki.
Jadi geng setelah Pradaluki itu
dinyatakan meninggal dunia, awalnya
Pradaluki ini disebut jatuh dari pohon.
Nah, namun keluarganya itu enggak lantas
percaya gitu aja. Sebab pihak keluarga
itu udah menduga bahwa penyebabnya ya
pasti bukan karena faktor alamiah, bukan
karena sakit atau semacamnya, tapi kayak
ada faktor ee kesengajaan dari pihak
lain. Kalau dibilang jatuh dari pohon,
mungkin keluarga bakal mengira kayak,
"Ya bukan jatuh sendiri, ngapain juga
dia ke atas pohon? Latihan apaan? Pasti
ada yang ngedorong." Ya, kurang lebih
kayak gitulah ya perumpamaannya gitu.
Nah, keyakinan ini didasarkan pada
adanya tanda-tanda kekerasan seperti
luka lebam dan sayatan di tubuh
Pradaluki. Jadi, enggak mungkin banget
sayatan itu karena jatuh dari pohon. Dan
sang ibu yaitu Bu Sepriana itu
menceritakan momen terakhir ketika
Praduki ini menghubungi dia melalui
video call saat masih berada di RSUD
Airamo. Di dalam kondisinya yang sedang
sakit parah, Prada Luky itu
mengungkapkan perasaan rindu dan sayang
kepada ibunya. Suaranya terdengar lemas
di saat itu. Namun dia tetap berusaha
untuk berbicara dengan Sepriana. Selain
itu, Pradaluki juga mengatakan bahwa dia
sempat dipukul, dicambuk oleh sejumlah
oknum yang ada di satuannya. Nah, dari
sini kan sudah terbukti bahwa ada
tindakan kekerasan. Prada Luki di saat
itu menyebutkan ya yang melakukan
penganiayaan itu adalah seseorang yang
dipanggil Pak Mat serta Dasintel. Dan
mendengar suara anaknya yang agak lemas,
gak berdaya ya ketika si ibunya itu
telepon dia. Bu Sepriana ini meminta
agar Pradaluki dirawat terlebih dahulu
agar sembuh sepenuhnya. Dan ya enggak
lama kemudian dari pihak atasan
Pradaluki malah meminta agar dia segera
kembali ke batalyon. Jadi menurut ibunya
tuh terkesan enggak manusiawi gitu. Nah,
namun setelah kembali itu ya ke
batalion, kondisi Pradaluki jadi semakin
memburuk karena diduga Pradaluki ini
kembali mendapatkan penganiayaan lagi.
Barulah setelah kembali memburuk ini,
Prada Luki dirawat lagi dan Bu Seppriana
langsung menangis di saat itu dan
memutuskan untuk langsung berangkat
menjenguk anaknya di RSUD Airamo.
Kasihan banget. Berdasarkan cerita dari
Bu Sepriana ini, perjuangan dia untuk
bertemu dengan Prada Luki juga tidak
berjalan e mulus atau enggak gampang
gitu, Geng. Sebab dia harus berusaha
keras meminta izin kepada atasannya
Prada Luki ya supaya bisa bertemu dengan
Prada Luki. Dan ditambah lagi Bu
Sepriana ini mengaku beliau tidak
mendapatkan informasi apapun mengenai
kondisi anaknya yang dirawat di rumah
sakit. Beliau sebelumnya sudah
menghubungi dan si Intel ya melalui
WhatsApp. Namun chatnya cuma dirit
enggak dibalas. Dan Bu Sepriana juga
mengatakan kalau perwira intelijen itu
ya ini menurut Bu Supriana ya dikatakan
ya berbohong kepada dia ya kepada Bu
Supriana dengan mengatakan Pradaluki
baik-baik aja. Padahal di saat itu
kondisi Pradaluki sudah sangat
memprihatinkan. Nah di saat itu
kondisinya Pradaluki bahkan ya sudah
koma di ICU dan mereka berkomunikasi
melalui video call dan enggak dikasih
tahu tuh bagaimana kondisi Pradaluki
yang berbicara di saat itu cuma si Pasi
Intel-nya aja. Dan karena itulah Bu
Supriana ini memutuskan untuk menjenguk
Pradaluki. Dan saat Pradaluki meninggal
dunia, dokter yang menanganinya itu
menyebutkan bahwa Pradaluki mengalami
gagal ginjal, paru-paru yang penuh
dengan cairan, serta memar yang terdapat
di seluruh anggota tubuh. Nah, karena
Prada Luki ini tidak memiliki riwayat
penyakit apapun, pihak keluarga jadi
mempertanyakan, "Ini kenapa paru-parunya
kok penuh cairan? Ada gagal ginjal
segala. Ini kenapa? Apa yang dilakukan
oleh para penganiaya ini? Ditambah
tubuhnya kan penuh dengan lebam.
Terus, Geng, kakak dari Prada Luki yang
bernama Lucinamo itu mengingat bahwa
Prada Luki sempat video call beberapa
hari sebelumnya dan dia terlihat sehat.
Pada saat itu Pradaluki memang bercerita
bahwa dia pernah dipukul oleh seniornya.
Padahal kondisinya di saat itu lagi
sakit. Dia dipukul karena seniornya
pikir sakitnya itu cuma pura-pura. Dia
cuma acting dan ya seolah-olah Prada
Luki ini enggak mau kerja di dapur gitu
ya. Memang keras banget ya kehidupan
militer gitu, Geng, ya. Nah, karena
mendapatkan penganiayaan inilah Prada
Luki itu nekad untuk pergi ke rumah Ibu
Iren dan keluarga mengetahui Prada Luki
yang sedang terbaring di rumah sakit
setelah pihak dari RSUD Air Ramo yang
menghubungi pihak keluarga atas
permintaan dari Pradaluki sendiri, bukan
dari perintah atasannya. Menurut Lucy,
adiknya ini enggak pernah mengalami
sakit parah selama hidup. Namun, ketika
dirawat di rumah sakit, Pradaluki ini
sampai membutuhkan tiga kantong radah.
Ya. Dan sebuah pertanda kalau dia enggak
menderita sakit ringan. Nah, dari sini
kan si kakaknya ini yang bernama Lucy
mulai memiliki perasaan yang enggak enak
terhadap kondisi adiknya. Lucy mengaku
dia kecewa karena atasan adiknya yang
tidak memberikan kabar mengenai kondisi
sang adik sebelumnya. Kemudian Lucy juga
mendapatkan informasi dari seseorang
yang mengaku sebagai pacar dari Prada
Luki melalui DM Instagram. Di dalam DM
tersebut, orang yang mengaku pacar Prada
Luki ini bercerita kalau dia pernah
menerima foto dari Prada Luky ya dan
rekannya dalam kondisi yang berada-radah
cairan merah setelah dipukul. Dan
informasi lain juga menyebutkan selama
Prada Luki ini berada di dalam sel
tahanan, dia tidur di lantai, Geng.
Bahkan Lucy sendiri melihat bekas sepatu
yang ada di perut adiknya. Tapak sepatu
PDL. Huh, sakit banget itu.
Keterangan lainnya juga diungkap oleh
pamannya dari Pradaluki ini yang bernama
Rafael David. Dia mengaku mendengar
kabar meninggalnya keponakannya ini dari
kakak sepupunya Prada Luki yang
menyebutkan bahwa Pradaluki tewas karena
dianiaya oleh belasan senior. Nah, ada
juga foto yang diambil dari pihak
keluarga yang tinggal di Nagake Keo yang
memperlihatkan berbagai luka yang ada di
tubuh Prada Luki seperti lebam, ada
sayatan sampai luka yang diduga
disebabkan dari benturan-benturan.
Keberadaan dari luka tersebut juga
dikonfirmasi oleh ya direktur RSUD
Airemo yang bernama Candrawati Saragi
yang menyebutkan ya kebenaran akan
adanya lebam di tubuh dari si Pradaluki
ini, Geng. Nah, namun Candrawati ini
tidak menanggapi kabar adanya luka
sayatan di tubuhnya, Geng. Kemudian ada
keterangan dari petugas yang mengurusi
jenazah Pradaluki yang menyebutkan ada
beberapa luka sayat dan lebam di
tubuhnya. Di antaranya ada bekas luka
akibat sundutan rokok yang membekas di
punggung Pradaluki. Dari sinilah pihak
keluarga itu ingin melakukan proses
autopsi untuk mengetahui penyebab dari
meninggalnya Pradaluki. Namun, pihak
keluarga mengalami kendala yang membuat
Serma Christian Namo ya ayahnya itu
marah-marah karena jenazah anaknya
seolah-olah ditelantarkan. Nah, sekarang
kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan
mengenai kendala proses autopsi dari
Pradauki ini.
Jadi, geng, video dari Serma Christian
Namo selaku ayah dari Prada Luky itu
viral, Geng. Yang memperlihatkan ketika
dia marah-marah sekaligus kecewa dengan
kejadian yang menimpa anaknya. Serma
Cristian Namo ini bersuara seperti itu,
itu disebabkan karena permintaan autopsi
dari pihak keluarga enggak dapat
dipenuhi. Nah, ini agak aneh ya, Geng
ya. Kalau kemarin ee banyak kejadian,
banyak kasus yang gua lihat malah polisi
yang memaksa pihak keluarga untuk
melakukan autopsi terhadap jenazah untuk
mengetahui ee penyebab meninggalnya
korban. Nah, tapi kalau ini justru
permintaan otopsi yang dihalang-halangi
berarti kan ada sesuatu gitu. Nah, pasca
dinyatakan meninggal dan dicurigai bahwa
ada yang enggak wajar dari meninggalnya
Pradaluki serma Christian Namo selaku
ayahnya serta anggota keluarga lain itu
memutuskan agar jenazah Pradaluki di
otopsi aja untuk mengetahui penyebab
pasti dari meninggalnya dia. Dan untuk
itu, jenazah Pradaluki ini rencananya
bakal diotopsi di Rumah Sakit Wira Sakti
Kupang. Ternyata proses otopsi itu
enggak dapat dilakukan karena alasan
enggak ada tenaga dokter yang bisa
mengautopsi jenazah. Kemudian pihak
keluarga ingin proses autopsi dilakukan
di rumah sakit lain, yaitu di rumah
sakit bayangkara. Namun sama aja pihak
rumah sakit enggak bisa memenuhi
keinginan keluarga di saat itu. Yang
mana pihak rumah sakit atau dokternya di
sana itu malah minta surat pengantar
dari polisi untuk bisa melakukan otopsi.
Di saat itulah rasa marah serta kecewa
serma Christian Namo memuncak. Nah, dia
mengaku cuma ingin membuktikan penyebab
dari meninggalnya sang anak melalui
otopsi. Namun mengapa semacam
dipersulit? Atas rasa kecewanya itulah
Serma Christian Namo mengungkapkan
perasaannya dengan mengatakan beberapa
kalimat yang sangat menusuk hati, Geng.
Beliau mempertanyakan kehadiran negara
ketika anaknya meninggal dengan cara
yang enggak wajar. Serema Christianamo
juga mempertanyakan mengapa Rumah Sakit
TNI beralasan enggak punya dokter untuk
mengutopsi anaknya. Dia sampai bilang,
"Bubarin aja." Katanya kalau alasannya
kayak gitu. Dan menurut beliau ya,
beliau sangat kecewa dengan perlakuan
negara terhadap sang anak. Dan ya
beberapa kali rekan kerjanya sesama TNI
itu berusaha menenangkan beliau. Namun
serma Christian Namo itu terus aja
mengumpat karena rasa kecewa yang udah
enggak terbendung lagi. Gimana, Geng?
Anak kandung, Geng? Kita kayaknya kalau
di posisi dia juga serba salah sih.
Sakit banget rasanya anak kandung
mengalami hal kayak gini dan ya
keinginan keluarga enggak terpenuhi. Dan
beliau juga sempat berkata dia masih sah
jadi tentara. Jiwanya pun merah putih
dan sudah 31 tahun berdinas di TNI. Dan
kejadian kayak gini baru terjadi. Dan
kenapa dia yang harus mengalaminya? Dan
apakah ini balasan untuk dia setelah
mengabdi untuk negara? Nah, beliau hanya
ingin menuntut keadilan. Negara enggak
bisa bantu? Ditanyain sama dia. Dan di
video lainnya, serma Christian juga
mengatakan untuk bubarkan saja
Indonesia. Wah, gila ini kacau sih.
Kalian berasa dengar sendiri kalimatnya.
Indonesia bubar woi. Nora putih bakar
aja.
Bakar ini n putih bubarkan negara. Siapa
yang berani tes mulut saya? Ayo mari
sini saya lawan.
Terus geng di video itu juga terlihat
serma Christian Ramo memberikan
instruksi kepada prajurit lain yang juga
berada di sana untuk memikul peti
jenazah sang anak yang sudah dibalut
dengan bendera merah putih. Pada awalnya
terlihat dari video kalau prajurit lain
terlihat ragu-ragu menuruti komando dari
Serma Christian Namamo. Namun ketika
beliau menunjuk peti jenazah dan
berteriak bahwa itu adalah jenazah
anaknya, para prajurit tersebut langsung
serempak memikul peti jenazah dan
membawanya. Nah, marahnya Serma
Christian Mo ini bukan marah sebagai
anggota TNI, melainkan marahnya seorang
ayah yang kehilangan anak. Geng dia
merasa kayak dia menjaga negara, tapi
negara tidak mampu menjaga anaknya.
Miris banget ya. Sedih banget kalau
dipikir-pikir. Beberapa rekan kerjanya
termasuk juga komandan serta keluarga
terus berupaya membujuk beliau. Tak lama
dari situ ya serma Christian pun mulai
melunak. Beliau kemudian meminta sopir
ambulans untuk membawa jenazah Pradaluki
ke rumah duka yang berlokasi di rumah
dinas TNI Angkatan Darat. Kodim 1617
Rotendao yang berada di daerah Kuanino,
Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Sesampainya di rumah duka, Serma
Kristianamo turun dari ambulans dan
meminta jangan ada seorang pun yang
membopong peti jenazah anaknya. Sejumlah
rekan kerjanya berupaya mendekati dan
meminta agar tetap tenang. Namun, beliau
enggak menggubris, Geng. Meskipun
dilarang, sejumlah prajurit dan rekan
kerjanya tetap membopong peti jenazah
Pradaluki untuk masuk ke dalam rumah
duka dan langsung meletakkannya di
tempat tidur yang sudah disiapkan oleh
keluarga. Nah, serma Kristianamo juga
ikut membopong peti jenazah anaknya di
saat itu. Lalu, beliau mengambil bingkai
foto Pradaluki yang disimpan di ujung
peti jenazah dan mengangkatnya dengan
tinggi. Di saat itu ya sang ayah ini
mengatakan bahwa dia merasa bersalah
karena memberikan izin agar anaknya bisa
menjadi tentara. Bahkan dia sudah
berupaya untuk memberitahu kepada
Praduki agar jangan jadi tentara. Tuh.
Dan diakhiri dengan permintaan maaf
Serma Kristian kepada Pradaluki dan
beberapa anggota keluarga memeluk Serma
Kristian sambil menenangkan dia. Tangis
keluarga di saat itu pecah geng. Sedih
banget.
Nah, Serma Cristianamo pun menci kening
Pradaluki yang sudah terbujur kaku di
dalam peti jenazah berulang kali. Nah,
tangis di saat itu kembali pecah ketika
peti jenazah akan ditutup dan seperti
masih belum rela gitu kehilangan anak
mereka. dan dalam kondisi mengenaskan
kayak gitu. Dan Prada Lukiamo kemudian
dimakamkan tepat pada tanggal 9 Agustus
2025 di sebuah pemakaman umum yaitu
daerah Kapadala, Kupang, Nusa Tenggara
Timur. Prosesi pemakamannya ya dilakukan
secara militer. Meskipun begitu, pihak
keluarga dari Pradaluki tetap ingin
keadilan ditegakkan bagi anaknya. Karena
Pradaluki ini merupakan korban dari
sistem senioritas yang selama ini sudah
mengakar kuat di tubuh institusi.
Terlebih lagi beredarnya isu kalau
Pradaluki dihukum karena melakukan
penyimpangan UAL ya yang membuat pihak
keluarga terutama Serma Kristianamo
enggak terima anaknya dituduh kayak gitu
ya. Salah satu akun yang ikut
menyebarkan narasi tersebut adalah akun
bernama Nava Arsana. Di dalam
postingannya Nava ini menyebutkan bahwa
Pradaluki tidak memiliki moral sebab
memiliki orientasi yang menyimpang
katanya. ya keluarga kan enggak terima
ya anaknya sudah meninggal dituduh kayak
gitu. Nah, mengetahui adanya narasi
seperti itu, Serma Christian Namo
meminta tolong kepada beberapa wartawan
untuk mencari tahu akun Nava Arsana yang
sudah menghina anaknya tanpa adanya
bukti atau dia sendiri yang akan mencari
tahu akun tersebut. Wah, jangan
main-main nih. Masalah ini TNI, Bro. Dan
beliau menyebutkan bahwa akun itu milik
dari istri seorang tentara. Dengan
begitu akan mudah bagi Serma Kristian
untuk mencari tahu pemilik akun tersebut
karena sama-sama berasal dari kalangan
TNI. Bahkan serma Christian menyebutkan
bahwa akun Nava Arsana ini tidak
memiliki moral. Ini juga jadi
pembelajaran buat kita nih, Geng. Kita
sebagai netizen, ya, sebagai orang di
luar itu jangan mempercayai dan ikut
menyebarkan informasi yang belum pasti
kebenarannya. Ya, kasihan pihak keluarga
yang belum selesai berdamai dengan
kenyataan ini, ya kan? Oke, sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya nih, Geng, mengenai
penyelidikan yang dilakukan untuk
mengungkap kasus ini.
Oke, jadi, Geng, kasus Perdaluki ini
membuat nama baik TNI ya ee lumayan
dibicarakanlah, miring gitu. Pihak dari
TNI sendiri sudah mengeluarkan
pernyataan yang membenarkan terjadinya
penganiayaan terhadap Radaluki Geng.
Menanggapi peristiwa ini, Kodam 9
Udayana membentuk tim investigasi
gabungan yang saat ini sedang bekerja
untuk mengungkap fakta secara
profesional dan objektif. Ada sebanyak
24 orang yang diperiksa terkait insiden
tersebut dan diduga ada 20 orang yang
terlibat di dalam penganiayaan ini. Dan
para pelaku itu dikelompokkan menjadi
dua, yaitu pemukulan menggunakan selang
dan pemukulan menggunakan tangan. Untuk
yang menggunakan selang dari media
Tribun News nih ya, gua dapatkan
informasinya ada 16 orang, Geng.
Nama-namanya itu kalian bisa cek sendiri
nih, gua tampilin nama-namanya. ya.
Nah, terus untuk para pelaku yang
melakukan penganiayaan menggunakan
tangan itu ini nama-namanya kalian cek
sendiri. Oke.
Nah, berdasarkan keterangan dari Dandim
1625 Ngada yaitu Led Col Shizi Deni
Wahyu Setiawan, empat di antara pelaku
itu sudah ditahan di Subden Pom N dan
mereka adalah Ratu Muhammad Ada, Ratu
Emiliano de Araojo, terus ada Ratu
Petrus Nong Brianemi dan Ratu Aprianto
Rede Raja. Penetapan tersangka ini
dilakukan setelah dilakukannya
pemeriksaan sejumlah personil baik
terduga pelaku maupun saksi. Nah, namun
Denny sendiri belum mengetahui secara
pasti peran dari keempat orang tersebut
sebab mereka sudah lebih dulu ditangkap
oleh polisi militer. Dan selain empat
orang tadi, ada 16 lain personil yang
masih menjalani pemeriksaan lanjutan
oleh penyidik POMDAM 9 Udayana dan
enggak menutup kemungkinan akan adanya
tersangka baru dari hasil pemeriksaan
nanti. Nah, selain penetapan tersangka
jenazah dari Pradaluki ya memang harus
diutopsi. Berbagai pengamat, salah
satunya adalah Dedy Manave selaku
pengamat hukum. Autopsi diperlukan
karena bisa menjadi alat bukti untuk
menunjukkan luka-luka yang diderita oleh
Pradaluki akibat penganiayaan yang
dilakukan oleh para seniornya. Dan Dedi
menyebutkan bahwa secara hukum pidana
kasus penghilangan nyawa harus
dibuktikan dengan otopsi. Meskipun dari
hasil otopsi tidak bisa menunjukkan
siapa pelakunya, tapi setidaknya ya
dengan otopsi bisa mengungkap penyebab
yang diderita oleh korban. Apa yang
sebenarnya terjadi dan mengapa dia
sampai meninggal. Jika Pradaluki sudah
terlanjur dimakamkan, bisa dilakukan
ekshumasi untuk menyelidiki penyebab
dari meninggalnya dia. Sementara itu,
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat
yaitu Brikjen TNI Wahyu Yudayana itu
menegaskan kasus meninggalnya Pradaluki
akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh
terhadap sistem pembinaan prajurit.
Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan
peristiwa serupa enggak kembali
terulang. Beliau menegaskan bahwa TNI
Angkatan Darat enggak akan memberikan
toleransi terhadap kegiatan apapun, baik
itu tradisi kesatuan maupun pembinaan
yang berpotensi membahayakan atau
merugikan anggota kayak gini. Ini kan
seram banget ya, Geng ya. Bisa dikatakan
senioritas yang sudah mendarah daging
atau yang sudah turun-temurun malah
merenggut nyawa anggota. Kacau banget.
Nah, terus geng kasus ini juga sudah
mendapatkan perhatian dari Presiden
Prabowo dengan memberikan respon tegas
melalui sebuah pernyataan yang
disampaikan di dalam upacara kehormatan
militer. Di dalam pidatonya, Presiden
Prabowo menegaskan bahwa prajurit harus
dilatih dengan keras. Namun, beliau
menekankan bahwa latihan keras tidak
sama dengan kekejaman. Pak Prabowo juga
memperingatkan para perwira ya agar
menghindari metode kekerasan yang tidak
perlu dalam mendidik prajurit. Menurut
beliau, seorang pemimpin harus mampu
membentuk prajurit yang kuat dan
disiplin. Bukannya ya menggunakan
cara-cara berbau kekejaman. Mungkin
maksud Pak Prabowo tuh gini, Geng. Kayak
contoh hukuman gitu, ya. Kayaknya kalau
dihukum dipukul sama hukum push up,
sakitnya tuh sama, Geng. Tapi impact-nya
beda. Paham enggak sih? Kayak lu mukul
badan orang, sakit rasanya, tapi itu
jadi penyakit buat dia, ya kan? Jadi
lebam, jadi patah. Tapi kalau lu suruh
push up, sakitnya sama tuh. ngos-ngosan,
perih, pedes rasanya di badan, tapi
impactnya apa? Badannya jadi bagus. Nah,
itu harus dibedakan tuh kejam sama
tegas. Oke, Geng. Itu dia pembahasan
kita kali ini mengenai kasus
meninggalnya Prada Luky yang disebabkan
karena penganiayaan yang dilakukan oleh
seniornya. Gimana, Geng, menurut kalian
tentang pembahasan ini? Kira-kira seram
enggak? Coba deh, tinggalkan komentar di
bawah.