Transcript
lNwU287jMbg • KASUS ZARA QAIRINA MAHATIR MALAYSIA ! DITEMUKAN DALAM SELOKAN & BERAKHIR PENUH KEJANGGALAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1504_lNwU287jMbg.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, lagi viral banget nih, Geng, soal
kasus yang terjadi di negara tetangga
kita, yaitu Malaysia terkait
meninggalnya seorang remaja perempuan
yang bernama Zara Kairina Mahatir. Di
sini gua pengin disclaimer dulu,
pembahasan ini tidak bermaksud untuk eh
melanggar pedoman YouTube, melanggar
aturan YouTube, ataupun membuat sesuatu
yang ilegal. Nah, ini murni sebuah
informasi yang mana tujuannya adalah
sebagai edukasi untuk kita semua. Dan
semoga ya ini tidak mendapatkan larangan
dari YouTube untuk penayangannya dan
tidak mendapatkan pembatasan umur karena
memang ini baik banget untuk edukasi
kita semua ya pembahasan yang satu ini.
Oke, jadi geng memang banyak banget yang
minta gua untuk membahas kasus ini dan
ketika gua baca request ini ya
kebanyakan dari teman-teman dari
Malaysia ya gua mikirnya ini kayak kasus
biasa gitu pada awalnya enggak ada
bedanya dengan kasus-kasus penghilangan
nyawa yang lain. Nah, tapi ternyata gua
salah nih geng. Gua jadi tahu alasannya
kenapa banyak banget yang request kasus
ini. Karena ternyata kasusnya
benar-benar janggal seperti ya banyak
kesengajaan yang ditutup-tutupi. Salah
satu kejanggalannya terkait penyebab
dari meninggalnya Dik Zahra ini ya.
Soalnya berita yang beredar menyebutkan
bahwa dia eh apa ya? Katanya sih enggak
ada pelakunya gitu. Nah, cuma banyak
yang meragukan kesimpulan ini sehingga
banyak yang menduga bahwa Zahra ini ya
bukan meninggal tanpa sebab, tapi ada
keterlibatan pihak lain dan berkaitan
dengan ya kasus bully yang dialami oleh
Zahra di sekolahnya. Nah, pembahasan ini
benar-benar sebuah edukasi untuk kita
semua. Buat kalian-kalian yang masih
sekolah ya, jangan sesekali melakukan
bully terhadap teman kalian karena efek
dan dampaknya panjang banget. Jadi di
kasus ini yang akan gua ceritakan,
kalian wajib banget dengar sampai
selesai supaya ini bisa menjadi
pembelajaran buat kita semua. Jadi, geng
di tengah tengah kebingungan terkait
misteri yang meliputi kasus Zara ini ya,
pihak sekolahnya dikatakan malah
kelihatan tidak terlihat membantu ya
untuk bisa mengungkap kebenaran yang
sebenarnya seperti seolah-olah pihak
sekolah juga berpihak kepada si pelaku
atau menutupi sesuatu. Dan oleh karena
itu, kasus Zara ini jadi viral dengan
munculnya hashag Justice for Zara di
sosial media dan membuat banyak orang di
Malaysia itu sampai berunjuk rasa
mendesak pihak kepolisian untuk segera
mengungkap kebenaran dari kasus ini.
Nah, agar cepat mengungkap penyebab dari
meninggalnya Zahra dan juga polisi
diminta untuk membuktikan kecurigaan
netizen terkait terjadinya pembulian
sampai pihak sekolah yang terkesan
menutupi kasus ini. Nah, di video kali
ini gua akan menjelaskan ke kalian
selengkap-lengkapnya dan gua mengambil
informasinya dari berbagai media yang
memberitakan kasus ini. Nah, langsung
aja kita bahas secara lengkap. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar Jerry,
[Musik]
Geng. Geng. Oke, kita langsung masuk ke
dalam kronologi e kejadiannya nih, Geng.
Jadi, Geng, Zara ini adalah seorang anak
tunggal berusia 13 tahun. Dia berasal
dari Sabah, Malaysia dan bersekolah di
Sekolah Menengah Kebangsaan Agama
Tundatu Mustafa. Nah, jarak dari
rumahnya ke sekolah itu 100 km, Geng.
Ya. Nah, beruntungnya di sekolah
tersebut memiliki fasilitas asrama
sehingga Zara ini enggak perlu pulang
pergi ke sekolah sehingga dia memilih
untuk tinggal di asrama sekolah. Dan
berdasarkan pengakuan dari ibunya yang
bernama Noraidah Lamat, Zara ini adalah
sosok anak yang baik dan penurut. Dia
gak pernah membantah atau melawan apa
yang dikatakan oleh sang ibu. Zara juga
merupakan seorang anak yang dekat dengan
ibunya. Dan ada sebuah video yang sempat
viral yang memperlihatkan Zara ketika
dia masih hidup. Di dalam video itu
terlihat Zara itu bersemangat
menceritakan pengalamannya dia yang
menyenangkan ketika tinggal di asrama.
Dia menyebutkan ada beberapa manfaat
tinggal di asrama seperti meningkatkan
disiplin, belajar mandiri, melatih kerja
sama, bisa mengatur waktu, bisa
mengulang pelajaran dengan tenang, dan
lain-lain. Ini kalian dengar sendiri
videonya
wabarakatuh. Hai kawan-kawan,
tahut kehidupan dan kebaikan di asrama.
Jom.
[Musik]
Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam
pembahasan bagaimana kronologi awal
ketika Zara ini ditemukan dan kejadian
ini enggak terjadi baru-baru ini, Geng.
Tapi sudah sejak pertengahan bulan Juli
kemarin, tepatnya pada hari Rabu tanggal
16 Juli 2025. Di saat itu, Geng,
dikatakan jam sudah menunjukkan pukul .
dini hari. Zara ditemukan dalam keadaan
yang enggak sadarkan diri di dalam
sebuah selokan yang berada di dekat
gedung asrama perempuan yang terletak di
lantai 3. Meskipun terjadi di jam 3.
dini hari, para siswa dan siswi itu
sudah bangun di saat itu. Karena
biasanya mereka itu kalau di
sekolah-sekolah asrama Islam ya, itu
seperti sekolahnya Zara ini di jam
segitu para siswa itu diwajibkan untuk
melakukan ibadah salat tahajud. Nah,
namun anehnya ketika Zara ditemukan
dalam kondisi seperti itu enggak ada
satuun dari siswa ataupun siswi yang
berteriak. Bahkan enggak ada satuun dari
mereka yang melihat kondisi sebelum Zara
ditemukan. Mengapa dia bisa berada di
slokan? Ditambah lagi ya yang membuat
semuanya jadi semakin menimbulkan tanda
tanya, ternyata enggak ada kamera CCTV
yang terpasang di sekitar lokasi
kejadian. Terus kemudian, geng, di jam
081 pagi waktu setempat, polisi menerima
laporan terkait penemuan Zara di
selokan. Enggak diketahui secara pasti
apa yang terjadi di dalam rentang waktu
jam .00 sampai jam 08.00. di media-media
yang gua temukan kronologinya langsung
lompat ke jam segitu, Geng. Jadi apa
alasannya baru dilaporkan di jam itu gak
tahu. Ini yang juga jadi pertanyaan bagi
orang-orang. Terus, Geng, setelah
mendapatkan laporan tersebut, polisi
bergegas untuk menuju ke lokasi
kejadian. Pihak keluarga dari Zara juga
diberikan kabar mengenai insiden ini.
Nah, Zara yang sudah terbaring lemas dan
tidak bergerak akhirnya dibawa ke rumah
sakit Queen Elizabeth yang berlokasi di
Kota Kinabalu untuk mendapatkan
perawatan. Lebih lanjut, dokter yang
menangani dan merawat Zara di saat itu
menyebutkan bahwa Zara ini mengalami
cedera di organ dalam yang mana
cideranya sangat serius sehingga membuat
Zara berada di dalam kondisi yang koma.
Terus, Geng, di saat itu dijelaskan kaki
serta tangannya juga dilaporkan patah.
Nah, mendengar keterangan dari dokter,
keluarga Zara syok dan enggak percaya
dengan apa yang terjadi kepada anak
mereka. Ketika itu ya pihak keluarga
juga masih belum tahu sebenarnya nih eh
Zara ini ada problem apa. Soalnya Zara
tuh gak pernah cerita apapun dan mereka
belum bisa menerima dan mencerna
sepenuhnya terkait apa yang terjadi
terhadap Zara. Terus kabar lain yang
enggak kalah mengejutkan datang keesokan
harinya yaitu tepat di hari Kamis
tanggal 17 Juli 2025. Di saat itu dokter
mengabarkan pihak keluarga yang
dikatakan bahwa Zara kemungkinan besar
tidak dapat sadar kembali karena fungsi
otaknya sudah tidak bekerja. Nah, jadi
dia itu cuma bisa hidup dengan dibantu
oleh alat-alat aja. Itu pun juga gak
akan bisa sadar lagi, Geng. Dan untuk
itu, pihak keluarga memutuskan untuk
menghentikan bantuan hidup untuk Zara
sehingga Zara dinyatakan meninggal.
Jadi, ibaratnya tuh keluarga pasrah
daripada anaknya tersiksa, maaf ya
dengan kata lain ya, jadi kayak mayat
hidup gitu. buat apa lagi dibantu ini
itu toh dia tidak akan bisa bangun lagi.
Bernyawa ya bernyawa tapi
kita contohin aja yang kayak ee prince
apa eh pangeran yang tidur selama 25
tahun ya 20 tahun apa itu yang di Arab
sana akhirnya meninggal juga kan. Nah
makanya mau diusahakan gimanapun yang
ada arang habis besi binasa biayanya
besar banget habis kasihan keluarga tapi
zarahnya juga tidak bisa diselamatkan.
Terus selanjutnya, Geng, jenazah Zahar
akhirnya disalatkan dan langsung
dimakamkan di kampung halamannya yang
berada di Kampung Kalamau Mesapol di
daerah Sipitang. Selagi orang tua dan
anggota keluarga Inti mengurusi prosesi
pemakaman untuk Zara, kerabat dekat dari
Zara kemudian tiba dari Kuala Lumpur
untuk bisa mengurus laporan agar polisi
mencari tahu penyebab dari meninggalnya
Zara ini karena keluarga enggak terima.
Di saat itu, Geng, pihak berwenang
menyimpulkan bahwa Zara ini terjatuh
dari lantai 3 asrama. Nah, di saat itu
kayak keluarga enggak terima gitu.
Padahal ya alasan sebenarnya itu enggak
diketahui pasti kan apakah kecelakaan
atau aksi yang lain atau sengaja ya.
Paham ya? Nah, namun dugaan awalnya Zara
dikatakan sengaja yang menandakan bahwa
dia berupaya untuk mengakhiri semuanya.
Tapi kan banyak kejanggalan-kejanggalan,
Geng, di dalam kasus ini. Apa aja
kejanggalannya? Nah, sekarang kita bakal
masuk nih ke dalam pembahasan terkait
kejanggalan yang ada di dalam kasus Zara
ini yang mana ya keterangan polisi tidak
bisa diterima oleh keluarga. Nah, yang
pertama nih kita bakal bahas ketika
jenazah Zara yang tidak diutopsi. Kok
bisa? Ada apa? Apakah permintaan
keluarga atau memang enggak ditawarkan?
kita bahas.
Jadi, Geng, setelah jenazah Zahra
dimakamkan, kasusnya itu kan enggak
meredah. Justru setelahnya banyak yang
menyadari bahwa ada banyak kejanggalan.
Seperti yang sudah gua sebutkan
sebelumnya, dugaan awal mengapa Zara
bisa ditemukan di selokan dan y
dikatakan dia melompat gitu. Namun
Nuraidah selaku ibunya Zara pada hari
Jumat tanggal 1 Agustus 2025 itu
mengajukan laporan polisi yang baru,
Geng. Di dalam laporan yang baru ini,
Nuraidah ini mengaku bahwa dia sempat
melihat memar di punggung anaknya ketika
memandikan ya jenazahnya. Memar ini
bukan seperti lebam yang biasa ditemukan
di badan orang-orang yang sudah
meninggal, tapi terlihat seperti
disebabkan oleh sesuatu atau ya ada
pelakunya lah. Nah, memarnya juga enggak
sesuai dengan tanda-tanda dari trauma
fisik atau cedera yang biasanya
disebabkan karena jatuh dari ketinggian
yang seperti diungkapkan oleh polisi. Ya
kan? Keterangan ini memang baru
diungkapkan di laporan terbaru, Geng.
Dan enggak ada di laporan sebelumnya.
Sebab saat itu ya Nur Aidah masih dalam
kondisi yang syok terkait e meninggalnya
sang anak. Jadi belum bisa sepenuhnya
memproses apa yang sebenarnya terjadi.
Dan menurut keterangan dari pengacara
keluarganya yaitu Hamid Ismail dan juga
Shahlan Jufri, Nur Aidah ini baru
teringat dengan bumar tersebut ketika
mereka bertanya kepada dia beberapa hari
setelah pemakaman anaknya. Kalau kita
uraikan kronologi yang sebelumnya yang
sudah gua jelaskan di dalam timeline
kejadiannya juga enggak disebutkan bahwa
ada proses autopsi, Geng, yang dilakukan
untuk mengetahui penyebab dari
meninggalnya Zara. Entah apakah di saat
itu polisi berpikir bahwa Zara
benar-benar dipastikan meninggal karena
mengakhiri sendiri sehingga dirasa gak
perlu untuk dilakukan otopsi. Ya, cuma
gua rasa ya itu agak enggak masuk akal,
Geng. Soalnya kan polisi sendiri
pastinya sudah berpengalaman untuk
menyelidiki kasus penghilangan nyawa
seperti ini. Dengan jam terbang yang
sudah tinggi, masa ia enggak bisa
menduga kalau ada indikasi meninggalnya
Za
tindak pidana atau ya ada yang
melakukanlah malah memilih untuk tidak
melakukan otopsi di sini. Itu aneh
banget. Nah, pihak kuasa hukum dari
keluarga Zara juga mengatakan semua
pakaian dan barang-barang milik Zara
diserahkan kepada ibunya Nur Aidah oleh
staf rumah sakit pada tanggal 16 Juli
dan di saat ini berada di dalam
pengawasan dari perwakilan organisasi
non pemerintah yang ditunjuk untuk
membantu keluarga Zaah. Hal ini dirasa
aneh, Geng. Sebab barang-barang pribadi
milik korban ini termasuk bukti penting
yang seharusnya diperiksa dan dianalisis
secara forensik. Bukannya malah
dikembalikan atau diserahkan kepada
keluarga. harusnya biasanya ditahan tuh.
Dan karena itulah pihak keluarga melalui
kuasa hukum itu mendesak agar pihak
berwenang melakukan ekshumasi atau
pembongkaran makam dan melakukan otopsi
untuk bisa memastikan penyebab pasti
dari meninggalnya Zahra dan mengetahui
apakah ada unsur tindak pidana di dalam
kasus ini atau enggak. Di dalam laporan
yang sama juga disebutkan bahwa ibunya
Nur Aidah ragu atas dugaan penyebab
meninggalnya Zahra yang disebutkan kalau
dia itu jatuh dari lantai 3 asrama.
Berbagai pihak juga menyuarakan hal yang
sama. Menuntut agar pihak berwenang
melakukan eksumasi seperti yang
diinginkan oleh keluarga. Sekaligus
mengkritik mengapa polisi tidak
mengikuti standar penyelidikan dengan
melakukan autopsi seperti yang dilakukan
pada kasus-kasus yang lain. Ini kan
janggal gitu.
Nah, salah satunya adalah Attorney
Generals Chambers atau disingkat dengan
AGC atau kalau dalam bahasa Indonesianya
disebut dengan Kejaksaan Agung yang mana
ya pihak mereka membuat pernyataan untuk
PDRM agar menggali makamnya Zara kembali
melakukan prosedur autopsi. Terus, Geng,
langkah tersebut bertujuan untuk
memastikan bahwa PDRM ini bisa
mendapatkan informasi dan bukti tambahan
yang diperlukan untuk menyelesaikan
penyelidikan atas meninggalnya Zara.
menanggapi tuntutan untuk dilakukannya
eksomasi dan otopsi, kepolisian kerajaan
Malaysia atau PDRM menyebutkan bahwa
prosedur otopsi dan penggalian makamnya
akan segera dilakukan. Dan untuk itu,
Datuk M. Kumar selaku Direktur
Departemen Investigasi Kriminal atau
disingkat dengan JSJ menyebutkan aturan
tersebut didasarkan pada pasal 331 dan
pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana Malaysia. Dan menurutnya
penyelidikan secara menyeluruh sedang
dilakukan dan berkas penyelidikan akan
segera diserahkan kembali ke Kejaksaan
Agung dalam waktu dekat. PDRM juga
menekankan bahwa keadilan akan selalu
ditegakkan dan penyelidikan terhadap
kasus ini dilakukan sesuai dengan hukum,
fakta, dan bukti yang diperoleh. Nah,
informasi terbarunya nih, Geng, ya,
Jaksa Agung itu sudah mengembalikan
dokumen penyelidikan ke polisi dengan
menyebutkan adanya kesenjangan dalam
temuan mereka serta petunjuk mengenai
langkah-langkah yang harus diambil.
Pengakuan dari Nur Aidah terkait memar
yang terlihat di tubuh anaknya justru
menimbulkan spekulasi atau dugaan bagi
banyak orang. Apakah ini semua adalah
perbuatan dari orang lain? Sebab
kabarnya nih, Geng, selama Za itu
bersekolah, dia itu enggak bisa belajar
dengan tenang. Alasannya ya karena dia
menjadi korban bully di sekolahnya
tersebut. Dan benarkah seperti itu? Nah,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai dugaan Zahra menjadi
korban bully. kita bahas.
Jadi, Geng, karena adanya luka memar
yang dilihat oleh sang ibu yang bernama
Nur Aidah, muncullah spekulasi yang
berkembang di sosial media yang menduga
kalau Zara ini kemungkinan menjadi
korban dari bully yang dilakukan oleh
siswi-siswi lainnya. Hal ini juga
didukung dengan pernyataan dari Nur
Aidah sendiri yang menyebutkan bahwa
anaknya memang menjadi korban tersebut.
Dan dugaan ini juga bukan tanpa alasan
karena Nur Aidah mengaku dia memiliki
rekaman percakapan telepon di mana Zara
ini mengatakan kalau dia sering diganggu
dan diancam oleh kakak kelasnya yang dia
panggil dengan nama KM. Nah, di dalam
percakapan yang direkam oleh si Zara
saat ini rekaman tersebut udah di tangan
Nur Aidah. Nah, KM ini disebut-sebut
mengancam Zara dengan mengatakan kalau
aku touch-touch kau berada-radah kau nih
kalau dia buat. Nah, jadi sor ya gua
balik ya kata beradah tadi ya. itu gua
playetin karena takutnya nanti dapat
larangan YouTube. Tapi di sini gua tulis
aja ya, tapi tetap gua sensor. Oke. Nah,
buat kalian yang enggak tahu maksud dari
kalimat itu ya, kalau di dalam bahasa
Indonesia itu kurang lebih kayak gini
yang dikatakan oleh si KM ini ke Zara.
Kalau aku sentuh-sentuh kamu, kamu akan
berada-rada kalau dia melakukannya. Nah,
dari percakapan tersebut ya seperti
mengindikasikan bahwa Zara itu sedang
diintimidasi oleh seseorang yang bernama
KM. ini dengan bukti ini menjadi sebuah
petunjuk baru ya tentang penyebab dari
kasusnya Zara yang kemudian pihak
keluarga mengklaim kalau Zara sempat
melaporkan bahwa dia kehilangan uang
saku. Dia dipaksa menghabiskan uang
untuk teman-temannya alias ngetraktir
teman-temannya di Palakin. Dia
diperintahkan untuk keluar larut malam
untuk mengambil air panas sampai pernah
dilecehkan oleh teman sekamarnya.
Nah, bahkan nih, Geng, katanya di
minggu-minggu terakhir sebelum kejadian,
Zara juga sempat menyuarakan
kekhawatirannya dia terhadap seniornya
yang enggak senang setelah dia menegur
temannya karena tidak melaksanakan
salat. Nah, sang ibu yaitu Nur Aidah
pernah menemui dia di asrama untuk
memperingatkan Zahra bahkan bersedia
untuk memindahkan dia ke sekolah lain.
Nah, namun Zara di saat itu terus
memilih untuk bersekolah di sana menahan
stresnya agar terlihat baik-baik aja dan
enggak mau dianggap lemah oleh orang
lain. Dia memilih untuk bertahan di
sekolah tersebut, Geng. Terus geng,
asumsi ini semakin diperkuat ya dengan
adanya sebuah video yang diambil dari
rekaman CCTV yang diunggah oleh netizen
di TikTok dengan akun yang bernama Anesa
Laurencia. Video dari rekaman CCTV ini
tampak diblur ya, namun masih terlihat
dengan cukup jelas kalau rekamannya itu
menunjukkan ada beberapa perempuan yang
berada di dalam sebuah ruangan. Di video
yang diunggah tersebut tertulis bahwa
itu adalah rekaman CCTV yang
memperlihatkan Zara yang sedang dibully
oleh siswi lain.
Cuma, Geng, kita enggak bisa percaya
dengan informasi ini 100% ya, Geng.
Karena belum ada sumber terpercaya yang
bisa memvalidasi informasi ini. Terus
ada juga di dalam video tersebut
wajahnya yang enggak terlihat sama
sekali karena diblur. Namun, netizen
melihat video ini ya percaya bahwa
perempuan itu adalah rekaman dari Zara
yang sedang diperlakukan tidak baik.
Nah, kalau menurut kalian gimana, Geng?
Kalian percaya enggak? Itu adalah
rekaman CCTV ketika Zara diperlakukan
tidak baik atau justru itu cuma berita
hoa? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Terus, Geng, ya muncul lagi spekulasi di
sosial media yang menyebutkan bahwa ada
tiga siswa yang pindah secara tiba-tiba
dari Sekolah Menengah Kebangsaan Agama
Tun Datu Mustofa ini di hari yang sama
ketika Zara ditemukan dalam kondisi yang
tidak sadarkan diri. Isu ini muncul
seiring dengan isu bahwa pelaku yang
melakukan hal tersebut kepada Zara
adalah tiga orang siswa yang dikenal
dengan panggilan Kak Wana, Kak Dedeng,
dan Tomboy. Nah, kemungkinan mereka tuh
yang melakukan. Dan dikabarkan juga,
Geng, kalau saat ini polisi Malaysia
sudah memeriksa sekitar 60 saksi.
termasuk di antaranya ada yang bernama
Kak Wana, Kak Dedeng, dan Tomboy tadi.
Dan masih belum tahu apa peran mereka
dalam kasus ini. Nah, namun gua
menemukan salah satu informasi dari
salah satu akun yang ada di Facebook
yaitu akun Muhammad Saswan yang
menyebutkan bahwa Kak Dedeng adalah
siswa senior terakhir yang terlihat
bersama dengan Zara sebelum akhirnya dia
ditemukan sudah tidak bernyawa. Wah,
makin mencurigakan. Dan pasca Za ini
ditemukan, tidak sadarkan diri ya, ee
Kak Dendeng ini disebut-sebut menghilang
dan tidak terlihat lagi di asrama. Kok
bisa? Dan menurut kabar yang beredar
juga ketiga orang siswa yang gua
sebutkan tadi bukanlah siswa biasa,
melainkan anak dari orang yang memiliki
pengaruh besar. Nah, kecurigaan ini
didasarkan karena netizen melihat betapa
tidak transparannya proses penyelidikan
serta lambatnya polisi untuk mengungkap
kebenaran dari kasus ini. Ya, kayak di
Indonesia aja misalkan, Geng. Kalau udah
berurusan dengan orang berpengaruh pasti
penyelidikannya ya agak landai gitu kan.
Nah, netizen Malaysia juga mencurigai
hal yang sama nih, bahwa ya ada otoritas
tertentu atau otoritas besar Malaysia
yang justru sedang melindungi ketiga
pelaku ini. Mereka bertiga kemudian
disebut-sebut oleh netizen sebagai anak
VIP. Dan saking berpower-nya mereka gitu
ya sampai enggak tersentuh gitu. Selain
itu, sempat ada rumor lain yang
menyebutkan bahwa pada saat Zara
terjatuh, ada seorang siswa yang
berteriak, "Kamu emuh kamu nih gua tulis
aja ya, tolong disensor ya editor itu."
Eh dia menyebutkan ke salah satu siswa
yang kemungkinan merujuk pada pelaku
yang sengaja menghilangkan nyawa Zara.
Namun, geng, berdasarkan keterangan dari
polisi, pihak kepolisian tidak menemukan
bukti yang menghubungkan mereka sebagai
anggota keluarga dari ee pejabat atau
pemerintah Malaysia, gitu. Nah, kepala
kepolisian Papar yang bernama Inspektur
Kamaruddin Ambo Saka itu mengatakan
bahwa penyelidikannya masih berlangsung
dan menegaskan bahwa pihak berwenang
memiliki komitmen untuk melakukan
penyelidikan secara menyeluruh dan tidak
memihak kepada siapapun. Terus geng, hal
yang sama juga disampaikan oleh Nur
Aidah, ibu dari Zara yang mana dia
menyebutkan kalau dia sama sekali tidak
pernah menyebut kalau ada keterlibatan
anak VIP di dalam kasus meninggalnya
putrinya ini. Bahkan Nur Aidah
menyebutkan bahwa klaim tersebut tidak
berdasar ya dan enggak berasal dari dia.
Justru Nur Aidah baru mengetahui klaim
tersebut dari sosial media yang
disuarakan oleh netizen. Nah, melalui
kedua pengacaranya Hamid Ismail dan
Syahlan Jufri, Nur Aidah ini tidak mau
diseret-seret terkait klaim yang
menyebutkan adanya keterlibatan anak VIP
dalam kasus Zara. Perpindahan siswa
termasuk ke rumor terjadinya
pertengkaran di mana seorang murid
disebut sebagai pemunu gitu ya. Nah, di
dalam hari kejadian Zahar ditemukan ya
untuk itu ya kuasa hukumnya mendesak
agar masyarakat bisa menahan diri dari
menyebarkan spekulasi atau klaim yang
belum bisa dipastikan kebenarannya.
keluarganya atau orang lain yang
dihubung-hubungkan ke dalam kasus ini ya
janganlah dibikin isu. Nah, itu
permintaan dari kuasa hukumnya. Nah,
mereka juga tidak mau ee ada yang
menyebarkan informasi palsu yang mana
ini bisa membahayakan penyelidikan
polisi yang sedang berlangsung dan bisa
menimbulkan konsekuensi pencemaran nama
baik nanti kan yang mana ya orang-orang
yang diseret biasanya enggak terima tuh.
bisa-bisa nanti kita dilaporin ke
polisi. Nah, sementara bagi mereka yang
memiliki informasi yang kredibel ya
untuk bisa ya memberanikan diri
memberikan kesaksian dan membantu polisi
dalam penyelidikan. Namun sampai saat
sekarang ini banyak yang tutup mulut.
Itu anehnya.
Terus, Geng, meskipun sudah ada
keterangan dari polisi yang menyebutkan
bahwa tidak ada anak dari pejabat yang
dikatakan terlibat di dalam kasus ini,
namun netizen Malaysia sudah terlanjur
kecewa dengan kinerja pihak kepolisian
dan melakukan aksi protes secara
besar-besaran. Nah, sekarang kita masuk
ke dalam pembahasan mengenai seruan aksi
warga Malaysia atas kasus Zara ini.
Jadi, Geng, kasus Zara yang dirasa penuh
misteri dan penyelidikan yang lambat
dari pihak kepolisian itu membuat warga
Malaysia menjadi gregetan sama kasus
ini. Sampai pada akhirnya orang-orang
Malaysia memutuskan untuk menyuarakan
kasus ini di sosial media dengan
menuliskan hashag Justice for Zara.
Selain menyuarakan di sosial media, aksi
solidaritas juga dilakukan oleh ribuan
orang yang berkumpul di jalan-jalan
besar di Sabah untuk menuntut keadilan
bagi Zara. Contohnya, ya di daerah
Sandakan, orang-orang mulai berkumpul di
Harbor Square di tepi pantai sejak jam
.00 sore. Banyak dari mereka yang
memegang spanduk, membaca puisi sampai
memanjatkan doa untuk Zara. Aksi
solidaritas ini rencananya bakal
berakhir pada jam 09.00 malam. Namun,
seiring berjalannya waktu, jumlah dari
masa di saat itu terus bertambah hingga
di jam .00 malam. Totalnya sudah
mencapai ribuan orang, Geng. Nah, di
antara mereka ada aktivis lokal serta
perwakilan masyarakat, termasuk adanya
anggota parlemen e sendakan yang bernama
Vivian Wong yang berorasi dengan
menyerukan adanya transparansi dalam
penyelidikan kasus ini. Geng,
aksi solidaritas ini juga disiarkan
secara langsung di sosial media dan
terlihat pada saat itu sebagian besar di
antaranya menggunakan pakaian hitam yang
meneriakkan Justice for Zara dan mereka
juga menuliskan e tulisan yang
benar-benar eksplisit lah di saat itu.
Dan media lokal juga mewawancarai salah
satu penyelenggara aksi yang bernama
Muhammad Kadir Abdul Jalil yang
mengatakan pertemuan itu dimaksudkan
untuk mengungkapkan kesedihan sekaligus
simpati mereka atas kasus ini. Nah, di
Tawau ya kerumunan orang terlihat
berkumpul di bundaran pasar malam
Chester yang mana mereka memegang
tulisan berupa slogan-slogan seperti
Justice for Zara juga dan stock
bullying. Nyanyian-nyanyian di saat itu
bergema sepanjang malam ketika para
peserta menyerukan akuntabilitas dan
perlindungan yang lebih kuat bagi para
siswa, bagi anak-anak mereka. Dan aksi
unjuk rasa serupa meskipun dalam skala
yang lebih kecil juga diadakan bersamaan
di Lahat Datu dan Semporna. Kemudian
gerakan kuasa rakyat Malaysia atau G57
itu mengeluarkan pernyataan untuk
memberikan bantuan hukum kepada keluarga
Zara khususnya kepada Nuraidah sebagai
upaya untuk memperjuangkan keadilan dan
mendesak transparansi penuh dari pihak
yang berwenang. Terus selain itu,
Perdana Menteri Malaysia yaitu Anwar
Ibrahim juga ikut angkat suara mengenai
kasus meninggalnya Zara. Beliau
menegaskan bahwa tidak akan ada pihak
yang dilindungi di dalam proses
penyelidikan kasus ini. Dia sudah
memerintahkan Kepala Kepolisian Malaysia
dan Jaksa Agung untuk melakukan
investigasi menyeluruh. Pernyataan
beliau ini datang setelah munculnya
spekulasi di sosial media yang mencoba
mengaitkan kasus ini dengan segala isu
tertentu. Anwar ini menegaskan bahwa
siapapun yang terbukti terkait atau
berkonspirasi dalam kasus ini enggak
akan dilindungi oleh hukum. Tapi beliau
juga mengingatkan supaya tidak menuduh
orang tanpa adanya bukti yang jelas.
Nah, Anwar menekankan bahwa Malaysia
adalah negara hukum yang akan menghukum
pelanggaran sesuai dengan bukti yang
ada, bukannya sebuah negara yang
membiarkan fitnah atau tuduhan tanpa
dasar. Nah, jadi itu, Geng ya pembahasan
kali ini mengenai misteri dari kasus
meninggalnya Zabaru
lagi mengenai perkembangan kasusnya.
Jadi kita tunggu aja apakah benar ada
tindakan pidana di sini atau justru ini
ya ada hal lain atau justru ini
merupakan sebuah kasus yang sengaja
dibesarkan ya karena untuk mengalihkan
isu dari kasus lain karena baru-baru ini
kita tahu ya di Malaysia itu ada demo
demo besar-besaran tentang pejabatnya ya
gua enggak mau cerita deh tentang siapa
mungkin teman-teman di Malaysia tahu ya
ada pejabat yang didemo hampir ribuan
orang nah tiba-tiba kasus Zara ini
muncul berarti ada apa nih apakah ini
pengalihan isunya untuk menutupi
pemberitaan itu atau justru gimana nih?
Mungkin kalian bisa sedikit menjelaskan
di kolom komentar. Oke, gimana geng
menurut kalian pembahasan ini? Apakah
perlu kita bahas lagi nanti untuk part
selanjutnya? Coba tinggalkan komentar di
bawah.