Transcript
lNwU287jMbg • KASUS ZARA QAIRINA MAHATIR MALAYSIA ! DITEMUKAN DALAM SELOKAN & BERAKHIR PENUH KEJANGGALAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1504_lNwU287jMbg.txt
Kind: captions Language: id Geng, lagi viral banget nih, Geng, soal kasus yang terjadi di negara tetangga kita, yaitu Malaysia terkait meninggalnya seorang remaja perempuan yang bernama Zara Kairina Mahatir. Di sini gua pengin disclaimer dulu, pembahasan ini tidak bermaksud untuk eh melanggar pedoman YouTube, melanggar aturan YouTube, ataupun membuat sesuatu yang ilegal. Nah, ini murni sebuah informasi yang mana tujuannya adalah sebagai edukasi untuk kita semua. Dan semoga ya ini tidak mendapatkan larangan dari YouTube untuk penayangannya dan tidak mendapatkan pembatasan umur karena memang ini baik banget untuk edukasi kita semua ya pembahasan yang satu ini. Oke, jadi geng memang banyak banget yang minta gua untuk membahas kasus ini dan ketika gua baca request ini ya kebanyakan dari teman-teman dari Malaysia ya gua mikirnya ini kayak kasus biasa gitu pada awalnya enggak ada bedanya dengan kasus-kasus penghilangan nyawa yang lain. Nah, tapi ternyata gua salah nih geng. Gua jadi tahu alasannya kenapa banyak banget yang request kasus ini. Karena ternyata kasusnya benar-benar janggal seperti ya banyak kesengajaan yang ditutup-tutupi. Salah satu kejanggalannya terkait penyebab dari meninggalnya Dik Zahra ini ya. Soalnya berita yang beredar menyebutkan bahwa dia eh apa ya? Katanya sih enggak ada pelakunya gitu. Nah, cuma banyak yang meragukan kesimpulan ini sehingga banyak yang menduga bahwa Zahra ini ya bukan meninggal tanpa sebab, tapi ada keterlibatan pihak lain dan berkaitan dengan ya kasus bully yang dialami oleh Zahra di sekolahnya. Nah, pembahasan ini benar-benar sebuah edukasi untuk kita semua. Buat kalian-kalian yang masih sekolah ya, jangan sesekali melakukan bully terhadap teman kalian karena efek dan dampaknya panjang banget. Jadi di kasus ini yang akan gua ceritakan, kalian wajib banget dengar sampai selesai supaya ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua. Jadi, geng di tengah tengah kebingungan terkait misteri yang meliputi kasus Zara ini ya, pihak sekolahnya dikatakan malah kelihatan tidak terlihat membantu ya untuk bisa mengungkap kebenaran yang sebenarnya seperti seolah-olah pihak sekolah juga berpihak kepada si pelaku atau menutupi sesuatu. Dan oleh karena itu, kasus Zara ini jadi viral dengan munculnya hashag Justice for Zara di sosial media dan membuat banyak orang di Malaysia itu sampai berunjuk rasa mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap kebenaran dari kasus ini. Nah, agar cepat mengungkap penyebab dari meninggalnya Zahra dan juga polisi diminta untuk membuktikan kecurigaan netizen terkait terjadinya pembulian sampai pihak sekolah yang terkesan menutupi kasus ini. Nah, di video kali ini gua akan menjelaskan ke kalian selengkap-lengkapnya dan gua mengambil informasinya dari berbagai media yang memberitakan kasus ini. Nah, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry, [Musik] Geng. Geng. Oke, kita langsung masuk ke dalam kronologi e kejadiannya nih, Geng. Jadi, Geng, Zara ini adalah seorang anak tunggal berusia 13 tahun. Dia berasal dari Sabah, Malaysia dan bersekolah di Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Tundatu Mustafa. Nah, jarak dari rumahnya ke sekolah itu 100 km, Geng. Ya. Nah, beruntungnya di sekolah tersebut memiliki fasilitas asrama sehingga Zara ini enggak perlu pulang pergi ke sekolah sehingga dia memilih untuk tinggal di asrama sekolah. Dan berdasarkan pengakuan dari ibunya yang bernama Noraidah Lamat, Zara ini adalah sosok anak yang baik dan penurut. Dia gak pernah membantah atau melawan apa yang dikatakan oleh sang ibu. Zara juga merupakan seorang anak yang dekat dengan ibunya. Dan ada sebuah video yang sempat viral yang memperlihatkan Zara ketika dia masih hidup. Di dalam video itu terlihat Zara itu bersemangat menceritakan pengalamannya dia yang menyenangkan ketika tinggal di asrama. Dia menyebutkan ada beberapa manfaat tinggal di asrama seperti meningkatkan disiplin, belajar mandiri, melatih kerja sama, bisa mengatur waktu, bisa mengulang pelajaran dengan tenang, dan lain-lain. Ini kalian dengar sendiri videonya wabarakatuh. Hai kawan-kawan, tahut kehidupan dan kebaikan di asrama. Jom. [Musik] Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan bagaimana kronologi awal ketika Zara ini ditemukan dan kejadian ini enggak terjadi baru-baru ini, Geng. Tapi sudah sejak pertengahan bulan Juli kemarin, tepatnya pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2025. Di saat itu, Geng, dikatakan jam sudah menunjukkan pukul . dini hari. Zara ditemukan dalam keadaan yang enggak sadarkan diri di dalam sebuah selokan yang berada di dekat gedung asrama perempuan yang terletak di lantai 3. Meskipun terjadi di jam 3. dini hari, para siswa dan siswi itu sudah bangun di saat itu. Karena biasanya mereka itu kalau di sekolah-sekolah asrama Islam ya, itu seperti sekolahnya Zara ini di jam segitu para siswa itu diwajibkan untuk melakukan ibadah salat tahajud. Nah, namun anehnya ketika Zara ditemukan dalam kondisi seperti itu enggak ada satuun dari siswa ataupun siswi yang berteriak. Bahkan enggak ada satuun dari mereka yang melihat kondisi sebelum Zara ditemukan. Mengapa dia bisa berada di slokan? Ditambah lagi ya yang membuat semuanya jadi semakin menimbulkan tanda tanya, ternyata enggak ada kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Terus kemudian, geng, di jam 081 pagi waktu setempat, polisi menerima laporan terkait penemuan Zara di selokan. Enggak diketahui secara pasti apa yang terjadi di dalam rentang waktu jam .00 sampai jam 08.00. di media-media yang gua temukan kronologinya langsung lompat ke jam segitu, Geng. Jadi apa alasannya baru dilaporkan di jam itu gak tahu. Ini yang juga jadi pertanyaan bagi orang-orang. Terus, Geng, setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi bergegas untuk menuju ke lokasi kejadian. Pihak keluarga dari Zara juga diberikan kabar mengenai insiden ini. Nah, Zara yang sudah terbaring lemas dan tidak bergerak akhirnya dibawa ke rumah sakit Queen Elizabeth yang berlokasi di Kota Kinabalu untuk mendapatkan perawatan. Lebih lanjut, dokter yang menangani dan merawat Zara di saat itu menyebutkan bahwa Zara ini mengalami cedera di organ dalam yang mana cideranya sangat serius sehingga membuat Zara berada di dalam kondisi yang koma. Terus, Geng, di saat itu dijelaskan kaki serta tangannya juga dilaporkan patah. Nah, mendengar keterangan dari dokter, keluarga Zara syok dan enggak percaya dengan apa yang terjadi kepada anak mereka. Ketika itu ya pihak keluarga juga masih belum tahu sebenarnya nih eh Zara ini ada problem apa. Soalnya Zara tuh gak pernah cerita apapun dan mereka belum bisa menerima dan mencerna sepenuhnya terkait apa yang terjadi terhadap Zara. Terus kabar lain yang enggak kalah mengejutkan datang keesokan harinya yaitu tepat di hari Kamis tanggal 17 Juli 2025. Di saat itu dokter mengabarkan pihak keluarga yang dikatakan bahwa Zara kemungkinan besar tidak dapat sadar kembali karena fungsi otaknya sudah tidak bekerja. Nah, jadi dia itu cuma bisa hidup dengan dibantu oleh alat-alat aja. Itu pun juga gak akan bisa sadar lagi, Geng. Dan untuk itu, pihak keluarga memutuskan untuk menghentikan bantuan hidup untuk Zara sehingga Zara dinyatakan meninggal. Jadi, ibaratnya tuh keluarga pasrah daripada anaknya tersiksa, maaf ya dengan kata lain ya, jadi kayak mayat hidup gitu. buat apa lagi dibantu ini itu toh dia tidak akan bisa bangun lagi. Bernyawa ya bernyawa tapi kita contohin aja yang kayak ee prince apa eh pangeran yang tidur selama 25 tahun ya 20 tahun apa itu yang di Arab sana akhirnya meninggal juga kan. Nah makanya mau diusahakan gimanapun yang ada arang habis besi binasa biayanya besar banget habis kasihan keluarga tapi zarahnya juga tidak bisa diselamatkan. Terus selanjutnya, Geng, jenazah Zahar akhirnya disalatkan dan langsung dimakamkan di kampung halamannya yang berada di Kampung Kalamau Mesapol di daerah Sipitang. Selagi orang tua dan anggota keluarga Inti mengurusi prosesi pemakaman untuk Zara, kerabat dekat dari Zara kemudian tiba dari Kuala Lumpur untuk bisa mengurus laporan agar polisi mencari tahu penyebab dari meninggalnya Zara ini karena keluarga enggak terima. Di saat itu, Geng, pihak berwenang menyimpulkan bahwa Zara ini terjatuh dari lantai 3 asrama. Nah, di saat itu kayak keluarga enggak terima gitu. Padahal ya alasan sebenarnya itu enggak diketahui pasti kan apakah kecelakaan atau aksi yang lain atau sengaja ya. Paham ya? Nah, namun dugaan awalnya Zara dikatakan sengaja yang menandakan bahwa dia berupaya untuk mengakhiri semuanya. Tapi kan banyak kejanggalan-kejanggalan, Geng, di dalam kasus ini. Apa aja kejanggalannya? Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan terkait kejanggalan yang ada di dalam kasus Zara ini yang mana ya keterangan polisi tidak bisa diterima oleh keluarga. Nah, yang pertama nih kita bakal bahas ketika jenazah Zara yang tidak diutopsi. Kok bisa? Ada apa? Apakah permintaan keluarga atau memang enggak ditawarkan? kita bahas. Jadi, Geng, setelah jenazah Zahra dimakamkan, kasusnya itu kan enggak meredah. Justru setelahnya banyak yang menyadari bahwa ada banyak kejanggalan. Seperti yang sudah gua sebutkan sebelumnya, dugaan awal mengapa Zara bisa ditemukan di selokan dan y dikatakan dia melompat gitu. Namun Nuraidah selaku ibunya Zara pada hari Jumat tanggal 1 Agustus 2025 itu mengajukan laporan polisi yang baru, Geng. Di dalam laporan yang baru ini, Nuraidah ini mengaku bahwa dia sempat melihat memar di punggung anaknya ketika memandikan ya jenazahnya. Memar ini bukan seperti lebam yang biasa ditemukan di badan orang-orang yang sudah meninggal, tapi terlihat seperti disebabkan oleh sesuatu atau ya ada pelakunya lah. Nah, memarnya juga enggak sesuai dengan tanda-tanda dari trauma fisik atau cedera yang biasanya disebabkan karena jatuh dari ketinggian yang seperti diungkapkan oleh polisi. Ya kan? Keterangan ini memang baru diungkapkan di laporan terbaru, Geng. Dan enggak ada di laporan sebelumnya. Sebab saat itu ya Nur Aidah masih dalam kondisi yang syok terkait e meninggalnya sang anak. Jadi belum bisa sepenuhnya memproses apa yang sebenarnya terjadi. Dan menurut keterangan dari pengacara keluarganya yaitu Hamid Ismail dan juga Shahlan Jufri, Nur Aidah ini baru teringat dengan bumar tersebut ketika mereka bertanya kepada dia beberapa hari setelah pemakaman anaknya. Kalau kita uraikan kronologi yang sebelumnya yang sudah gua jelaskan di dalam timeline kejadiannya juga enggak disebutkan bahwa ada proses autopsi, Geng, yang dilakukan untuk mengetahui penyebab dari meninggalnya Zara. Entah apakah di saat itu polisi berpikir bahwa Zara benar-benar dipastikan meninggal karena mengakhiri sendiri sehingga dirasa gak perlu untuk dilakukan otopsi. Ya, cuma gua rasa ya itu agak enggak masuk akal, Geng. Soalnya kan polisi sendiri pastinya sudah berpengalaman untuk menyelidiki kasus penghilangan nyawa seperti ini. Dengan jam terbang yang sudah tinggi, masa ia enggak bisa menduga kalau ada indikasi meninggalnya Za tindak pidana atau ya ada yang melakukanlah malah memilih untuk tidak melakukan otopsi di sini. Itu aneh banget. Nah, pihak kuasa hukum dari keluarga Zara juga mengatakan semua pakaian dan barang-barang milik Zara diserahkan kepada ibunya Nur Aidah oleh staf rumah sakit pada tanggal 16 Juli dan di saat ini berada di dalam pengawasan dari perwakilan organisasi non pemerintah yang ditunjuk untuk membantu keluarga Zaah. Hal ini dirasa aneh, Geng. Sebab barang-barang pribadi milik korban ini termasuk bukti penting yang seharusnya diperiksa dan dianalisis secara forensik. Bukannya malah dikembalikan atau diserahkan kepada keluarga. harusnya biasanya ditahan tuh. Dan karena itulah pihak keluarga melalui kuasa hukum itu mendesak agar pihak berwenang melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam dan melakukan otopsi untuk bisa memastikan penyebab pasti dari meninggalnya Zahra dan mengetahui apakah ada unsur tindak pidana di dalam kasus ini atau enggak. Di dalam laporan yang sama juga disebutkan bahwa ibunya Nur Aidah ragu atas dugaan penyebab meninggalnya Zahra yang disebutkan kalau dia itu jatuh dari lantai 3 asrama. Berbagai pihak juga menyuarakan hal yang sama. Menuntut agar pihak berwenang melakukan eksumasi seperti yang diinginkan oleh keluarga. Sekaligus mengkritik mengapa polisi tidak mengikuti standar penyelidikan dengan melakukan autopsi seperti yang dilakukan pada kasus-kasus yang lain. Ini kan janggal gitu. Nah, salah satunya adalah Attorney Generals Chambers atau disingkat dengan AGC atau kalau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan Kejaksaan Agung yang mana ya pihak mereka membuat pernyataan untuk PDRM agar menggali makamnya Zara kembali melakukan prosedur autopsi. Terus, Geng, langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa PDRM ini bisa mendapatkan informasi dan bukti tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan penyelidikan atas meninggalnya Zara. menanggapi tuntutan untuk dilakukannya eksomasi dan otopsi, kepolisian kerajaan Malaysia atau PDRM menyebutkan bahwa prosedur otopsi dan penggalian makamnya akan segera dilakukan. Dan untuk itu, Datuk M. Kumar selaku Direktur Departemen Investigasi Kriminal atau disingkat dengan JSJ menyebutkan aturan tersebut didasarkan pada pasal 331 dan pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Malaysia. Dan menurutnya penyelidikan secara menyeluruh sedang dilakukan dan berkas penyelidikan akan segera diserahkan kembali ke Kejaksaan Agung dalam waktu dekat. PDRM juga menekankan bahwa keadilan akan selalu ditegakkan dan penyelidikan terhadap kasus ini dilakukan sesuai dengan hukum, fakta, dan bukti yang diperoleh. Nah, informasi terbarunya nih, Geng, ya, Jaksa Agung itu sudah mengembalikan dokumen penyelidikan ke polisi dengan menyebutkan adanya kesenjangan dalam temuan mereka serta petunjuk mengenai langkah-langkah yang harus diambil. Pengakuan dari Nur Aidah terkait memar yang terlihat di tubuh anaknya justru menimbulkan spekulasi atau dugaan bagi banyak orang. Apakah ini semua adalah perbuatan dari orang lain? Sebab kabarnya nih, Geng, selama Za itu bersekolah, dia itu enggak bisa belajar dengan tenang. Alasannya ya karena dia menjadi korban bully di sekolahnya tersebut. Dan benarkah seperti itu? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai dugaan Zahra menjadi korban bully. kita bahas. Jadi, Geng, karena adanya luka memar yang dilihat oleh sang ibu yang bernama Nur Aidah, muncullah spekulasi yang berkembang di sosial media yang menduga kalau Zara ini kemungkinan menjadi korban dari bully yang dilakukan oleh siswi-siswi lainnya. Hal ini juga didukung dengan pernyataan dari Nur Aidah sendiri yang menyebutkan bahwa anaknya memang menjadi korban tersebut. Dan dugaan ini juga bukan tanpa alasan karena Nur Aidah mengaku dia memiliki rekaman percakapan telepon di mana Zara ini mengatakan kalau dia sering diganggu dan diancam oleh kakak kelasnya yang dia panggil dengan nama KM. Nah, di dalam percakapan yang direkam oleh si Zara saat ini rekaman tersebut udah di tangan Nur Aidah. Nah, KM ini disebut-sebut mengancam Zara dengan mengatakan kalau aku touch-touch kau berada-radah kau nih kalau dia buat. Nah, jadi sor ya gua balik ya kata beradah tadi ya. itu gua playetin karena takutnya nanti dapat larangan YouTube. Tapi di sini gua tulis aja ya, tapi tetap gua sensor. Oke. Nah, buat kalian yang enggak tahu maksud dari kalimat itu ya, kalau di dalam bahasa Indonesia itu kurang lebih kayak gini yang dikatakan oleh si KM ini ke Zara. Kalau aku sentuh-sentuh kamu, kamu akan berada-rada kalau dia melakukannya. Nah, dari percakapan tersebut ya seperti mengindikasikan bahwa Zara itu sedang diintimidasi oleh seseorang yang bernama KM. ini dengan bukti ini menjadi sebuah petunjuk baru ya tentang penyebab dari kasusnya Zara yang kemudian pihak keluarga mengklaim kalau Zara sempat melaporkan bahwa dia kehilangan uang saku. Dia dipaksa menghabiskan uang untuk teman-temannya alias ngetraktir teman-temannya di Palakin. Dia diperintahkan untuk keluar larut malam untuk mengambil air panas sampai pernah dilecehkan oleh teman sekamarnya. Nah, bahkan nih, Geng, katanya di minggu-minggu terakhir sebelum kejadian, Zara juga sempat menyuarakan kekhawatirannya dia terhadap seniornya yang enggak senang setelah dia menegur temannya karena tidak melaksanakan salat. Nah, sang ibu yaitu Nur Aidah pernah menemui dia di asrama untuk memperingatkan Zahra bahkan bersedia untuk memindahkan dia ke sekolah lain. Nah, namun Zara di saat itu terus memilih untuk bersekolah di sana menahan stresnya agar terlihat baik-baik aja dan enggak mau dianggap lemah oleh orang lain. Dia memilih untuk bertahan di sekolah tersebut, Geng. Terus geng, asumsi ini semakin diperkuat ya dengan adanya sebuah video yang diambil dari rekaman CCTV yang diunggah oleh netizen di TikTok dengan akun yang bernama Anesa Laurencia. Video dari rekaman CCTV ini tampak diblur ya, namun masih terlihat dengan cukup jelas kalau rekamannya itu menunjukkan ada beberapa perempuan yang berada di dalam sebuah ruangan. Di video yang diunggah tersebut tertulis bahwa itu adalah rekaman CCTV yang memperlihatkan Zara yang sedang dibully oleh siswi lain. Cuma, Geng, kita enggak bisa percaya dengan informasi ini 100% ya, Geng. Karena belum ada sumber terpercaya yang bisa memvalidasi informasi ini. Terus ada juga di dalam video tersebut wajahnya yang enggak terlihat sama sekali karena diblur. Namun, netizen melihat video ini ya percaya bahwa perempuan itu adalah rekaman dari Zara yang sedang diperlakukan tidak baik. Nah, kalau menurut kalian gimana, Geng? Kalian percaya enggak? Itu adalah rekaman CCTV ketika Zara diperlakukan tidak baik atau justru itu cuma berita hoa? Coba tinggalkan komentar di bawah. Terus, Geng, ya muncul lagi spekulasi di sosial media yang menyebutkan bahwa ada tiga siswa yang pindah secara tiba-tiba dari Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Tun Datu Mustofa ini di hari yang sama ketika Zara ditemukan dalam kondisi yang tidak sadarkan diri. Isu ini muncul seiring dengan isu bahwa pelaku yang melakukan hal tersebut kepada Zara adalah tiga orang siswa yang dikenal dengan panggilan Kak Wana, Kak Dedeng, dan Tomboy. Nah, kemungkinan mereka tuh yang melakukan. Dan dikabarkan juga, Geng, kalau saat ini polisi Malaysia sudah memeriksa sekitar 60 saksi. termasuk di antaranya ada yang bernama Kak Wana, Kak Dedeng, dan Tomboy tadi. Dan masih belum tahu apa peran mereka dalam kasus ini. Nah, namun gua menemukan salah satu informasi dari salah satu akun yang ada di Facebook yaitu akun Muhammad Saswan yang menyebutkan bahwa Kak Dedeng adalah siswa senior terakhir yang terlihat bersama dengan Zara sebelum akhirnya dia ditemukan sudah tidak bernyawa. Wah, makin mencurigakan. Dan pasca Za ini ditemukan, tidak sadarkan diri ya, ee Kak Dendeng ini disebut-sebut menghilang dan tidak terlihat lagi di asrama. Kok bisa? Dan menurut kabar yang beredar juga ketiga orang siswa yang gua sebutkan tadi bukanlah siswa biasa, melainkan anak dari orang yang memiliki pengaruh besar. Nah, kecurigaan ini didasarkan karena netizen melihat betapa tidak transparannya proses penyelidikan serta lambatnya polisi untuk mengungkap kebenaran dari kasus ini. Ya, kayak di Indonesia aja misalkan, Geng. Kalau udah berurusan dengan orang berpengaruh pasti penyelidikannya ya agak landai gitu kan. Nah, netizen Malaysia juga mencurigai hal yang sama nih, bahwa ya ada otoritas tertentu atau otoritas besar Malaysia yang justru sedang melindungi ketiga pelaku ini. Mereka bertiga kemudian disebut-sebut oleh netizen sebagai anak VIP. Dan saking berpower-nya mereka gitu ya sampai enggak tersentuh gitu. Selain itu, sempat ada rumor lain yang menyebutkan bahwa pada saat Zara terjatuh, ada seorang siswa yang berteriak, "Kamu emuh kamu nih gua tulis aja ya, tolong disensor ya editor itu." Eh dia menyebutkan ke salah satu siswa yang kemungkinan merujuk pada pelaku yang sengaja menghilangkan nyawa Zara. Namun, geng, berdasarkan keterangan dari polisi, pihak kepolisian tidak menemukan bukti yang menghubungkan mereka sebagai anggota keluarga dari ee pejabat atau pemerintah Malaysia, gitu. Nah, kepala kepolisian Papar yang bernama Inspektur Kamaruddin Ambo Saka itu mengatakan bahwa penyelidikannya masih berlangsung dan menegaskan bahwa pihak berwenang memiliki komitmen untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak memihak kepada siapapun. Terus geng, hal yang sama juga disampaikan oleh Nur Aidah, ibu dari Zara yang mana dia menyebutkan kalau dia sama sekali tidak pernah menyebut kalau ada keterlibatan anak VIP di dalam kasus meninggalnya putrinya ini. Bahkan Nur Aidah menyebutkan bahwa klaim tersebut tidak berdasar ya dan enggak berasal dari dia. Justru Nur Aidah baru mengetahui klaim tersebut dari sosial media yang disuarakan oleh netizen. Nah, melalui kedua pengacaranya Hamid Ismail dan Syahlan Jufri, Nur Aidah ini tidak mau diseret-seret terkait klaim yang menyebutkan adanya keterlibatan anak VIP dalam kasus Zara. Perpindahan siswa termasuk ke rumor terjadinya pertengkaran di mana seorang murid disebut sebagai pemunu gitu ya. Nah, di dalam hari kejadian Zahar ditemukan ya untuk itu ya kuasa hukumnya mendesak agar masyarakat bisa menahan diri dari menyebarkan spekulasi atau klaim yang belum bisa dipastikan kebenarannya. keluarganya atau orang lain yang dihubung-hubungkan ke dalam kasus ini ya janganlah dibikin isu. Nah, itu permintaan dari kuasa hukumnya. Nah, mereka juga tidak mau ee ada yang menyebarkan informasi palsu yang mana ini bisa membahayakan penyelidikan polisi yang sedang berlangsung dan bisa menimbulkan konsekuensi pencemaran nama baik nanti kan yang mana ya orang-orang yang diseret biasanya enggak terima tuh. bisa-bisa nanti kita dilaporin ke polisi. Nah, sementara bagi mereka yang memiliki informasi yang kredibel ya untuk bisa ya memberanikan diri memberikan kesaksian dan membantu polisi dalam penyelidikan. Namun sampai saat sekarang ini banyak yang tutup mulut. Itu anehnya. Terus, Geng, meskipun sudah ada keterangan dari polisi yang menyebutkan bahwa tidak ada anak dari pejabat yang dikatakan terlibat di dalam kasus ini, namun netizen Malaysia sudah terlanjur kecewa dengan kinerja pihak kepolisian dan melakukan aksi protes secara besar-besaran. Nah, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan mengenai seruan aksi warga Malaysia atas kasus Zara ini. Jadi, Geng, kasus Zara yang dirasa penuh misteri dan penyelidikan yang lambat dari pihak kepolisian itu membuat warga Malaysia menjadi gregetan sama kasus ini. Sampai pada akhirnya orang-orang Malaysia memutuskan untuk menyuarakan kasus ini di sosial media dengan menuliskan hashag Justice for Zara. Selain menyuarakan di sosial media, aksi solidaritas juga dilakukan oleh ribuan orang yang berkumpul di jalan-jalan besar di Sabah untuk menuntut keadilan bagi Zara. Contohnya, ya di daerah Sandakan, orang-orang mulai berkumpul di Harbor Square di tepi pantai sejak jam .00 sore. Banyak dari mereka yang memegang spanduk, membaca puisi sampai memanjatkan doa untuk Zara. Aksi solidaritas ini rencananya bakal berakhir pada jam 09.00 malam. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah dari masa di saat itu terus bertambah hingga di jam .00 malam. Totalnya sudah mencapai ribuan orang, Geng. Nah, di antara mereka ada aktivis lokal serta perwakilan masyarakat, termasuk adanya anggota parlemen e sendakan yang bernama Vivian Wong yang berorasi dengan menyerukan adanya transparansi dalam penyelidikan kasus ini. Geng, aksi solidaritas ini juga disiarkan secara langsung di sosial media dan terlihat pada saat itu sebagian besar di antaranya menggunakan pakaian hitam yang meneriakkan Justice for Zara dan mereka juga menuliskan e tulisan yang benar-benar eksplisit lah di saat itu. Dan media lokal juga mewawancarai salah satu penyelenggara aksi yang bernama Muhammad Kadir Abdul Jalil yang mengatakan pertemuan itu dimaksudkan untuk mengungkapkan kesedihan sekaligus simpati mereka atas kasus ini. Nah, di Tawau ya kerumunan orang terlihat berkumpul di bundaran pasar malam Chester yang mana mereka memegang tulisan berupa slogan-slogan seperti Justice for Zara juga dan stock bullying. Nyanyian-nyanyian di saat itu bergema sepanjang malam ketika para peserta menyerukan akuntabilitas dan perlindungan yang lebih kuat bagi para siswa, bagi anak-anak mereka. Dan aksi unjuk rasa serupa meskipun dalam skala yang lebih kecil juga diadakan bersamaan di Lahat Datu dan Semporna. Kemudian gerakan kuasa rakyat Malaysia atau G57 itu mengeluarkan pernyataan untuk memberikan bantuan hukum kepada keluarga Zara khususnya kepada Nuraidah sebagai upaya untuk memperjuangkan keadilan dan mendesak transparansi penuh dari pihak yang berwenang. Terus selain itu, Perdana Menteri Malaysia yaitu Anwar Ibrahim juga ikut angkat suara mengenai kasus meninggalnya Zara. Beliau menegaskan bahwa tidak akan ada pihak yang dilindungi di dalam proses penyelidikan kasus ini. Dia sudah memerintahkan Kepala Kepolisian Malaysia dan Jaksa Agung untuk melakukan investigasi menyeluruh. Pernyataan beliau ini datang setelah munculnya spekulasi di sosial media yang mencoba mengaitkan kasus ini dengan segala isu tertentu. Anwar ini menegaskan bahwa siapapun yang terbukti terkait atau berkonspirasi dalam kasus ini enggak akan dilindungi oleh hukum. Tapi beliau juga mengingatkan supaya tidak menuduh orang tanpa adanya bukti yang jelas. Nah, Anwar menekankan bahwa Malaysia adalah negara hukum yang akan menghukum pelanggaran sesuai dengan bukti yang ada, bukannya sebuah negara yang membiarkan fitnah atau tuduhan tanpa dasar. Nah, jadi itu, Geng ya pembahasan kali ini mengenai misteri dari kasus meninggalnya Zabaru lagi mengenai perkembangan kasusnya. Jadi kita tunggu aja apakah benar ada tindakan pidana di sini atau justru ini ya ada hal lain atau justru ini merupakan sebuah kasus yang sengaja dibesarkan ya karena untuk mengalihkan isu dari kasus lain karena baru-baru ini kita tahu ya di Malaysia itu ada demo demo besar-besaran tentang pejabatnya ya gua enggak mau cerita deh tentang siapa mungkin teman-teman di Malaysia tahu ya ada pejabat yang didemo hampir ribuan orang nah tiba-tiba kasus Zara ini muncul berarti ada apa nih apakah ini pengalihan isunya untuk menutupi pemberitaan itu atau justru gimana nih? Mungkin kalian bisa sedikit menjelaskan di kolom komentar. Oke, gimana geng menurut kalian pembahasan ini? Apakah perlu kita bahas lagi nanti untuk part selanjutnya? Coba tinggalkan komentar di bawah.