CHINESE CRYPTO BILLIONAIRE T*W4S MURDERED IN BALI! THE PERPETRATOR IS STILL A MYSTERY
w1xh7hIfEkw • 2025-08-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, kali ini gua mau ngebahas sebuah kasus yang bukan cuma menghebohkan media internasional, tapi juga menimbulkan banyak pertanyaan serius tentang keamanan, transparansi, dan reputasi Indonesia di mata dunia. Kasus ini terjadi di Bali ya memang udah sedikit lama ya. beberapa teman-teman e kreator lain udah sempat ngebahas, tapi entah kenapa gua tertarik untuk ngebahas juga karena gua punya sisi e sudut pandang yang berbeda gitu. Mungkin teman-teman kreator lain ngebahasnya soal eh apa ya kayak kronologi kejadiannya. Nah, tapi di sini gua pengin ngebahas mungkin kronologinya juga tapi ada hal yang harus dipertanyakan tentang keamanan negara kita. Seperti yang kita tahu ya, Geng, Bali itu kan menjadi tempat yang dikenal sebagai surga wisata, pusat healing, dan destinasi favorit para penikmat digital. Ya, tapi di balik keindahan pantainya, ada sebuah tragedi yang melibatkan tokoh besar dunia krypto yang bernama Cheng Jianan dan pasangannya ya yang bernama Lee Chiming. Ini koreksi gua kalau salah dalam pengucapan namanya. Mereka berdua ini adalah miliarder asal Tiongkok yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel mewah. Korban perempuan Liichiming ditemukan di dalam kamar mandi hotel dengan luka lecat di leher. Sementara korban Cheng Jianan ditemukan di koridor hotel. Bisa kebayang ya, Geng? Lagi liburan di Bali dengan harta kekayaan yang melimpah, tiba-tiba ditemukan tidak bernyawa. Mereka datang ke Bali bukan sekedar untuk liburan, tapi juga sedang menjalankan aktivitas bisnis atau mungkin ya ingin apa ya kayak investu tapi lebih ly atau tidak mau kelihatan gitu. Nah, yang bikin kasus ini semakin mencurigakan adalah ketika mereka ditemukan tewas yang mana Cheng mengalami lebih dari 20 luka tusukan bahkan bagian vitalnya sampai di eh gitu ya. Nah, sementara Lee Chiming pasangannya diduga dihabisi dengan menggunakan piamanya sendiri. di bagian lehernya dililit dan CCTV Hotel tiba-tiba mati. Balkon kamar e tiba-tiba bisa diakses dari luar dan tidak ada sidik jari dari apapun yang ada di sana termasuk di botol bir yang ditemukan di TKP. Awalnya polisi menyebut ini sebagai kasus ini gua gak bisa nyebutin dan eh maaf juga karena disensor oleh editor. Nah, tapi banyak pihak termasuk komunitas kripto global meragukan versi resmi ini. Ada dugaan kuat bahwa ini adalah kasus penghilangan nyawa yang berencana bahkan mungkin melibatkan kontrak penghilangan nyawa dari luar negeri. Jadi meninggalnya mereka ini ya bisa jadi bukan sekedar tragedi biasa, tapi juga merupakan bagian dari konflik besar di dalam dunia kripto yang penuh intrigentingan. Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana bisa orang dengan latar belakang sekompleks ini masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi? Apakah sistem imigrasi kita kecolongan atau ada cela hukum yang memungkinkan orang-orang seperti Cheng dan Lee beroperasi di negara kita? dan dampaknya seperti apa untuk Bali yang selama ini menjadi magnet bagi investor asing dan pelaku industri digital serta merupakan salah satu tempat wisata terfavorit. Apakah nama Bali tercoreng gara-gara kasus ini? Nah, sekarang kita akan bahas kasusnya secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan bahas dulu nih ya tentang profile dari Lee Chiming dan Cheng Jianan ini pasangan miliarder krypto yang ditemukan tidak bernyawa di Bali. Oke, jadi geng mereka berdua ini merupakan sepasang kekasih yang berasal dari Tiongkok. Lichimeng ini berusia 24 tahun dan kekasihnya Cheng Jianan itu berusia 21 tahun. Mereka berdua ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di sebuah hotel bintang lima yaitu hotel Interkontinental di daerah Jembaran, Kutas Selatan Badung, Bali pada Selasa, 1 Mei 2023. Diketahui ya kalau Lich Chiming ini lahir di Guangsi tanggal 25 November tahun 1998. Sementara Cheng Jianan lahir di Jiangsi tanggal 3 Desember 2001. Nah, sayangnya nih, Geng. Enggak banyak informasi terkait profile dari mereka berdua. Tapi yang jelas dari informasi yang gua dapat, Lee Chiming ini adalah seorang miliarder crypto asal Cina dan dia memiliki aset crypto sebesar 500 juta dolar. Dan enggak ada juga sumber-sumber dari internet kalau mereka berdua ini terkenal. Jadi mereka ini mungkin terkenal di kalangan anak-anak crypto aja, Geng. Karena Li Shiming ini memiliki aset crypto yang sangat banyak. Atau mungkin juga mereka enggak terkenal karena mereka lebih diidolakan secara diam-diam oleh beberapa kalangan fansnya. Meskipun mereka ini pasangan miliarder, tapi ada satu media yang bilang kalau mereka berdua ini ke Bali untuk melakukan transaksi keuangan. Nah, kenapa bisa? Karena enggak sedikit miliarder teknologi yang datang ke Bali dengan embel-embel liburan tapi sebenarnya punya agenda investasi. Vila-villa mewah itu jadi tempat strategis buat pertemuan informal dan eh brainstorming mereka untuk proyek-proyek baru. Bahkan transaksi bisnis yang tidak terlalu ingin terekspos oleh media. Karena katanya pasangan ini menyewa villa bukan cuma karena kenyamanan, tapi karena privacy yang ditawarkan. Selain itu, Geng, gua juga menduga bahwa mereka juga sedang menghindari sorotan publik di negara asalnya Cina. Ya, beberapa komunitas krypto menyebut kalau adanya tekanan hukum atau audit terhadap proyek blockchain yang sedang mereka jalankan, jadi perpindahan sementara mereka ke Bali bisa jadi taktik untuk menghindari turbulensi hukum yang ada di sana. Jadi turbulensiu maksudnya kayak gonjang-ganjing mereka lagi diserang lah gitu. Nah, apalagi Indonesia punya kebijakan imigrasi yang relatif longgar untuk turis jangka pendek selama dokumen-dokumennya lengkap dan tidak melanggar gitu. Cheng Jianan itu memiliki akun Instagram yang bernama Jianan 6761. di mana akun ini ya dia memperlihatkan tentang kehidupan sehari-harinya yang mewah seperti traveling, berbagai penginapan-penginapan mewah yang dia pernah kunjungi dan juga foto mesra antara dia dan pasangannya. Ada juga satu akun Instagram lagi miliknya dia yaitu Dirty Jianan di mana ini akun memperlihatkan tentang kehidupan mewahnya seperti liburan bahkan sampai mobil-mobil mewah yang dia punya. Nah, jadi itu dia geng profile singkat dari pasangan miliarder ini. Sayang banget ya, sedikit banget informasi yang bisa kita dapatkan terkait profile mereka berdua karena memang yang disampaikan di publik itu enggak banyak sehingga enggak banyak juga media yang memunculkan informasi terkait profile mereka berdua. Nah, selanjutnya kita bakal bahas nih, Geng. Kronologi ketika mereka ditemukan tidak bernyawa. Jadi, geng, kita mulai dari awal di mana saat mereka menjejakkan kaki di Bali, ya, sampai kejadian menggemparkan yang bikin netizen satu Asia penasaran. Nah, jadi semua ini tuh bermula pada Kamis, 27 April 2023. Lee Chiming dan Cheng Jianan itu tiba di Bali pada malam hari. Mereka check in di Hotel Hayat Regeni Sanur, sebuah hotel bintang lima yang tenang, jauh dari hiruk pikuk turis dan ya memang salah satu hotel mahal lah di sana. Dan rencana awalnya cukup simpel, Geng. Mereka bakal menginap di sana sampai tanggal 2 Mei e 2023, tepatnya di hari Selasa. Mereka menikmati waktu liburan dan mungkin ingin mempererat hubungan yang sudah mereka jalani lah gitu ya. Pengin pacaran gitu. Dan memang secara kasat mata mereka berdua ini seperti turis biasa. Gaya anak muda, santai dan tidak terlalu mencolok. Nah, tapi pada tanggal 28 April Lee Chiming ini kehilangan paspornya tiba-tiba dan dia segera melaporkan kehilangan paspornya itu ke Polres dan Pasar Selatan pada hari Jumat di hari itu juga. Nah, di sana ternyata pasangan ini mengalami cekcok alias bertengkar yang mana ini membuat akhirnya pada Sabtu tanggal 29 April Lee Chiming memilih pergi dari Hotel Hayat Regensi Sanur dan memilih untuk checkin sendiri di Hotel Maison Aurelia di Sanur. Nah, di sini Lee Chiming tuh menggunakan paspor si pasangannya justru dia yang bawa. Nah, karena Liming ini kehilangan paspornya, jadi dia ini bermalam di sana dengan ya paspor pasangannya. Dan di saat itu terlihat dia pergi dengan membawa koper berwarna putih dan juga tas laptop warna hitam. Tapi dia itu enggak lama di sana. Cuma beberapa jam kemudian setelah dia sampai, akhirnya dia balik lagi ke Hotel Hayat. Karena kenapa? Ya, karena dia enggak punya paspor. Paspor yang dia pakai, paspor pasangannya dia enggak dibolehin buat checkin di hotel yang baru. Nah, singkat cerita keesokan harinya Minggu tanggal 30 April dia benar-benar pindah ke Maison Sanur. Tapi kali ini Cheng sudah lebih dulu memutuskan untuk pindah ke Hotel Interkontinental Jimbaran. Nah, namun di saat itu Leich Chiming datang ke Hotel Maisan Aurelia Sanur dengan tangan yang udah ada lukanya gitu. Nah, di saat itu Leich Chiming ini ditanya oleh salah satu resepsionis hotel Maisen Sanur terkait kenapa tuh tangan kirinya itu kok ada luka gitu. Nah, tangan yang terluka itu ya kelihatan mengeluarkan cairan merah dan dibalut handuk hotel berukuran kecil. Di sinilah titik awal dari kejanggalan ini bermula, Geng. Nah, kenapa bisa pasangan yang sebelumnya menginap bersama kini malah pisah hotel secara tiba-tiba dan ketika check salah satunya ada yang terluka. Nah, ini mulai mencurigakan. Lalu Geng Cheng ini pun check in sendirian di Hotel Interkontinental Jimbaran kamar 4223. Hotel ini jauh lebih besar dan eksklusif dari Hayat dan juga Maison Sanur, tempat para tamu mencari ketenangan di pinggir pantai Jimbaran. Nah, dia lalu memberitahu kekasihnya kalau dia sudah pindah hotel melalui pesan WhatsApp. Ya, mungkin pas lagi berantem dia ngasih tahu kayak, "Ya udah nih gua udah pindah." gitu gua di sini. Ya, sambil ngambek-ngambek lah. Gitu. Sehari berselang setelah itu, Senin 1 Mei tahun 2023 sekitar pukul 0017 dini hari, Le Chiming yang sudah tahu kalau kekasihnya itu pindah ke mana, dia segera menyusul Cheng. Di saat itu dia nyusul Cheng Jianan ke hotel yang baru. Nah, di sana Leiming sudah datang ya. Cheng Jianan segera menjemput dia ke lobi hotel dan keduanya sempat memesan makanan dan lima botol birer melalui room service. Ya, ibaratnya mereka jadi baikan lah gitu. Nah, di sini nih, Geng, yang membuat satu hotel jadi heboh. Sebab keesokan harinya tiba-tiba mereka ditemukan udah enggak lagi bernyawa dengan kondisi yang mengenaskan. Di mana Cheng Jianan ditemukan di betap dengan kondisi tanpa mengenakan sehelai pakaian pun. Sementara Liming meninggal di lorong depan kamar. Tuh, itu adalah kronologi singkat yang sama sekali tidak lengkap dan bikin kita penasaran karena memang kayak gitu doang, Geng. Enggak ada kronologi yang benar-benar lengkap yang bisa kita ketahui dari media tuh cuma segitu doang. Kalau memang kalian mengetahui ada informasi lain, boleh e koreksi dan tinggalkan komentar di kolom komentar, Geng. Oke. Nah, sekarang kita bakal lanjut ke dalam pembahasan fakta-fakta dari kasus ini. Oke, yang pertama nih, Geng, gua dapat fakta bahwa salah satu e petugas hotel yang kemudian menjadi saksi di dalam kasus ini itu mendapatkan laporan dari tamu yang satu lantai dengan mereka. Dia sempat ngedengar suara teriakan minta tolong pada pukul 60.43 waktu Indonesia bagian tengah. Setelah operator hotel mendapatkan telepon atau laporan dari tamu yang menginap di kamar 4228 tersebut, dati manager itu mendatangi e lokasi sumber suara dan meminta salah satu karyawan Bman itu untuk datang dengan membawa kursi roda untuk mengantisipasi apabila tamu tersebut meminta bantuan atau memang butuh pertolongan, enggak bisa jalan gitu. Itu udah biasa banget gitu ya kalau di Bali atau di hotel-hotel mewah. Buat yang belum tahu nih, Geng. Bellah istilah e dari staf hotel yang bertugas untuk membantu tamu seperti mengangkat barang-barang milik tamu dari lobi hotel menuju ke kamar gitu. Nah, terus singkat cerita setelah mereka tiba di lokasi mereka kaget tuh ketika melihat tamu mereka yang mana itu adalah Lee Shiming yang tergeletak sudah berlumuran cairan merah dengan penuh luka tusuk di lorong dan akhirnya mereka segera menggeledah lokasi kamar yang dia tempati. Dan pada saat itu ditemukanlah salah satu korban yang sudah meninggal dunia juga yang tidak lain adalah Cheng Jianan kekasihnya. Dia tewas di dalam betap dengan kondisi yang mengerikan banget. Karena posisinya berada di dalam betap, ada dugaan kalau dia itu ditenggelamkan ke dalam air yang ada di dalam betap itu, Geng. Terus, Geng. Selanjutnya, fakta kedua adalah hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap Lichiming dan Cheng Jianan. Jasad Cheng Jianan itu ditangani oleh dr. Dudut Rustiadi, SPFM. Sedangkan dokter yang satunya yaitu Kunti Yulianti, SpKF menangani jasad Leiming. Nah, kita bahas dulu keterangan dari Dr. Dudut nih ya yang menangani jasad Chengjian. Jadi ya di saat konferensi pers kasus ini pada Rabu, 17 Mei 2023, Drter Dudut menjelaskan pemeriksaan luar terhadap jasad Cheng Jianan dilakukan pada 1 Mei 2023 pukul ee 1340 WITA. Nah, sedangkan autopsinya pada 4 Mei 2023 pukul 0945 WITA. Jadi dia bilang bahwa hasil pemeriksaan luar itu ditemukan ada beberapa luka. Luka tersebar di beberapa daerah yaitu di dahi kiri, anggota gerak, yaitu bahu kanan, lengan bawah, tungkai bawah, lutut yang juga memar. Lalu ditemukan juga di leher kiri dan kanannya ada luka lecet berbentuk garis dan ditemukan juga busa halus putih di hidung dan mulut korban. Sedangkan hasil pemeriksaan di tubuh bagian dalam ditemukan luka memer sesuai dengan pemeriksaan luar dan di saluran pernapasan ditemukan ada busa halus yang cocok dengan dugaan kalau Cheng Jianan ini ditenggelamkan di dalam air yang ada di betap tempat dia ditemukan. Hasil pemeriksaan organ dalam ditemukan tanda ee kalau dia ini meninggal lemas atau kekurangan oksigen. Nah, jadi kesimpulan yang diberikan oleh dr. Dudut Rustiadi adalah ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul dan meninggal karena tenggelam. Sedangkan luka lecet berbentuk garis akibat dijerat gitu, Geng. Penyebab meninggalnya korban karena kemasukan air ke saluran pernapasan yang mengakibatkan dia tidak bisa bernafas dan meninggal secara lemas dan tidak ditemukan zat berbahaya atau racun apapun di dalam tubuhnya. Nah, itu geng dari Doter Dudut. Selanjutnya hasil autopsi dari dr. Kunti Yulianti, SpKF selaku yang bertanggung jawab penangani jasad Lee Chiming. Dr. Kunti menjelaskan, hasil pemeriksaan luar terhadap jasad leiming ditemukan 20 luka tersebar di tubuhnya. Ada luka terbuka yang tiap lokasi itu bergerombol atau berkumpul gitu. Luka lecet gores dan luka memer. Nah, luka terbuka itu ditemukan di leher samping kiri dan juga kanan. Ada luka terbuka di dada kiri, punggung tangan kanan dan kiri, pergelangan tangan kiri, punggung kaki kanan serta kiri. Juga ditemukan luka lecet memar di bagian dahi. Dan hasil analisis yang ditemukan oleh Dr. Kunti, ada luka terbuka akibat kekerasan benda tajam yang cukup khas yang merupakan luka irisan gitu, Geng. Kayak pakai pisau gitu. Nah, selanjutnya juga ditemukan luka terbuka di bagian leher kanan dan kiri dan itu menyebabkan ee sampai terputus pembuluhnya gitu. Dan otot lapisan pertama kiri dan kanan terputus tapi enggak sampai semua. Dan ditemukan juga bahwa organ dalamnya sampai memutih pucat dan memiliki sedikit cairan merah saat diutopsi yang berarti leichiming ini kehilangan banyak cairan merah di saat kejadian itu. Dari situlah geng Dr. Kunti ini menarik kesimpulan dan bilang kalau luka-luka yang ada di leher kanan dan kiri itu atau kedua punggung serta pergelangan tangan kalau yang dia lihat ya ini ee ada yang dalam ada yang dangkal nih lukanya. Luka lecet dan goresan itu merupakan luka yang bisa terjadi kepada orang yang melukai diri sendiri. Kalau dari kelihatannya, sebab meninggalnya jenazah ini adalah kekerasan benda tajam pada leher yang mengakibatkan terputusnya pembuluh balik kanan dan juga kiri yang mengakibatkan pendarahan hebat. Nah, jadi itu hasil dari otopsi yang sudah dilakukan oleh pihak yang berwajib. Nah, sekarang gua pengen ajak kalian nih masuk ke fakta yang ketiga ya, yaitu mereka ternyata e enggak hanya pesan satu kamar, tapi mereka memesan beberapa kamar hotel di Bali pada malam yang sama dan juga beberapa kamar hotel yang mereka pesan itu memiliki balkon yang dapat diakses dari luar tanpa pengawasan apapun. Nah, di sini anehnya, Geng. Karena mereka kan hanya berdua, tapi mereka mesan banyak kamar dan beberapa kamar memiliki akses ke balkon. Ini ada apa? Dan beberapanya juga dapat diakses dari luar dan tanpa pengawasan. Kira-kira buat apa tuh kamar? Apakah untuk kebutuhan privacy aja? Karena enggak mau ada satuun orang yang selantai dengan mereka ya kan mereka nyewa selantai-lantainya gitu. Nah, atau karena uang mereka yang banyak jadi bingung gimana cara menghambur-hamburkannya sehingga dipakai untuk memesan banyak kamar ya supaya buat ngabisin uang aja. Nah, kira-kira kenapa tuh Geng menurut kalian keanehan ini bisa terjadi? Coba tinggalkan komentar di bawah Geng. Oke, selanjutnya fakta yang terakhir yaitu hasil rekaman CCTV sebelum kejadian. Jadi sepanjang penyelidikan, pihak berwajib juga mengungkapkan adanya perselisihan antara kedua individu tersebut. Namun, pemicu pasti di balik konfrontasi ini masih belum jelas. Sementara itu, rekaman CCTV itu menunjukkan kronologi peristiwa yang mengarah ke sana sebelum insiden tersebut terjadi. Nah, Cheng Jianan awalnya tiba di hotel sendirian dan check in diikuti oleh kedatangan Lee Chiming di lobi di mana dia menunggu sebentar sebelum bergabung dengan Cheng ke kamar mereka. Analisis pengawasan selanjutnya mengungkapkan bahwa Lee Chiming sempat keluar kamar sekitar pukul 1250 dini hari dan kembali setelah beberapa saat sambil melirik ke kamar di sebelahnya. Pengiriman makanan ke kamar mereka dilakukan sekitar pukul 15 dini hari. Setelah itu staf hotel langsung pergi dan di saat itu sempat keluar kamar eh sekali lagi. Dan di saat itu enggak ada yang tahu pasti kenapa Liming keluar kamar lagi tuh. Mungkin dia mau ngecek sesuatu atau ngapain gitu ya. Dia sempat berdiri sebentar di depan pintu dan akhirnya dia masuk kembali ke dalam kamar. Kemudian geng dalam rekaman CCTV terlihat Lee Chiming keluar kamar lagi untuk yang ketiga kalinya pada pukul 632 pagi subuh-subuh. Tapi keluarnya Lich Chiming yang ketiga kalinya ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya dikarenakan dia dalam kondisi yang sudah berlumuran cairan merah sambil merangkak dan berteriak minta tolong. Dan itu terjadi sampai pada akhirnya ada staf hotel yang nyamperin dia. Nyamperin Leiming di pukul 655 karena teriakan itu. Nah, jadi kalau dari CCTV gitu tuh kronologinya, Geng. Dan itu dia beberapa fakta di dalam kasus ini, Geng. Kalian bisa menilai sendiri kira-kira apa sih yang sebenarnya terjadi dengan keanehan ini. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan penyelidikan dan teori yang beredar tentang kejadian ini. Jadi, geng berdasarkan hasil penyelidikan, baik keterangan saksi hasil autopsi oleh drer forensik dari RSUP Profesor IGNG Ngurah Denpasar dan hasil laboratorium forensik Polda Bali itu disimpulkan keduanya meninggal dunia akibat dieksekusi atau justru mengakhiri hidup menggunakan kain dan pecahan botol. Kapolesta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo menjelaskan bahwa dia dan pihak merangkai keterangan dari 31 orang saksi yang mereka periksa untuk membuka dugaan penyebab dari kasus ini, Geng. Pihak kepolisian berusaha untuk menelusuri jejak perjalanan keduanya. Hal ini menjadi langkah penting yang diambil oleh pihak kepolisian untuk menggali informasi dan pengetahuan tentang kedua korban ini. Sebab di TKP itu enggak ada saksi mata yang melihat kejadiannya sama sekali. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari keterangan 31 orang saksi dan hasil pemeriksaan medis tersebut, polisi pun menyimpulkan bahwa antara korban ya sedang terjadi perselisihan ya kedua apa pasangan ini. Nah, hanya saja sampai saat ini perselisihan keduanya itu belum berhasil terpecahkan. Jadi masih belum jelas, Geng, mereka ini berantem karena alasan apa. Tapi, Geng, akibat perselisihan itu, keduanya bertengkar hingga berujung. Terjadilah pengeksekusian terhadap Cheng Jianan katanya dengan menggunakan benda tajam dan menjeratnya pakai kain pada leher lalu direndam ke dalam air. Nah, setelah itu Liichiming mengakhiri hidupnya dengan cara melukai tubuhnya pakai pecahan botol bir yang mereka pesan sebelumnya. Katanya kayak gitu. Bambang juga mengatakan bahwa dari olah tempat kejadian perkara dan beberapa masukan yang bersangkutan untuk Cheng Jianan yaitu diduga dieksekusi atau dianiaya oleh si Leich Chiming. Dan dia juga bilang ee dilihat dari olah TKP ya, sampel cairan merah yang ada di sana sama semuanya. Hasil autopsi dan pemeriksaan saksi serta CCTV bahwa Lee Chiming itu meninggal dunia karena mengakhiri hidup. Nah, Bambang mengatakan keduanya sama-sama meninggal di dalam kondisi yang tidak mengenakan pakaian dan Cheng Jianan ditemukan meninggal di dalam betap kamar mandi. Lee Chiming meninggal di lorong di depan kamar. Polisi mengatakan insiden ini disebabkan oleh alasan internal yang memicu perselisihan. Meskipun investigasi atas motifnya masih menjadi misteri karena yang tahu cuma mereka berdua, Geng. Sementara kondisinya mereka itu udah ya meninggal dunia. Hasil penyelidikan ini langsung ditolak oleh kedua belah pihak keluarga. Jadi penyelidikan polisi ini ditolak mentah-mentah setelah polisi mengumumkan pada tanggal 17 Mei bahwa Cheng dieksekusi oleh Lee yang kemudian mengakhiri hidup dengan melukai diri sendiri menggunakan pecahan botol. Respon dari keluarga Cheng tidak menerima hasil ini dan meminta polisi untuk mengungkap motifnya. Sedangkan respon dari ibunya Lee yang pertama kali berbicara kepada Red Star News pada 22 Mei juga tidak percaya bahwa putranya mengeksekusi pacarnya sendiri dan mengakhiri hidup. Dia mengatakan bahwa Lee sangat mencintai Cheng dan bahkan memindahkan kartu tanda penduduknya ke kampung halaman Cheng di Jiangsi, tempat mereka membeli rumah. Dia juga bilang kalau Lee sudah mengirimkan sinyal minta tolong sebelum meninggal dan bahwa dia juga menerima ancaman dari jauh. Dia sangat takut dan panik di saat itu. Dan oleh karena itu, ibunya Lee ini yakin bahwa insiden ini enggak dilakukan oleh anaknya, tapi oleh pihak lain yang sudah mengancam Lee Chiming sebelumnya. Dia juga curhat kepada Redstar News ya tentang perkembangan dan pengalaman Lee serta bagaimana dia membesarkan anaknya itu sebagai seorang ibu tunggal. Dia menyesal tidak memberinya cukup kasih sayang dan perhatian serta tidak tahu banyak hal tentang pekerjaan dan keberadaan anaknya. Dia bilang dia sudah melaporkan ancaman dan sinyal bantuan tersebut kepada polisi. Tapi pihak berwenang Indonesia tidak lagi menjawab panggilan teleponnya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak menginginkan harta Lee dan akan memberikannya kepada keluarga Cheng sebagai kompensasi atas kejadian ini. Dia berharap kebenaran dari kasus ini akan terungkap dan ya respon dari kedua keluarga ini gimana ya bisa dikatakan tuh ya menyedihkan banget karena terlalu banyak misteri lah yang mereka pertanyakan. Terus geng gua juga dapat informasi mengenai reaksi dari netizen Cina. Beberapa dari netizen menyerukan penyelidikan lebih lanjut dan bahkan menginginkan keterlibatan dari polisi Tiongkok. Dengan antusiasme wisatawan Tiongkok untuk berpergian ke Asia Tenggara yang sudah dilanda rumor gelap yang beredar online dalam beberapa bulan terakhir, insiden terbaru kemungkinan akan semakin menekan jumlah dari wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia atau bahkan di Asia Tenggara karena gara-gara kejadian mengerikan ini. Nah, insiden ini juga mempengaruhi keputusan dari wisatawan asal Cina terhadap kunjungan mereka ke Bali. Banyak dari mereka yang merasa takut untuk datang ke Bali karena merasa kalau Bali ya bukan menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk berlibur. Karena pihak dari keluarganya Lee serta tuntutan dari netizen Cina yang menginginkan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Seperti yang yang kita tahu ya, mereka tuh enggak percaya dengan hasil penyelidikan dari polisi Indonesia. Timbullah teori lainnya yang mengatakan kalau motif penghilangan nyawa Lee Chiming dan Cheng Jianan ini berkaitan dengan kekayaan mereka. Ya, kita tahu Geng ya kalau Lee Chiming itu adalah sosok yang terkenal di dunia krypto dan memiliki kekayaan yang sangat banyak untuk seusia dia. Dengan uang serta aset sebanyak itu, wajar aja, Geng. Yang menjadikan dia sebagai target. Potensi adanya pencurian atau bahkan pesaing industri yang ingin memanfaatkan kesuksesan kriptonya dia menjadi semakin masuk akal. Karena dengan kekayaan yang segitu banyak, bisa aja ada yang memanfaatkan dia untuk mengambil sebagian hartanya. Dan hal ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut mungkin sudah dibayangi oleh seseorang yang sangat tertarik dengan aset kripto mereka. Ini juga terbukti dari mereka yang memesan banyak kamar. Apakah mungkin mereka memesan itu karena udah diawasi sehingga mereka memesan banyak kamar untuk kayak apa ya? Kamuflase gitu. Biar si ee yang nargetin mereka itu bingung mereka itu nginap di kamar mana. Nah, itu kan masuk akal juga tuh, Geng. Nah, terus yang terakhir ada juga yang mengaitkan kejadian ini ya karena mereka mungkin terlibat di dalam penggelapan besar-besaran yang diduga menggelapkan dana sekitar 14 juta Doy GR yang mana ini merupakan entitas Tiongkok yang kaya raya dan mapan dan mereka dikenal karena keterlibatannya di dalam pencucian uang. Diduga bahwa ketika grup jy ini mengungkap dugaan kejahatan Cheng, mereka ini memulai sebuah kontrak untuk nyawa Cheng. Kontrak-kontrak ini biasanya terjadi di balik gelapnya bisnis kriminal dan sering sekali memiliki tujuan ganda. tidak hanya sebagai sarana untuk melenyapkan individu yang dianggap ancaman, tetapi juga sebagai peringatan yang mengerikan untuk mencegah orang lain melakukan hal serupa. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini ya, tentang meninggalnya sepasang kekasih miliarder yang merupakan seorang yang penting di dalam dunia krypto yang masih meninggalkan misteri sampai saat sekarang ini. Gimana menurut kalian tentang pembahasan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah. Yeah.
Resume
Categories