Kind: captions Language: id Geng, fenomena yang lagi ramai banget ya. Sebelumnya gua pengin tanya dulu ke kalian, apa yang biasanya kalian lakukan ketika kalian menyambut 17 Agustus? Ya, mungkin di lingkungan rumah kalian lagi pada sibuk bikin rundown acara 17 Agustusan, ya kan games-game seru atau biasanya mendekati 17 Agustus sudah ada arahan untuk mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing. Tapi ya ada yang berbeda nih untuk perayaan 17 Agustus di tahun-tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena di saat ini ternyata enggak cuma bendera merah putih aja yang akan berniat dikibarkan oleh masyarakat kita, tapi juga ada bendera bajak laut dari salah satu ee apa ya? Enim itu enim atau kartun sebutannya ya? Koreksi gua kalau salah nih dalam penyebutannya. Yang jelas ee film kartun ternama, terkenal, banyak fans-nya, banyak penggemarnya yaitu One Piece. Dilansir dari Oneiece.fandom.com, fandom.com. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger ini adalah lambang utama kru bajak laut dalam dunia fiksi One Piece. Nah, siapa nih di antara kalian yang mengikuti One Piece yang sudah pasti kalian itu adalah wibu atau Nakama gitu ya? Dan kalian sendiri yang nonton dan ngikutin One Piece senang enggak sama fenomena ini? Buat yang wibu atau fans-nya One Piece ya mungkin senang-senang aja ya dengan fenomena tersebut dan ya kalian tidak menganggap ini ada unsur politisnya tapi ternyata ya hal ini enggak semerta-merta membuat semua orang jadi senang bahagia karena tidak semua ee memandang hal yang sama. Karena kabarnya pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan yang melarang pengibaran bendera One Piece menjelang hari kemerdekaan. Dan bahkan ya fenomena ini ya di apa ya ditindak tegas lah sama pemerintah kita ya ditangani dengan serius oleh pemerintah kita dan dari sini mulai banyak penindakan terhadap siapa saja yang mengibarkan bendera One Piece ini baik di lingkungan rumah sampai ke supir-supir sopir truk bahkan mural-mural juga udah enggak boleh ada logo atau lambang One Piece dan memang ya geng kalau kita berbicara tentang bendera merah putih ini sakral banget ini adalah identitas nasional identitas diri identitas yang diperjuangkan kan dengan keringat dan darah, dengan nyawa oleh para pejuang di negeri kita yang mana seharusnya ya memang harus dinjunjung tinggi, harus dibanggakan ya ketika mengebarkan bendera merah putih ini. Apalagi di saat menjelang hari kemerdekaan seperti ini. Tapi faktanya di saat ini justru orang-orang malah memilih untuk menyandingkan pengibaran bendera merah putih dengan bendera ee dari One Piece ketimbang bendera merah putih doang gitu. Pasti timbul pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksud dari ini semua? Apakah ini hanya lulucon semata? Iseng-iseng semata? Tapi menurut gua ya, kalau cuma iseng-iseng kayaknya enggak deh. Karena kan ini sakral banget. 17 Agustus pengibaran bendera merah putih disandingkan dengan bendera bajak laut di film kartun. Nah, ternyata nih ya maknanya dalam banget. Menyimpan makna tersirat dan ya apa ya semacam simbol tertentu. Nah, untuk menjawabnya kita bakal bahas secara lengkap di pembahasan hari ini. Ini sesuai dengan request kalian loh, Geng. Banyak banget yang request gua tentang pembahasan ini. Dan gua ingatkan ke kalian, pembahasan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak manapun, menjelek-jelekkan citra bangsa enggak sama sekali. Di sini tugas gua adalah merangkum fakta-fakta yang ada di lapangan yang gua kumpulkan dari media-media mainstream. Gua sajikan ke kalian secara lengkap alurnya. Oke, jadi ini seru banget untuk kalian dengarkan. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng, geng. Oke, kita langsung masuk ke dalam pembahasan fenomenanya. Ini udah pasti yang paling kalian tunggu-tunggu kan? Pembahasan tentang hal ini kita bahas. [Musik] Oke, jadi gua yakin banget ya buat kalian yang merupakan bagian dari Nakama pasti senang banget dengan fenomena ini. Buat yang belum paham, belum tahu Nakama itu apa ya Nakama ini adalah sebutan bagi para fans-nya One Piece. Nah, fenomena pengibaran bendera One Piece atau Jolly Roger itu akhir-akhir ini lagi menjadi sorotan menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Fenomena ini mulai muncul di media sosial dan bendera ini menunjukkan simbol bajak laut dari serial Enim asal Jepang yaitu karya dari Eiro Oda. Di sejumlah rumah dan juga kendaraan itu banyak sekali yang membawa bendera dari One Piece ini. Ada aksi viral yang dilakukan oleh para sopir truck juga di mana mereka mengibarkan bendera One Piece ini. Kebayang tuh ya abang-abang sopir truk aja udah mulai paham makna dari bendera One Piece. Mereka ngasih simbolik karena mungkin ya ada kekecewaan di sana. Nah, beberapa video viral di platform media sosial, terutama di X atau yang dulunya lebih dikenal dengan Twitter gitu ya, pada video tersebut memperlihatkan truk-truk yang tidak lagi mengibarkan bendera negara sendiri yaitu merah putih tapi justru melainkan mengebarkan bendera hitam bergambar tengkorak dan topi jerami khas One Piece. Misalnya nih ya di salah satu tulisan di video tersebut itu berbunyi, "Maaf jenderal, Agustus tahun ini tidak ada bendera merah putih di truk kami." Tuh tulisannya kayak gitu. Dan akhirnya video itu ya menyedot perhatian ribuan netizen dan menuai ratusan komentar terkait kritik sosial terhadap pemerintah dan kondisi negeri kita sekarang. Dan fenomena ini sampai dinotis sama Echiro Oda selaku pembuat enim dari One Piece itu sendiri. Di dalam postingan IG-nya, dia menyebutkan bahwa pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke-80, warga yang mengibarkan bendera bajak laut topi jerami. Tindakan ini didorong oleh kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. Tapi lucunya nih, Geng, ekspresi masyarakat di sini tidak disambut dengan baik oleh pemerintah kita. Para pemimpin dari pemerintahan justru menganggap hal ini sebagai tindakan pemberontakan serta melihat bendera tersebut sebagai ancaman. Padahal tuh bendera-bendera kartun bapak-bapak. Tapi ya udahlah ya, mungkin pemerintah kita ya lebih tahulah cara membedakan mana ancaman, cara membedakan mana yang simbol-simbol nasionalisme dan tidak nasionalisme ya kita serahkan aja kepada beliau-beliau tersebut ya kan. Silakan lakukan tindakan dan ya semoga apa yang dilakukan oleh Bapak-bapak pemerintah kita bisa mengembalikan rasa nasionalisme masyarakat kita ya kalau memang jalan yang diambil oleh bapak-bapak pemerintah adalah dianggap benar gitu, tepat gitu ya kan. Nah, terus geng ada salah seorang warga yang bernama Ricky Hidayat. Dia ini merupakan seorang warga Kebayoran, Jakarta Selatan. Dia berencana ingin memasang bendera One Piece di depan rumahnya pada hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Pemasangan bendera tersebut bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap Indonesia. Tapi Ricky ini menjelaskan bahwa sikapnya dia ini tidak mengurangi rasa nasionalismenya. Menurut dia, nasionalisme itu akan kehilangan maknanya jika negara tidak memberikan perlindungan yang setimpal ee dengan pajak yang dikeluarkan atau dibayarkan oleh rakyat. Nah, itu tuh dalam juga ya kata-katanya ya. Dan dia bilang kalau dia itu cinta tanah air di mana dia bisa hidup di sana. Dia minum airnya ya kan dia manfaatkan tanahnya, dia makan dari hasil tumbuhan di tanah tersebut. Nah, tetapi tanah air yang dia cintai itu bukan tanah air tempat dia membayar pajak. Namun dia tidak mendapatkan hak yang sepadan atas pajak yang dia bayarkan gitu katanya. dalam banget. Nah, selain Ricky, ada juga nih warga kota Padang yang sering dipanggil dengan nama Oki. Dia ini mengaku memasang bendera One Piece di salah satu lokasi wisata yang ada di Sumatera Barat pada tanggal 30 Juli kemarin. Memang nih, Geng, ya. Oki ini udah menjadi fans dari One Piece e sejak dia itu duduk di bangku SMP dan dia ngikutin serial One Piece itu sampai sekarang. Ketika dia udah dewasa bahkan dia masih nonton One Piece. Bagi Oki, One Piece ini adalah enim yang memiliki cerita menarik serta mengandung simbol-simbol yang kuat, termasuk salah satunya bendera yang sekarang ramai dikibarkan oleh orang-orang Indonesia. Nah, atas dasar itulah Oki memutuskan untuk memasang bendera One Piece ya sebab dia ingin agar penggemar One Piece yang lain yang mungkin juga masyarakat secara luas bisa menerima pesan tersebut dengan baik. Nah, di sosial media sendiri seruan untuk memasang bendera One Piece ini udah muncul sejak 26 Juli kemarin, Geng. Sejumlah lembaga analisis media sosial itu menyatakan fenomena seruan memasang bendera One Piece ini berlangsung organik. Nah, di dalam kata lain ini tanpa adanya mobilisasi tokoh atau kelompok-kelompok tertentu yang memprovokasi. Enggak ada. Jadi ini apa ya inisiatif masyarakat aja gitu. Nah, namun ada salah satu lembaga yang bernama Drone Emprit yang menyatakan bahwa gerakan pemasangan bendera One Piece sudah berlangsung sebelum bulan Juli 2025. Bahkan konteksnya berbeda dengan suruan saat ini. Buat yang belum tahu nih, Geng ya, drone Emprit ini ya berfokus pada analisis yang berlangsung di sosial media X. Dan salah satu peneliti dari drone Emprit yang bernama Nova Mujahid itu bilang percakapan berlangsung secara natural karena interaksi didorong oleh akun-akun yang terindikasi organik dan beragam. Mulai dari penyuka enim, masyarakat biasa, serta aktivis media sosial. Nah, selain dari drone emprit ini, ada lagi nih yang namanya Evelo, lembaga analisis sosial media TikTok yang juga melihat dan menganalisa fenomena ini, Geng. Jadi, Evelo ini sendiri ya itu melihat bahwa fenomena ini juga ramai mulai dari tanggal 26 Juli 2025 sampai mencapai puncaknya pada tanggal 28 sampai 30 Juli. Akun-akun yang terlibat di dalam gerakan untuk mengibarkan bendera One Piece ini juga tercatat milik personal non media. Jadi bukan dari media aja, Geng. Tapi perseorangan. Munculnya fenomena dari banyaknya orang yang mengibarkan bendera One Piece menjelang hari kemerdekaan ini menimbulkan reaksi dari pemerintah kita, Geng. Jadi, pemerintah kita itu ambil langkah serius. Nah, salah satunya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara atau disingkat dengan Men Sesnek yaitu Pak Prasetio Hadi. Beliau ini bilang kalau ya tidak mempersoalkan aktivitas dari e sebagian kalangan yang memasang bendera One Piece ini. Hal itu dimaknai sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Namun ada hal yang dikhawatirkan oleh beliau, yaitu akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan kreativitas itu untuk menodai makna peringatan kemerdekaan. jadi kayak takut ditunggangi gitu loh. Apalagi sampai nanti kalau ada yang menghimbau untuk masyarakat kita ya agar tidak lagi mengibarkan bendera merah putih. Nah, itu bahaya banget. Dan beliau bilang bahwa pemerintah dan tentunya kita semua berharap di bulan Agustus hal yang sakral ini jangan sampai ternodai. Oleh karena itu, pemerintah berharap di 80 tahun Indonesia merdeka, apapun kondisinya, sebagai bangsa kita harus bersatu padu. Kita harus optimis sebagai anak-anak bangsa, katanya. Dan Pak Prasetio ini juga menambahkan kalau hingga kini masih banyak persoalan bangsa yang belum bisa diatasi, termasuk pemenuhan cita-cita kemerdekaan yang masih jauh dari harapan yang seharusnya yang dilakukan itu adalah seluruh elemen itu bisa bersatu untuk mencari jalan keluarnya. Nah, beliau juga memberikan solusi bahwa jika ada masalah seharusnya kita tidak menutupi hal itu. Kalau ada masalah itu satu persatu ya coba dicari jalan keluarnya. Nah, antara pemerintah DPR dengan semua stakeholder masyarakat duduk bersama dan mencari jalan keluar. Tapi kalimat kayak gini kayak khayalan ya, Geng ya. Emang semenjak kapan gitu DPR pemerintah kita mendengar suara masyarakat? Ini pengesahan undang-undang aja tengah malam pas kita lagi tidur ngorok. Hah, gitulah. Dan kata beliau ya, pemerintah juga selalu terbuka terhadap semua masukan, termasuk kritik dari masyarakat. Yah, I wish. Nah, terus geng ada juga komentar dari Kepala Komunikasi Kepresidenan yang bernama Pak Hasan Nasbi. Beliau bilang bahwa rakyat memiliki hak untuk tidak puas terhadap pemerintah. Tapi bendera merah putih memiliki kedudukan yang sakral dan tidak bisa digantingkan dengan simbol-simbol lain. Termasuk bendera fiksi seperti milik bajak laut Luffy. Ya, ini setuju sih. Benar itu benar banget. Bendera merah putih itu sakral kedudukannya. Hal ini juga ditegaskan pula oleh Menteri Sekretaris Negara yaitu Pak Prasetyo Hadi yang menyampaikan bahwa penggunaan bendera fiksi sebagai ekspresi kreativitas tidak menjadi persoalan selama tidak menyinggung atau menodai kesakralan peringatan kemerdekaan Indonesia. Nah, namun jika bendera tersebut digunakan untuk menggantikan atau menyaingi merah putih, maka itu bisa menjadi tindakan yang melanggar norma nasional. Nah, biasanya orang-orang yang yang dianggap melanggar ini bisa dipenjara loh, Geng. Jadi, hati-hati banget buat kalian, ya. Jangan sampai apa ya, offside lah ya. Kalau misalkan kalian mengebarkan bendera merah putih di bawahnya ada bendera One Piece yang mungkin masih dioleransi. Tapi kalau misalkan kalian udah ngibarin bendera One Piece di atas merah putih ah siap-siap tuh tukang bakso ada di depan rumah kalian. Ting ting ting ting ting. Wuk wuk. Ditangkap langsung. Bahaya. Oke, terus ada juga nih, Geng, ya, pernyataan tegas dari Budi Gunawan selaku Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang secara tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut bisa dikenai sanksi hukum. Nah, menurut beliau, pengibaran bendera fiksi di momen sakral kemerdekaan adalah bentuk provokasi yang menurunkan martabat simbol negara. Pak Budi ya merujuk pada pasal 24 ayat 1 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara yang melarang pengibaran bendera merah putih di bawah lambang apapun. Nah, itu tadi yang gua bilang jangan sampai kebalik. Jangan sampai bendera One Piece di atas, bendera merah putih di bawah. Selesai lu pada hati-hati. Nah, di dalam konteks ini, mengganti bandara nasional dengan simbol bajak laut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap aturan yang mengatur penghormatan terhadap simbol negara. Pemerintah katanya ya bakal mengambil langkah hukum secara tegas dan terukur jika ditemukan unsur kesengajaan dan provokasi di dalam aksi ini, Geng. Nah, terus ada pernyataan dari Kemendagri melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yaitu Pak Bahtiar Baharudin yang turut menghimbau masyarakat untuk tetap memprioritaskan pengibaran bendera merah putih. Karena simbol tersebut adalah lambang pemersatu bangsa yang tidak boleh kehilangan makna di tengah perayaan nasional. Nah, Ketua MPR RI, Pak Ahmad Muzani menyikapi fenomena ini ya secara santai dan menyebutnya sebagai bentuk kreativitas generasi muda aja. Dia tetap yakin bahwa hati rakyat Indonesia masih berpihak pada merah putih dan semangat nasionalisme yang mana ya semuanya tetap kuatlah di tengah gelombang ekspresi alternatif yang muncul. Karena respon inilah mulai diberlakukan berbagai larangan pengibaran bendera One Piece nih, Geng. Nah, ini lucu nih. Akhirnya mulai ditanggapi dengan serius nih oleh pemerintah kita. Seperti Asosiasi Pengemudi Indonesia atau api yang melarang pengemudi truk untuk mengibarkan bendera selain bendera merah putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ketua Umum API yang bernama Suro itu menegaskan bahwa cuma bendera nasional yang boleh dikibarkan di kendaraan. Beliau mengatakan bendera lain seperti bendera bajak laut dari anime One Piece itu dilarang untuk dikebarkan di truk geng. Menurutnya ya instruksi ini sudah disepakati bersama pengurus api yang ada di tingkat provinsi hingga kabupaten atau kota. Dan Suroso ini menyebutkan aturan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dari pahlawan. Dan tindakan yang sama ternyata juga dilakukan oleh pihak Polda Banten yang menindak tegas terhadap warga yang sengaja mengibarkan bendera bajak laut One Piece di momen peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Nah, gerakan pengibaran bendera yang disimbolkan sebagai bajak laut itu dianggap oleh polisi sebagai provokasi yang bisa menurunkan derajat atas bendera merah putih. Oke, tapi banyak juga yang protes ya, Geng. Masyarakat tuh kayak giliran bendera One Piece aja ditanggapi serius. bendera-bendera partai yang ngotorin kota, ngotorin ya pemandangan yang ada di Indonesia gitu enggak ditindaklanjuti. Malah nyampah banget kan kalau kita perhatikan ya, pemandangan di negara kita ini dipenuhi dengan bendera-bendera dan embel-embel partai yang banyak banget. Tapi ya udahlah ya begitulah cara di negara kita berjalan. Nah, terus geng Brickjen Hanky selaku Wakolda Banten bilang gerakan pengibaran bendera One Piece itu juga bisa mencederai perjuangan para pendahulu atau pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Nah, sebagai generasi penurus bangsa menurut beliau seharusnya kita bersyukur atas perjuangan pahlawan yang sudah berjuang dengan jiwa raga untuk mempertahankan Indonesia agar bisa merdeka dari penjajahan dulu. Nah, untuk itu Bricken Hanki ini berharap kepada masyarakat untuk menunjukkan rasa nasionalisme dengan mengibarkan bendera merah putih serta menegaskan situasi ketertiban dan masyarakat di wilayah Banten dipastikan kondusif. Dan enggak sampai di situ aja, Geng. Ada seorang mahasiswa dari Universitas Riau yang bernama Karik Anhar yang memberikan cerita mengenai penindakan terhadap orang-orang yang mengibarkan bendera One Piece nih. Nah, Karik ini ikut mengibarkan bendera One Piece, Geng. Dan menurut ceritanya dia, ada himbauan dari grup WhatsApp yang isinya ya ketua RT serta RW yang diminta untuk melaporkan warganya siapa saja yang mengibarkan bendera One Piece di rumah atau kendaraan mereka. Nah, laporan tersebut diminta untuk diteruskan ke Babinsa dan juga Bimas. Nah, karik ini sendiri menyesalkan kenapa sikap yang diambil itu terlalu lebai dan berlebihan menurut dia sampai-sampai melarang masyarakat bahkan mengancam dengan pidana. Nah, padahal menurut dia ya pemasangan bendera One Piece itu sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada dan tidak mengenyampingkan penghormatan terhadap bendera merah putih sebagai kreativitas dalam mengkritik aja kata dia. Dan mereka ya yang memasang bendera One Piece masih menghormati bendera Indonesia, negara Indonesia merah putih. Nah, pengibaran bendera One Piece ini pun ya sudah sesuai aturan dengan meletakkan bendera One Piece secara terpisah dengan bendera merah putih atau justru di bawahnya gitu dan posisinya enggak lebih tinggi atau enggak mungkin sejajar dengan bendera merah putih. Makanya Karik ini bingung mengapa sampai dikecam, sampai diancam juga dengan pidana jika tidak ada yang dilanggar dari fenomena pengibaran bendera One Piece ini, Geng. Nah, di saat itu enggak cuma Karik aja sebenarnya yang bingung, tapi sepertinya netizen juga pada bingung, Geng. Kenapa bendera One Piece ini dipermasalahkan sebegitunya dan seserius itu oleh pemerintah? Padahal kalau kita flashback ke belakang ternyata ya Wapres kita ya Gibran, Wakil Presiden kita Gibran Rangkaoming Raka itu pernah memakai atribut dari Enim One Piece ketika dia kampanye geng di tahun 2024. Ini kok enggak dilarang nih? Dan di saat itu Gibran pakai pin simbol karakter anime One Piece di kemejanya yang dia kenakan saat debat Pilpres pada 21 Januari 2024. Kalian bisa lihat sendiri gambarnya. Nah, Gibran ini tampil dengan lambang-lambang yang erat kaitannya dengan budaya populer serta karakter-karakter dari manga dan enim favoritnya yaitu Naruto dan juga salah satunya ada One Piece. Nah, ini kan jadi pertanyaan ya, jadi pertanyaan buat masyarakat mengapa ketika masyarakat yang menunjukkan atribut dari Anim One Piece dilarang dianggap sebagai bentuk dari provokasi. Sementara Gibran ketika kampanye dengan menggunakan atribut One Piece juga malah enggak masalah ya. Seharusnya kan ketika wapresnya aja gitu, masyarakatnya juga gitu ya, enggak apa-apa dong harusnya. Nah, melihat dari betapa pemerintah yang melarang bendera One Piece ini jadi penasaran enggak sih, Geng apa sebenarnya makna dari bendera One Piece itu sendiri? Kenapa sampai pemerintah membuat imbauan agar tidak mengibarkan bendera ini? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai makna dari bendera One Piece yang dikibarkan oleh masyarakat. Jadi, Geng, bendera One Piece atau yang lebih dikenal sebagai Jolie Roger itu adalah simbol utama dari setiap kelompok bajak laut di dalam cerita One Piece. Desain dasarnya adalah tengkorak dan dua tulang silang. Namun, setiap kru itu memiliki versi khas sesuai identitas kapten dan nilai-nilai mereka sendiri. Misalnya nih bendera topi jerami milik Monkey the Luffy yang mana ini menampilkan tengkorak dengan topi jerami. Sementara contoh bendera lain itu adalah milik Shiro Hiige yang di dalam benderanya memiliki kumis khas milik Edward Nugate. Menurut situs vandom ya, Jolly Roger ini bukan sekedar simbol bajak laut doang, tetapi melainkan lambang kebebasan, kekuatan, tekad pribadi, dan solidaritas. Nah, seperti yang dikatakan oleh karakter Hurilik yang mana dia bilang bahwa bendera ini menolak segala ketidakmungkinan. Nah, ini adalah simbol kepercayaan gitu, Geng. Di dalam kisah One Piece, ya, Jolie Roger ini sering sekali digunakan sebagai lambang perjuangan melawan penindasan. Banyak bajak laut One Piece yang menggunakan Jolly Roger ini sebagai simbol tersebut. Salah satunya adalah kelompok dari Sun Pirates yang menggunakan gambar matahari untuk menyamarkan bekas perbudakan para anggotanya. Simbol Jolie Roger di dalam konteks One Piece tidak selalu bermakna kekerasan atau kehancuran, tapi juga menjadi ekspresi dari kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang merupakan isu utama di dalam cerita buatan dari Airo Oda ini. Nah, maka dari itu meskipun terlihat menyeramkan simbol ini juga merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan dan ekspresi kebebasan, Geng. Nah, oleh karena itu banyak juga yang mengartikan pengibaran bendera ini sebagai bentuk kritik sosial khususnya terhadap ketidakadilan atau masalah yang ada di pemerintahan. Karena bagi masyarakat di dalam cerita One Piece, bajak laut dipandang sebagai orang-orang yang hidup di luar aturan pemerintah. Mereka bebas menentukan jalan hidup sendiri tanpa dibatasi hukum atau kekuasaan. Inilah yang membuat kehidupan bajak laut menjadi simbol perjuangan untuk meraih impian dengan cara mereka sendiri. Nah, tindakan ini mencerminkan keresahan sekaligus harapan akan perubahan serta keadilan. Pengibaran bendera One Piece ini juga sebagai bentuk protes atas hal-hal yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Seperti korupsi, situasi ekonomi sampai dengan kasus HAM yang belum selesai. Nah, terus ada juga nih, Geng, satu artikel yaitu Radar Banyuwangi, ya. Di mana mereka mengangkat bagaimana eh para penggemar atau yang disebut dengan Nakama ini melihat kedekatan antara dunia ciptaan Eiro Oda dengan realitas sosial politik negeri ini. Nah, di dalam One Piece ya banyak pulau dan wilayah yang dikuasai atas nama perdamaian dunia oleh pemerintah dunia atau yang mereka sebut dengan tenubito. Nah, padahal yang terjadi sebenarnya adalah penindasan eksploitasi sumber daya dan penghapusan sejarah lokal. Hal ini malah dirasa mirip dengan kondisi di Indonesia, Geng. Nah, di mana banyak kekayaan alam itu dieksploitasi atas nama kemajuan, namun kesejahteraan masyarakat lokal itu enggak terjamin. Ini ada yang ngebahas ya, cukup menarik menurut gua. Nah, yang ngebahas ini adalah sebuah akun Instagram yang bernama ID Baru ID. Di mana di dalam video yang dijelaskan ini ya, itu e diceritakan mengenai empat pulau. Yang pertama Pulau Komodo, Pulau Tatawa, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. yang mana pulau-pulau ini ternyata sudah diserahkan kepada perusahaan oleh pemerintah kita. Diserahkan ke beberapa PT. Ini inisial PT-nya aja. Yang pertama PT PNK, yang kedua ada PTSKL. Yang ketiga ada PT KWE, dan yang keempat ada PTS. Di antara salah satu perusahaan tersebut komisarisnya merupakan anak dari mantan ketua DPR yang sekarang ya sedang berada di dalam jeruji besi karena kasus korupsi. Kalau kalian ingat kasus korupsinya itu kepalanya benjol segede baka pau. Nah, itu anak beliau. Nah, kabarnya ya di beberapa pulau tersebut akan segera dibangun 619 spa dan villa, terutama di Pulau Padar. Dan tentu aja ini sama sekali enggak nguntungin warga sekitar kan, Geng? Karena di sana masih ada 2.000 orang ee warga yang sudah hidup selama ratusan tahun. Nah, seandainya pulau tersebut dikelola oleh PT dijadikan sebagai resort, terus gimana dengan warga yang tinggal di sana sejak dulu dari zaman nenek moyang mereka? Nah, makanya di sini mirip banget dengan tema besar dari One Piece, Geng, yang menceritakan bagaimana para penguasa berupaya menghapus kedaulatan dan identitas lokal dengan adanya upaya untuk membangun, yaitu tadi tempat hiburan, tempat wisata, yaitu berupa penginapan, villa, dan juga spa yang mana otomatis ya anak cucu mereka, orang-orang yang tinggal di sana nantinya tidak akan tahu bagaimana kehidupan masyarakat yang sebelumnya sudah tinggal dan hidup di sana. Ini tentunya mengancam keberlangsungan hidup mereka di tanah mereka sendiri. Tokoh di dalam e series One Piece ini yang paling mencolok adalah Donkihote Doflamingo yang merupakan mantan bangsawan di Ten Ryubito yang menjadi bajak laut dan penguasa bayangan. Dia ini adalah simbol kekuasaan korup yang di mana mereka melakukan segala cara untuk melakukan legitimasi palsu. Di dalam cerita, dia menguasai sebuah pulau dan memanipulasi ekonomi dan juga menindas rakyat dengan sistem yang tampak legal dengan cara menunjuk penguasa seperti boneka atau hingga lewat sistem birokrasi. Nah, di ceritanya juga ya Doflamingo ini sempat membuat sebuah pabrik untuk memproduksi SAD yaitu sebuah bahan untuk buah iblis dan dijual untuk memperkaya diri sendiri serta kelompoknya. Lalu ada juga cerita mengenai pabrik senjata di Archano yang mana limbah hasil pabrik tersebut membuat penduduk sekitar jadi keracunan. Nah, kondisinya kayak enggak asing ya, Geng ya. Soalnya memang situasinya sama seperti yang terjadi di daerah Teluk Weda, Maluku Utara. Di mana limbah pabrik di sana yang mengandung arsenik yang membuat sumber makanan masyarakat sekitar jadi tercemar. Bahkan ada kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA itu melonjak tinggi hingga 24 kali lipat. Dan hal itu terjadi antara tahun 2020 sampai 2023. Nah, enggak sampai di situ aja, Geng. Tambang nikel yang ada di Sulawesi Tenggara juga membuat air laut jadi tercemar sehingga nelayan jadi sulit untuk menangkap ikan dan terkena penyakit kulit. Pemerintah dunia di dalam anime One Piece ini selalu mengatasnamakan keadilan dan kesejahteraan untuk segala sesuatu yang mereka lakukan. Padahal realitanya pemerintah dunia itu lagi menyembunyikan Void Senturi. Nah, Void Century ini sendiri merupakan periode sejarah selama 100 tahun yang hilang dari catatan resmi dunia di dalam cerita anime One Piece ini, Geng. Nah, pemerintah dunia itu memberikan pelarangan keras bagi siapapun untuk meneliti atau mengungkap kebenaran tentang void century ini. Nah, akhirnya banyak warga net yang melihat kemiripan ini dengan figur-figur elit di dunia nyata yang menguasai sumber daya di muka bumi, memanipulasi media, dan tetap tampil sebagai penyelamat bangsa. Dan lebih jauh lagi ya, One Piece ini juga menampilkan penggusuran masyarakat adat, penghapusan sejarah, dan pengendalian informasi oleh media tunggal. Semua elemen yang juga bisa ditemukan di dalam sejarah dan dinamika politik Indonesia. Di dalam konflik agraria, marginalisasi etnis tertentu, hingga narasi sejarah yang dikendalikan oleh penguasa. Nah, di dalam cerita One Piece ini semua hal itu dikemas menjadi cermin yang seolah menyindir realitas kita di dunia ini. Nah, dari sini kita jadi paham ya kenapa ya simbol bendera One Piece malah dijadikan sebagai kritikan untuk pemerintah kita di saat mau 17 Agustus kayak gini. Di One Piece ini juga, Geng ya. Ini kan merupakan bagian dari budaya pop yang kemudian dijadikan sebagai simbol dari sebuah gerakan atau upaya untuk menunjukkan sikap. Nah, akhirnya muncul satu pertanyaan, yaitu kenapa harus budaya pop yang dijadikan medianya? Nah, jadi geng menurut pengamat budaya pop yaitu Hikmat Darmawan itu menjelaskan bahwa fenomena meminjam simbol budaya populer di dalam gerakan sosial adalah hal yang jamak atau hal yang sudah sering terjadi. Nah, menurutnya simbol-simbol tersebut sering mengalami repurpose atau diubah maknanya untuk kepentingan protes. Menurut dia kadang bukan soal takut atau represif, tapi karena ingin pesannya itu meluas gitu agar bisa diterima oleh lebih banyak orang. Nah, terus ada lagi nih pengamat politik dari CS SIS yaitu Dominik Nik Fahrizal yang mana beliau ini menambahkan budaya pop itu sangat lekat dengan mayoritas generasi produktif Indonesia saat ini. Dia menyebutkan penggunaan simbol seperti bendera One Piece itu sebagai langkah yang tidak bisa dihindari. Bahkan ini efektif untuk menyebarkan pesan. Dia bilang bahwa segmen budaya pop itu kan banyak. Tidak cuma anak muda, tapi juga orang dewasa yang masih mengikuti hal ini. Namun, Niki juga mengingatkan bahwa meski simbol budaya pop ini efektif untuk menjaring perhatian dan membangun kesadaran, mereka tidak cukup kuat untuk menggerakkan massa secara langsung. Untuk gerakan masif itu butuh organisasi dan gerakan terorganisir, Geng. Nah, namun fenomena kayak gini bukanlah hal baru. Penggunaan simbol atau tanda budaya pop alat protes sudah berlangsung lama baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Seperti pada Mei 2014, para demonstran di Thailand itu meminjam salam tiga jari dari film The Hunger Games sebagai simbol protes terhadap kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Payud Chan Ocha. Yang mana di dalam film itu kan salam tiga jari itu melambangkan penghormatan dan perpisahan. Namun para aktivis Thailand memaknai ulang gestur tersebut sebagai simbol kebebasan, persamaan, dan juga persaudaraan. Jadi dipakai tuh ditiru tuh dari apa? film The Hunger Game tadi. Pemerintah Thailand bahkan melarang penggunaan simbol tersebut karena dianggap subversif dan menginspirasi pemberontakan. Nah, jadi sering banget emang pemerintah dari negara manapun itu kayak ketakutan sendiri sama simbol-simbol tertentu. Jadi enggak cuma di negara kita yang takut sama bendera One Piece, Geng. Di negara orang juga sama ternyata. Nah, terus contoh lain nih datang dari Palestina setelah otoritas Istriwill itu melarang pengibaran bendera nasional dan penggunaan warna merah, hijau, hitam, dan putih pada 1967. Nah, seniman Palestina di saat itu menyiasati dengan menggambar buah semangka yang memiliki corak warna serupa dengan bendera Palestin sendiri. Jadi, mau dilarang gimana? Semangka padahal warnanya mirip. Nah, semangka menjadi simbol perlawanan tersembunyi yang sempat menghilang namun kembali viral, Geng. Di negara kita bahkan viral juga kan lambang semangka. Tepatnya pada Mei 2021 setelah serangan militer Isriwil ke Gaza. Nah, terus yang terakhir ada contoh lain dari Indonesia lagi yaitu istilah seperti Wakanda dan Konoha. Nah, ini bukan cuma sekedar bencandaan, tapi ini adalah simbolik perlawanan dan protes, Geng. Yang mana ini sering digunakan untuk menyindir kondisi sosial politik di negara kita. Wakanda kampung halaman Black Panther dan Konoha, desa ninja dalam Naruto yang menjadi metafora untuk negara ideal atau tempat yang aman dari kekacauan politik. Simbol-simbol ini digunakan untuk menyampaikan kritik secara halus namun tajam. Ada juga pernyataan nih dari salah satu akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya yaitu Muhammad Febrianto Firman Wijaya. Menurut beliau ya pengibaran bendera One Piece ini bukan hanya sekedar ekspresi kegemaran terhadap budaya pop Jepang atau sebagai bentuk candaan anak muda yang tidak paham etika kenegaraan. Dia juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ekspresi simbolik dari kekecewaan generasi muda terhadap negara dan sistem sosial politik yang ada. Dan menurut pandangannya dia, simbol Jolly Roger dengan bentuk tengkorak dan topi jerami itu memiliki atau mengandung makna kebebasan, solidaritas, perlawanan terhadap ketidakadilan, serta keinginan untuk hidup dengan prinsip dan tujuan yang jelas. Nah, jadi makanya jangan salah kenapa pemerintah kita rada panik dan ngurusin hal ini sampai seserius itu. Karena memang maknanya serius, Geng. Nilai-nilai tersebut dirasa lebih relevan bagi sebagian anak muda dibandingkan dengan simbol resmi kenegaraan seperti bendera merah putih yang bagi mereka mulai kehilangan makna emosional dan kedekatan. Semua itu karena apa? Ya, karena ketidakadilan, korupsi di mana-mana, kesejahteraan enggak merata. Nah, di dalam kerangka teori sosiologi simbolik ya, Febrianto ini menjelaskan bahwa setiap simbol kolektif termasuk bendera negara memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat jika simbol itu terus dihidupkan melalui pengalaman, narasi, dan keterlibatan emosional yang autentik. Nah, namun ketika simbol tersebut tidak lagi mampu mewakili harapan, identitas, atau keresahan rakyatnya, terutama generasi muda, ya, maka mulai muncul gejala penggantian simbol yang ada dengan sesuatu yang lebih dirasa mewakili perasaan mereka. Di dalam kasus ini, simbol fiksi dari One Piece menjadi pengganti simbolik karena dianggap mencerminkan nilai-nilai idealisme yang tidak ditemukan dalam realitas politik dan sosial saat ini. Febrianto juga melihat munculnya simbol-simbol alternatif ini sebagai sinyal adanya krisis identitas nasional dan kegagalan negara dalam menyediakan ruang yang cukup bagi generasi muda untuk merasa terlibat dalam keputusan publik. Dia menilai bahwa reaksi negara dan aparat yang cenderung hanya menekankan sisi pelanggaran hukum justru beresiko memperlebar jurang antara simbol negara dengan rakyatnya. Sebaliknya, dia menyarankan agar pemerintah dan institusi sosial membuka ruang dialog yang jujur dan juga inklusif sekaligus melakukan edukasi simbolik yang mampu merekonstruksi makna bendera nasional sebagai lambang yang hidup, dinamis, dan inspiratif. Nah, terus secara hukum nih, apakah bisa orang yang mengibarkan bendera One Piece dikenakan pidana? Nah, sejumlah dosen hukum menilai bahwa pengibaran bendera One Piece itu enggak bisa diproses secara pidana. Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi selama tidak dilakukan di dalam konteks resmi seperti upacara kenegaraan atau dengan niat merendahkan simbol negara. Dan salah satu suara paling tegas itu datang dari Muhammad Fatahilah Akbar, seorang dosen hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada. Dia menyatakan bahwa pengibaran bendera bajak laut adalah bentuk ekspresi yang sah secara hukum. Menurutnya, tindakan itu setara dengan mengibarkan bendera klub sepak bola, partai politik, atau band musik. Nah, dia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 hanya mengatur soal pelecehan atau perusakan terhadap bendera merah putih, bukan pengibaran bendera lain. Nah, dia bilang bahwa pengibaran bendera One Piece tidak bisa diproses hukum. Dia bahkan menyebutkan bahwa pemidanaan terhadap aksi tersebut justru berpotensi melanggar hak konstitusional warga negara. Senada dengan itu, Orin Gusta Andini yaitu seorang dosen hukum pidana dari Universitas eh Mulawarman, dia menilai bahwa ya seseorang yang dipidana akibat mengibarkan bendera One Piece itu adalah tindakan yang berlebihan, lebai menurut dia. Dan dia menjelaskan bahwa selama tidak ada niat jahat untuk menghina atau merendahkan simbol negara, maka tindakan itu enggak bisa dijadikan dasar pidana. Dia juga bilang kalau cuma mengibarkan tanpa niat jahat, dia kira itu gak bisa ya digunakan hukum pidana lah. Kira-kira gitu, Geng, pendapat beberapa dosen hukum. Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini, ya. Gimana menurut kalian? Apakah penaikan atau pengibaran bendera One Piece merupakan sebuah hal yang salah atau berlebihan atau justru ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat agar lebih bebas menyurahkan keresahan mereka? Nah, coba deh tulis komentar kalian di bawah. Yeah.